BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perekonomian Indonesia semakin tak menentu, Krisis multi

dimensional yang terus membelenggu negara kita tak kunjung ada ujungnya, belum nampak adanya tanda-tanda Bangsa kita akan terbebas dari krisis multidimensional ini. Kehidupan masyarakat semakin menderita. Segala jenis kebutuhan sudah tak terjangkau lagi oleh masyarakat miskin. Kelaparan terjadi di banyak tempat di Indonesia, masalah kesehatan, pendidikan juga merupakan masalah bangsa ynag belum dapat ditemukan solusinya. Biaya untuk kesehatan dan pendidikan semakin mahal. Untuk mejadikan Negara kita sebagai Negara yang maju, berhasil dibutuhkan generasi penerus yang sehat dan berwawasan luas. Pendidikan sebagai salah satu elemen yang sangat penting dalam mencetak generasi penerus bangsa juga masih jauh dari yang diharapkan. Masalah disana-sini masih sering terjadi. Namun yang paling jelas adalah masalah mahalnya biaya pendidikan sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat dikalangan bawah. Seharusnya pendiikan merupakan hak seluruh rakyat Indonesia seperti yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi salah satu tujuan Negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini mempunyai konsekuensi bahwa Negara harus menyelenggarakan dan memfasilitasi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh pengajaran dan

Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu.pendidikan yang layak. Padahal pemerintah ingin menuntaskan wajib belajar sembilan tahun. Tanggung jawab orang tua sangatlah berat karena harus membiayai anak sejak dia lahir sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Mahalnya biaya pendidikan sekarang ini dan banyak masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga tidak begitu peduli atau memperhatikan pentingnya pendidikan bagi sang buah hatinya. sehingga membuat anak putus sekolah.Maka tentu saja Negara dalam hal ini Pemerintah harus mengusahakan agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. anak tersebut hanya mendapat pendidikan sampai pada jenjang sekolah menengah pertama artau sekolah menengah keatas. Pendidikan di Indonesia masih meupakan investasi yang mahal sehingga diperlukan perencanaan keuangan serta disiapkan dana pendidikan sejak dini. Setiap keluarga harus memiliki perencanaan terhadap keluarganya sehingga dengan adanya perencanaan keuangan sejak awal maka pendidikan yang diberikan pada anak akan terus sehingga anak tidak akan putus sekolah. Jika masalah ini tidak mendapat perhatian maka . Pendidikan merupakan faktor kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan. Biaya pendidikan sekarang ini tidak murah lagi karena dilihat dari penghasilan rakyat Indonesia setiap harinya.

program tersebut tidak akan terealisasi. B. 2. Tujuan Penyusunan Karya Tulis Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui mengenai: 1. Cara mengatasi dampak mahalnya biaya pendidikan. Manfaat Penyusunan Karya Tulis Diharapkan penyusunan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menciptakan suatu konsep pendidikan murah namun berkualitas sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat yang kurang mampu. Apa dampak mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat? 2. Bagaimana cara mengatasi dampak mahalnya biaya pendidikan? C. Dampak mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat. D. Rumusan Masalah Yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah: 1. . Banyak anak yang putus sekolah karena orang tua tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya.

Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan .143 H. mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman. Dalam Kamus Bahasa Indonesia. 1991:232. Ibnu Muqaffa (salah seorang tokoh bangsa Arab yang hidup tahun 106 H. 1889 1959) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter. yang berasal dari kata "didik". mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. tentang Pengertian Pendidikan . hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda.BAB II TELAAH PUSTAKA A. John Dewey. Pengertian Pendidikan Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. kekuatan bathin). pengarang Kitab Kalilah dan Daminah) mengatakan bahwa : Pendidikan itu ialah yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup. pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya. dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani.

Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000). . Indonesia memiliki daya saing yang rendah. ke-99 (1997). Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. B. bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Dari beberapa Pengertian Pendidikan diatas dapat disimpulkan mengenai Pendidikan.memberi latihan. kesehatan. ke-105 (1998). Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran. dan ke-109 (1999). tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC). Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. dan penghasilan per kepala yang menunjukkan. Indonesia menempati urutan ke-102 (1996). yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan. kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Di antara 174 negara di dunia. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). Kondisi Pendidikan Indonesia saat Ini Kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. bahwa Pendidikan merupakan Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia.

036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP).052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). masalah mendasar. rendahnya sarana fisik. seperti mahalnya biaya pendidikan. Ditinjau secara perspektif ideologis (prinsip) dan perspektif teknis (praktis). bukan hanya terjadi pada sekolah swasta tetapi juga sekolah yang berstatus negeri. rendahnya prestasi siswa. jelas ada something wrong (masalah) dalam sistem pendidikan Indonesia. Orangtua siswa harus berfikir kembali untuk melanjutkan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi . Apa makna data-data tentang rendahnya kualitas pendidikan Indonesia ityu? Maknanya adalah. dan sebagainya. yaitu berbagai problem yang berkaitan aspek praktis/teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8. masalah-masalah cabang. yaitu kekeliruan paradigma pendidikan yang mendasari keseluruhan penyelenggaran sistem pendidikan. Dari 20. rendahnya kesejahteraaan guru.Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146. Mahalnya pendidikan masih menjadi perbincangan dan permasalahan masyarakat setiapkali pergantian tahun ajaran. berbagai masalah itu dapat dikategorikan dalam 2 (dua) masalah yaitu : Pertama. Kedua.

Sehingga muncul kata dalam salahsatu buku Eko Prasetyo kalau “orang miskin dilarang sekolah”. Oleh karena itu Negara dalam hal ini pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan secara murah dan bahkan gratis untuk masyarakatnya. Namun harapan tersebut mungkin tahun ini belum ada. Jika dibandingkan dengan teks yang dianjurkan oleh UUD. Padahal pendidikan adalah suatu bentuk hak asasi yang harus dipenuhi dari lembaga atau institusi yang berkewajiban memenuhinya secara merata. sehingga semua masyarakat dalam suatu bangsa tersebut dapat menikmatinya. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman . Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal. C. dan menjadi salah satu tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia. mengingat anggaran pendidikan masih tergolong sedikit.akibat semakin tingginya biaya pendidikan. Dari pergantian tahun ajaran pendidikan. Oleh sebab itu dibutuhkan keseriusan pengambil kebijakan untuk memperhatikan hal tersebut. Bukannya hanya ditujukan untuk orang yang mampu membayarnya. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. masyarakat selalu mengharapkan kapan sebuah institusi pendidikan atau sekolah akan memasang spanduk atau iklan di depan sekolahnya yang bertuliskan “sekolah ini gratis”. sehingga posisinya sebagai salahsatu bidang yang mendapat perhatian serius dalam konstitusi Negara kita. Mengingat pentingnya pendidikan untuk semua warga.

Akibatnya. setelah Komite Sekolah terbentuk. "sesuai keputusan Komite Sekolah". Hasilnya. dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Karena itu. segala pungutan uang selalu berkedok. Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah.000. Namun. MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. pada tingkat implementasinya.000. Orang miskin tidak boleh sekolah..sampai Rp 1. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada . Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. ia tidak transparan.000. Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500. Asumsinya. karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP).

or. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www. seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas.id). BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu.pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah. Akibatnya. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal . Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Dalam pasal itu disebutkan. Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Dari APBN 2005 hanya 5. misalnya.kau. dan RPP tentang Wajib Belajar. sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. RUU Badan Hukum Pendidikan. 10/5/2005). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan.

.yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Yanti Mukhtar (Republika. antara yang kaya dan miskin. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ). akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial. Dengan begitu. 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Seperti halnya perusahaan. Akibatnya.

1 juta orang (Data BPS . Permasalahan ini dinilai sebagai permasalahan klasik yang terus muncul kepermukaan dan belum selesai hingga sekarang. Dampak Mahalnya Pendidikan Secara umum. tingginya biaya pendidikan saat ini tidak sesuai dengan mutu atau kualitas serta output pendidikan itu sendiri.BAB III PEMBAHASAN A. Penyebab banyaknya pengangguran terdidik ini terlihat beragam dan menjadi semakin ironis jika dilihat dari mahalnya seorang pelajar (terdidik) telah membayar uang kuliah atau uang sekolah mereka .2009). Padahal. Sektor pendidikan ini memberikan peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas dan standar SDM di Indonesia untuk membangun Indonesia yang lebih baik kedepannya. pelajar merupakan pihak yang paling merasakan seluruh dampak dari perubahan yang terjadi pada sektor pendidikan di Indonesia. Kenyataan tersebut dapat dilihat dari masih tingginya persentase pengangguran terdidik (Sarjana) yaitu sekitar 1. Lemahnya Sumber Daya Manusia Salah satu sektor strategis dalam usaha pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia adalah sektor pendidikan. Permasalahan yang ikut membawa dampak sangat besar pada pelajar adalah permasalahan mengenai mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Sebagai salah satu entity atau elemen yang terlibat secara langsung dalam dunia pendidikan. dampak dari mahalnya biaya pendidikan adalah: 1. Tak peduli apakah dampak tersebut baik atau buruk.

Oleh karena itu. Sementara itu Jones melihat pendidikan sebagai alat untuk menyiapkan tenaga kerja terdidik dan terlatih yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. yang kemudia akanmeningkatakan pendapatannya. Ini harus menjadi dasar untuk perencanaan pendidikan. pendidikan perlu mengantisipasi kebutuhan. dan menjadi lebih siap latih dalam pekerjaannya yang akan memacu tingkat produktivitas tenaga kerja. Sementara itu Vaizey melihat pendidikan menjdi sumber utama bakat-bakat terampil dan terlatih. Pendidikan memegang peran penting dalam penyediddan tenaga kerja. Permasalahan yang dihadapai adalah jarang ada ekuivalensi yang kuat antara pekerjaan dan pendidikan yang dibutuhkan yang mengakibatkan munculnya pengangguran terdidik dant erlatih. Tyler mengungkapkan bahwa pendidikan dapat meningkatkan produktivitas kerja seseorang. .tenaga terdidik dan terlatih. bahwa pendidikan memiliki suatu kemampuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja potensial. Ia harus mampu memprediksi dan mengantisipasi kualifikasi pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja. untuk kemudian akan meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat berpendapatan rendah. karena pranata ekonomi membutuhkan tenaga.2. korelasi antara pendidikan dengan pendapatan tampak lebih signifikan di negara yang sedang membangun. Lemahnya Taraf Ekonomi Masyarakat Pendidikan memiliki daya dukung yang representatif atas pertumbuhan ekonomi. Jones melihat. Prediksi ketenagakerjaan sebagai dasar dalam perencanaan pendidikan harus mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada kaitannya dengan kebijaksanaan sosial ekonomi dari pemerintah. Peningkatan pendapatan ini berpengaruh pula kepada pendapatan nasional negara yang bersangkutan. Menurutnya. yang secara langsung akan meningkatakan pendapatan nasional.

. keperawatan. Dalam hal ini. manajemen kesehatan. pendidikan tinggi diantaranya universitas merupakan pendidikan tertinggi yang bertugas memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bentuk yang bermanfaat. jurusan dari berbagai pendidikan kesehatan dalam melakukan program pengabdian masyarakat seperti pengobatan gratis dan sebagainya yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pemeriksaan kesehatan.3. Selain itu. Untuk mereflesikan dan mengimplementasikan manajeman kesehatan yang berkualitas. Kurangya Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Semakin tinggi pendidikan seseorang. Dengan adanya program seperti ini diharapkan terlahir generasi-generasi baru yang paham dan memiliki kemampuan serta kredibiolitas dalam menguapayakan penyelenggaraan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. dan sebagainya. saat ini telah banyak pendidikanpendidikan tinggi baik universitas maupun institusi yang telah membuka program kesehatan seperti jurusan kedokteran. Pada jenjang pendidikan tinggi. peran pendidikan sangat sentral dalam menghasilkan output-output yang akan berkontribusi untuk mentransformasikan pengetahuan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi kesejahteraan bangsa Indonesia. maka semakin sadar akan pentingnya kesehatan.

dewan pendidikan (board of education). Usaha kedua yang sudah dicoba oleh pemerintah ialah membangkitkan . maka pemerintah melibatkan tokoh masyarakat. Banyak hasil yang dipetik dari program ini. pengusaha. Usaha untuk menjadikan pendidikan tidak mahal untuk 'dikonsumsi' orang tua dan masyarakat sebenarnya sudah dilaksanakan pemerintah Indonesia.Kecuali Jepang. Mereka diminta membantu pemikiran. Dengan mengembangkan konsep CBE. Ketentuan semacam ini juga ada dalam Pasal 31 ayat (4) UUD 1945. Australia memiliki pengalaman bagus untuk membuat biaya pendidikan tidak mahal bagi masyarakat. kaum bisnis. Seandainya saja ketentuan UU dan UUD tersebut direalisasi maka sebagian permasalahan tentang mahalnya biaya pendidikan di negara kita tentu akan teratasi. Dalam Pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas disebutkan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari APBN dan APBD. dan dana untuk mengembangkan pendidikan baik melalui komite sekolah (school committee). Kalau kita ingin biaya pendidikan tidak mahal maka subsidi pemerintah harus besar.B. Cara Mengatasi Mahalnya Biaya Pendidikan Besar dan kecilnya subsidi pemerintah itulah yang membuat mahal atau murahnya biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh orang tua atau masyarakat. Community-Based Education. gagasan. atau secara langsung berhubungan dengan pihak sekolah. pemerintah sendiri tidak konsisten dalam menjalankan ketentuan ini. dan kaum berduit lainnya dalam urusan pendidikan. baik dengan meningkatkan subsidi maupun membangkitkan partisipasi masyarakat. Sayangnya.

Namun. di samping komite sekolah/madrasah yang dibentuk pada banyak sekolah. Sebenarnya kita sudah memiliki konsep yang bagus untuk mengatasi mahalnya biaya pendidikan.peran serta masyarakat melalui dewan pendidikan di tingkat kabupaten/kota dan komite sekolah/madrasah di tingkat sekolah. Celakanya. termasuk mengatasi mahalnya pendidikan bagi rakyat banyak. Sekarang hampir di seluruh kabupaten/kota dan provinsi sudah dibentuk lembaga yang disebut dewan pendidikan. di samping komite sekolah/madrasah yang dibentuk pada banyak sekolah. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah hanya menjadi aksesori saja . Celakanya. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara benar. karena kita tidak bisa menghilangkan penyakit 'tidak konsisten'. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah hanya menjadi aksesori saja. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara benar. Sayangnya. Dalam Pasal 56 ayat (2) dan (3) dijamin eksistensi dan perlunya dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah untuk membantu sekolah. akhirnya biaya pendidikan kita pun tetap mahal bagi masyarakat kebanyakan. Sekarang hampir di seluruh kabupaten/kota dan provinsi sudah dibentuk lembaga yang disebut dewan pendidikan. Lagi-lagi kita tidak konsisten menjalankan konsep. Sayangnya.

Memperbesar dana APBN untuk pendidikan. Lemahnya sumber daya manusia b. Melibatkan unsur masyarakat. Mahalnya pendidikan di Indonesia akan berpengaruh secara langsung terhadap: a. Ketidaksadaran masyarakat akan kesehatan. Saran Mahalnya pendidikan bukan berbarti menghalangi untuk terus melanjutkan sekolah. Jika seorang anak berprestasi dan memiliki kemauan yang kuat. namun kurangnya komitmen masyarakat dan pemerintah maka mengakibatkan kedua solusi di atas tidak berjalan sesuai dengan harapan. . dapat dilakukan dengan dua cara. b. maka akan selalu ada jalan untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. 3.BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan 1. Untuk menangani masalah mahalnya biaya pendidikan. Lemahnya taraf ekonomi masyarakat. c. terutama mereka yang mampu secara ekonomi. yaitu sesuai dengan undang-undang sebesar 20% dari total APBN. Pada dasarnya kedua solusi di atas telah dilakukan. B. yaitu: a. 2.

Jakarta : Mas Agung Sotjipto. Profesi Keguruan. 2004. Administrasi Pendidikan. Dr. Hadari NAwawi. (1989). Ilmu Pendidikan. (2001). Jakarta : PT Rineka Cipta Abu Ahmad. Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta : PT Rineka Cipta . (1999).DAFTAR PUSTAKA Sidarta. Prof. Nur Uhbiyati. Made. Manajemen Pendidikan Indonesia. Raflis Kosasi.

.

3 9.3:3 .7. -07/.9039:8.3 20307.93. 90.3283     ....  .3 803/7 -.3 0 5..8.3 -07:.8 /.3 .3 2025079.9. :39: 2033. 202 494342 :39: 203039:.3 2.9.94 -...3 503//.8093 933.3 $04.9 503//.3 907-. -. 49..3 2:9:  -.8 503//..9:8 848.3 :7.9 .. /03.   203.3.39..7  03.7.7.8.7.8 503//.7.3 2. 804.- 503003.9...3 89. 20092..3 -07.25: :39: 2032.393.  .8.98..3 -09:  3.9 802.3 /03.808 7.8. 503003.79 !020739../.3 /.3 202.3 57.3 503//.8 42078.3 90749. .8 ..

5.   02.7.3 507.. 503//. .25....3 804..8.. $ /3/4308.7 $ / 3/4308.3.3 !.9.80..9.--.25.9.7 /./ 802.3 .3./.3 ..: 00203 .5.3 203.3.3 907. 2.33.9:809.3:3 3/4308.3 7438 . 8. 8. 503//. /.$:2-07.8 933.3 $0947503//. 47./..9... 8. /03.3 / 3/4308.3 207.. /.7 5.9 /.3-0:28008. 50302-.38:3 /.3 5.7.3 $:2-07 .503//. . 90780-:9 -..3 :./.2 203039:.7 907//  90.80503..8 /. /.-.3907// $.9 /.7 207:5.7..3...3.3 20303. !$    .3. 933.3:8. 5072.: -:7:  !072.:2:2 /.72. .3 2:9: .9.. 4:95:9 503//. 80-.3 907-.9.3 3 /3.-.3 9: 803/7  03.3  50.8 .3.9: 80947 897.3.!03//. 503//.7 :.: :.908 /..: 05072:.503. :39: 202-.3.9 /. 5072..3 3 202-07./.8 8079.9 -08.8.3 5.80947503//.3 :.!$   !030-.3 .7 :9.8. 8047.3 80:7: /. 2070.3 8.9 -07.2 /..7 507:-../....3.9.5078039..9 3 9/.8. -.   .7 2. /. 202-. 50.3 :9 202-. 808:.3:7.  $0-./.2 :8.25. ...3:8.3. ...3/...3.9 80.7 .3 89.2 /:3.  %. 50/: .  !072./..25. ..9: 0399 ..3 0- -. 0/05. $.3 $0....9 -08.3..9.3/.7.: :.3 / 3/4308.3:7.3 90780-:9 /.3 8. .8. 8.7 2.3 .3 ....25.. 80947 503//...3907//3 907..3 907:8 2:3./ 5..3 50.

8 07.  !70/8 0903.91 .3985.3 .9.39 07.3 3. 07.3 :39: 203.3.850309.3.3 507.3 503//..907///.9 .9..3 -..38:3 .3 202 8:.  .7.3 503//. /::3 .7:82.5.2 5007.5.2 5030///. .9 -.5.9 /-:9:.3/.549038.3848.9.3 /-:9:.  02. 07.  /.3903..3 04342 .9 503//.3.3 .9.3 50393 /.9  !072..30907.3 503//.3  .3:7.7.843.-. .  !033.. 503//.3 /03.038 .5..3 503/..7...7. 503.7.9.9.3 0-. 0- 831.3.7.3903.3 903..3 574/:9.  3 . . 07./.04342202-:9:.3 ..3 8..5..3 503/.3 80-.3.39.:93.3 /..1 /:5 2.3 503/. 07.3 907.5.3 2033.9 !03//.3 /.8..3 3 -07503.33. 808047.703.3 80-.9:30.32033..8 ./ 0- 8..0 20.5 . 57..1.. 05.  470.8.3 2020.3 -078..8.7.25.25:202570/8 /.3 202 /./.07.%.3 88./ /. 503//.14342..3203.9 /. /03. 0:..3985.9 574/:9. .3 907.3 04342  %07 203:3.3  .04342/.3 .. .3507:203.9 -07503/. .3 907// /..  4308 20.3:3  $02039.3:9.:.3 /.3 503/.9: 02.80-:9:.7:8 203:9 5079:2-:. .8 5079:2-:..  $02039.5.3 705708039.9.9 :39: 203. 503/. /.9  0 .9.9  -.3 203/ 8:2-07 :9.5.3.7.7.9.9.3 .3 703/..25079:2-:.8903. 9: '.. .3 202.3 .3 3.5. 9: 4308 20.7: 5:.07.39.. 9:  503//...7. 907// /../903.7:8 203.3 / 30..5. 203.9..7.3 /.8.3 02:/..7.     .3 203.9.2 50703./..9. 30. 503//.3 2033..9  !03//.9.9.  03:7:93.8.8.3 503/.9.7 /..33.703.3 /.9 2033.. . 5007.25.5..843.3 202-.3 9.:3./.3  :39: 02:/.3 80.8:./.3 :..25:.75020739.25 /.3043428:.33.3 .9 907.7. 903.9. -.3 2:3.3.3 80/.9 503//..7 :39: 50703.5.3907.2..3 903.9 .3 9.9.3 .3 203.

3 7.:5:3 3899:8 .3 5. 080.3.3 -079:. 5747.9.8.2 .2 202-.9.3 202 02. 080.3.3. 503//.2. 802.3 .8..3 /.5.39.3 503003./.9 805079 5034-.3.3 805079 :7:8.8. :3.31.3 93 503//.3 0/4907.8.8 202-07..3 080.3 .7: .8.7..3 /.9.7. -.3.381472.3 -.3 .2 503.9.9.3-07:../.7..3  /.3203/.3502078..2 805079 3 /.3 90.3 93  507.3 $02.93/4308.3 90793 .3 080./.9.3 503933.0789.8 2.9.9 390.7. 03.8 -.3 05..2 2033. 080...5.3  2..:.3.8 /.9./.7.907..3 503//.7 ..3080.3 808047.3 503//.3  2.3      .-/.08.38.8 207:5.7 -07-./..3 080.3.0203 080.39: 2.980397.3 50309.5.98 /.8.3 503//.  $0.3 8..0789.2 /.3 /9::.9 /.3 2.3 -..  :7..3 9:  503//.3 93 /..3 80-.3 2.. 5747.8 0307.3  0507.3..3 907.8.9  .3.3.7 0307.7..3 50.3 /.3 503933.3 05.3 5747.3 -072.2 20.3080./.3 2032502039..9.3 08....8 8.3-074397-:8 :39: 20397.:. :3./. 70/-49.3 80-.25:.9.3202-:9:.3 8..2 203:.3 8079. 2... 3  :7:8.2 -07-. 202-:.3.9..02.3 503.9.3 /.7. 2. -039: .8.  &39: 2070108..3 503//.7.9 /.2 080.3 :39: 202-07.34:95:9 4:95:9. 3/4308.3-..9./.7.3 080.9.9..2 203.-/. 503//.9.7.7.8. .3  !.  03.3 93 -..3.9.

39/..3 / 30.3.2!.8/80-:9.39.4229900  /0.: 80.7.. .8.8.3 -4.3. 9039: .804.73.3 202-:..44 .3503//. 8.:.8. 2.7985.3  070..3/.8.3 /.3 -.3 -.33..39: 5027.38:3 -07:-:3..3 43805   422:39 .3 9:.4-. 20-. /03.   /.3 503//...9..9. 803/7 9/.3 2. :39: 20302-.3 0.3 3 $0.:39: /438:28 47.8...3  /.3  :897...3 5072... .3...3 08.8. 8:-8/ 5020739.23  &8.9 -.503//.  -.7/ 41 0/:. 33 -. /.3/03..3 2033...2. 503//.23:.3-... /239..3  . 503//.3 5.35. .3 503//.8. 503//.7:8 -08...2!..9  .. 202-.3 8:/.9 .. 9:./. 4388903 /.7..: 9.. 3/4308. -..3 /.7. -..8  &8. . 2.9.. /.3.8.943  ..9. 20.3802.3 2.9  .3 && /.8.. 202-. 5020739.3.8.9.  5020739.80/ /:.. 202 503.3 9039. 9.9  03.3.7./.. .8.2.03.  .3944 2.3 .3 5020739.3 .7.. 2.3 8:-8/ 2.3 9:...8. 0/:./. 80-..75747..3907. /.. 503// /.3 .7 !/.7. 8:-8/ 5020739.3 .3 503//..9.33. .3.3 40 47..3.2 :7:8.3 232..3 0/3. 503//. /.3&&90780-:9/70.7:8 /-.39.3.: 2.3.9 80-03.3.9.8.380. /.3 20302-.: 2:7.:2-07/:9.. 40 5020739.:8 :39: 202-:.: 4290 804.. .3.3! 09039:.7. 05.!03//. 8:/.:5:3 202-.. 2.7.9  &&$8/3.8 2. 09039:. -..9  &&   $.943  2..3/509/.7 0..3.3 9/.2 203.8.4.8 2..8.3 09039:.7.3 -.9 2.:2-838 503:8.3 9/.7 /.:39:203. 503//./. ..8.

 2.507.3 8079.903.3 503//.3 / 93.8.: /0.7..-:5.9 .9 20.

49.3 4290804.. /.

/93.2.3 507:3..9804.  .3 4290 804.23 0889038 /.2 !..3   /..8.8.3 /./7.  .9   /. /0.3 503//.

9 -.257 / 80:7: .8./7. $0. :39: 202-.7.903.2..7.. 503//.3.  9072.9.3.3 -.-:5.39: 804.8: 203.3.8 2.

 /-039: 02-.253 4290 804... .3 503//.3 / 8.3 574.49.38 8:/. /.3 /80-:9 /0.

 .3 /-039: 5..3 /. /0.33.././7. 804.3 4290 804.  $.3. -.2.  -.8.3 503//.3.

-03.8.7.3.2.5.3 503//... -.7 0..3.3 4290 804.3. /0.80. /.3 /. ./7..39/.9 203.3 1:383.

9 9/./7. 9...9/. 9.3.73.8 2.3. 2. .  . 203. 503//.3 .73. -.8. -8.:8 :39: 203.3  $0. 5:3 909.257 / 80:7: . -. 203.8. 8:/..903.. ...3. -.4388903203.3  . 9/.7.3. 503//./ .3.80847 8.343805  $0-03. 9..3 9.90-.2. 202 43805 .3 503.-:5. 4388903  .5 2.2:3  .3 -.9.703.7..

3 /80-:9 /0.3 / 8..3 574.49. /.. . /-039: 02-.38 8:/.253 4290 804.3 503//.

 /0. 804. -.3 /-039: 5. .  -...33.3 /.3 4290 804.8.2./7.3.  $.3 503//./.3.

9 203. 80. -03..3.3 /.7  0.3 503//.2.. /.34290804.3 1:383.  -. .7...5.3.3. /0./7.8.3 9/.

.3.  .2.././7.808478.203.8.

9. 503//. -0757089.  02.3 804.3 0/:.7: 80.3    &39: 203.89/. 503//.32.5 . 8047.3:9..9: 808:.8.' !&%&!    0825:.5.3 :3/.380-08.:.7 /..3     $.25: 80.9: .3 .9  .8. /03.8:2-07/.:.3. .7.:..380.3.3080.9 /.8. 2./.7...3/:. 0/:. 2070.9 2.8.. ..8..30-93  ./.  02507-08.79 203.3. . 04342    !.3 ..3 :39: 907:8 20.9 /.2.7.3:8. -.38:3 907..  09/.3:39:20.3 /03.3:..3   .9  907:9. 2.3 -:. -  02.7 /.3808:.2:3 :7.5.1043422.3 -07503. 84:8 / .2.9.7949.7. 84:8 /.  .3..3.7.3 :38:7 2.3 202 02. /. ...9./.9.3.73.3  /.8 /..7.3.3:9. /.3.3  3.3804.9 .7.3.093.!  -  0-..7.33.3 / 3/4308.3 2.9.7.:.9.3  ./03.8 90.8.9. ! :39: 503//.. 203..3 5020739.. 429203 2.3  -07-.-07.. 503//..7.7.3 2..3 .-.8...3 :3/./.

!%#30.59..79../.3 . !741 7 ./0   .79.3 .   .%#!&$%  $/.79.     .59.3.8   !741080:7:.33/4308..!%#30.9    2:!03//.79..!% #30.79.   /23897.7.  -:2. .1848.8:3  $49594 #./ :7&-.0203!03//.8!03//. 59.3 ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful