You are on page 1of 1

CETANE NUMBER

Pada solar atau bahan bakar untuk mesin diesel dikenal nilai cetane (dibaca : setan) /cetane number. Nilai cetane kebalikan dari nilai oktan. Nilai cetane adalah kemampuan suatu bahan bakar untuk mempersingkat delay ignition (penundaan pembakaran) . Delay ignition adalah jarak waktu antara pemasukan/injeksi bahan bakar oleh injektor dengan dimulainya bahan bakar tersebut terbakar. Pendek kata, bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor tidak langsung terbakar. Padahal bahan bakar harus terbakar pada titik/waktu tertentu oleh panas kompresi. Pada mesin bensin waktu pengapian (timing ignition) dapat diatur oleh percikan bunga api. Bunga api memercik berarti pembakaran dimulai. Tapi pada mesin diesel timing ignition hanya dapat diatur oleh timing injection. Semakin pendek delay antara timing injection dan dimulainya pembakaran, maka waktu pengapian akan semakin tepat. Atau dengan bahasa yang sederhana adalah bahwa solar dengan cetane tinggi akan lebih mudah terbakar dibanding dengan solar yang memiliki nilai cetane yang rendah.
Biodiesel dapat dibuat dari minyak kelapa sawit (crude palm oil /cpo) dan minyak jarak (crude jatropha oil /CJO). Namun untuk sementara ini, Biosolar masih mengandalkan CPO sebagai bahan bakunya.

Namun kali ini, Anda akan bisa mencicipi sendiri bahan bakar yang terbuat dari minyak nabati. Biosolar yang diracik Pertamina mempunyai komposisi 5% biodiesel yang dicampur dengan 95% solar. Menilik spesifikasi Biosolar, setingkat di atas Solar namun tetap di bawah Pertamina DEX. Cetane number tercatat 51, berada di antara Solar (48) dan DEX (53). Hal ini sedikit memberi gambaran performanya. Semakin tinggi angka cetane, tarikan mesin pun kian enteng.