Rumah Sakit AZRA

Masalah Makan dan Minum pada anak dengan celah
Kontribusi Dari Mutiara mardiyyah Wednesday, 27 July 2011

Oleh :

Nurhasanah Amd Tw

Terapis Wicara Rumah Sakit Azra Bogor

Celah atau sumbing merupakan kelainan yang di dapat anak sejak dia lahir, dan biasanya anak sejak lahir sudah membutuhkan bantuan untuk penangannya. Terutama pada anak yang mengalami celah komplit, mereka membutuhkan bantuan sebuah tim yang bekerjasama menanganinya. Tim tersebut biasanya terdiri dari Dokter Bedah mulut, dokter gigi anak,Orthodontist, Dokter Spesialis anak, Dokter THT,Terapis wicara dan Psikolog masalah yang mungkin timbul berkaitan dengan pemberian makan/minum, gigi geligi, artikulasi, suara,pendengaran dan masalah sosial. Berikut akan di bahas mengenai pemberian makan/minum yang tepat. . Masalah yang timbul pada pemberian makan dan minum Masalah ini dapat timbul karena adanya kelainan anatomi di daerah mulut (bibir,rahang dan langit-langit, kelainan gerakan otot (sinkronisasi gerakan), serta kelainan oral sensoris (sebelum operasi perbaikan atau sesudah perbaikan), serta aspek psikologis orangtua yang terlalu tegang karena proses pemberian makan/minum yang sulit Pada bayi yang hanya mengalami celah pada bibir, biasanya tidak terlalau banyak mengalami kesulitan, berbeda dengan mereka yang mengalami celah pada bibir dan langit-langit, dan pada langit langit saja. Sebenarnya setelah beberapa saat bayi dengan celah akan menyesuaikan diri denga kekuranganya, sehingga terkadang orangtua tidak terlalu melihat adanya kesulitan, terkecuali ketika di dapati bayi tersebut sering tersedak ketika minum, tidak dapat menghisap dengan baik dan tidak cukup kuat untuk menghisap sehingga tidak bisa minum ASI. Atau ketika terlalu sering makanan atau caiaran yang di minum keluar kembali lewat hidung, dan seringnya cegukan pada bayi karena udara yang ikut tertelan oleh bayi sewaktu dia makan/minum (aspirasi), dan minum terlalu cepat sehingga cepat lelah - Tersedak Ketika orantua mendapati anak tersedak ketika minum, hal yang harus di perhatikan sejak awal adalah sikap orangtua ketika memberi minum dan posisi bayi, bayi harus duduk lebih tegak di pangkuan ibunya pada sat di beri minum, terutama sikap kepala yang harus terkontrol dengan baik, misalkan dengan menyangga kepala, sehingga posisi bayi lebih tegak. Atau berikan rangsangan dengan melakukan penutupan bibir bayi dengan tangannya, dan pemberian makan dengan tidak terburu-buru. Hal lain yang bisa di lakukan adalah dengan memanipulasi dot dan/atau botol yang bisa di sesuaikan dengan kebutuhan bayi - Tidak cukup kuat mengisap Ketika bayi tidak mampu menghisap dengan benar, pemberian lempeng atau pelat (sementara sebelum adanya perbaikan denghan operasi) yang di tautkan pada tepi rahang dan menutupi seluruh langitlangit keras akan sangat membantu, atau dengan penyesuaian bentuk dot, stimulasi dengan tangan,penyesuaian botol,penyesuaian makanan yang di berikan (pemberian akan lebih mudah jika makanan lebih encer) dan penyesuaian sikapPenyesuaian sikap ini sendiri dapat di lakukan dengan dua sikap berbeda,Yakni sikapMadonna (anak duduk tegak di pangkuan ibunya, didukung lengan ibu melingkari tubuh anak) dan sikap keeper (Anak di letakkan dalam sudut miring dengan tubuh ibu di bawah ketiaknya dan menempel ke sisi samping tubuh. ) - Regurgitasi Kembalinya makanan atau minuman lewat hidung terutama timbul karena kurang cukupnya penutupan sfingter velofaringeal pada saat menelan, karena koordinasi telan yang salah dan akhirnya, karena lubang yang terlalu besar di langit-langit. Yang bisa di lakukan orangtua sama dengan yang bisa di lakukan jika anak tersedak, atau memnghindari pemberian makan dengan aroma atau rasa yang terlalu merangsang. Ingat untuk selalu menjanga rongga hidung tetap bersih setelah terjadi regurgitasi. - Aspirasi Pada bayi dengan celah yang tidak dapat mengkoordinasi secara baik fungsi menelan dan/atau tidak dapat menutup rongga mulut terhadap rongga hidung karenakurang baiknya penutupan velofaringeal sehingga ada bahaya aspirasi , kenyataan bahwa udara terlalu banyak udara tertelan bersama dengan pemberian makan sampai lambung atau dalam keadaan lebih buruk lagi pada sat terdeak masuk saluran udara. Juga apabila anak tersebut minum terlalu cepat dan reaksi menelan tidak berlangsung tenang, maka resiko masuknya benda asing ke dalam sistem pernafasan akan lebih besar. Yang harus di lakukan adalah beri kesempatan pada bayi untuk bersendawa, dan waktu pemberian makan lebih banyak. - Minum terlalu cepat Anak yang minum terlalu cepat akan cenderung cepat lelah sehingga asupan makanan tidak bisa maksimal, orangtua bisa mengatasinya dengan pemberian dot yang tepat dengan besaran lubang yang cukup, atau sedikit mengentalkan minumannya agar anak tersebut aktivitas oralnya lebih banyak. Atau juga dengan pemberian yang lebih sering dalam jumlah yang lebih sedikit.

http://www.rsazra.co.id

Menggunakan Joomla!

Generated: 2 September, 2011, 09:12

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful