P. 1
Transportasi Perkotaan

Transportasi Perkotaan

|Views: 183|Likes:
Published by febriyanti_maulina

More info:

Published by: febriyanti_maulina on Sep 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/24/2015

pdf

text

original

PEMBANGUNAN JARINGAN TRANSPORTASI JALAN I.

Pendahuluan Pada awal pembangunan jangka panjang tahap – I, penanganan jaringan jalan lebih mngutamakan peningkatan dan rehabilitas pada jaringan jalan antar kota dengan tujuan untuk melancarkan arus orang dan barang. Dengan makin membaiknya hubungan regional tersebut terjadilah pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan peranan kota sebagai pusat jasa distribusi semakin meningkat. Meningkatnya peranan kota tersebut mengakibatkan tumbuhnya kegiatan sosial ekonomi masyarakat kota yang semakin pesat. Dampak dari pertumbuhan tersebut adalah meningkatnya kebutuhan pergerakan orang dan barang, yang sering kali kurang diimbangi dengan pertumbuhan prasarana dan sarana transportasi yang memadai. Keadaan pada awal PJP tahan II, telah menunjukkan terjadinya gangguan pergerakan regional yang melewati wilayah perkotaan dan tidak efisiennya pergerakan di dalam kota sendiri, yang pada gilirannya akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Mengingat akan dihadapinya persaingan perdagangan internasional yang menurut efisiensi yang tinggi terutama sektor transportasi, maka perlu dilakukan langkah yang strategis untuk dapat menjawab tantangan tersebut dengan menpertimbangkan keterbatasan dana yang ada. Pemikiran-pemikiran yang bertujuan menciptakan penanganan dengan sistem yang efisien, baik dalam tahap pelaksanaan maupun operasional, merupakan suatu keharusan. II. Permasalahan Transportasi Kota 2.1. Masalah Lalu Lintas dan Angkutan 1. Pemanfaatan Jaringan Jalan a. Lalu Lintas Campuran Berbaurnya lalu lintas regional dan lalu lintas lokal yang mempunyai karakteristik yang berbeda, baik dalam besaran maupun dalam penampilan (kecepatan), merupakan penyebab yang berakibat rendahnya efisiensi pemanfaatan jaringan jalan yang ada. dalam tahap

1

Kondisi Jaringan Jalan Kondisi jaringan jalan dapat diuraikan antara lain dengan : a. d.b. c. Tingkat Pelayanan Kurang memadainya kapasitas angkutan umum dan sistem transportasi yang belum efisien mengakibatkan tingkat pelayanan yang masih rendah. Hal ini berakibat menumpuknya semua masalah transportasi kota di jaringan jalan perkotaan. baik angkutan pribadi maupun angkutan umum. Kondisi Geometri Jalan Banyak jaringan jalan di Indonesia berkembang secara bertahap yang lebih didasarkan pada batasan keadaan lapangan dan keterbatasan 2 . Rendahnya tingkat pelayanan angkutan umum ini merangsang penggunaan angkutan pribadi semakin menjadi besar sehingga penggunaan ruang jalan menjadi berlebihan sehingga efisiensi pemanfaatan jalan menjadi kurang optimal. Keadaan ini lebih dibebani lagi dengan keterbatasan sarana pengaturan dan aparat pengatur yang belum memadai. 2. Pengaturan Lalu Lintas Keterbatasan prasarana jaringan jalan dan belum membudayanya tertib manfaat jalan. berdampak sulitnya mencapai suatu pengaturan lalu lintas yang baik. Tertib Manfaat Jalan Baik pengguna jalan maupun pemanfaat jalan sering melakukan hal-hal yang tidak semestinya sehingga dapat berakibat menurunnya efisiensi pemanfaatan jalan. Masalah Angkutan Umum Road Base Publik Transport Sebagaian besar kota-kota di Indonesia menggunakan jaringan jalan sebagai tulang punggung prasarana angkutan kota. baik bagi pengguna jalan (orang yang melakukan pergerakan/perjalanan) maupun pemanfaatan jalan (orang yang menfaatkan jalan tapi tidak melakukan pergerakan/perjalanan). Hanya sebagian kecil kota dan sebagian kecil penduduk perkotaan yang menggunakan prasarana transportasi selain jalan.

tidak semua kota di Indonesia 3 . maka sering didapat pola jaringan jalan yang kurang efisien. 3. Pola jaringan Jalan Mengingat perkembangan jaringan jalan di Indonesia berjalan dengan berbagai keterbatasan seperti diuraikan pada butir (a) diatas. c. seperti : Jari-jari lengkungan kecil Tanjakan terjal Jalan sempit Jarak pandang terbatas b. akan tetapi masih sering dijumpai keadaan permukaan jalan yang termasuk dalam katagori rusak. Sehingga untuk melakukan suatu perjalanan yang berjarak relatif pendek harus berjalan mengikuti rute jalan yang relatif panjang. Kapasitas Jalan Kapasitas pertumbuhan kebutuhan perjalanan dan kurangnya moda transportasi lain untuk memenuhi. Kondisi Permukaan Jalan Walaupun sebagian besar jaringan jalan di perkotaan dinilai sudah mantap. masih banyak ruas-ruas jalan lama geometriknya direncanakan untuk melayani teknologi sarana transportasi pada waktu itu yang sudah kurang memadai untuk melayani teknologi sarana transportasi pada saat ini. Keadaan ini sangat tidak menguntungkan dari segi biaya. waktu dan keselamatan perjalanan. berakibat pada selalu tertinggalnya usaha pemenuhan kebutuhan perjalanan tersebut karena keterbatasan dana pembangunan dan peningkatan prasarana jalan. keadaan drainase yang kurang baik. Masalah Penggunaan Lahan 1. Contoh keadaan ini adalah pola jaringan jalan yang berpusat (radial). Akan tetapi. serta biaya pemeliharaan yang terbatas.dana.2. Selain itu. Rencana Tata Ruang Kota Rencana Tata Ruang Kota (RTRK) mutlak diperlukan dalam proses perencanaan transportasi kota. Keadaan ini disebabkan antara lain oleh beban muatan yang berlebih (over load). 2.

Pada umumnya salah satu kendala di kota-kota besar/metropolitan adalah sulitnya penyediaan lahan untuk proyek peningkatan jalan dan pembangunan jalan baru sehingga mengakibatkan terlambatnya proyek melakukan kegiatan sesuai jadual yang telah ditemukan. Produk yang diharapkan dari perencanaan umum ini adalah berupa penyusunan program jangka panjang.1 Konsep Keterpaduan Penyusunan perencanaan umum jaringan jalan di wilayah perkotaan dilakukan berdasarkan pendekatan keterpaduan dengan rencana umum jaringan jalan wilayah (regional) dan diturunkan dari rencana transportasi kota.sudah memiliki Rencana Tata Ruang Kota yang mantap. dengan memperhatikan struktur pengembangan wilayah dan rencana struktur tata ruang kota. baik menurut rencana maupun yang sudah ada. 2. Keadaan ini sangat erat pengaruhnya terhadap perubahan fungsi dan kapasitas jalan. program jangka menengah. Sering konsistensi penggunaan lahan sesuai dengan sangat rendah sehingga sering dijumpai perubahan penggunaan lahan. Keterbatasan Lahan a. Status Kawasan dan Klasifikasi Jalan Status kawasan yang jelas dan pasti merupakan dasar penentuan klasifikasi fungsi jalan yang tepat. 4 . Selanjutnya. dan program tahunan penanganan jalan di wilayah perkotaan. b. 3. Secara diagramatik prosedur perencanaan jaringan jalan perkotaan dapat dilihat pada bagan terlampir. baik menurut fungsi maupun intensitas. Dengan memperhatikan keterbatasan dana dan banyaknya kota yang harus di tangani. Kendala lain adalah terbatasnya dana untuk pembebasan lahan III. Keadaan yang sering dihadapi adalah terjadinya pembauran fungsi kawasan sehingga sulit untuk menetapkan status suatu kawasan untuk digunakan dalam penentuan fungsi jalan. keterbatasan Rencana Umum transportasi kota juga sangat minim. Prosedur Perencanaan Jaringan Jalan Perkotaan 3. Rencana Tata Ruang Kota yang sudah sering tidak mencantumkan dengan tegas status dan fungsi suatu kawasan.

Kota Metropolitan (penduduk 1 juta – 5 juta orang) . datar. pariwisata.Kota Kecil (penduduk 20.000.000 – 100. seperti kota industri. seperti : pantai. 4. multi polar. dan sebagainya.Kota Kecamatan 2. berbukit dan sebagainya 5 - .000 orang) . perdagangan. bintang. lingkaran. Bentuk Kota dan Keadaan Geografis Bentuk kota dan keadaan geografis dapat dikelompokkan menurut : - Pengelompokan kota menurut bentuk seperti : memanjang. Fungsi dan Peran Kota Fungsi dan peran kota dapat dikelompokkan menurut : - Pengelompokan menurut orde kota.000 orang) .Kota Administratif . secara umum masalah transportasi kota tersebut dapat dikelompokkan menurut bebarapa kriteria sebagai berikut : 1.Kota Besar (penduduk 500. karena setiap kota mempunyai permasalahan yang spesifik. Akan tetapi.Kota Megapolitan (penduduk > 5 juta orang) .000) 3. Status kota .Ibu Kota Provinsi (Kota. setengah lingkaran. Kotif. 3. peran kota secara regional Pengelompokan kota menurut fungsi utama.000 – 500. dan sebagainya Pengelompokan kota menurut geografis. Besaran Kota (Jumlah penduduk) . dan sebagainya. Pengelompokan kota menurut pola pusat kegiatan. Klasifikasi Kota Permasalahan transportasi untuk masing-masing kota secara rinci tidak dapat digeneralisir. seperti : sentris (mono polar).Kota Sedang (penduduk 100. DKI) .Kota Kabupaten (Ibu Kota Kabupaten) .000 – 1.menyebabkan proses pemilihan prioritas menjadi tidak sederhana sehingga perlu dimunculkan kriteria kota dan kriteria jalan.Kotamadya .2. pendidikan.

Provinsi .Kabupaten/Kota .Arteri .Nasional .Kolektor .Arteri .Kolektor . Bentuk Jaringan Jalan Bentuk jaringan jalan sangat erat kaitannya dengan bentuk dan keadaan geografis kota. pola papan catur (grid). melingkar (ring).Lokal b. Peranan Jalan a.Kolektor . 3.Arteri .3 Klasifikasi Jalan 1. Status Jalan . Sistim Primer . Pembinaan Jaringan Jalan Perkotaan 6 .Kolektor . gabungan radial dan melingkar (ring radial).Lokal 2.5.Khusus Klasifikasi Jaringan jalan Perkotaan No 1 Status/Fungsi Sistem Primer . IV. Sistim Sekunder . dan linier.Lokal Sistem Sekunder .Arteri .Lokal Nasional X X X Provinsi X X Kota X X X Kabupaten X X X X 2. seperti radial.

Menyusun rencana jangka panjang pengembangan jaringan jalan di kawasan perkotaan yang berwawasan lingkungan . program jangka menengah dan program tahunan penanganan jalan di wilayah perkotaan termasuk jalan tol. standar.Pembinaan Jaringan Jalan di wilayah perkotaan meliputi kegiatan sebagai berikut : Perencanaan Umum Perencanaan Teknik Penyuluhan dan Bimbingan Teknik Pelaksanaan Penanganan Jalan 1.melaksanakan pembinaan teknis dan studi Amdal Produk yang diharapkan dari perencanaan umum ini adalah berupa program jangka panjang.Melaksanakan penyusunan rencana jaringan jalan perkotaan dan klasifikasi jalan berdasarkan fungsi dan status . serta program pembebasan tanah 2. perencanaan teknik. Perencanaan Umum Tugas Perencanaan Umum adalah . Perencanaan Teknik Perencanaan teknik mencakup melakukan penyiapan perencanaan teknik jalan di wilayah perkotaan serta bimbingan perencanaan teknik jalan non tol.Menyusun rencana program penanganan jangka panjang atau lima tahunan sektor jalan yang terkait dengan lalu lintas dan transportasi serta indikasi program tahunan jaringan jalan perkotaan . serta 7 . Penyuluhan dan Bimbingan Teknik Penyuluhan dan bimbingan teknik dalam rangka pembinaan jaringan jalan di wilayah perkotaan mencakup pembinaan dan pengembangan spesifikasi. sesuai dengan sasaran yang telah diprogram oleh perencanaan umum 3. pengaturan dan pemanfaatn jalan kota. dan manual dalam rangka penyusunan perencanaan umum.

dan pemeliharaan jalan nasional Melaksanakan analisa dan evaluasi spesifikasi. peningkatan. Melaksanakan evaluasi usulan penanaman modal jalan tol Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program. 4. pemeliharaan dan penunjangan jalan Memonitor dan mengevaluasi jasa konstruksi Menyusun laporan dan mengusulkan tindakan turun tangan 5. Pembinaan Jalan Tol Pembinaan jalan tol meliputi tugas : Melakukan pengumpulan dan evaluasi studi dan data yang ada untuk perumusan penyusunan program pembangunan jalan tol Melakukan pembinaan perencanaan teknis. peningkatan. Metropolitan dan kota besar yang meliputi : Melaksanakan pengendalian pelaksanaan pembangunan. penerapan standar dan penanaman modal jalan tol. dan pemeliharaan jalan tol Melaksanakan pembuatan dan pengembangan standar. pemeliharaan dan penunjang. standar dan manual. standar dan manual serta hasil pelaksanaan pembangunan. pengawasan teknik. pelaksanaan. pengoperasian. 8 . Pengendalian Pelaksanaan Penanganan Jalan Kota Pengendalian pelaksanaan penanganan jalan kota mempunyai tugas melakukan pengendalian pelaksanaan pembangunan. peningkatan. baik teknis maupun administrasif untuk proyek-proyek jalan perkotaan di kota Megapolitan.evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan spesifikasi. spesifikasi dan manual jalan tol dan fasilitasnya.

Mempertahankan daya guna prasarana jalan yang ada melalui kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan yang memadai 2. 1. Meningkatkan peran serta usaha swasta melalui investasi dalam bidang prasarana jalan Keseluruhan kebijaksanaan tersebut diperkuat dengan kebijaksanaan umum dalam rangka kelestarian lingkungan dan pola penataan ruang. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja lembaga pembinaan jalan melalui akses desentralisasi dan dekonsentralisasi dengan segenap implikasinya. Strategi Pembinaan Jaringan Jalan Perkotaan 5.1 Kebijaksanaan Umum Dalam melaksanakan pembinaan jaringan jalan perkotaan tidak terbatas dari kebijaksanaan dan strategis pembinaan jalan regional. ditempuh langkah-langkah : 1. dan membuka isolasi 9 sumbangan jaringan jalan dan produknya dalam menciptakan lapangan kerja baru melalui pemanfaatan produksi dalam . bagi kawasan-kawasan produksi yang potensial dalam kaitanya dengan usaha peningkatan produksi non migas. Meningkatkan efisiensi transportasi dengan memanfaatan keterpaduan jaringan jalan maupun keterpaduan antar moda 3. pengembangan wilayah. termasuk didalamnya jalan perkotaan. 5. Meningkatkan negeri 4. Meningkatkan efektivitas pemanfaatan jaringan jalan. baik dalam mewujudkan efeisiensi angkutan jalan raya maupun dalam peningkatan perhubungan antar daerah. maka kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan prasarana jalan secara nasional. yang menyangkut segi kelengkapan jaringan jalan maupun kemantapan kondisi jalan dan peningkatan tingkat pelayanan dan kapasitas jalan 2. Memberikan aksesibilitas yang memadai.V. Dalam melaksanakan kebijaksanaan sebagaimana dikemukakan di atas. sejalan dengan kebijaksanaan pembangunan nasional sebagaimana dirumuskan dalam GBHN 1993. termasuk pembinaan dan peningkatan kemampuan pembinaan jalan.

Pembinaan jaringan jalan perkotaan di kota-kota besar dan metropolitan terkait sangat erat dengan berbagai masalah pembangunan kota secara keseluruhan seperti tata ruang kota.3. Program yang dibuat harus bertahap dan disesuaikan dengan pertumbuhan dan kebutuhan yang berkembang secara cepat sesuai dengan ciri-ciri kota besar dan metropolitan tersebut. Memanfaatan pelaksanaan perwujudkan dan pengendalian jaringan jalan oleh dinas-dinas PU di daerah. Meningkatkan kontribusi pelaksanaan (kontraktor dan konsultan) daerah. Memuaskan dukungan pemerintah dalam penyediaan peralatan jalan. maka penyusunan program pembinaan jaringan jalan perkotaan akan didasarkan pada kriteria untuk menentukan klasifikasi kota dengan pengertian bahwa perbedaan klasifikasi kota akan menyebabkan masalah yang timbul juga berbeda sehingga penanganannya pun harus berbeda. baik yang mencakup hal-hal teknis maupun pendanaan. melalui pengaturan paket proyek dan percepatan kegiatan prakontrak di daerah 7. termasuk penggunaan bahan dan teknologi alternatif (diversifikasi material dan teknologi) 8. Memantapkan kondisi jalan dalam rangka efisiensi pembinaan dan pemanfaatan jalan 4. Meningkatkan hubungan antar daerah sebagai langka nyata dalam mewujudkan wawasan nusantara 5. pembangunan prasarana dan sarana kota. khusunya kepada daerah-daerah yang belum memungkinkan pihak swasta beroperasi secara efisien 5. 6. 10 .2. Program Kota Melihat struktur permasalahan yang ada pada masing-masing kota di Indonesia. Meningkatkan penerapan tehnologi yang sesuai dengan kondisi daerah melalui pemilihan jenis konstruksi dan cara pelaksanaannya.

Penetapan fungsi jalan berdasarkan pada pola kawasan yang sudah mantap sangat diperlukan dalam penyusunan status dan wewenang pembinaan jalan selanjutnya. Penegasan Fungsi Jalan Pembauran fungsi jalan di wilayah perkotaan menyebabkan permasalahan lalu lintas yang makin lama makin berakumulasi bila tidak ditangani secara konsepsional.Program pemeliharaan rutin jalan dan jembatan . baik dalam 11 .4.5.Program pemeliharaan berkala jembatan 2. 5. Selanjutnya dukungan pengaruran lalu-lintas dan kepatuhan pengguna dan pemanfaat jalan sangat besar andilnya dalam penegasan fungsi jalan. perawatan serta perbaikan kerusakan-kerusakan kecil pada seluruh ruas jalan yang ada sehingga usia pelayanannya dapat terus dipertahankan sesuai umur rencana. yang dapat berupa : 1. Program Penanganan Jalan Program penanganan jaringan jalan perkotaan meliputi semua jalan. Program Peningkatan Jalan dan Penggantian Jembatan Program peningkatan jalan dan penggantian jembatan dilaksanakan sebagai usaha untuk tetap menjaga serta meningkatkan mutu pelayanan sehingga tingkat pelayanannya tetap dapat dipertahankan sesuai dengan tuntutan transportasi yang terus berkembang dan meningkat.3.Program pemeliharaan berkala jalan . Masalah pembauran fungsi jalan ini sangat berkaitan erat dengan pola penggunaan lahan dan penetapan fungsi kawasan. Sehingga penyusunan program pembinaan jaringan jalan menjadi lebih jelas dan terarah. Program Rehabilitas dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kegiatan program ini mencakup usaha-usaha pemeliharaan. Program ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : .

Pendanaan 12 . dan jalan poros antar desa.Program peningkatan kapasitas .Program peningkatan struktur . Sesuai tuntutan pelayanan jasa angkutan jalan. yaitu jalan arteri.Program Pembangunan Jalan Non Tol .Program peningkatan jembatan 3. • Program Pembangunan Jembatan Semi Permanen • Program Pembangunan Jembatan Permanen. Program ini mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut : . Program Pembangunan Jembatan Dalam usaha memperluas dan meningkatkan pelayanan. kenyamanan maupun keamanan. Sesuai tuntutan pelayanan jasa angkutan jalan. dan • Program Pembangunan Jembatan Khusus 5. maka program ini mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut . b. Program Pembangunan Jalan Dalam usaha memperluas dan meningkatkan pelayanan pada kawasan tertentu diperlukan peningkatan dan penambahan aksesibitas melalui pembangunan jalan baru.Program peningkatan geometri .hal kecepatan. serta jalan desa. pada kawasan tertentu diperlukan peningkatan dan penambahan aksesibilitas melalui pembangunan jembatan baru.5. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a.Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Tol Setiap program selanjutnya dirinci dalam cakupan sasaran. lokal primer/sekunder. maka program ini mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut : . kolektor.

dana INPRES DATI I dan INPRES DATI II dapat digunakan untuk kegiatan Jaringan jalan Propinsi yang berada di wilayah perkotaan selain ditangani Dana bantuan luar negeri dapat berupa loan atau grant. jangka menengah. 5. maka diperlukan pendekatan penanganan jalan kota yang mendalam dan menyeluruh (Comprehensive Urban Transport Planning). Dimulai dari suatu kajian studi transportasi secara menyeluruh. terutama di kota Metropolitan. Dana Bantuan Luar Negeri negeri (loan) dapat dilaksanakan sebagai pinjaman pemerintah pusat atau sebagai pinjaman pemerintah daerah (SLA = Subsidiary Loan Agreement). Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas. harus ditangani secara cepat dan tepat. Dana INPRES penanganan jalan Propinsi dan/atau Kabupaten/Kota. Dana pinjaman luar . pemeliharaan dan penunjangan jaringan jalan nasional di wilayah perkotaan. Keseluran proses ini harus dikoordinasikan dengan instansi terkait baik di tingkat pusat 13 Sesuai dengan tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Marga. peningkatan. kota besar dan kota sedang. dilanjutkan penyusunan program jangka panjang. a. APBN APBN disediakan untuk pembangunan.6. Penanganan Jalan Kota Yang Diharapkan Perkembangan kota yang relatif cepat dan masalah kemacetan lalu lintas serta transportasi yang timbul sebagai akibat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. d. termasuk pembinaan institusi. dan jangka tahunan. dana APBD Tingkat I merupakan sumber utama untuk pemeliharaan. Sedangkan dana APBD Tingkat II (Kabupaten atau Kota) merupakan sumber dana untuk penanganan jaringan jalan sekunder yang berstatus jalan Kabupaten atau Jalan Kota. peningkatan dan pembangunan jalan baru. APBD Tingkat I dan II dengan dana INPRES. b.Sumber dana dalam pembinaan jaringan jalan perkotaan dapat berupa . c.

Untuk mendukung kebutuhan penanganan ruas-ruas jalan yang mendesak khususnya jalan sistem primer dalam kota dilaksanakan dengan Strategic Urban Road Infrastructure Programme (SURIP).2 4. INPRES DATI II 7.2 1 P 3 1.2 1.1 6. APBD 2.6.5 3 K 4. APBN – BLN 3.1 4.4 4 Catatan : 1. INPRES DATI I 6.2 4.6.2 Desa 7.4 7.M 14 .5 2.1.4.1.2.3. 5. 4.6. Pendanaan Pembangunan Status Program : • Pembangunan • Peningkatan • PM • RM N 1.2 Kota 4.2 1.4 7. APBD 1. APBN 2.M R.2 4.maupun pengelompokan beberapa kota menjadi suatu paket kegiatan perlu mendapat perhatian dalam menghadapi prioritas permasalahan dan keterbatasan sumber dana. Dalam usaha mengoptimalkan pemanfaatan sumber dana yang ada untuk pembinaan jaringan jalan perkotaan diperlukan suatu Sistem Manajemen Jalan Perkotaan (SMJP) atau Urban Road Management System (URMS). IPJDesa Rencana Pendanaan Pembangunan Status • Primer Bang Ting P.2 4.

6.DATA TEKNIS .6.JANGKA PENDEK/ TERMINAL JALAN PEMBANGUNAN KS.4 4.K3 Strategis Propinsi K4 Lokal Desa Sekunder Arteri Kolektor Lokal Desa 1.2 4.6. LS) KOTA KETERSEDIAAN EVALUASI RENCANAYANG DITUJU MENENGAH PANJANG PELAKSANAAN PARIWISATA PEMELTING BANG PEMEL TING BANGMONITORING .3.4 4.1.4 1.2 1.2 1 1.4 4.5 1.2 1.5 6.1 4 4 4 1.2 1.5 4.2 4.2 4 4 4 PROSEDUR PROSES INDETIFIASI PERMASALAH SURVEY LAPANGAN .2 4.PELABUHAN ANALISA KEBUTUHAN & SISTEM SEKUNDER (AS.2 4 7.2 6.2 1.2.2 1.1.5 2.4.7 1 1 1 3 3 4.DATA SEKUNDER IDENTIFIKASI MASALAH PEMETAAN JARINGAN JALAN EXESTING & PERMASALAH PRIORITAS KAWASAN KLASIFIKASI FUNGSI 15 ANALISA PROGRAM STRATEGIS : JALAN & PERENCANAAN .1 4 7.3.6.2 4 4.2 4.• - A Strategis Nasional K1 K2.2 3 3 4.INDUSTRI .2 2.SISTEM PRIMER (AP. RENCANA JARINGAN -RENCANA TATA RUANG JANGKA EVALUASI PRODUK & .3.2 7.4.KP) .2 7.3.2 4 4.2.

16 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->