P. 1
02buku-i-rkp-2012---bab-ii__20110524155612__3161__2-1

02buku-i-rkp-2012---bab-ii__20110524155612__3161__2-1

|Views: 520|Likes:
Published by Johan Safari

More info:

Published by: Johan Safari on Sep 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

Sections

  • 2.1.1. PENCAPAIAN TAHUN 2010 DAN PERKIRAAN TAHUN 2011
  • 2.1.2. MASALAH DAN TANTANGAN POKOK TAHUN 2012
  • 2.2.1. TEMA PEMBANGUNAN
  • 2.2.2. SASARAN PEMBANGUNAN
  • 2.3.1. PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
  • 2.3.2. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN BIDANG, PENGARUSUTAMAAN, DAN LINTAS BIDANG
  • 2.3.3. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN

BAB II TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2012

BAB II TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2012 2.1. KONDISI UMUM 2.1.1. PENCAPAIAN TAHUN 2010 DAN PERKIRAAN TAHUN 2011 Berangkat dari kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 akibat krisis ekonomi dunia 2008-2009, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2010 disusu n dengan Tema PEMULIHAN PEREKONOMIAN NASIONAL DAN PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT. Dengan berbagai langkah yang dilakukan pada tahun 2010, perekonomian dapa t dipulihkan sehingga pertumbuhan ekonomi tahun 2010 mencapai sebesar 6,1 persen, lebih tinggi dari sasaran yang telah ditetapkan sebesar 5,0 persen. Di samping itu tin gkat kesejahteraan rakyat bisa dipelihara. Untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, pertumbuhan ekonomi perlu dipercepat. Oleh karena itu pada tahun RKP 2011 disusun dengan Tema PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DIDUKUNG PEMANTAPAN TATA KELOLA DAN SINERGI PUSAT DAERAH, Dengan berbagai upaya yang dilakukan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 6,4 persen pada tahun 2011. Keberhasilan untuk memulihkan kondisi ekonomi pada tahun 2010 didukung dan sekaligus disertai dengan keberhasilan melaksanakan berbagai kegiatan pembanguna n dalam mendorong pencapaian sasaran dan kemajuan bangsa. Pencapaian dan pelaksana an kegiatan pembangunan tesebut diantaranya digambarkan sebagai berikut. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola. Pelaksanaan reformasi birokrasi dan tata kelola selama tahun 2010 dan 2011 diperkuat dan diperluas. Hasil-hasil penting y ang dicapai, antara lain: (i) Reformasi birokrasi dan penguatan kelembagaannya telah memiliki landasan yan g kuat dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025, yang rujukan pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 20 tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014. Untuk melengkapinya, telah dibentuk perangkat kelembagaan berupa Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional. (ii) Kementerian/Lembaga (K/L) yang melaksanakan reformasi birokrasi terus bertambah, sampai dengan tahun 2010 sudah terdapat 13 K/L, dan pada tahun 2011, diharapkan semakin bertambah dan meningkat kualitas pelaksanaannya. (iii) Dalam upaya membatasi pemekaran wilayah maka telah tersusun rancangan/draft Desain Besar Penataan Daerah sebagai pedoman pengkajian usulan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB). Desain Besar ini mendukung Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah. Selanjutnya, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas

.

915 yang diadukan masyarakat. maka pada tahun 2011 kantor wilayah pada Kementerian Hukum dan HAM difungsikan sebagai law center untuk membantu proses penyusunan peraturan daerah. penerapan manajemen kinerja. (iv) Penyempurnaan kebijakan pengelolaan SDM aparatur yang diarahkan untuk memperkuat integritas dan disiplin PNS. Di samping itu.204 aduan. Terkait dengan penerapan indikator pelayanan umum. Pada tahun 2011 peraturan pelaksanaan Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. (v) Dalam rangka sinkronisasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan. tata ca ra peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik. . Untuk lebih meningkatkan layanan ini. penyempurnaan sistem diklat. diharapkan dapat ditetapkan terutama yang menyangkut penerapan sistem pelayanan terpadu. diharapkan sebanyak 75% dari keseluruhan daerah dapat mengoptimalkan penyerapan DAK sesuai Permendagri tersebut. pada tahun 2010 telah dilaksanakan inventarisasi dan pengkajian peraturan daerah bagi 3000 perda. Atas rekomendasi KY. dan lainnya. Terkait dengan penyempurnaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Untuk tahun 2011. (vii) Peningkatan pengawasan terhadap perilaku hakim dilakukan dengan menindaklanjuti pengaduan masyarakat. MA juga menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pengaduan di lingkungan lembaga peradilan. dan perba ikan tingkat kesejahteraan. telah di fasilitasi penyusunan peraturan daerah di 25 provinsi disertai dengan penghimpunan dan pengkajian bagi 235 perda. manajemen pengadu an. (vi) Untuk lebih meningkatkan pelayanan publik di daerah. maka pada tahun 2011 ditargetkan 10 SPM telah diterapkan oleh daerah. demikian juga Undang-Undang Pemilu Kepala Daerah dan Undang-Undang Desa. dan diharapkan pada tahun 2011 dapat tercapai target kumulati f untuk penetapan SPM selanjutnya sehingga paling tidak mencapai jumlah 15 (lima belas) peraturan menteri. Hal yang sama juga dilakukan Mahk amah Agung (MA) yang telah menindaklanjuti 2. Pada tahun 2011 ini revisi atas Undang-Undang Nomor 32 Tah un 2004 menjadi Undang-Undang Pemerintahan Daerah masih berlanjut. pengembangan sistem informasi dan data kepegawaian. hingga tahun 2010 tela h ditetapkan 13 (tiga belas) peraturan menteri tentang SPM (Standar Pelayanan Mini mum) di sektor terkait.penggunaan dana perimbangan daerah maka dan dilakukan sosialisasi atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011. pada tahun 2010 telah dimulai penyusunan naskah akademis dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah. dan pada tahun 2011 ditargetkan 9000 perda. Pada tahun 2010 Komisi Yudisial menindakla njuti 214 aduan dari 2. yang pada tahun 2011 akan terus dilanjutkan dan ditingkat kan. standar pelayanan publik. (viii) Penyampaian Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) juga meningkat.

500 miliar. pada tahun 2010 KPK telah melakukan penyelidikan terhadap 54 perkara.570 LHKPN ke publik.557 pejabat yang wajib menyampaikan LHKPN sejumlah 118. penuntutan terhadap 55 perkara.dari 144. Terhadap tindak pidana korupsi. Dari koordi nasi dan supervisi terhadap perkara. penyidikan terhadap 62 perkara. . dan eks ekusi terhadap 38 keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.340 telah melaksanakan dan hasilnya telah diumumkannya 114. telah berhasil menyelamatkan potensi kerugian ne gara lebih dari Rp.

30 persen.29 juta penduduk di 191 Kabupaten/Kota diharapkan sudah memiliki e-K TP yang berbasis perekaman sidik jari dan 497 Pemerintah tingkat Kabupaten/Kota tel ah dapat memberikan NIK bagi setiap penduduk di wilayah masing-masing. telah ditetapka n peraturan perundang-undangan tetang penyelenggaraan NIK dan SAK. Penyediaan beasiswa siswa miskin ini sudah dimulai sejak tahun 2005 dan cakupannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Keberhasilan yang dicapai pada tahun 2010: (i) Taraf pendidikan masyarakat meningkat yang ditandai dengan meningkatnya rata rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 7. telah diberikan beasiswa siswa miskin dari jenjang SD/MI. (ii) Kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok status ekonomi telah dapat diturunkan baik pada jenjang SD/MI maupun SMP/MTs. terus berhasil meningkatkan persentase g uru yang telah memenuhi kualifikasi akademik D4/S1 menjadi sebesar 24. D i samping itu. Upaya yang terus dilakukan untuk peningkatan kualifikasi guru dan dosen.8 juta siswa/mahasiswa. telah dilakukan pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. SMP/MTs.23 triliun. hingga akhir tahun 2010. beasiswa miskin disediakan untuk sekitar 6. (iii) Kualitas pendidikan terus mengalami perbaikan yang ditandai dengan meningkatnya rata-rata nilai ujian nasional (UN) dan perolehan berbagai prestasi dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional. pada tahun 2011 anggaran pendidika n sebesar 20 persen dari RAPBN telah mencapai sebesar Rp. 73.2 persen untuk SMK/MAK (2009). 89. sejalan dengan upaya peningka tan daya jangkau dan daya tampung sekolah melalui pembangunan sekolah baru dan penambahan ruang kelas baru. 85.8 persen untuk SMA/MA. Pendidikan. Kesehatan. Pada tahun 2011. Secara nasional.98 triliun yang dial okasikan melalui Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp.(ix) Dalam rangka penetapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK). serta upaya penyelarasan pelembagaan otonomi PT.4 persen untuk SMP/SMPLB/MTs.6 persen untuk SD/SDLB/MI. Pada tahun 2011 sejumlah 67. sampai dengan perguruan tinggi. Sejak tahun 2009. .74 triliun dan Transfer Daerah s ebesar 158. (iv) Kualitas tata kelola pendidikan meningkat dengan dilakukannya berbagai perbaikan manajemen pendidikan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS ). dan 91.7 tahun dan menurunn ya proporsi buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas menjadi 5. 248. SMA/SMK/MA. untuk menjangkau peserta didik yang kurang mampu. dan penyediaan bantuan operasional sekolah (BOS).9 tahun. Status kesehatan dan gizi masyarakat terus menunjukkan kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya umur harapan hidup (UHH) menjadi 70.

Keberhasilan lainnya yang dicapai pada tahun 2010: (i) Membaiknya tingkat gizi masyarakat yang antara lain ditandai oleh menurunnya prevalensi kekurangan gizi menjadi sebesar 17.9 persen. (ii) Membaiknya pelayanan terhadap ibu hamil dan pelayanan KB. antara lain ditunjukkan oleh meningkatnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi menjadi 82.6 persen.2 persen. serta menurunnya prevalensi anak balita yang pendek (stunting) menjadi sebesar 35. meningkatnya cakupan kunjungan kehamilan .

serta (3) penyediaan bea siswa yang direncanakan untuk 4. dan kepulauan.7 juta siswa.4 juta orang. tertinggal. mutu. Selain itu.1 persen untuk meningkatkan perlindungan terhadap risiko finansial akibat masalah kesehatan. kualitas. Keberhasilan dalam menurunkan tingkat kemiskinan di samping diperoleh melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan melalui 3 (tiga) klaster pr ogram penanggulangan kemiskinan.5 12. (iii) Meningkatnya kesehatan anak dilakukan melalui meningkatnya cakupan imunisa si lengkap anak balita menjadi 53.8 persen dan imunisasi campak mencapai 74. (viii) Semakin terjaminnya ketersediaan. (vi) Meningkatnya cakupan jaminan pembiayaan dan asuransi kesehatan menjadi sekitar 59.7 juta. 18 kawasan khusus. dan penyebaran sumber daya manusia kesehata n untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah terutama pada daerah terpencil. tingkat kemiskinan nasional telah dapat diturunkan menjadi 13. Gambar 2. keterjangkauan. (v) Meningkatnya upaya kesehatan preventif terpadu melaui penyediaan akses sumbe r air minum dan sanitasi layak dengan melakukan fasilitasi pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di 144 ibukota kecamatan.15 persen pada tahu n 2009.7 persen dan 86. .31 m3/det di 28 provinsi. dilakukan pula peningkatan kemampuan dan kesadaran masyarakat untuk memelihara derajat kesehatannya secara mandiri melalui penguatan promosi kesehatan dan peningkatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM).9 juta ton bagi 17. Penanggulangan Kemiskinan.5 juta rumah ta ngga sasaran penerima raskin. Hasil yang diperoleh pada tahun 2010 dari Klaster I yang ditujukan untuk mengurangi beban pemenuhan kebutuhan dasar dan untuk memenuhi kebutuhan dasar anggota rumah tangga miskin melalui peningkatan akses pada pelayanan dasar adala h: (1) realisasi penyaluran subsidi Raskin sebesar 2.5 persen pada tahun 2011.33 persen dari 14.472 desa. yang didukung peningkatan sarana/prasarana air baku kapasitas 6.4 persen. termasuk ber as. dan 1. Diharapkan tingkat kemiskinan ini akan dapat diturunkan kembali menjadi 11. (2) pemberian pelayanan Jamkesmas bagi 76. dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).4 persen.1.keempat (cakupan K4) menjadi 61. dan fasilitasi pembangunan sistem pengelolaan air limbah sistem off-site dan on-site di 38 kawasan di 27 kab/kota.000 penduduk. (vii) Meningkatnya jumlah.96 per 1. (iv) Membaiknya upaya pengendalian penyakit menular yang ditunjukkan oleh persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang ditemukan dan yang disembuhkan masing-masing mencapai 74.6 juta dan KB aktif menjadi 33. dan angka penemuan kasus malaria annual parasite index (API) sebesar 1. meningkatnya jumlah peserta KB baru menjadi 8.4 persen. penggunaan serta pengawasan obat dan makanan. perbatasan. dan adanya penyaluran Raskin ke-13 untuk mengurangi beb an pengeluaran rumah tangga miskin akibat kenaikan harga-harga pangan. Sampai dengan tahun 2010.

.

1 ANGKA KEMISKINAN INDONESIA TAHUN 2004-2010 Sumber: BPS.000 RTSM yang tersebar di 11 8 kabupaten/kota pada 25 provinsi. berbagai tahun (diolah) Pada tahun 2011.623 Kecamatan. (ii) PNPM Kelautan dan Perikanan (PNPM-KP) yang ditujukan untuk memberi kan fasilitas bantuan sosial dan akses usaha modal. dan akan terus dilanjutkan sehingga pada tahun 2 011 PNPM Mandiri Inti akan mencakup di 6. Pelaksanaan PNPM Mandiri.3 triliun. pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2010 telah dilaksanakan bagi 772. (iii) PNPM Agribisnis.4 juta orang.1 persen dan juga peningkatan kesehatan RTSM.31 triliun yang berasal dari APBN dan APBD. yaitu Pro gram Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP).GAMBAR 2. juga didukung oleh pelaksanaan PNPM pendukung yaitu diantaranya: (i) PNPM Generasi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas generas i penerus.116. dengan penempatan 30. beasiswa miskin akan diberikan pada 6. Pelaksanaan PKH juga te lah memberikan dampak terhadap peningkatan siswa yang terdaftar pada satuan pendidik an setingkat SMP sebesar 3. serta (iv) PNPM Pariwisata yang baru masuk dalam PN PM Penguatan dengan tujuan mengembangkan kapasitas masyarakat dan memperluas kesempatan berusaha dalam kegiatan kepariwisataan.8 juta siswa baik di sekolah atau perguruan tinggi umum maupun madrasah dan perguruan tinggi Islam. hasil yang dicapai dalam pelaksana n program Klaster II untuk tujuan Pemberdayaan Masyarakat diantaranya adalah sebag ai berikut. Penyediaan Jamkesmas terus disediakan sebagai upaya kuratif dan direnca nakan masih melayani 76. jumlah penerima PKH akan ditingkatkan menjadi 1. Terkait dengan pendidikan. Pada tahun 2010 pelayanan PNPM Mandiri Inti sudah dilaksanakan di 6. Pelaksanaan PNPM telah meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pendapatan rumah tangga hi . Tahun 2011 . Sejalan dengan pelaksanaan program Klaster I. seperti Jamkemas dan beasiswa miskin.000 rumah tangga sanga t miskin (RTSM) di 88 kabupaten/kota pada 20 provinsi dengan kualitas yang semakin meningkat dimana telah terjalin koordinasi antara beberapa program berbasis kelu arga atau rumah tangga.328 Kecamatan di seluruh Indonesia.5 juta rumah tangga sasaran dengan total subsidi beras yang dialokasikan sebesar R p 15. program Raskin direncanakan akan tetap diberikan kepada 17.000 fasilitator sebagai pendamping masyarakat dan didukung dengan penyaluran bantuan langsung masyarakat sebesar Rp 10. Sementara itu.

ngga 19 persen dan konsumsi rumah tangga hingga 5 persen dibandingkan dengan daerah y ang .

akses terhadap kesehatan juga lebih besar 5 per sen dan peningkatan kesempatan kerja yang lebih besar 1.000 bidang.7 pe rsen) dan pertanian (17.tidak mendapat PNPM.2 persen dan proporsi debitur mencapai 61. Pelaksanaan KUR telah memberikan dampak terhadap peningkatan rata-rata aset usaha sebesar Rp 51 juta. restoran.000 per bulan. sepanjang tahun 2010 Pemerintah telah menyalur kan beras melalui Program Raskin sebesar 3. Pada tahun 2011. pemilikan. penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T). . Selain itu.25 persen di lokasi PNPM dibandi ngkan lokasi non PNPM. Sejak tahun 2007 sampai denga n akhir tahun 2010 kredit yang tersalurkan hampir Rp 34. khususnya beras. Selain itu. direncanakan penyaluran KU R mencapai dari Rp 20 triliun. Kondisi harga bahan pangan pada tahun 2 010 cukup fluktuatif dengan kecenderungan yang semakin meningkat yang dipengaruhi ol eh kemunduran musim panen serta permasalahan distribusi dan logistik bahan pangan a ntar waktu dan antar wilayah.15 juta ton beras.42 triliun. dalam rangka meningkatkan akses penguasaan dan pemilikan tanah/lahan bagi masyarakat miskin. KUR juga telah mengatasi pengangguran terselubung bagi debitur dan keluarganya. serta meningkatkan intensitas utilisasi tenaga kerja dan kontribusi pada perekonomian nasional. pendidikan. dana KUR yang disalurkan mencapai Rp 17.1). Penyaluran KUR sebagian besar berada di wilayah Jaw a dengan volume KUR sebesar 50.0 persen. dilakukan pula pena taan penguasaan. aset rumah tangga sebesar R p 12. Sebagian besar KUR diserap oleh sektor perdagangan. dan kesehatan. Keberhasilan pemantapan ketahanan pangan dapat dicapai dalam tahun 2010 yang ditunjukkan oleh peningkatan produksi bahan pahan.52 persen. dan mencakup s ekitar 3. dan keberhasilan ini akan lebih dimantapkan pada tahun 2011 (Tabel 2. Diperkirakan pada tahun 20 11 akan diredistribusikan status pemilikan dan penguasaan sebanyak 181. Dalam rangka menjamin aksesibilitas masyarakat miskin terhadap pangan.4 juta nasabah. Ketahanan Pangan.1 persen).81 juta nasabah dengan tingkat non-performing loan (NPL) mencapai 2. Pada periode tahun 2010. telah dilakukan redistribusi tanah sebanyak 186. Pada tahun 2010. Selain kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan akses pada pelayanan dasar seperti pangan.825 bidang l agi. Hasil yang dicapai dalam pelaksanan Klaster III adalah terlaksananya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM dan koperasi.66 juta dan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 279.23 triliun dengan ju mlah nasabah lebih dari 1.4 juta ton. dan hotel (63. Produks i padi tahun 2010 telah berhasil mencapai 66.

konsumsi kalori penduduk Indonesia meningkat dari rata-rata 1.0 kkal/kapita/hari pada tahun 2010.17 kg/kapita/tahun tahun 2009 menjadi 30. Pada tahun 2011.99 persen dari 30.Pada aspek konsumsi.64 kg/kapita/tahun. konsumsi ikan masyarakat Indon esia diperkirakan akan terus meningkat mencapai 31.927. berdasarkan hasil Susenas. Sementara itu.6 kkal/kapita/hari pada tahun 2009 menj adi sekitar 1.1 pada tahun 2011.4 7 kg/kapita/tahun pada tahun 2010. Skor Pola Pang an Harapan (PPH) ditargetkan akan mencapai skor 88. ketersediaan ik an meningkat sebesar 0. .957.

0 Daging Sapi ribu ton 409 435 Susu ribu ton .4 66.6 18.6 Jagung juta ton 17.4 22.4 70.1 PERKEMBANGAN PRODUKSI PANGAN TAHUN 2009 Bahan Pangan Satuan 2009 2010 Perkiraan 2011 2011 Padi juta ton GKG 64.TABEL 2.

9 persen atau lebih rendah dari tahun 2009 yang mencapai 4.0 persen.48 6.4 persen.7 persen .6 Sumber: BPS. pertumbuhan PDB sektor pertanian meningkat menjadi 3 .82 10.928 Perikanan juta ton 9. pada tahun 2011. Kementerian Pertanian.5 908.35 5.83 12. pertumbuhan ditargetkan sebesar 3. Sementara itu pada kuartal pertama tahun 2011. dan kehutanan tumbuh sekitar 2.26 . Selanjutnya. perikanan.85 Kedelai ribu ton 974.41 -perikanan budidaya juta ton 5. Kementerian Kelautan dan Perikanan.1 1.perikanan tangkap juta ton 5. 2011 Pada tahun 2010 sektor pertanian.

8 juta orang pada tahun 2010 yang akan meningkat menjadi 44. Infrastruktur. Sementara itu.72 ribu ha jaringan rawa. perumahan dan permukiman.. Peningkatan ketahanan pangan tidak terlepas dari keberhasilan dalam membangun infrastruktur irigasi. Pembangunan infrastruktur mencakup pembangunan sarana dan prasarana pengairan dan irigasi. Dari sisi penyerapan tenaga kerja. sektor pertanian. diupayakan pada tahun 2011. 2) mengembalikan fungsi se mula jaringan irigasi melalui rehabilitasi 293. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar N elayan (NTN) pada tahun 2010 masing-masing mencapai 100. perikanan.04 ribu hektar jaringan irigasi. Pada tahun 2011 diperkirakan dapat dicapai peningkatan dan rehabilitasi 226.45 ribu hektar. NT P akan mencapai lebih besar dari 105 dan NTN akan mencapai nilai 107. Selain itu te lah dilakukan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah untuk mengairi lahan seluas 11. serta pertanahan dan penataan ruang dan dimaksudkan untuk menyediakan infrastruktur dasar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seiring dengan semakin kondusifnya sistem perekonomian nasional.5. yang pada tahun 2010 telah berhasil: 1) meningkatkan luas lahan yang dilayani jaringan irigasi yaitu 115 ribu hektar. dan 3 ) meningkatkan/ merehabilitasi jaringan rawa bagi 87. 5 juta orang pada tahun 2011. transportasi. pembangunan 45 embung. dan u ntuk mendukung daya saing sektor riil perekonomian nasional. serta pembangunan 60 embung dan rehabilitasi 33 waduk dan 50 embung. serta rehabilitasi 12 waduk dan 21 embung.98 ribu ha jaringan irigasi dan 149.13 ribu hektar. dan kehutanan mampu menyerap sekitar 42. Hasil-hasil pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk menyediakan infrastruktur dasar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat antara lain sebaga i .79 dan 105. komunik asi dan informatika.

790 km jalan dan 4. pembangunan baru dan lanjutan pelabuhan di 146 lokasi yang tersebar d i seluruh Indonesia.140 km dan jembatan sepanjang 181.7 juta m 3 di 19 lokasi. serta pembangunan kapal penyeberangan perintis 30 unit (baru dan lanjutan). pada tahun 2010 telah diselesaikan preservasi jalan nasio nal sepanjang 43. serta pemasangan sistem National Single Window di pelabuhan T anjung Priok. dan fasili tas bangunan pada 179 bandara. pada tahun 2010 pemerintah telah membangunan 86 Twin Blok (TB) rumah susun sederhana sewa (rusunawa). rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana keamanan penerbangan sebany ak 116 paket. serta pemberian subsidi operasi angkutan udara perintis pada 118 rute .80 km. melanjutkan pembangunan double track Manggarai-Cikarang. Untuk menanggula ngi masalah persampahan telah dilakukan pembangunan 6 TPA Regional untuk melayani 7 . dimulainya pembangunan MRT Jakarta. Sementara itu. terutam a pada wilayah berpenduduk padat. (ii) dilaksanakan pembangunan dan rehabilitasi 492 km sarana/prasarana pengendali banjir dan 26. fasilitas terminal. denga n hasil antara lain: (i) diselesaikannya konstruksi utama Kanal Banjir Timur Jakar ta paket 22-29. pembangunan.540 m jembatan pada jalur lintas utama. Sedangkan dari sisi transportasi udara yang telah dilaksanakan diantarany a adalah: pengembangan 26 bandar udara pada daerah rawan bencana dan daerah perbatasan. serta (iv) pengadaan 2 unit pompa di Kabupaten Madiun untuk penanganan banjir di Sub DAS Ka li Madiun. angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP). penataan lingkungan permukiman kumuh 30 Ha. pembangunan. Unt uk ASDP telah dilaksanakan pembangunan dermaga penyeberangan sebanyak 6 unit (baru dan lanjutan). abrasi dan erosi pantai. serta pengadaan kereta kelas ekonomi (K3). dan pembangunan dermaga danau 36 unit (baru dan lanjutan). angkutan laut.31 m3/det di 28 provinsi. Untuk perkeretaapian telah berhasil dilakukan antara lain: peningkatan jalan rel 1. (iii) perbaikan dan pengaturan Sungai Bengawan Solo Hilir untuk pengamanan Kota Cepu.62 km dan pembangunan jalur KA baru 244. dan angkutan udar a. perkeretaapian.58 km bangunan pengaman pantai.070 m. serta peningkatan kapasita s jalan sepanjang 1. rehabilitasi dan pemeliharaan fasilitas landasan.berikut: Pembangunan pengairan dan irigasi dalam tahun 2010 ditujukan pada pengendalian dan pengurangan dampak kerusakan akibat banjir. Pembangunan infrastruktur transportasi mencakup prasarana jalan. Dalam rangka penyediaan infrastruktur dasar perumahan dan permukiman. wilayah strategis dan pusat-pusat perekonomian.849 . lanjutan pembangunan bandara Medan Baru. capaian pembangunan transportasi laut selama tahun 2010 diantaranya: pengerukan dan pemeliharaan alur pelayaran sebanyak 7. Untuk prasarana jalan. dan peningkatan sarana/prasarana air baku kapasitas 6. rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana navigasi penerbangan sebanyak 31 paket.

serta penanganan drainase perkotaan di 26 kawasan di 26 kab/kota. Terkait dengan pembangunan komunikasi dan informatika. Reuse. kegiatan dititikberatkan untuk memperkuat konektivitas nasional yaitu (1) penuntasan pembangunan jaringan serat optik tersedianya l pelaksanaan ep Information di Indonesia Bagian Timur sebelum tahun 2013 dan (2) maksimalisasi akses komunikasi data dan suara bagi seluruh rakyat tahun 2014. pembangunan infrastruktur persampahan (TPA Sanitary Landfill) di 55 kab/kota.kab/kota. penyediaan prasarana persampahan terpadu 3R (Reduce. Hasi kedua kegiatan tersebut pada tahun 2010 adalah (1) penyelesaian kons and Communication Technology (ICT) Fund yang akan menjadi salah satu . Recycle) d i 49 lokasi.

Pandaan-Malang. pembangunan 58 dermaga penyeberangan (baru dan lanjutan).4% dari target dan Pusat Layanan Intern et Kecamatan (PLIK) di 4. dan di Kalimantan yang telah disiapkan dokumen pra-studi kelayaka nnya. di Sumatera.sumber pembiayaan pembangunan jaringan serat optik (Palapa Ring).75 triliun.360 Km dan jembatan sepanjang 212. serta ruas Batu Ampar-Muka Kuning-Bandara Hang Nadim dan 6 ruas jalan tol dalam kota Jakart a. penyediaan prasarana pengumpulan sampah dan persampahan terpadu 3R di 77 lokasi persampahan terpadu.260 m.748 desa ibukota kecamatan (PLIK) tercapai. dan Pekanbaru-Kandis-Dumai. (3) penyelesaian penyediaan jasa akses telekomunikasi dan internet sehingga target 3 3. sebanyak 5 proyek Pelabuhan. dan Kalimantan yang telah disiapkan dokumen pra-studi kelayakannya. Manado-Bitung. 500. Di sisi pembangunan infrastruktur transportasi yang diperkirakan akan dapat dicapai yait u: preservasi jalan nasional sepanjang 37.12 Km. Pada tahun 2011. terdapat 6 proyek bandara di Jawa. Proyek-proyek tersebut telah mengalami kemajuan antara lain: proyek jal an tol telah mulai dilakukan pembebasan lahan untuk 4 ruas proyek jalan Tol BalikpapanSamarinda. diharapkan dapat dibangun dan direhabilitasi 257 km sarana/prasarana pengendali banjir dan 40. serta peningkatan/pembangunan TPA di 60 kab/kota.186 desa (Desa Berdering) dan 5.0 milyar.269 desa ibukota kecamatan atau 74. Jawa.17 km pengaman pantai. serta peningkatan /pembangunan pelabuhan strategis di 7 lokasi. Selain itu.3% dari target sebagai bagian dari program Universal Service Obligation (USO).490 Km dan pembangunan baru ja lan sepanjang 80 km dan jembatan sepanjang 14. serta 1 proyek yang telah masuk tahap pelelangan yaitu: Tanah Ampo Cruise Terminal. pada tahun 2010 telah digulirkan berbagai proyek dengan perkiraan investasi sebesar Rp. (2) beroperasi nya akses telekomunikasi 27.670 desa atau 83. penataan lingkungan permukiman kumuh 1. peningkatan jalan kereta api sepanjang 126. Karang Asem dengan total investasi sebesar Rp. Dalam rangka pelaksanaan skema kerjasama pemerintah swasta (KPS). peningkatan kapasitas/pelebaran jalan sepanjang 2.000 Ha dan 112 kawasan. Selanjutnya pada tahun 2011 diperkirakan dapat dicapai pembangunan 170 TB rusunawa. serta penanganan drainase perkotaan di 20 kab/kota. 120 .170 m. Sedangkan untuk transportasi udara. terdapat 3 proyek terminal terpadu di Sumatera . Selain itu pencapaian infrastruktu r komunikasi dan informatika di tahun 2011 adalah (1) penetapan ICT Fund dan penyelesaian dokumen lelang proyek Palapa Ring. Bali. serta penyelesa ian bangunan pendukung dan pelengkap Kanal Banjir Timur Jakarta dan Waduk Gonggang d i Magetan Jawa Timur untuk mengurangi dampak banjir di DAS Bengawan Solo. (2) diselesaikannya pembangunan link Mataram-Kupang sebagai bagian dari Palapa Ring yang dibangun oleh PT Telkom. Untuk sektor transportasi darat.

Untuk sektor persampahan dan sanitasi terdapat 12 proyek di Sumatera. Bali dan NTB sedang disiapkan dokumen pra-studi kelayakannya serta 2 p royek di Jawa dalam proses penyiapan pelelangan dengan perkiraan investasi sebesar Rp.dan Jawa yang telah disiapkan dokumen pra-studi kelayakannya. Untuk sektor Air Minum terdapat 13 proyek air minum di Jawa. Bali. Diupayakan kelanjutan penyelesaian proyek monorail Jakarta serta pembangunan kereta api Bandara Soetta yang telah masuk pada tahap transaksi.2 triliun. Sumatera. NTB. 1. sebanyak 5 proyek listrik sedang disiapkan pra-studi kelaya kannya. Pencapaian yang telah dicapai dalam Program Penyelenggaraan Penataan Ruang yang mendukung pembangunan infrastruktur pada Tahun 2010 adalah: (1) telah diselesaik an . Kalimantan dan Sulawesi yang sedang disiapkan doku men pra-studi kelayakannya. Selain itu.

yang pada tahun 2009 masing-masing hanya sebesar Rp 37. Sulawesi dan Kalimantan) serta 5 (lima) RTR KSN (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo (Mebidangro). Kawasan Perbatasan Negara di Kalimantan (Kasaba) dan Denpasar-Badung-GianyarTabanan (Sarbagita)). (2) ditetapkannya 5 RTRWP. pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTB) tahun 2010 mencapai 8. JawaBali. Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar (Mamminasata). dan Japan Credit Ratin g Agency. serta (3) terselesaikannya materi teknis 3 Raperpres RTR Pulau dan 13 Raperpres RTR KSN. saat sebelum krisis ekonomi global.6 triliun dan USD 16. Tingginya kenaikan investasi sebagian ditopang oleh realisa si PMDN dan PMA sektor non migas yang masing-masing mencapai Rp 60. India d an China). Dengan membaiknya iklim investasi. Batam-Bintan-Karimun (BBK). Sumatera.4 persen.5 persen. Rusia. Mamminasata. 170 kabupaten dan 32 kota.3 persen. (2) disetujuinya substansi teknis RTRW yang telah berakhir masa berlakunya oleh BKPRN untuk 17 provinsi. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) juga menaikkan posisi Indonesia ke peringkat 6 dari peringkat 8 tahun 2009. R & I. dan India yang merupakan bagian dari kelompok negara berkembang dan perpengaruh dalam perekonomian global pada kelompok BRIC (Brazil. Rusia. 6 RTRW Kabupaten dan 3 RTRW Kot a yang disusun dengan merujuk pada UU 26/2007 dan PP 26/2008.Rancangan Akhir Perpres 4 (empat) RTR Pulau (Jawa-Bali. 2 Miliar. Kasaba dan Sarbagita. menyebutkan bahwa posisi daya tarik Indonesia meningkat 10 tingkat dari peringkat ke 54 menjadi ke 44 mengungguli Br azil. Kalimantan dan Sulawesi serta Raperpres RTR KSN Mebidangro.8 Miliar.8 Triliun dan USD 10. Laporan World Economic Forum: The Global Competitiveness Report 2010-2011. Kondisi ekonomi global yang membaik di tahun 2010 juga telah mendorong pulihnya ekspor Indonesia yang tumbuh sebesar 35. Upaya untuk memperbaiki iklim investasi dan iklim usaha yang diperlukan untuk mendorong peningkatan investasi terus dilakuka n dan telah memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Iklim Investasi dan Iklim Usaha. Bahkan peringkat sovereign Indonesia kembali meningkat awal tahun 2011 d ari Ba2 ke Ba1 yang berada satu tingkat di bawah investment grade oleh Moody s dan Fit ch. Standard & Poor s. Sasaran PMTB 2011 sebesar 10. Membaiknya iklim investasi dan prospek ekonomi Indonesia juga ditunjukka n dengan meningkatnya peringkat Indonesia pada tahun 2010 dari berbagai lembaga pemeringkat seperti Fitch.5 persen diharapkan dapat dicapai. melebihi pertumbuhan nilai eks por tahun 2008. Moody s. Adapun perkiraan pencapaian Program Penyelenggaraan Penataan Ruang Tahun 2011 dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur dan pelaksanaan MP3EI pada enam koridor antara lain adalah: (1) ditetapkannya Raperpres RTR Pulau Sumatera. Berlanjutnya pemulihan ekonomi g . jauh melampaui tahun 2009 yang hanya mencapai 3. B BK.

lobal tersebut turut memicu sentimen positif di pasar keuangan global. meningkatnya aktivitas produksi dalam neg eri juga mendorong kenaikan impor barang modal serta bahan baku dan penolong. Selain itu. Di sisi lain. . serta menguatnya rupiah di sepanjang tahun 2010 yang menyebabkan bar ang impor relatif lebih murah. meskipun pada s isi lain juga mendorong peningkatan harga komoditas di pasar internasional. Kenaikan harg a komoditas tersebut menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya nilai ekspor Indonesia. im por Indonesia di tahun 2010 meningkat cukup tinggi sebesar 40. terutama untuk komoditas pertanian dan pertambangan.1 persen karena kondis i perekonomian Indonesia yang terus membaik yang disertai dengan menguatnya konsum si masyarakat.

26% 8. Jumlah penganggur berkurang seb anyak 470 ribu.87 juta kesempatan kerja baru. gas bumi 19 persen. Indikasi ini dapat terlihat dari tambahan lap angan kerja formal yang berjumlah 4.36 juta. Bauran energi nasional tahun 2010 menunjukkan perbaikan pangsa minyak bumi menjadi 48 persen. telah menurunkan angka pengangguran terbuka (TPT) dari 7.Pemulihan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang kuat tahun 2010 memungkinkan pertumbuhan lapangan kerja melampaui pertumbuhan angkatan kerja.87 juta.4 juta. Gambar 2.2.59 juta menjadi 8.41 persen di bulan Febr uari 2010 menjadi 6. Sementara itu dari 2. batubara 30 persen. GAMBAR 2.41 juta kesempatan kerja baru. ada kemungkinan dapat tertampung dalam peker jaan yang baik (lapangan kerja formal). yaitu 2.5 juta lulusan SMU dan per guruan tinggi yang baru masuk pasar kerja. BEKERJA. dan angkatan kerja baru bertambah 3.2 ANGKATAN KERJA. panas bumi 1 per .12 juta orang. lulusan SMU dan Perguruan tinggi memperole h pekerjaan terbesar. dan sekitar 3.79 juta merupakan buruh/karyawan baru.46%8.80% 0204060801001201402005Feb-08Feb-09Feb-10Feb-11Juta Orang0% 2% 4% 6% 8% 10% 12% 14% TPT Angkatan KerjaPekerjaPengangguran TerbukaTPT (%) Sumber: BPS Sakerna. sebanyak 3. diolah Energi. Dari 3.5 juta. terdapat peningkatan dalam jumlah or ang yang bekerja. Sektor industri mampu menyerap tambahan pekerja 660 ribu orang dan sektor jasa kemasyarakatan menyerap tenaga k erja 1.1 juta lulusan SMU da n 0. terdiri dari sekitar 2. Pertambahan kesempatan kerja yang lebih besar dari pertambahan angkatan kerja in i. Selama periode Februari 2010 Februari 2011.80 persen di bulan Februari 2011.4 juta lulusan diploma dan universitas.14% 7.41% 6. DAN PENGANGGUR TERBUKA 10. dari 8.

Namun peningkatan produksi minyak bumi dan produksi BBM jumlahnya sangat terbatas. Produksi dan konsumsi berbagai jenis energi di tahun 20 10 dan 2011 cenderung meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tabel 2. baik untuk minyak mentah maupun BBM. produksi gas bumi menunjukkan . Di sisi lain. dan tenaga air 2 persen. sehingga mengakibatkan konsumsi BBM nasional makin tergantung pada impor.2.sen.

yaitu 67 juta ton pada tahun 2010 dan diperkirakan 79 juta ton tahun 201 1. matahari. Pada tahun 2010. dan panas bumi (2 persen).4 persen d an 95.200 MW (tenag a air).3 ribu KL (bio-oil). BBM (25 persen). dengan total kapasitas terpasang 32.perkembangan yang baik dan berpotensi menggantikan peran minyak bumi di masa dep an.5 MW (PLTMH). Produksi batubara juga terus meningkat dan masih lebih banyak ditujukan untuk ek spor.20 persen dan rasio desa terlistr iki 92.5 juta kilo l iter (KL). 450 MW (PLT Biomassa). TABEL 2.2 PRODUKSI/KONSUMSI BEBERAPA JENIS ENERGI (2010 dan Perkiraan Realisasi tahun 2011) Produksi/Konsumsi Berbagai Jenis Energi 2010 2011 Produksi minyak bumi (ribu barel per hari) 954 970 Produksi BBM (juta barel) 235. biomassa. hidro (12 persen). kapasitas ter pasang energi non-fosil pada tahun 2010 mencapai 1.189 MW (panas bumi). pad a tahun 2010.68 juta KL (bio-diesel). Dengan berbagai perkembangan ini. sebagian besar batubara tersebut (sekitar 80 persen) digunakan unt uk pembangkit listrik.7 ribu KL (bio-ethanol). dan 37. bio-ethanol 220. produksi energi berbasis nabati meningkat menjadi 4.3 ribu KL.3 MW (PLTS).1 ribu KL.5 persen.59 persen. 18. 226 . produksi bio-diesel sebesar 4. panas bumi. Di samping itu. Di dalam negeri. 1. Ketahanan energi juga didukung dengan peningkatan produksi dari sumber daya energi terbarukan seperti tenaga air. biofuel da n bahan bakar nabati (BBN). Pada tahun 2011.4 MW (PLTB). terdapat pula peningkatan volume batubara yang digunakan di d alam negeri. Bauran energi primer untuk pembangkitan tenaga listrik adalah batu bara (35 persen). Diperkirakan pada tahun 201 1. kedua rasio tersebut diperkirakan menjadi 70. rasio elektrifikasi nasional mencapai 67.5 . dan bio-oil 37.9 GW. 4. Meskipun demikian. 98. gas (26 persen).

Dalam tahun 20 11. Depok.362 1. yakni Tarakan.3 Konsumsi BBM (juta barel) 419. MW) 1. serta beberapa wilayah distribusi. dan Surabaya. Se ngkang. Sidoarjo.8 Produksi Panas Bumi (PLTP. Palembang. guna mendorong pengembangan pembangunan ketahanan dan kemandirian energi. Dari sisi regulasi.1 435. Bekasi dan Sidoarjo.247. Cepu. termasuk jaringan gas kota di Bontang. dan Jabodetabek. telah disusun berbagai rumusan Peraturan Pemerintah sebagai .209 Produksi gas bumi (setara ribu barel minyak per hari) 1. Banten. yakni Jakarta.189 1. upaya ini dilanjutkan dengan persiapan pembangunan transmisi gas bumi ruas Kalimantan-Jawa Tengah dan Trans-Jawa.387 Produksi batubara (juta ton) 275 327 Sumber: kementerian ESDM Pemanfaatan gas bumi ditingkatkan melalui pembangunan jaringan distribusi gas bumi di beberapa kota.

pelatihan dan pendidikan untuk upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. yang merupakan alternatif mekanisme pendanaan yang disesuaikan den gan peraturan perundangan di Indonesia. berdasarkan analisa citra periode 2006-2009. RPP tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik. Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana. Pada tahun 2010 melalui ICCTF telah mendanai 3 (tiga) kegiatan percontohan (pilot project). sampai dengan akhir bulan Pebruari 2011 jumlah pohon yang telah ditanam adalah sekitar 1.399 m ilyar batang. Sebagai bentuk antisipasi dalam mengatasi perubahan iklim telah dilakukan berbagai upaya perbaikan kerusakan lingkungan yang mengarah kepada upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim glob al. dan PP No. Upaya . 30/2009 Tentang Ketenagalistrikan. Dalam kegiatan penanaman. 55/2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. yang selanjutnya akan dilaksanakan oleh masing-masing sektor terkait. 30/2007 tentang Energi.pelaksanaan UU No. dan (iv) peningkatan penelitian. RPP tenta ng Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara. (ii) konserv asi termasuk penanggulangan illegal logging dan kebakaran hutan. 22/2010 tentang Wilayah Pertambangan. PP No. yaitu (i) pengembangan manajemen la han gambut berkelanjutan. Selanjutnya. Dalam penataan batas kawasan. ilmu pengetahuan dan tekno logi kehutanan. UU No. pengembangan jasa lingkungan dan rehabilitasi hutan dan lahan. pada tahun 2010 telah disusun Rancangan Peraturan Presiden meng enai Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) 2020. di tingkat daerah juga akan disusun Rencana Aksi Daerah (RAD-GRK) dalam kurun waktu 12 bula n sejak RAN-GRK ditanda tangani. PP No. (ii) konservasi energi pada industri baja dan pulp kertas. Sebagai wujud komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 2 6% pada tahun 2020. dan UU No. upaya.582 km. dan (iii) penyadaran publik. Peraturan Pemerintah tersebut antara lain Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Usa ha Penyediaan Tenaga Listrik.86 juta ha. dan diperkirakan akan terus menurun pada tahun berikutnya. Dalam mengembangkan mekanisme pengelolaan pendanaan bagi program perubahan iklim telah dibentuk Indonesia Climate Change T rust Fund (ICCTF). sampai dengan tahun 2010 telah diselesa ikan tata batas kawasan sepanjang 4. (iii) peningkatan fungsi daya dukun g daerah aliran sungai (DAS). 78/2010 tentang Reklamasi dan Pasc a Tambang. upaya lain yang dilakukan adalah peningkatan konservasi dan rehabilitasi sumber daya hutan melalui: (i) penataan batas kawasan. 23/2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Disamping itu. 4/2009 tentang Pertambangan Batubara dan Mineral. PP No.upaya rehabilitasi telah berhasil menurunkan laju deforestasi dan degradasi menjadi se besar 0. Selanjutnya.

serta program langit biru dengan mengembangkan standar dan teknologi emisi dan kebisingan kendaraan. (ii) penataan dan penegakkan hukum lingkungan.rehabilitasi hutan dan lahan ini juga didukung dengan kegiatan lain dalam rangka peningkatan fungsi dan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti pembanguna n hutan kota seluas 1. Untuk i tu pada tahun 2010 telah dilaksanakan berbagai upaya. Upaya pengendalian kerusakan lingkungan dilakukan untuk mempertahankan pelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas daya dukung lingkungan.055 ha. antara lain: (i) pengendalian pencemaran lingkungan dengan perbaikan pelaksanaan Program Kali Bersih (PROKASIH). Program Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). (iii) menurunkan beban pencemaran .

pencapaian lain yang dapat dihasilkan adalah meningkatnya pelayanan data dan informasi meteorologi publik serta peringatan dini cuaca ekst rim dan tersedianya kebijakan teknis dalam penanganan penyediaan informasi gempa bumi da n tsunami. Dalam rangka memelihara ekosistem wilayah pesisir dan laut guna menjaga kelestarian sumber daya ikan dan biota lainnya. arah angin dan kecepatan angin.818 ha pada tahun 2011 . Pada tahun 2011 diperkirakan beban pencemaran lingkungan akan menurun dan tingkat polusi turun dengan didukung oleh pelaksanaa n pengendalian pencemaran air. Pada tahun 2011 kawasan yang dikonservasi diperkirakan sem akin terkelola melalui penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi perairan dan peningkatan pengawasan kawasan konservasi perairan. Arafura and Timor Seas Action (ATSEA). serta terkelolanya Sistem Operasional TEW S yang meliputi antara lain. Dalam hal penanggulangan bencana. Radar Cuaca. antara lain Coral Triangle Initiatives ( CTI). pencapaian yang dapat dihasilkan adalah terkelolanya Sistem Peringatan Dini Cuaca (MEWS) dan Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS) meliputi antara lain. suhu udara.limbah B3 dan pemulihan lahan terkontaminasi limbah. dihasilkan Atlas Nasional Indonesia dengan tema fisik dan lingkungan yang memuat informasi iklim. dan pulau-pulau kecil ant ara lain melalui: (i) pengelolaan kawasan konservasi perairan seluas 13. Sistem Sir ine. dan limbah padat di daerah serta memperkuat pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang lingkungan hidup di daerah. Sistem Sirine. dan terpasangnya Accelerometer. Sistem Komunikasi dan Integrasi. Luasan kebakaran hutan dan lahan mengal ami penurunan dimana rerata luas kawasan hutan yang terbakar pada periode 2005-2009 sebesar 12. kelembaban udara. dan penguatan kelembagaan pengendali . Sensor Seismik. khususnya dalam pengendalian kebakaran hutan telah menunjukkan hasil yang signifikan. dan Penakar Hujan Observasi sebanyak 1000 unit. Dalam pengembangan sistem peringatan dini. pen ingkatan kesiagaan posko dan patrol kebakaran hutan. SuluSulawesi Marine Ecoregion (SSME). (ii) dilaksanakannya pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang pada 16 kabupaten/ko ta di 8 provinsi. serta (iv) peningkatan tata kelola lingkungan yang baik. Disamping itu. dan Man grove For the Future (MFF). Pada tahun 2011.95 juta hekt ar. serta (iii) pengembangan kerja sama antarnegara tetangga dalam pengelolaan ekosistem pesisir dan laut. antisipasi secara dini berdasarkan hotspot. udara. dan Sistem Prosesing. Automatic Rain Gauge (ARG). dan akan terus turun menjadi sebesar 9. Pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dilakukan melalui pembaharuan data sebaran hotspot secara periodik.272 ha. laut. meliputi curah hujan. Automatic Weathe r Station (AWS). terbangunnya Sistem Monitoring CCTV. pada tahun 2010 telah dilakukan rehabilitasi dan konservasi sumber daya pesisir.

(i i) peningkatan kapasitas pemerintah daerah melalui penyusunan rencana kontijensi. Pada tahun 2010 upaya penanggulangan bencana juga diarahkan kepada peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan pelaksanaan tanggap darurat bencana. antara lain melalui: (i) pemenuhan dan pendistribusian logistik dan peralatan kesiapsiagaan di 16 lokasi yang dapat menjangkau daerah-daerah rawan bencana. d an (iii) peningkatan kapasitas Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB). dan (iii) . da n luas kebakaran hutan pun berhasil dikurangi dengan realisasi hanya seluas 1. (ii) fasilitasi penyusunan rencana kontijensi.Jumlah hotspot telah berkurang menjadi 9.kebakaran hutan. Sedan gkan perkiraan pencapaian tahun 2011 antara lain adalah: (i) peningkatan kapasitas penanggulangan bencana.535.29 ha . .765 titik hotspot.

3 KEMAJUAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL INDIKATOR 2010 Perkiraan 2011 PDRB . TABEL 2.000 sebanyak 720 NLP. Terdepan. Selanjutnya. yang secara rinci disajikan dalam Tabel 2. fasil itasi penyusunan rencana kontijensi. Selain itu. antara lain (i) peta resmi tin gkat peringatan tsunami sebanyak 6 Nomor Lembar Peta (NLP) dan peta multirawan bencan a sebanyak 92 NLP. telah tersedia peta dasar dan peta tematik nasional bagi keperluan mitigasi bencana. baru 12 pulau yang dibang un pos pengamanan.000 sebanyak 197 NLP. sampai dengan tahun 2010. serta peningkatan kapasitas dan pelaksanaan tangg ap darurat yang efektif dan efisien. Terluar.3. sampai saat ini t elah terbangun 206 pos pertahanan dari total kebutuhan minimal sebanyak 395 pos pertahanan.000 sebanyak 53 NLP. pemerintah telah memberikan tunjangan khusus bagi prajurit yang bertugas pada batas wilayah negara. dan (vi) Peta Tematik Sumber Daya Alam Dar at Skala 1:25.000 sebanyak 89 NLP. (iii) Peta tematik MCRMP dalam 31 tema skala 1:50. untuk meningkatkan efektivitas pengamanan perbatasan . Pada tahun 2011 diperkirakan akan terus mengalam i peningkatan dalam kapasitas penanggulangan bencana melalui pendidikan dan pelati han teknis penanggulangan bencana. pemenuhan kebutuhan logistik dan peralatan. Sementara itu dari 92 pulau kecil terluar.000 sebanyak 789 NLP. Pembangunan daerah tertinggal telah menunjukkan hasil yang lebih baik khususnya dibidang perekonomi an dan pembangunan manusia.pelaksanaan tanggap darurat yang efektif dan efisien. Dengan demikian. (iv) Peta Tematik Sumber Da ya Alam Darat Skala 1:250. pada tahun 2010 telah terbangun sebanyak 2 pos pertahanan di wilayah Kodam VI/TPR dan 5 pos pertahanan di wilayah Kodam XVII/Cendrawasih. melalui Peraturan Presiden Nomor 49 tahun 2010. (v) Peta Tematik Sumber Daya Alam Darat Skala 1:50. (ii) Peta rupabumi Skala 1:10. Daerah Tertinggal. dan Pasca-Konflik. dalam penegasan batas wilayah negara. dalam penyedi aan peta dasar dan peta tematik. Di samping itu. dan badan baru ini telah memulai kegiatannya khususnya mengkoordinasikan pelaksanaan 3 dokumen pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan. Untuk meningkatkan pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan telah dibentuk Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melalui Peraturan Pres iden Nomor 12 Tahun 2011.

4 persen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 69 69.800 ribu Pertumbuhan PDRB 6. Malaysia (batas darat dan laut). 9. diolah Dalam rangka menyelesaikan masalah perbatasan dengan negara tetangga yang berbatasan langsung. Palau. Pada tahun 2011 Indonesia akan menindaklanjuti hasil 12 perun dingan . Vietnam.377 ribu Rp.4 persen 17. Indonesia telah mengupayakan penyelesaian 12 perundingan de ngan Timor Leste (batas darat). Thailan d dan India (batas ZEE).6 Sumber: BPS (2010).Rp.4 persen Angka Kemiskinan 19.32 persen 6. 9. Singapura (batas lau t wilayah segmen timur). Filipina (batas ZEE dan landas kontinen).

Selain itu. juga dilakukan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan baru di kawasan tersebut. Pulau-pulau Kecil. terdepan.510 unit untuk daerah perbatasan. Perbatasan dan Wilayah Tertent u (WP3WT). upaya-upaya ini tetap dilanjutkan dan dikembangkan di wila yah lain. Pada tahun 2011. Pada bidang pertanahan. yaitu 2 kawasan di Pulau Kalimantan (Provinsi Kaliman tan Barat dan Kalimantan Timur). dan Sulawesi Tenggara). dan Lampung). dan Kalimantan Selatan). Sulawesi Tengah.000 Ha deng an 10. 1 kawasan di Provinsi Maluku. dan 1 kawasan di Provi nsi NTT.950 unit untuk daerah tertinggal dan 2. dan 2 k awasan di Provinsi NTB. 2 kawasan di Provinsi Papua. 8 kawasan pulau Sulawesi (Prov insi Gorontalo. juga dilaksanakan rintisan pembangunan kawasan perk otaan baru dengan skema Kota Terpadu Mandiri (KTM) di daerah perbatasan pada tahun 201 0 di 5 kawasan pada 4 provinsi. (2) Pembuatan Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) di permukiman transmigrasi sebanyak 7. yaitu 5 kawasan di Pulau Sumatera (Provinsi Sumbar. 1 kawasan di Provinsi NTT. yaitu sebanyak 186 SP (Satuan Pekerjaan) dan 1 (satu) paket kegiatan di Badan Pertanahan Nasional berupa inventarisasi pulau terluar. dan terluar melalui pembangunan dan pengembangan kawasan dan masyarakat transmigrasi .yang telah disepakati tersebut. Kegiatan pembangunan dan pengembangan kawasan dan masyarakat transmigrasi mencakup: (1) Penyediaan lahan seluas 48. dan (3) Fas ilitasi perpindahan keluarga transmigran dari daerah asal ke daerah tujuan sebanyak 7. target yang akan dicapai melalui kegiatan WP3WT yaitu 187 SP dan 1 (satu) paket kegiatan di pusat berupa inventarisasi pada 21 pulau terluar. Kalimantan Timur. yang pada tahun 2010 antara lain melalui r intisan pembangunan kawasan perkotaan baru melalui skema Kota Terpadu Mandiri (KTM) di 2 2 kawasan di 15 provinsi.320 Ha lahan yang tela h disertifikasi untuk daerah tertinggal dan penyediaan lahan seluas 32. Dalam upaya pendayagunaan pulau-pulau kecil sebagai usaha menegakkan eksistensi . Sumsel. 3 kawasan di pulau Kalimantan (Provinsi Kalimant an Barat. Salah satu upaya mempercepat pembangunan di daerah tertinggal. Di samping pembangunan fisik. Sulawesi Barat. Pada tahun 2011.000 Ha dengan 16.38 6 KK untuk daerah tertinggal dan 285 KK untuk daerah perbatasan. 2 kawasan di Provinsi Papua.880 Ha lahan yang telah disertifikasi untuk daerah perbatasan. Bang ka dan Belitung. capaian pada tahun 2010 ditunjukkan melalui kegiatan Inventarisasi Wilayah Pesisir.

pada tahun 2010 telah dilakukan pembuatan peta foto dan peta garis pulau-pulau kecil terluar seb anyak 48 NLP (Nomor Lembar Peta).NKRI. dan pembuatan peta perbatasan RI-PNG skala 1:50. dan sarana perika nan di 19 pulau-pulau kecil. termasuk 5 pulau kecil terluar/terdepan. serta penyediaan infrastru ktur berupa sarana air bersih. Pada tahun 2010 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 2.000 sebanyak 37 NLP.253 kapal perikanan. Sejalan dengan itu. seba nyak 183 kapal diindikasi melakukan pelanggaran. jalan setapak. Sedangkan terkait dengan pembangunan data dan informasi spasial. listrik tenaga surya. pemeliharaan Border Sign Post (BSP) batas RI-RDTL seban yak 75 BSP. pada tahun 2010 telah dilakukan identifikasi potensi dan pemetaan pada 20 pulaupulau kecil. dalam rangka menjaga keberlangsungan sumb er daya laut dari berbagai kegiatan yang merusak dan ilegal di sekitar pulau-pulau kecil terluar. . terus dilakukan upaya untuk penanganan illegal fishing dan pelanggaran lainnya.

dan penangkapan tokoh teroris di Klaten. Dalam penanganan kejahatan lintas negara di tingkat internasional terutama terka it dengan isu terorisme. Bidang Politik. Guna mewujudkan hal tersebut. dan edukasi (KIE) a kan pentingnya pembangunan karakter dan jati diri bangsa. serta melestarikan budaya nusantara. Indonesia mengembangkan kegiatan dialog lintas agama sebag ai upaya pro aktif dalam mengedepankan sikap toleransi dan saling memahami antar se sama umat beragama dan antar peradaban. Pada awal 9 Maret 2010. dan Inovasi Teknologi. melalui Perpres Nomor 42 tahun 2010. dan pemanfaatan warisan budaya. Dari sisi pertahanan. membentuk manus ia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Has il ini memberikan harapan semakin kondusifnya keamanan dalam negeri dari ancaman terorisme. informasi. pengembangan. hukum dan Keamanan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Polri dalam mengungkap 35 perkara tindak pida na terorisme pada tahun 2010. terutama untuk produk-produk militer yang secara teknis mampu diproduksi di dalam negeri. Hasil lain adalah: penangkapan kelompok jaringan teroris di Aceh yang pemimpinnya diperkirakan berasal dari luar Aceh. dalam rangka memenuhi pembentukan postur minimum essential force serta terwujudnya kemandirian. penanganan tindakan terorisme yang dilakukan oleh pemerintah menunjukkan hasil yang semakin membaik. penangkapan 12 orang diduga ter oris di Pejaten. masyarakat dan dunia us aha. Pembangunan kebudayaan dilakukan dalam rangka memperkuat jati diri dan karakter bangsa. Jawa Tengah yang diduga sebagai pemasok dana bagi kelompok-kelompok teror di Indonesia. memperkukuh jiwa persatuan dan kesatua n bangsa. Menteng dan Bekasi yang diperkirakan terkait dengan kelompok teroris di Aceh. Polri berhasil menewaskan tokoh penting terorisme internasional. Berbagai upaya untuk meneguhkan jat i diri dan karakter bangsa telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan yang ditan dai antara lain oleh semakin meningkatnya komunikasi. Dari sisi Keamanan. pemerintah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan . sementara pada tahun 2009 hanya 10 perkara. Kemajuan tersebut terutama didukung oleh semakin meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap keragaman seni dan budaya. upaya memantapkan karakter dan jatidiri bangsa terus dilanjutkan dan ditingkatka n yang didukung oleh kerjasama dan kemitraan antara pemerintah. Pada tahun 20 11. Kreativitas. Untuk melembagakan penanganan penanggulangan terorisme telah dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme melalui Peraturan Presiden Nomor 46 tahun 2010. pelindungan.Kebudayaan. peningkatan peran industri pertah anan dalam negeri sangat dibutuhkan.

diselesaikannya Master Plan Industri Pertahanan dan Road Map menuju revit alisasi industri pertahanan dalam negeri. Upaya tersebut. Di samping itu. Dalam rangka penegakan hukum dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Bandung. Mahkamah Agung telah membentuk pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Jak arta Pusat. .(KKIP) sebagai institusi yang merumuskan kebijakan pembelian Alutsista TNI dan A lut Polri. didukung dengan mengoptimalkan hasil penelitian dan pengembangan alutsista TNI yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertahanan. telah dilaksanakan pening katan kompetensi hakim-hakim Tipikor dengan dihasilkannya hakim Tipikor bersertifikat sebanyak 238 orang (terdiri dari hakim karir dan ad-hoc mulai dari tingkat perta ma sampai dengan tingkat kasasi). Capaian ini masih harus ditingkatkan sesuai amana t UU No. Semarang dan Surabaya.

mengurangi hambatan perdagangan.95%).07%) dari yang ditargetkan dan telah dilanjutkan ke tingkat penuntutan sebanyak 48 perkara (33. kasus yang terbanyak adalah terkait sengketa laha n. Kejaksaan Republik Indonesia telah memfasilitasi permintaan Mutual Legal Assistance in Cri minal Matters (MLA) baik permintaan dari Indonesia ke negara lain. dan hak atas kesejahteraan. Di tahun selanjutnya. Industri pengolahan non migas telah menunjukkan perbaikan kinerja sejak triwulan ke-empat tahun 2009. Indonesia sudah mampu menunjukkan peran serta dan aktif dalam berbagai diplomasi perdagangan internasional yang merupakan upaya untuk meningkatkan akses pasar da n citra produk. Dari sisi ketenagakerjaan. Peningkatan pertumbuhan kinerja ini ditunjang oleh daya beli masyarakat yang terjaga serta termanfaatkannya peluang pasar di luar negeri. serta menyelesaikan berbagai permasalahan perdagangan seperti anti dumping dan safeguard. penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah (PHPU Kada) yang ditangani pada tahun 2010 adal ah sebanyak 224 perkara. Kejaksaan negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri telah mencapai peningkatan kinerja penyidikan Tindak Pidana Korupsi sampai dengan 2. pada tahun 2010 pengaduan yang masuk ke Komnas HAM adalah sebanyak 6. tumbuhnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap konstitusi akan membawa konsekuensi peningkatan penanganan perkara peraturan perundang-undangan (PUU) dan Sengketa Kewenangan Lembaga Negara (SKLN) akan meningkat. perluasan kesempatan kerja seluas-luasnya adalah sala h satu upaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja agar tingkat pengangguran terus .31 5 perkara (125. Dalam rangka penegakan hukum yang terkait dengan kewenangan Mahkamah Konstitusi berdasarkan UUD 1945. Terkait dengan upaya diseminasi HAM telah dilaksanakan penyebar luasan informasi HAM. Sebagaimana mandat Komnas HAM untuk menangani pengaduan dalam pelaksanaan HAM di Indonesia. dan ketenagakerjaan.10%). Prioritas lain dibidang ekonomi terutama terkait dengan persoalan ketenagakerjaa n.437 berkas pengaduan dengan klasifikasi hak yang paling banyak diadukan adalah terkait hak memperoleh keadilan. Untuk di tingkat Kejaksaan Agung RI.47%) dan dilakukan penuntutan sebanyak 715 perkara (92. Bidang Ekonomi. maupun sebaliknya. di tingkat Kejaksaan mencakup Kejaksaan Tinggi.Pada penanganan tindak pidana korupsi pada tahun 2010. Dalam rangka kerjasama pengembalian aset dan kerjasama penanganan kasus pidana. Sed angkan berdasarkan klasifikasi kasus. Dalam menghadapi perekonomian dunia yang makin terbuka dan terintegrasi. jumlah penyidikan perkara tindak pidana korupsi yang telah ditangani adalah sebanyak 148 perkara (102. Penanganan pengaduan masyarakat yang berindikasi pelanggaran HAM terus dilaksanakan.

diharapkan pendapatan akan meningkat dan tingkat kemiskinan akan menurun.43 juta (66. pada bu lan Agustus 2010 terdapat 108. Dalam rangka pelayanan kepada pekerja migran (TKI).9 3 persen) adalah tenaga kerja di sektor informal.34 juta kesempatan kerja.menurun. Selama bulan Agustus 2009 sampai dengan Agustus 2010 telah dapat diciptakan 3. Dengan memperoleh pekerjaan. pada tahun 2010 telah . Dengan demikian. Penyerapan tenaga kerja di sekto r informal yang meningkat ini memberikan kelangsungan pendapatan bagi masyarakat di sekitar garis kemiskinan. dimana sebanyak 72.21 juta tenaga kerja.

Hasilnya adalah meningkatnya penerimaan devisa dari kunjungan wisman pada tahun 2010 mencapai USD 7. tiga bank siap menyalurkan KUR TKI yaitu Bank R akyat Indonesia (BRI).00 0 orang. dan direpatriasi. SIM TKI ini nantinya akan mengintegrasikan sistem informasi di 13 K/L. Bank Mandiri.1 juta orang dengan perkiraan devisa sekitar USD 7. 4. penguata n 24 Citizen Service di luar negeri. Bidang Kesejahteraan Rakyat. TABEL 2.2 miliar. Pemerintah juga telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat bagi TKI (KUR TKI). Selanjutnya.63 persen dari penerimaan devisa tahun 2009 yang sebesar USD 6. Sementara itu. Tujuan penyaluran KUR TKI adalah membantu TKI untuk membiayai proses penempatan bekerja di luar negeri. terkait dengan pemulangan TKI be rmasalah. Pad a tahun 2011. Perkembangan pembangunan kepariwisataan menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) telah merintis pembentukan pu sat layanan 24 jam (hotline service/crisis center) sebagai pusat penerimaan pengadua n dan fasilitasi penyelesaian masalah. pada tahun 2010 telah disusun grand design pelayanan dan perlindungan WNI/BHI di luar negeri. dan pelaksanaan repatriasi terhadap 6500 WNI di luar negeri. Pada tahun 2011 akan tetap d ilakukan penguatan terhadap 26 citizen services.terbangun infrastruktur dan aplikasi sistem informasi layanan pekerja migran/TKI (SIM TKI). dan Bank Negara Indonesia (BNI). diselesaikan masalahnya.3 mily ar.4 PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN URAIAN 2009 2010 . Secara rinci ditunjukkan dalam Tabel 2. Pada akhir tahun 2010. dan sebanyak 6928 orang WNI bermasalah telah dib erikan bantuan. ditargetkan 3 K/L telah terhubungan dengan SIM TKI dan juga diintegrasikan dengan layanan kependudukan (NIK) di tiga kabupaten/kota sebagai uji coba.6 milyar atau mening kat sebesar 20. Pada tahun 2011 diperkirakan kunjungan wisman mencapai 7. tahun 2011 akan dipulangkan WNI/TKI overstayer yang jumlahnya diperkirakan 20. sehingga TKI akan terhindar dari jeratan utan g rentenir. Dalam perlindungan dan pelayanan WNI/BHI di luar negeri.

Perkiraan penerimaan devisa (miliar US $) 6.Rata-rata pengeluaran per hari (US $) .32 995.Total pengeluaran (triliun rp) 229.6 Wisatawan Nusantara (wisnus) .Rata-rata pengeluaran per kunjungan (US $) .91 234.00 1.Jumlah (juta orang) .75 8.93 7.37 150.Wisatawan Mancanegara (wisman) .57 6.49 Sumber: BPS per 1 Februari 2011 .73 137.01 7.Jumlah perjalanan (juta perjalanan) .3 7.04 135.69 129.085.Rata-rata lama tinggal (hari) .

Gerakan pramuka te lah .Dari sisi Pemuda dan Olahraga. pembangunan kepemudaan dan keolahragaan selama tahun 2010 telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Dalam kehidupan beragama telah terjadi perkembangan yang makin baik dengan meningkatnya intensitas kegiatan beragama dan semangat kerjasama lintas agama ya ng difasilitasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang hingga tahun 2010 telah terbentuk di semua provinsi dan di sebagian besar kabupaten/kota. namun masih banyak permasalah an yang harus dipecahkan dalam pembangunan agar berbagai sasaran yang telah ditetap kan . Pembangunan perlindungan anak telah berhasil menurunkan persentasi pekerja anak usia 10-14 tahun. 2. Sementara itu. dan (3) keikutsertaan dalam berbagai event olahra ga internasional dan regional. kegiatan pelayanan ibadah haji telah memperoleh sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001-2008 yang menunjukkan semakin profesionalnya manajemen penyelenggaraan ibadah haji. (3) pemberdayaan organisasi kepemudaan. Selain itu partisipasi dan per an aktif pemuda. yang pada tahun 2009 telah mencapai 0.1. antara lain: (1) pelatihan kepemimpinan. BPS). MASALAH DAN TANTANGAN POKOK TAHUN 2012 Meskipun berbagai kemajuan pembangunan telah dicapai pada tahun 2010 dan diperkirakan akan lebih baik lagi pada tahun 2011. Pada tahun 2011 diperkirakan partisipasi dan peran a ktif pemuda serta budaya dan prestasi olahraga semakin meningkat. 12 Tahun 2010. regional.635 pada tahun yang sama (2010. dan (4) peningkatan kapasitas dan wawasan pemuda. dan pada tahun 2010 telah tersusun RUU tentang sistem peradila n anak yang berbasis restorative justice. BPS). yang ditunjukkan melalui peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG). (2) pengembangan kreativita s dan kualitas pemuda. kepeloporan.2. Perkembangan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan telah berhasil meningkatkan akses yang memadai serta adil dan setara bagi laki-laki dan perempu an. Sementara itu prestasi olahraga semakin membaik ya ng ditandai dengan meningkatnya peringkat Indonesia pada kejuaraan Asian Games dari peringkat 22 pada tahun 2006 menjadi peringkat 15 pada tahun 2010. nasional serta pelatih dan manta n atlet yang berprestasi. dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG ) yang telah mencapai 0. dan kewirausahaan pemuda.668 (2010. Budaya dan pr estasi olahraga juga terus ditingkatkan melalui : (1) pemberian penghargaan kepada atle t yang berprestasi di tingkat internasional.disahkan melalui Undang-Undang No. (2) pelaksanaan berbagai event olahraga untuk menggairahkan semanga t dan budaya olahraga di masyarakat. terus ditingkatkan melalui beberapa kegiatan.

Oleh sebab itu. pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan merupakan sua tu tantangan yang harus dapat dicarikan jalan keluarnya. demokratis dan berkeadilan.dalam RPJM 2010-2014 yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat dapat dicapai. Pertumbuhan ekonomi yang sudah dicapai terus meningkat dan cukup tinggi. Pemerataaan manfaat dari pertumbuhan ekonomi bagi seluruh masyarakat masih harus ditingkatkan. upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkesinambungan saja tidak . Dalam mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Namun demikian penyumbang dari pertumbuhan ekonomi masih terpusat pada sektor-sektor dan wilayah-wilayah terten tu. Kemajuan perekonomian memang sudah sangat baik.

netralitas. sumber daya manusia apa ratur. belum ditetapkannya Desain Besar Penataan Daerah (Desertada). Beberapa permasalahan dan tantangan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Terkait dengan Data Kependudukan. Tantangan dan permasalahan yang harus diselesaikan terkait dengan kelembagaan. Tantangan di tahun 2012 adalah menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut. masih banyak ditemukan peraturan daerah yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya. Tantangan pada tahu n 2012 adalah: meraih kepercayaan masyarakat bahwa birokrasi telah berubah. kompetensi. regulasi. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola. Berbagai permasalahan yang ada juga harus dapat diselesaikan. penegakan hukum dan data kependudukan. memban gun mental melayani. maupun upaya pembatasan perkara sehingga kasus ringan dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan biayanya ringan . Ketersediaan anggaran yang belum memadai untuk memenuhi kebutuhan di lapangan. . membuka potensi praktek korupsi oleh oknum-oknum penegak hukum. selain itu adanya masalah belum optimalnya pengguna an dana perimbangan dalam mendukung investasi pemerintah daerah dan pembangunan daerah. serta pemberian penghargaan belum dilaksanakan atas dasar kompetensi dan kinerja. Permasalahan utama dalam Kelembagaan menyangkut struktur yaitu masih banyak instansi pemerintah yang struktur organisasi dan tatalaksananya belum sepenuhnya mendukung tupoksi sehingga berdampak pada rendahnya kinerja. permasalahan utama aalah meningkatkan integritas. mutasi dan promosi. sehingga timbul opin i bahwa keadilan berpihak pada yang kuat. memperluas reformasi birokrasi untuk berjalannya tata kelola pemerintahan yang baik. Dalam penataan otonomi daerah permasalahan yang dihadapi adalah masih terdapat usulan pembentukan daerah otonom baru (DOB). kesejahteraan dan profesionalisme. Sedangkan tantangan utama yang dihadapi adalah perlunya daerah meningkat kan kapasitas daerahnya masing-masing dan menurunkan keinginan (berbagai pihak) untu k pemekaran daerah. Pada aspek penegakan hukum. otonomi daerah. Tantangannya adalah melakukan percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan di tingkat pusat dan daerah serta peningkatan kemampuan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam menyusun peraturan daerah. Tantangannya adalah membangun kembali mekanisme penyelesaian perkara melalui mediasi. meningkatkan kompetensi dan integritas aparatur. rekru itmen. Terkait dengan SDM aparatur. Dalam hal regulasi. tantangan yang dihadapi semakin berat dan komplek s akibat dinamika perubahan yang cepat. permasalahan utama adalah: masih banyaknya daerah yang belum menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). dan banyak yang tidak kondusif b agi investasi. sinergi pusat dan daerah. Di samping itu. permasalahan yang masih dirasakan menyangkut pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.cukup. Dalam rangka pencapaian terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

serta NIK yang diterbitkan tidak mencerminkan data yang faktual. KTP palsu. Tantangan yang dihadapi tahun 2012 adalah menyediakan data kependudukan yang akurat dan up to date melalui pengembangan SIAK secara sistem online.masih adanya penduduk dengan KTP ganda. penerapkan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang dilengkapi biometrik (perekaman sidik jari) dan chip bagi 100. NIK ganda.51 juta jiwa .

(iii) meningkatkan kesiapan anak bersekolah. (iv) memantapkan alokasi dan mekanisme penyaluran dana yang efisien. dan (vii) meningkatkan kualit as pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. ( iv) meningkatkan ketersediaan buku mata pelajaran. (vi) meningkatkan kualitas. (ii) melakukan penyeralasan dalam penerapan otonomi perguruan tinggi. (ii) meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme guru . termasuk akses terhadap pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. tatakelola. (v) terbatas nya kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Selanjutnya. karakter. serta pembiayaan pendidikan yang berkeadilan. dan akuntabel. Kesehatan. (vi) belum efektifnya manajemen dan ta takelola pendidikan. relevan. relevansi. (ii) meningka tkan tingkat keberaksaraan. (ii) masih terbatasnya kesempatan memperoleh pendidi kan. serta sarana dan prasarana. (iii) rendahnya kualitas.penduduk wajib KTP di 497 kabupaten/kota untuk mengeliminasi KTP ganda dan KTP palsu. (iii) mempercepat penuntasan rehabilitasi gedung sekolah dan ruang kelas yang rusak. (v) meningkatkan ketersediaan dan kualitas laboratorium dan perpustakaan. Lebih jauh. (iv) meningk atkan kemampuan kognitif. terjangkau. upaya akses dan kualitas pendidikan masih menyisakan tantangan sebagai berikut: (i) meningkatkan pemerataan akses terhadap pendidikan semua jen jang. tatakelola. dan masih rendahnya daya saing pendidikan. Upaya untuk mewujudkan peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. (iv) masih rendahnya profesionalisme guru dan belum meratanya distribusi guru. kemandirian. (v) meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan menengah. Berbagai permasalahan dan tantangan juga masih harus dihadapi dalam bidang kesehatan. dan (vi) meningkatkan pemanfaatan teknol ogi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Beberapa permasalahan ke depan yang memerlukan perhatian di bi dang . Pendidikan. dan (vii) belum terwujudnya pembiayaan pendidikan yang berkeadilan. dan kapasitas lembaga penyelenggara pendidik an. relevansi dan daya sa ing pendidikan tinggi termasuk kualitas penelitiannya. pembangunan pendidikan masih menyisakan tantangan antara lain: (i) meningkatkan manajemen. Untuk mewujudkan manajemen. (iii) meningkatkan kemitraan publik dan swasta. dan (v) menyelenggarakan pendidikan dasar bermutu yang terjangkau bagi semua. pembangunan bidang pendidikan masih menyisakan tantangan dalam hal : (i) meningkatkan pemera taan distribusi guru. dan soft-skill lulusan. keluhuran budi pekerti dan karakt er bangsa yang kuat masih menghadapi permasalahan sebagai berikut: (i) belum optimalnya pendidikan karakter bangsa. efektif. terkait masalah ketenagaan.

kesehatan, antara lain: (i) masih rendahnya status kesehatan ibu dan anak teruta ma pada pelayanan persalinan dan cakupan imunisasi; (ii) masih rendah dan tidak signifik annya kenaikan pemakaian kontrasepsi; (iii) masih rendahnya status gizi masyarakat; (i v) belum optimalnya upaya pengendalian penyakit yang ditandai dengan tingginya angka kesa kitan dan kematian akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular; serta masih ren dahnya kualitas kesehatan lingkungan; (v) masih terbatasnya jumlah, distribusi dan kual itas tenaga kesehatan, terutama di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan; (vi) masih terbatasnya ketersediaan obat serta belum optimalnya pengawasan obat dan makanan ; yang ditandai dengan belum optimalnya penyelenggaraan pelayanan kefarmasian yang berkualitas; (vii) masih terbatasnya pembiayaan kesehatan untuk memberikan jamin an perlindungan kesehatan masyarakat, terutama bagi penduduk miskin dan pekerja sek tor

informal; (viii) belum optimalnya upaya pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan; (ix) masih rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan ke sehatan yang berkualitas; (x) masih lebarnya kesenjangan status kesehatan dan gizi masya rakat antarwilayah dan antartingkat sosial ekonomi; (xi) belum efektifnya manajemen pembangunan kesehatan, termasuk dalam pengelolaan administrasi, hukum, dan penelitian pengembangan kesehatan; serta (xii) masih rendahnya akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi, persampahan, dan drainase. Kesemuanya ini merup akan tantangan dalam tahun 2012 untuk dapat diatasi. Penanggulangan Kemiskinan. Walaupun angka dan tingkat kemiskinan cenderung menurun, masih banyak permasalahan dan tanntangan yang harus dihadapi untuk mempercepat turunnya tingkat kemiskinan pada tahun 2012. Masih banyak jumlah penduduk miskin yang masuk kedalam kategori hampir miskin dan kelompok ini sanga t rentan terhadap terjadinya gejolak sosial ekonomi serta bencana alam. Berdasarka n hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2008 (data mikro kemiskinan), terjadi peningkatan persentase rumah tangga yang hampir miskin dari 36,5 persen pada tahun 2005 menjadi 43,8 persen pada tahun 2008. Diperkirakan, kecenderungan ini akan terus berlanjut pada tahun 2012. Untuk itu, perlu upaya-upaya peningkatan keseja hteraan mereka yang dapat menahan agar mereka tidak kembali jatuh ke bawah garis kemiski nan. Di lain pihak, tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan tahun 2012 adalah ketepatan sasaran dari program-progr am tersebut. Dengan demikian, memastikan data kemiskinan yang sudah dimutakhirkan melalui PPLS tahun 2011 untuk digunakan oleh semua program penanggulangan kemiskinan menjadi hal yang penting untuk dilaksanakan. Masalah dan tantangan lainnya adalah program-program penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan saat ini belum optimal dalam memberikan kesempatan kerja yang permanen bagi masyarakat miskin, sehingga belum bisa memberikan lompa tan yang signifikan bagi masyarakat miskin untuk keluar dari garis kemiskinan. Sebag ai contoh, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mampu menciptakan 4,8 juta lapangan kerja pada tahun 2010 namun sebagian besar merupak an pekerjaan sementara. Demikian juga dengan penyaluran kredit untuk rakyat (KUR), yang pada awalnya diharapkan dapat menyerap 5 juta tenaga kerja, akan tetapi kesempat an kerja per tahun yang diciptakan masih kurang dari 400.000 orang. Kebanyakan tena ga kerja adalah tenaga kerja di sektor informal yang hanya bisa memberikan kekuatan bagi masyarakat miskin untuk bertahan hidup tetapi belum dapat meningkatkan kesejahte raan mereka. Oleh sebab itu, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengaitkan kebi jakan makro ekonomi baik yang bersifat mendorong pertumbuhan ekonomi maupun untuk menjaga stabilitas harga di daerah dan secara nasional dapat lebih menggerakkan

sektor riil dan berdampak pada penambahan kesempatan kerja bagi masyarakat miskin secar a permanen dan layak. Terjadinya perubahan iklim juga masih menjadi tantangan yang dihadapi dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Kegagalan panen oleh petani akibat banjir dan t idak melautnya nelayan akibat cuaca buruk masih akan menjadi pemicu tingginya angka kemiskinan di tahun 2012. Untuk itu, upaya mitigasi dan adaptasi terhadap becana alam harus menjadi perhatian masing-masing daerah. Selain itu, masyarakat miskin di perdesaan yang sebagian besar adalah petani semakin termarjinalkan akibat adanya alih fungsi lahan pertanian. Pada tahun 2010, data BPS menunjukkan bahwa 56,5 persen dari

Terkait dengan upaya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Meskipun secara umum terjadi peningkatan dalam produksi . Papuar Barat. Dalam kaitannya dengan hal ini. perbaikan akses penguasaan pemilikan. serta keterbatasan jumlah dan kapasitas sumber d aya manusia. Tantangan lain yang juga akan dihadapi adalah masih kurang efektifnya penyelenggaraan bantuan sosial. program dan kegiatan di daerah agar dapat menyelesaikan permasalahan kemiskinan. dan NTT untuk mengurangi kesenjangan yang ada. terutama agar dapat memberikan akses yang lebih luas dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin perkotaan. efekt ivitas pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan baik program pusat maupun daerah masih akan terkendala oleh berbagai permasalahan sinkronisasi dan koordinasi pro gram serta kegiatan dan juga penganggarannya. Berbagai karakteristik daerah telah menyumbang pada bervariasinya tingkat kemiskinan antar daerah. Selain itu. Hal ini juga perlu didukung dengan upaya peningkatan kapas itas pemerintah daerah dalam rangka menyusun rencana dan anggaran agar lebih berpihak pada masyarakat miskin karena salah satu tantangan yang dihadapi pula adalah meningkatkan ketepatan kebijakan. perlu a danya penajaman upaya-upaya penurunan kemiskinan di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. belum optimalnya lem baga pelaksanaan program-program jaminan sosial terutama untuk menjaga agar masyaraka t miskin atau hampir miskin tidak semakin parah kondisi sosial ekonominya. Selain itu. seperti untuk Papua.5 ha. penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) terutama bagi masyarakat yang memiliki tanah pertanian kurang dari 0. Kecenderungan alih lahan pertanian ini diperkirakan akan tetap terjadi di tahun 2012.rumah tangga pertanian memiliki lahan kurang dari 0. Diperkirakan wilayah Indonesia bagian timur masih memiliki tingkat kemiskinan le bih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia Barat. seperti tenaga lapangan yang terdidik. bahkan berdasarkan Sak ernas 2008 tercatat bahwa 52 persen angkatan kerja di sektor pertanian tidak memiliki lahan sendiri. Ketimpangan kemiskinan antar daerah juga masih akan terjadi pada tahun 2012.5 ha masih perlu dilakuka n. Masyarakat miskin semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka secara layak karena kurangnya akses terhadap pelayanan da sar sehingga tidak memungkinkan mereka untuk mengembangkan kehidupan mereka secara layak. Kegiatan yang bersifat affirmative/keberpihakan pada masyarakat miskin pe rkotaan menjadi hal penting yang harus diperhatikan dan bahkan diperluas cakupannya pada tahun 2012. Semakin termarjinalkannya masyarakat miskin di perkotaan juga menjadi tantangan yang akan dihadapi tahun 2012. terlatih dan memiliki kemampuan dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial. Ketahanan Pangan.

pengembangan kawasan. Pemanfaatan lahan kering masih terkendala oleh keters ediaan air irigasi. Terkait dengan aspek lahan. air. ketersediaan dan kualitas sumberdaya alam (lahan. dan tata ruang. Sedangkan. pangan dan gizi. infrastruktur. Tantangan pembangunan ketahanan pangan terutama terkait dengan aspek lahan.pangan. pemanfaatan lahan terlantar masih belum dapat secara efe ktif . Alih fungsi lahan pertanian pangan ke penggunaan lain masih terus terjadi dan be lum terkendalikan dengan baik. penelitian dan pengembangan. investasi dan pembiayaan. dan kelautan) semakin menghadapi tekan an. namun berbagai permasalahan harus diselesaikan dalam tahun 2012 terkait dengan upaya peningkatan ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian. serta adanya perubahan iklim.

penyediaan sara na dan prasarana perhubungan dan logistik masih memerlukan pembenahan guna mendukung distribusi bahan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. dukungan infrastruktur pertanian. Terkait dengan pangan dan gizi. aspek sarana dan prasarana pertanian dan perdesaan. dan kehutanan tetap memerlukan keberpihaka n investasi dan pembiayaan publik. Mutu produksi pangan. permasalahan deforestasi. Cakupan penyuluhan serta kualitas peny uluh pertanian dan perikanan juga tetap akan menjadi tantangan berat pencapaian ketah anan pangan ke depan.dilakukan. produktivitas. Pembangunan sarana dan prasarana pertanian juga masih sangat diperlukan untuk mendukung pemanfaatan lahan kering dan lahan terlantar. perikanan. Tata ruang har us terus diefektifkan sebagai bentuk nyata dukungan sumberdaya alam terhadap pemanfaatan dan perlindungan lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional. perikanan. akan menyebabk an penurunan kualitas lahan dan penurunan dukungan ketersediaan air. perikanan. Aspek lain yang penting peranannya yaitu penelitian dan pengembangan pertanian terutama dalam upaya peningkatan produksi. penataan kembali kawasan tambak serta perbaikan sarana prasarana perikanan tangkap penting untuk dilakukan. degradasi lahan. ketersediaan dan keterjangkauan input produksi dan sarana perlu dijamin agar peningkatan produksi pangan dapat terus berkelanjutan. serta subsidi pangan dan pertanian. Selain itu jaringa n irigasi yang ada masih belum berfungsi secara optimal sehingga memerlukan upaya peningka tan dan rehabilitasi terutama di sentra produksi pangan dan daerah-daerah irigasi be sar. pertanian. Selain itu. Selanjutnya. Skema mekanisme investasi . Selain itu. pembiayaan pertanian dan perikanan masih perlu pembenahan dan pengembangan agar dapat dijangkau oleh masyarakat. sarana dan prasarana pertanian dan perdesaan belum sepenuhnya mampu melayani seluruh wilayah produsen pangan. terutama melalui subsidi pemerintah. pembiayaan. Sela in kerusakan yang memerlukan pemeliharaan dan rehabilitasi. Keberpi hakan pemerintah terhadap perbaikan sistem distribusi bahan pangan antar waktu dan ant ar wilayah (connectivity) sangat diperlukan. mutu. dan nilai tambah komoditas bahan pangan. penyediaan induk dan benih unggul varietas bernilai tinggi juga masih memerlukan dukungan penuh dari hasil inovasi penelitian dan pengembangan pertanian. Di sub sektor perikanan. Terkait dengan aspek investasi. Lebih lanjut. Selain itu. dan kehutanan masih perlu ditingkatkan. baik untuk memenuhi tuntutan konsumsi dalam negeri maupun standar perdagangan internasional. penduduk dan daerah yang rentan terhadap rawan . ketersediaan dan keterjangkauan i nput dan sarana produksi pertanian. dan kehutana n selama ini masih memerlukan upaya keras untuk ditingkatkan.

baik dalam persentase maupun jumlahnya. Di samping itu.pangan masih relatif tinggi. Jaminan terhadap peningkatan prod uksi bahan pangan harus tetap menjadi prioritas pembangunan. masih terjadi kasus kekurangan gizi pada anak balita yang diukur dengan prevalen si anak balita gizi kurang dan gizi buruk yang merupakan indikator kelaparan dan terkait erat dengan kondisi kerawanan pangan di masyarakat. Ketidakpastian dan kecenderungan kenaikan harga pangan juga menuntut pemerintah untuk terus melakuk an langkah-langkah stabilisasi harga pangan dalam negeri. produksi dalam negeri dituntut untuk mampu menyediakan seluruh kebutuhan konsumsi pangan masyarakat. termasuk untuk mengantisipasi peningkatan pertumbuhan dan kualitas permintaan masyarakat terhad ap bahan pangan. Dalam aspek ini. upaya percepa tan . Selain itu.

dan kehutanan terhadap perubahan iklim akan terus ditingkatkan agar dampak negatif akibat perubahan iklim dapat diminimalkan. Kemampuan penyediaan bahan pangan dari produksi dalam negeri dipengaruhi pula oleh kondisi iklim dan cuaca. 5) padatnya pemukiman dan aktivitas di bantaran sungai yang menghambat upaya pengendalian banjir. kandungan residu dan bahan berbahaya dalam proses pengolahan. perkotaan.penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat tetap menjadi penekanan pemerintah. Terkait dengan pembangunan transportasi. seperti J akarta. Lebih lanjut. dan Surabaya. dan pembudidaya ikan harus menj adi upaya penting yang harus diintegrasikan dalam menjamin aksesibilitas pangan teru tama oleh masyarakat miskin. abrasi pantai. nelayan. kapasitas mitigasi dan adap tasi pelaku pertanian. dan gelombang pasang yang mengancam kawasan pantai Indonesi a. Permasalahan dan tantangan tersebut diantaranya adalah: (a) Pelayana n transportasi saat ini belum mampu menawarkan solusi yang optimal dalam menciptak an . perikanan. sehingga meningkatkan resiko banjir. Infrastruktur. Semarang. perbaikan lingkungan serta penanggulangan penyakit zoonosis juga mas ih akan menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian. Oleh karena itu. keamanan pangan. Aspek penting lain yang berpengaruh dalam ketahanan pangan adalah perubahan iklim. sehingga memicu terjadinya banjir rob/pasang air laut. masih terdapat berbagai permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi dalam rangka mendukung peningkatan kesejahtera an masyarakat. 2) buruknya sistem drainase mikro dan pembuangan sampa h di badan sungai yang menyebabkan terjadinya banjir pada daerah perkotaan. Yang lebih penting lagi ada lah bahwa peningkatan kesejahteraan petani. permasalahan d an tantangan yang harus dihadapi antara lain adalah: 1) tingginya tingkat kerusakan daerah tangkapan air dan perubahan iklim yang menyebabkan frekuensi dan intensitas baha ya banjir semakin meningkat. permukima n. Perubahan iklim yang berpengaruh terhadap fre kuensi dan intensitas bencana banjir dan/atau kekeringan sangat mempengaruhi kemampuan produksi bahan pangan dalam negeri. dan industri. sejalan dengan upaya peningkatan nilai tambah bahan pangan. perbai kan sistem mutu. Permasalahan dan tantangan pokok yang dihadapi untuk meningkatkan dukungan infrastruktur diantaranya adalah sebagai berikut. 3) tingginya eksploitasi air tanah yang menyebabkan penu runan muka tanah (land subsidence). dan 6) dampak perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan muka air laut. 4) terhambatn ya pelaksanaan pembangunan prasarana pengendali banjir akibat lambatnya proses pembebasan tanah. Terkait dengan infrastruktur sumber daya air terutama dalam pengendalian banjir. terutama pada daerah yang menjadi pusat-pusat perekonomian.

sehingga kebutuhan terhadap aksesibilitas pelayanan transpor tasi bagi masyarakat di perdesaan. (d) Masalah sosial dan lingkungan yang terjadi dalam pelaksa naan pembangunan. (f) Koordinasi antara sektoral da n daerah belum berjalan secara optimal dalam mensinergikan pola transportasi yang selama ini .jaringan transportasi yang secara efektif dan biaya transportasi yang efisien da lam memenuhi kebutuhan masyarakat. terutama untuk wilayah perkotaan. (e) Sistem transportasi nasional belum sepenuhnya siap dalam mengha dapi tuntutan kompetisi global yang semakin tinggi. wilayah terpencil. perbatasan. (b) Pengembanga n teknologi sistem dan pola transportasi masih belum mampu mengurangi hambatanhambatan geografis. pulau-pulau terluar dan terdepan belum terpenuhi. (c) Kompetensi dan jumlah SDM dan kinerja kelembagaan transportasi belum mampu memenuhi tuntutan dalam mewujudkan tata kelola standar pelayanan minimal .

dan pornografi sehingga perlu diantisipasi dengan meningka tkan kualitas dan keamanan infrastruktur komunikasi dan informatika serta pendidikan/sosialisasi tentang pemanfaatan TIK secara sehat/bijak. Sed angkan tantangan tahun 2012 adalah semakin banyaknya kasus cyber crime dan penyalahguna an (misuse dan abuse) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti penipuan. dan 4) terbatasnya ketersediaan pendanaan. dengan Rencana Tata Ruang. 2) terbatasnya akses MBR terhadap pembi ayaan perumahan. persampa han. terorisme. . namun sampai saat ini upaya tersebut masi h belum dapat memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Mengingat pencapaian kinerja Prioritas Bidang Penyelenggaraaan Penataan Ruang pada Tahun 2010 dan 2011. Dalam pembangunan air minum dan sanitasi. termasuk di dalamnya materi MP3EI 2011-2025. Rencana Tata Ruang Kawasan Strateg is Nasional (RTR KSN). 5) efisiensi pembangunan perumahan masih rendah. 2) terbatasnya penyedia layanan yang kredi bel dan profesional. pe ncurian identitas. dan drainase) yang secara umum diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain adal ah: 1) belum memadainya perangkat peraturan. meskipun upaya dalam penyediaan perumahan dan permukiman yang layak telah dilakukan. permasalahan pokok yang dihadapi adalah rendahnya akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi (air limbah.masih parsial untuk mewujudkan domestic connectivity yang mendukung ketahanan pangan dan distribusi hasil-hasil produksi masyarakat. permasalahan yang paling mendesak untuk ditangani pada Tahun 2012 adalah: (1) belum ditetapkannya seluruh peraturan perundangan pelaksa naan UU 26/2007 termasuk Rencana Tata Ruang Pulau. Beberapa permasalahan dan tantangan pokok yang dihadapi dalam pembangunan perumahan antara lain adalah: 1) terbatasnya akses MB R terhadap penguasaan dan legalitas lahan. terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 3) kelembagaan penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman belum mantap. 3) belum optimalnya sistem perencanaan. 4) pasar primer dan pembiayaan sekunder perumahan yang ada belum berjalan secara optimal. (2) belum mantapnya kelembagaan penataan ruang yang diharapkan dapat menyerasikan rencana pembangunan. serta 6) pemanfaatan sumberdaya perumahan dan permukiman yang belum optimal. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK) yang dapat digunakan sebagai arahan untuk pembangunan infrastruktur dan pelaksanaan MP3EI. Permasalahan dan tantanganyang dihadapi tahun 2012 di antaranya adalah belum terintegrasinya dan tidak interoperabilitasnya sistem komunikasi dan informasi i nstansi pemerintah yang tidak saja merupakan pemborosan investasi tetapi juga menyulitka n pertukaran dan memastikan validitas informasi/data antarinstansi pemerintah. Yang terakhir adalah yang terkait dengan sektor komunikasi dan informatika. Dari sisi perumahan.

dan belum sinkronnya per aturan pusat dan daerah. (ii) masih banyaknya pungutan dan retribusi yang membebani pengusaha. Meskipun kondisi perekonomian dunia pada tahun 2012 diperkirakan sudah akan membaik karena dampak resesi global sudah mer eda.Iklim Investasi dan Iklim Usaha. dan (iii) masih banyaknya perda bermasalah di daerah. merupakan kenda la . namun demikian upaya peningkatan daya tarik investasi di Indonesia masih menghad api berbagai permasalahan. Birokrasi yang terkait dengan proses perijinan mendirikan usaha dan proses perijinan investasi di Indonesia juga belum efisien sebagai sebagai a kibat dari: (i) belum harmonisnya antar peraturan di tingkat pusat.

Namun. Ketergantungan energi-ekonomi nasio nal terhadap minyak bumi masih tinggi. masih belum efisiennya sistem logi stik nasional menjadi salah satu penyebab tingginya biaya distribusi barang. Selain itu. Sementara itu. yang kem udian menyebabkan harga barang yang kurang kompetitif. cadangan minyak bumi nasional belum menunjukkan peningk atan yang berarti sedangkan pembukaan ladang baru terkendala belum sinkronnya beberap a legislasi lintas sektor. terjadinya gejolak politik di negara-negara Arab diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk menarik investasi asing terutama dalam bentuk FDI lebih besar. sekitar 48 persen pada tahun 2010. Energi. Tantangan selanjutnya adalah tingkat pelayanan infrastruktur energi masih terbat as. perlu juga diwaspadai kemungkinan penurunan investasi dari J epang sebagai akibat hantaman tsunami baru-baru ini dan dampak radiasi nuklir yang bel um mereda. Dari sisi eksternal. Kapasitas kilang ini masih berada di bawah tingkat kebutuhan konsumsi BBM nasional sebesar 1. Saat ini. dan masalah ketenagakerjaan terutama peraturan kontrak berjangka waktu tertentu (fixed-terms) dan sub kontra k. Ketergantu ngan tinggi pada minyak bumi membuat ketahanan energi nasional rentan terhadap ketersediaan dan harga minyak bumi.4 juta barel per hari. terutama konflik lahan. masalah yang terkait deng an pertanahan mulai dari ketersediaan peta sampai dengan pendaftaran tanah telah membawa resiko terjadinya sertifikat ganda dan sengketa lahan yang berpotensi menurunkan daya tarik investasi domestik.yang masih harus terus menerus diperbaiki. Upaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi pada tahun 2012 masih menghadapi permasalahan dan tantangan. Ketergantungan terhadap impor BBM juga dipengaruhi oleh terbatasnya kapasitas da n tingkat pelayanan infrastruktur energi di dalam negeri. Sementara itu. serta untuk meningkatkan produktivita s sektor industri yang bernilai tambah. Permasalahan dalam keterbatasan iklim investasi juga dikarenakan kurangnya dukungan ketersediaan infrastruktur termasuk energi terutama di Indonesia bagian timur yang merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas distribusi arus barang dan orang. . Volume impor BBM juga terus meningkat dari t ahun ke tahun. hanya tersedia 10 (sepuluh) unit kilang pengolahan BBM dengan kapasitas kilang sebesar 1. Keterbatasan jaringan distribusi BBM.16 juta b arel per hari. serta terkait dengan pesangon berimplikasi pada lambatnya penyesuaian terhadap permint aan tenaga kerja dan menjadi kendala utama berkembangnya sektor pengolahan. Pangsa minyak bumi dalam komposisi penyediaan energi nasional masih cukup besar.

kapasitas pembangkit tenaga listrik juga masih terbatas . seringkali ditemui diber bagai wilayah. . kualitas dan keandalan. masih tergantung kepada teknologi asing.seperti pelabuhan. Penyediaan infrastruktur energi masih didominasi oleh pemerintah. baik untuk pembangkit m aupun transmisi dan distribusi. dsb. terutama di wilayah-wilayah Indonesia bagian timur dan daerah-daerah te rpencil lainnya. Kelangkaan BBM dan harga ya ng tinggi. depot. demikian pula sistem transmisi masih relati f belum andal (losses-nya masih tinggi). pipa distribusi. jauh diatas harga yang dipatok secara nasional. Upaya untuk mengajak part isipasi pihak swasta maupun pemerintah daerah melalui skema Kerjasama Pemerintah-Swasta (Public-Private Partnership) belum memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. baik dari segi jumlah. juga mempengaruhi reliabilitas pasokan B BM dan sekaligus ketahanan energi di masing-masing wilayah. Teknologi yang dipakai. Di samping itu.

harga Pengembangan ngan WKP (Wilayah an mengenai PPA energi terbarukan relatif mahal dan belum diproduksi skala besar. namun dengan kapasitas yang masih terbatas. Produksi gas bumi cukup besar. Tingginya intensitas energi menunjukkan pemakaian energi di Indonesia termasuk b elum efisien. seperti transpo rtasi dan rumah tangga. panas bumi masih terkendala kualitas data reserves. dan Tangguh menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok LNG terbesar di dunia. Pengembangan energi nuklir menghadapi kendala kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan PLTN. dimana kurang-lebih setengahnya diekspor. Pemanfaatan gas bumi untuk sektor lainnya. Gas bum i di dalam negeri dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. subsidi energi belum tepat sasaran. LNG Liquefaction Plant di Arun. sedangkan besarnya angka elastisitas energi menunjukkan peningkatan keb utuhan energi yang masih sangat besar dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang berlangsung . Jaringan transmisi gas bumi yang saat i ni membentang di sepanjang Sumatera Bagian Tengah dan Selatan telah memasok gas ke Jawa Bagian Barat. efisiensi dalam penyediaan dan pemanfaatan energi di Indonesia masih tergolong rendah. masih sangat terbatas. Kenaikan nilai subsidi BBM disebabkan oleh ketergantungan kons umsi . pemanf aatan gas untuk dalam negeri juga terkendala oleh volume gas yang dapat dipasok ke pas ar dalam negeri. Pengembangan bahan bakar nabati terkenda la lahan budidaya serta konflik pemanfaatan untuk kepentingan pangan. Pemanfaatan energi terbarukan masih terbatas karena dibandingkan energi berbasis fosil. masih belum tepat sasaran. Penyediaan subsidi energi. prosedur pelela Kerja Pertambangan) Panas Bumi serta lambannya pencapaian kesepakat (Power Purchase Agreement). Berikutnya.Tantangan berikutnya adalah pemanfaatan gas di dalam negeri masih belum optimal. bahan baku ind ustri pupuk dan petrokimia. namun semuanya digunakan untuk ekspor. Bontang. pengembangan panas bumi terbentur konflik dengan kawasan hutan. Sebagian besar penerima subsidi energi adalah masyarakat berpendapatan menengah ke atas. Hal ini diperlihatkan dengan tingginya angka elastisitas energ i sebesar 1. Terakhir.6 dan intensitas energi nasional yakni sebesar 401 Ton Oil Equivalent (TOE)/ju ta US$. investasi yang mahal dan persiapan pembangunan yang kompleks. baik BBM maupun listrik. Energi surya belum dapat berkembang untuk skala besar karena biaya komponen dan pemasangannya masih tinggi. sedangkan besarannya cenderung meningkat. Di samping itu. Di samping itu.

(ii) rendahnya kesiapan institusi dan rendahnya kapasitas sumbe r daya manusia. antara lain adalah: (i) banyaknya pemangku kepentingan dalam penanggulangan damp ak perubahan iklim. (iii) masih kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap upaya penanganan perubahan iklim.BBM nasional terhadap impor. Untuk listrik. (iv) masih kurangnya kebijakan dan peraturan yang berpihak pada pelaksana kegiatan di bidang perubahan iklim. Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana. (v) masih terbatasny a sumber-sumber pendanaan bagi kegiatan penanganan dampak perubahan iklim. Beberapa permasalahan dan tantangan pokok yang dihadapi dalam upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim. baik minyak mentah maupun BBM. (ii) meningkatnya luas wilayah . Dari aspek pengenda lian kerusakan lingkungan. serta ( vi) belum terciptanya sistem dan mekanisme insentif/disinsentif. besarnya subsidi disebabkan karena masih besarnya ketergantungan bahan bakar pembangkit listrik kepada BBM. serta harga minyak mentah dunia. masalah dan tantangan pokok yang dihadapi adalah: (i) kecenderungan meningkatnya pencemaran lingkungan.

penyampaian informasi terkait iklim dan cuaca yang akan digunakan di sektor pertanian akan sangat penting karena terkait dengan pol a tanam jenis tanaman tertentu. bertambahnya lahan kritis dan kerusakan hutan . dan (iii) peningkatan kapasitas penanganan kedaruratan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai. Terluar. serta (vii) pengelolaan terumbu karang. dan informasi yang masih terbatas.yang tercemar dan rusak berat. Selanjutnya dari sisi penanggulangan bencana. dan Pasca-Konflik. Terdepan. Sedangkan dalam pembangunan data & informasi spasial untuk peta rawan bencana masih harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. permasalahan dan tantangan pada tahun 2012 berdasarkan h asil pencapaian pembangunan sebelumnya adalah sebagai berikut: (i) kapasitas kelembag aan bencana di daerah sampai dengan tingkat kabupaten/kota. Tantangan pembangunan ke depan adalah melakukan percepatan pembangunan kesejahteraan rakya t di daerah tertinggal. (ii) peningkatan kapasitas pengurangan risiko bencana yang sinergis antara pusat dan daerah dalam sistem perencanaan pembangunan. masih rendahnya kesadaran masyarakat. terpencil. terdepan. Salah satu diantaranya adalah rendahnya akses masyarakat terhadap sumberdaya pendukung kegiatan ekonomi. komunikasi. sehingga data dan informasi yang diperoleh dapat segera disampaikan kepa da masyarakat secepatnya. Selain itu. Peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola syste m peringatan dini juga akan menjadi tantangan di tahun 2012. yang harus terus ditingk atkan. serta akses terhadap pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan. (vi) pengawasan pemanfaatan ruang. (3) akses transportasi. . Sedangkan permasalahan dan tantangan pokok dalam pengelolaan batas wilayah negara dan pembangunan kawasan perbatasan yang paling mendesak untuk ditangani antara lain: (1) belum terselesaikannya beberapa segmen batas wilayah yang menimbulkan potensi konflik dengan negara tetangga. (iv) belum terpadunya kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati. dan potensi timbulnya konflik antar daerah dalam pemanfaatan dan pengelolaan. (iii) masih rendahnya kapasitas sumber daya manus ia dan institusi pengelola. terluar. dan air bersih. lamun dan mangrove yang perlu terus ditingkatkan. Masalah dan tantangan pokok dalam system peringatan dini adalah tetap terkelolanya Sistem Peringatan Dini Cuaca (MEWS) dan Sistem Peringatan Dini Ikli m (CEWS). (2) belum optimalnya keberpihakan dan sinergitas kontribusi seluruh stakeholder terkait dalam rangka mengelola potensi dan permasalahan di kecamatan-kecamatan perbatasan. Na mun demikian upaya ini tidak mudah karena berbagai permasalahan yang dihadapi. Daerah Tertinggal. (v) perlunya peningkatan koordinasi dalam pengelolaan hutan dan konservasi. dan daerah paska-konflik.

pos pengamanan perbatasan yang tersedia belum memadai karena ratarata jarak antara satu pos dengan pos masih berkisar 50 km.Selain itu. Terkait dengan pelaksanaan perundingan perbatasan dengan negara tetangga yang berbatasan langsu ng. tantangan yang dihadapi adalah masih adanya perbedaan pandangan dan kepentingan dalam penggunaan dasar penetapan perbatasan antara Indonesia dengan negara-negar a yang berbatasan. . demikian juga dengan pos pulau terdepan (terluar) baru yang baru terbangun di 12 pulau.

akar masalah yang ditengarai menjadi media tumbuh suburnya jaringan terorisme di Indonesia diantaranya adalah kondisi sosia l dan ekonomi masyarakat yang lemah. di sisi lain.Kebudayaan. Kreativitas. dan Inovasi Teknologi. independen. Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam penuntasan masa lah terorisme adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar masyarakat memahami bahwa terorisme adalah musuh bersama dan dalam mengatasinya sangat dibutuhkan peran aktif masyarakat. (ii) meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya. sehingga sangat mudah diarahkan dan direkrut menj adi anggota jaringan. (iii) meningk atkan upaya pelindungan. Tantangan lainnya adalah meyakinkan dan mengoptimalkan peran seluruh komponen masyarakat dan negara bahwa terorisme adalah musuh yang harus dihadapi bersama-sama. serta perlu ditangani secara terkoordinasi. dan (iv) meningkatkan kapasitas sumber daya pembangunan kebudayaan. Potensi Industri Pertahanan yang belum sepenuhnya dapat direalisasikan dan termanfaatkan dalam sistem keamanan nasional . penyelundupan manusia. terintegrasi dan komprehensif. Di samping itu tantangan utama lainnya adalah penyelenggaraan pemilu kepala daerah yang lebih baik dan demokratis. sehingga tidak mampu meme nuhi spesifikasi teknis yang diminta. untuk memenuhi kesesuaian harg . secara umum peran industri pertahanan nasional da lam keamanan nasional relatif belum maksimal. Tantangan lain adalah mewaspadai a ncaman nyata dari persoalan imigran gelap. dan nilai sol idaritas sosial. Di bidang politik. seperti menurunnya penghargaan pada nilai budaya. Di sisi lain. Oleh karena itu tantangan pokok tahun 2012 dalam memperkukuh jati diri d an karakter bangsa adalah (i) melestarikan nilai-nilai tradisi luhur yang menjadi i dentitas budaya. dan kurang memiliki keunggulan komparatif. Bidang Politik. pengembangan. serta tid ak menjadi lembaga yang partisan. bahasa. juga harus mentransformasi perilaku bisnisnya a gar mampu mengemban kepercayaan yang telah diberikan. kura ng kompetitif. Selanjutnya di bidang keamanan. Dari sisi industri pertahanan. tantangan utama yang dihadapi di tahun 2012 adalah membentuk KPU yang kredibel. industri pertahanan nasional yang saat ini masih kurang efisien. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi telah membuka peluang terjadinya interaksi budaya antarbangsa yang dapat berpengaruh positif terhadap perkembangan dan perubahan orientasi nilai dan peri laku bangsa Indonesia. Untuk itu diharapkan revisi perundang-undangan lain bidang politik diharapkan dapat selesa i dan ditetapkan pada 2012. Namun. hal tersebut dapat juga menimbulkan penga ruh negatif. dan pemanfaatan warisan budaya. perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual (HKI). kejahatan lintas nega ra dan terorisme. Hukum dan Keamanan.

upaya pemberantasan korupsi pada tahun 2010 masih ada terkendala pada adanya oknum aparat penegak hukum yang berintegritas rendah. kelembagaan. Dari sisi penegakan hukum. dukungan penelitian dan pengembangan. Berbagai permasalahan dala m pengembangan industri pertahanan ini sangat terkait dengan ketersediaan dan belu m kuatnya payung hukum. serta penyitaan asset . Untuk itu penuntasan berbagai permasalahan dalam lima tahun mendatang agar peran industri pertahanan nasional semakin signifikan dalam mewujudkan keamanan nasional.a dan kualitas produk serta ketepatan waktu penyerahan. . serta dukungan finansial. pembekuan. Sedangkan upaya penyelamatan asset akibat korupsi masih terkendala saat implemen tasi di lapangan khususnya dalam proses penelusuran.

pemalsuan dokumen. Kualitas pelayanan dan perlindu ngan bagi TKI masih rendah. Terkait dengan penanganan perkara pelanggaran HAM berat. mahalnya biaya persiapan keberangkatan . (ii) belum memadainya jumlah sumber daya manusia yang mampu mengamankan kebijakan nasional di bidang investasi dan perdagangan. tantangan yang dihadapi adalah memperluas jangkauan SIM TKI ke seluruh Indonesia . dan lain-lain. Hal ini menyebabkan jumlah TKI yang menghadapi masalah saat bekerja di luar negeri masih tinggi. pemberangkatan dan kepulangan. masih rendahnya pengetahuan dan kompetensi calon TKI. Penanganan TKI bermasalah ini menimbulkan biaya tinggi bagi Pemerintah. (ii) meningkatnya hambatan non-tarif. Adapun permasalahan ya ng berasal dari lingkungan internal antara lain: (i) kurang tersosialisasinya hasil kesepakatan kerja sama perdagangan internasional di kalangan para pembuat kebijakan nasional . dan penempatan ilegal di luar neg eri. Meskipun perekonomian mengalami kemajuan yang cukup berarti dalam tahun 2010 dan akan lebih maju lagi dalam tahun 2011. s erta (iii) meningkatnya blok-blok kerjasama perdagangan bebas. . Industri pengolahan masih menghadapi berbagai kendala yaitu: (1) belum kuatnya postur populasi usaha indus tri. Bidang Perekonomian. Oleh karena itu tantangan pokok ke depan adalah meningkatkan pelayanan bagi TKI di da lam negeri serta meningkatkan pengetahuan dan kompetensi TKI. Untuk menyelesaikan permasalahan ini tantangan utama yang dihadapi pada tahun 2012 ada lah membangun klaster-klaster industri yang memberi nilai tambah bagi hasil-hasil bu mi Indonesia. masih maraknya praktek percaloan.Hakim Tipikor masih banyak memiliki pengetahuan yang terbatas dalam menyusun putusan terutama menyangkut penyitaan asset. masih terkendala dengan adanya intervensi dari lembaga lain yang mengakibatkan melambatnya proses penyelesaian perkara yang ditangani. Permasalahan diplomasi perdagangan internasional yang saat ini dihadapi yang bersumber dari lingkungan eksternal antara lain: (i) kebijakan negara mitra daga ng yang menghambat akses pasar ekspor Indonesia. (2) struktur industri belum kuat. Terkait dengan SIM TKI . namun tetap masih menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan. yang antara lain ditunjukkan oleh keterbatasan akses info rmasi mengenai prosedur bekerja di luar negeri. Dari sisi tenaga kerja. serta (iii) belum optimalnya peman faatan hasil kesepakatan kerja sama perdagangan internasional oleh dunia usaha. perlu dilakukan peningkatan pelayanan dan perlindungan T KI selama penyiapan. dan (3) masih rendahnya produktivitas usaha indust ri.

Untuk memb antu TKI bermasalah di luar negeri. Tantangan lainnya adalah menyelesaikan masalah-masalah TKI yang b elum terselesaikan (pending) dengan pemberian bantuan hukum atau lawyer. perhatian perlu diberikan pada peningkatan ekspor. beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain: (i) daya saing destinasi pariwisata masih rendah karena (a ) belum optimalnya pengelolaan destinasi pariwisata. Dari sisi perdagangan. (b) belum memadainya sarana dan pra sarana . Selain itu perlu juga diupayakan peningkatan koordinasi untuk mendorong penuh kerjasama ekonomi dalam rangka persiapan Indonesia menghadapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) yang akan dilaksanakan pada tahun 2015.sejalan dengan selesainya pengadministrasian NIK secara nasional. Bidang Kesejahteraan Rakyat. Di bidang pariwisata. telah dibangun tempat penampungan (shelter) di be berapa perwakilan RI. ma sih sangat diperlukan peningkatan pelayanan dan perlindungan TKI di luar negeri. Selain itu.

psikotropika. kontrol sosial. (iii) meningkatkan promosi dan pemasaran berbas is teknologi informasi dan teknologi. Selanjutnya dari sisi pemuda dan olahraga pada tahun 2012 masih dihadapkan pada permasalahan belum optimalnya partisipasi dan peran aktif pemuda serta budaya da n prestasi oahraga. (b) b elum optimalnya pemanfaatan media massa. (vi) meningkatkan ketersediaan ruang terbuka olahraga. dan kualitas SDM di bidang pariwisata. Dengan demikian tantangan pembangunan kepemudaan dan keolahragaan pada tahun 2012 adalah: (i) meningkatkan peran serta pemuda sebagai kekuatan moral. (ii) meningk atkan kemitraan pemerintah. (c) belum optimalnya kemitraan dan kerja sama antara pemerintah dan swasta termasuk masyarakat. premanisme. (ii) menanggulangi masalah-m asalah sosial seperti kriminalitas. elektronik. swasta dan masyarakat (public private partnership) dan ker jasama lintas bidang dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada ilm u pengetahuan. harmoni sosial dalam kehidupan umat beragama belum . dan ketersedia an fasilitas umum. jenis. seperti transportasi darat. serta penularan HIV dan AIDS.pendukung pariwisata. dan media cetak serta teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana promosi yang didukung oleh ketersediaan informasi dan basis data pariwisata. serta (iv) meningkatkan profesionalisme dan kemampuan (skill) SDM di bidang pariwisata dalam menghadapi persaingan global da n liberalisasi tenaga kerja sehingga mampu meningkatkan pelayanan prima kepada wisatawan. (v) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga. (iii) meningkatkan angka partisip asi sekolah penduduk usia 16-18 tahun dan 19-24 tahun. Pertama. (vii) meningkatkan jumlah dan kualias SDM keolahragaan. (ii) pemasaran dan promosi pariwisata yang belum efektif karena: (a) belum optimalnya kemitraan antar pemangku kepentingan. (iv) menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) usia 15 tahun ke atas. penyalahgunaan narkotika. dan (b) belum optimalnya kapasitas dan kualitas peneli tian dan pengembangan di bidang pariwisata. Kehidupan beragama masih dihadapkan pada beberapa permasalahan yang perlu segera diselesaikan. (d) belum optimalnya kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi di bidang pariwisata. teknologi dan jasa. (viii) meningk atkan upaya pembibitan atlet unggulan. (iii) terbatasnya daya saing sumber daya ma nusia pariwisata yang disebabkan antara lain oleh: (a) terbatasnya jumlah. laut dan udara. (ix) meningkatkan apresiasi dan penghargaan bag i olahragawan dan tenaga keolahragaan yang berprestasi. dan agen perubahan. Dengan demikian tantangan pembangunan kepariwisataan pada tahun 2012 adalah: (i) menciptakan iklim usaha dan investasi pariwisata yang kondusif. dan zat adiktif (NAPZA).

. Pelayanan ibadah haji. manajemen penyelenggaraan haji masih belum optimal. Potret masyarakat Indonesia yang plural. tantangan ke depan adalah proses memperkokoh kohesivitas dan harmoni sosial umat beragama. dan agama perlu menjadi fokus perhatian pemerintah karena ap abila tidak segera dikelola dengan arif dan bijaksana. Ole h karena itu. kondisi pemond okan. dikhawatirkan akan berakibat te rjadinya disharmoni di masyarakat. kekerasan atas nama agama dan adanya aliran sektarian. dan terdiri dari b erbagai suku bangsa. Walaupun penyelenggaraan haji telah mendapatkan sertifikat manajemen mutu ISO 9001:2008. etnis. Beberapa contoh dari permasalahan tersebut adalah adan ya upaya penodaan agama. Kedua.sepenuhnya terwujud. terutama selama di Arab Saudi yang terkait dengan konsumsi. namun masih saja terjadi kekurangan dan kesalahan teknis di lapangan.

dan ada juga yang berasal dari lingkungan internal.2. dan meningkatkan kapasi tas kelembagaan perlindungan anak. krisis fiskal di Eropa. Demokratis. minyak dan gas bumi serta produk-produk ekspor dari hasil pertanian. serta pelayanan transporta si. yang menjadi Visi Indonesia pada tahun 2014. dan Berkeadilan. Untuk mengatasinya perekonomi . perkiraan pencapaian pembangunan tahun 2011. Masalah dan tantangan tersebut diantaranya ada yang berasal dari lingku ngan eksternal. Kondisi eksternal ini antara lain: gejolak politik di Timur Tengah . serta bencana alam khususnya gempa dan tsunami di perairan Sendai Jepang pada tanggal 11 Maret 2011. masih belum memuaskan sebagian jemaah haji. Masalah dan tantangan yang dihadapi tahun 2012 harus dapat diatasi dan diselesaikan dengan menggunakan penekanan pembangunan dan strategi yang tepat sehingga rencana kerja pemerintah yang dilaksanakan di samping dapat mencapai sa saran pembangunan yang ditetapkan tahun 2012. TEMA PEMBANGUNAN Berdasarkan pencapaian pembangunan sampai dengan tahun 2010. serta koordinasi pelaksanaannya. Masalah dan tantangan secara keseluruhan yang masih dihadapi tahun 2012 masih cukup berat dan harus ditangani secara cermat agar memberikan hasil pembangunan yang optimal. juga memberi kontribusi yang penting bag i terwujudnya Indonesia Sejahtera. TEMA PEMBANGUNAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN 2. serta masalah dan tantangan yang harus dihada pi pada tahun 2012. Pencapaian pembangunan tahun 2010 dan perkiraan pencapaian tahu n 2011 harus dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk pelaksanaan pembangunan tahun 2012. Di samping itu perlindunga n anak masih perlu lebih ditingkatkan lagi. walau sudah menu njukkan gejala perbaikan namun efeknya masih tetap ada hingga tahun 2012. Oleh sebab itu.2. perubahan ikli m dengan berbagai cuaca ekstrim. 2. Pembangunan nasional juga masih dihadapkan pada permasalahan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang belum optimal. Tantangan eksternal yang dihadapi pada tahun 2012 a. Oleh karena itu penyusunan dan penerapan standar pelayanan minimum (SPM) dalam penyelenggaraan ibadah haji tahu n 2012 (1433 H) harus dapat diselesaikan dalam tahun 2012.l. adalah meningkatnya ketidakpastian global terutama terkait harga-harga komoditi seperti bahan pangan . tantangan yang masih d ihadapi pada tahun 2012 adalah meningkatkan pemahaman dan kapasitas kelembagaan PUG dan pemberdayaan perempuan. masih diperlukan berbagai upaya percepatan untuk mencapai sasar an RPJMN 2010-2014.1.jarak pemondokan yang masih jauh dari Masjidil Haram.

an nasional perlu diperkuat dengan melakukan percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi dan dengan mengelola sumber-sumber secara berkelanjutan. Angka kemiskinan telah berhasil diturunkan dari 16. jum lah . meskipun telah berhasil diturunkan dari 11. Namun demikian jumlah orang miskin yaitu 31.14 persen pada bulan Agustus 2010.02 juta jiwa pada tahun 2010 masih cukup tinggi. Tantangan dari lingkungan internal juga perlu mendapat perhatian setimpal. Walau sudah membaik. Demikian juga dengan tingkat pengangguran dipanda ng masih cukup tinggi.24 persen pada ta hun perlu 2005 menjadi 7.33 persen pada tahun 2010.66 persen pada tahun 2004 menjadi 1 3.

kebijakan ini perlu disertai dengan kebijakan yang berpihak pada masyarak at yang lemah dan tertinggal (affirmative policy) guna mengurangi kesenjangan kesejahter aan di masyarakat. Gambar 2. Namun. Tema pembangunan tahun 2012 disusun dengan memperhatikan tantangan eksternal dan internal diatas serta keberlanjutan pembangunan sesuai perkiraan pencapaian pada tahun 2011. GAMBAR 2. Oleh karena i tu pembangunan 6 koridor ekonomi menjadi sangat penting untuk mewujudkan hal ini. percepatan pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pada ta hun 2011 perlu dijaga agar tidak kehilangan momentum. Strateginya adalah memperluas sumber-sumber pertumbuhan baik dilihat dalam dimenasi regional maupun sektoral. Sehingga kata kunci untuk strategi ini adalah perluasan dan percepatan pertumbuh an. Tantanga n internal lainnya adalah kondisi infrastruktur yang belum memadai baik dalam hal ketersedi aan. kehandalan. Di samping itu. Dari perkiraan capaian pembangunan tahun 2011 tantangan yang dihadapi di tahun 2012 utamanya masih menyangkut peningkatan kesejahtaraan yaitu kemiskinan. Untuk mengatasinya perlu dibuka kesempatan kepada seluruh anggota masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam p roses pertumbuhan ekonomi dengan status yang setara. terlepas dari latar belakang mere ka. maupun kualitasnya serta efektivitas birokrasi yang belum optimal. Artinya pembangunan nasional (growth with equity) harus dapat dijabarkan ke dala m pencapaian pertumbuhan yang lebih tinggi dan menyebar secara luas.3 PERUMUSAN TEMA RKP 2012 . pengangguran.3. pengangguran serta kesenjangan yang masih luas. Sehingga strategi pembangunan yang dipilih adalah pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.daerah tertinggal yang tersebar di berbagai wilayah masih cukup tinggi. Pembangunan nasional pada saat ini jelas masih dihadapkan pada persoalan kemiski nan. dan daerah tertinggal. Untuk menghadapi ketidakpastian global t ahun 2012 tantangan pembangunan adalah membangun kemampuan nasional untuk menahan gejolak.

.

Dengan demikian maka: Tema RKP 2012 PERCEPATAN DAN PERLUASAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG INKLUSIF DAN BERKEADILAN BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT.

Penjabaran tema pembangunan RKP 2012 tersebut tetap dalam koridor untuk menjalankan empat jalur strategi pembangunan yakni: mendorong pertumbuhan (progrowth), memperluas kesempatan kerja (pro-job), menanggulangi kemiskinan (pro-po or), serta merespon persoalan-persoalan perubahan iklim (pro-environment). Sebagai penjabaran RPJMN 2010-2014, secara berturut-turut tema RKP ditunjukkan dalam Gambar 2.4. Krisis ekonomi global pada tahun 2009, Indonesia berhasil mena han gejolaknya dengan tetap tumbuh positif, walau dengan tingkat pertumbuhan yang melemah. Oleh sebab itu, RKP 2010 disusun dengan semangat pemulihan ekonomi dan pemeliharaan kesejahteraan rakyat. Selanjutnya pada tahun 2011, dengan keyakinan ekonomi nasional telah pulih maka RKP disusun dengan semangat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sedangkan tahun 2012, Pemerintah bertekad memanfaatkan momentum percepatan perekonomian dengan memusatkan upaya pada perluasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. GAMBAR 2.4 KRONOLOGIS TEMA RKP

Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat diperlukan upaya-upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, menjaga stabilitas harga, serta langkah-langkah perluasan/pemerataan untuk mengurangi kesenjangan melalui kebija kan yang berpihak kepada masyarakat miskin dan tertinggal. Selanjutnya telah ditetap kan prakarsa-prakarsa baru sebagai pengungkit (leverage) bagi percepatan dan perluas an pertumbuhan ekonomi nasional, yang mencakup:

1. Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia; 2. Percepatan Pembangunan Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur; 3. Program Klaster Keempat; 4. Peningkatan Ketahanan Pangan, Penanganan Transportasi Kota-kota Besar, dan Perluasan Kesempatan Kerja.

Uraian singkat masing-masing prakarsa baru adalah sebagai berikut: 1. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 20112025

Penyusunan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 merupakan tindak lanjut dari direktif Presiden Republik Indone sia yang disampaikan pada retreat Bogor pada 30 Desember 2010, Raker Presiden di JCC tanggal 10 Januari 2011, Rapat Kerja dengan Pemerintah Daerah dan BUMN di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada 21-22 Februari 2011 dan Rapat Kerja dengan D unia Usaha di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada 18 - 19 April 2011. MP3EI merupakan langkah awal untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan termasuk 10 (sepuluh) negara besar di dunia pada tahun 2025, dan 6 (enam) ne gara besar dunia pada tahun 2050 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut, diharapkan pertumbuh an ekonomi riil rata-rata sekitar 7%-8% per tahun secara berkelanjutan. Tujuan dari pelaksanaan MP3EI adalah untuk mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi melalui pengembangan 8 (delapan) program utama yang meliputi : sektor industri manufaktur, pertambangan, pertanian, kelautan, pariwisata, telekomunikasi, energi dan pengembangan kawasan strategis nasional. Fokus dari 8 (delapan) program utama tersebut meliputi 22 (dua puluh dua) kegiat an utama yaitu: industri besi-baja, makanan-minuman, tekstil, peralatan transportas i, perkapalan, perkayuan, nikel, tembaga, bauksit, kelapa sawit, karet, kakao, pete rnakan, perikanan, food estate, pariwisata, telematika, batubara, alutsista, minyak dan gas, serta pengembangan Metropolitan Jabodetabek dan pembangunan Kawasan Selat Sunda. Pengembangan MP3EI dilakukan dengan pendekatan terobosan (breakthrough) bukan Business As Usual, melalui: pertama, pihak swasta akan diberikan peran pen ting dalam pengembangan MP3EI, sedangkan pihak pemerintah akan berfungsi sebagai regulator, fasilitator dan katalisator. Dari sisi regulasi, Pemerintah akan mela kukan deregulasi (debottlenecking) terhadap regulasi yang menghambat pelaksanaan inves

tasi di 8 (delapan) program utama. Fasilitasi dan katalisasi akan diberikan oleh Pemerin tah melalui penyediaan infrastruktur maupun pemberian insentif fiskal dan non fiskal . Kedua, dalam rangka penguatan kebijakan, pemerintah akan melakukan penguatan koordinasi, sinkronisasi dan sinergi kebijakan antar Kementerian/ Lembaga dan an tara Kementerian/ Lembaga dengan pemerintah daerah. Dalam pelaksanaan MP3EI, dunia usaha akan menjadi aktor utama dalam kegiatan investasi, produksi dan distribusi . Strategi pelaksanaan MP3EI dilakukan dengan mengintegrasikan 3 (tiga) elemen utama yaitu:

sebagaimana tertuang dalam Gambar 2.5. Hal ini akan dilakukan m elalui: . Memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara internasional (locally integrated. Koridor Bali Nusa Tenggara. Mengembangkan 6 (enam) koridor ekonomi indonesia. Penguatan konektivitas nasional ditujukan untuk memperlancar distribusi barang dan jasa. d an mengurangi biaya transaksi (transaction cost) logistik.5. dan Koridor Papua Kepulauan Maluku. Koridor Sulawesi.a. bahan setengah jad i dan produk akhir dari dan keluar koridor (pulau). Penguatan konektivitas antar koridor (pulau) untuk memperlancar pengumpulan dan pendistribusian (collection and distribution) bahan baku. Penguatan konektivitas intra dan antar pusat-pusat pertumbuhan dalam koridor ekonomi untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. internationally connected). . . Koridor Kalimantan. Penguatan konektivitas internasional sebagai pintu keluar dan masuk perdagangan dan pariwisata antar negara. Koridor Jawa. GAMBAR 2. yaitu: Koridor Sumatera. . Pembangunan 6 (enam) koridor ekonomi dilakukan melalui pembangunan pusat-pusat pertumbuhan di setiap koridor dengan mengembangkan klaster industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang berbasis sumber daya unggulan di setiap koridor ekonomi. PENGEMBANGAN KORIDOR EKONOMI INDONESIA b. dan.

pembangunan yang didukung dengan penyiapan kelembagaan. pembangunan dilakukan dengan mengupayakan sinergi antara pembangunan sektor dan wilayah untuk meningkatkan keuntungan komperatif dan kompetitif secara nasional. Kelima. . kerangka peraturan terkait serta pemberian kemudahan pelayanan publik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.c. pembangunan dilakukan dengan menciptakan kegiatan ekonomi produktif dan inklusif di setiap koridor ekonomi dan akan dihubungkan dengan wilayah-wilayah lain di luar koridor ekonomi. Pengembangan koridor ekonomi dilakukan melalui: Pertama. pembiayaan pembangunan infrastruktur di setiap koridor ekonomi tidak han ya mengandalkan anggaran pemerintah semata. Mengembangkan institusi sistem inovasi nasional yang berkelanjutan. Elemen utama untuk percepatan kemampuan SDM dan IPTEK meliputi: . pembangunan yang menekankan pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah pengelolaan sumber daya alam dengan memperluas rantai kegiatan dari hulu sampai hilir. Pengembangan koridor ekonomi diharapkan akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang dapat mendorong pengembangan wilayah. Meningkatkan kegiatan dan membangun pusat-pusat pengembangan R & D di pusat-pusat pertumbuhan (KEK dan Klaster Industri) di setiap koridor ekonomi melalui kolaborasi antar Pemerintah. Keempat. Meningkatkan kompetensi teknologi dan ketrampilan/ keahlian tenaga kerja. Kedua. Penyusunan MP3EI dimaksudkan bukan untuk mengganti dokumen perencanaan pembangunan RPJPN dan RPJMN. Keenam. Mempercepat peningkatan kemampuan SDM dan IPTEK untuk mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi. . Pengembangan Koridor Ekonomi Indonesia diharapkan dapat menghasilkan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Ketiga. . Meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan tinggi. namun merupakan penjabaran dan peningkatan peran swasta secara lebih luas dalam melakukan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi 5 15 tahun mendatang. dan pelatihan terutama untuk yang terkait dengan pengembangan program utama. Dunia Usaha dan Perguruan Tinggi. kejuruan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kebutuhan pendanaan pembangunan investasi. namun juga dilakukan melalui kerjasama pemerintah dengan swasta (KPS). Hal ini diharapkan agar semua wilayah di Indonesia dapat berkembang sesuai dengan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah. pembangunan yang didukung oleh penyediaan infrastruktur termasuk penyediaan energi. termasuk pembangunan . dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

.

dengan memperhatikan kebijakan pokok percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat yang difokuskan pada sasaran manfaat untuk masyarakat asli Papua dan Papua Barat. Percepatan pembangun Papua dan Papua Barat dilaksanakan melalui 2 ( dua) strategi pendekatan. Upaya tersebut menjadi suatu instrumen kebijakan untuk mendorong percepatan pembangunan dengan mengefektifkan koordinasi. Di sisi lain. wilayah tersebut memiliki berbagai pote nsi ekonomi yang dapat mendorong pembangunan ekonomi yang lebih tinggi. Khususnya untuk Papua dan Papua Barat. di dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. pemerintah pusat berinisiatif untuk melakukan berbagai upaya percepatan di beberapa wilayah di tahun 2012. Percepatan Pembangunan Papua. Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur. Adapun tujuan umum percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat. dengan mempertimbangkan bahwa pemberlakuan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembanguna n Papua dan Papua Barat dalam mendukung pelaksanaan Otonomi Khusus belum berhasil secara optimal dalam upaya untuk mengefektifkan koordinasi.infrastruktur dengan sumber pendanaan yang berasal dari dalam negeri (pihak Swas ta. Hal yang mendasari dilakuka nnya percepatan pembangunan adalah karena kondisi pembangunan yang relatif tertinggal dibandingkan wilayah yang lain serta memiliki berbagai permasalahan pembangunan yang harus segera diselesaikan. Melihat perkembangan pembangunan yang berjalan rel atif lambat. yang dilaksan akan melalui peningkatan koordinasi perencanaan. yaitu: (a) pendekatan sosial ekonomi. 2. namun masih belum terlihat perubahan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Papua Barat. yakni peningkatan has ilguna . dan APBN/APBD) maupun luar negeri (Foreign Direct Investment). sinergi dan harmonis asi program dan kebijakan antarsektor dan kebijakan antara pusat dan daerah. sinergi dan harmonisasi program dan kebijakan antarsektor dan pusat-daerah yang dilakukan ol eh kementrian/lembaga dan pemerintah daerah. dan Nusa Tenggara Timur Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pembangunan di beberapa wilayah tertinggal. dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012. maka diperlukan suatu kebijakan khusus dalam rangka Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat pada tahun 2011-2014. provinsi yang menjadi prioritas percepatan pembangunan ad alah Provinsi Papua. pelaksanan dan pengendalian berbagai program dan kegiatan yang berasal dari berbagai sumber pendanaan pembangunan di Tanah Papua. BUMN. Dengan menekankan pada berbagai kebijakan prioritas. KPS (PPP).

yaitu: (a) Mengedepankan hubungan fungsional antara pemerintah pusat. infrastruktur dasar. dan (b) pendekatan politik dan budaya. transportasi terp adu. provinsi dan kabupaten/kota untuk mencermati kondisi dan permasalahaan ri il yang dihadapi masyarakat untuk membuat terobosan intervensi pembangunan di Tanah Papua. pengembangan ekonomi rakyat. yakni membangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat Papua dan Papua Barat dalam rangka menyelesaikan persoalan-persoalan yang dikeluhkan masyarakat Papua dan Papua Barat selama ini. kesehatan.dan dayaguna pelayanan publik di bidang pendidikan. (b) Memperhatikan kapasitas aparatur dalam mewujudkan konsistensi antara . Kebijakan pokok percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat mengacu pada RPJMN 2010-2014.

dengan memprioritaskan pengembangan kelompok usaha petani dan nelayan untuk melembagakan kegiatan produktif dan meningkatkan pendapatan warga di tingkat kampung. dan angga ran. dan air bersih dan sanitasi melalui pendekatan kawasan y ang terdiri dari kawasan terisolir. kakao). strategi penanganan kebijakan program/kegiatan. dan kawasa n strategis. (g) Melakukan percepatan pengembangan transportasi terpadu (darat. Percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat pada tahun 2012 akan dilakukan dengan memberikan prioritas pada bidang pelayanan publik yang mendesak untuk diperbaiki. (e) Melakukan revitalisasi pelayanan pendidika n yang menjangkau hingga pelosok kampung untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan Tanah Papua. (d) Pengembangan transportasi terpadu.realitas permasalahan. upaya percepatan pembangunan Nusa Tenggara Timur dilakukan melalui berbagai kebijakan prioritas. yang dibarengi dengan kualitas belanja dan daya serap yang baik. Puskesmas Pembantu. (c) Menerapkan sistem keterkaitan pola bertingkat yang solid antara pemerintah provinsi dengan pemerin tah kabupaten/kota. dengan fokus pada: (a) pengembangan sentra produksi komoditas unggulan pertanian (jagung. peternakan (sapi. laut dan udara) y ang berbasis pusat-pusat pengembangan wilayah untuk mendukung pengembangan otonomi wilayah/masyarakat dan pelayanan sosial dasar. dengan memprioritaska n peningkatan pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). dengan memprioritaskan dukungan pelayana n energi. serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam peningkatan pelayanan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di tingkat kampung. meliputi: (a) Peningkatan pelayanan kesehatan. khususnya pendidikan dan kesehata n. (c) Peningkatan perekonomian tingkat kampung. kawasan perdesaan. (h) Melakukan percepatan pengembangan infrastruktur dasar energi. komunikasi. dan Puskesmas di tingkat distrik. RTRW Pulau. (d) Melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan. dengan memperhatikan aspirasi masyarakat Papua dan Papua Barat. Sementara itu. babi) s . dengan memprioritaskan pengembangan infrastruktur transportasi terpadu yang menghubungkan kawasankawasan terisolir. kawasan pedesaan maupun kawasan strategis dengan pintu keluar nya. dan (i) Pengembangan ekonomi yang berdayasaing. telekomunikasi. dengan memprioritaskan peningkatan pelayanan pendidikan dasar terutama untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berja lan di semua wilayah kampung dan distrik dengan fasilitas dan jumlah guru yang memadai. RTRW Provinsi dan RTRW Kabupaten/Kota. dan (e) Penyediaan infrastruktur dasar. (b) Peningkatan pelayanan pendidikan. dan ai r bersih dan sanitasi yang menjangkau hingga pelosok wilayah Papua dan Papua Barat . kawasan perkotaan. serta menyiapkan pendidikan kejuruan. diikuti dengan membangun wilayah Tanah Papua yang mengacu pada RTRWN. melalui pengembangan klaster pada 3 (tiga) kawasan strategis di Papua dan 1 (satu) kawasan strategis di Papua Barat. (f) Melakukan revitalisasi pelayanan kesehatan yang menjangkau hingga pelosok wilayah Papua dan Papua Barat.

(b) pengembangan pariwisata pulau Komodo. (c) pengembangan infrastruktur untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan dan pariwisata ser ta penyediaan infrastruktur sosial dasar bagi warga pendatang baru (eks Timor-Timur ).erta produksi rumput laut dan garam. (d) peningkatan kualitas sumberdaya manusia. . danau Kelimutu dan Taman Laut di wilayah Nusa Tenggara Timur. serta (e) pembangunan daerah tertinggal dan kawasan strategis.

yang ditujukan untuk menyediakan rumah sangat murah melalui PNPM Mandiri Perumahan dan Permukiman sebanyak 50. (5) peningk atan kehidupan nelayan yang diarahkan pada 400 Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang dilakukan melalui: (a) kegiatan pembangunan rumah sangat murah dengan pemberian sertifikasi tanah nelayan dan pembangunan rumah ramah bencana di lokasi rawan bencana. dan meningkatnya penghematan pemanfaatan tenaga listr ik. sesuai dengan strategi dan arah kebijakan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Adapun dari sisi pemanfaatan dilakukan dengan menggalakkan pemakaian me teran listrik pra-bayar dan labelling peralatan listrik yang hemat energi.000 unit. (2) penyediaan angkutan umum mu rah yang diutamakan untuk daerah perdesaan. Penyediaan rumah murah dan sangat murah ini dilakukan sej auh mungkin berbasis masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan melalui lembaga keswadayaan masyarakat serta ditujukan untuk masyarakat nelayan dan masyarakat miskin perkotaan yang termarjinalkan. Program-program ini ditujukan untuk melengkapi berbagai program dan kegiatan yang telah dijalankan melalui tiga klas ter program penanggulangan kemiskinan. Program-program tersebut dituangkan kedalam Klaster 4 program pro-rakyat. (3) penyediaan air bersih untuk rakyat. (b) pekerjaan alternatif dan tambahan bagi keluarga nelayan berupa pengembangan usaha Mina Perdesaan perikanan dan pengembangan alternatif mata pencaharian pada kelompok budidaya perikanan. 3. Penyediaan listrik murah ini dilakukan dari sisi penyediaan dengan meningkatkan kapasitas pembangkit tenaga listrik. Program Klaster Keempat Untuk meningkatkan kualitas serta memperluas kebijakan yang afirmatif (ada keberpihakan) untuk penanggulangan kemiskinan. pada tahun 2012 akan dilakukan peningkatan dan perluasan program-program yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan termarjinalkan. program dan kegiatan untuk pengurangan kemiskinan akan diperluas termasuk juga keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan program. . Klaster 4 program pro-rakyat akan dilakukan melalui 6 program. cakupan sasaran. khususnya di luar wilayah Jawa-Bali. penyediaan peralatan pengolahan. Dengan demikian. percepatan pembangunan akan diarahkan untuk mendorong daerah tertinggal lainnya yang memiliki ketertinggalan di bidang ekonomi dibandingkan d engan daerah lainnya. meningkatnya pemanfaatan energi baru terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik. yaitu: (i) pembangunan rumah murah dan sangat murah bagi masyarakat sangat miskin dan miski n.Ke depan. serta meningkatkan efisiensi penyediaan ten aga listrik.000 unit dan penyediaan rumah murah sebanyak 100. (4) penyediaan listrik murah dan hemat serta terjangkau bagi masyarakat miskin denga n sasaran terpenuhinya kebutuhan tenaga listrik dan meningkatkan rasio elektrifika si dan rasio elektrifikasi desa.

(e) pembangunan cold storage. (c) pengembangan skema UMK dan KUR melalui pembinaan konsultan keuangan mitra bank (KKMB).perlindungan nelayan dan konversi BBM ke gas. . (g) fasilitas sekolah dan puskesma s murah dilaksanakan melalui pemberian beasiswa pendidikan untuk anak nelayan. (d) pembangunan SPBU sol ar melalui pembangunan SPDN. pembangunan pabrik es. dan (h) fasilitasi bank rakyat melalui penguatan Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) pesisir . pengembangan sarana sistem rantai pendingin. (f) pengembangan angkutan umum mura h melalui penyediaan sarana pemasaran bergerak.

4. Kelompok ini dimungkinkan u ntuk mendapatkan bantuan dari berbagai program yang ada pada Klaster 4 dan ketiga kla ster lainnya. dan Lapangan Kerja. merupakan suatu program yang dikhususkan untuk menjangkau kelompok masyarakat tertentu yaitu masyarakat nelayan dan masyarakat pinggir perkotaan. Penanganan Transportasi Kota-kota Besar. dan (5) pengembangan s umber daya manusia dan kelembagaan petani melalui penyuluhan pertanian. pembangunan infrastrukt ur irigasi. pemanfaatan lahan kering. Sementara itu 2 program lainnya pada Klaster 4. dan optimasi lahan. . yaitu kelompok RTSM dan RTM. yaitu Progra m Surplus Beras. Dari 6 program yang dicanangkan. penyediaan pestisida. yaitu program 5 dan 6. Dalam rangka penanggula ngan kemiskinan. (3) pengalolaan air irigasi melalui layanan irigasi tersier. pada umumnya masuk pada 60% masyarakat termiskin. Program Lapangan Kerja sangat terkait dengan keempat Klaster program prorakyat. juga terdapat 3 program tambahan. Transportasi Jakarta. serta sebagian kecil dari RTH M. Secara Makro kebijakan Peningkatan dan Perluasan Program Pro-Rakyat ini saling mendukung dengan kebijakan dalam MP3EI. maka langkah-langkah yang a kan dilakukan. dan Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM). (4) fasilitasi sarana produksi pertanian mela lui penyaluran pupuk bersubsidi dan bantuan langsung pupuk. Dalam rangka mencapai ketahanan pangan dimana surplus beras 10 juta ton pertahun sudah harus dicapai dalam waktu 5-10 tahun. 4 program pertama diatas.serta (6) peningkatan kehidupan masyarakat pinggir perkotaan mencakup pembanguna n rumah murah atau upaya realokasi jika kondisi sangat buruk. Kelompok masyarakat pada program 5 dan 6. Peningkatan Ketahanan Pangan. pengembangan ekonomi masyarakat melalui KUR dan UKM juga penyediaan fasilitas khusus sekolah dan puskesmas. Pengembangan transportasi perkotaan difokuskan untuk melanjutan pengembangan angkutan umum masal di kota-kota besar baik yang berbasis rel maupun berbasis ja lan. dan rehabilitasi jaringan irigasi. dan Perluasan Kesempatan Kerja. ditargetkan untuk mensasar seluruh Rumah Tangga Sasaran (RTS) yaitu Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). benih bersubsidi dan bantuan benih unggul. Selain 6 program dalam Klaster 4. (2) perluasan areal dan pengelolaan lahan pertanian melalui cetak sawah. seperti sumbangan peningkatan kesempatan kerja dari Program PNPM dan KUR . Rumah Tangga Miskin (RTM). serta penangan pasca panen. dan diseminasi teknologi dan informasi pertanian. meliputi: (1) pengelolaan produksi tanaman padi melalui Sekolah Lapan g Pertanian Tanaman Terpadu (SL-PTT).

pembangunan halte BRT maupun pengembangan ATCS (Area Traffic Control Systems) serta pengembangan siste m pengumpan (feeder) BRT di Bodetabek (Bogor. Sedang kan . Tangerang dan Bekasi). di antaranya adalah rencana mulai beroperasi BRT di Kota Su rabaya. Sedangkan untuk pengem bangan angkutan umum masal berbasis jalan dititik-beratkan pada kelanjutan pengembangan BRT (Bus Rapid Transit). Makasar dan Medan serta peningkatan kinerja pengoperasian BRT di Kota Bandung. Palembang dan Solo melalui penambahan rute dan armada. akan dimulai konstruksi MRT (Mass Rapid Transit) Tahap I (rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia) dalam r angka memenuhi target pengoperasian pada November 2016 serta dimulainya pembangunan double-double track kereta api lintas Manggarai-Cikarang.Untuk pengembangan angkutan umum masal berbasis rel. Depok.

pengembangan prasarana jalan di perkotaan dilaksanakan dalam rangka mengurangi kemacetan lalu-lintas, di antaranya adalah memulai pembangunan ruas W2 tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) serta pembangunan jalan tol akses ke Pelabuhan Tanjung Priok serta penyelesaian pembangunan jembatan layang (flyover) di Pasar Kembang Suraba ya. Perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7 persen di tahun 2012 diperkirakan akan menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga berkisar antara 6,4-6,6 pers en. Kesempatan kerja yang tercipta diperkirakan sekitar 3,0 juta dan rata-rata untuk setiap satu persen pertumbuhan ekonomi akan menyerap 440.000 tenaga kerja. Penciptaan kesempatan kerja baru membutuhkan langkah-langkah konkrit baik dalam kerangka kebijakan maupun kerangka anggaran. Langkah-langkah yang diperlukan adalah: (1) dari sisi permintaan, antara lain dengan: (a) optimalisasi tenaga kerja dalam percepatan pembangunan ekonomi terma suk infrastruktur, sesuai zona ekonomi dan klaster industri, (b) meningkatkan elasti sitas kesempatan kerja dengan mendorong industri-industri padat pekerja di provinsi pu lau Jawa seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sesuai fokus pengem bangan master plan ekonomi, (c) memberi insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan ban yak tenaga kerja dengan mengembangkan berbagai alternatif, seperti sistem insentif m elalui pola Tabungan Dana Pelatihan; serta (2) program khusus untuk pengembalian anak u sia sekolah (10-15 tahun) yang drop out atau tidak mampu melanjutkan ke sekolah, ter utama yang belum tamat SD, SD atau belum tamat SLTP. Langkah kebijakan selanjutnya adalah meningkatkan efektivitas program-program pemerintah yang dapat mendorong penciptaan kesempatan kerja lebih luas, yang difokuskan kepada: (1) pengembangan KUR untuk UMKM melalui: (a) penetapan target penyaluran KUR bagi nelayan, (b) meningkatkan penyaluran KUR melalui pola linkag e dengan koperasi dan lembaga keuangan mikro (LKM) lainnya di desa-desa nelayan da n wilayah pesisir, dan (c) menyiapkan rencana tindak operasional dalam rangka peny iapan kelayakan usaha dan pendampingan nelayan untuk mengakses KUR; (2) pelaksanaan program padat karya produktif melalui pembangunan infrastruktur sederhana menggunakan banyak tenaga kerja dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan; (3) konsolidasi program-program kewirausahaan dari berbagai kementerian/lembaga; (4) pengembangan UMKM dengan peningkatan iklim usaha, peningkatan SDM, dan pemberian dukungan pembiayaan, produksi dan pemasaran; dan (5) penajaman program-program pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan program/kegiatan tersebut diarahkan sesuai kebutuhan daerahnya. Lokasi program/kegiatan difokuskan di daerah dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tinggi, baik lulusan SD dan SLTP, lulusan SMU dan SMK, dan lulusan perguru

an tinggi. Sedangkan untuk program pengembangan UMKM difokuskan kepada provinsi/kabupaten/kota yang mempunyai UMK tergolong perusahaan informal, provinsi/kabupaten dengan jumlah setengah penganggur tinggi terutama dilihat dar i status pekerjaan tanpa upah di perdesaan, serta perusahaan/industri yang menyera p tenaga kerja besar.

2.2.2. SASARAN PEMBANGUNAN Tema pembangunan tahun 2012 beserta semua prakarsa-prakarsa yang menyertainya dijabarkan kedalam rencan-rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah. Rencana aksi tersebut dibagi dalam 3 bagian, yaitu: I. Rencana aksi dalam 11 Prioritas Nasional dan 3 Prioritas Nasional Lainnya; II. Rencana aksi menurut bidang-bidang pembangunan; dan III. Rencana aksi dalam Pembangunan Kewilayahan Masing-masing rencana aksi dilengkapi dengan target keluaran pada tahun 2012 dan secara keseluruhan diarahkan mencapai Sasaran Utama RPJMN 2010-2014. Hubungan antara tema, rencana aksi dan sasaran utama pembangunan ditunjukkan dalam Gambar 2.6.

GAMBAR 2.6 TEMA, RENCANA AKSI, DAN SASARAN UTAMA

Sebagai penjabaran visi dan misi pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014, maka sasaran pembangunan tahun 2012 akan dikelompokkan ke dalam tiga bagian yakni: (1) sasaran pembangunan kesejahteraan, (2) sasaran perkuatan pembangunan demokrasi, dan (3) sasaran penegakan hukum. Rincian ketiga kelompok sasran ini disajikan dalam Tabel 2.5.

6 persen d) Tingkat Kemiskinan 10.0 persen 6.5 persen 2.0 c) Tingkat Pengangguran (terbuka) 6.TABEL 2.5 SASARAN UTAMA PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2012 NO.6.4 . Pendidikan 6. PEMBANGUNAN SASARAN SASARAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT 1.5 .9 persen Status Awal (2008) Target tahun 2012 a) Meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas (tahun) .5 b) Inflasi 5.11. Ekonomi a) Pertumbuhan Ekonomi 6.

28 75. dan sosial ekonomi. serta antarsatuan pendidikan yang diselenggarakan ol eh pemerintah dan masyarakat 3.4% e) Meningkatnya APK SMA/SMK/ MA/Paket C (persen) 64.4% g) Menurunnya disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan antarwilayah .85 b) Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15 tahun ke atas (persen) 5.7.8 c) Meningkatnya APM SD/SDLB/ MI/Paket A (persen) 95.28 79.7% d) Meningkatnya APM SMP/SMPLB/ MTs/Paket B (persen) 72.26 27.0% f) Meningkatnya APK PT usia 19-23 tahun (persen) 21.14 95.50 7. gender.97 4. .

4 juta ton e) Produksi Daging Sapi 471 ribu ton f) Produksi Ikan 14.9 juta ton d) Produksi Gula 4. Energi a) Peningkatan kapasitas pembangkit listrik 3.1 juta ton GKG b) Produksi Jagung 24.6 persen c) .Pangan a) Produksi Padi 74.000 MW (Termasuk yang dilakukan oleh badan usaha) b) Meningkatnya rasio elektrifikasi 73.0 juta ton c) Produksi Kedelai 1.86 juta ton 4.

Meningkatnya produksi minyak bumi 970 ribu barrel per hari d) Peningkatan pemanfaatan energi panas bumi PLTP 1.374 MW .

NO. Sulawesi. Maluku. Infrastruktur a) Pembangunan Jalan Lintas Sumatera. Jawa. c) Penuntasan pembangunan Jaringan Serat Optik di Indonesia Bagian Timur . dan Papua Meningkatnya keterhubungan wilayah untuk memperlancar arus distribusi barang dan manusia. dan Medan) . Kalimantan. Nusa Tenggara. b) Pembangunan jaringan prasarana dan penyediaan sarana transportasi antarmoda dan antar-pulau yang terintegrasi sesuai dengan Sistem Transportasi Nasional dan Cetak Biru Transportasi Multimoda Meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi untuk mengurangi backlog maupun bottleneck kapasitas prasarana transportasi dan sarana transportasi antarmoda dan antarpulau yang terintegrasi sesuai dengan sistem transportasi nasional dan cetak biru transportasi multimoda. Prosentase ibukota provinsi yang terhubung dengan jaringan backbone serta optik nasional mencapai 50 persen d) Perbaikan sistem dan jaringan transportasi di 4 kota besar (Jakarta. PEMBANGUNAN SASARAN 5. . Prosentase jumlah ibukota kabupaten/kota yang dilayani jaringan broadband mencapai sekurang-kurangnya 76 persen dari total ibukota kabupaten/kota. Surabaya. Bandung.

DAN BERKEADILAN.Meningkatnya pelayanan dan keselamatan masyarakat terhadap pelayanan sarana dan prasarana transportasi.0 pada tahun 2014.0. . PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 telah menggariskan bahwa Visi Pembangunan 2010-2014 adalah TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA.3. Meningkatnya kualitas demokrasi Indonesia Pada tahun 2012 Indeks Demokrasi Indonesia berkisar 68-70 dengan rincian: . DEMOKRATIS. Indeks pada aspek institusi demokrasi diharapkan berada pada kisaran 64. 2.0 . menuju sasaran IPK 5.8 pada tahun 2009. PRIORITAS PEMBANGUNAN 2. SASARAN PERKUATAN PEMBANGUNAN DEMOKRASI 1. SASARAN PEMBANGUNAN PENEGAKAN HUKUM 1 Tercapainya suasana dan kepastian keadilan melalui penegakan hukum (rule of law) dan terjaganya ketertiban umum. . Indeks pada aspek hak-hak politik diharapkan berada pada kisaran 55.3.1.0.0 90.66. Pada tahun 2012 Indeks Persepsi Korupsi (IPK) diharapkan meningkat dari 2. Untuk mewujudkan visi ini juga telah ditetapkan 3 (tiga) misi yang harus diemban yakni: . Indeks kebebasan sipil pada kisaran 88.57.0.0 .

7 PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL RPJMN 2010-2014 Uraian rinci tentang sasaran dan arah kebijakan masing-masing prioritas nasional adalah sebagai berikut: Prioritas 1: REFORMASI BIROKRASI DAN TATA KELOLA Sasaran Prioritas: a) Makin meningkatnya implementasi tata kelola pemerintahan pada seluruh instans i pemerintah melalui terobosan kinerja secara terpadu. penuh integritas.7. .Misi 1: Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera Misi 2: Memperkuat Pilar-Pilar Demokrasi Misi 3: Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang Untuk melaksanakan misi ini telah ditetapkan 11 Prioritas Nasional dan 3 Priorit as nasional lainnya sebagaimana ditujukkan dalam Gambar 2. GAMBAR 2. taat dan menjunjung tinggi hukum yang berlaku. b) Makin meningkatnya kualitas pelayanan publik yang didukung manajemen pelayana n yang professional. akuntabel . SDM berintegritas. c) Makin efektifnya pelaksanaan otonomi daerah sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat yang didukung manajemen pemerintahan dan pembangunan daerah yang baik. dan data kependudukan yang valid dan up to date. penerapan standar pelayanan minimal.

relevansi.4 pada tahun 2012. dan pencapaian kinerja secara optimal.8 pada tahun 2012. Prioritas 2: PENDIDIKAN Sasaran Prioritas a) Rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas (tahun).7% pada tahun 2012. (c) peningkatan kualitas. c) APM SD/SDLB/MI/Paket A (persen) meningkat dari 95. (b) peningkatan akses. maka arah kebijakan pembangunan pendidikan adalah: (a) peningkatan kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun y ang merata. g) Menurunnya disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan antarwila yah. b) Angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas (persen) meningkat dari 5. serta antarsatuan pendidikan yang diselenggarakan ol eh pemerintah dan masyarakat.85 tahun pada tahun 2012. kualitas. f) APK PT usia 19-23 tahun (persen) meningkat dari 21.14 pada tahun 2008 menjadi 95. f) Penetapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pengembangan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan aplikasi pertama pada Kartu Tanda Penduduk. e) APK SMA/SMK/MA/Paket C (persen) meningkat dari 64. gender. Arah Kebijakan Untuk mencapai sasaran tersebut.Arah Kebijakan Prioritas: a) Penataan kelembagaan birokrasi pemerintah melalui konsolidasi struktural berdasarkan tugas pokok dan fungsi instansi pemerintah.26 pada tahun 2008 menjadi 27. e) Peningkatan integrasi dan integritas penerapan dan penegakan hukum melalui peningkatan kinerja penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sehingga kepercayaan masyarakat makin meningkat. dan daya saing pendidikan tinggi. pengembangan manajemen SDM aparatur berbasis merit.50 tahun pada tahun 2008 menjadi 7. d) Penetapan dan penerapan sistem indikator kinerja utama pelayanan publik yang selaras antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. perbaikan tata laksana (business process). serta efektivitas dan efisiensi pelaksanaan Pemilukada 2012 c) Percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan di tingk at pusat dan daerah hingga tercapai keselarasan arah dalam implementasi pembangunan. dan relevansi pendidikan menengah. meningkat dari 7. (d) peningkat .0 pada tahun 2012.4 pada tahun 2012. dan sosial ekonomi. b) Penataan otonomi daerah melalui peningkatan peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di wilayah provinsi dan peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana perimbangan daerah.28 pada tahun 2008 menjadi 75.97 pada tahun 2008 menjadi 4. d) APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B (persen) dari 72. peningkatan kualitas reformasi birokrasi.28 pada tahun 2008 menjadi 79.

(e) peni ngkatan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD). pendidikan non-formal dan .an profesionalisme dan pemerataan distribusi guru dan tenaga kependidikan.

. ditandai dengan: a. Meningkatnya persentase balita gizi buruk yang mendapat perawatan menjadi sebesar 100 persen. 894 desa. (g ) pemantapan pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Meningkatnya persentase kabupaten/kota yang melakukan upaya peningkatan pengetahuan komprehensif tentang HIV dan AIDS pada penduduk usia 15 24 tahun menjadi 55 persen. (h) peningkatan efisiensi dan efektivitas manajemen pelayanan pendidikan. b. Prioritas 3: KESEHATAN Sasaran Prioritas 1) Meningkatnya pelaksanaan upaya kesehatan masyarakat preventif yang terpadu.5 persen.pendidikan informal. dan 124 ibukota kecamatan (IKK) dan pembangunan sanitasi di 143 kawasan dan 155 kabupaten/kota. f. g. (i) penguatan tata kelola pendidikan . yang ditandai dengan: a. dan 8) Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular. 2) Meningkatnya peserta KB baru menjadi 7.500 klinik pemerint ah dan swasta. b. dan (j) peningkatan pendidikan karakter. Meningkatnya persentase kualitas air minum yang memenuhi syarat menjadi 95 persen.3 juta dan KB aktif menjadi 28. 4) Meningkatnya jumlah kota di Indonesia yang memiliki RS standar kelas dunia (w orld class) menjadi 3 kota. 7) Meningkatnya persentase penduduk (termasuk seluruh penduduk miskin) yang memiliki jaminan kesehatan menjadi 67. (f) peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan. d. c.5 persen. Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan menjadi sebesar 85 persen. e. h. Meningkatnya persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan PN) menjadi sebesar 88 persen. Meningkatnya persentase balita ditimbang berat badannya (D/S) menjadi sebesar 75 persen. Terkendalikannya prevalensi kasus HIV menjadi sebesar < 0. 6) Meningkatnya persentase ketersediaan obat dan vaksin menjadi sebesar 90 perse n. Meningkatnya cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) menjadi sebesar 88 persen. Meningkatnya persentase ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal (cakupan kunjungan kehamilan ke empat (K4)) menjadi sebesar 90 persen. Terlaksananya fasilitasi pembangunan air minum di 392 kawasan. 3) Meningkatnya kualitas dan jangkauan layanan KB melalui 23.2 juta. 5) Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi ibu bersalin di sarana kesehatan melalu i 2.269 fasilitas pelayanan kesehatan.

arah kebijakan penanggulangan kemiskinan adalah sebagai berikut: . Prioritas 4: PENANGGULANGAN KEMISKINAN Sasaran Prioritas Pada tahun 2012. (4) peningkatan ketersediaan. dan penggunaan o bat.000 penduduk.5-11. bayi dan balita yang menjamin continuum of care. keterjangkauan. dan (5) penerapan asuransi kesehatan nasional untuk masyarakat miskin dan diperluas secara bertahap.5 per sen dari jumlah penduduk. Dengan demikian akan lebih banyak melibatkan masyaraka t miskin dalam proses pembangunan dan pemanfaatan hasil pembangunan. peningkatan caku pan imunisasi dasar. d. maka penurunan tingkat kemiskinan untuk mencapai sasaran pada tahun 2012 akan lebih diperluas baik sasaran maupun cakupan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Arah Kebijakan Sebagai upaya untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. mutu. terutama obat esensial generik. termasuk peningkatan kualitas layanan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan yang memenuhi standar bertaraf internasional. serta penyediaan akses penduduk terhadap air minum dan sanitasi dasar berkualitas. Meningkatnya persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang ditemukan menjadi sebesar 80 persen dan yang disembuhkan menjadi sebesar 87 persen.c. (2) revitalisasi program KB ditekankan pada kualitas layanan KB melalui penguata n kapasitas tenaga dan kelembagaan KB di lini lapangan. (3) peningkatan upaya kesehatan yang menjamin terintegrasinya pelayanan kesehata n primer. Arah Kebijakan Pembangunan kesehatan diprioritaskan pada: (1) pelaksanaan program kesehatan preventif terpadu yang meliputi peningkatan kesehatan ibu. termasuk memperluas keterlibatan pihak-pihak diluar pemerintah dalam pelaksanaan program dan kegiatan untuk penanggulangan kemiskinan. sekunder dan tersier.5 per 1. tingkat kemiskinan diturunkan hingga pada kisaran 10. Untuk itu. Meningkatnya angka penemuan kasus malaria menjadi sebesar 1. pemerataan.

(ii) meningkatkan kualitas serta memperluas kebijakan afirmatif/keberpihakan unt uk penanggulangan kemiskinan melalui 4 klaster program penanggulangan kemiskinan. (iii) meningkatkan efektivitas pelaksanaan penurunan kemiskinan di daerah termas uk .(i) mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan pro-rakyat miskin dengan memberi perhatian khusus pada usaha-usaha yang melibatkan orang-orang miskin dan orang-orang dengan kondisi khusus serta usaha-usaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

4. b) terjaminnya penyaluran subsidi pangan bagi masyarakat miskin. f) terbangunnya dan meningkatnya luas layanan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi. 2. Penyempurnaan dan peningkatan efektivitas pelaksanaan PNPM Mandiri. Peningkatan sinkronisasi dan efektivitas koordinasi penanggulangan kemiskinan serta harmonisasi antar pelaku. pupuk). c) terjaganya stabilitas harga bahan pangan dalam negeri. Peningkatan dan Penyempurnaan Kualitas Kebijakan Perlindungan Sosial Berbasis Keluarga. perikanan. Peningkatan dan perluasan program-program pro-rakyat. d) meningkatnya kualitas pola konsumsi pangan masyarakat dengan skor pola pangan harapan (PPH) menjadi sekitar 89. 5. 3. dan kehutanan dengan pertumbuha n sekitar 3. adalah: a) terpeliharanya dan meningkatnya tingkat pencapaian swasembada bahan pangan pokok. penerapan teknologi dan penyuluhan.percepatan pembangunan daerah terpencil dan perdesaan. dan (iv) menata dan meningkatkan kualitasn pelaksanaan lembaga jaminan sosial. Untuk melaksanakan arah kebijakan tersebut upaya penanggulangan kemiskinan difokuskan pada lima hal yaitu: 1. Arah Kebijakan Arah kebijakan pembangunan ketahanan pangan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: (1) Meningkatkan produksi pangan terutama daging sapi dan ikan serta mencapai surplus produksi padi untuk memantapkan ketahanan pangan.2 persen. dengan peningkatan produktivitas (teknologi) dan intensitas tanaman. . Prioritas 5: KETAHANAN PANGAN Sasaran Prioritas Sasaran peningkatan ketahanan pangan tahun 2012. melalui: (a) perluasan areal/ekstensifikasi dan optimasi lahan. g) meningkatnya PDB sektor pertanian. Peningkatan akses usaha mikro dan kecil kepada sumberdaya produktif. (b) intensifikasi. serta h) tercapainya indeks Nilai Tukar Petani (NTP) di atas 105 dan Nilai Tukar Nelay an (NTN) menjadi 110. (c) peningkatan produktivitas dengan penyediaan sarana pertanian (bantuan benih.8. e) terlindunginya dan meningkatnya lahan pertanian pangan.

dan .(d) peningkatan kualitas pascapanen (penurunan losses/susut).

dan utilitas kawasan perumahan dan permukiman sebanyak 190. c. (2) Meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan. . b. Prosentase ibukota provinsi yang terhubung dengan jaringan backbone serat optik nasional mencapai 50 persen. melalui: (a) pengelolaan konsumsi dengan melakukan diversifikasi konsumsi pangan. fasilitasi pembangunan prasarana. (2) Transportasi a.(e) mendukung pelaksanaan undang-undang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. c. terutama peningkatan peran serta BUMN. (3) Perumahan dan Permukiman Penyediaan rumah layak huni dan terjangkau melalui pembangunan rusunawa 223 twin blok (TB). b. dan (c) penyediaan pangan bersubsidi untuk keluarga miskin. Meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi untuk mengurangi backlog maupun bottleneck kapasitas prasarana transportasi dan sarana transportasi antarmoda dan antarpulau yang terintegrasi sesuai dengan sistem transportasi nasional dan cetak biru transportasi multimoda. pengembangan industri pangan berbasis tepung dan pangan lokal.333 unit. Mendukung upaya peningkatan akses penduduk terhadap air minum sesuai target MDG s. Meningkatnya keterhubungan wilayah untuk memperlancar arus distribusi barang dan manusia. termasuk pemulihan pasca bencana alam.500 unit serta fasilitasi dan stimulasi perumahan swadaya sebanyak 53. Prioritas 6: INFRASTRUKTUR Sasaran Prioritas (1) Sumber Daya Air a. Prosentase jumlah ibukota kabupaten/kota yang dilayani jaringan broadband mencapai sekurang-kurangnya 76 persen dari total ibukota kabupaten/kota. (3) Meningkatkan kualitas konsumsi pangan. Meningkatnya keselamatan masyarakat terhadap pelayanan sarana dan prasarana transportasi. sarana. b. melalui pengolahan hasil. dan (b) peningkatan ketersediaan sumber protein terutama ikan. (b) stabilisasi harga pangan dalam negeri dengan peningkatan efisiensi distribus i dan logistik pangan. (4) Komunikasi dan Informatika a. melalui: (a) peningkatan mutu pangan. Mempercepat pencapaian prioritas nasional penanganan secara terpadu DAS Bengawan Solo. Meningkatkan jumlah kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir dan abrasi pantai.

yang juga dilakukan dalam rangka menunjang paduserasi rencana pembangunan dan RTR. yang didorong melalui pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) . termasuk di dalamnya RTR Pulau. Penyelesaian peraturan perundang-undangan amanat UU 26/2007. Rehabilitasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi untuk menjami n keberlanjutan dan tingkat pelayanan transportasi kepada seluruh lapisan masyarakat. (5) Penataan Ruang a. Penyediaan fasilitas keselamatan transportasi yang memenuhi standar keselamat an internasional. 5. transportasi. 3. Penyediaan pelayanan transportasi perintis di wilayah terpencil. termasuk MP3EI. serta komunikasi dan informatika. Secara lebih rinci. RTRWP dan RTRWK. Arah Kebijakan Secara umum arah kebijakan pembangunan infrastruktur berdasarkan RPJMN 20102014 akan difokuskan pada: (i) Meningkatkan pelayanan infrastruktur sesuai denga n Standar Pelayanan Minimal (SPM). (ii) Mendukung peningkatan daya saing sektor ri il. dengan RTR. Penguatan kelembagaan dalam rangka paduserasi rencana pembangunan.c. 2. dengan indikator presentase tingkat pelayanan sarana dan prasarana yang meliputi sarana dan prasarana sumber daya air. Arah kebijakan dalam rangka meningkatkan pelayanan infrastruktur sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diprioritaskan pada penyediaan infrastruktur das ar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan. Meningkatkan profesionalisme SDM transportasi (petugas. guna mendukung penurunan tingkat kecelakaan sebesar 50 persen dari kondisi saat ini. Lanjutan beroperasinya fasilitas jasa akses telekomunikasi di 33. Pengembangan transportasi yang ramah lingkungan dalam rangka mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. serta pembinaan teknis tentang pelayanan operasional transportasi. penelitian dan pengembangan. Sasaran fokus prioritas adalah terjam innya ketersediaan infrastruktur dasar sesuai dengan tingkat kinerja yang telah diteta pkan. operator dan pengguna ). arah kebijakan dalam rangka meningkatkan pelayanan infrastruktur sesuai SPM meliputi: 1. perumahan dan permukiman. RTR KSN. pedalaman da n perbatasan dan public service obligation (PSO) untuk angkutan penumpang kelas ekonomi perkeretaapian dan angkutan laut. melalui pendidikan dan pelatihan. dan (iii) Meningkatkan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). 4.748 desa ibukota kecamatan sebagai bagian dari program USO. 6. b. energi da n ketenagalistrikan. Penyediaan dan penambahan fasilitas dan peralatan pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk meningkatkan kemampuan dan kecepatan tindak awal SAR dalam operasi penanganan kecelakaan transportasi dan bantuan SAR dalam .186 desa dan Pusat Layanan Internet Kecamatan di 5.

.penanggulangan bencana dan musibah lainnya.

dengan: (1) mendorong terbentuknya jaringan informasi sumber daya air antar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). dan optimalisasi sumber air baku yang ada melalui kegiatan operasi dan pemeliharaan. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian y ang layak dan terjangkau. Arah kebijakan dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sektor riil diprioritaskan pada penyediaan sarana dan prasarana yang mampu menjamin kelancar an distribusi barang. 11. dan (3) melakukan collecting. kerjasama. koordinasi antarlembaga dan antarwadah pengelolaan sumber daya air yang telah terbentuk. efektif. energi dan ketenagalistrikan. (2) membangun dan mengoptimalkan jaringan basis data antar seluruh stakeholders dan menetapkan standar. proses dan metode/prosedur pengumpulan dan penyebaran data dan informasi. jasa. updating dan sinkronisasi data serta informasi secara rutin dari instansi/lembaga terkait. transportasi. provinsi maupun kabupaten. Sasaran fokus prioritas adalah meningkatnya pelayanan sarana dan prasarana yang mendukung sektor riil. dan (3) meningkatkan pembangunan tampungan-tampungan dan saluran pembawa air baku. (2) pengendalian pemanfaatan air tanah untuk pemenuhan kebutuhan air baku. Menutup wilayah blank spot informasi melalui pemerataan penyediaan infrastru ktur dan layanan komunikasi dan informatika. serta peningkatan jangkauan dan mempertahankan keberlanjutan layanan komunikasi dan informatika di wilayah perbatasan. terpencil. dengan indikator presentase peningkatan kapasitas dan kua ntitas pelayanan sarana dan prasarana yang meliputi sarana dan prasarana sumber daya ai r. perdesaan. perumahan dan permukiman. baik yang menjadi kewenangan pusat. arah kebijakan dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sektor riil meliputi: . Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman melalui penyediaan prasarana. sarana dasar. 9. Secara lebih rinci. 8. (3) melanjutkan proses peningkatan kapasitas kelembagaan pengelolaan sumber daya air dan peningkatan pemberdayaan serta partisipasi masyarakat terutama di tingkat kabupaten/kota. dan wilayah strategis. serta komu nikasi dan informatika. klasifikasi. (2) meningkatkan komunikasi. dengan: (1) mempercepat penyelesaian peraturan pemerintah dan pedoman teknis lainnya sebagai turunan UU No. wilayah tertinggal. dan utilitas umum yang memadai dan terpadu dengan pengembangan kawasan perumahan dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh. 10. Meningkatkan ketersediaan dan kemudahan akses terhadap data serta informasi dalam rangka pengelolaan sumber daya air secara terpadu.7. Meningkatkan kinerja pengelolaan sumber daya air. Mendukung upaya peningkatan akses penduduk terhadap air minum sesuai target MDG s melalui: (1) pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan defisit air. kodifikasi. dan informasi untuk meningkatkan daya saing produk nasi onal. dan wilayah non komersial lain. 12. 4) mempercepat penyelesaian rancangan pola pengelolaan Sumber Daya Air yang berbasiskan wilayah sungai. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. efisien dan berkelanjutan.

.

6. terutama pada daerah perkotaan dan pusat-pusat perekonomian melalui: (1) percepatan pelaksanaan penanganan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo secara terpadu sesuai dengan tahapan yang direncanakan. (5) merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim guna mengoptimalkan upaya pengendalian banjir dan pengamanan pantai. (4) meningkatkan pembangunan sarana/prasarana pengamanan pantai dan optimalisasi fungsi sarana/prasarana pengamanan pantai yang telah ada. dan 6) meningkatkan koordinasi antarkementerian/lembaga. Memenuhi tuntuan kompatibilitas global yang menempatkan jaringan transportasi nasional sebagai subsistem dari jaringan global dan regional.1. dan penataan jaring an dan ijin trayek. (3) mengoptimalkan dan mengefektifkan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengendali banjir. 3. deregulasi pungutan dan retribusi di jalan. (b) memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi antarinstansi pemerintah melalui pengembangan egovernment secara nasional. Dalam upaya pengendalian banjir. lahar gunung berapi. 4. 7. sehingga standar s istem operasi. Pengembangan sarana dan prasarana penghubung antar-pulau dan antarmoda yang terintegrasi sesuai dengan sistem transportasi nasional dan cetak biru transport asi multimoda. Pengembangan transportasi umum massal di wilayah perkotaan yang terjangkau da n efisien sesuai dengan cetak biru transportasi perkotaan. (2) memprioritaskan pelaksanaan rehabilitasi sarana dan prasarana pengendali banjir dan lahar sedimen untuk pemulihan pasca bencana Merapi dan Wasior. dan (d) mendukung pengembangan industri manufaktur TIK dalam negeri. serta outlet-outlet (terminal. Mendorong efisiensi transportasi barang dan penumpang terutama dari aspek penegakan hukum. standar keselamatan. dan pengamanan pantai. . (c) meningkatkan e-literasi melalui peningkatan kual itas SDM TIK termasuk aparatur pemerintah. pemerintah daerah. pelabuhan dan bandara) untuk meningkatkan perekonomian nasional. Pembangunan jalan lintas strategis nasional dan terintegrasi dalam suatu sist em transportasi nasional dan regional yang mampu menghubungkan wilayah-wilayah strategis dan kawasan cepat tumbuh. 2. dan masyarakat dalam penyelesaian permasalahan sosial dalam pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air 8. Pengembangan sarana dan prasarana transportasi yang mendukung pengembangan daerah pariwisata dan sentra-sentra produksi pertanian dan industri. 5. Pembangunan komunikasi dan informatika diarahkan kepada: (a) memperkuat konektivitas nasional secara virtual (virtual domestic connectivity) melalui pengembangan infrastruktur broadband nasional termasuk mendorong penetrasi broadband sebagai bentuk universal service melalui pemanfaatan ICT Fund dan mempercepat penetrasi siaran TV digital. dan kualitas pelayanan dituntut memenuhi standar internasional. arah kebijakan pembangunan infrastruktur sumber daya air tahun 2012 diarahkan pada upaya pembangunan sarana dan prasarana pengendali banjir.

pada RKP 2012 diupayakan beberapa inisiatif baru yang mend ukung Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia dan Program Klaster IV (6 Program +3). transparan. persetujuan substansi teknis RTRW untuk 184 kabupaten da n 52 kota. . seperti: fa silitasi dalam penyediaan tanah dan pendanaan seperti Infrastructure funds dan guarantee funds. dan memantau pelaksanaan KPS. (d) memfasilitasi penyelesaia n sengketa pelaksanaan proyek KPS secara efisien dan mengikat. (f) memberi jaminan adanya sistem seleksi dan kompetisi yang adil . (b) mempersiapkan proyek KPS yang terintegrasi agar dapat diimplementasikan oleh Kementerian/Lembaga dan Satuan Kerja Perangkat Daerah secara matang sehingga dap at menekan biaya transaksi yang tidak perlu. RTR KSN Candi Prambanan. RTR KSN Taman Nasional Kerinci Seblat. RTR KSN Kawasan Toraja dan sekitarnya. (c) mendorong terbentuknya regulator ekonomi sektoral yang adil dalam mewakili kepentingan pemerintah. RTR KSN KAPET Batulicin. RTRWP dan RTRWK. (g) meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana daera h melalui peningkatan pengeluaran pemerintah daerah yang didukung oleh kerangka insentif yang lebih baik. dan RTR KSN Kawasan Timika. RTR KSN Taman Nasional Komodo. melakukan promos i KPS. RTR Pulau. RTR KSN Fasilitas Uji Terbang Roket dan Pengamat Dirgantara Pamengpeuk. (c) melakukan penguatan peran kelembag aan KPS untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pelaksanaan KPS dalam menyusun stra tegi perencanaan dan prioritas sektor yang akan dikerjasamakan. RPJMD d an RKPD) dengan indikasi program lima tahunan dalam RTRWN. Arah kebijakan penyelenggaraan penataan ruang pada tahun 2012 adalah: (1) penyelesaian materi teknis peraturan perundangan amanat UU 26/2007 antara lain penyusunan RTR Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kawasan Pangandaran-KalipuncangSegara Anakan-Nusakambangan (Pacangsanak). dan akuntabel. peningkatan kapasitas dalam pengembangan. termasuk menyediakan dana pendukung di dalam APBN. RTR KSN Tanjung Puting. (b) membentuk fasilitas-fasilitas yang mendorong pelaksanaan proyek KPS.Dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kesejahteraan rakyat. RTR KSN KAPET Khatulistiwa. dan konsumen. Strategi yang akan ditempuh adalah: (a) membentuk jejaring dan meningkatkan kapasitas untuk mendorong perencanaan dan persiapan proyek KPS. Arah kebijakan dalam rangka meningkatkan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) adalah: (a) melanjutkan reformasi strategis kelembagaan dan peraturan perundangundangan pada sektor dan lintas sektor yang mendorong pelaksanaan KPS. badan usaha. (e) mempersiapkan p royek KPS yang akan ditawarkan secara matang melalui proses perencanaan yang transpara n dan akuntabel. RTR KSN Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati Raja Ampat. dan (d) menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mendukung investasi dalam pembangunan dan pengoperasia n proyek KPS. (2) penyerasian sasaran dan indikator rencana pembangunan (RKP.

5 persen. .Prioritas 7: IKLIM INVESTASI DAN IKLIM USAHA Sasaran Prioritas Sasaran pertumbuhan investasi dalam bentuk pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada tahun 2012 diperkirakan tumbuh sebesar 11.

arah kebijakan pada tahun 2012 adalah: (1) mempercepat proses penyempurnaan UU No. juga terus dilakukan.6 per sen. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dilakukan melalui pengembangan KEK dengan memfokuskan penetapan KEK di 5 lokasi sampai tahun 2012. Penyederhanaan prosedur dilakukan melalui Penerapan Sistem Pelayanan Informasi d an Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) pada Pelayanan Terpadu Satu Pint u (PTSP) di 50 kabupaten/ kota dengan arah kebijakan yaitu penerapan SPIPISE di PTSP sehi ngga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas PTSP. dan (4) memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi tentang peraturan/kebijakan ketenagakerjaan dengan cara melakukan dialog tentang tata ca ra penanganan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. pembatalan perda bermasalah d an pengurangan biaya untuk memulai usaha seperti Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Selain pengoperasian secara penuh NSW. diperlukan pula sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan dan iklim usa ha dalam rangka penciptaan lapangan kerja. perbaikan sist em informasi. peningkatan infrastruktur dan energi melalui skema KPS.Arah Kebijakan Dalam rangka mencapai sasaran peningkatan investasi tersebut maka dilakukan upaya melalui perbaikan kepastian hukum. Perbaikan logistik nasional dilakukan melal ui pengembangan dan penetapan Sistem Logistik Nasional yang menjamin kelancaran aru s barang dan mengurangi biaya transaksi/ekonomi biaya tinggi serta didukung oleh infrastruktur yang memadai dan kebutuhan dananya akan diupayakan melalui mekanis me Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. perbaikan logi stik nasional. Sasaran ketenagakerjaan pada tahun 2012 adalah tingkat pengangguran terbuka dapat diturunkan hingga berkisar antara 6. (3) memperkuat kapasitas organisasi serikat pekerja d an asosiasi pengusaha. Dukungan pertanahan untuk membangun iklim investasi dilakukan dengan sasaran: . pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pengembangan kebijakan ketenagakerjaan. Selain itu. Perbaikan sistem informasi tetap dilakukan me lalui pengoperasian secara penuh National Single Window (NSW) untuk impor dan ekspor.4-6. Perbaikan kepastian hukum dilakukan melalui reformasi regulasi secara bertahap d i tingkat nasional dan daerah sehingga terjadi harmonisasi peraturan perundang-und angan untuk lebih meningkatkan kejelasan dan konsistensi dalam implementasinya. Sementara itu. percepatan realisasi proses penyelesaian bea cuk ai di luar pelabuhan. Hingga saat ini. yakni dengan implementasi Custom Advanced Trade System (CATS) di dry port Cikarang. penyederhanaan prosedur. (2) mendorong pencapaian proses negosiasi bipartit. uji coba pengoperasian NSW telah selesai dilaksanakan. Untuk itu.

854 bidang.500. melalui kegiatan peta pertanahan 2. (2) terwujudnya p ercepatan legalisasi aset pertanahan.791 kasus. Untuk itu arah kebijakannya adalah penataan dan penegakan hukum pertanahan sehingga dapat mengurangi potensi sengketa serta meningkatkan penerapan sistem informasi dan manajemen pertanahan.000 hektar.(1) terwujudnya pengembangan infrastruktur pertanahan secara nasional. yang kondusif bagi iklim usaha di seluruh Indonesia. serta . regional. legalis asi aset tanah sebanyak 939. dan (3) tersedianya data dan informasi per-tanahan yang te rintegrasi secara nasional (Sistem Informasi Manajemen Pertanahan nasional/Simtanas). konflik dan perkara pertanah an serta mencegah timbulnya kasus pertanahan baru dengan target: 2. penanganan sengketa. dan sektoral. ketertiban administrasi pertanahan dan kelengkapan i nformasi legalitas aset tanah.

Meningkatkan produksi batubara menjadi 332 juta ton Arah Kebijakan Arah kebijakan ketahanan dan kemandirian energi ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan energi yang bertumpu pada sebanyak-banyaknya kemampuan sumber daya dari dalam negeri untuk mendukung percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi. baik oleh pemerin tah maupun oleh badan usaha 2. (iii) mempercepat pengambilan dan pengolahan data potensi sumber daya minyak dan gas bumi.6 persen 3. Prioritas 8: ENERGI Sasaran Prioritas 1. Meningkatkan produksi minyak bumi menjadi 970 ribu barrel per hari 4. dan ketenagalistrikan. gas. (iv) menerapkan inisiatif energi bersih (Green Energy Initiatives) melalui peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.peningkatan akses layanan pertanahan melalui Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Ta nah (LARASITA) di 419 kab/kota. penyediaan serta penyebarluasan data dan informasi geologi sumber daya minyak dan gas bumi. termasuk infrastruktur BBM. dan ketenagalistrikan dilakukan dengan (i) mengembangkan kilang dan depo BBM. Meningkatkan kapasitas pembangkit listrik sebesar 3.404 ribu setara barel minyak per har i 5. Arah kebijakan yang ditempuh adalah (i) meningkatkan daya tarik investasi kegiat an eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 73. Beberapa kebijakan dan strategi yang akan dilaksanakan guna meningkatkan produksi/lifting dan cadangan minyak dan gas bumi adalah (i) mendorong pemanfaat an hasil penelitian dan pengembangan teknologi tinggi seperti EOR (Enhanced Oil Rec overy) terutama untuk peningkatan produksi di sumur-sumur yang sudah tua/marjinal. gas. (ii) meningkatkan kualitas monitoring volume produksi dan lifting minyak dan gas bumi . dan ( v) menyiapkan dan mempromosikan penawaran wilayah kerja minyak dan gas bumi. (ii) meningkatkan tingkat pelayanan infrastruktur energi. Peningkatan pelayanan infrastruktur energi. melalui pengolahan data seismik 2D. termasuk infrastruktur BBM. dan d i daerah remote. (iii) meningkatkan peman faatan gas bumi dan batubara untuk keperluan industri di dalam negeri. Meningkatkan produksi gas bumi menjadi 1.000 MW. (iv) meningkatkan pelayanan publik melalui pengelolaan. terutama di daerah lepas pantai. (ii) . dan (v) meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi dan menyediakan su bsidi energi tepat sasaran. guna meningkatkan produksi/lifti ng dan cadangan minyak dan gas bumi.

Dalam rangka diversifikasi energi. (iii) membangun pembangkit listrik. (iv) meningkatkan peran serta swa sta dan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur energi.membangun pipa transmisi dan distribusi gas. termasuk jaringan transmisi dan distribusinya. Beberapa kebijakan dan strategi yang akan dilaksanakan untuk pemanfaatan gas dan batubara . perlu dilakukan upaya untuk memanfaatkan gas dan batubara untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi. dan (v) melaksanakan penyediaan listrik hemat dan murah bagi masyarakat berpendapatan rendah.

dan (vi) mendorong pembangunan sarana dan prasarana pengangkutan batubara untuk keperluan pasar dalam negeri. rumah tangga. dan kilang mini LPG untuk memasok gas rumah tangga. (ii) m enerapkan subsidi (green subsidy) dengan memperlakukan harga khusus dan insentif pada EBT sehingga selisih harga EBT dan energi fosil bisa terjembatani. seperti biomassa. baik melalui scheme pembatasan penerima BBM bersubsidi. (iii) meningkatka n pemanfaatan sumber energi lokal melalui peningkatan kualitas dan kuantitas Desa Mandiri Energi (DME). Prioritas 9: LINGKUNGAN HIDUP DAN PENGELOLAAN BENCANA . 30 tahun 2007. baik kualitas maupun kuantitas. Beberapa kebijakan dan strategi yang akan dilaksa nakan dalam pengembangan energi terbarukan adalah (i) memfokuskan pengembangan energi terbarukan (EBT) pada panas bumi. nelayan. dan jaringa n distribusi pipa gas kota untuk melayani rumah tangga. dan transportasi. tenaga surya. (iv) melakukan pengaturan kembali subsidi BBM supaya lebih tepat sasaran . di dalam negeri. dan tenaga hidrogen. dan aneka energi baru terbarukan. (ii) memba ngun Small Scale LNG Receiving Terminal guna menerima dan menimbun pasokan/ penyediaa n gas pembangkit listrik. (v) mengatur harga batubara di dalam negeri dengan mengacu kepada indeks harga batubara ekspor. kendar aan roda dua. maupun opsi kenaikan harga BBM.adalah (i) meningkatkan pasokan alokasi gas bumi untuk kebutuhan pembangkit list rik. (vi) meningkatkan mutu pengawasan BBM yang beredar. tenaga angin. pupuk/non-pupuk. (iii) mengembangkan industri peralatan hemat energi u ntuk industri dan gedung-gedung dan memfasilitasi pembentukan Energy Service Company (ESCO). Beberapa kebijakan dan strategi yang akan ditempuh dalam meningkatkan efisiensi dan subsidi tepat sasaran adalah (i) menerapkan audit energi dan mekanisme manda tori penghematan energi. dan sebagainya. bio-energi. termasuk di pulau kecil terluar. terutama Prem ium. baik DME BBN maupun DME non-BBN. Inisiatif energi bersih (Green Energy Initiatives) dilakukan melalui peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. (iii ) membangun sistem jaringan distribusi gas (SPBG) untuk angkutan umum. industri petrokimia. (iv) menjamin keamanan pas okan batubara dalam negeri melalui Domestic Market Obligation (DMO) terutama sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik sesuai dengan UU No. (v) mensubtitusi BBM dengan bahan bakar gas (BBG). seperti angkutan umum. da n (vii) meneruskan konversi minyak tanah ke LPG serta menurunkan potensi kecelakaan penggunaan LPG. (ii) meningkatkan kesadaran perilaku hemat energi aparat pemerintah dan masyarakat. tenaga nuklir.

(v i) dukungan terhadap penelitian dan pengembangan untuk penurunan gas rumah kaca dan adaptasi perubahan iklim. (ii) peningkat an pengelolaan kualitas ekosistem lahan gambut. (vii) peningkatan kapasitas adaptasi dan mitigasi peru bahan iklim di berbagai sektor pembangunan dan daerah. (v) evaluasi pemanfaatan ruang berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang bersifat lintas K/L. (i v) rehabilitasi dan konservasi ekosistem pesisir. (viii) penyusunan insentif ekon omi dan fiskal bagi pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk berpartis ipasi . (iii) terus ditingkatkannya kualita s kebijakan konservasi dan pengendalian kerusakan hutan dan lahan yang terpadu. antara lain adalah: (i) terus dilakukannya upaya-upaya dalam mengurangi lahan kritis melalui rehabilitasi dan reklamasi hutan.Arah kebijakan yang akan dikembangkan pada tahun 2012 dalam penanggulangan perubahan iklim.

arah dan kebijakan untuk mencapai sasaran pengurangan risiko bencan a adalah: (i) mengintegrasikan kebijakan pengurangan risiko bencana sebagai priori tas pembangunan nasional dan daerah. (iii) pendirian stasium agroklimat di 11 provinsi. serta (vii) meningkatny a jumlah dan kemampuan akses informasi terkait perubahan iklim. arah dan kebijakan akan dikembangkan dengan: (i) melanjutkan proses internalisasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam 3 (tiga) pilar utama pembangunan berkelanjutan. dan akan ditindaklanjuti dengan disusunnya pedoman untuk Rencana Aksi Da erah dan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK). melalui upaya konservasi dan rehabilitasi ekosistem yang rusak. Selanjutnya. laut. serta (iii) menyepakat i ukuranukuran untuk pembangunan berkelanjutan yang tepat dan dapat digunakan baik di ti ngkat nasional dan daerah sehingga prinsip pembangunan berkelanjutan dapat berjalan ny ata di lapangan. (ii) penguatan kapasitas penanggulangan bencana . (ii) meningkatkan manajemen penanganan gempa bumi dan tsunami. Sehingga diharapkan pola pembangunan yang dilakukan memenuhi kaidah keberlanjutan (pro-environment) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan. yang terutama difokuskan pada : (i) penurunan beban pencemaran lingkungan akibat meningkatnya aktivitas pembangunan. (vi) meningkatkan akura si jangkauan dan kecepatan penyampaian informasi melalui penambahan dan pembangunan jaringan observasi. arah kebijakan tersebut terus dilanjutkan. (ii) menekan laju kerusakan SDA dan lingkung an hidup. Pada tahun 2012. Selain itu. telekomunikasi dan sistem kalibrasi. baik di k awasan hutan. serta pengelolaan keanekaragaman hayati. (ii) menjabarkan hal-hal konkrit dalam pilar kerangka kelembagaan untuk mempercepat internalisasi 3 (tiga) prinsip pembangunan berkelanjutan. arah dan kebijakan yang akan dikembangkan adalah meningkatkan kualitas pengelolaan daya dukung lingkunga n hidup agar kemampuannya dapat pulih kembali dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Peraturan Presiden mengena i RAN-GRK akan segera ditetapkan yang akan menjadi peraturan payung bagi seluruh sektor. maupun di areal bekas pertambangan. pesisir. Dalam pengendalian perbaikan kualitas lingkungan hidup. (v) meningkatka n kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan. (iv) pemantauan kawasan perbatasan yang rawan bencana. Arah dan kebijakan untuk pembangunan sistem peringatan dini adalah: (i) mengembangkan produk peringatan dini gempa bumi dan tsunami. Terkait dengan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan. (iii) penguatan kelembagaan serta peningkatan kesadaran d an partisipasi masyarakat dalam perbaikan kualitas lingkungan hidup.dalam program penanganan perubahan iklim.

di pusat dan daerah; (iii) mendorong keterlibatan dan partisipasi lembaga-lembaga n onpemerintah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana; (iv) peningkatan sumberdaya penanganan kedaruratan dan bantuan kemanusiaan yang dilengkapi dengan peralatan dan logistik yang memadai; serta (v ) percepatan pemulihan wilayah yang terkena dampak bencana. Sedangkan terkait deng an penanggulangan bencana juga ditekankan pada upaya untuk menjaga keutuhan NKRI melalui: (i) pemetaan seluruh wilayah nasional termasuk wilayah rawan bencana; ( ii) penyediaan peta rawan bencana bagi keperluan mitigasi bencana; (iii) meningkatka n kapasitas kelembagaan bencana di daerah terutama di daerah dengan tingkat kerawa nan bencana yang tinggi, dan mengintegrasikan kebijakan pengurangan risiko bencana d alam sistem perencanaan pembangunan daerah; serta (iv) meningkatkan penanganan

kedaruratan yang efektif dan efisien melalui peningkatan kapasitas sumber daya penanggulangan bencana daerah. Adapun strategi dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas data dan informasi spasial dilakukan dengan memprioritaskan tersedianya peta dasar dan tematik nasional baik di darat maupun di laut pada wilayah nasional ya ng terkena bencana nasional yang mengakibatkan perubahan rona muka bumi secara mass ive; serta meningkatkan ketahanan masyarakat di wilayah pesisir terhadap dampak perub ahan iklim serta bencana alam laut. Prioritas 10: DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN, TERLUAR, DAN PASCA-KONFLIK Sasaran Prioritas Sasaran pembangunan daerah tertinggal adalah: a. Meningkatnya rata-rata pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal sebesar 6,8 persen pada tahun 2012; b. Berkurangnya persentase penduduk miskin di daerah tertinggal hingga mencapai rata-rata sebesar 16.6 persen pada tahun 2012; dan c. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia di daerah tertinggal yang diindikasi kan oleh rata-rata Indeks pembangunan manusia (IPM) pada tahun 2012 menjadi 69.9. Sedangkan sasaran untuk pembangunan kawasan perbatasan antara lain: a. Terselesaikannya secara bertahap permasalahan perbatasan; b. Tercapainya kemajuan yang signifikan dalam upaya penyelesaian segmen batas da rat, dengan prioritas batas negara antara RI-Malaysia di Pulau Kalimantan dan RI-Timo r Leste di Provinsi NTT; c. Mulai menurunnya tingkat kejadian kegiatan ilegal secara gradual di seluruh k awasan perbatasan darat dan laut; d. Mulai meningkatnya akses masyarakat kepada sarana dan prasarana dasar, dengan prioritas 39 kecamatan perbatasan prioritas; e. Mulai meningkatnya pendapatan masyarakat dengan prioritas di 39 kecamatan perbatasan prioritas; f. Mulai terciptanya keterkaitan sistem produksi dan distribusi antara Pusat Keg iatan Strategis Nasional (PKSN) dengan pusat kegiatan di kecamatan perbatasan sekitarn ya dalam suatu sistem kawasan pengembangan ekonomi. Arah Kebijakan Arah kebijakan dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal adalah meningkatkan sinergi antar sektor pembangunan dan antara pemerintah pusat dan da erah dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat yang dijabarkan ke dalam upaya-upaya sebagai berikut: a. Pengembangan ekonomi lokal di daerah tertinggal;

b. Penguatan kelembagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan sumberdaya lokal di daerah tertinggal; c. Peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau di daerah tertinggal; d. Peningkatan pelayanan pendidikan yang berkualitas di daerah tertinggal;

serta penegakan hukum. Peningkatan diplomasi perbatasan dan menindaklanjuti hasil-hasil perundingan perbatasan.e. e. Peningkatan upaya pertahanan. Peningkatan kegiatan ekonomi di kawasan perbatasan. Inovasi Teknologi Sedangkan sasaran pembangunan iptek dalam rangka inovasi teknologi adalah meningkatnya kapasitas nasional untuk pelaksanaan penelitian. c. Untuk itu arah kebijakannya adalah penguatan sistem inovasi nasional melalui penguatan kelembag aan. Untuk mencapai sasaran prioritas tersebut. Penguatan kapasitas kelembagaan dalam upaya pengembangan kawasan perbatasan secara terintegrasi. penciptaan dan ino vasi dan memudahkan akses dan penggunaannya oleh masyarakat luas. dan f. Peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur daerah tertinggal serta peningkatan aksesibilitas daerah tertinggal dengan pusat-pusat pertumbuhan. Prioritas 11: KEBUDAYAAN. pengembangan. dan (4) meningkatnya kapasitas nasional untuk pelaksanaan penelitian. dan jaringan iptek nasional serta upaya inovasi dibidang-bidang tekn ologi yang strategis. maka arah kebijakan prioritas pembangunan kebudayaan adalah peningkatan upaya pelindungan. keamanan. Penyelesaian penetapan dan penegasan batas wilayah negara. (2) meningkatnya perhatian dan kesertaan pemerintah dalam program-program seni dan budaya yang diinisiasi oleh masyarakat dan mendorong berkembangnya apresiasi terhadap kemajemukan budaya. d. b. dan pemanfaatan cagar budaya. . KREATIVITAS. Peningkatan pelayanan sosial dasar. dan mendorong berkembangnya apresiasi masyarakat terhadap keberagaman budaya untuk memperkaya khazanah artistik dan intelektual b agi tumbuh-mapannya jati diri bangsa. DAN INOVASI TEKNOLOGI Kebudayaan Sasaran pembangunan kebudayaan yang menjadi prioritas nasional adalah (1) meningkatnya upaya pengelolaan terpadu cagar budaya dan museum. Sedangkan arah kebijakan yang terkait dengan pembangunan kawasan perbatasan adalah mengoptimalkan dan mengkonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan dalam penegakan kedaulatan wilayah NKRI dan membuka akses masyarakat terhadap pelayana n sosial-ekonomi melalui upaya-upaya strategis sebagai berikut: a. (4) meningkatnya penyediaan sarana yang memadai bagi pengembangan. penciptaan dan inovasi dan memudahkan akses dan penggunaannya oleh masyarakat lu as di bidang kebudayaan. sumberdaya. pendalaman dan pergelaran seni budaya di kota besar dan ibu kota kabupaten.

.

c. d. e. dan upaya peningkatan penghormatan. HUKUM DAN KEAMANAN Sasaran Prioritas Sasaran Pembangunan Prioritas lainnya bidang Politik. Menyempurnakan tata kelola koordinasi pencegahan dan penangggulangan tindak kejahatan terorisme. serta pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan tindak terorisme. Arah Kebijakan Arah kebijakan Prioritas lainnya bidang Politik. Perlindungan dan Pemenuhan HAM PRIORITAS LAINNYA DI BIDANG PEREKONOMIAN Industri Pengolahan NonMigas Sasaran pertumbuhan industri pengolahan non migas tahun 2012 adalah 6. Meningkatnya upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Terdayagunakannya industri pertahanan nasional bagi kemandirian pertahanan. Meningkatnya kemampuan memantau. c.PRIORITAS LAINNYA DI BIDANG POLITIK. f. Hukum dan Keamanan adalah: a. peningkatan peneliti an dan pengembangan. b. Peningkatan Penghormatan. . maupun variasinya. Meningkatkan peran Indonesia dalam menjaga keamanan nasional dan perdamaian dunia melalui peningkatan kerja sama multilateral di bidang kejahatan lintas neg ara dan terorisme. Melaksanakan pendidikan politik untuk penanaman nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan kepada masyarakat luas. Meningkatnya peran Indonesia dalam menjaga keamanan nasional dan menciptakan perdamaian dunia. Peningkatan koordinasi penanganan perkara Tipikor dan upaya penyelamatan aset hasil Tipikor diantara penegak hukum. Melanjutkan upaya pendayagunaan industri pertahanan nasional bagi kemandirian pertahanan. perlindungan dan pemenuhan HAM di Indonesia di berbagai bidang. mendeteksi secara dini ancaman bahaya serangan terorisme dan meningkatnya efektivitas proses deradikalisasi. b. melalui penyusunan cetak biru beserta road map. d. Untuk itu kebijakan industri pada tahun 2012 untuk tujuan jangka pendek diarahka n pada pengamanan pasar domestik dari produk impor serta berbagai upaya harmonisasi tar if. kualitas. serta dukungan pendanaannya. Pencapaian sasaran ini secara optimal akan meningkatkan kemandirian alutsista TN I dan alat utama Polri baik dari sisi kuantitas. Hukum dan Keamanan adalah: a.3 persen.

Sedangkan untuk tujuan jangka panjang diarahkan pada revitalisasi industri penum buhan .

dan (2) Penumbuhan rumpun industri berbasis minyak sawit (oleochemical) serta rumpun ind ustri berbasis kondensat minyak dan gas bumi. Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara menjadi 7. dan tidak membolehkan dilakukan perorangan. (3) terwujudnya pos pelayana n TKI di kecamatan di daerah-daerah kantong TKI. di forum ASEAN.5 juta orang dan jumlah perjalanan wisatawan nusantara 245 juta perjalanan. khususnya industri pupuk. Melalui multitrack strategy ini. ASEAN Mitra d an Sub Regional ASEAN serta forum Bilateral. efisien dan handal. baik di forum WTO melalui G-20. . Lembaga penyelenggara pengiriman uang non-bank akan diformalkan agar proses transfer uang oleh TKI ke Indonesia (remitansi) menjadi lebih murah. Tenaga Kerja Indonesia Pada tahun 2012. sumber daya manusia terampil. Terkait dengan hal tersebut. akan ditetapkan UU Transfer Dana yang mengatur peng iriman uang hanya bisa dilakukan oleh perbankan atau lembaga non-bank yang berbadan huk um. G-33. dan NAMA 11. dan (4) terlaksananya revisi UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Ne geri. dan bilateral. Indonesia melakukan multitrack st rategy. Sasaran yang ingin dicapai untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada TKI adalah: (1) terselenggaranya sistem informasi layanan TK I (SIM TKI) yang mengintegrasikan sistem informasi yang dimiliki oleh K/L terkait yang mendukung pelayanan dan perlindungan TKI. Dalam rangka meningkatkan akses pasar. dan in dustri untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri yang difokuskan pada: (1) Revitalis asi industri. dan revitalisasi berbagai rum pun (cluster) industri prioritas sesuai dengan Kebijakan Industri Nasional. diperkirakan TKI yang ditempatkan oleh Pemerintah mencapai 700. (2) tertanganinya seluruh pengaduan ya ng diterima oleh hotline service dalam waktu 2x24 jam. Indonesia telah berhasil memperkuat perannya di berbagai fora inte rnasional.klaster industri berbasis sumber daya alam. regional. Perdagangan Internasional Sasaran perdagangan internasional adalah meningkatnya angka pertumbuhan ekspor. PRIORITAS LAINNYA DI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Kepariwisataan Sasaran pembangunan kepariwisataan tahun 2012 adalah: 1. yaitu strategi diplomasi di fora multilateral. industri gula.000 orang.

65 miliar. dan 6.76 persen. Meningkatnya nilai investasi terhadap nilai investasi nasional menjadi sebesa r 5.10 perse n. Meningkatnya perolehan devisa yang diperoleh dari kunjungan wisman menjadi US D 7. Meningkatnya kontribusi pariwisata terhadap penerimaan PDB menjadi 5. Meningkatnya kontribusi pariwisata terhadap penyerapan tenaga kerja nasional menjadi 8.2. 3. 171. 5. 4. . Meningkatnya pengeluaran wisatawan nusantara menjadi sebesar Rp.50 juta orang.00 trili un.

Untuk mencapai sasaran prioritas tersebut. dan (2) meningkatkan kualitas dan profesionalisme pelayanan ibadah haji yang ditandai de ngan pelaksanaan ibadah haji yang tertib dan lancar dengan menerapkan standar pelayan an minimum (SPM). dan kewirausahaan pemuda. serta meningkatkan efektifitas FKUB. adalah: (1) meningkatnya character building. dan kesatuan. partisipasi masyarakat. maka arah kebijakan prioritas pembangunan kepariwisataan adalah mendorong peningkatan penerimaan devisa dalam rangka pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. kese taraan. dan (4) meningkatny a penyelenggaraan olahraga pendidikan. dan perlindungan anak adalah tersusunnya kebijakan: perlindungan perempuan dari tind ak kekerasan. (2) meningkatnya penyadaran. Kehidupan Beragama Sasaran pembangunan bidang agama adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat Indonesia yang ditandai dengan: (1) terwujudnya harmoni sosi al yaitu dengan meningkatnya pertemuan dan kerjasama antarumat beragama. dan berpegang pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. kelestarian. Kesetaraan Gender.Untuk mencapai sasaran prioritas tersebut. adil dan merata. pemanfaatan iptek. (3) meningkatnya pemberdayaan organisasi kepemudaan. dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). kekeluargaan. demokratis. melalui penguat an pariwisata berbasis masyarakat dengan memanfaatkan potensi pariwisata bahari dan budaya. kepeloporan. Kepemudaan dan Keolahragaan Sasaran pembangunan kepemudaan dan keolahragaan yang menjadi prioritas nasional pada tahun 2012. pemberdayaan. pemberdayaan perempuan. khususnya Peraturan Menteri Agama tentang Pendirian Rumah Ibadat dan SKB tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia. konsolida si. olahraga rekreasi dan olahraga prestasi. dan Perlindungan Anak Sasaran pembangunan kesetaraan gender. keseimbangan. dan pengembangan kepemimpinan. Arah kebijakan pembangunan bidang agama adalah: (1) meningkatkan harmoni sosial antarumat beragama melalui sosialisasi Peraturan Perundang-undangan yang telah ada. kemandirian. . maka arah kebijakan prioritas nasiona l pembangunan pemuda dan olahraga adalah: (1) peningkatan partisipasi dan peran ak tif pemuda dalam berbagai bidang pembangunan. dan revitalisasi gerakan kepemudaan dan kepramukaan. dan (2) meningkatnya kualitas dan profesionalisme pelayanan ibadah haji yaitu pelaksanaa n ibadah haji yang tertib dan lancar. dan (2) peningkatan budaya dan prestas i olahraga di tingkat regional dan internasional. dengan tetap memperhatikan asas manfaat. perlindungan tenaga kerja perempuan. Pemberdayaan Perempuan. dan korban perdagangan orang.

penyusunan data gender. dan penghapusan kekerasan pada anak. . Untuk itu arah kebijakannya adalah peningkatan perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan. dan peningkatan perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi.

harus dilakukan sinkronisasi pembangunan di setiap bidang. PENGARUSUTAMAAN. DAN LINTAS BIDANG Pembangunan Nasional dilakukan secara menyeluruh di berbagai bidang kehidupan masyarakat. 2. upaya-upaya mengatasi masalah dan tantangan pembangunan akan semakin efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat. Prinsip-prinsip pengarusutamaan ini akan menjadi jiwa dan semangat yang mewarnai berbagai kebija kan pembangunan di setiap bidang pembangunan. 3. 9. (2) pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik. yang mencakup: (1) pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan. mendukung dan saling memperkuat. untuk mencapai efektifitas. tetapi saling t erkait dengan pembangunan di bidang lainnya.2.3. yaitu: 1. Pencapaian kinerja pembangunan tersebut menjadi komitmen semua pihak khususnya instansi pemerintah untuk dapat merealisasikannya secara sungguh-sungg uh . 5. 4. perencanaan pembangunan nasional dikelompokkan ke dalam 9 (sembilan) bidang pembangunan menurut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasiona l 2005-2025. 8. dan (3) pengarusutamaan gender. di dalam melaksanakan pembangunan yang tertuang dalam RKP 2012 terdapat prinsip pengarusutamaan yang menjadi landasan operasional bagi seluruh pelaksanaan pembangunan. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN BIDANG.2. RKP 2012 ini juga diarahkan untuk menjadi sebuah rencana kerja jangka menengah yang bersifat menyeluruh. Persoalan yang bersifat lintas bidang harus ditangani secara holistik dan tidak terfragmentasi sehingga dapat menyelesaikan persoalan yang sebenarnya. 6. Pada dasarnya pembangunan di setiap bidang untuk mencapai keberhasilan. 7. Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama Ekonomi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sarana dan Prasarana Politik Pertahanan dan Keamanan Hukum dan Aparatur Wilayah dan Tataruang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Arah dan kebijakan masing-masing bidang pembangunan tersebut diuraikan dalam Buku II. Selanjutnya. Prinsip-prinsip pengarusutamaan ini diarahkan untuk dap at tercermin di dalam keluaran pada kebijakan pembangunan. tidak dapat berdiri sendiri. Sinergi antar bidang pembangunan sangat penting untuk kelancaran pelaksanaan dan tercapainya berbagai sasaran dalam RKP 2012. Dengan pembiayaan yang terbatas. efisiensi dan hasil yang maksimal dalam mencapai sasaran pembangunan. sehingga kegiatan di setiap bidang saling terpadu. Untuk itu. Dengan melaksanakan prinsip-prinsip pengarustamaan ini.

untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu disusun pula renc ana kerja yang bersifat lintas bidang meliputi (1) penanggulangan kemiskinan . (3) pembangunan kelautan berdimensi kepulauan. (2) p erubahan iklim global. dan (4) perlindunga n .

kawasan terluar. 3. Meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah. baik secara sektor maupun secara wilayah melalui pemantapan sinergi antara pusat-daerah dan antardaerah dalam mensinkronisasikan kebijakan.3. Mendorong pengembangan wilayah laut dan sektor-sektor kelautan. kawasan terdepan. kawasan strategis dan cep at tumbuh. Mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal. 5. Dalam mempercepat pembangunan wilayah akan dilakukan upaya untuk mendorong penataan. Kebijakan lintas bidang ini akan menjadi sebuah rangkaian kebijakan antarb idang yang terpadu meliputi prioritas. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN Undang-Undang (UU) No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) telah memberikan arahan yang jelas agar pembangunan sel ama 20 tahun kedepan dapat mencapai sasaran pokok yaitu terwujudnya pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan yang diwujudkan dengan peningkatan kualitas hidup d an kesejahteraan masyarakat. 2. maka berbagai strategi pembangunan wilayah tersebut akan dilaksanakan dalam kera ngka memperluas basis pertumbuhan. 2. dan daerah rawan bencana.anak. pemanfaatan dan pengendal ian tata ruang dengan prinsip harmonisasi kepentingan nasional dan kebutuhan daerah serta . termasuk berkurangnya kesenjangan antar wilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). kawasan perbatasan. Mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah potensial di luar Jawa-Bali dan Sumater a dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali dan Sumatera. 4. program dan kegiatan pembangunan dengan mengoptimalkan pengelolaan da n pemanfaatan sumberdaya yang terbatas. serta mengutamakan penyelesaian permasalahan secara nyata di daerah namu n juga tidak mengorbankan kepentingan nasional. Untuk mencapai hal tersebut. fokus prioritas serta kegiatan prioritas lintas bidang untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan yang semakin kompleks. maka strategi dan arah kebijakan pembangunan kewilayahan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Nasional 2010-2014. yaitu: 1. Salah satu faktor terpenting dalam sinergi pusat dan daerah adalah terwujudnya sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daer ah sehingga setiap kebijakan dirumuskan dengan memperhatikan dan menampung aspirasi daerah. Meningkatkan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antarpulau untuk mendukung perekonomian domestik.3. Sesuai dengan titik berat Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012 sebagaimana di ata s.

Selain itu.keserasian antardaerah. akan dilakukan upaya-upaya untuk mempercepat pembangunan di beberapa wilayah yang relatif tertinggal dibandingkan wilayah lai nnya serta meningkatkan keterkaitan intrawilayah dan antarwilayah (domestic connectiv ity) melalui peningkatan pembangunan sarana dan prasarana untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Arah dan kebijakan pengembangan kewilayahan pada tahun 2012 ditujukan untuk mewujudkan sasaran-sasaran prioritas nasional sejalan dengan isu strategis yang ada di setiap wilayah. Penyiapan RKP Tahun 2012 dilaku kan untuk mempertahankan momentum pembangunan dan mendorong pembangunan yang .

pro-jobs. Tujua n dari pelaksanaan MP3EI adalah untuk mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi melalui pengembangan 8 program utama yang meliputi 22 kegiatan utama pad a 6 koridor ekonomi seperti yang sudah dijelaskan di atas. Hak Azazi Manusia (HAM). hortikulutura. khususnya tanaman pangan. Pembangunan wilayah Sumatera perlu dilakukan secara sinergis di berbagai sektor . Maluku dan Papua dengan tetap mempertahankan momentum pembangunan di wilayah Jawa-Bali dan Sumatera. kebi jakan pengembangan wilayah Sumatera juga perlu diarahkan untuk meningkatkan pelaksanaa n reformasi birokrasi dan tata kelola yang dilakukan dengan meningkatkan kualitas legislasi. A) PENGEMBANGAN WILAYAH PULAU-PULAU BESAR Sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.berkeadilan dengan tetap mengacu pada 11 prioritas dan empat jalur pembangunan: progrowth. sawit dan karet. Sulawesi. Selain itu. dan pemberantasan korupsi . Batam. pro-poor. serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang terukur dan akuntabel. meningkatkan penegakan hukum. sesuai dengan strategi pengembangan wilayah tahun 2010-2014 terutama pada butir (1). wilayah Sumatera perlu didukung oleh iklim investasi yang kon dusif sehingga dapat meningkatkan investasi di wilayah Sumatera. Pekanbaru. (1) Pengembangan Wilayah Sumatera Kebijakan pengembangan wilayah Sumatera dalam tahun 2012 diarahkan untuk menjadikan wilayah Sumatera sebagai sentra produksi pertanian dan perkebunan den gan meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan. Dengan demikian. sehingga wilayah Sumatera dapat diperhitungkan sebagai salah satu wilayah utama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. serta sebagai sentra produksi perikanan dan hasil laut yang dilakukan dengan meningkatkan produktivitas usaha perikanan dan rumput laut. maka kebijakan pengembangan wilayah pulau-pulau besar diarahk an untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kalimantan. Nusa Tenggara. Sebagai sentra produksi dan industri unggulan. (2) dan (3) seperti tersebut di atas. Pemerintah telah menyusun Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Wilayah Sumatera juga diarahkan untuk mengembangkan (cluster) industri unggulan yang dilakukan dengan strategi mengembangkan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Medan . dan pro-environment. dan Palembang sebagai pusat industri pengolahan yang melayani kawasan sentra produksi.

dan pembangunan wilayah Sumatera yang sesuai dengan daya dukung lingkungan. pengembangan kawasan perbatasan sebagai beranda depan wilayah nasional. pengembangan industri pariwisata alam dan budaya. Selain i tu. pengembangan Sumatera sebagai pool angkatan kerja berkualitas dan berdaya saing regional ASEAN. penguatan keterkaitan domesti k wilayah Sumatera. perlu dilakukan upaya-upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca benca na di wilayah Sumatera serta diikuti upaya pengurangan risiko bencana sebagai priorita s . peningkatan program penanggulangan kemiskinan.dengan tetap mengupayakan pengembangan Sumatera sebagai sentra industri migas da n lumbung energi nasional. pengembangan sistem jaringan listrik terintegrasi.

kepadatan penduduk yang terkonsentrasi di wilayah Jawa-Bali perlu dikembangkan dengan pola distribusi pe nduduk yang lebih seimbang serta diikuti dengan fokus pada kebijakan pengurangan tingka t pengangguran di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi serta pengurangan tingkat kemiskinan perdesaan dan perkotaan. Sementara itu dalam upaya percepatan transformasi ekonomi di Wilayah Jawa-Bali akan dilakukan dengan strategi memanta pkan PKN Jabodetabek sebagai pusat jasa dan perdagangan berkelas internasional. Sesuai dengan MP3EI pada Koridor Ekonomi Sumatera akan dilakukan upaya percepatan dan perluasan pembangunan pada beberapa sektor unggulan. Sementara itu. wilayah Jawa-Bali diarahkan untuk mengembangkan jasa pariwisata dan meningkatkan nilai surplus perdagangan internasional serta meningkatkan kualitas sarana dan p rasarana untuk memperlancar arus barang dan jasa dengan mengutamakan pemeliharaan dan pemulihan fungsi kawasan lindung dan sumber daya air dan lahan.pembangunan melalui penguatan kapasitas penanggulangan bencana. Untuk mendorong perekonomian. Pengembangan wilayah Jawa-Bali tetap diarahkan untuk mendorong pembangunan wilayah Selatan Jawa melalui percepatan transformasi struktur ekonomi serta peng uatan produktivitas ekonomi dan investasi. Sementara itu. (2) Pengembangan Wilayah Jawa-Bali Arah kebijakan pembangunan Wilayah Jawa-Bali di tahun 2012 ditujukan untuk tetap mempertahankan fungsi Jawa-Bali sebagai lumbung pangan nasional yang akan dilaku kan melalui berbagai upaya dengan menetapkan dan mempertahankan kawasan produksi pangan. yaitu: kelap a sawit. oleh karena itu penekanan upaya pemantapan tata kelola di Wila yah Jawa-Bali pada tahun 2012 dilakukan melalui reformasi birokrasi sehingga pelayan an menjadi lebih efektif dan efisien. pengembangan kapasitas sumberdaya manusia diarahkan sejalan dengan transformasi ekonomi ke arah sektor sekunder (industri pengolahan) dan tersier (jasa). diperlukan upaya-upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasc . serta menekankan juga pada pengembangan industri unggulan potensial di berbagai wilayah potensial di Jawa-Bali. batubara. Bandung dan Semarang sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional berbasis jasa perdagangan dan industri. Pembangunan Wilayah Jawa-Bali tidak akan terlepas dari dukungan pelaksanaan tata kelola yang baik. karet. Selain itu. mengembangkan sistem pengurusan perizinan yan g transparan dan akuntabel serta meningkatkan kredibilitas lembaga hukum. yaitu sebagai sentra produksi dan pengolahannya serta se bagai lumbung energi nasional. serta mengembangkan PKN Gerbangkertosusila.

. telematika. Sesuai dengan MP3EI pada Koridor Ekonomi Jawa dan Koridor Bali Nusa Tenggara akan dilakukan upaya percepatan dan perluasan pembangunan pada beberapa sektor unggulan yaitu: industri makanan dan minuman. dan pariwisata sebagai pendorong industri dan jasa nasional serta se bagai pintu gerbang pariwisata nasional.a bencana di beberapa wilayah di Jawa-Bali. longsor dan gunung berapi serta diikuti upaya pengurangan risiko bencana sebagai prioritas pembangu nan melalui penguatan kapasitas penanggulangan bencana untuk meminimalisasi dampak kerugian akibat kejadian bencana alam. khususnya bencana banjir. perkapalan. tekstil. otomotif. alu tsista.

pengembangan wilayah Kalimantan diarahkan untuk mengembangkan daerah otonom yang transparan. alumina/bauksit. kehutanan. pengembangan wilayah Kalimantan juga ditujukan untuk pengamanan pulau-pulau terluar serta pencegahan dini adanya abra si pantai. perkebun an. perikanan. serta mengembangkan industri energi alternatif terbaruka n. yaitu kelapa sawit. serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sementara itu. meningkatkan penegakan hukum. kehutanan. Pengembangan kawasan perbatasan di wilayah Kalimantan sebagai beranda depan wilayah nasional ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasa n perbatasan dengan pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan infrastruktur. yaitu dengan upaya meningkatkan kualitas leg islasi dan regulasi. dan berorientasi pada pelayanan publik.(3) Pengembangan Wilayah Kalimantan Pada tahun 2012. dan perikanan dilaksanakan dengan str ategi pengembangan yaitu meningkatkan produktivitas budi daya tanaman pangan. Pengembangan Kalimantan sebagai sentra produksi pertanian. pengembangan wilayah Kalimantan juga tetap diarahkan untuk melanjutkan upaya pengembangan gugus (cluster) industri pengolahan berbasis sumb er daya alam dan pengembangan industri pariwisata alam dan budaya. dan pengolahan hasil hutan. Sesuai dengan MP3EI pada Koridor Ekonomi Kalimantan akan dilakukan upaya percepatan dan perluasan pembangunan pada beberapa sektor unggulan. serta meningkatkan nilai tambah hasil pertambangan dan berfungsi sebagai lumbung energi nasional dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kaidah pembangunan yang berkelanjutan. Terkait dengan upaya pemantapan tata kelola. pengembangan Kalimantan sebagai lumbung energi nasional dilaksanakan dengan strategi pengembangan mengoptimalkan industr i migas dan pertambangan. dan pemberantasan korupsi. perkayuan. peternakan. batubara. hak asasi manusia (HAM). Selain itu. Untuk memperkuat keterkaitan domestik antarwilayah. dan perikanan. pembangunan wilayah Kalimantan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah perkebunan. dan besi baja sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil tambang serta sebagai lumbung energi nasional. khususnya pembangunan transportasi. perkebunan. Selain itu. migas. diarahkan pengembangan sistem jaringan infrastruktur perhubungan multimoda yang terintegrasi dengan memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjamin keberlanjutan pembangunan dan mempertahankan fungsi Kalimantan sebagai paru-paru dunia. (4) Pengembangan Wilayah Sulawesi . akuntabel.

Pengembangan wilayah Sulawesi sebagai sentra produksi pertanian dan perikanan da n lumbung pangan nasional dilaksanakan dengan strategi meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan dan perkebunan. serta meningkatkan produksi dan efi siensi usaha perikanan tangkap. . perkebunan dan perikanan. mengembangkan bioenergi. ser ta meningkatkan dan memperluas perdagangan. jasa dan pariwisata bertaraf internasio nal.Pembangunan wilayah Sulawesi pada tahun 2012 diarahkan untuk menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah pertanian tanaman pangan.

Upaya-upaya pengurangan risiko bencana diarahkan sebagai prioritas pembangunan melalui penguatan kapasitas penanggulangan bencana untuk meminimalisasi dampak kerugian akibat kejadian bencana alam. pengembangan diarahkan pada kebijakan di sektor energi yaitu meningkatkan kapasitas dan integrasi sistem jaringan listrik . perkebunan. (5) Pengembangan Wilayah Nusa Tenggara Pembangunan wilayah Nusa Tenggara di tahun 2012 diarahkan untuk mengoptimalisasikan pengembangan sentra produksi komoditas unggulan. Sementara itu. penegakan hukum. petern . serta peningkatan kualitas pelayanan publik. migas dan pertambangan nasional. jagung. nikel. HAM. Sementara it u. perikanan. pembangunan diarahkan untuk pengembangan jalur wisata alam dan budaya dengan memperkuat jalur wisata di wila yah Sulawesi serta jalur wisata dengan wilayah lainnya. Untuk mendorong perekonomian Wilayah Sulawesi. arah kebijakan yang diambil yaitu penguatan daerah otonom dan kualitas pelayanan publik. Dalam upaya pemantapan tata kelola di wilayah Sulawesi. yaitu: perta nian pangan. yang dilaks anakan melalui peningkatan kualitas legislasi dan regulasi. dan pemberantasan korupsi. dan migas sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian. kebijakan pengembangan wilayah Sulawesi juga perlu tetap memperhatikan pengembangan gugus industri unggulan wilayah. Dalam bidang sarana dan prasarana. Sesuai dengan MP3EI pada Koridor Ekonomi Sulawesi akan dilaukan upaya percepatan dan perluasan pembangunan pada beberapa sektor unggulan. pengembangan wilayah Sulawesi seba gai satu kesatuan ekonomi domestik melalui pengembangan integrasi sistem jaringan transportasi serta pengembangan Sulawesi sebagai hub Kawasan Timur Indonesia mel alui peningkatan kapasitas pelayanan pelabuhan. kakao.Dalam upaya mengembangkan wilayah Sulawesi sebagai lumbung pangan nasional. peningkatan k ualitas sumber daya manusia didorong dengan kebijakan pengurangan tingkat pengangguran d an pengurangan kemiskinan serta peningkatan akses kesehatan dan pendidikan di beber apa wilayah di Sulawesi untuk mengurangi kesenjangan pembangunan manusia. kakao. yang dilaku kan dengan strategi mengembangkan sentra produksi rumput laut. yang dilaksanakan dengan strategi meningkatkan kapasitas dan integrasi sistem jaringa n listrik serta diversifikasi sumber energi primer. Pengembangan kawasan perbatasan di wil ayah Sulawesi sebagai beranda depan wilayah nasional ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan dengan pengembangan ekonomi lokal serta pengamanan pulau-pulau terluar serta pencegahan dini adanya abrasi pantai. perikanan.

Selain itu. untuk mendukung keberlanjutan dari pengembang an komoditas unggulan tersebut.akan. pembangunan diarahkan melalui pengembangan sektor unggulan yaitu pariwisata bahari yang dido rong oleh peningkatan sarana dan prasarana yang memadai serta diarahkan untuk mendoro ng percepatan pembangunan wilayah Nusa Tenggara. maka Wilayah Nusa Tenggara diarahkan untuk mengembangkan PKN Mataram dan Kupang sebagai pusat industri pengolahan komoditas unggulan dan pariwisata dengan memperhatikan daya dukung dan keberlanjutan lingkungan. Untuk mendorong perekonomian wilayah Nusa Tenggara. dan perikanan tangkap. Sedangkan kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia diarahkan untuk mendukung ketersediaan angkatan ker ja .

meningkatkan penegakan huku . peternakan dan perikanan sebagai pintu gerbang pariwisata nasional d an sebagai pendukung pangan nasional. Wilayah Maluku diarahkan pada peningkatan reformasi birokrasi dan tata kelola yang akan dilakukan dengan strat egi: meningkatkan kualitas regulasi dan peraturan daerah. meningkatkan penegak an hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) termasuk penanganan kasus korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sementara itu. wilayah tertinggal dan wilayah terpencil serta diarahkan untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah Maluku dengan memperhatikan daya dukung dan keberlanjutan lingkungan. Sementara itu. Sesuai dengan MP3EI pada Koridor Ekonomi Bali Nusa tenggara akan dilakukan upaya percepatan dan perluasan pembangunan pada beberapa sektor unggulan yaitu: pariwisata. Dalam mendukung upaya pemantapan tata kelola. kebijakan diarahkan untuk peningkatan kualitas reformasi birokrasi dan tata kelo la. dengan meningkatkan kualitas regulasi dan peraturan daerah. Sedangkan untuk peningkata n ketahanan pangan dan untuk mendukung aktivitas perekonomian. pembangunan diarahkan melalui pengembangan sektor unggulan yaitu pariwisata bahari. upaya-upaya pengurangan r isiko bencana diarahkan sebagai prioritas pembangunan melalui penguatan kapasitas penanggulangan bencana untuk meminimalisasi dampak kerugian akibat kejadian benc ana alam. yang diharapkan dapat meningkatkan pembanguna n Wilayah Nusa Tenggara itu sendiri. Pembangunan Wilayah Nusa Tenggara di tahun 2012 tidak terlepas dari upaya-upaya pelaksanaan tata kelola yang baik. pulau-pulau.berketerampilan dan berpendidikan tinggi serta peningkatan akses fasilitas keseh atan dan pendidikan. Dalam upaya mendukung pemantapan tata kelola. Untuk mendorong perekonomian wilayah Maluku. (6) Pengembangan Wilayah Maluku Pengembangan Wilayah Maluku tahun 2012 diarahkan untuk pengembangan sentra produksi komoditas unggulan dengan meningkatkan produktivitas usaha perikanan tangkap dan budidaya serta diversifikasi produk untuk pasar dalam dan luar neger i. mengembangkan klaster industri perikanan dengan Ambon sebagai pusat industri pengolahan penganekaragaman produk olahan kelapa dan mengembangkan kluster industri kelapa dengan Sofifi sebagai pusat industri pengolahan. pembangunan diarahkan untuk peningkatan pengembangan infrastruktur yang dapat menghubungkan antarkota. Kebijakan peningkatan kualit as sumber daya manusia diarahkan untuk mendukung ketersediaan angkatan kerja berketerampilan dan berpendidikan tinggi serta peningkatan akses fasilitas keseh atan dan pendidikan.

serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.m dan HAM termasuk penanganan kasus korupsi. Sementara itu. pembangunan Wilayah Maluku juga tetap diarahkan untuk penguatan kedaulatan wilayah nasional melalui pendekatan kesejahteraan dan keamanan dan peningkatan harmoni kehidupan masyarakat dengan kemajemukan agama dan golongan serta percepatan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Disamping itu. upa yaupaya pengurangan risiko bencana diarahkan sebagai prioritas pembangunan melalui .

pangan. maka pembangunan Wilayah Papua diarahkan untuk peningkatan kesadaran dan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang dilakukan dengan memperkuat kelembagaan pemerintahan di tingkat lokal. pangan. Disamping itu. Sementara itu. perikanan. serta meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan. didalam upaya mendukung pemantapan tata kelola di Wilayah Papua. yaitu: perikanan dan nikel sebagai pengembangan energi. Selain itu. Sesuai dengan MP3EI pada Koridor Ekonomi Papua Kepulauan Maluku akan dilakukan upaya percepatan dan perluasan pembangunan pada beberapa sektor unggul an. tembaga. peternakan. yaitu: food estate (MIFEE).penguatan kapasitas penanggulangan bencana untuk meminimalisasi dampak kerugian akibat kejadian bencana alam. perikanan. mengembangkan industri pengolahan perikanan laut. pengendalian HIV/AIDS serta meningkatkan kerja sama antara kepolisian dan pemuka adat dalam penanganan konflik. perikanan laut. pembangunan Wilayah Papua juga tetap diarahkan untuk pengembangan wilayah perbatasan dengan memadukan peningkatan kesejahteraan dan keamanan serta penguatan ekonomi daerah. wilayah tertinggal dan wilayah terpencil dengan memperhatikan daya dukung dan keberlanjutan lingkungan. . Sementara itu. migas dan nikel seba gai pengembangan energi. maka pembangunan Wilayah Papua tahun 2012 diarahkan untuk pengembangan sektor dan komoditas unggulan yang dilakukan dengan mengembangkan sentra produksi pertanian. menghormati dan memperkuat lembaga ad at. Sesuai dengan MP3EI pada Koridor Ekonomi Papua Kepulauan Maluku akan dilakukan upaya percepatan dan perluasan pembangunan pada beberapa sektor unggul an. Untuk mendorong perekonomian wilayah Papua serta untuk peningkatan ketahanan pangan. dalam upaya mengoptimalisasikan sumber daya yang dimilik i oleh Wilayah Papua. perikanan. pembangunan diarahkan untuk peningkatan pengembangan infrastruktur yang dapat menghubungkan antarkota. serta mengembangkan potensi wisata bahari Raja Ampat dan wisata budaya. dan tambang nasional. dan t ambang nasional. upaya-upaya pengurangan risiko bencana diarahkan sebagai prioritas pembangunan melalui penguatan kapasit as penanggulangan bencana untuk meminimalisasi dampak kerugian akibat kejadian benc ana alam. (7) Pengembangan Wilayah Papua Pembangunan Wilayah Papua tahun 2012 diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan dilakukan melalui peningkatan akses pelayanan pendidikan dan keterampilan kerja.

habitat. potensi transportasi. potensi perikanan. p otensi industri maritim. biologi atau keragaman ha yati. oseanografi.B) PENGEMBANGAN WILAYAH LAUT Pengembangan wilayah laut dilaksanakan melalui pendekatan kewilayahan terpadu dengan memperhatikan aspek-aspek geologi. Pendekatan ini merupakan sinergi . potensi wisata bahari. dan teknologi. potensi mineral dan energi.

perkapalan). C) PENGEMBANGAN KAWASAN . Pada tahun 2012. (2) pemantapan sistem transportasi laut untuk memperkuat fungsi intermediasi Sulawesi bagi KBI dan KTI . (4) pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat khususnya wilayah pesisir untuk memperkuat modal sosial. Sementara itu. (4) pengembangan pelabuhan hub ekspor komoditas unggulan. (6) pengembangan lembaga pendidikan dan kurikulum berbasis kelautan (perikanan. (3) pembangunan pelabuhan-pelabuhan ikan dalam klaster-klaster industri pengolahan h asil laut. Nusa Tenggara. Arah kebijakan dan stra tegi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah S ulawesi. Sulawesi. (3) pengembangan industr i angkutan laut (perkapalan). dengan tetap melanjutkan upaya pengembangan di wilayah pengembangan kelautan Sumatera. Pengembangan wilayah laut didasar kan pada sektor unggulan dan potensi keterkaitan depan dan belakang dengan sektor-se ktor lain. Malaka dan Jawa. Arah kebijakan terse but dilaksanakan melalui strategi pengembangan: (1) peningkatan sistem transportasi laut yang menghubungkan provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi. pengembangan wilayah laut nasional diprioritaskan pada wi layah pengembangan kelautan Makassar-Buton dan Banda-Maluku. pariwisata. (5) peningkatan pengawasan jalur pelayaran internasional untuk mencegah aktivitas penyelundupan. fokus prioritas pengembangan kelautan Banda-Maluku diarahkan untuk merintis pengembangan industri berbasis sumber daya kelautan dan wisata ba hari. arah kebijakan yang diambil yaitu optimalisasi peran strategis kelautan dalam meningkatkan inte raksi perdagangan intra pulau (antar provinsi di Sulawesi) maupun dalam mendukung pera n wilayah Sulawesi sebagai penggerak Kawasan Timur Indonesia. dan Nusa Tenggara. dan (i i) sebagai pendukung pengembangan potensi setiap wilayah. (5) peningkatan akses permodalan bagi nelayan. (2) pengembangan komoditas unggulan bernilai tinggi berbasis kelautan seperti kerang mutiara dan ikan hias. Untuk meningkatkan pengembangan wilayah kelautan Makassar-Buton. Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Kalimantan. strategi pengembangan yang diambil a dalah: (1) pengembangan sumber daya manusia berketrampilan tinggi di bidang kelautan (pendidikan dan pelatihan). dan Papua.dari pengembangan pulau-pulau besar dalam konteks pengembangan wilayah dan pemerataan pembangunan. Pendekatan ini memandang wilayah laut Indonesia atas dua fungsi: (i) sebagai perekat integrasi kegiatan perekonomian antarwilayah. d an (8) pengembangan wisata bahari. (6) pengembangan wisata bahari. Untuk melaksanakan arah kebijakan tersebut. (7) pengembangan industri angkutan laut (perkapalan).

Pada tahun 2012. (2) pengembangan kawasan strategi s dan cepat tumbuh. arah kebijakan pengembangan kawasan tersebut adalah sebagai berikut: 1. daerah tertinggal. yaitu kota sebagai pendorong pertumbuhan nasional dan regional serta kota sebagai tempat tinggal yang berorientasi pada kebutuhan penduduk kota. serta (3) pengembangan kawasan perbatasan. serta keterkaitan antara kota-desa. dan rawan bencana. Mengembangkan kota sebagai suatu kesatuan kawasan/wilayah. kebijakan pembangunan wilayah juga diarahkan untuk: (1) pengembangan kawasan perkotaan dan perdesaan.Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan wilayah. .

Memperkuat kemandirian desa dalam pemerintahan. melalui keterkaitan mata-rantai proses produksi dan distri busi. Mendorong pembangunan kawasan strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang memiliki skala ekonomi yang berorientasi daya saing nasional dan internasio nal sehingga dapat menjadi motor penggerak percepatan pembangunan daerah tertinggal dan sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang terpadu dan sinergis. penguatan kapasitas penanggulangan bencana di pusat dan daerah.2. optimalisasi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang dalam aspek pengurangan risiko bencana. serta meningkatkan daya tarik perdesaan melalui peningkatan kesempatan kerja. 5. pembangunan dan kemasyarakatan. meningkatkan ketahanan desa sebagai wilayah produksi. serta percepatan pemulihan wilayah yang terkena dampak bencana. 3. . Meningkatkan keterkaitan ekonomi antara desa-kota atau antara wilayah pusat pertumbuhan dengan wilayah produksi (hulu-hilir). Melakukan percepatan pembangunan daerah tertinggal dengan meningkatkan pengembangan perekonomian daerah dan kualitas sumberdaya manusia yang didukung oleh kelembagaan dan ketersediaan infrastruktur perekonomian dan pelayanan dasar sehingga daerah tertinggal dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat guna dapat mengatasi ketertinggalan pembangunannya dari daerah lain yang sudah relatif lebih maju. peningkatan sumber daya penanganan kedaruratan dan bantuan kemanusiaan. Mendorong pengarusutamaan pengurangan risiko bencana sebagai prioritas pembangunan nasional dan daerah. 7. kesempatan berusaha dan pendapatan seiring dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan. mendorong keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana. Mempercepat pembangunan kawasan perbatasan di berbagai bidang sebagai beranda depan negara dan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga secara terintegrasi dan berwawasan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjamin pertahanan keamanan nasional. 4. 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->