SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

BERBAGAI PANDANGAN MENGENAI IRM Minat terhadap manajemen sumber informasi (IRM) meningkat sangat besar sejak Mehdi Khosrowpour, seorang professor MIS pada Pennylvania State University di Harrisburg, pada tahun 1988, mendirikan Information Resource Management Association dan mulai menerbitkan Information Resource Management journal. Dalam terbitan pertamanya, Tor Guimaraes, seorang professor MIS pada St. Cloud State University, mengemukakan bahwa walaupun telah banyak tulisan mengenai IRM, namun tak ada satupun definisi yang diterima secara umum. Ia memberi tiga pandangan pokok. Pandangan pertama menyatakn bahwa informasi adalah sebagai sumber yang harus dikelola, yang kedua mengenai pengelolaan siklus hidup system, dan yang ketiga berkenaan dengan pengelolaan sumber-sumber yang menghasilkan informasi. IRM SEPERTI HALNYA MANAJEMEN INFORMASI SUMBER Informasi adalah salah satu sumber utama dari perusahaan, dan ia dapat dikelola seperti halnya sumber-sumber lain. Informasi adalah sumber konseptual yang mana menggambarkan sumber-sumber fisik yang harus dikelola oleh manajer. Jika skala operasinya terlalu besar untuk diobservasi, maka manajer dapat memonitor sumbersumber fisik dengan mengunakan informasi yang menggambarkan atau mewakili sumber-sumber tersebut. Kritik terhadap pandangan IRM ini muncul. Alasannya adalah bahwa denga pandangan seperti itu, maka pengukuran nilai informasi menjadi sulit. Dan adanya kenyataanbahwa informasi bersifat konseptual bukan fisik. IRM MERUPAKAN CARA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SISTEM INFORMASI

Dari pada mengandalakan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh manajemen puncak, yang berlaku untuk seluruh organisasi, sebaiknya perhatian harus ditujukan kepada tingkat bawah, dimana sistem dikembangkan. Pandangan ini menganggap IRM sebagai metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang dapat menghasilkan informasi berkualitas. Dasar dari pandangan ini adalah adanya keyakinan bahwa tugas-tugas pengelolaan semua informasi dalam perusahaan begitu banyak bila hanya dilkakuan dengan satu usaha.situasi ini sama seperti pada waktu usaha MIS pertama kali dilakukan, yaitu dengan menerapkan satu sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi seluruh organisasi. Kita telah mengetahui bahwa usaha-usaha awal tersebut umumnya gagal dan mendorang diketemukannya DSS. Walalupun argumen bahwa kebijaksanaan yang dibuat sendiri tidak akan cukup adalah benar, namun kelemahan utama dari pandangan ini adalah bahwa ia mengabaikan perlunya control terpusat dan control yang terkoordinasi. IRM SEBAGAI MANAJEMEN SUMBER KOMPUTERISASI Karena sulit untuk mengukur nilai informasi, maka perhatian diarahakan kepada sumber-sumber yang menghasilkan informasi. Asumsi dasarnya adalah bahwa jika perusahaan mengelola komputernya, databasenya, spesialis informasinya, dan sebagainya, berarti ia mengelola informasinya. Kritik terhadap pandangan ini menyatakan bahwa perusahaan dapat dikelabui untuk percaya bahwa informasinya telah dikelola, dimana pada kenyataanya pada waktu itu ia tidak kelola. Perusahaan tidak boleh terlalu terlibat dalam manajemen sumber, yang hal ini akan menghilangkan pandangan mengenai komoditi yang dihasilkan oleh sumber tersebut yaitu informasi.

PANDANGAN YANG LUAS TERHADAP IRM Mehdi Khosrowpour mengemukakan kepada penulis buku ini, melalui surat pribadi, bahwa definisi IRM adalah, “Konsep manajemen sumber informasi mengenal informasi sebagai sumber oraganisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominant yang lain, seperti orang, bajan, keuangan, peralatan, dan manajemen. Lebih jauh lagi, IRM ini menghendaki adanya manajemen komprehensif terhadap semua komponen teknologi pemrosesan informasi maupun terhadap elemen manusia, agar keduanya dapat mengumpulkan, memproses, menyebarkan, dan mengelola informasi, yang merupakan aset organisasional yang utama. “Ia mengidentifikasi sumber informasi yang meliputi: informasi, hardware pemrosesan, software pemrosesan, telekomunikasi, otomatisasi kantor, struktur sistem informasi, para professional system, end-user, dan struktur manajemen. Pandangan mengenai IRM dalam buku ini adalah sesuai dengan definisi dan dafar sumber yang dikemukakan oleh Khosrowpour ini. INFORMASI SEBAGAI SUMBER STRATEGIS Kita telah mengetahui bahwa perusahaan berada dalam lingkungan yang terdiri atas elemen-elemen, seperti pelanggan, pemasok, pemerintah, dan pesaing. Pandangan ini dilukiskan pada gambar 19.1. Perusahaan berusaha untuk menetapkan arus sumber fisik dan informasi secara dua arah dengan semua elemen tersebut kecuali dengan pesaing. Secara ideal, hanya arus informasi yang masuklah yang menghubungkan perusahaan dengan pesaingnya. Tujuan utama dari perusahaan adalah untuk memelihara operasi yang menghasilkan keuntungan, sehingga ia dapat terus memberikan produk dan pelayanan (barang dan jasa) yang dibutuhkan oleh pelanggannya. Perusahaan harus menjalankan tujuannya tersebut dalam kendala yang diakibatkan oleh lingkungan.walaupun semua elemen dapat mengakibatkan terjadinya kendala, namun yang paling kelihatan adalah yang datangnya

manajemen berusaha untuk mengerahkan semua sumber-sumbernya dengan suatu cara agar ia mencapai competitive advantage (keuangan kompetitif) yaitu mendapatkan bagian di atas pesaing dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.1 perusahaan berada dalam lingkungannya Dengan memahami lingkungan perusahaan ini. Gambar 19. . Pesaing secara aktif berusaha untuk menyaingi keberhasilan perusahaan tersebut.dari pesaing. Berulang-ulang perusahaan telah mengerti bahwa salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif adalah informasi.

Mungkin perusahaan melakukan riset marketing untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. Pertama. ada tiga arus informasi utama. Sebagai contoh. Seperti terlihat pada gambar 19. Kedua. atau mungkin pelanggan melakukan pesanan atas produk yang dibuat oleh perusahaan. perusahaan memenuhi pesan pelanggan dan juga memberikan informasi kepada pelaggan tersebut mengenai cara penggunaan produk yang dibelnya. arus informasi ke perusahaan dalambentuk spesifikasi produk yang dibutuhkan. Baik American Airlines maupun United Airlines menginvestasikan dalam jumlah besar pada sistem reservasi mereka dan membuatnya bisa digunakan oleh agen perjalanan.Gambar 19. mereka dapat mencapai sisi . Ketiga.2 Arus informasi antara perusahaan dengan pelanggannya PANDANGAN SEMPIT MENGENAI KEUNTUNGAN KOMPETITIF Salah satu cara untuk menggunakan informasi sebagai senjata kompetitif adalah dengan hanya memfokuskan pada pelanggan dan membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya. Sistem reservasi bandara udara yang menggunakan komputer adalah contohnya. yang menjelaskan mengenai pengasemblingannya dan fasilitas pengamannya. perusahaan memperoleh informasi feedback dari pelanggan mengenai sejauh mana kebutuhannya dapat terpenuhi. Dengan cara ini. Pelanggan dapat menggunakan hotline untuk mencurahkan keluhannya.2. Strategi untuk meningkatkan atau memperkuat sambungan tersebut adalah dengan cara menyederhanakan proses pemesanan bagi para pelanggan. ada petunjuk yag disertakan pada produk. dan riset marketing dapat melakukan survey mengenai pelanggan. Contoh-contoh yang jelas mengenai bagaimana sistem informasi dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif adalah terjadinya sambungan atau hubungan antara perusahaan dengan pelanggan seperti tersebut.

McKesson melakuka hal yang sama pula. Namun. Bagi para pelnggan. . tanpa adanya penambahan staf. American Hospital Supply memungkinkan para pelanggannya melakukan secara langsung melalui komputernya. karena pemasok tersebut mogok. Sebagai contoh. McKesson bisa mengurangi 250 klerknya yang tugasnya mengurusi form pemesanan dan pembelian. dan American Hospita Supply bisa meningkatkan tiga kali volume penjualannya. namun janganlah hal ini dianggap sebagai pemecahan yang terakhir. dana para pelanggan ini bisa menerima barangnya secara lebih cepat daripada jika ia melakukan pemesanan melalui pengiriman. maka American dan United dapat menjadi yang teratas dan memimpin yang hal ini akan sulit dicapai oleh pesaingpesaing yang mengikuti mereka kemudian.kompetitif dan memaksa pesaing mereka untuk mengikuti apa yang telah dilakukannya. Bahkan. keuntungan kompetitif mungkin belum bisa dicapaikalau perusahaan tidak melakukan hubungan dengan elemen-elemen yang lain. ia tidak akan dapat menjual produknya bila produk tersebut tidak memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah. proses pemesanan tersebut disederhanakan. Jika perusahaan ingin mendapatkan keuntungan kompetitif. karena merekalah yang pertama melakukannya. perusahaan tidak akan dapat memenuhi pesanan dari pelanggan jika ia tidak memperoleh bahan dari pemasok. perusahaan tidak boleh menyepelekan tentang pentingnya efisiensi operasi internalnya. Para pesaing kedua perusahaan tersebut terpaksa harus mengimplementasikan sistem yang sama bila mereka tetap bisa bersaing dengan kedua perusahaan tadi. Atau. Dua contoh lain mengenai bagaimana komputer dapat digunakan untuk memenangkan persaingan adalah yang dilakukan oleh American Hospital Supply dan McKesson Drug Company. jika arus informasi pelanggan sempurna. Juga. PANDANG YANG LUAS MENGENAI KEUNTUNGAN KOMPETITIF Walalupun sebuah sistem yang memperlancar arus informasi antara perusahaan dan pelanggannya benar-benar telah memberikan kontribusi terhadap tercapainya keuntungan kompetitif. maka sebaiknya ia menetapkan arus informasi dengan semua elemen lingkungan.

aktivitas outbound logistics (logistik yang terikat keluar). mungkn dengan menggunakan teknologi seperti ISDN. . Porter.. Bila perusahaan menetapkan sambungan komunikasi data dengan pemasok.Profesor Harvard. Seperti terlihat pada gambar 19. Porter dan Millar menggunakan istilah value chain (sambungan nilai) untuk menjelaskan urutan yang dijalankan perusahaan dalam memberikan produknya. yang membutuhkan bahan dari pemasok. anggota channel distribusi. aktivitas marketing dan penjualan. hal ini akan menghasilkan keuntungan kompetitif.3. Masing-masing aktivitas utama ini mempunyai komponen fisik yang menjalankan aktivitas tersebut dana komponen informasional yang memberikan informasi yang dibutuhkan. yang menjadikan produk dapat keluar. Contoh yang sama untuk aktifitas yang lain dapat dilihat pada gambar diatas. dana aktivitas pelayanan pelanggan purna jual. Gambar 19. operasi internal. sambungan nilai perusahaan terdiri atas aktifitas inbound logistics (logistik yang terikat masuk). aktivitas operasi internal perusahaan. Dengan demikian. Michael E.3 sambungan nilai perusahaan Contoh komponen informasional dari logistik yang terikat masuk adalah informasi yang diperlukan untuk memperoleh bahan dari pemasok. mengungkapkan perlunya perusahaan untuk menetapkan nilai ke dalam semua operasinya. Operasi ini mencakup hubungan dengan pemasok. dan konsultan pada Arthur Anderson. dan pelanggan. Victor E. Millar. maka arus informasi dapat diperlancar. kaitannya dengan porsi keuntungan dari sambungan tersebut.

dengan bekerja dalam sistem tersebut. anggota channel. Masing-masing harus mendapatkan manfaat darinya. menggunakan istilah interorganizational system (sistem organisasi) atau IOS untuk menjelaskansistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan.4 sistem nilai . seperti Sears. Tugas dari fasilitator IOS adalah menunjukkan para peserta bahwa. dan pelanggan. Kunci untuk mencapai IOS ini adalah adanya kerja sama antarperusahaan yang turut serta – yaitu IOS participant (peserta IOS). seperti McKesson Drug atau pengecer yang mempunyai pengaruh sangat kuat. Ia merupakan IOS facilitator (fasilitator IOS). Biasanya. ada salah satu perusahaan yang mengemukakan inisiatif pembentukan sistem tersebut. seperti yang terlihat pada gambar 19. Dalam banyak kasus. Gambar 19. Upstream value (nilai hulu) dapat diperoleh melalui hubungannya dengan pemasok. maka ia menciptakan value system (sistem nilai). namun ia bisa saja pedagang grosir (wholesaler).4.Jika perusahaan menghubungkan sambungannya dengan sambungan nilai dari pemasok. Profesor Harvard. dan downstream value (nilai hilir) dapat diperoleh melalui hubunganya dengan anggota channel dan pelanggan. James Cash dan Benn Konssynski. fasilitator tersebut adalah seorang dari manufaktur (manufacturer). mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif.

Namun demikian manajemen belum menyadari akan pentingnya SPIR ini. Dengan menetapkan hubungan kerja sama dengan elemen-elemen lain yang terlihat dalam satu sumber. era SPIR awal dan era SPIR modern.King professor pada University of Pittsburgh menetapkan tiga tahapan ini yaitu pra-perencanaan IS strategis. William R. Aktifitas perencanaan yang menidentifikasikan sumner-sumber informasi yang akan yang akan diperlukan pada masa yang akan dating dan cara penggunaannya dinamakan SPIR (Strategic Planning for Information Resources). . yaitu sistem lingkungan. maka setiap perusahaan akan mendapatkan tingkat penampilan yang lebih tinggi.MENEMPATKAN KEUNTUNGAN KOMPETITIF DALAM PERSPEKTIF Keputusan untuk menjadi fasilitator IOS atau pesertanya menunjukkan bahwa manajemen telah menyadari akan pentingya perusahaan menjadi bagian aktif dari yang lebih besar. Gagasan utama yang mendasari SPIR ini adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan rencananya untuk sumber-sumber informasinya. PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER-SUMBER INFORMASI Jika informasi akan digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan keuntungan kompetitif maka penggunaannya harus direncanakan. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Kesadaran tersebut berkembang secaara bertahap. IOS adalah contoh yang tepat mengenai bagaimana peserta (perusahaan) menerapkan teori sistemnya untuk memecahkan masalah secara bersama. Berdasarkan survey selama tahun delapan puluhan mengungkapkan bahwa SPIR adalah hal yang paling penting kaitannya dengan penggunaan computer dalam bisnis. Lebih dari itu perencanaan tersebut harus dilakukan oleh eksekutif perusahaan dan harus bersifat jangka panjang.

ERA PRA-PERENCANAAN IS STRATEGIS Perencanaan sumber informasi yng pertama dilakukan oleh manajer dari unit pelayanan informasi. karena ia tidak banyak menyita perhatian dari misi organisasi. bnk mengetahui jika pelnggannya mempunyai account cek. ERA SPIR AWAL Selama akhir 1970-an perusahaan-perusahaan mulai melakukan pendekatan atau cara top down terhadap perencanaan dengan menyadari bahwa langkah pertama adalah menentukan tujuaan organisasi. Pada akhir periode ini perusahaan mulai menyadari bahwa cara bottom up ini menghasilkan system yang terpisah yang tidak dapaat saling sesuai antara satu denganyang lainnya. Pemecahannya adalah dengan mengembangkan master plan untik memastikan bahwa proyek system yang akan dating nanti akan menghasilkan system yang dapat bekerja sama secara koordinatif. maka tujuan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk merencanakan aktifitas dari setiap unit organisasional perusahaan. Ada beberapa pendekatan dasar yang dikembangkan untuk melakukan perencanaan topdown bagi sumber-sumber informasi ini. Bila hal ini telah dilakukan. Maka pelanggan tersebut ditampilkan pada tiga database terpisah dan sulit untuk mengkombinasikan datanya. Sebagai contoh. Ia digabungkan dengan sumber hardware yang terakhir yang mempunyai kapasitas yang cukup untuk menyerap aplikasi baru. Ini merupakan pendekatan atrau cara bottom up. dan pinjaman. Gambaran yang penting dari perencanaan ini adalah daanya kenyataan bhwa ia dilakukan dalam unit pelayanan informasi dengan partisipasi aktif eksekutif perusahaan yang kecil. Pendekatan-pendekatan yang banyak . Setiap unit diharapkan bisa menetapkan rencana yang memungkinkan unit tersebut dapat mendukung perusahaan selagi ia berjalan mencapai tujuannya. Unit pelayanan informasi bisa dimasukkan kedalam perencanaan ini. account tabungan.

IBM mengembangkan teknologi yang metodologi yang disebut Business System Planning (BSP). Faktor keberhasilan yang penting. Asumsinya bahwa manajer bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan dan dengan memberikan informasi yang dibutuhkan maka tujuan tersebut akan tercapai. transformasi susunan strategis dan SLC yang diperluas. . Yang merupakan pendekatan studi total. Pendekatan ini dikembangkan oleh John Rockart lebih dari sepuluh tahun kemudian. Gambar 19.5 Transformasi susunan strategis BSP IBM. CSF. William Zani pada tahun 1970 ketika ia mengidentifikasi variable keberhasilan kunci yang menentukan keberhasilan dan kegagalan.mendapatkan perhatian adalah BSP IBM. Setiap manajer di interview untuk menentukan kebutuhan informasinya dan system diimplementasikan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan tersebut. Awal mula terjadinya pendekatan CSF untuk perencanaan sumber informasi ini berasal dari Professor Harvard. dan ia yang diakui menerapkan konsep CSF ini pada system informasi.

Review dilakukan dengan tujuan untuk memastikan validitas teknis dan organisasional. Fase perencanaan strategis lebih dulu dilakukan daripada siklus hidup system. Pada fase ini eksekutif menentukan susunan strategi organisasional. . Siklus Hidup Sistem Yang Diperluas. Fase evaluasi menurut King adalah peninjuan kembali post-implementasi. dan mengembangkan strategi desain. Berkaitan dengan ini akan ditanyakan apakah system yang diimplementasikan sesuai dengan spesifikasinya? Validitas organisasional . misalnya auditor EDP. Untuk menjelaskaan bagaiman misi. Pemastian validitas organisasional dapat dilakukan oleh spesialis informasi sebagai aktivitas tindak lanjutnya bersama dengan pemakai. Wiliam King mencetuskan istilah strategi set information (transformasi susunan strategi). Pada awal tahun 1980-an terlihat adanya perluasan SLC dengan tujuan untuk memberikan tempat kepada perencanaan top-down dan juga untuk pemastian kualitas post-implementasi. strategi. Proses pentransformasian susunan strategi organisasional menjadi susunan strategi MIS dinamakan MIS strategic planning process (proses perencanaan strategis untuk MIS). Pendektn ini berpengaruh sangat besar terhadap strategi MIS yang berkembang secara alamiah dalam strategi perusahaan. yang hal ini kita msukkaan daalam fase control operasi. Validitas teknis mengacu pada arsitektur system baru. dan evaluasinya paling baik apabila dilakukan oleh pihak ketiga. menangani kendala. dan atribut organisasional strategis lain (yang disebut organizational strategy set atau susunan strategy organisasional)digunakaan sebagaai dasar untuk mengembangkan tujuan MIS. mengacu pada penggunaan system.Transformasi Susunan Strategi. tujuan. Apakah system dapat digunakan sesuai dengan yang diharapkan? Pembahasan kita menenai tinjauan post-implementasi terutama berkaitan dengaan validitas teknis. sebaliknya.

6 siklus hidup sistem yang diperluas ERA MODERN Sekarang ini kita berada di era SPIR modern. namun status sumber-sumber informasi tersebut juga mempengaruhi rencana strategis dari keseluruhan organisasi. . perusahaan tidak hanya membuang atau mengesampingkan system yang tidak terpakai lagi tersebut. Perusaahaan tidak hanya merencanakan bagaimana ia menggunakan sumber-sumber informasinya. namun ia harus merencanakan pembuangan itu. Menurut King. King menyertakan fase penyelesaian yang berkaitan dengan pembuangan system bila ia tidak bisa dimanfaatkan lagi. Gambar 19.Yang terakhir.

King merasa bahwa situasi pada saat itu seharusnya tidak melebih-lebihkan kemampuan SPIR. . Perusahaan-perusahaan tersebut terlalu memperhatikan formalitas proses perencanaan dan kurang dalam merealisasikan pengimplementasian rencana tersebut. Ia juga memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan kekuatan yang bisa digunakan untuk memperoleh keuntungan kompetitif.7 Sumber-sumber informasi mempengaruhi strategi bisnis Bila perusaahaan melakukan rencana dengan cara ini.S Raghunathan dari University Of Toledo dimana ia mengemukakan bahwa perusahaan akan lebih mendapatkan keuntungan dari perencanaaan system tingkat bawah daripada mendapatkannya dari perencanaan strategis tingkat yang lebih tinggi. Penaksiran yang dilakukan diri sendiri ini memungkinkan eksekutif untuk mengkoreksi penyimpangn di dalam system informasi yang mungkin akan menggerakkan kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Ia melakukan studi bersama professor T. ia akan mendapat stok kemampuan informasi sebagaimana yang ia pertimbangkan untuk dilakukan di masa mendatang. Namun ia yakin bahwa perencanaan seperti itu mungkintelah berlangsung lama. maka dengan SPI yang lebih besar mestinya penampilan tersebut juga akan lebih baik. Nampaknya banyak perusahaan mempunyai anggapan bahwa bila dengan SPIR yang sedikit penampilan perusahaan akan baik .Gambar 19. MENEMPATKAN PERENCANAAN INFORMMASI STRATEGIS DALAM PERSPERKTIF Tak ada orang yang begitu peduli terhadap pokok bahasan perencanaan informasi strategis selain William King.

Orang yang berperan dalam menjalankan hubungn timbale balik ini adalah CIO. Dalam menjelaskan hubungan ini. Kita telah mendapatkan gambaran bhwa CIO bertugas memberi laporan langsung kepada presiden atau CEO dan secara aktif ia turut ambil bagian pembuatan keputusan penting dalam perusahaan. misalny yang melaporkan secara langsung kepd presiden dan bekerja sama dengan wakil pimpinan serta eksekutif. seperti ke pemimpin perusahaan. CIO dari Kodak. Konsep perencanan informasi memberikan gmbaran mengenai point yang penting dlm pembahaasan kita. . ia mengemukakan bahwa Manajemen bagian di Kodak bisa melakukan investasi jutaan dolar dalam teknologi . Katherine Hudson. Jug konsep CIO lebih lazim di Amerika Serikat daripada di Negara-negara lain. KEPALA BAGIAN INFORMASI (CIO) Kita telah mengenaal chief information officer (CIO) dan telah menggunakan istilah tersebut untuk menyebutkan manajer dri unit pelayanan informasi perusahaan. Saya melihatnya sebagai suatu peran yang mendukung. KENDALA PADA CIO Walaupun perusahaan menetapkan CIO. wlaupun ia mulai diterapkan di eropa. Perusahaan tidak boleh hanya merencanakan bagimana menggunakan sunmber-sumber informasinya. situasi di Kodak ini merupakan cirri khas di perusahaan besar. kemudian pimpinan tersebut akan memanggil saya dan bertanya apakah hal ini merupakan rencana yang tepat? Saya melihat hal ini bukanlah kekuatan veto. namun persetujuan investasi tersebut harus dibawa ke tingkat atas. Gambaran mengeni CIO ini merupakan pengturan yang ideal wlaupun hal ini telah banyak dilakukan oleh berbagai perusahaan. dan mungkin ia menjadi komite eksekutif.Sementara hal ini jelas-jelas menjadi usul yang baik. namun juga harus menyertakan sumber-sumber tersebut dalam perencanaan jangka panjang untuk keseluruhan organisasi. orang yang diangkat sering kali tidak mempunyai kekuatan pengaruh seperti yang dimiliki Hudson di Kodak. bukaan cirri perusahaan kecil. Pada tahun 1988.

Diikuti oleh Wakil Presiden Bidang Pelyanan Informasi sebanyak 32 persen. Survey tersebut mengungkapkan bahwa 59 persen dari responden mengaku dirinya sebagai CIO namun hanya 14 persen yang bisa dinamakan CIO tersebut. Pangkat yang paling popular adalah Direktur MIS sebanyak 37 persen. Hanya 27 persen responden yang melaporkan langsung .perusahaan accounting Coopers & Lybrand bekerjasama dengan majalah Datamation untuk melakukan survey terhadap 400 manajer pelayanan informasi. Gambar 19. Tujuan survey ini adalah untuk mendapatkan gambaran dari status posisi CIO.9 status CIO dalam perusahaan Yang lebih membingungkan daripada penggunaan pangkat yang tidak konsisten ini adalah hubungan pelaporannya.

87 persen responden percaya bahwa mereka harus melaporkan kepada CEO atau chief operating officer (kepala bagian operasi) seperti wakil presiden eksekutif. Sebagian besar atau sebaanyak 35 persen memberikan laporan kepada kepala bagian keuangan (CFO). Beberapa perusahaan telah berusaha untuk mengatasi masalah kesan ini dengan cara mempromosikan seseorang menjadi manajer non-komputer atau merekrut CIO yang mempunyai keterampilan bawaan yang dibutuhkan. 15 persen responden tersebut melaporkan kepada bagian administrasi . Kenyataan menunjukkan bahwa untuk mencapai penerimaan pengaruh yang dibutuhkan unit pelayanan informasi kepada manajemen puncaak membutuhkn waktu yang lama. CIO sebenarnya tidak puas mengenai hubungan pelaporannya dengan CFO dan bgian administrasi. Namun hal ini membutuhkan waktu yang lama. CIO tidak mempunyai pengaruh terhadap penentuan kebijaksanaan perusahaan sebagaimana yang kita maksudkan dalam pembahasan. yang hal ini jugaa dialami oleh para manajer computer dimasa lalu. Banyak CIO sekarang ini yang tidak menerima akan anggapan terhadap dirinya sebagai teknisi. misalny wakil presiden di bidang dministrasi. Gambaran hubungan pelaporan sangat kontras dengan gambaran yang menggambarkan bagaimana seharusnya hubungan CIO yang ideal. Strategi CIO tidak akan diterima begitu saja oleh manajemen tingkat puncak sebelum ia menunjukkan kemampuannya dalam memberikan kontribusi terhadap pembuatan keputusan oleh manajemen tingkat atas tersebut. dimana hal ini akan kembali kepada ciriciri masa lalu yaitu jika peralatan pemrosesan data yang ditempatkan pada departemen accounting. . Dengan demikian.kepada CEO atau presiden. namun kemmpun tersebut tidak bisa digunakan untuk melaakukan perencanaaan strategis bersama. Paling tidak hal ini akan menjadi kenytaan jika para spesialis informasi dan CIO yang mempunyai pemahaman yang lebih baik mengenai bisnis dan maanajemen ini meningkat posisinya di manajemen tingkat atas. Eksekutif lain menganggap bahwa CIO adalah mempunyai keckapan teknis.

kita akan meneliti gejal-gejalanya dan mencari beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan agar ia dapat mencapai tingkat kontrol yang diharapkan. Mereka ini juga mendisain dan mengimplementasikan aplikasinya sendiri. Mereka menginterview 200 end-user ditujuh perusahaan dan menidentifikasi enam jenis. Flannery. seorang mahasiswa jurusan MIT. Ia berkomunikasi dengan hadware dengan bantuan menu dan mengandalkan orang lain untuk memberikan bantuan teknis.MANAJEMEN DARI END-USER COMPUTING Bila CIO mempunyai pengaruh. sumber-sumber informasi perusahaan juga akan mengalami perubahan. Pemakai (user) ini hanya mempunyai pemahaman komputer yang sedikit atau mungkin tak punya sama sekali. Sebagian besar dari peralatan yang didistribusikan ini digunakan oleh pemakaian yang tidak mempunyai pemahaman komputer secara khusus. Selama beberapa tahun. dalam bagian in. ada juga pemakai yang hanya mengunakan komputer. Aplikasi-aplikasi dari pemakai ini terdiri atas software tertulis yang telah dibuat oleh bagian unitpelayanan informasi atau diperoleh dari sumber-sumber luar. End-User Non-Pemrograman. . JENIS END-USER Salah satu study pertama mengenai end-user dilakukan pada tahun 1993 oleh John Rockart dari MIT dan Lauren S. dan ia hanya menggunakan sofware yang telah dibuat oleh orang lain. Namun demikian. terutama dalam bentuk mikrokomputer. trend operasi pelayanan informasi terpusat telah berubah menjadi trend pendistribusian sumber-sumber komputerisasi keseluruh perusahaan. Sekarang perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk mengolah sumber-sumber informasi yang tersebar tersebut .

Dukungan ini biasanya diberikan untuk menentukan harga kontrak. Klasifikasi ini terlalu luas. Contoh pemakai jenis ini adalah aktuaris (penaksir). Ia merupakan golongan programer khusus. namun ia juga menggunakan 4GL untuk mengakses database dan membuat laporan khusus. Ia mempunyai tingkatan sebagai ahli seperti yang ada di unit pelayanan informasi. Selain menggunakan sofware tertulis dan 4GL. ia biasanya menghasilkan informasi untuk pemakian non-programan dan pemakai tingkat perintah. Huff dari . Spesialis informasi ini ditugaskan di unit pelayanan informasi. Personel Pendukung Komputerisasi End-User. pemakaian ini juga dapat menulis programnya sendiri dan menggunakan bahasa programan. personel pendukung komputerisasi end-user.User Tingkatan Perintah. Dua jenis yang terakhir seharusnya bahkan tidak termasuk ke dalam area pemakai. Hal yang sama juga dilakukan oleh Suzanna Rivard dari Ecole des Hautes etudes Commerciales. Programmer DP. Karena ia mempunyai pemahaman komputer yang lebih baik. Ia memasukkan pemakai yang tidak mempunyai pemahaman komputer (end-user non-pemrograman) dan pemakai yang merupakan spesialis informasi (personel pendukung profesional. Montreal dan Sid L. dan pemrograman DP). analis keuangan. Penekanannya adalah pada pengembangan. namun membantu end-user dalam pengembangan sistem. Pemakai ini ditugaskan di unit fungsional perusahaan dan menangani penggunaan komputer. Kita telah mnggunakan istilah end-user computing untuk menjelaskan pengembangan sistem berdasarkan komputer oleh orang yang mengunakan output dari sistem tersebut. dan insiyur. Personel Pendukung Fungsional. Progemmer End-User. Pemakai (user) ini menggunakan sofware tertulis yang telah tersedia. yang ditugaskan di pelayanan informasi. yang diharapkan memberikan dukungan kepada end-user.

tergantung pada tingkat pemahaman komputer dari pemakai. APLIKASI END-USER POTENSIAL Nampaknya beralasan bila ada anggapan bahwa end-user lebih berusaha menerapkan aplikasinya untuk memenuhi kebutuhan informasinya sendiri atau kebutuhan informasi untuk unitnya. Ada benyak jenisnya. . karena mereka mengungkapkan bahwa tak ada end-user khusus. Oleh karena itu. conferencing. MIS. ia juga mengetahui. enduser sebenarnya tidak mengembangkan aplikasi pemrosesan data.University of Western Ontario. dan setiap jenis tersebut mempunyai kebutuhan sendiri-sendiri. Walaupun klasifikasi Rockart dan Flannery nampaknya terlalu luas untuk standar sekarang ini. dan juga spesialis informasi yang ditugaskan dalam unit pelayanan informasi. dengan memasukkan atau menyertakan personel pendukung fungsional. Mereka membatasi klasifikasi mereka terhadap tiga kategoti tengah yang dikemukakan oleh Rockart dan Flannery: • • • User tingatan perintah Pemrograman end-user Personel pendukung fungsional Hal ini nampaknya merupakan kesepakatan yang masuk akal. namun studi mereka memberikan kontribusi yang penting bagi end-user computing. dan kita menganggapnya sebagai klasifikasi end-user. dalam study mereka terhadap 272 end-user. Ia tidak menyertakan pemakai yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengembangkan sistemnya sendiri. dari pada untuk kebutuhan informasi perusahaan. dan otomatisasi kantor. bahwa departemen pemakai dapat memperoleh spesialis komputernya sendiri. video Juga. seperti voice mail secara dan umum. end-user sebab ia biasanya boleh mengimplementasikan sebenarnya tidak mengembangkan expert system karena sistem ini mempunyai sifat khusus.

Dengan memahami aplikasi yang mana yang mungkin dikembangkan dan yang mungkin tidak bisa dikembangkan oleh end-user . Isolasi. TAHAP PERTUMBUHAN END-USER COMPUTING Selama jangka waktu yang pendek ketika end-user computing telah mendapatkan popularitas.Hal ini berarti bahwa end-user computing hanya terbatas pada aplikasi DSS dan otomatisasi kantor. Cara yang sama dapat dilakukan untuk mendeskripsikan evolusi end-user computing dalam perusahaan. seorang konsultan free-lance. . menjelaskan bagaiman aplikasi end-user berevolusimelalui tahapan pertumbuhan dan menjadi lebih matang pada setiap tahapan tersebut. pengiriman elektronik. dan pengkalenderan elektronik. Pemakai menerima dukungan nyata yang sedikit dari sistem dan pemakai ini menggunakan sistem tersebut terutama untuk mendapatkan pengenalan dengan pemrosesan komputer. Ia membrikan indikasi mengenai bagaimana end-user dan spesialis informasi akan berdampingan dimasa mendatang. yang dapat disesuaikan dengan sekelompok kecil pemakai. pemakai melihat tiap aplikasi sebagai entry yang terpisah. Mereka mendefinisikan kematangan dengan istilah connectivity – yaitu kemampuan aplikasi-aplikasi untuk saling berinterface melalui transfer data. seperti word processing. Kita telah melihat bagaimana Richard Nolan menggunakan tahapan siklus hidup untuk mendefinisikan evolusi jangka panjang penggunaan perusahaan dalam penggunaan komputer. para pemakai dan aplikasi mereka menjadi lebih canggih. maka hal ini akan menjadi teka-teki bagi arah perkembangan en-user computing. selama tahap isolasi. dan Barbara Marin. profesor pada University of Calgary. Sid Huff bersama dengan Malcolm Munro.

Database terpisah didistribusikan ke seluruh perusahaan pada setiap tingkat. Munro. . Namun demikian. jika pelayanan informasi tidak menentukan standar untuk aktivitas ini. dan integrasi dilakukan oleh DBMS terdistribusi. pemakai mulai melihat hubungan logis antara sistem-sistemnya. Agar dapat membuat dan mengunakan system ini. aplikasi end-user berada pada tingkat organisasional. pertukaran ini dilakukan dengan mentransfer file dari satu program ke program yang lain biasanya dalam bentuk disket. pemakai bisa menukar data dengan database sentral dengan menggunakan jaringan komunikasi . mempelajari status end-user computing di 47 organisasi.Sound-Alone. Professor Munro dan Huff. Mungkin hal tersebut disebabkan adanya kebutuhan DBMS yang lebih canggih untuk mendukung database terdistribusinya. dan pemakai perorangan. kelompok kerja. Integrasi Manual. Contohnya adalah penggunaan file dBASE sebagai input bagi spreadsheet 1-2-3. Namun demikian. mendapatkan suatu kesimpulan bahwa. yang tidak akan bias dijelajahi oleh pemakai. muff. bersama dengan mahasiswa S2 dari University British Columbia. pertukaran ini dilakukan oleh DBMS yang mengelola database sentral. para pemakai mulai menukarkan data diantara mereka dan dengan fasilitas komputerisasi sentral. pemakai biasanya akan memasukkan kembalioutput dari satu sistem untuk meberikan input kepada sistem lain. Gary Moore. “walaupun dengan alat yang lebih baik. Integritas Otomatisasi. pada tingkat kematangan yang paling tinggi ini. Dalam usahanya untuk memadukan sistem tersebut. pasti akan ada hal (point) – yang belum diketahui – yang berada diatas jangkauan pemakai. dan mendapati bahwa tak ada perusahaan yang dijadikan obyek studi tersebut telah mencapai tahap kematangan integrasi terdistribusinya. maka pemakai mebuat standarnya sendiri. Integrasi Terdistribusi. dan Martin. pemakai harus menyesuaikan standar yang telah ditentukan oleh pelayanan informasi.

dimana pemakai menjadi tidak sabar dan memutuskan untuk melakukan pekerjaannya sendiri. seringkali tidak usah melalui channel yang resmi. Pandangan ini diakibatkan oleh ketidakpercayaan mereka terhadap pelayanan informasi. Pemakai mungkin juga terdorong untuk mengurangi biaya pemrosesan. dan biaya tersebut diangap terlalu tinggi. Beberapa pemakai terdorong oleh prospek mengenai diperolehnya kemampuan untuk melakukan kontrol yag lebih cermat atas komputerisasi mereka. Situadi ini terjadi dalam perusahaan yang memindahkan pembiayaan pengembangan dan penggunaan sistemkepada departemen yang memakai sistem tersebut. profesor pada Tel Aviv Univeristy. Faktor lain adalah murahnya dan mudahnya penggunaan hardware dan software. Adanya timbunan pelayanan informasi ini merupakan sebab utama mengapa end-user computing menjadi popular. Mungkin ada beberapa kasu-kasus kesalahan dan penembusan keamanan dalam pelayanan informasi. Sekarang semakin banyak pemakai yang telah mempelajari keterampilan komputer di sekolah dan mereka mempunyaikeyaknan yang kuat terhadap kemampuannya ini. Pengaruh atau dorongan eksekutif juga merupaka faktor. Phillip Ein-Dor dan Eli Segev. mangumpulkan data dari 21 perusahaan d wilayah . bagian pelayanan informasi terlalu banyak muatan kerja dan disitu terdapat antrean panjang pekerjaan yang menunggu pengimplemenstasiannya. Mereka tidak ragu-ragu lagi untuk mengembangkan dan membuat aplikasinya sendiri. Pemahaman pemakaimengenai komputer dan informasi juga merupakan faktor menjadi populernya en-user omputing ini. Pemakai dapat membeli PC dan beberapa software pengembangan aplikasi dengan hanya seribu dolar atau sekitarnya.FAKTOR YANG MENDORONG END-USER COMPUTING Pada sebagian besar perusahaan.

KEUNTUNGAN DARI END-USER COMPUTING End-user computing memberika kuntunga baik kepada perusahaan maupun pemakai. Sedangkan keuntungan yang paling penting adalah dalam dukungan kebutuhan pemakai dalam memecahkan masalah dan sistem memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemakai.Los Angeles dan mendapatkan bahwa persentasi end-user manajemen dan nonmanajemen akan lebih tinggi jika CEO adalah pemakai. mereka mungkin akan lebih puas dengan hasilnya. Kedua. dan banyak spesialis informasi yang tidak memahami tugas atau tanggung jawab pemakai. Hal ini memungkinkan bagian pelayaan informasi untuk mengembangkan sistem organisasional yang mungkin lebih menjadi muatan kerja yang menumpuk selama beberapa bulan atau tahun. perusaaa akan memperoleh keuntungan dengan memindahkan beberapa muatan kerja dari bagian pelayanan informasi kepada end-user. tidak dikutsertakannya spesialis informasi dalam proses pengembangan bisa mengatasi masalah yang telah menggangu pengimpleentasian sepanjang era komputer – yaitu komunikasi. maka ketika mereka mengembangkan sistem mereka sendiri. Mereka juga mempunyai perasaan memiliki – “ini adalah sistem saya. . Banyak pemakai yang tidak memahami jargon komputer yang diungkapkan spesialis informasi. Ia juga memungkinkannya lebih mempunyai waktu untuk memelihara sistem yang telah berada pada komputer. Karena para pemakai memahami kebutuhannya sendiri dengan lebh baik dari pada orang lain.” Hasil akhir dari kedua keuntungan tersebut adalah bahwa akan tercapainya tingkat keterampilan penggunaan komputer yang lebih tinggi. Pertama.

Weiss dari Universityt of Houston mengungkapkan berbagai risiko yang muncul selamasiklus hidup sistem. Maryam Alavi dari Universty of Maryland di College park dan Ira R.1 menyebutkan bebrapa risiko yang telah didentifikasi.1risiko dan kontrol end-user computing Life cycle phase Analysis Risiko Incompatible end-user tools Threats to data security and integrity Overanalisysand insufficient search for the solution Solving the wrong problem Little or no documentation Design Lack of oxtensive testing Possible control Hardware/software standards Policyfor end-user acces to coorporate database Provide user training in problem solving and modeling Involve analisys in the design process for review Enforce documentation standard Testing/validation “walkthrough” Auditor reviews Coomon application library Threats to data integrity Taxing the mainframe computer resource User training in data integrity issues Integrating EUC and DP planning Control of EUC growth through budgets and charge-backs Implementation Threat to security Password Physical acces control (restricted areas) Standards for backups Failure to document and test modification Maintenance review by analyst Periodic system review by user analysts RISIKO DARI END-USER COMPUTING Perolehan keuntungan dari end-user computing pasti disertai dengan risiko-risiko. Paling tidak satu mekanisme kontrol dapat diimplementasikan untuk mengatasi risiko tersebut. Tabel 19. .Tabel 19.

dan memberikan kemampuan read-only. Kaitannya dengan point ini. Hanya 4 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut yang tidak mengijinkan sama sekali pemakai melakukan akses ke semua file. 19 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut menetapkan kontrol minimum dengan memberi keleluasan kepada pemakai untuk memilih peralatan (hardware dan software) dari daftar yag telah disediakan. Tak ada perusahaan yang memberi kebebasan kepada pemakainya untuk mendapatkan akses yang tak terbatas dengan membaca dari dan menulis ke semua file. bila pemakai diberi keleluasan untuk menerapkan apa yang menjadi pertimbangannya sendiri. Munro.Salah satu kekhawatiran.1. akses untuk mengkopy file. Huff. dan Moore menemukan bahwa perusahaan yang menjadi obyek studinya mengontrol pembelian mikrokomputer. 21 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut melakukan kontrol seketat mungkin dengan cara menetukan hanya satu peralatan dari suatu pabrikan yang bisa diterima. berkenaan dengan pengontrolan keamanan dengan cara membatasi akses pemakai ke database sentral. Sebagian besar perusahaan mengikuti kebijaksanaan yang moderat (tidak berlebih-lebihan) dengan memberika keleluasan pemakai untuk mengakses file tertentu. Perusahaan dapat mencegah terjadinya hal ini dengan menetapkan standar untuk pemerolehan hardware dan software. dan penemuan mereka. Munro. Huff dan Moore juga menyangsikan perusahaan-perusahaan tersebut. Mayoritas dari perusahaan-perusahaan tersebut (60 persen) melakukan kebijaksanaan yang tidak berlebihan dengan juga menerima peralatan dari pabrik tertentu lainnya. Inilah risiko analis yang pertama yang ada dalam tabel tersebut. Tak ada dari perusahaan-perusahaan tersebut yang mengijinkan pemakainya untuk mendapatkan peralatan secara bebas. Risiko analisis yang kedua. yang terlihat pada tabel 19. adalah bahwa pemakai akan merancang hardware campuran yang tidak dapat diinterface dan menerapkan software yang tidak dapat digunakan secara bersama-sama. .

dan juga meliputi software. Suatu strategi yang telah terkenal adalah penetapan atau pembangunan pusat informasi. Sedangkan yang . ini merupakan pemecahan yang dapatdiimplemestasikan dengan cepat. namun juga harus menetapkan kontrol untuk memastikan bahwa penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan. Pada bagian dibawah ini. mikros. 4GL. Kolom sebelah kanan pada tabel 19. Sumber-sumber tersebut meliputi hardware. Sutu contoh perubahan yang mendasar ini adalahbahwa pelayanan informasi melepaskan tugas sebagai pemrosesan dan ia diberi tugas khusus untuk mengontrol jaringan. yang ditugaskan untuk membantu pemakai dalam mengembangkan atau membuat sistemnya. STRATEGI END-USER COMPUTING Tugas perusahaan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan end-user computing yang memberikan fleksibilitas kepada pemakai untuk melekukan inovasi dalam penggunaan komputer. DBMS. namun hal ini harus diikuti oleh perubahan-perubahan yang mendasar dari sifat-sifat yang telah permanen. printer.1 memberikan gambaran mengenai berbagai macam kontrol yang ada. dan ide tersebut secara cepat tersebarke berbagai perusahaan-perusahaan. dan paket grafik. yaitu hanya dikelola oleh satu orang. kita akan membahas dua strategi tersebut. seperti terminal. PUSAT INFORMASI Information center (pusat informasi) adalah area dalam perusahaan yang berisi sumbersumber komputerisasi yang perlu dikembangkan oleh pemakai dan dengan aplikasinya sendiri. Disitu terdapat pula spesialis informasi.Dengan cara ini perusahaan menetapkan kebijaksanaan untuk mencapai tingkat kontrol bagi tiap risiko seperti yang dikehendakinya. seperti paket spreadsheet elektronik. Tujuan dari hal ini adalah agar pemakai mendapatkan kepuasan dalam menggunakan komputer. plotter. Beberapa pusatnya bersifat sangat sederhana. IBM Canada dianggap yang membangun pusat komputer yang pertama pada tahun1974. letter-quality.

Rata-rata ada 8 spesialis yang menjadi staff di satu pusat informasi itu. Strategi yagmungkin dengan menugaskan mereka delam area perusahaan yang ketinggalzn dalam menggunakan komputer.14Empat kebijaksanaan komputerisasi desentralisasi . Itulah yang terjadi di Quaker Oats. Gambar 19.lain memiliki lebih dari 50 spesialis yang dapat membantu para pemakai. Salah satu masalah yang berkaitan dengan pusat informasi ini adalah perelokasian para spesialis. Mereka dapat diberi berbagai tugas dalam perusahaan. dankurang dari tiga tahun. namun berbagai pusat yang sudah tua ditutup. Lebih dari dua ribu pemakai diberi pelatihan. para pemakai bisa mengembangkan apa yang menjadi kepuasannya dan mereka dapat emperoleh sumber-sumber mereka sendiri. Perusahaan merasa bahwa pusat-pusat tersebut memberikan kegunaan. Pusat informasinya dibuka pada tahun 1984. dan lebih dari 1200 mikros dan tiga ribu paket software telah diinstal. Pusat informasi yang baru dibuka setiap tahunnya. perusahaan tersebut mencapai tujuannya. dengan dipekerjakan di pelayanan informasi atau dipekerjakan di departemen pemakai.

namun pelayanan informasi mengembangkannyajuga. Aksis X menunjukkan bagaimana perusahaan mendistribusikan peralatan komputerisasinya .KONTROL JARINGAN Seorang profesor MIT dan konsultan. Ini berada di point C. namun pelayanan informasi yang memutuskan sistem yang akan dikembangkan tersebut. maka pemakai menjadi lebih mampu merancang dan mengembangkan sistemnya sendiri. Ia dapat memberika keleluasaan kepada pemakai untuk menentukan aplikasi mana yang ia ingin kembangkan. Segala sesuatunya telah dilakukan dalam pelayanan informasi sentral. Jauh sebelumnya. Bila perusahaan menaikan aksis Y dari gambar tersebu. dan aksis Y menunjukkan bagaimana perusahaan mendesentralisasi proses pengembangan sistemnya. Point awal dari ketiga aksis itu adalah gambaran tempat perusahaan pada waktu pertama kali menggunakan komputer. dan pelayana informasi tidak bisa mengatasi permintaan ini. Donovan menggambarkan penyebaran end-user computingdalam suatu organisasi dengan diagram tiga dimensi. John D. Strategi ini menggerakan perusahaan ke point B. tidak tergantung kepada unit pelayanan informasi sentralaksis Z juga menunjukkan bagaimana perusahaan mendesentralisasikan pembuatan keputusan mengenai sumber-sumberinformasinya – yaitu membuat keputusan. yang disebut Watchdog. Sebagian perusahaan telah bergerak ke point A. misalnyaperalatan yang bagaimana yang akan didapatkan dan aplikasi apa yang akan dikembangkan. . Disini. yang disebut sebagai Big brother (keluarga besar). peralatan didistribusikan. permintaan akan dukungan informasi meningkat begitu besar.14. yang diebut Helping Hand pelayana inforamsi juga membiarkan pemakai untuk mengembangkan sistemnya sendiri. perusahaan bisa melakukan salah satu dai tiga strategi dasar. yag terlihat pada gambar 19. Dalam situasi ini. Masalah yang dihadapi perusahaan ketika ia berada di point A adalah terjadinya momentum diman trend enduser computing muncul. namun pelayanan informasi masih mebuat keputusan dan mengembangkan sistem.

tujuan seharusnya tidak berada di point D. Tujuan CIO dan pelayanan informasi adalah terjadinya penyambungan atau hubungan dalam network. kita telah membahas beberapa topik – yaitu informasi point D. Agar pencapaian status network ini lancar. dan expert system? Secara realistis. seperti sistem informasi eksekutif dan expert system. Jika car diatas benar-benar dilakukan. Tanggung jawab utama pelayanan informasi adalah menghubungkan network ke sumber-sumber tersebut. mustahil bagi unit pelayanan informasi sentral untuk mengawasi segala sesuatu yang terjadi pada point Watchdog. nampaknya akan menarik. Bila penggunaan komputer meluas ke area-area lain.Menurut Donovan. bagaimana menggunakan informasi untuk mendapatkan . Donovan menyarankan bahwa CIO harus memelopori meninggalkan atau melepaskan sumber-sumber komputerisasi perusahaan dan membiarkannya agar dikontrol oleh departemen yang menggunakannya. maka siapa yang akan mengembangkan dan memelihara sistem pemrosesan data. tujuan terakhir dari perusahaan adalah mencapai point D. sumber-sumber komputerisasi diberikan dan pembuatan keputusan mengenai sumber-sumber tersebut didesentralisasi. maka akan lebih sulit bagi pelayanan informasi untuk memberikan semua bantuan yang dibutuhkan oleh point Helping Hand. Oleh karena itu. Juga. aplikasi OA berskala perusahaan. namun pada tempat yang mendekati Pelayanan informasi mungkin dapat melepaskan diri dari porsi besar sumber-sumber pemrosesan. Satu pertanyan mengenai aplikasi yang kita kemukakan sebelumnya maka tidak akan berlaku lagi bagi end-user computing. MENEMPATKAN MANAJEMEN SUMBER-SUMBER INFORMASI DALAM PERSPEKTIF Dalam membicarakan IRM. Jika pelayanan informasi melepaskan diri dari sumber-sumber pemrosesan. point Helping Hand dan Watchdog ini tidak memiliki tujuan jangka panjang yang berguna. MIS. Pada point ini. pengurusan sebagai sumber strategis.

termasuk informasi. eksekutif mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan sumber-sumber perusahaan. yang melibatkan semua eksekutif. Dalam setting lingkungan ini.15 menunjukkan bagaimana topik-topik tersebut bergabung bersama untuk membentuk IRM. namun juga meliputi pemasok dan elemen-elemen lain yang dapat mempengaruhi penampilan perusahaan. bekerja didalam kendala yang diakibatkan oleh lingkungan. Gamabr 19. CIO adalah peserta aktif dalam membuat perencanaan strategis ini. Pamahaman ini tidak hanya terbatas pada pelanggan atau pesaing. Hal ini dilakukan dengan cara bekerja sama dengan end-user dan pelayanan informasi yang mengelolanya. Dalam proses ini. Disini. sebaiknya perlu diingat bahwa CIO tidak mengembangkan atau membuat rencana sumber inforamsi sendiri. Pelayanan informasi menggunakan sumber-sumber tersebut untuk menghasilkan data dan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan secara keseluruhan. ini merupakan aktifitas perencanaa bersama. 4. Kemudian. kita dapat melihat dengan mudah peranan penting yang dilakukan oleh CIO. 2. Bila rencana strategis perusahaan telah ditetapkan. peranan CIO.keuntungan kompetitif. data dan informasi yang dihasilkan oleh sumber-sumber informasi tersebut memungkinkan perusahaan untuk menjalankan operasinya. End-user menggunakan sumber-sumber informasi untuk memecahkan masalahnya. dan memasok lingkungan dengan produk yang dibutuhkannya. eksekutif melakukan perencanaan jangka panjang untuk perusahaan. 3. Nomor-nomor yang ada pada gambar tersebut sesuai dengan nomor-nomor yang ada dibawah ini: 1. Perusahaan merespon terhadap kebutuhan lingkungan. pertimbangan sumber informasi dalam perecanaan jangka panjang perusahaan. pengimplementasian sumber informasi strategis dalam organisasi merupakan tanggung jawab CIO. Pada waktu membuat rancana ini. perencanaan strategis untuk sumber informasi. CIO (1) menampilkan sumber-sumber informasi perusahaan dalam perencaaan . dan end-user computing. eksekutif membuat rencana strategis untuk sumber-sumber informasi. Eksekutif perusahaan memahami persaingan yang ada pada lingkungan.

(2) merupakan sumber ahli dalam pengembangan strategis untuk sumbersumber informasi. . dimana ia dapat berfungsi dalam ketiga area.strategis. bahwa CO merupakan elemen kunci. Kita dapat menyimpulkan pembahasan kita mengenai IRM ini. dan (3) berperan pokok dalam pengimplentasian strategis informasi dalam perusahaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful