Referat THT-KL

Penatalaksanaan OMSK

BAB I PENDAHULUAN
Otitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga bagian tengah, tuba Eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Otitis media terbagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif. Masing-masing mempunyai bentuk akut dan kronis. Pada beberapa penelitian, diperkirakan terjadinya otitis media yaitu 25% pada anak-anak. Infeksi umumnya terjadi dua tahun pertama kehidupan dan puncaknya pada tahun pertama masa sekolah.1 Radang telinga tengah menahun atau otitis media supuratif kronik (OMSK), yang biasa disebut “congek” adalah radang kronis telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang telinga (membran timpani) dan riwayat keluarnya cairan (sekret) dari telinga (otorea) lebih dari 2 bulan, baik terus menerus atau hilang timbul. Sekret mungkin serous, mukous atau purulen.2 Penyakit ini biasanya diikuti oleh penurunan pendengaran dalam beberapa tingkatan.3 Tipe klinik OMSK dibagi atas dua, yaitu tipe tubotimpanal (tipe rinogen, tipe sekunder, OMSK tipe jinak) dan tipe atikoantral (tipe primer, tipe mastoid, OMSK tipe ganas). OMSK tipe jinak (benigna) dengan perforasi yang letaknya sentral, biasanya didahului dengan gangguan fungsi tuba yang menyebabkan kelainan di kavum timpani. Tipe ini disebut juga dengan tipe mukosa karena proses peradangannya biasanya hanya pada mukosa telinga tengah, dan disebut juga tipe aman karena tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya.2 OMSK tipe jinak dibedakan menjadi dua, yaitu tipe aktif dimana pada tipe ini terdapat sekret yang masih keluar dari telinga, dan yang kedua adalah tipe tenang, yang pada pemeriksaan telinga akan dijumpai perforasi total yang kering dengan mukosa telinga tengah yang pucat disertai gejala lainnya seperti vertigo, tinitus, atau suatu rasa penuh dalam telinga.4 Sedangkan OMSK tipe ganas dapat menimbulkan komplikasi ke dalam tulang temporal dan ke intrakranial yang dapat berakibat fatal.2 Insiden OMSK ini bervariasi pada setiap negara. Secara umum, insiden OMSK dipengaruhi oleh ras dan faktor sosioekonomi. Misalnya, OMSK lebih sering dijumpai pada orang Eskimo dan Indian Amerika, anak-anak aborigin Australia dan orang kulit hitam di Afrika Selatan. Walaupun demikian, lebih dari 90% beban dunia akibat OMSK ini dipikul oleh negara1|Page

dan beberapa daerah minoritas di Pasifik.4 Kehidupan sosial ekonomi yang rendah.2 Survei prevalensi di seluruh dunia. prevalensi OMSK di Indonesia adalah 3. Proteus sp. menunjukkan beban dunia akibat OMSK melibatkan 65–330 juta orang dengan telinga berair.4 Secara umum. 3 2|Page .8% dan pasien OMSK merupakan 25% dari pasien-pasien yang berobat di poliklinik THT rumah sakit di Indonesia. yang walaupun masih bervariasi dalam hal definisi penyakit. baik yang diberikan secara topikal maupun sistemik. Kuman penyebab yang sering dijumpai pada OMSK ialah Pseudomonas aeruginosa sekitar 50%.2 Beberapa faktor yang dapat menyebabkan otitis media akut menjadi otitis media kronis yaitu terapi yang terlambat diberikan. 20% dan Staphylococcus aureus 25%. terlambatnya pengobatan spesialis THT dan sosioekonomi yang rendah membuat penatalaksanaan penyakit ini tetap menjadi problem di bidang THT.4 Proses infeksi pada OMSK sering disebabkan oleh campuran mikroorganisme aerobik dan anaerobik yang multiresisten terhadap standar yang ada saat ini. daerah Pasifik Barat.3 Penatalaksanaan OMSK didasarkan pada tipe klinik penyakit. daya tahan tubuh yang rendah (gizi buruk) atau hygiene buruk. terapi tidak adekuat. 2 Antibiotika merupakan salah satu medikamentosa yang telah digunakan untuk pengobatan OMSK sejak dulu. 60% di antaranya (39–200 juta) menderita kurang pendengaran yang signifikan. terputusnya terapi. Perjalanan penyakit yang panjang.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK negara di Asia Tenggara. Afrika.3 Otitis Media Supuratif Kronik ini sangat mengganggu dan sering menyulitkan baik dokter maupun pasiennya sendiri. Namun demikian sampai saat ini masih terdapat perbedaan persepsi mengenai manfaat antibiotika. lingkungan kumuh dan status kesehatan serta gizi yang jelek merupakan faktor yang menjadi dasar untuk meningkatnya prevalensi OMSK pada negara yang sedang berkembang. metode sampling serta mutu metodologi. virulensi kuman yang tinggi. Tujuan penting dalam penatalaksanaan OMSK adalah untuk mengusahakan telinga yang „aman‟ dan pertimbangan fungsional merupakan tujuan yang sekunder. Terapi medikamentosa ditujukan pada OMSK tipe jinak dan tindakan operasi dikerjakan pada OMSK tipe ganas.

3. perubahan-perubahan anatomi yang menghalangi penyembuhan serta menganggu fungsi. Adanya perforasi membran timpani yang permanen sehingga telinga tengah berhubungan dengan dunia luar. Sekret yang keluar tidak langsung cepat kering atau selalu kambuh lagi. maka mutlak harus dilakukan operasi. Terdapat sumber infeksi di laring.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK BAB II PEMBAHASAN Terapi OMSK memerlukan waktu lama serta harus berulang – ulang. jangan masuk air pada telinga sewaktu mandi. tetapi obat -obatan dapat digunakan untuk mengontrol infeksi sebelum operasi. Bila didiagnosis kolesteatom. Pembedahan OMSK Benigna Tipe Tenang Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan.4 3|Page .3. Pengobatan penyakit telinga kronis yang efektif harus didasarkan pada faktor-faktor penyebabnya dan pada stadium penyakitnya. Bila fasilitas memungkinkan sebaiknya dilakukan operasi rekonstruksi untuk mencegah infeksi berulang serta gangguan pendengaran. nasofaring. 2. Gizi dan higiene yang kurang. 4.5 Prinsip pengobatan tergantung dari jenis penyakit dan luasnya infeksi. Konservatif 2. dan pasien di edukasi atau dinasehatkan untuk jangan mengorek telinga.2. dimana pengobatannya dapt dibagi atas : 5 1. Keadaan ini antara lain disebabkan oleh salah satu atau beberapa keadaan : 5 1. Dengan demikian pada waktu pengobatan haruslah dievaluasi faktor-faktor yang menyebabkan penyakit menjadi kronis. Sudah terbentuk jaringan patologi yang irreversibel dalam rongga mastoid. dilarang berenang dan segera berobat bila menderita infeksi saluran napas atas. hidung dan sinus paranasal. dan proses infeksi yang terdapat ditelinga.

3 Antibiotika topikal Setelah sekret berkurang.3 Pembersihan kavum timpani Dengan menggunakan cairan pencuci telinga berupa larutan H2O2 3% selama 3 – 5 hari. kecuali kasus dengan jaringan patologis yang menetap pada telinga tengah dan mastoid. oleh karena itu penggunaan antibiotik topikal menjadi praktis dan bermanfaat. Ada beberapa pendapat mengenai penggunaan antibiotika topikal untuk OMSK. 2 Mengingat pemberian obat topikal dimaksudkan agar masuk sampai ke telinga tengah. 3 Supaya didapatkan hasil yang efektif. hal ini dikarenakan biasanya ada gangguan vaskularisasi di telingah tengah sehingga antibiotika oral sulit mencapai sasaran optimal. 2.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK OMSK Benigna Tipe Aktif Pada OMSK jinak aktif prinsip terapi yang dianjurkan adalah pembersihan secara lokal kavum timpani dan liang telinga luar disertai pemberian obat lokal berupa antibiotik tetes telinga. Garam faal agar lingkungan bersifat asam sehingga merupakan media yang buruk untuk pertumbuhan kuman. Selain itu dikatakan bahwa tempat infeksi pada OMSK sulit dicapai oleh antibiotika topikal. terapi dilanjutkan dengan memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotika dan kortikosteroid. maka tidak dianjurkan menggunakan antibiotika yang ototoksik dan lamanya tidak lebih dari satu 4|Page . larutan yang dipergunakan harus dilarutkan dalam cairan higroskopik. propylene glycol adalah yang terbaik untuk keperluan ini.1 Riff menganjurkan irigasi dengan garam faal agar lingkungan bersifat lebih asam dan merupakan media buruk untuk tumbuh kuman. Djaafar dan Gitowirjono menggunakan antibiotika topikal sesudah irigasi sekret profus dengan hasil yang cukup memuaskan.3 Naser Aminifarshhidmehr (1996) dari Kuwait melaporkan irigasi asamasetat 2% menyebabkan keringnya sekret telinga pada 74 penderita OMSK (77%) dan pada 19 orang di antaranya (19%) perforasi membrana timpani menutup secara spontan. Pemberian antibiotika topikal jauh lebih baik dibanding pemberian secara oral karena dalam waktu singkat sudah ditemui dengan konsentrasi tinggi pada mukus dan debris di telinga tengah. Keluarnya sekret menandakan adanya perforasi membrana timpani.

E. Amadasun (1991) melakukan penelitian pada penderita OMSK jinak aktif yang tidak sembuh mendapatkan bahwa kloramfenikol tidak efektif terhadap kuman Gram negatif terutama Pseudomonas sp. Antibiotika topikal yang sering digunakan untuk pengobatan OMSK adalah: 3 1. Mirabilis.23%). Polimiksin B atau Polimiksin E Obat ini bersifat bekterisid terhadap kuman Gram negatif. Bacillus sp.3 Mikrooganisme penyebab terbanyak OMSK seperti proteus aeroginosa. Dapat terdistribusi dengan baik pada jaringan yang terinfeksi (telinga tengah). dan Pseudomonas sp. (90%). (73. Cara pemilihan antibiotika yang paling baik ialah berdasarkan kultur kuman penyebab dan uji resistensi. dan S. dan Proteus sp.3 %. (60%).3 Banyak ahli berpendapat. Kloramfenikol Losin et. fragilis dan toksik terhadap ginjal dan susunan saraf.4 Adapun dasar pemilihan antibiotika topikal pada OMSK : 1. Staphylococcus sp. 2. coli. 2. Spektrum yang luas meliputi organisme yang ditemuai pada infeksi telinga. Aureus. Penelitian tersebut menunjukkan sensitifitas kedua kuman tersebut yang dominan pada OMSK jinak aktif terhadap khloramfenikol sebesar 16% dibanding gentamisin sebesar 28%. Klebsiella dan Enterobakter tetapi tidak efektif (resisten) terhadap kuman Gram positif seperti Proteus dan B. jika perlu ditambahkan kortikosteroid untuk mengatasi manifestasi alergi lokal. Preparat yang baru yang banyak digunakan sebagi pengganti adalah ofloksasin 0.4 Preparat antibiotika topikal untuk infeksi telinga tersedia dalam bentuk tetes telinga dan mengandung antibiotika tunggal atau antibiotika dalam kombinasi.33%). (14.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK minggu. P. bahwa semua obat tetes yang dijual di pasaran saat ini banyak mengandung antibiotika yang bersifat ototoksik.23%). Oleh sebab itu. 5|Page . Pseudomonas. al (1983) melakukan penelitian pada 30 penderita OMSK jinak aktif mendapatkan bahwa sensitifitas kloramfenikol terhadap masing-masing kuman adalah sebagai berikut: Bacteroides sp. (62. yang tidak sensitif lagi dengan pemberian kloramfenikol dan gentamisin tetes telinga. Proteus sp. jangan diberikan secara terus menerus lebih dari 1 atau 2 minggu atau pada OMSK yang sudah tenang.

M. Fradis dan Ben David (1989) pada penelitiannya menganjurkan untuk tidak memberikan gentamisin dan aminoglikosida tetes telinga lainnya untuk penanganan OMSK jangka panjang 4.3%. dan tidak dijumpai efek ototoksik. Konsentrasi ofloksasin ditemukan cukup tinggi di mukosa telinga tengah. Penelitian Browning. Proteus sp. mirabilis dan P. Ofloksasin efektif terhadap kuman aerob Gram positif seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumonia serta untuk kuman aerob Gram negatif seperti H. sediaan yang terdapat di pasaran adalah berupa otic solution 0. Ofloksasin Merupakan derivat quinolon. Gatehouse and Calder (1988) mendapatkan bahwa penambahan steroid pada tetes telinga gentamisin 0. Salah satu bahaya dari pemberian gentamisin tetes telinga adalah kemungkinan terjadinya kerusakan telinga dalam. influenza. Pada penderita OMSK dengan perforasi membrana timpani.3% secara tunggal tanpa kombinasi di samping biayanya murah juga sangat efektif untuk melawan organisme berspektrum luas terutama Pseudomonas aeruginosa. Podoshin. P. Pada penelitian secara in vitro ofloksasin mempunyai aktivitas yang kuat untuk bakteri Gram negatif dan Gram positif dan bekerja dengan cara menghambat enzim DNA gyrase. Pemberian jangka pendek gentamisin 0.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK 3. DNA gyrase adalah suatu enzim yang berperan dalam mengontrol topologi DNA dan replikasi DNA sehingga sintesis DNA dari kuman akan terhambat.3% penelitian Utji (1999) mendapatkan bahwa pemakaian tetes 0.3% tidak meningkatkan efektivitasnya. Antibiotika topikal golongan kuinolon yang lain adalah siprofloksasin 0. aeruginosa. Penambahan steroid akan menyebabkan peningkatan biaya dua kali lipat.3% siprofloksasin pada penderita OMSK lebih berhasil guna dan lebih murah dibanding pemakaian tetes telinga kloramfenikol. Keuntungan lain pemakaian tetes telinga dari golongan kuinolon adalah dapat diberikan secara tunggal tanpa antibiotik oral dan dosis 6|Page . hasilnya tidak lebih baik dari placebo. konsentrasi tinggi ofloksasin telah ditemukan 30 menit setelah pemberian solusio ofloksasin 0. dan Staphylococcus s. catarrhalis. Telah diketahui bahwa pemberian gentamisin secara sistemik akan menyebabkan efek ototoksik. Gentamisin Gentamisin adalah antibiotika derivat aminoglikosida dengan spektrum yang luas dan aktif untuk melawan organisme Gram positif dan Gram negatif termasuk Pseudomonas sp.3%.

P. Tetapi tidak dianjurkan untuk anak dengan umur dibawah 16 tahun. fragilis : Klindamisin Antibiotika golongan kuinolon (siprofloksasin. makin banyak kuman terbunuh. morganii. aminoglikosida Streptokokus : Penisilin. Makin tinggi kadar obat. Peninggian dosis tidak menambah daya bunuh antimikroba golongan ini. Antimikroba dapat dibagi menjadi 2 golongan. mirabilis : Ampisilin atau sefalosforin P. meskipun dapat mengatasi OMSK. Golongan sefalosforin generasi III ( sefotaksim. Bila terjadi kegagalan pengobatan.4 Terapi antibiotik sistemik yang dianjurkan pada Otitis media kronik adalah : 4         Pseudomonas : Aminoglikosida ± karbenisilin P. coli : Ampisilin atau sefalosforin S. sebelum hasil tes resistensi diterima.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK nyaman tanpa mengganggu pemberian 2 kali sehari memungkinkan pasien merasa aktifitas kerja maupun sekolah. Golongan kedua adalah antimikroba yang pada konsentrasi tertentu daya bunuhnya paling baik. vulgaris : Aminoglikosida ± Karbenisilin Klebsiella : Sefalosforin atau aminoglikosida E. misalnya golongan beta laktam. Pada infeksi yang dicurigai penyebabnya telah resisten terhadap ampisilin. eritromisin. 7|Page . sefalosforin. tetapi harus diberikan secara parenteral. misalnya golongan aminoglikosida dengan kuinolon. sefalosforin. Golongan pertama daya bunuhnya tergantung kadarnya. dan ofloksasin) yaitu dapat derivat asam nalidiksat yang mempunyai aktifitas anti pseudomonas dan dapat diberikan peroral. eritromisin. Aureus Anti-stafilikokus : penisilin. aminoglikosida B.1 Pemberian antibiotika tidak lebih dari 1 minggu dan harus disertai pembersihan sekret profus. perlu diperhatikan faktor penyebab kegagalan yang ada pada penderita tersebut. seftazidinm dan seftriakson) juga aktif terhadap pseudomonas. dapat diberikan ampisilin asam klavulanat. Terapi ini sangat baik untuk OMA sedangkan untuk OMSK belum pasti cukup. 3 Antibiotika oral Secara oral dapat diberikan antibiotika golongan ampisilin atau eritromisin (bila alergi pada penisilin).

5 8|Page . Menurut Browsing dkk metronidazol dapat diberikan dengan dan tanpa antibiotik (sefaleksin dan kotrimoksasol) pada OMSK aktif. memperbaiki membran timpani yang perforasi. Sumber infeksi yang menyebabkan sekret tetap ada atau terjadinya infeksi berulang harus diobati terlebih dahulu.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK Metronidazol mempunyai efek bakterisid untuk kuman anaerob. 4 Bila sekret telah kering tetapi perforasi masih ada setelah diobservasi selama 2 bulan maka idealnya dilakukan miringoplasti atau timpanoplasti yang bertujuan untuk menghentikan infeksi secara permanen. mencegah terjadinya komplikasi serta memperbaiki pendengaran. dosis 400 mg per 8 jam selama 2 minggu atau 200 mg per 8 jam selama 2-4 minggu.

sehingga dapat menghambat pendidikan atau karier pasien. 4. Miringoplasti. kadang-kadang dilakukan kombinasi dari jenis operasi itu atau modifikasinya. Pendekatan Ganda timpanoplasti (Combined Approach Tympanoplasty). Pada operasi ini fungsi pendengaran tidak diperbaiki. Mastoidektomi sederhana (Simple Mastoidectomy).Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK Jenis Pembedahan pada OMSK Ada beberapa jenis pembedahan atau teknik operasi yang dapat dilakukan pada OMSK dengan mastoiditis kronik baik tipe aman atau bahaya. yaiut meatus liar telinga luar menjadi lebar. supaya tidak terjadi infeksi kembali. 5. Kerugian operasi ini ialah pasien tidak diperbolehkan berenang seumur hidupnya. Pada operasi ini rongga mastoid dan kavum timpani dibersihkan dari semua jaringan patologik dan mencegah komplikasi ke intracranial. sarana yang tersedia serta pengalaman operator. 2. sehingga rongga operasi kering permanen. Modifikasi operasi ini ialah dengan memasang tandur (graft) pada rongga operasi serta membuat meatoplasti yang lebar.1 Mastoidektomi Radikal Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe bahaya dengan infeksi atau kolestetoma yang sudah meluas. Mastoidektomi Sederhana Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe aman yang dengan pengobatan konservatif tidak sembuh. Mastoidektomi radikal. Timpanoplasti. Dengan tindakan operasi ini dilakukan pembersihan ruang mastoid dari jaringan patologik. Fungsi pendengaran tidak diperbaiki. 6. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi. 3. Pasien harus datang dengan teeratur untuk control. tetapi terdapat cacat anatomi. Jenis operasi mastoid yang dilakukan tergantung pada luasnya infeksi atau kolesteatom. Sesuai dengan luasnya infeksi atau luas kerusakan yang sudah terjadi. Pendengaran berkurang sekali.1 9|Page . antara lain :1 1. Tujuannya ialah supaya infeksi tenang dan telinga tidak berair lagi.

1 Timpanoplasti Timpanoplasti adalah prosedur menghilangkan proses patologik di dalam telinga tengah dan diikuti rekonstruksi sistem konduksi suara pada telinga tengah. 10 | P a g e . Operasi ini merupakan timpanoplasti yang paling ringan. dengan melakukan rekonstruksi hanya pada membrane timpani dan cangkokan bersandar pada maleus.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK Mastoidektomi Radikal dengan Modifikasi (Operasi Bondy) Operasi ini dilakukan pada OMSK dengan kolestetoma di daerah atik. mencegah infeksi berulang dan memperbaiki pendengaran. antrum dan sistem sel mastoid. Indikasi timpanoplasti dilakukan pada OMSK tipe aman dengan kerusakan yang lebih berat atau OMSK tipe aman yang tidak bisa ditenangkan dengan pengobatan medikamentosa. Sebelum rekonstruksi dikerjakan lebih dahulu dilakukan eksplorasi kavum timpani dengan atau tanpa mastoidektomi. untuk membersihkan jaringan patologis. Pada operasi ini selain rekonstruksi membran timpani sering kali harus dilakukan juga rekonstruksi tulang pendengaran. Tujuan lainnya membersihkan semua jaringan patologis dimana anatomi dari meatus eksternus termasuk sulkus timpani utuh.1 Tipe-tipe timpanoplasti Tipe I Disebut juga dengan miringoplasti. Tujuan operasi ialah untuk membuang jaringan patologik pada rongga mastoid. Seluruh rongga dibersihkan dan dinding posterior liang telinga tengah direndahkan. menutup lubang perforasi telinga tengah. Tujuan dari timpanoplasti itu sendiri adalah mengembalikan fungsi telinga tengah. dan mempertahankan pendengaran yang masih ada. tetapi belum merusak kavum timpani. Aerasi dapat diperoleh dengan membersihkan penyumbatan antara kavum timpani. Kavum mastoid dibuka untuk menghindari sistem aerasi yang tertutup. Timpanoplasti diajukan pertama kali oleh Wullstein tahun 1953 yang kemudian membagi timpanoplasti menjadi V tipe pada tahun 1956.

Pada tipe I ini seharusnya dapat memulihkan pendengaran konduktif sampai normal atau hampir normal. Timpanoplasti tipe I 11 | P a g e . Tujuannya adalah untuk mencegah berulangnya infeksi telinga tengah pada OMSK tipe aman dengan perforasi yang menetap.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK Indikasi operasi ini dilakukan pada OMSK tipe aman yang sudah tenang dengan ketulian ringan yang hanya disebabkan oleh perforasi membran timpani. Gambar.

Tipe IV (d) 12 | P a g e . Gambar. Tipe III (c). Fenestrasi pada kanalis semisirkularis lateralis. Timpanoplasti Tipe II (b).Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK Tipe II sampai tipe V dilakukan rekonstruksi membrane timpani dan rekonstruksi tulang pendengaran. Cangkokan menempel pada kaput stapes. Diindikasi bila terjadi destruksi pada dua Tipe III tulang pendengaran dengan stapes masih intak dan mobile. Cangkokan bersandar pada inkus. Jenis Timpanoplasti Keterangan Diindikasikan pada perforasi membrane Tipe II timpani dengan erosi maleus. Tipe IV Tipe Va Tipe Vb Cangkokan menempel pada basis stapes. Stapedektomi.

Tipe Vb (f) Timpanoplasti dengan Pendekatan Ganda (Combined Approach Tympanoplasty) Operasi ini merupakan teknik operasi timpanoplasti yang dikerjakan pada kasus OMSK tipe bahaya atau OMSK tipe aman dengan jaringan granulasi yang luas. Teknik operasi ini pada OMSK tipe bahaya belum disepakati oleh para ahli. dikerjakan melalui dua jalan (combined approach) yaitu melalui liang telinga dan rongga mastoid dengan melakukan timpanotomi posterior. oleh karena sering terjadi kambuhnya kolesteatoma kembali.1 13 | P a g e .Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK Gambar. Tujuan operasi untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran tanpa melakukan teknik mastoidektomi radikal (tanpa meruntuhkan dinding posterior liang telinga). Membersihkan kolesteatoma dan jaringan granulasi di kavum timpani. Timpanoplasti Tipe Va (e).

8% dan pasien OMSK merupakan 25% pasien yang berobat di poliklinik THT rumah sakit di Indonesia. dan proses infeksi yang 14 | P a g e . Berdasarkan tipe klinisnya. dan sinus paranasal Terbentuk jaringan patologis yang ireversibel dalam rongga mastoid Gizi dan higien yang kurang Pengobatan penyakit telinga kronis yang efektif harus didasarkan pada faktor-faktor penyebabnya dan pada stadium penyakitnya. serta tipe ganas (tipe atikoantral) disertai kolesteatoma yang proses peradangannya sudah melibatkan tulang dan dapat mengakibatkan komplikasi di tulang temporal (ekstrakranial) atau ke dalam otak (intrakranial). antaralain :     Adanya perforasi membrane timpani yang permanen Terdapat sumber infeksi di faring. OMSK merupakan penyakit yang sering dijumpai pada negara yang sedang berkembang.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK BAB III PENUTUP Dapat disimpulkan bahwa OMSK atau yang biasa disebut di masyarakat dengan congek adalah suatu infeksi telinga tengah menahun yang dapat mengakibatkan komplikasi yang fatal. lingkungan kumuh dan status kesehatan serta gizi yang jelek merupakan faktor yang menjadi dasar untuk meningkatnya prevalensi OMSK pada negara yang sedang berkembang. nasofaring. Secara umum. Dengan demikian pada waktu pengobatan haruslah dievaluasi faktor-faktor yang menyebabkan penyakit menjadi kronis. ras dan faktor sosioekonomi mempengaruhi kejadian OMSK. Sekret yang keluar tidak cepat atau selalu kambuh lagi. Penyakit ini ditandai dengan adanya perforasi membran timpani disertai dengan keluarnya cairan dari telinga yang lamanya lebih dari 2 bulan. kehidupan sosial ekonomi yang rendah. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi tinggi untuk kasus OMSK di mana prevalensi OMSK 3. hidung. Terapi OMSK tidak jarang memerlukan waktu lama serta harus berulang-ulang. perubahan-perubahan anatomi yang menghalangi penyembuhan serta menganggu fungsi. Keadaan ini antara lain disebabkan oleh satu atau beberapa keadaan. OMSK dibagi atas tipe jinak (tipe tubotimpanal) di mana proses peradangannya hanya terbatas pada mukosa telinga tengah.

dan dinasehatkan untuk jangan mengorek telinga. Bila didiagnosis kolesteatom. Timpanoplasti 6. Pengobatan konservatif dengan medikamentosa hanyalah merupakan terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK terdapat ditelinga. Penatalaksanaan OMSK Benigna  OMSK Benigna Tipe Tenang Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan. yang tidak sensitif lagi dengan pemberian kloramfenikol dan gentamisin tetes telinga. prinsip terapi yang dianjurkan adalah pembersihan lokal kavum timpani dan liang telinga luar disertai pemberian antibiotika lokal berupa tetes telinga yang rasional. Pendekatan ganda timpanoplasti (Combined approach tympanoplasty) 15 | P a g e .3% yang kelihatan efektif melawan mikroorganisme penyebab OMSK. dilarang berenang dan segera berobat bila menderita infeksi saluran nafas atas. antara lain : 1. maka mutlak harus dilakukan operasi. mirabilis dan S. Ada beberapa jenis pembedahan atau tehnik operasi yang dapat dilakukan pada OMSK dengan mastoiditis kronis. Preparat terbaru yang tersedia adalah antibiotika tetes telinga ofloksasin 0. air jangan masuk ke telinga sewaktu mandi. Bila terdapat abses subperiosteal. tetapi obat -obatan dapat digunakan untuk mengontrol infeksi sebelum operasi. Mastoidektomi radikal 3. Prinsip pengobatan tergantung dari jenis penyakit dan luasnya infeksi. dimana pengobatan dapat dibagi dua. aeruginosa. Mikroorganisme penyebab terbanyak adalah P. Mastoidektomi sederhana (simple mastoidectomy) 2. aureus. Penatalaksanaan OMSK Maligna Pengobatan untuk OMSK maligna adalah operasi. maka insisi abses sebaiknya dilakukan tersendiri sebelum kemudian dilakukan mastoidektomi. baik tipe benigna atau maligna. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi 4. yaitu konservatif dan operasi.  OMSK Benigna Tipe Aktif Dalam pengobatan kasus otitis media supuratif kronis (OMSK) jinak aktif. Miringoplasti 5. P.

serta memperbaiki pendengaran. 16 | P a g e . memperbaiki membran timpani yang perforasi.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK Tujuan operasi adalah menghentikan infeksi secara permanen. mencegah terjadinya komplikasi atau kerusakan pendengaran yang lebih berat.

Lutan R. Soepardi EA. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Hidung. c2009 (diposkan 28 Juli 2009). Diunduh dari : http://rieck-newbrain. Kepala. dan Leher. Medan : Universitas Sumatera Utara. Newbrain. 2001 : diunduh dari http://www.com/doc/13607134/Otitis-Media-Kronik 5. Restuti RD. Otitis Media Supuratif Kronik.com. Wajdi F.html 4.co.Referat THT-KL Penatalaksanaan OMSK DAFTAR PUSTAKA 1.html 17 | P a g e . 2009 : diunduh dari http://www.blogspot. 2007 2. 2007 3.id/files/cdk/files/14_PemakaianAntibiotikaTopikal. Bashiruddin J.kalbe. Cermin Dunia Kedokteran No.pdf/14_P emakaianAntibiotikaTopikal. 132.com/2009/07/otitismedia-supuratif-kronis. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap : Radang Telinga Tengah Menahun. Pemakaian Antibiotika Topikal Pada Otitis Media Supurativa Kronik Jinak Aktif. Tenggorok.blogspot. Anonim.scribd. Iskandar N. Buku Ajar Ilmu Keseharan Telinga. Padang : Otitis Media Supuratif Kronis. Aboet A.

.

-0 . .4 /.

108.

/..

108.

.339-49..%45. 5/1.*!02.

.91 743     /:3/: /. 92   3432  998 0/.*! 02.. $:5:7.339-49.7 995.%45.

.

 8.7-/ .42.

/4.

 .

$:5:7.3 -48549 .  /548.3  :    :3/: /.917438 .42 !. 998 0/./.7  995. 743   0-7.3 9980/.

.

3 -48549 . 30-7.42.70.

 .

.

91 7438 92    $9 f –   . 8:5:7.4998 20/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful