KETUBAN PECAH DINI PADA PRETERM

I. PENDAHULUAN Kantung ketuban adalah sebuah kantung berdinding tipis yang berisi cairan dan janin selama masa kehamilan. Dinding kantung ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama disebut amnion, terdapat di sebelah dalam. Sedangkan, bagian kedua, yang terdapat di sebelah luar disebut chorion.(1) Cairan ketuban adalah cairan yang ada di dalam kantung amnion. Cairan ketuban ini terdiri dari 98 persen air dan sisanya garam anorganik serta bahan organik. Cairan ini dihasilkan selaput ketuban dan diduga dibentuk oleh sel-sel amnion, ditambah air kencing janin, serta cairan otak pada anensefalus. Volume pada hamil cukup bulan 1000-1500 ml, warna putih, agak keruh, serta mempunyai bau yang khas, agak amis dan manis. Cairan ini dengan berat jenis 1,008. Kadang-kadang pada partus, warna air ketuban ini menjadi kehijauhijauan karena tercampur mekonium ( kotoran yang pertama yang dikeluarkan bayi dan yang mengandung empedu. (1,2) Pada ibu hamil, air ketuban ini berguna untuk mempertahankan atau memberikan perlindungan terhadap bayi dari benturan yang diakibatkan oleh lingkungannya di luar rahim. Selain itu air ketuban bisa membuat janin bergerak dengan bebas ke segala arah. Tak hanya itu, manfaat lain dari air ketuban ini adalah untuk mendeteksi jenis kelamin, memerikasa kematangan paru-paru janin, Caranya yaitu dengan mengambil cairan ketuban melalui alat yang dimasukkan melalui dinding perut Ibu. Air ketuban juga berfungsi melindungi suhu tubuh janin, membersihkan jalan lahir jika ketuban pecah, dengan cairan yang steril, dan mempengaruhi keadaan di dalam vagina, sehingga bayi kurang mengalami infeksi. (1,2) Amnion manusia terdiri dari lima lapisan yang berbeda. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah maupun saraf, sehingga nutrisi disuplai melalui

1

Lapisan intermediate ( spongy layer atau zona spongiosa ) terletak diantara amnion dan korion. Lapisan ini juga mengandung nonfibrillar meshwork yang terdiri sebagian besar dari kolagen tipe III. Epitel amniotik ini mensekresikan kolagen tipe III dan IV dan glikoprotein non kolagen ( laminin . Lapisan intermediate ini mengabsorbsi stress fisik yang terjadi. amnion memiliki tensile strength yang lebih besar. Kolagen pada lapisan ini membentuk jaringan longgar dari glikoprotein non kolagenosa. Lapisan paling dalam dan terdekat pada fetus ialah epithelium amniotik. observasi harus dilakukan untuk menghindari terjadinya perubahan struktur dan komposisi 2 . Membran fetal memperlihatkan variasi regional. Pada proses kehamilan. Lapisan fibroblast merupakan lapisan amniotic yang paling tebal terdiri dari sel mesenkimal dan makrofag diantara matriks seluler. nidogen dan fibronectin ) dari membrane basalis. Korion terdiri dari membrane epithelial tipikal dengan polaritas langsung menunu desidua maternal. Lapisan kompakta jaringan konektif yang melekat pada membrane basalis ini membentuk skeleton fibrosa dari amnion. Walaupun korion lebih tebal dari amnion. Walaupun tidak ada bukti yang menunjukan adanya titik lemah dimana membrane akan pecah. vili trofoblastik diantara lapisan korionik dari membrane fetal ( bebas plasenta ) mengalami regresi.cairan amnion. Tidak ada interposisi dari materi yang menyusun fibril kolagen pada jaringan konektif amniotic sehingga amnion dapat mempertahankan tensile strength selama stadium akhir kehamilan normal. Kolagen dari lapisan kompakta disekresikan oleh sel mesenkim dari lapisan fibroblast. Kolagen tipe V dan VI membentuk koneksi filamentosa antara kolagen interstitial dan membrane basalis epithelial. Kolagen interstitial ( tipe I dan III ) mendominasi dan membentuk parallel bundles yang mempertahankan integritas mekanikan amnion. Lapisan ini banyak mengandung hydrated proteoglycan dan glikoprotein yang memberikan sifat “spongy” pada gambaran histology. Dibawah lapisan sitotrofoblas ( dekat janin ) merupakan membrane basalis dan jaringan knektif korionik yang kaya akan serat kolagen. lapisan amnion disebelahnya.

dengan demikian untuk kepentingan klinis waktu 1 jam tersebut merupakan waktu yang disediakan untuk melakukan pengamatan adanya tanda-tanda awal persalinan. yaitu keluarnya cairan dan tidak ada keluhan sakit. yaitu Ketuban Pecah Dini pada aterm dan Ketuban Pecah Dini pada preterm. Tanda-tanda khasnya adalah keluarnya cairan mendadak disertai bau yang khas. Namun. (3. Keduamya memiliki gejala yang sama. Vintziuleos dalam hipotesisnya memandang bahwa cairan amnion mengandung materi bakteriostatik tertentu sebagai pelindung terhadap proses infeksi potensial dan penurunan volume cairan amnion dapat menghambat kemampuan pasien dalam menghadapi infeksi.membrane yang memicu terjadinya ketuban pecah dini. adakalanya hanya terjadi 3 . Ketuban Pecah Dini adalah pecahnya selaput korioamniotik sebelum terjadi proses persalinan.4) Ada dua macam kemungkinan ketuban pecah dini. namun berbeda dengan bau air seni. sitokin dan hormone protein yang mengatur aktivitas enzim degradasi matriks. Sebagian besar bukti mengarah bahwa ketuban pecah dini berhubungan dengan proses biokimia meliputi rusaknya kolagen antarmatriks ekstraseluler amnion dan korion dan programmed death of cell pada membrane janin dan lapisan uteri maternal ( desidua ) sebagai respon terhadap berbagai rangsangan seperti peregangan membrane ( membrane stretching ) dan infeksi saluran reproduksi . yaitu bila pembukaan pada primi kurang dari 3 cm dan pada multipara kurang dari 5 cm. Secara klinis diagnosa KPD ditegakkan bila seorang ibu hamil mengalami pecah selaput ketuban dan dalam waktu satu jam kemudian tidak terdapat tanda awal persalinan. (7) Ketuban Pecah Dini adalah pecahnya ketuban sebelum In partu. Alirannya tidak terlalu deras keluar serta tidak disetai rasa mulas atau sakit perut. yang menghasilkan mediator seperti prostaglandin. Penelitian oleh borna et al menunjukan bahwa pasien dengan oligohidramnion (AFI<5) memiliki risiko tinggi menderita korioamnionitis dan sepsis pada neonatus.

DEFINISI Ketuban Pecah Dini pada Preterm adalah pecahnya selaput ketuban sebelum usia 37 minggu.10. (4. Sedangkan pada kehamilan preterm insidensinya 3% dari semua kehamilan. Ketuban Pecah ( Dikutip dari kepustakaan 6 ) III.kebocoran kantung ketuban. (4) Insidensi ketuban pecah dini lebih kurang 10% dari semua kehamilan. Tanpa disadari oleh ibu cairan ketuban merembes sedikit demi sedikit hingga cairan ini makin berkurang. (1) II.13) Gambar 1.6. Hampir semua KPD pada kehamilan preterm akan lahir sebelum aterm atau persalinan akan 4 . Akan terdeteksi jika si ibu baru merasakan perih dan sakit jika si janin bergerak-gerak. Pada kehamilan aterm insidensinya bervariasi 6-19%. INSIDEN Ketuban Pecah Dini ( KPD ) merupakan komplikasi kehamilan pada 10% kehamilan aterm dan 4% kehamilan preterm. KPD Preterm menyebabkan terjadinya 1/3 persalinan preterm dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal.

Sekitar 85% morbiditas dan mortalitas perinatal disebabkan oleh prematuritas.15) IV.(5. Inkompetensi serviks (leher rahim) 2. Trauma 7. Neonatologis dan ahli obstetri harus bekerja sebagai tim untuk memastikan perawatan yang optimal untuk ibu dan janin. merokok. dan perdarahan selama kehamilan. Ketuban pecah dini berhubungan dengan penyebab kejadian prematuritas dengan insidensi 30-40%. Faktor yang disebutkan memiliki kaitan dengan KPD yaitu riwayat kelahiran prematur. Riwayat KPD sebelumnya 4. Beberapa faktor risiko dari KPD adalah : (6) 1. Kehamilan kembar 6. Infeksi pada kehamilan seperti bakterial vaginosis 5 . ETIOLOGI Pada sebagian besar kasus. Polihidramnion (cairan ketuban berlebih) 3. penyebabnya belum ditemukan. Kelainan atau kerusakan selaput ketuban 5. Serviks (leher rahim) yang pendek (<25mm) pada usia kehamilan 23 minggu 8.terjadi dalam satu minggu setelah selaput ketuban pecah.

Fibronectin > 50 mg/ml : risiko 83% 10. Perdarahan pervaginam : trimester pertama ( risiko 2x ) . mungkin cairan tersebut masih merembes atau menetes. TANDA DAN GEJALA Tanda yang terjadi adalah keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina. 6. kembar tiga ( 90%). dengan ciri pucat dan 6 . 4. Aroma air ketuban berbau manis dan tidak seperti bau amoniak. predisposisi terhadap infeksi. Dapat menjadi stimulasi persalinan preterm.5 : risiko 32% 7. Flora vagina abnormal : risiko 2-3x. V. Tindakan segama : tidak berpengaruh kepada risiko. PH vagina di atas 4. 3. 2. kecuali jika hygiene buruk . Kehamilan multiple : kembar dua ( 50%).Gambar 2. 5. 9.17) 1. trimester kedua/ketiga ( 20x ). Kadar CRH ( corticotropoin releasing hormone ) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis. Bakteriuria : risiko 2x ( prevalensi 7 % ). Riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2-4x. Inkompetensi leher Rahim ( dikutip dari kepustakaan 6) Beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya ketuban pecah dini ialah : ( 7. Servix tipis kurang dari 39 mm : risiko 25% 8.

nyeri perut. (6 ) Setelah ketuban pecah dini pada preterm. Bayi premature memiliki pertahanan antioksidan yang lemah. Beberapa komplikasi pada neonatus diperkirakan terjadi akibat meningkatnya kerentanan neonatus terhadap trauma radikal oksigen. periode latensi berkisar hanya 4 hari. Tetapi bila Anda duduk atau berdiri. bercak vagina yang banyak. periode latensi dari ketuban pecah hingga persalinan menurun terbalik dengan usia gestasional. Reaksi radikal bebas pada bayi premature menunjukan tingkat lipid preoxidation yang lebih tinggi selama minggu pertama kehidupan. Pada kehamilan minggu ke 32 hingga ke 34. Membran yang mengalami rupture premature ini tampak memiliki defek fokal dibanding kelemahan menyeluruh. Ketuban pecah dini dapat memberikan stress oksidatif terhadap ibu dan bayi. Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran. fibroblast maupun spongiosa. kepala janin yang sudah terletak di bawah biasanya "mengganjal" atau "menyumbat" kebocoran untuk sementara.bergaris warna darah. Demam. Daerah ini akan muncul sebelum ketuban pecah dini dan merupakan daerah breakpoint awal. (7) VI. denyut jantung janin bertambah cepat merupakan tanda-tanda infeksi yang terjadi. PATOFISIOLOGI Ketuban pecah dini berhubungan dengan kelemahan menyeluruh membrane fetal akibat kontraksi uteri dan peregangan berulang. rata-rata periode latensi sekitar 12 hari. Peningkatan lipid peroxidation dan aktivitas proteolitik dapat terlihat dalam eritrosit. Daerah dekat tempat pecahnya membrane ini disebut “ restricted zone of extreme altered morphology” yang ditandai dengan adanya pembengkakan dan kerusakan jaringan kolagen fibrilar pada lapisan kompakta. Patogenesis terjadinya ketuban pecah dini secara singkat ialah akibat adanya penurunan kandungan kolagen 7 . misalnya pada kehamilan minggu ke 20 hingga ke 26.

Mekanisme terjadinya Ketuban Pecah Dini yaitu : Selaput ketuban tidak kuat sebagai akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi pada ketegangan rahim. Pecahnya selaput ketuban menyebabkan terbukanya hubungan intra uterin dengan ekstra uterin. Ketuban pecah dini menyebabkan hubungan langsung antara dunia luar dan ruangan dalam rahim.11.persalinan prematuritas dan selanjutnya meningkatkan kejadian kasakitan dan kematian janin dalam rahim. dengan demikian mikroorganisme dengan mudah masuk dan menimbulkan infeksi intra partum apabila ibu sering diperiksa dalam.16) 1) Pengaruh terhadap Janin Pecahnya selaput ketuban sebelum aterm merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas perinatal. Ketuban pecah pada kondisi kepala janin belum masuk panggul mengikuti aliran air ketuban..dalam membrane sehingga memicu terjadinya ketuban pecah dini dan ketuban pecah dini pada preterm terutama pada pasien risiko tinggi. Mortalitas pada bayi preterm adalah 30%. infeksi puerpualis. Selaput ketuban yang tidak kuat akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi • • akan mudah pecah dengan mengeluarkan (14) air ketuban. Makin lama periode laten makin makin besar kemungkinan infeksi dalam rahim. akan terjepit antara kepala dan dinding panggul.12) Patofisiologi dalam kasus ketuban pecah dini ini disebabkan oleh karena berkurangnya membran atau meningkatnya tekanan intra uterin. (7. Dalam waktu singkat janin akan mengalami hipoksia hingga 8 . Bila terjadi pembukaan servik maka selaput ketuban sangat lemah dan mudah pecah mengeluarkan air ketuban Pengaruh ketuban pecah dini pada ibu dan janin : (8. sehingga memudahkan terjadinya infeksi asenden. keadaan sangat berbahaya bagi janin. Kemungkinan tekanan intra uteri yang kuat adalah penyebab independen dari Ketuban Pecah Dini. peritonitis dan sepsis.

kematian janin dalam kandungan (IUFD). 9 . Selain itu. dengan demikian mikroorganisme dengan mudah masuk dan menimbulkan infeksi intra partum apabila ibu sering diperiksa dalam. beberapa bayi yang mampu hidup setelah distress nafas yang berat dapat menderita gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Hipoksia dan asidosis berat yang terjadi sebagai akibat pertukaran oksigen dan karbondioksida alveoli-kapiler tidak adekuat. Pecahnya selaput ketuban menyebabkan terbukanya hubungan intra uterin dengan ekstra uterin. atonia uteri dan perdarahn post partum. Bayi yang dilahirkan jauh sebelum aterm merupakan calon untuk terjadinya repiratory distress sindroma (RDS). terbukti berdampak sangat fatal pada bayi. Pada ibu yang menjalani terapi konservatif. Informasi dan dukungan dari petugas kesehatan.7% term). infeksi puerpualis. sering merasa lelah dan bosan berbaring di tempat tidur. 2) Pengaruh terhadap Ibu Korioamnionitis terjadi lebih sering pada wanita dengan KPD preterm dibandingkan KPD aterm (26% preterm berbanding 6. keluarga terutama suami akan sangat membantu ibu menjaga kestabilan emosinya. peritonitis dan sepsis. gangguan emosi berupa kecemasan dan kesedihan. VII. DIAGNOSIS Evaluasi awal KPD pada PRETERM : (4) • Pemeriksaan vaginal (vaginal toucher) harus sangat dibatasi termasuk untuk pemeriksaaan diagnostik awal o VT sebelum persalinan meningkatkan kejadian infeksi neonatus dan memperpendek periode laten. KPD yang diakhiri dengan persalinan spontan sering terjadi partus lama. Pada kondisi ini biasanya kehamilan segera diterminasi.

usaha mempertahankan kehamilan menjadi semakin lama. takikardi. pemeriksaan fisik. Protein C-reactive • Deteksi infeksi cairan amnion dilakukan dengan amniosentesis Diagnosis KPD didasarkan pada anamnesis. • Oleh karena infeksi intra amniotik subklinis juga sering terjadi dan keadaan ini adalah merupakan penyebab utama dari morbiditas ibu dan anak. 2. uterus tegang. dan belum ada pengeluaran lendir darah. Inspeksi 10 . getah vagina berbau dan purulen • Diagnosa dini infeksi intraamniotik dilakukan dengan pemeriksaan : o o 1. ibu atau keduanya. Sebaliknya diagnosa yang negatif palsu berarti akan membiarkan ibu dan janin mempunyai resiko infeksi yang akan mengancam kehidupan janin.o Dengan menghindari VT . Diagnosa KPD ditegakkan dengan cara : (9) 1. maka evaluasi gejala dan tanda infeksi pada pasien harus dilakukan secara teliti • Tanda infeksi yang jelas terdapat pada infeksi lanjut antara lain : demam. dan perlu juga diperhatikan warna. keluanya cairan tersebut tersebut his belum teratur atau belum ada. Anamnesa Penderita merasa basah pada vagina.000 plp 2. dan laboratorium. Menegakkan diagnosa KPD secara tepat sangat penting. Cairan berbau khas. atau mengeluarkan cairan yang banyak secara tiba-tiba dari jalan lahir. Karena diagnosa yang positif palsu berarti melakukan intervensi seperti melahirkakn bayi terlalu awal atau melakukan seksio yang sebetulnya tidak ada indikasinya. Oleh karena itu diperlukan diagnosa yang cepat dan tepat. • Pemeriksaan inspekulo harus terlebih dahulu dilakukan meskipun pasien nampak sudah masuk fase inpartu oleh karena dengan pemeriksaan inspekulo dapat dilakukan penentuan dilatasi servik. Leukositosis > 15.

kalau belum juga tampak keluar. fundus uteri ditekan. 5. pada kehamilan yang kurang bulan yang belum dalam persalinan tidak perlu diadakan pemeriksaan dalam. 4. jari pemeriksa akan mengakumulasi segmen bawah rahim dengan flora vagina yang normal. pemeriksaan ini akan lebih jelas. tetap kuning.Tes Lakmus (tes Nitrazin). Sekret vagina ibu hamil pH : 45. konsentrasi. 3. akan tampak keluar cairan dari ostium uteri dan terkumpul pada fornik anterior. Pemeriksaan Penunjang • Pemeriksaan laboratorium Cairan yang keluar dari vagina perlu diperiksa : warna. Mengenai pemeriksaan dalam vagina dengan tocher perlu dipertimbangkan.Pengamatan dengan mata biasa akan tampak keluarnya cairan dari vagina. bau dan pH nya. Pemeriksaan dengan spekulum Pemeriksaan dengan spekulum pada KPD akan tampak keluar cairan dari orifisium uteri eksternum (OUE). . Mikroorganisme tersebut bisa dengan cepat menjadi patogen. bila ketuban baru pecah dan jumlah air ketuban masih banyak. dengan kertas nitrazin tidak berubah warna. penderita diminta batuk. Pemeriksaan Dalam Didapat cairan di dalam vagina dan selaput ketuban sudah tidak ada lagi. pH air ketuban 7 – 11 . jika krtas lakmus merah berubah menjadi birumenunjukkan adanya air ketuban (alkalis). atau bagian terendah digoyangkan. Karena pada waktu pemeriksaan dalam. Cairan yang keluar dari vagina ini kecuali air ketuban mungkin juga urine atau sekret vagina. Pemeriksaan dalam vagina hanya diulakaukan kalau KPD yang sudah dalam persalinan atau yang dilakukan induksi persalinan dan dibatasi sedikit mungkin. megejan atau megadakan manuvover valsava.

Daerah vagina sebaiknya sebersih mungkin untuk mencegah infeksi. VIII.Mikroskopik (tes pakis). Pada kasus KPD terlihat jumlah cairan ketuban yang sedikit.5. antara lain: (5) 12 . Pemeriksaan mikroskopik menunjukkan gambaran daun pakis.7. . Selalu membersihkan dari arah depan ke belakang untuk menghindari infeksi dari dubur. namun pada umumnya KPD sudah bisa terdiagnosis dengan anamnesa dan pemeriksaan sederhana. jangan berhubungan seksual atau mandi berendam. Namun sering terjadi kesalahan pada penderita oligohidromnion. segera hubungi dokter atau petugas kesehatan dan bersiaplah untuk ke Rumah Sakit. • Pemeriksaan USG Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk melihat jumlah cairan ketuban dalam kavum uteri. PENATALAKSANAAN Penanganan Ketuban Pecah di Rumah : (6) • • • • • Apabila terdapat rembesan atau aliran cairan dari vagina. dengan meneteskan air ketuban pada gelas objek dan dibiarkan kering. Jangan coba melakukan pemeriksaan dalam sendiri Penatalaksanaan ketuban pecah dini pada kehamilan preterm berupa penanganan konservatif. Gunakan pembalut wanita (jangan tampon) untuk penyerapan air yang keluar. Walaupun pendekatan diagnosis KPD cukup banyak macam dan caranya. darah dan infeksi vagina dapat mengahsilakan tes yang positif palsu.

dan kesejahteraan janin. ditidurkan dalam posisi trendelenberg. tes busa (-): beri deksametason. • Jika usia kehamilan 32-37 minggu. • Pada usia kehamilan 32-34 minggu berikan steroid. atau sampai air ketuban tidak keluar lagi. • Berikan antibiotika (ampisilin 4×500 mg atau eritromisin bila tidak tahan ampisilin) dan metronidazol 2 x 500 mg selama 7 hari. leukosit. Sedian terdiri atas betametason 12 mg sehari dosis tunggal selama 2 hari atau deksametason IM 5 mg setiap 6 jam sebanyak 4 kali. • Nilai tanda-tanda infeksi (suhu. untuk memacu kematangan paru janin. deksametason dan induksi sesudah 24 jam. observasi tanda-tanda infeksi. • Jika usia kehamilan 32-37 minggu. • Jika usia kehamilan 32-37 minggu. belum inpartu.• Rawat di Rumah Sakit. 13 . KOMPLIKASI KPD preterm seringkali menyebabkan terjadinya : (4) Persalinan preterm Chorioamnionitis Endometritis Gawat janin atau asfiksia intrauterin ( pengaruh tekanan pada talipusat ) IX. dan kalau memungkinkan periksa kadar lesitin dan spingomielin tiap minggu. tidak ada infeksi. tidak ada infeksi. • Jika umur kehamilan < 32-34 minggu dirawat selama air ketuban masih keluar. tanda-tanda infeksi intrauterine). berikan tokolitik (salbutamol). sudah inpartu. beri antibiotik dan lakukan induksi. tidak perlu dilakukan pemeriksaan dalam untuk mencegah terjadinya infeksi dan kehamilan diusahakan bisa mencapai 37 minggu. ada infeksi. Terminasi pada kehamilan 37 minggu.

(6) 14 . (4) Gawat janin atau asfiksia intrauterin merupakan akibat dari kompresi talipusat yang berkepanjangan dan berulang akibat berkurangnya cairan amnion atau prolapsus talipusat. Chorioamnionitis histologik 100% pada usia kehamilan kurang dari 26 minggu. korioamnionitis dan endometritis diakibatkan langsung oleh invasi mikroba kedalam cavum amnion atau inflamasi selaput chorioamniotik Angka kejadian chorioamnionitis berbanding terbalik dengan usia kehamilan. Selain itu kejadian prolaps atau keluarnya tali pusar dapat terjadi pada KPD. Hipoplasia paru merupakan komplikasi fatal yang terjadi pada KPD preterm. Semua ibu hamil dengan KPD prematur sebaiknya dievaluasi untuk kemungkinan terjadinya korioamnionitis (radang pada korion dan amnion). yang terjadi pada 10-40% bayi baru lahir.(4) KPD pada kehamilan yang sangat muda dan disertai dengan oligohidramnion yang berkepanjangan menyebabkan terjadinya deformasi janin antara lain : (4) Hipoplasia pulmonal Potter ‘s fascia Deformitas ekstrimitas Komplikasi paling sering terjadi pada KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu adalah sindrom distress pernapasan. Risiko kecacatan dan kematian janin meningkat pada KPD preterm. Kejadiannya mencapai hampir 100% apabila KPD preterm ini terjadi pada usia kehamilan kurang dari 23 minggu.Persalinan preterm. dan Chorioamnionitis histologik 60% pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu. Risiko infeksi meningkat pada kejadian KPD. Chorioamnionitis histologik 70% pada usia kehamilan kurang dari 30 minggu.

(3) 15 . Keluarnya Tali Pusar ( dikutip dari kepustakaan 6 ) X. PROGNOSIS Ditentukan oleh cara penatalaksanaan dan komplikasi-komplikasi yang mungkin timbul serta umur dari kehamilan.Gambar 3.

Liquor Amnii. [Online] 14 december 2009. Ketuban Pecah Dini.Indogamers. [Online] 29 November 2009.Liliaquarium. An anymous. Ketuban Pecah Dini.blogspot. [Online] 17 december 2009.com 10. Garyell.google. An anymous.emedicine.Blogspot. Jakarta : EGC. Wiknjosastro Hanifa. Sinopsis Obstetri jilid 1. [Online] 17 desember 2009. Ketuban Pecah Dini.com 8. Available from: URL:http//www. Ketuban Pecah Dini (KPD).2005.com 16 . Williams Obstetrics 22nd ed. Ketuban Pecah Dini. Available from: URL:http//reproduksium. [Online] 29 November 2009.com 7. An anymous. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. [Cited 2009 September 7]: [7 sreens]. p: 177-181. Premature Rupture of Membran. Mochtar Rustam. 11. [Cited 2006 on November ]: [4 sreens].medscape. Ilmu Kebidanan. Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini pada kehamilan preterm. [Online] 29 November 2009. [Online] 29 November 2009. [4 sreens]. [6 sreens]. Jazayeri Allahyar. [Cited 2008 June 30]: [2 sreens].DAFTAR PUSTAKA 1.com 9. [Online] 9 desember 2009. [Cited 2008 on September 9]: [8 sreens].com 2. Cunningham F.com 5. Widjanarko Bambang. Available from: URL:http//www. Ketuban Pecah Dini. [Cited 2008 on August]: [3 sreens]. Available from: URL:http//www.255-257.conectique. Available from: URL:http//www. Ketuban Pecah Dini. 4.Klik dokter. hal.com 6. Sualman Kamisah. Admin. hal: 73-75. An anymous. McGraw-Hill : Medical Publishing Division. [Cited 2008]: [3 sreens]. Available from: URL:http//www. Available from: URL:http//www. Available from: URL:http//medlinux. 3. 2007.

Available from: URL:http//www.about. James David. 17.com 17 . Elsevier. [Online] 14 desember 2009.com 16.blogspot.12. Premature Rupture of the Fetal Membranes. s : Elsevier. [Cited 2008 on Mei 16]: [4 sreens]. Preterm Premature Rupture of Membranes ( PPROM ) during pregnancy. Available from: URL:http//www.4. [Cited 1998 on march 5]: [8 sreens]. 14. strauss Jerome. Parry Samuel and F. Available from: URL:http//www. Premature Rupture of the Membranes ( PROM ). Obstetrics. Ed. Danielsson. p: 71-73. K. Gilbert Steep Elizabeth. Premature Rupture of Membranes.com 13.. [Online] 17 desember 2009 : [Cited 2009 on January 15]: [3 sreens].journal of medicine. [Online] 29 November 2009. Preterm Premature Rupture of the Membranes ( PPROM ).com 15.2003. An anymous. Available from: URL:http//www. Manual of High Risk Pregnancy Delivery.google. An anymous. [Online] 17 desember 2009: [1 sreens].2005.p: 524-526.

18 .

19 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful