BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007).

Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang – kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah “ Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011”.

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori – teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

D. Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. rumusan masalah. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar belakang. persalinan BBL normal. - BAB V : Penutup : Menguraikan kesimpulan dan saran . tinjaun medis normal. dan nifas normal - BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan kebidanan dengan SOAP - BAB IV : Pembahasan ::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus. E. tujuan dan ruang lingkup. BAB II : Tinjauan Teori ::Menguraikan tentang. E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011”. manfaat. sistematika penulisan dan kehamilan normal.

Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan. 3. Manfaat Penulisan 1. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. nifas dan BBL. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. . Engkay S Chandra a. 2. nifas dan BBL normal.F. Bagi BPS. Dapat membantu kegiatan program kehamilan. b. persalinan. persalinan.

BAB II TINJAUAN TEORI A. Triwulan pertama (0 – 12 minggu) Triwulan kedua (12 – 28 minggu) Triwulan ketiga (28 – 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). TEORI KEHAMILAN 1. c. 2002 ). Kehamilam 28 . Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. b. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo.

Mengkonsultasikan kesehatan fisik. dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 2. d. Menjaga hubungan yang harmonis. Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi . Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a. b. Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan berbagai persiapan sebagai berikut : a. 3. g. i. Faktor Fisik b. c. Menanamkan pola hidup sehat. f. Mengkonsultasikan faktor genetik. Memeriksa darah. Mempersiapkan tabungan. Mengatur asupan nutrisi. e. h. Bersikap teliti terhadap obat-obatan. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan). Mencatat kondisi kesehatan.dan 36 minggu disebut premature. Faktor Psikologis terdiri dari : 1) Stressor 2) Dukungan keluarga c.

minggu. Miksi sering. Sulit BAB. Pingsan. Anoreksia. Payudara besar dan tegang. Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher. 3) Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan . 2) Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus menyebabkan cekungan. Terjadi pada kehamilan 6-8 SBR. Lelah. Tanda dugaan hamil a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) Menstruasi terlambat.4. Varises. Tanda-tanda Kehamilan a. b. muka. Epulsi. Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar. dan areola. Mual muntah. Ngidam. Tidak tahan terhadap bau-bauan.

.(livid) atau purplish (ungu). 6) Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan mudah ditekuk pada pertemuannya. tidak sakit. Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu. Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks. 9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu. biasanya terasa oleh ibu pada kehamilan 16-20 minggu. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin. tengah didaerah antara uterus dan serviks. Mulai dapat diraba pada minggu ke-18. Muncul pada minggu ke-4. 8) Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan. semakin meningkat frekuensinya pada TM III. 10) Test kehamilan (+). ireguler ringan. 4) Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. 7) Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal. Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu. 5) Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior. c.

b. . Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia. Pada minggu ke-5 feta pole sudah tampak. Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya. Tampak pada minggu 12-14. 2) Perencanaan persalinan. Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a. 5. 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. Normal frekuensinya 120-160 x/menit. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG. 3) Terdengar adanya DJJ.2) Terasa adanya bagian-bagian janin. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. biasanya dengan fetoscope terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu. Antenatal Care Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir.

Pemberian imunisasi TT lengkap.1 Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Kunjungan Kunjungan I √ √ √ √ II √ Kunjungan III √ Kunjungan IV . MAP. f.protein urine. Tes terhadap penyakit menular seksual. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III. tindak lanjut Table 2. gemelli. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi. j. Pelayanan “7 T” : a. Tilai status gizi i. b. c. Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. Ukur Tekanan darah. 3) Mengulangi perencanaan persalinan. Timbang berat badan.haemoglobin. Tes lab (glukosa. c. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan. d.2) Penampisan preeklampsia. Tilai presentasi dan Djj Temu wicara. Ukur Tinggi fundus uteri. e. temuan kasus. g.golongan darah) h.

2 . Lain jika indikasi ada Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi √ 90 Tablet √ TT2 Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi √ √ Memperkua ada t ada Jika indikasi √ √ √ Tabel 2.Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium √ √ √ √ √ Jika indikasi √ Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada ada indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab.

d. e. c. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. Proses Kehamilan % perlindungan 80 95 99 99 thn/seumur . Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin. dan social ibu dan bayi. Memepersiapkan persalinan cukup bulan. 7. Tujuan antenatalcare a.mental. termasuk riwayat penyakit secara umum. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. f. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif. kebidanaan dan pembedahan.Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 6. melahirkan dengan selamat.

Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium. peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang 1) 2) Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) Dengan pengaruh FSH. - Gerak dari tuba yang mendekati ovarium Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi Peristaltik tuba makin aktif Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus . frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli.Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: a. 3) Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi. 4) Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi b.

dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis. Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti . yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc. Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks 1) 2) 3) 4) 5) Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus Menjadi spermatosit pertama Menjadi spermatosit kedua Menjadi spermatid Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra. proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism 3) Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus. pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma. 2) Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba. c.1) Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus . hipotalamus. endometrium. dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi. hipofisis. hipofisis.

diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi. spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari. 2) Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus 3) Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida. tertutup sel yang mempunyai silia Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba a) b) c) 5) Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam . d. nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida 4) Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba Tempat yang paling luas Dinding penuh jongjot. mengandung energi sehingga dapat bergerak. Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor 3) Ekor : Pajang sekitar 10 kali kepala. proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : 1) Ovum yang di lepaskan proses ovulasi.

masuk melalui konalis serulkalis dengan kekuatan sendiri b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari “ upoproteinya” sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis f) korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase g) melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum. ekornya lepas dan tertinggal di luar i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi e.a) spermatozoa di tumpahkan. Proses Nidasi Atau Implantasi .

sementara itu fase . Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut “blastula” perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi .Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”sehingga pronokluesnya menjadi “haploid” pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita. mampu mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum. hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti. terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya. Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0.1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam.

akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis. f. . setelah konsepsi. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium. Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass. entoderm. kantungan ammion dan embrio padat dan perkembangan menjadi tali pusat. Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk. Sel tropoblas yang meliputi “perimer villi korealis” melakukan destruksi enzimatik proteolitik. plat embrio terdiri dari undur ectoderm.sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. dan meroderm. mungkin terjadi. hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7.

5 cm Perkembangan a. Kepala fleksi ke dada b. Hidung. sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2. memberikan nutrisi. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah. Kelopak mata terbentuk b. pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu. 2. Genetalis jelas terbentuk Masa Fetus . Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a. mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi. g. Pertumbuhan dan Perkembangan janin.Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat. yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa. sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi. Tabel. fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya. kuping dan jari terbentuk c.

Menentukan Usia Kehamilan .4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (± 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk pubis ½ sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari ↑ umbilikus minggu = Cm (± 2 cm) 28 cm (± 2 cm) ½ umbilicus – Px Usia kehamilan dalam 2 jari ↓ Px minggu = Cm (± 2 cm) 36 Cm (± 2 cm) Pada Px 9. Kulit merah tipis b. Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2.16 Minggu 16-18 cm a. desi dua pemtalis dan kopsularis 20 Minggu 25 cm menghilang melekat a.Kelopak mata jelas. Menyempurnakan janin Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm 8.Uterus telah penuh. alis dan bulu 24 Minngu 30-32 cm tampak a. Kulit tebal dengan rambut lanugo b. Berat 1000 gram b.

c. Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda. Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi. Tanggal menstruasi terakhir + 7. Perubahan Fisik Selama Hamil a.Kehamilan dihitung dalam minggu. 10. Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. Bulan menstruasi teakhir – 3. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32. b. Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %. Tahun menstruasi terakhir + 1. Peningkatan curah jantung . b. Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit).

Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. Akibat pengaruh estrogen payudara membesar ukurannya. putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. d. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi . Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu.Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim. Pada akhir kehamilan. Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. Terdapat peningkatan ukuran. Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %. c. modulus dan sensitifitas. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan menimbulkan rasa sakit.

Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. obstipasi dan emesis / morning sickness. System pencernaan Salivasi meningkat pada TM I. Otot-otot usus relaks. e. Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Otot pelvis renalis dan ureter relaks. Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). sehingga terjadi dilatasi. Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron. Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam. .perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. Dimulut. Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. f. Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri.

g. Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. Hormon yang utama dihasilkan . Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih). Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu. h. Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi. Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan. Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah. Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen.

5 Kg. Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6. berdebar (palpitasi). Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan. 11.5-16.plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada. kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. Jika berat badan sebelumnya normal. i. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat. Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan .

Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan. Keluhan Selama Hamil Trimester III a. Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik. Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti.bayinya. Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang . takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil. Ibu merasa aneh dan jelek. Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III. 12. Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya.Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. Cara Meringankan 1) 2) hangat/sesak 3) Tanda Bahaya Hindari berbaring dalam posisi terlentang. dll. takut menghadapi persalinan. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodynamis 2) 3) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai hypoglikemia.

Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah. b.Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III. Payudara besar dan tegang 1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak. Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan . air dan garam pada payudara 2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan.1) 2) 3) Etiologi Kehilangan kesadaran Disertai gejala anemia.

Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong Istirahat cukup Senam Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Pengobatan Buang air besar segera setelah ada dorongan. cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari. c.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Dysuria Oliguria Aspmptomatic bacteriuria. Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus.4) Batasi minum kopi. . teh.

Cara Meringankan 1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak.Keputihan Definisi Terjadi pada TM I. TM III. Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak . d.Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Rasa nyeri hebat di abdomen Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis). TM II. Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.

kompres es/ sizt bath . 5) Statis. e. gravitasi.2) 3) 4) 5) Bau menyengat Berwarna kuning / abu-abu Pengeluaran cairan Pendarahan pervaginam. Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah. tekanan vena panggul. pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan 1) 2) 3) Pengobatan Salep tropikal Hindari konstipasi Makan makanan yang berserat Gunakan kompres hangat.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III. kongesti vena.

Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 33-36 minggu. Gunakan tekhnik relaksasi Gunakan tekhnik relaksasi progesif Mandi air hangat Minum minuman hangat sebelum tidur Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi Tanda Bahaya . Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan. gunakan vistaril dan seconal.Tanda Bahaya Thrombi f. 2) Bangun tengah malam Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) 5) sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek.

Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1.1) 2) Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi. Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba. c.8 100 400-800 2. Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a. 13. TEORI PERSALINAN 1. d. .5 15 600 1.5 18 B. 1998: 157). b.

Berdasarkan tuanya umur kehamilan : Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan . 2. Bentuk Persalinan a. : 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri. 2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum. melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. b. lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo. 3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah dilakukan perangsangan. 1998: 94).Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). 2006: 100). Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar.

5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. 3. dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr. sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS. janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr.1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable). janin matur dengan berat badan > 2500 Gr. Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti. Teori Keregangan . 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu. 2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr. Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a. 4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu. dan janin postmatur.

. 3) Setelah melewati batas tersebut. 4) Contohnya. sehingga menimbulkan proses persalinan.kira 1 – 2 minggu sebelum partus. sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi. 2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu.pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. 2) Produsi progesteron mengalami penurunan. b. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat. 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira. Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otototot uterus.1) Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai.

Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior.lebih-lebih sewaktu partus. e. . 2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron dapat akibat tuanya kehamilan maka oksitosin meningkatkan aktifitas. Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis 1) teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat.c. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan.sehingga persalinan dapat dimulai.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973. d. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks.

kontraksi uterus dapat dibangkitkan. Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a. Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar. Passege (jalan lahir) 1) 2) b. Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan. hal : 160 ).f. 4.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998. Faktor lainnya Tekanan pada ganglion ini tertekan. . g. Panggul Jalan lahir lunak Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker. ( Ida Bagus Gde Manuaba.

fisik maupun psikis His yang baik : a) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus b) Kekuatan didominasi didaerah fundus c) Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi .Sifat his : a) Setelah kontraksi : (1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat (1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya (1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) b) c) d) e) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu Intermitten Terasa sakit Terkoordinasi dan simetris Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia.

tidak teratur (2) Menyebabkan “Blody Show” b) His Pembukaan (1) Kuat. Ostium interna dan ekterna pun terbuka. terkoordinasi. teratur. Yang perlu diperhatikan yaitu : a) b) c) Lamanya : 45-75 detik : 40 mmHg : 10 menit sekali Intensitasnya Interval Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat.d) Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his e) Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar. teratur. simetris. lama (2) Disertai keinginan mengedan d) His Pelepasan Uri e) His Pengiring/ His Royan . menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap c) His Pengeluaran (1) Kuat.

mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah. Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks His Persalinan Teratur Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka His Palsu Tidak teratur Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap 2) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya.Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras. padat. Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong . kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin. b) Pada ibu c) Pada janin : rasa nyeri. hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka.

5. selang IV. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. Jelaskan kepada . dll) bersama ibu ketempat rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan. 2) A (Alat) : bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan. alat resusitasi. 3) K (Keluarga) : beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu dan/bayi perlu dirujuk. Rujukan 1) B (Bidan) : pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan. Pencegahan Infeksi d. Membuat Keputusan Klinik b. nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e. Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c.

Obatobatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan. 6) K (Kendaraan) : siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman. pastikan kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat. Selain itu. 4) S (Surat) : berikan surat ketempat rujukan. asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir. Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan. .mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. 5) O (Obat) : bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan.

Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana. Penolong persalinan c. Plasenta (dimana plasenta akan diurus) . Transportasi d. 8) DA (Donor Darah) : siapkan donor darah untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu persalinan. Penghilang rasa nyeri e. 6. 2001: 115) : a.7) U (Uang) : ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan. Tempat persalinan b. Pendamping persalinan f.

Tanda Permulaan Persalinan Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki “minggunya” yang disebut kala pendahuluan “Preparatory stage of labour”. Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung. 3) Tanda awal Tanda awal persalinan berupa “Show/ Blody Show” yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur.7. Tanda-Tanda Persalinan a. . 1) Lightening/ settling/ dropping Disertai adanya tanda : a) b) Peningkatan frekuensi BAK Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada seluruh pelvis c) d) 2) Kram pada kaki Peningkatan statis vena Persalinan palsu Disebut juga Braxcton Hick. durasinya pendek (< 45 detik). Sering ditemukan pada akhir kehamilan (±3-4 minggu). Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang.

Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri .Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan b. Tanda Inpartu 1) Dorongan meneran 2) Tekanan anus 3) Perineum menonjol 4) Vulva membuka 8.

Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. dkk. resume keadaan umum ibu dan bayi. 1999). plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap.a. c. d. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus. Kala ini merupakan stadium ekspulsi janin. Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa. . Kala II pada primi berlangsung selama 1.5-2 jam sedangkan pada multi ½-1 jam. perdarahan. kandung kemih harus kosong. luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) 2) Fase laten Fase aktif a) b) c) Periode akselerasi Periode dilatasi maksimal Periode deselerasi b.

c. e. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika ibu tampak kesakitan : Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam). Jika pasien berkeringat : Beri kipas. Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien b. 1) Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri.9. 1) 2) d. AC . Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : Menutup tirai Menghadirkan keluarga Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga. Rencana Kala I a. f.

h. Perbolehkan mandi. Memenuhi kebutuhan energi Sarankan ibu berkemih sesering mungkin Melakukan pemantauan 10. Penurunan Kepala (Desensus) Gerakan bagian presentasi melewati panggul.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai.pada kebanyakan nullipara. b.tekanan lansung kontraksi fundus pada janin.terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya. i.penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul.dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua .yaitu:tekanan pada cairan amnion.hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang.2) g. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a.sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul.

dengan fleksi.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis.hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir.dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin.5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul.ketika oksoput berputar kearah posterior. e.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah. saat kepala janin mulai muncul melalui introitus. Putaran dalam (Rotasi internal). d.kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul. Ekstensi.dinding panggul atau dasar panggul.akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis. Fleksi Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise.suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9.setiap kali terjadi kontraksi.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase. Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika.kemudian kepala muncul keluar akibat . c.kepala akan defleksi kearah anterior.persalinan.

Asuhan Kebidanan Pada Persalinan Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak gelisah.Ektensi : pertama-tama oksiput. Ekspulsi segera setelah rotasi eksterna.bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis. f. h. .dan perineum segera teregang oleh bahu belakang.Dengan demikian.bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir.kemudian wajah.kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu. Restitusi Setelah kepala lahir.Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya.2005:247).dan akhirnya Dagu. g.dengan cepat diikuti oleh bahu posterior. 11.bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul. Putaran Luar (Rotasi Eksternal) Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin.setelah kedua bahu tersebut. ketakutan dan kesakitan.sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak.kepala dapat terlihat lebih lanjut.

)c )d Sarankan ibu untuk berjalan Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. (1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan. menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi. dukungan/asuhan yang dapat diberikan )a )b Lakukan perubahan posisi Posisi sesuai dengan keinginan ibu. antara lain menggunakan penutup atau . c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan. tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri. )e Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kesanggupannya )f Ajarkan kepadanya teknik bernafas.a) b) Berikan dukungan dan yakinkan dirinya Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. ibu diminta untuk menarik nafas panjang.

suhu badan. penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten). kontraksi. dan setelah selaput . (7) Lakukan pemantauan : tekanan darah. nadi. (4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a) (b) Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar Manggunakan kipas biasa Menganjurkan ibu untuk mandi (c) sebelumnya. Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan. pembukaan serviks.tirai. (3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar. denyut jantung janin. tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan. (6) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. berikan cukup minum. (5) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi.

ketuban pecah. b) Menawarkan minum. mengipasi dan memijit ibu. 2) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan 3) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu. dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 4) Mengatur posisi ibu.dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging . Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman.

kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi. Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir 2) Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit.c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri. 6) Memberikan cukup minum : memberi tenaga. Rencana asuhan pada kala III 1) Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera. 3) Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh. berikan oxytocin 10 unit. . mudah mengedan. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga. 5) Menjaga kandung kemih tetap kosong. ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin. b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. dan mencegah dehidrasi.

Jika kontraksi tidak kuat. Rencana asuhan pada kala IV 1) Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah a. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya. 4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. 2) Periksa tekanan darah. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua 1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua: . Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin. 3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua. bantu ibu pada posisi yang nyaman Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu. 2002 : N8) 12. nadi. 5) 6) Biarkan ibu istirahat.4) Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi. massage uterus sampai menjadi keras.

3) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih. . b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vaginanya. 4) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai didalam partus set.a) Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran. bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir.mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering. Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 2) Pastikan kelengkapan peralatan. d) b. 5) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam. 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras. Vulva dan sfingter ani membuka. c) Perineum tampak menonjol.

8) Dengan menggunakan teknik aseptik.5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan .menyekanya dengan hati-hati dari depan kebelakang dengan menggunakan desinfeksi tingkat kapas atau kassa yang sudah dibasahi air tinggi.bila selaput ketubanan belum pecah. c.membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar.membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang.melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap. sedangkan pembukaan sudah lengkap.6) Menghisap oksitosin 10 Unit kedalam tabung suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik.mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi).perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu. Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 7) Membersihkan vulpa dan perineum.lakukan amniotomi 9) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0.jika mulut vagina.

14) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran.mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan. 15) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara benar.5% selama 10 menit. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Bimbingan Meneran Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap Proses 13) dan keadaan janin baik. 10) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit).membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya.klorin 0. d. 11) normal . . 12) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf.melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada.

(pada saat ada his. 17) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran. c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi.mendukung dan memberi semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. . e) f) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum). g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida).16) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran. Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai. d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat kepada ibu.bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ). b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama).

18)

Menganjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau

mengambil posisi yang nyaman,jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. e. 19) Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan

bayi)diperut ibu,jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.
20)

Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian,dibawah

bokong ibu 21) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali

kelengkapan alat dan bahan. 22) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan.

Lahirnya kepala 23) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm

membuka vulva maka,lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal. 24) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan

ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi,dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. 25) jika tali pusat melilit leher secara longgar,lepaskan lewat bagian atas kepala bayi.

26) Jika tali pusat melilit leher secara kuat,klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem. 27) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar

secara spontan. Lahirnya bahu 28) Setelah kepala mengadakan paksi luar,pegang untuk meneran saat

secara bipariental,anjurkan ibu

kontraksi.dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. Lahirnya badan dan tungkai 29) setelah kedua bahu kedua lahir,geser tangan bawah

kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala,lengan dan siku sebelah bawah.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas. 30) setelah tubuh dan lengan lahir,penelusuran tangan

atas berlanjut kepunggung,bokong tungkai dan kaki,pegang kedua mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masing-masing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya. Menejement aktif kala III 31) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10

cm dari vulva.

32) ibu,ditepi

Letakan satu lengan diatas kain pada perut atas simpisis,untuk mendeteksi.tangan lain

menegangkan tali pusat. 33) Setelah uterus berkontraksi,tegangkan tali pusat

kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang –atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri).jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik,hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas. 34) jika uterus tidak segera berkontraksi,minta

ibu,suami,atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu. 35) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial

hingga plasenta terlepas,minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas,mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-cranial) a) jika tali pusat bertambah panjang,pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM

Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase. . 37) Jika selaput wadah robek. lakukan masase uterus. 36) Saat plasenta muncul diintroitus vagina. pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras). Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 38) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban lahir.(2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh (3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan.segera lakukan manual. Pegang hingga selaput wadah yang telah disediakan.lahirlah dan putar plasenta plasenta dengan kedua tangan.

perdarahan pervaginam : a) b) 2 – 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan . 44) Evaluasi 45) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan 41) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0. 43) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi. segara lakukan penjahitan.5%. 40) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan perineum. 42) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. f. Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus.39) Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan.

48) Memeriksa nadi ibu.c) Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua pasca persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik. . lakukan penimbangan / pengukuran bayi. 1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral. dan keadan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan : a) Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal. beri tetes mata anti biotic profilaksis. 46) setelah satu jam. a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu- waktu bisa disusukan. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri. b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum didalam 1 jam pertama dan biarkan berhasil menyusui sampai bayi berhasil menyusu. dan vitamin K1. 47) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral.

Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi. .5%. 51) Pastikan ibu merasa nyaman. Bantu ibu memberikan ASI. Dokumentasi Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ). 55) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0. Serta suhu tubuh normal ( 36.49) Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ).5˚C ). periksa tanda vital dan asuhan kala IV.5˚C – 37. 50) Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT. 54) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai. 52) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0. 56) 57) 58) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.5%. selama 10 menit. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering. lendir dan darah. Bersihkan sisa cairan ketuban. balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0.5% 53) Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0.5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ).

Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan.(Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. 2) Nadi setiap 30 menit. 4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. . b. 2007) 13. Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). Definisi Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan. pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik. Partograf a. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam. asuhan. 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam. Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik c.

5) Kontraksi uterus. f. d. 3) Kemajuan persalinan. cairannya tidak ada . 3) M :selaput ketuban sudah pecah. 8) Asuhan.6) Produksi urine. e. 4) Jam dan waktu. Data dalam partograph 1) Informasi tentang ibu dan riwayat tentang kehamilan/persalinan 2) Kondisi janin. cairannya bercampur dengan mekonium. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. 4) D : selaput ketuban sudah pecah. tatalaksana dan keputusan klinik. Catatan tentang air ketuban 1) U 2) J : selaput ketuban utuh. 7) Kondisi ibu. Molase : selaput ketuban sudah pecah. atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam. cairannya bercampur dengan darah. cairannya jernih. : selaput ketuban sudah pecah. 5) K (kering).

dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah.Adalah penyusupan antara tulang kronium. tidak dapat dipisah. Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat.alat kandungan kembali seperti ke keadaan . dapat dipisah. 2002 : 237). : saling tumpang tindih. : saling tumpang tindih.kira 6 minggu. : hanya bersentuhan. akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan. g. Parameter Tekanan darah Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan Parameter Partograph Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam * C. (Sarwono. TEORI NIFAS 1. Definisi Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira.

Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring . Perubahan – perubahan alat – alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi. Masa nifas berlangsung selama kira. sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan. 3) Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. (Saifudin. Involusi di sebabkan oleh : 1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia.kira 6 minggu.sebelum hamil. 2002 : N-23) 2. alat. terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus. 2) otoalisis. Involusi Dalam masal nifas.alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Fisiologi Nifas a.

menimbulkan rasa nyeri yang di sbut “nyeri ikutan (afterpain)” kadang – kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono. Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil. arifisum vagina sedikit membuka.angsur muncul dan lebia lebih menonjol. Regenerasi endometrium memakan waktu 2-3 minggu. . Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. rugae vagina berangsur. kedua organ ini dalam keadaan kendur. b) Endometrium Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin. konsistensinya lunak kadang – kadang terdapat perlukaan. 2002 : 240) a) Serviks Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman. c) Vulva dan vagina Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan.perlukaan kecil. setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi. hari pertama. setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari.

Kombinasi trauma akibat persalinan.sisa selaput ketuban sel – sel decidua. peningkatan kapasitas kandung kemih. e) System kardiovaskuler Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. 2002 : 238) b.” d) Traktus urinarius Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan. Vernik kaseosa. yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. . Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum. (Sarwono. Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas 1) Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa.sisa kulit yag disebut “karutiukule mirtiform . Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum 2) Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir hari 3-7 pasca persalinan.hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa.

cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan 4) 5) Lochea alba persalinan setelah 2 minggu Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah berbau busuk. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. alveoli dan jaringan lemak bertambah. 6) Lichiostatis. Pskologi Nifas a. keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum) Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas. Poliperasi jaringan pada kelenjar. 4. setelah persalinan. 2002 : 241) 3. Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. c. pengaruh estrogen dan progesterone hilang. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan. Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar. lochea tidak lancar keluarnya (Sarwono. d.perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. b. Taking in .3) Lochea serosa berwarna kuning.kelenjar.

Taking Hold Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. 1) Energi ibu lebih meningkat. Letting Go Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru. bayi memerlukan bantuannya. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya. sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. belum pada bayi. 5.Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri. Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan : . c. b. Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. Penatalaksanaan Nifas a. lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. Pengawasan Masa Nifas Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan “Mobilisasi Dini” (early mobilization). 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan.

mengurangi infeksi puerperium. pengeluaran d) ASI.1) Melancarkan pengeluaran lochea. Nadi. 2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama – sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya. 3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan 4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah. 2002 : 266). pem bengkakan ASI. c) Lochea: Warna. 2) Mempercepat involusi alat kandungan.tanda vital (TD. banyak dan bau. sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. . (Sarwono. kontraksi uterus. jenisnya (rubra) Payudara : Keadaan putting susu. 2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda. Suhu. RR) b) Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri. segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono.

(Sarwono.tanda infeksi (kalor. 2002 : N-24) 4) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan. rubor. Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah. dolor. nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. buah dan di tambah susu. sayuran. setelah 2-3 hari dirawat.e) Perineum : Kedaan luka / jahitan episiotomi. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. lauk pauk. apakah ada tanda. apakah baik atau terbuka. b) Miksi dan BAB . 2002 : 242) 3) Pemeriksaan Umum a) b) Kesadaran Penderita Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan (Saifuddin. tumor dan penanahan). Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi.

ibu harus beristirahat.luka. c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin. bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi. BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan. Pemberian ASI di lakukan pada kedua . Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah.Pada hari pertama dan kedua. d) Istirahat e) Penting untuk memulihkan kesehatan. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi . Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). segar. nifas dan sembuhnya luka. siang 2 jam dan malam 7-8 jam. biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. hari ketiga jalan – jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan. BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan. bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. mudah di cerna. tidur terlentang selama 8 jam. Hari kedua boleh duduk.

Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi. Kebutuhan Ibu a. m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi. h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses. 6.payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik. pertimbangan bahkan untuk imunisasi. Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. Fisik . k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus. Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat. i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan.

dan untuk mencegah. mendeteksi.ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak. Pendidikan Terutama pada ibu. 242) 7. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati. menanganni masalah – masalah yang terjadi.1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih b. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Tujuan • Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri . Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas. Sosial 1) 2) 3) Menemani ibu bila kelihatan kesepian Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan menghibur ibu bila kelihatan sedih d. mengakui. (Sarwono. dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. menghargai. c. 2002 .

tidak ada pendarahan abnormal. tidak ada bau. atau pendarahan abnormal. cairan dan istirahat. • • 2 6 hari setelah persalinan Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu uterus uterus dan bayi baru lahir • Memastikan involusi berjalan normal : berkontraksi. . pundus di bawah ambikalis. • Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi.Persalinan • Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut. • Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah pendarahan masa nifas karena utonis uteri. • Memastikan ibu mendapat cukup makan.

Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 – 4000 gram. • Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) • Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami. Memberikan konseling untuk KB secara dini. menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan • dan merawat bayi sehari – hari. TEORI BAYI BARU LAHIR 1. tali pusat.• Memberikan dengan baik ibu dan menyusui tidak memperlihatkan tanda – tanda penyakit. Toleransi . D. • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. Maturitas b.Proses kelahiran. adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a. Adaptasi c.

d. 2. c. pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 – 4 Minggu.Bayi adalah individu baru lahir didunia. Karakteristik Bayi Baru Lahir Pada waktu lahir bayi sangat aktif. Berat badan 2500 – 4000 gram panjang badan lahir 48 – 52 cm Lingkar dada 30 – 38 cm Lingkar kepala 33 – 35 cm . Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit. Ciri – ciri bayi a. dalam keadaannya yang terbatas. b. Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain.

Eliminasi baik.dll sudah terbentuk dengan baik. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. j.e. 3. graft refleks. walking refleks. Eliminasi baik. rambut kepala biasanya telah sempurna. Reflek menghisap dan menelan. g. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun berada di skortum k. h. apakah bayi cukup bulan? . Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. l. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. rooting refleks. f. dan mekonium akan keluar 24 jam pertama. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa. Rambut lanugo telah tidak terlihat. moro refleks. tonic neck refleks. Kuku telah agak panjang dan lemas. i. Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan : a. Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit.

dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. Apabila bayi tidak langsung menangis. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. ( Sarwono Prawirohardjo. Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir. apakah tonus otot bayi baik? Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi. hal : 133 ) 4. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. apakah bayi menangis atau bernafas? d. . rongga mulut.b. 4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? c. Ialah : a. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. 3) Bersihkan hidung.

b. ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi. 2) Gunting steril juga siap. di kamar bersalin. untuk mencegah terjadinya perdarahan. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat. Bayi baru lahir normal dibungkus hangat. Suhu bayi harus dicatat. berkisar 0. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans.25 – 0. 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat. Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi. d. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir. pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik. untuk mencegah perdarahan tersebut. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya. c. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat. semua bayi baru lahir normal dan .5 %.

tidak mudah sobek. Jenis kelamin. dan tidak mudah lepas.cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 hari. . dan di ruang rawat bayi. setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Pemberian obat mata Eritromisin 0. 2) Alat yang digunakan. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0.5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). hendaknya kebal air. 3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) b) c) d) e) f) Nama ( bayi. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. Tanggal lahir. Nyonya ). Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin. Nomor bayi. e. f. Nama lengkap ibu. Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi. Unit.5 – 1 mg 1 m.

Cacat bawaan dan trauma lahir. tanggal lahir. Bayi tampak aktif atau lunglai. Hipotermia.4) Disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. 1) Dua jam pertama sesudah lahir. b) c) d) e) Gangguan pernafasan. Bayi kemerahan atau biru. Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut. g. seperti : a) bulan. nomor identifikasi. Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang . hal yang perlu diperhatikan : a) b) c) 2) Kemampuan menghisap kuat lemah. Infeksi. Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan.

4) Kepala . 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah: 1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut. Pengukuran lingkar kepala. Adanya tremor pada bibir. rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. tetapi bila hal ini pada waktu tidur. Penimbangan berat badan. kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. Pengukuran panjang badan. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. 2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. b. Pengukuran lingkar lengan atas. 3) Simetris Apakah secara keseluruhan badan seimbang. c. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a.5. e. Pengukuran lingkar dada. d.

atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja. Ukur lingkar kepala. 11) Kulit dan kuku . sebagai akibat proses kelahiran. 8) Leher. abdomen Melihat adanya cedera akibat persalinan. Bila terdapat secret yang berlebihan. 10) Bahu. tungkai Perlu diperhatikan bentuk. tangan. fraktur. berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. 5) Muka wajah Bayi tanpa ekspresi. sendi. 6) Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. 9) Punggung Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. geraknya.Apakah tidak simetris. 7) Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. dada. atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala.

Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. b) Refleks Hisap. Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. 14) Genitalia laki – laki : Apakah testis sudah masuk apa belum. Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru. bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot). disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan. 15) Tinja dan kemih Diharapkan keluar 24 jam pertama. 12) 13) Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi. . labia mayora sudah menutupi labia minora belum. yang disertai refleks menelan. Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan.Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan. terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir. kulit menjadi pucat atau kuning. harap segera konsultasi untukpemeriksaan lebih lanjut. uretra ada atau tidak. 16) Refleks a) Refleks Rooting.tanpa keluarnya tinja. skrotum besar atau tidak. penis berlubang dibagian mana.

Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama. pucat memar) d. timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabilakepala tiba-tiba digerakan. biru atau c. 2001) 6. terjadi apabila diletakan benda didalam mulut. bengkak.c) Refleks Moro. b. Pemberian makanan (Hisapan lemah. Infeksi (suhu meningkat. merah. mengantuk berlebihan dan banyak muntah) e. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering hijau tua. keluar cairan. yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman. bengkak. menunjukan kekurangan cairan. bau busuk atau berdarah) f. d) Refleks Mengeluarkan Lidah. terdapat lendir atau darah) . Tanda Bahaya Pada Bayi a. 17) Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau. bau busuk dan pernafasan sulit) g. Tali pusat (merah. keluar cairan nanah.

Data Subyektif A. “E” : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn “E” : 30 tahun :sunda/Indonesia : sunda / Indonesia Bangsa/suku . Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku : Ny. lemas. Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah tersinggung. kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus) BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16. lunglai.h.00 WIB : BPS Engkay S Chandra I. terlalu mengantuk.

Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat B. persalinan. nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan persalinan JK Anak BB PB No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan . Anamnesa : Islam : SMP : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wirasawasta : Desa Benda Rt 01/Rw 02 Alasan kunjungan ini Kunjungan ulang Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil Riwayat Menstruasi Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau : 13 tahun : 7 hari : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau Riwayat kehamilan.

TT1 . HTP : 28 – 05 . ANC : Dimana berapa kali : Bdn.Trimester II . Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal e.2011 c.2010 : 05.Trimester III : Mual .TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010 .1 .Trimester I . Imunisasi TT didapatkan 2 kali .03. Engkay S Chandra : 4 kali Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d. Keluhan . 2 3 Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3 Bps Engkay 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan 9 Bulan Spontan Spontan - Tidak ada Tidak ada - L 3000 g 53 cm L 2800 g 50 cm - Riwayat kehamilan ini a. HPHT b.

Pola Nutrisi Makan : 2-3 x/ hari Minum : 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam. tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal. dan tanda-tanda mau melahirkan. Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan g. hubungan seksual selama kehamilan. BAK BAB c. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang. manfaat ASI. pola istirahat. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 10-18 Kali h. KB Post Partum. kebersihan diri. tanda. Riwayat pola sehari-hari a. i. mengkonsumsi banyak air putih.f. nafsu makan. Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu berupa obat batuk.tanda bahaya kehamilan. Pola Eliminasi : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari Pola Istirahat dan tidur . dan lain-lain) : Tidak ada b.

Riwayat Penyakit Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung. epilepsi. ginjal. dan asma . tidak ada nyeri. malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. asma/ TBC paru. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. tidak ada pengeluaran darah. diabetes mellitus. HIV. hepatitis. Mandi : 6-7 jam Personal Hygiene : 2 x/ hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas e. Riwayat penyakit yang sedang diderita Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung. kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : 2x/ hari f. hipertensi. hipertensi. makan sirih. : 2 hari sekali Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok. diabetes mellitus.Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur d.

Kepercayaan berhubungan dengan kehamilan. nikah 1 kali 10. Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d. Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik.Riwayat social a. Tekanan darah : 120/80 mmHg . PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF) 1. hubungan Ibu dengan masyarakat baik II. yang 12. Keadan emosional : Baik : compos mentis : stabil 4. Kesadaran 3. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c. Status perkawinan nikah. Keadaan umum 2. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. Kehamilan ini direncanakan b. Tanda tanda Vital a. Riwayat KB Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 11.

b. Denyut Nadi c. Pernafasan d. Suhu tubuh

: 80 x/menit : 20 x/menit : 36,80 C

5. Antropometri
a. Tinggi badan b. Berat Badan c. BB Sebelum hamil d. IMT

: 161 cm : 62 kg : 49 kg :

e. LILA

: 34 cm

6. Pemeriksaan Fisik

a. Kepala dan rambut b. Muka 1) Mata

: tidak ada benjolan,Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum

a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil 2) Mulut a) Warna bibir

: Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+

: Merah muda

b) Lidah c) Gigi d) Gusi c. Leher

: Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis d. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus • Perkusi batas paru – paru

: Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan

: Simetris : Tidak ada oedema

• Auskultasi bunyi paru – paru : Bunyi bersih,tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 3) Payudara Inspeksi • Bentuk • Putting susu • Striae Palpasi • Rasa nyeri • Benjolan • Pengeluaran : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada

e. Punggung dan Pinggang 1) 2) Posisi tulang belakang Rasa nyeri f. Abdomen 1) Inspeksi
• Bentuk perut • Pembesaran • Luka bekas oprasi • Striae gravidarum • Linea Nigra

: Lordosis : Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

2) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 3) Auskultasi : Convergent

regler : TFU.11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram : Simetris Oedema jari – jari tangan : Tidak ada oedema 2) Bawah • • • • • Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+ h. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : • Varices • Oedema : Tidak ada : Tidak ada • Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 2) Perineum : : Tidak ada • Bekas luka/luka parut 3) Pemeriksaan Dalam .DJJ Frekuensi 4) TBBJ g. Ekstremitas 1) Atas • • Bentuk : Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM • Haemoglobin • Golongan darah • Protein urine • Glukosa III. : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan IV.• Vulva Vagina • Portio • Pembukaan servik • Ketuban • Presentasi • Denominator • Moulage • Penurunan presentasi : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun – ubun kecil : Tidak ada : Kepala D. presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik. janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu. Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan keluarga . Planning 1. Assasement Ny.

→ Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari → Ibu mengerti dan mengetahui 9. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup → Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6. tekanan darh tinggi → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur. Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi → Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5. Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih → Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. tangan dan kaki bengkak. Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan → Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan . perdarahan. Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri → Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari 7. Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat → Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8.

DATA SUBJEKTIF .00 WIB : BPS Engkay S Chandra KALA I (Jam 22. dan mules.tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina. keluar air. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 05 Maret 2011 : 22.mules → Ibu mengetahui tentang tanda. Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan → Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan B.tanda persalinan 11. Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda.15 WIB) I.air.10.

Lamanya 4. Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas 3. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules – mules sejak jam 18.Benda Rt 01/Rw 02 B. Kontraksi • Sejak tanggal : 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik b.00 WIB. 2. “E” : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta : Ds.A. perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah. Tanda – tanda bersalin a. Status Kesehatan 1. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny. Pengeluaran Pervaginam • Lendir darah : Ada . Frekuensi c. nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang.

persalinan. Riwayat kehamilan sekarang • HPHT • Haid bulan sebelumnya • Lamanya • Siklus • ANC : 28 – 05 – 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur . Frekuensi : 4 x 7. Riwayat kehamilan.• Air ketuban • Darah : Ada : Tidak ada 5. Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x 8. Masalah – masalah khusus : Tidak ada 6. yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan persalinan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB Anak .

1.

Anak ke 1/8 th

BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan

Spontan

Tidak ada L

3000g 53 cm

2.

Anak ke 2/7 th

Spontan

Tidak ada L

2800g 50 cm

3

Kehamilan ke 3

-

-

-

-

-

9. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 10. Makan dan Minum terakhir a. Makan
• Jam

: 17.00 wib

• Jenis Makanan : Nasi,tempe,lauk pauk • Banyaknya

: 1 porsi

b. Minum terakhir
• Jam

: 20.30 wib

• Jenis minuman : Air putih,air putih • Banyaknya

:2 gelas

11. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 12. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam : 20.00 Wib : 06.00 wib

Tidur : 6-7 jam 13. Psikologis : Tidak terganggu

14. Keluhan lain : Tidak ada 15. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali

16. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok, makan sirih, kopi : Tidak Ganti pakaian dalam 17. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu,tidak ada nyeri, tidak ada pengeluaran darah. 18. Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 19. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 20. Riwayat Kontrasepsi : 2x/ hari

Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi, rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. 21. Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami, status perkawinan nikah , kehamilan ini direncanakan, jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki, pengambil keputusan adalah suami. 22. Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. 23. Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik, dan hubungan dengan masyarakat juga baik.

II. DATA OBJEKTIF A. Pemeriksaan Umum 1. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Keadan emosional 4. Tanda - tanda vital a. Tekanan darah b. Nadi c. Respirasi d. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36,90 C : Baik : Composmentis : Stabil

tidak ada serumen. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran 2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan tanggal. bersih 3) Mulut dan gigi : Lidah bersih. tidak ada sekret. Berat Badan : 161 cm : 62 kg c. Antropometri a. bersih : bentuk simetris. Muka 1) Mata • Kelopak mata • Sclera • Konunctiva • Refleks pupil 2) Hidung : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema. gusi tidak berdarah. gigi tidak ada yang 4) Telinga b.cloama gravidarum : bentuk simetris. IMT : 6. bersih . BB Sebelum hamil : 49 kg d. Tinggi Badan b. tidak ada polip.5. Pemeriksaan Fisik a.

tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung Lub . bunyi jantung reguler 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus : Simetris • Perkusi batas paru – paru : Tidak ada oedema • Auskultasi bunyi paru – paru : bersih. tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru. tidak ada retraksi dinding dada. tidak ada retraksi dinding dada.4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe c.dub 3) Payudara Inspeksi • Bentuk • Kebersihan • Putting susu • Pembesaran • Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada Palpasi • Benjolan • Pengeluaran : Tidak ada : Ada . Dada Dada : bentuk dada simetris.

dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat. Abdomen 1) Inspeksi • Bentuk perut • Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada • Luka bekas oprasi : Tidak ada • Striae gravidarum • Linea Nigra 2) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar. Punggung dan pinggang : Tidak ada 1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri e. datar. keras dan melenting. sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent.• Rasa nyeri d. lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras. 4/5 3) Auskultasi : Ada : Tidak ada .

lunak . Genitalia Inspeksi • Vulva dan vagina • Varices • Oedema • Pengeluaran Pervaginam Perineum • Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU. reflek fatella kanan dan kiri positif g. tidak ada varices. Ekstremitas Atas : bentuk simetris. turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan.DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat. reguler Kontraksi 4) TBBJ f. kuku jari tidak pucat.11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram Anus • Haemoroid : Tidak ada Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio : Tidak ada kelainan : tebal. frekuensi 138 x/menit. tidak ada oedem pada jari dan tangan.

Assasement Ny. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten. Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan III. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya . janin tunggal hidup intra uterine. letak memanjang. Planning 1.Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase : 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada Penurunan kepala : hodge I B. presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik IV. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses persalinan dan janin dalam keadaan baik → Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2.

Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit → Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu misalnya dengan berjalan.jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit → Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8. Memberikan nutrisi dan cairan → Ibu meminum susu ± 10 cc . Menganjurkan agar ibu tidak cemas → Ibu terlihat tidak cemas 4.jalan/ tidur dengan miring kekiri → Ibu mau berjalan. Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan → Suami dan keluarga mendampingi Ibu 7.→ Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3.

9 0C . DJJ. Data Obyektif Pemeriksaan Fisik − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosional − Tekanan darah − Nadi − Pernapasan − Suhu Pemeriksaan dalam − Vulva/vagina − Portio : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set. His dan kemajuan persalinan pada fase laten → Observasi telah dilakukan 10.tanda vital. Mengobservasi tanda. pakaian Ibu dan bayi) → semua alat telah disiapkan KALA II ( Jam 05.00 WIB) I. Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering. II. kuat dan ada dorongan untuk mengedan.9.

− Pembukaan − Ketuban − Presentasi − Molase − Penurunan kepala : 10 cm : sudah tidak ada. Memakai alat perlindungan diri → skort telah dipakai 4. spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV III. Planning 1. Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan → Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5. pakaian ibu dan bayi) → semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3. Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set. Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu → Ibu memilih posisi litotomi . Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik IV. jernih.

Memimpin Ibu untuk mengedan → Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8. PB 47 cm. makan/minum jika tidak terasa mules → Ibu mau minum susu ± 25 cc 9. normal. BB 2600 gram.6. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat.30 WIB bayi lahir hidup . Melakukan pertolongan persalinan secara APN → Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05. JK perempuan. Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik → Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7. Data Obyektif − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosional − Tekanan darah − Nadi − Pernapasan : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : Baik : Compos mentis .45 WIB) I. Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules II. LK 32 cm KALA III (JAM 05.

plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik IV. Melakukan masase fundus perdarahan → Masase telah dilakukan. tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk mencegah uterus keluar → PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4. Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak → tidak ada 2.9 0C − Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta III. fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah . Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba.− Suhu : 36. Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin → oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3. Assasement P3A0 parturient kala III. Planning 1.

Kala IV JAM 05.3C − Nadi − Pernapasan − Suhu Plasenta telah lahir − Jam − TFU − Kontraksi uterus − Kandung kemih − Perdarahan − Robekan perineum : 16.7. Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas II.Data Obyektif − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosinal − Tekanan darah : Baik : Compos mentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3.Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik .37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : ± 50 cc : Derajat II III. 55 WIB I.

Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi → Plasenta belum lengkap 2. Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman. Melakukan eksplorasi → Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3. Melakukan hecting perineum → hecting telah dilakukan 5. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi → Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6. Memeriksa apakah ada robekan perineum → robek derajat II 4. Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga → Ibu mau minum sari kurma ± 50 cc .Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya → Ibu mau menyusui bayinya 8.IV. serta membersihkan tempat bersalin → tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7. Planning 1.

Membereskan alat. kontraksi uterus.alat telah didekontaminasi 11. dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 → observasi telah dilakukan 10.9. Melakukan observasi kala IV yaitu tanda. Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang → data telah didokumentasikan kedalam partograf 12. kandung kemih. Mendokumentasikan asuhan .alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit → alat. TFU.tanda vital.

2011 : 9 bulan : BPS Engkay S Chandra : 4 kali .05 . “E” Umur : 29 tahun Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMP : IRT Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta Alamat rumah: Ds. Data Subyektif 1. Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian Jam Tempat : 06 – maret 2011 : 07.Benda Rt 01/Rw 02 2. Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan ANC di TT : 28.C.03.30 WIB : BPS Engkay S Chandra I .Identitas (Biodata) Nama Pasien : Ny.2010 : 05.

5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit .4. masa gestasi 38 minggu. Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Baik Kesadaran : composmentis Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36. Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc II. 2600 gr. tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5. PB 47 cm.30 WIB Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan . LK 32 cm. Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : 03 Maret 2011/05.

sclera putih. tidak ada retraksi dinding . tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat. tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema. fungsi Rambut Muka penciuman baik.Pemeriksaan Fisik a. Dada : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe Dada dan payudara : bentuk dada simetris. warna hitam : bentuk simetris. kebersihan baik. Leher Leher dan axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening. Axilla c. tidak ada perdarahan gusi. tidak ada cloasma gravidarum. konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris. tidak berketombe. fungsi pendengaran baik. bersih b. bersih Hidung : bentuk simetris. tidak ada pengeluaran. tidak ada caries. tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. kebersihan baik. Kepala : tidak rontok.

kandung kemih kosong. perdarahan normal Vulva vagina Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan . warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan.Payudara : bentuk simetris. tidak ada diastasis recti Inspeksi Palpasi e. Atas Bawah Ekstremitas atas dan bawah : kebersihan baik. pembesaran normal. tidak varises. Anogenital : kebersihan baik. retraksi. pengeluaran vagina lokhea rubra. tidak ada oedema. tidak ada benjolan d. Punggung dan pinggang Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. kontraksi uterus baik. ada pengeluaran. kekuatan otot baik g. tidak ada varises. striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat. putting susu menonjol. kekuatan otot baik : tidak ada oedema. kebersihan baik. tidak ada luka operasi. ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik. tidak ada oedema. tidak ada rasa nyeri. Abdomen : bentuk bulat.

Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas. gizi seimbang. kepala terasa berat. cukup istirahat dan KB post partum → Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal → Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan → Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. cara untuk mencegah perdarahan. E post partum 2 jam IV. 2. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi. Assasement P3A0 Ny. mengkonsumsi banyak air putih.III. perdarahan dan lokhea berbau → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih → Ibu mengerti dan akan melaksanakannya . Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang. perawatan bayi baru lahir. hygiene diri. tanpa membubuhi apapun. Planning 1.

bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang terdekat → Ibu mengerti dan mengetahuinya 8. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan melakukan gerakan. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri.6.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning → Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. agar kondisi ibu lebih baik. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. misalnya jalan – jalan disekitar ruangan → Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan . dan mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit → Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. dan cukup nutrisi serta minum. 11.00-08. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam 07. Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti →Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2 kali dalam seminggu → Ibu mengetahui dan akan melakukannya 10. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu tubuh naik.

06 Maret 2011 :11.30 wib DATA SUBJEKTIF Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08.Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu.00 Wib. Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan → Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14.13.namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda – tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus. Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi.kelur darah yang banyak secara tiba – tiba. .dan rahim teraba lembek.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya.ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas. ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik → Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan Catatan Perkembangan Hari.

tidak ada luka operasi. striae nigra Palpasi : TFU 2 jari bawah pusat. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2.5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit ASSESMENT P3A0 post Partum 6 jam PLANNING 1. Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK. sclera putih. kontraksi keras. agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan.Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema.kandung kemih penuh : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36. konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi : bentuk bulat. ibu .

4. Data Obyektif 1. dan ibu mau melakukannya. demam.mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK.11 Maret 2011 : 08.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. Memberitahu tanda – tanda bahaya ibu nifas. ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk. 3.30 Wib : BPS Bd. Engkay S Chandra II. nyeri perut. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis Keadaan umum Kesadaran . 5. nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba – tiba. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur. Catatan Perkembangan Hari. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jum’at..separti sakit kepala yang berlebihan. ibu mengerti dengan apa yang disampaikan. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilisási secara dini untuk mempercepat pemulihan diri. ibu mengerti dengan apa yang disarankan.

Mata Pemeriksaan Fisik : Stabil : 120 / 70 mmhg : 36. Dada : adanya pembesaran payudara. hiperpigmentasi. a. e.2 ºC : 80 x /menit : 20 x /Menit o Kelopak mata tidak oedema o Sclera putih o Konjungtiva merah muda o Refleks pupil positif b. Leher o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c. papilla mamae menonjol keluar. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis.Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. tidak ada benjolan. III. d. kontraksi baik Anogenital : lochea rubra Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik . adanya pengeluaran colostrum dari putng susu.

Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan.kunang. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. perdarahan dan lokhea berbau. agar kondisi ibu lebih baik. Mengobservasi pengeluaran ASI. Planning 1. 2. kepala terasa berat. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. dan cukup nutrisi serta minum. involusi uterus. kandung kemih dan lochea  Semua normal 3.IV. 7. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri  Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari . perdarahan.

Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36.00 Wib : Rumah Pasien II.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I.7 ºC : 84 x /menit : 18 x /Menit Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. a.19 maret 2011 :08.Catatan Perkembangan Hari. Mata Pemeriksaan Fisik o kelopak mata tidak oedema o sclera putih o konjungtiva merah muda o refleks pupil positif . Data Obyektif 1. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu.

Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. involusi uterus. TFU tidak teraba.Planning 1. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa III. Dada : adanya pembesaran payudara. hiperpigmentasi. ASI sudah keluar dari kedua payudara. Mengobservasi pengeluaran ASI. papilla mamae menonjol keluar. lochea serosa . Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik IV. d.b. 2. Leher o tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c. perdarahan. tidak ada benjolan. e. kandung kemih dan lochea  Semua normal. adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu.

Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang.3. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan . kepala terasa berat.kunang. perdarahan dan lokhea berbau.

30 WIB :Bd. Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl. Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c.30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06. Identitas (Biodata) a. Ny “E” : 1 jam : 06-03-2011. 06.Benda Rt 01/Rw 02 : By.jam lahir Jenis kelamin b. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. Ayah Nama Umur Suku/bangsa : Tn “E” : 30 th : Sunda/Indonesia : Ny “E” : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds.Engkay S chandra . Data Subyektif A.D.

2011 2. lauk pauk. makan dan minum • Jenis makanan : nasi. susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual b. Lain – lain : Tidak ada : 3. Riwayat penyakit kehamilan 13. Perdarahan 14. Anamnesa 1. Kebiasaan waktu hamil a. Penyakit kelainan : Tidak ada 17. kadang-kadang ada sayurannya • Frekuensi • Jenis minuman • Frekuensi : 3 x sehari : air putih. Tanggal dan jam : Islam : SMA :Wiraswasta : Ds. Merokok : tidak pernah : tidak pernah .Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. Pre eklamsia 15. Obat dan jamu c. susu untuk ibu hamil : air putih ± 8-12 gelas/hari.Benda Rt 01/Rw 02 :06 – 03 . Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 16.

Komplikasi persalinan a. Kehamilan tunggal/gemeli 3. Ditolong oleh 5. Keadaan air ketuban : 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada 7. Jumlah air ketuban 8. Jenis Persalinan 4. Ibu b. Bayi 9. Umur kehamilan 2. Keadaan Bayi baru lahir • Bayi langsung menangis/ bernafas spontan • Gerakan Bayi aktif : ya : ya .C. Lamanya persalinan : 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan Kala I Kala II Kala III Kala IV 6. Riwayat Persalinan Sekarang 1.

Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a.60C : 40 x/menit c. warna kulit kemerahan. otot baik.datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada . Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif B. Data Obyektif A. Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 120 x/menit : 36.II. Pemeriksaan Fisik Bayi 1. Kepala • Bentuk • Ubun – ubun • Maulase • Caput Succedaneum • Cepal hematoma • Lain –lain : Simetris : Normal. Menangis kuat. b. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1.

Telinga • Bentuk • Tulang rawan telinga : Simetris : Ada : Baik : Baik : Tidak ada • Letak telinga sejajar alis mata : ya • Reflek pendengaran 5. tidak Ada down syndrome. Mata • Bentuk : Simetris • Tanda – tanda insfeksi : Tidak ada • Reflek mengedip • Reflek pupil • Lain –lain 4. 3. Muka Bentuk simetris. tidak ada paralisis syaraf facial. Hidung dan Mulut • Pernafasan cuping Hidung • Warna bibir • Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik • Refleks menelan (swallowing) : Baik • Lagioskizis dan Palatoskizis • Refleks rooting : Tidak ada : Baik .2.

normal • Fraktur klavikula a. Paru – paru Auskultasi • Paru – paru • Jantung : Tidak ada : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub. Dada • Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik • Retraksi dinding dada : Baik. lengan dan tangan • Jumlah jari tangan • Refleks grapsing (menggenggam) : Normal . Payudara • Bentuk • Putting susu : Simetris : Menonjol 8. Leher • Pembengkakan • Refleks Tonik neck 7. Refleks moro : Baik .Reguler b.6.10 jari : Baik • Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada • Kelainan : Tidak ada 9. Bahu.

Tungkai dan kaki • Bentuk • Jumlah jari kaki • Tanda klik • Refleks babinsky • Kelainan 13. Abdomen • Bentuk : Simetris • Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada • Perdarahan tali pusat • Masa pada abdomen • Lain –lain 11. Genitalia Bayi perempuan • Labia mayor menutupi labia minora • Vagina berlubang • Uretra berlubang • Pengeluaran Pervaginam 12. Punggung dan anus • Masa / Tonjolan • Sfina bifida : Tidak ada : Tidak ada : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan .10.

mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2.Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III. Planning 1. Membersihkan mata. Letakan bayi di atas perut ibu.HB . Pemeriksaan Laboratorium . Kulit • Warna kulit : Kemerahan • Vernik kaseosa : Ada • Lanugo :Ada tapi tidak banyak • Pembengkakan : Tidak ada • Tanda lahir : Tidak ada C. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. keringkan tubuh bayi → bayi telah dikering kan . hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban → mata. IV.• Meningokel • Anus berlubang : Tidak ada : ya • Pengeluaran mekonium :Ada 14.

6. LD. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu → Ibu mau menyusui bayinya.3. PB. warna kulit. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. LK. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi → salep mata telah diberikan 8. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat → Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. Mengukur BB. LILA dan periksa fisik bayi → pengukuran telah dilakukan 9. keaktifan setiap 5 menit → Observasi telah dilakukan . Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat → Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan → Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7.

Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. . bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07. bayi telihat kuning. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 – 03 . Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat → Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11.2011 : 08. Tali pusat keluar cairan. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui. bau busuk atau berdarah → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui.Engkay S Chandra I.00 WIB. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau.10.30 Wib : BPS Bd.

sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat  Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat . Planning bahwa 1. IV. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 2. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 135 x/menit : 36. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari.20C : 45 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis • Mulut : terdapat reflek rooting.II. refleks sucking dan refleks swalowing • Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung • Dada : retraksi dinding dada baik • Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat • Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah III.

II.3. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi  Ibu masih mengingatnya 4. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 5.00 Wib : rumah pasien . buang air besar 2-3 kali sehari.70C : 19 – 03 . Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh : 144 x/menit : 36. Bayi bergerak aktif. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui.2011 : 08.

Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan . refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan III. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi bahwa  Ibu masih mengingatnya 3.• Pernapasan : 54 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis • • • • • • Mulut : terdapat reflek rooting. IV. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 4. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 2. Planning 1.

Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan  Ibu sudah paham . Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Ibu mau menyusui bayinya 5.

Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. persalinan. . Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). satu kali pada triwulan kedua. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk “10T”. bayi baru lahir dan masa nifas. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. dua kali pada triwulan ke tiga. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia.

30 WIB Ny.memotong tali pusat. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. persalinan. bayi baru lahir dan nifas normal.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga. memberikan salep mata pada kedua mata bayi. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. dan pada jam 06. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek . belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan.00 WIB. memberikan injeksi vitamin K. didapatkan data sebagai berikut: • Dalam tahap pengumpulan data. 00 WIB.

tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada . 4. palpasi. mental dan sosial ibu. 2. berdasarkan kebutuhan fisik.• Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. auskultasi. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi.42 Minggu ). Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . Pada wanita hamil tejadi perubahan-perubahan baik fisik maupun maka didalam memberikan asuhan kehamilan harus fisiologis. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. perkusi.

5. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. 7. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya. Tanda – tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi dari kehidupan intra uterin. memberi dukungan pada persalinan. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: - Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin 8. mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. Pendataran serviks. persalinan. 6. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. Perubahan bentuk serviks. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. . SARAN 1. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B.

Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. Rustam. sarwono prawihardjo. EGC Jakarta. Jilid edisi 2. Ilmu Kebidanan. Muchtar 1998. Sinopsis Obstetri. JNPK. Prawihardjo 2001. 2005. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. 2002.. Gobak ett all. Kedokteran EGC. Saifudin. A. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. Sarwono. JNPKR-POGI: Jakarta .2. DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones.B. Kedokteran EGC. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. EGC Jakarta.2006. Yayasan Bima pustaka. Jakarta. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. Keperawatan Maternitos. 2008.

Prodi D III Kebidanan .LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Ka.ST) (Bd. Engkay S Chandra) Mengetahui.

Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.M. Ka.ST) (Bd.Kes) . E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Engkay S Chandra) Mengetahui. SKM.M.(Wiwin Winarti. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.Kes) LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny. SKM.

E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. SKM. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. 2. Djumhana Cholil. H.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. 3. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu.M. Rizar Riyanto.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. penulis panjatkan kepada Allah SWT. SKM. . Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. Wiwin Winarti.M.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. atas segala rahmat dan hidayah-Nya.

Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental. Sahabat. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. orang-orang yang telah terdekat memberi serta seluruh teman-teman makalah seperjuangan motivasi sehingga komprehenshif ini dapat terselesaikan. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. Juni 2010 . Ibu bidan Engkay S chandra. Lilis Sumiati S. Ny. spiritual. E. 6. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan.4. Sukabumi. Khususnya bagi penulis. 8. serta materi. 7. 5.

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................... LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ KATA PENGANTAR.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...................................................................................... B. Rumusan Masalah................................................................................. C. Tujuan................................................................................................... D. Ruang Lingkup...................................................................................... E. Sistematika Penulisan........................................................................... F. Manfaat Penulisan................................................................................. BAB II TINJAUAN TEORI A................................................................................Teori Kehamilan .............................................................................................................6 1. Definisi............................................................................................ 2. Persiapan kehamilan....................................................................... 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan................................ 4. Tanda-tanda dari kehamilan............................................................ 5. Ante Natal Care...............................................................................

i ii iii v

1 3 3 4 4 5

6 7 7 8 10

6. Tujuan ANC.................................................................................... 7. Proses kehamilan............................................................................. 8. Memantau tumbuh kembang janin.................................................. 9. Menentukan usia kehamilan............................................................ 10. Perubahan fisik selama hamil......................................................... 11. Keluhan selama hamil..................................................................... 12. Kebutuhan gizi ibu hamil................................................................ B...........................................................................................Persalinan ...........................................................................................................34 1. Definisi............................................................................................ 2. Bentuk-bentuk persalinan............................................................... 3. Etiologi persalinan.......................................................................... 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan................................ 5. Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran.......... 6. Persiapan persalinan........................................................................ 7. Tanda-tanda persalinan................................................................... 8. Tahapan persalinan......................................................................... 9. Rencana Kala I................................................................................ 10. Mekanisme persalinan..................................................................... 11. Asuhan kebidanan pada persalinan................................................. 12. Asuhan persalinan normal............................................................... 13. Partograf..........................................................................................

13 14 21 22 22 27 27

34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68

C...................................................................................................Nifas ...........................................................................................................70 1. Definisi nifas................................................................................... 2. Fisiologi nifas.................................................................................. 3. Laktasi............................................................................................. 4. Psikologi nifas................................................................................. 5. Penatalaksanaan nifas..................................................................... 6. Kebutuhan ibu nifas........................................................................ 7. Program dan kebijakan tehnik masa nifas....................................... D....................................................................................Bayi baru lahir ...........................................................................................................82 1. Definisi............................................................................................ 2. Karakteristik bayi baru lahir........................................................... 3. Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir.............................. 4. Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir........................ 5. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir.................................................... 6. Tanda-tanda bahaya pada bayi........................................................ BAB III TINJAUAN KASUS A. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal............................................ 93 82 83 84 85 88 92 70 71 74 74 75 79 80

B. Asuhan kebidanan pada persalinan normal.......................................... 105 C. Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal............................................. 123 D. Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.................................... 137 BAB IV PEMBAHASAN............................................................................... 151

...E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI .......................................................................... 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY................BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A................................................................ Kesimpulan....... Saran.............. 153 B..................

NIM : 0290106A08063 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful