HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

DESKRIPSI STATISTIK
Langkah-langkah menentukan Deskripsi Statistik melalui SPSS: • Klik Analyze – Descriptive Statistics – Descriptives. • Klik variabel SAHAM, ROE, DER, PER, PBV, masukkan ke kotak Variables. • Klik Option, pilih Mean. • Klik OK.

1

3061 2.6879 1.2049 1.3471 1.1253 1. Akibat yang lain adalah peramalan (prediksi) akan menjadi tidak efisien.041 2006 1191. DER.3598 1.134 2007 1509. PER.2625 1.6120 1.4098 2.0435 9.601 Sumber: output SPSS yang diolah kembali UJI AUTOKORELASI Autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah dalam persamaan regresi mengandung korelasi serial atau tidak di antara variabel pengganggu.3092 2. Akibatakibat yang terjadi pada penaksir-penaksir apabila metode kuadrat terkecil diterapkan pada data yang mengandung autokorelasi yaitu variabel dari taksiran kuadrat terkecil akan bias ke bawah (based download) atau underestimate.Output data hasil pengolahan statistik hasil rata-rata adalah sebagai berikut: Deskripsi Statistik Rata-rata STATISTIK Saham DER PER PBV ROE 2004 284.2974 6.4706 8.6957 8. dan SAHAM selama 2004-2008: 2 . prediksi yang dilakukan atas dasar penaksiran kuadrat terkecil akan keliru karena prediksi tersebut memiliki variabel-variabel yang besar.3229 1.223 2008 301. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menguji asumsi ini adalah dengan menggunakan uji Dubin-Watson. Data yang kita masukkan adalah data ROE.6667 8.6898 1. Dengan kata lain.4498 1.2040 1.945 2005 340. PBV.3529 8.

PER. PER. Error of the Estimate 1.130 Adjusted R Square . DER. pada Residuals klik Durbin Watson. PBV. • Klik Statistics. kemudian klik Continue. DER. PBV.100 Std. • Klik variabel SAHAM. ROE b Dependent Variable: Saham 3 . hasil output pada Model Summary sebagai berikut: Uji Autokorelasi Model 1 R .43033 DurbinWatson 1.877 a Predictors: (Constant).Langkah-langkah menentukan Uji Autokorelasi melalui SPSS: • Klik Analyze – Regression – Linear.360(a) R Square . • Klik variabel ROE. • Klik OK. masukkan ke kotak Independent. masukkan ke kotak Dependent.

4 .

masukkan ke Y • Klik ZPRED. Langkah-langkah menentukan Uji Heteroskedastisitas SPSS: • Klik Analyze – Regression – Linear. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. PBV. Model regresi yang terbaik adalah bila tidak terjadi heterokedastisitas. masukkan ke kotak Independent. DER. masukkan ke kotak Dependent. • Klik variabel ROE. maka disebut homoskedastisitas. • Klik SRESID. • Klik variabel SAHAM. masukkan ke X • Klik Continue.UJI HETEROSKEDASTISITAS Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. • Klik Plot. 5 . PER. dan jika varians berbeda disebut heterokedastisitas.

6 .

kemudian klik Colliniearity Diagnostics. 7 . • Klik Continue. masukkan ke kotak Dependent. Langkah-langkah menentukan Uji Multikolinieritas SPSS: • Klik Analyze – Regression – Linear. DER. masukkan ke kotak Independent. PER. Ini menunjukkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Regression Standardized Predicted Value UJI MULTIKOLINIERITAS Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. sehingga model regresi layak dipakai untuk prediksi pengaruh struktur model berdasarkan masukan dari variabel independennya. Pada model regresi yang baik tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. • Klik Statistics. tidak membentuk pola yang jelas.Hasilnya sebagai berikut: Scatterplot Dependent Variable: Harga 3 Regression Studentized Residual 2 1 0 -1 -2 Bank Danamon Bank Ekonomi Raharja Bank Danamon Bank Rakyat Indonesia Bank Danamon Bank Danamon Bank Rakyat Indonesia Bank Central Asia Bank Rakyat Indonesia Bank Danamon Bank Central AsiaBank Central Asia Bank Mandiri Bank Mega Bank Mandiri Bank Central Asia Bank MandiriBank Central Asia Bank Mandiri Bank Mega Bank Nusantara Parahyangan Bank Nusantara Parahyangan Bank Negara Indonesia Bank Mega Bank Negara Indonesia Bank Negara Indonesia Bank Tabungan Pensiunan Na Bank Tabungan Pensiunan Na Bank Tabungan Pensiunan Na Bank Negara Indonesia Bank Nusantara ParahyanganParahyangan Tabungan Pensiunan Na Bank Permata Bank Nusantara Bank Bank Bukopin Bank Bukopin Bank CIMB Niaga Bank Panin Bank Bank Mayapada BankBank Kesawan Bukopin Kesawan Bank Bank CIMB Niaga Swadesi Bank Kesawan Bank KesawanInternational Indones Bank International Indones Bank Nusantara Parahyangan Bank Bukopin Bank Ekonomi Raharja Bank Panin Bank Kesawan Bank CIMB Niaga Bank CIMB Niaga Bank International Indones Bank Mayapada Bank Ekonomi Raharja Bank Victoria Internationa Indones Bumi Putera Indonesia Bank International Bank Bumi Putera Putera Indonesia Bank Mayapada Bank International Indones Bank Bank Bumi Indonesia Bank Bumi Artha Bank Bumi Artha Bank Mayapada Bank Artha Graha BankBank Victoria Indonesia Bank Bumi Artha Bank Ekonomi Raharja Bumi Putera Internationa Bank Victoria Internationa Bank Ekonomi Raharja Bank Century Bank Eksekutif Internasion Bank Century Bank Victoria Internationa Bank Windu Kentjana Intern Bank Mayapada Bank Artha Graha Bank Bumi Artha Bank Victoria Internationa Bank Artha Graha Bank Eksekutif Internasion Bank Windu Kentjana Intern Bank Artha Graha Bank Eksekutif Internasion Bank Windu Kentjana Intern -2 0 2 4 Pada gambar di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak. • Klik variabel SAHAM. maka terdapat masalah multikolinieritas. PBV. Jika terjadi korelasi. • Klik variabel ROE.

384 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tersebut tidak terdapat problem multikolinieritas UJI NORMALITAS Pada penelitian ini uji normalitas akan dideteksi melalui perhitungan regresi dengan SPSS dan uji statistik dengan menggunakan Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov (K-S) Test. dan PBV ternyata angka VIF kurang dari 5. DER.957 1.05) .0001.723 1.705 1.Tolak Ho bila signifikan K-S < α (0. Kriteria yang digunakan adalah: . Dependent Variable: SAHAM Dari tabel di atas terlihat bahwa keempat variabel independen yaitu ROE.123 . PER. Normalitas residual diuji dengan hipotesis sebagai berikut: Ho: Residual terdistribusi dengan normal H1: Residual tidak terdistribusi dengan normal Statistik uji yang digunakan adalah Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov (K-S) Test.Terima Ho bila signifikan K-S > α (0.05) 8 .890 1.044 .418 a.Uji Multikolinieritas a Coefficients Model 1 ROE DER PER PBV Collinearity Statistics Tolerance VIF . sedangkan nilai Tolerance semuanya di atas angka 0.

PER.Hasil Pengujian Normalitas Kolmogorov-Smirnov Langkah-langkah menentukan Uji Normalitas SPSS: • Klik Analyze – Nonparametric Tests – 1-Sample K-S. DER. PBV masukkan ke kotak Test Variable List. • Klik OK. • Klik variabel SAHAM. ROE. 9 .

Langkah-langkah menentukan Uji F melalui SPSS: • Klik Analyze – Regression – Linear.59081 4. Dari tabel di bawah ini diperoleh Fhitung = 7.753073 .247 2.819 .05 (nilai α ) maka dengan demikian terima Ho. (2-tailed) a. DER.257 -. Karena Fhitung > Ftabel.05 secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perbankan yang go publik.247 . Artinya residual terdistribusi dengan normal. 10 .084 -.505 .367 PER 120 1.33647 3. maka tolak Ho dan teirma H1.084 . Dari Ftabel dengan df1 = 4 dan df2 = 115 dan dengan α = 0.368 . ROE 120 2. b. PENGUJIAN HIPOTESIS PENGUJIAN HIPOTESIS PERTAMA (H1) Hipotesis pengaruh serempak (simultan) adalah sebagai berikut: Ho: β 1 = β 2 = β 3 = β 4 = 0 (Tidak terdapat pengaruh serempak yang signifikan PER. K-S > 0. kemudian klik Model Fit.241 -. DER dan ROE terhadap harga saham) Pengujian hipotesis pertama ini menggunakan uji F.358. Dengan demikian Ho yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan ROE.075 . PER dan PBV secara bersama-sama terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang go publik ditolak.036 .257 . • Klik variabel ROE. • Klik Continue.98887 14.470008 . Deviation Absolute Positive Negative Dari tabel di bawah ini diperoleh sig.000 PBV 120 1. Calculated from data.000 SAHAM 120 1348. PER. • Klik variabel SAHAM. Test distribution is Normal.420 5.698579 . masukkan ke kotak Dependent. PBV.919 . Hal ini berarti bahwa variabel-variabel independen ROE. PBV.240 2.Hasilnya: One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N a. PBV. DER dan ROE terhadap harga saham) H1: Minimal satu β I ≠ 0 (Terdapat pengaruh serempak yang signifikan PER.479 .361 4. masukkan ke kotak Independent.246 .b Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. PER dan PBV pada α = 0.479.772583 .000 Mean Std. • Klik Statistics.025 1857.05 diperoleh Ftabel = 2.39044 1. DER.000 DER 120 8. Sig. DER.706 .368 -.479 -.

Hasil Analisis Uji F ANOVAb Model 1 Sum of Squares 35. • Klik Continue.363 df 4 115 119 Mean Square 8. kemudian klik Estimates. H3. H4. PBV. PER. masukkan ke kotak Independent. Predictors: (Constant). • Klik variabel SAHAM. maka dilakukan uji t dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. H5) Untuk melihat pengaruh DER.003 a Regression Residual Total a. ROE b. PER. DER.288 Sig. 11 . PER.091 235. . masukkan ke kotak Dependent.773 2. • Klik Statistics.272 270. Langkah-langkah menentukan Uji t melalui SPSS: • Klik Analyze – Regression – Linear. PBV. • Klik variabel ROE. ROE dan PBV terhadap harga saham secara parsial. Dependent Variable: Harga PENGUJIAN HIPOTESIS KEDUA (H2.046 F 4. DER.

148 .775 Sig.239 Correlations Partial -. H3.110 .149 -.167 .458 -.015 . Error 6.06.019 .19 dan 0.287 t 17. . Variabel ROE dan PER seharusnya memiliki pengaruh yang signifikan karena ROE merupakan ukuran profitabilitas perusahaan dan PER merupakan ukuran pengali dari laba perusahaan terhadap harga saham. semua variabel bebas dalam penelitian ini merupakan faktor pembentuk harga saham yang signifikan.188 . Kondisi demikian mencerminkan bahwa iklim investasi di sektor perbankan masih akan mengalami perkembangan. H4. Dependent Variable: Harga Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa semua variabel bebas tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara pasial terhadap variabel terikat. Ada dua variabel yang berpengaruh secara signifikan yaitu PER dan PBV. 12 . H5).082 .115 .127 -.006 Zero-order .251 Part -.019 -.135 -.535 -1.027 . di antara variabel bebas dalam penelitian ini. Seharusnya.212 .031 .Hasil Perhitungan Uji t Coefficients(a) a Coefficients Model 1 (Constant) ROE DER PER PBV Unstandardized Coefficients B Std. Berdasarkan pengujian hipotesis kedua (H2.081 .381 2.042 Standardized Coefficients Beta -. karena memiliki tingkat signifikansi sebesar 0. dalam kondisi yang ideal.207 .077 .079 .241 a. Dengan demikian. yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap harga saham adalah PER dan PBV.217 .238 .348 -.380 .000 . dapat disimpulkan bahwa kondisi saham perbankan di Indonesia dipengaruh oleh PER dan PBV.881 2.010 -.

775 Sig.010 -.207 . .110 . kemudian klik Estimates. • Klik Statistics.077 .015 a2 = -0. DER.000 . • Klik Continue.458 -.380 . PER.149 -.348 -.127 -.251 Part -.006 Zero-order .239 Correlations Partial -.287 t 17.ANALISIS MODEL PERSAMAAN REGRESI LINIER BERGANDA Model persamaan linier berganda adalah sebagai berikut: Harga saham = a0 + a1 DER + a2 PER + a3 ROE + a4 PBV + ei Langkah-langkah menentukan Regresi Berganda melalui SPSS: • Klik Analyze – Regression – Linear. Error 6.115 13 .212 .217 .148 .042 Standardized Coefficients Beta -. Hasil Perhitungan Regresi Berganda Coefficients(a) a Coefficients Model 1 (Constant) ROE DER PER PBV Unstandardized Coefficients B Std.167 .135 -.381 2.188 a4 = 0.188 .535 -1. masukkan ke kotak Dependent.081 .019 -.110 a1 = -0.241 T a.082 .238 . PBV. • Klik variabel ROE.027 a3 = 0.019 .031 .027 .079 . masukkan ke kotak Independent.881 2. • Klik variabel SAHAM.115 . Dependent Variable: Harga Dalam tabel tersebut terlihat bahwa nilai: a0 = 6.015 .

ROE dan PBV. PBV. PER. • Klik variabel ROE.110. hal ini berarti kontribusi variabel bebas selain DER. • Klik variabel SAHAM. Perubahan 1 unit PBV menyebabkan harga saham berubah sebanyak 0. • Klik Continue.015 DER + -0. PER. REGRESI BERGANDA Langkah-langkah menentukan Uji F melalui SPSS: • Klik Analyze – Regression – Linear. Nilai koefisien regresi setiap variabel bebas dalam model persamaan regresi linier menunjukkan besar dan arah hubungan masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. • Klik Statistics.Jika a0.110.110 jika tidak terdapat perubahan variabel nilai DER.990. Perubahan 1 unit ROE menyebabkan harga saham berubah sebanyak 0.115.027 PER + 0. a2. a1. Perubahan 1 unit PER menyebabkan harga saham berubah sebanyak 7805. ROE dan PBV mempengaruh nilai harga saham sebesar 6. 14 . kemudian klik Model Fit. PER.188 ROE + 0. DER.015. masukkan ke kotak Dependent.188. Konstanta model persamaan regresi hasil perhitungan sebesar 6. dan a4 dimasukkan ke dalam model persaman regresi. maka didapat model persamaan regresi sebagai berikut: Harga saham = 6. masukkan ke kotak Independent.115 PBV + ei Persamaan tersebut dapat ditafsirkan bahwa harga rata-rata saham perbankan BUMN dan bank umum di BEI adalah sebesar 6. a3. Perubahan 1 unit DER menyebabkan harga saham berubah sebanyak -0.110 + -0.

Dengan demikian.130 sebagaimana terlihat pada tabel di atas. DER. Error of the Estimate 1. Hal ini menunjukkan bahwa masih terbuka kemungkinan terdapat variabel lain selain DER. PBV. model persamaan regresi linier tersebut hanya mampu menjelaskan variasi dari variabel terikat sebanyak 13%. RELIABILITAS 15 .877 Model 1 R .360(a) R Square .Nilai Adjusted R Square Hitung Model Summary(b) Adjusted R Square . PER. PER.100 Std. sedangkan sisanya sebanyak 87% berasal dari variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam variabel penelitian ini. ROE dan PBV yang dapat mempengaruhi harga saham.130 a Predictors: (Constant). ROE b Dependent Variable: Saham Model persamaan regresi linier hasil perhitungan dalam penelitian ini memiliki nilai R Square sebesar 0.

VALIDITAS 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful