ikextx.weebly.com/uploads/4/6/...

/c_e_d_e_r_a___k_e_p_a_l_a
http://adln.lib.unair.ac.id/files/disk1/256/gdlhub-gdl-s1-2010-suharsih-12794-fkm252-k.pdf http://maidun-gleekapay.blogspot.com/2010/06/trauma-kapitis.html http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/02/21/trauma-kapitis/ http://id.shvoong.com/medicine-and-health/pathology/1917467-trauma-kapitis/ http://smartnet-q.blogspot.com/2008/09/trauma-kapitis.html http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21501/4/Chapter%20II.pdf http://dokteryudabedah.com/cedera-atau-trauma-kepala/

tulang tengkorak atau otak yang terjadi akibat injury baik secara langsung maupun tidak langsung pada kepala. 1. Cedera kepala merupakan penyakit neurologik yang serius diantara penyakit neurologik. Apakah yang dimaksud dengan cedera/ trauma kepala? Trauma kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala. 2011 by yuda handaya 1. Resiko utama klien yang mengalami cedera kepala adalah kerusakan otak akibat perdarahan atau pembengkakan otak sebagai respon terhadap cedera yang menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. dan merupakan proporsi epidemik sebagai hasil kecelakaan lalu lintas. Pertolongan pertama pada cedera kepala apa saja yang dilakukan? y Menghentikan pendarahan .Cedera atau Trauma Kepala 0 February 8.

karna itu harus difiksasi. Bila pasien muntah letakan seluruh badan pasien dalam sikap miring dan berikan O2. y Pemerikasan bagian badan yang lain 1. Cedera otak.Pendarahan dari kulit kepala biasanya banyak karena pembuluh darah berda di dalam jaringna ikat padat sehingga sukar mencukup. Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. Komosio dipertimbangkan sebagai cedera kepala minor dan . laserasi dan hemoragi otak. 1. kontusio. 2. Cedera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis trauma/ cedera kepala? 1. Miringkan kepala supaya lidah tidak menghalangi faring. Cedera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak. bila perlu hisap lendir dengan alat peng hisap. 3. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. y Fisasi leher Pada tiap kasus cedera kepala kulumna vetebralis servikalis harus diperiksa dengan teliti. kulit kepala berdarah bila cedera dalam. Trauma dapat menyebabkan abrasi. Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak. setelah pukulan atau cedera pada kepala yang menimbulkan kontusio. Pendarahan dapat dihentikan dengan memberikan tekanan pada tempat yang rendah sehingga pembulu-pembuluh darah tertutup. Cedera kulit kepala. laserasi atau avulsi. Keluarkan protesis gigi. Komosio. Fraktur tengkorak. leher harus difiksasi dengan kerah fiksasi leher. y Fiksasi tulang yang patah Tulang patah akan menimbulkan rasa nyeri pada pergerakan. kendorkan ikat pinggang. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi. y Usahakan pernafasan yang lapang beri napas buatan bila berhenti Bersihkan mulut dengan hidung dari muntah atau darah bila ada. Bila diperkirakan kemungkinan adanya fraktur. kepala dapat dibalut dengan ikatan yang kuat. bila perlu foto rontgen. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat.

Sedangkan hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. seperti trauma akibat pukulan benda tumpul. dianggap tanpa sekuele yang berarti. Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cedera kepala. Cedera percepatan (aselerasi) terjadi jika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cedera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. Cedera perlambatan (deselerasi) adalah bila kepala membentur objek yang secara relatif tidak bergerak. 5. Haemoragi intraserebral dan hematoma. sub akut atau kronik. pernafsan dangkal. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar. 8. dimana otak mengalami memar. denyut nadi lemah. Setelah cedera kepala. Hematoma sub dural. dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. Pasien tidak sadarkan dari. seperti badan mobil atau tanah. Dan hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cedera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia. cedera kumpil). Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi). Kedua kekuatan ini mungkin terjadi secara . Haemoragi ini biasanya terjadi pada cedera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cedera peluru atau luka tembak. Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak. atau karena kena lemparan benda tumpul. Kontusio serebral merupakan didera kepala berat. efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan tik. kulit dingin dan pucat.4. Kontusio. Haemoragi intrakranial. 9. kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja. Hematoma sub dural dapat terjadi akut. darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. 7. Apa yang anada ketahui tentang Patofisiologi terhadap cedera kepala? Cedera memegang peranan yang sangat besar dalam menentukan berat ringannya konsekuensi patofisiologis dari suatu trauma kepala. haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak. dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi). 6. pasien terbaring dan kehilangan gerakkan. sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian. suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan.

perlu operasi dengan segera menjauhkan pecahan tulang dan tindakan seterusnya secara bertahap. Konsekuensinya meliputi hiperemi (peningkatan volume darah) pada area peningkatan permeabilitas kapiler. dan hipotensi. Genneralli dan kawan-kawan memperkenalkan cedera kepala ³fokal´ dan ³menyebar´ sebagai kategori cedera kepala berat pada upaya untuk menggambarkan hasil yang lebih khusus. cedera sekunder dapat terjadi sebagai kemampuan autoregulasi serebral dikurangi atau tak ada pada area cedera. mungkin karena memar pada permukaan otak. Sebagai akibat. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan cedera otak sekunder meliputi hipoksia. Ada. serta vasodilatasi arterial. Pendarahan ini akan mencair dan terserap di dalam waktu beberpa minggu. Cedera kepala diklasifikasikan menjadi dua bagain sebutkan dan jelaskan? 1. kerusakan otak hipoksia. Pendarahan kecil biasanya akan berhenti dengan sendirinya. pergeseran otak atau hernia. Karena mandibula dapat bergerak. karena sinus-sinus tulang dapat pula mengalami cedera. serta kerusakan otak sekunder yang disebabkan oleh perluasan massa lesi. Akibatnya. Pendarahan sering pula terjadi di dalam liang telinga luar. Apakah ada hubungannya cedera/ trauma kepala dengan terjadinya fraktur tulang wajah? Jelaskan. pasien mungkin memerlukan operasi untuk restorasi. hemoragi kecil multipel pada seluruh otak. Untuk pencegahan. pembengkakan otak menyebar. semua menimbulkan peningkatan isi intrakranial. 1. korpus maupun kolum mandibulae. Bila terjadi deformasi sisnus. 1. yang menyebabkan trauma regangan dan robekan pada substansi alba dan batang otak. yang terjadi pada waktu benturan. Cedera otak menyebar dikaitkan dengan kerusakan yang menyebar secara luas dan terjadi dalam empat bentuk yaitu: cedera akson menyebar. maka pada fraktur mandibula tulang ini perlu difiksasi. Fraktur mandibula dapat mengalami ramus. Cedera kepala terbuka Luka terbuka pada lapisan-lapisan galea tulang tempurung kepala duramater disertai cedera jaringan otak karena impressi fractura berat. seperti yang terjadi bila posisi badan diubah secara kasar dan cepat. dan akhirnya peningkatan tekanan intrakranial (tik). 1. Pendarahan di dalam orbita dapat menyebakan eksoftalmus. cedera robekan atau hemoragi. Jenis cedera ini menyebabkan koma bukan karena kompresi pada batang otak tetapi karena cedera menyebar pada hemisfer serebral. dapat menyebabkan infeksi di jaringan otak. Kekuatan ini bisa dikombinasi dengan pengubahan posisi rotasi pada kepala. Cedera primer. batang otak. laserasi substansi alba. Lubang sinus yang tersumbat perlu dibuka supaya secret lender normal dapat mengalir ke dalam rongga hidung. hiperkarbia. Cedera fokal diakibatkan dari kerusakan fokal yang meliputi kontusio serebral dan hematom intraserebral. Cedera kepala tertutup . atau dua-duanya.bersamaan bila terdapat gerakan kepala tiba-tiba tanpa kontak langsung.

Dalam keadaan seperti ini. karena pada fractura basis cranii udara dari sinus maksilaris masuk ke lapisan selaput otak encepalon. sin. melalui tuba eustachii. terjadi keretakan-keretakan. Saat ini. sebenarnya jaringan otak tidak rusak. Haematoma dengan cepat membesar dan gambaran klinik juga cepat merembet. . karena pada orbita mata dan biji lensa mata memberi gejala pendarahan intracranialis pula. dan arachnoidal. parietal. Penentuan diagnosis sangat berarti lucidum intervalum (mengigat waktu yang jitu dan tepat).Pada tulang kepala. hanya tertekan (depresi). tengah. meningia media. Dimanakah letak Fractura Basis Cranii dan tanda gejala gejala yang dialami? Fractura ini dapat terletak di depan. Foto rontgen kepala sangat berguna. Gejala fractura di depan: 1. Capitis). Kadangkala kita sangat terpaksa melakukan ³Burr hole Trepanasi´. Dengan tindakan yang cepat dan tepat. Jadi. adalah haematoma pada biji mata. Epiduralis Haematoma Pada frontal. Gambaran rontgen sebagai tanda khas pada fractura basis cranii selalu hanya memperlihatkan sebagian. Paling sering terdapat di daerah temporal. 1. pada epiduralis haematoma. Rhino liquore disertai lesi di sinus-frontalis pada ethmoidal. yaitu karena pecahnya pembulnh darah kecil/perifer cabang-cabang a. tetapi yang lebih penting adalah pengawasan terhadap pasien. transversus. diagnosis yang cepat dan tepat ialah CT scan atau Angiografi. sebab terapi untuk epiduralis haematoma adalah suatu kejadian yang gawat dan harus segera ditangani. Dengan ini sekaligus bisa didiagnosis dan dekompresi. Pneunoencephalon. meningia media akibat fractura tulang kepala daerah itu (75% pada Fr. dokter-dokter ahli forensik selalu menerima kalau hanya ada satu tanda-tanda klinik 8. 2. karena dicurigai akan terjadi epiduralis haematoina. spenoidal. 3. Monokli haematoma. Karena itu. occipital dan fossa posterior. termasuk di antaranya selaput otak. timbul garis/linea fractura sedemikian rupa sehingga menyebabkan luka pada daerah periferia a. mungkin pasien dapat ditolong. Pemeriksaan radiologis dengan menggunakan Sken tomografik terkomputerisasi (SST) dapat melihat Lesi traumatic a. Fractura bagian tengah basis cranii antara lain memberi gejala khas menetesnya cairan otak bercampur darah dari telinga: otoliquor. sehingga tidak kurang dari 1 jam terbentuk haematomaepiduralis. atau di belakang. yang menyebabkan perdarahan arteri.

meningginya suhu badan. c. Atau jembatan vena bagian atas pada interval yang akibat tekanan lalu terjadi perdarahan. Subduralis Haematoma Akut Kejadian akut haematoma di antara durameter dan corteks. Kadang-kadang pembuluh darah besar seperti arteri dan sinus dapat juga terluka. Akut hematoma subduralis pada trauma kapitis dapat juga terjadi tanpa Fractura Cranii. Jadi. Contusio Cerebri Di antara yang paling sering adalah bagian yang berlawanan dengan tipe centralis ± kelumpuhan N. Kejadiannya keras dan cepat. d. Pasien segera pingsan/ koma. . namun pembuluh darah arteri dan vena di corteks terluka. atau kelumpuhan syaraf-syaraf otak. dimana pembuluh darah kecil sinus vena pecah atau terjadi perdarahan. Kejadian dengan cepat memberi tanda-tanda meningginya tekanan dalam jaringan otak (TIK = Tekanan Intra Kranial). Akut Intracerebralis Haematoma terjadi karena pukulan benda tumpul di daerah korteks dan subkorteks yang mengakibatkan pecahnya vena yang besar atau arteri pada jaringan otak. muka merah. Facialis atau N. Paling sering terjadi dalam subkorteks.b. Bentuk paling sering dan berarti pada praktik sehari-hari adalah perdarahan pada permukaan dasar jaringan otak. Subrachnoidalis Haematoma Kejadiannya karena perdarahan pada pembuluh darah otak. Contusio pada kepala adalah bentuk paling berat. Pada kejadian akut haematoma. serta kekejangan tengkuk yang tidak dapat dikendalikan (decebracio rigiditas). yang tergantung pada lokalisasi kejadian cedera kepala. gangguan sirkulasi paru-jantung yang mulai dengan bradikardia. lucidum intervalum akan terasa setelah beberapa jam sampai 1 atau 2 hari. Gambaran klinik tidak menunjukkan gejala-gejala penyakit tetapi terjadi gangguan ingatan karena timbulnya gangguan meningeal. disertai gejala kliniknya. kemudian takikardia. sindrom gegar otak pusat encephalon dengan tandatanda gangguan pernapasan. Hypoglossus. disertai dengan gegar otak encephalon dengan timbulnya tanda-tanda koma. Tanda-tanda neurologis-klinis di sini jarang memberi gejala epileptiform pada perdarahan dasar duramater. Ini sering menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Dalam kasus ini sering dijumpai kombinasi dengan intracerebral haematoma sehingga mortalitas subdural haematoma akut sangat tinggi (80%). gangguan bicara. di sini tidak ada ³free interval time´. karena tekanan jaringan otak sehingga darah cepat tertuangkan dan memenuhi rongga antara durameter dan corteks. karena bawaan lahir aneurysna ³pelebaran pembuluh darah´. yaitu perdarahan pada permukaan dalam duramater. keringat profus. Selaput otak menjadi pecah pula karena tekanan pada durameter bagian bawah melebar sehingga terjadilah ³subduralis haematoma´.

EEG dapat normal atau menunjuka kelainan. Sembuh dengan cacat mental. CT Scan Memeperlihatkan secara spesifik letak oedema.9. EEG dapat normal atau menunukan kelainan-kelainan. EEG normal 2. Pasien sembuh tampa keluhan. EEG tidak normal 3. Sembuh dengan cacat badan. Pada sebagaian klien mengalami keluhankeluahan yang ditemukan higroma. MRI (Magnetic Imaging Resonance) Dengan menggunakan gelombang magnetik untuk menentukan posisi serta besar/ luas terjadinya perdarahan otak. 1. vertigo. Spinal X ray Membantu menentukan lokasi terjadinya trauma dan efek yang terjadi (perdarahan atau ruptur atau fraktur). Pasien tidak sembuh dan berada dalam keadaan koma prolongtum. 3. 4. 5. Pasien tidak menunjukan kelainan tetapi mengeluh sering nyeri kepala. Pasien tidak sembuh dan berada dalam keadaan vegetative 8. 4. Pasien meninggal. 6. Thorax X ray Untuk mengidentifikasi keadaan pulmo. sukar berpikir. adanya jaringan otak yang infark atau iskemia serta posisinya secara pasti. Sembuh tetapi menderita serangan-serangan epilepsy. .Apa yang kemungknan dapat terjadi setelah mengalami trauma kapisitis? 1. susah tidur. 5. 7. posisi hematoma. 9. 2. sukar kosentrasi. Sebutkan Pemeriksaan diagnostik yang dapat dilakukan oleh klien yang mengalmi cedera kepala 1. Myelogram Dilakukan untuk menunjukan vertebrae dan adanya bendungan dari spinal aracknoid jika dicurigai. Pasien sembuh total.

2.6. Memutarbalikkan proses akumulasi kalsiun intraseluler. dapat memperbaiki keadaan neurologis akibat efek inhibisi terjadinya reaksi peroksidasi lipid. biasanya berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas. Mempertahankan kestabilan dan keutuhan membran. . Metilprednisolon yang diberikan secara dini dan dalam dosis yang akurat. Cedera tembus.0 mg/kg berat badan per jam selama 23 jam) tidak memberikan perbaikan keadaan neurologis pada penderita trauma saraf spinal akut. akan menunjukkan perbaikan keadaan neurologis bila preparat itu diberikan dalam waktu paling lama 8 jam setelah kejadian (golden hour). Cedera kepala tumpul. Pemberian nalokson (bolus 5. Mencegah berlanjutnya iskemia pascatrauma.4 mg/kg berat badan per jam selama 23 jam). 1. 7.4 mg/kg berat badan dilanjutkan dengan 4. Pengobatan apa saja yang dapat didapatkan selama mengalami cedera kepala? Penderita trauma saraf spinal akut yang diterapi dengan metilprednisolon (bolus 30 mg/kg berat badan dilanjutkan dengan infus 5. Dengan kata lain. sebutkan? 1. jatuh atau pukulan benda tumpul. Mencegah perembetan kerusakan sel-sel lain di dekatnya. Analisa Gas Darah Menunjukan efektifitas dari pertukaran gas dan usaha pernafasan 1. disebabkan oleh luka tembak ataupun tusukan. Pemeriksaan fungsi pernafasan Mengukur volume maksimal dari inspirasi dan ekspirasi yang penting diketahui bagi penderita dengan cedera kepala dan pusat pernafasan (medulla oblongata). Pada cedera tumpul terjadi akselerasi dan deselerasi yang cepat menyebabkan otak bergerak di dalam rongga cranial dan melakukan kontak pada protuberans tulang tengkorak. Menghambat pelepasan asam arakhidonat. metilprednisolon bekerja dengan cara: y y y y y y Menyusup masuk ke lapisan lipid untuk melindungi fosfolipid dan komponen membran lain dari kerusakan. Berdasarkan mekanismenya cedera kepala dibagi menjadi 2.

Penderita pada masa vegetative state lebih dari satu tahun jarang sembuh. Penderita tidak sadar dan tidak memberikan respon disebut coma. proses informasi dan memori merupakan kemampuan kognitif. keadaan ini berkembang menjadi epilepsy. setelah masa ini penderita akan terbangun. Komplikasi apa saja yang dirasakan oleh orang yang mengalami tauma kepala? y y y y y y Koma . mutlipel dan menyebar dari satu titik (stelata) dan membentuk fragmen-fragmen tulang (kominutif). Resiko akan semakin tinggi tergantung frekuensi dan keparahan cedera. Hilangnya kemampuan kognitif. Pederita yang mengalami cedera kepala akan mengalami sekurang-kurangnya sekali seizure pada masa minggu pertama setelah cedera. Walaupun demikian penderita masih tidak sadar dan tidak menyadari lingkungan sekitarnya. Faktur tengkorak atau luka terbuka dapat merobekan membran (meningen) sehingga kuman dapat masuk. apa saja yang anda ketahui? 1. perdarahan subdural. Berfikir. Infeksi. Fraktur tengkorak dapat terjadi pada atap dan dasar tengkorak. Cedera pada basis tengkorak dapat menyebabkan kerusakan pada nervus facialis. menjerit atau menjukan respon reflek. Secara umum untuk mendeskripsikan beratnya penderita cedera kepala digunakan Glasgow Coma Scale (GCS). 2. Fraktur tengkorak. Fraktur dapat berupa garis/ linear. dapat berbentuk lesi fokal (perdarahan epidural. Berdasarkan morfologinya cedera kepala. kontusio. 1. Banyak penderita dengan cedera kepala berat mengalami masalah kesadaran. sedangkan beberapa kasus lainya memasuki vegetative state atau mati penderita pada masa vegetative statesering membuka matanya dan mengerakkannya. dengan interval. lesi difus dan terjadi secara bersamaan. Lesi intrakranial. Penyakit Alzheimer dan Parkinson. Pada kasus cedera kapala resiko perkembangan terjadinya penyakit alzheimer tinggi dan sedikit terjadi parkinson. Breathing . Pada situasi ini. akal sehat. penyelesaian masalah. 2. respon verbal dan buka mata. Fraktur tengkorak dapat berupa fraktur tertutup yang secara normal tidak memerlukan perlakuan spesifik dan fraktur tertutup yang memerlukan perlakuan untuk memperbaiki tulang tengkorak. Penatalaksanaan apa saja yang anda ketahui selama cedera kepala? 1. Sehingga terjadi paralysis dari otot-otot facialis atau kerusakan dari saraf untuk pergerakan bola mata yang menyebabkan terjadinya penglihatan ganda . Infeksi meningen ini biasanya berbahaya karena keadaan ini memiliki potensial untuk menyebar ke sistem saraf yang lain Kerusakan saraf.13. Meskipun demikian. Seizure. dan peradarahan intraserebral). Penilaian ini dilakukan terhadap respon motorik. secara khas berlangsung hanya beberapa hari atau minggu.

Udema cerebri dapat dicegah dengan membebaskan jalan nafas.Pada pasien dengan trauma kepala perlu dilakukan usaha pembebasan jalan nafas dan menjamin ventilasi yuang baik di paru-paru dengan membaringkan pasien pada posisi miring untuk menghindari aspirasi akibat muntah.gerakan bola mata. Kortikosteroid. gliserol diberikan per infus/oral. P CO2 tidak lebih dari 30 mmHg. Obat-obat anti udema biasanya : manitol. hipotermia. dengan tujuan untuk mencegah vasokonstriksi pembuluh darah otak. diberikan melalui infus. preparat yang umum dipakai adalah Dexametason dan Metil Prednisolon. Blood Mencakup pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium darah (Hb. Pemasangan pipa endotrakheal dapat juga dilakukan. Bladder Kandung kemih perlu selalu dikosongkan karena kandung kemih yang penuh merupakan suatu rangsangan untuk mengeden sehingga tekanan intrakranial cenderung lebih meningkat. dan reaksi terhadap cahaya) serta gerakan. elektrolit dan kalori yang dibutuhkan . Bowel Usus yang penuh cenderung akan meningkatkan tekanan intrakranial. di mana retensi air melebihi natrium. Pada kontusio cerebri 3-5 hari pertama terjadi ketidakseimbangan air dan natrium. Selain itu juga perlu tindakan penghisapan lendir. 2. Tracheostomi terutama bila terjadi perdarahan pada jalan nafas bagian atas. pembatasan jalan nafas. muntah atau darah dari jalan nafas. dan bila menunjukan adanya perburukan perlu pemeriksaan mendalam mengenai keadaan pupil (ukuran. Brain Penilaian GCS. kalau pasien belum sadar beri makanan melalui sonde. sehingga terjadi hiponatremi relatif. 3. Pemberian oksigen sebagai terapi perlu dievaluasi dengan pemeriksaan analisa gas darah dan diusahakan P O2 > 80 mmHg. fraktur tulang muka atau trauma toraks. intoksikasi air perlu dipertimbangkan. Jumlah makanan disesuaikan dengan cairan.Leukosit). Karena itu kemungkinan over dehidrasi. dehidrasi. bentuk. kadang-kadang dapat menimbulkan hemolisis intravaskuler bila diberikan melebihi 30 tetes/menit. 5. Makanan diberikan sesudah 48 jam. pemberian obat anti udema. 4.

meningkatkan mikrosirkulasi dan tekanan perfusi serebral yang akan meningkatkan penghantaran oksigen dengan efek samping reboun peningkatan tekanan intrakranial pada disfungsi sawar darah otak terjadi skuestrasi serebral. takipilaksis dan gagal ginjal (bila osmolalitas >320 ml osmol/L. merubah tonus vaskuler. Koma barbiturat (guideline): koma barbiturat dilakukan pada pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial yang refrakter tanpa cedera difus.Dengan akses vena sentral diberikan NaCl 3% 75 cc/jam dengan Cl 50%. perdarahan traktus . mempertahankan volume intravaskular euvolume. hiponatremi dilusi.1 g/kgBB Usahakan pertahankan volume intravaskuler dengan mempertahankan osmolalitas serum < 320 ml osmol/L. hindari Pa CO2< 25 mmHg (vasokonstriksi). Manitol diberikan pada pasien koma. Mekanisme kerja barbiturat: menekan metabolism serebral.9 %. 3%-27%. Terapi hiperosmoler -manitol (guideline): Merupakan osmosis diuretis. meningkatkan aliran darah serebral. pasien dengan pupil dilatasi bilateral non reaktif dengan hemodinamik normal dosis bolus 1 g/kgBB dilanjutkan dengan rumatan 0.2. asetat 50% target natrium 145-150 dengan monitor pemeriksaan natrium setiap 4-6 jam. Efek ekspansi plasma. Memberikan efek optimalisasi reologi dengan menurunkan hematokrit. pupil reaktif kemudian menjadi dilatasi dengan atau tanpa gangguan motorik. overload cairan. jangan menggunakan cairan hipotonis / glukosa Hiperventilasi fase akut (option): pada peningkatan tekanan intrakranial pertahankan PaCO2 pada 25-30 mmHg. Efek samping yang dapat terjadi hiperglikemia (50%). Cairan garam hipertonis : cairan NaCl 0. menurunkan aliran darah ke otak dan volume darah serebral. menghasilkan gradient osmotik dalam waktu yang cepat dalam beberapa menit. Dearden dan Lamb meneliti dengan dosis > 100 mg/hari tidak memberikan perbedaan signifikan pada tekanan intracranial dan setelah 1-6 bulan tidak ada perbedaan outcome yang signifikan. menurunkan viskositas darah. hindari dehidrasi.25. Setelah target tercapai dilanjutkan dengan NaCl fisiologis sampai 4-5 hari Kortikosteroid: Tidak direkomendasikan penggunaan glukokortikoid untuk menurunkan tekanan intrakranial baik dengan methyl prednisolon maupun dexamethason. menahan radikal bebas dari peroksidasi lipid mengakibatkan supresi burst. Kureshi dan Suarez menunjukkan penggunaan saline hipertonis efektif pada neuro trauma dengan hasil pengkerutan otak sehingga menurunkan tekanan intrakranial. autoregulasi baik dan fungsi kardiovaskular adekuat. Macam-macam Terapi yang dapat dilakukan pada cedera kepala? Farmakologi Cairan intravena : pertahankan status cairan euvolemik.

infeksi. karbamazepin efektif pada minggu pertama. cukup diberi obat simptomatik dan cukup istirahat. NUTRISI (guideline): dalam 2 minggu pertama pasien mengalami hipermetabolik. ulkus stress. 4. profilaksi DVT. Istilah cedera kepala tertutup biasanya dihubungkan dengan kecelakaan kendaraan. Misalnya fraktura tengkorak terdepres dapat dimasukkan kesalah satu golongan tersebut. Sebetulnya tidak benar-benar dapat dipisahkan. Apakah yang mempengaruhi mekanisme terjadinya fraktur pada trauma kapitis? Cedera kepala secara luas diklasifikasikan sebagai tertutup dan penetrating. Terapi suportif yang lain : pasang kateter. ulkus dekubitus. induksi hipotermi 3. tergantung kedalaman dan parahnya cedera tulang. y Commotio Cerebri .gastrointestinal (85%). diberikan kebutuhan metabolism istirahat dengan 140% kalori/ hari dengan formula berisi protein > 15% diberikan selama 7 hari. pelepasan neuro transmiter yang dapat mencegah berkembangnya kejang onset lambat (mencegah efek kindling). sedasi dan blok neuro muscular. kontrol ketat glukosa darah. Pemberian terapi profilaksis dengan fenitoin. Penurunan berat badan melebihi 30% akan meningkatkan mortalitas. dan cedera kepala penetrating lebih sering dikaitkan dengan luka tembak dan luka tusuk. infeksi. kehilangan kurang lebih 15% berat badan tubuh per minggu. Pilihan enteral feeding dapat mencegah kejadian hiperglikemi. Terapi prevensi kejang (guideline): pada kejang awal dapat mencegah cedera lebih lanjut. jatuh dan pukulan. gangguan elektrolit. Harus dievaluasi adanya faktor-faktor yang lain misalnya: hipoglikemi. penghantaran dan konsumsi oksigen. koreksi gangguan elektrolit. peningkatan TIK. nasogastrik tube. Apa yang anda ketahui tentang pembagian Cedera kepala ? y Simple Head Injury Diagnosa simple head injury dapat ditegakkan berdasarkan: o Ada riwayat trauma kapitis o Tidak pingsan o Gejala sakit kepala dan pusing Umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. regulasi temperatur.

Dura mater Dura mater secara konvensional terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan endosteal dan lapisan meningeal Dura mater merupakan selaput yang keras. Pernafasan tak beratur. y Fracture Basis Cranii Fractur basis cranii bisa mengenai fossa anterior. 1. y Contusio Cerebri Pada contusio cerebri (memar otak) terjadi perdarahan-perdarahan di dalam jaringan otak tanpa adanya robekan jaringanyang kasat mata. Perubahan pola pernafasan Perubahan pernafasan yang terjadi adalah: 1. Pasien mungkin mengeluh nyeri kepala. subdural akut dan intercerebral. mulai bernafas lagi dengan amplitude yang mula-mula kecil kemudian berangsur-angsur membesar lalu mengecil lagi dan berhenti. Laceratio dapat dibedakan atas laceratio langsung dan tidak langsung. Pada keadaan ini bantuan pernafasan harus cepat dilakukan untuk meno. Pernafasan cheyne-stokes yang disertai priode pernafasan berhenti dan bernafas. Laceratio langsung disebabkan oleh luka tembus kepala yang disebabkan oleh benda asing atau penetrasi fragmen fraktur terutama pada fraktur depressed terbuka. Kelainan apa saja yang terdapat pada trauma kranio serebral berat? 1. 6. Apa yang anda ketahui tentang 3 Selaput meningen menutupi seluruh permukaan otak? 1. 2. 3. pernafasan terhenti. Hipernea. Laceratio biasanya berkaitan dengan adanya perdarahan subaraknoid traumatika. frekuensi pernafasan tinggi lebih dari 25/ menit 4. Takipenia. amplitude pernafasan besar. Setelah 2. meskipun neuron-neuron mengalami kerusakan atau terputusLaceratio Cerebri. fossa media dan fossa posterior. Gejala yang timbul tergantung pada letak atau fossa mana yang terkena. Sedangkan laceratio tidak langsung disebabkan oleh deformitas jaringan yang hebat akibat kekuatan mekanis. beberapa lamanya pernafasan berhenti. terdiri atas jaringan ikat fibrisa yang melekat erat pada . 5. vertigo. Dikatakan laceratio cerebri jika kerusakan tersebut disertai dengan robekan piamater. mungkin muntah dan tampak pucat. Apnea. yang tidak disertai kerusakan jaringan otak.ong jiwa pasien.Commotio cerebri (geger otak) adalah keadaan pingsan yang berlangsung tidak lebih dari 10 menit akibat trauma kepala.

selaput arakhnoid terletak anatara pia mater sebelah dalam dan dura meter sebelah luar yang meliputi otak. Selaput ini dipisahkan dari dura meter oleh ruang potensial. Karena tidak melekat pada selaput arachnoid di bawahnya. Laserasi dari sinus-sinus ini dapat mengakibatkan perdarahan hebat 2. 3. Membrana ini membungkus saraf otak dan menyatu dengan epineuriumnya. 1. selaput arakhnoid Selauput arakhnoid merupakan lapisan yang tipis dan tembus pandang. 2. 3. Pendarahan sub arakhnoid umunya disebabkan akibat cedera kepala. Terjadinya benturan pada kepala dapat terjadi pada 3 jenis keadaan. dapat mengalami robekan dan menyebabkan perdarahan subdural. Pada cedera otak. pembuluhpembuluh vena yang berjalan pada permukaan otak menuju sinus sagitalis superior di garis tengah atau disebut Bridging Veins. maka terdapat suatu ruang potensial (ruang subdura) yang terletak antara dura mater dan arachnoid. meliputi gyri dan masuk kedalam sulci yang paling dalam. dimana sering dijumpai perdarahan subdural. Pia mater adarah membrana vaskular yang dengan erat membungkus otak. Arteri-arteri yang masuk kedalam substansi otak juga diliputi oleh pia mater. Kepala diam dibentur oleh benda yang bergerak. Kepala yang bergerak membentur benda yang diam dan. Sinus sagitalis superior mengalirkan darah vena ke sinus transversus dan sinus sigmoideus. disebut spatium subdural dan dari pia mater oleh spatium subarachnoid yang terisi oleh liquor serebralis.permukaan dalam dari kranium. keadaan yang anda ketahui apakah? 1. Kepala yang tidak dapat bergerak karena bersandar pada benda yang lain dibentur oleh benda yang bergerak (kepala tergencet). Pia mater Pia mater melekat erat pada permukaan korteks serebri. Factor-faktor apa saja yang memperburuk prognosis pada cdera kepala? . 3.

dikirim ke rumah sakit yang tidak adekuat.com/2007/08/28/asuhan-keperawatan-klien-dgtrauma-kapitis/ .com/askep_cedera_kepala.Terlambatnya penanganan awal/resusitasi. pengangkutan/transport yang tidak adekuat. terlambatnya delakukan tindakan bedah dan adanya cedera multipel yang lain DAFTAR PUSTAKA y http://rusari.html y http://iwansain.wordpress.

E. Dr. Buku cedera tertutup kepala. Arif Budijanto. 2006 Bailey Hamilton. Soemarno markam. Prof. Rudolph Colin. Buku ajar ilmu bedah. Djaja Surya Atmadja. Ilmu bedah gawat darurat edisi II.wordpress.com/2008/08/05/askep-pada-trauma-kapitis/ http://pdskjijaya. Buku ajar pediatric Rudolph volume 1. Corry S. Rudolph Abraham.y y y y y y y http://yenibeth. Diagnosa Fisis Pada Anak Edisi ke 2.php?option=com_content&task=view&id=12 3&Itemid=1 http://medlinux.html http://muslimpinang. 1997. Iskandar Wahidiyat.com/2007/11/cedera-kepala.blogspot.com/2008/02/22/trauma-kepala-ringan-anakjatuh/ M. Sudigdo Sastroasmoro. 1999. Dr. Jakarta: EGC. Hoffman Julien. 1992 Prof. Dr. DR.com/index. I. DR.wordpress. Sjamsuhidayat. 2000 R. D. Prof. Jakarta: fakultas kedokteran universitas Jakarta. jakarta : EGC. y y . Matondang. Jakarta : PT Sagung Seto. WIm de jog. Yogyakarta : gaja mada universiti pree.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful