PELAKSANAAN MEMBAWA SIFAT KETURUNAN

KUSWANTO SANREJA

Mahluk hidup berkembang biak dengan 2 cara :

Asexual Sexual

BAHAN SIFAT KETURUNAN

KROMOSOM DENGAN DENGAN GEN-GENYA SETIAP MH UMUMNYA DALAM KEADAAN 2 N (DIPLOID), BAIK DALAM GONAD MAUPUN DALAM JARINGAN SOMA MEMILIKI 2 N GAMETOGONIUM (SEL INDUK GAMET) JG DIPLOID, TAPI WAKTU PEMATANGAN GAMET (GAMETOGENESIS TERJADI REDUKSI PADA JUMLAH KROMOSOM , SEHINGGA GAMET YG TERJADI MEMILIKI SUSUNAN KROMOSOM 1 N (HAPLOID) KALAU DUA JENIS GAMET JANTAN DAN BETINA MELAKUKAN PEMBUAHAN (KONSEPSI, FERTILISASI) MAKA ZIGOTPUN AKAN KEMBALI MENJADI 2 N

SIKLUS 1 N DENGAN 2 N DALAM KEHIDUPAN MAHLUK
1.

2. 3.

4.

Gametogonium dalam gonad individu dewasa mengalami perbanyakan membentuk gametosit (2 N) Jumlah kromosom gametosit direduksi menjadi separo, terbentuklah gamet (1 N) Gamet jantan dan betina membuahi, terbentuk zigot (2 N) Zigot tumbuh menjadi embrio, sampai dewasa dan gonadnya mampu menghasilkan gamet

HUKUM MENDEL I

Pemisahan gen sealel, dalam bahasa Inggris disebut “Segregation of allelic genes” Hukum ini disebut juga Hukum Segregasi

CONTOH

  

Bila P bergenotip TT (homozigot dominan) x tt (homozigot resesip) maka, F1 bergenotip Tt (heterozigot) F2 = F1 x F1 Homozigot = kalau pasangan alel pada suatu individu sama (simbol persis sama) Heterozigot = kalau pasangan alel pada suatu individu tidak sama (simbol beda)

PENYILANGAN MONOHIBRID
L T t P T TT Tt t Tt tt

Mendel mengibaratkan kacang semula bergenotipe TT, berasal dari kata tall = tinggi, sedang kacang kerdil bergenotip tt, hasil silangan bergenotip Tt. Kalau Tt ini mengadakan penyerbukan sendiri (alamiah) Tt x Tt maka turunannya memiliki genotip 3 macam TT, Tt dan tt. Maka rasio fenotip yang didapatkan adalah 3 : yaitu 3 tinggi dan 1 pendek/ 3 : 1. Hal ini disebabkan karena T adalah gen dominan sehingga menutupi karakter t rendah dan disebut gen resesip. Kalau dilihat rasio genotipnya adalah 1 TT, 2 Tt dan 1 tt/ 1 : 2 : 1

MONOHIBRID PADA HEWAN
 

Pada marmot, kelinci, tikus, tupai, babi, gajah, kerbau dan lain-lain Gen A menyebabkan pigmentasi normal, alelnya gen a menyebabkan pigmentasi albino Marmot berpigmentasi normal adalah berwarna hitam, bila dikawinkan dengan marmot albino. Anak-anaknya semua berwarna hitam Jika anaknya kawin sesamanya (kawin inter se) terjadi F2 yg rasio fenotipnya ialah 3 : 1

DOMINAN PENUH DAN TAK PENUH

Dominan penuh adalah jika alel dominan menutup secara penuh alel resesip Dominan tak penuh (semi dominan, kodominan) jika alel dominan tidak menutup secara penuh alel resesip, alelnya tidak bersifat resesip penuh Jadi jika kalau genotip heterozigote memiliki karakter perantara antara yg homozigot dominan dan homozigot resesip

Hukum Mendel II

Pengelompokan gen secara bebas (independent assortment of genes) Hukum ini berlaku ketika pembentukan gamet, dimana gen sealel secara bebas pergi kemasingmasing kutub ketika meiosis. Pembuktian ini dipakai pada dihibrid atau polihibrid, yaitu persilangan antara individu yang memiliki 2 atau lebih karakter berbeda

CONTOH

MISAL KACANG ERCIS KUNING BUNDAR (YYRR) DOMINAN TERHADAP HIJAU KERIPUT (yyrr) Bila dikawinkan sesamanya menghasilkan F1 YyRr (Kuning Bundar), setelah itu F1 x F1 maka rasio fenotip teoritis dihibrid yang didapat adalah 9 : 3 : 3 : 1

Hasil F1 x F1
YYRR x yyrr YyRr
P L YR YR YYRR Yr YYRr yR YyRR yr YyRr

Yr
yR yr

YYRr
YyRR YyRr

YYrr
YyRr Yyrr

YyRr
yyRR yyRr

Yyrr
yyRr yyrr

GOLONGAN DARAH

Golongan darah menurut sistem A-B-O ada 4 macam yaitu = A, B, AB dan O Keempat golongan darah itu ditentukan oleh 3 macam alel. Gen aslinya bersimbol I singkatan dari kata “Isoaglutinogen” menggumpalkan sesamanya. Oleh mutasi gen asli berubah menjadi 3 alel : Ia, Ib dan i

Genotip golongan darah A-B-O
Golongan (fenotip) A Genotip
a. b. a. b.

B AB
O

Ia Ia Ia i Ib Ib Ib i

Ia Ib
ii

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful