BAB I

Bentuk – Bentuk Struktur Sosial
A. Struktur sosial
Struktur social merupakan pola perilaku dari setiap individu masyarakat yang tersusun sebagai suatu system. baik vertikal maupun horizontal.struktur vertikal yaitu berbentuk stratifikasi sosial,dan sedangkan harizontal yaitu berbentuk diferensiasi sosial. Dalam ilmu sosiologi,penbentuk struktur sosial,yaitu status dan peran sosial .

B. Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial.
1. Diferensiasi Sosial Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya sama. Pengertian sama disini menunjukkan pada penggolongan atau klasifikasi masyarakat secara horisontal, mendatar, atau sejajar. Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya..Pengelompokan horisontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (sukubangsa), klan dan agama disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas social Pada intinya hal-hal yang terdapat dalam diferensiasi itu tidak terdapat tingkatantingkatan, namun yang membedakan satu individu dengan individu yang lainnya adalah sesuatu yang biasanya telah ia bawa sejak lahir. contohnya saja, suku sunda dan suku batak memiliki kelebihan masing-masing. jadi seseorang tidak bisa menganggap suku bangsanya lebih baik, karena itu akan menimbulkan etnosentrisme dalam masyarakat. diferensiasi merupakan perbedaan yang dapat kita lihat dan kita rasakan dalam masyarakat, bukan untuk menjadikan kita berbeda tingkat sosialnya seperti yang terjadi di Afrika Selatan. Untuk lebih jelasnya perhatikan skema di bawah ini :

Diferensiasi sosial ditandai dengan adanya perbedaan berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut: a. Ciri Fisik Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri tertentu. Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dsb.

mencakup penduduk asli Australia (Aborigin). Indonesia) · Mongoloid Andian (orang Indian di Amerika) . Afrika Selatan). dsb.mata sipit (Asia Mongoloid) · Mongoloid Asia : Sub Ras Tionghoa (Jepang. . keuletan dan ketangguhan (etos). .Mediterania (sekitar Laut Tengah. Secara garis besar manusia terbagi kedalam ras-ras sebagai berikut: a. .bulu badan sedikit . Filipina). Bangladesh.Malanesian (Irian.Ainu ( di pulau Hokkaido dan Karafuto Jepang). 2) Mongoloid . Diperensiasi ras adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya. sistem kekeluargaan. 3) Kaukasoid .Veddoid (pedalaman Sri Langka.kulit kuning sampai sawo mateng .Bushman (gurun Kalahari.African Negroid (Benua Afrika). Ciri Budaya Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya..Asiatik Mongoloid (Asia Utara. prestise dan kekuasaan. pakaian adat. Afrika Utara. . Arab.American Mongoloid (Penduduk asli Amerika).b.Negrito (Afrika Tengah. 5) Ras-ras Khusus (tidak dapat diklasifikasikan kedalam empat ras pokok) . Melanesia).L.kesenian. dan Polinesia). Taiwan) Sub Ras Melayu (Malaysia. . Ciri Sosial Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Iran).rambut lurus . India. seperti religi atau kepercayaan. Sri Langka). Pengelompokan masyarakat membentuk delapan criteria diferensiasi social. Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat kita lihat dari bahasa. . c. Krober 1) Austroloid.Malayan Mongoloid (Asia Tenggara dan Penduduk Asli Taiwan). sekitar Laut Baltik). Filipina. agama.Nordic (Erofa Utara. Menurut A. Termasuk didalam kategori ini adalah perbedaan peranan. antara lain: 1. . Vietnam. .Indic (Pakistan. Asia Tengah dan Asia Timur). Armenia. Sulawesi Selatan). Menurut Ralph Linton 1) Mongoloid Ciri-ciri: . Contohnya : pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawan kantor. .Alpine (Erofa Tengah dan Erofa Timur). Diferensiasi Ras Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki cirri-ciri fisik bawaan yang sama. Semenanjung Malaya yang dikenal dengan nama orang Semang. b.Polynesian (kepulauan Micronesia. . 4) Negroid . arsitektur.

Bahasa daerah . Toala dan Tomuna di Sulawesi. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama. Kubu di Sumatra Selatan.Ciri fisik . Dani Asmat.kelopak mata lurus · Sub Ras Negroid · Nilitz · Negro Rimba · Negro Oseanis · Hetentot Boysesman Indonesia didiami oleh bermacam-macam Sub Ras. · Kepulauan Maluku dan Irian : Ternate. . orang Batak. Toraja dan Dayak. suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Rote. Tengger dan sebagainya. Timoer.2) Kaukasoid Ciri-ciri: .bibir tebal . Gorontalo dan sebagainya. Bolaang-mangondow. · Melayu: . Bengkuku.Adat-istiadat Suku bangsa yang ada di Indonesia yaitu sebagai berikut: · Pulau Sumatra : Aceh.Kesenian . Toraja.Melayu Muda (Deutro Melayu). Makassar. antara lain: · Negrito. orang Aceh.hidung mancung . Tidore. Jambi. · Kepulauan Nusa Tenggara : Bali. Banjar dan sebagainya.kelopak mata lurus · Ras Nordic · Alpin Mediteran · Armenoid · India 3) Negroid Ciri-ciri: .kulit putih . Minangkabau. · Pulau Kalimantan : Dayak. Minang. Minahasa. · Pulau Jawa : Sunda.Melayu Tua (Proto Melayu). Jawa. namun suku bangsa memiliki kesamaan budaya sebagai berikut: . · Veddoid. seperti ras. suku Semang di Semenanjung Malaya dan sekitarnya. 2. suku Sakai di Riau. · Neo Melanosoid. Toil-Toli. kepulauan Kei dan Aru. · Pulau Sulawesi : Bugis. Batak. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis) Menurut Hassan Shadily MA. . Bima Lombok. Melayu dan sebagainya.kulit hitam . Palembang. Bugis/Makasar.rambut keriting .rambut pirang sampai coklat kepirang kehitaman . Flores.

Wangge. Da Costa. Lotul. a. Piliang.Masyarakat Flores. tentara dan sebagainya.Marga Batak Mandailing : Harahap. Siregar. Diferensiasi Profesi (pekerjaan) Diferensiasi profesi adalah pengelompokan masyarakat atas dasar jenis pekerjaan atau profesinya. Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi. Supit. Sembiring. Diferensiasi Asal Daerah Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat . Singarimbun. . kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adapt (tradisi). Atas dasar itu maka ada kelompok laki-laki/pria dan kelompok wanita/perempuan. Profesi biasanya berkaitan dengan keterampilan khusus. nama klennya antara lain : Koto. Paranginangin.Minangkabau. sabar dan sebagainya. Batubara.Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : Mandagi. dan sebagainya. Komponen-komponen Agama · Emosi keagamaan · System keyakinan · Upacara keagamaan · Tempat ibadah · Umat b.Marga Batak Karo : Ginting. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis). Misal profesi guru memerlukan keterampilan khusus. pegawai negri.Marga Batak Toba : Nababan. Paeira. Agama dan Masyarakat Dalam perkembangan agama mempengaruhi masyarakat begitu juga masyarakat mempengaruhi agama. Melayu. · Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) terdapat pada: . De-Rosari. Dalimo. 5. Leimena. pedagang. Lasut. Tombokan. Kampai dan sebagainya. . bisa membimbing. Diferensiasi Klen (Clan) Klen / kerabat luas / keluarga besar. .3. Latuconsina. Tambun. bentuk tubuh. · Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat : . Kleden. Klen adalah system social berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi di masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) atau ibu (matrilineal). . Paat. Nasution. Barus. klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampungkampung. dokter.Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain : Fernandes. 4. . Berdasarkan perbedaan profesi orang dimasyarakat berprofesi: guru. 6. Sikumbang. seperti: pandai berbicara. Goeslaw. Daulay. Solo. buruh. Rangkuti. Diferensiasi Jenis Kelamin Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis). 7. yaitu suku Ngadu juga menggunakan system matrilineal. Pangkarego. . suara. Chaniago. Diferensiasi Agama Diferensiasi agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya. Manuhutu.Masyrakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasarani. Simatupang.Masyarakat Batak (sebutan Marga) .

Cohen sistem stratifikasi akan menempatkan setiap individu pada kelas sosial yang sesuai berdasarkan kualitas yang dimiliki. status. yaitu privilege atau ekonomi untuk membagi masyarakat industri menjadi dua kelas. dan kehormatan.tinggalnya. Terbagi menjadi: . Max Weber mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan. namun juga dapat didigunakan secara bersama. Stratifikasi berasal dari kata stratum yang berarti strata atau lapisan dalam bentuk jamak. .cara menghias rumah dan sebagainya. . seazas. prestise. sesuatu yang dihargai. kekuasaan. usia. Bentuk stratifikasi dapat dibedakan menjadi bentuk lapisan bersusun yang diantaranya dapat berbentuk piramida. Dari penggunaan ketiga dimensi tersebut Max Weber memperkenalkan konsep : kelas. Sorokin mendefinisikan stratifikasi sebagai pembedaan penduduk atau anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas secara hierarkis. dan intan. dan harta dalam batas-batas tertentu. sistem kekerabatan. dan partai. Cuber mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang ditempatkan di atas kategori dari hak-hak yang berbeda Berarti. Jeffries dan Ransford mempergunakan ketiga dimensi tersebut. Sedangkan Max Weber. stratifikasi social merupakan pembedaan penduduk dalam kelas-kelas secara bertingkat. Pengelompokan secara vertikal berdasarkan posisi. Bentuk stratifikasi melingkar ini terutama berkaitan dengan dimensi kekuasaan.Masyarakat kota : kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota. Faktor yang menyebabkan stratifikasi sosial dapat tumbuh dengan sendirinya adalah kepandaian. piramida terbalik. Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat ditemukan dalam hal-hal berikut: . Ketiga dimensi ini dapat dipergunakan sendiri-sendiri. dan power. berdasarkan kriteria ekonomi. yang berupa kesatuan-kesatuan social. Dimensi Stratifikasi Sosial Untuk menjelaskan stratifikasi sosial ada tiga dimensi yang dapat dipergunakan yaitu : privilege. yaitu kelas Borjuis dan Proletar. kelompok status. Stratifikasi dapat terjadi dengan sendirinya sebagai bagian dari proses pertumbuhan masyarakat. 2.tutur kata . Stratifikasi sosial merupakan suatu konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota masyarakat dibedakan berdasarkan status yang dimilikinya. Selain lapisan bersusun bentuk stratifikasi dapat juga diperlihatkan dalam bentuk melingkar. juga dapat dibentuk untuk tercapainya tujuan bersama. Sedangkan menurut Bruce J. 8. seideologi dan sealiran.masyarakat desa : kelompok orang yang tinggal di pedesaan atau berasal dari desa. desa atau kota.cara berpakaian .. Pitirin A. kelebihan yang dimiliki. previllege dan prestise. Diferensiasi Partai Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara.Distribusi hak dan wewenang. Karl Marx menggunakan satu dimensi. pendidikan. Peter Berger.perilaku . Stratifikasi Sosial .

. ) b) Ukuran kekuasaan (penguasa/ dikuasai) penguasa punya wewenang lebih tinggi c) Ukuran kehormatan (berpengarug / terpengaruh) ukuran ini ada di masyarakat tradisional(pemimpin informal) d) ukuran ilmu pengetahuan (golongan cendekiawan/ rakyat awam) Tiga sifat Stratifikasi Sosial Menurut Soerjono Soekanto.Ukuran yang biasa digunakan untuk menggolongkan penduduk dalam lapisan-lapisan tertentu yaitu: a) Ukuran kekayaan (kaya miskin. dilihat dari sifatnya pelapisan sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup.Sistem kasta.Rasialis. Kaum buruh tidak bisa pindah ke posisi juragan/majikan. . sistem pelapisan sosial terbuka. Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification) Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikal. tuan tanah penyewa.Feodal. a. dan sistem pelapisan sosial campuran. . Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih. Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana. Walaupun ada mobilitas tetapi sangat terbatas pada mobilitas horisontal saja. Contoh: .

Sebaliknya bagi mereka yang hanya mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali. seorang Bali b e r k a s t a Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali. Karena penghargaan terhadap jasa atau pengabdiannya seseorang bisa pula . bisa berupa kepandaian. SEBAB-SEBAB TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL Setiap masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai.Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha. kekuasaan. ia memperoleh kedudukan rendah. atau sebaliknya. baik vertikal maupun horisontal. Contoh: . semakin tinggi kedudukan atau lapisannya. keaslian keanggotaan masyarakat dan sebagainya. Misalnya. Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification) Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta. maka mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah. Seseorang yang mempunyai tugas sebagai pejabat/ketua atau pemimpin pasti menempati lapisan yang tinggi daripada sebagai anggota masyarakat yang tidak mempunyai tugas apa-apa. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial. kekayaan. Stratifikasi Sosial Campuran Stratifikasi sosial c a m p u r a n m e r u p a k a n kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. kecakapan masyarakat/seseorang terhadap sesuatu yang dihargai. pasti akan menimbulkan lapisan-lapisan dalam masyarakat. Selama manusia membeda-bedakan penghargaan terhadap sesuatu yang dimiliki tersebut.b. namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh.Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya. Maka. Semakin banyak kepemilikan. . c. profesi.

c. b. Status seseorang juga ditentukan dalam penguasaan pengetahuan lain. seperti tingkah\ laku. sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah. seperti : pemerintahan. b. pelopor. Sistem pertanggaan (tingkatan) pada strata yang diciptakan masyarakat yang menyangkut prestise dan penghargaan. dsb. yaitu apakah didapat melalui kualitas pribadi. PROSES TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL Stratifikasi sosial terjadi melalui proses sebagai berikut: a. misalnya pengetahuan agama. KRITERIA DASAR PENENTU STRATIFIKASI SOSIAL Kriteria atau ukuran yang umumnya digunakan untuk mengelompokkan para anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan tertentu adalah sebagai berikut : a. Terjadi dengan sengaja untuk tujuan bersama dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi-organisasi formal. sifat keaslian keanggotaan seseorang dalam masyarakat. kepandaian.keanggotaan kelompok. usia.tingkat kekayaan. Kriteria sistem pertentangan. Fungsi Stratifikasi Sosial Stratifikasi sosial dapat berfungsi sebagai berikut : a. Dapat juga karena keahlian dan ketrampilan seseorang dalam pekerjaan tertentu dia menduduki posisi tinggi jika dibandingkan dengan pekerja yang tidak mempunyai ketrampilan apapun. . misalnya pahlawan. dan sebagainya. Terjadinya secara otomatis. . dan sebagainya. seperti menentukan penghasilan. cara . misalnya pada seseorang yangmenerima anugerah penghargaan/ gelar/ kebangsawanan. d. b. kerabat tertentu. keturunan. keselamatan dan wewenang pada jabatan/pangkat/ kedudukan seseorang.ditempatkan pada posisi yang tinggi. kesaktian.Andi di masyarakat Bugis. dsb. Kepandaian/penguasaan ilmu pengetahuan Seseorang yang berpendidikan tinggi dan meraih gelar kesarjanaan atau yang memiliki keahlian/profesional dipandang berkedudukan lebih tinggi. d. Penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan. Kaum bangsawan akan menempati lapisan atas seperti gelar : . Keturunan Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. penemu. kepemilikan.Raden di masyarakat Jawa. wewenang atau kekuasaan. jika dibandingkan orang berpendidikan rendah. Misalnya. c. partai politik. Keturunan yang dimaksud adalah keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. jenis kelamin. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas. Orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihargai dan dihormati daripada orang yang miskin. perkumpulan. Kekuasaan Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. angkatan bersenjata.Tengku di masyarakat Aceh. karena faktor-faktor yang dibawa individu sejak lahir. Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif. Kekayaan Kekayaan atau sering juga disebut ukuran ekonomi. ketrampilan khusus. perusahaan.

. Pengaruh Diferensiasi Sosial Ada dua hal dalam Diferensiasi Sosial yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat di Indonesia : * Kemajemukan Sosial : Pengelompokkan masyarakat secara horisontal yang didasarkan pada adanya perbedaan Ras. sedangkan yang tinggal di wilayah pantai sebagai nelayan/pelaut. agama dsbnya. misalnya : bahasa. Hal demikian membuat masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai ras. b. e. Pengaruh Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial.berpakaian dan bentuk rumah. Kemajemukan masyarakat Indonesia terbentuk karena beberapa hal seperti: .Indonesia terletak antara dua titik silang samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. f. C. klen. Iklim yang berbeda antara daerah satu dengan daerah lain menimbulkan perbedaan mata pencaharian penduduknya. Contoh: orang yang tinggal di wilayah pedalaman cenderung bermata pencaharian sebagai petani. dsbnya. Etnis (suku bangsa). dialek. alat-alat budaya. kesenian. Letak strategis ini merupakan daya tarik bagi bangsa-bangsa asing datang dan singgah di wilayah ini sehingga Amalgamasi (perkawinan campur) dan Asimilasi (perbauran budaya) diantara kaum pendatang dan penduduk asli maupun antara kaum pendatang sendiri terjadi. A. Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan.Keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari beberapa ribu pulau besar kecil dari barat sampai ke timur yang kemudian tumbuh menjadi satu kesatuan sukubangsa yang melahirkan berbagai ragam budaya. yakni: . arsitektur. etnis dan sebagainya. Dapat ditarik kesimpulan dengan adanya Diferensiasi Sosial mempengaruhi terbentuknya anekaragam budaya. H e t e r o g e n i t a s Ada dua macam Heterogenitas.

dsbnya. Ada orang yang hidup dengan gaya mewah. Maka sudah selayaknya perbedaan jenis kelamin dikatagorikan secara horisontal. tugas. PENGARUH STRATIFIKASI SOSIAL Selain menimbulkan tumbuhnya pelapisan dalam masyarakat. Misalnya. Adanya pelapisan sosial dapat pula mengakibatkan atau mempengaruhi tindakantindakan warga masyarakat dalam interaksi sosialnya. Pelapisan masyarakat mempengaruhi munculnya life chesser & life stile tertentu dalam masyarakat. Di Indonesia biarpun secara konstitusional tidak terdapat diskriminasi sosial atas dasar jenis kelamin. dsbnya. Contoh pelapisan sosial yang terjadi dalam masyarakat Gaya hidup masing-masing orang berbeda-beda. jika dibandingkan orang miskin (lapisan bawah). bahkan berbeda penghasilan. banyak perempuan yang berhasil mengusai Iptek dan memiliki posisi yang strategis dalam masyarakat. Pandangan gender ini dikarenakan faktor kebudayaan dan agama.1) Heterogenitas masyarakat berdasarkan profesi/pekerjaan. Setiap pekerjaan juga memiliki fungsi di masyarakat karena merupakan bagian dari struktur masyarakat itu sendiri. pegawai swasta. adapula yang hidup secara sederhana. pedagang. yaitu kemudahan hidup dan gaya hidup tersendiri. tentara.Pola hidup masyakat tentunya dilatarbelakangi oleh statusnya dalam masyarakat. spesialisasi-spesialisasi pekerjaan. namun pandangan “gender” masih dianut sebagaian besar masyarakat Indonesia. 2) Heterogenitas atas dasar jenis kelamin. keterampilan-keterampilan khusus (skill). Untuk itu diperlukan penguasaan ilmu dan melatih ketrampilan yang berkaitan dengan setiap pekerjaan. . dan orang kaya akan punya gaya hidup tertentu yang berbeda dengan orang miskin. orang kaya (lapisan atas) akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya. Pola tindakan individu-individu masyarakat sebagai konsekwensi dari adanya perbedaan status dan peran sosial akan muncul dengan sendirinya. juga munculnya kelaskelas sosial atau golongan sosial yang telah kita pelajari pada Modul terdahulu. yaitu hubungan kesejajaran yang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Apabila kita melihat kemajuan Indoensia sekarang ini. penyadaran HAM. Hubungan antar profesi atau orang yang memiliki profesi yang berbeda hendaknya merupakan hubungan horisontal dan hubungan saling menghargai biarpun berbeda fungsi. Setiap pekerjaan memerlukan tuntutan profesionalisme agar dpat dikatakan berhasil. Masyarakat Indonesia yang besar ini penduduknya terdiri dari berbagai profesi seperti pegawai negeri. Dari kedua macam Heterogenitas tersebut dapat ditarik kesimpulan : melalui Hetrogenitas memunculkan adanya profesionalismeprofesionalisme dalam pekerjaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful