ABSES HEPAR

Dr. Prakanita Dr. Anidar Dr. Hertanti IL

8/24/2011

1

IDENTIFIKASI
By A/ L/ 8 bulan/ 7 kg/ MRS 17 Juni 2005

8/24/2011

2

demam (+) 7 hr SMRS.1/2 gelas/ hr. lendir (+). perut tambah kembung. darah (+). ¼. muntah (+) RSUD dirawat 2 hari RSMH 8/24/2011 3 . diare lendir (+).ANAMNESIS Kel utama : BAB berlendir dan berdarah Kel tambahan : Perut kembung RPP : 11 hr SMRS diare dgn frekwensi 4-5 x / hari.

teraba massa di kwadran kanan bawah ‡P : timpani ‡A : bising usus meningkat ‡RT : pseudo portio (-). lendir (-) 8/24/2011 4 . darah (-).5 °C ‡Kesadaran : iritabel ‡Pernafasan 40x/ menit ‡Gizi : baik Status lokalis : ‡ I : cembung ‡P: tegang.PEMERIKSAAN FISIK Status generalis : ‡ keadaan umum ‡Nadi : 120 x/menit ‡Suhu 37. feses (-).

UR. FR R/t : M2 : Ileus obstruksi ec susp invaginasi R/d : BNO 2 posisi R/t : Laparotomi 8/24/2011 5 .Diagnosis sementara : M1 : umum R/d : DR.

lekosit berat. trombositopenia sepsis M3 anemia berat M4 M2 S : pre operasi O : HR 130 x/ menit.Follow up 17 M1 S:- 6 -2005 O : Hb 4. kateter 6 . trombosit 35. RR 30x/menit.000/mm3 A : anemia.5 C A : pre op laparotomi 8/24/2011 P : IVFD RL. T 37. NGT. lekosit 30.700/mm3.8 g%.

M3 S / O : Stqa A : sepsis P: cefotaksim 2 x 350 mg metronidazole 2 x 50 mg M4 S / O : pucat A : anemia ec sepsis P: transfusi whole blood 150 cc 8/24/2011 7 .

Padaeksplorasi lanjut didapatkan pembesaran kelenjar getah bening di biopsi + PA.M6 8 . Dilakukan explorasi didapatkan perlengkatan colon tranversum dengan hepar. Dipasang drain subhepatik A : perforasi abses hepar. perlengketan dibebaskan. M2 selesai P : post operatif laparotomi M5 8/24/2011 Abses hepar .Follow up 18 M2 6 -2005 S : operasi laporotomi O : intra operatif : Di dalam cavum abdomen didapatkan pus berwarna kekuningan yang berasal dari perforasi abses hepar pada lobus kanan.

K 9 . RR 40x/menit. albumin. Na.M5 S : terpasang drain abdomen O : HR 130 x/ menit. globulin. T 37C A : post op laparotomi P : puasa IVFD kaen Ib gtt 28 mikro cefotaksim 2 x 350 mg metronidazole 2 x 70 mg gentamisin 2 x 20 mg M6 S : kuning (-) O : stqa A : Abses hepar 8/24/2011 P : prot total. SGOT/ SGPT.

Na 126 mmol/L. bil inderek 0. SGOT 266 U/L/ SGPT 138 U/L.5 g/dl. K 3.53 mg/dl. Bil total 1.0 g/dl. globulin 1.86 mg/dl.Follow up 19 6 -2005 M6 S : kuning (-) O :prot total 2. bil direk 0. albumin 1.67 mg/dl A : gangguan fungsi hepar sesuai abses hepar P :Ce Alb 50 cc/ hari 8/24/2011 10 .6 mmol/L.5 g/dl.

T 37C A : post op laparotomi hr ke 6 P : IVFD Aminofusin pediatrik 140 cc cefotaksim 2 x 350 mg metronidazole 2 x 70 mg gentamisin 2 x 20 mg bubur biasa 8/24/2011 11 .Follow up 23 6 -2005 M5 S : terpasang drain abdomen O : HR 130 x/ menit. RR 40x/menit.

000/mm3 luka operasi : cairan jernih merembes (+) A : LED op laparotomi hr ke 6 post 78 mm/jam P lekositosis A :: lab ulang dan LED yang tinggi menunjukkan masih ada proses infeksi P : lanjut 8/24/2011 12 . bising usus (+) O : Hb 9.Follow up 26 6 -2005 M5 S: M3terpasang drain abdomen.8 g%. lekosit 19.800/mm3. keluar cairan bening dari luka operasi S : M5 O : Abdomen : cembung. lemas. trombosit 130.

Follow up 26 6 2005 jam 22. dipasang drain intraperitoneal. dilanjutkan rehecting luka laparotomi. 8/24/2011 13 .00 WIB M5 S : keluar usus halus dari luka operasi O : Abdomen : luka operasi : tampak usus halus keluar (+) A : rencana operasi P : persiapan operasi Laporan operasi : Dilakukan sekostomi dan rehecting. Didapatkan feses didalam rongga abdomen yang berasal dari perforasi caecum di basis apendiks yang sudah mengalami lisis. Diputuskan dilakukan caecostomi . Dipasang drain.

Follow up 1 7 2005 M5 S : keluar pus dari luka operasi O : KU : sens CM . RR 42x/ menit.5 C Abdomen : luka operasi : pus (+) A : post op hari ke 3 P : ganti verband 8/24/2011 14 . N 136x/menit. T 37.

5 g/dl.M3 S : M5 O : Hb 8. trombosit 80. lekosit 6400/mm3.000/mm3 LED 3 mm/jam A : anemia dan trombositopeni menunjukkan masih ada penekanan proses hematologi karena sepsis P : rencana penggantian antibiotika yang lebih potent keluarga tak mampu tranfusi PRC 50 cc 8/24/2011 15 .

LITERATURE REVIEW ABSES HEPAR 8/24/2011 16 .

E coli atau kuman gram negatif yang lain 8/24/2011 17 .PENDAHULUAN Abses hepar jarang pada anak Infeksi multipel Penurunan imunitas Abses multiple sepsis soliter infeksi yang melalui vena porta Mikroorganisme penyebab biasanya staphylococus aereus.

8/24/2011 18 . lebih sering drpd abses hati piogenik Abses soliter lebih mudah diobati dengan operasi dan drainase ekstra peritoneal Antibiotika tergantung biakan dan uji resistensi Diagnosis ditegakkan dengan USG dan Liver scan gambaran filling defect pada hati.Di negara berkembang abses hati amebik didapatkan secara endemik.

Gambar. CT Scan hepar 8/24/2011 19 .

Abses amebik Abses piogenik 8/24/2011 20 .29.47% Abses hati amebik 75% dari kasus abses hepar (thn 1938) 50 tahun terahir .ABSES HEPAR PIOGENIK Prevalensi 0.1.

ETIOLOGI Terjadi dari : Infeksi biliaris asenden Penyebaran hematogen mellui sistem porta Septikemi generalisata Trauma tusuk /tumpul 8/24/2011 21 .

Pemeriksaan laboratorium Lekositosis dengan pergeseran ke kiri : 60-87% kasus Anemia : 50% Albumin serum dibawah 3 gr% : 3374% Kultur : Escheria Coli 33% 8/24/2011 22 .

muntah Ikterus jarang Nyeri tekan dalam : 50% 8/24/2011 23 .Gejala klinik Demam tinggi mual.

sudut kardiofrenik kanan menumpul.Diagnosis Lab : Lekositosis Anemia Kultur darah Test fungsi hati : alakaline fosfatase Radiologi : terbatasnya gerakan diafragma kanan. batas udara cairan jarang 8/24/2011 24 .

KOMPLIKASI Septikemia Ruptur abses Kelainan pleuropulmonal 8/24/2011 25 .

sefalosporin.TERAPI ANTIBIOTIK Penisiline.gram positif dan gram negatif yang sensitif Metronidazole bakteri anaerob Aminoglikosid gram negatif yang resisten Drainase abses 8/24/2011 26 .

Drainase abses 8/24/2011 27 .Gbr.

8/24/2011 28 .