You are on page 1of 4

sesak nafas dan jantung berdebar

Posted on November 3, 2010 by dokterzarra

Pernah merasa kesulitan nafas atau jantung yang berdebar tanpa bisa dikontrol. dalam dunia kedokteran, sesak nafas disebut dyspnea, sedangkan jantung yang berdebar disebut palpitation. tulisan ini adalah tugas saya waktu belajar sistem kardiovaskular. semoga bermanfaat.. Dyspnea Dyspnea : Pernafasan yang disadari akibat adanya rasa tidak nyaman. Ini biasanya merupakan gejala yang muncul pada penyakit jantung dan paru-paru, dan mungkin juga berasal dari efek neurologis, masalah dinding dada, dan anxiety. Diagnosis banding dyspnea Gangguan jantung (mekanisme edema paru). Ini dapat terjadi akibat : Gangguan katup jantung (regurgitasi atau stenosis katup mitral atau aortic) Disfungsi sistolik ventrikel kiri (cardiomyopathy ischemic dan non-ischemic) Disfungsi diastolic ventrikel kiri (hipertropi ventrikel kiri, ischemia myocardial akut. Cardiomyopathy

infiltrative) Penyakit pericardial (konstriksi pericardial atau tamponade) Gangguan jantung yang menyebabkan dyspnea merupakan efek dari adanya kelainan pada saluran trakeobronchial, perdarahan paru-paru, atau pleura. Hal ini meliputi : Pneumonia COPD Asthma Emboli paru Pneumothorax Fibrosis paru Hipertensi pulmonary Efusi pleura Obstruksi saluran nafas Paralysis diafragma

Dyspnea juga merupakan gambaran klinis dari anemia, hipertiroidism, obesitas, gangguan neuroogis, yang mempengaruhi otot pernafasan, dan anxiety. Manifestasi klinis Anamnesa Onset dyspnea : Tiba-tiba : angina, edema paru, pneumothorax dan emboli paru. Lambat : COPD, efusi peura, anemia, dan gagal jantung kronis. Gambaran klinis lain yang menunjukan penyebab spesifik dyspnea ; Chest pain (angina, myocardial infarction (MI), pneumonia, emboli paru, pneumothorax) Batuk (pneumonia, bronchitis, asthma) Demam (pneumonia, bronchitis) Hemoptysis (emboli paru, bronchitis) Riwayat merokok (COPD) Faktor resiko jantung (angina, MI) Trauma dinding dada (pneumothorax)

Pola dyspnea : Dyspnea seringkali dipicu oleh aktivitas berat yang tidak bergantung pada penyebabnya.

edema paru) Efusi pleura (sudut costophrenic tumpul) Pneumothorax (mediastinal shift. Paroxysmal nocturnal dyspnea menunjukan adanya gagal jantung kiri. PFTs . tapi bisa juga terjadi karena adanya gangguan paru. pemeriksaan akan menunjukan adanya gangguan katup jantung (murmur. BNP ECG. Pasien dengan pneumonia mengalami demam dan adanya ciri khas yang ditemukan pada paru-paru. Hal yang bisa kita temukan adalah : Pneumonia (infiltrasi focal) CHF (Kerley B lines. Analisis gas darah arteri jarang dilakukan untuk mendiagnosis. MR) Pericardium (konstriktif. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik pada pasien yang mengalami dyspnea biasanya menunjukan adanya tachypnea. AI. terdapat penurunan jumlah udara yang masuk dan wheezing. perubahan bullous) Cardiac tamponade (siluet jantung yang besar. Pada pasien dengan penyakit jantung yang menyebabkan dyspnea. CT scan dapat membantun mengevaluasi pasien dengan kemungkinan penyakit paru interstisial atau emboli paru. Dyspnea akibat gangguan jantung dapat dievaluasi dengan echocardiogram untuk mengevaluasi fungsi systole dan diastole ventrikel.- Dyspnea yang terjadi saat istirahat biasanya mengindikasikan adanya penyakit jantung atau paru-paru yang parah. seperti pada pasien COPD. hilangnya marking vascular) COPD (hiperinflasi. metabolic stress test. menunjukan kurangnya oksigenasi atau rendahnya cardiac output. MS. bukaan pada mitral stenosis. Evaluasi diagnosis Tes awal untuk hampir semua pasien adalah chest X-ray. sementara rub pleura mengindikasikan adanya pleuritis yang dikaitkan dengan emboli paru atau pneumonia. Ini biasanya terjadi 2-4 jam setelah tidur dan membuat pasien harus duduk dan beranjak dari tempat tidur untuk mengurangi rasa sakit. Pasien juga biasanya mengalami sianosis. Dyspnea yang berkaitan dengan gangguan paru dapat dipastikan dengan PFTs. ECG sebaiknya dilakukan untuk mengeksklusi kejadian ischemia sebagai penyebab. exercise stress test Echocardiogram Echocardiogram Echocardiogram CXR. tamponade) Penyakit jantung restriktif (penyakit jantung infiltrative atau hipertropik) Paru-paru COPD Tes diagnosis CXR. Wheezing yang terdengar pada gagal jantung atau bronchospasm menunjukan adanya obstruksi saluran nafas atas. rales paru. Rendahnya suara nafas mengindikasikan adanya efusi pleura atau pneumothorax. Pemeriksaan CBC sebaiknya diperoleh untuk mengevaluasi adanya anemia. Orthopnea merupakan salah satu gejala gagal jantung yang sering muncul. cardiomegaly. Penyebab dyspnea Penyebab spesifik Jantung CHF/edema paru Ischemia Gangguan katup (AS. Peningkatan BNP pada dyspnea akut menunjukan adanya CHF. tapi biasa digunakan untuk menilai fungsi fisiologi dan keparahan penyakit. “water bottle”-shaped) Jika dyspnea dikaitkan dengan nyeri di bagian dada atau pasien diperkirakan mengalami penyakit jantung koroner. echocardiogram. dan untuk mengeksklusi adanya gangguan katup jantung. peningkatan JVP). lebarnya pulse pressure pada regurgitasi aorta) atau adanya gagal jantung kongestif (S3. yang kemudian dipastikan dengan scan ventilasi dan perfusi paru. hilangnya marking paru) Emboli paru (infiltrasi perifer. vascular cephalization.

anemia. nyeri kepala. racing. bisa berupa takikardia supraventrikel (SVT) atau ventrikel (VT) dan kontraksi premature atrium (PAC) dan ventrikel (PVC). CXR Palpitasi Palpitasi adalah detak jantung yang disadari secara subjektif dan biasanya terjadi karena adanya perubahan irama dan laju jantung. seperti : Murmur (gangguan katup jantung) Peningkatan JVP. atau dyspnea Laju yang sangat lambat menunjukan sinus bradicardia atau heart block. PFTs. Pasien yang memiliki ritme jantung dengan ritme jantung yang cepat dan teratur disebut sinus takikardia. PA angiogram CXR CXR.pounding à AV nodal reentrant tachycardia (AVNRT) Kontraksi premature atrium Kontraksi premature ventrikel (PAC) (PVC) Gejala penyerta : pusing. rales (gagal jantung) . tidak teratur (fibrilasi/kontraksi premature “Missed beat” atau “flip-flop” Manifestasi klinis Anamnesa Sensasi : fluttering. CT scan resolusi tinggi Echocardiogram. atau VT. methacholine challenge CXR CXR V/Q scan. Etiologi Penyebab utamanya adalah aritmia. efek obat. Riwayat konsumsi kafein berlebihan atau kokain bisa menyebabkan SVT atau PAC. dan gangguan psikiatrik Klasifikasi : Aritmia adalah penyebab utama. Palpitasi yang dipicu oleh aktivitas ringan menunjukan adanya gagal jantung. spiral CT scan. thyrotoxicosis. Pola palpitasi juga dapat mengerucutkan penyebabnya. bronkoskopi Hematokrit TSH PFTs. Pemeriksaan fisik Melakukan pemeriksaan fisik pasien dengan keluhan palpitasi biasanya membuat kita menemukan gejala lain. PA cateter CXR. skipping. sementara ritme cepat yang tidak teratur menunjukan adanya fibrilasi atrium (AF) atau detak jantung premature. SVT. gangguan katup.Lain-lain Asthma Pneumonia Efusi pleura Emboli paru Pneumothorax Fibrosis paru Hipertensi pulmonary Obstruksi saluran nafas Anemia Hyperthyroidism Paralysis diafragma PFTs.disertai pingsan . Cepat. teratur (Tachycardiac) Cepat. Banyak perempuan muda dengan SVT salah didiagnosis dengan panic atau anxiety disorder sebagai penyebab palpitasi. atau pounding Atrium/supraventrikel Ventrikel Tachycardia supraventrikular Tachycardia ventrikel (VT) (SVT) . atau perubahan kekuatan kontraksi jantung. atau jarang berolahraga.

hipertropi ventrikel) Gangguan katup jantung (hipertropi ventrikel. albuterol) Vasodilator Cocaine Amphetamine Kafein Nikotin Psikiatrik Panic attack Gangguan anxiety Depresi Tekanan emosional Lain-lain Kehamilan Anemia demam Evaluasi diagnosis Gambaran EKG : Sindrom pre-eksitasi (PR interval pendek. hipomagnesemia Obat Agen simpatomimetik (theopyline. Kadar TSH dalam darah dilakukan untuk mengeksklusi hipertiroidism sebagai penyebab. Echocardiogram sebaiknya dilakukan untuk memastikan jenis gangguan jantungnya. gelombang delta) Cardiomyopathy (gelombang Q. . pembesaran atrium).- Pembesaran kelenjar thyroid (thyrotoxicosis) Cardiac Tachyaritmia Bradiaritmia Gangguan katup jantung Impantasi pacemaker Cardiomyopathy (dilatasi atau hypertropi) Gangguan metabolic Thyrotoxicosis Hypoglycemia Pheochromocytoma Ketidakseimbangan elektrolit (hiper-hipokalemia.

90907 # !%8 -7434845 02.9479 %$ !%8 #  !.3:./.7.3 857.30:.:9.907.34397.3.7.920307:.3 !.792. 0104-.2.3.:'% 802039..9.  !.9 /.9../...9:70   05.9.3.3 7.39/.35030-..3 4397.59.2.8.8792.3.3907./.9 9/.907../09.7/.-3.8.39:3 5702.3.59.03970 '% /.9.85702.907.39:3./.97:2 ! /..:/09.8:57.7/47.9..5.5.803. -8.4.3.05...7/.3-.-:9.3.9.%8.97:2  ..97  ..9/.358.03970 $'% .:.1-7.347./.2 !..-07:5.37920.2../../.39:3 ..9:70.9 907.-:9.8.780.9:7 %.703.39:3   944 !030-."8.9:7 1-7.05.:507:-..81.7920.37084:893 .  05.39:3.3.9.39:3/03.9:7203:3:..8..32027920.8.507:-...8:.8 !. $'%  ./.59../.03970 !' !4.3..9:7/80-:983:89.2 # # %8.3/8.8:-091/.7/.:..5030-.

4397.9 .8 5702.9:70  880/-0.: 15 145  97:2.9.

:0..3...:.309/847/0780-.8:57.5:83 30705.399.:.2030-..9.838 3.59.3.503079.9.85702.7.7/.39:3 .9:5.3'! 7.:4.39:3  .9... 700397.  .2-.9.20302:.97:2 !  '03970 %.202-:.3..3$'%8.81:99073 8553 7.103-070-.:../.5030-.3.3. .3185..32:/.8:57.8  #.38..488 .9..3203:3:.3  805079 :72:7 .:/8530..0397:.- 5.8.9./03.79-4....  !..3$'%.3:.9.. '#% 4397.03970 !'   .302.9.3.. $038.39:3  !033.08 ..9438:28..9:5 .35.:40.9.873.8-.9.538.9:70.3 54:3/3'34/.9:70..  97494.3.3/5.59.7 $'%  /8079.2308./.7/.3 .7/.....-.7/.3-074.803/03.59.//.. .3488/03.30:.318 0.:54:3/3 0..99.3:...9203:3:.3-8.85702.7.3.35.9.3502078.507025:..30..383:8-7.:.:!   !02078.03970 '%   4397.31089.3.03970 %.8.

3 $3/742570 089.2-.02.3.39:3 5079745.3 0.3/09..103 493 !8.792..7. /02.9.-4.3:39:20308:8507974/8280-.02.3.3488 .07 .2  .8..:. 7. %.3" 5079745.:.97 !. !02-08. .5030-.8 !#3907. !04..3209.  542.7. %7494.03970 502-08.280-....503/0 042-.802-.309 05708 %0.89.3:.  ././.3 .02. -..7.  .-    .30 2509.9 /.947 4.3:.9 03825.3 302.942.3.99.3.3.7/4245.7/.39:3 25.8/..39:33.2.97:2  . .3././.9.488   .230 .2/.3003.3009749 507 54. 09/.7/47.3.7424.:5079745  .3.3.03970  .3:39:202.3:.9:5.488 54...792.7974/ 97494.3024843.7/4245.39.30802.-:9074  '.4.84/.:.9:5.3:.3038.85.7.7%$/.9 042-.942209 904530 .. .3:.