LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Alamat Pekerjaan Status : Tn. Amril Maini : 49 tahun : Perumnas : PNS : Kawin

Tgl Pemeriksaan : 10 Juli 2011 RM : 16 02 42

II. ANAMNESIS Keluhan Utama : bisul di dekat lubang pantat Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke RSUP NTB dengan keluhan terdapat bisul pada daerah sekitar lubang pantat sejak ± 8 tahun yang lalu. Pasien mengaku bisul tersebut hilang timbul, setelah pecah dan mengeluarkan nanah kemudian timbul lagi. Menurut pengakuan pasien, bisul tersebut biasanya pecah setiap selang waktu 1 minggu, berisi nanah (+), darah (-). Saat ini keluhan nyeri disangkal pasien namun keluhan nyeri dirasakan pasien saat bisul belum pecah. Pasien mengatakan tidak ada gangguan saat makan dan minum serta mual-muntah. Pasien mengaku saat BAB (buang air besar) tidak ada gangguan (normal), BAB 1x/hari setiap pagi, sulit/keras saat BAB dan sering mengedan saat BAB disangkal pasien. BAB bercampur darah dan lendir disangkal pasien. Pasien juga mengatakan tidak ada gangguan saat BAK (buang air kecil), pancaran BAK normal, sering terbabangun malam hari untuk BAK disangkal pasien, BAK terputus-putus (-), tidak puas/lampias saat BAK (-), mengedan/sulit saat BAK (-), nyeri saat BAK (-) BAK bercampur darah (-). Riwayat demam (+), batuk batuk lama (-), mencret (-), luka/infeksi pada alat kelamin (-).

ekspresi wajah normal • Mata : . Riwayat Penyakit Keluarga : Pasien mengaku tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang serupa. DM (-).Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mengaku sering mengalami hal yang serupa sebelumnya sejak 8 tahun yang lalu.PEMERIKSAAN FSIK Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : CM/ E4V5M6 TD : 180/90 mmHg N: 84 x/menit R : 20 x/menit T : 36. Riwayat HT (+). Riwayat Alergi : Pasien mengaku tidak mempunyai riwayat alergi pada makanan dan obat-obatan tertentu. Asma (-). III.8 °C Kepala : Normochepali. Riwayat Pengobatan : Pasien mengaku sering berobat ke puskesmas dan diberi antibiotik.

spider nevi (-). palpebra superior-inferior normal. isokor. pembesaran kelenjar (-). reflek pupil +/+ • Hidung : Simetris. massa (-). massa dan fistula (-) pada preaurikular dan retroaurikular. retraksi dinding dada (-). deviasi septum (-).Simetris. seklera ikterus -/-. focal premitus (+) normal. kifosis (-). massa (-). skoliosis (-). massa (-). otorhea (-) Leher Thorax : : • Inspeksi : Simetris. massa (-) • Perkusi : Pulmo : sonor Cor : pekak Batas paru-jantung : Superior dextra : ICS 2 sejajar linea para sternalis dextra Inferior dextra : ICS 4 sejajar linea para sternalis dextra . konjungtiva anemis -/-. epistaksis (-) • Telinga : Simetris. rinorea (-). iktus kordis teraba sejajar linea mid klavikula ICS 4-5 Simetris (-). lordosis (-) • Palpasi : Simetris kanan-kiri.

. nyeri tekan (-). vesica velea tidak teraba. infeksi (-) Sinistra : • Inspeksi : Massa (-). murmur (-) : Vesikuler +/+. pembesaran kelenjar getah bening (-). hepar tidak teraba.Superior sinistra : ICS 2 sejajar linea para sternalis sinistra Inferior sinistra : ICS 5 sejajar linea mid klavikula sinistra • Auskultasi : Cor Pulmo : S1-S2 tunggal. lien tidak teraba. ren (ginjal) tidak teraba. darm countur (-). metallic sound (-). Wheezing -/- Abdomen : • Inspeksi : Distensi (-). regular. darm steifung (-) • Auskultasi : Bising usus (+) normal. Rhonki -/-. • Perkusi : tympani Pelvic-Inguinal : Dextra : massa (-). borborygmus (-). hiperemi (-) • Palpasi : Nyeri tekan (-). • Palpasi : Massa (-). massa (-).

infeksi (-). Perianal : Massa (-). teraba indurasi arah jam 6 dengan jarak 0. pembesaran kelenjar getah bening (-). massa (-). tanda-tanda radang(-). bising arteri renalis dextra-sinistra (-). akral hangat +/+ Axillia : massa (-). mukosa licin.Uro-Genital : Normal. outlet (+). darah (-). akral hangat +/+ Status lokalis : Inspeksi : . fraktur -/-. massa (-). Ekstremitas atas-Axilla : Ekstremitas atas : Edema -/-. luka/infeksi -/-. nyeri (-). massa -/-. massa -/-. Genital : dalam batas normal Anal-Perianal : RT : Tonus sphincter ani adequat. ampula recti tidak kolap.6 cm dari tepi anus. luka/infeksi (-) Ekstremitas bawah : Edema -/-. lukafraktur -/-. ginjal tidak teraba pada palpasi. Abses (-).

Palpasi : RT : Tonus sphincter ani adequat.Tampak outlet pada regio perianal sinistra arah jam 5. teraba indurasi arah jam 6 dengan jarak 0. darah (-). mukosa licin. tanda-tanda radang (-). abses (-). tanda-tanda radang (-). darah (-). Dari pemeriksaan RT didapatkan Tonus sphincter ani adequat. Pemeriksaan Fisik Tampak outlet pada regio perianal sinistra arah jam 5. teraba indurasi arah jam 6 dengan jarak 0. Laki-laki tersebut mengaku bisul tersebut hilang timbul. Terasa nyeri saat bisul belum pecah. ampula recti tidak kolap. Bisul tersebut timbul dan kemudian pecah mengeluarkan nanah dalam selang waktu 1 minggu. abses (-). nyeri (-). massa (-). Anamnesa : Laki-laki 49 tahun mengeluh terdapat bisul pada daerah sekitar lubang pantat sejak ± 8 tahun yang lalu. ampula recti tidak kolap. massa (-). nyeri (-).6 cm dari tepi anus. b. massa (-). massa (-). mukosa licin. RESUME a. .6 cm dari tepi anus.

PENATALAKSANAAN a. Captopril 3x25 mg p. Pro fistulektomi . II V. DIAGNOSIS Fistula Perianal + Hipertensi Gr. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG DL. EUA.o b. VI. Fistulografi.IV.

Rasio antara pria dan wanita adalah 1. yang menggambarkan lebih seringnya penyakit ini pada pria. Fistula ani adalah bentuk kronik dari absess anorektal yang tidak sembuh sehingga membentuk traktus akibat inflamasi1. sehingga kebanyakan fistel mempunyai satu muara di kripta di perbatasan anus dan rectum dan lubang lain di perineum di kulit perianal3. Hampir semua fistel perianal disebabkan oleh perforasi atau penyaliran abses anorektum. atau sering juga disebut fistula perianal merupakan sebuah hubungan yang abnormal antara epitel dari kanalis anal dan epidermis dari kulit perianal.000 populasi. Pendahuluan Fistula ani. Angka prevalensi penyakit ini adalah 8.6 kasus per 100. fistula in ano.000 populasi.TINJAUAN PUSTAKA A. Pada wanita.6 kasus tiap 100.000 populasi.3 dari 100. Prevalensi pada pria adalah 12. berkisar 5. Umur rata-rata penderita fistel ani adalah 38 tahun2. .8:1.

Apabila kripta tidak kembali membuka ke kanalis anal. atau menembus sfingter. antarsfingter. terperangkap juga feces dan bakteri dalam kelenjar. atau morbus crohn. Hipotesis yang paling jelas adalah kriptoglandular. submukosa. Penyumbatan ini juga dapat terjadi setelah trauma. Fistel dapat terletak di subkutis. amubiasis. Bentuknya mungkin lurus. pengeluaran feces yang keras. yang dijelaskan bahwa fistula in ano merupakan absess anorektal tahap akhir yang telah terdrainase dan membentuk traktus. Umumnya sfingter bersifat tunggal.Kadang fistel disebabkan oleh colitis yang disertai proktitis. Kanalis anal mempunyai 6-14 kelenjar kecil yang terproyeksi melalui sfingter internal dan mengalir menuju kripta pada linea dentate. Bersamaan dengan penyumbatan itu. kadang ditemukan yang kompleks3. Kelenjar dapat terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan. maka akan terbentuk abses di . lateral atau posterior. seperti TBC. bengkok atau mirip sepatu kuda. Mungkin fistel terletak anterior. atau proses inflamasi.

3. pada 5% kasus. Transsfingteric : pada 25% kasus.puborektalis dan dapat membentuk satu lubang perforasi atau lebih di sebelah anterior3. melewati internal sfingter ke celah intersfingteric lalu ke perineum. Fistel dengan lubang kripta di sebelah anterior umumnya berbentuk lurus. 2. Intersfingteric : lebih sering terjadi sekitar 70% kasus. melewati internal dan external sfingter ke fossa ischiorectal lalu ke perineum. Abses lama-kelamaan akan menghasilkan jalan keluar dengan meninggalkan fistula2. 4. Klasifikasi fistula perianal menurut Parks dibagi atas2 : 1. .dalam rongga intersfingteric. Suprasfingteric : melalui ruang intersfingteric superior di atas otot puborectalis ke fossa ischiorectalis dan perineum. Extrasfingteric : dari kulit perianal melalui otot-otot levator ani pada dinding rectum tanpa melewati mekanisme sfingter. Fistel dengan lubang yang berasal dari kripta di sebelah dorsal umumnya tidak lurus tetapi bengkok ke depan karena radang dan pus terdorong ke anterior disekitar m.

Gambaran Klinis Gambaran klinis yang sering di jumpai pada pasien perianal absess antara lain4 : • • • • Nyeri Discharge : darah atau kotoran Pruritus ani Gejala systemic bila sudah terinfeksi oleh abses Dari anamnesis biasanya ada riwayat kambuhan abses perianal dengan selang waktu diantaranya.B. Jika fistel agak lurus dapat disonde sampai sonde keluar di . Pada colok dubur umumnya fistel dapat diraba antara telunjuk di anus (bukan di rectum) dan ibu jari di kulit perineum sebagai tali setebal kira-kira 3 mm (colok dubur bidigital). disertai pengeluaran nanah sedikit-sedikit.

tapi jarang digunakan sebagai evaluasi preoperative fistula ani5. USG endoanal dilakukan untuk menentukan hubungan antara traktus primer dengan sfingter anal. atau morbus crohn. . Pemeriksaan Pemeriksaan harus dilengkapi dengan rektoskopi untuk menentukan adanya karsinoma atau proktitis TBC. Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengidentifikasi abses-abses anorektal dengan letak dalam. Pemeriksaan lain yang juga dapat dilakukan adalah CT-Scan. dilakukan dengan kontras intravena dan rektal merupakan metode noninvasive untuk melihat ruang perirectal. hal-hal yang dapat ditemukan pada pemeriksaan adalah4: • • • Bisa melihat bukaan primernya Discharge mungkin bisa dilihat Bisa juga untuk mengeksplorasi fistula sehingga dapat mempertemukan kedua bukaan fistula. untuk menentukan apakah simple fistula atau kompleks dengan perpanjangan. Fistel kronik yang lama sekali dapat mengalami degenerasi maligna menjadi karsinoma planoseluler kulit3. MRI mempunyai resolusi jaringan yang bagus dan kapabilitas multiplanar sehingga sangat akurat dalam mengidentifikasi bukaan internal dan traktus fistula. Fistulografi kadang berguna pada keadaan kompleks3. dan untuk menentukan lokasi bukaan primer5. Penyakit ini biasanya ditemukan di ketiak dan umumnya tidak meluas ke struktur yang lebih dalam.kripta asalnya. D. Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan adalah EUA (Examination Under Anaesthesia). Hal ini membuat MRI menjadi pilihan utama dalam mengidentifikasi fistula yang kompleks5. Diagnosis Banding Hidradenitis supurativa merupakan radang kelenjar keringat apokrin yang biasanya membentuk fistula multiple subkutan yang kadang ditemukan di perineum dan perianal. Fistel perineum jarang menyebabkan gangguan sistemik. C. amuba.

Zagrodnik. 3. Diakses tanggal 12 juli 2011 dari http://emedicine.htm 2. infeksi jamur dan diverticulitis. E. Dianjurkan sedapat mungkin dilakukan fistulotomi artinya fistel dibuka dari lubang asalnya sampai ke lubang kulit. 2005. Wim de jong. atau kulit sudah menutup luka sebelum jaringan granulasi mencapai permukaan3. Buku ajar ilmu bedah. Prognosis Fistel dapat kambuh bila lobang dalam tidak turut dibuka atau dikeluarkan. cabang fistel tidak turut dibuka. 2003. Tatalaksana Pada fistel dapat dilakukan fistulotomi atau fistulektomi. Luka dibiarkan terbuka sehingga menyembuh mulai dari dasar per sekundam intentionem. TBC.proctocure. Dennis F. Patel. Kadang fistula koloperineal disebabkan oleh benda asing atau trauma3. Mukul. Luka biasanya akan sembuh dalam waktu agak singkat.com/article/190234-overview#showall. Fistel proktitis dapat terjadi pada morbus crohn. Daftar Pustaka 1.Sinus pilonidalis terdapat hanya dilipatan sakro-koksigeal dan berasal dari sarang rambut dorsal dari tulang koksigeus atau ujung tulang sacrum3.medscape. amubiasis. Anal fistula (fistula in ano). Kadang dibutuhkan operasi dua tahap untuk menghindari terpotongnya sfingter anus3. F. Fistula in ano. EGC : Jakarta. Diakses tanggal 12 juli 2011 dari http://www. .com/anal_fistula. 2009.

Tonino. Diakses tanggal 12 juli 2011 dari http://www. Diakses tanggal 12 juli 2011 dari http://en.wikipedia. Anal fistula.org/wiki/Anal_fistula 5.com/anal_fistula. 2011. Susanne and Robin Smithuis. Anonym. Rectum-Perianal Fistulas.proctocure.htm#b .4. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful