P. 1
Lichens

Lichens

|Views: 295|Likes:

More info:

Published by: Nanang Ladipa Marampe on Aug 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2014

pdf

text

original

Mikrobiologi Lingkungan

Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD

LICHENS (LUMUT KERAK)

L

ichenes (lumut kerak) merupakan gabungan antara fungi dan algae sehingga secara morfologi dan fisiologi merupakan satu kesatuan. Lumut kerak ini hidup secara epifit pada pohon-pohonan, di atas tanah

terutama di daerah sekitar kutub utara, di atas batu cadas, di tepi pantai atau gunung-gunung yang tinggi. Tumbuhan ini tergolong tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Tumbuhan ini bersifat endolitik karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. Dalam hidupnya lichens tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan terhadap kekurangan air dalam jangka waktu yang lama. Lichens yang hidup pada batuan dapat menjadi kering karena teriknya matahari, tetapi tumbuhan ini tidak mati, dan jika turun hujan bisa hidup kembali. Lichens menghasilkan lebih dari 500 senyawa biokimia yang unik untuk dapat beradaptasi pada habitat yang ekstrim. Senyawa tersebut berguna untuk mengontrol sinar terik matahari, mengusir atau menolak (repellen) herbivora, membunuh mikroba dan mengurangi kompetisi dengan tumbuhan, dan lainnya. Diantaranya berbagai jenis pigmen dan antibiotik yang juga membuat lichens ini sangat berguna bagi manusia pada masyarakat tradisional. Tumbuhan ini memiliki warna yang bervariasi seperti putih, hijau keabuabuan, kuning, oranye, coklat, merah dan hitam. Algae dan jamur bersimbiosis membentuk lichens baru jika bertemu jenis yang tepat. Dimana sedikit banyak berpengaruh, seperti jamur tidak bisa melakukan fotosintesis, kemampuan ini secara alami dilakukan secara bebas oleh algae. Lichens biasanya ditemukan disekitar lingkungan dimana organisme lain tidak dapat tumbuh dan mereka berhasil membuat suatu koloni pada lingkungan tersebut yang dikarenakan oleh hubungan mutualisme antara algae dengan jamur. Para ahli mengemukakan berbagai pendapat mengenai pengelompokan atau klasifikasi lichens dalam dunia tumbuhan. Ada yang berpendapat bahwa lichens dimasukkan ke dalam kelompok yang tidak terpisah dari jamur, tapi kebanyakan ahli berpedapat bahwa lichens perlu dipisahkan dari fungi atau menjadi golongan Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 1

Pengukuran pertumbuhan lichens. dan banyak dari tipe lichens mungkin mempunyai komponen algae yang sama. Sebagian besar lichens tumbuh secara ekstrim lambat – untuk tumbuh 2 cm saja. lichens sangat sensitif terhadap pencemaran udara dan cepat menghilang pada daerah yang mempunyai kadar polusi udara yang berat. Hal lain didukung oleh karena adanya zat-zat hasil metabolisme yang tidak ditemui pada algae dan jamur yang hidup terpisah. tetapi apa keuntungan yang didapatkan algae?. dan jamur pada umumnya lebih baik mentolerir kondisi kekurangan air daripada algae. Salah satu yang menyebabkan ini terjadi lichens dapat menyerap dan mengendapkan mineral dari air hujan dan Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 2 . Sebagai tambahan.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD tersendiri. lichens yang tumbuh pada batu bisa menempuh waktu bertahun-tahun. Beberapa lichens terdiri dari sianobakteri termasuk dalamalgae yang berfungsi sebagai komponen fototropik. Asam lichens merupakan senyawa organik komplek yang dihasilkan oleh jamur. dan cuaca pada umumnya. tanah. Algae atau sianobakteri biasanya ada pada lapisan yang berbeda pada struktur lichens. Keanekaragaman dari tipe algae lebih sedikit. jamur memfasilitasi algae untuk menarik dan menyerap air dari batu atau substrat lain dan kebutuhan nutrient anorganik esensial lainnya untuk pertumbuhan algae dimana lichens hidup. Bentuk dari lichens biasanya dapat dideterminasi dengan melihat sel jamurnya saja. Kegunaan jamur lainnya adalah melindungi algae dari kekeringan. dalam bentuk nutrient yang tidak larut dan chelation. sebagian besar tempat hidup lichens adalah tempat hidup yang kering (batu. dan sebagian besar jenis jamur dapat membentuk asosiasi dengan lichens. banyaknya hujan yang turun dan sinar matahari yang didapat. Alasan dari pendapat yang kedua ini adalah karena jamur yang membangun tubuh lichens tidak akan membentuk tubuh lichens tanpa algae. Jamur dipastikan menyediakan tempat untuk algae tumbuh yang terlindung dari erosi oleh hujan dan angin. atap rumah. Jamur sangat jelas mendapatkan keuntungan. berkisar antara 1 mm per tahun tetapi tidak lebih 3 cm/tahun tergantung dari organisme yang bersimbiosis. Walaupun lichens hidup tumbuh dialam pada kondisi yang tidak menguntungkan.

Martin (1950) dan Alexopoulus (1956).Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD udara dan tidak dapat mengeluarkannya sehingga konsentrasi senyawa yang mematikan seperti SO2 sangat mudah masuk. Bessey meletakkannya dalam ordo Leocanorales dari Ascomycetes. KLASIFIKASI LICHENS Lichens sangat sulit untuk diklasifikasikan karena merupakan gabungan dari algae dan fungi serta sejarah perkembangan yang berbeda. Smith (1955) menganjurkan agar lichens dikelompokkan dalam kelompok yang terpisah yang berbeda dari algae dan fungi. Lichens memiliki klasifikasi yang bervariasi dan dasar dasar klasifikasinya secara umum adalah sebagai berikut : Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 3 . Para ahli seperti Bessey (1950). berpendapat bahwa lichens dikelompokkan dan diklasifikasikan ke dalam kelompok jamur sebenarnya.

Dalam kelas Ascolichens ini dibangun juga oleh komponen algae dari famili: Mycophyceae dan Chlorophyceae yang bentuknya berupa gelatin. Nostoc. C. steril. Basidiomycetes yaitu dari famili : Thelephoraceae. Gleocapsa dan lain-lain. Genus dari Mycophyceae adalah : Scytonema. Homoimerus Sel algae dan hifa jamur tersebar merata pada thallus. termasuk dalam Mycophyceae. 4 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . Lichens membentuk tubuh buah berupa apothecium yang berumur panjang. Lichen Imperfect Deutromycetes fungi.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD 1. dan lainnya. B. Rivularia. Leprocanlon. Contoh : Ephebe. Cladophora dan lainnya. Dari Cholophyceae adalah : Protococcus. Normandia. Trentopohlia. - Cendawan penyusunnya tergolong Discomycetes. maka tubuh buah yang dihasilkan berupa peritesium. Corella dan Dyctionema. Berdasarkan komponen cendawan yang menyusunnya A. Basidiolichens Berasal dari jamur Basidiomycetes dan algae Mycophyceae. 2. Lepraria. Ascolichens - Cendawan penyusunnya tergolong Pyrenomycetales. Komponen algae mendominasi dengan bentuk seperti gelatin. Contoh : Cystocoleus. Collema. Berdasarkan algae yang menyusun thalus A. dengan tiga genus Cora. Contoh : Dermatocarpon dan Verrucaria. Mycophyceae berupa filament yaitu : Scytonema dan tidak berbentuk filamen yaitu Chrococcus. Contoh : Usnea dan Parmelia.

Seperti Rhizocarpon pada batu. Lecanora dan Graphis pada kulit kayu. Fruticose atau filamentous. silindris atau seperti janggut atau benang yang menggantung atau berdiri tegak. ada yang pendek dan panjang. Thallus bervariasi. Berdasarkan type thallus dan kejadiannya Merupakan lapisan kerak atau kulit yang tipis di atas batu. Bentuk panjang menggantung seperti Usnea dan Alectoria. algae tidak berupa gelatin Chlorophyceae.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Collema coccophorum B. rata. tanah atau kulit pohon. seperti silinder rata atau seperti pita dengan beberapa bagian menempel pada bagian dasar atau permukaan. Bentuk yang seperti telinga tipis yaitu Ramalina. Cladonia adalah tipe antara kedua bentuk itu. A. Contoh : Parmelia 3. Lecanora argopholis Lichen semak. Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 5 Rhizocarpon geographicum B. Mereka terlihat sedikit berbeda antara bagian permukaan atas dan bawah. Crustose atau Crustaceous. Heteromerous Sel algae terbentuk terbatas pada bagian atas thallus dan komponen jamur menyebabkan terbentuknya thallus. .

Famili Pyrenulaceae. Pannariaceae. Opegraphaceae. Lecanoraceae. Asterothyriaceae. Ordo Sphariales Collemataceae. Myrangiaceae Ordo Pleosporales Famili Arthopyreniaceae Ordo Hysteriales Famili Lecanactidaceae. Rocellaceae Kelas Basidiolichens 6 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . Cypheliaceae. Sphaephoraceae Ordo Myrangiales Famili Arthoniaceae. Thelotremataceae. Stictaceae. Usneaceae. Lecidaeceae.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Alectoria samentosa sebagai berikut : Kelas Ascolichens Ordo Lecanorales Famili Lichinaceae. Umbilicariaceae. Cladoniaceae. Graphidaceae. Cladonia cornuta Secara umum Taksonomi lichens menurut Misra dan Agrawal (1978) adalah Heppiaceae. Theloshistaceae. Parmeliaceae. Verrucariaceae Ordo Caliciales Famili Caliciaceae. Coccocarpiaceae. Perltigeraceae. Stereocaulaceae. Physciaceae. Strigulaceae. Gyalectaceae.

dibawa oleh angin ke batang kayu dan berkembang tumbuhan lichens yang baru.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Famili Herpothallaceae. Kadang-kadang isidia lepas dari thallus induknya yang masingmasing mempunyai simbion. Bagian-bagian tubuh yang dipisahkan tersebut dinamakan fragmen. Secara Vegetatif  Fragmentasi. Dengan robeknya dinding thallus. dan diproduksi dalam jumlah yang besar disebut pygnidia. Reproduksi vegetatif dengan cara ini merupakan cara yang paling produktif untuk peningkatan jumlah individu.  Soredia. Thelolomataceae. Lichens yang baru memiliki karakteristik yang sama dengan induknya. Pygnidia ditemukan pada permukaan . Coraceae. Lepraria. soredium tersebar seperti abu yang tertiup angin dan akan tumbuh lichens baru. sporanya yang tidak motil. Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 7 memisahkan bagian tubuh yang telah tua dari induknya dan kemudian berkembang menjadi individu baru. Racodium. PERKEMBANGBIAKAN LICHENS Perkembangbiakan lichens melalui tiga cara. yaitu : A. Secara Aseksual Metode reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora yang sepenuhnya bergantung kepada pasangan jamurnya. Lichenothrix. B.  Isidia. Klas Lichens Imperfect Genus Cystocoleus. Isidium akan tumbuh menjadi individu baru jika kondisinya sesuai. Pycnidiospores berukuran kecil. Pada beberapa fruticose lichens. Dictyonamataceae. Spora yang aseksual disebut pycnidiospores. bagian tubuh yang lepas tadi. Soredia adalah kelompok kecil sel-sel ganggang yang sedang membelah dan diselubungi benag-benang miselium menjadi suatu badan yang dapat terlepas dari induknya.

Asam ini harus dibuang terlebh dahulu dengan merebusnya dalam soda. karena lichens memiliki suatu asam yang rasanya pahit dan dapat menimbulkan gatal-gatal. Dinding dari pycnidium terdiri dari hifa yang subur dimana jamur pygnidiospore berada pada ujungnya. dimana Umbilicaria dari jenis foliose lichens digoreng atau dimakan mentah. Lichens juga dimakan oleh hewan rendah maupun tingkat tinggi seperti siput. Jadi yang mengalami perkembangan secara seksual adalah kelompok jamur yang membangun tubuh lichens. rusa dan lain-lain. Lichens sebagai bahan makanan Thallus dari lichens belum digunakan sebagai sumber makanan secara luas. khususnya asam fumarprotocetraric. serangga.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD atas dari thallus yang mempunyai suatu celah kecil yang terbuka yang disebut Ostiole. walaupun tidak sama dengan makanan dari biji-bijian. Jika bertemu dengan algae yang sesuai terjadi perkembangan menjadi lichens yang baru. Tanaman ini mempunyai nilai. Pada saat makanan sulit didapat. KEGUNAAN EKONOMI LICHENS Lichens memiliki bermacam-macam kegunaan dan bahaya. C. Rusa karibu menjadikan sejumlah jenis lichens sebagai sumber makanan pada musim dingin. orang-orang menggunakan lichens sebagai sumber karbohidrat dengan mencampurnya dengan tepung. Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 8 . antara lain : A. Secara Seksual Perkembangan seksual pada lichens hanya terbatas pada pembiakan jamurnya saja. yang paling banyak dimakan adalah Cladina stellaris. Tiap pycnidiospore menghasilkan satu hifa jamur. Kambing gunung di Tenggara Alaska memakan lichens dari jenis Lobaria linita. Di Jepang disebut Iwatake.

Sampai sekarang penggunaan lichens sebagai obat-obatan masih ada. pengobatan homeopathic. Lobaria pulmonaria digunakan untuk menyembuhkan penyakit paru-paru karena Lobaria dapat membentuk lapisan tipis pada paru-paru. obat tradisional di kepulauan Pasifik.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD B. Senyawa asam usnat (yang terdapat dalam ekstrak spesis Usnea) saat ini telah digunakan pada salep antibiotik. diperkirakan sekitar 50% dari semua spesies lichens memiliki sifat antibiotik. Selandia Baru dan lain benua selain Australia. Penelitian bahan obat-obatan dari lichens terus berkembang terutama di Jepang. Spesies Usnea juga digunakan dalam pengobatan Cina. deodoran dan herbal tincture. Dahulu di Timur Jauh. Usnea filipendula yang dihaluskan digunakan sebagai obat luka dan terbukti bersifat antibakteri. Banyak jenis lichens telah digunakan sebagai obat-obatan. 9 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes Umbilicaria americana Cladina stellaris Lobaria linita . Lichens sebagai obat-obatan Pada abad pertengahan lichens banyak digunakan oleh ahli pengobatan. Selain itu lichens juga digunakan sebagai ekspektoran dan obat liver.

Selain asam usnat terdapat juga zat lain seperti sodium usnat. yang terbukti ampuh melawan kanker tomat. Bangsa Achomawi menggunakannya (kadang-kadang dicampur dengan bisa ular) untuk membuat panah beracun. Lichen serigala atau Letharia vulpina adalah lichen beracun. Dari namanya menggambarkan kegunaannya secara tradisional di bagian utara Eropa sebagai racun untuk serigala. Abu soredia yang melekat pada kulit akan menimbulkan rasa gatal. Walaupun demikian. Virus tembakau dapat dibendung dan dicegah oleh ekstrak lichens yaitu : lecanoric. psoromic dan asam usnat. 1 0 Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes . Cara ini telah digunakan secara komersil. Lichens sebagai antibiotik Usnea filipendula Substrat dari lichens yaitu pigmen kuning asam usnat digunakan sebagai antibiotik yang ampu menghalangi pertumbuhan Mycobacterium. suku Blackfoot dan OkanaganColville memakai Letharia sebagai teh obat. Salah satu sumber dari asam usnat ini adalah Cladonia dan antibiotik ini terbukti ampuh dari penisilin.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD Lobaria pulmonaria C. D. Lichens yang berbahaya Pigmen kuning yang berasal dari jenis Usnea dan Everia dapat menyebabkan alergi pada kulit dan menyebabkan gatal-gatal.

Kegunaan lain dari lichen Dari hasil ekstraksi Everina. . dan sebagian jenis lain diekstrak dengan cara fermentasi lichens dalam amonia. Spesies ini di diproduksi secara komersial di Eropa dan dikirim ke Perancis untuk industri parfum. dan Ramalina diperoleh minyak. khususnya Parmelia audina yang mengandung asam lecanoric.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD E. Ekstrak lichens dapat juga dibuat sebagai bahan pewarna untuk mencelup bahan tekstil. Beberapa di antaranya digunakan untuk sabun mandi dan parfum. Di Mesir digunakan sebagai bahan pembungkus mummi dan campuran buat pipa cangklong untuk merokok. Parmelia. Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 1 1 Evernia prunastri yang tumbuh di ranting pohon oak di Utara California. Bahan pewarna di ekstrak dengan cara merebus lichens dalam air. Parmelia sulcata digunakan untuk pewarna wol di Amerika Utara.

Sharnoff.lichen. S. 1989. _________________. Botany for Degree Stuudens. Lichens And Wildlife. 1987. 2002.C. D. Delevoryas. Taksonomi Tumbuhan. G. . Morphology of Plants and Fungi. C. 1978. A. T.com Tjitrosoepomo. Gadjah Mada University Press. Misra. Mikrobiologi Lingkungan : Lichenes 1 2 .P. 1968. For a Bibliographical Database of the Human Uses of Lichens. Fifth edition. Oxford and IBH Publishing Co. BombayCalcuta-Madras. New York. Duta. Lichens And People. Agrawal.lichen.C.com _________________. Yogyakarta. Alexopoulus. Lichens (A Preliminary Text).com. Oxford University Press. http://www.R. New York-Bombay-Calcuta.Mikrobiologi Lingkungan Syachroni/D1D 05 0031 Jurusan Biologi FMIPA UNPAD DAFTAR PUSTAKA Bold. A.. Lichen Biology And The Environment The Special Biology Of Lichens. H.J. Harper and Row Publishers. http://www. http:/ www.lichen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->