Macam – Macam Penyakit Ikan Beberapa ilustrasi penyakit yang mungkin menginfeksi diantaranya : • parasit monogenean, seperti Neobenedenia

sp. Biasanya dicirikan dengan turunnya nafsu makan ikan disertai pergerakan yang abnormal. Beberapa menimbulkan 'pop eye' (mata menonjol), biasanya berasosiasi dengan penyakit bakterial. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah merendam dengan air tawar selama 15-30 menit sehingga parasit akan terlepas dari tubuh ikan. Jika terkena air tawar, warna parasit akan berubah dari bening menjadi putih susu sehingga mudah dilihat PERSYARATAN LOKASI PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA dengan mata telanjang. 1) Tanah yang baik untuk Penyiapan Sarana dan Peralatan kolamdarijenis Oodinium sp, dicirikan 1) Kolam pemeliharaan adalah • Parasit dengan jenis tanah liat/lempung,tidak Jenis kolam yang umum timbulnya lapisan seperti bludru (velvet) pada permukaan berporos dan cukup dipergunakan dalam budidaya ikan tubuh ikan, serta humus.insang berubah pucat. Ikan mengandung warna Jenis gurame antara lain: biasanya cenderung diam di dasar bak. Infeksi Oodinium tanah tersebut dapat lebih sudah diamati pada ikan yang masih berukuran menahan massa air yang a. Kolam penyimpanan induk besar dan tidak bocor Kolam ini berfungsi untuk kecil, tetapi biasanya infeksi Oodinium ini menyebabkan sehingga dapat dibuat Jika terserang Oodinium. ikan menyimpan induk dalam kematian yang signifikan. pematang/dinding kolam. larutan formalin 100-200 kematangan telur mempersiapkan bisa di dipping (celup) dengan dan memelihara kesehatan induk, ppm selama 1 jam dengan aerasi kuat. 2) Kemiringan tanah yang kolam berupa kolam tanah yang baik untuk pembuatan kolam luasnya sekitar 10 meter persegi, • Penyakit bakterial, salah satunya vibriosis. Gejala warna berkisar antara 3-5% untuk kedalamam minimal 50 cm dan ikan cenderung gelap, jika dibedah gelembung renang memudahkan pengairan kepadatan kolam induk 20 ekor kolam secara gravitasi. kembung), kadang-kadang ekor jantan. betina dan 10 membesar (tampak seperti disertai luka/borok. Jika terbukti terinfeksi bakteri, 3) Ikan gurame dapat tumbuh b. Kolam pemijahan antibiotik bisa digunakan dengan dosis tepat sesuai yang normal, jika lokasi Kolam berupa kolam tanah yang dianjurkan. Kepadatan ikan dikurangi dan perbaikan pemeliharaan berada pada luasnya 200/300 meter persegi dan kualitas air. 50-400 m dpl. ketinggian kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi 4) Kualitas air untuk • Virus VNN, banyak menyerang benih kerapu dengan (tergantung dari sistim pemijahan). pemeliharaan nafsu makan, Adapun gejala kehilangan ikan gurame ikan yang lemah syarat kolam pemijahan harus bersih dan dasar kolam adalah suhu air berkisar antara 24-28 berenang dekat permukaan air. Ikan yang terinfeksi akan tidak berlumpur, tidak terlalu derajat C; kedalaman air 75-100 cm; banyak berada di dasar bak, dan akhirnya akan mati. keruh dan tidak tercemar dasar kolam sebaiknya berpasir. Sampai saat ini belum ada obat-obatan yang bisa bahan-bahan kimia beracun, Tempatkan sarana penempel telur digunakan untuk mengatasi virus, kecuali langkahdan minyak/limbah pabrik. berupa injuk atau ranting-ranting. 5) Kolam dengan kedalaman c. Kolam pemeliharaan benih/kolam 70-100 cm dan sistem pendederan pengairannya yang mengalir Luas kolam tidak lebih dari 50-100 sangat baik bagi meter persegi. Kedalaman air kolam pertumbuhan dan antara 30-50 cm. Kepadatan perkembangan fisik ikan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. gurame. Untuk pemeliharaan Lama pemeliharaan di dalam kolam secara tradisional pada kolam pendederan/ipukan antara 3-4 khusus, debit air yang minggu, pada saat benih ikan diperkenankan adalah 3 berukuran 3-5 cm. liter/detik, sedangkan untuk pemeliharaan secara Budidaya Ikan Kolam pembesaran d. Gurami polikultur, debit air yang ideal Kolam pembesaran berfungsi sebagai adalah antara 6-12 liter/detik. tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari 6) Keasaman air (pH) yang kolam pendederan. Adakalanya baik adalah antara 6,5-8. dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm. 7) Suhu air yang baik berkisar Jumlah penebaran bibit sebaiknya

Aturlah tinggi rendahnya. sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas). Cangkullah tanah dasar kolam induk agar gembur. bagian atas lebarnya 0. keramba kemplung. oblok/delok (untuk pengangkut benih). d. ayakan panglembangan diameter 100 cm. agar mudah memasukkan dan mengeluarkan air. Buatlah saluran ditengahtengah kolam induk. e. Pasanglah pipa/bambu besar untuk pemasukan dan pengeluaran air. hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih. keramba kupyak. seser. kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat). ayakan penandean diameter 5 cm. hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih).5 m. fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat). Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air. lalu diratakan lagi. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain adalah warring/scoopnet yang halus. Tanah akan jadi lembut setelah diairi. sehingga lobang-lobang tanah akan tertutup. c. timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg). Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: jala. baskom berbagai ukuran. arit. bagian bawahnya 1 m dan tingginya 1 m. ayakan penyabetan dari alumunium/bambu. tempat menyimpan ikan.cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut: a. Buatlah pematangnya dengan ukuran. dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori itu. anco/hanco (untuk . pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. ember-ember. waring (anco). Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m2). b. cangkul.

Pembibitan .

b. . Tanami dasar kolam dengan tanaman ganggang buntut anjing d.5 kg/100 meter persegi dan biarkan selama 3 hari. . Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat. pemupukan. .1) Pemilihan Induk Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut: a. .Dasar sirip dada terang keputihan. . Susunan sisik teratur. 1-2 hari induk betina akan melepaskan telur-telurnya ke dalam sarang yang kemudian disemproti sperma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur. . Isikan air yang telah dicampur dengan pupuk buatan TSP sebantak 500 gram/100 meter persegi. bermulut kecil dan tidak berjanggut. g. c.Dahi menonjol. . Gerakan normal dan lincah. Lakukan pengapuran dan pemupukan. perbaiki tanggul dan dasar kolam.Jika diletakkan pada tempat datar ekor hanya bergerak-gerak.Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan. induk segera dimasukkan dalam kolam pemijahan. Jantan . Kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 5 hari.Dagu kuning. biarkan selama 1 minggu kemudian isikan air hingga kedalaman 75 cm. 4) Pemeliharaan Bibit Benih-benih yang telah berumur 1-2 bulan sejak menetas dapat dibesarkan pada kolam pendederan atau disawah sebagai penyelang. Pemupukan dasar dengan pupuk kandang dosis 7. Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut: a. Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal). 2) Pemeliharaan Induk Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas 10 m2) disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Untuk kolam seluas 100 meter persegi bisa disebar induk sebanyak 30 ekor betina dan 10 ekor jantan. Beri makanan selama dalam penampungan. 20-30 hari kemudian. Adapun cara pemijjahan ikan gurame adalah sebagai berikut: a. Betina . Ukuran kepala relatif kecil d.Jika diletakkan pada tempat datar ekor akan naik. c. 3) Pembenihan Bila proses pematangan gonada (kandung telur dan sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya. .Dahi menonjol. Dalam pelaksanaan pendederan adalah melakukan pengeringan kolam atau sawah. perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air.Dasar sirip dada terang gelap kehitaman. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu dengan takaran 1 blek minyak tanah untuk 100 ekor benih.Dagu putih kecoklatan. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blekminyak tanah setiap kali pemberian.Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih. Bentuk bibir indah sepertipisang. e. . f. Berumur antara 2-5 tahun. Untuk setiap induk dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari.licin. b. e. warna cerah dan mengkilap serta tidakluka. Setelah persiapan selesai. induk-induk yang terpelihara baik akan berpijah lagi dan beberapa hari kemudian telur akan menetas. benih ditebarkan dengan kepadatan 30 ekor/meter persegi dengan ukuran benih 5-10 cm pada kolam pendederan. Lamanya pendederan sekitar 1-2 bulan. b. Setelah pemijahan berlangsung. Makanan yang dapat diberikan selama pemeliharaan adalah rayap atau daun-daunan yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% berat badan ratarata.

Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat.3 kg/ekor. ubi jalar. genjer. Induk-induk gurame yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun.7 kg/ekor. diantaranya: daun pepaya. keladi. setelah itu dilakukan pemupukan agar mempengaruhi kesuburan kolam. labu dan dadap. Pasanglah jaring lembut di pintu pengeluaran untuk menampung benih atau bisa juga dengan membuat parit di tengah kolam menuju ke lubang pengeluaran. Pada tahap berikutnya pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m2 kolam. Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat tersantung dari ukuran yang diminta konsumen. ikan mas. Tahap pertama pemupukan dilakukan pada waktu kolam dikeringkan. ketela pohon. 3) Pemberian Pakan Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya.Pemeliharaan Pembesaran 1) Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur. Adapun . b) Monokultur Pada pemeliharaan gurame tersendiri. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam. dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi hewan peliharaan. sehingga bila benih disebarkan. bibit yang disebar minimal harus berumur 2 bulan. nilem. ketimun. kesuburan ikan akan terjamin dan pertumbuhan ikan akan cepat. daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan. 4) Pemeliharaan Kolam/Tambak Setiap habis panen.3 gram/ekor pada saat dipanen. Bibit yang terawat baik bisa mencapai bobot 0. kolam dibersihkan/kuras.5 kg untuk tiap 100 m2 kolam. Pada saat ini pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang sebanyak 7. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1. a) Polikultur Ikan gurame dipeliharan bersama ikan tawes.5 kg/ekor. PANEN Penangkapan Pemanenan benih dapat dilakukan setelah benih berumur 1 bulan. Caranya dengan menyurutkan air sedikit demi sedikit sementara saluran air masuk diperkecil. sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0. kimpul. ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0. Pada umumnya pemupukan hanya dilakukan 1 kali dalam setiap pemeliharaan. namun di daerah yang agak sulit memperoleh pelet. Umumnya pemanenan dilakukan setelah ikan berumur 2-3 tahun. air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari. kangkung. mujair atau lele. Penebaran bibit sejumlah 500 ekor (ukuran 10-15 cm) diperlukan luas kolam sekitar 1500 meter persegi 2) Pemupukan Pemupukan dapat dilakukan dengan bahan kimia dan pupuk kandang. Cara ini lebih menguntungkan karena pertumbuhan ikan gurame yang cukup lambat.

2) Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih. 4) Berdasarkan lama/jarak pengiriman. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. demikian juga antara ikan dengan penutup kotak. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya. Sebelum dikemas. segar dan sehat antara lain: a. sehat. Hindari cara penangkapan yang dapat menyebabkan ikan terluka. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka. benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka). 3) Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Pembersihan Setelah air kolam surut. yaitu: . lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Biasanya waktu panen tidak hanya gurame saja yang tertangkap. bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. 3) Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan). 2) Penanganan ikan segar Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari. Pembersihan benih dilakukan selama 1 hari. sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan pascapanen benih adalah sebagai berikut: 1) Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit. b. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat b. PASCAPANEN 1) Penanganan ikan hidup Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. benih digiring masuk ke petak kecil. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain: a. ikan harus dicuci agar bersih dan lendir. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik.5 m. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0. Dengan ukuran tersebut. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup. c. harus diseleksi dan dibersihkan terlebih dahulu.cara penangkapan: air disurutkan sedikit demi sedikit. dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. sehingga sebelum ikan dimasukkan ke kolam pemberokan. Lamanya pembersihan disesuaikan dengan besarnya benih. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. c. tujuannya agar ikan tidak mabuk sewaktu diangkut ke pasar. penangkapan dilakukan pada pagi hari. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm. Setelah itu. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. parasit dan tidak cacat. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es. Kemudian diserok dan dimasukkan ke dalam keranjang panen. bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm.

Selain itu.50 m. (3) alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2). dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. (4) kantong plastik lalu diikat. gurita) . Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut: 1) Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih). Luas dasar perairan yang dapat ditelusuri (diliput) sangat tergantung pada panjang tali slambar (warp) yang digunakan.cucut. (3) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air. Daerah Penangkapan Pantai Utara Jawa. tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan. Cantrang dan 3-5 menit. 4) Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. menggunakan kantong plastik. Dogol. 3) Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit. sebanyak 4% selamasejenisnya (Danish Seine) 5) Setelah 1 minggu dikarantina.a. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin Dogol.1H2O sebanyak 9 gram. Teknologi Penangkapan Setelah jaring diturunkan dan melingkari sasaran yang dituju (umumnya dengan cara menduga-duga) kemudian dengan tali panjang (slambar. Dilihat fungsi dan hasil tangkapannya ia menyerupai trawl. lebar 0.50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik. dan tinggi 0. alat tangkap ini menyerupai payang tetapi ukuran-ukurannya lebih kecil. sedangkan trawl yang sebenarnya disebut true trawl. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik: (1) masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih. haul line) ditarik ke arah perahu (baca : perahu dalam keadaan dilabuh atau berhenti). sebelah. Hasil Tangkapan Udang dan ikan demersal (petek. 2) Buka kantong plastik. kerapu. Penarikan jaring melalui tali slambar yang pada gilirannya penaikan jaring keatas perahu dilakukan dari salah satu sisi perahu. tetapi bentuknya lebih sederhana dan pada waktu penangkapan hanya menggunakan perahu layar atau perahu bermotor ukuran kecil. Sistem tertutup Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam. Alat pengangkut berupa keramba. Sistem terbuka Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Lampung. b. Deskripsi Dilihat dari bentuknya. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. cantrang atau sejenisnya dapat juga digolongkan sebagai ”jaring trawl semu” (shadow trawl). Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm. tebar benih ikan di kolam budidaya. (5) kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan.35 m. Madura. pari. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4. Pantai Selatan Jawa. Dos yang berukuran panjang 0.

Bentuk bubu ada yang seperti : sangkar (eages). setengah kering atau mungkinmasih tergenag air. Perangkap Setengah Lingkaran Deskripsi Bubu merupakan alat tangkap yang umum dikenal nelayan. Semetara untuk udang penaeid. Sedang papan trawl (otter board) berukuran 1. Aru). kekuatan 700 PK/HP. silinder (cylindrical).4 m lebar. berat 500-562 kg/buah. pintu. krosok (Para penaeopsis spp. U. Teknologi Penangkapan Perangkap Setengah Lingkaran (Half Circling Traps) Pemasangan atau penanaman perangkap ini menyerupai bangunan yang membentuk setengah lingkaran dengan darat pantai. bulat setengah lingkaran. Bahan bubu umumnya dari anyaman bambu. Dengan demikian diharapkan hasil tangkapannya menjadi berlipat ganda dibanding bila hanya menggunakan satu jaring. dogol (Metapenaeus ensis). Teknologi Penangkapan Panjang jaring sekitar 33 m. gendang. U. U. Kapal untuk trawl udang ganda ini dilengkapi dengan dua derek (outriggers) yang dipasang pada kanan-kiri dari lambung kapal. kepiting/rajungan dapat ditangkap dengan bubu udang yang bahanbahannya terbuat dari plastik. mulut (funnel) atau ijeb. Dengan penggunaan trawl udang ganda ini terutama berpengaruh terhadap luas liputan area penangkapan.Bubu Udang. segitiga memanjang (kubus) atau segi banyak. hampir di setiap daerah perikanan mempunyai model bentuk sendiri. dll.) .8 m panjang dan 1. Hasil Tangkapan Utama Udang barong Trawl Udang Ganda (Double-rigged Shrimp Trawls) Deskripsi Trawl udang ganda adalah otter trawl yang dalam operasi penangkapannya menggunakan dua buah unit jaring sekaligus. kere bambu ataupun susuna batu. windu (P. Mengenai tonase kapal yang dipakai ini bervariasi tergantung besar kecilnya jaring yang digunakan. Prinsip penangkapan ini ialah mengahdang ikan atau biota laut lainnya yaitu pada waktu pasang mendekat pantai dan waktu surut menjauhi pantai. Variasi bentuknya banyak sekali. Daerah Penangkapan Perairan Papua (Laut Arafura) dan sebagian perairan Maluku (sekitar Kep. Hasil Tangkapan Utama Udang jerbung (Penaeus merguensis). Dalam keadaan operasi dengan keadaan derek yang telah dipasang terlihat seakan-akan seperti sayap. Untuk menangkap udang barong digunakan bubu khusus yaitu bubu silindris dan bubu bulat setengah lingkaran dengan mulut ditengah-tengah atas. Dalam operasi penangkapan menggunakan kapal berukuran 300 GT. monodon). Bahan yang digunakan bisa dnegan jaring (net). Pengambilan hasil dilakukan pada waktu air surut dalam keadaan kering. Secara garis besar bubu terdiri dari bagianbagian badan (body).

waduk dan danau serta perairan pantai berkedalaman berkisar 0. diameternya berkisar 3 . anyaman rotan (rattan netting) dan anyaman kawat (wire netting) dengan derican berbagai macam bentuk (Gambar 4.Jala lempar merupakan alat tangkap yang sederhana dan tidak membutuhkan biaya yang besar dalam pembuatan. udang dan lain-lain.jenis Trap Beberapa jenis Trap yang banyak digunakan dalam penangkap ikan diantaranya : Bubu Dasar Bubu dasar dapat terbuat dari anyaman bambu (bamboo netting). Bahannya terbuat dari nilon multifilamen atau dari monofilamen. Alat ini banyak dioperasikan di perairan seperti .5 . Jala lempar dioperasikan menggunakan tenaga manusia.10 m. julung-julung. sungai. cara melemparnya menggunakan teknik-teknik tertentu (Gambar 4. ikan belanak.9). Bagian kaki jaring diberikan pemberat terbuat dari timah. Jenis .5 m. . Dalam pengoperasiannya dapat memakai umpan atau tanpa umpan.23). Jenis ikan yang umum ditangkap adalah jenis ikan yang bermigrasi ke daerah pantai seperti .

Bubu Hanyut Bubu hanyut pada prinsipnya hampir sama dengan bubu dasar. Set Net yang berukuran sedang disebut "hisagocmi". sehingga bubu hanyut ini dalam pengoperasiannya hanya digunakan pada saat musim-musim tertentu Baja. Jermat Jermat adatah perangkap yang terbuat dari jaring berbentuk kantong dan dipasang semi permanen menantang/ berlawanlan dengan arus (biasanya arus pasang surut) digunakan untuk memanfaatkan ikan-ikan yang mengikuti arus. Set Net digunakan untuk memanfaatkan ikan-ikan yang senang bermigrasi ke daerah pantai dimana jalan yang dilalui ikan tersebut dihadang oleh lead net. namun dikhususkan untuk menangkap ikan terbang (flaying fish) serta pada bagian luar bubu dipasangkan untaian daun ketapa. Alat tangkap jenis ini sangat berkembang baik di Jepang. Pantai Barat Sulawesi Setatan. bubu hanyut digunakan juga untuk mengumpulkan tetur dari ikan terbang. akibatnya ikan akan menuju jaring. atau bambu. Set Net dapat dibedakan dari ukurannya. . namun Set Net lebih modern dibandingkan dengan Sero dan daerah penangkapannya pun tidak hanya di daerah pinggir pantai bahkan dapat lebih jauh dari pinggir pantai. sero Sero (guilding barrier) merupakan saLah satu atat penangkapan ikan yang dipasang secara tetap di dalam air. yang berukuran besar disebut "otoshi-cmi" dan yang berukuran besar namun lebih lengkap disebut dengan "masu-ami". Terbuat dari kayu. yaitu musim pemijahan dari ikan terbang di Laut Flores. Jermat merupakan atat penangkap ikan yang sangat sederhana. Jaringnya merupakan suatu bangunan yang diletakan di dalam air . Set Net Set Net hampir sama dengan Sero dilihat dari segi prinsip penangkapannya. dimana pemasangannya ditempatkan pada daerah-daerah berarus yang banyak terdapat ikannya. biasanya terdiri dari susunan pagan-pagan yang berfungsi menuntun ikan agar masuk ke daLam perangkap. Dalam bahasa lokat disebut "patorani" dimana atat ini clioperasikannya pada saat musim timur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful