BAB I PENDAHULUAN

A.

Pandangan Umum Masalah kepemimpinan dalam lingkungan kehidupan

manusia merupakan hal yang sangat penting, terlebih apabila dikaitkan dengan keharusan interaksi dengan lingkungan yang selalu mengalami perkembangan dan perubahan. Perkembangan dan perubahan yang cepat itu mengandung tantangan dan peluang yang harus disikapi dan diantisipasi. Oleh karena itu, seorang pemimpin diharapkan memiliki kelebihan dan

kemampuan untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang akibat adanya perubahan. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa kepemimpinan tidak harus dibatasi oleh aturan-aturan atau tata krama birokrasi. Kepemimpinan bisa terjadi dimana saja, asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang lain ke arah tercapainya suatu tujuan tertentu. Kepemimpinan sebagai salah satu konsep manajemen sumber daya manusia diharapkan dapat memberikan suatu kekuatan dan keyakinan untuk mendorong semua unsur dari semua level atau tingkatan untuk menjadi lebih maju dan

1

Ruang lingkup tugas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sangat luas. Kepemimpinan sebagai salah satu bagian tak terpisahkan dari setiap oraganisasi. namun lebih difokuskan pada . memberikan yang efektif Berbagai hasil penelitian pentingnya tersebut telah gambaran dalam betapa kepemimpinan lingkungan organisasional baik di bidang niaga maupun pemerintahan.2 termotivasi dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat. serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian. Para ahli yang menekuni masalah – masalah kepemimpinan telah banyak melakukan riset – riset tentang berbagai segi dari kepemimpinan. seorang pemimpin harus dapat menempatkan dirinya menjadi seorang pemimpin yang mampu menjadi teladan dan memberi motivasi kepada bawahannya serta dapat menjadi motor penggerak dalam menghadapi perubahan dunia luar dan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik. menghadapi persaingan yang semakin ketat. baik organisasi bisnis yang bertujuan untuk mencari keuntungan maupun organisasi yang tidak mencari keuntungan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merupakan salah satu lembaga pemerintah yang mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan.

maka Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian haruslah memiliki jajaran pemimpin yang bisa mengayomi segenap unsur dan pegawai agar dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi. Pada bagian ini akan diuraikan kinerja (prestasi kerja) pegawai dalam melaksanakan tugas dan kemudian gaya kepemimpinan seorang pemimpin yang bagaimana yang dapat meningkatkan kinerja tersebut. misi. Hal ini penting mengingat kinerja dari para pegawai biasanya dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dari atasan – atasan mereka. juga harus memiliki gaya kepemimpinan yang dapat diterima oleh orang lain dalam . kepemimpinan dibatasi oleh aturan – aturan dan nilai etika yang ada pada organisasi tersebut. Sehingga nantinya para pegawai dapat melaksanakan pekerjaaan dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. dan tujuan organisasi. seorang pemimpin selain memiliki hak dan kekuasaan untuk memerintah dan mengatur segala sesuatunya dengan benar berdasarkan aturan dan terarah sesuai dengan visi.3 koordinasi suatu kebijakan tentang suatu permasalahan yang melibatkan beberapa sektor terkait Untuk dapat menyelenggarakan tugas dan fungsi dengan baik. Dalam suatu organisasi. Dengan kata lain.

mesin dan peralatan. serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian. manajemen. karena secara langsung maupun tidak langsung seorang pemimpin juga akan mendapat penilaian dari bawahan dan atasannya tentang cara dia memimpin dan bertanggung jawab. antara lain manusia sebagai tenaga kerja. Pemimpin sebagai unsur tenaga kerja memegang pengaruh yang sangat signifikan terhadap pencapaian tujuan. kebijakan – kebijakan organisasi. ternyata tidak cukup menjamin bahwa lembaga ini dapat melaksanakan tugas yang diembannya secara efektif dan efisien.4 hal ini bawahannya. Terpenuhinya standar tugas dari suatu organisasi sangat tergantung pada berbagai faktor yang saling berinteraksi satu sama lain. kondisi kerja dan lain sebagainya. Untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya perlu adanya pedoman dan aturan – aturan berupa Standard Operating Procedures (SOP) sebagai acuan untuk melaksanakanan tugas. . Kementerian hakekatnya mempunyai Koordinator suatu Bidang Perekonomian pemerintah Presiden pada yang dalam merupakan tugas lembaga membantu mengkoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan.

Unsur Manusia. 2. keberhasilan kepemimpinan akan sangat tergantung kepada ketiga unsur tersebut yang salah satunya adalah gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin. Unsur tujuan. yaitu Prinsip dan Teknik Kepemimpinan yang digunakan dalam pelaksanaan Kepemimpinan. 3.5 Setiap permasalahan kepemimpinan selalu meliputi 3 (tiga) unsur yang terdiri dari : 1. yaitu manusia yang melaksanakan kegiatan memimpin atas sejumlah manusia lain atau manusia yang memimpin dan manusia yang dipimpin. Sumber daya yang sifatnya dinamis memiliki kemampuan berkembang tanpa batas. yaitu tujuan dan arah yang ingin dicapai oleh organisasi. Manusia sebagai unsur organisasi merupakan faktor yang berperan penting dalam menentukan sukses atau tidaknya suatu organisasi. Unsur sarana. namun jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang terlatih dan profesional organisasi . senantiasa meningkatkan skill dan mutu profesionalismenya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. termasuk bakat dan pengetahuan serta pengalaman pemimpin tersebut. Secara normatif. Untuk itu pimpinan organisasi harus berusaha memanfaatkan sumber daya manusia yang dimilikinya secara optimal.

Demikian pula sebaliknya. Penilaian kinerja perlu dilakukan untuk mengenali. namun tidak didukung oleh sumber daya lain maka akan sulit juga untuk mencapai tujuan tersebut. Peningkatan kualitas sumber daya manusia akan dapat tercapai bila perusahaan mampu mengenali kemampuan sumber daya manusia yang dimilikinya. . Itulah sebabnya ada kebutuhan mendesak untuk melihat secara seksama terhadap faktor tenaga kerja. maka dapat kita lihat bagaimana pentingnya peranan mengenai perilaku manusia (pekerja) khususnya gaya kepemimpinan dalam melaksanakan aktivitasnya di suatu organisasi. bila organisasi sudah memiliki sumber daya manusia yang terbaik.6 yang memiliki peralatan yang canggih dari teknologi paling baru sekalipun akan sulit dalam mencapai tujuannya. Organisasi akan lebih mudah mengambil keputusan jika mengetahui kinerja para pekerja. faktor tenaga kerja memegang peranan penting demi suksesnya tujuan suatu organisasi. Penjelasan Judul Dari uraian pandangan umum. Bertitik tolak pada kenyataan di atas. mengukur dan mengembangkan kinerja pekerja. B. yang dapat menghasilkan kemampuannya dalam menggerakkan dan mengarahkan sejumlah karyawan untuk menuju suatu tujuan dan sasaransasaran organisasi.

Alasan Pemilihan Judul . Semangat kerja ini pun pada akhirnya menjadi masalah yang sangat penting terbukti dengan besarnya pengaruh terhadap indiividu (pegawai) maupun organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi agar lebih baik. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja yaitu dengan cara melakukan penelusuran terhadap indikator kinerja dan faktor – faktor apa saja yang berpengaruh dalam rangka meningkatkan prestasi kerjanya. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perubahan kinerja para pegawai yang diterapkan oleh organisasi. Dari uraian di atas maka untuk penelitian tugas akhir ini kami beri judul : “PENGARUH PERUBAHAN GAYA KEPEMIMPINAN PADA TERHADAP KEMENTERIAN KINERJA PEGAWAI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN” C. maka kami melakukan penelitian mengenai hal tersebut.7 Tentunya kita pun menyadari bahwa setiap pemimpin dengan para bawahannya (pegawai) di suatu organisasi memegang arti yang sangat penting. semangat kerja menjadi masalah yang sangat kompleks karena menyangkut perilaku individu yang berbeda-beda. Sementara itu.

Adapun istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan.8 Tema kepemimpinan merupakan topik yang selalu menarik diperbincangkan dan tak akan pernah habis dibahas. berkembang hingga menjadi suatu bangsa. Dalam konteks inilah maka akan melahirkan seorang pemimpin. karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. kecakapan. dari generasi ke generasi guna mencari formulasi sistem kepemimpinan yang aktual dan tepat untuk diterapkan pada zamannya. dan tingkat pengaruh yang . Dalam upaya memenuhi kebutuhannya tersebut manusia kemudian menyusun organisasi dari yang terkecil sampai yang terbesar sebagai media pemenuhan kebutuhan serta menjaga berbagai kepentingannya. Hal ini mengindikasikan bahwa paradigma kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat dinamis dan memiliki kompleksitas yang tinggi. Bermula dari hanya sebuah kelompok. Term kepemimpinan lahir sebagai suatu konsekuensi logis dari perilaku dan budaya manusia yang terlahir sebagai individu yang memiliki ketergantungan sosial yang sangat tinggi dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. Masalah kepemimpinan akan selalu hidup dan digali pada setiap zaman. Pemimpin merupakan suatu peran dalam sistem tertentu.

Kepemimpinan menjadi faktor pendorong bagi berbagai kemajuan yang dicapai oleh manusia untuk meningkatkan kinerja pegawai pada organisasi atau instansi. . 3. Maksud dan Tujuan Penyusunan Skripsi Skripsi ini kami susun dengan tujuan antara lain sebagai berikut : 1. Gaya kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang pemimpin dalam mencapai tujuan dan misi yang diembannya. Menelusuri bagaimana kemungkinan yang dapat gaya kepemimpinan di yang diterapkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Untuk mengetahui sejauh mana gaya kepemimpinan kinerja memberikan pengaruh terhadap perubahan pegawai di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.9 dimiliki seseorang. Mengetahui jenis gaya kepemimpinan apa saja yang dianut para pimpinan di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 2. Sehubungan dengan itu kami sangat tertarik untuk memilih judul dalam penelitian dan penulisan skripsi ini dengan judul ”Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Perubahan Kinerja Pegawai Pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian” D.

E. maka kami membatasi penelitian kami pada masalah pengaruh gaya di kepemimpinan terhadap perubahan kinerja pegawai . Permasalahan Setiap pemimpin dalam suatu organisasi atau lembaga tentu mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda – beda. Metodologi Penelitian 1. Untuk menambah wawasan mengenai pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. maka kami tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perubahan kinerja pegawai di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 2. Sehubungan dengan hal tersebut. Ruang Lingkup Untuk menghindari perluasan masalah yang tidak perlu. Guna memenuhi salah satu syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Strata 1 pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Jakarta. dan akibat keterbatasan sumber data dan waktu. 5.10 4. Gaya kepemimpinan seorang pimpinan dapat memberikan pengaruh yang baik maupun pengaruh yang tidak baik terhadap perubahan kinerja para pegawai.

sebagai pedoman dan dasar analisis kami gunakan hipotesa kerja yang berkaitan dengan prumusan masalah. maka saya megambil sebagai hipotesa kerja sementara dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan yang baik dan dapat diterima oleh bawahan dapat meningkatkan kinerja pegawai sehingga mendorong kelancaran pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.11 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk masa periode tahun 2009. Hipotesa adalah suatu jawaban sementara untuk pertanyaan yang tentative. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari hasil penelitian. Metode Pengumpulan Data 1. 4. Dengan menggunakan kerangka teori serta data yang tersedia. 3. Data diperoleh dari pegawai di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan cara mewawancara pegawai dimaksud. Hipotesa Kerja Dalam pembahasan masalah. b. Jenis Data Yang Diperlukan a. Data Sekunder .

Studi Pustaka Maksud dari studi pustaka adalah penelitian yang dilakukan dengan teori – cara teori membaca yang literatur dan mempelajari berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia khusunya gaya kepemimpinan. Metode Pengumpulan Data a. b. Penelitian Lapangan Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan secara langsung kepada para pegawai di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian antara lain melalui wawancara dan kuesioner. kinerja dan organisasi. yang ditentukan oleh dengan Solvin menggunakan rumus dikemukakan (Husein Umar. maka penelitian ini menggunakan sampel dengan pertimbangan jumlah sampel yang diambil. Metode dan Teknik Pengolahan Data. 2004:108) sebagai berikut: .12 Data Sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung yaitu dari literatur dan pustaka yang ada yang berhubungan dengan permasalahan. a. 2. Penentuan Jumlah Sampel Karena populasi penelitian lebih dari seratus. 5.

tingkat kesalahan dalam pengambilan sampel yang dapat ditoleransi (asumsi 10%). penulis menggunakan metode simple random sampling (sampel acak sederhana). 2007: 74). Lokasi pengambilan sampel adalah di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Teknik Pengambilan Sampel Untuk menentukan bagian dari populasi yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. pendapat. dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono. b. c. 2007: 86) Dengan menggunakan skala likert. maka variabel yang . Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. Teknik Pengolahan Data Data yang diperoleh dari hasil penelitian adalah data kualitatif yang diangkakan (skoring) dengan menggunakan skala likert. yaitu suatu metode pemilihan sampel dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono.13 n= N 1 + Ne 2 di mana: n = banyaknya sampel N = banyaknya populasi e = konstanta.

Untuk keperluan analisis kuantitatif. kami menggunakan analisa statistik sebagai berikut : 1. Jumlah responden adalah n.1 Skor Skala Likert Jawaban Sangat setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak setuju Sangat Tidak Setuju (Sugiyono. Koefisien Korelasi (r) Metode ini menggunakan dua Variebel.14 akan diukur dijabarkan menjadi indikator variable. 2007: 87) Skor 5 4 3 2 1 Jawaban setiap pertanyaan yang dituangkan dalam skala likert mempunyai tingkatan nilai dari sangat positif sampai sangat negatif. n (∑XY) – (∑X) Rumus korelasi r : √ n (∑X2) – (∑X)2 . maka jawaban itu dapat diberi skor seperti pada tabel di atas. Tabel 1.√ n (∑Y2) – (∑Y)2 (∑Y) . selanjutnya indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Untuk mengetahui dan mengukur tingkat hubungan. yaitu gaya kepemimpinan sebagai variabel bebas (X) dan kinerja sebagai variabel terikat (Y).

3. Sistematika Penulisan Skripsi Dalam penulisan skripsi ini. Koefisien Penentu (KP) Adalah hasil kuadrat dari perhitungan korelasi (KP = r2).15 di mana: r = koefisien korelasi x = variabel bebas (variabel independen) y = variabel terikat (variabel dependen) n = jumlah populasi 2. Uji Hipotesis (t) Rumus : t = r n −2 1 −r 2 Dimana : n : Jumlah responden Syarat berlaku Hipotesis: r : koefisien korelasi Ho : μ = 0 (tidak ada hubungan) Ha : μ ≠ 0 (ada hubungan) F. Untuk mengetahui besarnya kontribusi gaya kepemimpinan terhadap perubahan kinerja pegawai. kami selaku penulis menggunakan sisrtematika sebagai berikut : .

serta kebijakan yang telah diambil. . BAB IV ANALIS DAN PEMBAHASAN MASALAH Pada bab ini penulis akan menganalisa hasil penelitian gaya kepemimpinan dan kinerja pegawai. – kepemimpinan organisasi. metodologi penelitian serta sistemetika penulisan skripsi BAB I LANDASAN TEORI Pada bab ini penulis akan menguraikan pengertian tentang manajemen dan dan fungsi dan – fungsinya.16 BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis akan mengurai tentang pandangan umum. alasan pemilihan judl. penjelasan judul. pengertian pengertian serta teori yang berkaitan dengan gaya kepemimipinan dan kinerja. BAB III PROFIL KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN Pada bab ini akan penulis akan menguraikan sejarah dan profil singkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. tujuan penyusunan skripsi. serta analisa statisik sejauh mana hubungan gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai.

kemudian penulis juga berupaya memberikan saran – saran yang mungkin bermanfaat bagi objek penelitian berkaitan dengan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perubahan kinerja pegawai. .17 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini penulis mengemukakan kesimpulan dari hasil analisa dan pembahasan bab sebelumnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful