DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

Direktorat Jenderal Cipta Karya

MODUL KHUSUS KOMUNITAS
Relawan

C02

Komunitas Belajar Kelurahan/Desa

PNPM Mandiri Perkotaan

Modul 1

KBK dan Penanggulangan Kemiskinan KBK dan Komunitas Pembelajaran Masyarakat Tahapan Pembelajaran Masyarakat

1 2 4

Kegiatan 1: Kegiatan 2:

Modul 2

Metode Belajar KBK Diskusi Pendidikan Orang Dewasa Diskusi Metode Belajar

15 16 17

Kegiatan 1 : Kegiatan 2 :

Modul 3

Identifikasi Kebutuhan Belajar Identifikasi Kebutuhan Pengetahuan Masyarakat Prioritas Materi Belajar

31 32 34

Kegiatan 1 : Kegiatan 2 :

Modul 4

Perencanaan Proses Belajar Menyusun Rencana Belajar Masyarakat

35 36

Kegiatan 1 :

Modul 1
Topik: KBK dan Penanggulangan Kemiskinan

Peserta memahami dan menyadari: Peran KBK sebagai kelompok strategis dalam penaggulangan kemiskinan di kelurahan/desa Tahapan pembelajaran masyarakat Peran relawan dalam KBK

Kegiatan 1: KBK dan kelompok pembelajaran masyarakat Kegiatan 2: Tahapan pembelajaran masyarakat

3 Jpl ( 135 ’)

Bahan Bacaan: 1. Lembar Kasus – Cerita dari Gondolayu 2. Lembar Kasus – Perempuan Penggerak Perubahan 3. Bahan Bacaan – Belajar Bersama Membebaskan diri dari Kemiskinan 4. Bahan Bacaan – Komunitas Belajar Kelurahan 5. Media Bantu – Tahapan Pembelajaran Masyarakat

• Kerta Plano • Spidol, selotip kertas dan jepitan besar

1

persilahkan juru bicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya. 2 . Ajak peserta membaca bersama Bahan Bacaan 5 – Komunitas Belajar Kelurahan 5) KBK merupakan satu dari sekian alat intervensi program penanggulangan kemiskinan ini untuk mendorong terjadinya proses pembelajaran di masyarakat. Perkenalkan istilah komunitas belajar kelurahan (KBK). Melalui KBK. Tugaskan setiap kelompok untuk membaca bersama dan mendiskusikan lembar kerja kasus yang dibagikan.KBK dan Kelompok Pembelajaran Masyarakat 1) Sampaikan kepada peserta bahwa selanjutnya kita akan mendiskusikan bagaimana mengelola dan merawat relawan agar bisa terus bersama-sama mendorong upaya penanggulangan kemiskinan di desa/kelurahan kita. Pertanyaan diskusi : Apa yang mendorong berkembangnya kelompok pembelajaran masyarakat dalam cerita tersebut? Bagaimana dengan desa/kelurahan dampingan kita? Apakah di desa/kelurahan ada ruang atau kesempatan bagi warga untuk membicarakan masalah-masalah bersama? 3) 4) Setelah diskusi kelompok selesai. 2) Bagi peserta dalam empat kelompok. ajak peserta untuk membaca bersama Bahan Bacaan 4 – Belajar Bersama Membebaskan Diri dari Kemiskinan. sedangkan kelompok 3 dan 4 mendiskusikan Lembar Kasus 2 – Perempuan Penggerak Perubahan. Kelompok 1 dan 2 mendiskusikan Lembar Kasus 1 – Cerita dari Gondolayu. Lontarkan pertanyaan retoris (tidak perlu didiskusikan) untuk memastikan kesadaran peserta : ”Pentingkah adanya kelompok-kelompok warga yang membicarakan masalah desa/kelurahan?” Untuk memperkuat kesadaran peserta. Jelaskan mengenai KBK. kelompokkelompok pembelajaran di masyarakat yang selama ini tumbuh dan berkembang diarahkan untuk secara aktif mendiskusikan dan memberikan solusi-solusi penanggulangan kemiskinan di kampungnya. dan keterkaitan KBK dengan kelompok-kelompok pembelajaran di masyarakat tersebut.

semakin banyak orang jadi relawan (anggota KBK). selain bertugas memfasilitasi aktivitas ’siklus’. Fakta bahwa banyak perempuan tidak mengetahui bahwa terlibat dalam kegiatan masyarakat adalah hak. proses ’getok tular’ komitmen dan proses pembelajaran penanggulangan kemiskinan di masyarakat dan aparat kelurahan/desa diharapkan dapat berjalan secara terencana. 3 . Strategi pengembangan KBK 1) Menghimpun relawan-relawan yang peduli terhadap persoalan warganya. Coaching. KBK merupakan titik berangkat (institusi) bagi relawan-relawan penanggulangan kemiskinan untuk membangun komitmen seluruh masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan. Mengapa perlu membangun kelompok pembelajaran (KBK)? Fakta bahwa banyak orang masih buta huruf. Kewajiban moral relawan ini menjadi satu keniscayaan ketika program ini hanya mampu memfasilitasi pengembangan kapasitas segelintir orang.KOMUNITAS BELAJAR M asalah. Apa yang menjadi ukuran bahwa KBK berfungsi baik? Salah satunya. Jadi. Fakta bahwa banyak warga tidak mengetahui bagaimana cara memecahkan masalah mereka. dan Potensi K om unitas H ubungan Sosial B erbagai M edia K elom pok Sosial Pelatihan. Karena itu. aturan main. K ebutuhan . Fakta bahwa banyak warga tidak mengetahui masalah-masalah desa/kelurahannya. relawan juga berperan melakukan pemberdayaaan masyarakat. Setiap orang dalam KBK berperan setara. Menggunakan KBK. Belajar Mandiri Pengembangan Komunikasi Informasi Komunitas • Open Menu (sesuai kebutuhan komunitas) • Horizontal & Vertikal • Produksi pengetahuan KBK merupakan ”rumah relawan”. dan rencana proses belajar yang jelas. bahkan masalah-masalah hidup yang dihadapi dirinya sendiri. KBK harus memiliki misi (agenda).

Setelah kita bersama-sama berdiskusi mengenai konteks KBK. swasta. Kewajiban moral ini otomatis melekat karena kita berada di sini sekarang dan menerima fasilitas belajar ini dari negara. Membantu memfasilitasi masyarakat dalam program-program pembangunan partisipatif pemerintah desa/kelurahan. Melakukan monitoring evaluasi partisipatif terhadap pelaksanaan dan hasil kegiatan program-program penanggulangan kemiskinan dan program-program pembangunan di wilayahnya. Melakukan diskusi-diskusi pemecahan masalah praktis masyarakat maupun kajian pembangunan desa/kelurahan. Membantu memfasilitasi terjadinya kemitraan masyarakat. Beri kesempatan peserta untuk mengajukan satu dua pertanyaan. 4) Memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut andil/berperan serta dalam kegiatan KBK sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. baik dengan pengelola PNPM Mandiri Perkotaan. Tampilkan atau bagikan Media Bantu Pembelajaran Masyarakat.2) Menghimpun potensi-potensi lokal termasuk potensi kelompok-kelompok masyarakat yang exist (LSM/KSM) sebagai basis pembelajaran bagi masyarakat. saat ini kita mulai akan bekerja merumuskan skema belajar masyarakat. Tahapan Pembelajaran Masyarakat 1) Nyatakan bahwa kita yang hadir di sini merupakan tenaga penggerak KBK. Jelaskan tahap demi tahap secara garis besar saja karena diskusi lebih jauh akan kita lakukan di tiap sessi. 3) Menggalang semangat (power) para pemeduli untuk bahu membahu secara bersamasama duduk dalam satu forum belajar yang generiknya dinamakan Komunitas Belajar Kelurahan (KBK). Diskusikan bersama seluruh peserta Tutup diskusi dengan menyampaikan kembali pokok-pokok pembelajaran yang telah diraih. pemerintah daerah. perguruan tinggi dan pihakpihak lainnya. 2) 3) 4) 4 . 5) Memberikan peran kepada anggota KBK untuk : Membantu memfasilitasi masyarakat dalam aktivitas siklus kelurahan PNPM Mandiri Perkotaan.

Meski masih banyak rumah berdinding bambu. Papan pengumuman didirikan di tiap RT. terjepit di antara dua bangunan megah. SAYA telah mengunjungi kampung-kampung miskin di banyak negara. dari lingkungan lurah. Kegiatan ibu-ibu PKK berjalan baik.Lembar Kasus 1 Bacalah cerita ini dengan seksama Jendela Kompas. sanitasi dan air minum cukup higienis." kata Thomas Webster dari Papua Niugini. aktivis organisasi nonpemerintah dari Sri Lanka. Anakanak di sini juga bersih-bersih. yang berada di tengah Kota Yogyakarta. namun kampung itu tampak asri. Di balik kampung yang asri dan dinamis itu masih ada kegiatan kelompok ibu-ibu yang berinisiatif membentuk kelompok menabung. Sumarni kemudian menjual gagasannya kepada sejumlah ibu-ibu di kampungnya. Sesekali petugas kesehatan atau polisi datang memberikan penyuluhan. "Rumah-rumah di sini bagus dan bersih meski dibangun dari material yang tidak mahal. Jumat. Suasana kampung yang bersih dan asri itu terwujud karena kepedulian berbagai pihak. tanaman rambat menjulur menaungi lorong-lorong sempit rumah penduduk dari sengatan matahari. Ide dari Ny Sumarni berkat interaksinya dengan seorang aktivis organisasi nonpemerintah. Di beberapa tempat. ketua rukun wilayah (RW) dan rukun tetangga (RT). tetapi tidak pernah saya jumpai lingkungan sebagus ini. Kampung yang disebut oleh sejumlah aktivis sebagai "kampung miskin" itu jauh dari suasana kumuh. Komentar serupa juga dikemukakan oleh tamu-tamu lain. serta warga setempat. Kelompok ini dibentuk setahun lalu. jalan-jalan bersih sekalipun sempit. Tiap Jumat warga turun kerja bakti untuk membersihkan lingkungan. Kelompok yang terdiri atas 10 ibu rumah tangga itu pun sepakat menyisihkan uang belanja sehari-hari untuk 5 . Rumah di sini bagus-bagus. Akses menuju kampung itu hanyalah lorong sempit-kurang dari dua meterdengan panjang sekitar 300 meter. Bukannya empati dan belas kasihan yang tergambar di mata mereka. hampir-hampir tidak percaya dengan pemberian sebutan "miskin" untuk kampung itu. Yogyakarta. Sisi timur kampung itu dibatasi oleh Kali Code yang membelah kota. Membebaskan Diri dari Kemiskinan (1) ROMBONGAN aktivis dari sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik yang berkunjung ke Kampung Gondolayu." kata Seario Sarvodaya. 28 Januari 2005 Belajar Bersama. yang sore itu bermaksud mengunjungi kelompok ibu-ibu "kaum miskin kota" yang membentuk kelompok tabungan di kampung Gondolayu. tetapi justru pujian dan decak kagum. Pot-pot bunga berjajar di depan rumah warga. KAMPUNG Gondolayu tersembunyi di balik deretan gedung-gedung megah di Jalan Sudirman.

Dengan modal seadanya ia mulai berjualan sabun. KELOMPOK menabung kedengarannya sangat sepele. yakni Komunitas Gadjah Wong I dan II. Kampung Gondolayu. Tanpa kurikulum. "Saya ingin menabung supaya tidak perlu berutang bila ada kebutuhan mendadak." kata Elisati. Sejak ditinggal suaminya. dan kegiatan produktif lainnya. dengan terbentuknya kelompok menabung. dan Kampung Brandan.000-disetorkan ke bank. warga masyarakat yang dianggap tidak berpendidikan bisa mencerdaskan dirinya. Kehadiran kelompok tabungan ibu-ibu ini bersama komunitas pembelajaran yang tumbuh di sejumlah tempat makin menyemarakkan identitas Yogya sebagai kota pelajar. Tiap hari. Mereka pun kemudian mulai bergerak. Setoran selembar uang Rp 500 atau Rp 1. Kampung Kepuh. berbicara tentang hak-hak perempuan. untuk keluar dari kemiskinan yang mengimpit tanpa harus menunggu uluran tangan dari pemerintah. salah satu anggota kelompok berkeliling mendatangi seluruh anggota kelompok. tanpa buku pelajaran. mengumpulkan uang tabungan harian. membuka warung jus. Di Yogyakarta setidaknya ada enam kelompok tabungan.ditabung bersama dan dipinjamkan bila ada anggota yang membutuhkan. lingkungan rukun tetangga." kata Sumarni. Ketika mereka mulai berkumpul tiba-tiba hari esok menjadi tidak terbatas. bertolak dari kegiatan semacam inilah proses pembelajaran berkelanjutan terjadi. Akan tetapi.000 pun diterima. 6 . ia masih bisa menyisikan uangnya untuk menabung dan mulai membuka warung kecil-kecilan. teh. membuat rempeyek.000 sampai Rp 100. mereka juga bisa belajar dan berbagi pengalaman satu sama lain. Saya juga ingin cucu saya bisa terus bersekolah. Kampung Iromejan. Menurut Sumarni. Dari penghasilannya yang pas-pasan. uang yang terkumpul-antara Rp 75. Elisati membanting tulang menjadi buruh cuci untuk menghidupi keluarganya. dan lain-lainnya. Tiap minggu. mereka mulai mengenal hak-hak sebagai seorang warga negara. tanpa kehadiran seorang guru. Dari berkumpul itulah muncul ide berjualan bihun. gula. Dari mengenali masalah yang ada pada diri mereka sendiri. membuka usaha kecilkecilan. dan kebutuhan rumah tangga seharisehari. Elisati harus memenuhi kebutuhannya sendiri bersama seorang putrinya. Ny Elisati (53) merasa terbantu dengan kegiatan kelompok menabung tersebut. "Kami harus melakukan cara ini karena tidak mungkin kami menabung Rp 500 langsung ke bank. Tidak ada harta tertinggal saat suaminya meninggal. Jumlah yang disetor per hari tidak seberapa.

menyiasati ibu yang pekatnya tinggal air di sungai. mencampur air sungai yang kotor dengan cairan kimia pemutih baju jelas tindakan yang membahayakan kesehatan. kawasan seorang Jatinegara. Untuk KOMPAS/ Priyombodo Aktivitas mandi dan mencuci warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung di Kawasan Bukit Duri. Sebab. air bersih sudah seperti identik dengan kemewahan. jelas mereka tak mampu. mengapa tidak menggunakan air bersih? Justru di sana pokok masalahnya. Air bersih harus dibeli. bagi mereka. Jakarta Selatan. Aliran sungai dengan kualitas air yang buruk menjadi pilihan warga miskin akibat minimnya fasilitas MCK umum. Selain berarti menambah pengeluaran sehari-hari dari pendapatan yang begitu terbatas. ini telah menjadi pemandangan biasa. Bagi warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung. Jakarta Timur. Kondisi ini menjadi salah satu faktor berkembangnya berbagai penyakit. Sang ibu. bahkan mencoba mencampurkan cairan kimia pemutih baju ke air sungai yang ditimbanya untuk mencuci piring. Mau melihat sendiri? Sesekali turun ke bantaran Sungai Ciliwung yang membelah kota Jakarta. perempuan dan anak-anaklah yang menjadi 7 . akhir Desember 2006. memberi pengetahuan dan pemahaman kepada perempuan di bantaran sungai sangat penting untuk dilakukan. tentu saja tidak sadar akan bahaya lain yang mengancam.Lembar Kasus 2 Bacalah dengan seksama Potret Hidup di Bantaran Sungai (2) Perempuan-perempuan Itu Penggerak Perubahan Rabu | 17 Januari 2007 | 9:41 wib | Bisakah Anda bayangkan ada orang mencuci piring dan gelas dengan menggunakan air sungai yang begitu kotor? Tak usah heran bila kejadian itu telah menjadi semacam rutinitas yang dilakoni warga yang tinggal di salah satu sudut Ibu Kota. Kalau setiap kali mencuci piring dan peralatan dapur harus membeli air bersih. Oleh karena itu. pertanyaan semacam ini boleh jadi justru terdengar naif. Bagaimanapun. Lalu.

korban utama akibat kotornya sungai-sungai kita. Belum lagi bau busuk "pulau-pulau" sampah yang membuat Kali Lagoa Kanal mampet. Jakarta Utara. Jakarta Utara. Pada seminar "Perempuan di Bantaran Sungai Ciliwung" medio Desember 2006. "Untung saja sampah ikan tidak dibuang di depan rumah saya." kata Ny Pini. pengetahuan. memberi masukan kepada ibu-ibu lain agar sebaiknya tidak 8 . Ketua RT 08 RW 08. lewat aktivitas sehari-hari. Hal semacam ini tentu tidak nyaman dan mengganggu kesehatan warga. yang tinggal di dekat Kali Lagoa Kanal dan Kali Sindang di Kelurahan Koja. misalnya. RT 05 RW 11. Sejak didampingi. Karena sampah dari Pasar Sindang menumpuk. melakukan pendampingan. dan memberi penyuluhan mengenai bagaimana menjaga kebersihan sungai. "Kami minta dibuatkan bak sampah yang besar karena sampah tidak setiap hari diangkut. Kalau ikut dibuang di situ. Jakarta Pusat—mengeluhkan sampah pasar yang menumpuk di depan rumahnya. dari 300 perempuan yang ada di dua RW di sana terbentuklah kelompok inti yang terdiri atas 100 perempuan. Belum lagi penumpang kereta yang kerap melempar sampah keluar jendela dan jatuh ke sungai. Karena tidak semua perempuan teradvokasi. Mereka mengadvokasi. Kecamatan Tanah Abang. "Getok tular" Menurut Ny Mariam. seperti mencuci baju dan atau peralatan dapur/makan. terutama kesehatan anak-anak. Sudah enam bulan ini Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Quadrant Utama mendampingi perempuan di bantaran sungai di wilayah Jakarta. Jika sampah menumpuk. tidak jarang belatung pun ada di mana-mana. salah seorang peserta. bau tidak sedap pun akan segera tercium. Setiap hari merekalah yang sangat dekat dengan kehidupan sungai. Kelurahan Petamburan. kini sudah tidak ada lagi ibu-ibu yang mencuci piring dengan air sungai yang dicampur dengan cairan kimia pemutih baju. Kaum perempuan itu pula yang lebih banyak bersentuhan dengan sungai kotor itu. para perempuan di kelompok inti melakukan upaya penyebaran informasi kepada rekan dan tetangga-tetangganya dengan cara "getok tular". Mereka. ……………………." tambahnya. Situasi sama juga dirasakan Ny Mariam. 100 perempuan di wilayah Koja inilah yang secara intensif mendapatkan pendidikan. Kecamatan Koja. Kecamatan Koja. Kelurahan Koja. dan makin luas pemahamannya tentang pentingnya fungsi sungai. Letak sampah yang berada di pinggir sungai sangat rawan jatuh ke sungai. wah pasti banyak lalat. Setidaknya mereka kian sadar akan bahayanya. Ny Pini—warga Pasar Pintu Air.

. M Puteri Rosalina dan Elok Dyah Messwati 9 . "Kalau sudah begitu. Kecamatan Tanah Abang. "Kami juga melakukan lomba kebersihan di sini. Seperti mengucapkan kata-kata ’belagu loe’. "Anak-anak di sini pun kami larang untuk berenang di sungai karena berbahaya. dan piring—terendam air dan rusak. Mereka pun diajak untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Kesadaran perempuan dan upaya memberdayakan perempuan yang hidup di bantaran sungai harus terus-menerus dibangun agar suatu saat kita bisa benar-benar mendapatkan sungai yang bersih." kata Ny Pini tentang meningkatnya kesadaran para perempuan di bantaran sungai di sana." papar Ny Pini.membuang sampah dan buang air besar di sungai supaya sungai tidak mampet dan bau busuk. televisi. mau tidak mau kami terpaksa mengungsi di pelataran rumah susun sampai air surut kembali. Jatinegara. dan diamini para perempuan tetangganya. meskipun rumah-rumah yang ada adalah rumah-rumah petak.." tutur Ny Pini. "Tapi ada saja tetangga yang berkomentar negatif saat diberi saran. di Pasar Pintu Air." kata Ny Mariam. di Manggarai. Begitulah. Jadi. kasur. Apalagi menjelang banjir tahunan. kini mereka telah memiliki kaleng bak sampah di depan pintu rumah masing-masing. mereka belum sepenuhnya sadar. Pintu Air. di Kelurahan Petamburan. mengajak anak-anak untuk tidak sembarangan membuang sampah. Hal yang sama juga dilakukan di Kebon Melati. Penulis: KOMPAS. dan Kampung Melayu. kami tidak mau kebanjiran lagi. Mereka yang tinggal di bantaran sungai tak mau mengulang duka saat kebanjiran. Kelurahan Petamburan. Bahkan.. membuang sampah di tempat sampah yang mereka buat bersama. saat perabot rumah tangga mereka—seperti kursi. mereka harus lebih waspada dan tidak lagi membuang sampah seenaknya.

tujuh pengamen mengontrak rumah di Keparakan Kidul. Yogyakarta. Betapa pun demikian. Bermula dari kegiatan anak-anak yang diorganisir melalui Sanggar Anak Alam. pertanian organik. dan lain-lainnya. Serikat Petani Jamu (SePeJam) lahir dari keinginan untuk melestarikan tanaman obat. pemulung. TK PKK. dan mereka yang hidup di jalanan bisa mengurus surat keterangan sebagai penduduk musiman. Sebagian mereka tidak bisa membaca dan menulis. pelatihan pertanian organik. Tidak ketinggalan pula kelompok pembelajaran di komunitas marginal. Kelompok pembelajaran juga muncul di kalangan para pengamen yang tergabung dalam Tim Advokasi Arus Bawah (Taabah). Mereka mencoba membudidayakan tanaman obat-obatan seperti empon-empon. PENDIDIKAN merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. alat kontrasepsi. Berkat pertolongan LBH Yogyakarta. kesehatan reproduksi dan latihan-latihan keterampilan. kursus. Pendidikan tidak terbatas pada institusi bernama sekolah dan berlangsung sepanjang hayat. sejak manusia dilahirkan sampai masuk ke liang kubur. Membebaskan Diri dari Kemiskinan (2) Berbagai bentuk komunitas pembelajaran yang muncul dalam berbagai jenis organisasi bisa dijumpai di Yogyakarta. yang terletak di perbatasan selatan Yogyakarta. terus memperbarui keterampilan dan ilmu pengetahuan melalui berbagai pelatihan. Di Kampung Nitiprayan. Untuk pembantu rumah tangga.Jendela Kompas. Kelompok ini bermula dari masalah penggarukan yang sering mereka hadapi lantaran tidak memiliki kartu identitas. Bagi yang beruntung mereka dapat memperoleh pendidikan yang terstruktur: dari taman bermain sampai perguruan tinggi. mereka tetap berhak memperoleh pembelajaran untuk mengaktualisasikan diri sebagai makhluk belajar dan mencoba membebaskan diri dari belenggu 10 . atau rapat-rapat kerja. kelompok ibu-ibu di kampung itu kini mengelola kelompok bermain. Jumat. seperti pembelajaran di kalangan pekerja seks komersial dalam program "Kamis Sehat". para pengamen. Sambil berproduksi mereka saling berdiskusi tentang masalah lingkungan. tidak memperoleh pendidikan dasar yang baik. Rumpun Tjoet Njak Dien membentuk Sekolah PRT dengan mengadakan pertemuan dua minggu sekali. pendidikan semacam itu berada di luar jangkauan. dan mahkota dewa. sere. Berangkat dari situ. Mereka bertemu dua minggu sekali tiap Kamis untuk mendiskusikan masalah kesehatan reproduksi. untuk bekerja sama dan belajar bersama. Pertemuan rutin ini dipergunakan untuk latihan keterampilan dan kegiatan diskusi. Bagi sebagian besar masyarakat yang berada dalam posisi marginal. mengantongi berbagai jenjang ijazah dan sertifikat. dan cara-cara budidaya tanaman obat yang lain. dan tidak pernah tersentuh oleh pendidikan formal atau nonformal. 28 Januari 2005 Belajar Bersama. pinjaman untuk renovasi dan kepemilikan rumah sederhana. kelompok simpan pinjam. saat ini menjadi sebuah kampung yang hidup karena berbagai kegiatan pembelajaran. 85 persen anggotanya perempuan dan 75 persen anggotanya hanya berpendidikan sampai tingkat sekolah dasar (SD). Kegiatan kerajinan dan kesenian juga tumbuh di kampung ini. Serikat ini memiliki 562 anggota.

Di Afrika hidup nilai-nilai yang mendorong setiap manusia untuk mencari kebijaksanaan yang dipikirkan secara terus-menerus pada setiap waktu. Ia berteriak ketika pendidikan menutup diri untuk orang-orang miskin. Diinspirasi oleh pendekatan komunikasi masyarakat yang diperkenalkan oleh Paolo Friere. pengamen jalanan di Yogya. Sekalipun mungkin tak pernah berada dalam ruang kelas. orang miskin harus belajar bersama-sama dan bekerja bersama sama. Mereka bergerak dengan suatu keyakinan bahwa tidak benar kalangan marginal. seorang aktivis perdamaian dari India. Dodo memang tidak pernah berhenti berteriak. yang bisa menjadi jalan pintas bagi mereka yang tersisih dari pelayanan pendidikan formal justru tidak mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah. tetapi juga pada anak-anak. dan kebudayaan PBB (UNESCO) sebenarnya merupakan nilai yang melekat pada masyarakat sejak dulu. tidak bergaul dengan buku. Berbekal kemampuan baca tulis yang dimilikinya. ilmu pengetahuan. Namun kemampuan berargumentasi dan kemampuan berorasi Dodo tidak kalah dengan seorang sarjana. Pembelajaran sepanjang hayat menjadi esensial bagi masyarakat marginal. Belajar sepanjang hayat atau life long learning yang gencar dikampanyekan oleh Organisasi Pendidikan. Kita dituntut rendah hati untuk belajar pada semua orang. Ia menciptakan lagu. Inisiatif mesti datang dari masyarakat sendiri." kata Nani Zulminarni. bermusik. merupakan orang-orang yang kemampuan belajarnya lamban dan kemampuan intelektualnya lebih rendah dari ratarata. pemuka agama. atau suku-suku asli. tidak tamat SD. "Belajar merupakan sebuah proses yang berlangsung terus-menerus dan bersifat universal. Belajar adalah kemerdekaan. yang mengharuskan para pemeluk untuk mempelajarinya terus-menerus sepanjang hayat. suku-suku terasing. (wis) 11 . Yogyakarta. Belajar merupakan jendela yang memungkinkan seseorang belajar dari masalah-masalah yang pernah dihadapinya sehingga siap menghadapi masalah-masalah baru yang datang. Dodo belajar bersama dengan kalangan pengamen dan anak jalanan yang terhimpun dalam komunitas Taabah di Yogyakarta. Ketua Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Jakarta. mereka belajar melalui pengalaman atau melalui cerita turun-temurun. "Saat pendidikan makin mahal. Agama-agama mendasarkan ajarannya pada kitab suci. Tidak salah bila dikatakan bahwa learning is freedom. Kita belajar tidak hanya pada seorang guru. apalagi pendidikan informal." kata Dodo. "Pembelajaran dalam masyarakat tidak perlu menghadirkan orang-orang yang ahli dalam bidang lingkungan. dan memberikan inspirasi pada masyarakat miskin untuk bergerak. yang dituangkan dalam syair lagu dan kegiatan nyata komunitas pengamen jalanan Taabah di Keparakan Kidul.kemiskinan yang mengimpit secara turun-menurun." kata Admiral Ramdes. jender. yang pada umumnya tidak memiliki akses dan gagal dijangkau oleh pendidikan formal yang wajib diselenggarakan oleh pemerintah. gerakan pembelajaran di kelompok-kelompok akar rumput berkembang dengan pendekatan yang kreatif. Ironinya pendidikan nonformal. Dodo Albasya. Liberalisasi dan komersialisasi pendidikan semakin menyisihkan kelompok-kelompok marginal dari peluang mendapatkan pendidikan dasar yang bermutu. Kami punya keyakinan bahwa kekuatan ada pada komunitas itu sendiri. ataupun seorang aktivis politik.

swasta dan kelompok/organisasi peduli. pemerintah pusat. organisasi masyarakat sipil. swasta maupun konsultan. K ebutuhan . proses pembelajaran merupakan tanggung jawab semua pelaku : masyarakat. pemerintah. Dengan orientasi pembelajaran seperti itu. PNPM Mandiri Perkotaan merupakan proses pembelajaran masyarakat dan pemerintah untuk memulihkan dan melembagakan kembali kapital sosial (social capital) yang telah ada. baik di tingkat masyarakat. yakni nilai-nilai dan prinsip-prinsip universal sebagai landasan kokoh untuk membangun tatanan masyarakat madani (good governance) yang mampu mandiri dan berkelanjutan menangani kegiatan penanggulangan kemiskinan serta pembangunan lingkungan perumahan permukiman di wilayahnya secara terpadu. KOMUNITAS BELAJAR M asalah. pemerintah daerah. Untuk memastikan bahwa komitmen pembelajaran ini tercapai secara terencana – daripada sekedar mempercayai bahwa pembelajaran akan terjadi dengan sendirinya – PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan proses pembelajaran yang tak terlepas dari berbagai aktivitas program melalui pengembangan komunitas-komunitas belajar: Komunitas Belajar Kelurahan/Desa (KBK atau KBD). setiap komunitas belajar akan terdiri dari 2 aktivitas utama sebagai berikut. Komunitas Belajar Nasional (KBN) dan Komunitas Belajar Internal Konsultan (KBIK). Belajar Mandiri Pengembangan Komunikasi Informasi Komunitas • Open Menu (sesuai kebutuhan komunitas) • Horizontal & Vertikal • Produksi pengetahuan Komunitas belajar dirancang untuk menjawab persoalan kesenjangan informasi dan pengetahuan. Karena itu. 12 . dan Potensi K om unitas H ubungan Sosial B erbagai M edia K elom pok Sosial Pelatihan.KOMUNITAS BELAJAR : MEMBANGUN KULTUR PEMBELAJARAN YANG TERORGANISASI UNTUK MENGURANGI KESENJANGAN INFORMASI DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MISKIN Hakikatnya. Komunitas Belajar Perkotaan (KBP). ataupun konsultan pengelola program. Coaching.

c. Pengembangan KomunikasiInformasi Komunitas. Sebagai supporting bagi pengembangan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah.Pelatihan/Coaching/Belajar Mandiri. di dalam keseluruhan proses komunikasi pembangunan (komunikasi partisipatoris) baik yang sifatnya horizontal (warga ke warga. terutama masyarakat miskin. informasi komunitas Komunikasi yang hendak dikembangkan adalah berbagi N KA pengetahuan dan pengalaman dalam IK !!! NA PAH U menganalisis masalah kemiskinan. saluran/media. Sebagaimana dinyatakan di atas.Media pembangunan kepada masyarakat agar sasaran Pengembangan komunikasi program ini memperoleh legitimasi. Setiap komunitas menyusun sendiri rancangan strategi komunikasi-informasi komunitasnya. metode. Meningkatkan keterampilan para pelaku PNPM Mandiri Perkotaan. d. indikator pencapaian tujuan komunikasi. keterampilan dan mampu menumbuhkan sikap dan motivasi para pelaku untuk menuju kemandirian masyarakat. b. mulai dari menyusun kelompok sasaran komunikasi. PNPM Mandiri Perkotaan mengembangan berbagai pelatihan dan coaching untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif. swasta ke swasta) maupun vertikal (warga ke pemerintah. masalah/kebutuhan tujuan pengembangan komunikasikomunikasi-informasi informasi komunitas tidak semata-mata menginformasikan atau mempromosikan gagasan kelompok Metode . Proses aksi-refleksi-aksi. selalu digunakan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pelaku PNPM Mandiri Perkotaan terhadap program untuk mencapai standard kompetensi dasar yang ditetapkan. PNPM Mandiri Perkotaan meyakini bahwa secara alamiah semua orang melakukan pengembangan kapasitas selama hidupnya. Secara programatik. mengidentifikasi penyelesaiannya dan melaksanakannya. pengembangan kapasitas yang didorong oleh PNPM Mandiri Perkotaan lebih ditujukan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dilakukan secara terencana sehingga efektif mencapai hasil yang diinginkan. PNPM Mandiri pesan tujuan Perkotaan meletakkan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan. serta menentukan model pendekatan komunikasi. Berangkat dari asumsi tersebut. dan alat komunikasi yang diharapkan secara tepat bisa membangun proses pembelajaran dan dialog. 13 . pemerintah ke pemerintah. kota ke nasional). baik tidak sadar atau terencana. Menciptakan para pelatih yang memiliki kapasitas untuk mentransfer pengetahuan. tujuan komunikasi. kelurahan ke kota. pelatihan/coaching yang dilakukan di PNPM Mandiri Perkotaan bertujuan untuk : a. perubahan pengetahuan-keterampilansikap-perilaku yang diharapkan. Menumbuhkan komitmen para pelaku PNPM Mandiri Perkotaan dalam penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat sesuai tugas dan fungsinya. teknik.

2003 14 . Panduan Metodologi Pendidikan Non-Formal untuk Fasilitator Lapang. SPPM.Tahapan Pembelajaran Masyarakat Sumber: Membangun Masyarakat Pembelajar.

Metode Pendidikan Orang Dewasa • Kerta Plano • Spidol. selotip kertas dan jepitan besar 15 .Modul 2 Topik: Metode Belajar KBK Peserta memahami dan menyadari: Pendidikan Orang Dewasa sebagai metode belajar dalam KBK Prinsip – prinsip pendidikan dan daur orang dewasa Beberapa metode dalam pendidikan orang dewasa Kegiatan 1: Diskusi Pendidikan Orang Dewasa Kegiatan 2: Diskusi Metode Belajar 3 Jpl ( 135 ’) Bahan Bacaan: 1. Pendiidkan Orang Dewasa 2.

Lakukan diskusi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta. daur belajar orang dewasa. Dan ternyata cara belajar orang dewasa itu berbeda dengan cara belajar anak-anak. Apa yang bisa dipetik dari cerita tersebut. ajak peserta untuk membaca bersama). pengamatan dan pengalaman orang lain. petani atau karyawan – pada pokoknya peserta belajar kita adalah orang dewasa. persilahkan siapa saja yang mau mengungkapkan hasil diskusinya. 2) Bagikan gambar/komik “Tuan Guru dan Tukang Perahu“. Dalam kasus komik tadi guru mengambil kesimpulan dari kegiatan belajar formal yang cenderung teoritik sedangkan tukang perahu belajar dari pengalaman/kenyataan yang dialami. ada yang belajar melalui pengalaman.Diskusi Pendidikan Orang Dewasa 1) Ajukan pertanyaan kepada peserta: ”Siapa yang akan menjadi peserta belajar?” Siapapun yang disebutkan oleh peserta – entah ibu-ibu atau bapak-bapak. 5) Jelaskan tentang prinsip-prinsip orang dewasa. Bagaimana cara sang guru dan tukang perahu mengambil keputusan dari kesimpulankesimpulan yang diambil. Bagaimana cara sang guru dan tukang perahu menyimpulkan pengalaman masing-masing. Apa tanggapan anda tentang kedua tokoh tersebut. Sampaikan bahwa selanjutnya kita akan berdiskusi metode-metode yang biasa digunakan dalam proses belajar orang dewasa. Di sessi ini kita akan mempelajari karakteristik cara belajar orang dewasa. (Apabila ada keluangan waktu. Biarkan peserta membacanya sebentar. 4) Setelah selesai diskusi berpasangan. 6) 7) 16 . Simpulkan hasil diskusi. semua orang dewasa belajar dengan cara yang berbeda–beda. perbedaan andragogi dan pedagogi serta perbedaan guru (sikap menggurui) dan fasilitator (sikap fasilitasi). Ajukan pertanyaan kepada peserta : Apakah cerita ini mungkin terjadi. 3) Minta peserta untuk diskusi berpasangan dengan teman sebelahnya (tak lebih dari 10 menit). Gunakan Bahan Bacaan – Pendidikan Orang Dewasa. Dari komik tersebut diskusikan berdua: Bagaimana proses sang guru dan tukang perahu memperoleh ilmu. laki-laki atau perempuan.

andragogi atau pendekatan pendidikan ‘orang dewasa’ merupakan pendekatan yang menempatkan peserta belajar sebagai orang dewasa. Sebaliknya. sesungguhnya tidak semata perbedaan ‘obyek’nya. murid dievaluasi dan seterusnya. Setelah selesai. Perbedaan antara kedua pendidikan tersebut. Murid sepenuhnya menjadi obyek suatu proses belajar seperti misalnya : guru menggurui. Buka kesempatan peserta bertanya. dan bukan menggurui. menganalisis dan menyimpulkan serta mampu mengambil manfaat pendidikan. guru memilihkan apa yang harus dipelajari. Sampaikan setelah ini kita akan berdiskusi merancang aktivitas-aktivitas KBK. menambahkan atau memperkuat hasil diskusi kelompok. guru mengevaluasi. Fungsi guru adalah sebagai ‘fasilitator’. Kegiatan belajar mengajar model ini menempatkan guru sebagai inti terpenting.Model pendekatan pendidikan menurut Knowles dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk pendekatan yang kontradiktif yakni antara pedagogi dan andragogi. murid tunduk pada pilihan tersebut. persilahkan juru bicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya. memikirkan cara terbaik untuk belajar. Oleh karena itu relasi antara guru – murid bersifat ‘multi arah ’. Diskusi Metode Belajar 1) Sampaikan kepada peserta. Murid sebagai orang dewasa diasumsikan memiliki kemampuan aktif untuk merencanakan arah. sekarang ini kita akan mendiskusikan beberapa metode belajar orang dewasa yang akan sering kita gunakan dalam berbagai diskusi KBK. 3) 4) 5) 17 . Perkuat pemahaman peserta dengan menjelaskan kembali metode-metode yang biasa digunakan dalam pendidikan orang dewasa. Tutup diskusi. memilih bahan dan materi yang dianggap bermanfaat. Pedagogi sebagai ‘seni mendidik anak’ merupakan proses pendidikan yang ‘menempatkan obyek pendidikannya sebagai ‘anak – anak’ walaupun secara biologis mereka sudah termasuk ‘dewasa’. Konsekuensi logis dari pendekatan ini adalah menempatkan peserta didik sebagai ‘murid’ yang pasif. sementara murid menjadi bagian pinggiran. 2) Bagi peserta dalam kelompok-kelompok kecil sesuai jumlah metode. Di balik pengertian ini Knowles ingin menempatkan ‘murid’ sebagai subyek dari sistem pendidikan. Diskusikan dalam kelompok pertanyaan berikut. Kapan sebaiknya metode tersebut digunakan? Langkah-langkah umum penggunaan metode. Kita nanti akan mulai dengan mengidentifikasi kebutuhan belajar masyarakat. murid digurui. Tuliskan hasil diskusi di kertas plano.

18 . Fasilitator mampu menjalankan metode tersebut. Kombinasi antar metode akan membuat proses belajar semakin menarik dan tidak membosankan.t Murah. Besarnya kelompok yang difasilitasi. Ketersediaan waktu . artinya tidak terlalu memakan alat bantu yang banyak.Pemilihan metode harus berdasarkan beberapa pertimbangan : Kesesuaian dengan tujuan yang ingin dicapai. Warga belajar mampu melibatkan diri dalam metode tersebu.

19 .

Fasilitator mendorong peserta untuk ’memanggil kembali’ ingatannya atas pengalaman 1 20 . memberinya pengetahuan baru. pengetahuan. masalahnya lebih dari sekedar mengajarkan suatu pengetahuan baru kepada orang dewasa. pria maupun wanita.PENDIDIKAN ORANG DEWASA (POD) Berbicara mengenai Pendidikan Orang Dewasa. proses belajar bagi orang dewasa adalah suatu proses belajar dari pengalaman. Akibat atau hasil dari belajarnya orang dewasa nampak pada perubahan perilakunya. keterampilan yang dimilikinya serta dalam hal tertentu oleh sarana yang mendukungnya. Perubahan perilaku seseorang akan terjadi jika isi dan cara pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan yang dirasakannya. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh sikap. melatihkan keterampilan baru dan dalam hal tertentu penyediaan sarana baru. Bagaimana Proses Belajar Bagi Orang Dewasa ? Pendidikan orang dewasa meliputi segala bentuk pengalaman belajar yang dibutuhkan oleh orang dewasa. sesuai dengan bidang perhatian dan kemampuannya. pengetahuan dan konsep–konsep mereka selama ini. Maka proses belajar manusia dewasa ke arah perubahan perilaku hendaknya digerakkan melalui usaha perubahan sikap baru. karena orang dewasa telah memiliki sikap dan pengetahuan sehingga informasi baru akan mereka bandingkan dengan pengalaman. Lakukan Refleksi/ Analisis 2 3 1 Mulai dari Pengalaman Peserta Tarik Kesimpulan 4 Terapkan dalam Kehidupan Peserta Mulai dari Pengalaman Peserta. Pada prinsipnya.

ada yang dari pengamatan. Orang dewasa mempunyai konsep diri Orang dewas menganggap dirinya mampu untuk membuat keputusan dan mampu menghadapi segala risiko atas keputusannya.. yang akan sangat tergantung dari karakteristik orang bersangkutan. • Hubungan dengan lingkungan di sekitarnya. Prinsip – Prinsip Belajar Orang Dewasa ? Orang dewasa sesungguhnya tidaklah seperti gelas kosong yang dengan mudah dapat kita tuangi sesuatu ke dalamnya. Untuk itulah. Sumber belajar berfungsi sebagai pembimbing. sistem. Orang Dewasa Mempunyai Kesiapan Belajar Masa kesiapan belajar orang dewasa berubah sejalan dengan usia dan peran sosial yang mereka tampilkan. serta mengatur hidupnya agar mandiri. perilaku. Diskusi didorong untuk menjawab ”tapi. menolak dan merasa tersinggung apabila diperlakukan seperti anak – anak. Hasil pembelajaran baru ini menjadi bekal untuk melakukan tindakan-tindakan yang lebih baik.” Tarik Kesimpulan Fasilitator mengajak peserta merumuskan makna kenyataan tersebut sebagai suatu pelajaran baru yang lebih utuh. Adapun pengalaman orang dewasa diperoleh dari : • Peristiwa yang dialami pada masa lalu dan masa kini. Seorang dewasa menuntut dihargai terutama dalam hal pengambilan keputusan yang menyangkut diri dan kehidupannya. bila melalui ke empat tahap tersebut. yaitu : 1. Fasilitator menggali kesan peserta atas kenyataan tersebut. 4. mengapa. Terapkan dalam Kehidupan Peserta Peserta menyadari dan memahami pelajaran yang telah dipetik dari pengalaman dahulu.. setiap orang berbeda kemampuannya dalam melalui proses belajar. dsb. Ada yang belajar dari pengalaman nyata. Sikap yang terkesan menggurui cenderung ditanggapi negatif. Orang Dewasa Berpandangan Untuk Segera Menerapkan Hasil Belajarnya 21 . dan sebagainya. 3. kebijakan. Sehingga mereka perlu dilibatkan secara penuh dalam menentukan kebutuhan belajar dan merancang belajar secara partisipatif. Orang Dewasa Kaya Akan Pengalaman Makin lanjut usia seseorang. Mereka akan menolak situasi belajar yang kondisinya bertentangan dengan konsep dirinya sebagai individu yang mandiri. Harga diri sangat penting bagi orang dewasa. Namun. urutan program belajar berdasarkan tahapan yang relevan dengan peran mereka menjadi penting untuk diutamakan. Orang dewasa akan bisa belajar secara efektif.yang sudah lampau dan menyampaikan ”apa yang sudah terjadi”. Mereka cenderung menghindar. Yang jelas proses belajar adalah pengalaman individual. 2 3 4 Lakukan Refleksi/Analisis Fasilitator mendorong peserta untuk mengkaji hubungan sebab akibat dan keterkaitan berbagai hal dengan kenyataan tersebut seperti aturan. • Pengalaman dengan dirinya sendiri pada masa kini dan masa lampau. Beberapa prinsip Pendidikan Orang Dewasa yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam penyelenggaraan program. 2. fasilitator serta narasumber. makin banyak pengalaman yang ia miliki.

Apabila orang dewasa tidak menampilkan kemampuan belajar yang sebenarnya. Orang Dewasa Itu Dapat Belajar Sesungguhnya orang dewasa dapat melakukan kegiatan belajar.Orang dewasa senantiasa berorientasi pada kenyataan. 22 . Untuk itu. penglihatan. atau tenaga sehingga mempengaruhi kecepatan belajarnya. Proses belajar akan terpusatkan pada pengalaman sendiri melalui interaksi dirinya dengan lingkungannya. emosi serta fisik. kemungkinan hal ini disebabkan oleh adanya perubahan faktor fisiologis seperti menurunnya pendengaran. Dengan demikian seni pembelajaran orang dewasa merupakan upaya mengelola lingkungan dan proses belajar itu sendiri. digunakan metode dan teknik dimana warga belajar terlibat secara intensif dalam mendiagnosa kebutuhan belajar serta menilai proses belajar. Orang dewasa tidak suka diperintah untuk melakukan sesuatu. Ia merasa adanya kebutuhan untuk belajar dan melihat tujuan pribadinya yang akan tercapai melalui belajar. 6. kegiatan belajar bagi orang dewasa sebaiknya diarahkan pada kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. kecuali jika mereka diberi kesempatan untuk bertanya ‘mengapa?’ dan mengambil keputusannya sendiri. 5. Fasilitator perlu mendorong dan membantu warga belajar untuk belajar sesuai dengan langkah yang mereka inginkan dan terapkan sendiri. Belajar Merupakan Proses yang Terjadi Pada Diri Orang Dewasa Setiap warga belajar akan mengontrol langsung proses belajarnya. Oleh karena itu. termasuk potensi intelektual.

antara lain : • Kesesuaian dengan tujuan yang ingin dicapai • Fasilitator mampu menjalankan metode tersebut • Warga belajar mampu melibatkan diri dalam metode tersebut • Murah. Metode Wawancara/Tanya jawab Curah pendapat Ceramah Diskusi kelompok Diskusi kelompok terfokus Penugasan/praktek Permainan Bermain peran Analisis situasional Kunjungan silang Simulasi Ranah belajar Pengetahuan Sikap Keterampilan Bagaimana Memilih Metode dan Alat Bantu ? Suatu metode dipilih biasanya didasarkan atas beberapa pertimbangan. Untuk dapat memilih metode yang tepat fasilitator perlu mengetahui karakteristik dan ranah belajar dari setiap metode. memiliki karakter dasar yang cenderung merangsang partisipasi. 23 . Tetapi memilih metode dan media tersebut belum tentu menjamin proses fasilitasi berlangsung secara partisipatif. Panduan Metodologi Pendidikan Non Formal. UNESCO APPEAL – SPPM) Fasilitator perlu memiliki metode yang memungkinkan warga belajar mengalami 4 tahap proses daur belajar dari pengalaman . artinya tidak terlalu memakan alat Bantu yang banyak • Besarnya kelompok yang difasilitasi • Ketersediaan waktu Metode – metode tersebut tidak boleh berdiri sendiri. Kita bisa memodifikasi atau mengembangkan metode – metode yang ada di dalam tulisan ini disesuaikan dengan masalah atau kebutuhan yang kita hadapi di lapangan.Metode Pembelajaran (Membangun Masyarakat Pembelajar. dan mempraktekan metode tersebut dalam sebuah proses belajar yang menyenangkan. Metode – metode yang disebut di atas. Yang paling penting adalah fasilitatornya sendiri. Kombinasi antar metode akan membuat proses belajar semakin menarik dan tidak membosankan.

Penggunaan Metode dalam Proses Pembelajaran Bersama Masyarakat Metode Brainstorming (Curah Pendapat) Metode asah otak adalah suatu cara yang cocok untuk menghasilkan ide-ide baru. lalu tentukan tingkat prioritasnya • Diskusikan dan garis bawahi ide – ide yang telah disetujui bersama Metode Ceramah Metode ini biasa kita lakukan untuk menyampaikan suatu pesan atau materi secara lisan. dengan maupun tanpa menggunakan alat Bantu/media. • Kelompokkan ide – ide tersebut. • Tahap kedua adalah mengevaluasi ide – ide yang dihasilkan selama tahap pertama. lalu memberikan tanda pada setiap kelompok dalam sebuah prioritas ( ada kelompok ide dengan prioritas paling penting. Kemudian. Warga dilarang berkomentar selama tahap ini. warga belajar diminta mengelompokan ide – ide yang sama. Biasanya penggunaan metode ini harus dibarengi dengan penggunaan metode lainnya. atau kegiatan – kegiatan lain yang membutuhkan munculnya gagasan-gagasan baru. • Tunjuklah seseorang untuk menulis ide – ide tersebut di papan tulis • Hentikan kegiatan brainstorming pada beberapa titik permasalahan dan mintalah warga belajar untuk menjelaskan setiap ide tersebut. Metode ini umumnya kita gunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan pemecahan masalah tertentu. Ada dua tahap pengorganisasian dan peraturan dari kegiatan asah otak : • Tahap pertama adalah untuk menghasilkan sebanyak mungkin ide-ide tersebut bisa ditulis di atas lembaran kertas dan memperkenalkannya di atas papan atau menuliskannya secara langsung dalam sebuah bagan – bagan. kedua terpenting. • Mintalah warga belajar untuk memberi tanggapan atau mendebat ide – ide yang dilontarkan tersebut. 24 . dan seterusnya) Langkah Umum Penggunaan Metode • Identifikasi dan tulis masalah – masalah yang dihadapi oleh warga belajar di papan tulis atau lembaran kertas • Mintalah warga belajar untuk memikirkan masalah – masalah tersebut selama beberapa menit • Mintalah ide – ide/gagasan seketika warga belajar (tanpa perlu dipikirkan terlebih dahulu) terhadap pemecahan masalah tersebut. Asah otak memungkinkan warga belajar saling bekerjasama mengumpulkan ide-ide untuk memecahkan masalah mereka.

jaga proses agar tetap mengarah pada persoalan yang sedang dipertanyakan. tidak melebar ke mana – mana • Simpulkan jawaban-jawaban tersebut. jelas dan tepat. jika perlu kita bisa memberikan masukkan. Biasanya metode ini digunakan setelah kita menyampaikan materi ( seperti ceramah. simpulkan materinya Bagikan bahan serahan kepada seluruh warga belajar Metode Tanya Jawab Metode ini kita terapkan untuk melakukan pendalaman materi. Biasanya. Sesuai dengan prinsip. atau memberikan kesemoatan kepada warga belajar lain untuk memberikan jawaban. persilakan warga belajar untuk mengajuka pertanyaan Setelah Tanya jawab/diskusi selesai. tidak melebar kemana – mana • Simpulkan jawaban – jawaban tersebut. materi ini akan menjadi bahan serahan untuk warga belajar. Tulislah beberapa pokok pikiran penting dari bahan serahan di atas lembar kertas Pelaksanaan • • • • Sampaikan pokok bahasan materi secara berurutan di hadapan warga belajar Setelah semua materi selesai disampaikan. belajar berkomunikasi secara ringkas. jaga proses agar tetap mengarah pada persoalan yang sedang dipertanyakan. Jika proses diawali dengan pertanyaan dari fasilitator : • Persiapkan beberapa pertanyaan kunci untuk memperdalam pemahaman materi yang akan disampaikan • Ajukan pertanyaan kunci tersebut dan minta warga belajar untuk menanggapinya • Pada saat Tanya jawab berlangsung. demonstrasi.Langkah Umum Penggunaan Metode Persiapan • • Susun materi yang akan kita sampaikan dengan sistematika yang berurutan. 25 . jika perlu kita bisa memberikan masukan. atau pada tengah – tenagh sesi. bahwa orang dewasa adalah orang yang telah memiliki berbagai pengalaman. tidak melukai atau mempermalukan satu sama lain. Kita bisa memberikan kesempatan kepada warga belajar yang bersangkutan untuk menggali pengalamannya sendiri. menghormati ide – ide orang lain. • Pada saat Tanya jawab berlangsung. Metode Diskusi Kelompok dan Pleno Metode ini bermanfaat agar warga belajar dapat : saling mendengarkan pandangan orang lain. Langkah umum penggunaan metode Jika proses diawali dengan pertanyaan dari warga belajar : • Persilakan warga belajar untuk bertanya tentang topik yang disampaikan • Ketika sebuah pertanyaan diajukan. atau penugasan ). persilakan warga belajar yang lain untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut berdasarkan pengalaman mereka. proses Tanya jawab tidak berari pertanyaan dari warga belajar harus kita jawab.

bagi warga belajar dalam kelompokkelompok kecil. jangan lebih dari 10 menit. persilakan warga belajar untuk mengajukan pertanyaan atau penjelasan terhadap hasil kelompok yang sudah disampaikan sebelumnya Setelah semua hasil kerja kelompok dibahas. agar semua orang bisa terlibat aktif dalam proses diskusi. Diskusi Pleno Metode ini umumnya dipergunakan setelah selesai melakukan diskusi kelompok • • • • • Minta setiap kelompok memilih satu orang untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran hasil diskusi kelompoknya. Oleh karena itu. Metode ini lebih bertujuan untuk membawa warga belajar ke dunia nyata dalam mempraktekan pengetahuan yang diperoleh. 26 . Setiap orang harus punya kesempatan untuk berbicara dan membagi idenya. Simpulkan hasil diskusi pleno. Langkah umum metode ini adalah sebagai berikut : • Agar proses diskusi dapat berlangsung lancr. atau minta salah seorang warga belajar untuk menyimpulkannya sendiri Metode Penugasan/Praktek Metode penugasan adalah cara belajar dengan jalan menugaskan kepada warga belajar untuk melakukan sesuatu. lalu lanjutkan pembahasan dalam diskusi pleno. ajak warga belajar menyimpulkan hasilhasil diskusi. dengan cara membandingkan hasil setiap kelompok dan menarik benag merah dari hasil diskusi. Setalah seluruh kelompok selesai menyampaikan hasil diskuisnya. metode ini akan sangat mempengaruhi wilayah keterampilan warga belajar. Jadi. tetapi harus lebih banyak mendengarkan dan memandu proses diksusi di antara warga belajar. misalnya lebih dari 10 orang. • Sepakati waktu yang dibutuhkan untuk diskusi kelompok • Minta setiap kelompok untuk menuliskan hasil kerja mereka • Doronglah setiap anggota kelompok menyampaikan pendapat mereka. Sepakati lamanya waktu bagi setiap kelompok dalam menyampaikan hasil kelompoknya. bahwa pembahasan hasil diskusi akan dilakukan setelah presentasi.Metode ini biasa digunakan dalam berbagai kegiatan. • Kumpulkan hasil kerja dari setiap kelompok. Tugas yang diberikan harus khusus atau jelas obyek dan waktunya. sepakati dahulu aturan main • Bagilah warga belajar ke dalam kelompok-kelompok kecil • Tuliskan topik yang akan didiskusikan dalam kelompok • Mintalah kepada setiap kelompok untuk memilih fasilitator yang akan memimpin diskusi dalam kelompok. Pada saat menerapkan metode ini. kita atau orang yang berperan sebagai pemimpin diskusi tidak boleh berbicara terlalu panjang. Ingatkan warga belajar. Langkah Umum penggunaan metode Diskusi Kelompok Metode ini digunakan kalau jumlah warga belajar cukup banyak.

kerjasama. isu gender. baik yang positif maupun negatif. (3) kecenderungan perilaku atau sikap tertentu dari warga belajar ayng berkembang dalam proses belajar. dan lain-lain) • Jelaskan kepada warga belajar tentang tugas yang akan dilakukan • Persilakan warga belajar untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas tersebut Buat kesepakatan tentang lamanya waktu penugasan tersbut (kapan mulai dan kapan selesai) dan bentuk laporannya serta cara mempresentasikannya Metode Permainan Metode ini digunakan dalam kegiatan belajar. wawasan. luwes atau akrab. Dengan bermain peran dalam situasi tertentu. yaitu (1) latar belakang budaya atau kebiasaan. komunikasi. Menumbuhkan sikap dan pandangan pribadi. Metode Bermain Peran Selain digunakan dalam kegiatan belajar . Tema – tema permainan bisa berhubungan dengan kepemimpinan. metode ini terbukti sangat efektif untuk melibatkan warga belajar. koordinasi. 27 . Metode permainan dapat dilakukan dengan bermacam cara. Untuk bermain peran ini. pemantauan. dan sebagainya yang relevan dengan materi belajar. riang. gairah. pekerjaan dan status sosial warga belajar. tidak perlu latihan terlebih dahulu. Untuk mencapai tujuan /manfaat tersebut perlu dipertimbangkan karakteristik warga belajar. Yang penting diberikan adalah gambaran tentang situasi apa yang mereka perankan. cerita. dan introspeksi Mengantarkan atau memulai pokok bahasan dengan suasana aktif. dan megubah warga belajar yang pasif dan jenuh menjadi lebih aktif dan semangat. metode bermain peran dapat juga dipakai untuk menilai proses dan hasil belajar. metode permainan bertujuan untuk : • • • Mengubah suasana belajar yang kaku atau tegang menjadi lebih santai dan nyaman. Dalam proses belajar. Dari pengalaman. tidak perlu ada naskah atau kata-kata kunci yang harus diucapkan warga belajar. agama. dalam hal penalaran. evaluasi. pemecahan masalah. (2) Pengalaman. gambar atau permainan lainnya. Metode ini juga dapat dijadikan sebagai alat untuk memotivasi dalam memecahkan masalah melalui diskusi. membuat warga belajar merasa nyaman dan segar mengikuti kegiatan.Langkah umum penggunaan metode • Persiapkan pedoman tugas yang akan diberikan ( bisa berupa topik yang berhubungan dengan materi. teknik fasilitasi. sikap. seperti nyanyian. Biasanya bermain peran menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi warga belajar. perbaikan sikap. pendidikan. atau wawasan warga belajar pada umumnya. warga belajar dapat mengungkapkan gagasan mereka dan memperdalam pemahaman warga belajar terhadap apa yang dipelajari.

• Setiap kelompok bermain selama 5 menit. Minta mereka untuk mendiskusikan situasi yang menggambarkan : kelompok 1 tentang menjalin hubungan yang baik antar pribadi. kita sebagai fasilitator dapat menggunakan hasil pengamatan. juga umpan balik dari kelompok dan setiap warga belajar sebagai upaya penilaian. kelompok 2 tentang merusak hubungan antar pribadi. tanyakan pada kelompok 2 hal – hal apa saja yang dapat menjalin hubungan baik itu • Kemudian setelah kelompok 2 tampil. radio. diawali dengan kelompok 1 yang dilanjutkan oleh kelompok 2 • Setelah selesai. dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan seperti berikut : • • • • • Bagaimana Bagaimana Bagaimana Bagaimana Bagaimana warga belajar memahami perannya dengan jelas ? warga belajar mengungkapkan gagasannya dengan jelas ? keaktifan warga belajar ? warga belajar bertutur dan menggunakan bahasa tubuh dengan baik ? warga belajar dapat membaca dan menggunakan naskah tertulis ? Langkah umum penggunaan metode Jika metode ini diterapkan untuk menilai hasil belajar. Situasi seperti ini dapat diperoleh melalui TV. minta seluruh warga belajar untuk memberi komentar • Setelah kelompok 1 tampil. Sehingga warga belajar dapat mendemonstrasikan keterampilan dan pengetahuan yang dimilki. tanyakan hal-hal yang dapat merusak hubungan antar pribadi • Analisalah jawaban-jawabannya dan catat pengamatan anda • Catatlah pengamatan mengenai (1) apakah warga belajar memahami pentingnya membangun hubungan baik dengan orang lain ? (2) bagaimana caranya ? (3) apakah mereka dapat menyebutkan ciri-ciri hubungan baik? Metode Analisis Situasional Metode ini memungkinkan warga belajar mengidentifikasi atau membandingkan perbedaan – perbedaan berdasarkan keyakinan.Penilaian bermain peran. pengetahuan dan pengalaman masing-masing warga belajar. 28 . Oleh karena itu. misalnya untuk menilai kemampuan membangun hubungan sosial yang baik. maka langkah-langkah penerapannya adalah sebagai berikut : • Kelompokkan warga belajar menjadi 2 kelompok. atau cerita – cerita rakyat yang dikenal oleh warga belajar sehingga memberikan mereka kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya.

dan catat hasil pengamatan anda : (1) apakah warga belajar dapat menggunakan konsep keluarga secara jelas ? (2) apakah warga belajar dapat menyebutkan manfaat keluarga kecil. manfaat keluarga besar. kemudian minta warga belajar melaporkan kegiatan di depan kelas Analisislah jawaban-jawabannya.Langkah umum penggunaan metode Jika metode ini diterapkan untuk menilai hasil belajar. Warga belajar mengidentifikasi situasi yang sama dengan pengalaman mereka tentang pengaruh keluarga besar terhadap kebutuhan pokok utamanya kesehatan dan gizi Berikan waktu yang cukup untuk menganalisa. Metode ini bisa dijadikan semacam ujian terhadap warga belajar. Sehingga pokok pembahasan lebih ditekankan kepada sikap – sikap yang perlu dikembangkan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Hanya saja. kemudian minta untuk memberikan alasannya. Misalnya saja masalah banyaknya keluarga – keluarga yang memiliki lebih dari 5 anak ( keluarga besar ) Berikan gambaran situasi serta permasalahannya kepada setiap kelompok untuk menganalisa cerita tersebut. metode ini dapat digunakan untuk pendalaman materi yang telah disampaikan dengan cara lain (misalnya : ceramah. metode ini lebih banyak mempengarunahi ranah sikap dari warga belajar. Seperti metode tanya jawab dan penugasan. Metode Simulasi Metode simulasi adalah cara belajar melalui pengandaian atau pemisalan. 29 . Minta warga belajar membandingkan gagasan dari suatu keluarga berdasar pada situasi yang digambarkan dengan gagasan mereka tentang keluarga Warga belajar menganalisis situasi keluarga besar kemudian menuliskan keuntungan dan kerugiannya. untuk melihat sampai sejauh mana mereka mampu menerapkan materi yang telah diberikan. diskusi kelompok). maka langkah – langkah penerapannya adalah sebagai berikut : • • • • • • • • Kelompokkan warga belajar ke dalam kelompok – kelompok kecil Minta mereka membaca atau menggambarkan cerita tentang masalah sosial atau masalah lain yang melibatkan masyarakat.

ajak seluruh warga belajar untuk mendiskusikan pengalamannya. Setelah proses dianggap selesai. Bagi yang berperan sebagai fasilitator. memberikan pertanyaan maupun tanggapan selama proses berlangsung. berikan masukan tentang tips-tips atau cara – cara untuk menjadi fasilitator yang baik 30 . Berilah kesempatan kepada orang yang berperan sebagai fasilitator untuk mempersiapkan proses. Sedangkan warga belajar lainnya diminta untuk berperan sebagai warga belajar. sebagai bahan refleksi atas materi yang telah diberikan. Jika perlu.Langkah umum penggunaan metode • • • • • • • Minta salah seorang atau beberapa orang warg belajar untuk berperan sebagai fasilitator. Bagaimana kesannya mengenai simulasi tadi? Apakah kesulitan – kesulitan yang dihadapi dalam memfasilitasi proses tadi ? bagaimana caranya agar proses tersebut dapat diterapkan dengan lebih baik ? Bagi warga belajar : bagaimana kesan – kesannya terhadap proses yang dibawakan oleh fasilitator tadi? Mudah atau sulitkah bagi warga belajar untuk belajar dengan proses tersebut? Bagaimana cara untuk memperbaiki proses tadi? Garis bawahi gagasan – gagasan warga belajar. Minta fasilitaor untuk merancang proses seakan – akan berhadapan dengan warga belajar Warga belajar diminta untuk berekasi.

Modul 3 Topik: Identifikasi Kebutuhan Belajar Peserta memahami dan menyadari: Mengidentifikasi kebutuhan informasi/ pengetahuan belajar masyarakat Menseleksi dan membuat prioritas kebutuhan belajar masyarakat Kegiatan 1: Idenitfikasi kebutuhan pengetahuan masyarakat Kegiatan 2: Prioritas materi belajar 2 Jpl ( 90 ’) Bahan Bacaan: 1. Pendiidkan Orang Dewasa 2. Metode Pendidikan Orang Dewasa • Kerta Plano • Spidol. selotip kertas dan jepitan besar 31 .

Identifikasi Kebutuhan Pengetahuan Masyarakat 1) Sampaikan kepada peserta bahwa kita akan memasuki langkah pertama tahapan pembelajaran masyarakat yaitu mengidentifikasi kebutuhan belajar masyarakat. Gunakan matriks berikut untuk mendorong diskusi kelompok. (Sangat baik kalau peserta membawa hasil Pemetaan Swadaya) Isu Masalah Kemiskinan di Masyarakat Banyak anak terkena diare Kesehatan Banyak anak terkena infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) Kebutuhan Informasi / Pengetahuan Cara hidup bersih dan sehat Pertolongan pertama anak terkena diare. lingkungan. Perawatan anak terkena diare Mengenali gejalagejala ISPA Mengenali faktor penyebab berkembangnya ISPA Merawat anak penderita ISPA Kebutuhan Lain Gotong royong membersihkan lingkungan Pelayanan Puskesmas Pendidikan Ekonomi Lingkungan Sosial Politik 32 . Jelaskan pentingnya melakukan identifikasi kebutuhan belajar. kesehatan. 2) Bagi peserta dalam 5 kelompok. Materi yang dipelajari menyelesaikan masalah paling penting dalam hidup warga. pendidikan. Masing-masing kelompok akan mendiskusikan 1 isu yaitu ekonomi. Proses pembelajaran bersama masyarakat akan efektif bila: Materi yang dipelajari sesuai dengan minat dan kebutuhan hidup sehari-hari. dan sosial politik. Identifikasi kebutuhan belajar dilakukan untuk mengetahui masalah dan kebutuhan warga belajar sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan kemudian lebih efektif. Materi atau pengetahuan baru agar bisa langsung dipraktekkan masyarakat.

Setelah selesai diskusi di kelompok kecil. Komidi Putar―Jaga Warung. mengajukan pertanyaan-pertanyaan. penggerak KBK. sehingga kita bertanggung jawab mempersiapkan dan menjalankannya. Tugas dari penjaga warung adalah “menjelaskan hasil diskusi di kelompoknya. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi kecil. Masing-masing kelompok itu ditugaskan untuk mendiskusikan topik yang berbeda.3) 4) 5) 6) Setelah diskusi kelompok selesai. Setelah selesai. Disebut “komidi putar―jaga warung” karena para peserta dari satu kelompok diskusi akan mengunjungi kelompok diskusi lain dengan cara berputar (mirip komidi putar). Selanjutnya kita akan menyusun prioritas materi belajar. Lakukan diskusi “komidi putar―jaga warung” ini sampai masing-masing kelompok itu terkunjungi semua. dan sekigus juga mendiskusikannya. Penjaga W Pengunjung 33 . bawa hasil diskusi “komidi putar―jaga warung” ini untuk dibahas lebih lanjut dan sekaligus dikaji ulang di kelompok besar (pleno). Langkah-langkah untuk melakukan diskusi “komidi putar―jaga warung” ini adalah sebagai berikut : a. persilahkan juru bicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya serta tanggapan dari kelompok tamu. menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anggota kelompok lain yang berkunjung. dan sekaligus mendiskusikannya”. minta 2 anggota dari setiap kelompok untuk tetap tinggal di kelompoknya untuk jadi “penjaga warung”. sedangkan di kelompok yang dikunjunginya itu ada orang yang akan menerima kedatangan kelompok lain (seperti orang yang sedang jaga warung). Sepakati bersama seluruh peserta bahwa inilah daftar kebutuhan masyarakat kita akan informasi atau pengetahuan. Setelah selesai. Buka kesempatan peserta menambahkan atau memperkuat hasil diskusi kelompok. Daftar kebutuhan ini mengikat kita.” Tugas dari anggota yang berkomidi putar adalah “meminta penjelasan dari penjaga warung kelompok yang dikunjunginya. lakukan diskusi kelompok dengan teknik komedi putar untuk memperkaya hasil diskusi. sedangkan sisa anggota kelompok akan berputar mengunjungi kelompok-kelompok yang lainnya (“berkomidi putar”). c. b.

dibahas. setelah diskusi ini selesai. 2) Seberapa cepat proses belajar juga sangat ditentukan oleh frekuensi pertemuan KBK. 34 . hasil diskusi di setiap kelompok kecil akan memungkinkan untuk dipertukarkan satu sama lain. baik hasil diskusi kelompok kecil maupun diskusi “komidi putar―jaga warung”.Diskusi dengan cara “komidi putar―jaga warung” ini biasanya dipilih dan digunakan untuk membahas topik-topik yang relatif kompleks. dan ada sejumlah subtopik yang harus dibahas. dsb. Salah satu ukuran yang bisa dipakai misalnya. Ajak peserta untuk menyeleksi : mana materi belajar yang mendesak untuk dipelajari? Biarkan peserta menilai sendiri ukuran kemendesakan itu. serta diperdalam. Sampaikan selanjutnya kita akan menyusun rencana belajar. Kunci sukses pertama adalah lakukan pertemuan belajar sesegera mungkin dan persiapkan sebaik mungkin. selanjutnya terserah anda”. Pengalaman menunjukkan tidak mudah menggulirkan proses belajar secara rutin. Sepakati bersama peserta apakah kegiatan belajar akan dilakukan 1 minggu sekali. Prioritas Materi Belajar 1) Ajak peserta untuk kembali melihat daftar materi belajar. akan dikaji ulang dalam kelompok besar (pleno). kalau tidak segera dipelajari akan semakin menimbulkan atau memperparah kondisi masyarakat ’korban’. Pertemuan pertama akan sangat menentukan minat orang untuk mengikuti proses belajar berikutnya. Ingat bunyi iklan berikut ”kesan pertama begitu menggoda. 3) Tutup diskusi dengan menyampaikan kembali daftar prioritas kebutuhan belajar masyarakat. tetap dalam kelompok kecil (tidak dalam kelompok diskusi besar/pleno). meskipun pada akhirnya. Dengan menggunakan cara ini.

Modul 4 Topik: Perencanaan Proses Belajar Peserta mampu menyusun rencana belajar komunitas kelurahan Menyusun rencana belajar masyarakat 2 Jpl ( 90 ’) Bahan Bacaan: • Kerta Plano • Spidol. selotip kertas dan jepitan besar 35 .

Setelah selesai. persilahkan juru bicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya serta tanggapan dari kelompok tamu. Atau bisa juga disesuaikan dengan urutan prioritas hasil identifikasi kebutuhan belajar. Buka kesempatan peserta menambahkan atau memperkuat hasil diskusi kelompok. saat ini kita berdiskusi menyusun rencana belajar masyarakat tersebut. Selain itu pengaturan waktu perlu juga mempertimbangkan waktu belajar masyarakat yang kadang-kadang hanya 2 – 3 jam per pertemuan. setelah kita mengidentifikasi kebutuhan informasi dan pengetahuan masyarakat. memerlukan waktu lebih dari 1 kali pertemuan. 4) 5) 6) 7) Setelah diskusi kelompok selesai. lakukan diskusi kelompok dengan teknik komedi putar untuk memperkaya hasil diskusi. kesehatan. lingkungan. Seringkali. 2) Jelaskan bahwa kita akan kembali berdiskusi dalam kelompok. Tugas setiap kelompok adalah mendiskusikan dan menyusun rencana belajar. apalagi jika topik tersebut menyangkut masalah yang sulit atau tujuannya terfokus kepada perubahan sikap/perilaku warga belajar. 36 . Topik Belajar Tujuan Peserta Metode Media Narasumber Tempat Waktu 3) Satu topik belajar tidak selalu dapat dilakukan dalam 1 kali pertemuan. Sepakati bersama seluruh peserta bahwa inilah rencana belajar kita semua. Tempelkan di dinding kesepakatan hasil identifikasi kebutuhan belajar sehingga semua peserta bisa melihatnya. Sekali lagi kita bertanggung jawab mempersiapkan dan menjalankannya.Menyusun Rencana Belajar Masyarakat 1) Sampaikan kepada peserta. dan sosial politik). Pembagian kelompok dan anggotanya dapat saja sama seperti kelompok sessi sebelumnya (lima kelompok: ekonomi. Matriks berikut ini dapat dijadikan alat bantu. pendidikan.

Perkotaan DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful