BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Pengertian Kehamilan 10 Kehamilan adalah kondisi dimana seorang wanita memiliki janin yang sedang

tumbuh di dalam tubuhnya (yang pada umumnya di dalam rahim). Kehamilan pada manusia berkisar 40 minggu atau 9 bulan, dihitung dari awal periode menstruasi terakhir sampai melahirkan. Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus, agar dapat berlangsung dengan baik kehamilan mengandung kehidupan ibu maupun janin. Resiko kehamilan ini bersifat dinamis, karena ibu hamil yang pada mulanya normal, secara tiba-tiba dapat menjadi berisiko tinggi. Faktor resiko pada ibu hamil seperti umur terlalu muda atau tua, banyak anak, dan beberapa faktor biologis lainnya adalah keadaan yang secara tidak langsung menambah resiko kesakitan dan kematian pada ibu hamil. Resiko tinggi adalah keadaan yang berbahaya dan mungkin terjadi penyebab langsung kematian ibu, misalnya pendarahan melalui jalan lahir, eklamsia, dan infeksi. Beberapa faktor resiko yang sekaligus terdapat pada seorang ibu dapat menjadikan kehamilan berisiko tinggi.

Universitas Sumatera Utara

2. Universitas Sumatera Utara . Ada yang mengalami gejala-gejala kehamilan sejak awal. Dalam waktu 2 minggu setelah konsepsi. Namun. namun mual dan muntah dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. payudara seorang wanita hamil akan mengalami perubahan untuk persiapan produksi ASI yang dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.4. keras. pusing.2.2.2. dan pingsan adalah gejala kehamilan yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah dalam kehamilan atau kadar gula darah yang rendah. Nyeri atau payudara yang terasa membesar. Tanda ini muncul dalam waktu 1-2 minggu setelah konsepsi (pembuahan). Tanda dan Gejala Awal Kehamilan10 Tanda dan gejala pada masing-masing wanita hamil berbeda-beda. Gejala ini dialami oleh 75% wanita hamil. Mudah lelah.3. 2. atau bahkan tidak memiliki gejala kehamilan dini. Mual pagi hari (morning sickness) umum terjadi pada triwulan pertama. Meskipun disebut morning sickness. 2. Sakit kepala pada umumnya muncul pada minggu ke-6 kehamilan yang disebabkan oleh peningkatan hormon.2. sensitif dengan sentuhan. lemas. ada yang beberapa minggu kemudian.1. Selain itu didapatkan tanda-tanda lain yaitu : 2.2.2. Penyebab mual dan muntah ini adalah perubahan hormonal yang dapat memicu bagian dari otak yang mengontrol mual dan muntah. tanda yang pasti dari kehamilan adalah terlambatnya periode menstruasi. 2.

5 g/dl pada akhir kehamilan. Asam folat.2. gandum. Tipe perdarahan umumnya sedikit. Suplemen besi yang dibutuhkan adalah 30 – 50 mg/hari dan disarankan pada wanita hamil dengan hemoglobin < 10 atau 10. Asam folat yang dikonsumsi sebelum hamil dan selama kehamilan melindungi dari gangguan saraf pada janin (anensefali. Zat besi. Selama kehamilan. Wanita hamil disarankan mengkonsumsi asam folat 400 μg/hari selama 12 minggu kehamilan karena kebutuhan asam folat tidak dapat dipenuhi hanya dari makanan. 2. Suplemen besi sebaiknya dikonsumsi diantara waktu makan Universitas Sumatera Utara . 2.3. Terjadi ketika telur yang sudah dibuahi berimplantasi (melekat) ke dinding rahim sekitar 10-14 hari setelah fertilisasi (pembuahan).7.2. sayuran hijau. 2.6. Konstipasi (sulit BAB) terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan kontraksi usus menjadi lebih pelan dan makanan lebih lambat melalui saluran pencernaan. zat besi juga terkandung pada daging.3.1.3. 2. berwarna lebih cerah dari darah haid. suplai darah meningkat untuk memberikan nutrisi ke janin.5. telur. kacang. bercak bulat. Bercak perdarahan. Suplemen yang dianjurkan selama kehamilan10 2. dan buahbuahan kering. Zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin yang bekerja mengangkut oksigen di dalam darah. Selain suplemen. dan tidak berlangsung lama.2.2.2. spina bifida). Perubahan mood karena pengaruh hormon.

2.16 Cakupan K1 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan. diikuti dengan jus buah yang kaya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan. 2.3. pembantu bidan dan perawat bidan.dengan perut yang kosong atau diikuti jus jeruk untuk meningkatkan penyerapan. Kalsium penting di dalam mengatur kekuatan tulang wanita hamil dan pertumbuhan tulang bagi janin. dokter umum. Kalsium. Edukasi) kepada ibu hamil. Informasi. Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal care) Antenatal care adalah cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Kalsium yang disarankan sebanyak 1. bidan. Pelayanan antenatal atau yang sering disebut pemeriksaan kehamilan adalah pelayanan yang di berikan oleh tenaga profesional yaitu dokter spesialisasi bidan.200 mg untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Bidan memberi KIE (Komunikasi. Kalsium sebaiknya dikonsumsi ketika sedang makan.4. suami dan keluarganya tentang kondisi ibu hamil dan masalahnya. untuk mendapatkan pelayanan antenatal. Untuk itu selama masa kehamilannya ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan asuhan antenatal. 12 Universitas Sumatera Utara . Bidan melakukan pemeriksaan klinis terhadap kondisi kehamilannya.3.

dan 2 kali pada triwulan ketiga umur kehamilan.2.4. pertumbuhan janin dalam kandungan. mengenai : 2. ibu hamil dari keluarga miskin (gakin) pada umumnya tergolong dalam kelompok gizi kurang.1. suami. terjamin dan terlindungi keselamatan diri dan bayinya. 2. penyakit menahun. (Timbang) berat badan b.Kunjungan ibu hamil K4 adalah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit 4 kali dengan distribusi pemberian pelayanan minimal 1 kali pada triwulan pertama. sebab merupakan upaya bersama antara petugas kesehatan dan ibu hamil. agar dalam menghadapi kehamilan dan persalinannya ibu hamil mendapatkan rasa aman. Aspek kesehatan dari ibu dan janin untuk menjaga kelangsungan kehamilan. 1 kali pada triwulan kedua. Aspek sosial ekonomi. Pemeriksaan kehamilan dilaksanakan sesuai standar 7T yaitu 17: a.4. tenang. Ukur (Tekanan) darah c. Pemberian imunisasi (Tetanus Toxoid) e. Pemberian Tablet zat besi. keluarga dan masyarakat. Ukur (Tinggi) fundus uteri d. anemia. kelangsungan hidup ibu dan bayi setelah lahir.3.4. Ibu resiko tinggi atau ibu dengan komplikasi persalinan dari keluarga miskin membutuhkan dukungan biaya dan transportasi untuk rujukan ke rumah sakit.13 Perawatan yang diberikan kepada ibu hamil secara berkala dan teratur sangat penting. Aspek psikologi. minimum 90 tablet selama kehamilan Universitas Sumatera Utara . 2.

f. 2. menurunkan angka morbiditas dan mortalitas anak. memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari.20 Adapun jadwal pemeriksaan kehamilan adalah9: 2.19 Tujuannya adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. dan juga mengembalikan kesehatan ibu saat akhir kala nifas. persalinan. dan nifas. Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Kunjungan ibu hamil adalah kontak antara ibu hamil dan petugas kesehatan yang memberikan pelayanan antenatal standar untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan. Dengan pemeriksaan kehamilan dapat mengenali dan menangani faktor resiko yang mungkin dijumpai dalam kehamilan. dan laktasi. Minimal 1 kali pada trimester II (antara minggu 14-28) Universitas Sumatera Utara .6.2. Minimal 1 kali pada trimester I (sebelum 14 minggu) 2. Tujuan Pemeriksaan Kehamilan18.1. mengobati penyakitpenyakit yang mungkin diderita sedini mungkin. 2. Tes terhadap penyakit menular sexual g. kehamilan.5. Istilah kunjungan tidak mengandung arti bahwa selalu ibu hamil yang datang ke fasilitas pelayanan.6. yaitu ibu hamil yang dikunjungi petugas kesehatan di rumahnya atau di posyandu. nifas.6. tetapi dapat sebaliknya. sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. persalinan. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. persalinan dan nifas. keluarga berencana.

Pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan.3. Pemeriksaan psikologis. (5). Kegiatan Pemeriksaan Kehamilan Untuk menegakkan kehamilan dengan komplikasi pada ibu dan janin adalah dengan cara :21.7. Menurut depkes RI (2002) pemeriksaan kehamilan berdasarkan kunjungan antenatal dibagi atas21 : a. Minimal 2 kali pada trimester III. terdapat penyulit. Anamnesa keluhan/masalah.7. (2). (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke-36). (3). (4). Kunjungan keempat(K4) Meliputi : (1). (3). Riwayat kehamilan. Riwayat kebidanan. (5). Sikap dan rencana tindakan (persiapan persalinan dan rujukan). atau tergolong kehamilan resiko tinggi). Riwayat sosial ekonomi. Anamnesis berupa pertanyaan terarah yang ditujukan kepada ibu hamil.1.6. (7). (6). untuk mengetahui keadaan ibu dan faktor resiko Universitas Sumatera Utara . Kunjungan pertama (K1) Meliputi : (1). pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan. (6). Anamnesis Kegiatan anamnesis merupakan kegiatan yang perlu dilakukan dalam setiap kegiatan perawatan kehamilan. (2). b. 2. Penyuluhan dan konsultasi. Pemeriksaan laboratorium bila ada indikasi/diperlukan. Diagnosa akhir (kehamilan normal.22 2. terjadi komplikasi. (4).2. Identitas /biodata. Riwayat kesehatan.

Keluhan utama Keluhan utama adalah hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan. Identitas yang ditanyakan adalah nama ibu.2. siklus haid dan jenis kontrasepsi yang digunakan (kalau ibu tersebut peserta KB). Identitas ibu. 2. Pemeriksaan fisik diagnostik Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan dari anamnesis. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) lama haid. Hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan sekarang yaitu berhubungan dengan gerakan janin. d. c. Pelaksanaan pelayanan antenatal perlu mengetahui makna dan tujuan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Hal-hal yang berkaitan dengan fungsi reproduktif.7. nama suami. yaitu umur ibu. paritas. yang dirasakan dan dikemukan oleh ibu hamil kepada pemeriksa. Hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan sekarang. Pemeriksaan ini meliputi: Universitas Sumatera Utara . alamat lengkap. Pertanyaan yang diajukan dalam anamnesis adalah : a. b.yang dimilikinya. Pertanyaan ini meliputi hal-hal yang mungkin berkaitan dengan faktor resiko. hal-hal yang dirasakan akibat perkembangan kehamilan dan penyimpangan dari normal (keadaan patologis).

Tekanan darah tinggi pada kehamilan merupakan resiko.3-0. Bila hal ini timbul setelah melakukan kerja fisik (berjalan. Berat ibu semasa hamil harus bertambah rata-rata 0. Berat badan. Sesak nafas ditandai dengan frekwensi pernafasan yang meningkat dan kesulitan bernafas serta rasa lelah. selanjutnya tiap trimester (II dan III) masing-masing bertambah 5 Kg. nadi. kehamilan kembar.50c dikatakan demam. maka kemungkinan terdapat penyakit jantung. kelainan ini dapat berlanjut menjadi preeklamsia dan eklamsia kalau tidak ditangani dengan tepat. Bila nadi lebih dari 120/ menit. Bila dikaitkan dengan umur kehamilan. kenaikan berat badan selama hamil muda ± 1 Kg. Nadi yang normal adalah 80/menit. maka perlu difikirkan adanya resiko (bengkak. maka hal ini menujukkan adanya kelainan. Lingkar Lengan Atas (LLA) dan tinggi badan. anak besar). Pada akhir kehamilan berat badan meningkat. Hal ini merupakan penambahan beban bagi ibu dan harus dicari penyebabnya. berarti ada infeksi dalam kehamilan. b.5 Kg per minggu. Bila tekanan darah meningkat. Suhu tubuh ibu hamil lebih dari 37. tugas sehari-hari). frekuensi pernafasan dan suhu tubuh. Universitas Sumatera Utara . Tekanan darah. Tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih dari 140/90 mmHg. dan/atau diastolic 15 mmHg atau lebih diatas normal.a. yaitu sistolik 30 mmHg atau lebih diatas normal.

c. Pemeriksaan panggul dalam (pelvimentri) Pemeriksaan panggul dalam biasanya dilakukan sekali dalam kehamilan untuk mengetahui panggul sempit.7. Adanya cacat tubuh Cacat tubuh misalnya cacat tulang belakang yang berpengaruh terhadap kehamilan/persalinan. seperti kifosis. pemeriksaan panggul dalam (pelvimetri). c. Biasanya dilakukan pada kehamilan 8 bulan atau lebih. taksiran berat janin terhadap umur kehamilan. pintu bawah panggul. dan kelainan bentuk panggul. letak janin. Pemeriksaan obstetrik Meliputi pemeriksaan luar. b.3. a. pintu atas penggul. lordosis dan scoliosis. dan pemeriksaan diagnostik penunjang. Pemeriksaan luar Dilakukan dengan perabaan perut. Tujuannya adalah untuk memperkirakan umur kehamilan. perlu diperhatikan karena mungkin menyebabkan gangguan pertumbuhan janin atau kesulitan dalam persalinan. turunnya bagian terendah janin dan detak jantung janin. Pemeriksaan diagnostik penunjang Pemeriksaan diagnostik penunjang yang penting dalam pemeriksaan kehamilan antara lain : Universitas Sumatera Utara . 2.

9. Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya protein dan glukosa dalam urin.8.3.3. Universitas Sumatera Utara . pemeriksaan kehamilan hendaknya memenuhi tiga persyaratan pokok : 2.1. 2. Ibu sering kali tidak berhak memutuskan sesuatu. Pelayanan dasar21 Ditingkat pelayanan dasar. dan pencarian pertolongan yang memadai secara tepat waktu. c. Rujukan Ibu hamil dengan resiko tinggi harus dirujuk ke tempat pelayanan yang mempunyai fasilitas yang lengkap. Penyuluhan.2.c.8. komunikasi dan motivasi ibu hamil.9.2. antara lain mengenai penjagaan kesehatan diri dan janinnya. Alasan ibu tidak memeriksakan kehamilan menurut Depkes RI 23 2. Pemeriksaan urin.8. dan derajat anemia (bila ada). sementara mereka tidak mengetahui perlunya memeriksakan kehamilan dan hanya mengandalkan cara-cara tradisional.8. 2. 2. yang meliputi diagnosis kehamilan. pemeriksaan ini untuk menentukan kadar hemoglobin. 2.1. Lain-lain bila diperlukan. karena hal itu suami atau mertua. Pemeriksaan Hb. penemuan kelainan secara dini dan pemberian terapi sesuai diagnosis. c.1. Aspek medis. pengenalan tanda-tanda bahaya dan faktor resiko yang dimilikinya.

sikap).9. 2.2. Takhayul dan keraguan untuk memeriksakan kehamilan kepada petugas kesehatan (terlebih pula jika petugasnya laki-laki). Beberapa ibu tidak mengatahui mereka harus memeriksakan kehamilannya.3. Ketidakpercayaan dan ketidaksenangan pada tenaga kesehatan secara umum beberapa anggota masyarakat tidak mempercayai semua petugas kesehatan pemerintah. faktor reproduksi ibu hamil (paritas. 2.4. pengetahuan. Transportasi yang sulit. baik bagi ibu untuk memeriksakan kehamilan maupun bagi bidan untuk mendatangi mereka.9. Ibu dan anggota keluarganya tidak mampu membayar atau tidak mempunyai waktu untuk memeriksaakan kehamilan. harus menunggu lama atau perlakuan petugas yang kurang memuaskan. faktor kondisi kesehatan ibu hamil.2. tidak memungkinkan kerahasiaan. 2.9. jarak kelahiran). 2. 2. faktor sosial ibu hamil ( pendidikan.7. 24 Universitas Sumatera Utara .9.9. faktor keadaan ekonomi keluarga. Kurangnya dukungan tradisi dan keluarga yang mengizinkan seorang wanita meninggalkan rumah untuk memeriksakan kehamilannya. 2. ditemukan bahwa terdapat 6 variabel penentu yang berhubungan secara bermakna dengan pemanfaatan pelayanan antenatal. yaitu: faktor akses terhadap pelayanan (jarak. faktor pencarian pengobatan.8.9.6.9. tempat.10 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Menurut penelitian Wibowo di Bogor tahun 1992 yang dikutip oleh Murniati.5. tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Fasilitas untuk pelayanan antenatal tidak memadai. waktu). 2.

1. Umur Umur mempunyai pengaruh terhadap kehamilan dan persalinan ibu. ada hubungan antara umur dengan pemeriksaan kehamilan (p=0. karena pada usia tersebut rahim sudah siap menerima kehamilan.10.2. Ibu yang berumur 20-35 tahun rahim dan bagian tubuh lainnya sudah siap untuk menerima dan diharapkan untuk memerhatikan kehamilannya. Sedangkan umur < 20 tahun dan > 35 tahun merupakan umur yang resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan. Ibu yang berumur lebih dari 35 tahun rahim dan bagian tubuh lainnya fungsinya sudah menurun dan kesehatan tubuh ibu tidak sebaik saat berumur 20-35 tahun. Usia yang kemungkinan tidak resiko tinggi pada saat kehamilan dan persalinan yaitu umur 20-35 tahun. Dengan demikian diketahui bahwa umur ibu pada saat melahirkan turut berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas ibu maupun anak yang dilahirkan. 27 Menurut penelitian Ari Mugiarti di Kecamatan Batealit Jepara tahun 2008 dengan desain cross sectional. mental sudah matang dan sudah mampu merawat bayi dan dirinya.28 Universitas Sumatera Utara .25 Ibu yang berumur kurang dari 20 tahun rahim dan bagian tubuh lainnya belum siap untuk menerima kehamilan dan cenderung kurang perhatian terhadap kehamilannya.3% kelompok umur ibu beresiko tinggi (< 20 tahun dan > 35 tahun) memeriksakan kehamilannya.26 Menurut penelitian di Surabaya desain cross sectional yang dilakukan Heriati tahun 2008 menemukan sebanyak 83.02).

30 2.3.006). Pekerjaan Bila seorang ibu ikut membantu penghasilan dalam rumah tangga maka pada saat hamil mereka lebih banyak mengeluarkan tenaga dan pikiran maka efeknya dapat berpengaruh pada pemeriksaan kehamilan.2.29 Demikian halnya dengan ibu yang berpendidikan tinggi akan memeriksakan kehamilannya secara teratur demi menjaga keadaan kesehatan dirinya dan anak dalam kandungannya.10. Orang yang berpendidikan tinggi biasanya akan bertindak lebih rasional. Namun pekerjaan bukanlah penghambat dalam bertindak. Dengan banyak kesibukan maka ibu kadang-kadang lupa untuk melakukan pemeriksaan kehamilan tepat waktu. ada hubungan antara pendidikan dengan pemeriksaan kehamilan (p= 0. Sesuai dengan penelitian di Surabaya dengan desain cross sectional yang dilakukan Heriati tahun 2008 menemukan sebanyak 75% ibu dengan tingkat pendidikan tinggi memeriksakan kehamilannya.2.10. Pekerjaan sangat menentukan terhadap seseorang untuk berbuat sesuatu kegiatan. Oleh karena itu orang yang berpendidikan akan lebih mudah menerima gagasan baru. bila ada kemauan ataupun ibu memiliki pengetahuanyang baik terhadap Universitas Sumatera Utara . Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan ibu.27 Menurut penelitian Rizki Anna Lestari tahun 2006 di Tegal dengan desain cross sectional. Pendidikan Ibu Tingkat pendidikan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang untuk bertindak dan mencari penyebab serta solusi dalam hidupnya.

Resiko pada paritas 1 dapat ditangani dengan asuhan obstetrik lebih baik.25 Menurut penelitian Sadik pada tahun 1996 yang dikutip oleh Henri Peranginangin. Ibu hamil yang mempunyai anak kurang dari 3 orang memeriksakan kehamilannya sekitar 58. pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia. 31 2. Universitas Sumatera Utara . atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata. Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai insentitas atau tingkat yang berbeda-beda.10. Paritas Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. hidung.6%.4. Pengetahuan32 Menurut Bloom yang dikutip dalam Notoatmodjo (2003).5. telinga dan sebagainya). Jadi ibu hamil dengan jumlah anak lebih sedikit cenderung akan lebih baik dalam memeriksakan kehamilannya daripada Ibu hamil dengan jumlah anak lebih banyak. sedangkan resiko pada paritas tinggi dapat dikurangi atau dicegah dengan KB.9% sedangkan Ibu hamil yang mempunyai anak 3 orang atau lebih memeriksakan kehamilannya 35. Paritas tinggi(>dari 3) mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi.kesehatan maka ia akan berusaha untuk melakukan tindakan dalam hal ini memeriksakan kehamilannya. Lebih tinggi paritas maka lebih tinggi resiko komplikasi dan kematian maternal.21 2.10.

Sesuai dengan penelitian di Surabaya dengan desain cross sectional yang dilakukan Heriati tahun 2008 menemukan sebanyak 56.Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan secara langsung (wawancara) atau melalui pertanyaan-pertanyaan tertulis atau angket.9% ibu dengan pengetahuan baik memeriksakan kehamilannya. Bila pengetahuan mereka sudah baik terhadap perawatan kandungan maka kepatuhan seseorang untuk memeriksakan kehamilannya juga akan dapat terjaga. ada hubungan antara pengetahuan dengan pemeriksaan kehamilan dengan nilai p = 0. Jika Universitas Sumatera Utara .24 2.05). Dukungan Keluarga Dukungan keluarga merupakan sistem pendukung utama untuk memberikan perawatan langsung pada setiap keadaan sehat ataupun sakit.10.6. Kepala keluarga adalah seorang dari sekelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari rumah tangga atau orang yang dianggap atau ditunjuk sebagai kapala rumah tangga.01 (p<0.27 Menurut penelitian Murniati di Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun 2007. Apabila pengetahuan belum sepenuhnya dimiliki maka untuk mengikuti anjuran untuk memeriksakan kehamilannya kurang dapat terwujud. Pengetahuan disini yang dimaksud adalah pengetahuan ibu mengenai kehamilan.33 Adapun dukungan keluarga yang dimaksud disini adalah dukungan yang diberikan baik dalam moril maupun materil kepada anggota keluarga yang hamil berupa memberikan dorongan untuk memeriksakan kehamilannya sesuai jadwal.

27 2.24 Universitas Sumatera Utara . Faktor Keterjangkauan Menurut penelitian Murniati tahun 2007 di Kabupaten Aceh Tenggara. maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri.05).34 Menurut penelitian dengan desain cross sectional yang dilakukan Heriati di Surabaya tahun 2008.7.00 (p<0. persalinan dan masa nifas. keterjangkauan terhadap pelayanan antenatal mempunyai hubungan yang bermakna terhadap pemeriksaan kehamilan dengan nilai p=0. mendukung bahkan memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal.5 % ibu yang mendapat dukungan keluarga memeriksakan kehamilannya. lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan.10.seluruh keluarga mengharapkan kehamilan. sebanyak 54.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful