CONTOH PERHITUNGAN MANUAL METHOD OF SUCCESSIVE INTERVAL

Hasil perhitungan menaikkan skala dari ordinal ke interval dengan menggunakan method of successive interval (MSI) untuk pernyataan item 1 (satu) variabel X Langkah-langkah metode succsessive interval dapat dijelaskan sebagai berikut: Tabel untuk pernyataan item 1 (satu) variabel X dapat dijelaskan sebagai berikut:
No. Ite m Kategori Skor Frekuensi Proporsi Jawaban Ordinal 10 64 51 19 12 156 0,064 0,410 0,327 0,122 0,077 Proporsi Kumulati f 0,064 0,474 0,801 0,923 1,000 Densitas {f(z)} 0,125 0,398 0,279 0,144 0,000 Nilai Hasil Penskalaan 1,000 2,292 3,321 4,062 4,833

Z

1 2 1 3 4 5 Jumlah

-1,521 -0,064 0,846 1,426

Penjelasan : a.Nomor item pertanyaan yang akan di MSI adalah item 1 variabel X b. Kategori skor jawaban responden dalam Skala Ordinal (Likert) berkisar nilainya antara 1 – 5. c.Masing-masing skor jawaban dalam skala ordinal dihitung frekuensinya. Dalam contoh diatas Frekuensi skor jawaban 1 = 10 Frekuensi skor jawaban 2 = 64 Frekuensi skor jawaban 3 = 51 Frekuensi skor jawaban 4 = 19 Frekuensi skor jawaban 5 = 12

474 0.521 -0.000 f.327 + 0.064 156 64 = 0. Menghitung proporsi untuk setiap frekuensi skor P1 = P2 = 10 = 0.077 156 P3 = 51 = 0.064 + 0.327 = 0.d. sehingga diperoleh nilai proporsi kumulatif.801 Pk4 = 0.410 + 0.064 + 0.077 = 1.064 Pk2 = 0.410 = 0.064 + 0.122 + 0.410 156 P4 = P5 = 19 = 0.426 g.064 + 0.410 + 0.327 + 0. Pk1 = 0. dengan asumsi bahwa proporsi kumulatif dianggap mengikuti distribusi normal baku. Menghitung nilai densitas dari nilai Z yang diperoleh dengan cara memasukkan nilai Z tersebut ke dalam fungsi densitas normal baku sebagai berikut: f ( z) = 1  1  exp  − z 2  2π  2  .923 1.064 0.410 + 0.000 Z -1.923 Pk5 = .327 156 e.801 0.Menjumlahkan proporsi secara berurutan untuk setiap respon.474 Pk3 = 0. Menentukan nilai Z untuk setiap kategori.122 = 0. Proporsi Kumulati f 0.846 1.122 156 12 = 0. Nilai Z diperoleh dari Tabel Distribusi Normal Baku.064 0.

521 ) 2  = 0.279 2π  2  1  1  exp  − (1.665 + 2.521 ) = f (-0.279 = 0.144 2 2π   h.064 ) =  1  exp  − (-1.876 1.957 + 2.846 ) = f (1.000 0.923 − 0.365 0.957 = 1) = Y1 j.144 − 0.279 =1.321) .000 − 0.064 ) 2  = 0.125 2π  2  1  1  exp  − (-0.665 0.398 = -0.125 − 0.398 2 2π   1 f (0. Mengubah Scale Value (SV) terkecil (nilai negatif yang terbesar) menjadi sama dengan satu (1) Sv terkecil = -1.000 − 0.under lower limit SV1 = SV 2 0. Mentransformasikan nilai skala dengan menggunakan rumus : Y =S + S m V V in Y2 = (-0.000 =1.957 = 2.426 ) = 1  1  exp  − (0.474 − 0.957 = 1 didapat dari (-1.density at upper limit area under offer limit.144 − 0.846 ) 2  = 0.474 0. Menghitung SV (Scale Value) dengan rumus : SV= density at lower limit.sehingga diperoleh : f (-1.064 − 0.957 0.801 − 0.064 = SV 3 = SV 4 = SV 5 = 0.801 0.292) Y3 = (0.426 ) 2  = 0.125 = -1.365 + 2.923 i.957 = 3.398 − 0.105 0.

957 = 4.062) Y5 = (1.Y4 = (1.957 = 4.876 + 2.105 + 2.833) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful