PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

1.

Bidang Intelijen Keamanan (Intelkam) a. Pelaksanaan Kegiatan Program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Intelkam pada Reformasi Birokrasi Polri gelombang II akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1) Standar pelayanan publik pada Tingkat Polda, adalah sebagai berikut : a) b) c) d) 2) Pelayanan penerbitan SKCK; Pelayanan perijinan Senpi non organik TNI / Polri; Pelayanan Surat Ijin Kegiatan Masyarakat; Pelayanan Perijinan Handak Komersil.

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) (SPM) pada Tingkat Polres / Polresta bidang intelkam, sebagai berikut: a) b) Pelayanan penerbitan SKCK; Pelayanan Surat Ijin Kegiatan Masyarakat. Masyarakat dalam penyelenggaraan

3)

Partisipasi

pelayanan publik adalah berupa terbentuknya Jaringan Intelijen. 4) Quick Wins. Quick wins dalam pelayanan publik bidang intelkam yaitu Pelayanan penerbitan SKCK dengan alasan merupakan kebutuhan masyarakat sebagai prasyarat/kelengkapan administrasi untuk berbagai kegiatan formal.

b.

Kriteria Keberhasilan Guna mengukur tingkat keberhasilan secara cepat dan tepat dalam pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik bidang Intelkam, maka perlu ditentukan kriteria

keberhasilan pelaksanaan dari masing-masing program dan kegiatan tersebut. Kriteria keberhasilan dari program dan kegiatan sebagai berikut :
Program dan kegiatan, Rencana Aksi, Output dan Outcomes

PROGRAM / KEGIATAN 1 Penerapan Standar Pelayanan Publik

RENCANA AKSI 2

Pelayanan penerbitan SKCK

Pelayanan Surat Ijin Kegiatan Masyarakat Pelayanan perijinan Senpi non organik TNI / Polri Pelayanan Handak Komersil Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pada Polres / Polresta

Pelayanan penerbitan SKCK Pelayanan Surat Ijin Kegiatan Masyarakat

Partisipasi Masyarakat dlm penyelenggaraan Pelayanan Publik Pembentukan jaringan intelijen

INDIKATOR KINERJA OUTPUTS (KELUARAN) OUTCOMES (HASIL) 3 4 Terimplementasinya Terselenggaranya penggunaan standar pelayanan pelayanan publik yang dalam pelayanan publik lebih cepat, lebih aman, Terlaksananya pelayanan SKCK lebih baik dan lebih terjangkau dengan cepat, murah dan mudah sesuai dengan pedoman/petunjuk pelayanan SKCK Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan Ijin Giat Masyarakat Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan Perijinan Senpi Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan Handak Komersil Terimplementasinya penggunaan Standar Pelayanan Minimum pada Polres / Polresta/Tabes/Metro Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan SKCK Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan Ijin Giat Masyarakat Terjadinya peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk terkait denganPembentukan jaringan intelijen

d.

Agenda…..

c.

Agenda Prioritas 1) Tahapan prioritas kegiatan dari program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut : a) b) prioritas 1 prioritas 2 Masyarakat; c) prioritas 3 : Pelayanan perijinan Senpi non : Pelayanan penerbitan SKCK; : Pelayanan Surat Ijin Kegiatan

organik TNI/ Polri; d) prioritas 4 Komersil. 2) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pada Polres / Polresta dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut : a) b) prioritas 1 prioritas 2 Masyarakat. 3) Kegiatan Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan peningkatan kualitas pelayanan publik berupa : Pelayanan penerbitan SKCK ; : Pelayanan Surat Ijin Kegiatan : Pelayanan perijinan Handak

terbentuknya Jaringan Intelijen.

e.

Waktu pelaksanaan dan tahapan kerja Waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan tahapan kerja dari program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik bidang intelkam, sebagai berikut :

1)

Penerapan Standar Pelayanan Publik, dilaksanakan dalam beberapa rencana aksi: a) Tahun 2011 (1) Pelayanan penerbitan SKCK; (a) Membuat Perkap Pedoman

penerbitan SKCK. (b) Sosialisasi Perkap Pedoman

penerbitan SKCK. (c) Implementasi Perkap Pedoman

penerbitan SKCK. (d) Pembuatan laporan implementasi

pelayanan penerbitan SKCK. (2) Pelayanan Surat Ijin Kegiatan Masyarakat; (a) Membuat Perkap Pedoman Surat Ijin Kegiatan Masyarakat. (b) Sosialisasi Perkap Pedoman Surat Ijin Kegiatan Masyarakat. (c) Implementasi Perkap Pedoman Surat Ijin Kegiatan Masyarakat. (d) Pembuatan laporan pelayanan Surat Ijin Kegiatan Masyarakat. (3) b) Membuat laporan dan evaluasi tahun 2011.

Tahun 2012 (1) Pelayanan perijinan Senpi non organik TNI / Polri; (a) Membuat Perkap Pedoman perijinan Senpi non organik TNI / Polri. (b) Sosialisasi Perkap Pedoman perijinan Senpi non organik TNI / Polri.

(c)

Implementasi

Perkap

Pedoman

perijinan Senpi non organik TNI / Polri. (d) Pembuatan laporan pelayanan

perijinan Senpi non organik TNI / Polri. (2) Pelayanan perijinan Handak Komersil; (a) Membuat Perkap Pedoman perijinan Handak Komersil. (b) Sosialisasi Perkap Pedoman perijinan Handak Komersil. (c) Implementasi Perkap Pedoman

perijinan Handak Komersil. (d) Pembuatan laporan pelayanan

perijinan handak komersil. (3) c) Membuat laporan dan evaluasi tahun 2012.

Tahun 2013 Melanjutkan laporan: (1) (2) (3) Pelayanan penerbitan SKCK; Pelayanan Surat Ijin Kegiatan Masyarakat; Pelayanan perijinan Senpi non organik TNI/ Polri; (4) (5) Pelayanan perijinan Handak Komersil. Membuat laporan dan evaluasi tahun 2013. implementasi dan pembuatan

d)

Tahun 2014 Melanjutkan laporan: (1) (2) Pelayanan penerbitan SKCK; Pelayanan Surat Ijin Kegiatan Masyarakat; implementasi dan pembuatan

(3)

Pelayanan perijinan Senpi non organik TNI/ Polri;

(4) (5)

Pelayanan Perijinan Handak Komersil. Membuat laporan dan evaluasi tahun 2014.

2)

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Polres / Polresta, dilaksanakan pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 sebagai berikut: (a) (b) Implementasi pelayanan penerbitan SKCK; Implementasi Masyarakat; (c) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011 sampai dengan tahun 2014. pelayanan Surat Ijin Kegiatan

3)

Partisipasi

masyarakat

dalam

penyelenggaraan

peningkatan kualitas pelayanan publik dari tahun 2011 s/d 2014 berupa: (a) (b) Terbentuknya Jaringan Intelijen; Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.

f.

Penanggungjawab Penanggungjawab program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang intelkam sebagai berikut: 1) Penanggungjawab dalam menyusun Perkap SKCK/Surat Ijin Kegiatan Masyarakat, pelayanan perijinan Senpi non organik TNI/ Polri dan perijinan handak Komersil Penanggungjawab utama Kabaintelkam Polri,

Penanggungjawab lainnya Kadivkum Polri.

2)

Penanggungjawab dalam sosialisasi Perkap SKCK/Surat Ijin Kegiatan Masyarakat, pelayanan perijinan Senpi non organik TNI/ Polri dan perijinan handak Komersil Penanggungjawab utama Dir Intelkam/Wadir,

Penanggungjawab lainnya Kasubdit dan para Kasat Intelkam. 3) Penanggungjawab SKCK/Surat Ijin dalam Kegiatan implementasi Masyarakat, Perkap pelayanan

perijinan Senpi non organik TNI/ Polri dan perijinan handak Komersil Penanggungjawab utama Dir Intelkam, Penanggungjawab lainnya para Kasat Intelkam.

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

2.

Bidang Lalu Lintas a. Pelaksanaan Kegiatan Program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Lalu Lintas pada Reformasi Birokrasi Polri gelombang II akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1) Penerapan Standar Pelayanan Publik bidang Lalu Lintas di Tingkat Polda adalah sebagai berikut : a) Menyusun SOP Pelayanan SIM. (1) (2) (3) (4) b) SOP Satpas (Polres / Polresta). SOP SIM Keliling. SOP SIM Corner. SOP SIM Komunitas.

Menyusun SOP Pelayanan STNK. (1) (2) (3) (4) (5) (6) SOP Samsat (Polres / Polresta). SOP Samsat Keliling. SOP Corner. SOP Samsat Drive thru. SOP Samsat Door to door. SOP Payment Point.

c) d) e)

Menyusun SOP Pelayanan BPKB. Menyusun SOP Pelayanan Turjawali lalu lintas. Menyusun SOP Pelayanan terkait penanganan pelanggaran lalu lintas.

f)

Menyusun SOP Pelayanan terkait penanganan kecelakaan lalu lintas.

g)

Menyusun SOP Pelayanan Informasi Lalu lintas melalui NTMC, RTMC dan TMC.

2)

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pada Polres/ Polresta adalah sebagai berikut : a) b) c) Menyusun SOP Pelayanan SSB. Menyusun SOP Pelayanan Turjawali lalu lintas. Menyusun SOP Pelayanan terkait penanganan pelanggaran lalu lintas. d) Menyusun SOP Pelayanan terkait penanganan kecelakaan lalu lintas.

3)

Partisipasi

masyarakat

dalam

penyelenggaraan

pelayanan publik yaitu Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan (Road Safety Partnership Action). 4) Quick Wins Quick wins bidang lalu lintas dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, yaitu : a) “Pelayanan SSB” dengan alasan mengurangi penyimpangan dan mempercepat proses

penyelesaian pengurusan SSB; b) Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan (Road Safety Partnership Action) dengan alasan

meningkatkan

kepatuhan/ketaatan

masyarakat

pengguna jalan dalam berlalu lintas.

b.

Kriteria Keberhasilan Guna mengukur tingkat keberhasilan secara cepat dan tepat dalam pelaksanaan Program Peningkatan kualitas pelayanan publik bidang lalu lintas, maka perlu ditentukan kriteria keberhasilan pelaksanaan dari masing-masing program dan kegiatan tersebut. Kriteria keberhasilan dari program dan kegiatan adalah sebagai berikut :

Program dan kegiatan, Rencana Aksi, Output dan Outcomes
PROGRAM / KEGIATAN 1 Penerapan Standar Pelayanan Publik Pada bidang lalu lintas di Tingkat Polda RENCANA AKSI 2 INDIKATOR KINERJA OUTPUTS (KELUARAN) OUTCOMES (HASIL) 3 4 Terimplementasinya penggunaan standar pelayanan Terselenggaranya dalam pelayanan publik pelayanan publik yang lebih cepat, lebih aman, lebih baik dan lebih Tersusun dan diterapkannya terjangkau semua pedoman/petunjuk pelayanan SIM

Menyusun SOP Yan SIM a. SOP Satpas (Polres/ Polresta) b. SOP SIM Keliling c. SOP SIM Corner d. SOP SIM Komunitas Menyusun SOP Yan STNK a. SOP Samsat (Polres/ Polresta) b. SOP Samsat Keliling c. SOP Corner d. SOP Samsat Drive thru e. SOP Samsat Door to door f. SOP Payment Point Penerapan Standar Pelayanan BPKB Penerapan Standar Pelayanan Turjawali Lantas Penerapan Standar Pelayanan Terkait Pelanggaran Lalu Lintas Penerapan Standar Pelayanan Terkait Kecelakaan Lalu Lintas Penerapan Standar Pelayanan Informasi Lalu lintas melalui NTMC, RTMC, dan TMC

Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan STNK

Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan BPKB Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan Turjawali Lalu Lintas Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan terkait dengan pelanggaran Lalu Lintas Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan terkait dengan kecelakaan Lalu Lintas Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk pelayanan informasi Lalu Lintas Terimplementasinya penggunaan SPM pada Polres / Polresta/Tabes/Metro Tersusunnya dan terimplementasinya SOP pelayanan SSB Tersusunnya dan terimplementasinya SOP pelayanan Turjawali lalu lintas Tersusunnya dan terimplementasinya SOP penanganan pelanggaran lalu lintas Tersusunnya dan terimplementasinya SOP penanganan kecelakaan lalu lintas Terselenggaranya pelayanan publik yang lebih cepat, lebih aman, lebih baik dan lebih terjangkau

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pada Polres / Polresta

Penerapan SOP Pelayanan SSB Penerapan SOP Pelayanan Turjawali lalu lintas Penerapan SOP penanganan pelanggaran lalu lintas Penerapan SOP penanganan kecelakaan lalu lintas

PROGRAM / KEGIATAN 1 Partisipasi Masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik

RENCANA AKSI 2

Menyusun SOP/pedoman pelaksanaan Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan (Road Safety Partnership Action)

INDIKATOR KINERJA OUTPUTS (KELUARAN) OUTCOMES (HASIL) 3 4 Terjadinya peningkatan partisipasi masyarakat dalam Terselenggaranya penyelenggaraan pelayanan pelayanan publik yang publik lebih cepat, lebih aman, lebih baik dan lebih Tersusunnya dan terjangkau terimplementasinya SOP/ pedoman Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan (Road Safety Partnership Action).

c.

Agenda Prioritas Tahapan prioritas kegiatan dari program peningkatan kualitas Pelayanan Publik bidang lalu lintas sebagai berikut: 1) Penerapan Standar Pelayanan Publik dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) b) prioritas 1 prioritas 2 : Menyusun SOP Pelayanan SSB; : Menyusun SOP Pelayanan

Turjawali Lantas; c) prioritas 3 : Menyusun SOP Pelayanan Terkait

Kecelakaan Lalu Lintas; d) prioritas 4 : Menyusun SOP Pelayanan Terkait

Pelanggaran Lalu Lintas; e) prioritas 5 : Menyusun SOP Pelayanan

Informasi Lalu lintas melalui NTMC, RTMC, dan TMC. 2) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) (SPM) pada Polres / Polresta dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) b) prioritas 1 prioritas 2 : Penerapan SOP Pelayanan SSB; : Penerapan SOP Pelayanan

Turjawali lalu lintas;

c)

prioritas 3

: Penerapan SOP Pelayanan terkait

penanganan pelanggaran lalu lintas; d) prioritas 4 : Penerapan SOP Pelayanan terkait

penanganan kecelakaan lalu lintas; 3) Partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik bidang lalu lintas adalah menyusun SOP Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan (Road Safety Pertnership Action).

d.

Waktu pelaksanaan dan tahapan kerja Waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan tahapan kerja dari program Peningkatan Pelayanan Publik, sebagai berikut : 1) Penerapan Standar Pelayanan Publik, dilaksanakan dalam beberapa rencana aksi : a) Tahun 2011 (1) Menyusun SOP Pelayanan SIM (Satpas), SIM Keliling, SIM Corner dan SIM

Komunitas. (2) Menyusun SOP Samsat, Samsat Keliling, Samsat Corner, Samsat Drive thru, Samsat Door to door dan Payment Point. (3) (4) (5) Menyusun SOP BPKB Menyusun SOP Turjawali Lantas Menyusun SOP Pelayanan Kecelakaan Lalu Lintas (6) Menyusun SOP Pelayanan Pelanggaran Lalu Lintas (7) Menyusun SOP Pelayanan Informasi Lalu lintas melalui NTMC, RTMC, dan TMC.

(8)

Menyusun

SOP

Aksi

Kerjasama

Keselamatan di Jalan Raya (Road Safety Partnership Action). (9) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011. b) Tahun 2012 (1) Sosialisasi dan pelaksanaan semua SOP Pelayanan SSB, SIM Keliling, SIM Corner, dan SIM Komunitas. (2) Sosialisasi dan pelaksanaan SOP Samsat keliling, Samsat Corner, Samsat Drive Thru, Samsat Door to door dan Payment Point. (3) Sosialisasi dan pelaksanaan SOP Turjawali Lalu lintas. (4) Sosialisasi dan pelaksanaan SOP

Pelanggaran Lalu lintas. (5) Sosialisasi dan pelaksanaan SOP

kecelakaan Lalu lintas. (6) Sosialisasi dan pelaksanaan SOP

Pelayanan Informasi Lalu lintas melalui NTMC, RTMC, dan TMC. (7) Sosialisasi dan pelaksanaan SOP Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan Raya (Road Safety Partnership Action). (8) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2012. c) Tahun 2013 (1) Tindak lanjut pelaksanaan semua SOP Pelayanan SSB, SIM Keliling, SIM Corner, dan SIM Komunitas. (2) Tindak…..

(2)

Tindak lanjut pelaksanaan SOP Samsat keliling, Samsat Corner, Samsat Drive Thru, Samsat Door to door dan Payment Point.

(3)

Tindak lanjut pelaksanaan SOP Turjawali Lalu lintas.

(4)

Tindak

lanjut

pelaksanaan

SOP

Pelanggaran Lalu lintas. (5) Tindak lanjut pelaksanaan SOP kecelakaan Lalu lintas. (6) Tindak lanjut pelaksanaan SOP Pelayanan Informasi Lalu lintas melalui NTMC, RTMC, dan TMC. (7) Tindak lanjut pelaksanaan SOP Aksi

Kerjasama Keselamatan di Jalan Raya (Road Safety Partnership Action). (8) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2013. d) Tahun 2014 (1) Evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan semua SOP Pelayanan SSB, SIM Keliling, SIM Corner, dan SIM Komunitas. (2) Evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan SOP Samsat keliling, Samsat Corner,

Samsat Drive Thru, Samsat Door to door dan Payment Point. (3) Evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan SOP Turjawali Lalu lintas. (4) Evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan SOP Pelanggaran Lalu lintas. (5) Evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan SOP kecelakaan Lalu lintas.

(6)

Evaluasi…..

(6)

Evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan SOP Pelayanan Informasi Lalu lintas

melalui NTMC, RTMC, dan TMC. (7) Evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan SOP Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan Raya (Road Safety Partnership Action). (8) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2014. 2) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Polres / Polresta, dilaksanakan pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 sebagai berikut : a) b) c) Penerapan SOP Pelayanan SSB Penerapan SOP Pelayanan Turjawali lalu lintas; Penerapan SOP Pelayanan terkait penanganan pelanggaran lalu lintas; d) Penerapan SOP Pelayanan terkait penanganan kecelakaan lalu lintas; e) Menyusun laporan dan evaluasi pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2014. 3) Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan

pelayanan publik bidang lalu lintas pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2014, yaitu sebagai berikut : a) Implementasi Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan (Road Safety Pertnership Action). b) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.

e.

Penanggungjawab Penanggungjawab program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang lalu lintas sebagai berikut: 1) Penyusunan SOP Pelayanan SSB, Turjawali Lantas, Penanganan Pelanggaran Lalu Lintas, Penanganan

Kecelakaan Lalu Lintas dan Pelayanan Informasi Lalu lintas dengan Penanggungjawab utama Dir Lantas/Wadir Lantas Penanggungjawab lainnya para Kasubdit/ Kasat Lantas; Penyusunan SOP Aksi Kerjasama Keselamatan di Jalan Raya (Road Safety Partnership Action) dengan

Penanggungjawab utama Dir Lantas/ Wadir Lantas Penanggungjawab lainnya para Kasubdit/ Kasat Lantas;

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

3.

Bidang Sabhara (Samapta Bhayangkara) a. Pelaksanaan Kegiatan Program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Sabhara pada RBP gelombang II sebagai berikut : 1) Penerapan standar pelayanan publik dibidang

Sabhara pada tingkat Polda, antara lain: a) Pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (Turjawali); b) c) Pengendalian massa; Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP); d) e) 2) Tindak pidana ringan (Tipiring); Bantuan search and rescue (Bansar).

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) (SPM) di bidang Sabhara pada Polres / Polresta, antara lain: a) Pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (Turjawali); b) c) Pengendalian massa; Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP); d) e) Tindak pidana ringan (Tipiring); Bantuan search and rescue (Ban SAR);

3)

Partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dibidang Sabhara, yaitu:
a)

Penempatan kotak patroli oleh masyarakat pada daerah-daerah rawan;

b)

Pemanfaatan call center 112 untuk pelayanan publik dibidang Sabhara.

4)

Quick Wins Quick wins dalam peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Sabhara, yaitu: a) Pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (Turjawali); b) Bantuan search and rescue (Ban SAR).

b.

Kriteria Keberhasilan Guna mengukur tingkat keberhasilan secara cepat dan tepat dalam pelaksanaan program peningkatan kualitas

pelayanan publik bidang Sabhara, maka perlu ditentukan kriteria keberhasilan pelaksanaan dari masing-masing program dan kegiatan tersebut. Kriteria keberhasilan dari program dan kegiatan adalah sebagai berikut :

Program dan kegiatan, Rencana Aksi, Output dan Outcomes
PROGRAM / KEGIATAN 1 Penerapan Standar Pelayanan Publik pada Sabhara Polda Menghimpun/menginventarisasi standar pelayanan pada layanan publik dibidang Sabhara Melakukan kajian terhadap SOP pada pelayanan publik dibidang Sabhara Menyusun dan merevisi standar pelayanan publik dibidangSabhara Menyosialisasikan dan menerapkan standar pelayanan publik dibidang Sabhara Melengkapi dan mengevaluasi standar pelayanan publik dibidang Sabhara RENCANA AKSI 2 INDIKATOR KINERJA OUTPUTS (KELUARAN) OUTCOMES (HASIL) 3 4 Terimplementasinya penggunaan standar pelayanan Terselenggaranya dalam pelayanan publik pada pelayanan publik yang Sabhara Baharkam Polri dan lebih cepat, lebih aman, Polda lebih baik dan lebih terjangkau Terhimpun/Terinven-tarisirnya SOP standar pelayanan publik di bidang Sabhara Terdapatnya data SOP pada pelayanan publik di bidang Sabhara. Tersusunnya SOP yang dijadikan pedoman pada pelayanan publik di bidang Sabhara Tersosialisasinya dan diterapkannya SOP pelayanan publik di bidang Sabhara Seluruh SOP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan publik di bidang Sabhara sudah lengkap Terimplementasinya penggunaan Standar Pelayanan Minimum pada Polres / Polresta/ Tabes/Metro Tersosialisasi dan diterapkannya SOP tentang pelayanan minimal di bidang Sabhara pada Polres/ Ta/Tabes/Metro Terjadinya peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Dimanfaatkannya kotak patroli oleh masyarakat untuk memberikan informasi tentang situasi Kamtibmas di wilayahnya Dimanfaatkannya call center 112 oleh masyarakat sebagai sarana pelaporan.

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada fungsi Sabhara Polres / Polresta

Menyosialisasikan dan menerapkan standar pelayanan di bidang Sabhara

Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Penempatan kotak patroli oleh masyarakat pada daerah-daerah rawan Pemanfaatan call center 112 untuk pelayanan publik dibidang Sabhara

c.

Agenda Prioritas Tahapan prioritas kegiatan dari program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Sabhara sebagai berikut: 1) Penerapan Standar Pelayanan Publik dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) prioritas 1 : Pengaturan, penjagaan,

pengawalan dan patroli (Turjawali); b) prioritas 2 (Ban SAR); c) Prioritas 3 : Menghimpun/ : Bantuan search and rescue

menginventarisasi SOP pelayanan publik dibidang Sabhara; d) prioritas 4 : Mengevaluasi dan merevisi

SOP pelayanan publik di bidang Sabhara; e) prioritas 5 : Menyosialisasikan dan

mengimplementasikan SOP pelayanan publik di bidang Sabhara. 2) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) (SPM) pada Tingkat Polres / Polresta dengan urutan

pencapaian prioritas sebagai berikut: a) prioritas 1 : Penerapan SOP tentang

Pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (Turjawali); b) prioritas 2 : Penerapan SOP tentang

Bantuan search and rescue (Ban SAR); 3) Partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Sabhara yaitu penempatan kotak patroli oleh masyarakat pada daerah-daerah rawan dan pemanfaatan call center 112.

d.

Waktu pelaksanaan dan tahapan kerja Waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan tahapan kerja dari program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Sabhara, sebagai berikut: 1) Penerapan standar pelayanan publik bidang Sabhara dan Tingkat Polda, antara lain: a) Tahun 2011 (1) Menghimpun / menginventarisasi SOP

pelayanan publik bidang Sabhara, tentang: (a) Pengaturan, penjagaan,pengawalan, dan patroli (Turjawali); (b) (c) Pengendalian massa; Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP); (d) (e) Tindak pidana ringan (Tipiring); Bantuan search and rescue (Ban SAR). (2) Mengevaluasi dan merevisi SOP pelayanan publik bidang Sabhara. (3) Menyosialisasikan dan mengimplemen-

tasikan SOP pelayanan publik di bidang Sabhara. (4) Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2011. b) Tahun 2012 s/d 2014 (1) Penerapan SOP pelayanan publik bidang Sabhara tentang Pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (Turjawali). (2) Penerapan SOP pelayanan publik dibidang Sabhara tentang Pengendalian massa.

(3)

Penerapan SOP pelayanan publik dibidang Sabhara tentang Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP).

(4)

Penerapan SOP pelayanan publik dibidang Sabhara tentang Tindak pidana ringan (Tipiring).

(5)

Penerapan SOP pelayanan publik dibidang Sabhara tentang Bantuan search and

rescue (Ban SAR). (6) Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2012 sampai dengan tahun 2014. 2) Standar Pelayanan Minimal (SPM) (SPM) pada

Tingkat Polres / Polresta dari tahun 2011 s/d 2014, antara lain : a) Penerapan SOP tentang Pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (Turjawali); b) c) Penerapan SOP tentang Pengendalian massa; Penerapan SOP tentang Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP); d) Penerapan SOP tentang tindak pidana ringan (Tipiring); e) Penerapan SOP tentang Bantuan search and rescue (Ban SAR); f) Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2011 sampai dengan tahun 2014. 3) Partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Sabhara dari tahun 2011 s/d tahun 2014, antara lain: a) Penempatan kotak patroli oleh masyarakat pada daerah-daerah rawan; b) Pemanfaatan call center 112 untuk pelayanan publik dibidang Sabhara;

c)

Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.

d.

Penanggungjawab Penanggungjawab program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Sabhara sebagai berikut : 1) Penanggungjawab dalam menyusun SOP pelayanan publik dibidang Sabhara tentang Pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (Turjawali), Pengendalian massa, Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), Tindak pidana ringan (Tipiring) dan Bantuan search and rescue (Ban SAR) Penanggungjawab utama Dirsabhara Baharkam Polri, Penanggungjawab lainnya Kadivkum Polri; 2) Penanggungjawab dalam sosialisasi SOP pelayanan publik dibidang Sabhara tentang pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (Turjawali), Pengendalian massa, Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), Tindak pidana ringan (Tipiring), dan Bantuan search and rescue (Ban SAR) Penanggungjawab utama Kabidkum, Penanggungjawab lainnya Dir Sabhara / Wadir Sabhara beserta para Kasubdit dan Kasat Sabhara; 3) Penanggungjawab dalam implementasi SOP pelayanan publik dibidang Sabhara tentang pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (Turjawali), Pengendalian massa, Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), Tindak pidana ringan (Tipiring), dan Bantuan search and rescue (Ban SAR) Penanggungjawab utama Dir Sabhara / Wadir Sabhara beserta para Kasubdit dan Kasat Sabhara.

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

4.

Bidang Reserse Kriminal (Reskrim) a. Pelaksanaan Kegiatan Program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Reskrim pada Reformasi Birokrasi Polri gelombang II akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1) Penerapan Standar Pelayanan Publik di Tingkat Polda, dalam bentuk : a) b) c) d) Pelayanan penerimaan laporan masyarakat; Pelayanan pemeriksaan saksi; Pelayanan pemeriksaan tersangka; Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti; e) 2) Pelayanan tahanan.

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pada Tingkat Polres / Polresta dan Polsek : a) b) c) d) Pelayanan penerimaan laporan masyarakat; Pelayanan pemeriksaan saksi; Pelayanan pemeriksaan tersangka; Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti; e) Pelayanan tahanan; Masyarakat dalam penyelenggaraan

3)

Partisipasi

pelayanan public : a) Menggelar balai/ruang pelayanan pengaduan

komplain masyarakat di tingkat Polda dan Tingkat Polres / Polresta;

b)

Revitalisasi

kring

reserse

sebagai

bentuk

pemberdayaan masyarakat dalam mencegah dan mengungkap kejahatan. 4) Quick Wins Quick wins Pengaduan di bidang Reskrim Komplain Masyarakat adalah pelayanan dengan alasan

masyarakat masih kurang puas terhadap penanganan perkara yang telah dilaporkan kepada Polri sehingga dengan adanya pelayanan pengaduan komplain tersebut diharapkan mampu mendorong dan meningkatkan kinerja Reskrim akuntabel. yang lebih profesional, transparan dan

b.

Kriteria Keberhasilan Guna mengukur tingkat keberhasilan secara cepat dan tepat dalam pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas

Pelayanan Publik bidang Reskrim, maka perlu ditentukan kriteria keberhasilan pelaksanaan dari masing-masing program dan kegiatan tersebut. Kriteria keberhasilan dari program dan kegiatan dimaksud dapat digambarkan sebagai berikut :

PROGRAM DAN KEGIATAN, RENCANA AKSI SERTA OUTPUT DAN OUTCOMES
PROGRAM / KEGIATAN 1 Penerapan Standar Pelayanan Publik Menyusun Perkap/SOP tentang Pedoman SP2HP Menyusun Perkap/SOP tentang Sistem Informasi Penyidikan Menyusun Perkap/SOP tentang Sistem Pelayanan Masyarakat di Bareskrim Polri Menyusun Perkap/SOP tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Menyusun dan menerapkan SOP Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti Menyusun dan menerapkan SOP Pelayanan tahanan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pada Polres / Polresta RENCANA AKSI 2 INDIKATOR KINERJA OUTPUTS (KELUARAN) OUTCOMES (HASIL) 3 4 Terimplementasinya Terselenggaranya penggunaan standar pelayanan pelayanan publik yang dalam pelayanan publik lebih cepat, lebih aman, lebih baik dan lebih Tersusun dan terjangkau terimplementasinya SP2HP di tingkat Mabes Polri dan Polda Tersusun dan terimplementasinya standar pelayanan Sistem Informasi Penyidikan Tersusun dan terimplementasinya sistem pelayanan masyarakat di Bareskrim Polri dan Polda Tersusun dan terimplementasinya Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Tersusun dan terimplementasinya standar pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti tingkat Mabes Polri dan Polda Tersusun dan terimplementasinya standar pelayanan tahanan tingkat Mabes Polri dan Polda Tersusun dan terimplementasinya Standard Pelayanan di tingkat Polres dan Polsek Terimplementasinya SP2HP di tingkat Mabes Polri dan Polda Terimplementasinya standar pelayanan Sistem Informasi Penyidikan Terimplementasinya sistem pelayanan masyarakat di Bareskrim Polri dan Polda Terimplementasinya Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Terimplementasinya standar pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti tingkat Mabes Polri dan Polda Terimplementasinya standar pelayanan tahanan tingkat Mabes Polri dan Polda

Penerapan Perkap/SOP tentang Pedoman SP2HP Penerapan Perkap/SOP tentang Sistem Informasi Penyidikan Penerapan Perkap/SOP tentang Sistem Pelayanan Masyarakat di Bareskrim Polri Penerapan Perkap/SOP tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Penerapan SOP Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti Penerapan SOP Pelayanan tahanan

PROGRAM / KEGIATAN 1 Partisipasi Masyarakat dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik

RENCANA AKSI 2

Pelayanan Komplain Pengaduan Masyarakat

Revitalisasi Kring Reserse

INDIKATOR KINERJA KELUARAN (OUTPUTS) HASIL (OUTCOMES) 3 4 Terimplementasinya Terselenggaranya penggunaan Standar Pelayanan pelayanan publik yang dalam pelayanan publik lebih cepat, lebih aman, lebih baik dan lebih Terimplementasinya SOP terjangkau Penerimaan dan penanganan Pengaduan Komplain Masyarakat ditingkat Bareskrim, Polda dan Polres Tersusun dan diterapkannya semua pedoman/petunjuk Terimplementasinya Kring Reserse ditingkat Bareskrim, Polda, Polres, dan Polsek

c.

Agenda Prioritas Tahapan prioritas kegiatan dari program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik bidang Reskrim sebagai berikut : 1) Penerapan Standar Pelayanan Publik dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) b) Menyusun Perkap/SOP tentang Pedoman SP2HP; Menyusun Perkap/SOP tentang Sistem Informasi Penyidikan; c) Menyusun Perkap/SOP tentang Sistem Pelayanan Masyarakat di Bareskrim Polri; d) Menyusun Perkap/SOP tentang Manajemen

Penyidikan Tindak Pidana; e) Menyusun dan menerapkan SOP Pelayanan

penyimpanan dan perawatan barang bukti; f) Menyusun dan menerapkan SOP tahanan; 2) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Polres / Polresta dengan implementasi: a) Penerapan Perkap / SOP tentang Pedoman SP2HP; Pelayanan

b)

Penerapan

Perkap

/

SOP

tentang

Sistem

Informasi Penyidikan; c) Penerapan Perkap / SOP tentang Sistem

Pelayanan Masyarakat di Bareskrim Polri; d) Penerapan Perkap / SOP tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana; e) Penerapan SOP Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti; f) 4) Penerapan SOP Pelayanan tahanan. masyarakat dalam penyelenggaraan

Partisipasi

pelayanan publik bidang Reskrim, dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut : a) Prioritas 1 Masyarakat. b) Prioritas 2 : Revitalisasi Kring Reserse : Pelayanan Pengaduan Komplain

d.

Waktu pelaksanaan dan tahapan kerja Waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan tahapan kerja dari program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik bidang Reskrim, sebagai berikut: 1) Penerapan standar pelayanan publik bidang Reskrim di tingkat Polda adalah : a) Tahun 2011 (1) Menyusun Perkap/SOP tentang Pedoman SP2HP. (2) Menyusun Perkap/SOP tentang Sistem

Informasi Penyidikan. (3) Menyusun Perkap/SOP tentang Sistem

Pelayanan Masyarakat di Bareskrim Polri. (4) Menyusun Perkap/SOP tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

(5)

Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011.

b)

Tahun 2012 (1) Melanjutkan implementasi dan pembuatan laporan program 2011. (2) Menyusun dan menerapkan SOP

Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti. (3) Menyusun dan menerapkan SOP

Pelayanan tahanan. (4) Sosialisasi dan penerapan Perkap/SOP tentang Pedoman SP2HP. (5) Sosialisasi dan penerapan Perkap/SOP tentang Sistem Informasi Penyidikan. (6) Sosialisasi dan penerapan Perkap/SOP tentang Sistem Pelayanan Masyarakat di Polda. (7) Sosialisasi dan penerapan Perkap/SOP tentang Pidana. (8) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2012. c) Tahun 2013 (1) Melanjutkan implementasi dan pembuatan laporan program 2012. (2) Sosialisasi dan penerapan SOP Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti. (3) Sosialisasi dan penerapan SOP Pelayanan tahanan. (4) Peningkatan dan Pemeliharaan sarana dan prasarana pendukung pelayanan Reskrim. Manajemen Penyidikan Tindak

(5)

Menindaklanjuti hasil evalusi penerapan SOP Tahun 2012.

(6)

Mengadakan

pelatihan

peningkatan

kemampuan personel di bidang pelayanan Reskrim. (7) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2013. d) Tahun 2014 (1) Melanjutkan implementasi dan pembuatan laporan program 2013. (2) Peningkatan dan Pemeliharaan sarana dan prasarana pendukung pelayanan Reskrim. (3) Mengadakan pelatihan peningkatan

kemampuan personel di bidang pelayanan Reskrim. (4) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011.

2)

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Polres/ Ta, dilaksanakan dalam tahun 2011 s/d 2014 sebagai berikut : a) Penerapan SP2HP; b) Penerapan Perkap/SOP tentang Sistem Informasi Penyidikan; c) Penerapan Perkap/SOP tentang Sistem Perkap/SOP tentang Pedoman

Pelayanan Masyarakat di Bareskrim Polri; d) Penerapan Perkap/SOP tentang Manajemen

Penyidikan Tindak Pidana; e) Penerapan SOP Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti;

f) g)

Penerapan SOP Pelayanan tahanan; Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011 s/d 2014.

3)

Partisipasi peningkatan

masyarakat kualitas

dalam pelayanan

penyelenggaraan publik bidang

Reskrim, dilaksanakan dalam tahun 2011 s/d 2014 sebagai berikut : a) Pelayanan pengaduan komplain masyarakat (1) Pengadaan pelayanan masyarakat. (2) Menyusun SOP tentang Pelayanan dan pembangunan ruang

pengaduan

komplain

Pengaduan Komplain Masyarakat. (3) Implementasi SOP Pelayanan Pengaduan Komplain Masyarakat. (4) Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendukung pelayanan

pengaduan komplain masyarakat di tingkat polda, Polres / Polresta (5) Mengadakan pelatihan peningkatan

kemampuan personil di bidang pelayanan pengaduan komplain masyarakat. b) Revitalisasi Kring Reserse (1) (2) Menyusun SOP. Sosialisasi dan Internalisasi pedoman

pembinaan kring reserse di tingkat polda, Polres / Polresta. (3) Implementasi pembinaan Kring Reserse di tingkat Polda, Polres / Polresta. c) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011 s/d 2014.

e.

Penanggungjawab Penanggungjawab program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang reskrim sebagai berikut : 1) Penanggungjawab dalam menyusun Perkap/SOP

tentang Pedoman SP2HP, Sistem Informasi Penyidikan, Sistem Pelayanan Masyarakat di Polda, Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti dan Pelayanan tahanan

Penanggungjawab utama Dir Reskrim/ Wadir Reskrim, Penanggungjawab Kasubdit. 2) Penanggungjawab dalam sosialisasi Perkap/SOP tentang Pedoman SP2HP, Sistem Informasi Penyidikan, Sistem Pelayanan Masyarakat di Polda, Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti dan Pelayanan tahanan Penanggungjawab utama Kabidkum, Penanggungjawab lainnya Dir Reskrim beserta para Kasubdit. 3) Penanggungjawab dalam implementasi Perkap/SOP lainnya Dir Tahti beserta para

tentang Pedoman SP2HP, Sistem Informasi Penyidikan, Sistem Pelayanan Masyarakat di Polda, Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, Pelayanan penyimpanan dan perawatan barang bukti dan Pelayanan Dir tahanan Reskrim,

Penanggungjawab

utama

Penanggungjawab lainnya Wadir Reskrim, para kasubdit.

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

5.

BIDANG BRIGADE MOBILE (BRIMOB) a. Pelaksanaan Kegiatan Program peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang Brimob pada RBP gelombang II sebagai berikut : 1) Penerapan standar pelayanan pada pelayanan publik di bidang Brimob pada Sat Brimobda, sebagai berikut : a) Pusat pelaporan publik untuk melayani pengaduan masyarakat terhadap bencana alam, ancaman bom dan zat kimia yang berbahaya; b) Quick Respon Brimob terhadap gangguan

keamanan dalam negeri berkadar tinggi; c) Peningkatan kemampuan Penjinakan Bom,

Penanganan permintaan bantuan pencarian dan penyelamatan jiwa (SAR) serta penanganan

bahaya Kimia, Biologi dan Radio aktif (KBR); d) e) Pelayanan korban bencana alam; Pelayanan pengamanan terkait dengan kegiatan masyarakat/Institusi terhadap gangguan

kamtibmas yang berkadar tinggi. 2) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan publik di bidang Brimob pada wilayah hukum Polres / Polresta, meliputi : a) b) Pelayanan korban bencana alam; Pengamanan kegiatan masyarakat dengan tingkat kerawanan yang tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa).

3)

Partisipasi

masyarakat

dalam

penyelenggaraan

pelayanan publik di bidang Brimob, sebagai berikut :\ a) Pemanfaatan call center Brimob yang beroperasi 24 jam setiap hari oleh masyarakat dalam memberikan informasi tentang bencana alam, ancaman bom dan zat kimia berbahaya; b) 4) Relawan dalam penanganan bencana alam.

Quick Wins Quick wins dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang Brimob pada RBP gelombang II, sebagai berikut: a) Mendirikan pusat pelaporan ancaman bom, SAR dan KBR dengan alasan memudahkan/

mempercepat masyarakat dalam menyam-paikan informasi tentang ancaman bom, bencana alam dan zat kimia berbahaya; b) Quick Respon Brimob meliputi Quick Respon Jibom, SAR dan KBR dengan alasan akan membantu Brimob dalam meningkatkan kecepatan pencegahan maupun penanganan gangguan

keamanan dalam negeri berkadar tinggi sehingga dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkannya.

b.

Kriteria Keberhasilan Guna mengukur tingkat keberhasilan secara cepat dan tepat dalam pelaksanaan program peningkatan kualitas pelayanan publik, maka perlu ditentukan kriteria keberhasilan pelaksanaan dari masing-masing program dan kegiatan tersebut. Kriteria keberhasilan dari program dan kegiatan adalah sebagai berikut :

PROGRAM DAN KEGIATAN, RENCANA AKSI SERTA OUTPUT DAN OUTCOMES
INDIKATOR KINERJA OUTPUTS (KELUARAN) OUTCOMES (HASIL) 3 4 Terimplementasinya penggunaan standar pelayanan Terselenggara-nya dalam pelayanan publik di pelayanan publik dibidang bidang Brimob Brimob yang lebih cepat, lebih aman, lebih baik dan lebih terjangkau Tersedianya pusat pelaporan publik

PROGRAM / KEGIATAN 1 Penerapan standar pelayanan pada pelayanan publik Sat Brimobda, meliputi:

RENCANA AKSI 2

Mendirikan pusat pelaporan publik untuk melayani pengaduan masyarakat terhadap bencana alam, ancaman bom dan zat kimia yang berbahaya Menyusun dan menerapkan SOP pusat pelaporan publik Menerapkan SOP tentang penanganan bencana alam, penjinakan bom, KBR. Menyusun SOP tentang mekanisme perbantuan perkuatan Brimob. Menyusun SOP tentang pelaksanaan Quick Respon Brimob Sosialisasi standar pelayanan publik Brimob secara internal maupun eksternal

Tersusunnya dokumen standar pelayanan pusat pelaporan publik Tersusunnya standar pelayanan untuk seluruh pelayanan publik bidang Brimob yang disahkan melalui Perkap Tersedianya dokumen anev standar pelayanan Brimob yang telah diterapkan Tersusunnya standar pelayanan untuk seluruh pelayanan publik bidang Brimob yang disahkan melalui Perkap Tersedianya laporan pelaksanaan sosialisasi pelayanan publik Brimob Terimplementasinya penggunaan SPM di Polri Terimplementasinya SOP penanganan bencana alam Terimplemntasinya SOP penanganan pengamanan kegiatan masyarakat dengan tingkat kerawanan yang tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa)

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan publik di bidang Brimob hingga ke tingkat satuan kewilayahan, meliputi:

Menerapkan SOP penanganan bencana alam Menerapkan SOP penanganan pam Giat masy dgn tingkat kerawanan yang tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa)

PROGRAM / KEGIATAN 1 Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dilingkungan Kepolisian melalui:

RENCANA AKSI 2

Pemanfaatan call center Brimob yang beroperasi 24 jam setiap hari oleh masyarakat dalam memberikan informasi tentang bencana alam, ancaman bom dan zat kimia berbahaya Relawan dalam penanganan bencana alam

INDIKATOR KINERJA KELUARAN (OUTPUTS) HASIL (OUTCOMES) 3 4 Terjadinya peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Optimalnya penggunaan call center oleh masyarakat.

Terlibatnya secara aktif masyarakat sebagai relawan dalam penanganan bencana alam

c.

Agenda Prioritas Tahapan prioritas kegiatan dari program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Brimob adalah sebagai berikut : 1) Penerapan standar pelayanan pada pelayanan publik di bidang Brimob dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) Prioritas 1 pelaporan : publik Standar yang Pelayanan Pusat

melayani

pengaduan

gangguan keamanan dalam negeri berkadar tinggi; b) Prioritas 2 : Standar Pelayanan Quick

Respon Brimob terhadap gangguan keamanan dalam negeri berkadar tinggi; c) Prioritas 3 : Standar Pelayanan SAR untuk

pelayanan korban bencana alam; d) Prioritas 4 : Standar Pelayanan peng-

amanan kegiatan masyarakat dengan tingkat kerawanan tinggi (unjuk rasa anarkis dan

kerusuhan massa).

2)

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan publik di bidang Brimob hingga ke tingkat satuan kewilayahan dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) Prioritas 1 alam; b) Prioritas 2 : Pengamanan kegiatan : Pelayanan korban bencana

masyarakat dengan tingkat kerawanan yang tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa). 3) Peningkatan partisipasi masyarakat dalam

peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang Brimob dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) Prioritas 1 : Pemanfaatan call center

Brimob yang beroperasi 24 jam setiap hari oleh masyarakat dalam memberikan informasi tentang bencana alam, ancaman bom dan zat kimia berbahaya; b) Prioritas 2 : Relawan dalam penanganan

bencana alam.

d.

Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja Waktu pelaksanaan dan tahapan kerja dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dibidang Brimob sebagai berikut :

1)

Penerapan standar pelayanan pada pelayanan publik di bidang Brimob dengan urutan pencapaian prioritas: a) Tahun 2011 (1) Menyusun SOP tentang Standar Pelayanan Pusat Pelaporan Publik khusus terhadap gangguan keamanan dalam negeri yang berkadar tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa) serta bencana alam, ancaman berbahaya. (2) Menyusun SOP tentang Mekanisme bom dan zat kimia yang

Perbantuan Perkuatan Brimob ke kesatuan wilayah. (3) Menyusun SOP tentang Pembukaan akses publik terkait informasi Tupoksi Brimob. (4) Standar Pelayanan Quick Respon Brimob terhadap gangguan keamanan dalam

negeri berkadar tinggi (ancaman bom, zat kimia berbahaya dan kejahatan yang

berdampak luas). (5) Standar Pelayanan SAR untuk pelayanan korban bencana alam. (6) Standar Pelayanan pengamanan kegiatan masyarakat yang memiliki kerawanan tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa). (7) Peningkatan kemampuan Penjinakan Bom, Penanganan permintaan bantuan pencarian dan penyelamatan jiwa (SAR) serta

penanganan bahaya Kimia, Biologi dan Radio aktif (KBR). (8) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011.

b)

Tahun 2012 (1) Menyosialisasikan dan mengimplementasikan SOP tentang Standar Pelayanan Pusat Pelaporan gangguan Publik khusus dalam terhadap negeri

keamanan

berkadar tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa) serta bencana alam, ancaman berbahaya. (2) Menyosialisasikan dan mengimplementasikan SOP tentang Mekanisme Perbantuan Perkuatan Brimob ke kesatuan wilayah. (3) Menyosialisasikan dan mengimplementasikan SOP tentang Pembukaan akses publik terkait informasi Tupoksi Brimob. (4) Penerapan Standar Pelayanan SAR untuk pelayanan korban bencana alam. (5) Penerapan amanan Standar Pelayanan masyarakat pengdengan bom dan zat kimia yang

kegiatan

tingkat kerawanan tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa). (6) Penerapan Respon Standar Brimob Pelayanan Quick

terhadap

gangguan

keamanan dalam negeri berkadar tinggi. (7) Peningkatan kemampuan Penjinakan Bom, Penanganan permintaan bantuan pencarian dan penyelamatan jiwa (SAR) serta

penanganan bahaya Kimia, Biologi dan Radio aktif (KBR). (8) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2012.

c)

Tahun 2013 (1) Penerapan Standar Pelayanan tentang

Pusat Pelaporan Publik khusus terhadap gangguan keamanan dalam negeri

berkadar tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa) serta bencana alam, ancaman berbahaya. (2) Penerapan Standar Pelayanan tentang bom dan zat kimia yang

Mekanisme Perbantuan Perkuatan Brimob ke kesatuan wilayah. (3) Penerapan Standar Pelayanan tentang

Pembukaan akses publik terkait informasi Tupoksi Brimob. (4) Penerapan Standar Pelayanan SAR untuk pelayanan korban bencana alam. (5) Penerapan amanan Standar Pelayanan masyarakat pengdengan

kegiatan

tingkat kerawanan tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa). (6) Penerapan Standar Quick Respon Brimob terhadap gangguan keamanan dalam

negeri berkadar tinggi. (7) Peningkatan kemampuan Penjinakan Bom, Penanganan permintaan bantuan pencarian dan penyelamatan jiwa (SAR) serta

penanganan bahaya Kimia, Biologi dan Radio aktif (KBR). (8) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2013.

d)

Tahun 2014 (1) Penerapan Pelaporan Standar Publik Pelayanan khusus Pusat terhadap

gangguan keamanan dalam negeri yang berkadar tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa) serta bencana alam, ancaman berbahaya. (2) Penerapan Standar Pelayanan tentang bom dan zat kimia yang

Mekanisme Perbantuan Perkuatan Brimob ke kesatuan wilayah. (3) Penerapan Standar Pelayanan tentang

Pembukaan akses publik terkait informasi Tupoksi Brimob. (4) Penerapan Standar Pelayanan SAR untuk pelayanan korban bencana alam. (5) Penerapan amanan Standar kegiatan Pelayanan masyarakat pengdengan

tingkat kerawanan tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa). (6) Penerapan Respon Standar Brimob Pelayanan terhadap Quick

gangguan

keamanan dalam negeri berkadar tinggi. (7) Peningkatan kemampuan Penjinakan Bom, Penanganan permintaan bantuan pencarian dan penyelamatan jiwa (SAR) serta

penanganan bahaya Kimia, Biologi dan Radio aktif (KBR). (8) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2014.

2)

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan publik di bidang Brimob dari tahun 2011 s/d 2014 sebagai berikut: a) b) Pelayanan korban bencana alam; Pengamanan kegiatan masyarakat dengan tingkat kerawanan yang tinggi (unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa); c) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011 sampai dengan 2014.

3)

Peningkatan

partisipasi

masyarakat

dalam

penyelenggaraan pelayanan publik di bidang Brimob dari tahun 2011 s/d 2014 sebagai berikut: a) Pemanfaatan call center Brimob yang beroperasi 24 jam setiap hari oleh masyarakat dalam memberikan informasi tentang bencana alam, ancaman bom dan zat kimia berbahaya; b) c) Relawan dalam penanganan bencana alam; Menyusun laporan dan evaluasi dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.

e.

Penanggungjawab Penanggungjawab program peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang Brimob sebagai berikut: 1) Penanggungjawab dalam menyusun SOP tentang

Standar Pelayanan Pusat Pelaporan Publik khusus terhadap gangguan keamanan dalam negeri yang berkadar tinggi, SOP tentang Mekanisme Perbantuan Perkuatan Brimob ke kesatuan wilayah dan SOP tentang Pembukaan akses publik terkait informasi Tupoksi Brimob Penanggungjawab utama Kakorbrimob Polri, Penanggungjawab lainnya Kadivkum Polri.

2)

Penanggungjawab

dalam

sosialisasi

SOP

tentang

Standar Pelayanan Pusat Pelaporan Publik khusus terhadap gangguan keamanan dalam negeri yang berkadar tinggi, SOP tentang Mekanisme Perbantuan Perkuatan Brimob ke kesatuan wilayah dan SOP tentang Pembukaan akses publik terkait informasi Tupoksi Brimob Penanggungjawab utama Kasat Brimob /

Wakasat Brimob Penanggungjawab lainnya Kaden. 3) Penanggungjawab dalam implementasi SOP yang terkait dengan Standar Pelayanan publik di bidang Brimob Penanggungjawab utama Kasat Brimob / Wakasat Brimob Penanggungjawab lainnya Kaden.

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

6.

Bidang Polisi Perairan (Polair) a. Pelaksanaan Kegiatan Program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Polair pada Reformasi Birokrasi Polri gelombang II akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Standar pelayanan publik pada Dit Polair pada Tingkat Polda adalah sebagai berikut : a) Pelayanan polmas perairan dan sambang nusa ke pulau terluar berpenghuni. b) c) d) Pelayanan Bantuan SAR Perairan. Pelayanan PAM Perairan Selat Malaka. Transparansi penyidikan dibidang penegakan

hukum di wilayah perairan. e) Pelayanan patroli diwilayah perairan Indonesia dan perbatasan. 2) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Polair pada Polres / Polresta adalah sebagai berikut : a) Pelayanan polmas perairan dan sambang nusa ke pulau terluar berpenghuni. b) 3) Pelayanan Bantuan SAR Perairan.

Partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Polair berupa terbentuknya forum komunikasi masyarakat perairan/ kepulauan.

4)

Quick Wins Quick wins dalam peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Polair yaitu patroli di wilayah perairan Indonesia dan perbatasan, dengan alasan karena menjadi prioritas kerja pemerintah.

b.

Kriteria Keberhasilan Guna mengukur tingkat keberhasilan secara cepat dan tepat dalam pelaksanaan program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Polair, maka perlu ditentukan kriteria keberhasilan pelaksanaan dari masing-masing program dan kegiatan tersebut. Kriteria keberhasilan dari program dan kegiatan adalah sebagai berikut :

PROGRAM DAN KEGIATAN, RENCANA AKSI SERTA OUTPUT DAN OUTCOMES
INDIKATOR KINERJA KELUARAN (OUTPUTS) HASIL (OUTCOMES) 3 4 Terimplementasinya penggunaan standar pelayanan Terselenggaranya dalam pelayanan publik pada pelayanan publik yang Polair Baharkam Polri dan Polda lebih cepat, lebih aman, lebih baik dan lebih Terhimpun/terinventar-isirnya terjangkau SOP standar pelayanan publik di bidang Polair Terdapatnya data SOP pada pelayanan publik di bidang Polair. Tersusunnya SOP yang dijadikan pedoman pada pelayanan publik di bidang Polair Tersosialisasinya dan diterapkannya SOP pelayanan publik di bidang Polair Seluruh SOP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan publik di bidang Polair sudah lengkap

PROGRAM / KEGIATAN 1 Penerapan Standar Pelayanan Publik pada Polair Baharkam Polri dan Polda

RENCANA AKSI 2

Menghimpun/ menginventarisasi standar pelayanan pada layanan publik di bidang Polair Melakukan kajian terhadap SOP pada pelayanan publik dibidang Polair Menyusun dan merevisi standar pelayanan publik di bidang Polair Menyosialisasikan dan menerapkan standar pelayanan publik di bidang Polair Melengkapi dan mengevaluasi standar pelayanan publik di bidang Polair

PROGRAM / KEGIATAN 1 Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada fungsi Polair Polres/ Ta

RENCANA AKSI 2

Menyosialisasikan dan menerapkan standar pelayanan di bidang Polair

Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Membangun Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) perairan/ kepulauan

INDIKATOR KINERJA KELUARAN (OUTPUTS) HASIL (OUTCOMES) 3 4 Terimplementasinya penggunaan Standar Pelayanan Minimum pada Polres / Polresta/ Tabes/Metro Tersosialisasi dan diterapkannya SOP tentang pelayanan minimal di bidang Polair pada Polres / Polresta/ Tabes/Metro Terjadinya peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Terbentuknya Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) di daerah perairan/kepulauan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat daerah pesisir

c.

Agenda Prioritas Tahapan prioritas kegiatan dari program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Polair sebagai berikut : 1) Penerapan Standar Pelayanan Publik dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) prioritas 1 : Patroli di wilayah perairan

Indonesia dan perbatasan; b) prioritas 2 : Menghimpun/ menginventarisasi

standar pelayanan pada layanan publik di bidang Polair; c) prioritas 3 : Menyusun SOP tentang pelayanan

patroli di wilayah perairan dan perbatasan serta Polmas perairan; d) prioritas 4 pelayanan : Menyosialisasikan patroli di wilayah SOP tentang dan

perairan

perbatasan serta Polmas perairan; e) prioritas 5 : Mengimplementasikan SOP

tentang pelayanan patroli di wilayah perairan dan perbatasan serta Polmas perairan.

2)

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Polres / Polresta dengan urutan pencapaian prioritas sebagai berikut: a) prioritas 1 : Polmas perairan dan Sambang

Nusa ke pulau terluar berpenghuni; b) 3) prioritas 2 : Bantuan SAR Perairan. dalam penyelenggaraan

Partisipasi

masyarakat

pelayanan publik adalah membangun forum komunikasi masyarakat perairan/kepulauan dengan Polair.

e.

Waktu pelaksanaan dan tahapan kerja Tahapan prioritas kegiatan dari program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Polair sebagai berikut : 1) Penerapan Standar pelayanan publik bidang Polair pada Tingkat Polda, antara lain : a) Tahun 2011 (1) Menghimpun/ menginventarisasi standar

pelayanan pada layanan publik di bidang Polair. (2) Menyusun SOP tentang pelayanan patroli di wilayah perairan dan perbatasan serta Polmas perairan. (3) Menyosialisasikan SOP tentang pelayanan patroli di wilayah perairan dan perbatasan serta Polmas perairan. (4) Mengimplementasikan SOP tentang

pelayanan patroli di wilayah perairan dan perbatasan serta Polmas perairan. (5) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011.

b)

Tahun 2012 (1) Melakukan kajian terhadap SOP pada pelayanan publik dibidang Polair. (2) Melanjutkan penerapan SOP tentang

pelayanan patroli di wilayah perairan dan perbatasan serta Polmas perairan. (3) Menyusun dan merevisi SOP tentang

pelayanan bantuan SAR Perairan dan pengamanan perairan Selat Malaka. (4) Menyosialisasikan SOP tentang pelayanan bantuan SAR Perairan dan pengamanan perairan Selat Malaka. (5) Mengimplementasikan SOP tentang

pelayanan bantuan SAR Perairan dan pengamanan perairan Selat Malaka. (6) Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2012. c) Tahun 2013 (1) Melakukan kajian, menyusun dan merevisi terhadap SOP pada pelayanan publik

dibidang Polair. (2) Mengimplementasikan SOP tentang

pelayanan patroli di wilayah perairan dan perbatasan serta Polmas perairan. (3) Mengimplementasikan SOP tentang

pelayanan bantuan SAR Perairan dan pengamanan perairan Selat Malaka. (4) Menyusun, menyosialisasikan dan mengimplementasikan SOP tentang transparansi penyidikan dibidang penegakan hukum di wilayah perairan.

(5)

Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2013.

d)

Tahun 2014 (1) Melengkapi dan mengevaluasi standar

pelayanan publik di bidang Polair. (2) Mengimplementasikan seluruh SOP

pelayanan publik di bidang Polair. (3) Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2014. 2) Standar Pelayanan Minimal (SPM) (SPM) pada

Tingkat Polres / Polresta dari tahun 2011 s/d 2014, antara lain: a) Polmas perairan dan Sambang Nusa ke pulau terluar berpenghuni; b) c) Bantuan SAR Perairan; Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2011 sampai dengan tahun 2014. 3) Partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik tahun 2011 s/d bidang Polair Tingkat Polda dari 2014 FKPM adalah perairan membangun pulau dan terluar

memberdayakan berpenghuni.

f.

Penanggungjawab Penanggungjawab program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang Polair sebagai berikut:

1)

Menghimpun, menyusun pelayanan

menginventarisasi, menyosialisasikan di bidang

mengkaji SOP Polair

dan tentang dengan

serta publik

Penanggungjawab utama Dirpolair Baharkam Polri dan Penanggungjawab lainnya Kadivkum Polri beserta para kasatwil; 2) Mengimplementasikan SOP tentang pelayanan publik di bidang Polair dengan Penanggungjawab utama Dirpolair dan Penanggungjawab lainnya para kasatwil.

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

7.

Bidang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) e. Pelaksanaan Kegiatan Program peningkatan kualitas pelayanan publik bidang SPKT pada RBP gelombang II sebagai berikut : 1) Penerapan Standar pelayanan publik pada Bidang SPKT dengan urutan pencapaian prioritas : a) Menghimpun / menginventarisasi SOP pelayanan publik bidang SPKT, tentang : (1) Penerimaan dan penanganan laporan atau pengaduan, pemberian bantuan dan atau

pertolongan/Pengamanan surat keterangan; (2)

pelayanan

Pelayanan masyarakat antara lain melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet (jejaring sosial), dan surat;

(3)

Penyajian informasi umum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan

(4)

Penyiapan penyusunan, harian.

registrasi dan

pelaporan, laporan

penyampaian

b)

Pelayanan masyarakat dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan atau atau pengaduan, /

pemberian

bantuan

pertolongan

Pengamanan dan pelayanan surat keterangan;

c)

Pelayanan masyarakat antara lain melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet (jejaring sosial), dan surat;

d)

Penyajian informasi umum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

e)

penyiapan registrasi pelaporan, penyusunan, dan penyampaian laporan harian;

f)

Mengevaluasi dan merevisi SOP pelayanan publik bidang SPKT;

g)

Menyosialisasikan dan mengimplementasikan SOP pelayanan publik di bidang SPKT;

h) 2)

Pembuatan laporan dan evaluasi tahun 2011.

Penerapan Standar Pelayanan publik pada SPKT pada Tingkat Polda yaitu sebagai berikut : a) Penerimaan pengaduan, dan penanganan laporan atau atau

pemberian

bantuan

pertolongan/Pengamanan dan pelayanan surat keterangan; b) Pelayanan masyarakat antara lain melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet (jejaring sosial), dan surat; c) Penyajian informasi umum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan d) Penyiapan registrasi pelaporan, penyusunan, dan penyampaian laporan harian.

3)

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang SPKT pada Tingkat Polres/Polresta yaitu : a) Pelayanan kepolisian secara terpadu kepada masyarakat dalam bentuk penerimaan dan

penanganan laporan atau pengaduan, pemberian bantuan atau pertolongan / Pengamanan dan pelayanan surat keterangan; b) Pelayanan masyarakat antara lain melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet (jejaring sosial), dan surat; c) Penyajian informasi umum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan d) penyiapan registrasi pelaporan, penyusunan, dan penyampaian laporan harian 4) Quick Wins Quick wins dalam peningkatan kualitas pelayanan publik bidang SPKT, yaitu Pelayanan kepolisian secara terpadu kepada masyarakat dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan atau pengaduan, pemberian

bantuan atau pertolongan / Pengamanan dan pelayanan surat keterangan;Pelayanan masyarakat melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet (jejaring sosial), dan surat; dan Penyiapan registrasi pelaporan, penyusunan, dan penyampaian laporan harian

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful