LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA A.

Pengertian Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (doenges, 1999 : 569). Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (smeltzer, 2002 : 935). Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah, kualitas hemoglobin dan volume packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (price, 2006 : 256). Anemia merupakan keadaan berkurang nya kemampuan darah untuk membawa oksigen yang biasanya di sebabkan oleh penurunan jumlah sel darah merah yang beredar; keadaan ini tercermin dari konsentrasi hemogloblin dan hemtokrit yang rendah.(robbins dan cotran, 2008 : 361). Anemia adalah kadar ht, konsentrasi hb atau hitung eritrosit dibawah batas normal.(sarwono prawiroharjo, 2008 : 775). Anemia adalah istilah yang digunakan mendeskripsikan tidak adekuat nya kafasitas darah membawa oksigen anemia terjadi jika konsentrasi hemoglobin darah kurang dari 13,5 g/ dl pada pria atau 11,5 g/dl pada wanita ( rentang normal 13,5 – 18,0 g/dl pada pria dan 11,5 – 16,5 g/dl pada wanita). (chris broker, 2005 : 122). Anemia merupakan sekelompok gangguan yang di karakterisasi dengan penurunan hemoglobin atau sel darah merah (sdm) berakibat pada penurunan kapasitas pengangkutan oksigen dalam darah.(kusnandara, 2008 : 1). Anemia adalah kondisi di mana berkurang nya sel darah merah (ertrosit) dalam sirkulasi darah atau massa hemogloblin sehingga tidak mampu memenuhi fungsi nya sebagai pembawa oksigen keseluruh jaringan. ( Tartowo,2007 : 30 ).Menurut WHO (1992) anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin lebih rendah dari batas normal untuk kelompok orang yang bersangkutan. Definisi pasti anemia pada wanita dipersulit oleh adanya perbedaan normal konsentrasi hemoglobin antara wanita dan pria, antara wanita berkulit putih dan hitam, antara wanita yang hamil dan yang tidak, dan antara wanita hamil yang mendapat suplemen besi dan mereka yang tidak.

1

Klasifikasi Anemia A. Anemia karena penurunan produksi sel eritrosit • Anemia defisiensi besi Merupakan gejala kronis dengan keadaan hipokromik (konsentrasi hemoglobin kurang mikrositik yang di sebabkan oleh suplai besi yang kurang dalam tubuh. • SDM. • Anemia defisiensi vitamin B12 Merupakan gangguan auto imun karena tidak ada nya faktor intrinsik yang di produksi di sel parietal lambung sehingga terjadi gangguan absorsi vitamin B12. • Anemia defisiensi asam folat Kebutuhan folat sangat kecil, biasanya terjadi pada orang yang kurang makan sayuran dan buahan, gangguan pada pencernaan dan alkoholik dapat menyebabkan kebutuhan folat pada wanita hamil dan masa pertumbuhan janin. • Anemia Aplastik Terjadi akibat ketidak sanggupan sumsum tulang membentuk sel darah merah kegagalan tersebut di sebabkan oleh kerusakan primer sistem sel mengakibatkan anemia leokopenia dan trombositopenia B. Anemia karena kerusakan eritrosit • • Anemia hemolitik Anemia sel sabit Terjadi penikatan eritrosit sehingga usia nya lebih pendek. Adalah anemia hemolitik berat di tandai SDM kecil sabit dan pembesaran limfa akibat kerusakan melekul Hb. Dengan demikian anemia bukan merupakan suatu diagnosis atau penyakit, melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dan perubahan patotisiologis yang mendasar yang diuraikan melalui anemnesis yang seksama, pemeriksaan fisik dan informasi laboratorium. 2 Anemia megaloblastik Anemia yang di sebabkan oleh sistesis DNA yang mengakibat kan tidak sempurna nya

B.Etiologi Berkurangnya sel darah merah dapat di sebabkan oleh kekurangan kofaktor etropoesis seperti asam folat, vitamin B12 dan zat besi. Produksi sel darah merah juga dapat turun apabila sumsum tulang tertekan (oleh tumor atau obat) atau rangsangan yang tidak memadai karena kekuarangan etropoitin , seperti yang terjadi pada penyakit ginjal kronis peningkatan penghancuran sel darah merah dapat terjadi akibat aktivitas sistem endoterial yang berlebihan( misal nya hiperplenisme) atau akibat sumsum tulang yang menghasil kan sel darah merah yang abnormal. ( Arif mutaqin,2009 : 395). Anemia umumnya disebabkan oleh perdarahan kronik. Gizi yang buruk atau konsumsi bahan makanan yang miskin akan asam folat, besi, dan vitamin B12 cenderung menyebabkan seseorang menjadi kurang darah (anemia). Gangguan penyerapan nutrisi oleh usus juga dapat pula menyebabkan seseorang mengalami kekurangan darah. Perdarahan di saluran pencernaan, kebocoran pada saringan darah di ginjal, serta para pendonor darah yang tidak diimbangi dengan gizi yang baik dapat memiliki risiko anemia. Faktor risiko terjadinya anemia kekurangan zat besi lebih banyak pada perempuan dibandingkan dengan kaum pria. Faktor yang menyebabkan wanita lebih rentan mengalami anemia karena pola makan. Dengan alasan takut gemuk, terkadang wanita melakukan diet secara membabi buta. Para wanita cenderung makan dalam jumlah yang kurang dan tidak mau mengonsumsi daging. Tanpa disadari, diet yang belum tentu membuat berat badan turun itu justru dapat menyebabkan kurangnya asupan zat besi dari makanan. Selain itu menstruasi yang berlebihan juga dapat menyebabkan anemia Demikian juga pada wanita hamil ataupun menyusui, jika asupan zat besi berkurang, besar kemungkinan akan terjadi anemia. (http://ms.Sriwijaya Post Online.com.) Selama masa nifas, tanpa adanya kehilangan darah berlebihan, konsentrasi hemoglobin tidak banyak berbeda dibanding konsentrasi sebelum melahirkan. Setelah melahirkan, kadar hemoglobin biasanya berfluktuasi sedang di sekitar kadar persalinan selama beberapa hari dan kemudian meningkat ke kadar yang lebih tinggi dari pada kadar tidak hamil. Kecepatan dan besarnya peningkatan pada awal masa nifas ditentukan oleh jumlah hemoglobin yang bertambah selama kehamilan dan jumlah darah yang hilang saat 3

melahirkan serta dimodifikasi oleh penurunan volume plasma selama masa nifas. Walaupun sedikit lebih sering dijumpai pada wanita hamil dari kalangan kurang mampu, anemia tidak terbatas hanya pada mereka. Frekuensi anemia selama kehamilan sangat bervariasi, terutama bergantung pada apakah selama hamil wanita yang bersangkutan mendapat suplemenbesi. Sebagai contoh, taylor dkk. (1982) melaporkan bahwa kadar hemoglobin pada aterm rata-rata mencapai 12,7 g/dl pada wanita yang mendapat tambahan zat besi dibandingkan 11,2 g/dl pada mereka yang tidak mendapat suplemen tersebut. Penyebab tersering dari anemia adalah kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk sintesis eritrosit, antara lain besi, vitamin b12 dan asam folat. Selebihnya merupakan akibat dari beragam kondisi seperti perdarahan, kelainan genetik, penyakit kronik, keracunan obat, dan sebagainya.

4

Penyebab umum dari anemia:
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Perdarahan hebat Akut (mendadak) Kecelakaan Pembedahan Persalinan Pecah pembuluh darah Penyakit kronik (menahun) Perdarahan hidung Wasir (hemoroid) Ulkus peptikum Kanker atau polip di saluran pencernaan Tumor ginjal atau kandung kemih Perdarahan menstruasi yang sangat banyak Berkurangnya pembentukan sel darah merah Kekurangan zat besi Kekurangan vitamin b12 Kekurangan asam folat Kekurangan vitamin c Penyakit kronik Meningkatnya penghancuran sel darah merah Pembesaran limpa Kerusakan mekanik pada sel darah merah Reaksi autoimun terhadap sel darah merah Hemoglobinuria nokturnal paroksismal Sferositosis herediter Elliptositosis herediter Kekurangan g6pd Penyakit sel sabit Penyakit hemoglobin c 5

Dari Elsevier dan Saunders. 1990). kekuarangann nutrisi/ malnutrisi • • • • • • • • • Pendarahan Immunologi Infeksi : Hepatitis Cytomegalovirus Parvovirus Clostridia Sepsis gram negatif Malaria 6 . defisiensi asam folat Defisiensi cobal/ vitamin B12 Alkoholis.• • • Penyakit hemoglobin s-c Penyakit hemoglobin e Thalasemia (burton.2005 menyatakan penyebab anemia adalah : • • • • • • • • • Genetik Hemoglobinopati Thalasemia Abnormal Enzim glikolitik Fanconi anemia Nutrisi Defisiensi besi.

hati Infeksi kronis Neoplasma 7 .• Toksoplamosis • • • • • • • • • • • Obat – obatan dan zat kimia Agen Chemoterapi Anticonvulsan Antimetabolis Kontrasepsi Zat kimia toksik Trombotik trombositopenia purpura dan syndrome uremik hemolitik Efek fisik Trauma Luka bakar Gigitan ular • • • • Penyakit kronis dan maligna Penyakit ginjal.

Keadaannya mirip dengan anemia gizi besi. kesemutan. Dikhawatirkan. • Anemia gizi asam folat: disebut juga anemia magaloblastik atau makrositik. • Anemia gizi vitamin B6: anemia ini disebut juga siderotic. vitamin E adalah faktor esensial bagi integritas sel darah merah. penderita akan mengalami gangguan kejiwaan. Namun. dan kurang bergairah. • Anemia gizi vitamin E: mengakibatkan integritas dinding sel darah merah menjadi lemah dan tidak normal sehingga sangat sensitif terhadap hemolisis (pecahnya sel darah merah). • Anemia gizi vitamin B12: disebut juga pernicious. serta berkurangnya jumlah sel darah merah. anemia gizi ada beberapa macam : • Anemia gizi besi: karena zat gizi besi (Fe) merupakan inti molekul hemoglobin yang merupakan unsur utama dalam sel darah merah. Akibatnya. anemia jenis ini disertai gangguan pada sistem alat pencernaan bagian dalam. mata berkunang-kunang. terjadi pengecilan ukuran (microcytic). keadaan dan gejalanya mirip dengan anemia gizi asam folat.C. Penyebabnya ialah kekurangan asam folat dan atau vitamin B12. dalam hal ini keadaan sel darah merah penderita tidak normal dengan ciri-ciri bentuknya lebih besar. Patofisiologi Menurut Sarwono Prawirohardjo. jumlahnya sedikit dan belum matang. maka kekurangan pasokan zat gizi besi menyebabkan menurunnya produksi hemoglobin. Soalnya. rendahnya kandungan hemoglobin (hypochromic). Pada jenis yang kronis bisa merusak sel-sel otak dan asam lemak menjadi tidak normal serta posisinya pada dinding sel jaringan saraf berubah. Padahal kedua zat itu diperlukan dalam pembentukan nukleoprotein untuk proses pematangan sel darah merah dalam sumsum tulang. Penderita mengalami gejala umum berupa "4 L" itu tadi disertai pucat. namun bila darahnya dites secara 8 . jantung berdegup kencang.

Tentu saja perilaku makan ini akan memperburuk penyerapan zat gizi besi oleh tubuh. atau minum minyak tanah. tidak bisa diperbaiki (sjaifoellah. kotoran. Kekurangan vitamin B6 akan mengganggu sintesis (pembentukan) hemoglobin. Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah. Kegagalan sum-sum tulang dapt terjadi akibat kekurangan nutrisi. masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah.5 miliar sel bioneuron. Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. • Anemia Pica: tanda-tanda anemia Pica aneh dan tidak normal. Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang . lambat menangkap.anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin (hb) dan sel darah merah (eritrosit). seperti makan tanah. Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Penderita memiliki selera makan yang tidak lazim. serpihan cat. salah satunya otak. kadar 1. Otak terdiri dari 2.5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera. adonan semen. pajanan toksik. maka asupan oksigen pun akan kurang. Jika suplai ini kurang. 9 . Jika kapasitasnya kurang. serum besinya normal. maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah. 1998). inuasi tumor. Dan kalau sudah rusak.Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam system fagositik atau dalam system retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa.laboratoris. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir.

10 .

Meningkatkan pelepasan oksigen dan hemoglobin 3. Mengembangkan volume plasma 4.atau diare stomatitis BB menurun Kurang pengetahuan Peningkatan frekuensi jantung Beban kerja jantung tinggi Hipertropi ventrikel Pengisian LV turun LVEDP Curah jantung turun Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan Aliran darah tidak adekuat ke sistemik Aliran darah tidak adekuat ke jantung dan otak Kelemahan fisik Gangguan pemenuhan aktivitas sehari hari Resikotinggi infeksi Resiko tinggi trauma Sakit kepala. nausea. Peningkatan curah jantung dan pernapasan 2. konstipasi.Kekurangan kofaktor eritropoesis : • Defisiensi B 12 • Defisiensi asam folat • Defesiensi besi Kehilangan darah akut dan kronis Hemalosis oleh aktivitas sistem retikuloendotelial yang berlebihan • • Berkurang nya jumlah sel darah merah Sumsum tulang tertekan ( oleh tumor atau obat) Kekuarangan eritropoetin Abnormalitas produksi sel dara h merah • Peningkatan frekuensi pernafasan Sedikit oksigen yang di kirimkan ke jaringan Hipoksia jaringan Resiko tinggi pola nafas tidak efektif Penurunan perfusi ke saluran cerna Kondisi dan prognosis penyakit Kecemasan Mekanisme kompensasi tubuh 1. iskemia miokard Resiko tinggi gangguan perfusi jaringan Nyeri dada Resiko tinggi stroke dan iskemia miokrad 11 . Redistribusi aliran darah ke organ – organ vital Penurunan perfusi jantung Anoreksia.

12 .

dan berkurangnya keasaman lambung. kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Gejala lain adalah munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah). Anemia bisa menyebabkan kelelahan. Jika anemia bertambah berat. lemah. seperti lidah menjadi halus. terjadi kerusakan kelenjar secara terus menerus. serta mudah terserang penyakit. bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung(sjaifoellah. gangguan neurologik (syaraf) yang dimanifestasikan dalam perubahan perilaku.Sriwijaya Post Online. Selain itu. Cara mudah mengenal anemia dengan 5l. bisa dipastikan seseorang terkena anemia.) E . sulit berkonsentrasi. lesu. 13 . letih. nafas pendek ).kadar Hb biasanya berhubungan dengan manifestasi klinis. kehilangan selera makan.D. letih. loyo. akut dan kronik anemia. anorexia (badan kurus kerempeng). yakni lemah. Biasanya terjadi apabila Hb antara 6 – 10 g/ dl dian ara nya dispenia ( kesulitan bernafas. keletihan. Manifestasi klinis gejala klinis yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem dalam tubuh antara lain penurunan kinerja fisik. pica.com. bahkan sakit kepala.pusing. lalai. Manifestasi klinis tergantung dari kecepatan kehilangan darah. gangguan fungsi epitel. (http://ms. 1998). Bila Hb 10 – 12 g/ dl biasanya tidak ada gejala. palpitasi. apatis. bibir dan sudut-sudut mulut tampak pecah-pecah dan berwarna kemerahan. Sering pula terjadi abnormalitas pertumbuhan. serta perkembangan kognitif yang abnormal pada anak. umur dan ada tau tidak nya penyakit misal nya penyakit jantung. keringat banyak. Kalau muncul 5 gejala ini. lelah. lesu. Tanda dan Gejala Anemia karena defisiensi zat besi ditandai dengan adanya perubahan pada kulit (kulit tampak pucat dan kusam). kelemahan.

parestesia. hipotensi. menurun nya fertilisasi. clubbing. hematuria( pada anemia hemolitik). angina. palpitasi. • Kulit • Pucat. vertigo. stomatitis • Dyspenea . • Anoreksia disfagia. mental depresi. mumur. splenomegali. • Mata • Telinga • Mulut • Paru paru • Kardiovaskuler • Gastrointestinal • Penglihatan kabur. neuropati perifer. jaundice. kulit kering. dispenea. demam. 14 . orthopnea • Takhikardia. hepatomegali. cemas. nyeri kepala. • Genitourinaria • Amenore dan menorigia. nyeri abdomen. jaundice( pada anemia hemolitik). kardiomegali. tenderness sternal • Nyeri kepala.Manifestasi klinis anemia berat (Hb < 6 g/dl) Area Manifrstasi klinik • Keadaan umum • Pucat. kelemahan. bingung. berat bdan menurun. gagal jantung. kuku rapuh. • Muskoleskeletal • Sistem persyarafan • Nyeri pinggang. keletihan berat. kesulitanm koping. nyeri sendi. sclera dan pendarahan retina • Vertigo tinnitus • Mukosa licin dan mengkilap. sensitif terhadap dingin.

( menurut Tartowo. penderita anemia 15 . Komplikasi anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Akibatnya. 2007 : 38 -39) F.

pendarahan post-partum. Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan. rentan infeksi. lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim. jantung juga menjadi gampang lelah. dan rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 gr%. serta cacat bawaan.akan mudah terkena infeksi. anemia bisa juga mengganggu perkembangan organ-organ tubuh. kematian bayi pada usia sangat muda. Banyak penyulit dapat muncul pada kehamilan dengan anemia. Pada kasus ibu hamil dengan anemia. Gampang batuk-pilek. meskipun tak disertai perdarahan. partus permaturus (lahir prematur). Pemeriksaan penunjang jumlah darah lengkap (jdl) : hemoglobin dan hemalokrit menurun. (http://ms. Jumlah eritrosit : menurun (ap). Selain bayi lahir dengan berat badan rendah. atau gampang terkena infeksi saluran napas. menurun berat (aplastik).Pikiran Rakyat G. karena harus memompa darah lebih kuat. termasuk otak (sjaifoellah. dan berisiko bagi janin. 1998). prematuritas Bandung. gampang flu.com) (lahir prematur). mcv (molume korpuskular rerata) dan mch (hemoglobin korpuskular rerata) menurun dan mikrositik dengan eritrosit 16 . Bisa juga terjadi kematian bayi dalam kandungan. jika lambat ditangani dan berkelanjutan dapat menyebabkan kematian. di antaranya abortus.

dan bentuk. Masa hidup sel darah merah : berguna dalam membedakan diagnosa anemia. misal: peningkatan megaloblas (ap). Pewarna sel darah merah : mendeteksi perubahan warna dan bentuk (dapat mengindikasikan tipe khusus anemia). Bilirubin serum (tak terkonjugasi): meningkat (ap. hemolitik). misal : peningkatan kerusakan sel darah merah : atau penyakit malignasi. membedakan tipe anemia. Pansitopenia (aplastik). Folat serum dan vitamin b12 membantu mendiagnosa anemia sehubungan dengan defisiensi masukan/absorpsi besi serum : tak ada (db). feses. 17 . membentuk. ukuran. Tes kerapuhan eritrosit : menurun (db). dan isi gaster. Sdp : jumlah sel total sama dengan sel darah merah (diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik). peningkatan (ap). Jumlah trombosit : menurun caplastik. lemak sumsum dengan penurunan sel darah (aplastik). meningkat (respons sumsum tulang terhadap kehilangan darah/hemolisis). tinggi (hemolitik) tbc serum : meningkat (db) feritin serum : meningkat (db) masa perdarahan : memanjang (aplastik) ldh serum : menurun (db) tes schilling : penurunan eksresi vitamin b12 urine (ap) guaiak : mungkin positif untuk darah pada urine. normal atau tinggi (hemolitik) hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur hemoglobin. menunjukkan perdarahan akut / kronis (db). misal : menurun (ap). Led : peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi.hipokronik (db). Aspirasi sumsum tulang/pemeriksaan/biopsi : sel mungkin tampak berubah dalam jumlah. meningkat (db). misal : pada tipe anemia tertentu. sel darah merah mempunyai waktu hidup lebih pendek. Jumlah retikulosit : bervariasi. Analisa gaster : penurunan sekresi dengan peningkatan ph dan tak adanya asam hidroklorik bebas (ap).

kerang. jus tomat. itu bukan berarti kita harus banyak mengonsumsi daging untuk mencukupi kebutuhan zat besi.info-sehat. Tidak disarankan meminum antasida untuk mengurangi keluhan 18 . Sumber zat besi dari hewani diserap lebih baik oleh tubuh daripada yang berasal dari nabati. penanganan anemia kekurangan zat besi mungkin memerlukan suplemen zat besi (tablet Fe).) Saat meminum suplemen zat besi. jus stroberi. dengan memenuhi zat besi yang dapat diperoleh dari hati. buah-buahan. jantung. dan kacang-kacangan tertentu yang mengandung zat besi dalam kadar cukup tinggi.Pemeriksaan andoskopik dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan : perdarahan gigi (doenges. Namun. Zat besi dalam jumlah sedang bisa diperoleh dari daging. Penyerapan zat besi dapat dibantu dengan mengkonsumsi vitamin C. Tetapi zat besi yang terkandung dalam sayuran lebih sulit diserap dibandingkan dengan zat besi dalam daging. kecuali dalam keadaan defisiensi unsur besi. ragi.com. sayuran berwarna hijau dan biji-bijian. ikan. nyeri lambung. Sebaliknya. (http://www. misalnya meminum jus jeruk. Namun dari sejumlah itu hanya sekitar 2 mg saja yang diserap oleh tubuh. Keluhan-keluhan tersebut biasanya ringan. konstipasi. Harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penatalaksanaan medis Mencegah anemia kekurangan zat besi tentunya harus dilakukan dengan mencukupi kebutuhannya. bahkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. unggas. konsumsi suplemen zat besi sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Namun. dan sisanya akan dibuang bersama dengan tinja. Untuk mengatasinya mulailah dengan setengah dosis. karena asupan zat besi secara berlebihan pun tidak baik. maupun diare sebagai efek sampingnya. kemudian tingkatkan secara perlahan-lahan sampai mencapai dosis yang dianjurkan. Setiap hari tubuh kita membutuhkan sekitar 20 mg zat besi dari makanan. kadang timbul mual. H. kuning telur. 1999). tanin yang terdapat dalam teh dan kopi dapat menghambat penyerapannya. Sebaiknya suplemen zat besi dikonsumsi saat makan. dan sayuran lainnya. Dalam beberapa kasus.

180 mg/hari sampai keadaan normal.org/wiki/Hemoglobin. Untuk mencegah terjadinya anemia gizi 19 . (http://ms.wikipedia. yang banyak mengandung vitamin serta mineral. 2006) Penanganan anemia gizi yaitu sebagai berikut : • Anemia gizi besi : Penanganan gizinya diberikan secara oral atau suntikan suplemen zat gizi besi dengan dosis 60 . Vitamin B6 mampu meredam berbagai gejala yang timbul pada saat terjadi perubahan hormonal. sel darah merah diceraikan untuk mengasingkan hemoglobin dalam bentuk larutan.com. terutama pada kehamilan 3 bulan pertama guna mengurangi pusing dan mengontrol kadar gula serta tekanan darah tinggi.) Ada 2 metode mengukur kandungan hemoglobin dalam darah. Pengobatan wanita hamil dengan anemia biasanya dilakukan dengan pemberian obat yang mengandung Fe atau Fe Glukolat. Metode ini paling sering digunakan di (khususnya bagi gelombang antara 540 nanometer). wanita hamil diberikan Fe sehari sekali dan disertai meningkatkan konsumsi sayuran segar. Dengan menyinarkan cahaya melalui larutan cyanmethemoglobin dan mengukur jumlah cahaya yang diserap Metode Sahli (metode paling sederhana). karena antasida akan menghambat penyerapan zat besi. jumlah hemoglobin dapat ditentukan. pusat pelayanan kesehatan di daerah yang belum memiliki mesin automatik seperti di atas. yaitu : Dilakukan secara automatik oleh mesin yang direka khusus untuk membuat beberapa ujian terhadap darah.(Tim Dosen Biokomia. Untuk pencegahan anemia. Di dalam mesin ini.mual dan nyeri lambung yang timbul. Hemoglobin yang terbebas ini dicampur dengan bahan kimia yang mengandungi cyanide yang mengikat kuat dengan molekul hemoglobin untuk membentuk cyanmethemoglobin. Pada tahap selanjutnya dibutuhkan Vitamin B1 dan B12 untuk pertumbuhan bayi dan mencegah anemia.

1.besi bisa dilakukan dengan mengkonsumsi bahan makanan sumber utama zat besi seperti daging dan sayuran sesuai kecukupan gizi yang dianjurkan. • Anemia gizi vitamin B12 : Penanganan gizinya diawali dengan tes darah untuk mengetahui spesifikasi kekurangan zat gizinya. Transpalasi sel darah merah. • Anemia gizi asam folat : Penanganan gizinya dilakukan dengan tes laboratorium adanya B12 dalam darah untuk membedakannya dengan anemia pernicious. Kekurangan vitamin B12 dapat diatasi dengan pemberian secara oral atau suntikan dengan dosis sekitar 100 mcg/hari. 2002) tindakan umum : penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang. Selain itu pihak keluarganya harus mengawasi dan mencegah penderita untuk tidak melakukan kebiasaan makan benda-benda yang aneh-aneh itu. sesuai anjuran dokter gizi. • Anemia Pica : Untuk mengatasinya dilakukan penanganan gizi seperti pada anemia gizi besi yaitu dengan memberikan suplemen besi (Fe) dengan dosis 60 .200 mg/hari atau sesuai anjuran dokter gizi. 20 .0 mg/hari. Tentunya hal ini perlu dikonsultasikan dengan dokter ahli gizi. • Anemia gizi vitamin B6 : Penanganan gizinya dengan memberikan suplemen vitamin B6 secara oral dengan dosis 50 .1 .01 mg/hari. Bila ternyata kadar vitamin B12 normal. Bila terjadi malabsorbsi. asam folat itu dapat disuntikkan dengan dosis 0.(Sarwono Prawirohardjo.180 mg/hari sesuai anjuran dokter gizi. maka dapat dilakukan pemberian asam folat dengan dosis 0.1.

Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral 4. 6. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi. 2. Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah. Anemia pernisiosa : pemberian vitamin b12 3. Anemia defisiensi besi penatalaksanaan : mengatur makanan yang mengandung zat besi. 3. telur dan sayur. Klasifikasi Anemia A. usahakan makanan yang diberikan seperti ikan.Anemia karena penurunan produksi sel eritrosit 1. Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian cairan dan transfusi darah. daging. Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) : 1.2. Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan oksigen 5.Anemia defisiensi besi 21 . Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau. Pemberian preparat fe perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan. 4. Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada.

wanita yang menstruasi sangat banyak menyerap 3-4 mg besi dari diet setiap harinya.  Kehilangan darah oleh sebab pendarahan saluran cerna.hemoroid dll.ulser doudenum.absorpsi besi terjadi dilambung. etiologi dan faktor resiko  tidak adekuatnya diet besi dan intake makanan menurun muhilal dalam sandra nita.neoplasma pada gaster.absorpsi besi dipengaruhi oleh folattanin dan vitamin c.gaster.neoplasma.dapat disebabkan oleh karena infeksi peradangan.sumber zat besi serta ada atau tidaknya zat penghambat maupun yang meningkatkan absorpsi besi dalam tubuh. 22 .  Gangguan absorpsi besi pada usus.kebutuhan zat besi yang berasal dari makanan belum tentu menjamin kebutuhan tubuh yang memadai karena jumlah zat besi yang diabsorpsi sangat dipengaruhi oleh jenis makanan . a.gastritis dan ulser abdomen kolon dan kanker.gastritis.hal ini akan mengakibatkan tidak adekuatnya pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh.mikrositik yang disebabkan oleh suplai besi kurang dalam tubuh.kanker dan adenoma kolon akan mempengaruhi abssorpsi besi.2003) dan hampir dua pertiga dalam hemoglobin.duodenum dan jejunum bagian atas .kehilangan darah perhari 1 sampai2 mgbesi yang disebabkan karena erosif esofagitis.Anemia defisiensi besi merupakan gejala kronis dengan keadaan hiprokromik(konsentrasi hemoglobin kurang).untuk menjaga simpanan besi yang adekuat.pada wanita kekurangan zat besi dapat diakibatkan karena menstruasi.pada keadaan normal kebutuhan besi orang dewasa 2-4 g besi.duodenum maupun jejunum.adanya erosive esofagitis.kira kira 50 mg/kgBB pada laki laki dan 35mg/kgBB pada wanita(lawrenn M Tierney.kurangya besi berpengaruh dalam pembentukan hemoglobin sehingga konsentrasinya dalam sel darah merah berkurang.1997.salah satu penyebab terjadinya anemia gizi besi adalah akibat ketidakseimbangan pola makan dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dengan kebutuhan dalam tubuh.

pada jaringan tubuh besi serupa.mioglobindan enzim. teh garam kalsium. Tanda dan gejala Tanda dan gejala anemia defisiensi zat besi tidak khas hampir sama dengan anemia pada umumnya yaitu: 23 .rata rata dari makanan yang masuk mengandung 10-15 mg zat besi tetapi hanya 5-10% yang dapat diabsorpsi.senyawa fungsional seperti hemoglobin. Zat besi yang berasal dari makanan seperti daging.telur.dalam plasma darah disebut serotranferin. b.sedangkan yang menghambat serapan adalah kopi.sayuran hijau dan buah buahan diabsorpsi di usus halus.pada wanita hamil dan menyusui kebutuhan besi sangat besar sehingga yang memerlukan asupan yang besar.komponen proteinnya disebut apoferitin. c. Kebutuhan sel darah merah meningkat.dan magnesium.sedangkan dalam transport zat besi dalam bentuk ferro berikatan dengan protein membentuk transperin .besi ferri makanan akan menjadi ferro jika dalam keadaan asam dan bersifat mereduksi sehingga mudah diabsorpsi oleh mukosa usus. patofisiologi zat besi masuk dalam tubuh melalui makanan.penyerapan zat besi ini dipengaruhi oleh faktor adanya penyerapan protein hewani dan vitamin c.enzim .dalam tubuh besi terdapat besi bebas tetapi berikatan dengan molekul protein membentuk feritin.komponen proteinnya disebut apotransferin.senyawa besi transportasi yaitu dalam bentuk transperin dan senyawa besi cadangan seperti feritin dan hemosiderin.

terkadang sesak merupakan gejala. • Nyeri kepala dan pusing merupakan kompensasi dimana otak kekurangan oksigen. dimana tubuh memerlukan lebih banyak lagi oksigen dengan cara kompensasi pernapasan lebih cepat • Palpitasi.• Cepat lelah. telapak tangan kuku. karena daya angkut hemoglobin berkurang • Kesulitan bernapas. permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang • Stomatitis angular. Hasil pemeriksaan laboratorium darah menunjukkan 24 . nyeri saat menelan karena kerusakan epitel hipofaring Atropi mokusa gaster Adanya peradangan pada mokusa mulut. bergaris garis vertikal dan konjungtiva Atropi papil lidah. dimana denyut jantung bertambah cepat diiringi peningkatan denyut nadi • Pucat pada muka. kuku menjadi rapuh. Tanda yang khas pada anemia defisiensi besi • • Adanya kuku sendok. konjungtiva d. Hal ini terjadi karena simpanan oksigen dalam jaringan otot kurang sehingga metabolisme otot terganggu. peradangan pada sudut mulut sehingga nampak seperti bercak berwarna pucat keputihan • • • Disfagia.peradangan pada lidahh dan peradangan pada bibir e. membran mukosa mulut.

50 mg/dl (N:50-150mgdl) f.(dosis:3x200mg).5g/dl Hemosiderin pada aspirasi sumsum tulang tidak ada Saturasi transferin <15% Serum feritin <20mg/dl Jumlah RBC berkurang Hematokrit menurun  MC.• • • • • • • Pemeriksaan darah perifer menunjukkan keadaan sel mikrositik dan pucat Penurunan Hb kurang dari 9. 70 fl  MCH berkurang  MCHC berkurang • Serum besi.perdarahan. Penatalaksanaan • • • Pemberian diet tinggi zat besi Atasi penyebab seperti cacingan . Pemberian vit c Transfusi darah jika diperlukan 25 . Pemberian preparat zat besi seperti sulfas ferosus.ferro glokunat 3x200mg/hari • • • Iron dextran mengandung Fe 50mg/ml dengan IM.

menyebabkan terjadinya eritropoesis.3ng/ml 26 .dan umur hidup eritrosit pendek.folat. Hasil laboratorium • • • • Hemoglobin turun Trombostipenia Kadar bilirubin indirek sindrom dan LDH meningkat Kadar vit B12 serum dan asam folat menurun.vit B12 . Anemia megaloblastik Anemia yang disebabkan kerusakan sintesis DNA yang mengakibatkan tidak sempurnanya SDM.keadaan ini mengakibatkan • • • • Leukopenia Trombositopenia Pansitopenia Gangguan pada oral.2.neurologi a.sel megaloblas ini tidak normal.sehingga saat di sumsum tulang dihancurkan.karena kekurangan vit B12 dan asam folat .gastrointestinal.terbakar jari b.100mg/ml. Tanda dan gejala • • • Anemia yang kadar disertai dengan ikterik Adanya glositis Gangguan neuropati seperti mati rasa.

IF akan ilium untuk membantu mengabsorpsi vit B12.intrinsik faktor berasal dari sel sel lambung yang dipengaruhi oleh pencernaan protein. Anemia defisiensi vitamin B12 Merupakan gangguan autoimun karena tidak adanya intrinsik faktor yang diproduksi di sel parietal lambung sehingga terjadi gangguan absorpsi vit B12.jumlah dan fungsinya tidak sempurna. 27 . Etiologi dan faktor resiko • • • • • • Tidak adanya intrinsik faktor Gangguan pada mukosa lambung.pembedahan reseksi ileum) b. a.ileum dan pankreas Tidak adekuatnya intake vit B12 tapi asam folat banyak Obat obatan yang menggangudiabsorpsi dilambung Obat obatan yang merusak ileum (neomisin metrofin) Kerusakan absorpsi(neoplasma.c. Penatalaksanaan • • • Diet nutrisi dengan vit B12 dan asam folat Pemberian hydroxycobolamin IM 200mg/hari Berikan asam folat 5mg/hari selama 4 bulan 3. VIT b12 juga berperan dalam pembentukan myelin pada sel saraf sehingga terjadinya defisiensi akan menimbulkan gangguan neurologi. Patofisiologi defisiensi vit B12 dan asam folat diyakini akan menghambat sintesis DNA untuk reflikasi sel termasukSDM sehingga bentuk.penyakit gastrointestinal.

4.defisiensi asam folat juga dapat mengakibatkan sindrom malabsorpsi a.oral apabila IF kurang diberikan IM.konstipasi Gangguan neurologi(parestesia tangan.masa pertumbuhan . Penatalaksanaan • • Pemberian vit B12 .alkholoik dapat meningkatkan kebutuhan folat.diare. dan kaki.muntah Distensi abdomen.wanita hamil. Manifestasi klinik • Hampir sama dengan defisiensi vit B12.c.gangguan pada pencernaan. hematokrit.yaitu adanya gangguan neurologi seperti gangguan kepribadian dan daya ingat • • Biasanya disertai ketidakseimbangan elektrolit Defisiensi asam folat kurang dari 3-4ng/ml 28 .mual. Anemia Defisiensi asam folat Kebuthan folat sangat kecil. Manifestasi klinik • • • • • Hb.depresi.nafsu makan menurun.produk susu)asam folat.kacang hijau.telor.100g tiap bulan Pemberian diet zat besi (daging. SDM rendah Anemia BB menurun.hati.biasanya terjadi pada orang yang kurang mampu makan sayuran dan buah buahan .dan hilang memor) • Defisiensi vit B 12 dengan caratest schiling d.gangguan kognitif.

letih Nyeri kepala Nadi cepat.sulfonamid.kegagalan tersebut disebabkan kerusakan primer sistem swl mengakibatkan anemia.HIV. Manifestasi klinik • • • Kelemahan. a.radioterapi Toksik kimia Obat obatan(chlorampenikol.brokoli.phenibutazone.phenytoin.sayuran hijau.5mg setiap hari. Etiologi dan faktor resiko • • • • • • Idiopatik Kemoterapi. Anemia aplastik Terjadi akibat ketidaksanggupan sumsum tulang membentuk sel darah .nanas. Systemic lupus eritematosus Agen infeksi :hepatitis.ikan.b.jika mal absorpsi diberikan IM Berikan vit c untuk membantu penyerapan dan eritropoitis Berikan diet tinggi asam folat(asparagur.TBC miller b. Zat yang merusak sumsum tulang dinamakan mielotoksin.melon.sterptomisin) Autoimun spt. pucat 29 . Penatalaksanaan • • • Berikan asam folat 0-1.leukopenia dan trombositopenia.hatidaging) 5.

nyeri tulang Demam Pansitopenia SDM dibawah 1 jt/mm3 Leukosit kurang dr 1000/mm3 Trombosit 15000-30000/mm3 Perlu dicek BMP c. Penatalaksanaan • • • • • • • Monitur adanya perdarahan dan pansitopenia Transfusi darah Pengobatan infeksi:jamur.• • • • • • • • • Mudah infeksi: hepatitis Perdarahan hidung.antithymocyte globulin(ATG) Diet bebas bakteri Pendidikan kesehatan untuk mencegah infeksi 30 . darah pada feses Lama pembekuan.bakteri Transplantasi sumsum tulang Immunusupresive terapi:kombinasi cyclosporine. gusi.

sehingga usianya lebih pendek a. infeksi • Kerusakan fisik b. Anemia karena meningkatnya kerusakan eritrosit 1. gangguan neurologi.B. membran eritrosit rusak • Thlasemia • Anemia sel sabit • Toksik • Kimia. Anemia Hemolitik Anemia hemolitik terjadi dimana terjadi peningkatan hemolisis dari eritrosit . Tanda dan gejala • • • Anemia Demam. pengobatan. thalasemia Kelemahan. Etiologi dan faktor resiko • Merupakan 5% dari jenis anemia • Herediter • Hb abnormal. phetekie. pucat 31 .

kekuningan Defisiensi folat. Anemia sel sabit Anemia sel sel sabit adalah anemia hemolitika berat ditandai SDM kecil sabit dan pembesaran limpa akibat kerusan molekul Hb a.• • Hepatomegali. Penatalaksanaan • • • • • • • Pencegahan faktor resiko Transfusi darah Cairan adekuat Pemberian asam folat Pemberian eritropoetin Pemberian kortikosteroi Pendidikan kesehatan 2. Manifestasi klinik • Kurang darah akan mengakibatkan hipoksia. Etiologi dan faktor resiko • • Banyak pada area endemik malaria Herediter b.infeksi serebri 32 . hemosiderosis c.

kelemahan dapat terjadi karena terpapar stress. • Kerusakan organ terjadi karena meningkatnya fibrinogen dan faktor plasma pembekuan akan menimbulkan infeksi dan nekrosis pada organ otak. dada.jantung. gagal jantung Gejala mikrosirkulasi. punggung. kekentalan darah karena hemolisis dan trombosis Terjadi krisis sel sabit dimana terjadi kadar O2 yang rendah menjadi krisis vasooklusi: nyeri tulang. hipoksia. air dingin. Penatalaksanaan • • • • • • Belum ada obat yang efektif(cetiedil citrat berfungsi menjaga membran SDM) Penanganan nyeri Penanganan infeksi dan pencegahan Transfusi darah Mengurangi kekentalan darah Transplantasi sumsum tulang 33 .paru. abdomen.ginjal c. demam. infeksi. murmur.• • • • • • • • Mempunyai masa hidup pendek 15-25 hr Hb 7-10g/dl Ikterik pada sklera Sumsum tulang membesar Pada anemia kronik dapat terjadi takhikardia. pembesaran jantung Disritmia. sendi.

angina. faring. malaise umum. berjalan lambat. takikardia. postur lunglai. dan kurang tertarik pada sekitarnya. 1999) meliputi : 1) Aktivitas / istirahat Gejala : keletihan. 2) Sirkulasi Gejala : riwayat kehilangan darah kronik. Bunyi jantung : murmur sistolik (db). lesu. apatis. Palpitasi (takikardia kompensasi). bibir) dan 34 . penurunan semangat untuk bekerja. depresi segmen st dan pendataran atau depresi gelombang t. kelemahan. dispnea pada waktu bekerja atau istirahat. Kehilangan produktivitas . mulut. misalnya perdarahan gi kronis. Pengkajian Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh (boedihartono. menstruasi berat (db). Pengkajian pasien dengan anemia (doenges. Toleransi terhadap latihan rendah. Tanda : takikardia/ takipnae . Bahu menurun. dan penurunan kekuatan. Letargi. Riwayat endokarditis infektif kronis. Ekstremitas (warna) : pucat pada kulit dan membrane mukosa (konjuntiva. Disritmia : abnormalitas ekg. chf (akibat kerja jantung berlebihan). Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak.ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS IBU HAMIL DENGAN ANEMIA 1. Ataksia. menarik diri. dan tanda-tanda lain yang menunujukkan keletihan. 1994). Kelemahan otot. tubuh tidak tegak. Tanda : td : peningkatan sistolik dengan diastolik stabil dan tekanan nadi melebar. hipotensi postural.

dan sebagainya (db). Sklera : biru atau putih seperti mutiara (db). Mental : tak mampu berespons. Penurunan haluaran urine. pucat dapat tampak sebagai keabu-abuan). pucat. penurunan penglihatan. (db). defisiensi asam folat dan vitamin b12). Pengisian kapiler melambat (penurunan aliran darah ke kapiler dan vasokontriksi kompensasi) kuku : mudah patah. Tanda : depresi. masukan diet protein hewani rendah/masukan produk sereal tinggi (db). Adanya penurunan berat badan. berdenyut. vertigo. Tanda : distensi abdomen. ap). lambat dan dangkal. pucat (aplastik. 6) Neurosensori Gejala : sakit kepala. Tanda : lidah tampak merah daging/halus (ap. mudah putus. depresi cenderung tidur. tumbuh uban secara premature (ap). tepung jagung. Tidak pernah puas mengunyah atau peka terhadap es. kaki goyah . ketidak mampuan berkonsentrasi. kotoran. sindrom malabsorpsi (db). kesulitan menelan (ulkus pada faring). Membrane mukosa kering. 3) Integritas ego Gejala : keyakinanan agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan. apatis. Bibir : selitis. misalnya inflamasi bibir dengan sudut mulut pecah. feses dengan darah segar. klaudikasi. Kelemahan. misalnya penolakan transfusi darah. pusing. parestesia tangan/kaki (ap) . (catatan: pada pasien kulit hitam. kering. Hematemesis. menipis. melena. Sensasi menjadi dingin. gelisah. Mual/muntah. tampak kisut/hilang elastisitas (db). Turgor kulit : buruk. cat. dyspepsia. dan bayangan pada mata. Flatulen. berbentuk seperti sendok (koilonikia) (db). Tanda : peka rangsang. Kulit seperti berlilin. tinnitus. keseimbangan buruk. 4) Eleminasi Gejala : riwayat pielonefritis. ap) atau kuning lemon terang (ap). Rambut : kering. 5) Makanan/cairan Gejala : penurunan masukan diet. Epitaksis : 35 . gagal ginjal. Nyeri mulut atau lidah. Insomnia. Oftalmik : hemoragis retina (aplastik.dasar kuku. tanah liat. Diare atau konstipasi. anoreksia. Stomatitis dan glositis (status defisiensi).

limfadenopati umum. Imppoten. tanda romberg positif. berkeringat malam. 9) Keamanan Gejala : riwayat pekerjaan terpajan terhadap bahan kimia.. Riwayat terpajan pada radiasi. dan dispnea. terapi kanker. Gangguan koordinasi. dan posisi. abses paru. misalnya menoragia atau amenore (db). 7) Nyeri/kenyamanan Gejala : nyeri abdomen samara : sakit kepala (db) 8) Pernapasan Gejala : riwayat tb. paralysis (ap). Gangguan penglihatan. sering infeksi. Tidak toleran terhadap dingin dan panas. penurunan rasa getar. penyembuhan luka buruk. menggigil. Tanda : takipnea. Transfusi darah sebelumnya. Tanda : demam rendah. ataksia. ortopnea. 36 . Napas pendek pada istirahat dan aktivitas. baik terhadap pengobatan atau kecelekaan. 10) Seksualitas Gejala : perubahan aliran menstruasi. Riwayat kanker. Tanda : serviks dan dinding vagina pucat.perdarahan dari lubang-lubang (aplastik). Hilang libido (pria dan wanita). Ptekie dan ekimosis (aplastik).

frekuensi jantung. ♦ Perilaku DS : ♦ Pasien melindungi dan menjaga area nyeri mengeluh nyeri dan frekuensi abdomen sampai ke belakang yang hilang timbul ♦ Pasien mengatakan nyeri saat BAB. prilaku gelisah dan meringis . . 2 DO : ♦ Penurunan nadi ♦ Warna kulit pucat saat elevasi ♦ Perubahan karakteristik kulit 37 Ketidakefektifan jaringan perifer Penurunan hemoglobin dalam darah.2. pernafasan. ♦ Saat dikaji terjadi perubahan pada tekanan darah. Analisa Data No 1 Data Masalah Etiologi rasa Ketidak nyeri seimbangan suplai darah dan oksigen dengan kebutuhan DO : Gangguan ♦ Pasien tampak mekspresikan nyaman: kronis.

(warna. DS : ♦ Pasien mengatakan BAB keras dengan kehitaman. warna coklat DO : 4 tinggi Kelemahan ♦ Pasien tampak Resiko dan pusing tidak dapat beraktivitas sendiri trauma/cedera ♦ Terlihat kulit pucat akibat dari hipoksia jaringan DS : ♦ Pasien bergerak ♦ Pasien kepala 38 mengatakan pusing mengatakan sulit fisik . ♦ Tekstur kulit kering. suhu) elestisitas rambut. DS : ♦ Pasien mengeluh sakit kepala dan nyeri pada daerah ekstrimitas. kuku. 3 DO : Pemenuhan nutrisi Penurunan ♦ Bising usus terdengar jelas kurang dari masukan dan dengan frekuensi 6 x/m. hanya 2 sendok dari porsi yang disediakan RS. kebutuhan haluaran makanan dan cairan. sensasi. kelembaban. ♦ Pasien ♦ Pasien mengatakan mengatakan tidak makan selera makan.

acaman. Intoleran aktivitas berhubungan dengan Ketidakseimbangan antara suplai oksigen ke jaringan dengan kebutuhan sekunder dari penurunan curah jantung. 3. Ansietas berhubungan dengan rasa takut kematian. ♦ Pasien menyatakan lemah dan letih 6. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan masukan dan haluaran makanan dan cairan. 6. 39 . atau perubahan kesehatan. ♦ ♦ ♦ DO : Pasien tampak gelisah Terdapat tremor tangan Peningkatan keringat DS : ♦Pasien mengeluh kan sulit tidur dan sering BAK ♦Pasien merasa tidak berdaya akibat nyeri yang dialami nya Ketidakseimbang an antara suplai oksigen ke jaringan dengan kebutuhan sekunder dari penurunan curah jantung Ansietas Rasa kematian. perubahan kesehatan takut atau Prioritas Masalah : 1. acaman. Gangguan rasa nyaman: nyeri kronis berhubungan dengan ketidak seimbangan suplai darah dan oksigen dengan kebutuhan 2. Risiko tinggi trauma/cedera berhubungan dengan kelemahan fisik dan pusing. 5.5 DO : ♦ Pasien tampak berbaring di Intoleran aktivitas. Ketidakefektifan jaringan perifer berhubungan dengan penurunan hemoglobin dalam darah. DS : ♦ Pasien mengatakan tidak bisa bangun dari tempat tidur tanpa dibantu orang lain. tempat tidur. 4.

40 .

frekuensi perubahan tekanan frekuensi dan pernafasan. jantung. dapat menyebabkan syok klien kardiogenik yang menyatakan beredampak pada kematian penurunan rasa mendadak. sampai ke belakang yang hilang timbul 41 .No 1.berikan oksigen tambahan • Meningkatkan dengan nasal kanul atau masker jumlah oksigen yang ada sesuai dengan indikasi. DO : ♦ Pasien tampak mekspresikan prilaku gelisah dan meringis . normal. oksigen ke jaringan yang dalam batas mengalami iskemia.atur posisi fisiologis. nyeri dada • Lakukan menajemen nyeri • Posisi psiologis  Secara objectif di keperawatan sebagai berikut. 3.lokasi.serta lama dan penampilan dan perilaku dan terdapat penyebarannya.wajah rileks.  Urine > 600 ml/ sehingga akan menurunkan hari kebutuhan miokardium serta meningkatkan suplai darah dan oksigen ke miokardium yang membutuhkan oksigen untuk menurunkan iskemia. ♦ Perilaku melindungi dan nyeri DS : ♦ Pasien nyeri mengeluh abdomen menjaga area Perencanaan Tujuan Intervensi Rasional Dalam waktu 3x 24 • Catat karekteristik nyeri. Diagnosa keperawatan Gangguan rasa nyaman: nyeri kronis berhubungan dengan ketidak seimbangan suplai darah dan oksigen dengan kebutuhan. untuk pemakaian miokardium sekaligus mengurangi ketidaknyamanan akibat nyeri dada. Kriteria : • Ajurkan kepada klien untuk • Nyeri berat  Secara subjectif melaporkan nyeri dengan segera.tidak 2. akan meningkatkan asupan dapatkan TTV 1. • Variasi jam tidak ada keluhan intensitas. klien karena nyeri terjadi penurunan respons sebagai temuan pengkajian.istirahatkan klien • Istirahat akan terjadi penurunan menurunkan kebutuhan perfusi perifer oksigen jaringan perifer . ♦ Saat dikaji terjadi pada darah. nyeri dada.

lakukan menajemen sentuhan. 7.menajemen lingkungan:lingkungan dan batasi pengunjung. Lingkungan tenang akan menurunkan stimulus nyeri eksternal dan pembatasan pengunjung akan membantu meningkatkan kondisi oksigen ruangan yang akan berkurang apabila banyak pengunjung yang berada di ruangan. • Distraksi(pengal ihan perhatian)dapat menurunkan stimulus internal dengan mekanisme peningkatan produksi endorfin dan enkefalin yang dapat memblok reseptor nyeri untuk tidak di kirimkan ke korteks serebri sehingga menurunkan persepsi nyeri. • Manajemen sentuhan pada saat nyeri berupa sentuhan dukungan psikologis dapat membantu menurunkan nyeri.ajarkan tekhnik pernapasan dalam.ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri. • Meningkatkan asupan oksigen sehingga akan menurunkan nyeri sekunder dari iskemia jaringan otak.dipton ringan dapat meningkatkan • • 42 . tenang 5. relaksasi 6.♦ Pasien mengatakan nyeri saat BAB. 4.

karena semua sistem organ dapat terlibat. ♦ Warna kulit pucat tanda-tanda vital saat elevasi dalam batas normal. seperti: asam folat. Mengetahui derajat hipoksia pada otak. maka dapat menimbulkan manifestasi klinis yang luas. • Menurunkan nyeri hebat. urine > 600 ml/hari. • Nitrat berguna untuk kontrol nyeri dengan efek vasodilitasi koroner. (warna. • Antiangina(nitrogl 2.memberikan sendasi. • Obat-obat antiangina bertujuan untuk meningkatkan aliran darah baik dengan menambah suplai oksigen atau dengan mengurangi kebutuhan miokardium akan oksigen.dan mengurangi kerja miokardium. Karena jumlah efektif sel darah sakit kepala dan nyeri 43 . Pada anemia. Kaji faktor-faktor yang menyebabkan konjungtiva merah penurunan sel darah merah ♦ Perubahan (tidak pucat). Berkurangnya sel darah merah dapat disebabkan oleh kekurangan kofaktor untuk eritropoiesis. Ketidakefektifan jaringan perifer berhubungan dengan penurunan hemoglobin dalam darah. CRT < 3 karakteristik kulit detik. suhu) DS : ♦ Pasien pada mengeluh daerah aliran darah dan dengan otomatis membantu suplai darah dan oksigen ke area nyeri dan menurunkan sensasi nyeri. kuku. • yserin). kelembaban.• Kolaborasi pemberian terapi farmakologis antiangina. vitmamin B12. elestisitas rambut. Analgesik Tujuan: dalam waktu 3x24 jam perfusi DO : perifer meningkat ♦ Penurunan nadi Kriteria: klien tidak Kaji status mental klien secara teratur mengeluh pusing. dan besi. sensasi.

Kafein dapat merangsang langsung ke jantung sehingga meningkatkan frekuensi jantung. Pantau urine output Mengetahui derajat hipoksemia dan peningkatan tahanan perifer Penurunan curah jantung mengakibatkan menurunnya produksi urine.ekstrimitas. jantung menunjukkan batasi asupan kafein komplikasi disritmia. Kolaborasi • Pemberian transfusi darah 44 . Catat adanya keluhan pusing Pantau frekuensi jantung dan irama Perubahan frekuensi dan irama Berikan makanan kecil/mudah dikunyah. dan diaforesis secara teratur dikirimkan ke jaringan. Makanan besar dapat meningkatkan kerja miokardium. Keluhan pusing merupakan manifestasi penurunan suplai darah ke jaringan otak yang parah. Pemantauan yang ketat pada produksi urine < 600 ml/harinmerup[akan tanda-tanda terjadinya syok kardiogenik. suhu. sianosis. nadi sedikit oksigen yang perifer. merah berkurang. maka lebih Kaji warna kulit.

(IV) sesuai indikasi Jalur yang penting untuk pemberian obat darurat. Klien dengan leukopenia yang jelas (penurunan abnormal sel darah putih) harus dilindungi terhadap kontak dengan orang lain yang mengalami infeksi. • • Kematian biasanya disebabkan oleh perdarahan atau infeksi. Pemantauan laboratorium Pemantauan darah rutin berguna untuk melihat perkembangan pascaintervensi. meskipun antibiotik.• Pemberian antibiotika Transfusi dengan PRC (packed red cells) lebih rasional diberikan pada klien yang mengalami anemia akibat penurunan sel-sel darah merah. telah mengalami kemajuan besar pada klien ini. khususnya yang aktif terhadap basil gramnegatif. • Pemberian imunosupresif 45 . Antibiotik tidak boleh diberikan secara profilaksis pada klien dengan kadar neutrofil rendah dan abnormal (netropenia) karena antibiotik dapat mengakibatkan kegawatan akibat resistensi Pertahankan cara masuk heparin bakteri dan jamur.

• Transplantasi Transplantasi sumsum tulang dilakukan untuk memberikan persediaan jaringan hematopoetik yang masih dapat berfungsi. BAB keras dengan Jelaskan tentang manfaat makan bila Dengan pemahaman klien akan dikaitkan dengan kondisi klien saat ini. asupan meningkat pada porsi makan yang disediakan. mengatakan coklat Kriteria: klien secara subjektif termotivasi untuk melakukan pemenuhan nutrisi sesuai anjuran. DS : ♦ Pasien warna kehitaman. Klien yang berespons terhadap terapi biasanya akan sembuh. ♦ Tekstur kulit kering. tetapi respons dapat lambat sampai enam bulan setelah penanganan. lebih kooperatif mengikuti aturan. Terapi imunosupresif globulin antitimosit (ATG) diberikan untuk menghentikan fungsi imunologis yang memperpanjang aplasia. serta mengurangi beban kerja jantung. sehingga memungkinkan sumsum tulang mengalami penyembuhan. ♦ Pasien ♦ Pasien makan ♦ hanya 2 sendok dari mengatakan mengatakan tidak selera makan.3. Beri makanan dalam keadaan hangat dan porsi kecil serta diet tinggi kalori tinggi Untuk meningkatkan selera dan mencegah mual. yang justru dapat mengganggu proses penyembuhan klien. dalam beberapa minggu sampai tiga bulan. Anjurkan agar klien memakan makanan Untuk menghindari makanan yang disediakan di rumah sakit. 46 . DO : ♦ Bising usus terdengar Tujuan: dalam waktu 3 x 24 jam terdapat jelas dengan peningkatan dalam frekuensi 6 x/m. pemenuhan nutrisi. perbaikan kondisi. mempercepat protein. klien dan keluarga tentang asupan nutrisi yang tepat pada klien. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan masukan dan haluaran makanan dan cairan.

TTV dalam batas normal Kolaborasi • Dengan nutrisi pemenuhan diet klien • Pemberian multivitamin Meningkatkan psikologis. Libatkan keluarga pasien dalam Klien kadang kala mempunyai pemenuhan nutrisi tambahan yang tidak selera makan yang sudah bertentangan dengan penyakitnya. secara Risiko trauma/cedera berhubungan kelemahan pusing.porsi yang disediakan RS. Dengan bantuan keluarga dalam pemenuhan nutrisi dengan tidak bertentangan dengan pola diet akan meningkatkan pemenuhan nutrisi. ♦ Pasien tampak tidak dapat beraktivitas sendiri ♦ Terlihat kulit pucat akibat dari hipoksia jaringan DS : ♦ Pasien mengatakan sulit bergerak Catat pola pola istirahat dan tidur klien Variasi penanpilan dan prilaku klien dalam pemenuhan siang dan malam hari istirahat dan tidur sebagai temuan pengkajian. Lakukan dan ajarkan perawatan mulut Higiene oral yang baik akan sebelum dan sesudah makan serta meningkatkan nafsu makan sebelum dan sesudah klien. Tempat tidur dengan adanya 47 . DO : 4. intervensi/pemeriksaan per oral. Beri motivasi dan dukungan psikologis dengan fisik dan Dalam waktu 3 x 24 jam tidak terjadi cedera pada klien Kriteria : klien tidak terjatuh. terbiasa sejak di rumah. Memenuhi asupan vitamin yang kurang dari pemenuhan asupan nutrisi secara umum dan memperbaiki daya tahan. tinggi pemenuhan tentang Meningkatkan sesuai dengan kondisi klien.

dan miokardium/konsumsi oksigen. Atur posisi fisiologis Posisis fisiologis akan meningkatkan asupan O2 dan rasa nyaman. Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen ke jaringan dengan kebutuhan sekunder dari penurunan curah jantung. mobilisasi di tempat ♦ Pasien menyatakan tidur. lemah dan letih Lingkungan tenang akan Manajemen lingkungan : lingkungan menurunkan stimulus nyeri tenang dan batasi pengunjung eksternal dan pembatasan pengunjung akan membantu klien dalam melakukan istirahat psikologis. 5. Menurunkan kerja Tingkatkan istirahat. kemampuan beraktivitas. DS : ♦ Pasien mengatakan Kriteria: klien tidak bisa bangun menunjukkan kemampuan dari tempat tidur beraktivitas tanpa tanpa dibantu orang gejala-gejala yang berat. terutama lain. batasi aktivitas. oksigen miokardium. Respons klien terhadap Catat frekuensi dan irama jantung serta aktivitas dapat perubahan tekanan darah selama dan mengindikasikan penurunan sesudah aktivitas.♦ Pasien ♦ kepala Pantau adanya pengaman pada tempat pengaman/ pagar tempat tidur tidur klien dapat mencegah klien jatuh pada saat gelisah dan mengalami kelemahan. Dengan mengejan dapat Anjurkan klien untuk menghindari mengakibatkan takikardia serta 48 . berikan aktivitas senggang yang tidak berat. DO : Tujuan: aktivitas ♦ Pasien tampak sehari-hari klien terpenuhi dan berbaring di tempat meningkatnya tidur.

dan kursi bila tak ada nyeri. dispnea. Aktivitas yang maju Jelaskan pola peningkatan bertahap dari memberikan kontrol jantung. dan takut. ♦Pasien mengeluh kan penyebab atau faktor sulit tidur dan sering yang mememngaruhi Cemas berkelanjutan memberikan dampak serangan jantung. atau perubahan kesehatan. sakit.peningkatan tekanan abdomen. Ansietas berhubungan dengan rasa takut kematian. tingkat aktivitas. DO : ♦ gelisah 6. acaman. mengejan saat defekasi. Untuk mendapatkan cukup Berikan waktu istirahat di antara waktu waktu resolusi bagi tubuh dan aktivitas. serta tangan Kriteria: klien keluhan subyektif. balik. kehilangan. ambulasi dan mencegah aktivitas berlebihan. Meningkatkan kontraksi otot Pertahankan rentang gerak pasif selama sehingga membantu aliran vena sakit kritis. Contoh: bangun dari meningkatkan regangan. keringat mengenal DS : perasaannya. Untuk mengurangi beban Pertahankan klien tirah baring smeentara jantung. Selama aktivitas kaji EKG. Reaksi verbal/ nonverbal dapat 49 . istirahat selama 1 jam setelah makan. tidak terlalu memaksa kerja jantung. sianosis. Pasien tampak Evaluasi tanda vital aktivitas terjadi. dapat Bantu klien mengekspresikan perasaan mengidentifikasi marah. Tujuan: dalam waktu 1 x 24 jam kecemasan ♦ Terdapat tremor klien berkurang. Melihat dampak dari aktivitas terhadap fungsi jantung. kerja dan frekuensi napas. Untuk mengetahui fungsi saat kemajuan jantung bila dikaitkan dengan aktivtas. misalnya peningkatan tekanan darah. ♦ Peningkatan menyatakan kecemasan berkurang.

Beri lingkungan yang tenang dan suasana penuh istirahat Kontrol sensasi klien Tingkat kan kontrol sensasi klien. ketegangan terhadap kehawatiran yang tidak diekspresikan. serta memberikan respon balik positif. dan lakukan dan gelisah. menekankan pada penghargaan terhadap sumber – sumber koping ( pertahanan diri) yang positif. ( menurunkan ketakutan) dengan cara memberikan informasi tentang keadaan klien. membantu latihan relaksasi dan teknik – teknik pengalihan. 50 . kooperatif Kaji tanda verbal dan non verbal menunjukan rasa agitasi. menurunkan kerja sama.nya. Orientasikan klien terhadap prosedur Orientasi dapat rutin dan aktivitas yang di harapkan. mengurangi kecemasan. dan mungkin memperlambat penyembuhan. dampingi klien . marah terhadap tindakan dan kecemasan. menurunkan BAK Beri kesempatan kepada klien untuk Dapat menghilangkan mengungkapkan kecemasan nya. ♦Pasien merasa tidak wajah rileks tindakan bila menunjukan prilaku merusak. kecemasan. Mengurangi rangsangan Mulai melakukan tindakan untuk eksternal yang tidak perlu. berdaya akibat nyeri Konfrotasi dapat meningkatkan yang dialaminya Hindari konfrotasi rasa marah.

dan 51 . contoh nya diazepam. menurunkan kecemasan. dan perilaku adaptasi. Adanya keluarga dan teman teman yang dipilih klien untuk membantu aktivitas serta pengalihan ( misal nya membaca) akan menurunkan perasaaan terisolasi.Beri privasi untuk klien dan orang Memberikan waktu untuk terdekat. mengekspresikan perasaaan. Kolaborasi : berikan anticemas sesuai Meningkatkan relaksasi indikasi. menghilangkan cemas.

52 . 3 =Nyeri berat. karena sudah Intervensi kolaborasi pemberikan dengan menggunakan skala nyeri: 0 =Normal. Berkolaborasi dengan dokter untuk memberikan analgesik analgesik dilanjutkan bila pasien mengeluh nyeri. ♦ Skala nyeri 3 (nyeri berat). Mengkaji faktor penyebab nyeri. tidak nyeri. 4 =Sangat nyeri. O: ♦ Pasien tampak meringis kesakitan. P: ♦ Intervensi mengkaji tingkat nyeri dan faktor penyebab relaksasi diketahui. 2. Mengajarkan teknik distraksi saat nyeri 7. Mengkaji tingkat nyeri Evaluasi pasien S : ♦ Pasien mengatakan perutnya sakit sampai ke belakang.No 1 No Dx I Hari/ Jam Tgl Implementasi 1. 1 =Nyeri ringan. nyeri dihentikan. Mengatur posisi pasien 4. A: ♦ Masalah nyeri belum teratasi. Mengistirahatkan pasien 5. 2 =Nyeri sedang. nyerinya kadang hilang kadang timbul. 3. Mengajarkan teknik pernafasan dalam 6.

kuku. Memantau urine output. nadi perifer. suhu. Mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan penurunan sel darah O: merah. Memantau frekuensi jantung dan irama A: ♦ Masalah teratasi P: ♦ Intervensi di hentikan ♦ Pasien tidak mengeluh sakit kepala dan nyeri pada daerah ekstrimitas ♦ Nadi menurun saat di observasi yaitu 60 . 4. Mengkaji warna kulit. elestisitas rambut. 5. suhu) 53 . Mengkaji status mental klien secara S : teratur 2.70 / menit ♦ Tidak ada warna kulit pucat saat elevasi ♦ Tidak terdapat Perubahan karakteristik kulit (warna. 3. sensasi. sianosis. kelembaban.2 II 1. dan diaforesis secara teratur.

O: 3. 5. ♦ Bising usus terdengar jelas 6 x/m. ♦ Hindari makanan yang membentuk gas. Menganjurkan pasien makan sedikit tapi sering. Mengauskultasi bising usus. ♦ Pasien mengeluh tidak nafsu makan tapi minum 2. konsistensi.6 dilanjutkan. P: ♦ Intervensi 2.3 III S : 1. Mengkaji masukan dan haluaran makanan dan cairan. 4. BAK lancar 4x sehari.5.4. 54 . Anjurkan agar klien memakan ♦ Pasien mengatakan hanya makan 2 sendok makan makanan yang disediakan di rumah dari porsi makanan dari RS. 6. ♦ Kolaborasi dengan ahli gizi. Beri makanan dalam keadaan hangat banyak. sakit. jumlah.3. Mengobservasi warna feces. A: ♦ Masalah sebagian belum teratasi. dan frekuensi. dan porsi kecil serta diet tinggi kalori tinggi protein.

P: ♦ Intervensi 2.4 IV 1. ♦ Pasien mengatakan bisa tidur pada siang hari ♦ Pasien tidak mengeluh BAK yang sering. Mengatur posisi fisiologis perawat. 4. 2. dilanjutkan.4.3. Memantau adanya pengaman pada tempat tidur klien O: ♦ Pasien dapat beraktifitas walau masih di bantu 3. Mencatat pola pola istirahat dan tidur S : klien siang dan malam hari. Manajemen lingkungan : lingkungan A : tenang dan batasi pengunjung ♦ Masalah belum teratasi. 55 .

V 1) Mengkaji tingkat skala aktivitas pasien. ♦ Skala kekuatan otot: 5555 5555 5555 5555 5= Dapat melawan tahanan berat.5.4. T: 36.5’C.3. N: 64 x/m. A: ♦ Masalah intoleransi teratasi sebagian. P: ♦ Intervensi 1. S : ♦ Pasien mengatakan dapat bangun sendiri. dan dapat jalan sendiri perlahan-lahan O: ♦ Skala aktivitas 1 (perlu pengawasan). ♦ TTV.2. 4) Anjurkan pasien untuk berlatih berjalan sendiri. 56 . 2) Mengkaji skala kekuatan otot. 3) Monitor TTV. R: 20 x/m. dilanjutkan. TD: 100/80 mmHg.

dan takut. Mengkaji tanda verbal dan non verbal ♦ Pasien mengungkapkan bahwa dia akan segera kecemasan. suasana penuh istirahat. kehilangan. A: ♦ Masalah teratasi. ♦ Pasien dapat mengungkapkan masalah yang dihadapi nya. 2. ♦ Pasien dapat menerima keadaaan yang dihadapi nya. 4. 57 .6. P: ♦ Intervensi di hentikan . Memberikan lingkungan yang tenang dan ♦ Pasien menunjukan raut wajah rileks. Membantu klien mengekspresikan S : perasaan marah. Meningkatkan kontrol sensasi klien. VI 1. dan lakukan sembuh tindakan bila menunjukan prilaku merusak. dampingi klien . O: 3.

Edisi ketiga. Rencana Asuhan Keperawatan. Medical Surgical Nursing Care Plans. http://ms. Jakarta. Jakarta.com.Retnosari dkk. Balai Penerbit. Jakarta.com http://www..Arif. 2000. Fakultas Kedokteran UI.Jakarta.2009-2011.ISFI penerbitan. FKUI. Edisi 3. dasar patologi penyakit.2009.PT.. Doengoes Marilynn E. Ilmu Penyakit Dalam.2009. William F.2008.info-sehat.Jakarta.KEPUSTAKAAN Barbara. Ganong.Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi. Arif dkk. Robbins dan cotran.. Review Of Medical Physiologi. Muttaqin. Kapita Selekta Kedokteran.Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Trans Info Media. http://ms. EGC.ISO Farmakoterapi. Media Aesculapius.2007.com.Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem kardiovaskular dan hematologi. http://ms.com 58 . Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran.Jakarta. Zulkarnain Iskandar.alih bahasa:sumarwati. Mansjoer. Jilid 2. 1999.wikipedia.EGC Tarwoto dkk.Sriwijaya Post Online. mp.Salemba Medika Nanda International.Pikiran Rakyat Bandung.org/wiki/Hemoglobin.EGC Andrajati. 1992.Made dkk.Jakarta. Engram.buku saku anemia pada ibu hamil konsep dan penatalaksanaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful