BAHAN U BOOKLET

:

PENINGKATAN KUALITAS PENATAAN RUANG DALAM PENANGANAN BANJIR DI BAGIAN HILIR TENGAH (MIDDLE DOWN STREAM) KAWASAN JABODETABEKJUR

1. Latar Belakang Kegiatan: Penetapan Kawasan Jabodetabekjur (berdasarkan PP No. 28 Tahun 2008 tentang RTRWN) sebagai kawasan metropolitan memiliki fungsi strategis bagi pengembangan wilayah nasional Ada korelasi antara tingkat kepadatan penduduk kota yang tinggi dengan tingginya tingkat tantangan dan masalah-masalah penataan ruang fisik kota Jakarta dan kota penyangga. Sehingga, diperlukan kebijakan penyatuan dan perencanaan penanganan banjir kawasan penyangga berupa kawasan terpadu dalam satu kesatuan yang terintegrasi secara komprehensif sesuai dengan karakteristik dan kondisi wilayah masing-masing. Musibah banjir yang melanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta, termasuk Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) terjadi akibat rusaknya situ sebagai kawasan resapan air dan pengendali banjir serta pelanggaran rencana umum tata ruang (RUTR). Oleh sebab itu, perlu disusun suatu model kawasan percontohan untuk Peningkatan Kualitas Tata ruang yang berbasis penanganan banjir di daerah hilir tengah (middle down stream) melalui proses Community Development Plann model ini dapat direplikasi di kawasan lain 2. Tujuan : 1. Melakukan pelibatan dan pemberdayaan masyarakat dalam penanganan banjir di Bagian Hilir Tengah (Middle Down Stream) Kawasan Jabodetabekjur 2. Upaya meningkatkan kualitas penataan ruang di kawasan Jabodetabekjur dalam rangka penanganan banjir secara terpadu.
3. Menyiapkan suatu proyek percontohan yang dapat memberi gambaran best practice

untuk penanganan banjir kawasan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang ada di masyarakat

3. 2. Terselenggaranya proses participatory planning dalam perumusan upaya mitigasi dan adaptasi penanggulangan banjir di lokasi terpilih. 3. lesson learned dan best practices dalam pemberdayaan masyarakat dalam rangka mitigasi banjir. Musibah banjir akibat meluapnya aliran K. Gambaran Lokasi Terpilih Lokasi Terpilih adalah kawasan yang memiliki kriteria sbb : a. memiliki kelompok keswadayaan masyarakat yang masih aktif dan exist sampai sekarang Kecamatan Periuk yang merupakan daerah cekungan dan merupakan langganan tempat parkir air (banjir). 4. Tersusunnya rencana tindak (community development plan) yang disepakati antar pihak dalam hal mitigasi dan adaptasi banjir di lokasi terpilih. 4. RW07 dan RW08 terjadi pada Tahun 2007 dengan ketinggian banjir dapat .Sabi yang menggenangi RW 05. RW 06. Terlaksananya knowledge management melalui dokumentasi kegiatan. memiliki permasalahan banjir yang relevan dengan hasil studi b. Tercapainya pembelajaran kepada masyarakat dalam mengimplementasikan rencana tindak serta mengelola hasil kegiatan menjadi tindakan yang bermanfaat dalam penanggulangan banjir. Manfaat : tersedianya bahan rujukan untuk perencanaan yang partisipatif dalam mitigasi banjir yang dapat digunakan sebagai model yang dapat direplikasi di kawasan lain untuk meningkatkan daya dukung lingkungan serta mitigasi dan adaptasi bencana banjir yang sering terjadi khususnya di kawasan Jabodetabekjur 5. merupakan kawasan yang legal c. Sasaran : 1.

lama genangan 48 jam dan luas genangan ± 10 Ha merendam ± 1. Proses Pelakanaan Kegiatan 7. melalui Saat ini warga memiliki mekanisme iuran dan konsumsi untuk kegiatan fisik ditanggung oleh warga. Kondisi banjir ini termasuk dalam klasifikasi Berat Penyebab Permasalahan banjir di Kelurahan Periuk Jaya ini ada 2(dua) yaitu : 1.120 unit rumah.0 m .mencapai 2. Rencana Tindak dan Hasil Kegiatan . Tingkat kesadaran pengurus BKM dan Pengurus RW dan RT terhadap upaya-upaya penanganan banjir dan pengelolaan sampah sudah cukup tinggi Warga sudah memiliki suatu mekanisme perencanaan pembangunan Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan . namun pengoperasiannya masih itangani dari swadaya warga masyarakat Jalan lingkungan sebagian sudah berupa paving block 6. Sistem drainase di kawasan perumahan yang tidak mengalir dengan baik(penyebab terjadinya genangan) karena terjadi penurunan muka air tanah(land subsidence) Penghuni merupakan masyarakat Kelompok Menengah ke bawah yang sudah memiliki BKM dengan Pengurus yang aktif dengan pengalaman mengelola kegiatan P2 KP dan PNPM. Banjir akibat arus balik dari Kali Sabi menuju kawasan perumahan 2. Sudah ada Kolam Retensi yang dilengkapi rumah pompa dan pintu air untuk menampung volume air yang merupakan arus balik dari Kali Sabi.