Part I

Pemrogram SoundCard dan Aplikasinya dalam DSP

♦ ♦

Pendahuluan Sinyal Analog • • Sinyal Analog Sinusoidal Sinyal Analog Eksponensial

Sinyal Digital • • • Sinyal Digital Sinusoidal Sinyal Digital Eksponensial Unit Impulse dan Unit Step

♦ ♦

Sampling Analog to Digital Converter

1 merupakan bentuk sinyal yang sederhana dimana sinyal ini hanya mempunyai satu frekuensi tertentu. 5 1 0 . 2 . ini dapat digambarkan sebagai berikut : 2 1 . Pengertian sinyal itu sendiri banyak artinya sesuai dengan parameter atau acuan yang digunakan. 0 5 1 -. baik dari teman maupun tetangga bahkan orang tua kita. 1 5 2 0 2 4 6 8 1 0 1 2 1 4 1 6 Gambar 1. Sinyal secara umum dinyatakan dalam bentuk matematika sebagai fungsi dari satu atau lebih variable yang bebas.1 Pada gambar 1.Pemrograman SoundCard dan Aplikasinya dalam DSP ♦ Digital to Analog Converter Pendahuluan Kita sering mendengar kata sinyal. 5 0 -. sebagai contohnya y =2 Sin x Terlihat bahwa dari persamaan diatas terdiri dari dua variable bebas yaitu x dan y.

sedangkan bentuk dan persamaan matematis sering kita jumpai .Sistem Sinyal Digital Sinyal Analog Sinyal analog atau kalau dalam ilmu pengolahan sinyal ( signal processing ) sering disebut sebagai sinyal continous baik itu periodik maupun tidak periodik. Macam-macam dari sinyal analog itu banyak tetapi yang sering dipakai sinyal analog sinusoidal dan exponensial. secara umum persamaan sinusoidal dapat ditulis sebagai berikut : Y = A Sin (ωt + θ ) Dimana Y adalah amplitudo dari sinyal sinusoidal pada saat t A adalah amplitudo maksimum yang dicapai ω adalah frekeunsi fase θ adalah fase geser atau beda fase Untuk memudahkan dalam memahaminya. bahkan ketika kita masih duduk dikelas SMP. maka dapat dilihat gambar berikut 3 . Sinyal Analog Sinusoidal Sinyal analog sinusoidal sebenarnya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sinyal listrik AC yang ada dirumah kita. Ok –lah saya akan menulis ulang persamaan sinusoidal supaya ingat.

5 -2 0 100 200 300 400 500 600 700 800 sinyal sinusoidal Y= 2 Sin(x-90) 2 1.5 0 -0.5 -1 -1.5 -1 -1.5 0 -0.5 1 0.5 -2 0 100 200 300 400 500 600 700 800 sinyal sinusoidal Y= 2 Sin(x+90) 2 1.5 1 0.5 -2 0 100 200 300 400 500 600 700 800 4 .5 0 -0.Pemrograman SoundCard dan Aplikasinya dalam DSP sinyal sinusoidal Y= 2 Sin(x) 2 1.5 1 0.5 -1 -1.

5 1 -0.5 -0.2 -0.4 0.3 dimana bagian (a) harga C = 2 dan a = 1 dan pada bagian (b) harga C = 2 dan a = -1. Untuk lebih mudahnya dapat dilihat gambar 1.5 niali x 2 1.5 1 -0.1 0 nilai t 0.Sistem Sinyal Digital Gambar 1.5 3 2.3 0.4 -0.4 0.2 -0.5 (b) 3 2.5 -0.5 nilai x 2 1.2 0.3 -0.5 5 .1 0.4 -0.2 Sinyal Analog Eksponensial Secara umum bentuk dari sinyal analog sebagai berikut : x (t ) =C e at eksponential dimana C dan a sebenarnya adalah bilangan komplek.1 0.3 0.5 3.3 -0.1 0 nilai t 0. (a) 3.2 0.

4 merupakan bentuk sinyal digital dengan A=2 .. kita akan diajak bagaimana kita mengolah sinyal dalam bentuk digital. ω=1 dan θ =0.(Sampling itu apa sih ???.5 1 0.5 -1 -1.5 -2 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 6 . jangan kuatir nanti dijelaskan pada bagain selanjutnya. Dalam Digital Signal Processing.Pemrograman SoundCard dan Aplikasinya dalam DSP Gambar 1. Sinyal Digital Sinusoidal Rumusnya sih sama saja dengan sinyal analog yaitu : Y[n] = A Sin (ωn + θ ) Pada gambar 1. Biasanya sinyal digital dinotasikan sebagai x[n] atau y[n] dimana n merupakan bilangan bulat bukan pecahan yang juga merupakan tanda dari hasil sampling…. sinyal digital juga penting dalam ilmu Pengolahan sinyal karena dalam bentuk sinyal digital maka kita dapat mudah melakukan modifikasi baik untuk menghilangkan noise ataupun melakukan kompresi sinyal.5 0 -0. pokoknya relak saja deh ). 2 1.3 Sinyal Digital Seperti halnya sinyal analog.

5 Unit Impulse dan Unit Step Satu ini juga jangan sampai dilupakan karena baik unit impulse maupun unit step sama-sama penting dalam Signal Processing.Sistem Sinyal Digital Gambar 1. Unit impulse dapat didefinisikan sebagai berikut : 0.4 Sinyal Digital Eksponensial Rmus umum : x[ n] =C e an Pada gambar 1. δ [n] = 7 n≠ 0 .5 merupakan salah bentuk sinyal digital eksponensial dengan C=2 dan a=1. 300 250 200 150 100 50 0 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Gambar 1.

n=0 Sedangkan unit step dapat didefinisikan sebagi berikut : 0. S in y a l A n a lo g S in y a l D is k t r it S a m p lin g d e n g a n T s Gambar 1. u[n] = 1. dimana didalam proses tersebut terdapat suatu proses yang dikenal dengan sampling.Pemrograman SoundCard dan Aplikasinya dalam DSP 1. n ≥ 0 n<0 Sampling Pada bagian pengolahan sinyal digital atau yang dikenal dengan digital signal processing . terdapat proses pengubahan dari sinyal analog menjadi sinyal digital atau lebih dikenal dengan analog to digital converter. sehingga demikian sampling adalah proses pencuplikan atau pengambilan data / level amplitudo dari sinyal analog menjadi bentuk sinyal distrik yang masing-masing mempunyai level amplitudo yang berbeda-beda pada interval waktu yang teratur sesuai dengan waktu periode dari proses sampling tersebut.6 8 .

5 -1 0 0.5 0 -0.9 1 1 Level Amplitudo 0.9 1 Level Amplitudo 0 -5 -10 0 0.6 0.Sistem Sinyal Digital SINYAL INFORMASI 1 Level Amplitudo (a) 0.5 -1 0 5 x 10 0.8 0.5 0.5 0.1 -16 0.1 0.4 0.2 0.5 -1 0 5 10 15 20 25 Data Sampling Waktu (n) 30 35 SINYAL INFORMASI 1 Level Amplitudo (b) 0.3 0.5 0 -0.4 0.7 Mili detik SINYAL TERSAMPLING 0.6 0.5 0 -0.5 Data Sampling Waktu (n) 3 3.5 4 9 .5 1 1.2 0.5 2 2.8 0.7 Mili detik SINYAL TERSAMPLING 0.3 0.

5 3 D ata S am pling W ak tu (n) 3.8 0.9 1 -10 -20 0 0.2 0.Pemrograman SoundCard dan Aplikasinya dalam DSP S IN Y A L IN F O R M A S I 1 Level Amplitudo 0.7 M ili detik S IN Y A L TE R S A M P LIN G 0.7 .5(c) 0 -0.5 2 2. di bagian (a) sinyal informasinya berfrekuensi 2 KHz dan frekuensi samplingnya 32 KHz terlihat sinyal hasil proses sampling hampir mirip dengan sinyal aslinya.4 0.5 0.7 Pada gambar 1.3 0.5 4 Gambar 1.1 -1 6 0. Pada bagian (b) sinyal informasi mempunyai frekuensi yang sama dengan frekuensi sampling akibat sinyal hasil sampling lebih menjauh aslinya sehingga informasi yang terkandung didalamnya menjadi hilang sedangkan pada bagian (c) frekuensi sampling lebih kecil dari frekuensi yang dimiliki sinyal informasi sehingga sinyal hasil sampling lebih jelek lagi dari sebelumnya Teorema Nyquist Frekuensi Sampling minimal 2 kali frekuensi informasi 10 . kalian dapat melihat pengaruh dari pemberian frekeunsi sampling.6 0.5 1 1.5 -1 0 x 10 0 Level Amplitudo 0.

Sistem Sinyal Digital Jika frekuensi sampling kurang dari frekuensi siyal informasi maka akan terjadi distorsi akibat sinyal informasi yang saling berhimpitan. Kemudian untuk apa sih sinyal analog harus diubah dalam sinyal digital ???……………. S in y a l A n a lo g S a m p lin g K u a n t is a s i C o d in g S in y a l D ig it a l Gambar 1.8 Pada gambar 1.seperti kita ketahui kalau data berupa data digital maka kita dapat mudah melakukan modifikasi sebagai contoh kita dapat merekam lagu dari CD-ROM. Setelah sinyal analog disampling dengan frekuensi tertentu maka kita akan dapatkan 11 .8. kejadian ini sering disebut dengan aliasing sehingga informasi yang terkandung dalam sinyal tersebut akan hilang. Analog to Digital Converter Pada proses pengubahan dari sinyal analog menjadi sinyal digital atau sering disingkat dengan istilah ADC ( Analog to Digital Converter ) adalah merupakan sekumpulan proses yang masingmasing mempunyai fungsi kerja yang berbeda-beda seperti gambar 1.8 adalah diagram proses pengubahan dari sinyal analog menjadi sinyal digital. maka hasil rekaman dan aslinya akan mempunyai kualitas yang sama artinya dalam rekaman atau copy tidak terjadi noise serta proses copy-nya juga sangat mudah.

semakin banyak jumlah bit digital maka semakin presisi kita dalam melakukan proses pengubahan sinyal analog menjadi sinyal digital. t2 menjadi 11 dan t3 menjadi 01. Semakin banyak level bit yang digunakan maka makin teliti informasi yang didapatkan sehingga kita sering mendengar bahwa harga peralatan IC ADC dengan 16 level bit akan lebih mahal jika dibandingkan dengan IC ADC dengan 8 level bit. 12 . Jika kita bekerja dengan output 4 bit maka akan dihasilkan 16 level amplitude. Untuk pulsa t1 menjadi 10.9 Pada gambar 1. Sesudah itu dilakukan proses kuantisasi dimana pada proses ini pulsa-pulsa tegangan atau arus atau dengan kata lain dilakukan pemberian level amplitude dengan harga tertentu sesuai dengan jumlah bit digital output dari sistem ADC tersebut. Level amplitude 11 10 01 00 t1 t2 t3 Time Gambar 1.9 merupakan proses kuantisasi.7.Pemrograman SoundCard dan Aplikasinya dalam DSP pulsa-pulsa tegangan dengan interval waktu yang sama. kemudian dilakukan proses koding. pemberian level amplitude sesuai dengan 2 bit digital yang diinginkan. lihat gambar 1.

S in y a l D i g it a l C o d in g K u a n tis a s i S a m p lin g S in y a l A n a lo g Gambar 1.Sistem Sinyal Digital Digital to Analog Converter Pada bagian ini. Kalau diperhatikan terlihat adanya kesamaan dari proses ADC. Gambar 1.10 merupakan proses-proses yang terjadi dalam DAC.10 13 . Digital to Analog Converter (DAC) merupakan proses pengubahan sinyal digital berupa digit-digit pulsa menjadi sinyal analog. sebenarnya merupakan proses kebalikan dari proses ADC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful