L/O/G/O

Bobot Adi Prakoso Citra Adilbert Sagala Eko Wahyudi Irfan Yuda Peria Nita Safitri Nurmansha Muhammad

Kelompok 3

Kepemimpinan dan Negosiasi

HOW TO RESOLVE CONFLICT IN THE WORKPLACE
Mengelola Konflik di Tempat Kerja

Hoda Lacey

Belajar dan Menanggalkan Pembelajaran
Pemecahan konflik melibatkan upaya menanggalkan reaksi-reaksi lama dan menggantinya dengan respon-respon yang lebih sehat serta lebih sesuai. Untuk itu anda harus mengetahui:

1

Apa yang anda inginkan dari pengelolaan konflik? Keprihatinan apa yang anda rasakan sehubungan dengan kemampuan anda menangani konflik?

2

Memperkuat pembelajaran yang keliru
Banyak orang yang mendapatkan bahwa mereka memperkuat perilaku mereka dengan cara yang tergambar dalam siklus berikut:

Menyiapkan diri untuk mengulangi pengalaman tadi

Memiliki suatu pengalaman

M1 M4

M2 M3
Menarik kesimpulan keliru

Mempengaru hi kerangka pemikiran/per ilaku

Pemrograman Awal
1. Nilai-nilai dan kepercayaan kita, perilaku dan persepsi kita, pribadi kita sekarang ini adalah hasil dari kecenderungan warisan, dan pengaruhpengaruh luar,
2. Pemahaman yang lebih jelas mengenai reaksireaksi terprogram kita sendiri akan memuluskan upaya membentuk hubungan-hubungan yang lebih 3. Untuk mempelajari respon-respon baru yang lebih bermanfaat kita mungkin perlu membuang banyak dari kebiasaan-kebiasaan kita.

Anatomi Konflik
Konflik dapat didefinisikan sebagai “a fight, a collision, a struggle a contest, opposition of interest, opinions or purposes, mental strife, agony”(suatu pertarungan; suatu pergulatan, duatu pertarungan; pertentangan kepentingan, opini, atau tujuaj; pergulatan mental, penderitaan batin”) (Casell Concise English Dictionary, 1989).

Cara Memikirkan Konflik

Pikirkanlah simbol yin dan yang di samping. Representasi keseimbangan antara kekuatan yang berlawanan. Mereka tergantung satu sama lain dan tidak antagonistis.

Teori Bertingkat Tentang Konflik
Setiap konflik akan dimulai dengan dua daya yang bertentangan. Mungkin hanya dua orang. Kemudian ia menyebar ke bawah dan ke luar ke dalam suatu bentuk piramida yang besar seperti skema multilevel marketing.

Tingkatan Konflik

Perasaan tidak nyaman

Insiden

kesalah pahaman

ketegangan

KRISIS

Konflik di Tempat Kerja
Ada dua cara anda dapat terlibat konflik di tempat kerja

1
2

Terlibat langsung

Terlibat tidak langsung

Kultur Organisasi dan Konflik
Tindakan tidak sejalan dengan pernyataan Ketidakcocokan antara perangkat nilai dan keyakinan individu serta organisasi Kontrak psikologi

Mengembangkan pendekatan menang-menang
Pedoman emas dari prinsip ini adalah

“Kebutuhan dahulu, solusi belakangan”.

Ketika menang-menang tak mungkin 1. Ambillah perspektif yang lebih luas. 2. Memulai dengan kata-kata seperti “saya ingain solusi yang adil untuk anda semua” 3. Menyelam ke bawah permukaan 4. Tanyakan “Apa yang diperlukan untuk membereskan masalah ini?” 5. Jika pihak sana tidak mau bekerjasama?

Belajar Merespon

Menciptakan Empati

EMPATI NON VERBAL

EMPATI VERBAL

Tipe pertanyaan yagn bisa anda gunakan di dalam percakapan
1. Pertanyaan reflektif. Sangat efeltif untuk meminta penjelasan lebih lanjut 2. Pertanyaan penantang/penegas. Harus digunakan secara non-kontrofersial 3. Pertanyaan hipotesis. Ketika memperkenalkan ide baru 4. Pertanyaan penyelidik. Harus hati-hati juka tidak ingin dianggap menginterogasi

Menggunakan Sikap Asertif
Asertif berarti dipandang jujur, terbuka, dan blak-blakan. Orang-orang biasanya tahu pada siapa mereka berpihak jika mereka bersama anda. Orang-orang asertif kecil kemungkinannya akan bereaksi berlebihan dalam menghadapi konflik. Dengan demikian mereka memegang kendali dan kekuasaan. Mereka juga dihormati dan biasanya dipandang percaya diri dan otoritatif

Model Robert Dilts
Salah satu model yang bermanfaat untuk mengamati perilaku kita diadaptasikan dari tingkat-tingkat neurologis Robert Dilts (1990). Model ini memungkinkan anda mengorganisir pemikiran anda secara logis dan runtut.

Menangani Kekuasaan secara Konstruktif Berurusan dengan orang-orang berkuasa: gunakan akal sehat! 1. Pendekatan asertif dan percaya diri 2. Meningkatkan basis kekuatan diri sendiri 3. Empati bersama pihak lawan 4. Cari solusi menang/menang

Menangani Emosi Strategi pengelolaan emosi: 1. Akui bahwa anda merasa marah 2. Beri ruang pada diri anda 3. Pusatkan diri anda 4. Gunakan teknik pelepasan ketegangan 5. Gunakan teknik pernafasan yang dalam atau treknik relaksasi lain 6. Pisahkan orang dengan masalahnya 7. Konsentrasi pada masalah

Mengatasi Keengganan Bagaimana mengatasi keengganan: 1. Mengakui kualitas positif orang lain 2. Mempertimbangkan niat baik dibalik perilaku orang 3. Merelakannya 4. Mengampuni

Pemetaan Pemetaan digunakan untuk, 1. mendefinisikan pikiran-pikiran kita mengenai suatu konflik 2. alat perencanaan 3. piranti mediasi

Mediasi
Keuntungan mediasi: 1. Adanya kesamaan dasar antar pihak yang berunding dalam hal penunjukan mediator. 2. Mengarahkan fokus pada kebutuhan pihak yang berunding. 3. Kesederajatan kekuasaan pihak yang berunding. 4. Keterampilan mediator dengan pendekatan menangmenang. 5. Adanya mediator bisa menenangkan pertemuan yang memanas

Mediasi
Fase mediasi: 1. Persiapan: perkenalan, upaya menjelaskan proses dan keuntungan mediasi serta mencari tahu masalah kedua belah pihak. 2. Interaksi: menetapkan tempat, menelusuri masalah, membangun kesepakatan. 3. Penutupan: mengecek apakah para pihak yang berunding memberikan komitmen penuh pada solusi yang telah disepakati, dan menyepakati suatu tanggal untuk menyelenggarakan pertemuan tindak lanjut dan perincian. 4. Tindak lanjut: mengecek apakah kesepakatan masih berlaku dan solusi bisa direalisasikan.

Thank You

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful