METABOLISME SELULER

Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail.

com)

METABOLISME SELULER1) Gede Iwan Setiabudi2) Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapantahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme. Metabolism total merupakan semua proses biokimia di dalam organisme. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia di dalam sel. Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Produk metabolisme disebut metabolit. Cabang biologi yang mempelajari komposisi metabolit secara keseluruhan pada suatu tahap perkembangan atau pada suatu bagian tubuh dinamakan metabolomika. Jalur metabolisme Jalur-jalur metabolisme penting mencakup: Jalur umum Metabolisme karbohidrat Metabolisme lemak Metabolisme protein Metabolisme asam nukleat Katabolisme Katabolisme adalah serangkaian reaksi yang merupakan proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan membebaskan energi, yang dapat digunakan organisme untuk melakukan aktivitasnya. Termasuk didalamnya reaksi pemecahan dan oksidasi molekul makanan seperti reaksi yang menangkap energi dari cahaya matahari. Fungsi reaksi katabolisme adalah untuk menyediakan energi dan komponen yang dibutuhkan oleh reaksi anabolisme. Sifat dasar yang pasti dari reaksi katabolisme berbeda pada setiap organisme, dimana molekul organik digunakan sebagai sumber energi pada organotrof, sementara litotrof menggunakan substrat anorganik dan fototrof menangkap cahaya matahari sebagai energi kimia. Tetapi, bentuk reaksi katabolisme yang berbeda-beda ini tergantung dari reaksi redoks yang meliputi transfer elektron dari donor tereduksi seperti molekul organik, air, amonia, hidrogen sulfida, atau ion besi ke molekul akseptor seperti oksigen, nitrat, atau sulfat. Pada hewan reaksi katabolisme meliputi molekul organik kompleks yang dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana, seperti karbon dioksida dan air. Pada organisme fotosintetik seperti tumbuhan dan sianobakteria, reaksi transfer elektron ini tidak 1

Kerja mekanis selalu terjadi jika sel otot berkontraksi. pada proses kontraksi otot. umumnya timbul sebagai hasil sampingan transformasi energi dalam sel. Secara umum keseluruhan proses pada respirasi seluler berlangsung sebagai berikut. molekul organik besar seperti protein. respirasi adalah pemanfaatan energi bebas dalam makanan menjadi energi bebas yang ditimbun dalam bentuk ATP. Produksi panas. Pertama. terjadi pemecahan ATP. dan transpor elektron. Fermentasi. fermentasi alkohol. sel-sel harus mengeluarkan energi untuk mengangkut molekul zat atau ion yang melawan gradien konsentrasi zat. Pada setiap organisme. untuk menghasilkan energi tersebut dapat dibagi dalam dua cara. molekul-molekul yang lebih kecil ini diambil oleh sel-sel dan masih diubah menjadi molekul yang lebih kecil. . biasanya asetil koenzim A (Asetil KoA). Salah satu bentuk kerja mekanis adalah lokomosi. Energi panas ini.menghasilkan energi. Kerja mekanis. kelompok asetil pada KoA dioksidasi menjadi air dan karbon dioksida pada siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron. dimana diantara glikolisis dan siklus Krebs terdapat sebuah reaksi antara yang disebut dekarboksilasi oksidatif. dan fermentasi asam cuka. yaitu sebagai berikut. tetapi digunakan sebagai tempat menyimpan energi yang diserap dari cahaya matahari. siklus Krebs. Aktivitas hidup yang memerlukan energi. Pada hakikatnya. Senyawa organik + Oksigen —> Karbon dioksida + Air + Energi Termasuk ke dalam reaksi seluler adalah reaksi glikolisis. atau lemak dicerna menjadi molekul yang lebih kecil di luar sel. Termasuk ke dalam fermentasi adalah fermentasi asam laktat. yaitu reaksi yang menggunakan oksigen sebagai bahan bakar organik. yang melepaskan energi. yaitu proses pemecahan molekul yang berlangsung tanpa bantuan oksigen. Kemudian. Transpor aktif. Urutan yang paling umum dari reaksi katabolik pada hewan dapat dibedakan menjadi tiga tahapan utama. Dalam sel. Energi panas penting bagi tubuh burung dan hewan menyusui. Dalam transpor aktif. ATP digunakan sebagai sumber energi bagi seluruh aktivitas hidup yang memerlukan energi. Misalnya. atau respirasi anaerob. antara lain sebagai berikut. Akhirnya. Respirasi seluler atau respirasi aerob. timbul juga energi panas. dan melepaskan energi yang disimpan dengan cara mereduksi koenzim Nikotinamid Adenin Dinukleotida (NAD+) menjadi NADH. Disamping timbul energi mekanik. polisakarida.

yaitu dari tahap 1 sampai tahap 4. yaitu fruktosa 6-fosfat. Dari sembilan tahapan reaksi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua fase.6-difosfat. yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana. Tahapan-tahapan reaksi diatas itulah yang disebut dengan fase investasi energi. yaitu fase investasi energi. yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C. dihidroksi aseton fosfat dan PGAL masing-masing mengalami oksidasi 3 . Pertama-tama. Kemudian.6-difosfat dipecah menjadi dua senyawa yang saling isomer satu sama lain.com) Glikolisis Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi. Setelah itu. Satu molekul ATP yang lain memberikan satu gugus fosfatnya kepada fruktosa 6-fosfat. Selanjutnya. yaitu dihidroksi aseton fosfat dan PGAL (fosfogliseraldehid atau gliseraldehid 3-fosfat). membentuk glukosa 6-fosfat.Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. tetapi disini tidak akan dibahas enzim-enzim yang berperan dalam proses glikolisis ini. glukosa 6-fosfat diubah oleh enzim menjadi isomernya. Reaksi glikolisis mempunyai sembilan tahapan reaksi yang dikatalisis oleh enzim tertentu. fruktosa 1. glukosa mendapat tambahan satu gugus fosfat dari satu molekul ATP. yang membuat ATP tersebut menjadi ADP dan fruktosa 6-fosfat menjadi fruktosa 1. yang kemudian berubah menjadi ADP. Reaksi ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma). yaitu dari tahap 5 sampai tahap 9. dan fase pembelanjaan energi.

jika terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan menjalani tahapan reaksi selanjutnya. Akan tetapi. Pertama-tama. yang kemudian diterima oleh dua molekul ADP untuk membentuk ATP. dan berubah menjadi asam piruvat. dimana gugus fosfat yang dilepas oleh masing-masing 1. Setelah itu. asam piruvat yang mandapat molekul oksigen yang cukup dan akan meneruskan tahapan reaksi tidak dapat begitu saja masuk ke dalam siklus Krebs. masing-masing fosfoenolpiruvat melepaskan gugus fosfat terakhirnya. pencantuman air sebagai hasil glikolisis bersifat opsional. 2 molekul NADH. pada awal reaksi ini telah digunakan 2 molekul ATP. Perlu dicatat. menghasilkan fosfoenolpiruvat. yaitu dalam bentuk molekul CO2. karena ada sumber lain yang tidak mencantumkan air sebagai hasil glikolisis. asetat akan mendapat transfer elektron dari NAD+ yang tereduksi menjadi NADH.3-difosfogliserat dipindahkan ke dua molekul ADP dan membentuk dua molekul ATP. Setelah menjadi 2-fosfogliserat. Karena itu. 4 molekul ATP. dan 2 molekul air. Persyaratan molekul yang dapat menjalani siklus Krebs adalah molekul tersebut harus mempunyai dua atom C (2 C). Dekarboksilasi Oksidatif Setelah melalui reaksi glikolisis. Setiap pemecahan 1 molekul glukosa pada reaksi glikolisis akan menghasilkan produk kotor berupa 2 molekul asam piruvat. sehingga hasil bersih reaksi ini adalah 2 molekul asam piruvat (C3H4O3). sebuah molekul air dari masing-masing 2-fosfogliserat dipisahkan. yaitu 3 buah. Terakhir. Akan tetapi. Reaksi DO ini mengambil tempat di intermembran mitokondria. yaitu asetil koenzim-A (asetil ko-A). koenzim A (suatu senyawa yang mengandung sulfur yang berasal dari vitamin B) diikat oleh asetat dengan .dan mereduksi NAD+. yaitu siklus Krebs yang bertempat di matriks mitokondria. 2 atom karbon yang tersisa dari piruvat akan dioksidasi menjadi asetat (bentuk ionisasi asam asetat). Kemudian masing-masing 1. Kemudian. karena asam piruvat memiliki atom C terlalu banyak. 2 molekul ATP. Jika tidak terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan menjalani reaksi fermentasi. sehingga terbentuk NADH.3-difosfogliserat. dan mengalami penambahan molekul fosfat anorganik (Pi) sehingga terbentuk 1. asam piruvat akan menjalani reaksi dekarboksilasi oksidatif. dan 2 molekul air. Setelah itu. Dekarboksilasi oksidatif adalah reaksi yang mengubah asam piruvat yang beratom 3 C menjadi senyawa baru yang beratom C dua buah. Reaksi dekarboksilasi oksidatif ini (disingkat DO) sering juga disebut sebagai tahap persiapan untuk masuk ke siklus Krebs. molekul asam cuka yang dihasilkan reaksi glikolisis akan melepaskan satu gugus karboksilnya yang sudah teroksidasi sempurna dan mengandung sedikit energi.3difosfogliserat melepaskan satu gugus fosfatnya dan berubah menjadi 3-fosfogliserat. 3-fosfogliserat mengalami isomerisasi menjadi 2-fosfogliserat. Selanjutnya. 2 molekul NADH.

Gambar Siklus DO Siklus Krebs Siklus Krebs adalah tahapan selanjutnya dari respirasi seluler. Siklus Krebs disebut juga dengan siklus asam sitrat. yaitu asetil koenzim-A. yang siap memberikan asetatnya ke dalam siklus Krebs untuk proses oksidasi lebih lanjut.Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. yaitu penyatuan asetil ko-A dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat. Siklus Krebs adalah reaksi antara asetil ko-A dengan asam oksaloasetat. yang kemudian membentuk asam sitrat. karena menggambarkan langkah pertama dari siklus tersebut. satu molekul glukosa yang telah menjadi 2 molekul asam piruvat lewat reaksi glikolisis menghasilkan 2 molekul NADH. 5 .com) ikatan yang tidak stabil dan membentuk gugus asetil yang sangat reaktif. Selama reaksi transisi ini.

Satu molekul air kemudian ditambahkan ke asam fumarat dan menyebabkan perubahan susunan (ikatan) substrat pada asam fumarat. asetil ko-A hasil dari reaksi antara (dekarboksilasi oksidatif) masuk ke dalam siklus dan bergabung dengan asam oksaloasetat membentuk asam sitrat. asam a-ketoglutarat kembali melepaskan satu molekul CO2. asam malat mengalami oksidasi dan kembali melepaskan satu ion H+. Lalu. yang kemudian mereduksi NAD+ menjadi NADH. Pelepasan ko-A dan perubahan suksinil ko-A menjadi asam suksinat menghasilkan cukup energi untuk menggabungkan satu molekul ADP dan satu gugus fosfat anorganik menjadi satu molekul ATP. asam a-ketoglutarat mendapatkan tambahan satu ko-A dan membentuk suksinil ko-A. dan terbentuklah asam fumarat. Kemudian. asam isositrat mengalami oksidasi dengan melepas ion H+. Kemudian. Setelah terbentuk suksinil ko-A. dan melepaskan satu molekul CO2 dan membentuk asam a-ketoglutarat (baca: asam alpha ketoglutarat). ko-A memisahkan diri dari asetil dan keluar dari siklus. Setelah "mengantar" asetil masuk ke dalam siklus Krebs. molekul ko-A kembali meninggalkan siklus. Selain itu. sehingga terbentuk asam suksinat. dan teroksidasi dengan melepaskan satu ion H+ yang kembali mereduksi NAD+ menjadi NADH. Setelah itu. yang kemudian diterima oleh NAD+ dan membentuk . asam sitrat mengalami pengurangan dan penambahan satu molekul air sehingga terbentuk asam isositrat. asam suksinat mengalami oksidasi dan melepaskan dua ion H+. yang kemudian diterima oleh FAD dan membentuk FADH2.Pertama-tama. Terakhir. karena itu asam fumarat berubah menjadi asam malat.

Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Molekul yang berperan penting dalam reaksi ini adalah NADH dan FADH2. dari setiap molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP. dan sitokrom a. Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. dan 4 CO2. 7 . Jadi. Transpor Elektron Rantai transpor elektron adalah tahapan terakhir dari reaksi respirasi aerob. yang dihasilkan pada reaksi glikolisis. 2 FADH2. 6 NADH. molekul lain yang juga berperan adalah molekul oksigen. sitokrom b. NADH dan FADH2 mengalami oksidasi. Selain itu. Transpor elektron sering disebut juga sistem rantai respirasi atau sistem oksidasi terminal. yang merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut. oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O). secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP. molekul NADH dan FADH2 yang terbentuk akan menjalani rangkaian terakhir respirasi aerob. dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q. Selain melepaskan elektron. sitokrom c. Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. dan siklus Krebs. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen. koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+. Pertama-tama. Selanjutnya. Dari siklus Krebs ini. Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a. Asam oksaloasetat ini kemudian akan kembali mengikat asetil ko-A dan kembali menjalani siklus Krebs. koenzim Q (Ubiquinone). yaitu rantai transpor elektron. Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c.Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. Transpor elektron berlangsung pada krista (membran dalam) dalam mitokondria.com) NADH. dan merupakan akseptor terakhir elektron. dekarboksilasi oksidatif. dan asam oksaloasetat kembali terbentuk. Setelah menerima elektron dari sitokrom a. dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron.

Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP. Akan tetapi. karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan transpor aktif. Jadi. telah dihasilkan NADH dan FADH 2 sebanyak 10 dan 2 molekul. . kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut. Dalam transpor elektron ini. maka hasil bersih dari setiap respirasi seluler adalah 36 ATP. maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP dari satu molekul glukosa. dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Ditambah dari hasil glikolisis dan siklus Krebs.Gambar Transpor Elektron Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs. dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP.

maka senyawa asam piruvat dalam sel otot akan direduksi menjadi asam laktat (asam lelah). pada saat kadar oksigen terlalu rendah. organisme melakukan pembongkaran zat dengan cara oksidasi biologi atau respirasi aerob. Bila kondisi anaerob (kurang oksigen) yang terjadi. Dari jumlah mol zat yang sama akan dihasilkan jumlah energi yang lebih rendah/lebih sedikit. sebenarnya fermentasi ini sangat merugikan sel karena dua alasan: Sering dihasilkan senyawa yang merusak sel. Akan tetapi. kekurangan oksigen sering terjadi pada atlet-atlet yang berlari jarah jauh dengan kencang. Fermentasi Asam Laktat Pada sel hewan tingkat tinggi dan manusia. yang disebut dengan fermentasi. glikolisis akan dilanjutkan dengan siklus Krebs. misalnya pada fermentasi asam cuka. Fermentasi tidak harus selalu dalam keadaan anaerob. karena hanya 7% dari energi yang 9 . Atlet tersebut membutuhkan kadar oksigen yang lebih banyak daripada yang diambil dari pernafasan. Jika dibandingkan dengan respirasi. Proses glikolisis menghasilkan asam piruvat. maka proses pembongkaran zat dilakukan dengan cara anaerob. fermentasi dibedakan menjadi fermentasi asam laktat. sehingga asam laktat sering disebut juga asam lelah. Asam laktat adalah suatu senyawa yang dapat menurunkan pH sampai pada suatu titik yang mengakibatkan gangguan serius pada fungsi sel. Misalnya. Berdasarkan senyawa atau jenis zat yang dihasilkan. Karena tidak terjadi penyaluran elektron. misalnya alkohol.com) Fermentasi Dalam keadaan normal. dan fermentasi asam cuka. Reaksi ini merupakan suatu pemborosan. Beberapa jenis mikroorganisme mampu melakukan fermentasi dalam keadaan aerob. jika bekerja terlalu berat dan kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi sel tidak cukup. yaitu respirasi yang memerlukan oksigen bebas. Fermentasi diberi nama sesuai dengan jenis senyawa akhir yang dihasilkan.Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. Akibatnya. Salah satu gangguan yang ditimbulkannya adalah kelelahan. Pada manusia. asam piruvat akan diubah menjadi asam laktat. Dengan kurangnya oksigen dalam tubuh. rantai transpor elektron tidak terjadi karena tidak lagi menerima elektron dari NADH dan FADH2 yang dalam keadaan aerob dihasilkan oleh siklus Krebs. Jika cukup oksigen. pada tumbuhan darat yang tanahnya tergenang air sehingga akar tidak dapat melakukan respirasi aerob karena kadar oksigen dalam rongga tanah sangat rendah. maka NAD+ dan FAD yang mutlak diperlukan dalam siklus Krebs juga tidak terbentuk sehingga daur Krebs terhenti. oksidasi biologi tidak dapat berlangsung. fermentasi alkohol.

jika dalam keadaan lingkungan kurang oksigen Saccharomyces akan melakukan fermentasi. Meskipun fermentasi asam laktat menghasilkan senyawa yang merugikan otot. Organisme yang demikian disebut aerob fakultatif. Satu ujung dari molekul asam piruvat (–CH3) sekarang lebih tereduksi daripada yang terdapat pada glukosa. tetapi poses ini menghasilkan ATP bagi sel yang tidak dapat melakukan respirasi secara aerob. maka seakan-akan apa yang terjadi pada glikolisis hanyalah pemecahan molekul glukosa. menjadi dua bagian (C3H6O3). fermentasi asam laktat berlangsung sebagai berikut. dari satu mol glukosa hanya dapat dihasilkan 2 molekul ATP. Saccharomyces akan melakukan respirasi biasa. . (C6H12O6). Akan tetapi. C3H4O3. Sebab kalau dipikir. Secara sederhana. Mungkin Anda heran mengapa didalam fermentasi asam laktat dapat dihasilkan energi. Proses perubahan asam asetat menjadi alkohol tersebut diikuti pula dengan perubahan NADH menjadi NAD+. Jika rumus molekulnya diperhatikan. sedangkan pada ujung lainnya (–COOH) lebih teroksidasi. baik dalam kondisi lingkungan cukup oksigen maupun kurang oksigen. molekul asam piruvat tidak lebih teroksidasi daripada molekul glukosa. asam piruvat yang dihasilkan oleh proses glikolisis akan diubah menjadi asam asetat dan CO2. peristiwa glikolisis dapat terjadi lagi. asam asetat diubah menjadi alkohol. Reaksi reduksi dan oksidasi inilah yang kemudian membebaskan energi yang sedikit tersebut. Selanjutnya. Dalam keadaan anaerob. penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa apa yang terjadi bukan sekedar itu. dari satu molekul glukosa dihasilkan ATP sebanyak 2 molekul. Dalam fermentasi alkohol ini. berlangsung sebagai berikut. Fermentasi alkohol. Dengan terbentuknya NAD+.terdapat pada asam piruvat yang dibebaskan. Hal ini memang benar. Tetapi. secara sederhana. Pada fermentasi asam laktat ini. Fermentasi Alkohol Beberapa organisme seperti Saccharomyces dapat hidup. Dalam keadaan cukup oksigen. yang kemudian kehilangan 2 elektronnya dalam bentuk 2 atom hidrogen.

seperti fermentasi asam laktat. Fermentasi ini biasa dilakukan oleh bakteri asam cuka (Acetobacter) dengan substrat etanol. atau bubur kentang. dan energi yang diperlukan juga didapat dari ATP. Fermentasi Asam Cuka Fermentasi asam cuka merupakan satu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. Agar asam amino dapat disusun menjadi protein. dan nukleotida. Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Secara umum reaksi kimia yang terfasilitasi oleh bakteri ini adalah: C2H5OH + O2 —> CH3COOH + H2O Anabolisme Anabolisme adalah proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap. Energi tersebut. asam amino tersebut harus diaktifkan terlebih dahulu. karena itu etanol sering dipakai sebagai bahan bakar mesin. energi yang dihasilkan lima kali lebih besar daripada energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol.com) Sebagaimana halnya fermentasi asam laktat. reaksi ini merupakan suatu pemborosan. Selain dua macam energi diatas. Jika diberikan oksigen yang cukup. monosakarida. dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang. Reaksi ini. biji-bijian fermentasi. pengaktivasian senyawa-senyawa tersebut menjadi 11 .Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Proses sintesis lemak juga memerlukan ATP. maka molekul itu juga harus diaktifkan terlebih dahulu. selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. reaksi anabolisme juga menggunakan energi dari hasil reaksi katabolisme. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Sebagian besar dari energi yang terkandung di dalam glukosa masih terdapat di dalam etanol. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Ragi dapat meracuni dirinya sendiri jika konsentrasi etanol mencapai 13% (Hal ini menjelaskan kadar maksimum alkohol pada minuman hasil fermentasi seperti anggur). Kedua. malt. produksi prekursor seperti asam amino. bakteri-bakteri ini dapat memproduksi cuka dari bermacam-macam bahan makanan yang beralkohol. beras. Jadi. Pertama. juga berbahaya. Dari proses fermentasi asam cuka. Bahan makanan yang biasa digunakan yaitu sari buah apel. anggur. Agar molekul glukosa dapat disusun dalam pati atau selulosa. Energi untuk aktivasi asam amino tersebut berasal dari ATP. yang berupa ATP.

dan asam nukleat. kemosintesis adalah anabolisme yang menggunakan energi kimia. Ketiga. Pertama. energi yang tersedia dari reaksi antara CO2 dan H2 (yang mengawali produksi metana. Energi kimia yang digunakan pada reaksi ini adalah energi yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia. CH4) dapat menjadi cukup besar untuk menjalankan produksi biomassa. Pada kasus kedua. Dalam penjelasan yang lebih sederhana. Kemosintesis Kemosintesis merupakan contoh reaksi anabolisme selain fotosintesis. seperti pada fotosintesis. penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks. seperti Nitrosomonas dan Nitrosococcus memperoleh energi hasil dengan cara mengoksidasi NH3 yang telah bereaksi dengan CO2 dan membentuk amonium karbonat ((NH4)2CO3). di tempat yang jarang tersedia molekul hidrogen. Kemosintesis adalah konversi biologis satu molekul karbon atau lebih (biasanya karbon dioksida atau metana). . misalnya bakteri belerang nonfotosintetik (Thiobacillus) dan bakteri nitrogen (Nitrosomonas dan Nitrosococcus). dalam banyak lingkungan laut. Reaksi kemosintesis pada bakteri belerang berlangsung sebagai berikut. senyawa nitrogen dan sumber makanan menjadi senyawa organik dengan menggunakan oksidasi molekul anorganik (contohnya gas hidrogen. yaitu reaksi oksidasi. lemak. daripada cahaya matahari. Bakteri nitrogen. seperti protein. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis. hidrogen sulfida) atau metana sebagai sumber energi. Dua kategori dapat dibedakan. energi untuk kemosintesis didapat dari reaksi antara O2 dan substansi seperti hidrogen sulfida atau amonia. Kemampuan melakukan kemosintesis hanya dimiliki oleh beberapa jenis mikroorganisme. Banyak mikroorganisme di daerah laut dalam menggunakan kemosintesis untuk memproduksi biomassa dari satu molekul karbon. mikroorganisme kemosintetik bergantung pada fotosintesis yang berlangsung di tempat lain dan memproduksi O2 yang mereka butuhkan. sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. polisakarida. Kemungkinan lain. Organisme autotrof yang melakukan kemosintesis disebut kemoautotrof.

Fotosintesis Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. keduanya mampu menangkap energi matahari untuk menyintesis molekulmolekul organik kaya energi dari prekursor anorganik H2O dan CO2. Kloroplas merupakan organel plastida yang 13 . Fotosintesis merupakan salah satu reaksi yang tergolong ke dalam reaksi anabolisme. Reaksi anabolisme menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat dibutuhkan oleh banyak organisme. Untuk tujuan praktis. serta molekul protein. Bakteri ini mampu mengoksidasi senyawa nitrit dalam mediumnya. Di lain pihak. baik organisme produsen (tumbuhan) maupun organisme konsumen (hewan. hewan dan manusia sangat bergantung pada organisme autotrof. seperti manusia dan hewan. proteinkarbohidrat. Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. tidak dapat menyusun senyawa organik sendiri. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. sementara itu organisme yang menyintesis senyawa organik menggunakan energi kimia disebut kemoautotrof. Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan makanan (glukosa) yang berbahan baku karbon dioksida dan air. Artinya. heterotrof.com) Jenis bakteri lain yang mampu melaksanakan kemosintesis antara lain Nitrobacter. dan protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk katabolisme. Hasilnya adalah senyawa nitrat dan membebaskan energi yang akan dipergunakan untuk menyintesis senyawa organik. satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan adalah fotosintesis. Senyawa kompleks yang disintesis organisme tersebut adalah senyawa organik atau senyawa hidrokarbon. lemak.Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. Beberapa contoh hasil anabolisme adalah glikogen. Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan dan ganggang hijau yang bersifat autotrof. hewan dan manusia tergolong heterotrof. Sementara itu. yaitu memerlukan suplai senyawa-senyawa organik dari lingkungan (tumbuhan) karena hewan dan manusia tidak dapat menyintesis karbohidrat. Autotrof. baik ekstrasel maupun intrasel. dan protein lipid yang merupakan komponen struktural yang esensial dari organisme. Jika organisme yang menyintesis senyawa organik menggunakan energi cahaya disebut fotoautotrof. dapat membentuk molekul organik kompleks di sel seperti polisakarida dan protein dari molekul sederhana seperti karbon dioksida dan air. Karena itu. seperti tumbuhan. manusia).

dengan meningkatnya intensitas cahaya pada akhirnya akan tercapai suatu titik dimana reaksi gelap berlangsung pada kapasitas maksimum. Klorofil b banyak terdapat pada tumbuhan. F. Di dalam kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membran tilakoid. F. mengadakan percobaan dengan melakukan penyinaran secara terus-menerus pada tumbuhan Elodea. Akan tetapi. Pada suhu 35°C. Reaksi fotosintesis secara ringkas berlangsung sebagai berikut. Akhirnya. Antosianin banyak ditemukan pada bunga. yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga karang (spons). Seperti diketahui. dan beberapa bakteri autotrof. Dengan kata lain. Klorofil b merupakan pigmen hijau kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. Teori ini diperkuat dengan mengulangi percobaan pada temperatur yang agak lebih tinggi. reaksi terang membatasi atau melajukan seluruh proses. Klorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis yang akan dijelaskan pada bagian berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi gelap kini berjalan lebih cepat. kebanyakan reaksi kimia berjalan lebih cepat pada suhu lebih tinggi (sampai suhu tertentu). Blackman menarik kesimpulan bahwa paling tidak ada dua proses berlainan yang terlibat: Suatu reaksi yang memerlukan cahaya Reaksi yang tidak memerlukan cahaya Bagian ‘b’ dinamai reaksi gelap. dan jingga. sedangkan fikobilin banyak ditemukan pada kelompok ganggang merah dan Cyanobacteria. pada intensitas ini reaksi gelap mampu menangani semua substansi intermediat yang dihasilkan reaksi cahaya. Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman. Faktor bahwa pada intensitas cahaya yang rendah laju fotosintesis itu tidak lebih . kuning. di dalam kloroplas juga terdapat pigmen karotenoid. ganggang hijau. antosianin. Selain klorofil. Klorofil a merupakan pigmen hijau rumput (grass green pigment) yang mampu menyerap cahaya merah dan birukeunguan.mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Karotenoid mampu menyerap cahaya biru kehijauan dan biru keunguan. Antosianin dan fikobilin merupakan pigmen merah dan biru. laju fotosintesis tidak menurun sampai ada intensitas cahaya yang lebih tinggi. Blackman. dan memantulkan cahaya merah. dan fikobilin. Seorang fisiologis berkebangsaan Inggris. Blackman berteori bahwa pada intensitas cahaya sedang. walau dapat berlangsung terus saat keadaan terang. ada saat dimana laju fotosintesis tidak meningkat sejalan dengan meningkatnya penyinaran. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. Ternyata.

Jadi. yaitu fotosistem I. karena dibantu oleh cahaya. dan komplek protein pembentuk ATP (enzim ATP sintase). yaitu struktur cakram yang terbentuk dari pelipatan membran dalam kloroplas. yang sangat bergantung kepada ketersediaan sinar matahari. pergerakan elektron dimulai dari fotosistem I dan berakhir di fotosistem I. Membran tilakoid menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. maka disebut grana. Pada reaksi terang. juga menghasilkan oksigen dan mengubah ADP dan NADP+ menjadi energi pembawa ATP dan NADPH. Laju fotosintesis yang meningkat dengan naiknya suhu tidak terjadi jika suplai CO2 terbatas. Jadi. fosforilasi ini disebut juga fotofosforilasi. reaksi terang pada fotosintesis ini terbagi menjadi dua. yang membutuhkan cahaya Reaksi Gelap. tetapi hanya tergantung pada intensitas penyinaran. Fotofosforilasi Siklik Reaksi fotofosforilasi siklik adalah reaksi yang hanya melibatkan satu fotosistem. Reaksi ini melibatkan beberapa kompleks protein dari membran tilakoid yang terdiri dari sistem cahaya (fotosistem I dan II). Dalam fotofosforilasi siklik. Reaksi terang ini tidak tergantung pada suhu. Jika ada bertumpuk-tumpuk tilakoid. secara umum fotosintesis terbagi menjadi dua tahap reaksi: reaksi Terang. sistem pembawa elektron. Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi energi kimia.com) besar pada 35°C dibandingkan pada 20°C juga menunjang gagasan bahwa yang menjadi pembatas pada proses ini adalah reaksi terang. konsentrasi CO2 harus ditambahkan sebagai faktor ketiga yang mengatur laju fotosintesis itu berlangsung. yaitu fosforilasi siklik dan fosforilasi nonsiklik. Reaksi terang merupakan penggerak bagi reaksi pengikatan CO2 dari udara. Reaksi terang terjadi di tilakoid. Fosforilasi adalah reaksi penambahan gugus fosfat kepada senyawa organik untuk membentuk senyawa fosfat organik.Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. yang tidak membutuhkan cahaya Reaksi Terang Tahap pertama dari sistem fotosintesis adalah reaksi terang. 15 . Secara ringkas.

yang kemudian menghasilkan gradien konsentrasi yang dapat digunakan untuk menggerakkan sintase ATP selama kemiosmosis. Dari rantai transpor. dan juga terjadi pada semua organisme fotoautotrof. yaitu fotosistem I dan II. Fotofosforilasi Nonsiklik Reaksi fotofosforilasi nonsiklik adalah reaksi dua tahap yang melibatkan dua fotosistem klorofil yang berbeda. Selama perpindahan elektron dari akseptor satu ke akseptor lain. elektron kembali ke fotosistem I. dan keluar menuju akseptor elektron primer kemudian menuju rantai transpor elektron.Pertama. Dengan kembalinya elektron ke fotosistem I. pergerakan elektron dimulai di fotosistem II. maka fotosistem I dapat kembali melaksanakan fungsinya. Fotofosforilasi siklik terjadi pada beberapa bakteri. P700 mengalami defisiensi elektron dan tidak dapat melaksanakan fungsinya. selalu terjadi transformasi hidrogen bersama-sama elektron. Karena P700 mentransfer elektronnya ke akseptor elektron. tetapi elektron tidak kembali lagi ke fotosistem II. yang kemudian menghasilkan ATP. energi cahaya. yang dihasilkan oleh matahari. Rantai transpor ini menghasilkan gaya penggerak proton. yang memompa ion H+ melewati membran. . Dalam fotofosforilasi nonsiklik. membuat elektronelektron di P700 tereksitasi (menjadi aktif karena rangsangan dari luar).

akan digunakan dalam reaksi CalvinBenson. H+. Karena tersinari oleh cahaya matahari. dan elektron tersebut menjalani suatu reaksi: NADP+ + H+ + 2e. yang berasal dari penguraian air. sebagai hasil reaksi diatas. Perjalanan elektron diatas disebut juga dengan “skema Z”. Setelah itu mereka bergerak lagi ke rantai transpor elektron. yang kemudian menghasilkan ATP. dimana dua elektron tersebut telah ditunggu oleh NADP+ dan H+. dua elektron yang ada di P680 menjadi tereksitasi dan keluar menuju akseptor elektron primer. molekul air diurai menjadi 2H+ + 1/2O2 + 2e-. Fotofosforilasi siklik dan fotofosforilasi nonsiklik memiliki perbedaan yang mendasar. NADP+. yaitu sebagai berikut FOTOFOSFORILASI SIKLIK FOTOFOSFORILASI NONSIKLIK 17 . Dengan bantuan suatu enzim bernama Feredoksin-NADP reduktase.Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. Dua elektron dari molekul air tersimpan di fotosistem II. dua elektron tersebut mendapat pasokan tenaga yang cukup besar dari cahaya matahari. plastosianin. dua elektron tersebut mengeluarkan energi untuk reaksi sintesis kemiosmotik ATP. yang membawa mereka melewati pheophytin. tepatnya di P700. feredoksin.—> NADPH NADPH. Sepanjang perjalanan di rantai transpor. dan akhirnya sampai di ujung rantai transpor. Setelah terjadi transfer elektron. Kemudian elektron itu bergerak ke molekul akseptor. Sesampainya di fotosistem I. tetapi dapat cepat dipulihkan berkat elektron dari hasil penguraian air tadi. atau reaksi gelap. dan akhirnya sampai di fotosistem I. komplek sitokrom b6f. plastoquinon. sementara ion H+ akan digunakan pada reaksi yang lain dan O2 akan dilepaskan ke udara bebas. P680 menjadi defisiensi elektron. disingkat FNR.com) Mula-mula.

yang dihasilkan dari reaksi terang. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). dihasilkan glukosa (C6H12O6). Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. yang berasal dari udara bebas. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. dan regenerasi. reduksi. yaitu fiksasi. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. Dari reaksi gelap ini. dan CO2. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap.Hanya melibatkan fotosistem I Menghasilkan ATP Tidak terjadi fotolisis air Melibatkan fotosistem I dan II Menghasilkan ATP dan NADPH Terjadi fotolisis air untuk menutupi kekurangan elektron pada fotosistem II Reaksi Gelap Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Secara umum. . Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma.

dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. ALPG (fosfogliseraldehid). dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. dan membentuk 1. 1.3bifosfogliserat. Selanjutnya. yang kemudian berubah menjadi NADP +. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap. Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat). Pada fase ini. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat.Suplemen Bahan Ajar Biologi (Dibawakan untuk Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha(insetiabudi@gmail. dan glukosa (C6H12O6). maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP).com) Gambar Siklus Calvin Benson Pada fase fiksasi. 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Kemudian. Selanjutnya.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. 19 . Jika mendapat tambahan gugus fosfat. RDP (ribulosa difosfat). 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful