You are on page 1of 90

PENJELASAN PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN

IV - 1

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, setiap daerah kabupaten perlu menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten sebagai arahan pelaksanaan pembangunan, sejalan dengan penerapan desentralisasi dan otonomi daerah sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang menitikberatkan kewenangan pelaksanaan pembangunan pada Pemerintah Kabupaten, termasuk pelaksanaan perencanaan tata ruang wilayah kabupaten. Penyediaan rujukan mengenai proses perencanaan tata ruang wilayah kabupaten dalam bentuk suatu buku pedoman diperlukan untuk membantu pencapaian tujuan-tujuan perencanaan. 1.

PENJELASAN

Dalam era otonomi daerah ini, maka setiap kabupaten Ruang memiliki wewenang nya untuk sendiri. menyusun dan menetapkan Rencana Tata Wilayah (RTRW) Pemerintah Pusat dalam hal ini berperan dalam memberikan bantuan teknis kepada daerah. Bantuan tersebut berupa pedoman untuk menyusun RTRW bagi tiap-tiap daerah. Saran : Penyediaan rujukan mengenai proses perencanaan tata ruang wilayah kabupaten diperlukan untuk membantu daerah dalam menyusun RTRW Kabupaten yang pada akhirnya akan mencapai tujuan-tujuan wilayah secra alam perencanaan. Tujuan perencanaan umum adalah sebagai berikut : Mendayagunakan ekonomi lokal. 2. 3. 4. Mengurangi kesenjagan antar wilayah atau regional imbalances. Mewujudkan pembangunan wiayah yang berkelanjutan. Mempertahankan dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Ciri utama perencanaan wilayah adalah komprehensif atau menyeluruh, di mana memadukan sektor-sektor serta sub wilayah yang tercakup dalam wilayah sumberdaya secara optimal melalui pengembangan

IV - 2

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN harus

PENJELASAN rencana. Sektor-sektor dalam wilayah rencana dikembangkan secara keseluruhan sebagai suatu kesatuan sehingga mencapai hasil yang optimum.

1.2

MAKSUD DAN TUJUAN

Buku pedoman ini dimaksudkan sebagai Cukup jelas. bahan rujukan dalam kegiatan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten. Tujuan dari pedoman ini adalah memberikan Kabupaten Kabupaten. 1.3 RUANG LINGKUP PEDOMAN Pedoman ini meliputi kegiatan Pedoman Penyusunan RTRW Kabupaten ini berisikan persyarakat minimum yang harus acuan dalam bagi Pemerintah RTRW menyusun

penyusunan RTRW Kabupaten yang

bersifat umum, baku dan minimal harus dipenuhi dalam suatu RTRW Kabupaten yang dipenuhi dalam proses penyusunan RTRW akan dihasilkan. Namun pedoman ini tidak Kabupaten. Pedoman penyusunan ini merupakan Kabupaten RTRW memberikan metodologi yang baku terhadap dasar penyusunan RTRW, hal ini dimaksudkan agar yang dapat menampung aspirasi dari daerah, di

mencakup mulai dari persiapan penyusunan mana seperti diketahui bahwa tiap-tiap daerah hingga proses legalisasi RTRW Kabupaten memiliki karakteristik dan kondisi lokal yang sebagai Peraturan Daerah 1.4 SISTEMATIKA PEDOMAN Cukup jelas. berbeda-beda.

Pedoman ini disusun dengan mengikuti sistematika 5 (lima) bab, yaitu: Bab 1 Pendahuluan Bab ini berisikan latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup dan sistematika dari Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten.

IV - 3

dan pengertian mengenai RTRW Kabupaten itu sendiri yang mencakup skala dan jangka waktu perencanaan. kedudukan RTRW Kabupaten dalam jenjang perencanaan. dan kedalaman substansinya. dalam dan proses proses penyusunan RTRW legalisasi PENJELASAN IV .4 .PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Bab 2 Ketentuan Umum Bab ini berisikan pengertian-pengertian dasar yang digunakan dalam buku pedoman ini. tujuan dan sasaran. Bab 3 Proses dan Mekanisme Penyusunan RTRW Kabupaten Bab ini menjelaskan proses penyusunan RTRW Kabupaten disertai dengan penjelasan mengenai kelembagaan dan peran serta masyarakat tersebut. Bab 5 Substansi RTRW Kabupaten Bab ini menjelaskan substansi dari RTRW Kabupaten sebagai produk atau keluaran proses penyusunan rencana. fungsi. Bab 4 Substansi Data dan Analisis Penyusunan RTRW Kabupaten Bab ini menjabarkan aspek-aspek yang dianalisis dalam penyusunan RTRW Kabupaten disertai dengan data/peta yang dibutuhkan dalam analisis tersebut. Kabupaten.

tentang Penataan Ruang.4 Rencana Tata Ruang Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan Definisi Rencana Tata Ruang sudah terdapat struktur dan pola pemanfaatan ruang. rencana tata ruang.1. kegiatan tempat serta manusia dan makhluk lainnnya memelihara kelangsungan hidupnya.5 .1. tata Pedoman Penyusunan RTRW Kabupaten ini ruang.1.3 tata Penataan Ruang ruang. Adapun dalam UU No 24 Tahun 1992 tentang IV . 2. ruang lautan. dan kawasan tertentu. 2. kawasan lindung.1. kawasan budidaya. sudah tercantum dalam UU NO 24/1998 wilayah. dan ruang udara 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang.2 Tata Ruang Definisi Tata Ruang sudah terdapat dalam UU Tata ruang adalah wujud dari struktur dan No 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. pola pemanfaatan ruang.1 PENGERTIAN-PENGERTIAN Pengertian-pengertian digunakan dalam penataan dasar ruang PENJELASAN yang Seluruh pengertian dasar yang berkaitan dan dengan Penataan Ruang yang terdapat dalam dijelaskan di bawah ini meliputi ruang. Penataan ruang adalah proses perencanaan Definisi Penataan Ruang sudah terdapat pengendalian ruang. sebagai hidup satu dan kesatuan melakukan wilayah. kawasan perdesaan. dan dalam UU No 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang.1 Ruang Ruang adalah wadah yang meliputi ruang Definisi Ruang sudah terdapat dalam UU No daratan. 2.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN BAB 2 KETENTUAN UMUM 2. penataan ruang. pemanfaatan ruang. kawasan perkotaan. baik direncanakan maupun tidak direncanakan. 2.

udara. kawasan yang lahannya tidak dapat Selain itu. dikenal kawasan perdesaan. sedangkan yang dimaksud dengan pola pemanfaatan ruang adalah tata guna tanah. ditetapkan dengan fungsi utama perdesaaan kelestarian lingkungan hidup yang mencakup Pendefinisian kawasan di atas merupakan pendefinisian berdasarkan dua dimernsi yang Pembagian kawasan menjadi Kawasan budidaya adalah kawasan yang berbeda. dan fungsi ruangnya. dan sumber daya alam lainnya dalam wujud penguasaan. air. untuk kawasan lindung dan kawasan budidaya dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi merupakan pendefinisan kawasan berdasarkan sumber daya alam. yang dijelaskan sebagai berikut: Kawasan lindung adalah kawasan yang pendefinisian ditetapkan dengan fungsi utama melindungi perkotaan sumber daya alam dan sumber daya buatan. 2. penggunaan. Wilayah adalah ruang yang merupakan Definisi Wilayah sudah terdapat dalam UU kesatuan geografis beserta segenap unsur No 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. dimanfaatkan menjadi kegiatan produksi atau IV . udara.6 .PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN ruang adalah susunan unsur-unsur pembentuk lingkungan secara hirarkis dan saling berhubungan satu dengan lainnya. dan sumber daya alam lainnya. air. sumber daya manusia. dan pemanfaatan tanah. Kawasan lindung merupakan sumber daya buatan.5 Wilayah PENJELASAN yang dimaksud dengan struktur pemanfaatan Penataan Ruang.1.6 Kawasan yaitu pendefinisian kawasan menjadi kawasan lindung – kawasan kawasan budidaya. terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional.1. 2. menjadi – dan kawasan tertentu. Kawasan adalah wilayah dengan fungsi Pendefinisian kawasan terbagi menjadi dua utama lindung atau budidaya.

dan tertentu merupakan yang mempunyai kegiatan utama pendefinisian kawasan berdasarkan fungsi bukan fungsi dan pertanian kawasan distribusi dengan sebagai pelayanan susunan ruangnya Kawasan perkotaan memiliki tempat kegiatan utama non pertanian. ● yang ditetapkan nilai Kawasan tertentu adalah kawasan budaya. pertahanan.7 . dan kegiatan ekonomi. Kawasan perkotaan adalah kawasan perkotaan. RTRW PROPINSI. pelayanan sosial. RTRW rencana tata ruang dirumuskan Kabupaten memiliki keterkaitan secara antara satu dengan lainnya baik dari segi berjenjang mulai dari tingkat yang sangat substansi maupun operasionalnya. mempunyai strategis penataan ruangnya diprioritaskan.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN yang dijelaskan sebagai berikut: ● PENJELASAN kawasan perkotaan. 2. Sedangkan sebagai permukiman perdesaa. perdesaan. ● pelayanan dapat dibudidayakan untuk berbagai macam Pembagian kawasan menjadi kawasan jasa pemerintahan.2 KEDUDUKAN RTRW NASIONAL. kegiatan produksi dan permukiman. pemusatan kawasan perdesaan kegiatan utamanya adalah pemerintahan. sedangkan jasa pertanian. RTRW Propinsi. DAN RTRW KABUPATEN Sesuai dengan Undang-Undang Nomor RTRW Nasional. secara lebih jelas dapat pengelolaan dilihat pada Keppres No 32/90 tentang tempat kawasan budidaya merupakan kawasan yang sumber daya alam dengan susunan Pengelolaan Kawasan Lindung. dan kawasan tertentu permukiman karena diperuntukkan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan diperkenankan untuk dijadikan Kawasan perdesaan adalah kawasan tidak pertanian fungsi termasuk kawasan yang mempunyai kegiatan utama permukiman manusia. pelayanan sosial. dan yang memiliki nilai strategis dalam skala kegiatan ekonomi. ekonomi. secara nasional yang permukiman perkotaan. dan 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. dan keamanan. dan IV . Keterkaitan umum sampai tingkat yang sangat rinci. tersebut disebabkan karena wilayah kabupaten Mengingat rencana tata ruang merupakan terdapat dalam suatu wilayah propinsi. sosial. Kawsan tertentu adalah kawasan nasional dari segi politik.

dan RTRW Kabupaten) RTRW Propinsi dan Nasional. rangka Kawasan antar propinsi. RTRW Nasional disusun pada kawasan yang mempunyai nilai strategis mendukung perttumbuhan daerah sehingga pengembangannya perlu dilakukan secara bersama-sama oleh Pusat dan Daerah.000 dengan dalam jangka waktu perencanaan selama 25 tahun. tingkat ketelitian skala 1:1. IV . pada andalan.000. pada bagian berikut. RTRW Kabupaten dalam RTRW Propinsi dapat mencakup disusun oleh daerah otonom kabupaten.000 dengan RTRW Propinsi dan kawasan andalan/tertentu dalam RTRW Nasional. memperhatikan mempunyai hubungan keterkaitan satu sama lain serta dijaga konsistensinya baik dari segi substansi maupun operasionalisasinya. RTRW Propinsi merupakan strategi dan wilayah propinsi antar yang berfokus pada dalam RTRW wilayah Sedangkan pada Propinsi propinsi ditandai dan dengan mendapat kawasan harus dalam arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang kawasan-kawasan fungsional yang terdapat keterkaitan kawasan/kabupaten/kota prioritas pengembangan. Kawasan prioritas kabupaten tingkat ketelitian internal yang lebih dalam maupun propinsi ditetapkan oleh masingpada skala kabupaten dan akan dijelaskan masing pemerintah kabupaten dan propinsi. Kawasan prioritas Pada jenjang berikutnya. wilayah negara yang meliputi tujuan nasional memberikan indikasi kawasan andalan dan memperhatikan keterkaitan antar pulau dan pembangunan. ketiga tingkatan (RTRW Nasional. tingkat ketelitian skala 1:250. RTRW Nasional adalah strategi dan RTRW Nasional menitikberatkan pada pembangunan tertentu yang nasional dapat andalan dengan memacu adalah arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang strategi dan arahan pemanfaatan ruang yang kawasan RTRW Propinsi. RTRW Propinsi disusun pada memperhatikan jangka waktu perencanaan selama 15 tahun. kawasan yang berada di luar kawasan dengan memperhatikan RTRW lainnya.8 .PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN daerah dan bagian dari PENJELASAN matra keruangan dari rencana pembangunan dalam ruang wilayah negara. penentuan prioritas lain di prioritas tingkat kawasan kabupaten karena perkembangan suatu wilayah tidak dapat dilepaskan dari wilayah sekitarnya. Jadi dalam pembangunan penyusunan RTRW Kabupaten perlu juga keselarasannya dengan nasional.

3.9 . Keseimbangan berarti perkembangan suatu sektor seimbang dengan perkembangan sektor lainnya 2.000.000 10 tahun. kelestarian dan kesinambungan dalam lingkup kabupaten dan kaitannya dengan propinsi dan kabupaten sekitarnya.3 RENCANA TATA RUANG Tingkat PENJELASAN WILAYAH KABUPATEN 2.000 hingga 1:50.3. RTRW perkiraan Kabupaten disusun kecenderungan dan berdasarkan waktu kurang dari 10 tahun apabila dinilai perkembangan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Penyusunan RTRW Kabupaten dilakukan dengan berazaskan kaidah-kaidah perencanaan seperti keselarasan.1 Skala dan Jangka Waktu RTRW Kabupaten ketelitian peta dal mRTRW Kabupaten adalah 1:100. keterpaduan.2 Tujuan Tujuan dan Sasaran RTRW Cukup jelas Kabupaten dari perencanaan tata ruang wilayah kabupaten adalah mewujudkan ruang wilayah kabupaten yang memenuhi kebutuhan pembangunan dengan senantiasa berwawasan IV .PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 2. keserasian. RTRW Kabupaten. Keterpaduan berarti bahwa rencana yang dihasilkan dapat menciptakan satu kesatuan perkembangan di segala sektor. jadi penyusunan tata ruang yang baru wilayah administrasi kabupaten dengan untuk wilayah kabupatn dilaksanakan setiap disempurnakan atau ditinjau kembali dalam arahan perlu sebagai akibat dari dinamika tingkat ketelitian minimal skala 1:100. Namun RTRW Kabupaten dapat berjangka waktu perencanaan 10 tahun. Keterkaitan berarti bahwa rencana yang dihasilkan dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara sektor yang satu dengan yang lain. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jangka waktu perencanaannya adalah 10 Kabupaten adalah rencana tata ruang dalam tahun. Maka pihak yang terlibat dapat pembangunan di masa depan sesuai dengan merujuk pada Pedoman Peninjauan Kembali jangka waktu perencanaannya.

3 ● ● Fungsi RTRW Kabupaten Fungsi utama dari RTRW Kabnupaten ini dari yaitu untuk mewujudkan struktur dan pola tata ruang yang dinamis sehingga tercipta baik dalam imternal di wilayah kabupaten maupun dalam konstelasi wilayah yang lebih luas. Yang dimaksud sebagai matra untuk mewujudkan keruangan dari pembangunan daerah ini yaitu Sebagai matra keruangan Fungsi dari RTRW Kabupaten adalah: pembangunan daerah. Sasaran dari perencanaan tata ruang wilayah kabupaten adalah: ● Terkendalinya wilayah pembangunan baik di yang kabupaten PENJELASAN dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. efisien dalam alokasi investasi.3. pemanfaatan kabupaten. ● Sebagai alat ruang Sebagai dasar kebijaksanaan pokok kesinambungan keseimbangan perkembangan antar bahwa RTRW kabupaten menjadi ceerminan IV -10 . bersinergi dan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program pembangunan untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN lingkungan. ● Terdorongnya masyarakat ● dan minat dunia investasi usaha di keserasian dan antara kawasan lindung wilayah kabupaten. Terkoordinasinya pembangunan antar wilayah dan antar sektor pembangunan. ● Tersusunnya rencana dan keterpaduan program-program pembangunan di wilayah kabupaten. ● Terciptanya kawasan budidaya. 2.

Sebagai dasar pemberian izin lokasi pembangunan skala besar. ● PENJELASAN wilayah kabupaten dan antar kawasan dalam struktur dan pola tata ruang dalam pembangunan yang dilaksanankan di daerah. Sebagai pedoman untuk penyusunan tersebut. Unit analisis yang digunakan di menghubungkan dalam RTRW Kabupaten pada adalah kecamatan prasarana sedangkan digambarkan sistem unit kabupaten/kota. ● ● ● rencana rinci tata ruang kawasan.4 Kedalaman Kabupaten Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Unit kecamatan dijadikan unit analisis dalam Kabupaten disusun dengan kedalaman RTRW Kabupaten. sekunder Jaringan merupakan pada hasil sistem penyambungan atau distribusi dari jaringan sekunder transportasi terdiri dari arteri sekunder dan sistem primer dan sekunder. Sebagai alat untuk mengalokasikan RTRW Kabupaten juga berfungsi sebagai investasi yang dilakukan pemerintah. Jaringan primer pada sistem transportasi adalah jaringan jalan yang menghubungkan pusat-pusat pelayanan yang berhirarki sama. dasar kebijakan dalam struktur dan pola masyarakat dan swasta. Selain itu RTRW Kabupaten juga pengendalian dalam jaringan merupakan jalan lokal atau digunakan dalan kedalaman internal kabupaten itu sendiri. Sebagai dasar pemanfaatan ruang. Jaringan primer.3. Sedangkan jalan sekunder Substansi RTRW pemanfaatan ruang dalam wilayah kabupaten berfungsi sebagai pengendali atau pengontrol pemanfaatan ruang yang telah dilakukan.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN serta keserasian antar sektor. dua atau lebih substansi yang sesuai dengan ketelitian atau unit primer yaitu untuk jalan regional atau skala petanya. Untuk prasarana jalan. Jaringan sistem primer merupakan jaringan utama yang langsung berhubungan dengan sumber. Sistem primer pada jaringan jalan terdiri dari arteri primer dan kolektor primer. 2. IV -11 .

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN PENJELASAN kolektor sekunder. pengumpulan data.000. sebelumnya apabila ada.000-1:50. Kemudian tahap penyusunan konsep ● Konsepsi atau perumusan konsep rencana yang akan digunakan dalam rencana. tahapan-tahapan berikut: Kemudian dilanjutkan dengan tahap ● Persiapan penyusunan. peninjauan kembali RTRW kabupaten ● Peninjauan kembali RTRW tersebut yang telah disusun pada periode Kabupaten sebelumnya.5 Produk RTRW Kabupaten Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Produk RTRW kabupaten dibagi menjadi tiga Kabupaten disajikan dalam beberapa produk bagian yaitu Buku Data dan Analisis.000.1 PROSES PENYUSUNAN RENCANA Proses penyusunan Rencana Tata Ruang penyusunan RTRW Kabupaten yaitu tahap Wilayah (RTRW) Kabupaten meliputi persiapan penyusunan sebagai tahap awal. Kemudian tahap ● Pengumpulan data dan informasi. BAB 3 PROSES DAN MEKANISME PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Terdapat enam tahapan dalam proses 3. Rencana. analisis. Buku yang terdiri dari: 1 2 3 Buku Data dan Analisis. dan Album Peta dengan skala 1:100. 2. Jaringan sekunder tersebut menghubungkan pusat-pusat yang hirarkinya berbeda. Buku Rencana. IV -12 . pengesahan dari RTRW tersebut sebagai finalisasi dari penyusunan RTRW Kabupaten. Dilanjutkan degan tahap ● Analisis.3. Album Peta dengan tingkat ketelitian minimal skala 1:100. pengembangan wilayah kabupaten tersebut. ● Legalisasi rencana menjadi Dan yang terakhir adalah tahap legalisasi atau Peraturan Daerah.

LSM. Menyiapkan konsultansi. penyiapan checklist data dan kuesioner. Menyiapkan administrasi. 3.2 Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Sebelumnya IV -13 . 4.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 3. maupun masyarakat sesuai dengan teknis. Sedangkan diperlukan. secara garis besar. Menyusun kerangka acuan kerja pemerintah atau Terms of Reference (TOR) masyarakat. dan tim supervisi. disusun dijadikan dasar dari agenda kerja dan dilakukan beberapa kegiatan yang akan progeram-program yang akan dilaksanakan menunjang kelancaran penyusunan RTRW dalam proses penyusunan ini. RTRW Kabupaten. yaitu : penyusunan RTRW Kabupaten bisa dari (daerah). Persiapan meliputi teknis.1.1. 1. terdiri dari 3. Tim pelaksanan Kabupaten. swasta (konsultan). tim komitmen masing-masing. Menyusun program kerja dan tim ahli apabila akan dilakukan secara swakelola. penyiapan 7. Membentuk tim pelaksana yang swasta. Perkiraan metode biaya pendekatan penyusunan dan peralatan yang diperlukan. tim pengarah. antara lain perumusan substansi pengadaan jasa untuk tim teknis dapat dari pihak pemerintah.1 Persiapan Penyusunan Dalam tahapan persiapan PENJELASAN Kerangka acuan kerja atau TOR yang telah ini. 6. termasuk di dalamnya agenda Untuk tim pengarah dan tim sueprvisi pelaksanaan dan tenaga ahli yang sebaiknya dari pihak pemerintah. 5. kelengkapan 2. dan sebagainya.

3. terhadap yaitu RTRW sebelumnya diimplementasikan. Evaluasi tersebut pada dasarnya untuk menilai tingkat kesahihan rencana. Kelembagaan. bagaimana yang menentukan Kelengkapan isi rencana dan peta Kemudian antisipasi kesalahan-kesalahan pemanfaatan terjadi tersebut. Tinjauan rencana. Proses penyusunan rencana.1. IV -14 .3 Pengumpulan Data dan Informasi Tahap ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi kondisi awal wilayah dan kecenderungan perkembangannya. Tinjauan pengendalian. Data dan informasi tersebut berdasarkan runtun waktu (time series) selama sepuluh tahun terakhir hingga saat tahun penyusunan. Data dan informasi yang dikumpulkan dan diolah Cukup jelas. Metodologi yang digunakan. sebagaimana dan simpangan dalam rencana Pedoman dijelaskan Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten dan digunakan sebagai masukan bagi penentuan langkah-langkah perbaikan rencana. pengaruh faktor eksternal. rencana. Kesalahankesalahan dan simpangan-simpangan apa saja yang muncul juga dari dalam pelaksanaannya. Selain itu juga dimaksudkan untuk menilai tingkat keakuratan rencana dalam pengimplementasiannya.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Apabila kabupaten sudah mempunyai RTRW Maksud PENJELASAN dari dilakukannya untuk pada peninjauan mengevaluasi periode yang Kabupaten dan diperlukan suatu peninjauan kembali terhadap RTRW Kabupaten yang kembali maka dilakukan evaluasi terhadap sebelumnya RTRW tersebut yang mencakup aspek-aspek bagaimana berikut: ● ● ● ● ● ● ● ● Kelengkapan data. Aspek legalitas.

Analisis sumberdaya manusia. IV -15 . Analisis sistem permukiman. PENJELASAN 3. ekonomi dan sektor Analisis akan dijelaskan lebih lanjut dalam Analisis dilakukan untuk memahami bab 4. Analisis unggulan. Data dan peta sumberdaya buatan. Analisis yang dilakukan meliputi analisis terhadap kondisi sekarang dan kecenderungan di masa depan dengan menggunakan data dan informasi yang dikumpulkan dalam proses pengumpulan data dan informasi. Data dan peta penggunaan lahan. Data dan peta sumberdaya alam. Data dan peta sumberdaya manusia. Analisis sumberdaya buatan. Aspekaspek yang dianalisis meliputi: ● ● ● ● ● ● ● Analisis kebijakan dan strategi pengembangan kabupaten.4 Analisis kondisi unsur-unsur pembentuk ruang serta hubungan sebab akibat terbentuknya kondisi ruang wilayah. Data kelembagaan. Analisis sumberdaya alam. dengan memperhatikan kebijaksanaan pembangunan wilayah yang ada.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN secara umum mencakup: ● ● ● ● ● ● ● ● Data dan peta kebijaksanaan pembangunan. Data pembiayaan pembangunan. Analisis regional.1. Data dan peta kondisi sosial ekonomi.

Konsep dijadikan dasar dalam RTRW merencanakan tata raung suatu wilayah. setempat. Kawasan Kawasan Lindung dan Kawasan Budidaya. membutuhkan terjalinnya komunikasi antara dengan memperhitungkan faktor eksternal dan perencana dengan masyarakat yang akan internalnya. ● Industri yang dinamis dan memakai IV -16 . terdapat dalam Propeda) dapat diturunkan Identifikasi dari potensi dan masalah tersebut menjadi Analisis SWOT Kabupaten tersebut. pengembangan wilayah yang dapat digunakan Rumusan konsep RTRW Kabupaten yang adalah sebagai berikut : dilengkapi peta-peta dengan tingkat ketelitian 1.5 Analisis penggunaan lahan. Kawasan Perkotaan. Setelah dilakukan analisis. jangka waktu tertentu. dan Development from Above atau top down ● Esensi perkembangan dari wilayah inti atau sektor dinamis kemudian menjalar ke wilayah atau sektor lain.000 mencakup: ● ● ● Rencana Rencana Rencana Struktur Pengelolaan Pengelolaan dan Pola Pemanfaatan Ruang. Perdesaan. dilakukan perumusan Alternatif konsep atau strategi strategi dan kebijakan tata ruang kabupaten. pemanfaatan ruang wilayah dsusun tujuan dan sasaran yang akan dicapai kabupaten. Analisis kelembagaan. Dari visi dan misi kabupaten (biasanya sekarang namun juga potensi dan masalah yang akan mengemuka di masa depan. ● Unit ekonomi yang dominan dapat menjalari unit ekonomi lainnya. Kemudian dari tujuan Langkah berikutnya adalah perumusan tujuan oleh kabupaten yang bersangkutan dalam Tujuan dan sasaran perencanaan tata ruang dan sasaran tersebut. minimal skala 1:100.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN ● ● ● 3. dapat terpengaruh oleh rencana. maka dapat dihasilkan harus mencerminkan visi dari masyarakat konsep pengembangan wilayahnya.1. Analisis pembiayaan pembangunan. dan sesuai dengan kondisi wilayah yang Kabupaten diawali dengan identifikasi potensi Artinya konsep harus disusun dengan baik dan masalah pembangunan. Selanjutnya. Perumusan Kabupaten Perumusan konsep Konsep PENJELASAN RTRW Konsep merupakan jiwa dari pengembangan wilayah. hanya mencakup perhatian Identifikasi pada potensi dan masalah pemanfaatan ruang tidak bersangkutan agar pembangunan daerah dapat masa berjalan dengan optimal.

Yang dikembangkan adalah sektor pertanian (ekstensifikasi). dan Sumberdaya Alam Lainnya. Perkembangan Indikatornya potensi masyarakat lokal. ● ● ● ● ● Dasar dari pengembangan didasarkan dapat dilihat yaitu pada dari kesejahteraan. ● Rencana Penatagunaan Tanah. ● Membutuhkan jangka waktu perencanaan yang lama. 2. konsep ini tidak dapt diterapkan di kabupaten yang belum berkembang karena hirarki kotanya masih belum jelas. dan urbanisasi. Hanya dapat diterapkan di kabupaten yang jumlah penduduknya besar agar dapat mengolah sumberdaya alam di daerah tersebut. Hutan. tercukupinya kebutuhan dasar. ● Rencana Sistem Prasarana Transportasi. ● Rencana Pembangunan. Development from Below atau bottom Reaksi atas anggapan bahwa konsep top down tidak dapat diterapkan di kabupaten yang belum berkembang. 3. Air.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Kawasan Tertentu. dan Prasarana Pengelolaan Lingkungan. Energi. Local Economic Development ● Inti dari Local Economi Development terjadinya mencegah backwash terjadinya IV -17 . Pengairan. Telekomunikasi. Harus jauh dari pusat kota untuk mencegah effeck. Sistem Kegiatan ● up ● Namun PENJELASAN teknologi tinggi. ● ● Tidak perlu mendatangkan kerja dari luar. Udara.

Yang perlu dikembangkan adalah kelembagaan terlebih dahulu. 3. LSM. dalam proses penyusunan RTRW Kabupaten melibatkan berbagai pihak 1. Dinas 2. dan organisasi kemasyarakatan. dan kebutuhan kabupaten serta seiring dengan penerapan Otonomi Daerah. Bentuk-bentuk kelembagaan yang terlibat yang dapat dikelompokkan menjadi : IV -18 . kondisi. Lembaga Formal Pemerintahan Bappeda.2 KELEMBAGAAN DALAM PROSES Kelembagaan PENYUSUNAN dalam proses penyusunan RTRW Kabupaten dapat berbeda antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya sesuai dengan ciri.2. ● ● ● Kekuatan lokal tanpa memgabaikan perkembangan global. baru kemudian infrastrukturnya. 3. ● ● Melalui penggalakkan investasi lokal dan stimulasi pengusaha. kelembagaan penataan ruang yang melibatkan berbagai pihak tersebut secara umum dapat dikelompokkan sebagai lembaga formal pemerintahan. Dinas Kimpraswil. demikian. Lembaga Fungsional Tim Penyusun RTRW Kabupaten . Memanfaatkan ekonomi global untuk menumbuhkan ekonomi lokal. tim pengarah penataan ruang daerah. Organisasi Kemasyarakatan pemerhati penataan ruang.1 Lembaga Formal Pemerintahan Unit yang diberikan tanggung jawab utama atas penataan ruang di daerah pada umumnya adalah lembaga yang ditunjuk oleh Bupati yang biasanya berada di Bappeda. Kerja sama modal oleh pemerintah lokal yang sifatnya kewirausahaan.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN PENJELASAN yaitumaksimisasi potensi lokal namun tetap memperhitungkan pengaruh luar. tim pelaksana teknis RTRW Kabupaten. Walaupun 3. lembaga fungsional.

3. ● ● Memberikan masukan. BKPMD. Tim ini umumnya melibatkan unsur-unsur dari pemerintah yang terdiri Bappeda. perguruan tinggi.2.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN PU/Kimpraswil atau Dinas Tata Ruang. komentar. yang terdiri atas tim pengarah penataan ruang daerah dan tim pelaksana/teknis penyusunan rencana tata ruang. Dinas PU/Kimpraswil/Tata Ruang. IV -19 . Menyiapkan kerangka acuan kerja. beberapa Daerah Kabupaten telah memiliki Tim Koordinasi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten (TKPRK). dan instansi terkait lainnya. BPN. Menyiapkan jadwal kegiatan Menyiapkan program kerja Menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi.2 Lembaga Fungsional PENJELASAN Tugas tim pengarah : ● Memberikan pelaksana Kabupaten. arahan kepada tim penyusunan RTRW Dalam penyusunan RTRW Kabupaten. Tugas tim pelaksana antara lain : ● ● ● ● ● ● Menyiapkan anggaran. perlu dibentuk tim adhoc yang mempunyai tugas memberikan arahan terhadap pihak yang menyusun RTRW Kabupaten dan sekaligus sebagai penanggungjawab substansi rencana. Sebagai contoh. Mengendalikan konsultan penyusunan RTRW Kabupaten (jika dilakukan secara dikontrakkan). Menyiapkan bahan untuk penyusunan Perda. dan tanggapan atas laporan yang disusun.

maksudnya peran serta masyarakat harus terlibat dalam berkewajiban seluruh proses dimulai dari tahap persiapan perihal Pemerintah Kabupaten harus selalu serta sampai pada tahap pengesahan. Tim Penyusun RTRW Kabupaten 3. RTRW Kabupaten melalui pengumuman berhak untuk terlibat dalam proses Contoh dari organisasi kemasyarakatan adalah kepada masyarakat. Masyarakat juga perlu memberi dukungan dalam pelaksanaan penyusunan RTRW Kabupaten tersebut. Hubungan antara tim penyusun RTRW Kabupaten dengan pemerintah yaitu Tim Penyusun bisa berasal dari instansi-instansi pemerintah atau ahli-ahli perencanan tat ruang Masyarakat Masyarakat. tanggapan. Informing di sini pemerintah untuk penyusunan dalam dan RTRW perencana kepada Namun menginformasikan Dalam proses penyusunan RTRW Kabupaten.para pemuka. Untuk itu. Pemerintah. dalam Proses Penyusunan RTRW Kabupaten Pemerintah yang berasal dari pemerintah. masyarakat dan masyarakat berhak untuk ikut penyusunannya. LSM. Selain itu pemerintah juga perlu memberi dukungan terhadap berlangsungnya proses penyusunan RTRW Kabupaten ini.1 Mekanisme penyusunannya mulai dari tahap awal hingga Keterkaitan akhir. IV -20 .dsb).3 PERAN SERTA MASYARAKAT Bentuk partisipasi masyarakat yang dapat DALAM PROSES PENYUSUNAN diusulkan adalah informing. dan Tim Penyusun kritik.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 3. dalam pemerintah yaitu pemerintah memberikan penyusunan perlu informasi mengenai proses penyusunan organisasi-organisasi kemasyarakatan. maupun sanggahan. Setelah itu masyarakat Forum Pemerhati Penataan Ruang. berupa pemberian masukan.2. Hubungan antara tim penyusun dengan masyarakat yaitu tim penyusun RTRW Kabupaten juga dapat berasal dari kalangan masyarakat (konsultan. Gambar 3.3 Organisasi Kemasyarakatan RTRW Kabupaten PENJELASAN Hubungan antara masyarakat dengan Selain lembaga-lembaga di atas.

dan sebagainya. media elektronik. Pengumuman tersebut menjadi kewajiban dari pihak Pemerintah Kabupaten. dan forum pertemuan. Bantuan tenaga ahli. Pemberian informasi atau pendapat dalam pernyusunan strategi penataan ruang. Namun yang berwewenang untuk mengambil Pemberian masukan dalam penentuan keputusan final yaitu pemerintah. Pengidentifikasian berbagai potensi dan masalah pembangunan. Pemberian masukan dalam perumusan RTRW Kabupaten. IV -21 . masyarakat dapat memberikan Bentuk-bentuk peran serta masyarakat dalam usulan. rancangan RTRW daerah).PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN PENJELASAN mengundang masyarakat untuk ikut terlibat wewenang dalam pengambilan keputusan dalam setiap tahapan penyusunan RTRW berada di tangan pemerintah (pemerintah Kabupaten. dan dapat dilakukan melalui media cetak.1 Peran Persiapan Penyusunan Wujud peran serta masyarakat dalam persiapan penyusunan dimulai dengan mengetahui penyusunan RTRW Kabupaten melalui pengumuman. 3. Serta Masyarakat dalam Cukup jelas. masukan. ● ● Kerjasama dalam penelitian dan pengembangan.3. penyusunan RTRW Kabupaten dapat berupa: ● ● ● ● arah pengembangan. keberatan. ● Pengajuan keberatan atau sanggahan terhadap Kabupaten.

selanjutnya memberikan saran.3. atau masukan serta serta masyarakt dalam penyusunan RTRW pemberian data atau informasi yang dapat masih dalam tahap penyusunan. Untuk memeproleh langkah-langkah pengembangan. perumusan rencana. pertimbangan. pendapat. 3. keberatan. penentuan identifikasi potensi arah masukan. dahulu hingga penetapan rencana (melalui DPRD konsep RTRW terbuka Kabupaten).4 PROSES LEGALISASI Kabupaten RTRW menjadi KABUPATEN Penetapan RTRW IV -22 . RTRW tanggapan atau masukan serta pemberian data informasi yang dapat tanggapan. masyarakat arahan masukan tersebut menjadi kewajiban dari dilibatkan diwujudkan melalui pembahasan penentuan pihak Pemerintah Kabupaten yang dapat pengembangan. masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten. Kabupaten dengan memperhatikan saran. harus pemerintah secara daerah terlebih rumusan dan untuk mensosialisasikan warga masyarakat masalah pembangunan. bertanggungjawab terpadu. pendapat. memperhatikan menyempurnakan pertimbangan. dipertanggungjawabkan. dipertanggungjawabkan. Pedoman peran tanggapan.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 3. Peran serta tersebut berbentuk mengundang pemberian saran. pertimbangan. mewujudkan RTRW yang disusun secara transparan. informasi dan sanggahan dari dan masyarakat. memberikan pendapatnya.2 Peran Serta Masyarakat Penyusunan Rencana dari PENJELASAN dalam Peran serta masyarakat ini merupakan indikasi kegiatan penataan ruang wilayah Peran serta masyarakat dalam tahap kabupaten yang bersifat transparan dan penyusunan rencana dapat dilakukan pada berbasiskan masyarakat. yaitu cita-cita dan harapan yang keadaan kabupaten pada masa yang akan dilakukan dalam forum pertemuan yang lebih datang yang didasarkan atas potensi-potensi luas dengan melibatkan para pakar dan tokoh yang dimiliki. Tindak lanjut dari Dalam penyusunan dalam rencana. atau masukan dari masyarakat dan Hal tersebut diatas dilakukan dalam rangka hasil pembahasan dalam forum pertemuan. aspirasi dan kekhasan daerah . dan keberatan. Dalam tahap ini pula masyarakat dapat Instansi yang berwenang Rancangan pendapat. dengan partisipatif.

Selanjutnya.5 PELAPORAN PENYUSUNAN RTRW Cukup jelas.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Peraturan Daerah dilakukan oleh DPRD Kabupaten. Langkah awal dari proses penetapan RTRW Kabupaten dimulai dengan PENJELASAN mempresentasikan konsep akhir rencana tata Tahapan dalam Proses Legalisasi RTRW ruang oleh tim penyusun di hadapan DPRD Kabupaten adalah sebagai berikut : Kabupaten untuk dibahas sebagai rancangan Perda. KABUPATEN Pelaporan penyusunan RTRW Kabupaten secara bertahap terdiri dari: IV -23 . konsep rencana tata ruang yang telah disempurnakan ditetapkan sebagai suatu Perda melalui sidang paripurna DPRD Kabupaten. Disempurnakan setelah diberi masukan oleh pihak-pihak yang terlibat Presentasi konsep akhir RTR oleh Tim Pengarah di hadapan DPRD Kabupaten Disahkan oleh Gubernur Propinsi Ditetapkan sebagai Perda melalui Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pengesahan Perda oleh Pusat melalui Mendagri 3.

8. c. Analisis regional. 6. d. 5. Kebijaksanaan pembangunan. e. Album Peta. 4. Aspek-aspek analisis yang dimaksud meliputi: 1. Kelembagaan. 2) memahami hubungan sebab akibat terbentuknya kondisi ruang wilayah. Konsep Rencana. Sumberdaya manusia. b. Sistem permukiman. BAB 4 SUBSTANSI ANALISIS DATA PENJELASAN DAN Perencanaan tata ruang dengan menggunakan wilayah membutuhkan serangkaian anlisis wilayah yang bertujuan PENYUSUNAN pendekatan RTRW KABUPATEN Bab ini menjelaskan aspek-aspek yang untuk memahami karakteristik unsur-unsur dianalisis dalam penyusunan Rencana Tata pembentuk ruang. 7. dan (time-series) serta peta (tingkat ketelitian mengetahui beberapa fenomena yang ada. Fakta dan Analisis. memahami sebab akibat Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dan data terbentuknya kondisi ruang wilayah. Pembiayaan pembangunan. Laporan Pendahuluan (Inception Report).PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN a. 10. 2. Sumberdaya buatan. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk: 1) memahami karakteristik unsur-unsur pembentuk ruang. Sumberdaya alam. minimal skala 1:100. IV -24 .000) yang diperlukan di dalam analisis tersebut. 9. 3. Penggunaan lahan. 3) mengetahui beberapa fenomena yang ada. Rencana. Ekonomi dan sektor unggulan.

serta untuk mengantisipasi dan kebijakan pembangunan ini juga dimaksudkan mengakomodasi pembangunan dilaksanakan. program-program pariwisata. sasaran terhadap peranan sektoral Oleh karena program-program untuk yang itu.1 KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN adalah kabupaten kedudukannya untuk yang memahami pembangunan bersangkutan dalam Analisis PENJELASAN Kebijakan Pembangunan ini dimakasudkan untuk menjaga konsistensi arahan dengan kebijakan pembangunan yang terdapat wilayah di kabupaten yang bersangkutan. Program Pembangunan Nasional (Propenas). dsb) yang terdapat di pembangunan RTRWP wilayah dan sektoral kabupaten RTRWN untuk yang kabupaten tersebut. 3. akan pembangunan sektoral (mis:sektor pertanian. IV -25 . serta melihat dalam bersangkutan. Kebutuhan Data/Peta Data yang dibutuhkan dalam analisis kebijaksanaan pembangunan meliputi: 1. Selain itu dan juga yang berkaitan dengan kebijakan perspektif pembangunan yang berada di tingkat propinsi Analisis kebijaksanaan pembangunan antara RTRW Kabupaten yang akan disusun kebijaksanaan kebijaksanaan pembangunan nasional dan dan tingkat nasional. selain industri. 4. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). juga dilakukan pengkajian program-program kabupaten pembentukan pola dan struktur ruang nasional dan regional. dilakukan pengkajian terhadap tujuan dan transportasi. mengakomodasi perdagangan. 2.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 4. Selain itu analisis propinsi. rekreasi. Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP).

Analisis ekonomi dilakukan untuk potensi ekonomi yang terdapat di kabupaten. 6. dan ras). Program sektoral. Data satuan wilayah faktor eksternal. ekonomi. agama.2 ANALISIS REGIONAL memahami kedudukan dan Propinsi dan PENJELASAN Analisis Regional dimaksudkan untuk potensi keterkaitan lebih luas (propinsi maupun nasional). ancaman Analisis regional dilakukan untuk kabupaten dalam konstelasi wilayah yang kabupaten dalam sistem regional yang lebih Melalui analisis ini juga diharapakan dapat luas dalam aspek sosial. keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam IV -26 . sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal hingga unit eknmi skala besar. Analisis regional juga dimaksudkan untuk sungai mengidentifikasi dan melihat gambaran (SWS) dan daerah pengaliran kondisi eksisting suatu kabupaten secara sungai (DPS). Sistem jaringan transportasi. Sistem pergerakan barang dan modal. Dalam pengertian tersebut. 6. 4. 2. Dan melihat dalam sistem ekonomi ekonomi diarahkan wilayah yang lebih keterkaitannya dengan wilayah yang lebih untuk menciptakan luas. Pola migrasi penduduk. 5. adat.3 EKONOMI UNGGULAN mewujudkan ekonomi wilayah DAN SEKTOR Analisis Ekonomi dan sektor unggulan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi seluruh yang Mulai dari unit ekonomi skala rumah tangga internal maupun eksternal. diketahu mengenai peluang dan dan budaya. 3. 4. Ekosistem wilayah. 4. Program Pembangunan Daerah (Propeda) Kabupaten. Kebutuhan Data/Peta 1. Karakteristik budaya (suku. lingkungan. analisis luas (propinsi dan nasional).PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 5.

manusia dan faktor sosial kemasyarakatan. Produk Domestik Regional Bruto. 4. 3. sektor-sektor unggulan. 5. 4. Jumlah pengangguran.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten. 6. Dari analisis ini. analisis sumberdaya manusia dilakukan untuk Contoh : Analisis terhadap Laju Pertumbuhan memahami faktor-faktor sosial Penduduk. Income per capita. aspek-aspek Analisis memiliki kependudukan sangat kualitas penting pengaruh timbal balik dengan pertumbuhan mengidentifikasi perkembangan sosial dan ekonomi.4 SUMBERDAYA MANUSIA Analisis dilakukan untuk kependudukan sumberdaya memahami terutama yang PENJELASAN Perkembangan suatu kabupaten dipengaruhi terhadap aspek sosial sumber dan untuk daya manusia oleh sumber daya manusia di dalamnya. 2. Selain itu. diharapkan diperoleh pengetahuan kawasan mengenai karakteristik basis perekonomian wilayah dan ciri-ciri ekonomi dengan mengidentifikasi ekonomi kabupaten. Jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara. besaran kesempatan kerja. pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten. Jumlah dan besar investasi pemerintah dan swasta. IV -27 . APBD. Jumlah tenaga kerja di sektor formal dan informal. 7. Kebutuhan Data/Peta Data dan/atau peta perekonomian yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: 1. Tingkat Ketergantungan.

Dari dsb. lapangan kerja. tingkat pertumbuhan penduduk. Selain itu juga untuk mengidentifikasi sebaran/distribusi. 6.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN kemasyarakatan perkembangan hasil analisis yang wilayah ini serta dapat struktur. kendala dalam pengembangan serta potensi sumberdaya manusia yang dapat dikembangkan. dan untuk kausalitas diantara faktor-faktor tersebut. diketahui pola penyebaran penduduk. Penduduk pendapatan. Tingkat mobilitas penduduk. karakteristik masyarakat. 14. Penduduk pendidikan. Jumlah kepala keluarga. Kebutuhan Data/Peta Data sumberdaya manusia yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: 1. Penduduk pencaharian. Pertumbuhan penduduk. Tingkat buta huruf. kualitas. Tingkat harapan hidup. Kepadatan penduduk. Penduduk menurut jenis kelamin. Angka kelahiran dan angka kematian. melakukan proyeksi penduduk. 3. Penduduk menurut struktur usia. 2. Penduduk agama. 12. 4. menurut struktur menurut struktur menurut tingkat menurut mata IV -28 . 7. 8. PENJELASAN mempengaruhi komposisi penduduk menurut umur. 13. 10. 11. jenis hubungan kelamin. tingkat pendidikan. Jumlah penduduk. 9. 5.

saluran limbah cair.5. 4.5 SUMBERDAYA BUATAN dilakukan untuk memahami: ● ● prasarana wilayah. bangunan umum. terminal. telekomunikasi. Analisis ini Potensi dan kemungkinan kendala dimaksudkan untuk melihat tingkat pelayanan yang dihadapi dalam peningkatan jaringan prasarana dan sarana eksisting. sarana dan prasarana Infrastruktur meliputi: jaringan transportasi (jalan. Aksesibilitas lokasi-lokasi kegiatan di wilayah kabupaten.1 Sistem Prasarana Transportasi Transportasi adalah pergerakan orang atau Analisis sistem prasarana transportasi barang dari suatu lokasi ke loaksi lain. PENJELASAN Yang dimaksud dengan sumber daya buatan dalam suatu kabupaten maupun yang Secara umum. Kecenderungan perkembangan Sistem pergerakan prasarana transportasi yang ada. Menganalisis perbandingan antara tingkat pelayanan dan kebutuhan. distribusi barang dan jasa. jaringan listrik. taman dan tempat rekreasi. jembatan. antar kawasan baik dalam wilayah kabupaten. pelayanan wilayah. drainase. saluran air bersih. dengan produksi. yang meliputi transportasi darat. IV -29 . pelabuhan). fasilitas pembuangan sampah. air.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 4. transportasi. analisis sumberdaya buatan yaitu sistem jaringan sarana dan prasarana Kondisi dan pelayanan sarana dan menghubungkan dengan kabupaten-kabupaten dan kota-kota di sekitarnya. pengumpul kegiatan ● ● maupun hasil antar wilayah melihat pusat pusat dan Sistem kegiatan Sistem jaringan semakin tinggi pula pergerakannya. dan Semakin tinggi sosial ekonomi dan intensitas udara dilakukan untuk memperoleh gambaran land use nya maka mengenai: ● Keterkaitan fungsional dan ekonomi antar kota.

Volume aliran barang dan penumpang pelayaran. Asal dan tujuan pelayaran. Kondisi jalan. Trip Assignment : menentukan alternatif lintas yang akan digunakan. 4. 5. Modal Split : Menentukan alternatif moda angkutan yang akan dipilih dalam pergerakan. barang dan penumpang. Data dan peta sistem prasarana transportasi air (sungai. Asal dan tujuan penerbangan. Data dan peta sistem prasarana transportasi udara yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: 1. 3. Lokasi dan volume bongkar-muat ponton/dermaga/pelabuhan. danau. 2. Jenis-jenis penerbangan. yang dibutuhkan adalah sebagai Data dan peta sistem prasarana transportasi 1. IV -30 . Volume penumpang. Pola pergerakan (asal dan tujuan) 4. Lokasi dan kapasitas bandar udara. dan laut) yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: 1. 3. 5. penyebarangan. Volume penumpang. 2. 4. 2. Trip Distribution Model : menetukan asal dan tujuan pergerakan. PENJELASAN Empat tahap permodelan transportasi: Trip Generation Model : menentukan besar pergerakan yang diproduksi dan besar pergerakan yang kasuk ke zona ini. 2. 4. Pola jaringan penerbangan. Lokasi dan volume bongkar-muat di terminal. Status dan fungsi jalan.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Kebutuhan Data/Peta darat berikut: 1. 6. Pola jaringan jalan dan rel kereta api. 3. 5. Jenis-jenis pelayaran. Pola jaringan/alur pelayaran. aliran barang dan aliran barang dan 3.

telekomunikasi. sumber air baku dengan lokasi atau Keluaran yang diharapkan dari analisis ini kawasan ● industri. dan kapasitas sumbersumber air. dan sebagainya.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 4. 2. Standar kebutuhan air baku pada masing-masing kegiatan. pertanian.5.kebutuhan yang ada. lingkungan (seperti sampah. dan kapasitas instalasi/bangunan pengairan. 3.2 Sistem Prasarana Pengairan untuk memperoleh gambaran mengenai : ● PENJELASAN Analisis ini dilakukan untuk mengetahui lebih pengairan yang ada saat ini dikaitkan dengan Analisis sistem prasarana pengarian dilakukan jauh mengenai kapasitas pelayanan prasarana Keterkaitan fungsional antara sumber. ● ● Kondisi sumber air dikaitkan dengan upaya pelestarian. Lokasi. 4. jenis. Lokasi. air limbah dan air IV -31 . Kebutuhan Data/Peta Data sistem prasarana pengairan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: 1.5.3 Sistem Prasarana Wilayah Lainnya Termasuk di dalam sistem prasarana wilayah lainnya adalah prasarana pengelolaan energi/listrik. fungsi. Cukup jelas. Kapasitas dan volume pelayanan pengairan. 4. 5. pelayanan prasarana pengairan yang memperhitungkan semua sektor pengguna air perkembangan dan semua sumber air yang ada. Pola jaringan pengairan/irigasi. Luas area yang terlayani dan volume pemakaian. berupa neraca air yang telah permukiman. Kecenderungan ada.

. dan tingkat pelayanan prasarana wilayah tersebut. prasarana kota. penguasaan IV -32 . Dalam analisis ini dilakukan pengkajian ● Faktor-faktor ● Bentuk yang mempengaruhi lahan oleh pertambangan. ● Produktivitas lahan dan sebaran penguasaan lahan. dan lain-lain) dan terhadap : kawasan lindung. kapasitas dan volume pelayanan. 4.6 SUMBERDAYA ALAM Analisis terhadap sumberdaya alam dimaksudkan untuk memahami kondisi. perkebunan. dan sebagainya. Idenfikasi ini dimaksudkan untuk menemui dan mengenali fungsi. sumberdaya hutan. fungsi. serta lokasi. pengembangan wilayah Cukup jelas. luas area dan volume pelayanan.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN bersih). dan kapasitas instalasi. Kebutuhan Data/Peta Data dan peta sumberdaya tanah yang alokasi pemanfaatan lahan.1 Sumberdaya Tanah Analisis sumberdaya tanah dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan berdasarkan kesesuaian tanah merekomendasikan tentang peruntukan bagi kegiatan budidaya (kawasan permukiman. dan sumberdaya alam lainnya serta potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam menunjang kabupaten. kondisi. ● Bentuk perubahan fungsi lahan. dan untuk memahami tingkat perkembangan pemanfaatan sumberdaya lahan/tanah. pertanian. pariwisata. Kebutuhan data yang harus dipenuhi adalah pola jaringan. industri. sumberdaya udara. PENJELASAN Analisis ini memperhatikan : ● Ketersediaan dan pengembangan lahan. 4.6. sumberdaya air. daya dukung lingkungan.

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN dibutuhkan adalah sebagai berikut: 1. Ketersediaan lahan; 2. Kemiringan lahan; 3. Jenis tanah; 4. Geologi tata lingkungan; 5. Morfologi; 6. Iklim. 4.6.2 Sumberdaya Air Analisis terhadap sumberdaya air dilakukan untuk memahami bentuk-bentuk penguasaan, penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan sumberdaya air. Kebutuhan Data/Peta Data sumberdaya air yang diperlukan meliputi: 1. Kebutuhan dan debit air; 2. Peruntukan air; 3. Curah hujan tahunan; 4. Distribusi hujan; 5. Hidrologi (pola aliran sungai); 6. Hidrogeologi permukaan); 7. Sebaran sumber air; 8. Daerah resapan air; 9. Rawa dan daerah banjir.. 4.6.3 Sumberdaya Udara Analisis terhadap sumberdaya udara dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan, penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan sumberdaya udara dalam rangka (air tanah dan

PENJELASAN masyarakat. ● Bentuk intervensi pemerintah dalam pengendalian pemanfaatan lahan.

Analisis ini perlu memperhatikan : ● Sebaran sumber-sumber air dan perkiraan kapasitas produksi air. ● Kondisi dari pemanfaatan air. ● Kemungkinan pemanfaatan air. ● Kemungkinan pengembangan perluasan kawasan dan budidaya distribusi/alokasi

pantai, laut,dan zona ekonomi eksklusif.

Analisis ini perlu memperhatikan : ● Sebaran pemanfaatan ruang udara pada kawasan budidaya. ● Peningkatan kualitas udara. ● Kegiatan produksi yang menimbulkan

IV -33

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN pengembangan kualitas udara. Kebutuhan Data/Peta Analisis terhadap sumberdaya udara membutuhkan data/peta berikut: 1. Jalur-jalur penerbangan; 2. Kegiatan produksi yang menimbulkan pencemaran udara. 4.6.4 Sumberdaya Hutan Analisis terhadap sumberdaya hutan dilakukan menunjang untuk fungsi mengetahui kawasan hutan baik daya dalam untuk dukung/kemampuan kawasan yang menjaga

PENJELASAN pencemaran udara. ● Kemungkinan pengembangan kawasan yang udara. dapat meningkatkan kualitas

Analisis ini perlu memperhatikan : ● Sebaran dan kondisi penggunaan hutan. ● Daya dukung hutan kawasan baik maupun dalam untuk kegiatan menunjang perlindungan produksi. ● Kesesuaian lahan bagi penggunaan hutan produksi, hutan lindung, hutan konversi, dsb.

perlindungan maupun kegiatan produksi. Selain itu, analisis ini dimaksudkan untuk menilai kesesuaian lahan bagi penggunaan hutan produksi tetap dan terbatas, hutan yang dapat dikonversi, hutan lindung, dan sebagainya. Kebutuhan Data/Peta Data dan peta sumberdaya hutan yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. Sebaran dan luas hutan produksi terbatas; 2. Sebaran dan luas hutan produksi tetap; 3. Sebaran dan luas hutan yang dapat dikonversi; 4. Sebaran dan luas hutan lindung; 5. Densitas dan produksi hasil hutan.

IV -34

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 4.6.5 Sumberdaya Alam Lainnya Analisis sumberdaya alam lainnya dapat mencakup sumberdaya hayati dan nonhayati yang dimaksudkan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan, penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan sumberdaya tersebut. 4.7 SISTEM PERMUKIMAN Analisis sistem permukiman dilakukan untuk memahami kondisi, jumlah, jenis, letak, ukuran, dan keterkaitan antar pusat-pusat permukiman di wilayah kabupaten yang digambarkan dengan sistem hirarki dan fungsi kawasan permukiman. Kebutuhan Data/Peta Data/peta sistem permukiman yang dibutuhkan adalah: 1. Kondisi permukiman; 2. Jumlah permukiman; 3. Jenis permukiman; 4. Letak dan sebaran Cukup jelas.

PENJELASAN

Analisis Sistem Permukiman meliputi : ● Sebaran dari konsentrasi kegiatan permukiman perkotaan, perdesaan, dan kaitannya dengan kegiatan produksi sekitarnya. ● Sistem pusat permukiman perkotaan atau sistem kota yang mencakup fungsi kota, hirarki kota, dan keterkaitan antara kota dan dengan kawasan perdesaan yang Identifikasi menggambarkan konsentrasi permukiman Pendekatan permukiman yang terjadi. Pendekatan fungsi permukiman dimaksudkan untuk mengidentifikasi fungsi sosial dan ekonom imasyarakat yang mempengaruhi pembangunan. Metode yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : dan dipengaruhi sistem oleh jaringan transportasi. permukiman satuan terhadap karakterisitk kontribusinya

kegiatan permukiman perkotaan dan pengembangan wilayah. perdesaan; 5. Luasan permukiman. pertumbuhan antara kawasan permukiman perkotaan dimaksudkan untuk mengidentifikasi pola dengan perdesaan, dan besaran permukiman

IV -35

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN •

PENJELASAN Skala Guttman yang didasari fungsi pelayanan, fasilitas infrastruktur, dan kegiatan ekonomi yang membuat suatu permukiman membentuk sentralisasi dalam sistem spatial. Threshold Analysis yang didasari unsur jumlah peenduduk untuk suatu yang dibutuhkan berfungsinya mendukung pelayanan,

fasilitas, dan infrastruktur yang ada dalam suatu wilayah. Weighted digunakan Centrality untuk Index, mengukur

kompleksitas fungsional. Skalogram, digunakan untuk melihat hirarki jumlah fasilitas dimiliki. Analisis Sistem Kota • Dalam Pedoman ini belum terdapat penjelasan secara eksplisit mengenai cara menentukan sistem kota di suatu kabupaten. • Analisis sistem kota dimaksudkan untuk menentukan kabupaten. • Metode Analisis pengelompokan kepadatan Pembobotan dan cluster kota hirarki kota di suatu permukiman dan sosial berdasarkan jenis yang kelengkapan ekonomi

berdasarkan variabel-variabel seperti penduduk, kelengkapan

IV -36

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN •

PENJELASAN sarana dan prasarana. Variabel lainnya yaitu jumlah rumah tangga petani. Di mana diketahui bahwa karakterisistik yaitu • Semakin bermata besar pertanian.. persentase wilayah terbangun, di mana apabila persentase wilayah terbangunnya semakin besar maka menempati tingkat yang semakin tinggi. • Pengurutan menggunakan pembobotan. kluster penilaian kota dapat berdasarkan penduduk perkotaan non pencaharian

4.8 PENGGUNAAN LAHAN

Analisis Penggunanan Lahan ini dimaksudkan

Analisis penggunaan lahan dilakukan untuk menjadi acuan dalam penggunaan lahan untuk mengetahui bentuk-bentuk penguasaan, yang diperbolehkan untuk suatu peruntukan penggunaan, dan kesesuaian pemanfaatan tertentu. Selain itu juga agar lahan yang lahan untuk kegiatan budidaya dan lindung. tersedia dapat digunakan untuk mendukung Selain itu, dengan analisis ini dapat diketahui berbagai aktivitas di atasnya. Serta untuk besarnya fluktuasi intensitas kegiatan di suatu menghindari penggunnan lahan yang tidak kawasan, kawasan, perubahan, benturan perluasan kepentingan fungsi sesuai antara karakteristik fisik lahan dengan kegiatannya. ini dapat Kemudian dibuat dari hasil bagi sektoral analisis standar kawasan, okupasi kegiatan tertentu terhadap jenis

dalam pemanfaatan ruang, kecenderungan perletakan penggunaan lahan. pola perkembangan kawasan budidaya dan pengaruhnya lingkungan. terhadap perkembangan kegiatan sosial ekonomi serta kelestarian

IV -37

9 PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Analisis sumber pembiayaan Analisis dan intensitas penggunaan PENJELASAN ini memberikan pemaham pembangunan nakerterkaitan antara saistem pembiayaan dan wilayah. IV -38 . Status lahan. APBD Kabupaten. Kebutuhan Data Data pembiayaan pembangunan dibutuhkan adalah: 1. dilakukan untuk mengidentifikasi sumber. Besaran PAD. 6. 3.pembangunan dengasn sistem penataan ruang pembiayaan pembangunan besaran biaya pembangunan baik dari Analisis dilakukan terhadap masalah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 2. proses penyusunan anggaran. 4. Besaran sumber pembiayaan lainnya. Dana Alokasi Khusus (DAK). sumber keuangan yang ada dan yang potensial bagi pembiayaan pembangunan. 4. Luas lahan. Ketersediaan lahan. Besaran investasi swasta dan masyarakat. Perubahan fungsi lahan. 3. pembiayaan pembangunan. 4. Besaran bantuan dan pinjaman luar negeri. administrasi keuangan pemerintah pusat dan sumber-sumber pembiayaan masyarakat. serta yang bagaimanan alokasi/pengaturannya.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Kebutuhan Data/Peta Data/peta penggunaan lahan yang dibutuhkan adalah: 1. Dana Alokasi prospek bantuan dan pinjaman luar negeri. 7. 2. Harga tanah. perkiraan daerah. dan Selain itu juga dilakukan analisis berbagai sumber-sumber pembiayaan lainnya. Dan juga dilakukan analisis dampak fiskal akibat pembangunan. Besaran DAU. dan pelaporan. Umum (DAU). Besaran DAK. 5. 5. Jenis lahan. pengawasan.

mencakup struktur organisasi dan tata laksana Juga untuk mengukur potensi kelembagaan pemerintahan. Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kerja.10 KELEMBAGAAN Analisis kelembagaan dilakukan untuk Analisis PENJELASAN ini dimaksudkan untuk memahami kapasitas Pemerintah Kabupaten mengidentifikasi posisi kelembagaan dalam dalam menyelenggarakan pembangunan yang kaitannya sebagai instrumen pemerintahan. Dan menilai efektifitas dan efisiensi kinerja kelembagaan pengaturan serta organisasi non-pemerintah stabilisator baik secara makro maupun mikro. Kebutuhan Data Data kelembagaan yang dibutuhkan adalah: Struktur organisasi. produk-produk bagi tenaga kerja dan sebagai salah satu alat Analisis ini perlu untuk mengidentifikasi apakah terdapat tumpang tindih tugas dan wewenang kelembagaan. sarana yang memiliki peran vital sebagai pelindung dan prasarana kerja. IV -39 . sumberdaya manusia. (Ornop) dan perguruan tinggi. Kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 4. Produk-produk Peraturan. Bentuk-bentuk keterlibatan organisasi nonpemerintah dan perguruan tinggi.

5. pusat. Perdesaan. rekreasi. Isi Rencana direncanakan. Lainnya. Perkotaan. sistem jaringan transportasi seperti prasarana.1 RENCANA STRUKTUR DAN Sistem Kegiatan Air. Rencana Pembangunan 5. Kabupaten terdiri dari: 1. Rencana 3. dan susunan lingkungan unsur-unsur perkembangan wilayah dalam susunan unsurbuatan yang berhubungan secara hirarkis yang dan diatur pembentuk rona lingkungan alam. dan Pemanfaatan Ruang diantaranya meliputi kegiatan pelayanan dalam kabupaten dan hirarki pusat pelayanan wilayah seperti sistem sistem pusat-pusat perkotaan dan perdesaan. Kawasan Kawasan Lindung dan Budidaya.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN BAB 5 RTRW KABUPATEN Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Cukup jelas. Rencana 2. dan Tertentu. perdagangan. Kedalaman materi sampai tingkat sistem jalan arteri. jalan kolektor. dan Sumberdaya Alam PENJELASAN POLA PEMANFAATAN RUANG Rencana Struktur Pemanfaatan Ruang Fungsinya untuk memberi arahan kerangka menggambarkan sosial. 6. 4. lingkungan unsur pembentuk lingkungan yang saling digambarkan secara hirarkis dan berhubungan mencerminkan strategi pemanfaatan ruang satu dengan yang lainnya membentuk struktur yang ruang kabupaten. Materi Struktur meliputi skala menurut junis dan lokasi dari pelayanan pelayanan prasarana meliputi kabupaten. Rencana Struktur Pengelolaan Pengelolaan dan Pola Pemanfaatan Ruang. hirarki sarana dan pendidikan. kesehatan. IV -40 .Kegiatan pusat permukiman. Rencana Penatagunaan Tanah. Udara. prasarana. jalan lokal kecamatan. Hutan. Rencana Sistem Prasarana Wilayah.

materi adalah pemanfaatan ruang yang dirinci sosial. Kawasan sekitar danau/waduk 4. fungsi dari lainnya dari kawasan lindung dan kawasan kegiatan-kegiatan budidaya dan lindung. Taman nasional 2. Cagar alam 2. air. Sempadan pantai 2. dan sumberdaya alam yang membentuk tata ruang menggambarkan letak. Kawasan konservasi dan resapan air b. ekonomi. Kawasan cagar budaya IV -41 . kedalaman budaya dan kawasan. Kawasan suaka alam: 1. Mengatur lokasi dan luas lahan (batas-batas) kawasan kegiatan untuk kegiatan regional dan lokal. Suaka margasatwa d. udara. Taman wisata alam 4.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN dan kelas terminal. ukuran. kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dalam kawasan-kawasan. Kawasan perlindungan setempat: 1. Sempadan sungai 3. Kawasan pelestarian alam: 1.. Rencana Pola Pemanfaatan PENJELASAN Fungsinya untuk memberi arahan tata Ruang guna lahan.. Kawasan Lindung A Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya: 1. Kawasan bergambut 3. Kawasan sekitar mata air 5. Kawasan hutan lindung 2. Taman hutan raya 3. dan delineasi kawasan lindung seperti di bawah ini: A. Kawasan terbuka hijau termasuk didalammya hutan kota c. Isi budidaya delineasi Rencana Pola Pemanfaatan Ruang adalah kabupaten.

Kawasan pertambangan: 1. Kawasan hutan produksi: 1. Kawasan pantai berhutan bakau B. Kawasan perlindungan plasma nutfah 4. Kawasan hutan rakyat b. Cagar biosfer 3. Kawasan rawan letusan gunung api 2. Kawasan dikonversi 4. Kawasan rawan gelombang pasang dan banjir f. Kawasan hutan produksi terbatas 2. Kawasan rawan bencana alam: 1. Kawasan pertanian lahan kering 3. Kawasan perkebunan 4.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN e. Kawasan peternakan 5. Kawasan pengungsian satwa 5. Golongan bahan galian strategis 2. Kawasan pertanian: 1. Kawasan perikanan c. Golongan bahan galian yang tidak tanaman tahunan/ hutan yang dapat PENJELASAN IV -42 . Taman buru 2. Kawasan rawan tanah longsor 4. Kawasan lindung lainnya: 1. Kawasan rawan gempa bumi 3. Golongan bahan galian vital 3. Kawasan pertanian lahan basah 2. Kawasan hutan produksi tetap 3. Kawasan Budidaya a.

PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN termasuk kedua golongan di atas d. Kawasan konservasi budaya dan sejarah (artefak/ bangunan bersejarah) 5. besar program-program skala 1:100. dan menimbulkan pendek. dan penggunaan runag yang dijelaskan secara Desa. Program pemanfaatan. menengah.2 RENCANA KAWASAN BUDIDAYA PENGELOLAAN LINDUNG DAN PENJELASAN Rencana Pengelolaan Kawasan Lindung dan Rencana pengelolaan kawasan lindung dan Budidaya pengelolaan adalah untuk bentuk-bentuk mewujudkan upaya kawasan budidaya dan menentukan batasa terhadap rencana wilayah atau delineasi antara kedua jenis berpengaruh struktur dan pola pemanfaatan ruang. Kawasan permukiman g. c. Kawasan peruntukan industri e. Kecamatan.000-1:50. Kawasan pariwisata f.kawasan dan budidaya meliputi: a. Bentuk. meliputi Merupakan penjabaran dari arahan pengelolaan pengelolaan kawasan lindung yang terdapat di kawasan lindung dan budidaya kepada dalam RTRWP ke dalam rencana kegiatan Pemerintah Kabupaten. IV -43 .000. swasta. spatial dalam peta dengan tingkat ketelitian dan masyarakat secara langsung. meliputi garis mengimplementasikan rencana tersebut maka pemanfaatan perlu dilakukan pencegahan pembatasan dan dampak yang negatif dimaksud terhadap dengan pada kawasan lindung dan budidaya pengurangan kegiatan-kegiatan yang dapat untuk jangka panjang. meliputi tata cara dan prosedur pengawasan Sedangkan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. lembaga kemasyarakatan. Pengaturan pembagian kelembagaan. Untuk b. terhadap ketentuan dan arahan pengembangan kawasan kesesuaian rencana untuk pemanfaatan budidaya adalah rencana kegiatan yang ruang kawasan lindung dan budidaya rencana pengembangan kawasan budidaya yang dilakukan secara bersama-sama untuk mewujudkan tujuan pemanfaatan ruang. Pengawasan. kewenangan bentuk upaya pengelolaan kawasan lindung keseimbangan lingkungan dari wilayah yang direncanakan.

dan wilayah kabupaten serta kegiatan utama kota-kota. Rencana Pengelolaan Kawasan Perdesaan. DAN TERTENTU terdapat dua jenis kawasan fungsional yaitu ketentuan dan arahan pengembangan dari kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan kawasan perkotaan. dan Kawasan Tertentu dirumuskan untuk mencapai keserasian hubungan fungsional antara kawasan-kawasan tersebut.3 RENCANA KAWASAN Dalam suatu PENJELASAN PENGELOLAAN Rencana pengelolaan ini menjelaskan fungsi PERDESAAN. perkotaan.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN oleh Pemerintah Kabupaten. swasta. meliputi tata cara dan prosedur penertiban terhadap pelanggaran-pelanggaran pemanfaatan ruang kawasan lindung dan budidaya yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten. Perkotaan. dan Desa. desa-desa. 5. dan tertentu meliputi: perdesaan. serta bisa terdapat kawasan tertentu. Kecamatan. lembaga kemasyarakatan. dan tertentu yang Kecamatan. PERKOTAAN. Kelembagaan. dan tertentu. Menekankan kawsan pada perkotaan. Bentuk-bentuk a. Hubungan kerjasama dalam pengelolaan kawasan perdesaan/perkotaan/tertentu juga dapat IV -44 . perkotaan. kewenangan melibatkan pengelolaan meliputi pengelolaan Pemerintah kawasan pembagian kawasan Kabupaten. dan kawasan tertentu. perdesaan. d. dan Desa dengan masyarakat. dan masyarakat secara langsung. Penertiban. keterkaitannya. perdesaan.

4 5.4. meliputi garis besar program pemanfaatan yang diindikasikan pada kawasan perdesaan. Aspek pengawasan dalam pengelolaan kawasan melibatkan Pemerintah Kabupaten. Penertiban. air. meliputi tata cara dan prosedur pelaporan terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan kawasan perdesaan. dan tertentu untuk jangka panjang. Misalnya untuk PENJELASAN memperhatikan udara. menengah. perkotaan. b. pengendalian ruang yang keberlanjutan pangan. dan pemenuhan kebutuhan hidup seperti dominannya sumberdaya kawasan perdesaan. perkotaan. dan pendek. Pengawasan. dan tertentu. d. Kecamatan. perdesaan. 5. dan tertentu. dan Desa bersama-sama dengan masyarakat. Program pemanfaatan. meliputi tata cara dan prosedur pengawasan terhadap kebijakan pengelolaan pengelolaan dirumuskan konversi kawasan kawasan kebijakan pemanfaatan perdesaan. c.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN melibatkan beberapa Pemerintah Kabupaten apabila kawasan mencakup dua atau lebih daerah otonom yang berbatasan secara langsung. mengingat alam di perkotaan.1 RENCANA Rencana Sistem SISTEM Prasarana PRASARANA WILAYAH IV -45 .

udara. ● Sistem prasarana Isi Prasarana PENJELASAN Materi yang diatur adalah jaringan pergerakan Transportasi dan prasarana bagi angkutan jalan raya.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Transportasi Rencana sistem wilayah.dsb. danau. Misalnya untuk angkutan jalan raya Rencana Transportasi adalah: penentuan jaringan jalan arteri. ● Rencana dengan wilayah.4. ● Rencana pembangunan jalan dan jembatan. dan lokal. Kedalaman transportasi Sistem meningkatkan pelayanan jaringan transportasi sekunder. baik primer maupun Penentuan fungsi jalan. untuk membuka kawasan terisolasi atau untuk meningkatkan kemampuan pemasaran hasil-hasil produksi. pembangunan yang meliputi baru jalan/jembatan kolektor. dirumuskan dalam rangka pengembangan api. dan jalan lokal baik primer maupun sekunder. yang meliputi sekunder. sesuai dengan rencana tata ruang dan kelayakannya. 5. ● Rencana pembangunan/pengembangan pelabuhan sesuai dengan rencana tata ruang dan kelayakannya. sungai. kereta untuk yang diatur meliputi sistem primer dan Prasarana harus mencakup jaringan jalan arteri. ● Rencana pembangunan/pengembangan bandar udara. laut.2 Rencana Sistem Prasarana Kebijakan pengembangan sistem prasarana pengairan perlu memprtimbangkan pola lokasi kelas terminal pelayanan sesuai sebagai terminal wilayah dan terminal sub- Pengairan IV -46 . jalan kolektor.

kanal. pintu air. pelayanan dan Telekomunikasi Pengelolaan Lingkungan Pengelolaan Lingkungan dirumuskan untuk waduk. jasa. dan sebagainya.5 Rencana Rencana Sistem Sistem Prasarana Dalam rencana sistem prasarana wilayah ini belum dibahas mengenai prasarana bangunan Prasarana pengendali banjir seperti drainase.4. dan kegiatan sosial ekonomi lainnya.4. Selain itu juga perlu untuk. Jadi sebaiknya juga perlu permukiman. mempertimbangkan penyediaan air baku bagi kebutuhan domestik (kemiringan. Isi Rencana Sistem Prasarana Pengairan adalah sistem jaringan pengairan. fungsi dan pelayanan prasarana pengairan. jasa. pertanian. produksi. industri. produksi. karakteristik tanah &batuan). 5.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN Rencana Sistem Prasarana Pengairan ini jaringan sistem dan prasarana dan pengairan untuk PENJELASAN jalan sebagai salah satu dasar karakteristik lahan dirumuskan dalam rangka pengembangan distribusi pengairan. 5.3 Rencana Rencana Telekomunikasi meningkatkan telekomunikasi masyarakat.4 Rencana Sistem Prasarana Energi Rencana Sistem Prasarana Energi dirumuskan untuk meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan energi dan kelistrikan bagi kegiatan permukiman.4. dan kegiatan kabupaten di mana terdapat sistem kota di IV -47 . Prasarana meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan bangunan pengendali banjir ini merupkana sanitasi sosial lingkungan ekonomi bagi lainnya kegiatan elemen penting dalam pembangunan wilayah melalui dalamnya. 5. Cukup jelas Sistem Sistem dirumuskan kemudahan bagi dunia usaha Prasarana Juga perlu mempertimbangkan pola jaringan jalan eksisting karena sistem prasarana Prasarana telekomunikasi bniasanya mengikuti pola untuk jaringan jalan. pengembangan dan pola distribusi penduduk.

5. penggunaan dan dan suplai air baku. AIR. serta sistem pengelolaan limbah cair dan limbah udara. intensitas kegiatan sesuai dengan Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan fungsi kawasan. dan memelihara sumberpemanfaatan air dan sumber air yang sumber air. dan meningkatkan kelestarian Ruang yang meliputi pengaturan antara hak lingkungan. 5. dimensi waktu. meningkatkan produktivitas dengan tanah. 5. dan pembangunan. penggunaan. Tempat Tempat Sementara PENJELASAN Pembuangan Akhir (TPA).1 Rencana Penatagunaan Tanah Dimaksudkan untuk lahan meningkatkan bagi kegiatan Rencana Penatagunaan Tanah adalah ketersediaan upaya-upaya penguasaan. berisi pengaturan penguasaan. dan Sumberdaya Alam Lainnya mendukung pengelolaan kawasan lindung. udara. dan sumberdaya alam lainnya. Hutan. UDARA.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN pengembangan sistem prasarana pengelolaan dicantumkan. hutan. jenis dan variasi pemanfaatan air untuk menjamin kebutuhan akan air dan menserasikan penggunaan air untuk kegiatan- IV -48 . pemanfaatan SUMBERDAYA LAINNYA kegiatan sumberdaya produksi ALAM dilakukan secara seksama sesuai dengan permukiman Rencana Penatagunaan Tanah. berwujud lokasi. dan pemanfaatan tanah. dan kewajiban masing-masing pemegang hak atas tanah. Air.5 RENCANA DAN PENATAGUNAAN Dimaksudkan agar penggunaan alam dan dapat dan TANAH. pemanfaatan tanah agar sesuai penggunaan. 5. meningkatkan ketersediaan pengaturan penguasaan. lingkungan Pembuangan yang terdiri dari (TPS).2 Rencana Penatagunaan Air Dimaksudkan untuk mengembangkan Rencana Penatagunaan Air meliputi sumberdaya air. kuantitas. kualitas. HUTAN. air.5. infrastruktur di kawasan budidaya serta Udara.

Isi Rencana Penatagunaan Air antara lain adalah: ● Pengaturan kebutuhan air untuk dalam masing-masing ● ● ● kegiatan PENJELASAN rangka menjaga neraca air.5. serta pengaturan rehabilitasi dan reklamasi hutan. ● Pengaturan tata cara dan prosedur pengusahaan air. penerbangan kelestarian lingkungan. 5. pengaturan hutan kegiatan permukiman atau kegiatan produksi produksi. Pengaturan tata cara dan prosedur pengolahan air serta teknologi yang diterapkan.5. sosial. pengendalian banjir dan usaha-usaha pelestarian air.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN kegiatan ekonomi. Penatagunaan untuk dapat dan Adalah pengaturan yang berkaitan dengan udara untuk lalu lintas yang berwawasan dan dan Udara konservasi serta pemanfaatan ruang dan menjamin penggunaan menjaga lingkungan meliputi keseimbagan penerbangan. 5. Pengaturan tata cara dan prosedur pengelolaan sumber-sumber air. Tata guna udara kelestarian lingkugan (udara bersih). Penetapan prioritas kebutuhan air berdasarkan rencana tata ruang. hutan konversi dan hutan lindung lainnya.mentransformasikan kawasan hutan yang kegiatan permukiman dan pertanian yang dapat dikonversi menjadi kawasan untuk terletak di kawasan hutan.4 Rencana Penatagunaan Hutan Rencana Penatagunaan Mengatur penyediaan lahan yang dibutuhkan kegiatan permukian dengan Hutan untuk meliputi pengaturan pengendalian kegiatan. IV -49 .3 Rencana Penatagunaan Udara Rencana dirumuskan keselamatan kualitas udara.

5. pemanfaatan dan penggunaan hayati. 5.1 Indikasi Kawasan Prioritas Pembangunan Rencana kawasan yang diprioritaskan Cukup jelas. Indikasi Program Pembangunan Rencana acuan bagi Tata Ruang Wilayah Cukup jelas. Kawasan kritis/rawan bencana. dan pemanfaatan sumberdaya alam yang memiliki pengaturan sumber daya hayati maupun smberdaya non Rencana Penatagunaan Sumberdaya potensi bagi pengembangan wilayah baik penguasaan.2 Ruang.6.6 RENCANA SISTEM KEGIATAN PEMBANGUNAN 5.PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN 5. Kawasan terbelakang/terisolasi. Kawasan perbatasan antar negara. sumberdaya alam lainnya dalam rangka mewujudkan Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang Kabupaten. Kawasan lindung.5 Rencana Penatagunaan Sumberdaya Untuk Alam Lainnya Alam Lainnya meliputi PENJELASAN pengaturan. meliputi kawasan yang dianggap perlu atau diprioritaskan pengembangan penanganannya serta memerlukan dukungan rencana rinci dan program sebagai upaya mewujudkan Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan ● ● ● ● ● 5. program Kawasan (RTRW) Kabupaten merupakan penyusunan IV -50 . penggunaan. Kawasan-kawasan tersebut bisa berbentuk antara lain : Kawasan yang memiliki nilai strategis terhadap pertumbuhan kabupaten.6.

masyarakat serta potensi dan masalah yang ada di daerah agar tercapai segi efisiensi ● dari usaha-usaha pengembangan wilayah. Kriteria umum dalam menentukan indikasi program pembangunan secara keseluruhan adalah: ● ● Mengintegrasikan Mempertimbangkan usaha-usaha aspirasi pengembangan dan pembangunan. arahan yang ditetapkan dalam rencana tata ruang perlu dilengkapi dengan indikasi program pembangunan tahunan pada skala besar yang akan mendorong perkembangan sektor-sektor strategis untuk memberikan dampak positif terhadap kabupaten secara keseluruhan. Konsisten dengan arahan tata ruang yang telah ditetapkan. PENJELASAN IV -51 .PEDOMAN PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN pembangunan kabupaten. Oleh karena itu.

penjelasan PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN IV -52 .

dengan perkembangan dan Menumbuhkan penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRWK) merupakan suatu proses yang dilakukan secara berkala selama jangka waktu perencanaan berjalan agar selalu memiliki suatu rencana tata ruang yang berfungsi seperti yang ditetapkan dalam UU No. keterkaitan. Penyusunan Kabupaten. Fungsi dari RTRWK tersebut adalah sebagai pedoman untuk : a. Untuk menyusun rencana rinci tata ruang IV -53 . 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Keterpaduan berarti bahwa rencana yang dihasilkan dapat menciptakan satu kesatuan perkembangan di segala sektor. c. Selain itu peninjauan kembali juga dimaksudkan untuk melihat sejauhmana produk rencana tata ruang telah dilaksanakan atau dimplementasikan. e. d. Agar tiap kawasan dan tiap sektor dalam suatu kabupaten dapat berkembang secara terpadu dan seimbang. Mewujudkan keterpaduan. Sebagai arahan dalam menentukan pemanfaatan ruang di wilayah kabupaten b. Perumusan kebijaksanaan pokok pemanfaatan dan pengendalian ruang di wilayah kabupaten. serta keserasian pembangunan antar sektor.1 PENGERTIAN Peninjauan Kabupaten kembali dan/atau PENJELASAN Peninjauan kembali merupakan salah satu tahapan dalam proses perencanaan yang dimaksudkan untuk menilai kualitas RTRW Kabupaten yang telah dihasilkan. Pelaksanaan memanfaatkan pembangunan. e. c. b. dan apakah ada simpangan dalam pelaksanaannya. dan keseimbangan perkembangan antar kawasan wilayah kabupaten. d. Fungsi RTRW Kabupaten : a. Keseimbangan berarti perkembangan suatu sektor sektor f. Penetapan lokasi investasi yang dilaksanakan pemerintah dan/atau masyarakat. pembangunan ruang bagi rencana rinci meningkatkan minat investasi.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP 1. Keterkaitan berarti bahwa rencana yang tata ruang dalam kegiatan dihasilkan dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara sektor yang satu dengan yang lain. seimbang lainnya.

g. dinamika perkembangan dan sebagai alat perencanaan. Hal ini dilihat standar dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Prosedur legalisasi rencana yang telah direvisi (hasil peninjauan kembali). Aspek kelembagaan dari proses peninjauan kembali ini. Kriteria untuk menentukan bahwa RTRWK perlu ditinjau kembali. b. Proses perencanaan dalam penataan ruang belum selesai pada dihasilkannya RTRW Kabupaten. c. tujuan/sasaran pembangunan. e. c. f. Prosedur peninjauan kembali RTRW Kab. f. Tipologi dan tata cara peninjauan kembali RTRWK. g. Pembahasan analisis korelasi antara faktor eksternal (kebijakan global) dengan kebijakan pembangunan yang ada. Penilaian terhadap kualitas RTRW Kab dalam mengikuti dinamika pembangunan dan perubahan kebijakan. Ketentuan-ketentuan yang mengindikasikan apakah RTRW Kab perlu ditinjau kembali atau tidak. Sebagai PENJELASAN (RTRW Kab merupakan rencana umum tata arahan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. Tata cara pengesahan rencana yang telah diperbaiki. proses perencanaan tidak berhenti pada dihasilkannya IV -54 . Kelembagaan peninjauan kembali RTRWK. d.2 RUANG LINGKUP RTRW Kab meliputi : a. tidak berhenti pada suatu tahap.. Analisis hubungan faktor-faktor eksternal dengan kebijaksanaan pembangunan serta struktur pemanfaatan ruang. b. Materi yang diatur dalam peninjauan kembali Materi yang diatur dalam peninjauan kembali RTRWK meliputi : a. Cara-cara penentuan tipologi/tingkatan dalam peninjauan kembali RTRW Kab. 1. g. e. Namun masih perlu dilanjutkan dengan proses peninjauan kembali RTRW Kab SISTEM PENATAAN RUANG Walaupun sebuah RTRWK yang baru disusun setiap 10 tahun sekali. 1. Kajian terhadap kinerja dan kemampuan RTRWK dalam mengakomodasi perubahan kebijaksanaan.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN ruang). d.3 KEDUDUKAN KEMBALI PENINJAUAN RTRWK DALAM Proses perencanaan sifatnya terus menerus dan dilakukan secara berkala. Kriteria untuk menentukan tipologi penijauan kembali RTRWK.

proses yang merupakan PENJELASAN Proses dengan proses peninjauan kembali RTRW Kab terus tersebut.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN dokumen perencanaan atau produk RTRWK. 3. BAB II KONSEP DASAR merupakan tahap yang penting dalam proses perencanaan. perubahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang dan/atau sektoral dari tingkat propinsi maupun kabupaten yang berdampak pada pengalokasian kegiatan pembangunan yang memerlukan ruang IV -55 .1 Faktor Eksternal Faktor eksternal yang menyebabkan perlunya peninjauan kembali adalah sebagai berikut : dan/atau dan/atau 1. kegiatan peninjauan kembali menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala dalam proses penataan ruang adalah karena adanya ketidaksesuaian dan/atau simpangan antara rencana dengan kenyataan yang terjadi di lapangan baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Terjadi perubahan kebijakan pemanfaatan ruang sehingga kegiatan pembangunan membutuhkan ruang yang degnan skala yang lebih besar. Adanya rujukan sistem penataan ruang. Dalam pengertian untuk melihat simpangan-simpangan yang terjadi tersebut. PENINJAUAN KEMBALI 2. 2. Terjadi penyesuaian dalam kebijakan global yang juga mempengaruhi sistem PENINJAUAN Faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi perlunya peninjauan kembali. Adanya perubahan peraturan penyempurnaan 2. peninjauan kembali merupakan bagian dalam proses implementasi rencana. Terjadi perubahan dalam peraturan dan perundangan yang berlaku sehingga dapat mempengaruhi pelaksanaan tata ruang. atau karena kualitas RTRW Kabupaten yang kurang baik untuk diterapkan.1. di Pertentangan tersebut dapat disebabkan karena kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan lapangan. Peninjauan kembali juga digunakan berlanjut seperti suatu siklus.1 PERLUNYA KEMBALI Faktor yang sebenarnya menjadikan Adanya pertentangan atau ketidaksesuaian antara rencana tata ruang yang dihasilkan dengan implementasi atas rencana tersebut di lapangan menyebabkan perlunya peninjauan kembali. yaitu: 1. dari proses yang memperbaiki rencana tata ruang Jadi tahap peninjauan kembali RTRW Kabupaten yang telah disusun. 2.

Pengaruh dari perkembangan teknologi yang cukup pesat sehingga dapat meningkatkan kelestarian lingkungan. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dan seringkali radikal dalam hal pemanfaatan meminimalkan sumberdaya alam PENJELASAN global yang juga mempengaruhi sistem pemerintahan. dan kegiatan penataan ruang yang berlangsung. 4. IV -56 . 5. Adanya bencana alam yang cukup besar sehingga mengubah struktur dan pola pemanfaatan ruang. Terjadi bencana alam yang cukup besar sehingga mengubah pola pemanfaatan ruang. 3. 5. dan memerlukan relokasi kegiatan budidaya maupun lindung yang ada demi pembangunan pasca bencana. Adanya ratifikasi kebijaksanaan global yang mengubah paradigma sistem pembangunan dan pemerintahan serta paradigma perencanaan tata ruang. kerusakan lingkungan.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN berskala besar. Hal ini menyebabkan perlunya penetapan kawasan lindung dan kawasan budidaya ulang agar pembangunan dapat berjalan dengan baik. 4.

IV -57 . 2. 2. Rendahnya dipergunakan kualitas untuk RTRWK penertiban yang perizinan dan peninjauan kembali adalah sebagai berikut : 1. dan dilakukan secara penataan ruang. perubahan atau nilai/norma dan tuntutan hidup yang berlaku di dalam masyarakat. 3. 3. lokasi pembangunan. Proses peninjauan kembali dalam kembali ini perlu dilaksanakan secara konsisten. Peninjauan kembali ini perlu konsisten terhadap proses pemanfaatan ruang mempertimbangkan yang menerima pengaruh dari faktor internal dan internal rangkaian penataan ruang secara pada faktor eksternal maupun suatu kabupaten. Terbatasnya ruang.1. 5. 5. Perubahan norma dan tuntutan hidup dalam masyarakat. 2.2 PROSES PENINJAUAN KEMBALI kemampuan aparatur yang berwenang dalam pengendalian pemanfaatan perkembangan pertumbuhan aktivitas sosial ekonomi yang Proses peninjauan kembali merupakan Seperti telah dijelaskan di atas bahwa peninjauan suatu bagian dari keseluruhan mekanisme dari kembali adalah tahap yang penting dalam proses rangkaian penataan ruang. Dan RTRW Kabupaten tersebut juga kurang mendukung kegiatan sosial ekonomi yang terjadi.2 Faktor Internal PENJELASAN Beberapa faktor internal yang mempengaruhi Faktor internal yang menyebabkan perlunya perlunya peninjauan kembali adalah: 1. skematis Proses peninjauan kembali RTRW Kab memiliki beberapa tahapan sebagai berikut : dijelaskan pada Gambar 2. RTRW Kabupaten yang telah dihasilkan kurang dapat mengatur masalah perizinan lokasi. Rendahnya komitmen dari para aparat yang bertugas dalam melaksanakan penataan ruang. Rendahnya kualitas ini dapat disebabkan karena tidak diikutinya proses teknis dan prosedur kelembagaan perencanaan tata ruang.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN 2. 4. Peninjauan eksternal. sehingga kurang dapat mengoptimalisasi cepat dan dinamis. Adanya pengertian fungsi dan dan komitmen kegunaan pergeseran aparatur yang terkait dengan tugas penataan mengenai RTRWK dalam pelaksanaan pembangunan. Lemahnya ruang. Hal di atas dapat disebabkan karena tidak diikutinya prosedur teknis kelembagaan dalam penataan ruang. Aparat yang berwewenang dalam pengendalian pemanfaatan ruang tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. 4.1.

ditindaklanjuti dengan membuat dan mengikuti Kriteria-kriteria untuk menentukan tipologi suatu suatu tipologi peninjauan kembali. 4. IV -58 . Kesesuaian perumusan konsep dan strategi 3. kajian dan evaluasi/penilaian. 7. dan melakukan pengkajian dan evaluasi terhadap RTRW Kabupaten yang telah dihasilkan. Kesahan produk RTRWK. Prosedur penyusunan RTRWK. 3. Penentuan perlu atau tidaknya peninjauan kembali. Menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan legitimasi hukum pada materi RTRW hasil peninjauan kembali. 4. yaitu 1. Menentukan tipologi peninjauan kembali. BAB III KRITERIA PENJELASAN evaluasi terhadap data dan informasi (data yang telah diolah) yang didapat dari kegiatan pemanfaatan ruang. Perumusan konsep dan strategi penataan ruang. Relevansi metoda dan hasil analisis. 1. Kesesuaian meotde dan hasil analisis. Pemantapan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan RTRW. 6. Sah atau tidaknya produk RTRW kabupaten. Melakukan analisis data. 3. 5. 6. Melakukan persiapan dalam pengesahan hasil peninjauan kembali ini. 4. Melakukan dilakukan dengan melalui beberapa tahapan. 5. Melakukan pemantapan dalam ketentuanketentuan yang terkait dengan pemanfaatan dan pengendalian. 3. 4.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN Proses peninjauan kembali RTRWK 1. 2. 2. 5. penyempurnaan RTRW TIPOLOGI Peninjauan kembali menetapkan produk rencana yang telah dihasilkan ke dalam suatu tipologi berdasarkan kriteria-kriteria yang akan dijelaskan PENINJAUAN KEMBALI Peninjauan kembali RTRWK lebih mudah berikut ini. 5. Penentuan tipologi peninjauan kembali berdasarkan kriteria tipologi. Prosedur penyusunan produk rencana. dan pemanfaatan ruang. pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Kelengkapan dan keabsahan data. 2. 2. Adapun produk rencana (RTRW Kabupaten) adalah kriteria-kriteria yang yang membentuk tipologi sebagai berikut : tersebut adalah: 1. Menetukan apakah peninjauan kembali perlu dilaksanakan atau tidak. Melakukan Kabupaten. 7. Kegiatan peninjauan berupa analisis. Kegiatan penyempurnaan RTRW. Evaluasi data dan informasi dari hasil kegiatan pengendalian. Kelengakapan data yang menetukan kualitas produk rencana.

Data Kebijakan Pembangunan Daerah dan Data Regional : • Arahan Pola Dasar Pembangunan Daerah dan Propeda Propinsi yang berhubungan dengan kebijakan penataan ruang kabupaten. • Data produksi per sektor pembangunan total kabupaten. Data Regional: • Data kesimpulan arahan Pola Dasar Pembangunan • Data Daerah dan Pola dan Propeda Dasar Propeda Propinsi terhadap Kabupaten. Data karakteristik ekonomi wilayah dan perkembangannya.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN 3. • Realisasi dari penerimaan-pengeluaran IV -59 . b. • Data kebijaksanaan pembangunan sektor lainnya yang berpengaruh. untuk setiap sektor dalam kabupaten. Kebijaksanaan Pembangunan Daerah (sasaran dan tujuan) dan Data berikut ini : a. • Sistem jaringan transportasi. kesimpulan Daerah Pembangunan Kabupaten. yang meliputi: • Data PDRB Kabupaten (time series 5 tahun) • Data mobilitas orang dan barang di kabupaten. RTRWP yang terkait dengan RTRW Kabupaten.1 KELENGKAPAN DAN KEABSAHAN DATA PENJELASAN Data dikatakan lengkap jika minimal Kelengkapan data ditentukan oleh beberapa hal terdapat: a. RTR Pulau atau Perwilayahan. dan pembangunan kabupaten. • Data produksi per sektor pembangunan dirinci per kecamatan. • Data kebijakan pembangunan sektoral yang • Arahan mempengaruhi RTRWN. Data karakteristik ekonomi wilayah yang terdiri dari : • PDRB Kabupaten berupa time series selama 5 tahun. • Data sistem jaringan transportasi jalan. • Pola Dasar Pembangunan Daerah dan Propeda Kabupaten. RTR kebijakan Pulau. • Produksi tiap sektor pembangunan yang dirinci ke dalam unit kecamatan. • APBD kabupaten berupa time series selama 5 tahun. • Produksi tiap sektor pembangunan. RTRWP terhadap Kabupaten. • Data atau informasi arahan RTRWN. • Data APBD Kabupaten (time series 5 tahun) b. • Mobilitas orang dan barang di kabupaten.

kecamatan dan kota. • Lapangan pekerjaan yang dirinci hingga tingkat kecamatan. dirinci per kecamatan. Data meliputi: • Data jumlah penduduk kabupaten. Data sumber daya buatan yang terdiri dari: • Sarana ekonomi tiap kecamatan dan kota. IV -60 . Data sumber daya alam. meliputi: • Data dan peta penggunaan lahan/tanah kabupaten. pengeluaran pembangunan. dan desa. meliputi: • Data sarana ekonomi tiap kecamatan dan perkotaan. • Data dan peta sumber air baku. • Data dan peta topografi dan morfologi. • Data dan peta prasarana pengairan. • Data rate pertumbuhan kecamatan. dan kondisi / perkembangan yang kependudukan demografi. • Data dan peta prasarana pengairan • Data dan peta sumber air bersih • Data dan peta jaringan listrik • Data dan peta jaringan telekomunikasi. lapangan pekerjaan penduduk kabupaten. • Sarana sosial tiap kecamatan & kota. c. kecamatan. e. • Data dan peta sarana dan prasarana transportasi di kabupaten. mempengaruhi d. dan perdesaan. • Data dan peta sistem jaringan listrik. • Data dan peta sistem telekomunikasi. e. kota (kawasan perkotaan). • Data d. Data sumber daya alam yang terdiri : • Data dan peta penggunaan lahan • Data dan peta hidrologi. • Kepadatan penduduk yang dirinci hingga tingkat kecamatan dan kota. • Data kepadatan penduduk kabupaten.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN • Data • Data realisasi realisasi penerimaan penerimaan dan dan ruin. Data sumber daya buatan. Data kependudukan / demografi yang terdiri dari : • Data jumlah penduduk yang dirinci hingga tingkat kecamatan. c. • Data investasi dari yang tiap sektor pembangunan penataan ruang. kota-kota (perkotaan). PENJELASAN • Realisasi dari penerimaan-pengeluaran pembangunan. • Data dan peta sarana prasarana transportasi. pengeluaran rutin. desa. • Laju pertumbuhan penduduk kabupaten. • Data investasi pembangunan per sektor yang terkait dengan penataan ruang. • Data sarana sosial tiap kecamatan dan perkotaan.

2 dibuat dengan kedalaman skala PENJELASAN • Data dan peta geologi • Data dan peta pertambangan dan mineral.000 sampai dengan 1:50. transportasi dan pencapaian pembangunan nasional/ IV -61 . pulau. 1:100. pulau. Analisis Kabupaten untuk dalam melihat sistem kedudukan perwilayahan Kelengkapan metode dan hasil analisis ditentukan oleh beberapa hal berikut ini : a. METODE DAN HASIL ANALISIS Metoda dan hasil analisis yang telah digunakan dalam penyusunan RTRWK dianggap lengkap jika minimal terdapat: a. • Analisis arahan kebijakan RTRWN.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN • Data dan peta hidrologi/sumberdaya air • Data dan peta topografi dan morfologi • Data dan peta geologi dan jenis tanah • Data dan peta sumberdaya mineral • Data dan peta unsur-unsur iklim • Data dan peta kehutanan • Data dan peta kawasan rawan bencana Peta 3. RTR Pulau. pulau. • Analisis fungsi dan peranan kabupaten dalam lingkup nasional. propinsi dilihat dari aspek ekonomi. Analisis ini membahas aspek ekonomi. yang terdiri dari : • Analisis jaringan transportasi nasional. Analisis ini dinyatakan lengkap jika minimal memiliki : • Analisis mengenai jaringan transportasi nasional. Analisis kedudukan kabupaten dalam konstelasi wilayah yang lebih luas. • Data dan peta meteorologi dan geofisika. • Analisis sistem perkotaan. • Analisis terhadap fungsi dan peran kabupaten dalam wilayah nasional. transportasi. propinsi • Analisis mengenai arahan RTRWN. sistem tata ruang pulau. RTR Pulau. dan keterkaitannya dengan kabupaten lainnya. dan propinsi. RTRWP. • Analisis sistem kota dan regional yang kebijakan mempengaruhi perkembangan kabupaten. propinsi pulau dan nasional pembangunan nasional. RTRWP. • Data dan peta kehutanan • Data dan peta kawasan rawan bencana. pulau. dan kebijaksanaan sektoral. sistem perwilayahan propinsi. dan kebijakan sektoral. regional yang berpengaruh terhadap kabupaten.000. • Analisis sektor unggulan yang menjadi penggerak pertumbuhan di kabupaten. dan pencapaian nasional/regional. Perwilayahan. dan propinsi.

angkatan kerja hingga tingkat kecamatan. PENJELASAN propinsi. c. Analisis Sosial Kemasyarakatan • Analisis adat-istiadat yang menghambat dan mendukung pembangunan • Analisis tingkat partisipasi/peran serta masyarakat dalam pembangunan • Analisis kepedulian masyarakat terhadap lingkungan • Analisis pergeseran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat setempat • Analisis d. perkotaan. dan desa. pulau maupun nasional. perkotaan. propinsi. pulau. perkotaan dan perdesaan • Analisis strukltur umur dan tingkat partisipasi angkatan kerja per kecamatan. kinerja tingkat pelayanan fasilitas dan utilitas sosial. • Analisis pergerakan penduduk eksternal dan internal kabupaten. Analisis Ekonomi • Analisis mengenai ekonomi dasar • Analisis mengenai struktur wilayah kabupaten b. • Analisis kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. • Analisis basis ekonomi untuk nilai dan mengidentifikasi norma dalam Menilai sejaumana proses dilibatkan dalam ekonomi d. Menilai kinerja dari tiap fasilitias sosial yang ada. masyarakat penataan ruang. dan nasional. dan desa. • Analisis struktur pekerjaan penduduk • Analisis berdasarkan komposisi umur dan penduduk partisipasi tingkat kecamatan. dan perdesaan • Analisis struktur pekerjaan penduduk kecamatan. b. • Analisis sektor-sektor unggulan yang menjadi prime mover di kabupaten. • Analisis persebaran dan kepadatan penduduk hingga perkotaan. Analisis kependudukan • Analisis laju pertumbuhan penduduk. • Analisis tingkat pelayanan fasilitas sosial. • Analisis pergeseran masyarakat. Analisis Sosial Kemasyarakatan • Analsis terhadap adat istiadat dan budaya baik yang mendukung maupun yang menghambat pembangunan di kabupaten. • Analisis peran serta masyarakat dalam pembangunan. Analisis Demografi • Analisis tingkat perkembangan penduduk • Analisis mengenai pergerakan/mobilitas penduduk antar kabupaten dan dalam kabupaten • Analisis distribusi/kepadatan penduduk kecamatan. Analisis ekonomi IV -62 . perkotaan dan perdesaan. c.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN regional secara umum.

• Analsis pergerakan barang dan jasa baik internal maupun eksternal kabupaten. longsor. e. h. listrik dan telekomunikasi. • Analisis pola persebaran ekonomi.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN • Analisis mengenai peluang pertumbuhan ekonomi • Analisis pergerakan barang dan jasa intra dan inter wilayah • Analisis pola persebaran ekonomi dalam wilayah • Analisis mengenai potensi investasi. Mengidentifikasi berpotensi sektor-sektor yang untuk meningkatkan pertmbuhan ekonomi. e. f. jenis dan jumlah sarana sosial dan ekonomi. • Analisis lokasi dan ketersediaan sumber daya alam. Analisis ini dinyatakan lengkap apabila dapat dirangkum faktor-faktor pembentuk struktur dan pola pemanfaatan ruang dari kesimpulan analisis pola sebaran penduduk. • Analisis sarana dan prasarana transportasi • Analisis sarana dan prasarana pengairan. dan pola sebaran jaringan sarana-prasaran. Analisis Sarana dan Prasarana • Analisis kondisi. Analisis struktur dan pola ruang. Analisis Fisik dan Daya Dukung Lingkungan • Analisis kendala fisik pengembangan kawasan budidaya (rawan gempa.Analisis fisik dan daya dukung lingkungan • Analisis terhadap hambatan fisik yang ditemukan dalam pengembangan kawasan budidaya. • Analisis kesesuaian baik lahan untuk yang kawasan diperuntukkan lindung maupun kawasan budidaya. • Analisis sektor-sektor yang berpotensi untuk menghasilkan tingkat pengembalian modal yang besar sehingga dapat menjadi daya tarik investasi. Analisis struktur dan pola ruang yang ada dan kecenderungan perkembangannya. • Analisis sarana-prasarana utilitas. jenis. pola sebaran kegiatan pembangunan (kegiatan budidaya). banjir. Analisis sarana dan prasarana • Analisis kondisi. • Analisis sarana-prasarana transportasi. g. Analisis potensi dan kondisi sumber daya f. • Analisis faktor pembentuk struktur dan pola Analisis struktur meliputi distribusi pusat-pusat pelayanan dan jaringan yang IV -63 . dll) • Analisis lokasi dan kapasitas sumber daya alam • Analisis kesesuaian lahan untuk kawasan lindung maupun budidaya. g. dan jumlah sarana-prasarana. PENJELASAN • Analisis struktur ekonomi • Analisis peluang pertumbuhan ekonomi.

sumber daya buatan dan sumber daya manusia • Potensi sumber daya alam yang ada. Analisis Keuangan dan Kemampuan Pembiayaan Pembangunan Daerah • Analisis mengenai jumlah dan proporsi pembiayaan pembangunan kabupaten serta arahan dari tingkat propinsi. • Potensi dan kendala dalam mengembangkan sumber daya buatan. dan subsidi dari tingkat propinsi. Analisis pola pemanfaatan ruang berkaitan dengan ukuran. dan keterbatasan PENJELASAN menghubungkan antar pusat-pusat tersebut. subsidi pemerintah pusat. dsb). fungsi. subsidi dari Pusat dan propinsi. pembiayaan pembiayaan dan arahan 3. Perumusan tujuan pemanfaatan ruang a.3 PERUMUSAN KONSEP DAN STRATEGI PEMANFAATAN RUANG WILAYAH KABUPATEN Bagian-bagian perumusan konsep dan Perumusan konsep dan strategi dalmam strategi pemanfaatan yang diperiksa pemanfaatan ruang kabupaten meliputi : kesesuaiannya meliputi: a. pengembangan sumber daya h. dan karakter suatu penggunaan ruang. Perumusan tujuan dan strategi penataan ruang di wilayah kabupaten yang IV -64 . • Analisis PAD. dimana jaringan akan berhirarki membentuk tata ruang. Analisis potensi dan kondisi SDA. BLN. • Analisis sumber-sumber pembiayaan non pembangunan lainnya yang potensial (sumber-sumber konvensional). SDM. i. Analisis keuangan dan kemampuan pemangunan pemabngunan pembiayaan pembangunan daerah. • Analisis sumber-sumber pembiayaan lainnya (swasta. kemungkinan pengembangannya.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN alam. i. • Potensi sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam dan buatan. • Potensi buatan • Kemampuan sumber daya manusia yang ada untuk mengelola sumber-sumber di atas. • Analisis PAD. • Analisis kabupaten propinsi. SDB • Potensi dan kendala dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia.

4 pengendalian pemanfaatan pengembangan kawasan pengelolaan kawasan perdesaan. • Strategi pengelolaan kawasan perdesaanperkotaan-tertentu. Penjabaran konsep dan strategi tersebut ke dalam : • Strategi pengelolaan kawasan lindungbudidaya. • Strategi prioritas • Strategi pemanfaatan ruang. • Strategi pemanfaatan ruang dan strategi pengendalian pemanfaatan ruang. • Strategi pengembangan sistem kegiatan pembangunan serta sistem permukiman perdesaan dan perkotaan. Perumusan PENJELASAN bersangkutan. Penjabaran pengembangan berikut : • Strategi pengelolaan kawasan kawasan lindung dan budidaya • Strategi tertentu. konsep IV -65 . Perumusan konsep dan strategi pengembangan kabupaten. konsep tata dan ruang strategi wilayah c. apabila memiliki: RTRW Kabupaten) menjadi salah satu kriteria • Tujuan kabupaten pemanfaatan serta ruang dan wilayah dalam menentukan tipologinya di dalam proses strategi peninjauan kembali ini. perkotaan. Perumusan pengembangan kabupaten d. • Strategi pengembangan sarana-prasarana. potensi dan masalah pembangunan yang terjadi di kabupaten yang bersangkutan. dan kawasan konsep tata dan ruang strategi wilayah d. 3. • Strategi prioritas. • Strategi pengembangan sistem kota dan sistem permukiman. kabupaten.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN b. Perumusan masalah pembangunan b. • Strategi pengembangan sarana dan prasarana wilayah. pengembangan Kawasan adalah terlebih prioritas kawasan dahulu kawasan untuk yang untuk kawasn kabupaten ke dalam langkah-langkah Penentuan prioritas tergantung dari masing-masing KESAHAN PRODUK RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN RTRW Kabupaten dinyatakan sah sesuai Sah atau tidaknya suatu produk rencana (dalam UUPR. • Strategi ruang. kabupaten dan keterkaitannya dengan masalah pemanfaatan ruang c. kabupaten dirpioritaskan dikembangkan.

Rencana struktur pemanfaatan ruang meliputi sistem pusat pelayanan perkotaan. fungsi berarti jangkauan pelayanannya. dsb). rencana pengairan. Ukuran berarti luas lahan yang dipergunakan. Rencana sistem permukiman perkotaan rencana c.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN tersebut di atas. prasarana pengelolaan lingkungan). industri.5 PROSEDUR PENYUSUNAN RTRWK Penyusunan RTRWK umumnya Prosedur dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten adalah sebagai berikut : 1. menggambarkan ukuran. tim pelaksana. rencana sistem jaringan transportasi. prasarana dan arahan pengembangan dan distribusi penduduk yang disesuaikan dengan daya dukung prasarana lingkungan. Rencana sistem prasarana wilayah yang sistem jaringan utilitas (telekomunikasi. cagar budaya. di mana memuat tata cara proses penyusunannya. sistem sistem prasarana Rencana sistem sistem PENJELASAN pengembangannya untuk mencapai tujuan Melalui sah atau tidaknya suatu RTRW kabupaten maka dapat ditentukan kualitas produk rencana tersebut (baik atau buruk). dsb) atau untuk kawasan lindung (kawasan resapan air. dan jenis penggunaannya maksudnya untuk kawasan budidaya (permukiman. dan melibatkan peran serta masyarakat dan swasta mengikuti prosedur yang berciri sebagai berikut: • • Disusun berdasarkan pedoman penyusunan yang berlaku Melibatkan seluruh tim koordinasi penataan ruang wilayah kabupaten bersangkutan serta masyarakat dan pakar termasuk swasta • Melalui suatu proses konsensus pihak dan dan musyawarah dari semua IV -66 . fungsi. Rencana sistem kegiatan pembangunan dan perdesaan terdiri dari : i) ii) Rencana transportasi Rencana energi/listrik iii) Rencana pengelolaan iv) Rencana lingkungan v) • Rencana sistem prasarana lainnya Rencana pola pemanfaatan ruang. energi. Tim penyusun RTRW Kabupaten ini terdiri dari tim koordinasi. pariwisata. Menggunakan metodologi yang terdapat di dalam buku Pedoman Penyusunan RTRW Kabupaten. 3. • Rencana struktur pemanfaatan ruang : a. pertanian. 2. perdagangan. pola pemanfaatan ruang b. dan jumlah dari prasarana kegiatan manusia.

simpangan yang terjadi dalam pelaksanaannya.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN mengalokasikan ruang sesuai dengan arahan dari rencana tata ruang yang lebih tinggi. Kemudian dilihat apakah pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan dalam RTRW Kabupaten (rencana struktur & pola) atau tidak. Perlu keabsahan dihasilkan. khususnya berkaitan dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang. kualitas dan kesahan RTRWK Tingkat permasalahan pemanfaatan ruang. • Data mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan eksternal. dilakukan RTRW penilaian Kabupaten mengenai yangtelah INFORMASI Pada tahap ini dikumpulkan data mengenai pemanfaatan ruang kabupaten yang sudah berlangsung dan dibandingkan dengan strategi dan rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang kabupaten. PENJELASAN dan swasta. masyarakat. (pemerintah. dikumpulkan informasi mengenai pelaksanaan dari RTRW Kabupaten (pemanfaatan ruang) di lapangan. serta kajian mengenai pengaruhnya terhadap • Melakukan strategi. kajian struktur terhadap dan pola pemanfaatan ruang Kabupaten keabsahan RTRWK dengan memperhatikan perubahan pemanfaatan dan adanya perubahan faktorfaktor eksternal Kegiatan pada tahap ini akan menghasilkan : • • Profil. Hasil dari tahap evaluasi data ini antara lain profil kualitas RTRW. 3. berupa simpangan-simpangan pemanfaatan ruang dan lokasi pembangunan • Perubahan-perubahan kebijaksanaan diluar sistem penataan ruang IV -67 .1 • TAHAP EVALUASI DATA DAN Pada tahap evaluasi data ini. dan pengaruh kebijakan global. dan evaluasi adanya perubahan terhadap asumsi faktor-faktor eksternal yang ada. Dalam tahap ini juga perlu dikumpulkan data dan informasi mengenai kebijakan global dan pengaruhnya terhadap pelaksanaan pemanfaatan ruang. dan BAB IV TATA CARA BAKU PENINJAUAN KEMBALI 4. Melalui proses musyawarah dari semua pihak swasta).

Adanya pengaruh faktor internal yang belum dipertimbangkan sebelumnya. Tipologi ditentukan tipologi kembali. maka RTRW Kabupaten perlu ditinjau kembali.3 TAHAP Setelah selanjutnya PENENTUAN tahapan (2) TIPOLOGI diperoleh Tahap selanjutnya dalam proses peninjauan peninjauan adalah tingkatan dalam pengklasifikasian RTRW yang didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang PENINJAUAN KEMBALI dari ketentuan perlu dilakukan peninjauan kembali. maka diperlukan proses peninjauan kembali atau penyempurnaan terhadap seluruh proses penataan ruang yang ada. 4.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN 4. Jika minimal satu dari ketiga kriteria di atas terjadi. misalnya karena ada kegiatan khusus yang memerlukan skala yang sangat besar sehingga tidak dapat diakomodasi oleh RTRW Kabupaten. perkembangan kawasan atau sektor yang tidak dipertimbangkan sebelumnya • Terjadinya simpangan-simpangan besar dalam struktur dan pola pemanfaatan ruang Jika sekurang-kurangnya salah satu dari kriteria tersebut dipenuhi.2 PENJELASAN TAHAP PENENTUAN PERLU/TIDAKNYA DILAKUKAN PENINJAUAN KEMBALI RTRWK Penentuan perlu/tidaknya dilakukan Kriteria-krriteria dalam menentukan perlu atau peninjauan kembali terhadap RTRWK dilakukan tidaknya peninjauan kembali adalah sebagai dengan melihat beberapa kriteria berikut: • Terjadi perubahan kebijaksanaan pemerintah/sektor untuk pembangunan berskala besar atau kegiatan penting yang tidak dapat ditampung oleh struktur dan pola pemanfaatan ruang dalam RTRWK yang ada • Terjadi perubahan faktor-faktor internal dalam adanya pembangunan perubahan daerah karena prioritas. kembali yaitu tahap penentuan tipologi. yaitu : IV -68 . • • berikut : • Kebijakan global mempengaruhi pembangunan sektoral. Adanya simpangan yang terjadi dalam pelaksanaan rencana struktur dan pola.

tujuan. ini Namun terjadi karena simpangan yang cukup besar yang menyalahi ketentuan. Namun faktor eksternal mempengaruhi bahkan dapat mengubah strategi. PENJELASAN Tabel Tipologi RTRW Kabupaten Tipologi Kualitas Simpangan F. Tipologi A RTRW Kabpaten yang telah disusun memenuhi standar penyusunan mengenai ketentuan substansi yang ada. Tipologi B Pada tipologi B. faktor eksternal berubah. disebabkan Simpangan tidak mempengaruhi strategi. telah dijelaskan. RTRWK tidak sah. RTRWK sah. simpangan besar. simpangan RTRWK tidak sah. besar.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN Tipologi A Tipologi B Tipologi C Tipologi D Tipologi E Tipologi F Tipologi G Tipologi H RTRWK sah. faktor eksternal tetap. kecil. struktur dan pola pemanfaatan ruang yang ada. Tipologi C Substansi RTRW Kabupaten sesuai dengan standar yang Hal berlaku. simpangan kecil. RTRWK sah. 3. simpangan faktor eksternal berubah. simpangan kecil.eksternal A B C D E F G H sah sah sah sah tidak sah tidak sah tidak sah tidak sah kecil kecil besar besar kecil kecil besar besar tetap berubah berubah tetap berubah tetap berubah tetap Ciri masing-masing tipologi : 1. faktor eksternal tetap. kecil. faktor eksternal berubah. Tipolgi B RTRW Kabupaten yang telah disusun memenuhi standar. faktor eksternal tetap. simpangan RTRWK tidak sah. RTRWK sah. faktor eksternal tetap. struktur dan Simpangan yang terjadi pada prinsipnya tidak mempengaruhi strategi serta struktur dan pola pemanfaatan IV -69 . 2. simpangan besar. Ciri-ciri dari masing-masing tipologi adalah : Tipologi A RTRWK ketentuan rencana merubah ruang. besar. terjadi perubahan signifikan pada faktor-faktor eksternal yang berlaku untuk digunakan sebagai acuan pembangunan dan memenuhi prosedur dan proses penyusunan dan terpenuhi substansi perubahan RTRWK. faktor eksternal berubah. pola pemanfaatan ruang. simpangan RTRWK tidak sah.

pemanfaatan ruang. strategi serta struktur dan pola pemanfaatan ruang. 7. Oleh karena itu. Dalam hal ini perlu dilakukan perubahan tujuan. struktur. Secara mendasar. walaupun kondisi RTRWK sendiri telah memenuhi prosedur dan ketentuan penyusunannya. pemanfaatan wilayah sesuai dengan IV -70 . Tipologi E. Tipologi E 4. Simpangan dalam pelaksanaannya tidak terlalu besar. Dan faktor eksternal tidak mempengaruhi strategi. RTRWK ini memerlukan perubahan dalam tujuan. mengubah PENJELASAN Hal ini disebabkan struktur dan karena pola pengaruh faktor eksternal sehingga dapat strategi. Simpangan yang terjadi dalam pelaksanaannya kecil. simpangan 5. pada tipologi strategi ruang dilakukan dan pola penyempurnaan RTRWK atau perubahan tujuan. dan pola pemanfaatan ruang. G. dalam pelaksanaannya Pengaruh pengendalian yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam RTRWK. yaitu ini serta RTRWK perlu struktur yang bersangkutan tidak sah. strategi serta struktur dan pola pemanfaatan ruang. dan pola pemanfaatan ruang. Tipologi C Dalam pemanfaatan RTRWK terjadi simpangan-simpangan yang menyalahi ketentuan yang diinginkan dalam RTRWK yang disebabkan oleh pengaruh faktor-faktor eksternal secara signifikan. Substansi RTRW Kabupaten sesuai dengan standar yang berlaku. RTRW Kabupaten tidak memenuhi standar penyusunan.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN mempengaruhi kinerja RTRWK. Tipologi F RTRW Kabupaten yang telah disusun tidak memenuhi standar. sasaran. cukup tidak Namun besar terjadi dalam faktor simpangan yang pelaksanaannya. F. sasaran. Namun pengaruh faktor eksternal dapat mengubah strategi. struktur. cukup Simpangan besar. sehingga tidak dapat sepenuhnya dijadikan acuan pembangunan karena tidak dapat mengakomodasi perkembangan yang ada. Tipologi G. dan H Keempat tipologi ini pada dasarnya memiliki kondisi keempat sasaran. Tipologi D Dalam terjadi pelaksanaan dalam RTRWK pemanfaatan telah dan 6. Tipologi D ketentuan. eksternal/global walaupun mempengaruhi terjadinya simpangan tersebut. yang sama. RTRW Kabupaten tidak memenuhi standar mengenai ketentuan substansi.

4. strategi penyesuaian materi dalam RTRW Kab agar tetap dapat digunakan walaupun IV -71 . Namun faktor eksternal tidak terlalu mempengaruhi struktur dan pola pemanfaatan ruang. dan/atau evaluasi a. mengubah PENJELASAN faktor eksternal juga besar sehingga dapat strategi. • Dalam kegiatan ini juga dilakukan Kegiatan ini berupa : • Kajian/penilaian terhadap RTRWK dari sisi kelengkapan materi dan proses penyusunan dengan mengacu pada UUPR serta standar dan pedoman teknis penyusunan RTRWK • Evaluasi kemampuan RTRWK sebagai alat perencanaan. Simpangan dalam pelaksanaan cukup besar. khususnya yang terkait dengan penataan ruang. 8. struktur.4 TAHAP KEGIATAN PENINJAUAN KEMBALI Setelah ditentukan salah satu tipe keadaan/penanganan selanjutnya dilakukan : a.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN ketentuan penyusunan yang berlaku dan dalam sesuai pedoman dengan rencana. perubahan yang diakibatkan oleh faktor eksternal. • Kegiatan ini mengevaluasi kinerja RTRW Kab dalam melihat bagaimana program dan proyek pembangunan dilaksanakan. dan pola pemanfaatan ruang. Standar dan prosedur teknis mengenai RTRW Kab dapat mengacu dari UU NO 24/1992 tentang Penataan Ruang. khususnya dalam identifikasi pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang terkait dengan penataan ruang • Penyesuaian terhadap materi RTRWK untuk mengakomodasi perubahan kebijaksanaan. tujuan. Tipologi H RTRW Kabupaten tidak memenuhi standar penyusunan. Kajian/penilaian RTRWK peninjauan kembali. Kajian atau evaluasi terhadap RTRW Kabupaten • Kegiatan ini dilakukan untuk menilai kelengkapan materi yang terkandung dalam RTRW Kabupaten. sasaran.

dinamika mengkoreksi tujuan. dan pola pemanfaatan ruang. pemanfaatan ruang. Melihat apakah RTRW Kabupaten sudah dapat kebijakan mengakomodasi global perubahan faktor (pengaruh standar penyusunan atau eksternal) atau tidak. yaitu berupa : i. Melihat apakah RTRW kabupaten sudah memenuhi belum. struktur. tujuan. sasaran. struktur sasaran. • Evaluasi kesesuaian antara perwujudan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang ditetapkan pada RTRWK yang dituju. terhadap RTRW Kabupaten tergantung pada hal-hal berikut ini : 1. tuntutan pembangunan perkembangan masyarakat. Bentuk dari kegiatan ini adalah : • Penambahan Bentuk kegiatan penyempurnaan RTRW komponen-komponen Kabupaten ini adalah sebagai berikut : IV -72 . strategi. serta dan dan untuk pola pembangunan.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN serta struktur dan pola pemanfaatan ruang. dan mencari tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk menanggulangi penyimpangan yang terjadi. Penyempurnaan PENJELASAN terjadi perubahan dalam kebijakan global. b. • Selain itu juga perlu dilakukan penilaian apakah perwujudan struktur & pola pemanfaatan ruang sesuai atau tidak dengan produk rencana. • Juga perlu dilakukan pengkajian terhadap RTRW Kab agar tetap dapat mendukung perubahan-perubahan yang terjadi seputar pemanfaatan ruang. jika tidak mampu aspirasi. Penyempurnaan RTRWK Tergantung pada tipologinya. • Evaluasi kemampuan RTRWK untuk mengakomodasi dinamika perkembangan pemanfaatan dianggap ruang serta sekaligus menampung dan melakukan penyesuaian RTRWK. 2. Penyesuaian terhadap materi RTRWK agar mampu mengakomodasi perubahan kebijaksanaan. Pembakuan materi RTRWK jika berdasarkan hasil peninjauan ditemukan bahwa materi RTRWK yang ditinjau tidak memenuhi persyaratan minimal sebagai RTRWK yang baku ii.

maka tidak perlu atau dilakukan Tipologi B Apabila RTRW Kabupaten masuk ke dalam Tipologi B. Masukan Identifikasi faktor-faktor eksternal yang 1. pembangunan daerah Kabupaten. bahan acuan pembangunan. Pemantapan Kegiatan diseminasi pemanfaatan ini Pemanfaatan antara ke lain setiap sebagai dan berupa Kegiatan • • • • PENJELASAN Penambahan komponen rencana Perbaikan sebagai komponen rencana Perumusan kembali strategi. dan sasaran dari pengembangan wilayah kabupaten yang bersangkutan. mana RTRW Kab tersebut akan digunakan penyempurnaan kegiatan pemantauan dan sebagai alat pengatur. tujuan. tidak perlu dilakukan penyempurnaan. penyempurnaan terhadap substansinya. adalah : 1) Tipologi A Tidak perlu dilakukan tindakan tertentu karena RTRWK-nya masih sah. maka perlu dilakukan peninjauan kembali. kebijakan.pelaporan. Tatacara yang harus dilakukan adalah : a. Tata cara yang harus dilakukan : peninjauan kembali dan untuk memperbaiki kegiatan pemantauan dan Proses peninjauan kembali untuk masing. Tipologi B Perlu dilakukan peninjauan kembali yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal yang menyebabkan RTRWK tidak berlaku lagi. dapat dijadikan 2) sebagai acuan dalam 2. pelaporan evaluasi dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena faktor eksternal/global mengalami perubahan sehingga tidak sesuai lagi dengan RTRW Kabupaten tersebut. masing tipologi di atas.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN rencana • Perbaikan sebagai komponen rencana • Perumusan kembali kebijaksanaan dan strategi pengembangan wilayah serta tujuan dan sasaran pembangunan • Revisi total seluruh komponen rencana atau penyusunan kembali rencana c. Pengendalian Pemanfaatan RTRWK pemantapan dan pengendalian RTRWK sektor. Di RTRWK koordinasi. Perbaikan seluruh komponen rencana. sebagai acuan pembangunan. IV -73 . pemanfaatan RTRWK merupakan kegiatan yang alat berupa penerapan RTRW Kab ke tiap sektor. Tipologi A Apabila suatu RTRW Kabupaten masuk ke dalam Tipologi A.

c. Proses mengidentifikasi yang berubah faktor yang mempengaruhi RTRW Kab. Masukan eksternal b. rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang. dilanjutkan dengan : 1) 2) Pemutakhiran tujuan dan sasaran pembangunan daerah Perumusan ruang 3) Perumusan kembali strategi pengembangan wilayah c. Keluaran • Rumusan • Rumusan strategi struktur pengembangan dan pola wilayah baru pemanfaatan ruang yang baru 3) Tipologi C (1) Penyesuaian eksternal a.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN mempengaruhi kinerja RTRWK b. dan merumuskan strategi pengembangan wilayah yang baru. Masukan Identifikasi faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja RTRWK terhadap faktor 3. (1) Penyesuaian eksternal a. dan rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang. Masukan terhadap faktor mengidentifikasi faktor eksternal yang mengalami perubahan sehingga memberi pengaruh yang IV -74 . Tipologi C permasalahan PENJELASAN a. Dalam tahap ini dikalukan analisis korelasi antara pengaruh luar dengan kebijakan pembangunan daerah. Keluaran Hasilnya adalah strategi pembangunan dan pemanfaatan pengembangan. Apabila sudah tidak sejalan maka perlu menyesuaikan pembangunan. tujuan-sasaran merumuskan masalah pembangunan. dan rencana struktur dan pola pemanfaatan rruang yang baru. Proses • Analisis hubungan faktor eksternal terhadap kebijaksanaan pembangunan daerah • Analisis hubungan faktor eksternal terhadap rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang • Apabila faktor eksternal tidak lagi sejalan dengan strategi pengelolaan.

Apabila tidak sejalan maka perlu tujuan-sasaran merumuskan pembangunan. Penerapan RTRW IV -75 . Proses Melakukan analisis korelasi antara pengaruh lur dengan kebijakan pembangunan daerah. rencana struktur dan pemanfaatan tujuan dilanjutkan dengan : 1) Pemutakhiran 2) Perumusan pembangunan pemanfaatan ruang 3) Perumusan kembali strategi pengembangan wilayah c. dan rencana strutur-pola menyesuaikan pembangunan. dan rencana strukturpola pemanfaatan ruang yang baru. merumuskan masalah strategi pengembangan wilayah yang struktur dan pola pemanfaatan (2) Pemantapan pengendalian pemanfaatan dan Merupakan tahap untuk meningkatkan peran RTRW Kabupaten sebagai acuan pembangunan di daerah. dan pengelolaan. c.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN kinerja RTRWK b. baru. Keluaran hasilnya adalah strategi pengembangan. dan pemanfaatan ruang. Proses • Analisis hubungan faktor eksternal terhadap kebijaksanaan pembangunan daerah • Analisis eksternal ruang • Apabila faktor eksternal tidak lagi pola sejalan dengan strategi ruang. b. Keluaran • • Rumusan strategi pengembangan wilayah baru Rumusan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang baru (2) Pemantapan pengendalian • Penyempurnan/peningkatan pemanfaatan RTRWK sebagai acuan pembangunan pemanfaatan dan sasaran pembangunan daerah permasalahan dan hubungan terhadap faktor rencana PENJELASAN cukup besar terhadap RTRW Kab.

Pemanfaatan dan pengendalian yang IV -76 . Tipologi D Pada Tipologi D. b. meningkatkan peran RTRW Kabupaten sebagai acuan pembangunan. Selain itu juga melakukan perbaikan terhadap masalah perizinan dan program implementasi ruang. Perbaikan kegiatan pelaporan juga perlu ditingkatkan untuk dapat berjalan secara berkelanjutan (terus menerus). implementasi ruang Penyempurnaan kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan program implementasi ruang dan perizinan. maka aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam peninjauan kembali adalah sebagaimana dilakukan pemantapan pada tipologi C. Pemanfaatan dan pengendalian yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut : a. c. RTRW Kabupaten sah dan faktor eksternal tetap. 4) Tipologi D Pada tipologi D ini tidak perlu dilakukan pemutakhiran RTRWK karena rencana masih sah dan tidak terjadi perubahan eksternal seperti halnya pada tipologi A. Menerapkan RTRW Kabupaten ke tiaptiap sektor pembangunan.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN acuan pembangunan • Peningkatan diseminasi RTRWK ke setiap sektor dan menyepakati RTRWK pembangunan • Peningkatan pemanfaatan RTRWK sebagai dokumen acuan dalam forum Rapat Koordinasi Pembangunan • Penyempurnaan kontinyu program • terhadap kegiatan programdan pemantauan dan pelaporan secara pembangunan sebagai acuan PENJELASAN Kab untuk tiap sektor perlu ditingkatkan agar pembangunan sektoral dapat berjalan secara terpadu. namun adalah karena terjadinya permasalahannya 4. Namun simpangan yang terjadi dalam pelaksanaan cukup besar sehingga perlu dilakukan peninjauan kembali. Mewujudkan peran RTRW Kabupaten sebagai acuan dalam rapat korrdinasi simpangan pada pemanfaatannya dan pengendalian.

Penyempurnaan/peningkatan pemanfaatan RTRWK sebagai acuan pembangunan. Penyempurnaan terhadap kegiatan evaluasi program pelaksanaan sektor dan sebagai menyepakati acuan e. dan dan proses adanya 5.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN Pemanfaatan dan pengendalian yang perlu dilakukan adalah: a. Tata cara yang dilakukan : Masukan mengidentifikasi faktor IV -77 . d. implementasi ruang dan perizinan 5) Tipologi E Dilakukan peninjauan kembali karena ketidaksahan rencana ditinjau dari aspek substansi yang tidak memenuhi ketentuan penyusunan prosedur rencana. atau dikatakan terjadi Namun ini. Peningkatan pemanfaatan RTRWK sebagai dokumen acuan dalam forum Rapat Koordinasi Pembangunan d. Penyempurnaan kegiatan pemantauan dan pelaporan secara kontinyu terhadap program pembangunan dan implementasi ruang e. PENJELASAN pembangunan. memeprbaiki substansi produk rencana yang telah disusun. Tipologi E RTRW Kabupaten tidak memenuhi standar yang ada. terhadap aspek-aspek eksternal. dalam peninjauan kembali diperlukan langkahlangkah menyeluruh terhadap perbaikan substansi rencana dan penyesuaian a. tidak sah. Dengan demikian. b. Peningkatan diseminasi RTRWK ke setiap RTRWK pembangunan c. dalam faktor perlu untuk Simpangan pelaksanaannya RTRRW dilakukan yang eksternal kerap berubah dan mempengaruhi Kabupaten peninjauan kembali perubahan faktor eksternal yang perlu terakomodasi. Memperbaiki kegiatan perizinan dan evaluasi terhadap implementasi ruang. Memperbaiki kegiatan pemantauan dan pelaporan program pembangunan. Maka kecil.

dan rencana struturpola pemanfaatan ruang. Selain itu juga perlu Proses dilakukan identifikasi terhadap kinerja RTRW Kabupaten.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN Tatacara yang dilakukan : a. faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi eksternal PENJELASAN yang mengalami perubahan sehingga memberi pengaruh yang cukup besar terhadap RTRW Kab. Melakukan analisis korelasi antara pengaruh luar dengan kebijakan pembangunan daerah. Keluaran hasilnya adalah RTRW Kab yang telah disempurnakan. Apabila tidak sejalan maka perlu menyesuaikan tujuansasaran pembangunan. Keluaran • • Rumusan Rumusan RTRWK struktur dan yang pola disempurnakan pemanfaatan ruang yang baru 6) Tipologi F 6. merumuskan masalah pembangunan. Proses • Analisis hubungan faktor eksternal terhadap kebijaksanaan pembangunan daerah • Analisis hubungan faktor c. Tipologi F RTRW Kabupaten tidak memenuhi standar. pembangunan dan pemanfaatan IV -78 . yang mengalami perubahan Perumusan ruang wilayah • Perumusan kembali strategi pengembangan wilayah c. dan merumuskan strategi pengembangan wilayah yang baru. analisis dan produk dengan • rencana disesuaikan faktor-faktor eksternal permasalahan b. Masukan • Identifikasi kinerja RTRWK • • Identifikasi kinerja RTRWK Identifikasi pemanfaatan yang sedang berjalan b. eksternal terhadap struktur dan pola pemanfaatan ruang • Pemutakhiran data. beserta rencana struktur-pola pemanfaatan ruang yang baru.

PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah revisi atau peninjauan kembali secara menyeluruh dengan melakukan pemutakhiran data. Memperbaharui data dan metode analisis yang digunakan sesuai dengan pemanfaatan ruang yang diharapkan. eksternal yang mempengaruhi PENJELASAN atau dikatakan tidak sah. Dan pengaruh luar banyak mengalami perubahan. penyusunan RTRWK) Pemutakhiran data. Keluaran RTRWK yang baru 7) Tipologi G Melakukan revisi secara menyeluruh kinerja produk RTRWK yang berupa pemutakhiran data. analisis dan produk rencana disesuaikan dengan pemanfaatan ruang yang sedang berjalan yang mengalami perubahan • Perumusan ruang • Perumusan kembali konsep dan strategi pengembangan wilayah c. Tata cara yang perlu dilakukan : a. Tatacara yang perlu dilakukan : a. atau dikatakan terjadi tidak sah. RTRW Kabupaten tidak memenuhi standar yang ada. Masukan • Identifikasi kinerja RTRWK • Identifikasi pemanfaatan ruang yang sedang berjalan b. Proses • (menggunakan pedoman c. Masukan pengaruh Proses luar mengidentifikasi dan pelaksanaan RTRWK yang sedang berjalan. dalam Simpangan yang pelaksanaannya cukup besar. analisis dan rencana dengan menyesuaikannya pada faktor-faktor eksternal yang 7. Keluaran RTRW Kabupaten baru. IV -79 . Simpangan dalam pelaksanaannya tidak terlalu besar. analisis dan rencana. Tipologi G permasalahan pembangunan dan pemanfaatan faktor-faktor b. Dan pengaruh luar tidak banyak berubah.

yang mengalami perubahan Perumusan ruang wilayah • Perumusan kembali konsep strategi pengembangan wilayah c. Proses • Analisis hubungan faktor eksternal terhadap kebijaksanaan pembangunan daerah • Analisis hubungan faktor eksternal terhadap struktur dan pola pemanfaatan ruang • Pemutakhiran data. Keluaran RTRWK yang baru pembangunan dan pemanfaatan IV -80 . Selain itu juga melakukan metode analisis yang digunakan agar sesuai dengan pemanfaatan ruang yang diharapkan. analisis dan produk dengan • rencana disesuaikan faktor-faktor eksternal permasalahan c. Proses faktor global. faktor-faktor b. PENJELASAN Tata cara yang dilakukan : (1) Pemuktahiran Masukan rencana dan penyesuaian faktor eksternal mengidentifikasi pengaruh luar yang berubah. pemanfaatan ruang yang terjadi. kinerja RTRW Kabupaten. Tatacara yang dilakukan : (1) Pemutakhiran Penyesuaian a. Masukan • Identifikasi kinerja RTRWK • • Identifikasi kinerja RTRWK Identifikasi pemanfaatan yang sedang berjalan b. menganalisis hubungan antara eksternal dan dengan kebijakan rencana pembaharuan struktur-pola data dan pemanfaatan ruang. eksternal yang mempengaruhi faktor eksternal Rencana terhadap dan faktora. Keluaran RTRW Kabupaten baru. Dan perlu merumuskan kembali konsep/strategi pengembangan wilayah dalam RTRW Kab karena dirasa sudah tidak sesuai lagi.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN pada faktor-faktor eksternal yang mengalami perubahan.

PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN (2) Pemantapan Pemanfaatan Pengendalian • Penyempurnan/peningkatan pemanfaatan • RTRW sebagai acuan pembangunan Peningkatan diseminasi RTRWK ke setiap sektor dan menyepakati RTRWK pembangunan • Peningkatan pemanfaatan RTRWK sebagai dokumen acuan dalam forum Rapat Koordinasi Pembangunan • Penyempurnaan kontinyu program • terhadap kegiatan programdan pemantauan dan pelaporan secara pembangunan sebagai acuan dan PENJELASAN (2) Pemantapan pengendalian pemanfaatan dan Merupakan tahap untuk meningkatkan peran RTRW Kabupaten sebagai acuan pembangunan di daerah. Penerapan RTRW Kab untuk tiap sektor perlu ditingkatkan agar pembangunan sektoral dapat berjalan secara terpadu. analisis dan rencana. baik dalam proses penyusunan maupun substansi yang ada dalam produk RTRWK. Simpangan yang terjadi dalam implementasinya juga cukup besar. Tata cara yang dilakukan : (1) Pemutakhiran Rencana IV -81 . Tipologi H RTRW Kabupaten tidak memenuhi standar. Namun pengaruh luar tidak banyak berubah/ tetap. pemanfaatan serta dan pemantapan 8. Selain itu juga melakukan perbaikan terhadap masalah perizinan dan program implementasi ruang. Perbaikan kegiatan pelaporan juga perlu ditingkatkan untuk dapat berjalan secara berkelanjutan (terus menerus). atau dikatakan tidak sah. implementasi ruang Penyempurnaan kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan program implementasi ruang dan perizinan. 8) Tipologi H Yang perlu dilakukan adalah peninjauan kembali secara menyeluruh dengan melakukan pemutakhiran data.

Selain itu juga melakukan pembaharuan data dan metode analisis yang digunakan agar sesuai dengan pemanfaatan ruang yang diharapkan. Proses • Pemutakhiran data. analisis dan produk dengan • rencana disesuaikan faktor-faktor eksternal permasalahan c. PENJELASAN Masukan mengidentifikasi kinerja RTRW Kabupaten. Tatacara yang dilakukan : (1) Pemutakhiran Rencana a. Keluaran RTRW Kabupaten baru. Keluaran pembangunan dan pemanfaatan Pemantapan pengendalian pemanfaatan dan Merupakan tahap untuk meningkatkan peran RTRW Kabupaten sebagai acuan pembangunan di daerah. Dan perlu merumuskan kembali konsep/strategi pengembangan wilayah dalam RTRW Kab karena dirasa sudah tidak sesuai lagi. b. Masukan • • Identifikasi kinerja RTRWK Identifikasi pemanfaatan yang sedang berjalan b. pemanfaatan dan a. dan pelaksanaan kegiatan penataan ruang. Proses antara menganalisis faktor eksternal hubungan dengan kebijakan global.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN pemantapan pengendalian. Penerapan RTRW Kab untuk tiap sektor perlu ditingkatkan agar pembangunan sektoral dapat berjalan secara terpadu. dan rencana strukturpola pemanfaatan ruang. Perbaikan kegiatan pelaporan juga perlu ditingkatkan untuk dapat berjalan secara IV -82 . yang mengalami perubahan Perumusan ruang wilayah • • Perumusan kembali konsep strategi pengembangan wilayah Penyusunan kembali RTRWK RTRWK yang baru (2) Pemantapan Pemanfaatan Pengendalian • Penyempurnan/peningkatan pemanfaatan • RTRW sebagai acuan pembangunan Peningkatan diseminasi RTRWK ke setiap sektor dan menyepakati RTRWK pembangunan sebagai acuan dan (2) c.

tetapi tidak merubah tujuan. Pada Tipologi A. Tanpa pengesahan kembali Apabila hasil peninjauan kembali RTRW Kabupaten tidak mengubah kesahannya. Masing-masing tipologi memiliki tata cara pengesahannya yang akan dijelaskan sebagai berikut : tingkat kedalaman aspek yang perlu ditinjau kembali dan secara prinsip menentukan tata cara pengesahan Penjelasan dari untuk hasil peninjauan kembali jenis a. yang disimpulkan pada tabel 4. Tanpa Pengesahan Apabila peninjauan mempunyai kondisi tidak mempengaruhi isi kesahan suatu RTRWK.5 PENGESAHAN RENCANA Masing-masing tipologi mempunyai Hasil peninjauan kembali RTRW Kabupaten juga perlu disahkan. Pengesahan dengan SK Bupati Apabila RTRWK masih sah dan faktor eksternal berubah.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN • Peningkatan pemanfaatan RTRWK sebagai dokumen acuan dalam forum Rapat Koordinasi Pembangunan • Penyempurnaan kontinyu program • terhadap kegiatan programdan pemantauan dan pelaporan secara pembangunan juga PENJELASAN berkelanjutan (terus menerus). Tipologi yang sesuai dalam katgori ini adalah tipologi A. masing-masing pengesahan adalah : a. dan struktur-pola pemanfaatan ruang Pada Tipologi B dan tersebut. strategi. strategi serta struktur IV -83 . maka tidak perlu dilakukan pengesahan lagi. faktor eksternal berubah namun tidak mempengaruhi tujuan. implementasi ruang Penyempurnaan kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan program implementasi ruang dan perizinan. b. sasaran. Selain itu melakukan perbaikan dan terhadap program masalah perizinan implementasi ruang.1. 4. Pengesahan dengan SK Bupati Apabila RTRWK sah. dan D b. dan D.

dan c. strategi. Pengesahan oleh Gubernur Propinsi Apabila peninjauan kembali dilakukan untuk RTRW yang tidak sah. Dalam hal dapat dalam dilakukan rangka peninjauan penyesuaian kembali rencana. strategi serta struktur dan pola pemanfaatan yang utuh ruang yang oleh wilayah. dan faktor eksternal mengubah tujuan. dan C. G. dan H. C PENJELASAN pemanfaatan ruang. dan pengesahan Tipologi yang sesuai dalam katgori ini adalah tipologi E. dimulai Gubernur maka dengan Propinsi. F. Pada Tipologi E.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN dan pola pemanfaatan ruang. Pengesahan oleh Gubernur Propinsi Apabila terjadi perubahan tujuan. Pada Tipologi B. prosedur pengesahan akan melalui proses penetapan oleh Pemerintah Daerah. dan struktur-pola pemanfaatan ruang. dengan menyampaikan aturan tambahan Tipologi yang sesuai dalam kategori ini adalah tipologi B. hingga H. IV -84 . sasaran. sasaran. c.

PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN PENJELASAN Tabel 4.1 Proses peninjauan kembali RTRW Kabupaten sesuai tipologi 5 Penyempurnaan kegtn evaluasi thd x E PENGESAHAN RENCANA 1 Tanpa pengesahan 2 Pengesahan dengan SK 3 Pengesahan oleh Keterangan: x xx x xx x xxx xxx Tipologi B dan C yang mengalami perubahan Tipologi B dan C yang mengalami perubahan IV -85 .

Tipologi Proses IV -86 .1 Proses peninjauan kembali RTRW Kabupaten sesuai tipologi Cukup jelas No.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN PENJELASAN Tabel 4.

analisa & produk rencana (pemanf ruang) 5 Pemutakhiran tujuan dan sasaran pembangunan 6 Perumusan permasalahan pembangunan dan pemanf ruang 7 Perumusan kembali konsep dan strategi pengemb wilayah 8 perumusan dan penyusunan kembali RTRW C KELUARAN 1 Rumusan strategi pengemb wilayah yang baru 2 Rumusan struktur dan pola pemanfaatan ruang wilayah yang baru 3 Rumusan RTRW yang baru D PEMANTAPAN RTRW DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN 1 Penyempurnaan pedoman pemanf RTRW sbg acuan pembangunan 2 Peningkatan diseminasi RTRW ke setiap sektor & menyepakati RTRW 3 Peningkatan pemanfaatan RTRW sbg dok acuan dlm forum rapat 4 Penyempurnaan kegtn pemantauan & pelaporan scr kontinu Penyempurnaan kegtn evaluasi thd 5 pelaksanaan prog implementasi E PENGESAHAN RENCANA 1 Tanpa pengesahan 2 Pengesahan dengan SK Gubernur/Bupati 3 Pengesahan oleh Mendagri/Gubernur x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x Keterangan: Tipologi B dan C yang mengalami perubahan mendasar dalam tujuan. IV -87 . analisa & produk rencana (berdsrkan faktor ekst) 4 Pemutakhiran data. sasaran. dan tindak Cukup jelas lanjut penanganan peninjauan kembali RTRW sesuai tipologi No Kegiatan Tipologi A B CD E F GH PENJELASAN A MASUKAN 1 Identifikasi faktor ekst yg berpengaruh thd kinerja RTRW 2 Identifikasi kinerja RTRW 3 Identifikasi pemanfaatan ruang B PROSES 1 Analisa hub faktor ekst thd kebijaksanaan pemb daerah 2 Analisa hub faktor ekst thd struktur dan pola pemanf ruang 3 Pemutakhiran data.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN Tabel 4. produk.2 Proses. strategi. struktur dan pola pemanfaatan ruang melalui pengesahan oleh Gubernur.

kabupaten untuk mendapatkan perlu/tidaknya peninjauan kajian untuk menentukan peninjauan perlu/tidaknya dilakukan kembali dan tipologi peninjauan dilakukan. c. Bersama dengan tim pembina teknis. b. Mengkaji RTRW Kabupaten yang telah dihasilkan. Menyampaikan hasil kajian a) dan b) kepada ketua tim koordinasi penataan ruang ketentuan d. Tugas ini diserahkan kepada tim koordinasi penataan ruang ini. Menyiapkan konsep TOR dibantu oleh instansi yang mempunyai tugas pembinaan teknis penataan ruang . Membuat perhitungan rencana anggaran yang dibutuhkan dalam peninjaun kembali. Yang berwewenang atau tidak untuk adalah memutuskan ketua tim apakah RTRW Kabupaten perlu ditinjau kembali koordinasi. Tugas penataan ruang bersifat strategis dan kegiatannya melibatkan banyak instansi terkait dan masyarakat. merumuskan kerangka acuan kerja yang akan digunakan dalam peninjauan kembali. d. Menentukan RTRW Kabupaten tersebut masuk ke tipologi yang mana berdasarkan ketentuan-ketentuan pada Bab 4. Ketentuan mengenai hal tersebut diatur di dalam Inmendagri No 19 Tahun 1996. Perlu suatu kerja sama untuk mengatur orang-orang yang bertugas untuk merumuskan penataan ruang suatu kabupaten. b. Karenanya perlu dilakukan secara koordinatif dengan membentuk suatu tim koordinasi penataan ruang sesuai dengan Inmendagri No. Tugas tim koordinasi : a. e. c. e. Sehingga hasil kajian perlu disampaikan kepada ketua tim koordinasi. dan kemudian melihat apakah RTRW Kabupaten tersebut perlu ditinjau kembali atau tidak. Melakukan kajian-kajian jenis tipologi peninjauan kembali. Melakukan kembali. Menyiapkan rencana anggaran peninjauan kembali. IV -88 . Tugas tim koordinasi tersebut adalah : a. 19 Tahun 1996.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN PENJELASAN BAB V KELEMBAGAAN KEMBALI RTRWK PENINJAUAN Penataan ruang merupakan suatu proses yang melibatkan berbagai pihak yang terkait.

2 a. Cukup jelas. menyusun langkah-langkah diperlukan dalam peninjaun kembali. Mempresentasikan produk-produk pada setiap tahapan ke pada rapat tim koordinasi penaataan ruang kabupaten untuk mendapat pengesahan dari Tim Pengarah dan Instansi terkait.3 TUGAS DINAS/INSTANSI Tugas Tim Teknis : a. cukup jelas b. Melaksanakan kegiatan peninjauan kembali RTRW Kabupaten berdasarkan Kerangka Acuan Kerja yang telah disusun sebelumnya. Mempersiapkan proses legalisasi RTRW Kabupaten yang telah ditinjau kembali. c. SEKTORAL TERKAIT Tugas Dinas/Instansi Sektoral yang terkait : a. e. TOR pembahasan dan rencana untuk biaya PENJELASAN Tugas Tim Pengarah dalam Peninjauan Kembali : a. 5. d. Tim pengarah mensosialisasikan bertugas untuk yang peninjauan kembali. TUGAS TIM PENGARAH DALAM PENINJAUAN KEMBALI Mengadakan rapat untuk menentukan perlu/tidaknya peninjauan kembali dan menentukan tipologi peninjauan. e. Menentukan jenis-jenis pengesahan yang dalam tim RTRWK yang telah disempurnakan. d. Kemudian yang terkahir yaitu mempresentasikan konsep akhir tersebut di hadapan DRPD. Menyiapkan data dan informasi yang IV -89 .1 a. b. c. Mengadakan perubahan hasil-hasil tahapan dalam peninjauan kembali bersama dengan semua instansi terkait. Mempresentasikan disempurnakan proses pengesahan RTRWK DPRD kepada dan kepada kepada pihak-pihak lainnya. koordinasi penataan ruang kabupaten bila diperlukan.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN 5. Mengadakan menyetujui c. 5. b. Cukup jelas b. TUGAS TIM TEKNIS/POKJA Menyiapkan konsep TOR. Kerangka Acuan Kerja dan rencana anggaran perlu disetujui oleh seluruh pihak yang terkait. Melakukan pelaksanaan penyempurnaan sesuai dengan TOR. Maka salah satu tugas tim pengarah dan juga yaitu melakukan pembahasan c.

b. Memberikan data dan standar yang berkaitan dengan tanggung jawab dari elemen-elemen RTRWK. Strategi pemanfaatan ruang sektor adalah strategi yang dilakukan oleh instansi sektoral dalam rangka untuk mengarahkan dan mengendalikan okupasi lokasi yang tidak c. mensinergiskan strategi sektor dengan IV -90 . Tidak boleh ada pertentangan kepentingan merupakan sektoral keduanya. Dalam menentukan sah atau tidaknya RTRW Kabupaten sehingga diketahui masuk ke dalam tipologi yang mana. Strategi sektor adalah strategi yang dilakukan oleh instansi-instansi masingmasing sektor untuk mencapai keoptimalan tiap sektor tersebut. diperlukan suatu standar baku mengenai kualitas RTRW Kabupaten yang baik. Standar ini juga disiapkan oleh dinas/instansi yang terkait. Memberikan masukan tentang strategi sektor dan strategi pemanfaatan ruang sektor. Strategi sektor harus berjalan secara terpadu atau bersamaan konflik Maka dengan RTRW antara tugas untuk Kabupaten. Memberikan menserasikan RTRWK. b. c. sesuai dengan rencana tata ruangnya.PEDOMAN PENINJAUAN KEMBALI RTRW KABUPATEN a. dinas/instansi RTRW Kabupaten. masukan-masukan strategi sektor untuk dengan PENJELASAN dibutuhkan dalam proses peninjauan kembali.