1

Perpajakan dI IndonesIa
2
Untuk
pembiayaan
pengeluaran
negara
DASAR-DASAR PERPAJAKAN
ProI. DR. Rochmat Sumitro, SH 'Perpajakan adalah iuran rakyat
kepada kas negara berdasarkan undang-undang dengan tidak ada
kontra prestasi secara langsung dapat ditunjukkan dan yang
digunakan untuk membayar pengeluaran umum.
BAG. I
Unsur Pajak
Iuran Rakyat
Pada Negara
Berdasarkan
Undang-undang
Tanpa Komntra
Pretasi
Langsung

...
UNGSI PA1AK
ungsi Bugetair
Pajak sebagai sumber dan bagi
pemerintah untuk membiayai
pengeluaran
Regulerend
Pajak sebagai alat untuk
mengatur atau melaksanakan
kebijakan pemerintah dalam
bidang sosial & ekonomi

.
SYARAT PEMUNGUTAN PA1AK
Syarat Keadilan
Syarat Yuridis
Syarat Ekonomi
Syarat inancial
Sistem Sederhana
Tidak boleh mengganggu kelancartan
produksi, perdg, dll
EIisiensi biaya pemungutan
Sitem pemungutan hrs sederhana
dan mendorong perpajakan
UUD PASAL 2
eadilan Undang-undang
eadilan Pemungutan
Umu, Merata, ondisional
Memberi hak & kewajib

.
TEORI-TEORI YANG MENDUKUNG PEMUNGUTAN PA1AK
Teori
Asuransi
Teorei
Daya Pikul
Teori
Kepentingan
Negara melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan hak-hak
rakyatnya. Oleh karena itu, rakyat harus membayar pajak yang
dibayarkan sebagai suatu premi asuransi karena memperoleh
jaminan yang harus dibayar
Pembagian beban kepada rakyat didasarkan kepada kepentingan
(misalnya perlindungan) masing-masing orang. Semakin besar
kepentingan sesorang terhadap negara, makin besar pajak yang
harus dibayar.
Beban pajak untuk semua
orang hrs sama beratnya,
artinya pajak hrs dibayar
sesuai daya pikul masing-
masing orang
Unsur SubyektiI: dg melihat besarnya
penghasilan ataukekayaan yang
dimiliki
Unsur ObyektiI: memperhatikan
besarnya kebutuhan yg hrs
dipenuhi
Teori Bakti
Teori Asas
Daya Beli
Dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada hubungan rakyat
dengan negaranya, sebagai wujud baktinya.
Memungut pajak berarti menarik daya beli dari rumah tangga
untuk rumah tangga negara

KEDUDUKAN HUKUM PA1AK
.
edudukan Hukum Pajak
ProI. DR. Rochmat Soemitro, SH
Hukum Perdata Hukum Pidana
Hubungan Negara
dg Individu
Hubungan
Indiv dg ivdiv
Hk. Tata Negara Hk. Tata Usaha Hk. Pajak Hk. Pidana
MATERIAL.
Berisi norma-norma yang
menerangkan antara lain keadaan,
perbuatan peristiwa hukum yang
dikenakan pajak (objek pajak), siapa
yang dikenakan (subjek pajak), berapa
besar pajak (tariI), timbul hapusnya
pajak, hubungan pemerintah dan WP.
FORMIL
memuat bentuk atau tata cara untuk mewujudkan
hukum hukum materiil menjadi kenyataan
(cara melaksanakan hukum materiil).
Hukum ini memuat:
a. Tata catra penetapan utang pajak
b. hak-hak Iiskus untuk mengadakan
pengawasan pada WP mengenai keadaan
perbuatan dan peristiya yg menimbulkan pajak
c. ewajiban WP

Klasifikasi pajak
.
Menurut
Golongannya
Menurut
SiIatnya
Lembaga
Pemungutnya
Pajak langsung: pajak yang harus ditanggung sendiri oleh
WP &tidak boleh dibebankan pada orang lain (PPh)
Pajak tidak langsung: pajak yang pada akhirnya dapat
dibebankan atau dilimpahkan pada orang lain. (PPn)
Pajak SubjeltiI: pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada
subjeknya (memperhatikan keadaan WP) (PPh)
Pajak ObjektiI: Pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa
memperhtikan keadaan WP (PPn & PPN BM)
Pajak Pusat: pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan
digunakan untuk membiayai rumah tangga negara.
Pajak Daerah: pajak yang dipumgut oleh pemerintah daerah
digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah
Pajak Propinsi
pajak kendaraan bermotor
didarat/air, pajak BBB
Pajak Kabupaten/Kota
pajak hotel, restoran, hiburan,
Reklame, penerang jalan.

TATA CARA PEMUNGUTAN PA1AK
.
Stelsel Pajak
Riil Stelsel
Ficive Stelsel
Stelsel Campuran
Pengenaan pajak didasarkan pada objek
(penghasilan yg nyata) sehingga pemungutannya baru dapat
dilakukan pada akhir tahun pajak yakni setelah penghasilan
yang sesungguhnya diketahui
Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan
yang diatur oleh undang-undang.
Misalnya, penghasilan suatu tahun dianggap sama dengan
tahun saebelumnya. Sehingga awal tahun pajak
sudah dapat ditentukan besarnya pajak terutang
utk th berjalan.
Merupakan kombinasi antara stelsel nyata dan stelsel
anggapan. Pada awal tahun, besar pajak dihitung berdasar
suatu anggapan, kemudian pada akhir tahun besarnya
pajak disesuai-kan dengan keadaan sebenarnya.

.
Asa Pemungutan Pajak
Asas Domisili
Asas Sumber
Asas ebangsaan
Negara berhak mengenakan pajak atas
penghasilan WP yang bertempat tinggal
di wilayahnya, baik penghasilan dari dalam
maupun luar negeri
Negara berhak mengenakan pajak atas
penghasilan yang bersumber diwilayahnya
tanpa memperhatikan tempat tinggal WP
Pengenaan pajak dihubungkan dengan
kebangsaan suatu negara. Misalnya, pajak
bangsa asing di Indonesia dikenakan pada
setiap orang yg bukan kebangsaan Indonesia
yang bertempat tinggal di Indonesia. (WP LN)
10
.
Sistem Pemungutan Pajak
OIIicial
Assesment
System
SelI
Assesment
System
With
Holding
System
Suatu sistem pemungutan
yg memberikan wewenang
kpd pemerintah (Iiskus) utk
menentukan besarnya pajak
yg terutang oleh WP
suatu sistem pemungutan
pajak yg memberi
wewenang
kepda WP utk
menentukan sendiri
besarnya pajak
terutang
Suatu sistem pemungutan
pajak kepada ketiga (bukan
Iiskus & bukan WP yg
bersangkutan) utk
menentukan besarnya pajak
yg terutang oleh WP
Ciri-ciri:
a. besar pajak ada pd
Iiskus
b. WP pasiI
c. Utang pajak timbul
danya SP dr Iiskus
Ciri-ciri:
a. wewenag ada pad WP
b. WP aktiI
c. Fiskus hannya
mengawasi
Ciri-ciri:
wewenag menentukan
pajak ada pada piihak ke
tiga (selain Iiskus &
WP)
11
.
Timbul & Hapusnya Utang Pajak
Timbul
Hapus
Formil Materiil
Utang pajak
timbull karena
dileluarkannya
SP oleh
Iiskus
(diterapkan
dalam oIIicial
assesment System)
Utang pajak timbul
karena berlakunnya
undang-undang.
Seseorang dikenai
pajak karena
keadaan dan
perbuatan.
(ditarapkan dalam
selI assesment
system)
Disebabkan:
·pembayaran
·kompensasi
·daluwarsa
·pembebasan
Ada dua ajaran
12
.
Hambatan Pemungutan Pajak
Perlawanan
Pasif
Perlawanan
Aktif
Masyarakat enggan (pasiI) membayar
pajak, disebabkan:
·perkembangan intelektual dan moral
masyarakat
·Sistem perpajakan yg sulit dipahami
·sistem kontrol tdk dpt dilaksanakan
dengan baik
Meliputi usaha dan perbuatan yang
secara langsung ditujukan kepada
Iiskus dengan tujuan menghindar
dari pajak:
a. Tax avoidance: usaha meringankan
beban pajak dengan tidak melanggar
undang-undang
b. Tax evasion: usaha meringankan
beban pajak dengan cara melanggar
undang-undang
1
.
Tarif Pajak
Proportional
Progresif
Tetap
Degresif
Berupa presentase tetap, terhadap berapapun jumlah yang
dikenai pajak sehingga besarnya pajak yang terutang
proporsional terhadap besarnya niulai yang dikenai pajak.
Contoh: PPn BM dalam daerah pabean ÷ 10°.
TariI berupa juml;ah yang tetap (sama) terhadap berapapun
jumlah yang dikenai pajak sehingga besarnya pajak terutang
adalah tetap.
Contoh: Bea Meterai utk cek dan Bilyet ÷ 1000
Presentase tariI yang digunakan semakin besar bila jumlah
pajak semakin besar. Contoh: pasal 1 UU PPh 2000
· sampai dg Rp 0.000.000 ÷ 10°
·diatas Rp 0.000.000 s/d 100,000.000 ÷ 1°
·diatas Rp 100.000.000 ÷ 0°
Presentase tariI yang digunakan semakin kecil jumlah
yang dikenai pajak semakin besar
1
1
KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPA1AKAN
.
Dasar Hukum
UU.No. . Th. 1 diubah UU. No. 1 Th 2000
Wajib Pajak: Orang pribadi/badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-
undangan perpajakan diatur untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk
pemungutan pajak atau pemotongan pajak tertentu.
Badan : Sekumpulan orang atau modal yang merupakan kesatuan baik yang
melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi
perseroan, perseroan komanditer, perseroan lainnya, BMN, BUMD, dengan
nama dan dalam bentuk apapun, Iirma, kongsi, koprerasi, dana pensiun,
persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi sosial politik, atau organisasi
yang sejenis, lembaga, bentuk uasaha tetap, dan bentuk badan lainnya.
Masa Pajak :jangka waktu yang lamnya sama dengan satu (1) bulan takwin atau
waktu lain yang ditetapkan dengan keputusan Menteri euangan paling
lama (tiga) bulan takwim.
Tahun Pajak : jangka waktu 1 (satu) tahun takwimkecuali bila wajib pajak
menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun takwim.
Bagian tahun Pajak: bagian dari jangka waktu 1 (satu) Tahun Pajak.
BAG. 2
1
· Pajak Yang Terutang: pajak yang harus dibayar pada suatu saat, dalam Masa
Pajak, Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan
· Penanggung Pajak: Orang pribadi atau badan yang bertanggungjawab atas
pembayaran pajak, termasuk wakil yang menjalankan hak dan memenuhi
kewajiban Wajib Pajak menurut ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan.
· Surat paksa: Surat perintah untuk membayar utang pajak dan biaya penagihan
atas pajak sesuai dengan UU. No. 1 Tahun 1tentang Penagihan Pajak
dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan UU. No. 1 Tahun 200.
1
Tahun Pajak
.
Tahun
Takwim
12 Bulan
Boleh menggunakan tidak tahun takwim, asal 12 bulan
dan konsisten dan melapor kepada PP setempat
Jika tidak
Tahun
alender
÷
1 Januari 2000 1 Desember 2000
disebut tahun pajak 2000.
1 Juli 1 0 Juni 2000
disebut tahun pajak 1.
1 Oktober1 01 September 2000
disebut tahun pajak 2000-
1
NPWP
· NPWP : suatu sarana administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda
pengenal diri atau identitas WP
· FUNGSI NPWP
· PENCANTUMAN
NPWP
Tanda pengenal & identitas WP
Untuk ketertiban pembayaran dan pengawasan
adnimistasi perpajakan
Formulir Pajak
Surat menyurat hubungan dengan pajak
Hubungan dengan instansi tertentu yang wajib
NPWP menggunakan
1
· .
Wajib Pajak
Self Assesment
System
Dirjen Pajak
MendaItarkan diri
NPWP
Bagi WP orang Pribadi yg
menjalankan usaha/pekerjaan
bebas dan WP badan, wajib
mendaItarkan diri paling
lambat1 (satu) bulan setelah
usaha mulai dijalankan
WP orang pribadi yang tidak
menjalankan suatu usaha/
pekerjaan bebas apabila
sampai dengan suatu bulan
memperoleh penghasilan yg
jumlahnya telah melebihi
PTP setahun, wajib
mendaItarkan diri paling
lambat pada akhir bulan
berikutnya
Jika tidak MendaItarkan diri
Diterbitkan NPWP
secara jabatan
20
· Sanksi:
Bagi mereka yang sengaja tidak mendaItarkan diri, atau menyalahgunakan atau
tanpa hak NPWP sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara,
diancam dengan pidana penjara paling lama (enam) bulan tahun dan denda
paling tinggi (empat) kali jumlah pajak yang terutang
Meniggal Dunia & tidak
meninggalkan warisan
Wanita kawin dg perjanjian
tidak nelakukan pemisahan
harta & penghasilan
Warisan yg telah selesai
dibagi
WP badan yang telah
dibubarkan
WP pribadi selain diatas
yg tidak memenuhi sbg WP
BUT yng telah kehilangan
statusnya sbg BUT
Pengahpusan
NPWP
21
ormat NPWP
1 digit, digit pertama merupakan kode WP, digit berikutnya merupakan
kode administrasi perpajakan
XX. XXX. XXX. X. XXX. XXX
Iormat
22
Nomor Pengukuh Pengusaha Kena Pajak (NPPKP)
· .
NPPKP
PKP
UU. PPn
dikukuhkan
ungsi PKP
·Indentitas diri
·memenuhi kewajiban PPN & PPnBM
·Pengawasan adminstrasi perpajakan
2
Pelaporan/Pengukuhan PKP
Pengusaha orang Pribadi
Pengusaha Badan
Dirjen
Pajak
Melaporkan diri 1 bulan setelah usaha dimulai
NPPKP
NPPKP 1abatan
Jika tak melaporkan dirti
Sanksi
Ba gi mereka yang dengan sengaja tiIdak mendaItarkan, atau menyalahgunakan
atau menggunakan tanpa hak NPPP sehingga menimbulkan kerugian negara,
diancam dengan pidana penjara selama-lamanya (enam) tahun dan denda
setinggi-tingginya (empat) kali jumlah pajak yang terutang atau kurang bayar.
2
SURAT PEMBERITAHUAN PA1AK (SPT)
· SPT
surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan perhitungan dan
pembayaran pajak terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan.
· UNGSI SPT
a. sebagai sarana melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah
pajak yang sebnenarnya terutang
b. untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan
sendiri dan atau melalui pemotongan pajak atau pemungutan pajak lain dalam
satu Tahun Pajak tau Bagian Tahun Pajak
c. Untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan dari pemotongan atau
pemungutan tentang pemotongan atau pemungutan pajak orang pribadi atau
badan lain dalam satu Masa Pajak, yang ditentukan peraturan perundangan
perpajakan yang berlaku.
2
· ungsi SPT bagi Pengusaha Kena Pajak
a. Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan
perhitungan jumlah Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjulan atas
Barang Mewah yang sebenarnya terutang.
b Untuk melaporkan pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak eluaran
c. Untuk melaporkann pembayaran atau pelunasan pajak yang telah
dilaksanakan oleh PP dan atau melalui pihak lain dalam satu Masa Pajak,
yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan perpajakan yang
berlaku.
· ungsi SPT untuk Pemotomg atau Pemungut Pajak
sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang
dipotong atau dipungut dan disetorkannya.
2
Prosedur Penyelesaian SPT
.
WP
KPP
Mengambil blangko SPT
KPP
SPT diisi sendiri dengan benar, jelas
lengkap sesuai dengan petunjuk
pengisian
SPT
Bukti yg dilampirkan.
Utk SPT Masa PPn
sekurang-kurangnya
jumlah Dasar
Pengenaan Pajak, jumlah
Pajak eluaran, jumlah
Pajak eluaran yang dapat
dikredit, dan jumlah
kekuranagn & kelebihan
pajak
Bukti yg dilampirkan
L (bagi WP yang
membuat L)
Bukti yg dilampirkan.
Perhitungan jumlah
peredaran yang terjadi
dalam tahun pajak yang
bersangkutan
2
PEMBETULAN SPT
· Apabila SPT diketahui terdapat kesalahan WP dapat mengajukan pembetulan SPT
secarra tertulis dalam jangka waktu dua tahun sesudah saat terutangnya pajak atau
berakhirnya Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak dengan syarat dirjen
pajak belum muali melakukan tindakan pemeriksaan. Dalam hal ini, WP dikenai sanksi
administrasi berupa bunga 2° sebulan atas jumlah pajak yang kurang bayar, dihitung
sejak saat penyaampaian SPT terakhir sampai dengan tanggal pembayaran karena
pembetulan SPT tersebut.
· Sekalipun jangka pembetulan SPT (2 tahun) telah berakhir, sepanjang Dirjen Pajak
belum menerbitkan surat ketetapan pajak, kepada WP masih diberikan kesempatan untuk
mengungkapkan ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan.
· Pengungkapan ini terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
a. Pajak yang harus dibayar menjadi lebih besar
b. Rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil
c. Jumkah harta menjadi lebih besar
d. Jumlah modal menjadi lebih besar
Pajak yang kurang bayar akibat pengungkapan kurang tepatan pengisian SPT tersebut,
dikenai sanksi berupa kenaikan 0° dari pajak yang terutang harus dilunasi sebelum
laporan disampaikan.
2
1enis SPT
.
SPT
SPT MASA
Surat yang oleh wajib pajak digunakan
melaporkan penghitungan dan atau
pembayaran pajak yang terutang dalam
suatu Masa Pajak atau pada suatu saat
SPT TAHUNAN
Surat yang oleh WP digunakan untuk
melaporkan penghitungan dan
pembayaran pajak yang terutang
dalam suatu Tahun Pajak
2
A. Batas waktu penyampaian SPT MASA
$ PAAK YAG MYAMPAAKA
$PT
BATA$ WAKTU PYAMPAA
$PT-$A
PPh pasal 21 Pemotong PPh pasal 21 Tanggal 20 bulan takwim berikutnya
setelah Masa Pajak berakhir
PPh pasal 22 Ìmpor, PPN dan
PPnBM tas impor
Wajib Pajak 14 hari setelah berakhirnya Masa
Pajak
PPh pasal 22 Ìmpor. PPN dan
PPnBM atas impor (Dirjen Bea
Cukai)
Direktorat Bea dan Cukai 7 hari setelah batas waktu
penyetoran pajak berakhir
PPh pasal 22 Bendaharawan Bendaharawan Tanggal 14 bulan takwim berikutnya
setelah Masa Pajak berakhir
PPh pasal 22 Bahab Bakar Pertamina 20 hari setelah Masa Pajak
berikutnya
PPh pasal 22 Pemungutan oleh
badan tertetntu
Pemungut Pajak 20 hati setelah Masa Pajak berakhir
PPh pasal 23 Pemotong PPh pasal 23 Tanggal 20 bulan takwim berikutnya
setelah Masa Pajak berakhir
PPh pasal 25 WP yang mempunyai NPWP Tanggal 20 bulan takwim setelah
Masa Pajak berakhir
PPh pasal 26 Pemotong PPh pasal 26 Tanggal 20 bulan takwim setelah
Masa Pajak berakhir
PPN dan PPnBM Pengusaha Kena Pajak Tanggal 20 bulan takwim setelah
Masa Pajak berakhir
PPN dan PPnBM
Bendhahadawan
Bendaharawan Pemerintah 14 hari setelah Masa Pajak berakhir
PPN dan PPnBM selain
Bendhaharawan
Selain Bendahrawan
Pemerintah
20 hari setelah Masa Pajak berakhir
0
B. Batas Waktu Penyampaian $PT-Tahunan
.
enis Pajak Yang Menyampaikan
$PT
Batas Waktu
Penyampaian
SPT Tahunan PPh WP yang mempunyai
NPWP
Selambatnya 3 bulan
setelah berakhirnya Tahun
Pajak (biasanya tanggal 31
Maret tahun berikutnya)
PPh Pasal 21 Tahunan Pemotong PPh Pasal 21 Selambatnya 3 bulan
setelah akgir Tahun Pajak
·Penundaan atau Perpanjangan Penyampaian $PT
Apabila WP tidak dapat menyampaiakn atau menyiapkan laporan keuangan tahuan
dalam jangkla waktu yang telah ditetapkan, WP dapat mengajukan permohonan
perpanjangan penyampaian SPT, dengan disertai:
a. Alasan-alasan penundaan penyampaian SPT-Tahunan
b. Surat pernyataan perhitungan sementara pajak yang terutang dalam Tahun Pajak
c. Bukti perlunasan pembayaran pajak yang terutang menurut perhitungan sementara
tersebut.
Dalam hal WP memperoleh ijin penundaan, dan ternyata perhitungan sementara
terjadi kurang bayar, maka dikenakan denda sebesar 2% sebulan dari pajak kurang
bayar tersebut, dihitung dari saat berakhirnya penyampaian SPT-Tahunan (31 Maret).
1
$anksi TerIambat atau Tidak Mernyampaikan $PT
· Wajib pajak terlambat menyampaikan SPT dikenakan denda untuk SPT-Masa
sebesar Rp. 50.000, dan untuk SPT-Tahunan sebesar Rp 100.000.
· Tidak menyampaikan SPTatau menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar atau
tidak melampirkan keterangan yang isinya tidak benar karena kealpaan WP
sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda setinggi-tingginya 2 (dua)
kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.
· WP tidak menyampaikan SPT atau mnenyampaikan SPT dan atau keterangan
yang isinya tidak benar atau tidak lengkap dengan sengaja sehingga dapat
menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, dipidana dengan pidana penjara
paling lama 6 taun dan denda paling tinggi 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak
atau kurang bayar.
2
$URAT $TORA PAAK ($$P)
· $$P adaIah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melakukan pembayaran
atau penyetoran pajak yang terutang ke kas negara melalui Kantor Pos dan Bank
Badan Usaha Milik Negara dan Bank Badan Usaha Milik Daerah atau tempat
lpembayaran lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.
· Fungsi $$P
a. Sebagai sarana untuk membayar pajak
b. Sebagai bukti dan laporan pembayaran pajak
· Tempat Pembayaran dan Penyetoran Pajak
a. Bank-bank yang ditunjuk oleh Dirjen Pajak
b. Kantor Pos
c. Bank-bank BUMN dan BUMD
d. Tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan

Batas Waktu Pembayaran atau Penyetoran Pajak
a. Pembayaran Masa
enis Pajak Batas Waktu Penyampaian atau
Penyetoran
PPh pasal 21 Tanggal 10 bulan takwin berikutnya setelah
Masa Pajak berakhir
PPh pasal 22 Ìmpor, PPN dan
PPnBM atas Ìmpor
Bersamaan dengan pembayaran Bea
Masuk. Apabila Bea Masuk
dibebaskan/ditunda, harus dilunasi pada
saat penyelesaian dokumen impor
PPh pasal 22 Ìmpor, PPN dan
PPnBM atas impor (Dirjen Bea dan
Cukai)
1 (satu) hari setelah pemungutan pajak
dilakukan
PPh pasal 22 Bendaharawan Pada hari yang sama dengan pelaksanaan
pembayaran
PPh pasal 22 Bahan Bakar Pada saat surat perintah pengeluran
barang (delivery order) ditebus.
PPh pasal 22 pemungutan oleh
badan tertentu
Tnaggal 10 bulan takwim berikutnya
setelah masa pajak berakhir
PPh pasal 23 Tanggal 10 bulan takwim berikutnya
setelah masa pajak beraklhir
PPh pasal 25 Tanggal 15 bulan takwim berikutnya
setelah Masa Pajak berakhir
PPh pasal 26 Tanggal 10 bulan takwim berikutnya
setelah Masa Pajak berakhir
PPN dan PPnBM Tanggal 15 bulan takwim berikutnya
setelah Masa Pajak berakhir
PPN dan PPnBM-Bendaharawan Tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah
Masa Pajak berakhir

· STP, SPB, SPBT, Surat eputusan Pemberulan, Surat eputusan
eneratan, dan Putusan Banding, yang menyebabkan jumlah pajak harus
dibayar bertambah, harus dilunasi dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak
tanggal diterbitkannya surat-surat tersebut
· Pembayaran kekurangan pajak yang terutang berdasarkan SPT Tahunan harus
lunas selambat-lambatnya tanggal 2 bulan ketiga setelah Tahun Pajak atau
Bagian Tahun Pajak berakhir, sebelum SPT itu disampaikan.
Tata Cara Menunda atau mengangsur Pembayaran atas Ketetapan
Pajak ($TP, $KPKB, $KPKBT, $urat Keputuisan PembetuIan, $urat
Keputusan Keberatan dan Putusan Banding
A. WP dapat mengajukan permohonan secara tertulis untuk mengangsur atau
menunda pembyaran STP, SKPKB. SKPKBT Surat Keputusan Pembetulan,
Surat Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ke Dirjen Pajak, dalam hal ini
kepala KPP tempat bWP terdaftar, apabila mengalami kesulitan likuiditas atau
mengalami keadaan diluar kekuasaan (force major), sehingga tidak dapat
memenuhi kewajiban pajaknya pada waktunya.
B. Dengan syarat:
1). Permohonan harus diajukan paling lambat 15 hari sebelum saat jatuh tempo
pembayaran utang pajak berakhir, kecuali untuk force major dapat diajukan
setelah tanggal jatuh tempo.

2).Menyatakan alasan-alasan penundaan pembayaran
3) Menyatakan jumlah pajak yang dimohonkan untuk ditunda dan atau diangsur
c. KPP atas nama Dirjen Pajak menerbitkan Surat Keputusan Angsuran/Penundaan
Pembayaran Pajak dalam jangka waktu 10 hari sejak permohonan diterima. Ìsi
keputusan tersebut dapat menerima seluruhnya atau sebagian atau penolakan
d. Masa angsuran penundaan paling lama 12 bulan sejak tanggal diterbitkan surat
keputusan, dan tidak dapat diperpanjang lagi.
Tata cara Menunda atau Mengurangi Angsuran atas Pembayaran PPh pasaI 25
A. Wajib pajak mengajukan permohonan secara tertulis untuk mengurangi besarnya
angsuran pajak (PPh Pasal 25) kepada Dirjen Pajak
B. Dengan Syarat:
1). Dapat menunjukkan bahwa pajak penghasilan yang akan terutang pada akhir
tahun pajak kurang dari 3/4 dari pajak penghasilan yang menjadi dasar
perhitungan besarnya angsuran PPh pasal 25.
2). Menyebutkan jumlah pajak dan angsuran pajak yang menurut perhitungan WP
seharusnya terutang
C. Dalam wakru 3 bulan setelah tanggal penerimaan surat permohonan pengurangan
angsuran pajak, Dirjen Pajak harus memberi keputuasn. Apabila tidak, maka
permohonan WP dapat melakukan angsuran sesuai dengan angsurannya.

$URAT KTTAPA PAAK
Surat etetapan Pajak adalah surat keterangan berupa Surat etetapan Pajak urang Bayar
(SPB), Surat etetapan Pajak urang Bayar Tambahan (SPBT), Surat etetapan Lebih
Bayar (SPLB), Surat etetapan Pajak Nihil (SPN).
$urat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ($KPKB)
Merupakan surat keputusan yang menentukan besarnya pajak yang terutang, jumlah
kredit pajak, jumlah kekukarang pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi
administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar.
Penerbitan $KPKB
a. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau ada keterangan lain ternyata jumlah pajak
yang terutang tidak atau kurang bayar
b. SPT tidak disampaikan dalam waktunya, dan setelah ditegur secara tertulis tidak
juga disampaikan dalam waktu menurut surat teguran
c. Berdasarkan pemeriksaan mengenai PPN dan PPnBM ternyata tidak harus
dikonpensasikan selisih lebih pajak atau tidak seharusnya dikenakan tarif 0%.
D. Kewajiban menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan tidak terpenuhi,
sehingga tidak tidak dapat diketahui besarnya pajak yang terutang.
Fungsi $KPKB.
1. Koreksi atas jumlah yang terutang menurut SPT-nya
2. Sarana untuk mengenai sanksi
3. Alat untuk menagih pajak

$anksi Administrasi
1. Apabila SKPKB dikeluarkan kjkarena alasan SPT tidak disampaiakamn tepat
waktu, maka jumlah kekurangan pajak terutang ditambag dengan sanksi
administrasi berupa bunga 2% sebulan (maksimun 24 bulan), dihitung sejak saat
terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau Tahun
Pajak sampai dengan diterbitkannya SKPKB.
2. Apabila SKPKB dikeluarkan karena alasan pada poin keterlambatan SPT dan
kompensasi (poin c) dan kewajiban penyelenggaraan pembukuan dan pencatatan
tidak dipenuhi, sanksi administrasinya berupa:
a. 50% dari PPh yang tidak atau kurang dibayar dalam satu Tahun Pajak
b. 100% dari PPh yang tidak atau kurang dipotong, tidak atau kurang dipungut,
tidak atau kurang disetor, dan dipotong atau dipungut tetapi tidak atau kurang
disetor
c. 100% dari PPN dan PPnBM yang tidak atau kurang dibayar.
angka Waktu Penerbitan $KPKB
Dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat terutangnya pajak, atau berakhirnya Masa Pajak,
Bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak. Dirjen Pajak dapat menerbitkan SKPKB.
Dalam hal WP setelah jangka waktu tahun tersebut dipidana karena melakukan tindak pidana
dibidang perpajakan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum
tetap, Diurjen Pajak tetap dapat menerbitkan SKPKB ditambah denda administrasi berupa bunga
sebesar 48% dari jumlah pajak yang tidak atau kurang bayar.

$urat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan ($KPKBT)
· $KPKBT adalah Suratkeputusan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah
ditetapkan.
· Penerbitan $KPKBT, apabila:
a. Berdasarkan data baru dan atau data yang semula belum terungkap,
menyebabkan penambahan pajak yang terutang dalam surat ketetapan
sebelumnya.
b. Ditemukan lagi data yang semula belum terungkap pada saat penerbitan
SKPKBT. Dengan demikian SKPKBT dapat diterbitkan lebih dati satu kali.
· Fungsi $KPKBT
1. Koreksai jumlah yang terutang menurut SPT-nya
2. Sarana untuk mengenakan sanksi
3. Alat untuk menagih pajak
· $anksi $KPKBT
Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam SKPKBT, ditambah dengan sanksi
administrasi berupa kenaikan sebesar 100% dari jumlah kekuarangan pajak tersebit.
Tidak dikenakan sanksi jika, SKBKBT diterbitkan atas dasar keterangan dari WP atas
kehendak sendiri secara tertulis, dan Dirjen pajak belum mulai melakukan tindakan
pemeriksanaan.

$urat Ketetapan Pajak Lebih Bayar ($KPLB)
· $KPLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena
jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau tidak seharusnya terutang.
· Penerbitan $KPLB
Dterbitkan jika jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar dari pada jumlah
pajak yang terutang, atau telah dilakukan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang.
· Fungsi $KPLB
Sebagai alat atau sarana untuk mengembalikan kelebihan pembayaran pajak.
· Tata cara Mnerbitkannya $KPLB, Prhitungan dan pengembaIian KeIebihan Pembayaran
Pajak
1. WP memngajukan permohonan tertulis kepada Dirjen Pajak
2. KPP atas nama Dirjen pajak menerbitkan SKPLB selambatnya 12 bulan sejak
permohonan diterima
3. Apabila SKPLB tidak diterbitkan dalam waktu 12 bulan, maka WP memberitahukan pada
Dirjen pajak bahwa permohonannya dikabulkan
4. Dalam waktu 1 bulan sejak pemberiitahuan diterima, Dirjen Pajak menerbitkan SKPLB,
dan dikirim ke WP dengan tembusan ke KPP.
5. KPP menerbitkan Surat Perintah Membayar Kermbali (SPMKP) dalam waktu 1 bulan setelah
menerbitkan SKPLB
6. Apabila WP mempunyai utang pajak lain, kelebihan pembayaran itu diperhitungkan dulu
untuk melunasi nutangnya atau untuk konpensasi uatang pajak tahun berikutnya.
7. Jika pengemballian kelebihan bayar dilakukan satu bulan setelah penerbitan SKKPP, mata
diberi denda 2%.
0
$urat Ketetapan Pajak ihiI ($KP)
· $KP adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pokok pajak sama
besarnya dengann jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada
kredit pajak.
· Penerbitan SKPN
Diterbitkan jika berdasar pada pemeriksaan yang dilakukan oleh Dirjen Pajak,
jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar sama dengan jumnlah pajak
yang terutang, atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak atau tridak ada
pembayaran pajak.
$urat Tagihan Pajak ($TP)
·$TP adalah surat untuk melakukan tagihan pajak atau sanksi administrasi berupa
bunga dan atau denda
·Penerbitan $TP
1. Pajak penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang bayar
2. Dari hasil penelitian Surat Pemberitahuan terdapat lkekurangan pembayaran pajak
sebagai akibat salah tulis atau salah hitung
3. WP dikenakan sanksi dengan dan atau bunga
4. PKP berdasarkan UU PPN a984, tetapi tidak melaporkan kegiatan usahanya untuk
dikukuhkan sebagai KPK
5. Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai KPK tetapi telah membuat faktur pajak
atau pengusaha yg dikukuhkan sebg KPK trtapi tidak membuat/ tdk mengisi lengkap
faktur pajak
1
· Fungsi $TP
a. Sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang SPT WP\
b. Sarana mengenakan sanksi administrasi berupa bunga atau denda
c. Alat untuk menagih pajak.
· $anksi Administyrasi $TP
a. Jumlah kekurangan pajak yang terutang dari npajak penghasilan tidak dan
kurang bayar dan atau dari hasil penelitian salah tulis atau salkah hitung
dalam SPT, dalam STP ditambah sanksi bunga 2%sebulan (mak. 24 bulan)
dihitung sejak saat terutangnya pajak atau Bagian Tahun Pajak, atau
Tahun Pajak sampai diterbitkannya STP.
b. terdapat PKP yang dinekan denda atau bunga, tidak melaporkan kegiatannya,
dikenakan sanksi denda sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak,
c. Dalam hal STP dikeluarkan terhadap WP yang dikenakan sanksi administrasi
berupa denda administrasi berupa denda dan atau bunga tidak lagi dikenakan
sanksi, karena UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan tidak diatur
bunga atas bunga dan denda.
· Kekuatan Hukum $TP
mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat ketetapan pajak, sehingga
dalam hal penagihannya dapat juga dilakukan dengan Surat Paksa.
2
KBRATA DA BADG
· Tata Cara Penyelenggaraan Keberatan
a. WP dapat mengajukan keberatan hanya kepada Durjen Pajak
1) SKPKB
2) SKPKBT
3) SKPLB
4) SKPN
5) Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan UU
perpajakan
b. Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Ìndonesia dg mengemukakan
jumlah pajak terutang atau jumlah pajak yang dipotonmg atau dipungut atau
jumlah rugi menurut penghitungan WP dengan disertai alasan-alasan yang jelas.
c. keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal surat,
tanggal pemotongan atau pemungutan, kecuali apabila WP dapat menunjukkan
bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaan.
d. Keberatan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaoimana dimaksud pada poin b dan c
tidak dianggap sebagai Surat Keberatan, sehingga tidak
dipertimbangkan.
e. Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Dirjen Pajak atau tanda
pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi penerimaan Surat Keberatan
f. Dirjen Pajak dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima, harus
memberikan keputusan.

Keputusan Dirjen Pajak dapat berupa:
1). Mengabulkan seluruhnya
2). Mengabulkan sebagaian
3). Menolak
4). Menambah besarnya jumlah pajak yang bterutang.
g. Apabila dalam jangka 12 bulan telah lewat dan Dirjen Pajak tidak memberi suatu
keputusan, keberatan yang diajukan dianggap dikabulkan
h. Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak dan
pelaksanaan penagihan pajak
Ì. Apabila pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya, kelebihan
pembayaran pajak dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2%
sebulan (mask 24 bulan).

Tata Cara PenyeIesaian Banding
· Wajib pajak dapat mengajukan permohonan banding hanya kepada Badan
Peradilan Pajak terhadap keputusan mengenai keberatannya yang ditetapkan oleh
Dirjen Pajak.
· Banding diajukan dalam waktu 3 bulan sejak tanggal keberatan dikeluarkan,
dengan cara:
1) Tertulis dalam bahasa Ìndonesia
2) mengemukakan alasan-alasan yang jelas dan bukti yang diperlukan
3) melampirkan salinan Surat Keputusan Keberatan
· Putusan badan peradilan pajak merupakan putusan akhir dan bersifat tetap
· Permohnan banding tidak menunda kewajiban pembayaran pajak yang
bersangkutan.
· Apabila pengajuan banding diterima sebagian atau seluruhnya, maka kelebihan
pembayaran dikembalikan dengan ditambah bunga sebesar 2% sebulan (mak. 24
bulan).

DALUWAR$A PAGHA PAAK
· Hak untuk melakukan penagihan pajak, bunga, denda, kenaikan dan biaya
penagihan, dikatakan daluwarsa setelah melampaui 10 tahun terhitung sejak saat
terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak, atau Tahun
Pajak yang bersangkutan. Saat daluwarsa perlu ditetapkan guna memberikan
kepastian hukum kapan utang pajak tidak dapat ditagih.
· Daluwarsa melampaui 10 tahun apabila:
1. Diterbitkan Surat Teguran dan Surat Paksa. Dalam hal ini daluwarsa dihitung
sejak diterbitkanya Surat Paksa
2. Ada pengakuan utang pajak dari WP baik langsung maupun tak langsung. WP
menyatakan pengakuan dengan cara:
a. WP mengajukan permohonan angsuran dan penundaan pembayaran
utang pajak sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran.
b. WP mengajukan permohonan pengajuan keberatan.
c. WP melaksanakan pembayaran sebagian utang pajak.
3. Terdapat Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar Tambahan yang diterbitkan terhadap WP karena melakukan
tindak pidana dibidang perpajakan berdasaran putusan pengadilan yang telah
memperoleh kekuatan hukum. Dalam hal ini daluwarsa penagihan pajak
dihitung sejak tanggal penerbitan ketetapan tersebut.

PMRK$AA
· Pemeriksaan
adalah serangkaian kegiatan untuk mencari, mengumpulkan, mengolah data dan atau
keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan untuk
tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan,
· $asaran
pemeriksaan atau penyidikan untuk mencari:
1) Ìnterpretasi Undang-undang yang tidak benar
2) Kesalahan hitung
3) Penggelapan secara khusus dari penghasilan
4) Pemotongan dan pengurangan tidak sesungguhnya, yang dilakukan WP dalam
melaksanakan kewajiban perpajakannya.
· Tujuan Pemeriksaan
1) Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam rangka
memberikan kepastian hukum, keadilan, dan pembinaan kepada WP, yang
dapat melakukan dalam hal:
a. Surat Pemberitahuan menunjukkan kelebihan pembayaran pajak, termasuk
yang telah diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak.
b. Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan menunjukkan rugi.
c. Surat Pemberitahuan tidak disampaikan atau disampaikan tidak pada waktu yang
ditetapkan
d. Surat Pemberitahuan yang memenuhi kriteria seleksi yg ditentukan oleh Dirjen Pajak
e. Ada indikasi kewajiban perpajakan selain kewajiban tersebut pada poin 3 tidak
dipenuhi.

2) Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan, yang dapat dilakukan dalam hal:
a. Pemberian NPWP secara jabatan
b. Pengahapusan NPWP
c. Pengukuhan atau pencabutan PKP
d. WP mengajukan keberatan
e. Pengumpulan bahan guna penyusunan Norma Perhitungan Penghasilan netto
f. Pencocokan data dan atau keterangan
g. Penentuan WP berlokasi di daerah terpencil
h. Penentuan satu atau lebih tempat terutang Pajak Pertambnahan Nilai
Ì. Pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan per-pajakan untuk
tujuan lain selain huruf (a) s/d huruf (h).
· Wewenang Pemeriksaan
Dirjen Pajak berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan
kewajiban dan tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-
undangan perpajakan.
· Prosedur Pemeriksaan
1) Petugas pemeriksa harus dilengkapi dengan Surat Perintah Pemeriksaan dan harus
memperlihatkan kepada WP yang diperiksa
2) WP yang diperiksa harus:
a. Memperlihatkan dan atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi
dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh,
kegiatan usaha, pekerjaan bebas WP, atau objek yang terutang pajak.

b. Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dipandang
perlu dan memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan.
c. Memberi keterangan yang diperlukan
d. Apabila dalam mengungkapkan hal-hal seperti dalam hurif (a) WP terikat oleh
suatu kewajiban untuk merahasiakan, maka kewajiban itu tidak berlaku
untuk keperluan pemeriksaan tersebut.
3). Dirjen Pajak berwenang melakukan penyegelan tempat atau ruang tertentu, bila
WP tidak memenuhi angka (2).
.
PYDKA
· Penyidikan adaIah serangkaian tindakan penyidikan untuk mencari serta
mengumpulkan bukti yang diperlukan, sehingga dapat membuat terang tentang
tindak pidana perpajakan yang terjadi, dan guna menemukan tersangka serta
mengetahui besarnya pajak terutang yang diduga digelapkan.
· Penyidik adalah pegawai dilingkungan Dirjen pajak yang diangkat oleh Menteri
Kehakiman sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana dibidang
perpajakan.
· Werwenang Penyidik
1) Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan
dengan tundakan pidana perpajakan agar keterangan atau laporan tersebut menjadi
lebih lengkap dan jelas
2) Meneliti, mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau
badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak
pidana dibidang perpajakan

3) Meminta keterangan dan bahan bukti darim orang pribadi atau badan
sehubungan dengan tindak pidana dibidang perpajakan
4) Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen lain berkenaan
dengan tindak pidana perpajakan
5) Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan,
pencatatan, dan dokumen-dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap
bahan bukti tersebut
6) Meminta bantuan tenaga kerja ahli dalam rangka pelaksanaan penyidikan
tindak pidana dibidang perpajakan.
7) Menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau
tempatpada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas
orang dan atau dokumen yang dibawa sebagai dimaksud pada angka 5
8) Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana perpajakan
9) Memanggil orang yang berkaitan dengan tindak pidana dibidang perpajakan
10) Menghentikan penyidikan
11) Melakukan tindakan lain yang perlu untuk klancaran penyidikan tindak pidana
dibidang perpajakan menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
· Kewajiban Penyidik
Waktu akan mulai menyidik harus memberitahu kepada penuntut umum dan
menyampaikan hasil penyidikan kepada penuntut umum sesuai KUHAP.
0
KWABA DA HAK WAB PAAK
· Kewajiban Wajib Pajak
1). Mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP
2). Menghitung dan membayar sendiri pajak dengan benar
3). Mengisi dengan benar SPT, dan memasukkan ke KPP dalam batas waktu yang
telah ditentukan
4) Menyelenggarakan pembukuan/pencacatan
5) Jika diperiksa wajib:
a. Memperlihatkan dan atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang
menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan
yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas WP, atau objek yang terutang
pajak.
b. Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang
dipandang perlu dan memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan.
6) Apabila dalam waktu mengungkapkan pembukuan, pencacatan, atau dokumen
serta keterangan yang diminta, WP terikat oleh suatu kewajiban untuk
merahasiakan, maka kewajiban untuk merahasiakan ditiadakan oleh permintaan
keperluan pemeriksaan.
1
· Hak-Hak Wajib Pajak
1) Mengajukan Surat Keberatan dan Surat Banding
2) Menerima tanda bukti pemasukan SPT
3). Melakukan pembetulan SPT yang telah dimasukkan
4). Mengajukan permohonan penundaan pemasukan SPT
5). Mengajukan permohonan penundaan atau pengangsuran pembayaran pajak
6) Mengajukan permohonan perhitungan pajak yg dikenakan dalam SKP
7) Meminta pengembalian kelebihan pembayaran pajak
8) Mengajukan permohonan penghapusan dan pengurangan sanksi, serta
pembetulan surat ketetapan pajak yang salah
9). Memberim kuasa kepada orang untuk melaksanakan kewajiban pajaknya
10). Apabila WP dipotong oleh pemberi kerja, WP berhak meminta bukti pemotong
PPh pasal 21 kepada pemotong pajak, mengajukan durat keberatan dan
permohonan pajak.
2
KWABA PMBUKUAPCATATA
· Wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan WP
badan di Ìndonesia, wajib menyelenggarakan pembukuan.
· WP orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas menurut ketentuan
peraturan perundang-undangan diperbolehkan menghitung penghasilan netto ndengan
menggunakan norma perhitungan pengahsilan netto dan WP orang pribadi yang tidak
melakukan kegiatan usaha ataupekerjaan bebas, dikecualikan dari kewajiban
menyelenggarakan pembukuan tetapi wajib melakukan pencatatan. Yang dimaksud
dengan pencatatan terdiri dari data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran
bruto dan atau penerimaan penghasilan sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang
terutang.
· Pembukuan/pencatatan harus:
a. Diselenggarakan dengan iktikad baik dan mencerminkan keadaan usaha
sebenarnya
b. Diselenggarakan di Ìndonesia
c. Menggunakan huruf latin dan angka arab
d. Nenggunakan satuan mata uang rupiah dan mata uang asing uyang diizinkan oleh
Menteri Keuangan
e. Dalam bahas Ìndonesia atau bahasa asing yang diizinkan Menteri Keuangan
f. Diselenggarakan dengan prinsip taat asas dan dengan accrual basis atau cash basis.
Peubahan metode pembukuan atau pencatatan harus mendapat persetujuan Dirjen
Pajak.

· $anksi Tidak Memenuhi Kewajiban Pembukuan
1) Tidak mengadakan pembukuan/pencatatan, pajak yang terutang ditetapkan
dengan SKP secara jabatan ditambah kenaikan 100%, KHUSUS UNTUK ppH
PASAL 29 ditambah kenaikan sebesar 50%.
2). Dengan sengaja:
a. Memperlihatkan pembukuan, pencatatan, atau dokumen lain yang palsu atau
dipalsukan seolah-olah benar
b. Tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan
c. Tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku, catatan atau dokumen
lainnya.
Dipidana dengan penjara selama-lamanya 6 tahun fan denda setinggi-tingginya 4
kali pajak yang kurang atau tidak dibayar.

$AK$ PRPAAKA
· .
$aksi
Pidana Administasi
Denda Pidana Pidana Penjara Pidana Kurung

· Bunga 2% per BuIan
$anksi Administrasi
o MasaIah Cara MembayarMenagih
1 Pembetulan sendiri SPT (SPT Tahunan/SPT
Masa) tetapi belum diperiksa
O SSP
2 Dari penelitian rutin:
O PPh pasal 25 tidak/kurang dibayar
O PPh pasal 21, 22, 23, dan 26 serta PPn
yang bterlambat dibayar
O SKPKB, STP, SKPKBT tidak/kurang dibayar
atau terlambat dibayar
O SPT salah tulis/salah hitung
O SSP/STP
O SSP/STP
O SSP/STP
O SSP/STP
3 Dilakukan pemeriksaan, pajak kurang dibayar
(mak. 24 bulan)
O SSP/STP
4 Pajak diangsur/ditunda: SKPKB, SKKPP, STP O SSP/STP
5 SPT tahunanh PPh ditunda, pajak kurang
dibayar
O SSP/STP

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful