BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007).

Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang – kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah “ Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011”.

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori – teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

E. BAB II : Tinjauan Teori ::Menguraikan tentang. manfaat. E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011”. tinjaun medis normal. - BAB V : Penutup : Menguraikan kesimpulan dan saran . Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. tujuan dan ruang lingkup. persalinan BBL normal.D. rumusan masalah. sistematika penulisan dan kehamilan normal. dan nifas normal - BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan kebidanan dengan SOAP - BAB IV : Pembahasan ::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar belakang.

persalinan. Bagi BPS. nifas dan BBL. b. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. nifas dan BBL normal. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. 3. . 2. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan. Dapat membantu kegiatan program kehamilan. Manfaat Penulisan 1.F. persalinan. Engkay S Chandra a.

Triwulan pertama (0 – 12 minggu) Triwulan kedua (12 – 28 minggu) Triwulan ketiga (28 – 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami. TEORI KEHAMILAN 1. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin.BAB II TINJAUAN TEORI A. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. b. menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo. 2002 ). Kehamilam 28 . c. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu).

g. Mengkonsultasikan faktor genetik. Mencatat kondisi kesehatan. Menanamkan pola hidup sehat. b. f.dan 36 minggu disebut premature. Mengkonsultasikan kesehatan fisik. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a. Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi . Bersikap teliti terhadap obat-obatan. Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan berbagai persiapan sebagai berikut : a. Mengatur asupan nutrisi. d. e. Faktor Fisik b. c. h. Faktor Psikologis terdiri dari : 1) Stressor 2) Dukungan keluarga c. dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 2. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan). Mempersiapkan tabungan. Memeriksa darah. Menjaga hubungan yang harmonis. i. 3.

Miksi sering. Payudara besar dan tegang. Anoreksia. Tanda dugaan hamil a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) Menstruasi terlambat. Ngidam. Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher. 2) Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus menyebabkan cekungan. minggu. Tidak tahan terhadap bau-bauan. muka. Pingsan. dan areola. 3) Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan . Lelah. Sulit BAB. b. Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar. Varises. Epulsi. Mual muntah.4. Tanda-tanda Kehamilan a. Terjadi pada kehamilan 6-8 SBR.

Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu. 7) Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal. 6) Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan mudah ditekuk pada pertemuannya. ireguler ringan. . 4) Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. 9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu. 10) Test kehamilan (+). tengah didaerah antara uterus dan serviks. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin. Mulai dapat diraba pada minggu ke-18. semakin meningkat frekuensinya pada TM III. c. Muncul pada minggu ke-4. 5) Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior. 8) Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan.(livid) atau purplish (ungu). Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu. Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks. biasanya terasa oleh ibu pada kehamilan 16-20 minggu. tidak sakit.

3) Terdengar adanya DJJ. Pada minggu ke-5 feta pole sudah tampak. Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a. 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. 5. Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. 2) Perencanaan persalinan. . Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). b. Antenatal Care Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir. Normal frekuensinya 120-160 x/menit.2) Terasa adanya bagian-bagian janin. Tampak pada minggu 12-14. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia. biasanya dengan fetoscope terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu. Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak.

Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. j.golongan darah) h. Ukur Tinggi fundus uteri. c.2) Penampisan preeklampsia.haemoglobin. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. temuan kasus. Pemberian imunisasi TT lengkap. b. Tilai status gizi i. tindak lanjut Table 2.protein urine. e. MAP. Tes terhadap penyakit menular seksual. c.1 Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Kunjungan Kunjungan I √ √ √ √ II √ Kunjungan III √ Kunjungan IV . 3) Mengulangi perencanaan persalinan. Timbang berat badan. infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan. d. gemelli. Tes lab (glukosa. f. Tilai presentasi dan Djj Temu wicara. Pelayanan “7 T” : a. g. Ukur Tekanan darah. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III.

2 .Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium √ √ √ √ √ Jika indikasi √ Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada ada indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab. Lain jika indikasi ada Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi √ 90 Tablet √ TT2 Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi √ √ Memperkua ada t ada Jika indikasi √ √ √ Tabel 2.

mental. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif.Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 6. kebidanaan dan pembedahan. f. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. melahirkan dengan selamat. 7. ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin. Tujuan antenatalcare a. d. Memepersiapkan persalinan cukup bulan. dan social ibu dan bayi. c. termasuk riwayat penyakit secara umum. e. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. Proses Kehamilan % perlindungan 80 95 99 99 thn/seumur .

peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang 1) 2) Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) Dengan pengaruh FSH. Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium. frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli. - Gerak dari tuba yang mendekati ovarium Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi Peristaltik tuba makin aktif Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus .Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: a. 3) Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi. 4) Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi b.

1) Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus . 2) Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba. pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma. dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi. endometrium. Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti . hipofisis. yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc. hipofisis. dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis. Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks 1) 2) 3) 4) 5) Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus Menjadi spermatosit pertama Menjadi spermatosit kedua Menjadi spermatid Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra. hipotalamus. c. proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism 3) Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus.

diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi. d. nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida 4) Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba Tempat yang paling luas Dinding penuh jongjot. tertutup sel yang mempunyai silia Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba a) b) c) 5) Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam . spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari. mengandung energi sehingga dapat bergerak. 2) Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus 3) Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida. proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : 1) Ovum yang di lepaskan proses ovulasi. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot.2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor 3) Ekor : Pajang sekitar 10 kali kepala. sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi. Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii.

ekornya lepas dan tertinggal di luar i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi e. masuk melalui konalis serulkalis dengan kekuatan sendiri b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari “ upoproteinya” sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis f) korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase g) melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum.a) spermatozoa di tumpahkan. Proses Nidasi Atau Implantasi .

Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0. terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya.sementara itu fase .Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”sehingga pronokluesnya menjadi “haploid” pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita.1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam. Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut “blastula” perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi . hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. mampu mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti.

plat embrio terdiri dari undur ectoderm. Sel tropoblas yang meliputi “perimer villi korealis” melakukan destruksi enzimatik proteolitik. . kantungan ammion dan embrio padat dan perkembangan menjadi tali pusat.sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. f. entoderm. hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7. mungkin terjadi. setelah konsepsi. dan meroderm. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium. Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass. Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk. akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis.

kuping dan jari terbentuk c.5 cm Perkembangan a.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah. pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu. Hidung.Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat. Tabel. Genetalis jelas terbentuk Masa Fetus . 2. memberikan nutrisi. mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi. fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Kepala fleksi ke dada b. g. Pertumbuhan dan Perkembangan janin. Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a. Kelopak mata terbentuk b. sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi. sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon. yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa.

desi dua pemtalis dan kopsularis 20 Minggu 25 cm menghilang melekat a. alis dan bulu 24 Minngu 30-32 cm tampak a. Kulit tebal dengan rambut lanugo b. Kulit merah tipis b. Menentukan Usia Kehamilan . Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2. Menyempurnakan janin Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm 8.16 Minggu 16-18 cm a.Uterus telah penuh. Berat 1000 gram b.4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (± 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk pubis ½ sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari ↑ umbilikus minggu = Cm (± 2 cm) 28 cm (± 2 cm) ½ umbilicus – Px Usia kehamilan dalam 2 jari ↓ Px minggu = Cm (± 2 cm) 36 Cm (± 2 cm) Pada Px 9.Kelopak mata jelas.

Peningkatan curah jantung . dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. Tahun menstruasi terakhir + 1. Tanggal menstruasi terakhir + 7. secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda. Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %. Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. b. Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. b. Perubahan Fisik Selama Hamil a. Bulan menstruasi teakhir – 3. c.Kehamilan dihitung dalam minggu. Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit). Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. 10. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32.

Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %.Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim. Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%. putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae. Terdapat peningkatan ukuran. terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. Akibat pengaruh estrogen payudara membesar ukurannya. c. modulus dan sensitifitas. Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. d. karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu. Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan menimbulkan rasa sakit. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi . Pada akhir kehamilan.

Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam. System pencernaan Salivasi meningkat pada TM I. Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). e. gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron. kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. Otot pelvis renalis dan ureter relaks.perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Otot-otot usus relaks. sehingga terjadi dilatasi. Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. f. Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. Dimulut. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. . Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri. obstipasi dan emesis / morning sickness. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim.

Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim. Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan. Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu. Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi. Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen. Hormon yang utama dihasilkan . Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah. Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). h.g. Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih).

Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan . keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6. Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada. kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg.plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. 11. Jika berat badan sebelumnya normal. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. berdebar (palpitasi).5-16. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut. Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat. i. Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan.5 Kg.

Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik. Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III. Keluhan Selama Hamil Trimester III a. takut menghadapi persalinan.bayinya.Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. Cara Meringankan 1) 2) hangat/sesak 3) Tanda Bahaya Hindari berbaring dalam posisi terlentang. Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti. Ibu merasa aneh dan jelek. Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang . Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodynamis 2) 3) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai hypoglikemia. Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan. 12. takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil. dll.

Payudara besar dan tegang 1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak.1) 2) 3) Etiologi Kehilangan kesadaran Disertai gejala anemia. b. Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan. Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan .Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III. air dan garam pada payudara 2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah.

teh.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III. . cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari. Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Dysuria Oliguria Aspmptomatic bacteriuria. c. Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong Istirahat cukup Senam Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Pengobatan Buang air besar segera setelah ada dorongan.4) Batasi minum kopi.

Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients. Cara Meringankan 1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Rasa nyeri hebat di abdomen Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis). Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.Keputihan Definisi Terjadi pada TM I. Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak . TM III. d. TM II.

5) Statis. kompres es/ sizt bath . gravitasi. Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah. e. tekanan vena panggul.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III. kongesti vena.2) 3) 4) 5) Bau menyengat Berwarna kuning / abu-abu Pengeluaran cairan Pendarahan pervaginam. pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan 1) 2) 3) Pengobatan Salep tropikal Hindari konstipasi Makan makanan yang berserat Gunakan kompres hangat.

gunakan vistaril dan seconal. Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 33-36 minggu. Gunakan tekhnik relaksasi Gunakan tekhnik relaksasi progesif Mandi air hangat Minum minuman hangat sebelum tidur Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi Tanda Bahaya .Tanda Bahaya Thrombi f. Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan. 2) Bangun tengah malam Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) 5) sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek.

Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba. . 13. Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a. b. 1998: 157). Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1. c. TEORI PERSALINAN 1.1) 2) Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi.5 15 600 1.5 18 B. d.8 100 400-800 2.

2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum. tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. 1998: 94). : 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri. tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo.Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). 2. lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar. b. 2006: 100). Berdasarkan tuanya umur kehamilan : Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan . 3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah dilakukan perangsangan. Bentuk Persalinan a.

janin matur dengan berat badan > 2500 Gr. 5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. Teori Keregangan . dan janin postmatur. dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr. Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti. Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a. 3. 4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu. janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr. 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu. 2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr. sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS.1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable).

Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otototot uterus. pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi. b. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. 2) Produsi progesteron mengalami penurunan. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat.pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. sehingga menimbulkan proses persalinan. 2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu. 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu. . 3) Setelah melewati batas tersebut. sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin.kira 1 – 2 minggu sebelum partus. 4) Contohnya.1) Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus.

d.lebih-lebih sewaktu partus. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat. . Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis 1) teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. 2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. e.sehingga persalinan dapat dimulai. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron dapat akibat tuanya kehamilan maka oksitosin meningkatkan aktifitas.c. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim. Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan.

f. Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a. Passege (jalan lahir) 1) 2) b.kontraksi uterus dapat dibangkitkan. Panggul Jalan lahir lunak Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker. Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan. . g. ( Ida Bagus Gde Manuaba.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998. Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar. hal : 160 ). 4. Faktor lainnya Tekanan pada ganglion ini tertekan.

fisik maupun psikis His yang baik : a) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus b) Kekuatan didominasi didaerah fundus c) Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi .Sifat his : a) Setelah kontraksi : (1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat (1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya (1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) b) c) d) e) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu Intermitten Terasa sakit Terkoordinasi dan simetris Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia.

menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap c) His Pengeluaran (1) Kuat.d) Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his e) Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar. lama (2) Disertai keinginan mengedan d) His Pelepasan Uri e) His Pengiring/ His Royan . Yang perlu diperhatikan yaitu : a) b) c) Lamanya : 45-75 detik : 40 mmHg : 10 menit sekali Intensitasnya Interval Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat. simetris. Ostium interna dan ekterna pun terbuka. terkoordinasi. tidak teratur (2) Menyebabkan “Blody Show” b) His Pembukaan (1) Kuat. teratur. teratur.

a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong . kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin. mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah. Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks His Persalinan Teratur Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka His Palsu Tidak teratur Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap 2) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya.Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras. hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka. Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. b) Pada ibu c) Pada janin : rasa nyeri. padat.

selang IV. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan. 3) K (Keluarga) : beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu dan/bayi perlu dirujuk. Membuat Keputusan Klinik b. Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c.5. Rujukan 1) B (Bidan) : pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan. Pencegahan Infeksi d. dll) bersama ibu ketempat rujukan. Jelaskan kepada . nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. 2) A (Alat) : bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan. alat resusitasi.

cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan.mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir. 5) O (Obat) : bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan. 4) S (Surat) : berikan surat ketempat rujukan. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan. Selain itu. 6) K (Kendaraan) : siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman. Obatobatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan. pastikan kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat. . Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik.

2001: 115) : a. Transportasi d. Tempat persalinan b.7) U (Uang) : ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan. Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. 8) DA (Donor Darah) : siapkan donor darah untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu persalinan. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana. Penolong persalinan c. Plasenta (dimana plasenta akan diurus) . Penghilang rasa nyeri e. 6. Pendamping persalinan f.

Tanda-Tanda Persalinan a. durasinya pendek (< 45 detik). 1) Lightening/ settling/ dropping Disertai adanya tanda : a) b) Peningkatan frekuensi BAK Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada seluruh pelvis c) d) 2) Kram pada kaki Peningkatan statis vena Persalinan palsu Disebut juga Braxcton Hick. Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur.Tanda Permulaan Persalinan Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki “minggunya” yang disebut kala pendahuluan “Preparatory stage of labour”.7. Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung. Sering ditemukan pada akhir kehamilan (±3-4 minggu). 3) Tanda awal Tanda awal persalinan berupa “Show/ Blody Show” yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang. .

Tanda Inpartu 1) Dorongan meneran 2) Tekanan anus 3) Perineum menonjol 4) Vulva membuka 8. Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri .Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan b.

c. Kala ini merupakan stadium ekspulsi janin. Kala II pada primi berlangsung selama 1. plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap. .a. Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) 2) Fase laten Fase aktif a) b) c) Periode akselerasi Periode dilatasi maksimal Periode deselerasi b. Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. resume keadaan umum ibu dan bayi. Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. kandung kemih harus kosong. luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. 1999). Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa. d. dkk.5-2 jam sedangkan pada multi ½-1 jam. perdarahan.

1) Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri.9. Jika pasien berkeringat : Beri kipas. f. e. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika ibu tampak kesakitan : Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam). Rencana Kala I a. Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien b. 1) 2) d. AC . Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : Menutup tirai Menghadirkan keluarga Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga. c.

yaitu:tekanan pada cairan amnion.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai. h. Penurunan Kepala (Desensus) Gerakan bagian presentasi melewati panggul. i.dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua .2) g.tekanan lansung kontraksi fundus pada janin. Perbolehkan mandi. b.sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul.penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan.terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya.pada kebanyakan nullipara. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul. Memenuhi kebutuhan energi Sarankan ibu berkemih sesering mungkin Melakukan pemantauan 10. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a.hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang.

Fleksi Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise. e.hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir.suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9. d. Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika.setiap kali terjadi kontraksi. Ekstensi.persalinan.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis.5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul.dengan fleksi.kemudian kepala muncul keluar akibat .ketika oksoput berputar kearah posterior. Putaran dalam (Rotasi internal).kepala akan defleksi kearah anterior. c.kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul.dinding panggul atau dasar panggul.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah.dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin.akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis. saat kepala janin mulai muncul melalui introitus.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase.

2005:247).sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak. Restitusi Setelah kepala lahir. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak gelisah. f.kemudian wajah. h.dan perineum segera teregang oleh bahu belakang. Ekspulsi segera setelah rotasi eksterna.bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis.kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu.setelah kedua bahu tersebut.Ektensi : pertama-tama oksiput. .Dengan demikian. Putaran Luar (Rotasi Eksternal) Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin. ketakutan dan kesakitan.Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya.bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul. 11.kepala dapat terlihat lebih lanjut. g.dan akhirnya Dagu.dengan cepat diikuti oleh bahu posterior.bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir.

a) b) Berikan dukungan dan yakinkan dirinya Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. )c )d Sarankan ibu untuk berjalan Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. )e Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kesanggupannya )f Ajarkan kepadanya teknik bernafas. c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan. ibu diminta untuk menarik nafas panjang. (1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan. menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi. dukungan/asuhan yang dapat diberikan )a )b Lakukan perubahan posisi Posisi sesuai dengan keinginan ibu. antara lain menggunakan penutup atau . tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri.

(4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a) (b) Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar Manggunakan kipas biasa Menganjurkan ibu untuk mandi (c) sebelumnya. denyut jantung janin. (7) Lakukan pemantauan : tekanan darah. nadi. pembukaan serviks.tirai. tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan. kontraksi. (3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar. dan setelah selaput . (5) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi. penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten). berikan cukup minum. Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan. (6) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. suhu badan.

ketuban pecah. 2) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan 3) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu. dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 4) Mengatur posisi ibu.dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging . Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman. dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. b) Menawarkan minum. mengipasi dan memijit ibu.

6) Memberikan cukup minum : memberi tenaga. b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin. kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi. . mudah mengedan. 3) Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh. Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir 2) Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga. 5) Menjaga kandung kemih tetap kosong. Rencana asuhan pada kala III 1) Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera. berikan oxytocin 10 unit.c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri. dan mencegah dehidrasi.

bantu ibu pada posisi yang nyaman Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu. Rencana asuhan pada kala IV 1) Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua 1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua: . 5) 6) Biarkan ibu istirahat. 3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. nadi. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya. 2) Periksa tekanan darah. massage uterus sampai menjadi keras. menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin. 4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. Jika kontraksi tidak kuat.4) Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi. 2002 : N8) 12. Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah a. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua.

bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir. 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering. .a) Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras. 3) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih. b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vaginanya.mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering. 4) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai didalam partus set. c) Perineum tampak menonjol. lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. d) b. 5) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam. Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 2) Pastikan kelengkapan peralatan. Vulva dan sfingter ani membuka.

mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi).6) Menghisap oksitosin 10 Unit kedalam tabung suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik.membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang.bila selaput ketubanan belum pecah. c. 8) Dengan menggunakan teknik aseptik.membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar.jika mulut vagina.lakukan amniotomi 9) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0.menyekanya dengan hati-hati dari depan kebelakang dengan menggunakan desinfeksi tingkat kapas atau kassa yang sudah dibasahi air tinggi. sedangkan pembukaan sudah lengkap.perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu. Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 7) Membersihkan vulpa dan perineum.melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap.5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan .

10) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit).klorin 0. 14) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Bimbingan Meneran Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap Proses 13) dan keadaan janin baik. 11) normal .melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada. d.mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan.5% selama 10 menit. 15) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara benar.membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya. . 12) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf.

d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat kepada ibu.bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ). Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai.mendukung dan memberi semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida). . c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi. e) f) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum). 17) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran.16) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran.(pada saat ada his. b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama).

18)

Menganjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau

mengambil posisi yang nyaman,jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. e. 19) Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan

bayi)diperut ibu,jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.
20)

Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian,dibawah

bokong ibu 21) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali

kelengkapan alat dan bahan. 22) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan.

Lahirnya kepala 23) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm

membuka vulva maka,lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal. 24) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan

ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi,dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. 25) jika tali pusat melilit leher secara longgar,lepaskan lewat bagian atas kepala bayi.

26) Jika tali pusat melilit leher secara kuat,klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem. 27) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar

secara spontan. Lahirnya bahu 28) Setelah kepala mengadakan paksi luar,pegang untuk meneran saat

secara bipariental,anjurkan ibu

kontraksi.dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. Lahirnya badan dan tungkai 29) setelah kedua bahu kedua lahir,geser tangan bawah

kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala,lengan dan siku sebelah bawah.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas. 30) setelah tubuh dan lengan lahir,penelusuran tangan

atas berlanjut kepunggung,bokong tungkai dan kaki,pegang kedua mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masing-masing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya. Menejement aktif kala III 31) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10

cm dari vulva.

32) ibu,ditepi

Letakan satu lengan diatas kain pada perut atas simpisis,untuk mendeteksi.tangan lain

menegangkan tali pusat. 33) Setelah uterus berkontraksi,tegangkan tali pusat

kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang –atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri).jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik,hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas. 34) jika uterus tidak segera berkontraksi,minta

ibu,suami,atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu. 35) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial

hingga plasenta terlepas,minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas,mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-cranial) a) jika tali pusat bertambah panjang,pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM

Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase.(2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh (3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan. 37) Jika selaput wadah robek. Pegang hingga selaput wadah yang telah disediakan. .segera lakukan manual.lahirlah dan putar plasenta plasenta dengan kedua tangan. lakukan masase uterus. 36) Saat plasenta muncul diintroitus vagina. pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras). Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 38) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban lahir.

perdarahan pervaginam : a) b) 2 – 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan . Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan 41) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0. 40) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan perineum. 43) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi.5%. segara lakukan penjahitan. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. 42) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 44) Evaluasi 45) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah. f.39) Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus.

dan vitamin K1. .c) Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua pasca persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik. a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu- waktu bisa disusukan. b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum didalam 1 jam pertama dan biarkan berhasil menyusui sampai bayi berhasil menyusu. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri. 46) setelah satu jam. 47) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral. beri tetes mata anti biotic profilaksis. lakukan penimbangan / pengukuran bayi. 1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral. 48) Memeriksa nadi ibu. dan keadan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan : a) Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal.

5% 53) Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0. .5˚C – 37. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering.5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ). balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0. 55) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0. 50) Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT. lendir dan darah.5˚C ). Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi.5%. Bantu ibu memberikan ASI. 52) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya.49) Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ). 56) 57) 58) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. Bersihkan sisa cairan ketuban. 54) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai. selama 10 menit.5%. Serta suhu tubuh normal ( 36. Dokumentasi Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ). periksa tanda vital dan asuhan kala IV. 51) Pastikan ibu merasa nyaman.

(Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Definisi Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan. asuhan. Partograf a. 2) Nadi setiap 30 menit. Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik c. b. 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam. Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). 4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. . pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam. Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan. 2007) 13.

tatalaksana dan keputusan klinik. atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam. 5) Kontraksi uterus. Data dalam partograph 1) Informasi tentang ibu dan riwayat tentang kehamilan/persalinan 2) Kondisi janin. cairannya bercampur dengan darah. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. 4) D : selaput ketuban sudah pecah. cairannya tidak ada . f. 3) M :selaput ketuban sudah pecah. Molase : selaput ketuban sudah pecah. cairannya jernih. 4) Jam dan waktu.6) Produksi urine. 7) Kondisi ibu. 5) K (kering). d. : selaput ketuban sudah pecah. Catatan tentang air ketuban 1) U 2) J : selaput ketuban utuh. 8) Asuhan. cairannya bercampur dengan mekonium. e. 3) Kemajuan persalinan.

tidak dapat dipisah. akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan.alat kandungan kembali seperti ke keadaan . (Sarwono. g. Parameter Tekanan darah Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan Parameter Partograph Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam * C. dapat dipisah. Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat. : saling tumpang tindih. dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah.kira 6 minggu. 2002 : 237). TEORI NIFAS 1.Adalah penyusupan antara tulang kronium. : hanya bersentuhan. : saling tumpang tindih. Definisi Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira.

sebelum hamil. Fisiologi Nifas a. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring . alat.kira 6 minggu. sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan. 3) Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. Masa nifas berlangsung selama kira.alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Involusi Dalam masal nifas. 2) otoalisis. Involusi di sebabkan oleh : 1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia. Perubahan – perubahan alat – alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi. terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus. (Saifudin. 2002 : N-23) 2.

kedua organ ini dalam keadaan kendur. b) Endometrium Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin. c) Vulva dan vagina Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan. setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. Regenerasi endometrium memakan waktu 2-3 minggu. Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil. setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi.angsur muncul dan lebia lebih menonjol.perlukaan kecil. arifisum vagina sedikit membuka. rugae vagina berangsur. 2002 : 240) a) Serviks Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman.menimbulkan rasa nyeri yang di sbut “nyeri ikutan (afterpain)” kadang – kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono. . Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. konsistensinya lunak kadang – kadang terdapat perlukaan. hari pertama.

Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas 1) Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa.sisa selaput ketuban sel – sel decidua. . lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum 2) Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir hari 3-7 pasca persalinan.sisa kulit yag disebut “karutiukule mirtiform . (Sarwono.” d) Traktus urinarius Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan. Vernik kaseosa. e) System kardiovaskuler Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. 2002 : 238) b. Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum.hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa. peningkatan kapasitas kandung kemih. yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Kombinasi trauma akibat persalinan.

perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. pengaruh estrogen dan progesterone hilang. Poliperasi jaringan pada kelenjar. Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu. 2002 : 241) 3. lochea tidak lancar keluarnya (Sarwono. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. c. alveoli dan jaringan lemak bertambah. 6) Lichiostatis. cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan 4) 5) Lochea alba persalinan setelah 2 minggu Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah berbau busuk. setelah persalinan. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. 4. d. Pskologi Nifas a. keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum) Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan.3) Lochea serosa berwarna kuning.kelenjar. Taking in . Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar. b.

Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan : . 1) Energi ibu lebih meningkat. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya. belum pada bayi. bayi memerlukan bantuannya. lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. Taking Hold Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. Penatalaksanaan Nifas a. c. b. 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. 5. Letting Go Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru.Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri. sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Pengawasan Masa Nifas Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan “Mobilisasi Dini” (early mobilization).

2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama – sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya.1) Melancarkan pengeluaran lochea. segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono. Nadi. Suhu. 2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda. 3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan 4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah. 2) Mempercepat involusi alat kandungan. RR) b) Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri. kontraksi uterus. 2002 : 266). banyak dan bau. mengurangi infeksi puerperium. pengeluaran d) ASI. (Sarwono.tanda vital (TD. . pem bengkakan ASI. c) Lochea: Warna. jenisnya (rubra) Payudara : Keadaan putting susu. sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme.

Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah. apakah ada tanda. (Sarwono. dolor. buah dan di tambah susu. Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi.e) Perineum : Kedaan luka / jahitan episiotomi. tumor dan penanahan). sayuran. setelah 2-3 hari dirawat. nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. rubor. b) Miksi dan BAB . lauk pauk. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. apakah baik atau terbuka. 2002 : N-24) 4) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan.tanda infeksi (kalor. 2002 : 242) 3) Pemeriksaan Umum a) b) Kesadaran Penderita Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan (Saifuddin.

hari ketiga jalan – jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan. biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. ibu harus beristirahat. d) Istirahat e) Penting untuk memulihkan kesehatan. bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi . bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. nifas dan sembuhnya luka. Hari kedua boleh duduk. BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan. Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah. Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). mudah di cerna. BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan.Pada hari pertama dan kedua.luka. segar. siang 2 jam dan malam 7-8 jam. c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin. tidur terlentang selama 8 jam. Pemberian ASI di lakukan pada kedua .

6. i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan. m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi. Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat. Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi. Kebutuhan Ibu a. k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus.payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik. Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses. Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. pertimbangan bahkan untuk imunisasi. Fisik .

menghargai. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati. Sosial 1) 2) 3) Menemani ibu bila kelihatan kesepian Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan menghibur ibu bila kelihatan sedih d. Pendidikan Terutama pada ibu. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Tujuan • Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri . mendeteksi.ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak. dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. 242) 7. (Sarwono. c. mengakui. dan untuk mencegah. Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas. menanganni masalah – masalah yang terjadi. 2002 .1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih b.

tidak ada pendarahan abnormal. • Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi.Persalinan • Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut. . tidak ada bau. cairan dan istirahat. atau pendarahan abnormal. pundus di bawah ambikalis. • Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah pendarahan masa nifas karena utonis uteri. • • 2 6 hari setelah persalinan Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu uterus uterus dan bayi baru lahir • Memastikan involusi berjalan normal : berkontraksi. • Memastikan ibu mendapat cukup makan.

• Memberikan dengan baik ibu dan menyusui tidak memperlihatkan tanda – tanda penyakit. TEORI BAYI BARU LAHIR 1. tali pusat. D. Toleransi . Maturitas b.Proses kelahiran. menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan • dan merawat bayi sehari – hari. adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a. Adaptasi c. • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. • Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) • Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami. Memberikan konseling untuk KB secara dini. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 – 4000 gram.

Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. Karakteristik Bayi Baru Lahir Pada waktu lahir bayi sangat aktif. pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. 2. Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 – 4 Minggu. b. c.Bayi adalah individu baru lahir didunia. Ciri – ciri bayi a. Berat badan 2500 – 4000 gram panjang badan lahir 48 – 52 cm Lingkar dada 30 – 38 cm Lingkar kepala 33 – 35 cm . Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit. dalam keadaannya yang terbatas. d. maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain.

l. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. graft refleks. Rambut lanugo telah tidak terlihat. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun berada di skortum k. Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit. Eliminasi baik.e. tonic neck refleks. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa. g. j.dll sudah terbentuk dengan baik. h. rambut kepala biasanya telah sempurna. Kuku telah agak panjang dan lemas. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. dan mekonium akan keluar 24 jam pertama. moro refleks. Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan : a. apakah bayi cukup bulan? . Reflek menghisap dan menelan. Eliminasi baik. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. walking refleks. f. 3. rooting refleks. i.

Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. 3) Bersihkan hidung. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. rongga mulut. 4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006. apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? c. Ialah : a. Apabila bayi tidak langsung menangis. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. . hal : 133 ) 4.b. Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir. apakah bayi menangis atau bernafas? d. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. apakah tonus otot bayi baik? Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi. ( Sarwono Prawirohardjo.

d.25 – 0. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat. di kamar bersalin. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Bayi baru lahir normal dibungkus hangat. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya. untuk mencegah terjadinya perdarahan. semua bayi baru lahir normal dan . 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat. c.b. Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi. Suhu bayi harus dicatat. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir. dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat. berkisar 0. pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik. 2) Gunting steril juga siap.5 %. ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi. untuk mencegah perdarahan tersebut.

3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) b) c) d) e) f) Nama ( bayi. e. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. hendaknya kebal air.5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). Unit. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. tidak mudah sobek.cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 hari. . dan di ruang rawat bayi. setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. dan tidak mudah lepas. Nyonya ). Nama lengkap ibu. 2) Alat yang digunakan.5 – 1 mg 1 m. Tanggal lahir. Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi. Nomor bayi. f. Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin. Pemberian obat mata Eritromisin 0. Jenis kelamin.

b) c) d) e) Gangguan pernafasan. Infeksi. nomor identifikasi. 1) Dua jam pertama sesudah lahir. Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang . Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. Bayi tampak aktif atau lunglai. Cacat bawaan dan trauma lahir. Hipotermia. g.4) Disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. tanggal lahir. Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut. Bayi kemerahan atau biru. hal yang perlu diperhatikan : a) b) c) 2) Kemampuan menghisap kuat lemah. seperti : a) bulan.

d. 4) Kepala . tetapi bila hal ini pada waktu tidur. 2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. Pengukuran lingkar lengan atas. Penimbangan berat badan. Pengukuran lingkar kepala. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut. Adanya tremor pada bibir. c. 3) Simetris Apakah secara keseluruhan badan seimbang. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. Pengukuran panjang badan. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a. rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah: 1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. Pengukuran lingkar dada. kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. e. b.5.

tungkai Perlu diperhatikan bentuk. 7) Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. 8) Leher. Ukur lingkar kepala. 10) Bahu. dada. Bila terdapat secret yang berlebihan. atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja. fraktur. 9) Punggung Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. sendi. berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. geraknya. 11) Kulit dan kuku . atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala. sebagai akibat proses kelahiran. 6) Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. abdomen Melihat adanya cedera akibat persalinan. 5) Muka wajah Bayi tanpa ekspresi.Apakah tidak simetris. tangan.

labia mayora sudah menutupi labia minora belum. terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir. 14) Genitalia laki – laki : Apakah testis sudah masuk apa belum. b) Refleks Hisap. bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot). penis berlubang dibagian mana. kulit menjadi pucat atau kuning. Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru. Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan. yang disertai refleks menelan.Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan.tanpa keluarnya tinja. harap segera konsultasi untukpemeriksaan lebih lanjut. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. 16) Refleks a) Refleks Rooting. disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan. skrotum besar atau tidak. 15) Tinja dan kemih Diharapkan keluar 24 jam pertama. uretra ada atau tidak. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi. 12) 13) Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. . Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak.

keluar cairan nanah. bengkak. merah. Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama. d) Refleks Mengeluarkan Lidah. pucat memar) d. keluar cairan. Infeksi (suhu meningkat. Tali pusat (merah. bengkak. biru atau c. 2001) 6. timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabilakepala tiba-tiba digerakan. terdapat lendir atau darah) . Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering hijau tua. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. mengantuk berlebihan dan banyak muntah) e. Tanda Bahaya Pada Bayi a.c) Refleks Moro. terjadi apabila diletakan benda didalam mulut. b. menunjukan kekurangan cairan. yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman. 17) Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau. Pemberian makanan (Hisapan lemah. bau busuk atau berdarah) f. bau busuk dan pernafasan sulit) g.

lunglai. Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah tersinggung.h. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku : Ny. “E” : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn “E” : 30 tahun :sunda/Indonesia : sunda / Indonesia Bangsa/suku . Data Subyektif A. lemas. kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus) BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16. terlalu mengantuk.00 WIB : BPS Engkay S Chandra I.

Anamnesa : Islam : SMP : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wirasawasta : Desa Benda Rt 01/Rw 02 Alasan kunjungan ini Kunjungan ulang Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil Riwayat Menstruasi Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau : 13 tahun : 7 hari : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau Riwayat kehamilan.Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat B. persalinan. nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan persalinan JK Anak BB PB No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan .

2010 : 05. ANC : Dimana berapa kali : Bdn.1 . Engkay S Chandra : 4 kali Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d.Trimester II . Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal e.TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010 . Keluhan . HPHT b.2011 c. HTP : 28 – 05 .03.Trimester I .Trimester III : Mual . Imunisasi TT didapatkan 2 kali .TT1 . 2 3 Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3 Bps Engkay 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan 9 Bulan Spontan Spontan - Tidak ada Tidak ada - L 3000 g 53 cm L 2800 g 50 cm - Riwayat kehamilan ini a.

mengkonsumsi banyak air putih. Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu berupa obat batuk.tanda bahaya kehamilan. pola istirahat.f. tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal. Riwayat pola sehari-hari a. hubungan seksual selama kehamilan. nafsu makan. BAK BAB c. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang. Pola Nutrisi Makan : 2-3 x/ hari Minum : 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 10-18 Kali h. KB Post Partum. dan lain-lain) : Tidak ada b. i. Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan g. Pola Eliminasi : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari Pola Istirahat dan tidur . kebersihan diri. manfaat ASI. tanda. dan tanda-tanda mau melahirkan.

diabetes mellitus. Riwayat penyakit yang sedang diderita Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung. epilepsi. dan asma . hepatitis.Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur d. tidak ada nyeri. makan sirih. Riwayat Penyakit Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung. asma/ TBC paru. : 2 hari sekali Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok. ginjal. diabetes mellitus. Mandi : 6-7 jam Personal Hygiene : 2 x/ hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas e. HIV. malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. tidak ada pengeluaran darah. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. hipertensi. kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : 2x/ hari f. hipertensi.

Kepercayaan berhubungan dengan kehamilan. Riwayat KB Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 11. Keadaan umum 2. hubungan Ibu dengan masyarakat baik II. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF) 1. Tanda tanda Vital a. yang 12. Kesadaran 3. Keadan emosional : Baik : compos mentis : stabil 4. Kehamilan ini direncanakan b. Status perkawinan nikah. nikah 1 kali 10. Tekanan darah : 120/80 mmHg .Riwayat social a. Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik. Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c.

b. Denyut Nadi c. Pernafasan d. Suhu tubuh

: 80 x/menit : 20 x/menit : 36,80 C

5. Antropometri
a. Tinggi badan b. Berat Badan c. BB Sebelum hamil d. IMT

: 161 cm : 62 kg : 49 kg :

e. LILA

: 34 cm

6. Pemeriksaan Fisik

a. Kepala dan rambut b. Muka 1) Mata

: tidak ada benjolan,Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum

a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil 2) Mulut a) Warna bibir

: Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+

: Merah muda

b) Lidah c) Gigi d) Gusi c. Leher

: Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis d. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus • Perkusi batas paru – paru

: Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan

: Simetris : Tidak ada oedema

• Auskultasi bunyi paru – paru : Bunyi bersih,tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 3) Payudara Inspeksi • Bentuk • Putting susu • Striae Palpasi • Rasa nyeri • Benjolan • Pengeluaran : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada

e. Punggung dan Pinggang 1) 2) Posisi tulang belakang Rasa nyeri f. Abdomen 1) Inspeksi
• Bentuk perut • Pembesaran • Luka bekas oprasi • Striae gravidarum • Linea Nigra

: Lordosis : Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

2) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 3) Auskultasi : Convergent

11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram : Simetris Oedema jari – jari tangan : Tidak ada oedema 2) Bawah • • • • • Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+ h. Ekstremitas 1) Atas • • Bentuk : Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : • Varices • Oedema : Tidak ada : Tidak ada • Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 2) Perineum : : Tidak ada • Bekas luka/luka parut 3) Pemeriksaan Dalam .DJJ Frekuensi 4) TBBJ g. regler : TFU.

presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik. Assasement Ny. Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan keluarga . : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan IV. PEMERIKSAAN LABORATORIUM • Haemoglobin • Golongan darah • Protein urine • Glukosa III. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu. janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang. Planning 1.• Vulva Vagina • Portio • Pembukaan servik • Ketuban • Presentasi • Denominator • Moulage • Penurunan presentasi : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun – ubun kecil : Tidak ada : Kepala D.

Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat → Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8. Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi → Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5. tekanan darh tinggi → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup → Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6. tangan dan kaki bengkak. Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih → Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan → Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan . Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari → Ibu mengerti dan mengetahui 9. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur.→ Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri → Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari 7. perdarahan.

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 05 Maret 2011 : 22.00 WIB : BPS Engkay S Chandra KALA I (Jam 22. keluar air. DATA SUBJEKTIF .15 WIB) I.10.tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina.mules → Ibu mengetahui tentang tanda. Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan → Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan B. Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda.air. dan mules.tanda persalinan 11.

Tanda – tanda bersalin a.00 WIB. Lamanya 4. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules – mules sejak jam 18. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny.A. Frekuensi c. Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas 3. Status Kesehatan 1. Pengeluaran Pervaginam • Lendir darah : Ada . Kontraksi • Sejak tanggal : 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik b.Benda Rt 01/Rw 02 B. 2. perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah. nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang. “E” : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta : Ds.

Riwayat kehamilan sekarang • HPHT • Haid bulan sebelumnya • Lamanya • Siklus • ANC : 28 – 05 – 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur . Frekuensi : 4 x 7. Masalah – masalah khusus : Tidak ada 6. persalinan.• Air ketuban • Darah : Ada : Tidak ada 5. Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x 8. Riwayat kehamilan. yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan persalinan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB Anak .

1.

Anak ke 1/8 th

BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan

Spontan

Tidak ada L

3000g 53 cm

2.

Anak ke 2/7 th

Spontan

Tidak ada L

2800g 50 cm

3

Kehamilan ke 3

-

-

-

-

-

9. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 10. Makan dan Minum terakhir a. Makan
• Jam

: 17.00 wib

• Jenis Makanan : Nasi,tempe,lauk pauk • Banyaknya

: 1 porsi

b. Minum terakhir
• Jam

: 20.30 wib

• Jenis minuman : Air putih,air putih • Banyaknya

:2 gelas

11. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 12. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam : 20.00 Wib : 06.00 wib

Tidur : 6-7 jam 13. Psikologis : Tidak terganggu

14. Keluhan lain : Tidak ada 15. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali

16. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok, makan sirih, kopi : Tidak Ganti pakaian dalam 17. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu,tidak ada nyeri, tidak ada pengeluaran darah. 18. Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 19. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 20. Riwayat Kontrasepsi : 2x/ hari

Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi, rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. 21. Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami, status perkawinan nikah , kehamilan ini direncanakan, jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki, pengambil keputusan adalah suami. 22. Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. 23. Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik, dan hubungan dengan masyarakat juga baik.

II. DATA OBJEKTIF A. Pemeriksaan Umum 1. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Keadan emosional 4. Tanda - tanda vital a. Tekanan darah b. Nadi c. Respirasi d. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36,90 C : Baik : Composmentis : Stabil

5. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran 2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan tanggal. Muka 1) Mata • Kelopak mata • Sclera • Konunctiva • Refleks pupil 2) Hidung : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema. tidak ada serumen. IMT : 6. gusi tidak berdarah. bersih : bentuk simetris. bersih . tidak ada sekret. bersih 3) Mulut dan gigi : Lidah bersih. Pemeriksaan Fisik a. Antropometri a. BB Sebelum hamil : 49 kg d.cloama gravidarum : bentuk simetris. Berat Badan : 161 cm : 62 kg c. Tinggi Badan b. tidak ada polip. gigi tidak ada yang 4) Telinga b.

tidak ada retraksi dinding dada.4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe c. tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru.dub 3) Payudara Inspeksi • Bentuk • Kebersihan • Putting susu • Pembesaran • Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada Palpasi • Benjolan • Pengeluaran : Tidak ada : Ada . bunyi jantung reguler 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus : Simetris • Perkusi batas paru – paru : Tidak ada oedema • Auskultasi bunyi paru – paru : bersih.tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung Lub . Dada Dada : bentuk dada simetris. tidak ada retraksi dinding dada.

Punggung dan pinggang : Tidak ada 1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri e. datar. Abdomen 1) Inspeksi • Bentuk perut • Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada • Luka bekas oprasi : Tidak ada • Striae gravidarum • Linea Nigra 2) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar. keras dan melenting.• Rasa nyeri d. sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent. lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras. dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat. 4/5 3) Auskultasi : Ada : Tidak ada .

reguler Kontraksi 4) TBBJ f. reflek fatella kanan dan kiri positif g. turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan. Genitalia Inspeksi • Vulva dan vagina • Varices • Oedema • Pengeluaran Pervaginam Perineum • Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU. frekuensi 138 x/menit. tidak ada varices.DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat. lunak . Ekstremitas Atas : bentuk simetris. tidak ada oedem pada jari dan tangan. kuku jari tidak pucat.11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram Anus • Haemoroid : Tidak ada Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio : Tidak ada kelainan : tebal.

Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya . Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan III. Planning 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses persalinan dan janin dalam keadaan baik → Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten. janin tunggal hidup intra uterine. Assasement Ny. presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik IV.Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase : 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada Penurunan kepala : hodge I B. letak memanjang.

Memberikan nutrisi dan cairan → Ibu meminum susu ± 10 cc . Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan → Suami dan keluarga mendampingi Ibu 7.jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5.→ Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3.jalan/ tidur dengan miring kekiri → Ibu mau berjalan. Menganjurkan agar ibu tidak cemas → Ibu terlihat tidak cemas 4. Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu misalnya dengan berjalan. Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit → Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit → Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8.

kuat dan ada dorongan untuk mengedan.9.9 0C . Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering. Data Obyektif Pemeriksaan Fisik − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosional − Tekanan darah − Nadi − Pernapasan − Suhu Pemeriksaan dalam − Vulva/vagina − Portio : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. Mengobservasi tanda. DJJ. pakaian Ibu dan bayi) → semua alat telah disiapkan KALA II ( Jam 05. II. His dan kemajuan persalinan pada fase laten → Observasi telah dilakukan 10. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set.00 WIB) I.tanda vital.

spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV III. Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik IV. Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set. Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2. Memakai alat perlindungan diri → skort telah dipakai 4. jernih. pakaian ibu dan bayi) → semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3. Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu → Ibu memilih posisi litotomi . Planning 1.− Pembukaan − Ketuban − Presentasi − Molase − Penurunan kepala : 10 cm : sudah tidak ada. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan → Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5.

LK 32 cm KALA III (JAM 05.45 WIB) I. makan/minum jika tidak terasa mules → Ibu mau minum susu ± 25 cc 9. normal.6. JK perempuan. Memimpin Ibu untuk mengedan → Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8. BB 2600 gram. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat. Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules II.30 WIB bayi lahir hidup . PB 47 cm. Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik → Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7. Melakukan pertolongan persalinan secara APN → Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05. Data Obyektif − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosional − Tekanan darah − Nadi − Pernapasan : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : Baik : Compos mentis .

Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin → oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3. Melakukan masase fundus perdarahan → Masase telah dilakukan. Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak → tidak ada 2. fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah .− Suhu : 36.9 0C − Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta III. Planning 1. Assasement P3A0 parturient kala III. Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba. plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik IV. tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk mencegah uterus keluar → PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4.

Kala IV JAM 05.7. 55 WIB I.37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : ± 50 cc : Derajat II III.Data Obyektif − Keadaan umum − Kesadaran − Keadaan emosinal − Tekanan darah : Baik : Compos mentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3.Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik .3C − Nadi − Pernapasan − Suhu Plasenta telah lahir − Jam − TFU − Kontraksi uterus − Kandung kemih − Perdarahan − Robekan perineum : 16. Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas II.

Memeriksa apakah ada robekan perineum → robek derajat II 4.Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya → Ibu mau menyusui bayinya 8. Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi → Plasenta belum lengkap 2. Planning 1. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi → Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6.IV. serta membersihkan tempat bersalin → tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7. Melakukan eksplorasi → Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3. Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman. Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga → Ibu mau minum sari kurma ± 50 cc . Melakukan hecting perineum → hecting telah dilakukan 5.

alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit → alat.9. kontraksi uterus. Membereskan alat. Mendokumentasikan asuhan . kandung kemih.tanda vital. dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 → observasi telah dilakukan 10. Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang → data telah didokumentasikan kedalam partograf 12. Melakukan observasi kala IV yaitu tanda. TFU.alat telah didekontaminasi 11.

Benda Rt 01/Rw 02 2. Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan ANC di TT : 28. Data Subyektif 1.Identitas (Biodata) Nama Pasien : Ny. “E” Umur : 29 tahun Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMP : IRT Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta Alamat rumah: Ds.2011 : 9 bulan : BPS Engkay S Chandra : 4 kali . Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3.30 WIB : BPS Engkay S Chandra I .C. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian Jam Tempat : 06 – maret 2011 : 07.03.2010 : 05.05 .

5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit . Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : 03 Maret 2011/05.30 WIB Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan . tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5. masa gestasi 38 minggu. LK 32 cm. Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Baik Kesadaran : composmentis Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36. PB 47 cm.4. Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc II. 2600 gr.

tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat. Axilla c. konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris. kebersihan baik. Leher Leher dan axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening. bersih b. tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema. sclera putih. kebersihan baik. fungsi pendengaran baik. tidak ada pengeluaran.Pemeriksaan Fisik a. tidak ada cloasma gravidarum. tidak ada retraksi dinding . Dada : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe Dada dan payudara : bentuk dada simetris. fungsi Rambut Muka penciuman baik. tidak berketombe. tidak ada perdarahan gusi. bersih Hidung : bentuk simetris. tidak ada caries. warna hitam : bentuk simetris. tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. Kepala : tidak rontok.

kekuatan otot baik g. putting susu menonjol. tidak ada benjolan d. tidak ada luka operasi. ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik. Anogenital : kebersihan baik. tidak ada diastasis recti Inspeksi Palpasi e. kekuatan otot baik : tidak ada oedema. pembesaran normal. tidak ada varises. ada pengeluaran. warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan. kontraksi uterus baik. retraksi.Payudara : bentuk simetris. perdarahan normal Vulva vagina Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan . tidak ada oedema. kebersihan baik. tidak ada oedema. Punggung dan pinggang Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. pengeluaran vagina lokhea rubra. Atas Bawah Ekstremitas atas dan bawah : kebersihan baik. tidak ada rasa nyeri. Abdomen : bentuk bulat. tidak varises. kandung kemih kosong. striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat.

2. Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas. hygiene diri. perawatan bayi baru lahir. gizi seimbang. tanpa membubuhi apapun. perdarahan dan lokhea berbau → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. cara untuk mencegah perdarahan. cukup istirahat dan KB post partum → Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang. Planning 1. Assasement P3A0 Ny. kepala terasa berat.III. E post partum 2 jam IV. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal → Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. mengkonsumsi banyak air putih. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan → Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih → Ibu mengerti dan akan melaksanakannya .

6. bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang terdekat → Ibu mengerti dan mengetahuinya 8.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning → Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti →Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. dan mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit → Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam 07. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu tubuh naik. dan cukup nutrisi serta minum. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2 kali dalam seminggu → Ibu mengetahui dan akan melakukannya 10. misalnya jalan – jalan disekitar ruangan → Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan . agar kondisi ibu lebih baik. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri.00-08. 11. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan melakukan gerakan.

06 Maret 2011 :11.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya. Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi. .dan rahim teraba lembek.kelur darah yang banyak secara tiba – tiba. Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan → Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14. ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik → Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan Catatan Perkembangan Hari.ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas.30 wib DATA SUBJEKTIF Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08.Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu.namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda – tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus.00 Wib.13.

konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi : bentuk bulat. Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK.kandung kemih penuh : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36. striae nigra Palpasi : TFU 2 jari bawah pusat. kontraksi keras. sclera putih. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2. agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan. ibu .Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema. tidak ada luka operasi.5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit ASSESMENT P3A0 post Partum 6 jam PLANNING 1.

30 Wib : BPS Bd.separti sakit kepala yang berlebihan. Memberitahu tanda – tanda bahaya ibu nifas.. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis Keadaan umum Kesadaran . demam. 3. dan ibu mau melakukannya. ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk. ibu mengerti dengan apa yang disarankan.mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK. Data Obyektif 1. nyeri perut. Engkay S Chandra II. Catatan Perkembangan Hari. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur. ibu mengerti dengan apa yang disampaikan.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. 4. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jum’at. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilisási secara dini untuk mempercepat pemulihan diri.11 Maret 2011 : 08. 5. nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba – tiba.

III. tidak ada benjolan. Mata Pemeriksaan Fisik : Stabil : 120 / 70 mmhg : 36. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis. kontraksi baik Anogenital : lochea rubra Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik .Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. papilla mamae menonjol keluar.2 ºC : 80 x /menit : 20 x /Menit o Kelopak mata tidak oedema o Sclera putih o Konjungtiva merah muda o Refleks pupil positif b. adanya pengeluaran colostrum dari putng susu. Dada : adanya pembesaran payudara. a. e. d. hiperpigmentasi. Leher o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c.

IV. 2. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. 7. Mengobservasi pengeluaran ASI. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. agar kondisi ibu lebih baik. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Planning 1. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri  Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari . kepala terasa berat. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. dan cukup nutrisi serta minum. involusi uterus.kunang. kandung kemih dan lochea  Semua normal 3. perdarahan dan lokhea berbau. perdarahan. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5.

Catatan Perkembangan Hari.00 Wib : Rumah Pasien II. a.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I.7 ºC : 84 x /menit : 18 x /Menit Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu.19 maret 2011 :08. Mata Pemeriksaan Fisik o kelopak mata tidak oedema o sclera putih o konjungtiva merah muda o refleks pupil positif . Data Obyektif 1.

lochea serosa . kandung kemih dan lochea  Semua normal. adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu. hiperpigmentasi. tidak ada benjolan. Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik IV. Mengobservasi pengeluaran ASI. 2. ASI sudah keluar dari kedua payudara. Dada : adanya pembesaran payudara. papilla mamae menonjol keluar. perdarahan. involusi uterus. TFU tidak teraba. Leher o tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c.b. d. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa III. e.Planning 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan .3. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. perdarahan dan lokhea berbau.kunang. kepala terasa berat.

Ayah Nama Umur Suku/bangsa : Tn “E” : 30 th : Sunda/Indonesia : Ny “E” : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds.30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06.Benda Rt 01/Rw 02 : By. Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c. Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl. Identitas (Biodata) a. Ny “E” : 1 jam : 06-03-2011. 06. Data Subyektif A.30 WIB :Bd.Engkay S chandra . ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I.jam lahir Jenis kelamin b.D.

Lain – lain : Tidak ada : 3. Tanggal dan jam : Islam : SMA :Wiraswasta : Ds. Riwayat penyakit kehamilan 13.Benda Rt 01/Rw 02 :06 – 03 . Perdarahan 14. susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual b. Anamnesa 1. Obat dan jamu c. Kebiasaan waktu hamil a. Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 16. makan dan minum • Jenis makanan : nasi. kadang-kadang ada sayurannya • Frekuensi • Jenis minuman • Frekuensi : 3 x sehari : air putih. Pre eklamsia 15. lauk pauk. susu untuk ibu hamil : air putih ± 8-12 gelas/hari. Merokok : tidak pernah : tidak pernah .Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B.2011 2. Penyakit kelainan : Tidak ada 17.

Lamanya persalinan : 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan Kala I Kala II Kala III Kala IV 6. Jumlah air ketuban 8. Jenis Persalinan 4. Komplikasi persalinan a. Umur kehamilan 2. Kehamilan tunggal/gemeli 3. Ditolong oleh 5. Keadaan Bayi baru lahir • Bayi langsung menangis/ bernafas spontan • Gerakan Bayi aktif : ya : ya . Bayi 9. Ibu b. Riwayat Persalinan Sekarang 1. Keadaan air ketuban : 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada 7.C.

Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif B. b. otot baik.datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada .II.60C : 40 x/menit c. Data Obyektif A. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1. Pemeriksaan Fisik Bayi 1. Menangis kuat. warna kulit kemerahan. Kepala • Bentuk • Ubun – ubun • Maulase • Caput Succedaneum • Cepal hematoma • Lain –lain : Simetris : Normal. Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 120 x/menit : 36. Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a.

3. Mata • Bentuk : Simetris • Tanda – tanda insfeksi : Tidak ada • Reflek mengedip • Reflek pupil • Lain –lain 4. Telinga • Bentuk • Tulang rawan telinga : Simetris : Ada : Baik : Baik : Tidak ada • Letak telinga sejajar alis mata : ya • Reflek pendengaran 5. Muka Bentuk simetris. tidak Ada down syndrome.2. tidak ada paralisis syaraf facial. Hidung dan Mulut • Pernafasan cuping Hidung • Warna bibir • Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik • Refleks menelan (swallowing) : Baik • Lagioskizis dan Palatoskizis • Refleks rooting : Tidak ada : Baik .

Payudara • Bentuk • Putting susu : Simetris : Menonjol 8.normal • Fraktur klavikula a. Dada • Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik • Retraksi dinding dada : Baik.10 jari : Baik • Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada • Kelainan : Tidak ada 9.Reguler b. lengan dan tangan • Jumlah jari tangan • Refleks grapsing (menggenggam) : Normal .6. Paru – paru Auskultasi • Paru – paru • Jantung : Tidak ada : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub. Leher • Pembengkakan • Refleks Tonik neck 7. Refleks moro : Baik . Bahu.

Punggung dan anus • Masa / Tonjolan • Sfina bifida : Tidak ada : Tidak ada : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan .10. Abdomen • Bentuk : Simetris • Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada • Perdarahan tali pusat • Masa pada abdomen • Lain –lain 11. Tungkai dan kaki • Bentuk • Jumlah jari kaki • Tanda klik • Refleks babinsky • Kelainan 13. Genitalia Bayi perempuan • Labia mayor menutupi labia minora • Vagina berlubang • Uretra berlubang • Pengeluaran Pervaginam 12.

Membersihkan mata. Pemeriksaan Laboratorium . IV.• Meningokel • Anus berlubang : Tidak ada : ya • Pengeluaran mekonium :Ada 14. Letakan bayi di atas perut ibu. mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2.Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. Kulit • Warna kulit : Kemerahan • Vernik kaseosa : Ada • Lanugo :Ada tapi tidak banyak • Pembengkakan : Tidak ada • Tanda lahir : Tidak ada C. keringkan tubuh bayi → bayi telah dikering kan . hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban → mata. Planning 1.HB .

Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat → Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. keaktifan setiap 5 menit → Observasi telah dilakukan . Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat → Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi → salep mata telah diberikan 8.3. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan → Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. PB. LILA dan periksa fisik bayi → pengukuran telah dilakukan 9. warna kulit. 6. Mengukur BB. LK. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu → Ibu mau menyusui bayinya. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. LD.

00 WIB. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat → Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11. bau busuk atau berdarah → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi.30 Wib : BPS Bd.2011 : 08.Engkay S Chandra I. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 – 03 . Tali pusat keluar cairan. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. . bayi telihat kuning. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m.10. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui.

Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat  Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat .20C : 45 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis • Mulut : terdapat reflek rooting. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari. refleks sucking dan refleks swalowing • Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung • Dada : retraksi dinding dada baik • Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat • Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah III. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. IV. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 135 x/menit : 36. Planning bahwa 1. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 2.II.

II. buang air besar 2-3 kali sehari. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali.3. Bayi bergerak aktif.2011 : 08. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I.00 Wib : rumah pasien . Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh : 144 x/menit : 36. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 5. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi  Ibu masih mengingatnya 4.70C : 19 – 03 . Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5.

Planning 1. IV. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 4. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi bahwa  Ibu masih mengingatnya 3.• Pernapasan : 54 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis • • • • • • Mulut : terdapat reflek rooting. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 2. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan . sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan III.

Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan  Ibu sudah paham . Ibu mau menyusui bayinya 5.

BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. dua kali pada triwulan ke tiga. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk “10T”. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. bayi baru lahir dan masa nifas. satu kali pada triwulan kedua. . persalinan. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri).

Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan.memotong tali pusat.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. bayi baru lahir dan nifas normal. memberikan injeksi vitamin K. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek .00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga.30 WIB Ny. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16. persalinan.00 WIB. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. memberikan salep mata pada kedua mata bayi. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. 00 WIB. didapatkan data sebagai berikut: • Dalam tahap pengumpulan data. dan pada jam 06.

auskultasi. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 .42 Minggu ). pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi. palpasi.• Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. perkusi. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. mental dan sosial ibu. berdasarkan kebutuhan fisik. Pada wanita hamil tejadi perubahan-perubahan baik fisik maupun maka didalam memberikan asuhan kehamilan harus fisiologis. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada . 4. 2.

SARAN 1. . Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi dari kehidupan intra uterin. Pendataran serviks. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. Perubahan bentuk serviks. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Tanda – tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. persalinan. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi.5. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: - Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin 8. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. memberi dukungan pada persalinan. mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. 7. 6.

DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. A. EGC Jakarta. Sarwono. 2005. Muchtar 1998. Kedokteran EGC.B. Prawihardjo 2001. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. JNPKR-POGI: Jakarta .. Ilmu Kebidanan.2.2006. Saifudin. Kedokteran EGC. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. Gobak ett all. EGC Jakarta. 2008. Keperawatan Maternitos. Sinopsis Obstetri. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. Yayasan Bima pustaka. Rustam. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. 2002. sarwono prawihardjo. JNPK. Jilid edisi 2. Jakarta.

Prodi D III Kebidanan .ST) (Bd. Engkay S Chandra) Mengetahui. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Ka.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny.

Engkay S Chandra) Mengetahui.ST) (Bd. SKM. SKM. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.M.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.Kes) LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny.M. Ka.(Wiwin Winarti. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.Kes) .

sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. SKM. 2. H. Djumhana Cholil. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. .M. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. 3.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Rizar Riyanto. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Oleh karena itu. SKM. penulis panjatkan kepada Allah SWT. atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Wiwin Winarti. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini.M.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.

penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini. Ny. Sukabumi.4. Ibu bidan Engkay S chandra. Juni 2010 . Lilis Sumiati S. 6. serta materi. 7. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati. umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan. spiritual. Sahabat. 5. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. E. Khususnya bagi penulis. 8. orang-orang yang telah terdekat memberi serta seluruh teman-teman makalah seperjuangan motivasi sehingga komprehenshif ini dapat terselesaikan. Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental.

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................... LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ KATA PENGANTAR.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...................................................................................... B. Rumusan Masalah................................................................................. C. Tujuan................................................................................................... D. Ruang Lingkup...................................................................................... E. Sistematika Penulisan........................................................................... F. Manfaat Penulisan................................................................................. BAB II TINJAUAN TEORI A................................................................................Teori Kehamilan .............................................................................................................6 1. Definisi............................................................................................ 2. Persiapan kehamilan....................................................................... 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan................................ 4. Tanda-tanda dari kehamilan............................................................ 5. Ante Natal Care...............................................................................

i ii iii v

1 3 3 4 4 5

6 7 7 8 10

6. Tujuan ANC.................................................................................... 7. Proses kehamilan............................................................................. 8. Memantau tumbuh kembang janin.................................................. 9. Menentukan usia kehamilan............................................................ 10. Perubahan fisik selama hamil......................................................... 11. Keluhan selama hamil..................................................................... 12. Kebutuhan gizi ibu hamil................................................................ B...........................................................................................Persalinan ...........................................................................................................34 1. Definisi............................................................................................ 2. Bentuk-bentuk persalinan............................................................... 3. Etiologi persalinan.......................................................................... 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan................................ 5. Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran.......... 6. Persiapan persalinan........................................................................ 7. Tanda-tanda persalinan................................................................... 8. Tahapan persalinan......................................................................... 9. Rencana Kala I................................................................................ 10. Mekanisme persalinan..................................................................... 11. Asuhan kebidanan pada persalinan................................................. 12. Asuhan persalinan normal............................................................... 13. Partograf..........................................................................................

13 14 21 22 22 27 27

34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68

C...................................................................................................Nifas ...........................................................................................................70 1. Definisi nifas................................................................................... 2. Fisiologi nifas.................................................................................. 3. Laktasi............................................................................................. 4. Psikologi nifas................................................................................. 5. Penatalaksanaan nifas..................................................................... 6. Kebutuhan ibu nifas........................................................................ 7. Program dan kebijakan tehnik masa nifas....................................... D....................................................................................Bayi baru lahir ...........................................................................................................82 1. Definisi............................................................................................ 2. Karakteristik bayi baru lahir........................................................... 3. Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir.............................. 4. Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir........................ 5. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir.................................................... 6. Tanda-tanda bahaya pada bayi........................................................ BAB III TINJAUAN KASUS A. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal............................................ 93 82 83 84 85 88 92 70 71 74 74 75 79 80

B. Asuhan kebidanan pada persalinan normal.......................................... 105 C. Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal............................................. 123 D. Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.................................... 137 BAB IV PEMBAHASAN............................................................................... 151

..................... Kesimpulan...... 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.............. Saran...............................................................................................................E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI .......BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A............................ 153 B.........

NIM : 0290106A08063 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful