Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan ADAM SMITH (1898) :PAJAK ADALAH PERAN SERTA DARI WARGA

NEGARA UNTUK MENDUKUNG NEGARA SOMMERFELD (1983): PAJAK ADALAH SEGALA PEMINDAHAN SUMBER DAYA YANG TIDAK PENAL (BERSANKSI HUKUM) TETAPI WAJIB DARI SEKTOR SWASTA SAMPAI SEKTOR UMUM YANG DILAKSANAKAN BERDASARKAN KRITERIA YANG SUDAH DITENTUKAN SEBELUMNYA DAN TANPA KEPASTIAN AKAN KEUNTUNGAN YANG SAMA BAGI KEDUA BELAH PIHAK, DALAM RANGKA MEMENUHI TUJUAN EKONOMI DAN SOSIAL SUATU NEGARA DAN BASTABLE (1993): PAJAK ADALAH SEBUAH KONTRIBUSI KEKAYAAN YANG WAJIB DARI PERSEORANGAN ATAUPUN PERUSAHAAN YANG TERDIRI DARI BEBERAPA ORANG UNTUK PELAYANAN SEKTOR PUBLIK PROF DR ROCHMAT SUMITRO (1994): PAJAK ADALAH PERALIHAN KEKAYAAN DARI RAKYAT KEPADA KAS NEGARA UNTUK MEMBIAYAI PENGELUARAN RUTIN DAN KELEBIHANNYA DIGUNAKAN UNTUK TABUNGAN MASYARAKAT YANG MERUPAKAN SUMBER UTAMA UNTUK MEMBIAYAI INVESTASI MASYARAKAT UU NOMOR 28 TAHUN 2007: Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. FUNGSI PAJAK FUNGSI BUDGETER: MENGUMPULKAN UANG PAJAK SEBANYAK BANYAKNYA SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU YANG PADA WAKTUNYA DIGUNAKAN UNTUK MEMBIAYAI PENGELUARAN NEGARA YAITU PENGELUARAN RUTIN DAN PENGELUARAN PEMBANGUNAN. FUNGSI REGULEREND: SUATU FUNGSI BAHWA PAJAK-PAJAK TERSEBUT DIGUNAKAN SEBAGAI SUATU ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU Syarat Pemungutan Pajak : 1. Harus adil : teori asuransi(Negara bertugas untuk melindungi warga negaranya dengan segala kepentingannya maka untuk upaya perlindungan tersebut diperlukan pembayaran premi seperti pada asuransi) kepentingan(Menekankan bahwa pembagian beban pajak pada penduduk harus didasarkan atas kepentingan masing-masing orang dalam tugas negara yang bermanfaat baginya) gaya pikul(Negara berhak memungut pajak dari rakyatnya karena jasa-jasa negara dalam memberikan perlindungan terhadap kepentingan warga negaranya. Oleh karena itu pajak harus dibayar berdasarkan daya pikul seseorang.) teori bakti(Pembayaran pajak merupakan suatu kewajiban mutlak untuk membuktikan tanda bakti rakyat kepada negara) teori gaya beli (Negara memungut pajak dengan maksud untuk menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk memelihara kehidupan masyarakat dan menciptakan kesejahteraan) 2. Berdasar hukum ps23 ayat 2 UUD 1945 3. Tidak mengganggu perekonomian 4. Efisien 5. Sederhana Kedudukan Hukum Pajak : • Pemungutan pajak di Indonesia diatur dlm pasal 23 (2) UUD Dasar’45. 1

• • • • • •

Hukum Pajak = bagian dari Hukum Publik Hukum Publik = Hukum Tata Negara, Hukum Pidana, Hukum Administrasi. Hukum Pajak = Bagian dari Hukum Administrasi. Hukum pajak ada 2 macam : Hukum pajak materiil (undang-undang pajak penghasilan) Hukum pajak Formil (Ketentuan Umum & Tata cara Perpajakan

Tujuan Reformasi Perpajakan 1983 : a. Meningkatkan tabungan pemerintah melalui peningkatan penerimaan dari sektor perpajakan b. Menyederhanakan UU Pajak baik dalam sistem pemungutan maupun penetapan tarifnya (sehingga mudah untuk dilaksanakan baik oleh pemungut pajak maupun wajib pajak) c. Agar dicapai kewajaran dalam pemungutan pajak yang berfalsafahkan Pancasila d. Dicapai suatu pemungutan pajak yang adil dalam artinya adanya keserasian dan keseimbangan mengenai hak dan kewajiban wajib pajak, sehingga merangsang tanggung jawab warga negara untuk berpartisipasi secara sukarela. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif (persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam UUPPh) dan objektif (persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/ pemungutan sesuai dengan Ketentuan UUPPh) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanyadiberikan Nomor Pokok Wajib Pajak. Sedang untuk pengusaha yang terkena PPN wajib mendaftarkan usahanya. NPWP: nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Yang wajib mendaftarkan diri : – – – – WP yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif WPOP yang menjalankan usaha atau melakukan pekerjaan bebas (paling lama 1 bulan setelah saat usaha mulai dijalankan) WPOP yang tidak menjalankan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas (paling lama pada akhir bulan berikutnya ) WPOP selain WP di atas (ingin memperoleh NPWP karena alasan menghindari fiskal walaupun belum terkena syarat lainnya)

2

J

enis dokumen yang harus disiapkan : Hak WP: 1. Kerahasiaan Wajib Pajak 2. Penundaan dan Pengansuran Pembayaran 3. Penundaan Pelaporan SPT Tahunan 4. Pengurangan PPh Pasal 25 5. Pengurangan PBB

D la Neg a m eri Peng sila da mda L r neg ha n la n ua eri W jibspt m sada ta a a n huna n D ikena n ta norm l ka rif a

L r Neg ua eri H nyapeng sila da Indonesia a ha n ri T kwa S ida jib PT ta PPhpa l 2 (2 %P3 ) rif sa 6 0 B

6. Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran 7. Keberatan atas Ketetapan Pajak 8. Banding atas Keputusan Keberatan KEWAJIBAN WP: • • • • Mendaftarkan diri Menghitung, menyetor dan melaporkan pajak terutang, termasuk kewajiban pemungutan dan pemotongan pajak Mengisi SPT Menyelenggarakan pembukuan/pencatatan

Pengukuhan PKP : WP OP yang menjalankan usaha atau melakukan pekerjaan bebas termasuk WP OP Pengusaha Tertentu dan WP badan dan memenuhi persyaratan sebagai PKP wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP sebelum melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP. Tergolong pengusaha kena pajak jika penghasilan

>600jt/tahun
Tempat pendaftaran : tempat tinggal, tempat kedudukan, tempat kegiatan usaha. NPWP dan PKP secara jabatan yang dihitung 5 tahun sejak syarat WP terpenuhi :

3

– –

WP telah menenuhi persyaratan objektif dan subjektif namun tidak mau mendaftarkan diri Pendataan Obyek Pajak Bumi dan Bangunan Pengusaha yang dikenai PPN namun tidak melaporkan usahanya

Penghapusan NPWP : – – – – diajukan oleh WP dan/ atau ahli warisnya WP badan dilikuidasi karena penghentian atau penggabungan usaha WP BUT menghentikan kegiatan usahanya di Indonesia dianggap perlu oleh Dirjen Pajak

Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban,modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut. Yang wajib pembukuan adalah subjek yang penghasilannya lebih dari 4,8M WP OP pekerjaan bebas dan WP badan wajib melakukan pembukuan. Kecuali WPOP yang diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau WPOP yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. Ketentuan Pembukuan : 1. memperhatikan iktikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya 2. menggunakan huruf latin, angka Arab, satuan mata uang rupiah, dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menkeu 3. harus diselenggarakan di Indonesia 4. diselenggarakan dengan prinsip taat asas dan dengan stelsel akrual dan stelsel kas Pembukuan dalam mata uang asing dapat dilakukan untuk : 1. 2. 3. 4. WP dalam rangka PMA, kontrak karya, KKS dan untuk BUT Kontrak Investasi Kolektif (KIK) WP yg mendaftarkan emisi sahamnya di bursa efek LN WP yang berafiliasi langsung dengan perusahaan induk di luar negeri

Pencatatan terdiri atas data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran atau penerimaan bruto dan/atau penghasilan bruto sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang, termasuk penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau yang dikenai pajak yang bersifat final. Ketentuan Pencatatan : 1. harus diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya 2. harus diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan

4

SURAT PEMBERITAHUAN
Surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/ atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

SPT wajib disampaikan,: 1. Diisi : dengan benar (benar dalam perhitungan dan penerapan UU perpajakan, penulisan dan sesuai keadaan. Lengkap (memuat semua unsur yang berkaitan dengan objek pajak dan unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT. Jelas ( melaporkan asal-usul dari objek pajak yang dilaporkan. 2. Menandatangani ( baik oleh WP maupun oleh Kuasa WP, dengan cara Biasa, Stempel, dan elektronik) 3. Menyampaikan

5

SPT untuk beberapa masa dapat diberikan kepada WP Usaha Kecil (WP OP dengan pendapatan bruto , 600jt. Sdg BD , 900jt), dan WP di daerah tertentu. Batas waktu penyampaian SPT masa yaitu SPT masa (20 hari), SPT tahunan OP (3 bulan), SPT tahunan BD ( 4bulan). Dengan perpanjangan maksimal 2 bulan. Hak wajib pajak dalam penyampaian SPT : 1. Memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT ( 2bulan) 6

2. Membetulkan SPT selama belum diperiksa, maksimal 3 tahun setelah berakhirnya masa, batas daluarsa penetapan.

3. Pengungkapan Ketidakbenaran

Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Yang diperiksa antara lain : 7

1. SPT yang LB (pemeriksaan kantor, 3-6 bulan) 2. SPT yang rugi (Pemeriksaan lapangan, 4-8 bulan) 3. Tidak menyampaikan spt tapi melampaui jangka waktu dalam surat teguran(Pemeriksaan lapangan, 4-8 bulan) 4. Merger, Kriteria seleksi(Pemeriksaan lapangan, 4-8 bulan)

Surat Setoran Pajak (SSP)
Surat Setoran Pajak : Bukti pembayaran atau penyetoran pajak dengan menggunakan formulir atau dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh menteri keuangan. Jenis SSP: 1. SSP standar 2. SSP khusus

8

Teknologi Bangunan
Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. menurut UU No 28/2002 : Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus. Klasifikasi Menurut fungsi/penggunaannya 1. Bangunan hunian a. Bangunan Rumah Tinggal 1) detached houses, masing-masing bangunan terpisah, satu bangunan satu unit 2) copel/semi detached houses, setiap bangunan terdiri dari 2 unit atau lebih 3) terrace houses (maisonette), satu unit terdiri dari dua lantai atau lebih a. Bangunan rumah susun/apartemen 1) rumah susun sederhana, 4 lantai, tanpa elevator contoh : rs klender 2) rumah susun menegah, 5 – 8 lantai, ada elevator contoh : apartemen kedoya 3) rumah susun mewah, bangunan high-rise building contoh : apartemen Hilton dll. a. Rumah / perumahan Rumah harus memiliki 3 bagian : 1) Living area (area pemukiman) 2) Sleeping area (area peristirahatan) 3) Service area (area pelayanan) 1. Bangunan komersial a. Bangunan perkantoran b. Bangunan perhotelan 1) Hotel non bintang 2) Hotel bintang (1-5) 3) Hotel bisnis, wisata, transit a. Bangunan pertokoan 1) Shopping centre 2) Super market/swalayan 3) Ruko /Toko 1. Bangunan industri Bangunan sebagai tempat untuk memproses suatu bahan baku menjadi bahan jadi dan siap dipasarkan. Memiliki konstruksi khusus, dan struktur rangka biasanya terbuat dari baja. 2. Bangunan umum/sosial Bangunan yang digunakan untuk kegiatan sosial atau kemanusiaan 3. Bangunan khusus Bangunan-bangunan yang memiliki kekhususan dan tidak bisa disamakan dengan bangunan-bangunan tersebut di atas. contoh: museum, istana, monumen, dll Menurut jenis konstruksinya 1. Bangunan permanen, bangunan dengan substruktur batu atau beton dan superstruktur seluruhnya dari batu, beton atau besi; ataupun dibuat dari rangka kayukayu persegi yang diisi dengan batu, beton atau besi, sedang lantainya diperbolehkan 9

dari kayu semuanya. Bangunan permanen biasanya diperhitungkan tahan sekitar 30 th atau lebih 2. Bangunan semi permanen, bangunan yang hanya seba-gian dari beton, batu atau baja. Atau bangunan yang tidak termasuk dalam golongan bangunan permanen. Bang-unan semi permanen biasanya oleh penghuni/ pemiliknya sering secara bertahap dirubah menjadi permanen Bangunan sementara/tidak permanen, bangunan tanpa pondamen batu atau beton atau yg berkonstruksi pokok dari bambu/kayu atau yang ditutup dengan atap dari bahan semacam itu. Bangunan tidak permanen sering juga disebut bangunan darurat Menurut status penggunaan 1. Bangunan Pemerintah, adalah bangunan yang dibangun dan digunakan oleh instansi pemerintah 2. Bangunan Swasta, adalah bangunan yang dibangun dan dikelola oleh swasta, biasanya untuk tujuan komersial. Menurut jumlah lantainya 1. Bangunan tidak bertingkat 2. Bangunan bertingkat a. Bangunan bertingkat rendah (low-rise building), bangunan yang memiliki lantai kurang dari 4 lantai b. Bangunan bertingkat menengah (middle-rise building), bangunan yang memiliki lantai antara 5 – 10 lantai c. Bangunan bertingkat tinggi (high-rise building), bangunan yang memiliki lantai lebih dari 10 lantai d. Pencakar langit (Sky-scrapper) bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari 150 meter. 1. Bangunan bertingkat sebagian Aspek-aspek yang berhubungan dengan bangunan : 1. 2. Peraturan-peraturan 3. Pengaruh alam 4. Mekanikal, elektrikal 5. Seni dan teknik 6. Budaya 7. Bahan bangunan Persyaratan bangunan rumah :  Kekuatan Struktur bangunan harus mampu menahan beban-beban yang diterima, baik beban bangunan sendiri maupun beban lain  Keawetan berhubungan dengan bahan bangunan yang digunakan  Kesehatan Pengaturan ruangan harus diperhatikan, contohnya peletakan kamar mandi/wc, saluran pembuangan, tempat sampah, dll. 10

Kesehatan sangan berhubungan dengan kenyamanan, yang mencakup beberapa aspek, yaitu - kenyamanan thermal - kenyamanan audio - kenyamanan visual  Keindahan Sebagai aspek terakhir yang perlu dipertimbangkan. Sebagai sarana aktualisasi diri (style/taste) Komponen Pembentuk Bangunan 1. Pondasi => Menyalurkan beban ke tanah sebagai peletakan. Dari sisi peletakan terbagi menjadi Pondasi Dangkal (Menerus, setapak, rakit) dan Pondasi Dalam (lebih dari 6 meter).

2.

Struktur => terdiri dari struktur rangka dan dinding. Untuk menyalurkan beban di atas dan di sekitarnya ke pondasi. Terdiri dari kolom (ujung-ujung), balok (rangka horizontal) dan sloop (rangka di atas pondasi). Kolom terdiri dari kolom pendek (span) dan lebar ( bentang). Dinding Atap Kusen Langit – Langit Lantai

3. 4. 5. 6. 7.

Konstruksi (berasal dari bahasa Latin construere) adalah susunan dan hubungan bahan bangunan sedemikian rupa sehingga susunan tersebut menjadi satu kesatuan yang kuat. Jenis Konstruksi :   Berdasarkan Kekuatan  Permanen  Semi Permanen  Non Permanen Berdasarkan Bahan  Konstruksi Kayu  KonstruksiBatu/ Beton Proses Konstruksi : 11  Konstruksi Baja  Berdasarkan fungsi

1. 2. Pekerjaan persiapan 3. Pekerjaan Tanah 4. Pekerjaan Pondasi 5. Pekerjaan Dinding 6. Pekerjaan Kusen pintu jendela 7. Pekerjaan Atap 8. Pekerjaan Plafon 9. Pekerjaan Lantai 10.Pekerjaan Instalasi Air 11.Pekerjaan Sanitair 12.Pekerjaan Listrik 13.Finshing

Gambar Teknik Hal-hal yang perlu diperhatikan penilai dalam melakukan inspeksi 1. Site plan (peta situasi) => Merupakan pemandangan dari atas suatu objek bangunan atau sekelompok bangunan serta sekelilingnya pada suatu lahan. Peta situasi diperlukan untuk a. Melihat situasi di sekitar objek pembangunan b. Melihat jumlah bangunan yang akan direncanakan c. Mengetahui perbandingan luas setiap bangunan dalam suatu komplek 2. Lay out => Gambaran sekelompok bangunan yang terpusat pada objek dan berkaitan dengan fungsi objek bangunan. diperlukan untuk: ○ Melihat jenis dan susunan ruang dalam sebuah bangunan ○ Melihat ketinggian tanah sekitar ○ Melihat fungsi dan pemanfaatan pemakaian ruang dalam bangunan 1. Denah (ruang, ukuran dan orientasi) => Gambar berskala yang memperlihatkan tata letak komponen bangunan dalam bentuk bidang atau bentuk ruang halmana pada gambar denah tersebut dicantumkan ukuran dan orientasi arah sumbu sebagai acuan posisi komponen obyek yang digambar.

12

Komponen denah antara lain : objek, garis ukuran, sumbu gambar, ukuran, nama komponen objek, skala, legenda, dan kop gambar.

Diperlukan untuk : • melihat situasi ruangan dalam bangunan • mengetahui dimensi bangunan • menghitung luas bangunan melihat jenis ruangan dan fasilitas 1. Tampak (keberadaan objek dari luar / 2 dimensi) Merupakan gambar yang dipergunakan untuk melihat situasi bangunan dari berbagai sisi bangunan. diperlukan untuk: ○ Melihat kondisi bangunan ○ Melihat penampilan, desain, dan eksterior bangunan ○ Melihat pemakaian bahan eksterior bangunan

1. Potongan / section Merupakan gambar yang memperlihatkan situasi di sebuah ruangan dan menunjukkan struktur suatu bangunan diperlukan untuk ○ Mengetahui sistem struktur bangunan ○ Mengetahui jumlah lantai bangunan ○ Mengetahui ketinggian lantai dan elevasi ○ Mengetahui dimensi struktur dan elemen pengisinya ○ Mengetahui interior bangunan 13

Detail Diperlukan untuk mengetahui jenis struktur bangunan, dimensi bagunan, dan jenis material yang dipakai

1. Proyeksi Merupakan gambar yang menunjukkan tampak dua dimensi dari dua sumbu dan sebuah perspektif, yaitu sumbu horisontal dan vertikal .

2. Simbol-simbol Simbol digunakan oleh arsitek untuk menuangkan kata-kata dalam bentuk gambar kerja yang dipahami secara cepat. Strukturnya sesuai standar yang berpedoman pada british standard, yang di Indonesia diterjemahkan dalam bentuk Norma-Norma Dasar (NND). NND mengatur antara lain: a. Ukuran kertas standar

b. Skala gambar Skala adalah : Perbandingan linier dari keadaan sebenarnya dengan keadan yang tidak sebenarnya (dalam bidang gambar). Fungsi Skala : 1) Sistem penandaan yang dijadikan standar dalam pengukuran.

14

2) Proporsi yang digunakan untuk menentukan hubungan antara yang suatu presentasi dengan yang dipresentasikan (konteks bentuk dalam bidang dan ruang). 3) Alat untuk mereproduksi gambar secara proporsional Macam Skala : skala arsitektur, Teknik/rekayasa, dan sistem internasional a. Simbol gambar b. Dimensi c. Kertas gambar Dalam kertas gambar teknik, harus memuat informasi-informasi antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Judul gambar Nama proyek, pemilik, dan alamat Nama Arsitek/juru gambar Nama gambar Skala Tanggal gambar dibuat Nama desainer/arsitek Kode gambar Jumlah gambar dan lembar ke

1. Gambar kerja 2. Skala Perbandingan linier dari keadaan sebenarnya dengan keadan yang tidak sebenarnya (dalam bidang gambar). Fungsi Skala : a. Sistem penandaan yang dijadikan standar dalam pengukuran. b. Proporsi yang digunakan untuk menentukan hubungan antara yang suatu presentasi dengan yang dipresentasikan (konteks bentuk dalam bidang dan ruang). c. Alat untuk mereproduksi gambar secara proporsional Macam Skala : a. skala arsitektur b. skala rekayasa/teknik c. skala sistem internasional Jenis-jenis gambar Teknik antara lain : 1. Gambar arsitek (architectural drawing) merupakan bentuk awal sebuah bangunan yang direncanakan (3 dimensi) 2. Gambar sipil (civil drawing) merupakan pengembangan dari gambar arsitek 3. Gambar pelaksanaan (shop drawing) merupakan gambar kerja untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan 4. Gambar perubahan (as build drawing) merupakan penyempurnaan gambar sipil oleh konsultan, jika terjadi kesulitan pada saat pelaksanaan proyek

15

Pengantar Ilmu Hukum
Manusia sebagai zoon politicon artinya bahwa manusia itu sebagai makhluk pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. Karena suka bergaul maka disebut makhluk sosial. Masyarakat adalah persatuan manusia yang timbul dari kodrat yang sama. Definisi Hukum L.J van Apeldoorn : adalah tidak mungkin memberikan suatu definisi tentang hukum Utrecht : Hukum adalah himpunan peraturan yang mengurus tata-tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditaati masyarakat. Tujuan Hukum yaitu menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus pula bersendikan pada keadilan. Hukum juga dibuat untuk mengembalikan keseimbangan masyarakat ke tatanan yang semula (restutio in integrum) Unsur-unsur hukum : 1. 2. 3. 4. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat Peraturan diadakan oleh badan resmi yang berwajib Peraturan itu bersifat memaksa Sanksinya tegas

Ciri-ciri Hukum : 1. Adanya perintah atau larangan 2. Harus ditaati setiap orang Sudut Keilmuan Ilmu Hukum (karakteristik) : Ilmu hukum bukan ilmu sosial karena ilmu hukum memiliki karakteristik sendiri (sui generis). Ciri Ilmu hukum bersifat normatif (bukan empiris yang sesuai fakta dan bebas nilai) yang berarti apa yang seharusnya. SUMBER HUKUM (tempat hukum dapat ditemukan) 1. Sumber Hukum Material : timbul dari pelbagai sudut (faktor pembentuk hukum) 2. Sumber Hukum Formal (sumber peraturan memperoleh kekuatan hukum) a. Undang-undang (statute) Ialah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa negara. UU berlaku ketika ia diundangkan dalam lembaran negara (LN). Jika telah diundangkan maka berlaku suatu fictie dalam hukum “setiap orang dianggap telah mengetahui adanya suatu UU”. UU berakhir ketika : 1) Jangka waktu UU telah terlewati 2) Keadaan untuk UU sudah tidak ada lagi 3) Telah dicabut oleh instansi pembuat 4) Hadir UU baru a. Kebiasaan (costum) Ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal sama. Namun kebiasaan tidaklah menimbulkan hukum, hanya berlaku saat UU menunjuk pada kebiasaan untuk diberlakukan. b. Keputusan Hakim (yurispundensi) Keputusan hakim terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sama. c. Traktat Perjanjian antara 2 negara atau lebih yang mengikat masing-masing negara yang melakukan perjanjian. d. Pendapat sarjana hukum (doktrin) Fungsi Sumber Hukum : 16

1. 2. 3. 4. 5.

Mencari tempat hukum bermula Menunjukkan hukum terdahulu Sumber berlakunya Sumber tempat mengenal hukum Sumber terjadinya hukum

Urutan Peraturan Perundangan 1. UUD 1945 2. Perpu /UU Asas perundang-undangan : a. Tidak berlaku surut b. Pembuat yang lebih tinggi UU lebih tinggi c. UU yang khusus mengesampingkan yang umum (lex spescialis) d. UU terbaru membatalkan UU yang lama 1. Perpres /Kepres 2. Perda Mazhab Ilmu Pengetahuan Hukum 1. Mazhab Hukum Alam Segala kejadian di dunia ini dikendalikan oleh hukum yang abadi. (lex eterna) oleh Aristoteles. Ada dua macam hukum : a. Hukum yang berlaku karena penetapan penguasa negara b. Hukum yang asli 1. Mazhab Sejarah Hukum dapat dipandang sebagai suatu penjelmaan dari jiwa atau rohani suatu bangsa (von savigny) 2. Teokrasi Berlakunya hukum atas kehendak tuhan. 3. Teori kedaulatan rakyat Negara dan peraturannya berdasarkan atas kemauan masyarakat (J. Rousseau) 4. Teori kedaulatan negara (Hans Kelsen) 5. Teori kedaulatan hukum Hukum memenuhi rasa keadilan untuk semua orang (Mr H Krabbe) 6. Asas keseimbangan Tiap orang menerima keuntungan atau mendapat kerugian sebanyak dasar-dasar yang telah ditetapkan atau diletakkan terlebih dahulu. (Mr R Kranenburg) Penemuan Hukum 1. Pembentukan hukum oleh Hakim a. Hakim merupakan faktor pembentukan hukum b. Keputusan hakim bukan peraturan umum (hanya berlaku terhadap pihak-pihak yang bersangkutan) 1. Penafsiran Hukum : a. Gramatikal : berdasar bunyi dan arti dari perkataan b. Penafsiran sahih : penafsiran pasti terhadap kata-kata c. Penafsiran Historis : berdasarkan sejarah terjadinya hukum dan sejarah undangundangnya d. Penafsiran nasional : kesesuaian dengan sistem hukum yang berlaku e. Penafsiran sistematis : Kesesuaian dengan bunyi pasal-pasal lainnya f. Penafsiran teologis : Mempertimbangkan maksud dan tujuan UU g. Penafsiran ekstensif : tafsiran dengan memperluas kata-kata h. Penafsiran restriktif : Dengan mempersempit arti kata-kata i. Penafsiran analogis : Mengibaratkan dengan peristiwa lain 17

j. Penafsiran o contrario : Berdasarkan kebalikan 1. Pengisian kekosongan hukum a. Hakim memenuhi kekosongan hukum Menurut prof Mr Paul scholten bahwa hukum itu merupakan suatu sistem yang terbuka. b. Konstruksi hukum Pembidangan Ilmu Hukum 1. Kodifikasi Hukum (pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab UU secara sistematis dan lengkap. Hukum dibagi menjadi : a. Hukum tertulis (statute law/ written law) yakni hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan. b. Hukum tak tertulis, yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat tetapi tidak tertulis. Tujuan kodifikasi : kepastian hukum, penyederhanaan hukum, kesatuan hukum. 1. Pembagian hukum a. b. Menurut asas pembagiannya 1) Menurut sumber : a) Hukum UU b) Hukum kebiasaan (adat) c) Hukum traktat d) Hukum Jurispundensi 1) Menurut bentuknya a) Hukum tertulis b) Hukum tak tertulis 1) Menurut tempat berlakunya a) Hukum nasional b) HUKum Internasional c) Hukum Asing d) Hukum Gereja 1) Menurut waktu berlakunya a) Hukum positif (ius constitutum)

b) Ius Constituendum : hukum yang diharapkan berlaku dimasa mendatang c) Hukum asasi (berlaku abadi) 1) Menurut cara memperhankannya a) Hukum material b) Hukum Formal 1) Menurut sifatnya a) Hukum yang memaksa b) Hukum yang mengatur 1) Menurut wujudnya a) Hukum objektif b) Hukum subjektif 1)

2) Menurut isinya : a) Hukum privat (sipil) Terdiri dari : 1.1.Hukum sipil dalam arti luas meliputi hukum perdata dan hukum dagang 1.2.Hukum sipil dalam arti sempit meliputi hukum perdata saja a) Hukum publik (negara) Terdiri dari : • Hukum tata negara : hukum yang mengatur bentuk dan susunan pemerintah suatu negara serta hubungan kekuasaan antara alat satu dengan lainnya. • Hukum administrasi negara (hukum Tata Usaha Negara / pemerintahan ) : mengatur cara-cara menjalankan tugas dari kekuasaan alat kelengkapan negara. • Hukum Pidana : hukum mengatur perbuatan yang dilarang • Hukum Internasional Perbedaan Hukum perdata dan pidana : 18

1. Hukum perdata mengatur hubungan hukum orang-orang, sedang hukum pidana mengatur orang-tatanegara 2. Hukum perdata diambil tindakan setelah adanya pengaduan, sedang pidana tanpa perlu pengaduan 3. Hukum perdata membolehkan berbagai macam interprestasi, sedang hukum pidana harus sesuai dengan UU. Perbedaan Hukum Acara Pidana dan Perdata : 1. Inisiatif datang dari pihak dirugikan (perdata), inisiatif datang dari pihak jaksa (pidana) 2. Alat bukti perdata berupa tulisan, saksi, persangkaan, pengakuan dan sumpah, sedang pidana tanpa sumpah. 3. Perdata dapat ditarik, sedang pidana tidak. 4. Dalam perdata kedudukan sama, sedang dalam pidana jaksa lebih tinggi dan hakim lebih aktif. 5. Hukuman perdata berupa denda, atau kurungan. Sedang dalam pidana ada pidana mati, penjara, kurungan atau denda, dan pidana tambahan. 6. Banding perdana disebut Apple, sedang pidana revisi. Ilmu Hukum sebagai ilmu kaedah hukum Wujud Kaedah (norma) :Tata aturan yang menjadi pedoman bagi tingkah laku manusia dalam pergaulan. a. Perintah : Keharusan berbuat karena akibatnya baik b. Larangan : keharusan untuk tidak berbuat karena akibatnya buruk Asas Ilmu Hukum / Doktrin Hukum : 1. Lex Superiori derogat legi inferior => Hukum yang dibawah tidak boleh bertentangan dengan hukum yang diatasnya 2. Lex spesialis derogat legi generally => Hukum yang khusus mengesampingkan yang umum 3. LEx posteriori Derogat legi priori => Hukum yang baru membatalkan yang lama. Ilmu Hukum sebagai Pengertian Hukum Menurut Prof Kusumadi : Ilmu Pengetahuan Hukum terdiri dari berbagai Ilmu Pengetahuan Hukum yang diantaranya Ilmu Hukum sebagai Ilmu Pengetahuan Hukum. 1. Masyarakat Hukum Golongan Penduduk di Indonesia : a. Menurut UU no 62 tahun 1958 Menurut UU ini yang termasuk penduduk adalah a. Warga Negara , b. Orang asing b. Menurut Ketatanegaraan Hindia Belanda (Indische Staatregeling) tahun 1927 1. Subjek Hukum dan Objek Hukum Subjek hukum adalah sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban hukum yang terdiri dari : a. Manusia (natuurlijke Persoon) Handenglinsonbekwaam yaitu orang yang oleh hukum dianggap tidak atau kurang cakap untuk bertindak sendiri dalam melakukan perbuatan hukum. Orang-orang tersebut antara lain : 1) Orang yang masih di bawah umu (dibawah 21 tahun) 2) Orang yang tak sehat pikirannya 3) Orang perempuan dalam pernikahan a. Badan Hukum (rechtpersoon) Tidak dapat melakukan perkawinan dan tidak dikenakan hukuman penjara. 19

Objek Hukum ialah segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum dan yang dapat menjadi objek sesuatu perhubungan hukum. Terbagi dalam : a. Benda yang berwujud dan Benda tak berwujud b. Benda Tetap dan Benda bergerak 1. Perbuatan Hukum Segala perbuatan manusia yang secara sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menimbulkan hak-hak dan kewajiban. Terdiri dari : a. Perbuatan hukum sepihak b. Perbuatan hukum dua pihak 1. Pengertian dan macam-macam hak Izin atau kekuasaan yang diberikan hukum disebut hak. Menurut van Apeldoorn (dalam bukunya “Inleiding tot de studie van het nederlanse recht”) hak ialah hukum yang dihubungkan dengan seorang manusia atau subjek hukum tertentu dan dengan demikian menjelma menjadi suatu kekuasaan. Hak terbagi : a. Hak mutlak : ialah hak yang memberikan wewenang kepada seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan dan wajib saling menghormati hak tersebut. (HAM, Hak publik mutlak, Hak Keperdataan) b. Hak Nisbi : Hak relatif yang memberikan wewenang kepada seorang tertentu atau beberapa orang tertentu agar orang ikut perintah. 1. Peristiwa Hukum (rechtsfeit) Dalam hukum dikenal dua macam peristiwa hukum : a. Perbuatan subjek hukum Suatu perbuatan disebut perbuatan hukum jika perbuatan itu oleh hukum diberi akibat dan akibat itu dikehendaki oleh yang bertindak. b. Peristiwa lain yang bukan perbuatan subjek hukum Dikenal dua macam perbuatan : a. Perbuatan hukum yang bersegi satu (eenzijdig) sama dengan hukum sepihak b. Perbuatan hukum yang bersegi dua (tweezidjig) sama dengan hukum dua pihak Zaakwaarneming :Perbuatan memperhatikan kepentingan orang lain dengan tidak diminta oleh orang itu. Onrechtmatige Daad :Suatu perbuatan yang melanggar dan berlawanan dengan hukum

20

APLIKASI Dan METODE PENILAIAN
Pendekatan Perbandingan Data Pasar Proses : – – – – – Metode : 1. Perbandingan harga langsung • Sifat hampir sama dan serupa • Cocok untuk ruko yang berderet dan rumah berderet yang masih asli a. Metode komponen rupiah b. Metode presentase 1. Perbandingan harga tidak langsung Elemen Perbandingan : 1. Hak yang terkandung dalam real properti Properti yang menghasilkan sewa/pendapatan, memastikan kepentingan, dan manajemen fee kekosongan. 2. Hal Pendanaan Rumah yang dijual, padahal masih posisi dijamin di BANK. Tingkat suku bunga saat akad kredit dengan suku bunga pasar yang berlaku 3. Kondisi penjualan Kembali ke posisi nilai pasar wajar, dengan sumber data PPAT, lelang, BPPN, Agunan Bank, Broker properti. 4. Tanggal penjualan / kondisi pasar Penyesuaian waktu, inflasi/deflasi, permintaan dan penawaran. 5. Lokasi Aksesibilitas, corner lot, view ke laut/gunung dll. 6. Karakteristik fisik Ukuran, umur, model, material, dll. Teknik Menilai Tanah Pendekatan Biaya : (RCN-depresiasi)sound value + land value = property value 1. Sales comparison 3 data pembanding berupa tanah kosong 2. Alocation Sesuai standar amerika Building (40) + tanah (60) maka alokasi tanah 0,6. Jika harga properti 200 juta, maka nilai tanah 0,6 x 200 = 120 jt 3. Extraction Harga jual – RCN berdepresiasi = Nilai tanah 4. Sub division Development Development property valuation 5. Land residual Sewa properti bersih 1 tahun = 100 jt Nilai bangunan 35 jt Rate Building 8% Sewa bangunan = 10*8%*35 = 28 juta Sewa tanah (100-28) = 72 jt Cap rate 6 % 21 Mengumpulkan data pembanding Menganalisis Nilai bulat atau unit Memastikan cocok sebagai pembanding Menggunakan bukti pembanding

Land value = 1/i * 72 jt = 1200 jt 6. Groun rent capitalization Sama dengan atas Pendekatan Biaya Pendekatan ini cocok untuk bangunan relatif baru (tidak selalu demikian, alfamart), untuk properti khusus yang tidak dijual beli di pasar (SPBU, bendungan, bandara, pelabuhan), untuk tujuan asuransi, pajak, PBB, dan untuk pertimbangan bangunan tambahan tau renovasi. Prosedur : 1. Tanah kosong Nilai tanah diestimasi dengan perbandingan data pasar 2. Biaya reproduksi / pengganti (RCN) Biaya reproduksi (Reproductinon CN) => estimasi biaya harga saat tol penilaian, replika, material, standar kontruksi dan kualitas sama Biaya pengganti ( Replacement CN) => material yang berbeda 3. Biaya lain a. Hard cost (langsung) => material, upah, profit kontraktor b. Sofa cos => arsitek, lawyer, quantity survey (teknik sipil), penilai, bunga, pajak, komisi dll 1. Keuntungan pemilik 2. Total biaya (2,3,4) 3. Estimasi penyusutan 4. Biaya reproduksi berdepresiasi (5-6) 5. Nilai (1+7) Biaya Pembangunan : 1. Material, upah, cadangan a. Fee kontraktor b. Fee konsultan c. PPN d. IMB e. Interest f. Profit developer 1. Replacement CN Pertambahan depresiasi : 1. Internal = > depresiasi fisik( phisical deterioration, kemunduran) dan fungsi (functional obsolesence,tidak terpakai) 2. Eksternal = Ekonomi (Economic obsolesence) => ekonomi, permintaan, zoning, peraturan, kegunaan, lingkungan Metode penaksiran biaya 1. Trend indeks biaya Agak sulit menemukan data tahun dasar dan indeks. 2. Quantity survey Biaya membangun atau instalasi seluruh komponen dari bangunan baru dijumlahkan. 3. Unit in place methode Biaya membangun persatuan unit komponen yang menjadi bagian dari bangunan. 4. Meter Square method (unit perbandingan Biaya per meter persegi bangunan dibandingkan dengan harga per meter yang telah diketahui. Jika terjadi perbedaan maka perlu dilakukan penyesuaian. Umur fisik : sampai bangunan tidak dapat dipakai Umur ekonomi : menguntungkan secara ekonomis 22

Umur efektif : kondisi saat penilaian Umur aktual : sejak dibangun sampai diniliai Pendekatan Pendapatan Langkah dasar : 1. Menghitung pendapatan kotor Pendapatan bersih + outgoing/biaya tahunan (Management, maintenance, Insurance, Property tax) 2. Menghitung biaya operasional a. Variabel expense (tergantung tingkat hunian) b. Fixed expense (PBB, asuransi) c. Reserve for replacement (biaya cadangan untuk penggantian peralatan) 1. Menghitung pendapatan bersih 2. Proses kapitalisasi Tingkat kapitalisasi adalah tarif yang digunakan untuk mengapitalisasi pendapatan. Meliputi return on Investment (cap rate paling aman), + return of Investment (dasar pada umur ekonomis ) Metode : 1. Gross Income MulTiplier Angka pengganda = nilai modal / pendapatan kotor Cocok untuk properti yang tidak perlu pengelolaan. Nilai modal pembanding 300jt, sewa tahun 30 jt, GIM = 10 Sewa subjek 25 jt, maka nilai =250 jt 2. DIrect capitalization Tingkat kapitalisasi = sewa bersih/nilai modal x 100% Asumsi pendapatan tetap dan tidak berubah. Nilai = sewa bersih/cap rate 3. Discounted cash flow 4. Residual technique (penyisaan properti, tanah atau bangunan) a. Properti penyisaan Sewa 9 jt, cap rate 12%, modal = 9/12% = 75 jt b. Bangunan penyisaan Sewa gedung = 8 jt, nilai tanah 20 jt, Sewa tanah 7%(SBI) x 20 jt = 1,4 jt Sewa bangunan= 8-1,4= 6,6 jt. Cap rate = 7% + 4% (1/25 x 100) = 11 % Nilai modal =6,6/11% = 60 jt, nilai tanah 20jt Nilai = 80jt Karakter investasi properti : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendapatan yang sudah pasti didapatkan (safe rate of return) Resiko usaha Likuiditas Jaminan Beban manajemen Apresiasi Perpajakan Hipotek

23

OBM
A. Bisnis Usaha mengelola kegiatan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan.

B. Bentuk Perusahaan 1. BUMD/ BUMN a. PERSEROAN TERBATAS Adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, berdasarkan prjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yg ditetapkan dalam UU2 ini serta peraturan pelaksanaannya. ( += tanggung jawab terbatas, pemisahan pemilik dan pengurus, kontinuitas terjamin, perolehan modal lebih mudah, pemilik dapat diganti. -= Biaya organisasi besar, pajak berganda, pendirian badan hukum sulit, perbedaan motif pengurus dan pemilik) b. BADAN LAYANAN UMUM 1. BUMS a. PERUSAHAAN PERSEORANGAN : Suatu bentuk badan usaha yang pemiliknya yang terdiri dari satu orang dengan sumber modalnya dari pemilik atau dapat juga menggunakan modal pinjaman (lebihnya : aktivitas sederhana, biaya organisasi rendah, mudah didirikan. Keuntungan menjadi hak pemilik, rahasia terjamin) b. FIRMA (Fa) : Yaitu persekutuan untuk menjalankan perusahaan dengan memakai nama bersama, yang para anggotanya secara langsung dan sendiri-sendiri bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pihak ketiga c. PERUSAHAAN KOMANDITER / COMANDITAIRE VENNOTSCHAP ( cv ) : Suatu persekutuan yang didirikan oleh satu atau beberapa orang dengan mempercayakan uang atau barang kepada satu atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin d. PERSEROAN TERBATAS 1. Koperasi : Koperasi merupakan perkumpulan orang-orang untuk mengadakan kerjasama, bukanlah merupakan konsentrasi modal 2. Yayasan : Suatu badan hukum dengan kekayaan yang dipisahkan A. Manajemen Alasan diperlukan manajemen : 1. Untuk mencapai tujuan 2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan yang saling bertentangan 3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas Efisiensi : kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar, dengan keluaran(output) lebih tinggi dari masukan (input). Drucker : melakukan dengan benar 24

Efektivitas : kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Drucker : melakukan yang benar Defenisi: a. Mary Parker Follet : seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. b. Stoner : proses, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi. c. Secara umum manajemen : bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginprestasikan dan mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi planning, organizing, staffing,leading, dan contolling. Tingkat Manajemen : a. Manajemen Lini (pertama) : sering disebut pimpinan, mandor dan penyelia b. Manajemen menengah : Dapat meliputi beberapa tingkatan dalam organisasi. Mengarahkan kegiatan para manajer lainnya dan kadang juga karyawan, contoh manajer departemen. c. Manajer Puncak : manajer tertinggi dari suatu kelompok eksekutif, bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Fungsi Manajemen: a. Manajemen administratif : berurusan dengan penetapan tujuan dengan kemudian perencanaan, penyusunan kepegawaian, dan pengawasan kegiatan yang berkoordinasi untuk mencapai tujuan. b. Manajemen operatif : Mencakup kegiatan memotivasi, supervisi, dan komunikasi dengan para karyawan untuk mengarahkan mereka mencapai hasil secara efektif. Berdasarkan ruang lingkup manajer : a. Manajer umum : mengatur dan mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan fungsional satuan kerja. b. Manajer fungsional : hanya bertanggung jawab atas satu kegiatan organisasi
H enryPay ol Luther G eorg e E rnest D ale Koon Planning O aniz rg ing S taffing S taffing D irecting D irecting Innov ating R epresentin C ontrolling O liang ey
W illiamN ewm an

Jam es

com andin m g C oordinatin g

S taffing D irecting C oordinatin R eporting

A ctuating

D irecting C oordinatin g

SA D D irecting

Leading

1. Perencanaan (planning) Adalah pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. 2. Pengorganisasian Adalah penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, perencanaan dan pengembangan, penugasan dan tanggung jawab dan pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu untuk melaksanakan tugasnya. 3. Penyusunan Personalia (staffing) Adalah penarikan, latihan, dan pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi para karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif. 4. Pengarahan (leading/directing) Menugaskan karyawan untuk membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan. 5. Pengawasan (controlling) 25

Penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Kegiatan manajer : 1. Kegiatan Interaksional : Peranan antar pribadi, peranan informasional, peranan pembuat keputusan 2. Kegiatan Administratif : Pemrosesan kertas kerja, penyiapan dan administrasi anggaran, Monitoring kebijaksanaan dan prosedur, pemeliharaan stabilitas operasi. 3. Kegiatan Teknis : Pekerjaan dengan peralatan, pemecahan masalah teknis, pelaksanaan fungsi teknis. 4. Kegiatan pribadi : Pengaturan waktu, pengembangan karier pribadi, kehidupan sendiri. Keterampilan Manajer : 1. Keterampilan KOnsepsual : kemampuan mental untuk mengoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi. 2. Keterampilan Kemanusiaan : kemampuan bekerja dengan memahami dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok. 3. Keterampilan administratif : seluruh keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan. 4. Keterampilan Teknik : Kemampuan untuk menggunakan peralatan, prosedur teknik dari suatu bidang tertentu. A. Teori Manajemen 1. Teori Manajemen Klasik Robert Owen : Investasi yang paling baik adalah pada karyawan, melalui perbaikan kondisi karyawan maka akan menaikkan produksi dan keuntungan. Charles Babbage : Penganjur prinsip pembagian kerja. 2. Manajemen Ilmiah (Frederick W Taylor, Frank dan Lilian GIlbert, Henry L Gantt, Hernington Emerson) Empat prinsip dasar untuk mencapai efisiensi : a. Pengembangan metode ilmiah dalam manajemen b. Seleksi ilmiah untuk karyawan c. Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan d. Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja. 1. Teori Organisasi Klasik Fayol : teori administrasi manajemen dengan 5 unsur (perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengoordinasian dan pengawasan. 2. Aliran Hubungan Manusiawi 3. Aliran manajemen modern 4. Aliran Kuantitatif A. Fungsi Perusahaan Perusahaan : Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang dalam wadah kelembagaan formal di tempat tertentu yang diorganisasikan dan dijalankan secara teratur dan berkesinambungan untuk membuat, menyediakan, mendistribusikan barang dan jasa bagi masyarakat luas yang mau dan mampu membeli. Faktor yang mempengaruhi lokasi perusahaan : 1. Faktor Primer a. Letak dari pasar b. Letak dari sumber bahan mentah c. Terdapatnya fasilitas transportasi d. Pasokan tenaga kerja e. Terdapatnya pembangkit tenaga listrik 1. Faktor sekunder a. Rencana masa depan b. Biaya tanah dan bangunan c. Kemungkinan perluasan d. Terdapatnya fasilitas layanan umum 26

e. f. g. h. i. j.

Terdapatnya lembaga keuangan Persediaan air Tingkat pajak dan peraturan perburuhan Sikap masyarakat Iklim Keadaan tanah

1. Produksi Pengertian Produk : BR / JASAYG DPT MMNUHI KBTUHN PELANGGAN. SECARA KONTINYU TRUS MNRS DTINGKATK Daur Hidup Produk : Perkenalan=> Pertambahan => kedewasaan => kemunduran => Kejenuhan 2. Pemasaran Pengertian Pemasaran : Proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi serta distribusi atas gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memenuhi sasaran perseorangan dan organisasi Pasar : 1. Pasar Industri Pasar organisasi yang terdiri dari perusahaan yang membeli barang yang diubah menjadi produk lain atau digunakan selama produksi 2. Pasar Pedagang Perantara Pasar organisasi yang terdiri dari badan-badan perantara yang membeli barang jadi dan menjualnya kembali 3. Pasar Institusi Pasar organisasi yang terdiri dari pembeli barang dan jasa non pemerintah seperti rumah sakit, tempat ibadah, museum, dan badan amal 4. Pasar Pemerintah Marketing Mix : Produk x merek : SUATU MTODA MENGIDENTIFIKASIKN PRDK & MBEDAKNYA DRI PRDK 2 PESAING Distribusi Promosi 1. Personalia Perencanaan Seleksi Penempatan Diklat (pengembangan SDM) Balas jasa/penghargaan Pengembangan basis Pemberhentian 2. Keuangan (akuntansi) Keuangan : Akuntansi : Mgt kebijakan akuntansi Mgt Kebijakan perdagangan Analisis Rasio

27

UTS 2 KUP Pasal 12 (1) Setiap WP wajib membayar pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dengan tidak menggantungkan pada adanya skp Pasal 12 (2) Jumlah Pajak yang terutang menurut SPT yang disampaikan oleh WP = jumlah pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan Pasal 12 (3) Dirjen Pajak menetapkan jumlah pajak yang terutang apabila mendapatkan bukti jumlah pajak yang terutang menurut SPT tidak benar Penetapan Pemeriksaan atau keterangan lain  SKPLB/N/KB/KBT (surat ketetapan pajak) Fungsi SKP : – Sarana untuk melakukan koreksi fiskal terhadap WP tertentu yang nyata-nyata atau berdasarkan hasil pemeriksaan tidak memenuhi kewajiban formal dan atau kewajiban materiil dalam memenuhi ketentuan perpajakan. – Sarana untuk mengenakan sanksi administrasi perpajakan. – Sarana administrasi untuk melakukan penagihan pajak. – Sarana untuk mengembalikan kelebihan pajak dalam hal lebih bayar. – Sarana untuk memberitahukan jumlah pajak yang terutang. Pasal (13)  SKPKB dapat diterbitkan 5 tahun sejak  saat terutangnya pajak, berakhirnya masa pajak, berakhirnya tahun pajak, berakhirnya tahun pajak (menurut penjelasan smp akhir penyampaian SPT) sesudah 5 tahun karena pidana dan karena temuan dengan denda 48%. Sebab terbit SKPKB : – – – – – – – • • – – – – – – – – Hasil pemeriksaan atau keterangan lain terdapat pajak yang terutang atau kurang bayar PPN dan PPn BM ternyata tidak seharusnya dikompensasikan selisih pajak atau tidak seharusnya dikenai tarif 0% SPT tidak disampaikan dan telah ditegur secara tertulis Kewajiban pasal 28/29 tidak dipenuhi (pembukuan dan pencatatan) WP diterbitkan NPWP secara jabatan Hasil penelitian keterangan lain Risalah data perpajakan tidak menyampaikan SPT setelah ada teguran tertulis, temuan BUKPER temuan tindak pidana dalam hal penyidikan dihentikan Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap terhadap WP yang dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana lainnya yang dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara Hasil Pemeriksaan SPT SPT tidak disampaikan dan telah ditegur secara tertulis Hasil pemeriksaan Bukper Kealpaan tidak menyampaikan SPT SPT yang tidak benar/lenkap atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar Menimbulkan kerugian pada pendapatan negara Kewajiban pasal 28/29 tidak terpenuhi 28

Pajak tidak atau kurang bayar terjadi karena

Sanksi : – – – – Pajak terutang atau kurang bayar  2%/bulan max 24 bulan SPT tidak disampaikan dan telah ditegur secara tertulis 50 % pph yang telah dibayar oleh WP PPN dan kewajiban pasal 28/29  100% Pengukuhan secara jabatan  2% perbulan max 24 bulan

SKPKBT terjadi jika SKPKB,SKPKN,SKPKLB  novum (data atau keterangan mengenai segala sesuatu yang diperlukan untuk menghitung besarnya jumlah pajak yang terutang yang oleh WP belum diberitahukan pada waktu penetapan semula, baik dalam SPT & lampiran-lampirannya maupun dalam pembukuan perusahaan yang diserahkan pada waktu pemeriksaan ) SKPKBT  kurang dari 5 tahun 100% sedang >5thn 48% SKPN  Pemeriksaan  SPT kredit pajak = pajak yang terutang  tidak ada kredit pajak tidak lewat PTKP SKPLB pemeriksaan  kredit pajak > pajak terutang Pasal 17  djp menerbitkan SKPLB dalam hal : – Permohonan WP • Penelitian  kelebihan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang • Pemeriksaan  kredit pajak > pajak terutang – SPT  pemeriksaan  kredit pajak > pajak terutang Masa diterbitkan 5 tahun Pasal yang berkaitan dengan SKPLB : 1. Pasal 17 (1) Pemeriksaan  Kredit pajak / jumlah pajak yang dibayar > jumlah pajak terutang, dapat juga karena WP bukan objek ataupun kesalahan potput 2. Pasal 17 (2) WP mengajukan restitusi  Pajak yang seharusnya tidak terutang 3. Pasal 17B  WP mengajukan restitusi (selain 17C dan 17D ) Permohonan WP dalam kurun waktu 12 bulan pemeriksaan (tidak berlaku jika ada Bukper)( dapat jika tidak dilanjutkan penyidikan, tidak ada tuntutan, dan diputus bebas oleh putusan pengadilan), jika diterbitkan lewat jangka waktu 1 bulan maka mendapat imbalan bunga 2% /bulan smp SKP keluar. 4. Pasal 17C  WP kriteria tertentu  penelitian (3bulan PPH, 1 bulan PPN) SK pengembalian pendahuluan pajak  dapat diperiksa (dalam waktu 5 tahun) terbit SKP (SKPKB denda kenaikan 100%) – Tepat waktu dalam menyampaikan SPT – Tidak memiliki tunggakan pajak untuk semua jenis pajak – LK diaudit oleh WTP selama 3 tahun berturut-turut – Tidak pernah dipidana pajak dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. 1. Pasal 17D  WP persyaratan tertentu permohonan (3bln PPH, 1bln PPN)SKPPKPdapat diperiksa 5 tahun dan terbit SKP (sanksi kenaikan 100%) – WPOP tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas – WPOP dengan omset = NPPN, LB = 0,5% omset atau LB<1juta – WP badan omset , 5 M atau LB , 10juta

29

30

PKP yang menyampaikan SPT masa PPN penyerahan =< 400jt atau LB < 10juta 1. Pasal 17E  OP bukan SPDN  beli BKP di dalam DP namun tidak dikonsumsi di DP Untuk PPH KB Sanksi dari STP adalah 2% /bulan. Untuk PPN (tidak membuat FP, tidak lengkap, lapor FP beda dengan penerbitan FP maka sanksi 2% dari DPP. Gagal berproduksi & telah diberikan pengembalian PM Sanksi 2%/bulan

SENGKETA PAJAK Pembetulan ketetapan pajakPengurangan/Penghapusan sanksiPengurangan/Penghapusan ketetapan pajak Sengketa Pajak (pasal 1 angka 5 UU diljak)  sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara WP vs Pejabat berwenang disebabkan keputusan yang dapat diajukan banding atau gugatan kepada pengadilan pajak berdasarkan peraturan perundangundangan perpajakan atau dapat juga karena gugatan atas pelaksanaan penagihan berdasarkan UU PPSP Pembetulan suatu keputusan (ps.16 UUKUP) atas permohonan WP atau karena jabatan DJPdapat membetulkan : SKP,STP,SKpembetulan, SKkeberatan,SKadministrasi,SKpenghapusan/kurang sanksi administrasi, SK pengurangan/batalan ketetapan pajak, SKPPKP atau SKPIB jika terdapat kesalahan tulis (kesalahan yang dapat berupa nama, alamat,NPWP, nomor SKP, jenis pajak, Masa Pajak atau Tahun Pajak, dan tanggal jatuh tempo), hitung (kesalahan yang berasal dari penjumlahan dan/atau pengurangan dan/atau perkalian dan/atau pembagian suatu bilangan) dan kekeliruan penerapan ketentuan UU pajak(kekeliruan dalam penerapan tarif, kekeliruan penerapan persentase NPPN, kekeliruan penerapan sanksi administrasi, kekeliruan PTKP, kekeliruan penghitungan PPh dalam tahun berjalan, & kekeliruan dalam pengkreditan pajak). Pengurangan dan Penghapusan sanksi administrasi : 31

Penyelesaian : DJP karena jabatan atas permohonan WP dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi (bunga, denda dan kenaikan) dalam hal sanksi dikenakan karena kekhilafan WP atau bukan kesalahannya. • Syarat  tidak diajukan keberatan, keberatan telah dicabut, atau keberatan tidak dipertimbangkan (u/ SKPKB/T)  Diterbitkan SKP karena PKP tidak membuat FP, penetapan ketentuan pasal 19(1) UUKUP

Pengurangan/pembatalan Ketetapan Pajak : • • Syarat  tidak diajukan keberatan atau keberatan tidak dipertimbangkan Pembatalan jika SKP dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa : penyampaian surat pemberitahuan hasil pemeriksaan, atau pembahasan hasil pemeriksaan dengan WP Jika dalam jangka waktu 6 bulan keputusan tidak dikeluarkan maka permohonan WP dianggap dikabulkan dan wajib dikeluarkan surat keputusan. Jika jumlah yang diputuskan dirasa tidak sebagaimana mestinya, maka WP dapat mengajukan keberatan hanya kepada DJP>SKbrt. Konsekuesi Keberatan  WP tidak boleh mengajukan : 1. Pengurangan / penghapusan sanksi administrasi 2. Pengurangan/pembatalan SKP 3. Pembatalan SKP dari hasil pemeriksaan. PERSYARATAN FORMAL keberatan (Bersifat kumulatif): 1. Ditulis dalam bahasa Indonesia 2. Mengemukakan jumlah pajak yg terutang atau jumlah pajak yg dipotong atau dipungut atau jumlah rugi menurut penghitungan WP dg disertai alasan-alasan yg menjadi dasar penghitungan 3. 1 keberatan untuk 1 SKP / potput 4. WP melunasi pajak yang masih harus dibayar minimal sejumlah yang disetujui WP dalam closing Conference 32

5. Dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal dikirim SKP atau sejak pemotongan / pemungutan oleh pihak ke 3 kecuali force majeur 6. Ditandantangani oleh WP atau kuasa dengan surat kuasa khusus Jangka waktu keberatan adalah 12 bulan sejak permohonan diterima. Jangka waktu pelunasan adalah 1 bulan sejak tanggal SKP diterbitkan. Jika berlanjut ke banding di Pengadilan Pajak, maka sanksi denda 50% tidak dikenakan. SKPKB,SKPN,SKPLB,SKPLBT,Pot/put  SK keberatan banding di pengadilan pajak Banding adalah (Pasal 1 angka 6 UUPP ) upaya hukum yang dapat dilakukan oleh WP atau penanggung Pajak terhadap suatu keputusan yang dapat diajukan Banding, berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Persyaratan formal Banding : 1. Ditulis dalam bahasa Indonesia 2. Mengemukakan alasan yang jelas 3. Dalam jangka waktu 3 bulan sejak SK keberatan diterima 4. Dilampiri dengan salinan SK keberatan Sanksi denda dari banding adalah kenaikan 100% dari jumlah pajak dalam putusan banding dikurang pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan. Gugatan (Pasal 1 angka 7 UUPP Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh WP atau penanggung Pajak terhadap pelaksanaan penagihan Pajak atau terhadap keputusan yang dapat diajukan Gugatan berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku) dilakukan atas pelaksanaan penagihan pajak yang : 1. Pelaksanaan surat paksa, SPMP atau pengumuman lelang 2. Keputusan pencegahan 3. Keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan perpajakan selain keberatan. 4. Penerbitan SKP atau SK keberatan yang tidak sesuai prosedur yang berlaku. Keputusan di PP adalah keputusan hukum tepat, dilanjutkan dengan putusan PK di mahkamah agung Permohonan PK hanya dapa dilakukan 1 kali dan tidak menghentikan pelaksanaan putusan Pengadilan Pajak. Hanya dapat diajukan berdasarkan alasan: a. Apabila putusan Pengadilan Pajak didasarkan pada suatu kebohongan atau tipu muslihat pihak lawan yang diketahui setelah perkaranya diputus atau didasarkan pada bukti-bukti yang kemudian oleh hakim pidana dinyatakan palsu; b. Apabila terdapat bukti tertulis baru yang penting dan bersifat menentukan, yang apabila diketahui pada tahap persidangan di Pengadilan Pajak akan menghasilkan putusan yang berbeda; 33

c. Apabila telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih dari pada yang dituntut, kecuali yang diputus berdasarkan Pasal 80 ayat (1) huruf b dan c; d. Apabila mengenai suatu bagian dari tuntutan belum diputus tanpa dipertimbangkan sebab-sebabnya; atau e. Apabila terdapat suatu putusan yang nyata-nyata tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pk diajukan paling lambat 3 bulan, dan putusannya dikeluarkan dalam waktu 6 bulan sejak permohonan diterima (pemeriksaan acara biasa), atau 1 bulan (pemeriksaan acara cepat).

Penyidikan dan Tindak Pidana Pajak Penyidikan pajak adalah serangkaian tindakan yang dilakukan penyidik untuk mencari dan mengumpulkan bukti untuk 1) menemukan tersangka 2) membuat terang tindak pidana di bidang perpajakan. Penyidik adalah pejabat PNS tertentu di lingkungan DJP yang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Wewenang penyidik : 1. menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang, benda, dan/atau dokumen yang dibawa 2. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan 3. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi 4. menghentikan penyidikan dan/atau melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan. Tindak Pidana Perpajakan : tindakan melanggar peraturan perundang-undangan perpajakan karena a. alpa, – Tidak menyampaikan SPT – SPT tidak benar, lengkap atau isinya tidak benar Merupakan perbuatan pertama kali  pidana kurungan 3bulan-1tahun dan denda 1-2x pajak yang tidak/kurang bayar. a. sengaja, • menerbitkan dan/atau menggunakan FP, bukti Pot/Put, dan/atau bukti setoran pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya • menerbitkan FP tetapi belum dikukuhkan sebagai PKP Pidana penjara 2-6 tahun denda 2-6x jumlah dalam FP. 34

a. Percobaan b. pengulangan yang dapat menyebabkan kerugian negara. Bentuk2 tindak pidana perpajakan (umum) : 1. Tidak mendaftarkan diri 2. Menyalahgunakan NPWP atau Pengukuhan PKP 3. Menggunakan tanpa hak NPWP atau Pengukuhan PKP 4. Tidak menyampaikan SPT 5. Menyampaikan SPT dan atau keterangan yg isinya tidak benar/tidak lengkap 6. Menolak dilakukan pemeriksaan 7. Memperlihatkan pembukuan, pencatatan dan dokumen palsu 8. Tidak menyelenggarakan pembukuan /pencatatan/ tidak memperlihatkan/meminjamkan buku, catatan atau dokumen 9. Tidak menyetorkan pajak yang dipotong/ dipungut Menimbulkan kerugian negara  pidana 6bulan-6tahun dan denda 24x pajak terutang.

Tindak pidana UU BM : Barang siapa: • meniru atau memalsukan meterai tempel dan kertas meterai atau meniru dan memalsukan tanda tangan yang perlu untuk mensahkan meterai • sengaja menyimpan dengan maksud untuk diedarkan atau memasukan ke Negara Indonesia meterai palsu, yang dipalsukan atau yang dibuat dengan melawan hak • sengaja menggunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, menyediakan untuk dijual atau di masukan ke Negara Indonesia meterai yang mereknya, capnya, tandatangannya, tanda sahnya atau tanda waktunya mempergunakan telah dihilangkan seolah-olah meterai itu belum dipakai dan atau menyuruh orang lain menggunakan dengan melawan hak • menyimpan bahan-bahan atau perkakas-perkakas yang diketahuinya digunakan untuk melakukan salah satu kejahatan untuk meniru dan memalsukan benda meterai. DIPIDANA dengan pidana penjara maks. 7 tahun Tindak Pidana UU PPSP : • memindahkan hak, memindahtangankan, menyewakan, meminjamkan, menyembunyikan, menghilangkan, atau merusak barang yang telah disita • membebani barang tidak bergerak yang telah disita dengan hak tanggungan untuk pelunasan utang tertentu • membebani barang bergerak yang telah disita dengan fidusia atau diagunkan untuk pelunasan utang tertentu • merusak, mencabut, atau menghilangkan segel sita atau salinan Berita Acara Pelaksanaan Sita yang telah ditempel pada barang sitaan. dipidana dengan pidana penjara maks 4 tahun dan denda maks Rp 12.000.000,00 Setiap orang yang dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut UU, atau dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan dalam melaksanakan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh Jurusita Pajak, 35

DIPIDANA dengan pidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu dan denda paling banyak Rp 10.000.000,00 Tindak pidana aparat pajak : (pasal 36) • Pegawai pajak yang karena kelalaiannya atau dengan sengaja menghitung atau menetapkan pajak tidak sesuai dengan ketentuan UU perpajakan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. • Pegawai pajak yang dalam melakukan tugasnya dengan sengaja bertindak di luar kewenangannya diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dapat diadukan ke unit internal Depkeu yang berwenang melakukan pemeriksaan dan investigasi dan apabila terbukti melakukannya dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. • Pegawai pajak yang dalam melakukan tugasnya terbukti melakukan pemerasan dan pengancaman kepada WP untuk menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum diancam dengan pidana (KUHP). • Pegawai pajak yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang untuk memberikan sesuatu, untuk membayar atau menerima pembayaran, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, diancam dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. • Pegawai pajak tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana, apabila dalam melaksanakan tugasnya didasarkan pada iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundng-undangan perpajakan. Penagihan Pajak Adalah serangkaian tindaka agar penanggung pajak melunasi utang pajak +biaya penagihan dengan cara menegur/memperingatkan (surat teguran), melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus (Surat Paksa), mengusulkan pecegahan (SP

pencegahan), melaksanakan penyitaan (spmp), melaksanakan penyanderaan (SP penyanderaan), dan menjual barang yang disita (pelelangan).

Syarat penagihan pajak seketika (tanpa menunggu tanggal jatuh tempo) sekaligus (seluruh hutang pajak ) : 1. Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya atau berniat untuk itu 2. Penanggung Pajak memindahtangankan barang, menghentikan atau mengecilkankegiatan usaha atau pekerjaan yang dilakukan di Indonesia 3. Terdapat tanda-tanda Penanggung Pajak akan membubarkan badan usahanya, atau menggabungkan atau memekarkan atau memindahtangankan perusahaan atau melakukan perubahan bentuk lainnya 36

4. Badan usaha akan dibubarkan oleh negara 5. Terjadi penyitaan atau barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan Hak Mendahulu untuk melakukan tagihan pajak atas barang-barang milik Penanggung Pajak melebihi kreditur lainnya (Kreditur Preferen). Dikecualika pada : 1. Biaya perkara yang hanya disebabkan oleh suatu penghukuman 2. Biaya dikeluarkan untuk menyelamatkan barang yang dimaksud 3. Biaya perkara yang disebabkan oleh suatu pelelangan dan penyelesaian suatu warisan. Hak mendahulu hilang juka lewat 5 tahun dari SK. IMBALAN Bunga Adalah hak yang dimiliki WP apabila terdapat kelebihan pembayaran pajak. Bunga timbul akibat : a. Keterlambatan 1) pengembalian kelebihan pembayaran pajak 2) SKPLB (jika 12bulan tidak ada keputusan maka jika lewat 1 bulan diterbitkan dikenakan imbalan bunga 2%.) b. Kelebihan pembayaran pajak 1)Kelebihan pajak tertangguh akibat pemeriksaan BUKPER 2) Keberatan, Banding, PK 3) SK c. Kelebihan pembayaran sanksi Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak diberikan terhadap: a. kelebihan pembayaran akibat Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan yang seluruhnya disetujui dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan telah dibayar sebelum mengajukan keberatan. b. kelebihan pembayaran akibat Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali atas sebagian jumlah pajak yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan yang tidak disetujui dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan, namun dibayar sebelum pengajuan keberatan, permohonan banding, atau permohonan peninjauan kembali, atau sebelum diterbitkan Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali.

37

GAYA • besaran vektor yang mempunyai besar dan arah • aksi sebuah benda terhadap benda lain • sesuatu yang menyebabkan deformasi pada suatu struktur • menggunakan persamaan hukum Newton II: Newton III F = m.a, dimana Aksi = reaksi F = gaya (Newton) m = massa (kg) a = percepatan (m/s2) Aksi = reaksi Newton I = Hukum keseimbangan = jika resultan beberapa gaya yang bekerja pada sebuah benda = 0, maka benda tersebut dalam keadaan seimbang

Gaya Resultan Merupakan gaya tunggal sebagai pengganti sejumlah gaya-gaya yang bekerja yang dapat memberikan efek yang sama dari gaya-gaya tersebut. Resultan 2 buah gaya (R = K1 + K2) - garis kerja dan arahnya sama - garis kerja dan arahnya berlawanan - gaya koplanar konkuren

Beban-beban pada hakekatnya adalah setiap faktor yang menimbulkan resultan dalam bentuk tegangan dan regangan di dalam struktur. Perlu dilakukan idealisasi dan pemodelan struktur untuk mengetahui perilaku sistem struktur dalam memberikan respon terhadap pembebanannya. Regangan adalah perubahan panjang (sangat kecil) sebagai akibat bekerjanya gaya tarik atau desak jika dibagi dengan panjang komponen semula. (perubahan panjang per panjang komponen) Tegangan adalah gaya aksial tarik atau desak yang beraksi di dalam komponen apabila dibagi dengan luas penampang lintang dimana aksi itu bekerja (gaya per luas penampang) Kriteria-kriteria permodelan struktur adalah: 1. Kemampuan layan (serviceability) 2. Efisiensi 3. Konstruksi 4. Harga 5. Lain-lain (fungsional, arsitektural) 38

Berdasarkan sifat alamiahnya, beban dibagi menjadi : 1. Beban Mati (beban struktur itu sendiri, dan beban lain yang menyatu dengan struktur) 2. Beban hidup (yang dapat berpindah-pindah) 3. Beban alam lingkungan (Beban sementara dan beban khusus) Kombinasi pembebanan : • Pembebanan tetap beban mati + beban hidup • Pembebanan sementara beban mati + beban hidup + beban angin atau beban mati + beban hidup + beban gempa • Pembebanan khusus beban mati + beban hidup + beban angin/gempa + beban khusus Tumpuan adalah : Sifat gaya-gaya reaksi yang timbul pada suatu benda yang dibebani bergantung pada bagaimana benda tersebut ditumpu atau dihubungkan dengan benda lain, Tumpuan (dukungan) tersebut menerima limpahan beban yang bekerja pada struktur dan memberikan gaya-gaya reaksi untuk mempertahankan keseimbangan.

Momen = F. d Kontruksi Konstruksi (berasal dari bahasa Latin construere) adalah susunan dan hubungan bahan bangunan sedemikian rupa sehingga susunan tersebut menjadi satu kesatuan yang kuat. Struktur adalah susunan atau pengaturan bagian-bagian gedung yang menerima beban. Sistem struktur bangunan dapat dibagi menjadi:  Struktur bawah, termasuk pondasi dan sloof  Struktur atas, seperti kolom, balok, plat lantai, rangka atap, dll. Jenis2 Kontruksi : 1. Konstruksi kayu Banyak digunakan untuk bangunan semi permanen. Untuk bangunan permanen hanya pada bagian-bagian tertentu, seperti rangka atap, balok lantai, dll. 2. Konstruksi beton Memiliki daya tahan sangat baik terhadap api sampai 600° C. Jenisnya : beton murni dan beton bertulang. komponen-komponen beton bertulang adalah : * baja tulangan 39

* sengkang, besi 10mm, dipasang dengan jarak 30cm * kawat, untuk mengikat sengkang * agregat, yang dicampur dengan semen, air, pasir Ketentuan umum komponen struktur berbahan beton 1. Plat beton - untuk atap, tebal minimal 7 cm - untuk lantai, tebal minimal 12 cm 2. Balok - tebal balok minimal 1/50 dari bentang/panjang batang - lebar balok 1/10 dari bentang - diameter tulangan minimal 12 mm 3. Kolom - menggunakan baja keras - diameter tulangan pokok 12 mm - sengkan minimal 5 mm 4. Pondasi - tebal telapak minimal 30 cm - diameter tulangan pokok minimal 12 mm 3. Kontruksi baja - biasanya digunakan untuk bangunan industri - akan mulai memuai pada suhu 300°C - hal-hal yang perlu diperhatikan * sambungan konstruksinya * defleksi lendutan * pengaruh terhadap perubahan bentuk SUB STRUKTUR Sub struktur atau struktur bawah adalah bagian bangunan yang berada di bawah permukaan tanah, atau yang dimaksud disini adalah PONDASI dan SLOOF. Teknik Pondasi adalah suatu upaya teknis untuk mendapatkan jenis dan dimensi pondasi bangunan yang efisien, sehingga dapat menyangga beban yang bekerja dengan baik. Merupakan bagian dari ilmu Geoteknik.  Dipasang diatas pondasi menerus untuk mendukung meratakan beban dinding di atasnya  Berfungsi juga sebagai trasram untuk mencegah air naik ke dinding  Dipasang sekitar 10 cm dibawah lantai  Ukuran : - dinding ½ batu, 15/15, 15/20, 20/20 dengan isi tulangan 4 Ф 10 - dinding 1 batu, 25/25, 25/30, 30/30, dengan isi tulangan 4 Ф 16  Sloof bisa dibuat dari beton atau bata yang dipasang tegak berjejer (bata rolag) Pondasi merupakan bagian dari suatu sis-tem struktur yang berfungsi untuk meneruskan beban dari struktur bagian atas ke lapisan tanah bagian bawah, tanpa mengakibatkan keruntuhan geser tanah dan penurunan tanah (settlement) yang berlebihan. Untuk itu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis pondasi adalah : 1. Jenis struktur diatasnya (beban-beban yang bekerja) 2. Jenis tanah (daya dukung tanah) Jenis-Jenis Pondasi : 40

1. Berdasarkan segi dan bentuknya a. b. Pondasi lajur/menerus (strip Foundation) c. Pondasi setempat (pad Foundation) d. Pondasi rakit (raft Foundation) e. Pondasi pancang dan bor (pile dan bor) 1. 2. Bahan yang digunakan a. b. Pondasi batu bata c. Pondasi batu kali d. Pondasi cerucuk kayu/bambu e. Pondasi beton 1. 2. Letak dan posisinya a. Pondasi dangkal – Pondasi menerus Disebut juga pondasi langsung, ukuran yang sama besar dan terletak pada kedalaman 0,4-1,2m. Dipasang di bawah seluruh penyekat dinding dan kolom. Digunakan untuk bangunan tidak bertingkat. Untuk tanah lembek dibuat dari sloof yang bagian bawahnya menjadi pelat. – Pondasi setempat Jika tanah keras memiliki kedalaman >1,5m-4m maka pondasi jenis ini digunakan. Pondasi dibuat dibawah kolom. Contoh pondasi setempat antara lain pilar, sumuran, umpak, telapak. – Pondasi pelat Terbuat dari plat tebal dengan perkuatan balok-balok beton kedap air. Pondasi dibuat diseluruh bangunan, biasanya untuk basemen dengan dirangkai menjadi satu dengan dinding beton kedap air penahan tanah disekeliling basemen. – Pondasi gabungan Merupakan pondasi plat yang mendukung lebih dari satu kolom untuk menghemat ukuran plat. Rumus luas penampang (F) = P ( Beban bangunan ) / σ (daya dukung tanah) a. Pondasi dalam Perbedaannya dengan pondasi dangkal adalah kedalam pondasi tersebut di dalam tanah. Pemakaian pondasi ini karena alasan : – Desain bangunan yang membawa beban berat (high rise Building) – Kondisi tanah yang kurang bagus. Kompnen dapat dari kayu, beton, ataupun baja. Yang termasuk pondasi ini adalah pondasi tiang pancang (pile) dan pondasi bor (bored dhrilled saft) – Tiang pancang  Tiang pancang dapat dibuat dari kayu, baja, atau beton bertulang  Tiang pancang dibuat lebih dahulu, kemudian dipancangkan ke dalam tanah dengan mesin pemancang  Tiang-tiang diatasnya dirangkan menjadi 1 dengan plat beton atau biasa disebut pur atau “pile cap”  Dibawah 1 pur biasanya terdiri dari lebih dari 1 tiang dengan penampang bulat, segi 4 atau segi 8 berdiameter 30 – 40 cm 41

Pondasi bor  Cara membuatnya, tanah dibor lebih dulu sampai kedalaman sesuai rencana, setelah itu diberi cor beton.  Sepertiga tinggi dari atas diberi tulangan baja untuk mengikat kolom di atasnya.  Dhrilled shaft biasanya dipakai untuk off shore, jembatan.

SUPER STRUKTUR Adalah elemen yang berada di atas permukaan tanah. Terdiri dari dua komponen (rangkan dan atap) A. Rangka 1. Kolom Adalah elemen struktur vertikal yang berfungsi menyalurkan beban struktur atas ke bawah. Terdiri dari kolom struktur utama dan kolom praktis(untuk mengikat dinding, kusen dll). Terbuat dari kayu, baja, beton. 2. Balok Berfungsi : 1) mengikat kolom 2) menambah kekakuan horizontal 3)menyalurkan beban ke kolom dan sloof. Terdiri dari balok induk, anak dan kantiveler. Terbuat dari kayu, baja, beton. 3. Dinding Struktur pembatas dan melindungi suatu area. Fungsi : 1)membagi ruang bangunan 2)melindungi dari cuaca 3)sebagai pengaku bangunan 4) sebagai penghubung plafon dan lantai 5) unsur estetis. Material dari batu bata, batako, batu split, beton, kayu, Plywood, gypsum, anyaman bambu. Dinding biasa campuran 1:5 sedang trasram 1:3. 4. Lantai Adalah lapisan penutup tanah tempat berpijak dalam bangunan. Ketinggian harus dibedakan sesuai dengan raung. 5. Beton Umumnya digunakan beton bertulang yang dicor di tempat bersamaan dengan pengerjaan kolom dan balok. Syarat konstruksi : 1) tebal minimal 12 cm 2) diameter 10cm 3)lapisan selimut beton min 1cm 4)jarak antar balok 3x3. Sifat : 1) mampu mendukung beban besar 2) isolasi suara yang baik 3) tidak mudah terbakar 4) kedap air 5) awet dan daya tahan lama. A. Atap 1. 2. Rangka atap/kuda-kuda Adalah bagian yang memberi bentuk Fungsi : 1) sebagai pelindung 2) unsur atap sekaligus sebagai pendukung keindahan. Material : genting, sirap, penutup atap. Material : kayu, baja, asbes, seng, alumunium. beton. 3. Penutup atap Proses Pembangunan 1. Membangun Sendiri 2. Dikontrak kerjakan (borong, cost plus fee, kombinasi borong upah, borong per pekerjaan) Tahap Pembangunan  Prakontruksi(desain, pilih pemborong, IMB, kontrak kerja , SPK)kontruksi (pembuatan Suran Penyerahan Lapangan, pelaksanaan, pengawasan, penyelesaian, pengawasan akhir, SSTB) pasca (pemeliharaan garansi, pembuatan IPB, pemeliharaan) 42

Organisasi = pemilik, pemborong, perencana, pengawas. Penyusunan Kontrak kerja 1. Dokumen Persetujuan/perjanjian  Harga/nilai kontrak  Cara pembayaran  Waktu Pelaksanaan  Dokumen lain yg terkait  Tanda tangan 2. Gambar-gambar rencana 3. Persyaratan Pekerjaan 4. Spesifikasi B. Kelengkapan Kontrak kerja 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kontrak kerja Berkas gambar RAB Spek (spesifikasi teknis dan bahan) Persyaratan pekerjaan SPK SPL SSTB

RAB RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) ADALAH PERHITUNGAN BESARNYA BIAYA YANG DIKELUARKAN DALAM TAHAPAN MEMBANGUN SEBUAH BANGUNAN. Rencana Anggaran Biaya dibuat berdasarkan uraian pekerjaan yang disusun menurut jenis pekerjaan yang ada dalam pelaksanaan konstruksi dan disusun berdasarkan gambar kerja dan RKS ( Rencana Kerja dan Syarat ) dengan memperhitungkan segala biaya pengadaan bahan maupun alat, dengan demikian gambar kerja dapat mengendalikan total biaya yang dikeluarkan owner karena besarnya harus sesuai dengan perhitungan RAB BIAYA DALAM RAB DIBEDAKAN MENJADI DUA 1. BIAYA LANGSUNG, BIAYA DIKELUARKAN YANG BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN KONSTRUKSI BANGUNAN 2. BIAYA TIDAK LANGSUNG, BIAYA DIKELUARKAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEROLEHAN IJIN , PERPAJAKAN, BIAYA DESAIN DAN BIAYA KONTARKTOR, BIAYA INI TIDAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN KONSTRUKSI BANGUNAN. Langkah penghitungan : 1. Menentukan jenis pekerjaan 2. Volume tiap jenis pekerjaan 3. Menghitung harga satuan pekerjaan 4. Rekapitulasi perhitungan

43

Aplikasi Metode Penilaian Highest and Best Use Tujuan memahami konsep tertinggi dan terbaik sangat penting, karena proses penilaian (valuation) adalah mengestimasi nilai pasar sehingga konsep ini digunakan untuk mengidentifikasi kegunaan yang paling baik dan menguntungkan dari kegunaan kompetitif yang diizinkan. Definisi : Penggunaan yang paling memungkinkan dan diijinkan dari suatu tanah kosong atau tanah yang sudah dibangun, yang secara fisik memungkinkan, didukung oleh peraturan, layak secara keuangan dan menghasilkan nilai tertinggi. Tujuan Analisa HBU : Untuk tanah kosong Menentukan nilai tanah sebagaimana keadaan senyatanya dilapangan Menganalisa kegunaan yang dapat dibuat di atasnya Mempertimbangkan kegunaan saat ini (actual use) dan kegunaan potensialnya (potential use) Properti yang sudah terbangun ○ Mengidentifikasi kegunaan dari properti yang diharapkan dapat menghasilkan tingkat pengembalian (Ro) secara optimal dari setiap rupiah modal yang diinvestasikan. ○ Membantu dalam mengidentifikasi properti pembanding (dalam penerapan metode perbandingan) Kriteria dalam analisi HBU :  Memungkinkan secara fisik (Phisically Possible)  Diizinkan oleh peraturan yang ada (Legally Permissible)  Layak secara keuangan (Financially Feasible)  Menghasilkan pendapatan yang maksimal (maximally productive)

Syarat Highest and best use analysis : – Tidak tergantung pada analisis subyektivitas dari pemilik, pengembang atau penilai sekalipun – Dibentuk oleh kekuatan persaingan pada pasar pada sekitar properti berada Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis residual tanah (land residual analysis), yaitu : nilai yang diperoleh dari pendapatan atas suatu properti dikurangi dengan biaya pengembangan (improvement cost) DBKB (Daftar Biaya Komponen Bangunan) PBB merupakan pajak yang dikenakan atas bumi dan/atau bangunan berdasarkan besarnya nilai bumi dan/atau bangunan objek PBB tersebut. 44

Nilai merupakan harga yang paling mungkin terjadi apabila properti (bumi dan/atau bangunan) dijual secara wajar. NJOP bumi  perbandingan data pasar ; NJOP bangunan  biaya-depresiasi Aplikasi DBKB 2000 Nasional ini merupakan implementasi dari SE-62/PJ.6/1999 tentang Otomatisasi Daftar Biaya Komponen Bangunan (DBKB) dan penyempurnaan dari hasil sosialisasi pada bulan Nopember 1999. Aplikasi ini memiliki kemampuan sebagai berikut: • Mampu melakukan updating harga material secara otomatis, • Mampu menghitung nilai DBKB secara otomatis seperti perhitungan DBKB Standar SISMIOP yang telah dikembangkan sebelumnya, sehingga tabel-tabel perhitungan sudah dapat di-print out secara otomatis, • Mampu melakukan perhitungan: • Nilai bangunan, • Nilai bangunan per m2, • Nilai konversi per m2 berdasarkan KEPMENKEU Nomor 523/KMK.04/1998, • Nilai bangunan konversi, • Mampu memampilkan perhitungan analisa harga satuan dan proses analisa BOW untuk setiap jenis wilayah. TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN DBKB :  menentukan material penyusun bangunan yang akan digunakan sebagai data masukan (input) bagi perhitungan komponen struktur bangunan.  menghitung harga satuan dengan menggunakan metode BOW yang telah disesuaikan bagi komponen utama dan metode unit in place bagi komponen material.  menghitung nilai bangunan per JPB menggunakan model yang telah dipilih sehingga dihasilkan nilai DBKB per meter persegi untuk setiap lantainya.  melakukan generalisasi nilai DBKB komponen utama dan material menggunakan metode statistik tertentu, sehingga dihasilkan sebuah formula tren untuk memprediksi (forecast) jumlah lantai bangunan menjadi “tidak terbatas”.  menghitung nilai DBKB fasilitas pendukung menggunakan model yang telah ditentukan.  menghitung nilai DBKB total dengan menjumlahkan nilai DBKB komponen utama, komponen material dan komponen fasilitas.  biaya dihitung dalam ribuan rupiah dan sudah termasuk biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost).  perubahan nilai (up dating) DBKB ini dapat dilakukan dengan cara meng- update harga-harga material sesuai dengan fluktuasi di pasar.  besar penyusutan dihitung berdasarkan tabel dalam KEP-04/PJ.6/1998 tanggal 16 Juni 1998 lampiran 30. Tata Cara Pembentukan/Penyempurnaan NIR dan ZNT ZNT : Zona geografis yang terdiri atas sekelompok objek pajak yang mempunyai satu nilai indikasi rata-rata yang dibatasi oleh batas penguasaan / pemilikan objek pajak dalam satu satuan wilayah administrasi pemerintahan desa/kelurahan tanpa terikat pada batas blok. NIR :nilai pasar yang dapat mewakili nilai tanah dalam satu ZNT. FAKTOR INTERNAL 1. SEJALAN DENGAN KEBIJAKAN DIREKTORAT PBB DAN BPHTB, YAITU PENINGKATAN TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS DALAM PENENTUAN NJOP

45

46

47

48

2. PENINGKATAN KUALITAS NJOP YANG DIDUKUNG OLEH DATA DAN ANALISIS YANG BENAR 3. BELUM ADANYA ANALISIS NJOP BUMI untuk wilayah NON SISMIOP FAKTOR EKSTERNAL 1. TUNTUTAN MASYARAKAT UNTUK TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DALAM PENENTUAN NJOP 2. ANTISIPASI pemanfaatan NJOP UNTUK KEPENTINGAN LAIN Tujuan : • TERTIB ADMINISTRASI • PENINGKATAN KUALITAS NJOP (DGN DUKUNGAN BASIS DATA YANG BENAR) • TERCIPTANYA ANALISIS NJOP BUMI YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN. Untuk SISMIOP A. Pengumpulan data harga jual 1. Data harga jual ✔ harga transaksi (diupayakan maksimal 3 tahun) ✔ harga penawaran (diupayakan maksimal 1 tahun) ✔ harga sewa, dengan cara membagi harga sewa dengan tingkat kapitalisasi tertentu. 2. Jumlah dan sebaran data harga jual ✔ diupayakan tersebar merata, ✔ merepresentasikan kondisi wilayah yang dianalisis. 3. Lokasi data Harga jual ✔ diutamakan dalam wilayah desa/kelurahan yang dianalisis, ✔ dapat menggunakan data harga jual dari wilayah desa/kelurahan lain yang berbatasan, termasuk yang berada di wilayah kerja KP PBB/ KPP Pratama yang lain A. Kompilasi data harga jual B. Rekapitulasi data (penyesuaian) dan ploting harga jual – Penyesuaian terhadap faktor jenis data dan waktu dilakukan secara terpisah, – Penyesuaian terhadap jenis data dilakukan lebih dulu kemudian penyesuaian waktu, – Untuk menghindari adanya perbedaan prosentase penyesuaian yang terlalu mencolok diharapkan tiap kantor wilayah melaksanakan SE-55/PJ.6/1999 tentang Petunjuk Teknis Analisis Penentuan NIR A. Harga tanah per meter2 B. Peta sebaran harga jual C. Pembuatan batas imajiner ZNT 1. Mempertimbangkan sebaran data harga jual yang telah dianalisis dan diplot pada peta kerja ZNT, 2. Pengelompokan (clustering) bidang tanah dalam satu ZNT dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : – Mempunyai potensi nilai yang mirip – Memperoleh akses fasilitas sosial dan fasilitas umum yang sama; – Aksesibilitas yang tidak jauh berbeda 3. Mengacu pada peta ZNT lama bagi wilayah yang telah ada peta ZNT-nya, dengan tetap memperhatikan kemungkinan perubahan batas imajiner berdasarkan dinamika nilai pasar tanah yang ada; 49

A. Orientasi lapangan B. Objek acuan • Suatu objek yang mewakili sejumlah objek yang sejenis, • Nilainya telah diketahui, • Berfungsi sebagai acuan dalam melakukan penilaian Kriteria objek acuan : • DIPERLUKAN DALAM HAL SATU ZNT DATA HARGA JUALNYA KURANG DARI TIGA; • UNTUK MEMENUHI SATU ZNT TERDAPAT MINIMAL TIGA DATA PEMBANDING; A. Analisis 1. Untuk ZNT yang memiliki data harga jual 3(tiga) atau lebih ➢ penentuan NIR dilakukan dengan cara merata-rata data harga jual tersebut dengan menggunakan Formulir 3. 2. Untuk ZNT yang hanya memiliki data harga jual kurang dari tiga ➢ penentuan NIR dilakukan dengan cara menentukan objek acuan lebih dulu untuk memenuhi minimal tiga data pembanding menggunakan Formulir 2a, ➢ merata-rata data harga jual tersebut dengan menggunakan Formulir 3. 3. Untuk ZNT yang tidak memiliki data harga jual, penentuan NIR dilakukan dengan cara: a. Menentukan nilai obyek acuan dengan dari data harga jual ZNT lain yang terdekat dengan menggunakan Formulir 2a, sehingga terpenuhi tiga data pembanding kemudian merata-ratakan nilai obyek acuan/data pembanding tersebut atau; b. mengacu pada NIR dari ZNT lain yang terdekat dengan melakukan penyesuaian faktor lokasi, fisik, jenis penggunanan, sebagaimana Formulir 3a. Analisis Penentuan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) dari ZNT Lain. A. NIR B. Peta ZNT/NIR C. Hasil akhir laporan – Berupa buku laporan Analisis ZNT/NIR per kelurahan/desa, – Sistematika laporan : • Halaman judul • Transmital • Sertifikasi Nilai • Lembar pengesahan • Lampiran - Formulir yang digunakan - Peta ZNT Wilayah non-SISMIOP A. Tahap Persiapan ➢ Penyediaan Sket/Peta Desa sebagai peta kerja, ➢ Cetak SK-KaKanwil tentang Klasifikasi dan besarnya NJOP tahun berjalan. A. Orientasi lapangan ✔ Untuk mengetahui keadaan lingkungan wilayah yang akan dianalisis, ✔ Hasilnya dituangkan dalam sket/peta kerja,

50

A.

A.

A.

A.

A.

✔ pembuatan sket/peta desa (bila belum ada sket/peta desa), ✔ pengumpulan data harga jual. Pengumpulan data harga jual ✔ Menggunakan Formulir 1 (Lampiran 7a SE-45), ✔ Apabila tidak/sulit diperoleh, dicari informasi nilai tanah per M2 tertinggi dan terendah pada tiap area. STANDARISASI NAMA JALAN DAN IDENTIFIKASI KELAS BUMI ✔ melakukan pemutakhiran nama jalan pada SK-Kakanwil, ✔ hasil pemutahiran akan mengelompokan kelas bumi, ✔ Agar dapat digunakan sebagai penunjuk relatif letak objek pajak. PLOTTING KELAS BUMI PADA SKET/PETA DESA ✔ ambil sampel OP tiap alamat tiap kelas, ✔ identifikasi lokasi OP sampel, ✔ Plot OP sampel dalam sket/peta desa serta mencantumkan kelas bumi dan NJOP-nya pada sket/Peta Desa. PEMBUATAN BATAS IMAJINER ZNT dan KODE ZNT ✔ memperhatikan kemiripan karakter, ✔ variasi kelas tanah dalam nama jalan/alamat yang sama, ✔ zona yang telah diberi batas imajiner diberi kode sesuai dengan Kep-533/PJ.6/2000, ✔ batas imajiner yang membatasi zona dengan NIR (NJOP) yang sama dapat dihilangkan. ANALISIS ZNT/NIR ✔ analisa dilakukan terhadap informasi nilai yang dikumpulkan dengan formulir 1b.

BIAYA : MENGACU PADA STANDAR BIAYA PELAKSANAAN KEGIATAN ANALISIS DAN PENYEMPURNAAN ZNT/NIR (Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak SE-15/PJ.6/2006 LAMPIRAN 10) Pengantar Aplikasi Teknis Penilaian Penilaian objek pajak : a. Penilaian massal Nilai perolehan baru Nilai properti Nilai bumi dan nilai bangunanklasifikasiNJOP b. Penilaian individual Perbandingan harga/nilai perolehan baru/nilai jual penggantirekonsiliasi nilainilai propertiNilai bumi/nilai bangunanklasifikasiNJOP 1. Penilaian Individual Definisi : penilaian terhadap objek pajak dengan cara memperhitungkan semua karakteristik dari setiap objek pajak. Pendekatan : 1) perbandingan harga 2) RCN 3)Nilai jual pengganti Digunakan untuk objek tertentu yang bersifat khusus: jalan tol, pelabuhan, lapangan golf, dll. 2. Penilaian massal Penilaian yang sistematis untuk sejumlah objek pajak yang dilakukan pada saat tertentu secara bersamaan dengan menggunakan suatu prosedur standar yang dalam hal ini disebut Computer Assisted Valuation (CAV). Pendekatan nilai perolehan baru. Bumi dengan ZNT dan Bangunan dengan DBKB/CAV NJOP adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli, nilai jual objek pajak lain digunakan sebagai perbandingan. Objek Pajak : 1. Objek pajak umum Objek pajak yang memiliki konstruksi umum dengan keluasan tanah berdasarkan kriteria tertentu. a. Objek pajak standar ( tanah ≤10.000 m2 ,bangunan ≤4 lantai, L bangunan ≤1.000 m2 b. Objek pajak non standar (tanah >10.000m2 , Jumlah lantai >4, L bangunan >1000m 51

1. Objek pajak khusus Memiliki konstruksi khusus. khusus: jalan tol, pelabuhan, lapangan golf, dll DBKB: daftar yang dibuat untuk memudahkan perhitungan nilai bangunan berdasarkan pendekatan biaya yang terdiri dari biaya komponen utama dan material bangunan dan biaya fasilitas bangunan. Pedoma pembentukan ZNT yang memiliki ciri spesifik(SE-26/PJ/2006) Faktor-faktor ciri spesifik : 1. Kawasan a. Bumi/tanah yang terletak dikawasan yang belum berkembang sarana dan prasarananya belum tersedia dengan baik, sedang kawasan di sekitarnya sudah berkembangserta memiliki sarana dan prasarana yang memadai. b. Atau sebaliknya 1. Kedudukan a. Sebagian besar sisi bidangnya berbatasan langsung dengan lebih dari satu jalan/jaringan lalu lintas atau transportasi umum. b. Atau sebaliknya 1. Jenis tanah dan jenis penggunaan bangunan a. Jenis tanah : tanah+bangunan, kaveling siap bangun, tanah kosong, fasilitas umum pengembangan. b. Jenis penggunaan banguan 16 JPB 1. Bentuk bidang Memiliki ukuran panjang atau lebar yang melebihi dari bangunan di sekitarnya Memiliki bentuk yang tidak beraturan 2. Keluasan Memiliki luas lebih besar atau lebih kecil dari bangunan di sekitarnya. 3. Ketinggian dari poros jalan Ketinggian elevasi normal yaitu 1 m dari paras jalan. 4. Lebar sisi depan /frontpage Lebar sisi depan yang lebih besar atau lebih kecil 5. Kondisi tanah lain

52

A. Manajemen Alasan diperlukan manajemen : 1. Untuk mencapai tujuan 2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan yang saling bertentangan 3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas Efisiensi : kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar, dengan keluaran(output) lebih tinggi dari masukan (input). Drucker : melakukan dengan benar Efektivitas : kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Drucker : melakukan yang benar Defenisi: a. Mary Parker Follet : seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. b. Stoner : proses, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi. c. Secara umum manajemen : bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginprestasikan dan mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi planning, organizing, staffing,leading, dan contolling. Tingkat Manajemen : a. Manajemen Lini (pertama) : sering disebut pimpinan, mandor dan penyelia b. Manajemen menengah : Dapat meliputi beberapa tingkatan dalam organisasi. Mengarahkan kegiatan para manajer lainnya dan kadang juga karyawan, contoh manajer departemen. c. Manajer Puncak : manajer tertinggi dari suatu kelompok eksekutif, bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Fungsi Manajemen: a. Manajemen administratif : berurusan dengan penetapan tujuan dengan kemudian perencanaan, penyusunan kepegawaian, dan pengawasan kegiatan yang berkoordinasi untuk mencapai tujuan. b. Manajemen operatif : Mencakup kegiatan memotivasi, supervisi, dan komunikasi dengan para karyawan untuk mengarahkan mereka mencapai hasil secara efektif. Berdasarkan ruang lingkup manajer : a. Manajer umum : mengatur dan mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan fungsional satuan kerja. b. Manajer fungsional : hanya bertanggung jawab atas satu kegiatan organisasi
H enryPay ol Luther G eorg e E rnest D ale Koon Planning O aniz rg ing S taffing S taffing D irecting D irecting Innov ating R epresentin C ontrolling O liang ey
W illiamN ewm an

Jam es

com andin m g C oordinatin g

S taffing D irecting C oordinatin R eporting

A ctuating

D irecting C oordinatin g

SA D D irecting

Leading

1. Perencanaan (planning) Adalah pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. 2. Pengorganisasian Adalah penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, perencanaan dan pengembangan, penugasan dan tanggung jawab dan 53

pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu untuk melaksanakan tugasnya. 3. Penyusunan Personalia (staffing) Adalah penarikan, latihan, dan pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi para karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif. 4. Pengarahan (leading/directing) Menugaskan karyawan untuk membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan. 5. Pengawasan (controlling) Penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Kegiatan manajer : 1. Kegiatan Interaksional : Peranan antar pribadi, peranan informasional, peranan pembuat keputusan 2. Kegiatan Administratif : Pemrosesan kertas kerja, penyiapan dan administrasi anggaran, Monitoring kebijaksanaan dan prosedur, pemeliharaan stabilitas operasi. 3. Kegiatan Teknis : Pekerjaan dengan peralatan, pemecahan masalah teknis, pelaksanaan fungsi teknis. 4. Kegiatan pribadi : Pengaturan waktu, pengembangan karier pribadi, kehidupan sendiri. Macam pekerjaan manajer menurut Mintzberg : Antar Pribadi 1. Pemuka Simbolis 2. Pemimpin 3. Perantara Informasional 1. Monitor aliran informasi 2. Penerus informasi 3. PErwakilan Pembuat keputusan 1. 2. 3. 4. Wiraswasta Penangkal kesulitan Pengalokasi sumber daya Negosiator

Keterampilan Manajer : 1. Keterampilan KOnsepsual : kemampuan mental untuk mengoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi. 2. Keterampilan Kemanusiaan : kemampuan bekerja dengan memahami dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok. 3. Keterampilan administratif : seluruh keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan. 4. Keterampilan Teknik : Kemampuan untuk menggunakan peralatan, prosedur teknik dari suatu bidang tertentu. A. Teori Manajemen 1. Teori Manajemen Klasik Robert Owen : Investasi yang paling baik adalah pada karyawan, melalui perbaikan kondisi karyawan maka akan menaikkan produksi dan keuntungan. Charles Babbage : Penganjur prinsip pembagian kerja. 2. Manajemen Ilmiah (Frederick W Taylor, Frank dan Lilian GIlbert, Henry L Gantt, Hernington Emerson) Empat prinsip dasar untuk mencapai efisiensi : a. Pengembangan metode ilmiah dalam manajemen b. Seleksi ilmiah untuk karyawan c. Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan d. Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja. 1. Teori Organisasi Klasik Fayol : teori administrasi manajemen dengan 5 unsur (perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengoordinasian dan pengawasan. 2. Aliran Hubungan Manusiawi 3. Aliran manajemen modern 4. Aliran Kuantitatif 54

Perencanaan Adalah sekumpulan alternatif dari berbagai kegiatan. Bentuk perencanaan antara lain : a. Visi misi b. Tujuan hasil akhir c. Strategi cara pencapaian d. Kebijakan (program yang tertulis atau tidak) e. Anggaran f. Prosedur (rangkaian tugas aturan yang harus dijalankan) g. Aturan (cara melakukan kegiatan) Empat tahap dasar perencanaan : 1. Menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan 2. Merumuskan keadaan saat ini 3. Mengidentifikasikan kemudahan dan hambatan 4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan Perencanaan perlu dilakukan untuk mencapai 1) protective benefits yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, 2) positive benefits dalam bentuk meningkatnya sukses mencapai tujuan. Manfaat perencanaan : 1. membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan 2. membantu dalam kristalisasi persesuaian masalah utama 3. memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas 4. Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat 5. Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi 6. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai kegiatan organisasi 7. Membuat tujuan lebih khusus terperinci dan lebih mudah dipahami. 8. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti 9. Menghemat waktu, usaha dan dana Kelemahan Perencanaan : 1. Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata 2. Perencanaan cenderung menunda kegiatan 3. Perencanaan mungkin terlalu membatasi 4. Kadang hasil baik didapat dari penyelesaian individual Klasifikasi rencana-rencana : 1. Bidang fungsional (produksi, pemasaran, keuangan, dan personalia) 2. Tingkatan organisasional (satker organisasi) 3. Karakteristik sifat rencana 4. Waktu 5. Unsur-unsur rencana Ada tiga tipe utama rencana : 1. Rencana strategik Memenuhi tujuan organisasi a. Rencana sekali pakai meliputi program (rangkaian kegiatan yang luas) dan proyek (sempit dan terpisah dari program, dan anggaran. b. Rencana tetapmeliputi kebijaksanaan (pedoman umum pembuatan keputusan), prosedur standar (SOP), dan aturan. 1. Rencana operasional  Penguraian mengenai bagaimana rencana strategis dicapai 2. Rencana taktis  Tingkat manajemen dan periode perencanaan : 1. Tingkat manajemen puncak rencana jangka panjang (2-5 tahun) 2. Manajer menengah Rencana jangka menengah (3 tahun) 55

3. Manajer lini pertama rencana jangka pendek (1tahun) Kriterian penilaian efektivitas rencana : 1. 2. Kegunaan 3. Ketepatan 4. Objektivitas 5. Ruang lingkup 6. Efektivitas 7. Akuntabilitas 8. Ketepatan waktu

Pengambilan Keputusan Masalah : ketidaksesuaian harapan dan kenyataan dengan kondisi yang menyimpang. Kesempatan : kondisi yang memberikan manfaat pada organisasi akan hasil yang diperoleh melebihi tujuan dan sasaran. 1. Masalah dan kesempatan 2. Pengambilan keputusan Tipe-tipe keputusan : 1) Keputusan yang diprogram (sesuai aturan atau prosedur dan kebiasaan umum. 2) Keputusan yang tidak diprogram (Berkaitan dengan masalah khusus yang tidak biasa) 3. Kepastian, risiko dan ketidakpastian Dalam kondisi kepastian para manajer mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dengan adanya informasi yang akurat dan terukur. Dengan kondisi risiko manajer mengetahui besarnya kemungkinan dan hasil. Dalam ketidakpastian manajer tidak mengetahui kemungkinan karena tidak tersedianya informasi. 4. Pendekatan rasional untuk pengambilan keputusan 5. Alternatif pendekatan rasional 6. Efektivitas pengambilan keputusan Tahap Pembuatan keputusan : 1. 2. Pemahaman dan perumusan masalah 3. Pengumpulan analisa data yang relevan 4. Pengembangan alternatif-alternatif 5. Evaluasi alternatif 6. Pemilihan alternatif terbaik 7. Implementasi keputusan 8. Evaluasi hasil keputusa Untuk membuat serangkaian keputusan yang melibatkan peristiwa ketidakpastian maka para manajer dapat menggunakan pohon keputusan (decision tree). Organizing Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya. Bentuk bagan organisasi ada Piramid dan Vertikal, Horizontal ataupun lingkaran. Bentuk organisasi : 1) lini 2) lini +staf 3) lini +staf+fungsional Komponen struktur : 56

1. Wewenang Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Sedang kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi. Pandangan klasik dan pandangan penerimaan( dapat memahami komunikasi, perintah tidak bertentangan dengan tujuan organisasi, secara keseluruhan mampu melaksanakan perintah, perintah tidak bertentangan dengan kepentingan keseluruhan) 2. Hubungan pelaporan 3. Departementalisasi dan pembagian kerja Dept: pengelompokan kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Berdasarkan fungsi, produksi dll. Depertamentaslisasi Fungsional  mengelompokkan fungsi yang sama atau sejenis. Dapat memberikan efisiensi namun dapat menyebabkan konflik antar fungsi. Departementalisasi divisional  atas dasar produk, langganan, peralatan dll. Dapat memudahkan koordinasi namun menyebabkan tingginya persaingan yang dapat keluar dari tujuan organisasi. 4. Desain kerja Pendekatan antara lain : 1) pendekatan mekanis (membagi kerja ) 2) pendekatan motivasional (pemahaman kerja dan pemerkayaan kerja . 5. Desentralisasi 6. Koordinasi Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan dan kegiatan pada satuan yang terpisah untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Tiga macam saling ketergantungan :Tidak banyak interaksi (pooled interpendence), Output bagian=input bagian lain (sequential interpendence), dan tingkat interaksi tinggi. Pengarahan 1. Motivasi : adalah sesuatu yang mendorong seseorang bertindak atau berprilaku tertentu. Pendekatan motivasi : a. Pendekatan tradisional ( berupa pemberian insentif) b. Pendekatan manusiawi ( Peningkatan hubungan sosial antar karyawan) c. Pendekatan SDM ( Reward dan punishment serta prestasi bagi karyawan) Teori dalam Motivasi : a. Teori petunjuk : tenang bagaimana memotivasi karyawan atas pengalaman cobacoba. b. Teori isi : Berkenaan dengan pertanyaan apa penyebab perilaku. Hierarki kebutuhan maslow : bahwa kebutuhan telah tersusun dalam suatu hierarki dan jika sudah terpuaskan akan berhenti menjadi motivator. Teori motivasi pemeliharaan –Herzberg: Kebutuhan akan berlanjut terus menerus. Teori prestasi –McCleland : Motivasi bukan hanya keuntungan tapi juga prestasi. c. Teori proses : Berkenaan dengan bagaimana perilaku dimulai dan dilaksanakan Teori pengharapan : Perilaku kerja karyawan dapat dijelaskan dengan kenyataan para karyawan menentukan terlebih dahulu apa perilaku mereka yang dapat dijalankan nilai yang diperkirakan sebagai hasil alternatif dari perilakunya. (balas jasa) Teori keadilan : orang akan cenderung membandingkan antara masukan yang mereka berikan dan hasil yang mereka terima. 57

1. Kepemimpinan Proses mengarahkan aktivitas tugas dari kelompok yang saling berhubungan dengan tugasnya. Teori kepemimpinan : 1) bakat 2) perilaku 2. Komunikasi Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi kepada orang lain. Proses Komunikasi : Pengirim  berita  penerima  feedback a. Sumber mempunyai gagasan atau pemikiran b. Diterjemahkan ke dalam kata-kata atau simbol c. Disampaikan kepada penerima d. Penerima menangkap simbol tersebut e. Diterjemahkan kembali sebagai suatu gagasan f. Mengirim umpan balik dan pendapat kepada pengirim. Saluran komunikasi dalam organisasi dapat berupa : 1) komunikasi vertikal 2)Komunikasi lateral/horizontal 3) komunikasi diagonal Hambatan terhadap komunikasi efektif : a. Hambatan organisasional Berkenaan dengan tingkatan hierarki (posisi dalam struktur), kewenangan, dan spesialisasi. b. Hambatan antar pribadi Dapat berupa 1) persepsi selektif 2)Status dan kedudukan 3) keadaan membela diri 4)pendengaran lemah 5)ketidaktepatan penggunaan bahasa Pedoman Komunikasi : 1. Cari kejelasan gagasan 2. Teliti tujuan komunikasi 3. Pertimbangkan keadaan fisik 4. Konsultasikan dengan pihak lain 5. Tekanan nada dan ekspresi 6. Ambil kesempatan memperoleh umpan balik 7. Ikuti komunikasi 8. Perhatikan konsistensi komunikasi 9. Tindakan yang mendorong komunikasi 10.Jadi pendengar yang baik. Pengawasan Tipe pengawasan : 1. Pengawasan pendahuluan ( untuk mengantisipasi masalah dan memungkinkan koreksi) 2. Pengawasan konkuren (Pengawasan bersamaan dengan dilakukannya kegiatan) 3. Pengawasan umpan balik (pengawasan setelah kegiatan diselesaikan Tahap pengawasan : 1. Penetapan standar pelaksanaan ( standar dapat berupa fisik, moneter, dan waktu) 2. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan 3. Pengukuran pelaksanaan kegiatan ( dengan observasi, laporan, otomatis, inspeksi, dan tes) 4. Pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan 5. Pengambilan tindakan koreksi

58

PERKOT TEORI PERENCANAAN KOTA A. Teori Lokasi Berfungsi membantu pengaturan landuse, mencari dan mengevaluasi suatu lokasi unit tata kota tertentu, dan pedoman untuk mengatur aspek spasial. Dengan beberapa prinsip 1. Prinsip umum Untuk membantu pengaturan landuse dalam teori lokasi dibagi menjadi area hunian, kerja, dan rekreasi . Syarat-syarat teori lokasi : a. mempunyai interaksi dan interdependensi yang tinggi b. satu sama lain saling mempengaruhi c. pembagian antar zone tidak harus terpisah secara “segrigid” 1. Standar Berarti : – sesuatu yang diinginkan dan terletak diantara minimum dan optimum, – sangat dipengaruhi oleh keadaan setempat, – digunakan sebagai alat pengukur kualitas, – lebih melihat fungsinya sebagai pembanding, – tiap orang punya standar yang berbeda. Ada 2 macam standard, yaitu: – Standard Kenikmatan Didasarkan pada konsep jarak dan waktu – Standard Keselamatan Didasarkan pada konsep kesehatan, keselamatan dan kepentingan umum serta mengindari saling mengganggu antar kegiatan. 1. Kesan Lingkungan Kesan lingkungan merupakan suatu tahap dari pemecahan fisik setelah menentukan land use. Kesan lingkungan dapat diartikan : – Kesan lingkungan tidak lepas continuitasnya – Berkaitan dengan sejarahnya – Manusia mempunyai ikatan yang kuat dengan lingkungannya. Persepsi manusia terhadap image suatu daerah membedakan lingkungan satu dengan yang lain. Kevin Lynch menemukan tiga komponen yang mempengaruhi gambaran mental orang terhadap suatu kawasan, yaitu : a. Potensi ‘dibacakan’ èidentitas b. Potensi ‘disusun’ èstruktur c. Potensi ‘dibayangkan èmakna Untuk mengungkapkan citra kota/kawasan dapat dibagi dalam lima elemen : 1. Path (jalur) 2. Edge (tepian) 3. Distric (kawasan) 4. Node (simpul) 5. Landmark (tengeran) A. Teori Urban design Perhatian utama dari urban design adalah bentuk fisik kota dan kualitas kota. Urban design di bagi 2 : 1. Sadar diri Diciptakan oleh designer. 2. Tidak sadar diri Diciptakan oleh yang menganggap diri tidak sebagai designer. Ideologi urban design berbentuk : 1. Perhatian pada pengaturan estetis kota 2. Perhatian pada suatu lingkungan sosial yang ideal 3. Lingkungan sosial yang ideal diekspresikan melalui sesuau lingkungan fisik yang ideal. 59

Mekanisme pelaksanaan urban design harus dikaitakan dengan kerangka budaya, sosial, politik dan ekonomi. Faktor yang mempengaruhi bentuk suatu rencana urban design adalah skala penangannnya, antar lain: a. Skala regional b. skala kota c. Skala lingkungan d. Skala blok. A. Teori Patrick Geddes Menurut Geddes dalam perencanaan kota ada tiga unsur yang menjadi unsur utama yaitu: 1. Folk (Rakyat) 2. Place (Tempat) 3. Work (Lapangan Pekerjaan) Proses Perencanaan Kota Proses perencanaan kota memerlukan kemampuan untuk menganalisa dan mengetahui situasi yang ada dalam kontek sosbudekpol dan juga segi fisik, lingkungan sekitar, ramalan terhadap segala yg nyata dan trend yg ada, memahami segala efek terhadap aspek lingkungan akibat perubahan yg berlaku, menduga keinginan masyarakat, memutuskan strategi dan taktik yang terbaik untuk mengontrol dan mengarahkan perubahan dan menilai performance dari strategi/taktik yg dipilih. Studi Pendahuluan : menilai atau survey area institusi, organisasi, individu dan aktivitas yang ada, mengidentifikasi model perencanaan terbaik untuk memperbaiki ketidak seimbangan dan ketidaknormalan yang terjadi pada suatu kawasan. Perumusan Tujuan : merumuskan tujuan-tujuan masyarakat luas yang mencerminkan kebutuhan dan keinginan masyarkat yang besar sesuai dengan berbagai aspek yang ada. Identifikasi sasaran : menetapkan sasaran yang akan dicapai Perumusan Strategi : pemilihan alternatif-alternatif untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu dengan langkah-langkah pemikiran yang teruji dan tersusun. Hal ini mempertimbangkan batasan- batasan teknis, administratif, legalitas,dana yg tersedia serta aspek sosial politik. Evaluasi : mengukur apakah semua prosedur perencanaan yang dilaksanakan sudah teruji dengan baik. Apakah perlu penggantian strategi atau takltik. Evaluasi dapat dilakukan dengan analisa cost benefit, appraisal financial,atau sistem matrik. Implementasi : pelaksanaan perencanaan. Monitoring dan Review : merupakan tahap pengawasan untuk meninjau sekiranya terjadi penyimpangan serta mempertimbangkan untuk melakukan perubahan atau penyesuaian tertentu.

60

PIH Tata Hukum Indonesia Peraturan yang berlaku pada zaman belanda : 1. Algamene Bepalingen van Wetgeving voor Indonesia (A.B) ketentuan umum tentang perundang-undangan Indonesia 2. Regerings reglement (RR) 3. Indische staatsregeling (IS)Peraturan ketatanegaraan Indonesia Keadaan-keadaan tata hukum di Indonesia : 1. Asas konkordansi (asas keselarasan) Hukum kodifikasi yang diterapkan di Indonesia adalah selaras dengan hukum kodifikasi di Belanda, kesamaan hukum Indo-Belanda adalah berdasarkan asas ini 2. Keadaan hukum kodifikasi Indonesia 3. Unifikasi hukum pidana 4. Pluralisme hukum perdata di Indonesia Asas Hukum Perdata Indonesia Sumber hukum perdata Indonesia adalahKUH perdata (Burgerlijke Wetboek/BW). KUHperdata terdiri dari 4 buku : 1. Buku 1 (van personen) yang memuat hukum perorangan dan hukum kekeluargaan. a. Peraturan manusia sebagai subjek hukum b. Peraturan tentang kecakapan untuk memiliki hak untuk bertindak sendiri melaksanakan haknya. c. Perkawinan beserta hubungan dalam hukum harta kekayaan suami-istri. d. Hubungan orang tua dan anak e. Perwalian dan pengampuan 1. Buku 2 perihal benda (van zaken) memuat hukum benda dan hukum waris. a. Hak mutlak dalam kekayaan b. Hak perorangan 1. Buku 3 perihal perikatan (van verbintennisen) yang memuat hukum harta kekayaan yang berkenaan dengan hak dan kewajiban bagi kelompok tertentu. 2. Buku 4 perihal pembuktian dan kadaluwarsa (van berwijs en berjaring) yang memuat perihal pembuktian dan akibat lewat waktu dalam hukum. A. Hukum perorangan Subjek hukum adalah sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban hukum yang terdiri dari : a. Manusia (natuurlijke Persoon) Handenglinsonbekwaam yaitu orang yang oleh hukum dianggap tidak atau kurang cakap untuk bertindak sendiri dalam melakukan perbuatan hukum. Orang-orang tersebut antara lain : 1) Orang yang masih di bawah umu (dibawah 21 tahun) 2) Orang yang tak sehat pikirannya 3) Orang perempuan dalam pernikahan a. Badan Hukum (rechtpersoon) Tidak dapat melakukan perkawinan dan tidak dikenakan hukuman penjara. Disebut badan hukum dengan cara : 1)didirikan dengan akta notaris 2)didaftarkan di PN 3)AD disahkan Menteri kehakiman 4) diumumkan dalam berita negara. Asas domisili dalam hal : dimana seorang harus menikah, dipanggil pengadilan. Objek Hukum ialah segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum dan yang dapat menjadi objek sesuatu perhubungan hukum. Terbagi dalam : a. Benda yang berwujud dan Benda tak berwujud b. Benda Tetap dan Benda bergerak A. Hukum keluarga 61

1. Kekuasaan orang tua. Setiap anak yang belum dewasa (21tahun) dianggap tidak cakap bertindak sehingga diwakili orang tua, namun anak yang belum dewasa (20tahun)dapat mengajukan permintaan pernyataan dewasa kepada menteri kehakiman. Kekuasaan orang tua berhenti apa bila: a. b. Anak telah dewasa c. Perkawinan orang tua putus d. Kekuasaan dihentikan oleh hukum e. Pembebasan dari kekuasaan orang tua 1. Perwalian . 2. Pengampuan. Orang yang butuh pengampuan antara lain : a. b. Sakit ingatan c. Pemboros d. Lemah daya e. Tidak sanggup mengurus kepentingan sendiri 1. Perkawinan. Sahnya perkawinan hukum perdata barat antara lain : 1) Pihak2 dalam keadaan tidak kawin, 2)L=18thn, P=15thn, 3)dihadapkan catatan sipil, 4)tidak ada pertalian darah terlarang, 5)kemauan sendiri. Putusnya perkawinan dapat karena : 1)kematian, 2) kepergian selama 10 tahun, 3)akibat pisah ranjang, 4)perceraian (zina, penganiayaan, pisah, hukuman>5tahun) A. Hukum perkawinan ---sambungan---- Asas-asas hukum perkawinan : 1. Tujuan perkawinanuntuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal 2. Sahnya perkawinanbila dilaksanakan sesuai aturan agama masing-masing dan dicatat menurut UU 3. Asas monogami 4. Prinsip perkawinancalon suami istri harus telah masak jiwa raganya untuk dapat melakukan perkawinan. 5. Mempersukar terjadinya perceraian 6. Hak dan kedudukan istri hak dan kedudukan keduanya adalah seimbang. A. Hukum harta kekayaan Macam-macam hak kebendaan : a. Hak eigondom (hak milik barat) dimana bebas menggunakan selama tidak mengganggu orang lain. b. Hak pekarangan, hak menggunakan pekarangan orang c. Hak Postal, hak mendirikan bangunan di tanah orang lain dengan izin pemilik. d. Hak erfpatch e. Hak pemakaian hasil f. Hak gadai (untuk barang bergerak) g. Hak hipotik (untuk barang tidak beregerak sesuai UU agraria UU no 5 tahun 1960) Berdasarkan UU agraria maka hak tanah adalah hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, dan hak sewa. Hukum perikatan Macam-macam prestasi : a. Memberikan sesuatu b. Berbuat sesuatu c. Tidak berbuat sesuatu Sumber hukum perikatan adalah perjanjian  UU. Perjanjian sah apabila : a. b. Tidak ada paksaan c. Cakap bertindak d. Ada objek tertentu 62

e. Ada sebab dibolehkan

63

Suatu perjanjian dianggap tidak ada kebebasan bila ada paksaan, kekeliruan, penipuan. Sedangkan hukum perikatan menurut UU dapat terjadi karena : a. Karena UU itu sendiri b. Disertai dengan tindakan manusia seperti : a. Tindakan menurut hukum hakiki (rechmatige daad) b. Tindakan melanggar hukum (onrechmatige daad) A. Hukum Waris Hukum Pidana Sumber hukum pidana Indonesia adalah KUHpidana (wetboek van strafrecht).Menurut KUHpid pasal 10 hukuman atau pidana terdiri atas: 1. Pidana pokok a. Pidana mati b. Pidana penjara (sekurangnya 1 tahun) c. Pidana kurungan (setinggi-tingginya 1 tahun) d. Pidana denda e. Pidana Tutupan 1. Pidana tambahan a. Pencabutan hak-hak tertentu b. Penyitaan c. Pengumuman keputusan tertentu. Pembagian hukum Pidana : 1. Hukum pidana objektif (jus punale) Mengandung keharusan dan larangan, terdiri dari hukum pidana formal dan material. 2. Hukum pidana subjektif (jus puniendi) Merupakan alat negara untuk menghukum berdasarkan hukum pidana objektif. 3. Hukum pidana umum Hukum pidana yang berlaku kepada semua penduduk kecuali anggota ketentaraan. 4. Hukum pidana khusus Hukum yang berlaku khusus untuk orang-orang tertentu. Isi pokok KUHP :titel : 1. : kekuasaan berlakunya UU pidana 2. :hukuman 3. : penghapusan, pengurangan dan penambahan hukuman 4. :percobaan 5. : turut serta melakukan perbuatan yang dapat dihukum 6. :gabungan perbuatan yang dapat dihukum 7. : Memasukkan dan mencabut pengaduan 8. : hapusnya hak menuntut dan hukuman. Tindak pidana =delik, unsur objektifnya : perbuatan salah dan melawan hukum diancam pidana dan dilakukan oleh seorang yang mampu bertanggung jawab (strafbaar feit) 1. Perbuatan (baik disengaja atau kelalaian) 2. Akibat 3. Keadaan 4. Fictie Sedang unsur subjektif : keadaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Tindak pidana/delik harus memiliki unsur : 1. Harus ada sesuatu kelakuan 2. Kelakuan sesuai UU 3. Kelakuan tanpa hak 4. Kelakuan dapat diberatkan kepada pelaku 5. Kelakuan itu diancam dengan hukuman Hukum acara Pengadilan Pelaksanaan acara perdata Keputusan hakim dalam perdata : 1. Keputusan deklaratormenguatkan hak seseorang 64

2. Keputusan konstitutifMenimbulkan hukum baru 3. Keputusan kondemnatorPenghukuman salah satu pihak Alat-alat pembuktian : 1. Bukti tulisan 2. Bukti saksi (syarat saksi : tidak ada hubungan keluarga,dewasa,tidak hilang ingatan, dll. 3. Persangkaan 4. Pengakuan 5. sumpah Pelaksanaan acara pidana Proses acara pidana : 1. Pemeriksaan pendahuluan (vooronderzoek) Adalah tindakan pengusutan dan penyelidikan terhadap sangkaan. Tahapannya berupa pengusutan, penyelesaian pemeriksaan, dan penuntutan. Asas dalam pemeriksaan : 1) asas kebenaran materiil, 2) asas inkwisitor Asas legalitas (nullum delictum, nulla poena sine praevia lege punali) jaksa diwajibkan menuntut setiap orang melakukan delik tanpa memperhatikan akibat yang akan timbul atau dengan kata lain perkara yang cukup bukti harus dituntut. 2. Pemeriksaan dalam persidangan (einderzoek) Kedudukan tersangka di dalam persidangan adalah sama dengan penuntut umum. Keputusan hakim dapat berupa : a. Pembebasan dari segala tuduhan apabila tidak cukup bakti. b. Pembebasan dari segala tuntutan karena perbuatan tidak termasuk pidana c. Menjatuhkan pidana jika bukti dapat dibuktikan. 1. Pelaksanaan hukuman (strafexecutie) Keputusan hakim kemudian akan dilaksanakan dengan segera oleh atau atas perintah jaksa. Macam-macam pengadilan di Indonesia : 1. Pengadilan sipil a. Pengadilan umum – Pengadilan negeri Pengadilan tingkat pertama yang ada di daerah tingkat II. – Pengadilan tinggi Pengadilan pada tingkat banding yang ada di daerah tingkat I. Hanya atas dasar pemeriksaan berkas perkara. – Mahkamah agung a. Pengadilan khusus – Pengadilan agama – Pengadilan adat – Pengadilan administrasi negara 1. Pengadilan militer a. Pengadilan tentara – Pengadilan tentara tinggi – Pengadilan tentara aguna Bukti dalam hukum pidana : 1. Keterangan saksi 2. Keterangan ahli 3. Surat 4. Petunjuk 5. Keterangan terdakwa Pasal 1 KUHAP : – Tersangka : seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana – Terdakwa : seorang yang dituntut, diperiksa dan diadili di sidang pengadilan – Penyidik : Pejabat yang diberi wewenang khusus oleh UU melakukan penyidikan – Penyelidik : Pejabat POLRI yang diberi wewenang menyelidiki 65

– –

Penangkapan : Suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu tersangka apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan menurut UU Penggeledahan : tindakan penyidik untuk memasuki rumah tempat tinggal dan .

66

Pembagian kejahatan/pelanggaran : a. Delik formal Kejahatan itu selesai kalau perbuatan telah dilakukan. (pencurian) Delik materiil Yang dilarang oleh UU adalah akibatnya. (pembunuhan) b. DElicta comissionis Pelanggaran terhadap larangan UU (dilarang menipu) Delicta ommissionis Pelanggaran terhadap keharusan UU (tidak melapor SPT) Delicta comissionis per ommisionem commisa Delik ommisie murni (penjaga palang kereta) c. Delik yang dilakukan dengan sengaja (dolus) membunuh Delik yang dilakukan dengan culpakarena kesalahan orang mati (kereta tadi) d. KEhajatan yang berdiri sendiri (pembunuhan) Kejahatan yang dilakukan terus e. Kejahatan yang bersahaja (menadah) Kejahatan yang tersusun (sindikat pencurian) f. Kejahatan yang berjalan habis Kejahatan yang berlangsung terus g. Delik pengaduan (zina) Delik comune (tidak perlu pengaduan) h. Delik politik Tidak untuk keamanan negara i. Delik umum (pada tiap orang) Delik khusus(pada orang tertentu) KUHD terhadap KUHP adalah Lex spesialis derogat legi generally => Hukum yang khusus mengesampingkan yang umum 1. Lex Superiori derogat legi inferior => Hukum yang dibawah tidak boleh bertentangan dengan hukum yang diatasnya 2. Lex spesialis derogat legi generally => Hukum yang khusus mengesampingkan yang umum 3. LEx posteriori Derogat legi priori => Hukum yang baru membatalkan yang lama. Dikenal dua macam perbuatan : a. Perbuatan hukum yang bersegi satu (eenzijdig) sama dengan hukum sepihak b. Perbuatan hukum yang bersegi dua (tweezidjig) sama dengan hukum dua pihak Zaakwaarneming :Perbuatan memperhatikan kepentingan orang lain dengan tidak diminta oleh orang itu. Onrechtmatige Daad :Suatu perbuatan yang melanggar dan berlawanan dengan hukum

67

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful