PNEUMONIA : ::: DEFINISI Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkhiolus terminalis yang mencakup

bronkhiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Istilah pneumonia lazim dioakai bila peradangan terjadi oleh proses infeksi akut yang merupakan penyebeb tersering, sedangkan istilah pneumonitis sering dipakai untuk proses non infeksi. PATOGENESIS Proses patogenesis pneumonia terkait 3 faktor yaitu keaadan atau (imunitas) inang, mikroorganisme yang menyerang pasien dan lingkungan yang beinteraksi satu sama lain. ETIOLOGI Cara terjadinya penularan berkaitan pula dengan dengan jenis kuman, misalnya infeksi melalui doplet sering disebabkan Streptococcus pneumoniae, melalui slang infus oleh staphylococcus aureus sedangkan infeksi pada saluran ventilator oleh P. aeruginosa dan Enterobacter. Pada masa kini terjadi perubahan pola mikroorganisme penyebab ISNBA (Infeksi Saluran Napas Bawah Akut) akibat adanya perubahan keadaan pasien seperti gangguan kekebalan dan penyakit kronik, polusi lingkungan, dan penggunaan antibiotik yang tidak tepat hingga menimbulkan perubahan karakteristik pada kuman. Etiologi pneumonia berbeda-beda pada berbagai tipe dari pneumonia, dan hal ini berdampak kepada obat yang akan di berikan. Mikroorganisme penyebab yang tersering adalah bakteri, yang jenisnya berbeda antar Negara, antara suatu daerah dengan daerah yang lainpada suatu Negara, diluar RS dan didalam RS. Karena itu perlu diketahui dengan baik pola kuman di suatu tempat. Etiologi Pneumonia Komunitas Pada PK rawat jalan pathogen tidak di ketahui pada 40% kasus,dilaporkan adanya Str. Pneumoniae pada (9-20%), M. pneumoniae (13-37%), Chlamydia pneumoniae (sp17%). Pada PK rawat diluar ICU. Pada 20-70% tidak diketahui penyebabnya. Str. Pneumoniae dijumpai 20-60%, H. influenzae (3-10%), dan oleh S. aureus, Gram negative enteric, M. pneumoniae, C. pneumoniae Legionella dan virus sebesar sp.10%. Kejadian infeksi antipikal mencapai 40-60%. Infeksi pathogen Gram negatif bias mencapai 10% terutama pada pasien dengan komorbiditas penyakit penyakit lain seperti tersebut diatas. Ps. Aeruginosa dilaporkan sebesar 4%. Patogen pada rawat inap di ICU. Sebanyak 10% dari PK dirawat diluar ICU, 50-60% tidak diketahui penyebabnya, sekitar 33% disebabkan Str. Pneumpniae. Disamping pathogen yang didapatkan pada pasien rawat inap nonICU, didapatkan peningkatan infeksi pathogen Gram negatif. Enterobactericae dijumpai pada 20%, 10-20% di antaranya oleh Ps. Aeruginosa terutama pada pasien bronkiektasis. Pada rumah jompo sering dijumpai S. aureus yang resisten methisilin (Methycilline resistant S. aureus-MRSA), bakteri gram negatif. M. tuberculosis dan virus tertentu. adenovirus, cyncytial virus (RSV) dan influenza. Etiologi Pneumonia Nosokomial Etiologi tergantung 3 faktor yaitu: tingkat berat sakit, adanya resiko untuk jenis pathogen tertentu, dan masa menjelang timbul onset pneumonia. PN juga tersering disebabkan oleh bakteri. PN awitan awal dalam kurung waktu 3hari yang kumannya sering pula didapat diluar RS, biasanya disebabkan oleh Streptococcus Pneumoniae (5-10%), M. catarrhalis (<5%) dan H. influenzae. PN awitan lanjut bila lebih dari 3hari, sering disebabkan oleh kuman Gram negatif aerob sebesar 60%, berupa P. aeruginosa, Enterobacter spp., K. pneumoniae, Serratia spp,; S aureus (20-25%).

dahak sedikit. Tanda-tanda fisis pada tipe pneumonia klasik bias sisapatkan berupa demam. muda . demam. influenza)penyakit kronik. batuk kering dan non productive. sakit kepala. malaise. Bagi kes Pneumonia yang disebabkan oleh virus. sesak napas . Pemeriksaan penunjang 1. pneumoniae. bronkopneumonia (segmewntal disease). dengan batuk. PN. dan pneumonia interstisial (Interstitial disease) oleh virus dan mikoplasma. Pemeriksaan Radiologis Pola radiologis dapat berupa pneumonia alveolar dengan gambaran air bronchogram (airspace disease) misalnya oleh streptococcus pneumoniae. tandatanda konsolidasi paru. legionella. • Hilang selera makan atau perut meragam. . Awitan akut biasanya oleh kuman pathogen seperti S. ia bermula sebagai batuk kering. Apabila keadaan semakin melarat. dewasa. c. tingkat berat penyakit. CMV. Awitan : cepat. b. c. sakit otot dan kelesuan. rumah jompo. d. perlahan. d. hijau. Bedakan lokasi infeksi : PK. Bukanlah sesuatu yang luar biasa sekiranya pesakit mendapat jangkitan virus selepas serangan jangkitan bakteria. Warna. DIAGNOSIS Penegakan diagnosis dibuat dengan maksud pengarahan kepada pemberian terapi yaitu dengan cara mencakup bentuk dan luas penyakit. kejang atau tidak sadar. pneumocystic carinii. Pneumonia virus ditandai dengan mialgia. pemeriksaan fisis yang teliti dan pemeriksaan penunjang. Mereka yang diserang bakteria Pneumonia lazimnya kelihatan sangat uzur. • Sakit dada terutama ketika batuk atau semasa menarik nafas yang dalam • Bernafas dengan cepat dan pendek. Evaluasi factor pasien/ predisposisi : PPOK (H. penurunan imunitas. Pemeriksaan Fisis a. Anamnesis Ditujukan untuk mengetahui kemungkinan kuman penyebab yang berhubungan dengan factor infeksi: a. akut dengan rusty coloured sputum. batuk mula mengeluarkan dahak dan pesakit mengalami kesukaran untuk bernafas. dan jumlah sputum penting untuk diperhatikan. konsistensi. Gejalanya berbeda-beda. • Batuk yang mengeluarkan dahak berwarna kuning.GEJALA-GEJALA Kadangkala Pneumonia ini mengelirukan. Usia pasien : bayi. • Berpeluh dan muka kelihatan merah. Gram negatif. Ia mungkin datang dalam bentuk selesema atau flu yang kemudiannya menjadi teruk. jamur. Diagnosis didasarkan pada riwayat penyakit yang lengkap. Pada pasien yang mengalami perbaikan . dan perkiraan jeenis kuman penyebab infeksi. Awitan lebih insidious dan ringan pada orang tua/ imunitas menurun akibat kuman yang kurang pathogen/ oportunistik. kecanduan obat bius. Gejalagejalanya termasuklah: • Demam (390-400C) dan menggigil. keperangan atau mungkin mengandungi darah (mukus dikeluarkan dari paru-paru). Mycobacterium. Inilah yang dikatakan jangkitan sekunder. Staphylococcus. streptokokus spp. b. • Kelesuan yang jauh teruk dari yang anda sangkakan. bergantung kepada jenis kuman yang menyerang.

aspirasi jarum transtorakal. orang tua atau lemah. Kultur kuman merupakan pemeriksaan utama pra terapi dan bermanfaat untuk terapi selanjutnya. Pemeriksaan Khusus Titer antibody terhadap virus. po. Didapatkan kuman berupa Str. Analisis gas darah dapat dilakukan untuk menilai tingkat hipoksia dan kebutuhan oksigen. Di Lab/SMF IP Dalam FKUP/RSHS di tahun 1990 telah dilakukan penelitian pemakaian roxythromycin. Pemeriksaan laboratorium Leukositosis umumnya menandai adanya infeksi bakteri. penyakit berat termasuk penyakit paru kronik. dan mikoplasma. Untuk PK usia <60 tahun. skor Aphace-II yang tinggi dan penyakit dasar yang dapat berakibat fatal perlu diberikan terapi pencegahan. Pada pasien yang gagal organ miultipel. leukosit normal/rendah dapat disebabkan oleh virus/mikoplasma atau pada infeksi yang berat sehingga tidak terjadi respons leukosit. seperti halnya obat golongan makrolid.klinis ulangan foto dada dapat ditunda karena resolusi pneumonia berlangsung 4-12 minggu. Pneumonia Nosokomial Pencegahan PN berkaitan erat dengan prinsip umum pencegahan infeksi dengan cara penggunaan peralatan invasif yang tepat. 2. . hati. yaitu antara lain dengan pembatasan pemakaian selang nasogastrik atau endotrakeal atau pemakaian obat sitoprotektif sebagai pengganti antagonis H2 dan antasid. pneumonia. Quellung test dan Z. 4. Kuman yang predominan pada sputum yang disertai PMN yang kemungkinan merupakan penyebab infeksi. Perlu dilakukan terapi agresif tethadap penyakit pasien yang akut atau dasar. ginjal dan jantung. Didapat hasil penyembuhan sebesar 90% kasus yang diteliti terdiri bronkopneumonia/pneumonia. torakosentesis. Beberapa dapat dikoreksi untuk mengurangi terjadinya PN. adanya penyakit dasar dan tempat rawat pasien. dan usia diatas 65 tahun. 3. Nilai diagnostic jika titer tinggi atau ada kenaikan titer 4kali. tanpa penyakit dasar dianjurkan sefalosporin generasi 2. dan dosis yang tepat. betalaktam + antibetalakta-mase atau makroid. suatu AB golongan makrolid terhadap 20 penderita ISNBA yang dirawat nginap. Burri Gin. Dapat dijumpai beberapa Pendekatan terapi : 1) Anjuran American Thoracic Society (1993) ATS membagi PK untuk terapi empiris atas 4 kelompok berdasarkan usia. Untuk tujuan terapi empiris dilakukan pemeriksaan apus Gram. Faal hati mungkin terganggu. pilihan AB yang tepat. aspirasi nasotrakeal/transtrakeal. dalam jangka waktu yang tepat dan pengertian patogenesis penderita secara tepat. PENCEGAHAN Pneumonia Komunitas Diluar negeri dianjurkan pemberian vaksinasi influenza dan pneumokokus terhadap orang dengan resiko tinggi.nielsen. bronkoskopi atau biopsy. legionela. darah. PENGOBATAN Terapi pneumonia dilandaskan pada diagnosis empirik berupa AB untuk mengeradikasi MO yang diduga sebagai kausalnya. pneumonia adalah obat yang bisa berakumulasi intraseluler di samping ekstraseluler. Dalam pemakaian AB selalu harus dipakai pola berfikir "Panca Tepat" yaitu diagnosis tepat. Leukopania menunjukkan depresi imunitas. misalnya pasien dengan gangguan imunologis. bronkitis eksaserbasi akut dan bronkiektasis terinfeksi. Pemeriksaan Bakteriologis Bahan berasal dari sputum. Terdapat berbagai factor terjadinya PN. AB yang bermanfaat untuk mengobati kuman intraseluler seperti halnya pada PA oleh kelompok M. Dari berbagai resiko tersebut beberapa factor penting tidak bisa dikoreksi. Disamping itu vaksinasi juga diberikan untuk penghuni rumah jompo atau rumah penampungan penyakit kronik.

apakah kuman atipik yang intraseluler. 1990. Klebs pneumonia. sefalosporin. dan E.pdf .infosihat. yang tersering disebabkan oleh Str. karena itu pada PK yang berobat jalan dapat digunakan makrolid.Streptococcus spp. Stark.my/PDF%20Penyakit/PNEUMONIA. John. Jakarta : Balai pemerbit FKUI 2.pdf 5. pneumonia. 3. sefalosporin. Jakarta: Balai Penerbit FKUI 3. aminoglikosida Virus__ Ribavirin. 2006. makrolide Haemophillus__Sefalosporin gen. Dahlan. dan pola kuman yang mempengaruhinya. Manual Ilmu Penyakit Paru.gov. Staphylococcus sp menghasilkan B laktamase.. http://www. Dalam upaya pemberian antibiotika sebagai terapi utama pada pneumonia. Dahlan. maka diagnosis atau klasifikasi pneumonia yang digunakan haruslah bisa sebaik mungkin mengarahkan kepada pengenalan kuman kausal.. zul. makin jarang dijumpai pneumonia tipikal yang dulu dikenal dengan gambaran khas dalam gambaran klinik radiologik maupun patologi. dan tuntas dengan pemberian penisilin. Buku Ajar Almu Penyakit Dalam. Makin banyak dijumpai pneumonia dengan gambaran yang tidak khas karena semakin besar pengaruh faktor lingkungan. AB yang dipilih harus mencakup kedua tipe kuman. coli 2) Berdasarkan diagnosis empirik kuman penyebab Pada Tabel 7 dapat dilihat petunjuk pemakaian AB untuk pneumonia yang didapat di masyarakat. Buku Ajar Ilmu Penyakit Bedah Edisi 3. Hemophilus dan Staphylococcus. antibiotika yang pernah didapatnya. amantadine (setelah identifikasi virus) Kuman opportunis__ Sesuai diagnosis Dalam memilih AB untuk PK perlu diingat : a) Sebanyak 69-100% kuman penyebab PK berupa Hemophilus spp. kondisi sehat-sakit pasien. kuman patogen ataupun mikroorganisme lain. 2001. Antibiotika pada pneumonia komunitas Mikroorganisme Antibiotika Pneumococcus_Penisilin. makrolide Legionella_ Makrolide Mycoplasma___ Tetrasiklin. Petunjuk ini tentu harus disesuaikan dengan pola distribusi geografis kuman di daerah yang bersangkutan Tabel 7. REFERENSI 1. http://www. zul. baik yang disebabkan kuman intraseluler ataupun kuman patogen lain.org/seattle/events/tsunamirelief/resources/reliefworkers-bahasa-indonesian. PENUTUP Pola klinik dan gambaran radiologi pneumonia telah berubah. b) Konsentrasi makrolide di jaringan dan paru lebih tinggi dari plasma hingga kadarnya dapat mencapai level yang cukup untuk mikoplasma. Jakarta: Binarupa Aksara 4. Hal ini memerlukan kecermatan mengenal etiologi. makrolide Anaerob___ Metronidazole Kuman Gr (-)__ sefalosporin.ashanet. amoxyc/clavulanic Staphyloccus___ Flucloxacilin.

chicken-pox (cacar air) 3. dari infeksi di organ tubuh yang lain Migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru. Yang sering menjadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus. Pada usia sekolah.penerima organ cangkokan) Gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS). pneumokokus. Hemophilus influenzae atau kombinasi ketiganya. Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada dewasa): • • • • Streptococcus pneumoniae Staphylococcus aureus Legionella Hemophilus influenzae 2. Pneumonia pada orang dewasa paling sering disebabkan oleh bakteri. Beberapa orang yang rentan (mudah terkena) pneumonia adalah: • • • • • • • Pneumonia juga bisa terjadi setelah pembedahan (terutama pembedahan perut) atau cedera (terutama cedera dada). virus maupun jamur. Penyebab pneumonia adalah: 1. dan puncaknya terjadi pada umur 2-3 tahun. Organisme mirip bakteri: Mycoplasma pneumoniae (terutama pada anak-anak dan dewasa muda) 4. Pneumonia pada anak-anak paling sering disebabkan oleh virus pernafasan. sebagai akibat dari dangkalnya pernafasan. Peminum alkohol Perokok Penderita diabetes Penderita gagal jantung Penderita penyakit paru obstruktif menahun Gangguan sistem kekebalan karena obat tertentu (penderita kanker. gangguan terhadap kemampuan batuk dan lendir yang tertahan. Jamur tertentu. yang tersering yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae pneumococcus). Virus: virus influenza. . pneumonia paling sering disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae.PNEUMONIA 1 1/22/2007 Definisi Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui: • • • Inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar Aliran darah.

Pemeriksaan penunjang: • • • • Rontgen dada Pembiakan dahak Hitung jenis darah Gas darah arteri. kemungkinannya terjadinya infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik adalah lebih besar. kehijauan atau seperti nanah) nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk) menggigil demam mudah merasa lelah sesak nafas sakit kepala nafsu makan berkurang mual dan muntah merasa tidak enak badan kekakuan sendi kekakuan otot. Pneumonia yang didapat di rumah sakit cenderung bersifat lebih serius karena pada saat menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satu diantaranya adalah berdasarkan cara diperolehnya. yaitu "community-acquired" (diperoleh diluar institusi kesehatan) dan "hospital-acquired" (diperoleh di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya). Selain itu. Pneumonia yang didapat diluar institusi kesehatan paling sering disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. kulit lembab batuk darah pernafasan yang cepat cemas. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan: • • • • • Diagnosa Pada pemeriksaan dada dengan menggunakan stetoskop. tegang nyeri perut. dibagi menjadi 2 kelompok. sistem pertahanan tubuh penderita untuk melawan infeksi seringkali terganggu.Pneumonia dikelompokkan berdasarkan sejumlah sistem yang berlainan. akan terdengar suara ronki. stres. Gejala Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah: • • • • • • • • • • • • batuk berdahak (dahaknya seperti lendir. .

Kebanyakan penderita akan memberikan respon terhadap pengobatan dan keadaannya membaik dalam waktu 2 minggu. bisa diberikan antibiotik per-oral (lewat mulut) dan tetap tinggal di rumah. Pencegahan Untuk orang-orang yang rentan terhadap pneumonia. latihan bernafas dalam dan terapi untuk membuang dahak. .Pengobatan Kepada penderita yang penyakitnya tidak terlalu berat. Vaksinasi bisa membantu mencegah beberapa jenis pneumonia pada anak-anak dan orang dewasa yang beresiko tinggi: • • • Vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus pneumoniae) Vaksin flu Vaksin Hib (untuk mencegah pneumonia karena Haemophilus influenzae type b). Penderita yang lebih tua dan penderita dengan sesak nafas atau dengan penyakit jantung atau paru-paru lainnya. harus dirawat dan antibiotik diberikan melalui infus. Mungkin perlu diberikan oksigen tambahan. cairan intravena dan alat bantu nafas mekanik. bisa membantu mencegah terjadinya pneumonia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful