P. 1
Hasil Revisi 2

Hasil Revisi 2

|Views: 249|Likes:
Published by ZeIntan

More info:

Published by: ZeIntan on Aug 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2015

pdf

text

original

1

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 2.1.1

Konsep Dasar Sistem Informasi Pengertian Sistem Terdapat banyak pengertian tentang sistem, tetapi dari kata sistem maka dapat

diperoleh sedikit gambaran tentang apa itu sistem. Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu “Systema” yang berarti kesatuan, yakni keseluruhan bagian-bagian yang mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya. Dalam pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya, Murdick dan Ross (1993) mendefinisikan sistem sebagai berikut : “Sistem sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan yang lainnya untuk suatu tujuan bersama”. (Hanif Al Fatta : 2007). Menurut John Mc Manama (2009) mendefinisikan “sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien”. (Sumber : http://www.google.co.id/search?q="pengertian+sistem"). Menurut Jerry Fitzgerald mendefinisikan “sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu”. (Jogiyanto.HM : 2005).

2

Jadi sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi serta hubungan antar objek bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. 2.1.2 Karakteristik Sistem Jogiyanto.HM (2005), mengemukakan bahwa sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang membedakannya dengan hal-hal lain yang terdiri dari :
1. Batas Sistem (Boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
2. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
3. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara sub sistem dengan sub sistem yang lainnya sehingga terjadi interaksi atau integrasi.
4. Masukan Sistem (Input)

Masukan sistem (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem.
5. Keluaran Sistem (Output)

3

6. Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
7. Pengolah Sistem (process)

Pengolahan akan mengubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem (Goal/Objektif)

Sasaran sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. 2.1.3 Informasi Di dalam suatu organisasi atau perusahaan, informasi merupakan sesuatu yang memiliki arti yang sangat penting didalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang menerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Menurut (Davis,1995) mendefinisikan “ informasi sebagai data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang ”. (Hanif Al Fatta : 2007).

Jogiyanto. HM (2005) mendefinisikan “ Informasi adalah data, fakta, catatan kejadian yang sudah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti atau berguna bagi yang menerima atau pengguna. Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

4

2.1.4

Sistem Informasi Menurut Murdick dan Ross (1993) menjelaskan bahwa sistem informasi merupakan

suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencanaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem, dan menyajikan sinergi organisasi pada proses. (Hanif Al Fatta : 2007). 2.1.5 Komponen Sistem Informasi John Burch dan Grudnistki (1986), mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponenyang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building block) yang terdiri dari :
1. Blok Masukan (input block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input di sini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Blok Model (model block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Blok Keluaran (output block)

Keluaran merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Blok Teknologi (technology block)

5

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Blok Database (databases block)

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan di perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6. Blok kendali (control block)

Pengendalian diperlukan untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kegagalan sistem, ketidakefisienan dan lain-lain. 2.2 2.2.1 Pengertian Pemantauan dan Pengendalian Jadwal Kegiatan Pemantauan Secara umum pemantauan dapat didefinisikan sebagai suatu proses untuk mengawasi, mengobservasi dan mengontrol pelaksanaan suatu kegiatan/aktivitas serta untuk memastikan dan mengendalikan keserasian pelaksanaan kegiatan dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Output dari sistem pemantauan tersebut berupa informasi yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata, sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil keputusan saat itu atau keputusan mendatang. (www.total.or.id). 2.2.2 Pengendalian Jadwal Kegiatan Pengendalian adalah suatu proses atau cara untuk mengendalikan dan pengawasan atas kemajuan (tugas) dengan membandingkan hasil dan sasaran secara teratur serta

menyesuaikan usaha (kegiatan) dengan hasil pengawasan. Sedangkan jadwal kegiatan diartikan sebagai pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja dan dibuat dengan tujuan tertentu. (www.kamusonline.com).

6

Jadi, pengendalian jadwal Jadwal kegiatan adalah sebuah proses atau cara untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan suatu aktivitas atau kegiatan hasil agar berjalan secara teratur berdasarkan urutan kerja. 2.3 2.3.1 Desain Sistem Definisi Desain Sistem

Menurut Whitten, Jeffry L (2004:176) Desain sistem adalah “sebuah tekhnik pemecahan masalah yang saling melengkapi (dengan analisis sistem) yang merangkai kembali bagian-bagian komponen menjadi sebuah system yang lengkap.” Sedangkan menurut Jogiyanto H.M (1990:196) dalam buku Analisa dan Desain Sistem Informasi menyatakan : “Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan, tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu system sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisa sistem”.

2.3.2

Context Diagram Dalam website www.dinus.ac.id mengungkapkan : “Context Diagram adalalah

bagian dari Data Flow Diagram (DFD) yang berfungsi memetakan model lingkungan, yang dipresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.”. Context diagram awal harus berupa suatu pandangan, yang mencakup masukan-masukan dasar, sistem umum, dan keluaran. Tujuan dari context diagram adalah untuk mengetahui jangkauan sistem yang akan dibangun. Karena sistem bisa berdiri sendiri dan atau mempunyai sistem yang lebih kecil atau subsistem maka context diagram dapat disusun secara global atau bersama-sama dipecah menjadi subsistem-subsistem yang lebih kecil untuk memudahkan pemodelan pada tahap selanjutnya.

7

2.3.3

DFD (Data Flow Diagram)

“Data Flow Diagram (DFD) merupakan gambaran sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpangan data. DFD digunakan untuk menggambarkan sistem yang telah ada atau baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa memperhitungkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir bisa lewat telepon atau surat (lingkaran fisik) dimana data tersebut akan disimpan.” (Jogiyanto, 1990:700). Data Flow Diagram Level 1 (DFDL) merupakan model yang menekankan proses dan aliran data pada logika-logoka kebutuhan sistem. Adapun simbol Diagram Aliran Data (DFD) adalah sebagi berikut:
Tabel 2.1. Simbol-Simbol DFD ( Data Flow Diagram)

KOMPONEN

KETERANGAN Proses menunjukan fungsi dan transformasi dari masukan menjadi keluarannya, dalam hal ini sejumlah masukan dapat menjadi hanya satu keluarannya atau sebaliknya.

Prcs_1 1

Entt_1

Terminator, komponen ini dipresentasikan menggunakan persegi panjang, yang mewakili entitas luar dimana sistem berkounikasi.

Stor_3

Penyimpanan komponen ini digunakan untuk memodelkan kumpulan data atau paket data. Notasi yang digunakan adalah garis sejajar.

Aliran komponen ini dipresentasikan dengan menggunakan panah yang menuju ke-atau dari proses.

Data Flow Diagram Level merupakan suatu diagram level yang berfungsi menjabarkan diagram diagram context (diagram level sebelumnya) pada suatu sistem. Level tertinggi dalam DFD hanya mempuyai sebuah proses yang memodelkan seluruh sistem.

8

Pemberian nomor pada setiap proses dalam DFD berguna untuk memudahkan penurunan DFD pada level yang lebih rendah. 2.3.4 ERD (Entity Relationship Diagram)

“Entity Relation Diagram merupakan model data berupa notasi grafis dalam pemodelan konseptual yang menggambarkan hubungan antara pentimpan.” (www.id.wikipedia.org). Tujuan dari Entity Relationship adalah untuk menunjukkan objek data dan relationship yang ada pada objek tersebut. Atau diagram yang secara grafis menggambarkan hubungan relasi antara masing-masing himpunan entitas yang ada dengan setiap entitas dilengkapi dengan atribut-atribut. Adapun simbol ERD adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2 Atribut ERD (Entity Relationship Diagram)

KOMPONEN

KETERANGAN Entitas digunakan untuk menyatakan himpunan entitas Attribut digunakan untuk menyatakan atribut dan entitas Jajaran genjang untuk menyatakan himpunan relasi , 1 ke 1, 1 ke N (banyak) dan lainnya. Segitiga untuk menyatakan kelas turunan Garis untuk menghubungkan antara dua himpunan entitas.

2.3.4.1 Relationship Relationship adalah hubungan relasi antar masing-masing himpunan entitas yang ada dengan setiap entitas dilengkapi dengan atribut-atribut. Dimana entitas sendiri merupakan individu suatu objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Dari beberapa atribut suatu entitas yang ada, maka dipilih suatu atribut sebagai (primary key). Ada 4 hubungan relasi antar satu entitas dengan entitas yang lain, yaitu:

9 a. Hubungan relasi satu ke satu (one to one)

Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding satu. Dimana satu dosen mengajar satu mahasiswa dan satu mahasiswa diajar oleh satu dosen. (Sumber: Ir. Harianto.1994:35).

Gambar 2.1 Relasi Satu ke Satu (One to One)

b. Hubungan relasi satu ke banyak (one to many)

Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding banyak. Dimana satu dosen mengajar banyak mahasiswa dan mahasiswa hanya diajar oleh satu guru pula. (Sumber : Ir. Harianto.1994:36)

Gambar 2.2 Relasi Satu ke Banyak (One to Many)

c. Hubungan relasi banyak ke satu (many to one) Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding banyak. Dimana banyak mahasiswa mempelajari banyak kuliah.

10

Gambar 2.3 Relasi Banyak ke Satu (Many to One)
d. Hubungan relasi banyak ke banyak (many to many)

Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding satu. Dimana banyak dosen mengajar satu mahasiswa dan satu mahasiswa diajar oleh banyak dosen pula. (Sumber : Ir.Harianto.1994:37).

Gambar 2.4 Relasi Banyak ke Banyak (Many to Many)

2.3.5

Konsep Database Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu

dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Dan perlu disimpan di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Basis data atau sering pula dieja basisdata juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunkan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Istilah “basis data”

11

berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya : penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). 2.3.6 Istilah-istilah Dalam Basis Data Istilah-istilah yang sering digunakan dalam basis data adalah sebagai berikut (Abdul Kadir, 2003) :

1. Kolom (Field)

Kolom (field) adalah satuan data terkecil dalam sebuah tabel.
2. Baris (Record)

Baris (record) adalah kumpulan kolom yang menyatakan suatu data yang saling terkait.
3. Hubungan (Relationship)

12

Hubungan (relationship) adalah kaitan atau asosiasi antara dua buah tabel. Hubungan tersebut dapat berupa : Satu ke satu (One to One) yaitu satu data pada suatu tabel berpasangan dengan hanya satu data pada tabel lain dan satu ke banyak (one to many) yaitu satu data pada suatu tabel berpasangan dengan banyak data pada tabel lain. 4. Kunci Primer Kunci primer (primery key) berperan sebagai identitas yang unik (tak kembar) untuk masing-masing baris data.
5. Kunci Tamu (Foreign Key)

Kunci tamu (foreign key) adalah sebuah kolom dalam sebuah tabel yang menjadi penghubung dengan kunci primer pada tabel lain. 2.3.7 Bagan Alir (Flowchart) “Bagan alir (flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan dari prosedur-prosedur yang ada didalam sistem secara logika. “ (Jogiyanto, 1990:795). Simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir flowchart antara lain :
Tabel 2.3 Simbol Bagan Alir (Flowchart) KOMPONEN KETERANGAN

Proses yaitu untuk pengolahan data

13

Data untuk proses pembacaan dan penulisan data

Decision untuk mengambil keputusan

Terminal menunjukkan awal dan akhir program

Penyimpanan yang dapat diakses langsung

Dokumen menunjukkan dokumentasi program yang dicetak dikertas / connector penghubung antar halaman. Dokumen menunjukkan penyimpanan data dalam bentuk catatan atau file. Arrow menunjukkan arah proses program.

2.4

Website Website/web terbagi menjadi dua kategori : a. Web Statis Merupakan jenis web di mana informasi yang ditampilkan selalu tetap dan tidak

terkoneksi ke suatu database. Website jenis ini memungkinkan user hanya bisa melihat isi dari website tersebut tanpa bisa melakukan interaksi. Yang bisa dilakukan user hanya

14

mengklik link atau image yang ada berpindah dari halaman yang satu ke halaman yang lain. Website jenis biasanya hanya berisi tag-tag HTML murni, CSS dan Jaa Scrip sebagai scripting language-nya. b. Web Dinamis Dibagi menjadi dua bagian : 1. Client Side Technologies Adalah terknologi web programming di mana skrip dijalankan dikomputer client, tanpa berinteraksi dengan server. Di client side teknologi ini, code skrip bisa dilihat oleh user. Salah satu kelemahan dari client side technologies adalah browser specific, artinya jalan tidaknya skrip sangat bergantung pada browser yang digunakan. Contoh skrip yang termasuk didalamnya: Java script, VB script, Java Applets. 2. Server Side Technologies Adalah teknologi web dimana skrip dijalankan di server, kemudian hasil dari pemrosesan itu kemudian dikirimkan ke client (browser) dalam bentuk HTML murni, sehingga bisa ditampilkan oleh pengguna. Beberapa keunggulan Server Side Tecnologies adalah tidak tergantung pada browser, lebih aman, karena skrip diserver tidak bisa dilihat di browser dan waktu load lebih cepat karena yang didownload adalah dokumen HTML murni. Contoh Script adalah PHP, ASP(Active Server

Page),CGI(Common Gateway Interface). 2.5 CMS (Content Management System) Menurut salah satu sumber situs (http://chandil.wordpress.com) pengertian CMS (content management system) adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola dan

15

memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan dan publikasi content secara bersama (collaborative content management). Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian, analisis,dan

meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu perusahaan maupun global. 2.6 HTML (Hypertext Markup Languange) Hypertext Markup Languange (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk mrembuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser internet. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Languange), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar internet yang

didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). Versi terakhir dari HTML adalah HTML 4.01, meskipun saat ini telah berkembang XHTML yang merupakan pengembangan dari HTML. HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA dan program lain yang memiliki kemampuan browser.

16

Dokumen HTML, tersebut mirip dengan dokumen teks biasa, hanya dalam dokumen ini sebuah teks bisa membuat instruksi yang ditandai dengan kode atau lebih dikenal dengan TAG tertentu. Sebagai conto jika ingin membuat teks ditampilkan menjadi tebal seperti: TAMPIL TEBAL, maka penulisannya dilakukan dengan cara: <b>TAMPIL TEBAL</b>. TAnda <b> digunakan untuk mengaktifkan instruksi cetak tebal, diikuti oleh teks yang ingin ditebalkan, dan diakhiri dengan tanda </b> untuk menonaktifkan cetak tebal tersebut. Secara garis besar, terdapat 4 jenis elemen dari HTML : a. Structural. tanda yang menetukan leel atau tingkatan dari sebuah teks (contoh, <h1>Golf</h1> akan memerintahkan browser untuk menampilkan “Golf” sebagai teks tebal besar yangmenunjukkan sebagai Heading 1. b. Presentational. tanda yang menentukan tampilan dari sebuah teks tidak peduli dengan level dari teks tersebut (contoh, <b>boldface</b> akan menampilkan bold. Tanda presentational saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan teks.

c. Hypertext. tanda yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen tersebut

atau pranala ke dokumen lain. Contoh : <a href=http://www.wikipedia.org/>WikipediaM</a> akan menampilkan Wikipedia sebagai sebuah hyperlink ke URL tertentu). d. ELEMEN widget yang membuat objek-objek lain seperti tombol (<button>), list(<li>), dan aris horizontal (<hr>). Selain markup presentational, markup yang lain tidak menentukan bagaimana tampilan dari sebuah teks. Namun untuk saat ini, penggunaan tag HTML untuk menetukan

17

tampilan telah dianjurkan untuk mulai ditinggalkan dan sebagai gantinya digunakan Cascading Style Sheets. Contoh dokumen HTML sederhana : <!DOCTYPE html> <html> <head> <title>Halo HTML</title> </head> <body> <p>Halo Dunia!</p> </body> </html>
2.7

Php (Personal Home Page) PHP adalah bahasa server side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membangun halaman web yang dinamis. Maksud dari server side scripting adalah sintaks dan perintah-perintah yang diberikan atau sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada dokumen HTML. Pembangunan web ini merupakan kombinasi PHP sebagai pembangun halaman web. Ketika seorang pengguna internet akan membuka suatu situs yang menggunakan fasilitas server side scripting PHP, maka terlebih dahulu server yang bersangkutan aka memproses semua perintah PHP di server lalu mengirimkan hasilnya dalam format HTML ke web browser pengguna internet tadi. Dengan demikian seorang pengguna

18

internet tidak dapat melihat kode program yang ditulis sehingga keamanan dari halaman web menjadi lebih terjamin. PHP membuat halaman web HTML menjadi dinamis. HTML yang digabung dengan skrip PHP akan menghasilkan tampilan web yang dinamis, indah, dan interaktif. PHP dan HTML akan saling bekerja sama. PHP dapat menghasilkan HTML dan HTML dapat meneruskan informasi ke PHP. PHP menawarkan koneksitas yang baik dengan beberapa basis data, antara lain Oracle, Sybase, mSQL, MYSQL, Solid, PostgreSQL, Adabas, FilePro, Velocis, dBase, Unix dbm dan tak terkecuali semua database berinterface ODBC (open database Connnectivity). Juga dapat berintegrasi dengan beberapa librqary eksternal sehingga dapat melakukan segalanya mulai dari mebuat dokumen PDF hingga mem-parse XML. PHP juga mendukung komunikasi dengan layanan lain melalui protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, atau bahkan HTTP. Bila PHP berada dalam halaman web, maka tidak lagi dibutuhkan pengembangan lingkungan khusus atau direktori khusus. Hampir seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan utama adalak konektivitas basis data dengan web. Dengan kemampuan ini kita akan mempunyai suatu sistem basis data yang dapat diakses dari web. 2.7.1 Kelebihan Php Jika dibandingkan dengan server side scripting lainnya, PHP memiliki beberapa kelebihan, antara lain : a. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya. b. Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak.

19 c.

PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah sistem.

d.

Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai IIS (internet information service) sampai dengan apache, dengan configurasi yang relatif mudah.

e.

Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis-milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan. (Sumber : http://f4bregaz.blogspot.com).

2.8

Mysql MySQL adalah salah satu database server yang menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya. Selain itu MySQL bersifat free (user tidak perlu membayar untuk meggunakanya) pada berbagai platform (kecuali pada Windows, yang bersifat shareware atau user perlu membayar setelah melakukan evaluasi dan memutuskan untuk digunakan untuk keperluan produksi ). MySQL termasuk jenis RDBMS (Realational database manajemen sistem). Itulah sebabnya istilah seperti tabel, baris, dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah database mengandung data atau sejumlah tabel . Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa satu atau beberapa kolom MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengelola database beserta isinya. serta dapat memanfaatkan Mysql untuk menambah, mengubah dan menghapus data yang berada di dalam database. (Sumber : Abdul Kadir,2001:354). 2.8.1 Kelebihan Mysql

20

MySQL adalah database yang cepat dan tangguh, sangat cocok jika digabungkan dengan PHP karena bisa menyimpan, mencari dan mengklasifikasikan data dengan lebih akurat dan professional. MySQL menggunakan SQL language ( Structur Query Language ) artinya MySQL menggunakan query atau bahasa pemprogaman yang sudah standar di dalam dunia database. Database Mysql memiliki beberapa kelebihan, antara lain : a. Mysql merupakan program yang multi-threaded, sehingga dapat dipasang pada server yang memiliki multi-CPU. b. c. d. Didukung program-proram umum seperti C, C++, Java, Perl, PHP, Python. Bekerja pada berbagai platform. (tersedia berbagai versi untuk sistem operasi). Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi sistem database. e. f. Memiliki sistem sekuriti yang cukup baik dengan verivikasi host. Mendukung ODBC (Open Database Connectivity) untuk sistem operasi Microsoft Windows. g. Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau panjang bervariasi. (Sumber : tommyirawan.blogspot.com) 2.8.2 Administrasi Mysql menggunakan phpMyAdmin PhpMyAdmin merupakan sebuah program bebas yang berbasis web yang dibuat menggunakan aplikasi PHP (personal homepage) dan berjalan disisi server. Tujuan dibuat program ini adalah untuk mengakses database Mysql dan menjadi administrator dari server Mysql. PhpMyAdmin memberikan kemudahan dalam pengoperasiannya. Hampir semua web hosting menyediakan PhpMyAdmin untuk para penyewa virtual host. Dengan adanya

21

program ini akan mempermudah dan mempersingkat kinerja dalam pembuatan database dan table. (Sumber : Bunafit Nugroho,2004:171).
2.9 2.9.1

Aplikasi Pengembangan dalam Mendesain web Macromedia Dreamweaver 8 Macromedia Dreamweaver 8 adalah suatu bentuk program editor web yang dibuat oleh Macromedia dengan alamat website www.macromediacom. Dengan menggunakan program ini, seorang programmer web dapat dengan mudah membuat dan mendesain webnya, karena bersifat WYSIWYG (What You See Is What You Get) artinya apa yang dilihat pada halaman desain, akan diperoleh pada browser. Dengan kelebihan ini sehingga seorang programmer (pembuat program) atau desainer (pembuat desain web) dapat langsung melihat hasil buatannya tampa harus membukanya pada browser (aplikasi pengeakses web seperti Internet Explorer, Mozila,dll). ( Bunafit Nugroho : 2009).

2.9.2

Wamp5 Dari sumber buku yang berjudul “Buku Pintar Pemrograman PHP” yang diterbitkan oleh Dodit Suprianto, Perangkat lunak Wamp5 merupakan salah satu penyelesaian yang mudah dalam menginstalasi perangkat lunak pendukung PHP (PHP, Mysql, Apache dan PhpMyAdmin), karena di dalamnya telah tertanam beberapa perangkat lunak yang

dibutuhkan secara terpadu (terintegrasi). Dengan Wamp5, cukup dengan sekali install, makasemua perangkat lunak yang dibutuhkan sudah bisa dioperasikan karena semua perangkat lunak akan ter-instal secara otomatis di hardisk, termasuk pengaturan file-file yang diperlukan. Namun, Wamp5 hanya bekerja di sistem operasi Windows Xp. Aplikasi Wamp5 dibuat oleh Romain Bourdan dan didukung oleh Anaska.

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->