i Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X

Bahasa I ndonesi a 1
Unt uk SMK/MAK
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X ii
Hak Cipta ada Pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang
Bahasa Indonesia 1
Untuk SMA/MAK Semua Program Kejuruan
Kelas X
Penulis : Mokhamad I r man
Tri Wahyu Prast owo
Nurdin

Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm
410
IRM IRMAN, Mokhamad
b Bahasa Indonesia 1: untuk SMK/MAK Semua Program Keahlian
Kelas X/Mokhamad Irman, Tri Wahyu Prastowo, Nurdin– Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
xii, 258 hlm.: ilus.; 25 cm.
Bibliograf: hlm. 252-253
Indeks: hlm. 257-258
ISBN 979-462-867-0
1. Bahasa Indonesia-Studi dan Pengajaran
II. Judul III. Prastowo Tri Wahyu IV. Nurdin
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
Diperbanyak oleh ...

iii Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya,
Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah
membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada
masyarakat melalui website Jaringan Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah
ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan
dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12
Tahun 2007.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis yang
telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional
untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen
Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak,
dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat
komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga peserta didik
dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri
dapat memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para
peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya.
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran
dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta, Juni 2008
Kepala Pusat Perbukuan
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X iv
PRAKATA
Puji syukur hanya pantas dipersembahkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan
nikmat berupa kemudahan, kelancaran, dan petunjuk-Nya yang diberikan sehingga
penyusun dapat menyelesaikan buku panduan Bahasa Indonesia Kelas X untuk SMK.
Buku ini bagus dan sangat tepat dijadikan buku acuan siswa dan guru dalam
kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan alasan sebagai berikut.
1. Isi buku terbagi atas beberapa bab untuk kelas X dengan mengacu pada standar
kompetensi (SK) yang mengarah pada kemampuan berkomunikasi dengan
Bahasa Indonesia setara tingkat semenjana.
2. Judul setiap bab sama dengan kompetensi dasar (KD) pada silabus, begitu pula
susunannya sehingga dengan menggunakan buku ini guru tidak perlu membolak
balik bab atau halaman untuk menyesuaikan isi buku dengan tuntutan penyajian
yang ada pada silabus.
3. Kompetensi dasar yang harus dicapai pada tingkat semenjana ini berjumlah 12
sama dengan jumlah bab dalam buku ini. Dengan mempelajari seluruh isi buku,
tuntutan materi dan kompetensi yang ada pada silabus sesuai Standar Isi SK dan
KD sudah dapat terpenuhi.
4. Penentuan subjudul pada setiap bab disesuaikan dengan tuntutan dan tahapan
yang ada pada indikator serta materi pembelajaran dalam silabus.
5. Dalam menyajikan uraian pada setiap pokok materi pembelajaran,
penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna disertai
dengan berbagai contoh sehingga diharapkan siswa dapat dengan mudah
memahaminya.
Tercapainya kompetensi dasar yang meliputi keterampilan berbahasa yaitu
menyimak, membaca, berbicara, dan menulis merupakan tujuan pembelajaran Bahasa
Indonesia. Melalui buku ini diharapkan siswa aktif menggali pengetahuan dan
kompetensi berbahasa sesuai tingkat semenjana dengan bimbingan guru.
Akhir kata, penulis menerima saran dan kritik yang membangun untuk
kesempurnaan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita dan siapa saja yang
mencintai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Jakarta, Januari 2008
Penulis
v Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
BA B 1
M ENYIM AK UNTUK M EM AHAM I LAFAL,
TEKANAN, INTO NASI, DAN JEDA YANG LAZIM /
BAKU DAN YANG TIDAK.
1. Judul setiap bab merupakan
kompetensi dasar yang sesuai
silabus.
2. Setiap halaman bab diberikan
pokok penjabaran materi pada
bab tersebut berikut tujuan
pembelajaran yang diharapkan
tercapai setelah pembelajaran.
3. Setiap halaman bab disuguhkan
bacaan yang diharapkan berguna
bagi siswa untuk:
ƒ menambah wawasan penge-
tahuan
ƒ memberikan motivasi positif
ƒ memperkaya pengalaman ba-
tin.
ƒ melatih kemampuan mem-
baca efektif (KEM)
4. Masing-masing subjudul dalam
setiap bab disajikan sesuai taha-
pan indikator atau materi pem-
belajaran pada silabus. Materi
diuraikan secara tuntas dengan
contoh-contoh yang sesuai.
I . Penyaj i an Buku
Buku i ni di saj i kan dengan peri nci an sebagai beri kut :
Cara Penyaj i an dan Penggunaan Buku
Pada Bab ini, kita akan mempelajari unsur-unsur bunyi dan hal-hal yang
berkaitan dengan penggunaannya seperti, lafal, tekanan, intonasi, dan jeda
yang lazim atau baku serta yang tidak. Tujuannya agar kita dapat menunjukan
reaksi kinetik, seperti memperhatikan, mencatat, serta mengomentari lafal,
tekanan, intonasi, dan penggunaan jeda yang lazim/baku dan yang tidak
terhadap wacana yang dibacakan. Di samping itu, dalam bab ini kita juga
akan mempelajari ciri Bahasa Indonesia Baku.
A. Tuj uan Menyi mak
Salah satu keterampilan bahasa ialah menyi mak. Menyimak
menggunakan indera pendengaran, namun bukan berarti saat
mendengar seseorang sudah dikatakan sedang menyimak.
Sesungguhnya proses menyimak tidak sekedar mendengar, tapi
lebih dari itu, yaitu mendengar dengan memusatkan perhatian
kepada objek yang disimak. Proses menyimak merupakan kegiatan
mendengarkan yang disengaja dalam rangka mencapai maksud-
maksud tertentu. Maksud-maksud tersebut misalnya, untuk tujuan
belajar, mengapresiasi sebuah karya, mendapatkan informasi khusus,
memecahkan masalah, atau untuk memahami aspek-aspek sebuah
bahasa.
Kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mempelajari aspek-
aspek bahasa meliputi:
a. Pengenalan dan pemahaman tentang unsur-unsur bunyi dan
hal yang membentuknya seperti alat ucap yang disebut dengan
ilmu fonetik dan fonemik.
b. Proses pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan unsur-
unsur kalimat.
c. Pembagian kosa kata dan hal yang menyangkut makna.
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X vi
5. Tugas kelompok diberikan untuk
dikerjakan secara berkelompok
agar dapat mengolah kompetensi
secara bersama-sama.
6. Tugas mandiri diberikan untuk
mengasah kompetensi secara
individual sesuai materi dan
tujuan pembelajaran.
7. Rangkuman berisi ringkasan
materi dalam setiap bab.
8. Setiap bab diberikan uji
kompetensi dengan model soal
pilihan ganda dan esai, untuk
dapat menguji pemahaman
pembelajaran dalam satu bab.
TUGAS KELOMPOK:
Bentuklah kelompok dengan anggota 5 orang. Satu orang membacakan
cerpen berjudul ”Kesabaran Berbuah Singa” di atas dengan lafal,
tekanan, intonasi, dan jeda yang tepat. Kemudian empat orang lainnya
mencatat lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak baku. Bahaslah
bagaimana bentuk yang bakunya. Setelah selesai bacalah juga bacaan
berjudul ”Apakah Kamu Perokok Pasif?” di halaman depan, lalu catatlah
lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak baku. Bahaslah bagaimana
bentuk yang bakunya.
Untuk melatih cara melafalkan kata dengan
artikulasi yang jelas, bacalah wacana di halaman
awal bab ini dengan artikulasi yang jelas, lalu
mintalah teman sebangku Anda mengoreksinya.
Lakukan bergantian!
TUGAS MANDI RI :
RANGKUMAN
A. Bunyi dan Al at Ucap Manusi a
Artikulasi dapat diartikan dengan bunyi yang dihasilkan oleh
alat ucap manusia. Ilmu yang mempelajari alat ucap manusia
dan tata bunyi yang dihasilkannya disebut f onol ogi . Setiap bunyi
mempunyai ciri khas tersendiri, setiap lambang bunyi tersebut
disimbolkan dengan bentuk huruf dalam bahasa tulis dan fonem
untuk bahasa lisan.
Lambang bunyi dihasilkan karena adanya arus ujaran yang
masuk ke rongga mulut dan mempengaruhi pita suara serta getaran
di sekitarnya yang kemudian menimbulkan efek-efek bunyi. Jika
arus yang keluar tidak mendapatkan hambatan atau rintangan
menimbulkan bunyian yang dikelompokkan menjadi kelompok
vokal, yaitu a, i, u, e, o (berjumlah lima huruf), tapi diucapkan
dengan enam fonem /a/, /i/, /u/, /e/, //, /o/. bentuk ucapan e ada
yang lemah /ə/ dan e lebar atau //. Sedangkan bentuk gabungannya,
disebut dengan diong. Diong adalah gabungan dua vocal yang
menimbulkan bunyi luncuran lain. Contoh diong yaitu: au, ai, oi
yang dibaca (aw), (ay), (oy). Proses bunyi ujar yang dihasilkan karena
arus ujaran yang keluar mendapat hambatan disebut konsonan.
Proses itu terdiri atas :
UJI KOMPETENSI
I . Pi l i hl ah j awaban yang pal i ng tepat dari pernyataan di bawah i ni !
1. Kalimat-kalimat di bawah ini baku, kecual i .....
a. Indonesia adalah negara kesatuan.
b. Hati-hati, jalan berlobang.
c. Hastuti bekerja sebagai seorang apoteker.
d. Para sastrawan Indonesia ikut serta dalam acara tersebut.
e. Gubernur akan mengesahkan peraturan yang baru.
2. Kalimat di bawah ini yang terdapat kata tidak baku adalah .....
a. Para importir sedang menggalakkan komoditas agro industri.
b. Keberhasilan perusahaan itu ditunjang dengan manajemen yang
baik.
I I . Petunj uk Penggunaan Buku
A. Untuk siswa
Agar Anda dapat menggunakan buku ini dengan baik dan mencapai
target hasil pembelajaran yang diharapkan, perhatikanlah dan ikutilah
langkah-langkah berikut.
1. Bacalah judul bab dan pahami penjabaran pokok-pokok materi serta
tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap bab.
2. Bacalah bacaan dan pahami uraian materi pada setiap subjudul.
3. Amatilah contoh-contoh yang disajikan, jika perlu diskusikan dengan
teman sebangku.
vii Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
4. Catatlah hal yang belum dipahami untuk ditanyakan kepada guru.
5. Jika ada istilah atau kata yang belum Anda pahami, carilah di Glosarium
atau di kamus.
6. Kerjakanlah tugas-tugas atau perlatihan untuk lebih menggali potensi
Anda sesuai petunjuk tugas. Hasilnya berikan pada guru, atau ikuti
instruksi yang diberikan guru.
7. Mintalah saran kepada guru untuk menambah bahan dan sarana
pembelajaran dalam rangka memudahkan mengerjakan latihan agar
mencapai hasil yang maksimal.
B. Untuk guru
Selain melihat langkah-langkah pembelajaran di dalam silabus, Anda
diharapkan melakukan hal berikut.
1. Membaca uraian pokok-pokok materi pada setiap bab yang akan
diajarkan dan mendalaminya dengan memperkaya contoh-contoh.
Hal ini mungkin dapat dilakukan dengan mempelajari buku sumber
pembelajaran yang dapat dilihat pada kolom akhir silabus.
2. Menyediakan forum tanya jawab kepada siswa.
3. Menyediakan banyak waktu kepada siswa untuk mengerjakan tugas di
kelas dan membahasnya bersama.
4. Guru dapat mengatur penyajian materi pembelajaran dengan
menggabungkan materi pada beberapa bab yang dianggap berhubungan
atau satu pokok bahasan meskipun posisi bab berjauhan, misalnya:
BA B 1
M ENYIM AK UNTUK M EM AHAM I LAFAL,
TEKANAN, INTO NASI, DAN JEDA YANG LAZIM /
BAKU DAN YANG TIDAK.
Standar
Kompetensi
- Berkomuni kasi dengan bahasaIndonesi asetarati ngkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Menyi mak untuk memahami l afal , tekanan, i ntonasi ,
dan jeda yang l azi m/baku dan yang ti dak.
Indikator
- Reaksi ki neti k (menunjukkan si kap memperhati kan,
mencatat) terhadap l afal , tekanan, i ntonasi ,dan jeda
yang l azi m/baku dan yang ti dak
- Komentar atau ungkapan l i san terhadap l afal , tekanan,
i ntonasi , dan jeda yang l azi m/baku dan yang ti dak
Pada Bab i ni , ki ta akan mempel ajari unsur-unsur bunyi dan hal -hal yang
berkai tan dengan penggunaannya seperti , l afal , tekanan, i ntonasi , dan jeda
yang l azi m atau baku sertayang ti dak. Tujuannyaagar ki tadapat menunjukan
reaksi ki neti k, seperti memperhati kan, mencatat, serta mengomentari l afal ,
tekanan, i ntonasi , dan penggunaan jeda yang l azi m/baku dan yang ti dak
terhadap wacana yang di bacakan. Di sampi ng i tu, dal am bab i ni ki ta juga
akan mempel ajari ci ri Bahasa Indonesi a Baku.

Standar
Kompetensi
- Berkomuni kasi dengan Bahasa Indonesi a Setara
Ti ngkat Semenjana
Kompetensi
Dasar
- Mel afal kan Kata dengan Arti kul asi yang Tepat
Indikator
- Mengucapkan katadengan suarayang jel asdan tekanan
pada suku kata, serta arti kul asi yang tepat/l azi m
- Mel afal kan bahasa Indonesi a baku, termasuk l afal
bahasa daerah yang di bedakan berdasarkan konsep
l afal baku bahasa Indonesi a
Pada Bab ini, kita akan mempelajari bunyi dan alat ucap manusia, bagaimana melafalkan
kata secara baku, serta membedakannya dari lafal bahasa daerah dan melafalkan kata
serapan. Dengan mempelajari materi tersebut kita diharapkan dapat mengucapkan kata
dengan ucapan yang benar, suara yang jelas, tekanan suku kata serta artikulasi yang tepat
danlazim.Kitajugadiharapkanmampu melafalkankatasecarabaku termasuk memperbaiki
pengucapan katayang dipengaruhi oleh bahasadaerah dengan lafal baku yang benar. Kita
jugaharusmampu melafalkan katayang berasal dari bahasaasing.
BA B 5
M ELA FA LKA N KATA
DENG A N A RTIKULA SI YA NG TEPAT

Standar
Kompetensi
- Berkomuni kasi dengan bahasaIndonesi asetarati ngkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Menggunakan kal i mat yang bai k, tepat, dan santun
Indikator
- Mengi denti ękasi kal i mat yang komuni kati f tetapi
ti dak cermat di l i hat dari kai dah bahasa, nal ar, dan
ketersampai an pesan
- Mengi ndenti ękasi kal i mat yang ti dak komuni kati f
tetapi cermat
- Menggunakan kal i mat yang komuni kati f, cermat, dan
santun dal am suatu pembi caraan
Padababini, kitaakanmempelajari syarat-syarat kalimat yangbaik dankomunikatif, bentuk
kalimat yang komunikatif tetapi tidak cermat sertasebaliknya, dan kalimat yang efektif dan
santun. Setelah pembelajaran diharapkan kita dapat memahami dan mengindentiękasi
kalimat yang komunikatif dari segi kaidah bahasa, nalar, dan ketersampaian pesan. Selain
itu, kita juga diharapkan mampu mengindentiękasi kalimat yang komunikatif tapi tidak
cermat, kalimat cermat tetapi tidak komunikatif, serta dapat menggunakan kalimat yang
efektif dan santun.
BA B 7
M ENG G UNA KA N KA LIM AT YA NG BA IK,
TEPAT, DA N SA NTUN

Hal ini dilakukan agar siswa dapat lebih fokus dan memiliki
pemahaman serta penguasaan kompetensi yang komprehensif.

Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X viii
PETA KOMPETENSI
TATARAN SEMENJANA
Menyimak
1.1
Menyimak untuk
memahami lafal,
tekanan, intonasi,
dan jeda yang
lazim/baku
1.2.
Menyimak untuk
memahami
informasi lisan
dalam konteks
bermasyarakat
Membaca Berbicara Menulis
2.3
Memahami perintah
kerja tertulis
1.3
Membaca cepat
untuk memahami
informasi tertulis
dalam konteks
bermasyarakat.
1.4
Memahami
informasi tertulis
dalam berbagai
bentuk teks.
1.5
Melafalkan kata
dengan artikulasi
yang tepat
1.6.
Memilih kata ,
bentuk kata, dan
ungkapan yang tepat
1.7.
Menggunakan
kalimat yang baik,
tepat, dan santun
1.8.
Mengucapkan
kalimat dengan jelas
lancar, bernalar, dan
wajar.
1.12.
Membuat parafrasa
dari teks tertulis
1.9
Menulis dengan
memanfaatkan
kategori/kelas kata
1.10.
Membuat berbagai
teks tertulis dalam
konteks
bermasyarakat
1.11.
Menggunakan
kalimat tanya secara
tertulis sesuai
dengan situasi
komunikasi
ix Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
DAFTAR I SI
KATA SAMBUTAN ....................................................................................... iii
PRAKATA ....................................................................................................... iv
CARA PENYAJIAN DAN PENGGUNAAN BUKU .................................. v
PETA KOMPETENSI ...................................................................................... viii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ix
BAB I MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL, TEKANAN,
INTONASI, DAN JEDA YANG LAZIM/BAKU
DAN YANG TIDAK. ............................................................................... 1
A. Tujuan Menyimak ................................................................... 4
B. Pemahaman terhadap Lafal, Tekanan, Intonasi dan Jeda ....... 5
C. Ciri Bahasa Indonesia Baku ................................................... 10
UJI KOMPETENSI ........................................................................... 13
BAB II MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI INFORMASI LISAN
DALAM KONTEKS BERMASYRAKAT. ..................................... 19
A. Memahami Sumber Informasi ................................................ 21
B. Jenis Informasi .......................................................................... 23
C. Ragam Bahasa ........................................................................... 25
D. Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil..................... 28
UJI KOMPETENSI ........................................................................... 31

BAB III MEMBACA CEPAT UNTUK MEMAHAMI INFORMASI
TERTULIS DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT ................ 37
A. Membaca Cepat Pemahaman ................................................. 40
B. Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap
(Ski mmi ng) dan Membaca Memindai (Scani ng) ................... 44
C. Teknik Membuat Catatan ........................................................ 51
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X x
D. Teknik Menyusun Bagian ........................................................ 52
E. Menafsirkan Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan Idiomatik ..... 53
UJI KOMPETENSI ........................................................................... 59
BAB IV MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS DALAM
BERBAGAI BENTUK TEKS. .......................................................... 65
A. Mengindentifikasi Sumber Informasi dengan Teknik
Membaca Cepat ........................................................................ 68
B. Mengindentifikasi Jenis Teks Tertulis .................................... 72
C. Teknik Membuat Catatan ........................................................ 73
D. Ciri Penanda Masalah, Gaya Tulisan, Fakta, Opini,
Proses, dan Hasil yang Terdapat dalam Teks ................... 75
E. Membaca Grafik, Tabel, dan Bentuk Informasi
Nonverbal Lainnya ................................................................... 78
F. Membuat Simpulan .................................................................. 81
UJI KOMPETENSI ........................................................................... 84
BAB V MELAFALKAN KATA DENGAN ARTIKULASI YANG TEPAT ... 89
A. Bunyi dan Alat Ucap Manusia ............................................... 93
B. Melafalkan Kata Secara Baku dan Membedakannya
dengan Lafal Daerah ................................................................ 97
C. Pelafalan Kata Serapan ............................................................ 98
UJI KOMPETENSI ........................................................................... 101
BAB VI MEMILIH KATA, BENTUK KATA, DAN UNGKAPAN
YANG TEPAT ................................................................................... 107
A. Pilihan Kata dan Bentukan Kata dalam Kaitannya dengan
Konteks atau Topik Pembicaraan ........................................... 110
B. Memanfaatkan Kata Bersinonim untuk Menghindari Kata
yang Sama dalam Satu Kalimat/Paragraf ............................. 112
C. Makna Leksikal, Makna Kontekstual (Situasional), Makna
Struktural, dan Metaforis ........................................................ 113
xi Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
D. Majas dan Peribahasa .............................................................. 114
E. Pilihan Kata dalam Laras Bahasa. .......................................... 117
UJI KOMPETENSI ........................................................................... 119
TES SEMESTER GANJIL ................................................................. 125
BAB VII. MENGGUNAKAN KALIMAT YANG BAIK TEPAT DAN
SANTUN .......................................................................................... 135
A. Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif ........... 137
B. Kalimat yang Komunikatif, tetapi Tidak Cermat .............. 140
C. Kalimat yang Cermat, tetapi Tidak Komunikatif ............... 143
D. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun ............... 146
UJI KOMPETENSI .......................................................................... 149
BAB VIII MENGUCAPKAN KALIMAT DENGAN JELAS, LANCAR,
BERNALAR, DAN WAJAR .......................................................... 155
A. Tekanan, Intonasi, Nada, Irama, dan Jeda ........................... 157
B. Membaca Indah ....................................................................... 160
C. Membaca Teks Pengumuman ................................................ 162
UJI KOMPETENSI .......................................................................... 165
BAB IX MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN
KATEGORI/KELAS KATA ........................................................... 169
A. Kelas Kata ................................................................................. 172
B. Frasa dan Macamnya ............................................................... 181
C. Memanfaatkan Kelas Kata dalam Perincian pada Kalimat 182
UJI KOMPETENSI .......................................................................... 185
BAB X MEMBUAT BERBAGAI TEKS TERTULIS DALAM
KONTEKS BERMASYARAKAT .................................................. 191

Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X xii
A. Perencanaan Membuat Karangan ............................................... 193
B. Pola Pengembangan Karangan .............................................. 196
C. Menulis Berbagai Jenis Karangan ......................................... 198
UJI KOMPETENSI ......................................................................... 203
BAB XI MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA SECARA TERTULIS
SESUAI DENGAN SITUASI KOMUNIKASI ............................ 211
A. Kalimat Tanya .......................................................................... 215
B. Macam-Macam Kalimat Tanya .............................................. 216
UJI KOMPETENSI .......................................................................... 221
BAB XII MEMBUAT PARAFRASA DARI TEKS TERTULIS ................... 227
A. Memahami Parafrasa .............................................................. 230
B. Cara Memparafrasa Wacana .................................................. 231
UJI KOMPETENSI ......................................................................................... 236
TES SEMESTER GENAP ................................................................................ 242
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 252
GLOSARIUM ................................................................................................. 254
INDEKS ..................................................................................................... 257
1 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
BAB 1
MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL,
TEKANAN, INTONASI, DAN JEDA YANG LAZIM/
BAKU DAN YANG TIDAK
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Menyimak untuk memahami lafal, tekanan, intonasi,
dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak.
Indikator
- Reaksi kinetik (menunjukkan sikap memerhatikan,
mencatat) terhadap lafal, tekanan, intonasi, dan jeda
yang lazim/baku dan yang tidak
- Komentar atau ungkapan lisan terhadap lafal, tekanan,
intonasi, dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak
Pada Bab ini, kita akan mempelajari unsur-unsur bunyi dan hal-hal yang
berkaitan dengan penggunaannya seperti, lafal, tekanan, intonasi, dan jeda
yang lazim atau baku serta yang tidak. Tujuannya agar kita dapat menunjukan
reaksi kinetik, seperti memerhatikan, mencatat, serta mengomentari lafal,
tekanan, intonasi, dan penggunaan jeda yang lazim/baku dan yang tidak
terhadap wacana yang dibacakan. Di samping itu, dalam bab ini kita juga
akan mempelajari ciri bahasa Indonesia baku.
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 2
Wacana
Apakah Kamu Perokok Pasif?
Ayu, teman Sinta, menyalakan rokok setiap ia mendapatkan kesempatan.
Ayu melakukannya ketika ia sedang berkumpul bersama teman-temannya
pada Jumat malam di sebuah restoran pizza sebelum menonton bareng
acara sepak bola mania. Padahal Ayu juga mengajak serta adik laki-laki
Sinta.
Melihat kelakuan Ayu, Sinta merasa khawatir terhadap kebiasaan
temannya itu. Kebiasaan merokok yang dilakukan Ayu akan memberi
dampak kesehatan bagi teman-temannya dan juga dirinya sendiri. Sinta
tak yakin Ayu menyadari bahwa kebiasaannya itu bisa sangat berpengaruh
serius pada kesehatan orang di sekitarnya.
Setiap orang memahami bahwa merokok adalah suatu hal yang
merugikan. Begitu pula dirimu mungkin sudah mendengar bahwa
menghirup asap yang dikeluarkan oleh orang yang merokok sangat
berbahaya bagi kesehatanmu.
Asap yang dihasilkan oleh rokok atau asap sekunder, terdiri atas dua
jenis. Pertama, asap yang dikeluarkan oleh para perokok disebut asap
mainstream. Kedua, asap yang mengalir dari batang rokok atau pipa rokok
disebut asap sidestream. Kedua asap itu mengandung ribuan senyawa
kimia, mulai dari amonia, arsenik, sampai hidrogen sianid. Kebanyakan
dari senyawa yang terkandung dalam asap rokok telah terbukti sebagai
racun atau sebagai penyebab kanker yang disebut karsinogen.
Beberapa senyawa kimia yang ditemukan dalam asap sekunder
berbentuk konsentrasi tinggi. Asap ini ternyata secara signifkan
meningkatkan risiko individu terjangkit :
1. Infeksi pernapasan (seperti bronkritis dan pneuminia).
2. Asma (asap sekunder adalah faktor yang membawa risiko asma dan
dapat memicu serangan pada individu yang telah menderita asma
sebelumnya).
3. Batuk, radang tenggorokan, bersin, dan napas tersendat-sendat.
4. Kanker.
5. Sakit jantung.
J 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
Jadi, asap sekunder tidak hanya memberi dampak terhadap individu di
masa datang, tapi juga dapat menjadi masalah di saat ini, seperti memberi
dampak pada performa orang dalam berolahraga atau dapat memengaruhi
kekuatan fsik individu yang aktif berolahraga.
Memahami kemungkinan-kemungkinan menghirup asap sekunder
tersebut, apa yang dapat kamu lakukan? Apalagi kamu mengetahui siapa
saja yang biasa merokok. Mungkin saja yang melakukan adalah kakekmu
atau laki-laki yang biasa kamu ajak jalan atau teman kerja. Yang jelas, dirimu
merokok atau dirimu sering berada di sekitar orang yang merokok, kamu
harus memahami bahwa menghirup asap tembakau rokok tidak baik untuk
kesehatan. Meskipun hanya dalam waktu singkat atau sesaat saja, deraan
asap itu berdampak langsung tanpa hambatan bagi tubuh kamu.
Jika kamu merokok, cobalah untuk berhenti. Berhenti merokok
bukanlah hal yang mudah karena merokok sifatnya sangat candu. Tapi,
sekarang ini sudah banyak program dan orang yang bisa membantu kamu
untuk memulai sesuatu yang berani, yaitu menjadi orang yang bebas dari
rokok.
Pertimbangankanlah keuntungan-keuntungan yang akan kamu
peroleh, seperti kamu akan terlihat, merasa, dan beraroma tubuh lebih
baik. Di samping itu, tentu saja tanpa keraguan kamu akan mempunyai
uang lebih banyak untuk ditabung atau untuk sekadar jalan-jalan sambil
menunjukkan kepada lingkungan bahwa kamu adalah orang yang baru,
yang sehat! Mungkin saja dengan mengetahui bahwa kamu melindungi
orang-orang di sekitarmu yang kamu cintai dengan berhenti merokok, bisa
membantumu memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menendang jauh
kebiasaan burukmu itu.
Jika kamu tidak merokok, cobalah dua tindakan berikut.
1. Ajaklah keluar semua perokok jauh dari orang lain, terutama
anak-anak dan wanita yang sedang hamil. Asap rokok akan terus
berputar di udara meski beberapa jam setelah rokok dimatikan.
Hal ini berarti bila seorang perokok mengisap rokoknya dalam
ruangan, orang lain yang ada dalam ruangan tersebut juga ikut
menghirupnya. Karena asap dapat melekat pada orang dan juga
pakaian, saat perokok kembali ke dalam ruangan, ia diharuskan
mencuci tangan dan mengganti pakaiannya, terutama sebelum
memegang atau memeluk anak-anak.
2. Jangan pernah membiarkan orang yang bersamamu di dalam mobil
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 4
merokok. Meskipun membiarkan rokok diarahkan keluar jendela
dan mengeluarkan asapnya ke luar, tetap berpengaruh kecil.
Sudah terbukti bahwa perokok pasif sangat membahayakan diri.
Jadi, diharapkan para perokok bisa berniat untuk mengambil langkah
sederhana, yaitu memilih tempat khusus untuk menyalakan rokoknya.
Selain itu, orang yang tak merokok pun harus memiliki pilihan, yaitu bisa
menjauh dari orang yang merokok di sekitarnya baik di rumah, sekolah,
dan restoran. Peraturan baru tentang aktivitas merokok di tempat umum
harus segera diterapkan sehingga orang yang tidak merokok lebih mudah
untuk menikmati udara bebas rokok selama hidup.
(Dikutip dari sebuah tulisan diRepublika,28 Oktober
2007, dengan beberapa perubahan)
A.Tujuan Menyimak
Salah satu keterampilan bahasa ialah menyimak. Menyimak
menggunakan indra pendengaran, namun bukan berarti saat mendengar
seseorang sudah dikatakan sedang menyimak. Sesungguhnya proses
menyimak tidak sekadar mendengar, tetapi lebih dari itu, yaitu mendengar
dengan memusatkan perhatian kepada objek yang disimak. Proses
menyimak merupakan kegiatan mendengarkan yang disengaja dalam
rangka mencapai maksud-maksud tertentu. Maksud-maksud tersebut
misalnya, untuk tujuan belajar, mengapresiasi sebuah karya, mendapatkan
informasi khusus, memecahkan masalah, atau untuk memahami aspek-
aspek sebuah bahasa.
Kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mempelajari aspek-aspek
bahasa meliputi hal-hal berikut.
a. Pengenalan dan pemahaman tentang unsur-unsur bunyi dan hal yang
membentuknya seperti alat ucap yang disebut dengan ilmu fonetik dan
fonemik.
b. Proses pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan unsur-unsur
kalimat.
c. Pembagian kosakata dan hal yang menyangkut makna.
5 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
d. Makna kata berdasarkan situasi dan konteks pemakaiannya.
e. Makna budaya yang tercakup dan tersirat dalam suatu pesan, dan
sebagainya.
B. Pemahaman terhadap Lafal, Tekanan, Intonasi, dan
Jeda
Unsur bahasa yang terkecil berupa lambang bunyi ujaran disebut
fonem. Ilmu yang mempelajari fonem disebut fonologi atau fonemik. Fonem
dihasilkan oleh alat ucap manusia yang dikenal dengan artikulasi. Dalam
bentuk tertulisnya disebut huruf. Lambang-lambang ujaran ini di dalam
bahasa Indonesia terbagi dua, yaitu vokal dan konsonan. Cara mengucapkan
lambang-lambang bunyi ini disebut dengan lafal. Jadi lafal adalah cara
seseorang atau sekelompok penutur bahasa dalam mengucapkan lambang-
lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucapnya.
Fonem vokal di dalam bahasa Indonesia secara umum dilafalkan
menjadi delapan bunyi ujaran walaupun penulisannya hanya lima ( a, i , u,
e, o ). Misalnya,
fonem / a / dilafalkan [ a ]
fonem / i / dilafalkan [ i ]
fonem / u / dilafalkan [u ]
fonem / e / dilafalkan tiga bunyi yaitu: [ e ] , [ ə ] atau e lemah, dan [ε]
atau e lebar.
Contoh pemakaian katanya;
lafal [ e ] pada kata < sate >
lafal [ə ] pada kata < pəsan >
lafal [ε ] pada kata < n ε n ε k >
fonem / o / terdiri atas lafal [ o ] biasa dan lafal [ ] atau o bundar.
Contoh pemakaian katanya:
lafal [ o ] pada kata [ orang ]
lafal [ ] pada kata [ p h n ], saat mengucapkannya bibir lebih maju
dan bundar.
Variasi lafal fonerm / e / dan / o / ini memang tak begitu dirasakan,
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 6
cenderung tersamar karena pengucapannya tidak mengubah arti kecuali
pada kata-kata tertentu yang termasuk jenis homonim.
Tidak ada pedoman khusus yang mengatur ucapan atau lafal ini seperti
bagaimana diaturnya sistem tata tulis atau ejaan dalam Pedoman Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD) yang harus dipatuhi setiap pemakai bahasa tulis
bahasa Indonesia sebagai ukuran bakunya. Lafal sering dipengaruhi oleh
bahasa daerah mengingat pemakai bahasa Indonesia terdiri atas berbagai
suku bangsa yang memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Bahasa
daerah ini merupakan bahasa Ibu yang sulit untuk dihilangkan sehingga
saat menggunakan bahasa Indonesia sering dalam pengucapan diwarnai
oleh unsur bahasa daerahnya. Contoh: kata <apa> diucapkan oleh orang
Betawi menjadi <ape>, <p h n> diucapkan <pu’un>. Pada bahasa Tapanuli
(Batak), pengucapan e umumnya menjadi ε, seperti kata <benar> menjadi
<bεnar>, atau pada bahasa daerah Bali dan Aceh pengucapan huruf t dan d
terasa kental sekali, misalnya ucapan kata teman seperti terdengar deman,
di Jawa khusunya daerah Jawa Tengah pengucapan huruf b sering diiringi
dengan bunyi /m / misalnya, <Bali> menjadi [mBali], <besok> menjadi
{mbesok] dan sebagainya.
Selain itu pelafalan kata juga dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari yang
tidak baku. Perhatikan contoh di bawah ini.
telur -------- telor
kursi -------- korsi
lubang -------- lobang
kantung -------- kant ng
senin -------- sənεn
rabu -------- reb
kamis -------- kemis
kerbau -------- kebo, dan lain sebagainya.
Menurut EYD, huruf vokal dan konsonan didafarkan dalam urutan
abjad, dari a sampai z dengan lafal atau pengucapannya. Secara umum
setiap pelajar dapat melafalkan abjad dengan benar, namun ada pelafalan
beberapa huruf yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena sering
dipengaruhi oleh lafal bahasa asing atau bahasa Inggris.
7 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
Contoh:
-- huruf c dilafalkan ce bukan se,
-- huruf g dilafalkan ge bukan ji
-- huruf q dilafalkan ki bukan kyu
-- huruf v dilafalkan fe bukan f
-- huruf x dilafalkan eks bukan ek
-- huruf y dilafalkan ye bukan ey

Jadi : Pengucapan MTQ adalah [em te ki] bukan [em te kyu]
Pengucapan TV adalah [te fe] bukan [ti f]
Pengucapan exit adalah [eksit] bukan [ekit]
Dalam bahasa Indonesia ada gabungan vokal yang diikuti oleh bunyi
konsonan w atau y yang disebut dengan difong.
Contoh:
1. Gabungan vokal /ai/ menimbulkan bunyi konsonan luncuran [ay]
pada kata:
- sungai menjadi sungay
- gulai menjadi gulay
- pantai menjadi pantay
2. Gabungan vokal /au/ menimbulkan bunyi konsonan luncuran
[aw] pada kata:
- harimau menjadi harimaw
- limau menjadi limaw
- kalau menjadi kalaw
3. Gabungan vokal / oi / menimbulkan bunyi konsonan luncuran
[oy] pada kata:
- koboi menjadi koboy
- amboi menjadi amboy
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 8
- sepoi menjadi sepoy
Tetapi, ada kata-kata yang menggunakan unsur gabungan tersebut di
atas tetap dibaca sesuai lafal kedua vokalnya.
Contoh: - dinamai tetap dibaca [dinamai]
- bermain tetap dibaca [bermain]
- mau tetap dibaca [mau]
- daun tetap dibaca [daun]
- koin tetap dibaca [koin]
- heroin tetap dibaca [heroin]
Ada juga dalam tata bahasa Indonesia, gabungan konsonan yang
dilafalkan dengan satu bunyi, seperti fonem /kh/, / sy/, ny/, /ng/ dan /nk/.
Meskipun ditulis dengan dua huruf, tetapi dilafalkan satu bunyi, contoh:
khusus,syarat,nyanyi,hangus,bank.
Lafal dan fonem merupakan unsur segmental di dalam bahasa Indonesia.
Selain unsur ini, ada pula unsur lain yang fungsinya berkaitan dengan unsur
suprasegmental, yaitu tekanan, intonasi, dan jeda. Tekanan adalah gejala
yang ditimbulkan akibat adanya pengkhususan dalam pelafalan sebuah
suku kata atau kata. Tekanan adalah bentuk tinggi rendahnya, panjang
pendeknya, atau keras lembutnya suara atau pengucapan. Biasanya kata
yang mengalami tekanan tertentu adalah kata yang dipentingkan.
Tekanan dalam bahasa Indonesia tidak mengubah makna seperti
pada bahasa Batak Toba /bóntar/ artinya putih, dan /bentár/ artinya darah.
Tekanan hanya menunjukkan sesuatu kata atau frasa yang ditonjolkan atau
dipentingkan agar mendapat pemahaman secara khusus bagi pendengar.
Tekanan tertentu pada sebuah kata atau frasa menguatkan maksud
pembicara. Biasanya tekanan didukung oleh ekspresi atau mimik wajah
sebagai bagian dari ciri bahasa lisan.
Contoh penggunaan pola tekanan:
1. Adi membeli novel di toko buku.
(yang membeli novel Adi, bukan orang lain)
2. Adi membeli novel di toko buku.
(Adi membeli novel, bukan membaca)
3. Adi membeli novel di toko buku.
9 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
(yang dibeli Adi novel bukan alat tulis)
4. Adi membeli novel di toko buku.
(Adi membeli novel di toko buku bukan di pasar)
Ciri suprasegmental lainnya adalah intonasi. Intonasi ialah tinggi
rendahnya nada dalam pelafalan kalimat. Intonasi lazim dinyatakan dengan
angka (1,2,3,4). Angka 1 melambangkan titinada paling rendah, sedangkan
angka 4 melambangkan titinada paling tinggi. Penggunaan intonasi
menandakan suasana hati penuturnya. Dalam keadaan marah seseorang
sering menyatakan sesuatu dengan intonasi menaik dan meninggi,
sedangkan suasana sedih cenderung berintonasi menurun. Intonasi juga
dapat menandakan ciri-ciri sebuah kalimat. Kalimat yang diucapkan
dengan intonasi akhir menurun biasanya bersifat pernyataan, sedangkan
yang diakhiri dengan intonasi menaik umumnya berupa kalimat tanya.
Contoh:
- Mereka sudah pergi.
- Mereka sudah pergi? Kapan?

Berbicara tentang intonasi berarti berbicara juga tentang jeda. Jeda adalah
penghentian atau kesenyapan. Jeda juga berhubungan dengan intonasi,
penggunaan intonasi yang baik dapat ditentukan pula oleh penjedaan
kalimat yang tepat. Untuk kalimat panjang penempatan jeda dalam
pengucapan menentukan ketersampaian pesan. Dengan jeda yang tepat
pendengar dapat memahami pokok-pokok isi kalimat yang diungkapkan.
Penggunaan jeda yang tidak baik membuat kalimat terasa janggal dan tidak
dapat dipahami. Dalam bahasa lisan, jeda ditandai dengan kesenyapan.
Pada bahasa tulis jeda ditandai dengan spasi atau dilambangkan dengan
garis miring [/], tanda koma [,], tanda titik koma [;], tanda titik dua [:], tanda
hubung [-], atau tanda pisah [--]. Jeda juga dapat memengaruhi pengertian
atau makna kalimat. Perhatikan contoh di bawah ini.
Menurut pemeriksaan dokter Joko Susanto memang sakit
Kalimat ini dapat mengandung pengertian yang berbeda jika jedanya
berubah. Misalnya,
a. Menurut pemeriksaan / dokter Joko Susanto / memang sakit.
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 10
(yang sakit dokter Joko Susanto)
b. Menurut pemeriksaan dokter / Joko Susanto / memang sakit.
(yang memeriksa dokter dan yang sakit ialah Joko Susanto)
c. Menurut pemeriksaan dokter Joko/ Susanto/ memang sakit.
(yang memeriksa bernama dokter Joko, yang sakit Susanto)
C. Ciri Bahasa Indonesia Baku
Bahasa baku adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indo-
nesia yang berlaku. Pedoman yang digunakan adalah Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), Pedoman Pembentukan Istilah,
danTataBahasaBakuBahasaIndonesia. Bahasa yang tidak mengikuti kaidah-
kaidah bahasa Indonesia disebut bahasa tidak baku.
Fungsi bahasa baku ialah sebagai pemersatu, pemberi kekhasan,
pembawa kewibawaan, dan kerangka acuan. Ciri-ciri ragam bahasa baku,
yaitu, sebagai berikut.
1. Digunakan dalam situasi formal, wacana teknis, dan forum-forum
resmi seperti seminar atau rapat.
2. Memiliki kemantapan dinamis artinya kaidah dan aturannya tetap dan
tidak dapat berubah.
3. Bersifat kecendekiaan, artinya wujud dalam kalimat, paragraf, dan
satuan bahasa yang lain mengungkapkan penalaran yang teratur.
4. Memiliki keseragaman kaidah, artinya kebakuan bahasa bukan penya-
maan ragam bahasa, melainkan kesamaan kaidah.
5. Dari segi pelafalan, tidak memperlihatkan unsur kedaerahan atau
asing.
11 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
A. Tujuan Menyimak
Menyimak adalah keterampilan mendengarkan sesuatu dengan
sengaja untuk tujuan tertentu.
B. Pemahaman terhadap Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda
Lafal adalah cara seseorang atau sekelompok penutur bahasa
mengucapkan bunyi-bunyi bahasa, secara umum fonem vokal
dalam bahasa Indonesia dilafalkan menjadi delapan bunyi ujaran,
walaupun penulisannya hanya lima. Delapan bunyi ujaran itu
adalah (a, i, u, e, ə, ε, o, )
Tekanan adalah panjang-pendek, tinggi-rendah, atau keras lembutnya
pengucapan.
Intonasi ialah tinggi rendahnya nada dalam pelafalan kalimat.
Jeda adalah penghentian atau kesenyapan yang secara tertulis
ditandai oleh spasi, garis miring (/), tanda koma (,), tanda titik koma
(;), tanda titik dua(:), tanda hubung (-), tanda pisah (–).
C. Ciri Bahasa Indonesia Baku
Ciri bahasa Indonesia baku adalah formal, dinamis, cendekia,
memiliki kesamaan kaidah, dan pelafalan yang tidak mencerminkan
kedaerahan atau asing.
RANGKUMAN
Bacalah cerpen di bawah ini!
Kesabaran Berbuah Singa
Dalam kitab al–Kabair, Imam adz–Dzahabi meriwayatkan kisah
orang shalih yang memiliki saudara. Suatu saat ketika ia berkunjung, ia
disambut istri saudaranya itu dengan kasar dan tidak sopan.
Tak lama kemudian, orang yang ditunggu–tunggu datang sambil
menuntun seekor singa yang di atas punggungnya terdapat seikat kayu
bakar.
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 12
Kemudian, ia mempersilakan tamunya masuk sedangkan istrinya
masih terus mengomel. Setelah makan, tamunya itu pamit pulang dengan
penuh heran atas kesabaran saudaranya pada perlakuan istrinya.
Tahun berikutnya ia berkunjung lagi. Ketika mengetuk rumah
saudaranya, dari dalam terdengar suara istri saudaranya, “Siapa di luar?”
Ia menjawab, “Saya saudara suamimu.” Wanita itu berkata lagi, “ Selamat
datang, harap menunggu sebentar, Insya Allah ia akan datang dengan
selamat.” Orang itu kagum pada tutur kata istri saudaranya yang lembut
dan sopan itu. Tak lama kemudian, saudaranya datang sambil memikul
kayu bakar. Bertambah heranlah ia melihat kejadian itu.
Setelah mengucapkan salam, pemilik rumah mempersilakan
tamunya. Tak lama kemudian, istri saudaranya itu menghidangkan
makanan dengan sopan.
Ketika akan pulang, ia berkata pada saudaranya, “ Wahai saudaraku,
jawab dengan jujur. Setahun lalu ketika aku mengunjungimu, kudengar
kata – kata istrimu yang kasar. Lalu aku melihatmu datang dengan
seekor singa yang selalu menuruti perintahmu membawakan kayu bakar.
Sedang kini kulihat tutur kata istrimu yang sopan, namun aku melihatmu
membawa kayu bakar sendirian.”
Saudaranya menjawab, “ Wahai saudaraku, istriku yang cerewet itu
telah wafat. Dulu ketika kami hidup bersama, aku selalu bersabar dan
memaafan segala perilakunya yang buruk padaku. Karena itulah Allah
menjinakkan seekor singa agar membantuku membawa kayu bakar.
Setelah menikah dengan istri keduaku yang salihah, aku hidup bahagia
dan singa itu meninggalkanku.”
(Dikutip dari MajalahSabili,
September 2005)
1J 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
TUGAS KELOMPOK:
Bentuklah kelompok dengan anggota 5 orang. Satu orang membacakan
cerpen berjudul ”Kesabaran Berbuah Singa” di atas dengan lafal, tekanan,
intonasi, dan jeda yang tepat. Kemudian, empat orang lainnya mencatat
lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak baku. Bahaslah bagaimana
bentuk yang bakunya. Setelah selesai, bacalah juga bacaan berjudul
”Apakah Kamu Perokok Pasif?” di halaman depan, lalu catatlah lafal,
tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak baku. Bahaslah bagaimana bentuk
yang bakunya.


UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Menurut para ahli, tujuan menyimak adalah berikut ini, kecuali
a. memahami informasi
b. memahami unsur bahasa
c. memecahkan masalah
d. melatih pendengaran
e. mengevaluasi pekerjaan
2. Pengertian menyimak adalah
a. mendengarkan informasi atau pesan secara tertulis maupun lisan
b. menginterpretasi informasi
c. memahami perubahan bunyi dan pola tekanan
d. mendengarkan dengan aktif dan penuh perhatian supaya dapat
memahami isi dari semua informasi
e. mengapresiasikan informasi yang disampaikan
3. Ilmu bahasa yang membahas mengenai unsur-unsur bahasa yang
berhubungan dengan bunyi dan pengucapan disebut
a. lafal
b unsur segmental dan suprasegmental
c. intonasi
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 14
d. konteks
e. lambang bahasa
4. Unsur segmental yang terkecil berhubungan dengan bunyi ujaran
adalah
a. prosa
b. artikulasi
c. morfem
d. fonem
e. huruf
5. Di bawah ini yang bukan unsur-unsur suprasegmental adalah
a. tekanan
b. jeda
c. intonasi
d. lafal
e. konsep
6. Ilmu yang mempelajari tata bunyi dan alat ucapnya disebut
a. morfologi
b. fonologi
c. fonemik
d. fonetik
e. morfofonemik
7. Cara dan kebiasan seseorang atau kelompok masyarakat dalam
mengucapkan bunyi atau lambang bahasa disebut
a. kata
b. lafal
c. tekanan
d. intonasi
e. fonem
8. Yang merupakan unsur segmental di bawah ini, kecuali
a. tekanan
15 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
b. intonasi
c. lafal
d. a dan b
e. a, b, dan c
9. Variasi lafal fonem yang tidak membedakan arti disebut
a. alofon
b. alomorf
c. rima
d. intonasi
e. jeda
10. Penonjolan suku kata yang dilakukan dengan cara memperpanjang
pengucapannya, meninggikan nada, atau memperbesar tenaga dalam
ucapan dinamakan
a. irama
b. tekanan
c. nada
d. jeda
e. intonasi
11. Menandai batasan ujaran juga membantu memahami ketepatan pesan
atau informasi serta membantu pengambilan napas bagi pembicara
ialah fungsi dari
a. tekanan
b. jeda
c. fonem
d. irama
e. lafal
12. Gabungan vokal yang diikuti oleh bunyi konsonan luncuran / w / atau
/ y / disebut
a. difong
b. prosa
c. irama
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 16
d. jeda
e. tekanan
13. Kata-kata yang menggunakan difong di bawah ini, yaitu kata
a. mau
b. risau
c. namai
d. pantai
e. memuai
14. Huruf e yang diucapkan lemah terdapat pada kata
a. bebek
b. karpet
c. perang
d. nenek
e. berkotek
15. Huruf e yang diucapkan terbuka terdapat pada kata
a. pedas
b. terang
c. teliti
d. teman
e. peta
16. Di bawah ini, kata yang tidak mengandung difong / au / ialah
a. harimau
b. menghimbau
c. kalau
d. walau
e. mau
17. Menggunakan bahasa baku dalam keadaan atau situasi di bawah ini,
kecuali
a. formal
b. seminar
17 8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X
c. pertemuan ilmiah
d. pergaulan
e. resmi
18. Kalimat yang tidak menggunakan kosakata baku di bawah ini, yaitu
a. Pemerintah akan menggalakkan kebersihan lingkungan.
b. Siswa-siswi SMK PELITA akan mengadakan wisata ke Anyer.
c. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan menghakpatenkan
semua hasil penelitian ini.
d. Hadirin dipersilakan berdiri!
e. Dia sudah dikasih uang oleh orang tuanya.
19. Contoh fonem vokal yang berbeda arti, adalah
a. mantel–mental
b. perang--parang
c. ari–sari
d. makin--mangkin
e. tema–tamu
20. Di bawah ini adalah kalimat yang tidak sesuai dengan lafal baku,
kecuali
a. Paman jalan-jalan ke Ragunan, kemaren.
b. Kami haturkan terima kasih banyak atas bantuannya.
c. Dian setiap pagi sarapan dengan nasi goreng.
d. Silahken tunggu sebentar.
e. Awas, hati-hati ada lobang!
II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Apa yang dimaksud dengan menyimak?
2. Sebutkan 4 hal yang menjadi tujuan mengenal unsur-unsur bahasa
dalam menyimak!
3. Apa yang dimaksud dengan lafal?
4. Apa yang dimaksud dengan difong? Contohnya?
5. Buatlah kalimat dengan gabungan vokal yang bukan difong!
8ahasa ÌndonesIa S|K/|AK Setara TIngkat Semenjana Kelas X 18
6. Apa yang dimaksud dengan tekanan?
7. Buatlah kalimat yang menggunakan kata dengan lafal tidak baku
sebanyak 2 buah!
8. Buatlah kalimat dengan menggunakan difong /ai/ 3 kalimat?
9. Sebutkan ciri-ciri bahasa baku!
10. Buatlah jeda yang tepat pada kalimat di bawah ini sehingga terdapat
perbedaan pengertian.
- Menurut Ibu Tanjung Sari memang anak yang rajin.
`
19 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan bahaa Indonesia setara tingkat
Semenjana
Kompetensi
Dasar
- Menyimak untuk memahami informasi lisan dalam
konteks bermasyarakat
Indikator
- Pengidentifkasian sumber informasi sesuai dengan
wacana
- Pencatatan isi pokok informasi dan uraian lisan yang
bersifatfaktual,spesifk,danrinci
- Pengenalan ragam/laras bahasa
- Pembedaan proses dan hasil dengan memerhatikan
ciri atau penanda kata/kalimat
Pada bab ini kita akan mempelajari sumber informasi, macam-macam
sifat informasi, ragam bahasa, dan penanda uraian proses dan hasil.
Dengan mempelajari hal-hal tersebut, kita diharapkan dapat mengenal,
mengindentifkasisumberinformasisesuaiwacana,membedakaninformasi
bersifatfaktual,spesifk,sertarincian.Selainitu,kitajugadiharapkandapat
memahami ragam bahasa dan penanda uraian proses dan hasil.
BAB 2
MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI INFORMASI
LISAN DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 20
Wacana
Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global,
Pelajar pun Menanam Pohon
Sedikitnya 24.000 pelajar SLTA (SMA dan SMK) di DKI Jakarta
berkumpul di Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol untuk menghimpun
diri dalam Club Pelajar Cinta Lingkungan “Teens Go Green”. Kekuatan
pelajar ini digalang untuk memulai sekitar 400.000 pohon di DKI Jakarta.
Pelajar pilihan dari 80 SMA/SMK se-DKI Jakarta itu diharapkan bisa
merekrut dan mementor rekan-rekannya untuk ikut peduli ancaman
pemanasan global dan perubahan iklim dengan aksi nyata, seperti menanam
pohon. “Rantai manusia” ini akan menjadi momentum kepedulian pelajar
Ibu Kota terhadap persoalan serius lingkungan.
Berdirinya Club Pelajar Cinta Lingkungan itu dicanangkan Gubernur
DKI Jakarta Fauzi Bowo, Sabtu, 1 / 12 di Panggung Maksima, Dunia Fantasi,
Taman Impian JayaAncol (TIA).Acara itu terselenggara atas kerja sama
TIA,DinasPendidikanMenengahdanTinggiDKIJakarta,YayasanKehati,
Harian Kompas, Warta Kota, dan Radio Prambors.
Fauzi mengatakan, kalau saat ini pelajar sudah menjadi pemelihara
lingkungan, diharapkan lima tahun sampai 10 tahun mendatang, lingkungan
akan lebih baik. Hari ini baru 80 SLTA besok seluruh sekolah SLTP dan
SLTA di DKI Jakarta diharapkan bergabung.
Fauzijugamemaparkanprogrampenguranganpolusiyangdianjikan
akan mampu mengurangi tingkat polusi sampai 30 persen. “Itu bisa dicapai
salah satunya dengan mendorong penggunaan energi alternatif bahan bakar
gas terutama untuk angkutan umum,” katanya. Terkait dengan program
hutan bakau, Fauzi berjanji akan lebih banyak menanam bakau di pesisir.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi
mengatakan, 2.400 pelajar yang mendukung “Teens Go Green” ini akan
menjadi inisiator pelajar peduli lingkungan. Mereka akan menanam dan
memonitor lingkungan di Jakarta. Untuk menarik minat pelajar, anggota
klub terpilih dari setiap SLTA akan mendapatkan fasilitas kartu bebas
masuk semua wahana di Ancol.
DiBumiPerkemahanCibubur,Jakarta,NyAniYudhoyonobersamaNy
Mufdah Kalla dan sekitar 1.000 perempuan lain juga serentak menanam
berbagai jenis pohon langka. Penanaman pohon oleh NyAni Yudhoyono
21 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
dan Ny Mufdah Kalla itu dilakukan bersama dengan tujuh organisasi
perempuan di seluruh Indonesia pukul 08.00 WIB.
Tujuh organisasi perempuan yang bergabung dalam Gerakan
Perempuan Tanam dan Pelihara 10 Juta Pohon adalah Solidaritas Istri
Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Kongres Wanita Indonesia (KOWANI),
Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan, Tim Pengerak
PKK, dan Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Selain
para pejabat, penanaman 1.000 pohon di Cibubur mengerahkan anak
sekolah dan anggota Pramuka.
Ny Ani Yudhoyono menanam pohon kecapi (Sandoricum koetjape),
sedangkanNyMufdahKallamenanampohonjamblang(Syzygium cunini).
Sebanyak 1.000 bibit pohon yang umumnya pohon langka untuk kegiatan
penanaman di Cibubur disediakan Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI
Jakarta. Usai penanaman serentak, Ny Ani melakukan konferensi jarak jauh
dengan Ny Moenartinin T. Narang di Palangkaraya, Kalimantan Tengah,
yang serentak menanam 3.000 pohon dan Contantina Suai di Jayapura,
Papua, yang serentak nenanam 4.000 pohon. “Jangan lupa pohon-pohon
itu dipelihara dan disirami agar tumbuh dan bermanfaat,” ujar Ny Ani.
Tiga hari sebelumnya, dalam upaya menyelamatkan bumi dan
menyambut Konferensi Para Pihak Ke-13 Konvensi Kerangka Kerja
PBB tentang Perubahan Iklim (COP-13/UNFCCC), Presiden Yudhoyono
menanam pohon di Cibadak, Bogor, Jawa Barat, dalam gerakan menanam
79 juta pohon.
(Sumber : Kompas, 2 Desember 2007,
dengan sedikit perubahan)
A. Memahami Sumber Informasi
Segala sesuatu yang memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan
seseorang dapat disebut informasi. Informasi dapat diperoleh melalui
berbagai sumber dalam bentuk lisan maupun tulisan yang disebut dengan
sumber informasi. Sumber informasi dapat berbentuk media tulis cetak,
seperti buku, koran, tabloid, majalah, ensiklopedia, surat, buletin, jurnal,
dan selebaran. Sumber informasi dapat pula berbentuk media elektronik,
seperti radio, televisi, internet, atau didapat langsung dari narasumber yang
bersangkutan dengan melalui percakapan, wawancara, diskusi, seminar,
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 22
dan lain-lain. Narasumber tentunya orang-orang yang dianggap ahli di
bidangnya, seperti tokoh agama, para guru, dan ilmuwan.
Sesuatu disebut sumber informasi jika memenuhi kriteria di bawah
ini.
1. Berisi informasi bersifat objektif, masuk akal, dan faktual
2. Mudah didapat dan dikenal oleh umum
3. Keberadaannya resmi atau diakui
4. Dapat berupa media cetak atau elektronik
5. Dapatditelaah,dikaji,dandiadikanilmu
6. Dapat berbentuk arsip, dokumentasi, dan peninggalan sejarah yang
memang telah diteliti kebenarannya
7. Dapat berupa narasumber, yaitu dari orang yang diakui ahli dalam
bidangnya, informasinya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan
Sesuatu tidak dapat disebut sumber informasi jika memenuhi kriteria
berikut.
1. Sarananya belum dikenal secara umum
2. Berisi hal-hal yang tak masuk akal dan tak dapat dibuktikan
kebenarannya
3. Masih berisi asumsi, opini, yang perlu dikaji lagi secara ilmiah
4. Sumber informasi tidak akurat dan tidak tetap, selalu berubah-ubah
Banyak sumber informasi yang dapat kita pilih. Memilih sumber
informasi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan dalam
mendapatkannya, kualitas isinya, dan bentuk penyampaiannya. Untuk
sumber informasi yang berbentuk media cetak, tentunya cara memperoleh
atau menggalinya ialah dengan membaca. Kegemaran membaca membantu
memperolah informasi sebanyak-banyaknya dari sumber informasi cetak
atau tertulis. Jika membaca tidak menjadi kegemaran, kemungkinan
mendapatkan informasi dapat dengan memanfaatkan media elektronik.
Informasi yang disajikan berbetuk audio-visual, selain dapat dilihat juga
dapat didengar. Bentuk media elektronik saat ini dibuat dengan aneka
ragam bentuk serta model yang dapat digunakan dan dinikmati oleh siapa
saja dan kapan saja.
23 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Sumberinformasijugadapatdiadikansaranapenunjangprosesbelajar-
mengajar di sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan sarana berisi alat
dan sumber belajar. Di bawah ini diuraikan bentuk dan jenis-jenis sumber
informasi.
Tertulis / cetak Lisan Narasumber
a. kamus
b. buku ilmu pengetahuan
c. buku pelajaran
d. ensiklopedia
e. teks atau naskah
dan lain sebagainya
a. rekaman siaran televisi
b. rekaman radio
c. rekaman wawancara
d. rekaman pidato/khotbah
e. pembacaan wacana/
teks/naskah langsung
a. hasil tanya jawab
b. hasil wawancara
c. pengamatan/
observasi
dan lain
sebagainya
Dalam kegiatan menyimak, sumber informasi yang digunakan sebagai
bahan simakan adalah yang berbentuk rekaman atau uraian lisan. Melalui
informasi yang didengarnya, siswa melakukan penyimakan.
B. Jenis Sifat Informasi
Dari segi sifat dan uraiannya, informasi dapat dibedakan menjadi
informasi bersifat faktual, informasi bersifat opini atau konsep, dan
informasi bersifat pemerian/perincian.
1. Informasi bersifat faktual ialah informasi yang berisi fakta-fakta,
peristiwa nyata dan dapat dibuktikan. Informasi faktual terdiri atas
fakta umum dan fakta khusus.
a. Fakta umum, yaitu informasi yang berisi fakta yang masih umum,
belum teruraikan secara khusus tentang nama tempat, objek
peristiwa, pelaku, dan sebagainya.
Contoh:
- Ayah baru pulang dari luar negeri dan sekarang mereka sedang
menjemputnya di bandara.
- Puluhan pedagang kaki lima dan warung pinggir jalan terkena
razia.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 24
- Terjadi perampokan di sebuah rumah. Perampok berhasil
menggasak barang-barang pemilik rumah.
b. Fakta khusus, yaitu informasi yang berisi kejadian atau peristiwa
yangdielaskansecaraterperinciataudetail.
Contoh:
- Ayah baru pulang dari Amsterdam dan Ibu, adik serta Paman
sedangmenjemputnyadiBandaraSoekarno-Hata.
- Puluhan pedagang kaki lima di Jalan Gunung Sahari Senen,
serta warung di pinggiran proyek Senen terkena razia.
- Terjadi perampokan di sebuah rumah gedung di Jalan
Sukapura, Tanjung Priok Jakarta Utara. Perampok berhasil
menggasak 30 gram perhiasan, 1 unit komputer serta uang 150
juta rupiah.
2. Informasi bersifat Opini atau Konsep
Informasi bersifat opini ialah informasi yang masih berupa pendapat,
pikiran atau pendirian seseorang tentang sesuatu. Konsep ialah ide
atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret.
Contoh opini:
- Banyak remaja sekarang yang bersifat permisif, mengganggap
semua serbaboleh tanpa mempertimbangkan norma-norma yang
berlaku.
- Sebagian besar lulusan UN tahun ini mendapatkan nilai yang
memuaskan, hal itu dikatakan Kepala Sekolah SMK At-Takwa
dalam pidato sambutan pada acara perpisahan siswa kelas 3.
Contoh konsep:
- Sebelum seminar atau diskusi dimulai, biasanya para peserta
diskusi diberikan sebuah makalah. Makalah adalah tulisan yang
berisikan prasaran, pendapat yang berisi uraian atau pembahasan
pokok persoalan yang akan dibicarakan dalam rapat, diskusi, dan
sejenisnya. Makalah juga sering diartikan jenis tugas pada mata
kuliah tertentu yang berisi hasil kajian pustaka atau tulisan tentang
suatu hal.
25 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
3. Informasi bersifat pemerian
Dalam menjelaskan sesuatu yang bersifat uraian khusus, penulis
biasanya menjabarkan penjelasan khusus tersebut menyamping atau
horizontal atau berbentuk satuan ke bawah secara vertikal. Uraian
khusus yang berupa penyebutan berbentuk kata atau frasa umumnya
ditulis secara horizontal atau melebar dari kiri ke kanan. Namun ada
juga perincian yang berupa unsur-unsur atau bagian yang berbentuk
kalimat.
Contoh rincian berbentuk kalimat ditulis berbentuk satuan-satuan
secara vertikal.
- Proses untuk mempelajari unsur-unsur suatu bahasa meliputi:
(1) Pengenalan lambang-lambang bunyi,
(2) Pengenalan lafal dan tanda baca,
(3) Pemahaman kosakata bersifat kekrabatan, dan
(4) Pemahaman terhadap bentuk kata, frasa, kata tugas, klausa,
dan perubahan makna.
Contoh perincian berbentuk kata yang ditulis secara horizontal. Masing-
masing unsurnya dipisahkan oleh tanda koma (,)
- Untuk keperluan lomba lukis, Reihan harus menyiapkan alat tulis,
karton, cat air, dan kuas.

C. Ragam Bahasa
Dalam bahasa Indonesia terdapat aneka ragam bahasa yang timbul
akibat pengaruh dari berbagai hal yang berhubungan dengan penutur
bahasa dan sarana atau media yang digunakan.
1. Hal yang berhubungan dengan penutur dapat dibedakan seperti berikut.
a. Latar belakang daerah penutur. Ragam bahasa Indonesia yang
dipengaruhi oleh latar belakang daerah penuturnya menimbulkan
ragam daerah atau dialek. Dialek adalah cara berbahasa Indonesia
yang diwarnai oleh karakter bahasa daerah yang masih melekat
pada penuturnya. Contoh: Bahasa Indonesia dengan dialek Betawi
biasanya menggunakan fonem /e/ untuk melafalkan kata yang
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 26
berakhir dengan vokal /a/., misalnya apa menjadi ape, di mana
menjadi di mane, dan seterusnya. Begitu pula dengan logat Jawa
untuk menyebutkan kata berawalan konsonan /b/ akan terdengar
bunyi an konsonan /m/, misalnya, Bandung menjadi mBandung,
Bogor menjadi mBogor.
b. Latar belakang pendidikan penutur. Berdasarkan latar belakang
pendidikan penutur, timbul ragam yang berlafal baku dan yang
tidak berlafal baku khususnya dalam pengucapan kosakata yang
berasal dari unsur serapan asing. Kaum berpendidikan umumnya
melafalkan sesuai dengan lafal baku. Namun, untuk yang kurang
atau tidak berpendidikan, pelafalan diucapkan tidak tepat atau
tidak baku. Contoh pengucapan kata flm, foto, fokus, fakultas
diucapkan pilm, poto, pokus, pakultas.
c. Situasi pemakaian, sikap, dan hubungan sosial penutur.
Berdasarkan hal ini, timbul ragam formal, semiformal, dan
nonformal. Ragam formal digunakan pada situasi resmi atau
formal, seperti di kantor, dalam rapat, seminar, atau acara-acara
kenegaraan. Ragam formal menggunakan kosakata baku dan
kalimatnya terstruktur lengkap. Ragam formal juga dipakai jika
penutur berbicara pada orang yang disegani atau dihormati,
misalnya pimpinan perusahaan.
Ragam semiformal dan nonformal biasa dipakai pada situasi tidak
resmi seperti di warung, di kantin, di pasar, pada situasi santai, dan
akrab. Ragam semiformal dan formal dibedakan oleh pemilihan
katanya. Ragam formal menggunakan kalimat yang tidak lengkap
gramatikalnya dan kosakata yang dipilih cenderung tidak baku,
sedangkan ragam nonformal relatif sama dengan ragam informal
hanya pilihan katanya lebih luwes atau bebas. Kata-kata daerah
atau gaul dapat digunakan sepanjang masing-masing penuturnya
memahami dan tak terganggu dengan penggunaan kata tersebut.
Contoh:
1. Kalau soal itu, saya nggak tau persis. (informal/semiformal)
2. Emangnya kamu nggak dikasih kupon. (semiformal)
3. Kalau soal itu, ogut nggak tau deh. (nonformal)
4. Emangnya situ nggak ngantor, Mas. (nonformal)
27 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
d. Ruang lingkup pemakaian atau pokok persoalan yang dibicarakan
di lingkungan kelompok penutur. Banyak persoalan yang dapat
menjadi topik pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari. Saat
membicarakan topik tertentu, seseorang akan menggunakan
kosakata kajian atau khusus yang berhubungan dengan topik
pembicaraan tersebut. Ragam bahasa yang digunakan untuk
membahas suatu bidang akan berbeda dengan bidang lainnya,
misalnya pembicaraan yang berhubungan dengan agama tentu
menggunakan istilah yang berhubungan dengan agama, begitu
pula dengan bidang lainnya, misalnya bidang hukum, kedokteran,
dan ekonomi. Masing-masing memiliki ciri khas kata atau ragam
bahasa yang digunakan. Termasuk penggunaan ungkapan atau
gaya bahasanya. Variasi ini disebut dengan laras bahasa.
Di bawah ini, beberapa contoh ragam yang merupakan laras
bahasa
Wacana tentang teknologi komunikasi:
Banyak situs internet baik di luar maupun di dalam negeri yang
menyediakan fasilitas ruang obrolan (chating room) ini. Salah satu
yang cukup populer di Indonesia adalah milik detik.com. Agar
percakapan aman dari umum, chater dapat membuat web pribadi.
Pembuatannya dapat gratis melalui fasilitas NBCi.com.
Wacana yang berhubungan dengan persoalan kesehatan:
Penyakit chikungunya diakibatkan oleh virus yang ditularkan oleh
nyamuk Aedes aegypti. Virus ini membuat penderita mengalami
demam tinggi selama lima hari. Setelah mengalami masa inkubasi
selama tiga hari hingga dua belas hari, penderita akan jatuh sakit.
Selain demam, penderita juga akan mengalami rasa ngilu pada
otot, mual hingga muntah.
Wacana surat kabar:
Lima siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Taruna,
Purwakarta, tewas akibat truk yang mereka tumpangi terguling di
kawasan Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu
(9/5) sekitar pukul 13.30. Para siswa tersebut menumpang truk usai
berekreasi ke Waduk Cirata setelah merampungkan ujian.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 28
Wacana bergaya sastra:
Grace mengambil payung dari bawah jok tempat duduk dan
beranjak keluar. Dari arah lapangan, murid-murid dengan baju
olahraga enggan berteduh. Pakaian mereka sudah sangat kuyup,
tetapi semangat mereka untuk bermain basket masih menyala
dalam hujan. Beberapa anak yang tidak bermain bersorak–sorai
dan bertepuk tangan sembari menyipratkan air yang berkubang di
tanah dengan kaki mereka.
2. Berdasarkan sarana atau media yang digunakan, ragam bahasa
dibedakan menjadi ragam lisan dan tulisan.
Perbedaan ragam lisan dan tulisan:
Ragam lisan Ragam tulisan
1. Menghendaki adanya
teman/mitra bicara.
2. Unsur gramatikal seperti
subjek, predikat, objek
tidaktampak.Yangtampak
adalah gerakan, mimik, dan
ekspresi.
3. Terikat oleh situasi, kondisi,
ruang, dan waktu.
4. Makna dipengaruhi oleh
tekanan atau nada suara.
1. Tidak harus ada teman bicara
di hadapan
2. Fungsi gramatikal
dinyatakan secara eksplisit.
3. Tidak terikat situasi, ruang,
dan waktu.
4. Makna ditentukan oleh
pemakaian tanda baca.
D. Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil
Dalam karangan berbentuk eksposisi, sering ditemui uraian cara atau
proses yang diakhiri dengan hasil yang didapatkan. Uraian proses biasanya
menggunakan kata-kata hubung lalu, kemudian, berikutnya, selanjutnya, dan
sebagainya yang menunjukkan adanya urutan waktu atau berlangsungnya
suatu pekerjaan.
Secara gramatikal, uraian proses ditandai oleh penggunaan bentukan
kata dasar (nomina, verba, atau adjektiva) dengan imbuhan pe–an. Untuk
29 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
uraian hasil ditandai oleh akhiran –an yang dilekatkan pada kata dasar
verba.
Contoh penanda proses:
- Pengevakuasian korban gempa di Kepulauan Nias berlangsung dua
hari.
Pegevakuasian = pe–an + evakuasi (verba) proses
mengevakuasi
- Pemutihan kepemilikan KTP di Kelurahan Manggarai merupakan
kebiakanLurahyangbaru.
Pemutihan = pe–an + putih (adjektiva) proses memutihkan/
membuat secara kolektif
- Bunga akan muncul setelah pemupukan yang intensif.
Pemupukan = pe–an + pupuk (nomina) proses memupuk/
memberi pupuk.
Contoh penanda hasil:
- Mereka digrebek oleh polisi saat menghitung hasil rampokan di sebuah
pematang sawah.
Rampokan = rampok (verba) + -an hasil merampok
- Ia menjual lukisannya hingga mencapai kisaran lima juta rupiah.
Lukisan = lukis (verba) + -an hasil melukis
- Pantauan penghitungan sementara pemilihan kepala daerah di Bekasi
dimenangkan oleh pasangan Saadudin dan Ramli.
Pantauan = pantau (verba) + -an hasil memantau



RANGKUMAN
A. Memahami Sumber Informasi
Sumber Informasi ialah informasi yang dapat diperoleh melalui
berbagai sumber dalam bentuk lisan maupun tulisan.
B. Jenis Sifat Informasi
Sifat informasi dibedakan menjadi tiga.
1. Informasi bersifat faktual
2. Informasi bersifat opini atau konsep
3. Informasi bersifat pemberian
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 30
C. Ragam Bahasa
Ragam bahasa terjadi karena dua hal, yaitu:
1. Hal yang berhubungan dengan penutur , dibedakan atas empat
hal.
a. berdasarkan latar belakang daerah penutur.
b. berdasarkan latar belakang pendidikan penutur.
c. berdasarkan situasi pemakaian, sikap dan hubungan
sosial penuturnya, timbul ragam formal, semi formal, dan
nonformal.
d. berdasarkan ruang lingkup pemakaian dan pokok
persoalan.
2. Berdasarkan penggunaan sarana atau media.
D. Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil
Uraian proses dalam karangan ditandai oleh pemakaian kata
hubung: lalu, kemudian, selanjutnya, dan sebagainya yang diikuti oleh
pernyataan hasil. Secara gramatikal uraian proses ditandai dengan
penggunaan pe--an pada nominal, verbal, dan ajdektiva, sedangkan
uraian hasil ditandai dengan akhiran -an.
TUGAS MANDIRI :
Supaya Anda lebih memahami materi ini, kerjakanlah tugas-tugas
berikut.
a. Bacalah wacana di halaman awal bab ini. Tulislah uraian yang
termasuk fakta, opini, dan perincian.
b. Carilah 4 jenis wacana yang menggunakan laras bahasa yang berbeda
di koran atau majalah. Tulis atau tempelkan di buku tugas berikut
sumber bacaannya. Setelah itu beri penjelasan.
c. Carilah pula wacana yang berisi uraian proses dan hasil. Tulis atau
tempelkan di buku tugas atau lembar kerja.
31 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Yangtermasukfaktaadalah
a. Rumah yang terkena banjir berjumlah 92 buah.
b. Semua anak Indonesia wajib bersekolah.
c. Kita harus memberantas narkoba sampai ke akarnya.
d. Agar lingkungan kota bersih mari kita jaga kebersihan.
e. Jakarta rawan kecelakaan lalu lintas.
2. Seorang siswa SMK bercita-cita ingin masuk ke Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia.
Alasan yang tepat untuk dapat masuk ke Fakultas Ekonomi di UI
ialah
a. Keluarganya umumnya lulusan UI.
b. Nilai Matematika dan IPA saya selalu sangat memuaskan.
c. Lulusan Fakultas Ekonomi UI selalu dapat pekerjaan.
d. Saya akan mengembangkan bakat, minat, kemampuan di bidang
ekonomi.
e. Setuju ekonomi sangat dibutuhkan oleh perusahaan.
3. Terjadi gerakan reformasi dan krisis ekonomi yang berkepanjangan
di negeri ini telah membawa pengaruh dalam kehidupan sosial.
Salah satu contoh negatif dari pengaruh itu adalah makin meluasnya
kenakalan remaja. Berbagai tindakan kenakalan seperti kebut-kebutan,
penggunaan obat-obat terlarang, pencurian, perampokan, sampai
dengan tindakan asusila hampir setiap hari tertampung di surat kabar.
Tentu saja kita tak boleh tinggal diam menghadapi peristiwa seperti
ini.
Kalimat opini yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah
a. Maraknya aksi kebut-kebutan di Jalan Karangmenjangan setiap
malam minggu meresahkan masyarakat sekitar dan pemakai
kendaraan.
b. Berkali-kali gobang itu dibacokkan ke tubuh Dewi karena tidak
mau menyerahkan sepeda motornya.
c. Sabtu dini hari, petugas Polres Surabaya menangkap empat “ayam”
ABG yang sedang beroperasi di hotel.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 32
d. Para orang tua seharusnya memerhatikan lebih serius perilaku
putranya untuk mengurangi perilaku yang menyimpang.
e. Minggu dini hari, petugas kepolisian berhasil mengamankan
empat remaja yang kedapatan membawa cimeng (ganja) setelah
melakukan razia.
4. Kalimat yang merupakan fakta khusus ialah
a. Indonesia belum memiliki kereta api bawah tanah.
b. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, Sabtu, 23 Juni 2007 di Pantai
Indramayu.
c. Beberapa nelayan dinyatakan hilang saat melaut.
d. Para siswa harus melakukan ujian susulan karena sakit.
e. Kita harus menghormati orang tua dan guru.

5. Kalimat yang termasuk opini ialah
a. Indonesia belum memiliki kereta api bawah tanah.
b. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, Sabtu, 23 Juni 2007 di Pantai
Indramayu.
c. Beberapa perairan pantai rusak akibat abrasi karena tidak dipelihara
dengan baik.
d. Para siswa harus melakukan ujian susulan karena sakit.
e. Kita harus menghormati orang tua dan guru.
6. Gizi yang baik sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan,
terutama untuk anak-anak balita dan usia sekolah. Dalam situasi
krismon seperti sekarang, banyak anak usia sekolah yang perlu
mendapatkan bantuan. Ibu-ibu pengajian mengadakan kegiatan sosial
dengan nama “peduli balita”, misalnya pemberian minuman susu
gratis dan pemberian makanan bergizi.
Pernyataan yang sesuai dengan fakta dalam bacaan di atas adalah
a. Kegiatan itu baik, tetapi apakah tidak menimbulkan kecemburuan
sosial?
b. Kegiatan-kegiatan positif dalam menunjang perbaikan gizi balita
perlu direalisasikan.
c. Sebaiknya, sebelum kita melaksanakan kegiatan, perlu dievaluasi
untung dan ruginya.
d. Pikiran saya sejalan dengan gagasan Anda, yaitu bahwa fakta
tentang anak putus sekolah perlu dicari.
e. Saya sependapat dengan Anda dan siap membantunya.
33 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
7. Bahasa yang dipakai di berbagai bidang ilmu dan masing-masing
memiliki perbedaan disebut
a. ragam bahasa
b. bentuk bahasa
c. laras bahasa
d. gaya bahasa
e. unsur bahasa
8. (1) Di sini peran pendidikan sangat vital. (2) Pemberdayaan perempuan
pun menjadi agenda dalam proses pembelajaran. (3) Para penentu
kebiakankurikulummestinyaberkacapadaagendaini.(4)Dataempiris
dari ekonomi Marco Francesconi menganalisis dan British Household
Panel Survey yang mendata 10 ribu individu dari 5.500 keluarga. (5)
Penelitian dilakukan sejak 1991-1999. (6) Data ini menunjukkan bahwa
pria yang sukses justru akan memilih dengan wanita karier yang bekerja
keras.
Kalimat yang berisi fakta pada paragraf tersebut terdapat pada nomor
a. (1) dan (2) b. (2) dan (3)
c. (3) dan (5) d. (4) dan (6)
e. (3) dan (5)
9. Yangmerupakanbahasasuratkabarialah
a. Alfalfa mengandung klorofl yang bermanfaat bagi kesehatan
manusia.
b. Penelitian ini mengambil objek di daerah utara wilayah Cirebon.
c. Proses pemilihan kepala daerah berlangsung sangat tertib.
d. Kebakaran hanguskan puluhan rumah di Penjaringan Utara.
e. Rasa terima kasih kami sampaikan pada semua pihak yang telah
membantu.
10. Ragam bahasa ilmu pengetahuan ialah
a. Kejadian ini melibatkan berbagai disiplin ilmu.
b. Drama kolosal itu digarap oleh sutradara Imam Tantowi.
c. Saturnus memiliki diameter kurang lebih 10 kali diameter bumi
dalam tata surya.
d. Beberapa pekerja ikut tertimbun tanah longsor itu.
e. GunungSemerumenunjukanaktiftasnya.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 34
11. Ragam bahasa sastra ialah
a. Polisi dan Tim SAR belum menemukan nelayan yang hilang.
b. Lelaki umur tiga puluh tahun dan berjenggot itu masuk ke rumah
makan itu dengan tenang.
c. Pasien rumah sakit itu memprotes adanya mal praktek yang terjadi
padanya.
d. Tumbuhan anggur hidup di daerah tropis dengan kelembaban
tertentu.
e. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan ialah tersangkanya.
12. (1) Lain benalu lain pula cendana. (2) Kalau benalu dianggap bukan
tanaman berharga, lain cerita dengan pohon yang bernama santalun
album atau cendana. (3) Kayu berbau harum ini termasuk komoditi
agak bernilai tinggi. (4) Jelas harganya mahal. (5) Sayangnya,
populasinya makin menipis karena para penangkar mengalami
kesulitanmengembangkannya.(6)Biicendanasulittumbuh.(7)Meski
biinyamudahberkecambah,cendanamudamudahmati.
Kalimat fakta dalam paragraf di atas terdapat pada nomor
a. 1 dan 3
b. 3 dan 5
c. 4 dan 6
d. 5 dan 6
e. 5 dan 7
13. Kalimat yang menyatakan hasil adalah
a. Rambutan itu mahal harganya.
b. Ia suka berkumpul dengan temannya di pangkalan itu.
c. Penghasilannya bisa mencapai lima juta rupiah per bulan.
d. Ia memendam perasaannya selama lima tahun.
e. Karangannya mendapat juara satu lomba mengarang tingkat
kotamadya.
14. Kalimat yang menyatakan proses ialah
a. Pemerintah merencanakan membangun transportasi sungai di
Jakarta.
b. Penantian yang panjang membuahkan hasil sangat mengharukan
antara sang ibu dan anaknya.
c. Habis manis sepah dibuang.
35 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
d. Pengungsi korban lumpur Lapindo mengharapkan bantuan
pemerintah.
e. Telah terjadi unjuk rasa besar-besar pada hari buruh sedunia.
15. Sejak jam tujuh pagi, ia mengikuti ... tentang narkoba.
Kata berimbuhan pe–an untuk pengisi titik-titik yang tepat adalah
a. pelajaran
b. pemberantasan
c. penanggulangan
d. penyuluhan
e. penelitian
16. Ia diminta pimpinan untuk menyerahkan ... keuangan bulan ini.
Kata berakhiran –an untuk pengisi titik-titik yang tepat pada kalimat
di atas adalah
a. laporan
b. rincian
c. uraian
d. rancangan
e. bayaran

17. Karangan yang berisi uraian cara atau tahapan proses beserta pernyataan
hasilnya disebut juga
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi
18. Kata hubung yang menunjukkan adanya proses yang berlangsung atau
penandaan urutan waktu ialah di bawah ini, kecuali
a. selanjutnya d. kemudian
b. setelah itu e. lalu
c. dan lagi
19. Pemerintah kota dan DPRD menyepakati anggaran untuk pendidikan
sekitar 23 persen tahun ini.
Akhiran –an pada kata anggaran berarti
a. sesuatu yang berkaitan dengan uang
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 36
b. hasil dari sesuatu yang dianggarkan
c. proses menganggarkan
d. hal penganggaran
e. masalah keuangan yang direncanakan
20. Kalimat yang berisi pemerian adalah
a. Ahmad membeli sepatu di Pasar Baru dan Jatinegara.
b. BarangitudiualsehargaRp.50.000danRp.30.000.
c. Ibu sedang menawar harga barang-barang rumah tangga.
d. Bibi membeli keperluan dapur berupa kecap, garam, gula pasir,
dan cabe.
e. Barang-barangrumahtanggainidapatdiualdipasarloak.
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Sebutkan jenis-jenis sumber informasi!
2. Sebutkan contoh bentuk informasi yang tergolong media cetak,
sebanyak 5 buah!
3. Buatlah contoh uraian berisi fakta khusus!
4. Buatlah contoh uraian berisi opini atau konsep!
5. Buatlah contoh uraian yang bersifat pemerian berupa satuan kalimat
atau bagian!
6. Faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa?
7. Buatlah dua kalimat yang menggunakan afks/imbuhan yang
menandakan proses dan hasil!
8. Buatlah kalimat yang menggunakan ragam semi formal, sebanyak 2
buah!
9. Buatlah 2 contoh yang bukan termasuk sumber informasi?
10. Bagaimana ciri-ciri sumber informasi yang baik?
37 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- BerkomunikasidenganBahasaIndonesiasetaratingkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Membaca Cepat untuk Memahami Informasi Tertulis
dalamKonteksBermasyarakat
Indikator
- Membacacepatpermulaan(120-150kata)permenit
- Membaca cepat lanjutan dengan menerapkan teknik
memindai (scanning) dan layap (skimming) sehingga
mencapai230-250katapermenit
- Membuat catatan pokok-pokok isi bacaan sesuai
dengancara/teknikmembuatcatatan
- Menjelaskanbagianbacaantertentusecararinci
Pada bab ini, kita akan berlatih membaca cepat pemahaman dengan sistem
layap (skimming) dan memindai (scanning), mempelajari teknik membuat
catatan, menyusun bagian bacaan, serta cara menafsirkan kata, bentukan
kata,danungkapanidiomatik.Setelahmempelajaribabini,kitadiharapkan
mampu membaca cepat hingga mencapai 250 kata per menit. Selain itu,
mampumembuatcatatan,menyusunbagianbacaan,dandapatmenafsirkan
kata,bentukankata,sertaungkapanidiomatikdengantepat.
BAB 3
MEMBACA CEPAT UNTUK MEMAHAMI
INFORMASI TERTULIS
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 38
Wacana
Peristiwa bencana tsunami di tanah rencong Aceh yang begitu
dahsyat dan memakan korban ratusan ribu manusia, hingga kapan pun
sulit dilupakan.Apalagi bagi seorang saksi yang benar-benar mengalami
peristiwatersebut.Dibawahini,sebuahkisahnyatadariAhmadFaizal(28
tahun)salahseorangyangluputdaribencanaitu.
Dikejar Gelombang Sampai ke Gunung
Kalau ingat peristiwa gempa dan tsunami yang kemarin memporak-
porandakanwilayahkami,sepertinyatidakterbayang.Ajaib.Sedih.Takut.
Wah segalanya seperti diaduk. Usai tsunami, kerusakan batin yang sama
parahnya, sempat pula saya alami. Kalau ada sedikit goncangan atau
suara-suara bergemuruh yang mengagetkan, dengan refek saya lari. Saya
masihtrauma.Belumpernahterbayangdalamhidupsayaakanmengalami
kejadianluarbiasaini.Apalagisayasempat“terbirit-birit”dikejargelombang
raksasaitu.Yaa,ampunrasanyasepertidikejarraksasacairyangmengalir
seringanangindansiapmencabutruhkitakapansaja.
Awal Musibah
Waktugempatiba,sayatugasdirumahsakitPeukanBada.Sayaizin
pulangmelihatkondisikeluarga.Sampaidirumahsayadapatiadiksaya,
RosnaMaulida(26tahun)bersamasuaminyadantigaanaknya,EkaLestari
(10 tahun), Zaenal Alwi (8 tahun), dan Hafdz Maulana, mereka gemetar.
Diluarsanagerombolanmanusiadalamhitungantakterkiralaripontang-
panting sambil berteriak air laut naik. Tercekat, saya berteriak lari.... lari,
danlari!
Kamilariberpisah,gelombangitutelahmemecahkebersamaankami.
Rosna yang tengah hamil tua bersama suaminya menyelamatkan diri
menggunakanmotor.Sempatkulihatairmukanyasepucatmayat.“Semoga
Allahmenjagakalian,biaranak-anakiniakuyangbawa,“doakutercekat.
Denganwajahpucatyangsama,akumengangkuttigaanakRosnadengan
motor yang kupacu seperti kesetanan. Sementara gulungan raksasa cair
di belakang kami terus bergerak, bergemuruh, dan membangun sebuah
singgasanakerusakanyangmengerikan.Suasanasungguhmenggidikkan
buluroma.Berbagaijeritan,lolonganditingkahigemuruhgelombangyang
membangunkubanganbesarkematianmakinmemaculajukendaraankami
padasuatutitikkecepatanyangkamisendiritakmampumenyadari.
39 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Subhanallah!Takhanyadibelakang,rupanyadidepankami,dekatpos
Brimob,raksasacairitujugatampaktengahbergerakperkasa,membangun
hamparan besar kerusakan dan kematian. Nyali kami sempat meleleh.
Kutinggalkan motor. Takdzim kupeluk dan mengikat Hafdz Maulana
yang baru berusia 8 bulan dengan kain yang biasa digunakan untuk
menggendongnya. Sementara kedua kakaknya, Eka Lestari (10 th) dan
ZaenalAlwi(8th)kumintamerekaberlarisecepatmungkin.Akuberbelok
ke arah sebuah gang dan terus berlari menuju sebuah gunung yang ada
didaerahLhamPisangyangkira-kiraberjaraklimakilometerdarirumah
kami.
Kesulitanbarudatang,dihadapankamihutanmembentang.Apalagi
tubuh Eka lumayan gendut. Sering kusaksikan ia berlari kepayahan.
Kuputuskanuntukberlaridimukasebagaipembukajalan.Sambilmemeluk
Hafdz, aku berlari dengan posisi membungkuk serta tak luput berteriak,
memompasemangatEkadanAlwiagarmelesatlebihcepat.Bersamakami
menuju Gunung di daerah Lham Pisang. Tak kuperdulikan lagi kepala
pelontos ini habis dicucuki duri, kami terus berlari dan berlari. Kami tak
sadar,bahwakakibengkakdanlukadisanasini.Bahkantaksadarbahwa
sebagianbajudankulittersayatpepohonandantanamanhutan.
Hutantelahkamitinggali,dihadapankamigunungterhampar.Kami
terus melesat. Raksasa hitam cair yang mengangkut berbagai sampah
besarituterusmengejar.Sempatkusaksikansebuahrumahtercerabutdan
terseretutuh.Kamiterusberlarimendakigunung.Padasuatutitik,takjauh
darikuduagelombangyangdatangdariarahberlawananbertemu,beradu
dansalingmempertontonkankeganasannya.
Sepersekian detik kemudian dentuman keras terdengar, diiringi
sebuah gelombang baru setinggi puluhan meter. Untung aku tak terjilat
salahsatutentakelgelombangitu.Kembalikearahlaut.Akuterusberlari
diatasgunung.Diatasgunungini,sejauhpandanganjatuh,hanyalahair.
Air yang terus bergerak perkasa.Air yang membangun singgasananya di
atas puing-puing kehancuran dan kubangan besar kematian. Segalanya
telahmenjadisampah.Rumah,mobil,hartabendaberharga,jugaruhserta
hargadiriyangselamainidimilikidengankebanggaandankesombongan
hanyatinggalsampah.
Seharikamiberdiamdigunung.Adalimaorangyangmenyelamatkan
diridisini.Selamadisinitaksecuilpunmakananyangsempatmasuk.
Ada satu hal lain yang membuat batinku perih saat Eka Lestari dan
Zainal Alwi berteriak kehausan. Saya ingin menenangkan, tapi tak bisa
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 40
membantu. Mau cari makanan dan minuman di mana? Ini gunung lho!
Apalagikamitidaksedangwisata.Tapibarusajamelarikandiridarikejaran
gelombangmaut.
Setelah satu hari berlalu, kami berpikir air tak akan naik. Akhirnya,
kami pun turun ke tempat pengungsian. Sebab kami harus melanjutkan
hidup.Sepanjangjalanyangkamilalui,adalahjalanpanjangsaratkematian.
Berbagaimayatberjejersepertiikanteri.Mayoritasdarimerekahitamdan
telanjang. Tsunami sungguh telah membangun singgasananya di atas
puing-puingkehancurandankubanganbesarkematian.
Sekitartigaharikamidisini.Taklamakemudiankamidipertemukan
dengan keluarga yang terpisah. Adikku Rosna, juga sempat selamat saat
melahirkan dengan tubuh berlumur lumpur. Kebahagiaan kami pun
kembalitumbuh.Benarjikaadasebuahpepatahyangmengatakanbahwa
waktu tergelap di malam hari adalah masa-masa menjelang terbit fajar.
Sederhananya,habisgelapterbitlahterang.Semoga.
(Sumber:HikayahEdisiEksklusif,2005)
A. Membaca Cepat Permulaan
Perkembangan zaman yang diikuti oleh perkembangan teknologi
membuatsemuaberjalanserbacepat.Teknologiinformasipunberkembang
demikianpesatmenjadisaranapenyebaraninformasibagaikantakterikat
ruang dan waktu. Segala kejadian di mana pun dapat tersebar demikian
cepatdalamhitungandetik.Berbagaisaranabaikcetakmaupunelektronik
berlomba-lombamenyuguhkananekainformasiyangbermanfaatdengan
sajianinstan.Segalabentukinformasitertulisyangtercetakpuntakkalah
pesatnya.Puluhanbukusetiapharinyadicetakdanterbit.Belumlagisatu
bukuhabismasapromosinyasudahterbitbuku-bukubaruyanglainnya.
Sebagai siswa, Anda tertuntut untuk dengan cepat pula mengetahui
informasiyangberkembang.Siswatidaklagihanyaberpedomanpadaapa
yangdidapatdarisekolah,namuniasecaramandirijugadapatmenggali
informasimelaluiaktivitasmembacadariberbagaimediayangberkembang.
Mengimbangipesatnyaarusinformasiyangtersebar,dayaataukemampuan
menyerap informasi dari membaca juga harus ditingkatkan. Membaca
dengan cara lama harus diubah dengan pola baru, yaitu membaca cepat
pemahaman atau membaca efektif agar proses penyerapan ilmu atau
informasijugadapatdilakukandengancepat.
41 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Membacacepatbukanmembacadengancepattanpaadayangterserap
dariisibacaankarenatujuanmembacaadalahmemahamiisibacaanyang
dibaca. Yang dimaksud membaca cepat pemahaman adalah membaca
denganwaktuyanglebihcepatdarimembacanormalnamuntetapdapat
memahamiisibacaansekurang-kurangnya60persen.Bagaimanacaranya?
Caranyaadalahdenganmengubahpolamembacayangsalahyangsudah
menjadi kebiasaan dengan sistem membaca yang baru. Cara lama yang
harusdihilangkanitumeliputihal-halberikut.
1. membacadengansuaranyaringataumelafalkankataperkata.
2. membacadenganmenunjukkanjaripadabacaan.
3. membacadenganmenggerakkankepalamengikutibarisbacaan.
4. membacadenganmelihatkembalikebacaansebelumnya/regresi.
5. membacadenganmenggerakkanbibir.
6. membacadenganmelafazkandalambatinataupikirankata-katayang
dibacaatausubvokalisasi.
Semuacaralamatersebutmenjadipenghambatmembacadalamwaktu
yang cepat. Untuk melatih kecepatan membaca, Anda dapat melakukan
pengukuran waktu lamanya membaca. Sebelumnya, Anda menentukan
targetlamanyamembacauntukpanjangnyabacaanataujumlahkatadalam
bacaan. Walaupun ukuran kecepatan yang ideal setiap orang bergantung
pada jenis bacaan dan tujuan membaca, tapi untuk tahap awal, Anda
dapatmengambilukuranmembacacepatpemula,yaitumembacadengan
kecepatan120–150kpm(katapermenit).Caranyasepertibrikut.
1. Carilahbacaanringanyangbanyaknyalebihkurang300kata.Ataujika
bacaanpanjanghitunglahsetiapkatadalambacaanhinggajumlah300
kata(Lihatcaraperhitungannyadalampenjelasanselanjutnya).
2. Sebelummembaca,catatlahduluwaktumulaisetepat-tepatnya.
3. Selesaimembaca,catatlahwaktunya.
4. Hitungberapamenitdandetiklamanyamembaca.
5. Jika belum sampai target, ulangilah kembali dari awal pada bacaan
yanglain.
6. Setelahmencapaitargetwaktu,cobalahmenguraikankembalihalyang
sudahdibacadenganbahasasendiriuntukmengukurtingkatingatan
danpemahaman.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 42
Rumusmengukurkecepatanmembacadenganukuransatuankataper
menit(kpm).
Rumus kpm,ialah:
Jumlahkatayangdibaca
––––––––––––––––––––––X60=jumlahkpm(katapermenit)
Jumlahdetikuntukmembaca

Jika seseorang membaca 300 kata dalam 1 menit atau 120 detik,
kecepatanmembacanya:
300
–––X60=150kpm
120
Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan yang dibaca, hitung
jumlahkatadalamlimabarisdahululalubagilima.Hasilnyamerupakan
jumlahrata-rataperbarisdaribacaanitu.Laluhitungjumlahbarisyang
dibacadankalikandenganjumlahrata-ratatadi,hasilnyamerupakan
jumlahkatayangdibaca.Misalnya:
Jumlahkataperlimabaris50kata:5.Jadijumlahperbaris10kata
Jumlahbarisdalambacaanyangdibaca30.
Maka,jumlahkatayangdibacaadalah30X10=300kata
Bacalahwacanadibawahiniyangberjumlah........
Waktumulai:pukul...lebih...menit...detik.

SENI BERBAHASA, SASTRA, DAN APRESIASI
Manusiaselainmemilikiakalpikiransebagaialatberpikir,jugamemiliki
hatisebagaisaranauntukmerasakandanmenilai.Denganhatinya,manusia
menyukai segala hal yang menyenangkan. Hal menyenangkan itu dapat
berhubungandengansegalayangindah,baik,atauyangberbauseni.
Dengan itu, manusia tidak selalu berpikir tentang benar atau salah,
tetapi juga baik dan buruk, indah atau jelek. Kecendrungan pada sisi
inilahyangkemudianmelahirkanwarnayangsenantiasamengiringigerak
kehidupanmanusia.Dalamberbagaihal,baikyangberhubungandengan
43 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
bidang pekerjaan, ilmu, dan komunikasi melalui bahasa terdapat unsur
seni. Proses hubungan sosial manusia secara eksplisit maupun implisit
memasukkanunsurseni.Senidapatberwujudsikap,pola,cara,ataugaya
dalammelakukansesuatu.Maka,takheranjikadalamsegalaurusanyang
berkaitan dengan kepentingan serta kebutuhan manusia, terdapat pola,
gaya, dan cara yang berbeda-beda. Dari semua itu, muncullah berbagai
tipe, corak, bentuk, maupun ragam yang membuat kehidupan manusia
lebihvariatif.
Bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana mengungkapkan pikiran
sertaperasaanmanusiajugataklepasdariunsurseni.Senibahasameliputi
senimenulis,berbicara,membaca,danlain-lain.Dalamtatabahasa,terdapat
ragamdangayabahasa.Padatataranwacanaataubentuktulisan,terbentuk
kesusastraanataususastra.
Dalamduniasastra,gaya,corak,warna,danragamdalampengungkapan
bahasa secara tertulis maupun lisan sangat kental dan menonjol. Hal itu
yangkemudianmenjadicirikhasdarimasing-masingbentukkaryasastra
sepertiprosa,puisi,dandrama.Maka,untukmengenal,mempelajari,dan
memahami bentuk sastra, tidak dapat instan tapi melalui proses. Proses
itudisebutdenganapresiasi.Apresiasiadalahusahapengenalansuatunilai
(hati)terhadapnilaiyanglebihtinggi(karyaseni).Apresiasidalamsastra
adalahpengenalandanpemahamanyangtepatterhadapnilaisastrayang
menimbulkan kegairahan terhadap sastra itu serta kenikmatan sebagai
akibatnya.
Waktuselesaipukul:...lebih...menit...detik.
Catatkembaliwaktusaatselesaimembaca,laluhitunglahberdasarkan
rumusdiatas.Jikahasilnya150kpm,berartikecepatanmembacauntuk
tahap awal telah tercapai. Namun pencapaian itu belum ideal untuk
tahapmembacapemahaman.Maka,mintalahtemanAndamenanyakan
hal-hal yang berkaitan dengan isi bacaan sebanyak 10 sampai 20 butir
pertanyaan. Apabila semua pertanyaan dapat terjawab benar tanpa
melihat bacaan, berartiAnda dianggap cukup berhasil membaca cepat
pemahamantingkatpermulaan.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 44
B. Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap
dan Membaca Memindai
Bagaimana agar kita dapat membaca sejumlah bahan bacaan yang
cukupbanyakdanpentingbagikitadenganketersediaanwaktuyangtidak
cukuplapang?Ataukitaharusmenemukaninformasitertentuyangbegitu
pentingdalamribuandataatauribuanrangkaiankata-katadankalimat.Ada
dua teknik membaca cepat yang dapat dilakukan untuk mengefsienkan
waktu dan memberikan hasil yang efektif sesuai tujuan membaca. Dua
caramembacatersebutialahmembacadengantekniklayap(skimming)dan
membacadenganteknikmemindai(scanning).
Membacaskimmingartinyamembacadengantujuanhanyamencariide
pokok atau saripati dari bahan bacaan yang dibaca. Jika dalam membaca
seseorang hanya membutuhkan fakta-fakta tertentu atau hal-hal penting
saja dari sebuah rangkaian informasi atau bacaan dengan mengabaikan
unsur detailnya, dapat menggunakan teknik pelayapan (skimming). Jika
seseorangmembacadengantujuanhanyamencarifaktaataudatatertentu
daninginlangsungmenujukehaltertentutersebut,dapatmenggunakan
teknik pemindaian (scanning). Teknik ini dipergunakan dalam aktivitas
mencarinomordibukutelepon,datastatistik,mencarikatadalamkamus
atauindeks,dansebagainya.
Dalam teknik membaca pelayapan, pembaca dituntut memfokuskan
pandangan hanya pada unsur-unsur penting dalam bacaan. Jadi, tidak
semua kata dibaca karena tidak semua yang tercetak atau terurai dalam
kata-katapadasuatubacaanpentingbagipembaca.Dalamhalini,pembaca
harusdenganterampilmelebarkanpandanganhanyapadabagian-bagian
tertentu yang dianggap penting dengan selalu melompati atau melewati
hal-hal yang dianggap tak penting. Begitu pula pada teknik pemindaian
pandangan mata hanya akan terfokus pada hal-hal penting barupa data
ataufaktayangdicari.Semuainimembutuhkanlatihancaramenatapatau
menggerakkan mata ketika membaca. Membaca bukan melihat kata per
kata tetapi melihat bagian per bagian (fksasi). Untuk melatih kecepatan
matadalammelakukanlompatan-lompatanataumelatihjangkauanmata
secara menyamping (horiziontal) maupun melayap ke bawah (vertikal),
dapatdilakukanbeberapalatihansepertidibawahini.
45 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Latihan 1
Carilah nama buah pada kumpulan kata-kata di bawah ini: Waktu 10
detik.

bata amanapel AndiAndapelajarpetaiakan
dadu didiadel makacecakceciliacermaicantik
duri makinmatinantinamanangkanasibNani
tikus tamandukudelmandaduceritajagahari
jugalilinjerukjaminjujur jamanJanuariRara
siapa santaiAguskoperkakimanismamaragu
lemonsakithanyamasihmintadurenhasiltapi
pepayaAdicangkirrasalimagagalrodalama
gaguramaiapisusumeloncucuapikmarkisaini
Namabuahyangditemukanberjumlah...buah
Latihan 2
Untuk melatih jangkauan mata secara horizontal atau dari kiri ke
kanan,pandanganmatatidakbergerakpadakataperkatamelainkanpada
kelompokkata.Perhatikancontohberikut.

1) Sayasenangolahragasepakbola.
o o
bukan,
Sayasenangolahragasepakbola.
o o o o
2) Sayasukabajulenganpanjang.
● ●
bukan,
sayasukabajulenganpanjang.
● ● ● ●
Pada prinsipnya membaca untuk mendapatkan isi bukan menghafal
kata-katanya. Hal yang perlu dilakukan adalah mempercepat peralihan
dari fksasi ke fksasi dan tidak terlalu lama berhenti dalam satu fksasi.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 46
Percepatlah gerak mata dari satu fksasi ke fksasi berikutnya. Mungkin
haldibawahinidapatdilakukansebagailatihan.Bacalahrangkaianfrasa
atauklausadibawahinidengantetapmemfokuskanpandanganketengah.
Bacalah sekaligus sebagai satu frasa/klausa, jangan terpisah-pisah. Jadi
baris pertama harus Anda baca rumah sakit mata. Tetaplah perhatian ke
tengah, dan bergeraklah ke bawah, ke baris-baris berikutnya. Usahakan
kepalatidakikutbergerak.
RUMAH SAKIT MATA
ANAK ANAK KITA
HADIAH DARI BAPAK
GURU ITU RAMAH
HASIL KERJA SEBULAN
CERMAT BERBAHASA INDONESIA
MASUK PERGURUAN TINGGI
IBU KITA KARTINI
MASIH SUKA NAKAL
TELUR MATA SAPI
JANGAN SUNGKAN SUNGKAN
KITAB SUCI ALQUR’AN
KATA KATA SULIT
MASA MASA REMAJA
JANJI JANJI JONI
MALAM JUM’AT KLIWON
DISINI ADA KETAN
MINUM KOPI HANGAT
AIR MATA IBU
DAR DER DOR
BUNGA KASIH SAYANG
47 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Latihan 3
Biasanyauntukmencaridataataufaktadenganmenggunakanteknik
pemindaian, pola gerak mata tidak menyamping tetapi ke bawah seperti
membacakolom.Gerakmataharusterlatihmenelusurirangkaiandatake
arah bawah dengan cepat tanpa tergoda membaca melebar ke samping.
Latihan berikut dapat Anda lakukan. Namun ingat, membaca dengan
mengertiisinya.
Bacalah kolom yang hanya terdiri atas satu kata ke arah bawah
selanjutnyakolomberikutnya,waktuAnda30detik.

sarana
transportasi
khususnya
monorail
tertua
didunia
adadidistrik
RuhrJerman
pembukaan
khususnya
pada24
Oktober
1900
mulai
beroperasi
untuk
wilayah
Kaiser
TheSchwebebahn
sendiri
mulaiberoperasi
dandibuka
untukpublik
awalMaret
1901
danselama
abad19
tersebut
pertumbuhan
dikota
Barmen
Elberfelddan
Vohwinkel
meningkat
dengan
sangatcepat
danpesat
sehingga
angkutanmassal
sangatlah
diperlukan
dikota-kota
tersebut
Sejakada
bentukbaru
dibagian
relataujalur
danharus
melewati
pilihanuntuk
mengangkatrel
secarakonvensional
bukanlah
pilihan
yangideal
Langen
seoranginsinyur
sukses
menemukan
langkah
untuk
membuat
duarel
(dubletrack)
lewat
sistem
monorail
Latihan 4
Latihan berikutnya mengenali frasa dengan cepat. Bacalah ke bawah
dan setiap kaliAnda menemukan frasa di catatanku coret dengan pensil
Anda.Lakukanlahsecepat-cepatnya.Usahakandalamtempokurangdari
30detik.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 48
Frasakunci:di catatanku
akankemana
lupakansaja
limapuluhlima
adaapa
dicatatanku
dalamdunia
mengapaaku
terasingdiri
dicatatanku
adamakna
batangusiaku
sudahtinggi
dicatatanku
adaharapan
yangdatang
dicatatanku
dihadapanku
kutakmau
mencarikamu
didepanku
terukirindah
dicatatanku
adakamu
Bacalahwacanaberikut:(sebelumnyacatatwaktusebelummembaca)
Sarana Komunikasi, Kesadaran Berbahasa, dan Sikap
Berbahasa yang Positif
Sebagai mahluk sosial, manusia memerlukan manusia yang lain.
Artinya,manusiatidakdapathidupdanmemenuhikebutuhannya,tanpa
bantuanmanusialain.Karenamemerlukanoranglain,manusiaberinteraksi
danberkomunikasidengansesamanya.
Berawal dari komunikasi lisan melalui alat ucap dan bunyi-bunyian
sederhana, hingga terwujud simbol-simbol tulisan, manusia menyatakan
pikiran,ide,gagasan,ataupunkeinginannya.Sesuaidenganperkembangan
peradaban dan teknologi, kini manusia dapat berkomunikasi dengan
berbagai cara dan sarana. Sekarang ini, orang dengan cepat dapat
49 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
berbahasa lisan tanpa berhadapan melalui telepon atau saling berbahasa
tulisanmelaluifasilitaschatingdiinternet.Sejalandenganitu,bahasapun
berkembangmakinkompleks.
Dalamperkembangannya,bahasamengalamiprosespengayaan.Pada
tataran tata bahasa, terjadi penambahan kosakata, bentukan kata, dan
berbagaipolasertajeniskalimat.Padatataranpemakaian,telahberaneka
ragam muncul model-model ungkapan, pemeo, jargon, dan lain-lain. Hal
inimenunjukkanpeningkatandalamhalkesadaranberbahasaolehmanusia
yang dianggap aspek penting dalam berkehidupan dan berhubungan
sosial antarsesama. Namun, di sisi lain juga sangat memprihatinkan dan
mengkhawatirkan.
Kekhawatiran tersebut muncul jika kesadaran berbahasa sebagai
sarana komunikasi tidak diimbangi dengan sikap berbahasa yang positif.
Banyak terjadi akibat bahasa, persahabatan retak, persaudaraan putus,
antarkelompok bermusuhan bahkan antarnegara terjadi peperangan.
Begitulahkedasyatanbahasayanglahirdarimulutmanusia.Pantaslahbila
adapepatahmengatakan”mulutmuadalahharimaumu”.
Untuk menghindari itu, diperlukan sikap berbahasa yang positif.
Perwujudansikappositifberbahasaialahdenganberbahasasecarasantun,
mempertimbangkan segala aspek yang berkaitan dengan tujuan dan efek
komunikasi. Memilih kata, ungkapan, dan kalimat dengan cermat, serta
menghargai mitra bicara. Hindari pemakaian kata/ungkapan dan kalimat
yang berpotensi menimbulkan konfik. Dengan saling memiliki sikap
berbahasa yang positif, komunikasi akan efektif, lancar, mencapai tujuan,
danaman.
(Catatlah waktu selesai membaca, lalu hitung kecepatan membaca
berdasarkanrumusKpm)
Kemudian,jawablahpertanyaandibawahini:
1. Jelaskanmengapamanusiadisebutmakluksosial!
2. Kemudahan apa yang dialami manusia dalam berkomunikasi sejalan
denganperkembanganteknologi?
3. Jelaskanprosespengayaanbahasasebagaiakibatkesadaranberbahasa!
4. Apayangterjadijikaberbahasatidakdiimbangisikapyangpositif?
5. Bagaimanasikapberbahasayangpositif?
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 50
Perhatikanjadwalacaratelevisidibawahinidengancermat:
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, dalam waktu 2 menit.
1. PukulberapaacaratopikpetangdiAnteve?
2. AcaraapayangditayangkanolehstasiunTPIpadapukul.16.30?
3. Stasiuntelevisiapasajayangmasihsiarandiataspukul03.00?
4. Stasiunmanasajayangbanyakmenayangkanacaraolahraga?
5. AcaraapayangditayangkanSCTVsetelahLiputan6Malam?
51 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Tugas Mandiri:
Untuk melatih cara membaca ini lebih jauh, ambilah kamus, buku
telepon, atau jadwal acara televisi lainnya. Carilah informasi tertentu,
misalnya beberapa kata dalam kamus, alamat dalam buku telepon,
atau nama siaran dan jamnya. Anda dapat lakukan bersama teman
sebangkusecaraberpasangandanbergantian.Hitunglahkecepatannya
berdasarkanwaktumulaidanselesai.
C. Teknik Membuat Catatan
Dalammembacapemahaman,jikabahanbacaanbanyakdantaksemua
hal-hal penting dapat diingat atau dipahami, pembaca perlu membuat
catatan.Catataninidibuatsebagaisaranamembantumenguatkaningatan
ataupemahamanterhadapisibacaansesuaidengantujuanmembaca.
Tidak semua uraian dicatat. Tujuan membaca secara umum adalah
untukmendapatkaninformasiyangdibutuhkanataumemahamigagasan
yangdisampaikanpenulisdalambacaan.Agarcatatanterarah,hal-halyang
perludicatatadalah,sepertiberikut.
1. Kata-kata kunci berupa kata/frasa/klausa yang dapat mengantarkan
padapikiranpokok.
2. Idepokokataugagasanutamasetiapparagraf.
3. Data dan fakta yang mendukung gagasan seperti hasil penelitian,
angka-angka,danlain-lain.
4. Informasi yang dianggap menarik termasuk pemikiran baru, opini,
tanggapan,ataupenyelesaiansuatumasalah.
5. Pendapatataupenilaianpenulismengenaihal-haltertentu.
6. Jika yang dibaca berbentuk buku, jangan lupa catat halaman tempat
informasiyangdicatatberadauntukmemudahkanmencarikembali.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 52
D. Teknik Menyusun Bagian
Dalam setiap karangan terdapat kumpulan ide pokok atau gagasan
yangmendukungsatutemakarangan.Setiapidepokokdiuraikanmenjadi
paragraf, masing-masing paragraf saling berkaitan. Gagasan pokok yang
ada dalam setiap paragraf diuraikan menjadi kalimat utama dan kalimat
penjelas.Untukmemahamisebuahkarangan,kitadapatjugamenggunakan
teknik menyusun bagian, yaitu membedah karangan menjadi bagian-
bagian yang merupakan unsur pembangunnya. Perhatikanlah contoh di
bawahini:
- 36 - - 36 -
3. Stasiun televisi apa saja yang masih siaran di atas pukul 03.00 ?
4. Stasiun mana saja yang banyak menayangkan acara olahraga ?
5. Acara apa yang ditayangkan SCTV setelah Liputan 6 Malam ?
Perlatihan:
Untuk melatih cara membaca ini lebih jauh, ambilah kamus, buku telepon, atau jadwal acara
televisi lainnya. Carilah informasi tertentu, misalnya beberapa kata dalam kamus, alamat
dalam buku telepon, atau nama siaran dan jamnya. Anda dapat lakukan bersama teman
sebangku secara berpasangan dan bergantian. Hitunglah kecepatannya berdasarkan waktu
mulai dan selesai.
C. Teknik Membuat Catatan
Dalam membaca pemahaman, jika bahan bacaan banyak dan tak semua hal-hal
penting dapat diingat atau dipahami, pembaca perlu membuat catatan. Catatan ini dibuat
sebagai sarana membantu menguatkan ingatan atau pemahaman terhadap isi bacaan sesuai
dengan tujuan membaca.
Tidak semua uraian dicatat, tujuan membaca secara umum adalah untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkan atau memahami gagasan yang disampaikan penulis dalam bacaan.
Agar catatan terarah, maka hal-hal yang perlu dicatat adalah:
1. Kata-kata kunci berupa kata/frasa/klausa yang dapat mengantarkan pada pikiran pokok.
2. Ide pokok atau gagasan utama setiap paragraf.
3. Data dan fakta yang mendukung gagasan seperti hasil penelitian, angka-angka, dan lain-
lain.
4. Informasi yang dianggap menarik termasuk pemikiran baru, opini, tanggapan, atau
penyelesaian suatu masalah.
5. Pendapat atau penilaian penulis mengenai hal-hal tertentu.
6. Jika yang dibaca berbentuk buku, jangan lupa catat halaman tempat informasi yang
dicatat berada untuk memudahkan mencari kembali.
D. Teknik Menyusun Bagian
Dalam setiap karangan terdapat kumpulan ide pokok atau gagasan yang mendukung
satu tema karangan. Setiap ide pokok diuraikan menjadi paragraf, masing-masing paragraf
saling berkaitan. Gagasan pokok yang ada dalam setiap paragraf diuraikan menjadi kalimat
utama dan kalimat penjelas. Untuk memahami sebuah karangan kita dapat juga menggunakan
teknik menyusun bagian, yaitu membedah karangan menjadi bagian-bagian yang merupakan
unsur pembangunnya. Perhatikanlah contoh di bawah ini:
- Kalimat utama
-Æ Ide pokok - Kalimat penjelas ---- (deduktif)
- Kalimat Penjelas
Topik ----
Æ Ide pokok - Kalimat penjelas
- Kalimat penjelas ----(induktif)
- Kalimat utama
Setelah menyusun bagian-bagian karangan yang merupakan bentuk
kerangkakarangan,Andadapatmenentukanbagian-bagiantersebutdalam
karanganyangdibacalalumenyusunnyasesuaibagian-bagiannya.
Contoh:
Pengertian
sumberbelajar
SumberBelajar
Sumberbelajaradalah
sarana/media...
a.perpustakaan
b.bukucetak
c.bukupenunjang
sumberbelajarterdiri
atasbermacambentuk...
a.tulisan
b.lisan
c.hasilpengamatan
Macam-macam
sumberbelajar
––––
––––
53 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Banyaknya perincian bergantung pada banyaknya paragraf yang
terdapat dalam karangan. Penyusunan unsur/bagian karangan, selain
disusunsepertidiatas,dapatpulaberupapemaparanataueksposisiseperti
contohdibawahini.
Topik:Sumber Belajarterdiriatas:
- paragraf1 berisi penjelasan mengenai pengertian sumber
belajar
- paragraf2 berisiuraianataupenjelasantentangmacam-macam
sumberbelajarbaikyangberbentuktulisanmaupun
lisandanseterusnya.
E. Menafsirkan Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan
Idiomatik
Di dalam bacaan yang kita baca, adakalanya terdapat penggunaan
katayangberbentukistilahataukatayangmemerlukanpenafsirankhusus.
Selainkata,terdapatpulapenggunaanbentukkataataukataturunanserta
pemakaian ungkapan idiomatik yang maknanya perlu dielaskan. Untuk
membantu mendapatkan penjelasan mengenai pengertian kata, bentuk
kata,danmaknaidiomatik,kitadapatmenggunakankamussepertiKamus
Besar Bahasa Indonesia. Di dalam kamus, sebuah kata dielaskan secara
detail mengenai arti kata, asal kata, kata turunannya, kelas kata, serta
pengertiankiasnyajikaada
Contoh lembaran halaman dalam kamus:
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 54
Wacana yang temanya menyangkut bidang ilmu tertentu seperti:
pertanian, teknik, atau kesehatan. Biasanya banyak menggunakan istilah
khusus yang menyangkut bidang tersebut, termasuk juga penggunaan
bentuk kata, atau ungkapan idiomatiknya. Langkah dalam membaca
pemahaman selain mencatat pokok-pokok isi bacaan, juga mendafarkan
istilah, bentuk kata, dan penggunaan ungkapan idiomatik yang tidak
dimengerti untuk dicarikan maknanya dengan membuka kamus bahasa
ataupunkamusistilah.
Untukwacanaberbentukkaryasastraseperticerpendanpuisi,sering
kita temui pula kata atau bentukan kata yang tidak bermakna umum
melainkan memiliki nuansa makna yang lebih bersifat kedaerahan atau
bahasa sehari-hari seperti njelimet, ngawur, kesetanan. Untuk membantu
memahamikata-katasepertiitu,kitadapatmemanfaatkankamus.
Di samping itu, di dalam puisi atau syair lagu, sering kita temukan
penggunaanungkapanatauidiom.Untukmemahamipuisi,kitajugaharus
dapat menafsirkan bentuk-bentuk idiom atau ungkapan yang bersifat
idiomatik.Contohpenggunaanungkapandalampuisi.

Kaulahkandilkemerlap
Pelitajendeladimalamgelap
Melambaipulangperlahan
Sabar,setiaselalu

(Bait kedua, puisi berjudul “Padamu Jua” karya Amir Hamzah)
Dalam puisi tersebut, terdapat ungkapan kandil kemerlap yang
berartiLilin yang terang.Danungkapanpelita jendeladitafsirkandengan
penerang alam sekitarnya.Ataupemberi petunjuk.Danmalam gelapialah
sesuatuyangtidakdiketahuiatautidaktentuarah.Kaupadapuisitersebut
dimaknaidenganTuhan.Tuhanmenjadipetunjukjalankebenaran.
Jadi,dalammemahamipuisiatausyair,kitaharusmemahamisimbol-
simbol yang digunakan. Simbol atau makna kias dapat tercermin dari
penggunaan kata, bentukan kata, atau ungkapan yang tak biasa. Untuk
memahaminya, kita dapat melihat dari kedudukan kata, kaitan makna
antarkata,ataubentukankatatertentudengankatayanglainnya.Jikasecara
leksikal maupun gramatikal kalimat tersebut tak dapat dimaknai, kita
harusmenafsirkannyaberdasarkankontekskataataukalimat.Sebab,setiap
untaian kata, frasa, atau kalimat yang terdapat dalam puisi merupakan
55 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
RANGKUMAN
untaianperasaan,ekspresi,ataupunpengalamankejiwaanpenyairnya.
Untuk memahami berbagai penggunaan kata baik secara leksikal,
gramatikal, struktural, maupun kontekstual, kita dapat memanfaatkan
kamus. Di dalam kamus, diabarkan penggunaan kata dalam berbagai
aspeknya. Dengan banyak menelaah kamus, kita akan memperoleh
kekayaankosakata.Dalamsebuahceramahnya,penyairbesarW.S.Rendra
pun menganjurkan para penyair untuk selalu melihat arti kata dalam
kamus, seperti ia sendiri selalu melihat kamus bahasa Indonesia dengan
tekununtukmendapatkanartiyangsetepat-tepatnya.
A. Membaca Cepat Pemahaman
Membacacepatpemahamanadalahmembacadenganwaktuyang
lebih cepat dari membaca normal, namun tetap dapat memahami
isi bacaan sekurang-kurangnya 60 persen. Ukuran membaca cepat
pemulayaitumembacadengankecepatan120–150kpm(kataper
menit).
Rumus mengukur kecepatan membaca dengan ukuran satuan kata
permenit(kpm)ialah:
Jumlahkatayangdibaca
–––––––––––––––––––––X60=jumlahkpm(katapermenit)
Jumlahdetikuntukmembaca

B. Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap (skimming)
dan Membaca Memindai (scanning)
Ada dua teknik membaca cepat yang dapat dilakukan untuk
mengefsienkan waktu dan memberikan hasil yang efektif sesuai
tujuanmembaca,yaitumembacadengantekniklayap(skimming)dan
membacadenganteknikmemindai(scanning).
C. Teknik Membuat Catatan
Membuat catatan merupakan salah satu cara bagi pembaca
dalammenyimpulkanbahaninformasidarisebuahsumber.Dengan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 56
membuat catatan pembaca dapat mengingat kembali informasi
penting yang dibutuhkan. Untuk membuat catatan yang baik dan
terarah, hal-hal yang perlu dicatat, yaitu mencatat kata-kata kunci,
mencatat ide pokok setiap paragraf, mencatat data dan fakta,
mencatat informasi yang dianggap menarik, atau pendapat penulis
tentangsesuatu.
D. Teknik Menyusun Bagian
Untuk memahami sebuah karangan, kita dapat menggunakan
teknikmenyusunbagian,yaitumembedahkaranganmenjadibagian-
bagian yang merupakan unsur pembangunnya, seperti gagasan
pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas. Penyusunan bagian
tersebutdapatberbentukskemaataupemaparan.

E. Menafsirkan Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan Idiomatik
Untuk menafsirkan kata, bentuk kata, dan ungkapan idiomatik
dalamsebuahwacanadapatmenggunakankamus.Didalamkamus,
khususnya kamus bahasa Indonesia selain dielaskan pengertian kata,
diuraikanjugabentukkankata,kelaskata,sertaungkapanidiomatik
katabersangkutanjikaada.

Bacalah wacana di halaman awal bab ini secara cepat dengan
menggunakan teknik membaca memindai (skimming) dan membaca
pelayapan (scanning). Catatlah pokok-pokok isi bacaan tersebut lalu
susunlah menjadi kerangka karangan yang utuh. Dafarkanlah kata/
istilah, serta ungkapan idiomatik yang terdapat di dalam bacaan, lalu
jelaskanmaknanya.
TUGAS MANDIRI
57 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Bacalahwacanadibawahinidengansaksama!
Membaca Kreatif
Membaca kreatif tidak berhenti setelah bacaan atau buku tuntas
dibaca. Masih ada proses tindak lanjut yang tujuan akhirnya berupa
peningkatankualitashidup.
MungkinAndaseorangkutubuku.Namun,apakahisisetiapbacaan
atau buku yang baru selesai Anda baca lewat begitu saja? Ataukah
justrumemengaruhipikiran?Bagaimanakahupayaagarpengetahuan
yang Anda baca benar-benar berguna untuk meningkatkan kualitas
hidupAnda?
Pengaruhyangterjadipadaseseorangusaimencermatikatademi
kata dalam sebuah bacaan atau buku tidaklah sama. Hal itu sangat
bergantungpadacaramembacanya.Berdasarkantingkatanhasilyang
diperoleh setelah membaca, jenis membaca dibedakan atas membaca
literal,membacakritis,danmembacakreatif.
Membaca literal bertujuan mengenal arti yang tertera secara
tersurat dalam teks bacaan. Pembaca cukup menangkap informasi
yangterterasecaraliteral(reading the lines)dalamteksbacaan.Pembaca
tidakberusahamendalamiataumenangkaplebihjauh.
Membacakritisadalahmembacauntukmemahamiisibacaanatau
membacasecararasional,kritis,mendalam,disertaiketerlibatanpikiran
dalammenganalisisbacaan.Dalammembacakritis,pembacaberupaya
memahami lebih dalam materi yang dibaca. Untuk mencapai tujuan
tersebut, pembaca menggunakan empat cara, yaitu bertanya (seolah-
olahberdialogdenganteksbacaan),menyimpulkan,menghubungkan
satu keterangan dengan keterangan lain, dan menilai ide-ide dalam
bacaan.
Meningkatkan kualitas hidup
Yangpalingbermaknadalamkegiatanmembacaadalahmembaca
kreatif. Pada jenis ini, kegiatan membaca merupakan sebuah proses
untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan yang terdapat
dalam bacaan, yaitu dengan mengidentifkasi ide-ide yang menonjol
atau mengombinasikan gagasan pokok bacaan dengan pengetahuan
yangpernahdiperolehsebelumnya.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 58
Kegiatan membaca kreatif tidak sekadar menangkap makna dan
maksud dari isi bacaan, tetapi juga menerapkan ide-ide atau informasi
yang tertuang dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang berkaitan
dengan peningkatan kualitas hidup. Dengan menerapkan informasi
diharapkan,kualitashiduppembacaakanlebihterarahdanmeningkat.
Kalauternyatabegituselesaimembacatidakadatindaklanjutnya,berarti
iabukanpembacakreatif.
Setelahmembaca,padadiriseorangpembacakreatifsecaraotomatis
akan tampak sejumlah kemajuan, baik kognitif, afektif, maupun
psikomotorik. Dengan kata lain, tingkatan hasil membaca kreatif lebih
tinggidaripadamembacaliteralataukritis.

Manfaat membaca kreatif
Membaca kreatif akan memberikan banyak manfaat sesuai bahan
bacaanyangdibaca.Banyaktemabacaanbermanfaatyangdapatdibaca,
misalnya bacaan tentang siraman rohani, pemikiran para budayawan,
informasi cara merawat kesehatan tubuh, informasi soal cara membuat
makanan,ataubarang.
Adajugayangmemberikaninformasisoalcaramemanfaatkanlahan
milik sendiri, misalnya membudidayakan tanaman hias, atau tanaman
obat. Apabila Anda tertarik untuk memelihara ternak, dari buku pun
Anda dapat belajar cara merawat, memilih makanan atau pakan yamg
diperlukan,dansebagainya.Pilihanlainuntukmenambahpengetahuan
antaralain,caramembuatbangunandanmenataruangansecaraartistik,
termasukcaramerenovasisuatubangunanagarterkesanlebihnyaman
danindah.
Sekarang pun banyak buku yang mengajarkan cara mengatur
keuangan keluarga serta cara berinvestasi untuk masa depan. Tak
sedikitpulabukupsikologiyangdapatmemberimasukantentangcara
mendidik dan mengarahkan perkembangan jiwa anak. Ada juga buku
tentang hobi atau keterampilan yang mungkin bisa memberikan ide
untukmemproduksisesuatu.Denganmembaca,kitadapatmenerapkan
pengetahuanbaruyangkitaperolehuntukmengembangkankarieratau
meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang sesuai kebutuhan
masing-masing.
(DikutipdariIntisari:Oktober2003,
PenulisYacobSuparsaAsman)
59 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Iadikenaldisekolahseorangkutu buku.
Maknakatakutu bukuadalah
a. sukamembelibuku
b. sukamembacabuku
c. sukamengoleksibuku
d. sukamenjualbuku
e. sukamerawatbuku
2. Berdasarkan tingkatannya, membaca dibedakan menjadi berikut ini,
kecuali
a. membacakreatif
b. membacakritis
c. membacaliteral
d. adanb
e. a,b,danc
3. Membacauntukmemahamiisibacaansecararasionaldanmendalam
disebut
a. membacakritis
b. membacacepat
c. membacaliteral
d. membacakreatif
e. membacapemahaman
4. Halyangdilakukandalammembacakritisadalahberikutini,kecuali
a. bertanya
b. menyimpulkan
c. menghubungkan
d. mencatathalpenting
e. menilaiide-idedalambacaan
UJI KOMPETENSI
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 60
5. Membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan baru
yangterdapatdalambacaanadalah
a. membacakritis
b. membacacepat
c. membacapendalaman
d. membacakreatif
e. membacaliteral
6. Tujuanmembacakreatifadalah
a. memahamiinformasi
b. mengetahuisesuatulebihdalam
c. peningkatankualitashidup
d. lebihkritris
e. menambahwawasan
7. Hal di bawah ini termasuk kategori bahan bacaan dalam membaca
kreatif,kecuali
a. wacanatentangcaramerawatkesehatan
b. wacanatentangpemikiranbudayawan
c. wacanatentangkehidupanlaut
d. wacanatentangmembuatmakanan
e. wacanamengenaimemeliharatanaman
8. Yangbukaninformasimengenaimemanfaatkanlahanadalah
a. membudidayakantanamanhias
b. membuatsurattanah
c. membudidayakantanamanobat
d. menanamdanmerawatanggrek
e. caramenanam
11. Untuk membaca cepat diperlukan latihan, sebagai pemula target
kecepatanadalah
a.130–150kpm d. 110–130kpm
b.125–140kpm e. 100–150kpm
c.120–150kpm

61 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
12. Membaca cepat dengan tujuan untuk memperoleh suatu informasi
langsungkepokokmasalahadalahteknikmembaca
a. teknikpemindaian(skimming)
b. teknikmembacanaskah
c. teknikpelayapan(scanning)
d. teknikmembacaekspresionis
e. teknikmembacafrasa
13. Dibawahiniadalahhal-halyangperludiperhatikandalammembuat
catatan,kecuali
a. kata/frasa/kalimatyangmengantarkanpadagagasanpokok
b. idepokokataugagasansentralsetiapparagraf
c. setiappenjelasanpentingyangadapadabacaan
d. pendapatatauasumsipenulismengenaihal-haltertentu
e. dataataufaktayangmendukunggagasan
14. Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokoknya atau
saripatibacaandisebut
a. teknikpemindaian(skimming)
b. teknikmembacanaskah
c. teknikpelayapan(scanning)
d. teknikmembacaekspresionis
e. teknikmembacafrasa
15. Dalam sastra, setiap kata tidak selalu diartikan dengan makna
sesungguhnya.Katadapatditafsirkanduacara,yaitu
a. majasdanlaras
b. konotatifdandenotatif
c. puisidansajak
d. cerpendanpuisi
e. sastradanidiomatik
16. Dibawahini,beberapamanfaatmembacacepat,kecuali
a. bagian-bagianyangdiperlukandapatdiketahui
b. pembacadapatmengetahuiopinioranglain
c. topikbacaandapatdiketahui
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 62
d. mengetahuiorganisasipenulisan
e. dapatmelatihindramata
17. Berikutiniyangtidaktermasukpelatihanmembacacepatialah
a. membacadengancaramelebarkanjangkauanmata
b. membacakesamping
c. membaca dengan tatapan per fksasi
d. membacadenganhati-hati
e. membacakolom
18. Yangdimaksuddenganregresiialah
a. membacadenganmelakukanpengulanganbacaan
b. membacadenganperlahan-lahan
c. berhentipadasuatupandangan
d. bacaandihentikan
e. pembacatidakkonsentrasidalammembaca
19. Hal yang salah dan menjadi kebiasaan dalam membaca berikut ini,
kecuali
a. membacadenganmenggerakkanbibir
b. membacadenganmenggerakkanmata
c. membacadenganmenggelengkankepala
d. membacadenganmengeraskansuara
e. membacadenganmenatapkataperkata
20. Akibatyangterjadiketikakomunikasiberjalantidakseimbang,kecuali
a. persaudaraanretak
b. persahabatanputus
c. menimbulkan konfik
d. menghargaimitrabicara
e. bisaterjadinyapeperanganantarkelompokatauantarnegara

63 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Hal-halapasajakahyangperludilakukanketikakitamenemukanide
pokokdaribagianwacana?
2. Jelaskanapayangdimaksuddenganapresiasidalamsastra!
3. Sebutkandanjelaskanduacarateknikmembacacepat!
4. Apasajayangperludicatatdalammembacapemahaman!
5. Dalamsetiapparagraf,terdapatduaunsurkalimat.Sebutdanjelaskan
maksudnya!
6. Bahasasastradapatjugadisebut
7. Mengapa dalam bermasyarakat kita harus memerhatikan sikap
berbahasayangpositif?
8. Apa saja sikap berbahasa yang positif dan efsien?
9. Mengapamanusiadisebutmakhluksosial?
10. Dampak apa saja yang terjadi ketika komunikasi berjalan dengan efsien
danpositif?

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 64
65 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Memahami informasi tertulis dalam berbagai bentuk
teks
Indikator
- Mengidentifikasi sumber informasi dengan menggunakan
cara/teknik membaca cepat untuk pemahaman.
- Mencatat isi pokok informasi dengan menggunakan cara/
teknik membuat catatan yang benar
- Mengidentifikasi jenis teks (narasi, deskripsi, dan
eksposisi) dengan menggunakan cara/teknik membaca
cepat untuk pemahaman
- Memilih fakta dan opini dengan menggunakan cara/
teknik membuat catatan
- Memilah proses dan hasil dengan menggunakan cara/
teknik membaca cepat dan cara/teknik membuat catatan.
- Menceritakan kembali informasi dari masalah yang telah
teridentifikasi
- Mengungkapkan gambar, bagan, grafik, diagram, atau
matriks secara verbal
- Mengubah informasi verbal ke dalam bentuk nonverbal
- Menyimpulkan informasi yang termasuk pendapat/opini
Pada Bab ini, kita akan mempelajari cara mengindentifikasi sumber informasi dan jenis teks
tertulis sebagai kelanjutan bab sebelumnya. Termasuk di dalamnya teknik membuat catatan
dengan menggunakan kartu catatan. Kita juga akan mempelajari ciri penanda masalah, gaya
tulisan, pernyataan berbentuk fakta, opini, proses, dan hasil yang terdapat di dalam teks,
cara membaca informasi nonverbal seperti grafik, tabel, dan lainnya serta teknik membuat
simpulan. Tujuan mempelajari materi bab ini ialah supaya kita mampu mengindentifikasi
jenis teks (narasi, deskripsi, dan eksposisi), memilih dan memilah fakta, opini, proses, hasil,
dan menceritakan kembali informasi dari masalah yang terindentifikasi, mengungkapkan
informasi nonverbal dan dapat menyimpulkan informasi dengan tepat.
BA B 4
M EM A HA M I INFO RM A SI TERTULIS
DA LA M BERBAG A I BENTUK TEKS
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 66
Wacana
Mej a Gosi p dan Kopi Lamno
Ruang Publ i k di Warung Ayah
Meja di bagian depan Warung Kopi Ayah, akrab disebut Warung
Kopi Solong, di wilayah Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh
Darussalam, selalu penuh.
Terutama pagi hari, meja ini dipenuhi komunitas pengusaha, pejabat,
hingga wartawan. Pengisi meja ini tidak putus-putus, dari pagi hingga
sekitar pukul 10.00. Lewat waktu tersebut, meja pun mulai sepi.
“Kami sering menyebutnya meja gosip. Orang-orang yang akan
dinaikkan jadi pemimpin di Aceh bermula dari meja itu. Begitu juga orang-
orang yang akan diturunkan dari jabatannya,” tutur Thamrin Ananda,
Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Aceh, partai politik lokal yang baru berdiri
di Aceh.
Di deretan meja depan tersebut, kata Bung Nanda, panggilan akrab
laki-laki berambut cepak ini, semua informasi mengenai petinggi di
Aceh, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi hingga ke tingkat kabupaten
dan kota, berputar di meja ini. Selain membahas mengenai isu-isu yang
mencuat di media lokal dan nasional, mereka juga membahas informasi
yang didapatkan di “bawah tanah”.
“Siapa pun bisa memberikan informasi mengenai apa pun di sini. Apa
pun. Baik, buruk, semuanya bisa didengar di meja itu,” katanya setengah
berbisik, sambil menyeruput minuman kopi terakhir dari cangkirnya.
Setelah memberi dan menerima informasi, semua bergerak kembali
ke tempat kegiatan masing-masing: ke kantor, ke lembaga swadaya
masyarakat, atau bahkan ke kampus dan sekolah.
Bung Nanda menuturkan, meja itu sebelumnya menjadi semacam
pusat informasi bagi orang-orang yang mencari keluarganya setelah
bencana tsunami menimpa Negeri Serambi Mekkah pada 26 Desember
2004. Hampir semua orang berkumpul di warung kopi ini. “Kemudian
fungsinya bergeser menjadi seperti sekarang,” ujar Nanda.
Nawawi, pengelola Warkop Solong, membenarkan penuturan Bung
Nanda. Dia mengatakan, hampir semua pejabat di Aceh pernah mampir di
warkopnya dan duduk di deretan meja tersebut. Dia pun bisa memetakan
para pengunjung yang datang ke warkopnya.
67 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
“Termasuk Pak Irwandi (Gubernur NAD Irwandi Yusuf), duduk di
meja bagian depan ini. Kami biasanya tidak tahu kapan dia datang. Tiba-
tiba saja dia sudah duduk dan pesan kopi,” tuturnya.
Menurut Chek Nawi, meja di depan warkop yang dia kelola
itu sering diduduki pejabat, baik di pemerintahan maupun swasta,
pengusaha, pengacara, pengurus, LSM, hingga wartawan. Meskipun tidak
mendengarkan terlalu detail isi pembicaraan, dia mengakui, perbincangan
yang dilakukan di kawasan itu cukup berat.
“Satu-dua cangkir cukup bagi mereka untuk memutuskan dan
menyebarluaskan sesuatu hal,” ujarnya sambil tersenyum. Inilah ruang
publik di mana semuanya terbuka, tidak ada yang disembunyikan.
Kopi Lamno yang Khas
Cita rasa kopi tidak hanya didapat dari jenis kopi yang digunakan,
tetapi juga dapat diperoleh dari cara menggoreng. Ketidaktepatan proses
menggoreng akan berakibat buruk pada cita rasa kopi yang disajikan.
Sebaliknya, ketepatan penggunaan adonan dan waktu menggoreng
membuat cita rasa kopi akan melekat erat di lidah penikmat kopi.
Hasballah, adik kandung Nawawi, pengelola Warung Kopi (Warkop)
Ayah, mengatakan, untuk mendapatkan cita rasa kopi yang baik, butuh
adonan yang bisa membangkitkan selera para peminum kopi. Pencarian
dan penggunaan adonan itu tidak bisa didapat dalam sehari atau dua hari.
“Butuh waktu lama untuk membuat adonan yang pas dan cocok agar rasa
kopi keluar saat dicecap lidah,” tuturnya.
Sarjana pertanian ini menjelaskan, warkop yang dia kelola bersama
saudaranya menggunakan biji kopi dari Lamno, Kabupaten Aceh Jaya.
Kopi asal Kecamatan ini memiliki rasa lebih nikmat dibandingkan dengan
kopi dari Gayo, Kabupaten Aceh Tengah.
“Dari wangi biji kopinya sudah berbeda. Wangi kopi Lamno lembut
dan terasa ketika kita mencium bijinya, sedangkan kopi Gayo tidak begitu
terasa,” terangnya.
Dia juga menjelaskan, dia juga menggunakan kopi asal Geumpang,
Kabupaten Aceh Barat. Meski tidak sewangi kopi Lamno, cita rasa yang
ditampilkan kopi geumpang tidak jauh berbeda.
“Karena konflik (bersenjata beberapa tahun lalu), jumlah kopi panen
asal Lamno sangat sedikit. Warga tidak berani merawat dan mengelola
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 68
kebunnya karena konflik. Akhirnya, karena kebutuhan, seringkali kita
menggunakan kopi geumpang,” katanya. Perbandingannya tiga banding
satu, untuk sekali giling. Tiga bagian kopi lamno, satu bagian kopi
geumpang.
Untuk mendapatkan cita rasa yang pas di lidah, butuh ketepatan
waktu menggongseng biji kopi tersebut. Menurut Hasballah, untuk
menggongseng sekitar 40 kilogram biji kopi dibutuhkan waktu sekitar 2,5
jam. “Kalau kelebihan, gosong. Tidak akan enak rasa kopinya kalau nanti
digiling. Pahit,” jelasnya.
Biji kopi yang akan disangrai pun diletakkan di sebuah tong yang
diputar di atas bara api menggunakan dinamo. Cara tradisional, kata
Hasballah, tong tersebut diputar menggunakan tangan. “Karena waktunya
lama, dinamo mulai digunakan,” katanya.
Pada bagian akhir penyangraian, untuk menambah cita rasa kopi,
Hasballah menambahkan adonan margarin dan gula pasir ke dalam 40
kilogram biji kopi yang sedang digongseng. Adonan itu dicampurkan
sesaat sesudah biji kopi tidak lagi disangrai di atas bara api, lima menit
sebelum dipindahkan ke wadah. “Adonan ini menambah lemak dan gurih
pada kopi,” katanya.
Setelah diangin-angin dengan kipas angin, biji kopi yang berwarna
hitam mengilat ini pun kemudian dikirim ke warkop untuk digiling sebelum
disajikan kepada pecandu kopi.
(Sumber : Republ i ka, 16 Desember 2007)
A. Mengi ndenti fikasi Sumber I nf ormasi dengan
Tekni k Membaca Cepat
Pada Bab 2, telah dibahas macam-macam sumber informasi. Sumber
informasi terdiri atas sumber informasi yang berbentuk media cetak,
media elektronik, dan langsung dari narasumber. Sumber informasi yang
berbentuk media cetak, contohnya buku-buku, koran, majalah, tabloid,
arsip, surat, dokumen, dan lain-lain. Media elektronik seperti radio, televisi,
kaset VCD atau DVD ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Sumber informasi
dari narasumber, misalnya hasil wawancara, pidato, diskusi, seminar, dan
lain sebagainya.
69 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
Sumber informasi dari media cetak ataupun media elektronik
merupakan sumber yang tidak langsung sebab kita tidak berhubungan
langsung dengan narasumbernya. Untuk menjadikan sebuah informasi
yang berasal dari media cetak atau elektronik yang berbentuk tulisan,
kita harus mengatahui atau mengindentifikasi sumber informasi tersebut.
Apa, siapa, kapan informasi tersebut dibuat atau ditulis. Jika berbentuk
uraian peristiwa, dari mana dan kapan peristiwa itu terjadi. Setidaknya
saat kita membaca sebuah teks tertulis, kita tahu indentitas sumber bacaan
yang kita baca atau ketika kita menguraikan sebuah informasi yang kita
peroleh, kita dapat menjelaskan dari mana dan oleh siapa kita dapatkan
informasi tersebut. Khusus untuk teks tertulis, seseorang dapat mencari
atau mengindentifikasi sumber tertulis tersebut dengan cara membaca
memindai (scanni ng). Bila berbentuk buku, yang perlu kita ketahui adalah
apa judul buku, siapa pengarangnya, siapa penerbitnya, kapan diterbitkan,
di mana diterbitkan, dan cetakan ke berapa. Biasanya hal-hal yang berkaitan
dengan indentitas buku dituliskan di halaman muka setelah judul. Anda
dapat mencarinya di halaman tersebut.
Contoh:

Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 70
Bila berbentuk teks berita di koran, Anda dapat mengetahuinya di
halaman muka. Di tempat itu terdapat penjelasan tentang nama koran, hari
dan tanggal kapan dicetak atau diedarkan, tapi jika yang Anda dapatkan
hanya sepotong berita atau bagian koran yang tidak utuh, Anda dapat
mencarinya pada uraian hasil liputan beritanya. Dalam uraian berita di
koran, penyampai berita akan menulis kapan peristiwa tersebut diliput
atau terjadi, misalnya tertulis (17/6), maksudnya peristiwa itu terjadi
tanggal 17 bulan Juni. Biasanya peliputan dengan penyajian berita di koran
hanya selisih satu hari. Apabila berita tersebut diliput tanggal 17 berarti
koran yang Anda baca tertanggal hari berikutnya yaitu, 18 Juni dengan
tahun yang sama. Selanjutnya keterangan tentang penulis atau penyusun
berita pada surat kabar ternama sering dicantumkan di bagian akhir uraian
berita ditulis di dalam kurung berupa singkatan nama atau nama pendek
penulisnya.
Contoh sumber i nf ormasi dari koran:
Informasi yang berasal dari uraian berbentuk artikel yang terdapat
di ruang khusus atau rubrik pada sebuah majalah, indentitas sumbernya
dapat dicari di bagian bawah atau atas halaman. Biasanya tertera nama
majalah, tanggal, bulan, dan tahun dicetak atau diterbitkan bahkan tertulis
pula edisinya.
71 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
Contoh:
Untuk informasi dari internet, sumbernya biasanya dalam bentuk
alamat web (jaringan) seperti : www.Google.com.,www. Yahoo.com. dan
lain-lain tertulis dalam komputer hp ://www.google.com, hp ://www.
yahoo.com. www.smk-dki.com, dan lain sebagainya. Pada alamat web
tersebut, kalian dapat menjelajah situs-situs atau ruang informasi yang
terdapat di dalamnya.
Contoh sumber i nf ormasi i nternet :
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 72
B. Mengi ndenti fikasi Jeni s Teks Tertul i s
Sebagai penulis, seseorang dapat mengembangkan ide, gagasan,
konsep, maupun fakta dengan berbagai cara. Dapat berupa penceritaan
atau pengisahan, pemaparan, bahkan bersifat memengaruhi pembaca.
Semua jenis uraian tersebut bergantung pada cara memperoleh data dan
tujuan penulisan. Sebuah tulisan dapat berbentuk laporan perjalanan, hasil
pengamatan, sebuah tips melakukan sesuatu, tajuk rencana, dan bentuk
promosi iklan, dan sebagainya. Secara umum, bentuk tulisan atau karangan
terbagi menjadi lima jenis, yaitu: narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi,
dan persuasi.
Kita dapat mengindentifikasi jenis tulisan dengan membaca cepat serta
memahami ciri tulisan masing-masing jenis. Tulisan berjenis narasi adalah
tulisan yang berupa rangkaian peristiwa yang berlangsung pada waktu
tertentu. Dari segi sifatnya, narasi terdiri atas narasi ekspositoris, narasi
imajinatif, atau sugestif. Narasi ekspositoris contohnya: laporan perjalanan,
kisah biografi, atau autobiografi. Narasi imajinatif contohnya: cerpen, novel,
atau cerita bersambung.
Tulisan berjenis deskripsi ialah tulisan yang berisi gambaran suatu objek
sebagai hasil pengamatan penulisnya dan dijelaskan secara objektif agar
pembaca dapat merasakan citraan terhadap objek sebagaimana penulisnya.
Contoh karangan deskripsi, yaitu deskripsi tempat, deskripsi orang, dan
deskripsi suasana.
Tulisan berjenis eksposisi ialah tulisan atau karangan yang memaparkan
serta menjelaskan tentang suatu hal. Tujuannya agar pembaca bertambah
wawasan dan pengetahuan. Contoh tulisan eksposisi, yaitu tulisan tentang cara
merawat wajah, langkah-langkah membaca efektif, dan lain sebagainya.
Tulisan berjenis argumentasi ialah tulisan atau karangan yang berisi
pendapat pengarang mengenai suatu hal dengan disertai berbagai alasan
serta bukti-bukti pendukung yang masuk akal. Tulisan argumentasi bertujuan
memengaruhi atau meyakinkan pembaca terhadap apa yang menjadi
pendirian atau pendapat pengarang. Contoh jenis karangan argumentasi
ialah tajuk rencana, artikel, karangan ilmiah, dan sebagainya.
Tulisan berjenis persuasi ialah tulisan atau karangan yang mengutarakan
pendapat disertai bukti-bukti yang kuat dengan tujuan mengajak, membujuk,
menghimbau, atau memengaruhi pembaca agar melakukan tindakan sesuai
dengan yang diharapkan penulis. Jenis karangan persuasif dapat dilihat pada
tulisan yang bersifat propaganda, iklan, dan sebagainya.
73 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
C. Tekni k Membuat Catatan
Pada saat membaca, banyak hal yang kemudian diketahui pembaca
dari bacaan yang dibacanya. Hal yang diketahui tersebut dapat bersifat
tidak penting dapat juga penting. Informasi penting yang didapatkan dari
sebuah bacaan tentu sayang jika dilewatkan begitu saja, apalagi hal tersebut
berguna bagi pembaca di saat sekarang atau masa akan datang atau dalam
rangka membuat tulisan lain. Jika sulit untuk diingat, jalan satu-satunya
harus dicatat. Mencatat informasi dari sebuah sumber atau bacaan gunanya
adalah:
(1) mendokumentasikan hal-hal penting yang bermanfaat suatu saat,
(2) mengumpulkan informasi untuk bahan penulisan,
(3) memudahkan mengingat kembali, dan
(4) sebagai bahan kutipan dalam karangan ilmiah.
Hal-hal yang perlu dicatat dan dijadikan bahan catatan, yaitu sebagai berikut.
(1) ide pokok atau gagasan sentral setiap paragraf.
(2) informasi penting dan menarik untuk diketahui atau diingat.
(3) kata/frasa/kalimat yang merupakan kata kunci yang bermakna luas
atau dalam, misalnya kata–kata nasihat, moto kehidupan, dan lain
sebagainya.
(4) pendapat atau asumsi mengenai sesuatu.
(5) detail atau fakta-fakta hasil survei atau penelitian ilmiah.
(6) pemikiran, cara, atau metode baru serta tanggapan atau jalan keluar
sebuah persoalan.
Dalam catatan, jangan lupa mencantumkan indentitas sumber informasi
atau bahan bacaan tempat didapatkannya hal-hal yang dicatat. Catatan tentang
sumber dapat berbentuk catatan kaki atau catatan perut. Hal-hal yang dicatat
pada catatan kaki, yaitu: nama penulis atau pengarang (tidak dibalik), judul
buku, tempat diterbitkan, dan nama penerbit serta tahun terbitan ditulis di
dalam kurung, kemudian sertakan nomor halaman tempat informasi yang
dicatat berada. Dalam karangan ilmiah catatan kaki ditulis pada bagian bawah
halaman, diberi ruangan khusus. Catatan kaki memberi keterangan sebuah
kutipan pada karangan ilmiah. Contoh penulisan catatan kaki:
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 74
- Abdul Chaer, Pengant ar Semant i k Bahasa I ndonesi a (Jakarta: Rineka
Cipta, 2002). hlm. 37.
Catatan dapat berbentuk catatan perut jika sumber informasi yang
harus ditulis cukup banyak. Catatan perut lebih singkat, hanya berisi
keterangan nama pengarang (biasanya diambil nama belakangnya), diambil
nama depan kemudian tahun terbit dan halaman. Namun pencatat harus
dapat memahami sumber lengkap dari catatan perut yang ditulis. Sesuai
namanya, catatan perut ditulis setelah sebuah pendapat dikutip. Tidak ada
ruangan khusus seperti catatan kaki. Contoh penulisan catatan perut:
- -------------------------------------------------(Chaer, 2002: 37)
Bagaimana cara mencatat hal-hal atau informasi yang penting? Banyak
orang yang tak mau repot membuat catatan khusus bagi hal yang dianggap
perlu dicatat saat membaca sumber informasi. Seseorang mungkin dapat
dengan rela mencatatnya di dalam buku bacaan tersebut, memberi tanda
khusus, menggarisbawahi atau menstabilo. Namun, di samping akan
membuat buku kurang bersih, juga tak semua buku dapat dicoret karena
bukan milik sendiri, misalnya. Ada cara yang aman dan dianjurkan untuk
membuat catatan terhadap informasi penting tanpa harus mencoret buku
yang bersangkutan, yaitu sebagai berikut.
(1) Menyediakan buku khusus untuk catatan.
(2) Menyediakan lembaran fil e untuk mencatat yang akan dijadikan satu
dalam map fil e.
(3) Membuat kartu catatan (not e car d) dengan ukuran 10 x 15 cm. Segala
hal yang ingin dicatat, akan ditulis pada lembaran kartu tersebut.
Penggunaan kartu sering dilakukan oleh mahasiswa dan kalangan
peneliti.
Contoh kartu catatan:
- Sastra -
- Apresiasi adalah pengenalan suatu nilai
terhadap nilai yang lebih tinggi.
- Ada di halaman 234. Teori Sastra.
75 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
Kelebihan sistem kartu, yaitu:
(1) mudah diatur berdasarkan kelompok masalah atau tema,
(2) mudah menambahkan gagasan baru atau informasi baru,
(3) satu kartu berisi satu topik atau gagasan,
(4) dapat dibuat variasi warna kartu, misalnya untuk topik hukum warna
ungu; ekonomi, warna kuning; sastra, warna biru.
Kekurangannya adalah mudah tercecer atau tercampur baur jika tidak
rapi menyimpan atau mengelolanya. Namun, hal itu dapat diatasi dengan
menyediakan map atau kotak penyimpanan khusus sesuai dengan kategori
atau kelompok warna tertentu.
D. Ci ri Penanda Masal ah, Gaya Tul i san, Fakta, Opi ni ,
Proses, dan Hasi l yang Terdapat dal am Teks
Teknik dan cara membuat catatan juga dapat dipergunakan untuk
menelaah sebuah teks yang di dalamnya terdapat uraian tentang suatu
permasalahan. Uraian ini didukung oleh berbagai fakta dan opini serta
penggambaran mengenai proses dan hasil yang diperoleh. Wacana atau
teks seperti ini tentu sering dijumpai pada wacana berita. Wacana berita
yang ada di dalam media cetak surat kabar atau majalah, acap memberi
penjelasan tentang adanya masalah baik yang terjadi di sekitar masyarakat
maupun pada tataran dunia. Berita tak dibuat jika tak ada masalah yang
perlu diberitakan.

1. Gaya Bahasa
Anda pun tahu bagaimana koran menguraikan sebuah berita, pasti
berbeda gaya tulisannya dengan tulisan tentang hukum, agama, ilmu
pengetahuan alam, dan sebagainya. Masing-masing punya ragam bahasanya
yang disebut l ar as bahasa. Laras bahasa koran bersifat lugas, apa adanya,
dan kadang memakai kata-kata yang tak lengkap, seperti ada pengurangan
pada imbuhan tertentu untuk sebuah bentukan kata. Hal ini dilakukan
dengan pertimbangan menghemat ruangan pada kolom berita di koran.
Dalam uraian berita, juga terdapat penjelasan tentang proses melakukan
sesuatu dan hasilnya. Misalnya, pada operasi razia barang bajakan yang
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 76
dilakukan oleh polisi disebutkan bagaimana operasi berlangsung dan
hasilnya. Juga pada berita kriminal mengenai operasi penggerebekan
markas penjahat dan akan disebutkan hasilnya. Uraian proses biasanya
ditandai oleh adanya tahapan waktu yang menunjukkan keberlangsungan
kegiatan. Proses waktu ini ditandai dengan penggunaan kata hubung
waktu, misalnya kemudi an, l al u, set el ah i t u, atau sel anj ut nya. Untuk bentukan
katanya menggunakan imbuhan pe--an, seperti penant i an, penyer buan,
pengamat an. Penjelasan mengenai hasil biasanya ditunjukkan oleh kalimat
yang menggunakan kata berakhiran -an, misalnya r ampokan, si t aan, baj akan,
ser buan.
Beri kut i ni contoh wacana beri ta dan peri nci annya:
Gubuk Kal i Opak Bakal Di bongkar
Ratusan gubuk di bantaran Kali Jelakeng dan Opak, Kecamatan
Tambora, Jakarta Barat, segera ditertibkan. Penertiban dilakukan selambat-
lambatnya Oktober mendatang.
Bangunan pedagang di bantaran kali tersebut dinilai melanggar Perda
No. 11/1988 tentang Ketertiban Umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, penertiban ini juga untuk mendukung program revitalisasi kota
tua. “Keberadaan bangunan itu mengganggu keindahan dan kelancaran
lalu lintas serta kenyamanan pejalan kaki,” kata Kepala Sudin Tramtib dan
Linmas Jakbar, Abidin Mustofa.
Untuk itu ujar Abidin, pihaknya memberikan waktu sekitar lima bulan
kepada pedagang untuk mempersiapkan kepindahannya ke beberapa
pasar seperti Pasar Slipi (147 kios), Pasar Glodok (144 kios), dan Pasar Pagi
( 288 kios).
Jika sampai batas waktu tidak dipenuhi, Pemkot akan melakukan
penertiban paksa. “Sebelum ditertibkan, para pedagang terlebih dahulu
diberikan peringatan sesuai prosedur yang berlaku saat ini. Setelah itu
baru dibongkar,” ucapnya.
(Sumber: Nonst op, 18 Mei 2007)
2. Penanda Masalah
Masalah yang diungkapkan dalam berita tersebut adalah sebagai berikut.
(1) Banyaknya bangunan atau gubuk di sepanjang bantaran kali Jelakeng
77 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
dan Opak, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
(2) Ratusan bangunan di bantaran kali akan ditertibkan oleh Pemkot
setempat selambatnya bulan Oktober.
(3) Ratusan bangunan itu dinilai melanggar Perda No. 11/1988 tentang
ketertiban Umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
3. Fakta dan Opini
Fakta yang terdapat dalam wacana berita di atas adalah sebagai berikut.
(1) Terdapat ratusan gubuk pedagang di Bantaran Kali Jelakeng dan Opak,
Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
(2) Pemkot memberikan waktu sekitar lima bulan kepada pedagang untuk
pindah ke beberapa pasar seperti Pasar Slipi ( 147 kios), Pasar Glodok
(144 kios), dan Pasar Pagi (288 kios).
(3) Pemkot memberikan peringatan kepada pemilik bangunan sebelum
ditertibkan.
Opini yang terdapat dalam wacana berita di atas ialah sebagai berikut.
(1) Keberadaan bangunan itu dinilai melanggar Perda tentang Ketertiban
Umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
(2) Keberadaan bangunan di bantaran Kali Jelakeng dan Opak dianggap
mengganggu keindahan dan kelancaran lalu lintas serta kenyamanan
pejalan kaki.
4. Kalimat yang Menyatakan Proses dan Hasil
Kalimat proses pada wacana berita di atas adalah
- Pener t i ban dilakukan selambat-lambatnya Oktober mendatang.
Pener t i ban artinya pr oses mener t i bkan.
Kalimat yang menyatakan hasil pada wacana berita di atas adalah
- Bangunan pedagang di bantaran kali tersebut dinilai melanggar
Perda.
Bangunan artinya hasi l membangun.

Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 78
E. Membaca Grafik, Tabel , dan Bentuk I nf ormasi
Nonverbal Lai nnya
Banyaknya bentuk visual seperti grafik, tabel, bagan, dan sejenisnya yang
memenuhi ruang atau kolom tulisan baik di koran maupun rubrik-rubrik
artikel membuat hidup uraian atau penjelasan. Jika dahulu model gambar
atau bentuk nonverbal hanya digunakan untuk uraian bertema ekonomi,
statistik, dan kependudukan, sekarang bentuk-bentuk nonverbal tersebut
dianggap merupakan sarana yang lebih efektif dalam mengungkapkan
fakta-fakta dan lebih menarik dari sekadar kata-kata.
Penggunaan bentuk nonverbal dalam berbagai karangan seperti laporan
jurnalisme, makalah, teks untuk persentase, artikel surat kabar, ulasan
hukum, ekonomi, sosial, selebaran promosi, atau iklan menuntut para
pembaca untuk lebih terampil membaca bentuk-bentuk nonverbal tersebut.
Grafik, tabel, bagan, matriks, dan sejenisnya harus dapat dibaca dengan
cara pemindaian (scanni ng) karena berisi pola-pola atau lambang-lambang
berupa garis, titik, kolom , sel, substitusi, dan sebagainya yang menandakan
suatu perkembangan atau penurunan, jumlah data-data hasil dan lain-lain
yang perlu pengamatan yang cermat. Pada saat membaca gambar-gambar
tersebut, pembaca minimal harus mendapatkan pengertian secara umum
dari tampilan visual tersebut. Jika sudah mengetahui gambaran umumnya,
akan mudah memahami maksud rinciannya.
Berikut langkah-langkah membaca grafik, tabel, diagram, peta, dan
sebagainya.
1. Bacalah judulnya. Langkah pertama ini merupakan langkah penting,
resapkan isi judul grafik, tabel, diagram, atau peta yang dihadapi
karena judul ini memberikan ringkasan yang padat tentang informasi
yang akan disampaikan.
2. Bacalah informasi yang ada di atas, di bawah, atau di sisinya. Informasi
yang ada merupakan kunci penjelasan tentang materi yang disajikan.
Informasi tersebut dapat berupa urutan tahun, persentase, dan
angka-angka.
3. Ajukan pertanyaan tentang tujuan grafik, peta, tabel, atau digram
tersebut. Anda dapat mengetahui tujuan itu dengan mengubah judulnya
menjadi pertanyaan: di mana, seberapa banyak, bagaimana terjadi dan
jawabannya ada pada grafik, tabel, diagram, dan peta tersebut.
4. Bacalah grafik, tabel, diagram, atau peta itu. Sementara membacanya
secara menyeluruh, tetaplah ingat akan maksud dan tujuannya, dan
dapatkan keterangannya dalam informasi yang disajikan di sana.
79 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
1). Contoh Grafik



2). Contoh tabel:


3). Contoh bagan:

Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 80
4). Contoh diagram:

5). Contoh peta:



81 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
6). Contoh Informasi Nonverbal dari Teks Verbal
- Setiap bulannya jumlah tagihan rekening listrik untuk PT PLN.
Wilayah Sumut rata-rata mencapai Rp. 250 Miliar. Dari 2,3 Juta
pelanggan PLN Wilayah Sumut, sebanyak 94,03% merupakan
pelanggan rumah tangga, 3,43%, pelanggan bisnis, 1,7% sosial,
0,61% pemerintah, dan 0,16% pelanggan industri.
Informasi nonverbalnya sebagai berikut.



JumIahPeIangganPLNdi SUMUT
0,16% 3,09% 0,61% 1,70%
94,03%
Persentase
Jumlah
Pelanggan
PLN di
SUMUT
Rumah
tangga
Bisnis
Sosial
JumIah PeIanggan PLN di SUMUT
F. Membuat Si mpul an
Simpulan adalah uraian padat yang berisi intisari atau saripati dari
informasi sumbernya. Simpulan dapat berisi penafsiran atau penilaian
dari pembuat simpulan. Kesimpulan dapat diuraikan secar a dedukt i f yaitu
penjelasan dari hal umum ke hal khusus, atau secar a i ndukt i f yaitu dari hal
khusus ke hal bersifat umum. Simpulan harus singkat, padat, dan lugas.
Contoh si mpul an dedukti f :
Penggunaan internet di kalangan remaja mempunyai dampak positif
dan negatif. Dampak positifnya adalah berbagai informasi yang sifatnya
memperluas wawasan, dapat diakses para remaja di luar jam sekolah.
Dampak negatifnya adalah informasi tentang pornografi, kekerasan,
rasialisme, perjudian, serta berita-berita menyesatkan sangat mudah diakses
oleh mereka.
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 82
RANGKUMAN
Contoh si mpul an i ndukti f :
Dari internet, para remaja begitu mudah mengakses informasi tentang
pornografi, kekerasan, rasialisme, perjudian, serta berita-berita menyesatkan.
Namun di samping itu, mereka juga dapat mendapatkan informasi yang
dapat menambah wawasan di luar jam sekolah. Penggunaan internet di
kalangan remaja memang mempunyai dampak positif dan negatif.
Memahami I nf ormasi Tertul i s dal am Berbagai Bentuk Teks
A. Mengi ndenti fikasi Sumber I nf ormasi dengan Tekni k membaca
Cepat
Untuk mengetahui asal sebuah informasi, kita harus dapat
mengidentifikasi sumber informasi tersebut, yaitu dengan menelusuri
identitas sumber yang mengungkapkan informasi tersebut seperti
siapa narasumbernya dan pada media mana informasi didapat.
Semua itu dapat dilakukan dengan membaca cepat melalui teknik
membaca memindai (scanni ng).
B. Mengi ndenti fikasi Jeni s Teks Tertul i s
Kita dapat mengidentifikasi jenis teks tertulis melalui pemahaman
isi bacaan serta ciri-ciri sebuah tulisan. Secara umum bentuk
tulisan terbagi menjadi lima jenis, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi,
argumentasi, dan persuasi.
C. Tekni k Membuat Catatan
Agar bicara tidak terlupakan begitu saja, pembaca dapat membuat
catatan khusus. Catatan harus disertai dengan pencantuman sumber
bacaan. mencatat sumber bacaan dapat disusun dalam bentuk catatan
kaki atau catatan perut.
D. Ci ri Penanda Masal ah, Gaya Tul i san, Fakta, Opi ni , Proses, dan
Hasi l yang Terdapat dal am Teks
Sebuah wacana dapat ditelaah dari segi gaya bahasa, permasalahan
yang diungkapkan, fakta dan opini yang terdapat di dalamnya, serta
kalimat yang menyatakan proses dan hasil.
83 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
E. Membaca Grafik, Tabel , dan Bentuk I nf ormasi Nonverbal
Untuk membaca grafik, tabel, diagram, atau peta dapat dilakukan
dengan cara a) membaca judul, b) membaca informasi yang ada di
atas, di bawah, atau disisinya, dan c) mebaca secara keseluruhan
informasi yang disajikan dalam grafik tabel, atau diagram itu.
F. Membuat Si mpul an
Simpulan adalah uraian padat yang berisi intisari atau saripati dari
informasi sumbernya. Simpulan dapat disusun secara deduktif atau
induktif.
Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4 orang. Kerjakanlah tugas
berikut.
1. Bacalah wacana di halaman awal bab, identifikasilah:
a. sumber informasinya d. fakta dan opini
b. gagasan pokok berita e. proses dan hasil
c. permasalahan f. simpulan isi wacana
2. Buatlah tabel, grafik, atau diagram (pilih yang cocok) dari data di
bawah ini!
“Sarana pendidikan di DKI pada tahun 2000, terdapat 1.588
pendidikan prasekolah, 3.145 Sekolah Dasar (2.380 SDN dan 765 SD
swasta), terdapat 1.017 SLTP (283 negeri dan 734 swasta), dan untuk
tingkat SMU terdapat 114 SMU negeri dan 359 SMU swasta, serta
ada 41 universitas swasta, dan universitas negeri hanya UI dan UNJ.
Sarana kesehatan, banyaknya rumah sakit di DKI Jakarta berjumlah
102 buah, yang terdiri atas 67 RSU dan 35 RS khusus, dan dari jumlah
RS. Tersebut 75 RS di kelola oleh swasta dan 27 buah RS pemerintah
termasuk RS. Polri.”
TUGAS KELOMPOK :
Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 84
UJI KOMPETENSI
I . Pi l i hl ah j awaban yang pal i ng tepat dari pernyataan di bawah i ni !
1. Di bawah ini yang termasuk sumber informasi yang berbentuk media
elektronik, kecual i
a. video d. audio
b. televisi e. audio-visual
c. dokumentasi
2. Di bawah ini sumber informasi yang berbentuk media cetak, adalah
a. audio-visual, tabloid, dan televisi
b. iklan, internet, dan majalah
c. majalah, dokumentasi, dan buku
d. internet, televisi, dan koran
e. buletin, internet, dan video
3. Penulisan sumber informasi dari media elektronik di bawah ini adalah
a. Kompas, 12 Juli 2007 d. www.yahoo.com
b. senin (9/4) ..... e. Intisari, Oktober 1998
c. ( RCTI, 2007 : 4 )
4. Menguraikan gagasan atau hal yang disampaikan secara tertulis dapat
ditampilkan dalam beberapa uraian, kecual i
a. deskrpisi d. argumentasi
b. narasi e. persuasi
c. biografi
5. Tulisan yang berupa gambaran mengenai keadaan, benda, dan tempat
disebut
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi
6. Penulisan yang berisi kalimat ajakan, himbauan seperti argumentasi
disebut
a. narasi
b. deskripsi
85 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
c. eksposisi
e. persuasi
d. argumentasi
7. Penulisan yang berisi tentang pendapat, cara melakukan sesuatu,
pemaparan tentang suatu hal disebut
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi
8. Di bawah ini kegunaan membuat catatan untuk bacaan yang akan
dibaca, kecual i
a. detail dan menarik
b. mengambil isi pokok informasi
c. membantu mengingat isi bacaan
d. memudahkan membuat kutipan dalam menyusun
e. menjadikannya bahan informasi
9. Beberapa cara untuk mencatat informasi yang dapat dilakukan dan
dianjurkan, kecual i
a. mencatat di buku khusus
b. memberi coretan khusus pada informasi penting
c. mencatat pada lembaran-lembaran yang dijadikan satu di sebuah
map fil e
d. mencatat pada kartu catatan
e. catatan khusus
10. Pemilihan proses dan hasil pada wacana/teks bacaan dapat dilakukan
dengan cara
a. scanning d. diagram
b. skimimg e. tabel
c. grafik
11. Untuk menghemat waktu dan menunjukkan statiska penulisan informasi,
dapat digunakan alat bantu visual di bawah ini, kecual i
a. grafik d. selebaran
b. tabel e. diagram
c. peta

Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 86
12. Karangan ekspositoris adalah jenis karangan yang termasuk karangan
a. komik d. biografi
b. roman e. novel
c. cerpen
13. Informasi nonverbal dapat berupa bentuk di bawah ini, kecual i
a. diagram c. bagan
b. grafik e. opini
d. matriks

14. Bentukan kata yang menyatakan proses biasanya dinyatakan oleh
imbuhan
a. –an d. per- -an
b. me- -kan e. pe- -an
c. pe-
15. Uraian padat yang berisi intisari atau saripati dari informasi asalnya
disebut .....
a. hasil d. grafik
b. proses e. biografi
c. kesimpulan
16. Penulisan simpulan dapat diuraikan dalam dua jenis yaitu
a. intensif dan ekspresif
b. naratif dan persuasif
e. deduktif dan induktif
c. persuasif dan induktif
d. sugestif dan imajinatif
17. Penulisan simpulan secara deduktif dijelaskan secara
a. umum Æ khusus d. khusus saja
b. detail e. ekspresionis
c. khusus Æ umum
18. Simpulan secara induktif ditulis dan dijelaskan secara
a. umum Æ khusus
b. detail
87 Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X
c. khusus Æ umum
d. khusus saja
e. ekspresionis
19. EKSPOR-IMPOR INDONESIA (Dalam US $000.000)
Tahun
Termasuk Minyak Bumi
Tidak Termasuk
Minyak Bumi dan Gas
Ekspor Impor Ekspor Impor
1992 33.967,0 27.279,6 23.296,1 25.164,6
1993 36.823,0 28.327,8 27.007,2 26.157,3
1994 39.707,8 30.341,8 30.341,7 28.772,7
Kalimat yang sesuai dengan tabel di atas adalah
a. Ekspor minyak Indonesia terus meningkat.
b. Indonesia tidak mengimpor minyak.
c. Nilai Impor minyak dan gas Indonesia Indonesia tidak mencapai
10%.
d. Ekspor migas memegang peranan utama dalam perdagangan luar
negeri.
e. Tahun 1994, Indonesia menikmati surplus perdagangan luar negeri
sebesar lebih dari US $ 8 juta.
20. Jadwal Pentas Seni di SMK At-Takwa

Hari dan Tanggal Waktu Nama Acara
Jumat,
20 Desember 2006
pagi
Siang
09.00 - 09.30
09.30 – 10.00
.......................
13.00 – 13.30
13.30 – 14.30
Marawis oleh Group
Marawis Kelas X PJ
1
Tarian Kreasi oleh
siswa XI AK 2
.....................
Pembacaan Puisi oleh
siswa kelas X
Pagelaran Drama dari
siswa-siswa kelas XII


Bahasa Indonesia SMK/ MAK Set ara Tingkat Semenj ana Kel as X 88
Berdasarkan jadwal tersebut, puisi dibacakan pada
a. Pagi, pukul 10.00 – 10.30 d. Siang, pukul 13.00 – 13.30
b. Pagi, pukul 10.30 – 11.00 e. hari Jumat, 20 Desember 2006
c. Pagi, pukul 09.00 – 09.30
I I . Jawabl ah soal -soal di bawah i ni dengan tepat dan benar!
1 Sebutkan sumber media apa saja yang dapat dijadikan informasi!
2. Tuliskan susunan catatan kaki dari data di bawah ini!
Pengarang : E. Zaenal Arifin
S. Amran Tasai
Judul buku : Cermat berbahasa Indonesia
Penerbit : Akademika Pressindo
Kota : Jakarta
Halaman : 290
3. Sebutkan beberapa jenis teks yang kalian ketahui!
4. Sebutkan kegunaan dari membuat catatan!
5. Berikan contoh-contoh alat bantu visual dalam menguraikan informasi
supaya menarik dan efektif!
6. Sebutkan langkah-langkah membaca grafik!
7. Apa yang dimaksud dengan simpulan? sebutkan dua jenisnya!
8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan informasi nonverbal!
9. Sebutkan ciri-ciri bahasa surat kabar!
10. Tuliskan contoh kalimat yang menyatakan proses dan hasil!
89 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Melafalkan Kata dengan Artikulasi yang Tepat
Indikator
- Mengucapkan kata dengan suara yang jelas dan teka-
nan pada suku kata, serta artikulasi yang tepat/lazim
- Melafalkan bahasa Indonesia baku, termasuk lafal
bahasa daerah yang dibedakan berdasarkan konsep
lafal baku bahasa Indonesia
Pada bab ini, kita akan mempelajari bunyi dan alat ucap manusia, bagaimana melafalkan
kata secara baku, serta membedakannya dari lafal bahasa daerah dan melafalkan kata
serapan. Dengan mempelajari materi tersebut kita diharapkan dapat mengucapkan kata
dengan ucapan yang benar, suara yang jelas, tekanan suku kata serta artikulasi yang tepat
dan lazim. Kita juga diharapkan mampu melafalkan kata secara baku termasuk memperbaiki
pengucapan kata yang dipengaruhi oleh bahasa daerah dengan lafal baku yang benar. Kita
juga harus mampu melafalkan kata yang berasal dari bahasa asing.
BAB 5
MELAFALKAN KATA
DENGAN ARTIKULASI YANG TEPAT
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 90
Wacana.
Penyediaan ICT dan TV Edukasi
dalam Menunjang Mutu Pendidikan
Dalam era globalisasi, kualitas pendidikan menjadi hal yang sangat
penting untuk selalu diperhatikan karena pendidikan yang berkualitas akan
melahirkan tenaga-tenaga yang berkualitas pula. Sumber daya manusia
yang dihasilkan oleh pendidikan akan dituntut untuk mengaplikasikan
ilmunya dalam dunia yang serbapenuh persaingan, apalagi menghadapi era
perdagangan bebas yang pada saat itu tenaga asing akan leluasa bergerak
dalam bidang apa saja di dalam negeri, sedangkan tenaga kerja kita pun
akan leluasa melakukan usaha di bidang apa saja di luar negeri.
Untuk itu, setiap lembaga pendidikan harus meningkatkan kualitas
pendidikannya sehingga dapat menyiapkan hasil didikannya agar dapat
menghadapi arus globalisasi dengan survive saat usai menyelesaikan
pendidikan. Dengan bekal yang dapat diandalkan, para lulusan pendidikan
dalam jenjang apa pun tidak akan terlindas atau tertinggal dalam kancah
kemajuan zaman.
Kemajuan di era globalisasi ditandai dengan adanya kemajuan dalam
bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau Information and
Communication Technology (ICT). Kemampuan untuk menguasai ICT
sangatlah mendesak sebab ICT merupakan teknologi yang melibatkan
pengumpulan, penyimpanan, penyuntingan, dan penyebaran informasi
dalam berbagai bentuk. ICT menggunakan peralatan berbasis teknologi,
radio, televisi, computer (internet dan intranet).
Implementasi ITC pada SMK adalah adanya jaringan intranet, jaringan
informasi sekolah, Wide Area Network (WAN), dan ICT center. Jaringan
Informasi Sekolah (JIS) dan Wide Area Network (WAN) kota merupakan
bagian dari unit ICT yang saling mendukung dalam pelaksanaan dan
pengembangannya. Dalam hal ini, JIS melaksanakan pendidikan dan
pelatihan yang telah diprogramkan oleh unit TIK (Teknologi Informasi dan
Komunikasi), sedangkan WAN kota sebagai penyedia dan pengembang
infrastruktur koneksi antara unit TIK dengan para anggotanya dan koneksi
ke internet.
ICT dalam pendidikan mempunyai peran sebagai berikut: ICT sebagai
gudang ilmu pengetahuan, sebagai alat bantu pembelajaran, ICT sebagai
fasilitas pendidikan, ICT sebagai standar kompetensi, ICT sebagai
91 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
penunjang administrasi pendidikan, ICT sebagai alat bantu manajemen
sekolah, dan ICT sebagai infrastruktur pendidikan. Namun, untuk
mewujudkan peran ICT tersebut tidaklah mudah apalagi ketersediaan
tenaga ahli atau instruktur di bidang tersebut masih sedikit. Oleh sebab itu,
Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional memberikan imbal
swadaya information and communication center (ICT center) pada sekolah
menengah. Dengan adanya hal tersebut, diharapkan terjadi akselerasi
pengetahuan guru dan infrastruktur di Indonesia yang pada gilirannya akan
mempercepat pencerdasan anak bangsa melalui pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi.
Selain ICT yang telah dikembangkan, dan sejalan dengan kegiatan
itu, perlu dikembangkan pula Televisi Pendidikan (TV Edukasi). Kegiatan
untuk pengembangan TV edukasi antara lain: pemberian bantuan peralatan
TV dan kelengkapannya untuk menerima siaran TV Edukasi 28,423 SLTP,
diklat teknisi dan broadcasting, pemberian subsidi biaya operasional TV
Edukasi 40 Kab/Kota 450 Paket, dan kerja sama dengan TVRI.
Pola siaran TV Edukasi saat ini dapat diterima melalui berbagai media
penerima, yaitu parabola, antena biasa, TV kabel, dan Indovison. Pada saat
ini yang dikembangkan oleh Depdiknas untuk dapat menerima siaran TV
Edukasi ada tiga tipe penerima, yakni sebagai berikut.
1. Receiver TV Edukasi adalah peralatan untuk menerima siaran meng-
gunakan antena parabola dan ditampilkan dengan beberapa televisi
dalam satu lokasi.
2. Receiver dan relay TV Edukasi dengan peralatan antena parabola, antena
pemancar sebagai relay, TV dan DVD player untuk menampilkan siaran.
Tipe pemancar ini menerima siaran dari TV Edukasi Pustekkom dan di
broadcast (pancar ulang) oleh beberapa stasiun relay. Tipe ini berjumlah
25 lokasi dengan jarak jangkau 15 km s.d 35 km.
3. Receiver, relay dan studio mini adalah menerima siaran TV edukasi di
PUSTEKKOM, memancarkan siaran TV edukasi ke daerah sekitarnya
dalam radius 15 s.d 35 km, dapat melakukan siaran TV lokal secara
mandiri dengan muatan lokal dan dipancarkan, memanfaatkan waktu
untuk siaran, pengulangan siaran program yang relevan terutama untuk
mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Setelah itu, dipancarkan lagi oleh pemancar daerah/lokal.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 92
Penyelenggaraan siaran TV Edukasi sebagai berikut.
Tahun 2005, siaran selama 4 jam, pagi 7.30 s.d 10.30, sore 14.30 s.d 16.30.
Tahun 2006, siaran selama 12 jam, pagi 7.30, sore 13.30 s.d 21.00, mulai bulan
Juli 2006 akan ditambah 1 channel khusus untuk SMK. Tahun 2007, siaran
selama 12 jam, 4 channel.
Informasi teknik peralatan TV Edukasi dapat diterima dengan
menggunakan antena parabola jenis mesh dan solid atau yang lainnya,
berukuran minimal 6 feet dan penerima satelite digital (receiver) merek dan
tipe apa saja. Arah antena parabola ke satelite Telkom 1 dengan ketentuan
sebagai berikut.
Frekuensi : 3785 MHz
Symbol Rate : 4000 Mega Symbol
Polarisasi : Horisontal
Vidio PID : 0308
Audio : 5150
Upaya peningkatan yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan
percepatan mencerdaskan anak bangsa, Departemen Pendidikan Nasional
secara khusus memandang perlu melakukan terobosan-terobosan
penyebaran informasi. Salah satu terobosan tersebut adalah membangun
sistem pendidikan berbasis teknologi informasi dengan menggunakan
teknologi televisi dan membangun stasiun TV Edukasi yang dimotori oleh
Pustekkom. Dengan belajar jarak jauh tersebut, perkembangannya dirasakan
belum signifkan hasilnya karena keterbatasan infrastuktur yang dimiliki
oleh TV Edukasi maupun oleh sekolah. Dipandang perlu segera dibangun
relay-relay dan studio TV Edukasi di setiap kabupaten/kota guna percepatan
penyebaran materi pembelajaran yang terstandar secara nasional, guna
disparitas mutu pendidikan pada setiap jenjang pendidikan.
Berdasarkan hal tersebut di atas, Depdiknas menempuh berbagai
cara di antaranya: membangun sebanyak 60 lokasi relay dan studio mini.
Pada tahun 2006, akan dibangun relay dan studio mini sebanyak 250 lokasi
kab./kota dan pada tahun 2007 diharapkan setiap kabupaten/kota sudah
memiliki relay dan studio TV Edukasi. Siaran TV Edukasi oleh Pustekkom
pada saat ini telah di-relay oleh beberapa TV lokal dalam hal penayangan
materi yang disesuaikan dengan jam tayangan yang tersedia di masing-
masing tv lokal.
93 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Depdiknas melalui Pustekkom membuka peluang kerja sama dengan
semua pihak penyelenggara siaran TV untuk merelay siaran TV Edukasi
tanpa dikenakan biaya. Hasil dari semua itu, dewasa ini kita dapat menikmati
program siaran TVRI tentang pendidikan terutama persentasi bidang mata
pelajaran yang di-UN-kan, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia. Siaran
tersebut sangat membantu para siswa, guru, dan tenaga pendidik lainnya
terutama mereka yang tinggal di daerah yang jauh dari ibu kota. Dengan
menikmati siaran tersebut, kalangan pendidikan akan terus mengikuti
sehingga tidak akan ketinggalan informasi tentang pembelajaran. Hal
ini karena kebiakan pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan
Nasional melihat bahwa mata pelajaran yang diujikan dan hasil yang di
peroleh siswa belum memuaskan.
( Sumber : Info Mandikdasmen, September 2006 )
A. Bunyi dan Alat Ucap Manusia
Artikulasi dapat diartikan dengan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap
manusia. Ilmu yang mempelajari alat ucap manusia dan tata bunyi yang
dihasilkannya disebut fonologi. Alat ucap manusia menghasilkan lambang-
lambang bunyi yang bermacam-macam. Setiap bunyi yang dihasilkannya
memiliki ciri tersendiri yang dapat dielaskan proses pengucapannya.
Setiap lambang bunyi tersebut disimbolkan dengan bentuk huruf dalam
bahasa tulis dan fonem untuk bahasa lisan.
Lambang-lambang bunyi tersebut dapat dihasilkan oleh adanya arus
ujaran yang masuk ke rongga mulut dan memengaruhi pergerakan pita
suara serta getaran di sekitarnya yang kemudian menimbulkan efek-efek
bunyi. Jika arus yang keluar tidak mendapatkan hambatan atau rintangan,
akan menimbulkan bunyian yang dikelompokkan menjadi kelompok vokal,
yaitu a, i, u, e, o (berjumlah lima huruf), tetapi diucapkan dengan enam
fonem /a/, /i/, /u/, /e/,//, /o/. Bentuk ucapan e ada yang lemah /ə/ dan e
lebar atau //, bentuk gabungannya disebut dengan difong. Difong adalah
gabungan dua vokal yang menimbulkan bunyi luncuran lain. Contoh
difong ialah: au, ai, oi yang dibaca (aw), (ay), (oy).
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 94
Contoh kalimat:
1. Harimau (harimaw) itu berhasil ditangkap penduduk.
2. Mereka bermain voli pantai. (pantay)
3. Para buruh memboikot (memboykot) pertemuan itu.
Proses bunyi ujar yang dihasilkan oleh karena arus ujaran yang
keluar mendapat hambatan disebut konsonan. Proses itu terdiri atas
hal-hal berikut.
1. Bilabial, bila bunyi ujar yang dihasilkan dengan mempertemukan
kedua bibir; seperti b, p, m.
2. Laringal, bila bunyi ujar yang terjadi karena pita suara terbuka agak
lebar. Contoh : h.
3. Velar, apabila bunyi ujar yang dihasilkan oleh lidah bagian belakang
(artikulator) dan langit-langit lembut (titik artikulasi), seperti k, g,
ng, kh, q.
4. Labio dental, bila bunyi ujar yang dihasilkan dengan mempertemukan
gigi atas (titik artikulasi) dengan bibir bawah (artikulator); seperti
f, v, w.
5. Alpico interdental/dental, bila bunyi ujar yang dihasilkan oleh ujung
lidah (artikulator) dengan daerah lengkung gigi (titik artikulator),
seperti t, d, n.
6. Spiral, bila bunyi ujar yang dihasilkan dari udara yang keluar dari
paru-paru yang mendapat halangan getaran lidah. Contoh : s, z, sy.
7. Uvular, bila bunyi getar lain yang dihasilkan oleh anak tekak
sebagai artikulator dengan lidah bagian belakang sebagai titik
artikulasinya. Contoh : r – tidak jelas.
8. Apikal, bila bunyi getar yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah
ke langit-langit lembut atau lengkung kaki gigi dengan sistem getar
menimbulkan bunyi ujar. Contoh : r – jelas.
Di samping bentuk gabungan vokal yang menimbulkan bunyi
luncuran, pada konsonan terdapat bunyi atau fonem yang memiliki bentuk
pengucapan yang lebih dari satu. Namun, perbedaan pelafalannya tak
memengaruhi arti. Misalnya, pada fonem /p/ pada kata panen merupakan
lafal terbuka dan biasanya penempatannya di awal kata, sedangkan lafal
95 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
tertutup pada kata atap terdapat pada akhir kata ini disebut dengan alofon.
Demikian pula pada fonem /b/ akan dibaca [b] jika di awal kata, namun
dilafalkan /p/ bila berada di akhir kata.
Contoh:
- [lembab] dilafalkan [lembap>]
- [jawab] dilafalkan [jawap>]
- [adab] dilafalkan [ adap>]
Tapi diucapkan /b/ kembali bila diberi akhiran –an
Contoh:
- [lembap>]  [kelembaban]
- [jawap>]  [jawaban]
- [adap>]  [peradaban]
Gejala pelafalan ini juga terjadi pada fonem /d/ yang dilafalkan /t>/ bila
berada di akhir kata, tapi kembali dibaca /d/ jika diberikan akhiran yang
ada vokalnya. Misalnya, kata [abad] dibaca [abat>], tapi kembali /d/ pada
[abadi].
Yang perlu dicermati sebenarnya adalah bila perbedaan lafal tersebut
memengaruhi arti. Dalam bahasa Indonesia, perbedaan ucapan pada
satu bentuk kata atau tulisan yang sama, tapi diucapkan berbeda dan
menimbulkan arti yang berbeda dikenal dengan bentuk homograf.
Contoh:
- fonem /e/ pada kata apel [apəl] dan fonem /Є/ pada kata apel [apЄl].
Kata [apəl] bermakna jenis buah dan kata [apЄl] bermakna upacara
bendera.
- seret [ səret ] = berarti tersendat-sendat; tidak lancar
- seret [ sЄret ] = berarti menaik suatu benda menyusur tanah
- serang [ sЄrang ] = berarti nama tempat / wilayah di Jawa Barat
- serang [ sərang ] = berarti penyerbuan atau serbu
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 96
Pengucapan atau pelafalan harus sesuai dengan bentuk hurufnya.
Dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD) telah diatur bentuk pengucapan
atau pelafalan setiap huruf atau abjad dalam bahasa Indonesia (lihat
lagi pelajaran Bab 1). Dengan demikian, membaca singkatan yang hanya
terdiri atas beberapa huruf yang berdiri sendiri, harus tepat artikulasi atau
pelafalannya. Begitu juga dengan bentuk akronim serta beberapa kata yang
sering diucapkan tak baku.
Di bawah ini diperinci pengucapan yang baku dan tidak baku pada
sejumlah bentuk singkatan atau akronim termasuk pengucapan singkatan
yang berasal dari bahasa asing.
Contoh:
- 55 -
Yang perlu dicermati sebenarnya adalah bila perbedaan lafal tersebut mempengaruhi arti.
Dalam bahasa Indonesia perbedaan ucapan pada satu bentuk kata atau tulisan yang sama tapi
diucapkan berbeda dan menimbulkan arti yang berbeda dikenal dengan bentuk homograf.
Contoh:
- fonem /e/ pada kata apel [apԣl] dan fonem /ȯ/ pada kata apel [apȯl]. Kata [apԣl]
bermakna jenis buah dan kata [apȯl] bermakna upacara bendera.
- seret [ sԣret ] = berarti tersendat-sendat; tidak lancar
- seret [ s ret ] = berarti menaik suatu benda menyusur tanah
- serang [ s rang ] = berarti nama tempat / wilayah di Jawa Barat
- serang [ sԣrang ] = berarti penyerbuan atau serbu
Pengucapan atau pelafalan harus sesuai dengan bentuk hurufnya. Dalam Ejaan Yang Di
Sempurnakan (EYD) telah diatur bentuk pengucapan atau pelafalan setiap huruf atau abjad
dalam bahasa Indonesia (lihat lagi pelajaran Bab 1). Dengan demikian membaca singkatan
yang hanya terdiri atas beberapa huruf yang berdiri sendiri, harus tepat artikulasi atau
pelafalannya. Begitu juga dengan bentuk akronim serta beberapa kata yang sering diucapkan
tak baku.
Di bawah ini diperinci pengucapan yang baku dan tidak baku pada sejumlah bentuk
singkatan atau akronim termasuk pengucapan singkatan yang berasal dari bahasa asing.
Contoh:
Singkatan / kata Lafal Tidak Baku Lafal Baku
BBC [ be be se ], [ bi bi si ] [ be be ce ]
ABC [ a be se ], [ a bi si ] [ a be ce ]
BSD [ bi es di ] [ be es de ]
IMF [ay em ef ] [ i em ef ]
TVRI [ ti vi er i ] [ te ve er i ]
MTQ [ em te kyu ] [ emte ki ]
IGGI [ ay ji ji ay ] [ i ge ge i ]
ICW [ i se we ] [ i ce we ]
Taxi [teksi]
[ taksi ]
Psikologi [ psaykoloji ]
[ psikologi ]
BCA [Be se a]
[be ce a]
Speaker
[ spiker ]
[ speker ]
pascasarjana
[ paskasarjana ]
[ pascasarjana ]
Logis
[ lohis ]
[ logis ]
pendidikan [ pendidi’an ]
[ pendidikan ]
Pohon
[puhun]
[pohon]
sosiologi
[ sosiolohi ]
[ sosiologi ]
Exit
[ ekit ]
[ eksit ]
e
97 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Akronim bahasa asing (singkatan yang dieja seperti kata) yang bersifat
internasional mempunyai kaidah tersendiri, yakni tidak dilafalkan seperti
lafal Indonesia, tetapi singkatan itu dilafalkan seperti aslinya.
Contoh :
- 56 -
Akronim bahasa asing (singkatan yang dieja seperti kata) yang bersifat internasional
mempunyai kaidah tersendiri, yakni tidak dilafalkan seperti lafal Indonesia, tetapi singkatan
itu dilafalkan seperti aslinya.
:Contoh :
Kata Lafal Tidak Baku Lafal Baku
UNESCO [ u nes tjo ] [yu nes ko ]
UNISEF [ u ni tjef ] [ yu ni sef ]
Sea Games [ se a ga mes ] [ si ge ims ]
e-mail [ emil ] [ imel ]
Hitech [ hitek ] [ haytekh ]
B. Melafalkan Kata Secara Baku dan Membedakannya dari Lafal Daerah
Dalam bahasa Indonesia, penulisan secara baku telah diatur dalam Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD). Untuk penggunaan secara lisan yang berkaitan dengan bagaimana
sebuah kata diucapkan atau dilafalkan secara benar hanya berpedoman pada pengucapan
sesuai dengan huruf yang membentuk kata tersebut.
Kata di dalam bahasa Indonesia selain berasal dari bahasa Melayu, banyak juga yang
berasal dari bahasa daerah. Kata-kata yang berasal dari bahasa daerah tentunya telah
diadaptasi menjadi kata baku bahasa Indonesia. Kata yang telah baku harus diucapkan
berdasarkan lafal bakunya. Ukuran ucapan baku dilihat dari pelafalan bunyi terhadap fonem
pembentuk katanya dan tidak terpengaruh oleh unsur bahasa daerah. Meskipun ucapan itu
sering dan lazim diucapkan terutama dalam situasi nonformal.
Contoh lafal baku dan tidak baku yang terpengaruh bahasa daerah atau logat tertentu:
B. Melafalkan Kata Secara Baku dan Membedakannya
dari Lafal Daerah
Dalam bahasa Indonesia, penulisan secara baku telah diatur dalam
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Penggunaan secara lisan yang berkaitan
dengan bagaimana sebuah kata diucapkan atau dilafalkan secara benar
hanya berpedoman pada pengucapan sesuai dengan huruf yang membentuk
kata tersebut.
Kata di dalam bahasa Indonesia selain berasal dari bahasa Melayu,
banyak juga yang berasal dari bahasa daerah. Kata-kata yang berasal
dari bahasa daerah tentunya telah diadaptasi menjadi kata baku bahasa
Indonesia. Kata yang telah baku harus diucapkan berdasarkan lafal
bakunya. Ukuran ucapan baku dilihat dari pelafalan bunyi terhadap fonem
pembentuk katanya dan tidak terpengaruh oleh unsur bahasa daerah,
meskipun ucapan itu sering dan lazim diucapkan terutama dalam situasi
nonformal.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 98
Contoh lafal baku dan tidak baku yang terpengaruh bahasa daerah
atau logat tertentu.
Lafal Baku Tidak Baku
kantung
rabu
kebun
kursi
senin
lubang
ziarah
kantong
rebo
kebon
korsi
senen
lobang
jiarah
belum
telur
siapa?
teman
pohon
belon
telor
siape?
temen
puhun
bus
kemarin
izin
foto
bis
kemaren
iin
poto’
pedas
tefe
seram
kerbau
kamis
silakan
siapa?
biasa
dengar
bakso
pedes
tif
serem
kebo’
kemis
silahken
sapa?
biaso
dεngar
mbakso
C. Pelafalan Kata Serapan
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang di
Indonesiakan. Proses penyerapannya terjadi karena proses adaptasi dan
asimilasi. Proses adaptasi bila sebuah kata secara utuh diserap tanpa adanya
perubahan dan pelafalan, contoh: cofe break, money politics, money changer,
super power, reshufe. Proses asimilasi ialah bila sebuah kata asing diserap ke
dalam bahasa Indonesia dengan perubahan sesuai pengucapan dan bentuk
penulisan Indonesianya.
99 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Contoh :
- contingent  kontingen dilafalkan kontingen
- directur  direktur dilafalkan direktur
- efective  efektif dilafalkan efektif
- trotoir  trotoar dilafalkan trotoar
- survey  survai dilafalkan surfey
- carier  karier dilafalkan karir
- percentage  persentase dilafalkan persentase bukan prosentase
- complex  kompleks dilafalkan kompleks

Pelafalan yang benar ialah pelafalan yang mengikuti kata serapan
bahasa Indonesia bukan bentuk asingnya. Di samping itu, unsur serapan
bahasa Indonesia juga dipengaruhi adanya imbuhan asing, antara lain:
- isasi  standardisasi, imunisasi, periodisasi, dan lain-lain
- is  analisis, diagnosis, dan minimalis
- or  koruptor, radiator, operator, dan lain-lain
- al  struktural, informal, dan faktual
- wi  duniawi dan manusiawi
- man  seniman, budiman, kameraman, dan sebagainya.

Dalam percakapan atau dialog, pengucapan harus jelas dan tepat
agar pendengar dapat merespons dengan baik perkataan yang diucapkan.
Artinya, ucapan selain harus dengan intonasi yang tepat juga harus
dengan lafal atau artikulasi yang jelas. Pengucapan dengan artikulasi yang
tepat atau jelas terutama pada kata-kata yang bunyinya hampir sama jika
diucapkan. Bila tidak diucapkan dengan tepat dan jelas, dapat terjadi salah
pengertian atau salah paham. Kata-kata yang hampir sama bunyinya jika
diucapkan seperti kata di bawah ini:
- keamanan  kenyamanan  kesamaan
- makanya  makannya  makamnya  malamnya
- penanya  penanya
- adanya  badannya
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 100
RANGKUMAN
- setara  sertanya
- peletakan  perekatan
- kemerahan  kemarahan
- kesabaran  kesadaran dan sebagainya
Pemahaman terhadap alat ucap dan bunyi yang dihasilkan sesuai
dengan pengucapan atau artikulasi membuat pemakai bahasa bersikap
cermat dalam melafalkan setiap kata, singkatan, dan unsur serapan sesuai
dengan lafal baku. Dengan pelafalan fonem yang tepat baik vokal maupun
konsonan serta bentuk alofon dan variasinya, kesalahpahaman terhadap
makna kata tidak terjadi dan komunikasi dapat berjalan dengan efektif.
A. Bunyi dan Alat Ucap Manusia
Artikulasi ialah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Atikulasi dibedakan atas (1) bunyi vokal yaitu a, i, u, e, o, dan (2)
bunyi konsonan yaitu bilabial, laringal, veral, labio dental, alpico
interdental/dental, spiral, uvular, apikal.
B. Melafalkan Kata secara Baku dan Membedakannya dari Lafal
Daerah
Penulisan kata baku telah diatur dalam Ejaan Yang Disempurnakan
(EYD). Untuk penggunaan secara lisan, pelafalan harus sesuai dengan
huruf yang membentuk kata tersebut dan tidak terpengaruh unsur
lafal daerah.
C. Pelafalan Kata Serapan
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang
diIndonesiakan. Penyerapan terjadi karena dua hal yaitu proses
adaptasi dan proses asimilasi.
101 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Untuk melatih cara melafalkan kata dengan artikulasi yang jelas, bacalah
wacana di halaman awal bab ini dengan artikulasi yang jelas, lalu mintalah
teman sebangku Anda mengoreksinya. Lakukan bergantian!
TUGAS MANDIRI:
Buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 orang, lalu carilah naskah drama
pendek.
Kemudian lakukan hal-hal berikut.
1. Ucapkanlah dialog-dialog drama tersebut dengan intonasi dan lafal
yang jelas serta tepat. Jika perlu, diperagakan di depan kelas.
2. Kelompok lain mengamati dan memberi komentar.
3. Diskusikan bersama kelompok kata-kata yang dilafalkan dengan
lafal daerah atau logat sehari-hari. Dafarkan dan jelaskan asal lafal
daerah yang digunakan.
TUGAS KELOMPOK:
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Kalimat-kalimat di bawah ini baku, kecuali
a. Indonesia adalah negara kesatuan.
b. Hati-hati, jalan berlobang.
c. Hastuti bekerja sebagai seorang apoteker.
d. Para sastrawan Indonesia ikut serta dalam acara tersebut.
e. Gubernur akan mengesahkan peraturan yang baru.
2. Kalimat di bawah ini yang terdapat kata tidak baku adalah
a. Para importir sedang menggalakkan komoditas agro industri.
b. Keberhasilan perusahaan itu ditunjang dengan manajemen yang
baik.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 102
c. Data kuantitatif sangat diperlukan dalam penelitian.
d. Untuk menenangkan persaingan, perlu dibuat standardisasi
mutu.
e. Ukiran kayu Jepara merupakan komoditi nonmigas yang besar.
3. Kalimat yang menggunakan kata tidak baku adalah
a. Tuti bekerja sebagai apoteker.
b. Parade atlit disambut masyarakat dengan penuh antusias.
c. Dokter Ani membuka praktek di jalan Raya Ragunan.
d. Dengan senang para siswa menerima iazah.
e. Uang merupakan alat pembayaran yang sah.
4. Di bawah ini kata-kata yang baku ialah
a. iin, kuintasi, dan Nopember
b. reyot, rubuh, dan nyebur
c. sistem, praktik, dan metode
d. jumaat, rebo, dan senen
e. iajah, rusak, dan rujak
5. Konsonan hambat bilabial di bawah ini adalah
a. /y/ dan /z/
b. /a/ dan /c/
c. /p/ dan /o/
d. /t/ dan /d/
e. /g/ dan /d/
6. Contoh bunyi ujar konsonan spiral, yaitu fonem
a. /r/, dan /h/
b. /k/, /g/, dan /kh/
c. /t/, /d/, dan /n/
d. /s/, /z/, dan /sy/
e. /k/, /g/, dan /ng/
7. Contoh bunyi ujar konsonan velar ialah fonem
a. /r/, dan /h/
103 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
b. /k/, /g/, dan /kh/
c. /t/, /d/, dan /n/
d. /s/, /z/, dan /sy/
e. /k/, /g/, dan /ng/
8. Bunyi ujar yang dihasilkan oleh ujung lidah dengan daerah lengkungan
gigi disebut
a. bilabial
b. laringal
c. alpico interdental
d. labio dental
e. velar
9. Putra keduanya dinamakan Hadi Ahmadi.
Bentukan kata yang hampir sama pelafalannya dengan kata bergaris
bawah ialah
a. diamankan
b. dia makan
c. dimakamkan
d. dikatakan
e. dinyatakan

10. Contoh kata yang sering diucapkan namun tidak baku di bawah ini,
kecuali
a. kebon d. telor
b. kejang e. belon
c. kantong
11. Pelafalan yang baku terdapat pada
a. logis ( lohis )
b. menyatakan ( menyataken )
c. USA ( yu-es-a )
d. Siapa saja ( siapa aja )
e. Pascasarjana ( pascasarjana )
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 104
12. Pelafalan singkatan berikut ini benar, kecuali
a. RCTI ( er-ce-te-i )
b. SCTV ( es-ce-te-ve )
c. AC ( a-ce )
d. TPI ( te-pe-i )
e. TVRI ( te-fe-er-i )
13. Pelafalan di bawah ini benar, kecuali
a. UGM ( u-ge-em )
b. UI ( u-i )
c. UNJ ( u-en-je )
d. UTI ( yu-te-i )
e. YAI ( ye-a-i )
14. Pelafalan yang tidak benar adalah
a. LCD ( el-ci-di )
b. KPUD ( ka-pe-u-de )
c. KKM ( ka-ka-em )
d. MTQ ( em-te-ki )
e. ISTN ( i-es-te-en )
15. Pengucapan yang salah terdapat pada
a. ATM ( a-te-em )
b. TTS ( te-te-es )
c. HP ( ha-pe )
d. HiFi ( hay-f )
e. speaker ( speker )
16. Pengucapan yang benar adalah
a. SQI ( es-kyu-i )
b. UMR ( yu-em-er )
c. BBC ( bi-bi-si )
d. TBC ( te-be-se )
e. ABC ( a-be-ce )
105 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
17. Pelafalan singkatan asing berikut benar, kecuali
a. IGGI ( i-ge-ge-i )
b. IMF ( ay-em-ef )
c. BBC ( be-be-ce )
d. AMG ( a-em-ge )
e. ABC ( a-be-ce )
18. Pelafalan singkatan yang benar ialah berikut ini, kecuali
a. UUD ( u-u-de )
b. SMA ( es-em-a )
c. STMJ ( es-te-em-je )
d. STM ( es-te-em )
e. SLB ( es-el-bi )
19. Pelafalan yang tidak baku adalah
a. radio ( radiyo )
b. VCD ( fe-ce-de )
c. analisis ( analisis )
d. rasio ( rasio )
e. trendy ( trendi )
20. Unsur serapan yang penulisannya baku ialah
a. complex  komplek
b. risk  risiko
c. november  nopember
d. carier  karir
e. trotoir  trotoir
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan homograf. Beri contoh!
2. Jelaskan pengertian fonologi!
3. Buatlah kalimat yang menggunakan fonem /e/, / ə /, dan / Є /! Masing-
masing 1 kalimat!
4. Buatlah empat pasang kata berlafal baku dan lafal tidak baku karena
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 106
pengaruh bahasa daerah!
5. Buatlah empat kata atau kelompok kata beserta kata-kata yang hampir
sama bunyi atau lafalnya!
6. Tuliskan lafal kata berikut:
a. CSIS c. HIV
b. SMIP d. CTO
Bacalah Wacana di bawah ini!
MARAKNYA STASIUN TV DI INDONESIA
Di Indonesia telah banyak bermunculan stasiun televisi swasta
baru, baik itu bersifat lokal maupun nasional. Cara mereka menyiarkan
tayangannya pun berbeda-beda. Ada yang melalui kabel (televisi kabel).
Ada yang melalui satelit yang disiarkan secara umum. Ada juga yang
pemirsanya dibatasi, seperti Indovision.
Seperti kita ketahui, siaran televisi di Indonesia dipelopori oleh
TVRI pada tahun 1962. Sampai tahun 1989, TVRI adalah satu-satunya
stasiun tv yang mengudara di Indonesia. Setelah sekian lama, akhirnya
pada pertengahan tahun 1989, RCTI muncul sebagai stasiun tv swasta
yang pertama di Indonesia. Pada tahun berikutnya, stasiun tv swasta
lainnya mulai mengekor RCTI, di antaranya SCTV, TPI, Anteve, Indosiar,
Metro TV, Global TV, TV 7 , Trans TV, dan Lativi. Bahkan di beberapa
wilayah Indonesia banyak bermunculan stasiun tv swasta lokal yang
jangkauan penyiarannya hanya di satu daerah saja, seperti O Channel di
Jakarta, JTV di Surabaya, dan masih banyak lagi yang lainnya.
(Sumber: Komposisi Bahasa Indonesia, Lamudin Finoza, 2006)
7. Dafarkan istilah-istilah yang terdapat pada wacana di atas!
8. Dafarkan singkatan dan akronim yang terdapat pada wacana di atas
lalu lafalkanlah!
9. Termasuk istilah-istilah apakah yang ada pada wacana di atas?
10. Termasuk karangan apa wacana di atas?
107 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Memilih Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan yang Tepat
Indikator
- Menggunakan kata dan ungkapan yang sesuai dengan
tuntutan situasi komunikasi secara tepat, menarik, dan
kreatif
- Memanfaatkan sinonim, atau parafrasa untuk meng-
hindari pengulangan mubazir kata yang sama dalam
satu kalimat/paragraf
- Membedakan pemakaian kata bersinonim yang memi-
liki nuansa yang berbeda berdasarkan makna leksikal,
kontekstual, situasional, makna struktural, dan
metaforis
- Menggunakan kata dan ungkapan yang sesuai dengan
situasi komunikasi dalam hal ragam dan laras bahasa
Pilihan kata dan bentukan kata dalam kaitannya dengan konteks atau topik pembicaraan,
makna leksikal, kontekstual, struktural, dan makna metaforis, kata bersinonim yang
digunakan untuk memvariasikan kalimat atau paragraf dan laras bahasa akan kita pelajari
dalam bab ini. Dengan mempelajari materi tersebut, kita diharapkan mampu menggunakan
secara kreatif, tepat, dan menarik kata dan ungkapan sesuai tuntutan situasi komunikasi,
termasuk memanfaatkan kata bersinonim untuk mengurangi pengulangan kata yang sama,
menggunakannya sesuai laras bahasa serta dapat membedakan makna leksikal, kontekstual,
struktural, dan metaforis.
BAB 6
MEMILIH KATA, BENTUK KATA,
DAN UNGKAPAN YANG TEPAT
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 108
Wacana.
Bangkit Melawan Pemiskinan
Menunggu pukul 10.00 WIB, hitungan mundur dimulai. Dan...,
“Bangkit dan suarakan!” Teriakan Cinta Septianti (15 tahun) menyatu
dengan teriakan serupa dari 3000-an orang yang berkumpul di Lapangan
Tegallega, Bandung, itu membahana, menggetarkan bulu roma. Teriakan
yang disuarakan dengan jiwa, hati, tekad kuat, dan perjuangan.
Rekaman kegiatan ini akan dikirimkan ke PBB. Akan diajukan pula ke
Muri untuk mendapat catatan rekornya.
Pukul 10.00, remaja di 136 negara bersama-sama meneriakkan kata-
kata itu sambil mengacungkan tangan yang terkepal. Hari itu adalah hari
penanggulangan Kemiskinan Sedunia. “Kita harus berjuang melawan
kemiskinan, dan mendesak pemerintah untuk lebih serius menengani
kemiskinan,” ungkap Cinta, siswa SMA Swasta di Bandung, ketika ditanya
keikutsertaannya di acara ini.
Cinta datang bersama 15 temannya. Ia menyatakan remaja juga
mempunyai hak untuk berjuang. Selama ini, menurutnya, ada orang dewasa
yang menyepelekan remaja. Padahal yang namanya berjuang apalagi
mencari solusi menuntaskan kemiskinan, harus dilakukan secara bersama-
sama. Langkah awal yang harus dilakukan termasuk oleh remaja adalah
dari diri sendiri. Bagaimana remaja mengubah pola pikirannya tentang
kemiskinan dan berjuang untuk melawan kemiskinan tersebut.
“Kita di sini berdiri dengan bangga sebagai bagian dari generasi yang
ingin menghapuskan kemiskinan,” ujar Pandu, ada jutaan orang meninggal
sia-sia tiap tahun dan semua orang hanya diam dan tanpa melakukan
apa pun. “Kita bangkit karena tidak ingin, beberapa tahun dari sekarang
berdiri di hadapan generasi penerus dengan kondisi yang sama atau lebih
parah,” tegas mahasiswa tingkat awal di sebuah perguruan di Bandung ini
menceritakan.
Pandu menjelaskan semua orang tidak bisa diam ketika seseorang anak
yang lahir di Indonesia harus meninggal 30 tahun lebih cepat dibandingkan
seorang anak di negara maju. Atau, seorang ibu di daerah terpencil harus
meninggal sia-sia karena tiada pertolongan ketika melahirkan. Pandu
percaya tiap generasi menghadapi perang di zamannya, mulai dari melawan
penjajahan, merebut kemerdekaan, melawan kerusakan lingkungan,
melawan diskriminasi dan ketidaksetaraan. Sejarah membuktikan semua
109 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
itu bisa dikalahkan jika ada banyak orang yang berdiri untuk melawannya.
Hal konkret yang akan dilakukannya adalah dimulai dari diri sendiri. Ia
mencontohkan, korupsi bisa diberantas jika ada kemauan diri sendiri untuk
memberantasnya begitu pun pemiskinan.
Dalam waktu dekat ini, kegiatan serupa akan kembali disuarakan.
Saat ini, ia bersama 39 orang temannya perwakilan dari setiap provinsi
yang tergabung dalam Indonesian Youth Networking for MDGs akan
segera mengeluarkan sejumlah agenda kegiatan. “Kami lebih banyak ke
implementasi, tapi belum bisa disebutkan seperti apa,” ujar Pandu.
Semua langkah tersebut merupakan salah satu cara untuk bangkit guna
memperbaharui komitmen politik bagi pencapaian bahkan melampaui
tujuan pembangunan milenium, kesepakatan para pemimpin dunia
termasuk Indonesia yang harus dipenuhi 2015. Keterlibatan 90 persen
remaja dalam kegiatan ini, sambung dia, sebagai cermin bahwa remaja
sebagai generasi masa depan menginginkan perubahan.
Kegiatan di Bandung tersebut merupakan kegiatan kedua kalinya.
Tahun sebelumnya diadakan di Jakarta dengan jumlah peserta yang
sedikit. Pada 2007 ini kampanye lebih ramai dan meriah karena didukung
oleh banyak pihak, seperti Mitra Citra Remaja (MCR), Viking, Rumah
Zakat Indonesia (RZI), Pemerintah Kota Bandung, dan sejumlah tokoh di
Bandung. Untuk memeriahkan acara, dihadirkan sejumlah pertunjukkan
kesenian dari Bandung dan Jakarta.
Ribuan orang yang memadati Lapangan Tegallaga mempunyai sejumlah
harapan yang disampaikan dalam pernyataan sikap. Saat pembacaan
pernyataan sikap, semua peserta terlihat bersemangat. Meskipun di antara
mereka ada pula yang terlihat sedih. Meski demikian, semua remaja
berpegangan tangan menjadi satu.
Di Tegallega, hari Rabu itu, bertepatan dengan Peringatan Hari
Penanggulangan Kemiskinan Sedunia, kehadiran mereka menjadi
pemecahan rekor dunia untuk jumlah orang terbanyak yang berdiri bersama
di seluruh dunia melawan kemiskinan. Namun, rekor yang sebenarnya ingin
dihancurkan adalah rekor dunia atas pengingkaran janji para pemimpin
dunia yang terus mengabaikan si miskin.
(Sumber : Republika, Minggu, 28 Oktober 2007)
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 110
A. Pilihan Kata dan Bentukan Kata dalam Konteks
atau Topik Pembicaraan
Sering terjadi seseorang sulit menguraikan suatu peristiwa dalam
pembicaraan atau tak dapat menyampaikan gagasan melalui kata-kata
serta kalimat yang tepat sehingga terjadi penjelasan yang berbelit-belit,
panjang lebar, dan kurang terarah. Hal ini menyebabkan pendengar sulit
memahami maksud yang disampaikan oleh pembicara dan dapat terjadi
salah pengertian.
Untuk menyampaikan maksud pembicaraan, seseorang akan berupaya
menggunakan berbagai kata atau ungkapan yang dapat mewakili makna atau
konsep yang ingin diutarakan. Setidaknya ia memahami dan menguasai
berbagai istilah kata yang berkaitan dengan topik yang akan disampaikan.
Namun, seseorang belum tentu dapat dengan baik mengutarakan atau
menjelaskan apa yang sudah dipahami tersebut lewat kata-kata atau kalimat
yang tepat dan efektif. Ketidakefektifan seseorang dalam menyampaikan
sesuatu dapat disebabkan kurang menguasai kosakata, bentukan kata,
atau ungkapan kata yang sesuai dengan topik, gagasan atau maksud yang
ingin diungkapkan. Keluhan seperti saya agak susah mengatakannya atau
ngomongnya gimana, ya? akan ternyatakan bila seseorang tidak menguasai
kosakata bidang atau persoalan yang ingin diungkapkan. Kondisi ini dapat
terjadi baik dalam penggunaan bahasa tulis maupun bahasa lisan (berbicara),
misalnya seseorang tak dapat menjelaskan dengan baik persoalan tentang
transportasi udara jika ia tak menguasai istilah, kata-kata atau ungkapan
yang berhubungan dengan masalah itu.
Saat membicarakan telepon seluler atau nirkabel, istilah pulsa, voucher,
berbagai merek HP, isi ulang, kartu perdana dan sebagainya kerap diucap-
kan. Ketika berbicara tentang rumah sakit, istilah paviliun, kamar, rontgen,
infus, fasilitas perawatan, nama penyakit, nama obat, dan sebagainya akan
sering terdengar. Atau, orang tidak dapat terlibat pembicaraan orang lain
tentang sesuatu yang ia tidak paham betul topik yang sedang dibahas serta
tak menguasai kata-kata atau istilah yang berhubungan dengan hal yang
dibicarakan.
Di bawah ini, contoh lain beberapa kata atau istilah serta ungkapan
yang saling berkaitan dalam satu topik atau pokok pembicaraan.
1. Kereta api : lokomotif, stasiun, kereta ekspres, kelas ekonomi,
gerbong, abudemen, rel, langsam, dan sebagainya.
111 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
2. Sepak bola : kesebelasan, liga, galatama, copa Amerika, FIFA, striker,
pinalti, kiper, hatrik, dan sebagainya.
3. Film : jam tayang, durasi, aktor, aktris, judul, sinetron, layar
lebar, piala citra, top rating, dan sebagainya.
4. Musik : group band, konser, musisi, lagu, fans, vokalis, lagu
favorit, request, platinum, dan sebagainya.
5. Internet : chating, e-mail, website, browser, situs, home page, neter, dan
sebagainya.
Pemilihan bentukan kata juga menentukan proses penyampaian
maksud. Banyak kata atau bentukan kata yang secara umum memiliki
kesamaan arti, tapi sesungguhnya mengandung pengertian khusus yang
berbeda. Pilihan dan penggunaan bentukan kata yang tepat menjadikan
kalimat lebih cermat dan terarah sehingga terhindar dari salah pengertian,
misalnya kata membawa memiliki kata–kata sepadan yang secara khusus
maknanya berbeda, yaitu memanggul, menggendong, dan menjinjing. Masing–
masing kata ini mempunyai makna dan ciri khusus yang membedakan satu
sama lain. Meskipun sama–sama membawa, pengertian memanggul ialah
membawa dengan meletakkan barang bawaan di bahu, menggendong
ialah membawa dengan kedua tangan sejajar dengan dada, menjinjing ialah
membawa dengan tangan menggenggam barang bawaan seperti tas.
Contoh dalam kalimat :
- Ia terpaksa memanggul karung beras itu sampai ke rumah.
- Guru BP menggendong siswa yang pingsan itu ke ruang UKS.
- Ibu itu menjinjing belanjaannya yang berisi sayuran.
Seseorang dapat memanfaatkan kata bersinonim tersebut untuk lebih
menekankan makna kata kepada pengertian yang lebih khusus agar topik
pembicaraan lebih terarah.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 112
B. Memanfaatkan Kata Bersinonim untuk Menghindari
Kata yang Sama dalam Kalimat/Paragraf
Penguasaan kosakata yang tidak banyak, dapat menyulitkan seseorang
untuk merangkai kalimat untuk menjelaskan sesuatu baik dalam bentuk
tulisan maupun lisan. Kalimat yang dibuat dapat berisi banyak kata yang
sama dan diulang-ulang. Kalimat menjadi tidak cermat atau kurang efektif
atau berkesan mubazir.
Mengurangi penggunaan kata yang berlebihan dan berulang-ulang
dalam kalimat dapat diatasi dengan pemakaian kata yang bersinonim.
Dengan penggunaan kata yang sepadan, kalimat menjadi tidak kaku serta
lebih variatif.
Contoh:
1a. Jumlah wisatawan kembali meningkat di Bali pasca tertangkapnya
para tersangka peledak, bom Bali yang menghebohkan dunia itu. Para
wisatawan merasa tak akan ada lagi aksi terorisme di Pulau Bali tersebut.
Sebelumnya kunjungan wisatawan di Bali merosot drastis.
1b. Jumlah wisatawan kembali meningkat di Bali pasca tertangkapnya
para tersangka peledak, bom Bali yang menghebohkan dunia itu. Para
turis asing merasa tak akan ada lagi aksi terorisme di Pulau Dewata
tersebut. Sebelumnya kunjungan wisman di Bali merosot drastis.
2a. Polisi tidak mentoleransi adanya aksi unjuk rasa saat pemilihan umum
daerah berlangsung, yang pasti akan mengganggu jalan pemilihan
umum daerah tersebut. Setiap aksi unjuk rasa akan ditindak tegas oleh
polisi, siapa pun dan dari mana pun unjuk rasa itu berasal.
2b. Aparat keamanan tidak mentolerasi adanya demonstrasi saat pemilihan
umum daerah berlangsung yang pasti akan mengganggu jalannya
pesta demokrasi tersebut. Setiap aksi demontrasi akan ditindak tegas
oleh polisi, siapapun dan dari manapun aksi massa itu berasal.
113 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
C. Makna Leksikal, Kontekstual, Struktural, dan
Makna Metaforis
Pilihan kata juga berkaitan dengan pertimbangan menggunakan kata
yang memiliki makna-makna tertentu. Sebuah kata tidak serta-merta hanya
memiliki satu makna atau pengertian. Tapi, sebuah kata dapat dimaknai
secara leksikal, kontekstual, ataupun struktural. Yang dimaksud dengan
makna leksikal ialah makna yang sesuai dengan konsep yang digambarkan
pada kata tersebut. Makna leksikal disebut juga makna yang sesuai dengan
referensial kata tersebut. Contoh kata kerbau adalah binatang mamalia
bertanduk yang makanannya rumput atau sejenis sapi, sedangkan makna
kontekstual ialah makna yang muncul sesuai dengan konteks kata tersebut
dipergunakan. Artinya, makna tersebut muncul sebagai makna tambahan
di samping makna sebenarnya berupa kesan-kesan yang ditimbulkan oleh
sebab situasi tertentu, misalnya ungkapan dasar kerbau, kerjaannya makan tidur
saja tentu yang dimaksud kerbau bukan binatang bertanduk tapi menunjuk
pada manusia. Contoh lain ialah kata kursi, secara leksikal maknanya adalah
tempat untuk duduk. Kursi pada kalimat banyak kursi yang nilainya puluhan
juta saat pemilu, bermakna jabatan yang diperjualbelikan.
Selain makna leksikal dan kontekstual, ada makna struktural atau
gramatikal. Makna struktural adalah makna yang muncul akibat kata
mengalami proses afksasi atau penambahan imbuhan serta proses
reduplikasi dan proses komposisi. Kata terdengar, misalnya pada kalimat
suaranya terdengar sampai ke belakang berarti dapat didengar tapi kata ter-
dengar yang memiliki kata dasar sama yaitu dengar, pada kalimat rencana
jahatnya terdengar oleh tetangganya berarti tidak sengaja. Demikian pula pada
kata buku dengan buku-buku yang mengalami reduplikasi menimbulkan
makna jamak yang artinya banyak buku makna yang berbeda juga dapat
ditimbulkan oleh akibat komposisi kata. Misalnya, kata sate ayam tidak sama
maknanya dengan sate madura yang pertama menunjukkan bahan dan yang
kedua menunjukkan tempat.
Makna metaforis adalah makna yang ditimbulkan oleh adanya unsur
perbandingan di antara dua hal yang memiliki ciri makna yang sama.
Contoh kata kaki dengan ungkapan kaki langit, kaki gunung, dan kaki meja.
Kaki tetap menunjukkan bagian bawah, namun ungkapan kaki langit
bermakna horizon, kaki gunung berarti lembah, dan kaki meja adalah tiang-
tiang penyanggah meja. Benda yang ditunjukkan berbeda tetapi memiliki
kemiripan keberadaan, yaitu di bagian bawah. Demikian pula dengan kata
kepala yang membentuk perbandingan kepala kereta, kepala pemerintahan, dan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 114
kepala sekolah. Kata jatuh yang membentuk kata-kata jatuh cinta, jatuh miskin,
jatuh bangun, jatuh hati, dan sebagainya. Gaya bahasa ini kemudian disebut
dengan polisemi.
Makna metaforis juga dapat berbentuk ungkapan jika dilihat dari segi
ekspresi kebahasaannya, yaitu dalam usaha penutur untuk menyampaikan
pikiran, perasaan, dan emosinya dalam bentuk-bentuk satuan bahasa
tertentu yang dianggap tepat, seperti ungkapan panggung dunia, bunga
desa, bintang kelas, jendela informasi, dan bahtera rumah tangga.
Beberapa kata di dalam bahasa Indonesia dapat dimaknai secara
leksikal, kontekstual, struktural, atau metaforis bergantung pada kebutuhan
penggunaannya. Hanya saja kita harus dapat membedakan makna-makna
kata tersebut sehingga dapat menggunakannya secara tepat. Perhatikan
tabel berikut.
emosinya dalam bentuk-bentuk satuan bahasa tertentu yang dianggap tepat, seperti
ungkapan panggung dunia, bunga desa, bintang kelas, jendela informasi, dan bahtera rumah
tangga.
Beberapa kata di dalam bahasa Indonesia dapat dimaknai secara leksikal, kontekstual,
struktural, atau metaforis tergantung pada kebutuhan penggunaannya. Hanya saja kita harus
dapat membedakan makna-makna kata tersebut sehingga dapat menggunakannya secara tepat.
Perhatikan tabel berikut:
No Kata
Makna Kata
leksikal kontekstual struktural metaforis
1. kursi bangku, tempat
duduk
berebut kursi:
jabatan
berkursi:
menggunakan kursi
kursi malas
2. nomor angka, bilangan punya nomor:
pegawai negeri
menomori:
memberikan nomor
nomor jitu
3. angin udara, hawa bagai angin: tak
tentu arah
angin-anginan:
tidak tetap
angin duduk
4. gelap suram, kelam Kulit gelap:
kulit hitam
menggelapkan:
membuat jadi gelap
pasar gelap,
gelap mata
5. jatuh tersungkur jatuh: gugur,
gagal
berjatuhan: jatuh
satu-satu
jatuh bangun
D. Majas dan Pribahasa
1. Majas
Gejala memperbandingkan pun terjadi pada bentuk-bentuk majas seperti majas perbandingan.
Yang termasuk majas perbandingan ialah: maja

D. Majas dan Peribahasa
1. Majas
Gejala memperbandingkan pun terjadi pada bentuk-bentuk majas
seperti majas perbandingan. Yang termasuk majas perbandingan ialah:
majas perumpamaan, majas metafora, majas personifkasi, majas alegori,
dan majas antitesis.
1) Majas perumpamaan, ialah majas perbandingan dua hal yang pada
hakekatnya berlainan dan sengaja dianggap sama. Perbandingan ini
ditandai oleh pemakaian kata seperti: bagaikan, ibarat, umpama, laksana,
dan seperti.
115 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Contoh:
a. Larinya cepat laksana kilat.
b. Mukanya pucat bagaikan mayat.
c. Suaranya menggelagar seperti halilintar.
2) Majas metafora, ialah majas perbandingan yang paling singkat ,
padat, tersusun rapi. Di dalamnya, terlibat dua ide: yang satu adalah
suatu kenyataan dan satunya lagi merupakan perbandingan terhadap
kenyataan tadi.
Contoh;
a. Nani jinak-jinak merpati.
b. Dia anak emas pamanku.
c. Bapak tulang punggung keluarga kita.
3) Majas personifkasi, adalah jenis majas yang melekatkan sifat-sifat
insani kepada barang yang tidak bernyawa atau benda abstrak.
Contoh:
a. Angin meraung-raung.
b. Nyiur melambai-lambai.
c. Ombak menerjang karang.
4) Majas alegori, ialah cerita yang diceritakan dengan lambang-lambang.
Alegori biasanya berisi tentang moral dan hal-hal yang berkaitan
dengan spiritual manusia. Alegori dapat berbentuk puisi maupun
prosa. Bentuk alegori singkat misalnya, fabel dan farabel. Fabel adalah
sejenis alegori yang di dalamnya terdapat tokoh-tokoh binatang yang
dapat berbicara dan bertingkah laku seperti manusia.
Contoh:
a. Kancil dan buaya
b. Kancil dan kura-kura
c. Tom dan Jerry
Farabel adalah cerita singkat yang mengemukakan masalah moral,
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 116
misalnya cerita para nabi atau cerita orang-orang saleh. Sekarang
banyak muncul pula cerita yang penuh hikmah dari buah kebaikan
atau akibat perbuatan buruk seperti dalam kisah Rahasia Ilahi, dan
Pintu Hidayah.
5) Majas antitesis, ialah sejenis majas yang mengadakan komparasi atau
perbandingan antara dua antonim (majas ini bersifat perlawanan).
Contoh:
a. Dia bergembira ria atas kegagalan dalam ujian itu.
b. Setelah ditodong, ia malah menolong penjahat itu.
c. Orang tua itu bergembira atas pernikahan putrinya, sekaligus
merasa was-was dengan masa depannya.
2. Peribahasa
Gaya bahasa perbandingan juga dapat berbentuk peribahasa. Peribahasa
adalah kalimat atau kelompok perkataan yang tetap susunannya dan
biasanya mengiaskan sesuatu maksud tertentu. Zaman dahulu peribahasa
merupakan sarana untuk mengungkapkan penilaian, nasihat, gurauan,
atau sindiran. Di dalam peribahasa, terdapat simbol atau lambang-lambang
yang dianggap mewakili maksud yang ingin diungkapkan.
Contoh peribahasa:
1. Datang tampak muka, pergi tampak punggung.
Artinya: Datang dengan baik, pergi pun harus dengan baik pula.
2. Sepala-pala mandi biar basah.
Artinya: Mengerjakan sesuatu perbuatan hendaklah sempurna,
jangan separuh-paruhnya.
3. Arang habis, besi tak kimpal.
Artinya: Kerugian sudah banyak, maksud tak sampai.
4. Besar pasak daripada tiang.
Artinya: Besar pengeluaran daripada penghasilan.
5. Bagai mencencang air.
Artinya: Mengerjakan pekerjaan yang sia-sia.
6. Bagai telur di ujung tanduk.
Artinya: Keadaan yang sudang gawat atau genting.
117 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
7. Bagai anak ayam kehilangan induk.
Artinya: Seseorang yang tidak punya pegangan, hidupnya tak
tentu arah.

E. Pilihan Kata dalam Laras Bahasa
Pada pelajaran terdahulu, sudah dielaskan tentang laras bahasa. Laras
bahasa adalah ciri khas suatu penggunaan bahasa pada kelompok atau
lingkungan pemakai bahasa tertentu. Kekhususan tersebut meliputi pilihan
kata, ungkapan, istilah, ragam bahasa, dan gaya penuturan. Misalnya,
laras bahasa hukum akan banyak menggunakan istilah atau kosakata
yang berkaitan dengan hukum, aturan, dan perundang-undangan. Karena
bersifat penjelasan mengenai peraturan, biasanya kalimat dalam bahasa
hukum panjang-panjang atau berbentuk kalimat luas.
Lain lagi dengan bahasa sastra, lebih banyak menggunakan kata
bermakna konotasi atau simbolik. Kalimatnya pun panjang namun banyak
perumpamaan atau bersifat metaforis. Bahasa pers lebih cenderung
menghemat kata atau sering menghilangkan bentuk imbuhan dalam
bentukan kata. Kalimatnya pun bersifat lugas dan apa adanya.
Contoh bahasa hukum:
“Jika tindak pidana psikotropika sebagaimana dimaksud dalam Pasal
60, Pasal 61, Pasal 62, Pasal 63, dan Pasal 64, dilakukan oleh korporasi, maka
di samping pidananya pelaku tindak pidana, kepada korporasi dikenakan
pidana denda sebesar 2 (dua) kali pidana denda yang berlaku untuk
tindak pidana tersebut dan dapat diatuhkan pidana penambahan berupa
pencabutan izin usaha.”
Contoh bahasa pers:
a. “ PT. Natural belum beri Keputusan.”
b. “ Pasokan Melimpah, Permintaan Beras Turun.”
c. “ Petani Tak Mampu Penuhi Persyaratan Bank.”
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 118
RANGKUMAN
A. Pilihan Kata dan Bentukan Kata dalam Kaitannya dengan Konteks
atau Topik Pembicaraan
Untuk menyampaikan maksud dan suatu pokok pembicaraan,
seseorang akan berupaya menggunakan berbagai kata atau ungkapan
yang dapat mewakili makna atau konsep yang ingin diutarakan.
Untuk itu seseorang harus menguasai kosakata, bentukan kata,
ungkapan, dan berbagai istilah kata.
B. Memanfaatkan Kata Bersinonim untuk Menghindari Kata yang
Sama Dalam Satu Kalimat/Paragraf
Saat menjelaskan sesuatu seorang pembicara dapat mengucapkan
kata yang sama hingga berkali-kali. Untuk menghindari terjadinya
penggunaan kata yang berulang dapat digunakan sinonim atau
padanan katanya, contoh: unjuk rasa, demontrasi, dan aksi massa.
C. Makna Leksikal, Makna Kontekstual (Situasional), Makna
Struktural, dan Metaforis
- Makna leksikal ialah makna yang sesuai dengan konsep yang
digambarkan pada kata tersebut.
- Makna kontekstual ialah makna yang muncul sesuai dengan konteks
kata tersebut dipergunakan.
- Makna struktural adalah makna yang muncul akibat kata
mengalami afksasi atau penambahan imbuhan serta reduplikasi
dan komposisi.
- Makna metaforis
Makna metaforis adalah makna yang ditimbulkan oleh adanya
unsur perbandingan di antara dua hal yang memiliki ciri makna
yang sama.
D. Majas dan Peribahasa
1. Majas
Majas terdiri atas majas perumpamaan, majas metafora, majas
personifkasi, majas alegori, majas antitesis.
119 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
2. Peribahasa
Peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tetap
susunannya dan biasanya mengiaskan sesuatu maksud
tertentu.
E. Pilihan Kata dalam Laras Bahasa
Laras bahasa ialah ciri penggunaan bahasa ditinjau dari topik
pembicaraan dan bidang ilmu tertentu. Ciri tersebut meliputi
penggunan kata, ungkapan, istilah, ragam bahasa, dan gaya
penutur.
1. Bacalah wacana di awal bab ini, lalu carilah kata yang bermakna
kontekstual, struktural, dan metaforis.
2. Carilah 5 bentuk laras bahasa yang berbeda dari koran atau majalah
dan buku-buku, lalu jelaskan perbedaan penggunaan pilihan kata,
bentukan kata, dan gaya bahasanya.
TUGAS MANDIRI:
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Makna yang sesuai dengan referensinya atau makna yang sesuai
dengan konsep yang dilambangkan kata tersebut disebut
a. makna kontekstural
b. makna leksikal
c. makna metaforis
d. makna idiomatik
e. makna gramatikal
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 120
2. Makna yang pengertiannya muncul sesuai dengan situasi atau
pemakaian kata tersebut disebut
a. makna kontekstural
b. makna tekstual
c. makna metaforis
d. makna idiomatik
e. makna gramatikal
3. Makna yang tidak dapat ditelusuri dari makna leksikal atau gramatikal
pembentuknya disebut
a. makna kontekstural
b. makna tekstual
c makna metaforis
d. makna idiomatik
e. makna gramatikal
4. Di bawah ini beberapa contoh makna idiomatik, kecuali
a. gulung tikar
b. mata keranjang
c. membanting tulang
d. tutur kata
e. keras kepala
5. Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan
langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir adalah
a. majas perbandingan
b. metafora
c. hiperbola
d. litotes
e. metonimia
6. Majas perbandingan yang melukiskan keadaan dengan kata-kata
yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna
merendahkan diri adalah
a. majas perbandingan d. litotes
b. metafora e. metonimia
c. hiperbola
121 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
7. Majas metonimia terdapat dalam kalimat
a. Dia merasa kesepian di tengah-tengah keramaian pesta itu.
b. Kenaikan harga-harga bahan bangunan terasa sampai mencekik
leher.
c. Indonesia berhasil merebut Piala Thomas Cup untuk kedelapan kalinya.
d. Kemarin Ayah ke Singapura naik Garuda.
e. Perpustakaan adalah gudang ilmu yang tidak akan
habis-habisnya.
8. Kalimat yang mengandung lambang atau simbol yang maknanya
dikaitkan dengan kehidupan manusia disebut
a. majas
b. sinonim
c. antonim
d. peribahasa
e. metafora
9. Aku berlepas tangan terhadap perkara yang kamu hadapi.
Ungkapan berlepas tangan sama maknanya dengan ungkapan dalam
kalimat
a. Jangan lempar batu sembunyi tangan.
b. Pedagang kaki lima menutup mata terhadap peraturan pemerintah.
c. Mereka pasti akan cuci tangan terhadap kasus ini.
d. Jangan menutup hati terhadap kasus ini.
e. Mereka angkat tangan terhadap perkara kami.
10. Tina adalah anak yang panjang mulut di kelasnya. Pada hal ia anak
kemarin di kelas itu. Tak sepantasnya ia berperangai seperti anak
kemarin di kelas itu. Sedangkan anaknya cantik dan manis. Karena
sikapnya itu Tina selalu menjadi buah bibir di kelasnya bahkan di
sekolahnya.
Makna ungkapan yang bergaris bawah dalam kalimat di atas adalah
a. senang bercerita, bahan pembicaraan orang
b. suka memanjangkan omongan bahan pembicaraan orang
c. suka bercakap-cakap, bahan gunjingan orang
d. senang tertawa, manis pembicaraan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 122
e. banyak bahan pembicaraan, bicaranya sopan
11. Kalimat yang menggunakan kata-kata bersinonim adalah
a. Tua muda menyaksikan pertandingan bulu tangkis antarnegara.
b. Para guru dan pedagang bekerja sama dalam kegiatan bazar
murah.
c. Siang malam ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan
keluarganya.
d. Sekalipun badannya besar, namun rapuh.
e. Masyarakat Timor Timur memilih untuk hidup bebas merdeka.
12. Seorang perempuan duduk bersimpuh bersimbah air mata di gundukan
tanah yang masih merah.
Perubahan makna yang sejenis dengan kata perempuan dalam kalimat
di atas adalah
a. Senyum kecutnya masih menggantung di sudut bibir.
b. Anak itu mendekati sosok berkerudung hitam yang masih terdiam.
c. Seorang wanita tua berjalan bertatih-tatih meninggalkan tanah
pemakaman.
d. Aparat keamanan menindak tegas gerombolan yang beroperasi di
pasar malam.
e. Ibu Santosa dilantik menjadi Ketua Dasawisma RW 4.
13. Deretan kata di bawah tergolong sinonim, kecuali
a. mesiu, bahan peledak, amunisi
b. eksplorasi, survei, pencarian
c. perembesan, penyusupan, infltrasi
d. lihai, cerdik, pintar, intelek
e. komponen, bagian, unsur, sarana
14. Ungkapan kata yang bermakna “tidak bersemangat” ialah
a. tebal muka d. raja siang
b. ringan kepala e. duduk perut
c. dingin hati
123 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
15. Ilmu yang tiada beramal sama dengan pohon yang tiada berbuah.
Arti dari peribahasa di atas adalah
a. seseorang yang berilmu tetapi tidak sombong
b. orang yang banyak ilmunya
c. ilmu yang tidak disebarluaskan tidak ada manfaatnya
d. orang bodoh yang mencari ilmu
e. ilmu yang sia-sia
16. Tak perlu mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa asal berhasil
dengan baik.
Peribahasanya adalah
a. Sayap singkat terbang hendak tinggi.
b. Biar lambat asal selamat, tak lari gunung dikejar.
c. Hendak terbang tiada bersayap hendak hinggap tiada berkaki.
d. Jika kesusahan sudah memuncak, tandanya pertolongan sudah
dekat.
e. Ibarat padi, makin berisi makin merunduk.
17. Selangkah berpantang surut, setapak berpantang mundur.
Arti dari peribahasanya adalah
a. Maju terus tidak akan mundur menghadapi apa saja.
b. Mengerjakan sesuatu haruslah dengan sesempurna-sempurnanya.
c. Sangat terang dan jelas, semuanya telah diketahui.
d. Membela suatu perkara yang ada alasannya.
e. Harus sabar menghadapi segala sesuatu karena semuanya itu ada
batasnya.
18. Pak Abdul saat ini usahanya mengalami kebangkrutan.
Ungkapan yang berarti kebangrutan adalah
a. naik daun
b. buah bibir
c. gulung tikar
d. unjuk rasa
e. meja hiau
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 124
19. Artis terkenal itu sedang menghadapi perkara di pengadilan.
Ungkapan yang berarti pengadilan ialah
a. naik daun
b. buah bibir
c. gulung tikar
d. unjuk rasa
e. meja hiau
20. Lubuk akal tepian ilmu.
Arti dari peribahasa di atas adalah
a. Orang yang pandai tempat untuk bertanya.
b. Orang cerdik tak akan kehabisan akal.
c. Orang yang berilmu hidupnya kaya.
d. Orang yang pandai banyak temannya.
e. Orang berilmu hanya sedikit.
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Tulislah 6 pasang contoh kata bersinonim!
2. Apa yang dimaksud dengan makna leksikal? Berikan contohnya!
3. Apa yang dimaksud dengan makna kontekstual? Berikan contohnya!
4. Apa yang dimaksud dengan makna sruktural? Berikan contohnya!
5. Sebutkan beberapa majas dan berikan contohnya?
6. Apa yang dimaksud dengan peribahasa?
7. Berikan contoh peribahasa yang Anda ketahui?
8. Jelaskan arti dari peribahasa berikut ini!
a. Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua.
b. Pisau senjata tiada bisa, bisa lagi mulut manusia.
9. Jelaskan arti dari idiom di bawah ini.
a. anak emas
b. kepala rumah tangga
10. Buatlah kalimat sebanyak empat buah dengan menggunakan polisemi
dari kata gugur!
125 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini !
1. Keterampilan yang membutuhkan konsentrasi terhadap informasi
lisan disebut
a. membaca
b. menyimak
c. menulis
d. mendengar
e. berbicara
2. Hal di bawah ini merupakan tujuan kegiatan menyimak, kecuali
a. memahami unsur bahasa
b. mengevaluasi pekerjaan
c. memecahkan masalah
d. melatih pendengaran
e. memahami informasi
3. Tujuan menyimak yang berhubungan dengan penelaahan bahasa di
bawah ini, kecuali
a. mengenal bunyi fonemis
b. mengenal ciri supsegmental
c. mengenal olahvokal pengucapan
d. memahami kata tugas
e. pengenal perubahan bunyi
4. Unsur segmental bahasa yang terkecil disebut
a. morfem
b. fonem
c. artikulasi
d. huruf
e. prosa
TES SEMESTER GANJIL
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 126
5. Ilmu yang mempelajari tata bunyi dan alat ucapnya disebut
a. fonetik
b. fonemik
c. morfofonemik
d. fonologi
e. morfologi
6. (1) Di sini peran pendidikan sangat vital. (2) Pemberdayaan perempuan
pun menjadi agenda dalam proses pembelajaran. (3) Para penentu
kebiakan kurikulum mestinya berkaca pada agenda ini. (4) Data empiris
dari ekonomi Marco Francesconi menganalisa dan British Household
Panel Survey yang mendata 10 ribu individu dari 5.500 keluarga. (5)
Penelitian dilakukan sejak 1991-1999. (6) Data ini menunjukkan bahwa
pria yang sukses justru akan memilih dengan wanita karier yang bekerja
keras.
Kalimat yang berisi fakta pada paragrap tersebut terdapat pada nomor
a. (1) dan (2) b. (2) dan (3)
c. (3) dan (5) d. (4) dan (6)
e. (3) dan (5)
7. Gizi yang baik sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan,
terutama untuk anak-anak balita dan usia sekolah. Dalam situsi krismon
seperti sekarang, banyak anak usia sekolah yang perlu mendapatkan
bantuan. Ibu-ibu pengajian mengadakan kegiatan sosial dengan
nama “peduli balita”, misalnya pemberian minuman susu gratis dan
pemberian makanan bergizi.
Pernyataan yang sesuai dengan fakta dalam bacaan di atas adalah
a. Kegiatan itu baik, tetapi apakah tidak menimbulkan kecemburuan
sosial?
b. Kegiatan-kegiatan positif dalam menunjang perbaikan gizi balita
perlu direalisasikan.
c. Sebaiknya, sebelum kita melaksanakan kegiatan, perlu dievaluasi
untung dan ruginya.
d. Pikiran saya sejalan dengan gagasan Anda, yaitu bahwa fakta
tentang anak putus sekolah perlu dicari.
e. Saya sependapat dengan Anda dan siap membantunya.
127 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
8. Yang termasuk opini adalah
a. Setiap warga wajib memiliki KTP.
b. Umumnya SMU di DKI masuk pukul 07.00.
c. Tahun 2000, jumlah penduduk DKI akan mencapai 10.000.000
jiwa.
d. Sebaiknya aparat kepolisian mengadakan razia narkoba ke
sekolah-sekolah.
e. Untuk mengantisipasi polusi di kota-kota besar, akan diadakan
kampanye antipolusi.
9. Ragam/laras bahasa sastra ialah
a. Kejadian itu terjadi saat keluarga Tekuang tengah tertidur lelap.
b. Dengan kandungan kimia tersebut, alfalfa memiliki khasiat yang
baik bagi tubuh.
c. Pelajaran yang harus diterima pasien harus sempurna.
d. Dina menatap sendu, pandangannya menembus cakrawala ruang
sepi.
e. Pihak pertama menjual tanah seluas 500 meter kepada pihak kedua
yang beralamat di Jalan Setapak 5 no. 8.
10. Kalimat yang menyatakan hasil adalah
a. Tikungan jalan itu menjadi tempatnya bertemu.
b. Penanaman bibit teh dilakukan siang hari.
c. Dia tinggal di perumahan Lembah Griya.
d. Dengan semangat, ia mengemukakan alasan.
e. Cucian itu dibiarkan saja di dapur.
11. Membaca cepat untuk tujuan mencari informasi tertentu dengan
mengabaikan informasi lain disebut
a. membaca intensif
b. membaca memindai (scanning)
c. membaca pelayapan (skimming)
d. membaca kreatif
e. membaca cermat
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 128
12. Membaca cepat untuk mendapatkan ide atau gagasan pokok bahan
bacaan adalah
a. membaca intensif
b. membaca memindai (scanning)
c. membaca pelayapan (skimming)
d. membaca kreatif
e. membaca cermat
13. Tingkat pemula biasanya harus mencapai ... kpm.
a. 100–120 kpm
b. 120 -150 kpm
c. 150-200 kpm
d. 200-250 kpm
e. di atas 300 kpm
14. Teknik scanning dalam membaca cepat biasanya dipergunakan untuk
di bawah ini, kecuali
a. mencari nomor telepon
b. mencari istilah dalam indeks
c. mencari data dalam kamus
d. mencari data sumber informasi bacaan
e. mencari alamat
15. Alasan kita harus membuat catatan dalam membaca pemahaman
adalah berikut ini, kecuali
a. informasi kita perlukan
b. menjaga buku dari coretan
c. memperbanyak data dan pekerjaan
d. memudahkan mencari informasi itu kembali
e. memudahkan mengingat
16. Yang termasuk media cetak adalah di bawah ini, kecuali
a. koran
b. tabloid
c. video
d. buletin
e. selebaran
129 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
17. Yang tidak termasuk media elektronik ialah
a. audio c. audio-visual
b. video d. dokumentasi
e. televisi
18. Informasi yang lebih valid diperoleh secara langsung dari nara-
sumbernya. Perolehan data tersebut memiliki
a. obsevasi c. penelitian
b. wawancara d. membaca
e. mendengar
19. Bentuk-bentuk informasi nonverbal adalah berikut ini, kecuali
a. matriks b. opini
c. grafk d. diagram
e. bagan
20. Secara morfologi bentukan kata yang menyatakan hasil biasanya
dinyatakan oleh imbuhan
a. pe--an c. pe-
b. –an d. per--an
e. me--kan
21. Kalimat yang bermakna proses ialah
a. Adik sedang memperbaiki mainannya.
b. Pak Guru menulis jawaban soal matematika dipapan tulis.
c. Ibu asyik memasak sayuran di dapur.
d. Tahap pendinginan untuk menjadi es krim berlangsung 10 menit.
e. Kakak melakukan senam perenggangan otot.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 130
22. Peristiwa itu akan tetap dirahasiakan.
Pelafalan kata yang hampir sama dengan kata bergaris bawah di atas
adalah
a. dirasakan
b. diratakan
c. dikatakan
d. dilahankan
e. dibahasakan
23. Di bawah ini yang termasuk konsonan hambat bilabial adalah
a. /t/ dan /d/
b. /a/ dan /c/
c. /g/ dan /D/
d. /p/ dan /b/
e. /y/ dan /z/
24. Bunyi ujar yang dihasilkan oleh ujung lidah dengan daerah lengkungan
gigi disebut
a. labio dental
b. velar
c. alpico interdental
d. bilabial
e. laringal
25. Contoh bunyi ujar kosonan spiral, ialah fonem
a. /p/, /d/, /n/
b. /s/, /z/, /sy/
c. /r/, /h/
d. /t/, /d/, /n/
e. /k/, /g/, /kh/
26. Contoh bunyi ujar konsonal velar ialah fonem
a. /k/, /g/, /ng/
b. /s/, /z/, /sy/
c. /r/, /h/
d. /t/, /d/, /n/
e. /k/, /g/, /kh/
131 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
27. Contoh kata yang sering digunakan namun berasal dari bahasa daerah
ialah
a. kagum
b. pening
c. selingkuh
d. pelor
e. pangan
28. Kata yang tidak satu lingkungan (kolokasi) adalah
a. cabe
b. garam
c. gula
d. tempe
e. kecap
29. Kata yang tidak masuk kelompok kata lainnya ialah
a. animasi
b. simbol
c. durasi
d. akting
e. episode
30. Di bawah ini merupakan istilah ilmu pengetahuan alam, kecuali
a. kalori
b. radiasi
c. puting beliung
d. klorofl
e. variabel
31. Mereka berdua tinggal di pondok pinggir kota.
Yang bukan sinonim kata pondok ialah
a. rumah
b. tempat tinggal
c. wisma
d. kediaman
e. halaman
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 132
32. Tangannya berdarah karena terjatuh dari sepeda.
Sinonim kata tangan ialah
a. tungkai
b. lengan
c. sendi
d. tukak
e. pergelangan
33. Kata yang tidak bersinonim di bawah ini adalah
a. kolosal
b. raya
c. akbar
d. luar biasa
e. besar
34. Kata yang bermakna leksikal terdapat pada kalimat
a. Ia sudah jatuh cinta pada mobil itu.
b. Selama dua tahun ia menuntut ilmu di luar negeri.
c. Sudah lama ia tertarik pada dunia sastra.
d. Setelah dipetik bunga itu diselipkan di rambutnya.
e. Sekarang banyak tikus yang memakai dasi.
35. Kata yang bermakna leksikal adalah
a. Kepala sekolah itu sangat biaksana.
b. Penduduk beramai-ramai mendatangi rumah kepala desa.
c. Anak itu benar-benar kepala batu
d. Kepalanya memar terbentur tembok.
e. Alamat surat itu tertera di bagian kepala surat.
36. Kata yang sepadan dengan makna kata dasarnya adalah berikut ini,
kecuali
a. kemarahan
b. kemerahan
c. kegalakan
133 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
d. keberanian
e. kesedihan
37. Ungkapan idiomatik yang tepat untuk kata sedang ternama (populer)
adalah
a. meja hiau
b. naik daun
c. gulung tikar
d. isapan jempol
e. matanya hiau
39. Ungkapan yang bermakna bangkrut ialah
a. meja hiau
b. naik daun
c. gulung tikar
d. isapan jempol
e. matanya hiau
40. Hal-hal yang menimbulkan laras bahasa adalah sebagai berikut,
kecuali
a. adanya perbedaan topik pembicaraan
b. kepentingan maksud pembicara
c. ruang lingkup bidang keilmuan
d. situasi pergaulan
e. media atau sarana berbahasa
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan lafal!
2. Sebutkan unsur-unsur segmental bahasa!
3. Buatlah contoh paragraf yang berisi fakta!
4. Sebutkan kebiasaan membaca yang perlu dihindari!
5. Sebutkan kegunaan jenis membaca pemindaian!
6. Sebutkan langkah-langkah/teknik membuat catatan!
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 134
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan informasi nonverbal!
8. Tuliskan lafal kata berikut ini!
a. IPDN
b. BUMN
c. PJKA
d. SMP N
9. Tulislah sinonim kata-kata berikut!
a. musnah
b. cendekia
b. dokumentasi
d. konsep
10. Jelaskan peribahasa berikut ini:
a. Belakang parang bila diasah akan tajam juga.
b. Bergantung pada akar lapuk.
135 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Menggunakan kalimat yang baik, tepat, dan santun
Indikator
- Mengidentifkasi kalimat yang komunikatif tetapi
tidak cermat dilihat dari kaidah bahasa, nalar, dan
ketersampaian pesan
- Mengindentifkasi kalimat yang tidak komunikatif
tetapi cermat
- Menggunakankalimatyangkomunikatif,cermat,dan
santun dalam suatu pembicaraan
Padababini,kitaakanmempelajarisyarat-syaratkalimatyangbaikdankomunikatif,bentuk
kalimatyangkomunikatiftetapitidakcermatsertasebaliknya,dankalimatyangefektifdan
santun. Setelah pembelajaran, diharapkan kita dapat memahami dan mengindentifkasi
kalimatyangkomunikatifdarisegikaidahbahasa,nalar,danketersampaianpesan.Selain
itu, kita juga diharapkan mampu mengindentifkasi kalimat yang komunikatif tapi tidak
cermat,kalimatcermattetapitidakkomunikatif,sertadapatmenggunakankalimatyang
efektifdansantun.
BAB 7
MENGGUNAKAN KALIMAT YANG BAIK,
TEPAT, DAN SANTUN
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 136
Wacana
Hemat BBM Dengan Bahan Bakar Nabati (Biofuel)
Minyak bumi adalah sumber energi yang tidak bisa diperbaharui.
Cadangan minyak bumi Indonesia saat ini hanya sekitar 8,4 miliar barel.
Dengan laju pengurangan produksi 400 juta barel per tahun, apabila tidak
ditemukan cadangan baru, diperkiraan minyak bumi Indonesia hanya
tersisa untuk jangka waktu 21 tahun.
Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tahun 2006 mencapai
61 juta kiloliter. Oleh karena kemampuan kilang minyak dalam negeri tidak
mencukupi, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah mengimpor
BBM kurang lebih 30% dari total kebutuhan BBM nasional. Hal ini tentunya
akan membebani APBN dan mengurangi cadangan devisa negara.
Untuk mengurangi kebergantungan terhadap BBM, semua kebiakan
dan pengelolaan energi harus mengacu pada langkah-langkah efsiensi,
diversifkasi,konservasi dan lingkungan. Pemerintah telah mengeluarkan
Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 tentang Kebiakan Energi Nasional
untukmengembangkansumberenergialternatifsebagaipenggantibahan
bakar minyak. Pemerintah juga memberikan perhatian untuk pengem-
banganbahanbakarnabati(biofuel)denganmenerbitkanInstruksiPresiden
No. 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatkan Bahan Bakar
Nabati(Biofuel)SebagaiBahanBakarLain.
Bisa dibayangkan jika 5% bahan bakar nabati (biofuel) digunakan
untuk mengganti/mensubtitusi BBM, kita mampu menghemat pemakaian
BBM fosil hingga 3,1 juta kiloliter. Sebaliknya jika kita tidak berupaya
menghemat BBM fosil salah satunya dengan memanfaatkan bahan bakar
nabati(biofuel),negaraharusterusmengimporminyakfosildenganbiaya
trilyunan rupiah setiap tahunnya.
Lebih dari itu, bahan bakar nabati (biofuel) adalah bahan bakar yang
dapat diperbaharui dan bahan bakunya mudah serta banyak ditemui di
Indonesia seperti sawit, jarak pagar, tebu, kelapa, nyamplung, keledai,
ubi kayu, wien, dan lain sebagainya sehingga penyediaannya lebih
berkesinambungan.Bahanbakarnabati(biofuel)jugamemilikikandungan
polusi yang lebih kecil. Berdasarkan hasil uji emisi gas buang, pemakaian
bahan bakar nabati (biofuel) akan mengurangi kandungan karbon
monoksida (CO) sehingga menghasilkan gas buang ramah lingkungan.
Sebagai perbandingan, pemakaian Bensin-88 akan menghasilkan 1,22%
137 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
gas CO, Bensin-92 menghasilkan 0,81%, sadangkan Biothanol 92 hanya
menghasilkan 0,44% gas CO.
Untuk menyukseskan program tersebut, perlu adanya partisipasi
dari pihak-pihak terkait dan pemerintah daerah dalam membantu dan
melaksanakankebiakanuntukmeningkatkanpemanfaatkanbahanbakar
nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain di daerahnya dan melakukan
sosialisasidanfasilitasipenyediaanlahanuntukpengembanganbudidaya
bahanbakubahanbakarnabati(biofuel).
(Sumber: PosKota, 4 Desember 2007)
A. Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pembicara kepada
pendengar melalui sarana bahasa secara lisan dan tulisan. Komunikator
atau pembicara menyampaikan informasi lewat kalimat-kalimat yang
dianggap dapat menjelaskan maksud yang ingin diungkapkan. Kalimat-
kalimat tersebut harus dapat dipahami oleh pendengar agar nantinya
mendapatkan respons berupa jawaban atau tanggapan yang sesuai. Untuk
mencapai komunikasi yang baik dan lancar, kalimat yang disampaikan
harusefektifdankomunikatif.
Kalimat yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
(1) Tidak menyimpang dari kaidah bahasa
(2) Logisataudapatditerimanalar
(3) Jelas dan dapat menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat
Kalimat yang tidak menyimpang dari kaidah bahasa maksudnya
adalah kalimat yang cermat baik dari segi pemilihan kata dan bentukan
kata maupun susunan kalimatnya memenuhi aturan sintaksis yang benar.
Sebaliknya, kalimat yang menyimpang dari kaidah bahasa, susunan
kalimatnya tidak sesuai dengan aturan sintaksis yang benar.
Contoh:
1. PadajadwaldiatasmenunjukkankeretaeksekutifArgoLawuberangkat
pada pukul 17.00 dari Gambir.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 138
2. Bagi yang menitip sepeda motor harus dikunci.
3. Yang punya HP harus dimatikan.
Kalimat di atas meskipun dapat dipahami tapi terasa janggal didengar.
Pada kalimat pertama terasa ada yang kurang secara sintaksis. Jabatan
subjeknya tidak ada karena penggunaan kata tugas “pada”. Jika kata
“pada” dihilangkan, akan terasa lebih tepat. Penggunaan kata tugas “bagi”
pada kalimat kedua juga tidak pada tempatnya dan tidak perlu sebab yang
dimaksud sesungguhnya adalah sepeda motor yang dititipkan bukan
orangnya. Kalimat kedua mengandung pengertian bahwa yang dititipkan
adalah pemilik sepeda motor atau orangnya. Demikian pula pada kalimat
ketiga, yang dimatikan adalah HP bukan pemilik HP. Perbaikan kalimat di
atas ialah:
1. JadwaldiatasmenunjukkankeretaapieksekutifArgoLawuberangkat
pada pukul 17.00 dari Gambir.
2. Sepeda motor yang dititipkan harus dikunci.
3. Yang memiliki HP agar mematikan HP-nya.
Kalimat juga harus logis atau dapat dinalar oleh akal. Meskipun secara
gramatikal sesuai dengan kaidah namun jika tidak logis, kalimat tersebut
tak akan dapat dipahami dengan baik bila disampaikan kepada orang
lain.
Contoh:
1. Anak-anak itu sedang asyik makan pohonan.
2. Ini adalah daerah bebas parkir.
3. Disinitempatpendafaranbutahuruf.
Ketiga kalimat di atas salah nalar. Kalimat pertama jelas tidak masuk
akal. Secara akal sehat, tidak ada manusia yang memakan pohonan sebab
pengertian pohonan adalah keseluruhan pohon dari akar dan batang
hingga daun. Kata pohonan juga dapat dimaknai banyak pohon. Meskipun
secara struktur kalimatnya benar karena ada subjek, predikat, dan objek,
tapi secara nalar tidak masuk akal. Kalimat kedua dan ketiga juga tidak
tepat. Pengertian bebas parkir harusnya sama dengan bebas narkoba, bebas
becak, dan bebas bea yang artinya daerah tersebut tidak ada lagi narkoba,
becak, atau pungutan. Tapi arti bebas parkir mengapa jadi boleh parkir tanpa
bayar.Kalimatketigamaksudnyabagiyangbutahurufagarmendafardi
139 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
tempat ini untuk mendapatkan pengajaran. Pengertian pada kalimat di atas
adalah orang mendafarkan diri agar jadi buta huruf. Perbaikan kalimat-
kalimat di atas, yaitu:
1. Anak-anak itu sedang asyik mengumpulkan pohonan.
2. Ini adalah daerah boleh parkir bebas atau parkir gratis.
3. DisinitempatpendafarankursuspaketAbagiyangbutahuruf.
Kalimat yang baik juga harus mengandung pengertian yang jelas,
tidak membingungkan serta tidak menimbulkan penafsiran ganda atau
ambigu. Tidak sedikit pula kita temui kalimat-kalimat yang diucapkan oleh
penutur bahasa mengandung pengertian ganda. Kalimat ini selain dapat
membingungkan juga menimbulkan respons atau tanggapan yang tak
sesuai karena tidak tersampaikannya pesan secara benar.
Contoh:
1. Saya melihat kelakuan anak itu bingung.
2. Mereka mengantar iring-iringan jenazah ke kuburan.
3. Semuamahasiswafakultasyangbaruagarberkumpuldiruangsenat.
Ketiga kalimat di atas bermakna ganda. Kalimat pertama mengandung
dua pengertian, dapat anak yang bingung atau saya yang bingung. Jika
anak yang bingung, kata bingung harus mendapatkan imbuhan ke--an
menjadi kebingungan. Jika saya yang bingung, kata bingung harus berada
setelah kata saya. Perbaikannya ada dua varian, yaitu:
1a. Saya bingung melihat kelakuan anak itu.
1b. Saya melihat anak itu kebingungan.
Kalimat kedua bermakna jenazah yang diantar banyak. Frasa iring-
iringan jenazah mengandung pengertian jamak. Jadi pengertian kalimat
kedua adalah mereka mengantarkan banyak jenazah ke kuburan. Apa
benar? Sebenarnya maksudnya kata iring-iringan bukan ditujukan pada
jenazah, tapi para pengiringnya sehingga makna sebenarnya adalah mereka
mengantar para pengiring jenazah ke kuburan. Dan lebih jelas lagi jika kata
mengantar dihilangkan. Perbaikannya ialah sebagai berikut:
2a. Mereka mengantar jenazah ke kuburan.
2b. Mereka mengiringi jenazah ke kuburan.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 140
Kalimat ketiga dapat menimbulkan salah pengertian karena yang
dimaksud adalah mahasiswa baru atau mahasiswa fakultas yang baru.
Predikat baru ditujukan kepada mahasiswa atau pada fakultasnya.
Perbaikannya ada dua varian, yaitu:
3a. Semuamahasiswabarudifakultasituagarberkumpuildiruangsenat.
Atau
3b. Semua mahasiswa pada fakultas yang baru itu agar berkumpul di
ruang senat.

B. Kalimat yang Komunikatif, tetapi tidak Cermat
Dalam proses komunikasi sering kita temui kalimat yang ditulis atau
diucapkan tidak terlalu mengindahkan tata bahasa atau gramatikal. Artinya,
kemungkinan dalam penyusunan kalimat banyak terjadi kesalahan atau
kurang cermat, namun dapat dipahami karena memang sudah terbiasa
didengar atau diucapkan. Namun, tetap saja ketidakcermatan penyusunan
kalimattidakmenjaminterjadinyakomunikasiyangefektif.Olehsebabitu,
kita harus memahami kriteria kalimat yang kurang cermat.
Ketidakcermatan kalimat dapat ditinjau dari beberapa segi berikut.
1. Ketidaklengkapan unsur-unsurnya
Sebuah kalimat jika tidak lengkap unsur-unsurnya apalagi unsur
tersebut seharusnya ada menjadi tidak berarti. Di dalam kalimat,
terdapat minimal dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Kalimat yang
seharusnya memiliki unsur jabatan tersebut lalu secara tersurat tak
terungkap membuat kalimat menjadi rancu.
Contoh:
a. Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja
menjadikan bertambahnya para pengunjung perpustakaan
sekolah.
(Kalimat ini tidak menjelaskan siapa yang melengkapi perpus-
takaan. Artinya, kalimat ini tidak menyertakan siapa pelakunya
atau subjek kalimatnya.)
b. Dengan bersemangat Pak guru menceritakan kepada anak-anak
muridnya agar mereka dapat mengambil hikmah.
141 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
(Kalimat ini tidak lengkap pada objeknya. Hal apa yang diceritakan
oleh pelaku tidak tertera atau dielaskan. Jika pun strukturnya
dipertahankan, supaya tidak rancu, kata menceritakan yang
merupakanverbatransitifdiubahmenjadiintransitifbercerita)
Perbaikan kalimatnya ialah:
a. Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja oleh
kepala sekolah menjadikan bertambahnya para pengunjung
perpustakaan sekolah.
b. Dengan bersemangat Pak guru bercerita kepada murid-muridnya
agar mereka dapat mengambil hikmah.
2. Ketidaktepatan penempatan unsur-unsurnya
Kalimat yang tidak tepat kedudukan unsur-unsurnya membuat
kalimat tersebut tidak dapat dipahami atau sulit dimengerti.
Contoh:
a. Petani sebelum ada kebiakan impor gula dari pemerintah, tidak
pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
b. Setelah ia dan istrinya mendapat teror terus-menerus, segera
melapor kepada pihak kepolisian.
Kedua kalimat ini terasa janggal karena ada ketidaktepatan
penempatan salah satu unsur kalimatnya. Jika diperhatikan, kesalahan
ada pada kata petani yang seharusnya diletakkan setelah klausa
keterangan sebelum ada kebiakan impor gula dari pemerintah. Begitu pula
dengan kalimat kedua, kata atau subjek ia dan istrinya seharusnya
diletakkan pada kalimat induk segeramelaporkankepadapihakkepolisian.
Perhatikanlah perbaikannya berikut ini.
a. Sebelum ada kebiakan impor gula dari pemerintah, petani tidak
pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
b. Setelah mendapat teror terus-menerus, ia dan istrinya segera
melapor kepada pihak kepolisian.
Perhatikan kembali contoh berikut:
c. Selanjutnya saya akan berikan kekurangannya setelah pekerjaan
selesai.
d. Jadi, kita harus sukseskan pilkada tahun ini.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 142
Kedua kalimat ini juga janggal. Keterangan aspek seperti akan,
belum,telah,masih,sedang, dan sebagainya tidak boleh disisipkan pada
katakerjapasifyangberupaikataneratantarasubjekkatakerjanya.
Perhatikan perbaikannya berikut ini:
c. Selanjutnya akan saya berikan kekurangannya setelah pekerjaan
selesai.
d. Jadi, harus kita sukseskan pilkada tahun ini.
3. Penggunaan unsur-unsur kalimat yang berlebihan
Ketidakcermatan kalimat juga dapat dilihat dari penggunaan
unsur kalimat yang berlebihan. Unsur yang berlebihan itu dapat berupa
penggunaan kata yang sama artinya atau pemakaian kata tugas yang
tidak perlu.
Contoh:
a. Para ibu-ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.
b. Di dalam tubuhnya terdapat banyak virus-virus yang membahayakan.
c. Remaja harus mengetahui akan bahaya narkoba.
d. Bagi siswa yang mengisi acara pensi harap segera menghubungi
panitia.
Kalimat pertama dan kedua berlebihan dalam hal pemakaian
kata para dan banyak yang menunjukkan makna jamak. Maka, kata
berikutnya tidak perlu diulang. Kalimat ketiga dan keempat tidak perlu
memakai kata tugas akan dan bagi. Jadi, kalimat yang benar ialah:
a. Para ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.
b. Di dalam tubuhnya terdapat banyak virus yang membahayakan.
c. Remaja harus mengetahui bahaya narkoba.
d. Siswa yang mengisi acara pensi harap segera menghubungi
panitia.
4. Pilihan kata tidak tepat
Ketidakefektifan atau ketidakcermatan penyusunan kalimat
juga dapat disebabkan karena pilihan kata tidak tepat. Hal ini dapat
dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau pengaruh bahasa asing.
143 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Selain itu, ketidakpahaman terhadap arti sebuah kata menyebabkan
penggunaan kata tersebut tidak tepat.
Contoh:
a. Kepada yang pernah ke gunung ini pasti akan merasakan
dinginnya udara di sini.
b. Kenikmatan mie buatannya menggemparkan warga sekitarnya.
c. Rumahnya besar sendiri dibandingkan rumah-rumah tetangganya.
Kalimat pertama terdapat ketidakcocokan antara kata pernah
danakan. Kata pernah menunjukkan sudah dilakukan, bertentangan
dengan kata akan yang baru atau belum dialami. Seharusnya kata akan
diganti dengan sudah. Kata depan kepada juga sebaiknya dihilangkan.
Kalimat kedua ketidaktepatan pada kata menggemparkan. Kata ini
berkonotasinegatifyangberartimembuatpanik.Padahalkenikmatan
adalah suatu kesenangan dan dalam hal ini berkaitan dengan urusan
rasa.Maka,frasayangtepatadalahmembuattakjub. Kalimat ketiga kata
besar sendiri dipengaruhi bahasa daerah gede dewe, yang tepat adalah
paling besar. Jadi, perbaikannya.
a. Mereka yang pernah ke gunung ini pasti sudah merasakan dingin-
nya udara di sini.
b. Kenikmatan mie buatannya membuat takjub warga sekitarnya.
c. Rumahnya paling besar dibandingkan dengan rumah-rumah
tetangganya.

C. Kalimat yang Cermat, tetapi tidak Komunikatif
Kalimat yang disampaikan oleh pembicara secara lisan atau penulis
secara tertulis mungkin saja telah sesuai dengan kaidah bahasa, namun jika
penyampaiannya tidak lugas dan padat, dapat menyulitkan komunikan
untuk memahaminya. Sebuah kalimat dapat saja penyusunannya sudah
cermattapitidakkomunikatif.Halinidapatterjadikarenahal-halberikut
ini.
1. Kalimat terlalu luas atau berbentuk kalimat majemuk kompleks.
Kalimat yang terlalu luas atau panjang dapat mengaburkan maksud
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 144
yang sebenarnya dari kalimat tersebut. Meskipun penyusunannya tidak
menyalahi kaidah gramatikal, namun karena kata yang dipergunakan
banyak dan bercabang, dapat menyebabkan pesan yang dikandungnya jadi
tidak dapat ditangkap secara utuh.
- Karena dalam kurikulum itu bidang studi Bahasa Indonesia mendapat
tempat yang teratas berdasarkan alokasi waktu yang disediakan
untuk pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu 8 jam pelajaran seminggu,
sedangkan untuk bidang studi yang lain berkisar dari 2 sampai dengan
6 jam seminggu, pelajaran Bahasa Indonesia dianggap sangat penting
dalam rangka mencapai pendidikan nasional berdasarkan Pancasila,
yaituuntukmeningkatkanketaqwaanterhadapTuhanYangMahaEsa,
kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat
kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan.
- Bahasa Indonesia yang oleh Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928
diakui sebagai bahasa nasional dipakai di seluruh Indonesia, di daerah-
daerah yang berbeda-beda latar belakang kebahasaan, kebudayaan,
kesukuan, dan di dalam lapisan masyarakat yang berbeda-beda pula
latar belakang pendidikannya.
Dua contoh kalimat di atas merupakan kalimat luas atau panjang karena
terdapat klausa-klausa perluasan subjek dan predikat. Uraian kalimat yang
terlalu luas itu sulit dicerna jika disampaikan secara lisan, dan juga harus
dibaca lebih dari sekali untuk memahaminya dalam bentuk tulisan. Kalimat
dapat diperpendek agar lebih mudah dan cepat dipahami dalam bentuk
berikut ini.
- Dalam kurikulum itu, bidang studi Bahasa Indonesia mendapat
tempat teratas, yaitu 8 jam pelajaran seminggu, sedangkan untuk
bidang studi yang lain berkisar 2 sampai 6 jam seminggu. Karena
itu, pelajaran Bahasa Indonesia dianggap penting dalam rangka
mencapai pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, yaitu untuk
meningkatkanketakwaanterhadapTuhanYangMahaEsa,kecerdasan,
keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian,
dan mempertebal semangat kebangsaan.
- Bahasa Indonesia yang dalam sumpah Pemuda telah diakui sebagai
bahasa nasional dipakai di seluruh Indonesia yang memiliki keragaman
bahasa, budaya, suku, dan lapisan masyarakat yang berbeda-beda latar
belakang pendidikannya.
145 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
2. Kalimat yang terperinci namun pengertiannya secara umum sudah
diketahui
Kalimat yang cenderung panjang kemungkinan dibebani dengan
penjelasan yang harus terperinci. Namun, adakalanya kalimat dapat panjang
karena menggunakan keterangan yang tidak perlu. Keterangan tersebut
secara umum sudah diketahui oleh pendengar atau pembaca. Dengan kata
lain, penjelasan tersebut dapat diganti dengan kata yang sepadan tetapi
lebih hemat.
Contoh:
a. Hari ini, Rudi menggunakan baju dengan kerah pendek yang biasa
orang pakai untuk salat di masjid.
b. Andi memasukkan angin ke dalam ban sepeda agar ban itu kembali
dapatdialankan.
Kalimatdiatasterlalupanjangdantidakefektif.Keduakalimatdiatas
dapat diganti dengan kalimat berikut.
a. Hari ini, Rudi memakai baju koko.
b. Andi memompa ban sepedanya agar dapat jalan lagi.
3. Kalimat tidak logis
Kalimatyangdisampaikansecaracermatjugadapattidakkomunikatif
karenatidaklogis.Kalimatsepertiinidapatmenyebabkansalahpenafsiran
sehingga menimbulkan pemahaman dan tanggapan yang berbeda.
Contoh:
a. Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,
selesailah karya tulis ini.
b. Pemenang terbaik ke-2 akan mendapatkan voucher belanja seharga 2
juta rupiah.
Kalimat pertama memang tidak logis karena tidak mungkin dengan
mengucapkanpujisyukurkepadaTuhanYangMahaEsadapatmembuat
karya tulis selesai. Kalimat kedua tidak logisnya pada kata terbaik. Makna
kata terbaik adalah paling baik, jadi tidak ada terbaik kedua. Kalimat di atas
dapat diperbaiki menjadi:
a. PenulismengucapkanpujisyukurkepadaTuhanYangMahaEsakarena
karya tulis ini dapat penulis selesaikan. Atau Puji syukur kepada Tuhan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 146
YangMahaEsakarenapenulisdapatmenyelesaikankaryatulisini.
b. Pemenang ke-2 akan mendapatkan voucher belanja seharga 2 juta
rupiah.
D. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun
Dalam komunikasi, bukan hanya penyampaian kalimat yang efektif
dan komunikatif yang harus diperhatikan, tetapi juga kesantunan dalam
berbahasa. Kalimat yang santun lebih ditujukan untuk penghormatan
kepada mitra bicara atau komunikan. Penyampaian kalimat memang harus
tetapefektif,cermat,dankomunikatifjugabernilairasabagusdansantun.
Untuk menyampaikan kalimat yang santun, harus dipertimbangkan
pula penggunaan kosakata baku dan pilihan kata yang sewajarnya serta
tidakberkonotasikurangbaik.Dengankalimatyangefektifdansantun,
tanggapan yang muncul dari mitra komunikasi juga akan berkesan baik.
Perhatikanlah contoh kalimat di bawah ini.
1a. Agar kami dapat memberikan nilai pada pekerjaan Saudara, kami perlu
data pribadi Saudara.
Bandingkan dengan:
1b. Agar kami dapat mengevaluasi pekerjaan Saudara, kami membutuhkan
data pribadi Saudara.
2a. Yang kami tahu selama ini, belum ada siswa yang dikeluarkan karena
kasus narkoba.
Bandingkan dengan:
2b. Sepengetahuan kami, belum ada siswa yang dikeluarkan karena kasus
narkoba.
3a. Setelah membaca surat Saudara tertanggal 4 Juli 2007 dengan nomor
surat 122/PC-3/2007, maka kami kirimkan surat balasan...
Bandingkan dengan:
3b. Menjawab surat Saudara tertanggal 4 Juli 2007, Nomor 122/PC-03/2007,
kami sampaikan bahwa...
4a. Untuk menyambut tamu yang kita hormati, kami harap hadirin
berdiri.
147 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
RANGKUMAN
Bandingkan dengan:
4b. Untuk menyambut tamu kehormatan kita, kami mohon kesediaan
hadirin untuk berdiri.
5a. Kamiucapkanmohonmaafyangsebesar-besarnyaataskelalaiankami
tersebut.
Bandingkan dengan:
5b. Kamimenyampaikanpermohonanmaafataskelalaiankamitersebut.
Kalimat b lebih terasa santun daripada kalimat a.
A. Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif
Komunikasi adalah penyampaian pesan dari pembicara kepada
pendengar melalui sarana bahasa secara lisan dan tulisan. Kalimat
yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. tidak menyimpang dari kaidah bahasa
2. logis atau dapat diterima nalar
3. jelas dan dapat menyampaikan maksud atau pesan dengan
tepat
B. Kalimat yang Komunikatif, Tetapi Tidak Cermat
Ketidakcermatan kalimat dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu:
1. ketidaklengkapan unsur kalimat
2. ketidaktepatan penempatan unsur kalimat
3. penggunaan unsur-unsur kalimat yang berlebihan
4. ketidaktepatan pilihan kata
C. Kalimat yang Cermat, Tetapi tidak Komunikatif
Sebuah kalimat dapat saja penyusunannya cermat tetapi, tidak
komunikatif.Halinidapatterjadikarenahal-halberikut.
1. Kalimat terlalu luas atau berbentuk kalimat majemuk
kompleks.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 148
2. Kalimat yang terperinci, namun pengertiannya secara umum
sudah diketahui.
3. Kalimat tidak logis
D. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun
Dalam komunikasi, bukan hanya penyampaian kalimat yang
efektif dan komunikatif yang harus diperhatikan, tetapi juga
kesantunan dalam berbahasa. Kalimat yang santun lebih ditujukan
untuk penghormatan kepada mitrabicara atau komunikan.
1. Bacalah wacana di awal bab. Carilah kalimat yang tidak baik dan tidak
efektif,jelaskandimanakesalahannyadanperbaikilah.
2. Buatlah kelompok sebanyak empat orang, lalu susunlah sebuah dialog
atau percakapan dengan menggunakan kalimat yang komunikatif,
cermat, dan santun. Topik pembicaraan ditentukan terlebih dahulu.
Kemudian, praktikkanlah percakapan tersebut secara lisan di depan
kelas. Kelompok lain mengamati dan memberi komentar.
TUGAS KELOMPOK:
149 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Subjek kalimat ’Tingkat risiko bank-bank yang bergerak dalam retail
bankingrelatiflebih rendah” adalah
a. bank-bank
b. bank-bank yang bergerak dalam retail banking
c. retail banking
d. tingkat risiko bank-bank yang bergerk dalam retail banking
e. retailbankingrelatif
2. Prospek bisnis kartu kredit di Indonesia sangat baik.
Predikat kalimat di atas adalah
a. kartu kredit
b. prospek
c. bisnis
d. sangat baik
e. di Indonesia
3. Kalimatyangefektifdibawahiniadalah
a. Hasil dari pertemuan itu harus segera dirumuskan.
b. Hasil daripada pertemua itu harus segera dirumuskan.
c. Hasil pertemuan itu harus segera dirumuskan.
d. Hasilnya dari pertemuan itu harus segera dirumuskan.
e. Hasil pada pertemuan itu harus dirumuskan.
4. Contoh kalimat yang memiliki subjek yang jelas adalah
a. Pada pertemuan itu dihadiri oleh istri gubernur.
b. Pelajaran itu harus tahu menjabarkannya sendiri.
c. Bagi semua supir harus memiliki SIM.
d. Mensesneg menetapkan perubahan jam kerja.
e. Dari jadwal itu kelihatan kapan berangkatnya.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 150
5. Contoh kalimat yang memiliki predikat yang jelas adalah
a. Persoalan yang sudah berada di tangan polisi.
b. Beberapa perusahaan melanggar peraturan.
c. Harga mobil yang sudah dinaikkan.
d. Perusahaan yang berkembang pesat itu.
e. Yang sudah dikerjakan dengan baik.
6. Inti kalimat “Gubernur DKI Jakarta sudah berbagi kelonggaran kepada
pedagang kaki lima di pinggir jalan atau tempat-tempat lain di lima
wilayah kota pada bulan puasa.” adalah
a. gubernur DKI Jakarta
b. gubernur memberi kelonggaran
c. gubernur memberi kelonggaran kepada pedagang
d. gubernur kelonggaran kepada pedagang kaki lima
e. DKI memberikan gubernur kelonggaran pedagang
7. Pola kalimat “Mangga arumanis mengeluarkan aroma yang sangat
harum,” sama dengan pola pada kalimat
a. Lahan-lahan yang kurang produktif dimanfaatkan sebagai
perkebunan mangga.
b. Negara tujuan ekspor mangga arumanis adalah Jepang.
c. Populasi mangga arumanis di Indramayu cukup besar.
d. Semuapedagangmenjualmanggaarumanisberwarnahiau.
e. Mangga arumanis berdaging banyak.
8. Struktur kalimat berikut yang tidak baik dan tidak benar adalah
a. Dalam makalah ini membicarakan tentang kenaikan harga mobil
baru.
b. Makalah ini membicarakan tentang kenaikan harga mobil baru.
c. Makalah ini berbicara tentang kenaikan harga mobil baru.
d. Dalam makalah dibicarakan kenaikan harga mobil baru.
e. Kenaikan harga mobil baru dibicarakan dalam makalah.
9. Sruktur kalimat berikut yang benar menurut kaidah bahasa adalah
a. Meskipun saya belum mempunyai pengalaman, namun saya akan
151 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
berusaha bekerja sebaik-baiknya.
b. Meskipun belum mempunyai pengalaman, saya akan berusaha
bekerja sebaik-baiknya.
c. Meskipun saya belum mempunyai pengalaman, tetapi saya akan
berusaha bekerja sebaik-baiknya.
d. Meskipun saya belum mempunyai pengalaman, akan tetapi saya
akan berusaha bekerja sebaik-baiknya.
e. Meskipun belum mempunyai pengalaman, tapi akan berusaha
bekerja sebaik-baiknya.
10. Manakahdiantarakalimatberikutyangpalingefektif?
a. Sidang umum majelis itu telah berjalan lancar sesuai dengan
kehendak rakyat.
b. Sidang umum dari majelis itu telah berjalan dengan lancar sesuai
dengan kehendak rakyat.
c. Sidang umum majelis itu telah berjalan dengan lancar sesuai
menurut kehendak rakyat.
d. Sidang umum majelis ini telah berjalan dengan lancar sesuai
daripada kehendak rakyat.
e. Sidang umum majelis ini telah berjalan demikian lancar sesuai
dengan kehendak rakyat.
11. Manakah kalimat berikut yang baik dan benar?
a. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu bebas parkir.
b. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu gratis.
c. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu bebas.
d. Bebas parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu.
e. Di halaman toko swalayan yang ramai itu ada parkir bebas.
12. Kalimatyangpalingtidakefektifadalah
a. Hambatan yang ditemui ada kurangnya tenaga terampil.
b. Hambatan yang ditemui yaitu kurangnya tenaga terampil.
c. Hambatan yang ditemui yakni kurangnya tenaga terampil.
d. Hambatan yang ditemui ialah kurangnya tenaga terampil.
e. Hambatan yang ditemui adalah kurangnya tenaga terampil.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 152
13. Kalimatyangpalingefektifdibawahiniadalah
a. Pengemudi diminta menaati marka jalan.
b. Kepada pengemudi diminta agar menaati marka jalan.
c. Kepada para pengemudi diminta agar taat akan marka jalan.
d. Pengemudi dimintakan ketaatannya akan marka jalan.
e. Pengemudi dimintai ketaatannya kepada marka jalan.
14. Kepada Bapak Rektor, waktu dan tempat kami persilahkan untuk ...
Kalimat di atas terasa rancu. Cara perbaikannya
a. kata kepada dihilangkan
b. kata waktu dan tempat dihilangkan
c. kata Bapak dihilangkan
d. kata kepada diganti dengan untuk
e. tempat dihilangkan
15. Kalimat di bawah ini tidak logis, kecuali
a. Rumah yang di sebelah itu mau dikontrakkannya.
b. Ia mau mengontrakkan rumah yang sebelah ini.
c. Ia pasti penyanyi karena buku musiknya banyak.
d. Karena senang menyanyi, suaranya merdu.
e. Selamat datang di tempat yang berbahagia ini.
16. Bersama ini kami sampaikan bahwa untuk pembelian beberapa produk
kami, kami berikan potongan istimewa.
Agarkalimatitumenjadiefektif,perbaikannyaadalah
a. Bersama ini kami kabarkan bahwa untuk pembelian beberapa
produk kami ada potongan istimewa.
b. Bersama dengan ini kami sampaikan potongan istimewa bagi
pembeli produk kami.
c. Bersama ini kami berikan potongan istimewa untuk pembelian
produk kami.
d. Dengan ini kami beri tahukan bahwa untuk pembelian beberapa
produk kami ada potongan istimewa.
e. Untuk pembelian bersama-sama produk kami, kami beri potongan
istimewa.
153 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
17. Kalimatdibawahiniyangefektifialah
a. Bu Rini mengajr bahasa Indonesia di kelas kami.
b. Gadis yang berkebaya warna merah jambu itu.
c. IndonesiaberhasilmemenangipertandinganfnalPialaThomas.
d. Kami akan menanami padi di sawah ini minggu depan.
e. Mereka akan menyaksikan pertandingan sepakbola antara Jerman
melawan Inggris secara langsung.
18. Kalimat yang benar adalah
a. Pengembalian uang nasabah akan bergantung pada jumlah nilai
harta perusahaan itu setelah dilelang.
b. Hukumakandiatuhkanolehhakimsetelahistirahat.
c. Kasus ini dialami pula oleh bank-bank swasta lain jika tidak berhati-hati.
d. Bengkel raksasa itu akan dibuka Presiden SBY setelah dirapikan
bagian atasnya.
e. Perwakilan daripada negara-negara berkembang akan segera
berkumpul.
19. Industri perbankan di Indonesia berkembang dengan pesat sejak
kebiakanderegulasisektorkeuanganmulaitahun1983
Agarkalimatiniefektif,katayangharusdihilangkanadalahkata
a. pesat d. tahun
b. sektor e. dengan
c. mulai
20. Pembangunan itu untuk menyejahterakan masyarakat.
Kalimat itu tidak lengkap karena
a. tidak ada subjeknya
b. tidak ada objeknya
c. tidak ada predikatnya
d. tidak ada pelengkapnya
e. tidak ada keterangannya
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 154
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Perbaikilah kalimat ini agar menjadi benar!
a. Pada kesempatan yang berbahagia ini, mari kita bersulang.
b. Disiniadalahtempatpendafarantinja.
2. Buatlahcontohkalimatyangkomunikatiftetapitidakcermat!
3. Buatlahcontohkalimatyangcermattetapitidakkomunikatif!
4. Apa syarat sebuah kalimat yang banar?
5. Halapasajayangmenyebabkankalimattidakkomunikatif?
6. Hal apa saja yang menyebabkan kalimat tidak cermat?
7. Buatlah dua kalimat yang santun!
8. Buatlah dua kalimat yang tidak logis kemudian jelaskan ketidaklogisannya!
9. Buatlah contoh kalimat yang pilihan katanya tidak tepat!
10. Mengapakalimatharusefektifdankomunikatif?
155 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- BerkomunikasidenganBahasaIndonesiasetaratingkat
Semenjana
Kompetensi
Dasar
- Menggunakan kalimat dengan jelas , lancar, bernalar,
danwajar
Indikator
- Membedakan penggunaan pola tekanan kata dan
kalimat dalam berbicara dengan memerhatikan
konsepdanpolasertaintonasi,tekanan,nada,irama,
danjeda
- Membaca lirik lagu, naskah/teks, pengumuman/
pidatodansejenisnyadenganmenggunakantekanan,
danintonasisecarajelasdantepat
Didalambabini,diuraikankembalitentangtekanan,intonasi,nada,irama,danjedaseperti
telah dielaskan pada Bab 1, hanya penerapannya lebih ditekankan pada berbahasa secara
lisan seperti berbicara dan membaca. Dalam hal, ini termasuk membaca indah puisi dan
membacatekspengumuman.Tujuannyaagarkitadapatmembedakanpenggunaantekanan,
intonasi, nada, irama, dan jeda pada kata atau kalimat dalam berbicara dan membaca
sehinggakalimatyangdisampaikanjelas,lancar,bernalar,danwajar.
BAB 8
MenggunAkAn kAliMAt DengAn JelAs,
lAncAr, BernAlAr, DAn WAJAr
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 156
Wacana.
“Lelungan” ke Museum Bali
Bukan cuma panorama alam yang bisa dinikmati di Bali. Jika ingin
menikmatisuasanayangberbeda,bisajugamengunjungimuseum.Selain
mengetahuisejarahBali,lewatmuseumjugabisadiketahuiberagambudaya
Baliyangpastiakansangatmenarikhati.
AdabanyakpilihanmuseumdiBalidenganberagamkoleksi.Namun,
yang paling besar adalah Museum Bali yang terletak di pusat Kota
Denpasar.
Museum yang berdiri sejak tahun 1932 ini memiliki lebih dari 14.000
koleksi.Jenisnyaberagam;mulaidaribenda-bendapeninggalanprasejarah,
pertukangan,tekstil,hinggaalat-alatrumahtangga.
Sakingbanyaknyakoleksimuseum,tidaksemuakoleksibisadipajang.
Namun, koleksi yang dipajang penataannya sangat apik sehingga
memudahkanpengunjung.
Benda-benda koleksi yang dipajang pun ditata sedemikian rupa di
sembilanbangunanyangberadadalamsatukompleks.Arsitekturgedung-
gedung tersebut sangat menawan karena perpaduan antara pura (tempat
suciumatHindu)danpuri(isatanaraja).
Di gedung sebelah timur, misalnya, di lantai dasar dipajang benda-
benda koleksi Bali zaman prasejarah. Di sini, misalnya, bisa disaksikan
kapakbatudanarcazamandahulu.Adapundilantaiduadipajangkoleksi
barang-barangtradisionalBali,sepertialat-alatpertukangan.
Di bagian utara, ada Gedung Buleleng yang memajang kain-kain
tradisional Bali. Adapun di Gedung Karangasem yang terletak di bagian
tengah, dipajang peralatan panca yadya atau lima jenis korban suci yang
mencerminkansifatreligiusmasyarakatBali.
Dibagianutara,tarletakGedungTabananyangmemajangperlengkapan
tarian Bali, senjata tradisional, hingga berbagai jenis wayang. Pokoknya
dengan mengunjungi museum ini, kita manambah wawasan tentang
kekayaanbudayadansejarahBali.
Museum Subak
Selain Museum Bali, kita juga bisa menyaksikan Museum Subak ,
Museum Arkeologi, Museum Badjra Sandhi, Museum Art C enter, dan
museumlaindengankeunikanmasing-masing.
157 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
DiMuseumGedongKirtyaSingaraja,misalnya,bisadisaksikankoleksi
lontar-lontarzamankuno.Hanyasaja,lembaranlontaritubelumsemuanya
diterjemahkankarenakurangnyasumberdayamanusia.Maklum,membaca
lontarkunoperlukeahliantersendiridandiBalipunahlinyabisadihitung
denganjari.
Selanjutnya, Museum Subak dielaskan lewat benda-benda koleksinya,
bagaimana sistem pengairan subak di Bali berjalan. Ini bisa dipakai studi
perbandingan sistem pengairan di daerah lain. Adapun kalau mau tahu
sejarah Bali, bisa datang ke Museum Bardjra Sandhi. Di museum itu,
pengunjungbisamelihatdioramaBali.
Soal fasilitas, di museum-museum tersebut disediakan pemandu
dengan beberapa bahasa, seperti Inggris, Jepang, Jerman, Belanda, dan
China.
Ada baiknya juga menanyakan tarif pemandu agar kita tidak merasa
kecewasoaltarifyangharusdibayarbelakangan.
Prinsipnya, banyak pilihan lelungan (jalan-jalan) di Bali, termasuk
museum.Kemuseumpunbanyakalternatif,tinggalkitayangmenentukan
pilihan.
(Sumber : Kompas, 12 Desember 2007)
A. Tekanan, Intonasi, Nada, Irama, dan Jeda
Pada pelajaran–pelajaran terdahulu telah dibahas mengenai unsur
bunyi, lafal, intonasi, dan jeda. Pada bab ini akan disinggung kembali
tentang lafal, intonasi, nada, irama, dan jeda yang berkaitan dengan cara
menggunakankalimatdenganjelas,lancar,bernalar,danwajar.
Penggunaan kalimat secara lisan dituntut kejelasan dan kelancaran.
Jelasdalampengucapandanlancardalampenyampaian.Untukmembuat
kalimatmenjadijelasdanlancarsehinggadapatdipahamidenganbaikoleh
pendengar,perludicermaticarapengucapankalimatberdasarkantekanan,
intonasi,nada,irama,danjedayangtepat.
Tekananberhubungandengankeraslembutnyaucapan.Biasanyadiguna-
kanuntukmenunjukkanbagiankalimatyangditonjolkanataudipentingkan.
Pengucapannyadapatdidukungolehekspresiataumimikwajahyangserius.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 158
Contoh:
- Diatelahpergikeluarnegerikemarin.
(yangdipentingkanadalahaspekwaktukemarinbukansekarang
ataubesok)
- Diatelahpergike luarnegerikemarin.
(yangdipentingkanadalahaspektempatkeluarnegeri,bukanke
tempatyanglain)
- Diatelah pergikeluarnegerikemarin.
(yangdipentingkanadalahaspekpredikat,yaitutelahpergibukan
barutibaataupulang)
- Diatelahpergikeluarnegerikemarin.
(yangpentingkanadalahaspekpelaku,yaitudiabukansayaatau
Anda)
Intonasiberkaitandengannaik-turunnyapengucapankalimat.Intonasi
ditandai dengan lambang titinada 1, 2, 3, dan 4. Angka 1 menunjukkan
titinada terendah dan angka 4 menunjukkan titinada tertinggi. Satu kalimat
dapat diungkapkan dalam beberapa maksud sesuai dengan intonasi
pengucapannya.
Contoh:
- Pulang.(memberitahu,intonasidatar)
misalnyajawabanataspertanyaankemana dia?

- Pulang?(bertanya,intonasimenaikdisukuakhir)

-Pulang!(perintah,intonasimenaikdanpanjang)
Penggunaaniramaberkaitandenganpanjangpendeknyapengucapan.
Iramaberhubungandengantempobicara.Tempobicarajugadapatditentu-
kanolehsuasanahatipembicara.Tempobicarayangcepatseringmenan-
dakan suasana hati yang riang atau serius namun dapat juga suasana
marah. Tempo diperlambat saat menegaskan suatu hal yang dianggap
penting, sedangkan tempo pengucapan yang pendek atau terpatah-patah
mengesankansuasanapanikataugugup.Pengucapandenganiramaakhir
yang panjang biasanya digunakan untuk kalimat interjeksi atau seruan,
159 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
sepertimemanggil,takjub,keheranan,ataukesakitantermasukjugaucapan
pertanyaandengannadakagetatautidakyakin.
Penggunaan intonasi, nada, dan irama yang bervariasi terjadi pada
percakapan atau dialog, seperti percakapan lewat pesawat telepon yang
tidak berhadapan dan tidak melihat langsung pembicaranya. Saat bicara,
intonasimenjadihalyangpentinguntukmenyampaikanmaksudperkataan.
Demikianpuladalamdialogdrama,pengucapankalimatselaludidukung
oleh tekanan, intonasi, nada, dan irama yang tepat selain ekspresi dan
gerakansehinggadialoghidupdandipahamiolehpenontonnya.
Contohdialogdrama:
Aleks : “Inijadi...”
Irna : “Diam.Dawudbilangapa?Masaknggakdengarbahwa
Da....”
Dawud : “Diam Irna, kalau terus-menerus begitu, berkeringat
tanpaguna.Padahal....”
Aleks : “Kau juga ngomong melulu. Nggak konsekuen, itu
namanyaAbsurd.Buatlarangandilanggarsendiri.Huh.
Dasar....”
Irna : “Kaumulailagi.Komentaritusecukupnya.Tidakngelan-
turkesanakesini...”
Aleks : “Diam,Irna,diaaam!”
Dawud : “Kaujugadiamdulu,janganmenyuruhmelulu,nggak
membericontoh....”
Irna : “Kausendirimestidiamdulu,baruyanglain,Wud.”
Diam semua. Tiba-tiba meledak tawa mereka bersama-sama.
Disampingtekanan,intonasi,nada,danirama,unsursuprasegmental
yang perlu diperhatikan dalam berbicara khususnya pengucapan kalimat
ialahjedaataupenghentian.Jedaberfungsimenandakanbatasankalimat.
Dalam tulisan, jeda ditandai dengan spasi atau tanda baca titik (.), koma
(,),garismiring(/),atautandapagar(#).Jedajugadapatdigunakanuntuk
membuat sebuah kalimat panjang menjadi dua kalimat pendek tanpa
mengubahpengertian.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 160
Contoh:
- Perampokan serta pembunuhan terjadi di rumah seorang pengusaha
karpetyangmembuatgemparpenduduksekitarnya.
- Perampokan serta pembunuhan terjadi di rumah seorang pengusaha
karpet.Kejadianitumembuatgemparpenduduksekitarnya.

Dalambahasalisan,aspekyangmenjadiunsurgramatikalcenderung
tersirat.Faktorpendukungyangdigunakanadalahpolatekanan,intonasi,
nada, irama, dan jeda selain ekspresi dan gerakan. Penggunaan tekanan,
intonasi,nada,irama,danjedayangtepatmembuatkalimatyangdiucapkan
mudah dipahami serta terhindar dari kesalahpahaman atau salah nalar.
Pengucapankalimatdengantekanan,intonasi,nada,daniramasertajeda
yang tepat sesuai maksud yang ingin diungkapkan membuat kalimat
menjadijelas,lancar,bernalar,danwajar.
B. Membaca Indah
Kata-katayangindahmerupakancirilarasbahasasastra.Yangtermasuk
sastraialahprosa,puisi,dandrama.Ketigabentuksastratersebuttidaksaja
dapatdibacauntukdirisendiri,tapijugadibacakanuntukoranglainatau
dipertunjukkan. Selain pementasan drama, banyak akhir-akhir ini yang
mengadakanacarapembacaanpuisiataucerpen.
Di samping dibutuhkan penghayatan terhadap isi atau kandungan
karyasastra,pembacaankaryasastrajugaperlumemahamitokoh,watak,
gayabahasa,danmaksudsetiapucapantokohnyadalampercakapanatau
dialog.
Saat membacakan percakapan atau dialog penggunaan tekanan,
intonasi, nada, irama, dan jeda harus diperhatikan. Penggunaan tekanan,
intonasi, nada, irama, dan jeda yang tepat membuat pendengar dapat
menikmati pembacaan karya sastra dengan memahami jalan cerita serta
unsur-unsur intrinsiknya seperti tema, tokoh, watak tokoh, seting, amanah,
sudutpandang,dangayabahasa.
Khusus karya sastra berbentuk puisi, pembacaannya harus memer-
hatikanunsur-unsurpembangunpuisi,misalnyadiksi(pilihankata),gaya
bahasa, tipograf, persajakan (rima), dan pencitraan. Di dalam puisi, tokoh
biasanya tersembunyi sehingga pembaca puisi harus memahami terlebih
161 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
dahulutemapuisidanpesanyangingindiungkapkandalampuisitersebut.
Tema dan kandungan isi dapat ditelaah lewat judul, pilihan kata, dan
simbol-simbol yang digunakan pada puisi. Pemakaian kata dalam puisi
tidaksepenuhnyabermaknadenotasi,tapidapatbermaknakonotasiatau
kias.Kata-katabermaknakiasatauidiomsertabentukungkapanmetaforis
lainnya harus dipahami terlebih dahulu. Pemahaman terhadap isi puisi
dan kata-kata yang digunakan, mendorong seseorang untuk terampil
memberikan tekanan, intonasi, nada, dan irama pada pembacaan setiap
larikpuisi.Demikianpulapadakataataukelompokkatayangmerupakan
kesatuanarti,pembacadituntutberhati-hatidalammemberikanjedaatau
penghentiansehinggatidakmengaburkanarti.
Berikutini,hal-halyangperludiperhatikansebelummembacapuisi.
1. Bacalah secara keseluruhan puisi tersebut untuk menangkap kandungan
maknanyasecaraumum.
2. Pahami maksud dari setiap lirik.
3. Pahami suasana puisi yaitu, haru, kecewa, semangat, dan sedih.
4. Perhatikan rima persamaan bunyi.
5. Perhatikanperulangankatayangadabentukrepetisi.
6. Berikantandajedapadakata-kata,frasa,atauklausayangmengandung
kesatuanarti.
7. Berikan aksen pada kata yang diulang.
8. Perhatikankata-katayangbermaknakias.

Contohpenandaanaksentuasipadapuisi:

8. Perhatikan kata-kata yang bermakna kias.
Contoh penandaan aksentuasi pada puisi :
DOA
Kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama Mu

Biar susah sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

Caya Mu panas suci

tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

Di pintu Mu aku mengetuk

Aku tidak bisa berpaling
(DCD, 1959 : 13)
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 162

8. Perhatikan kata-kata yang bermakna kias.
Contoh penandaan aksentuasi pada puisi :
DOA
Kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama Mu

Biar susah sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

Caya Mu panas suci

tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

Di pintu Mu aku mengetuk

Aku tidak bisa berpaling
(DCD, 1959 : 13)
C. Membaca Teks Pengumuman
Teks pengumuman bersifat informatif, artinya apa yang ada dalam
tekspengumumanharusdiketahuiolehkhalayakyangdituju.Olehkarena
itu,dalammembacakanpengumuman,tidakbolehasalmembacaagarisi
pengumumandapatdipahami.Penggunaantekanan,intonasi,danlainnya
juga perlu diperhatikan. Biasanya ada bagian-bagian isi pengumuman
yang wajib diketahui dan dimengerti oleh pendengar. Bagian penting ini
dibacakan dengan tekanan keras, tempo lambat, dan intonasi yang jelas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca pengumuman adalah
sebagaiberikut.
1. Membacakannya dengan suara yang cukup terdengar oleh pendengar.
2. Kata Pengumumanyangbiasanyaditulissenteringdiberikanaksenpada
awaldansukuakhirnya.

Contoh:PENGUMUMAN
3. Kata atau frasa yang menjadi hal penting diberikan aksen (tekanan).
163 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
4. Perincian dibaca dengan tempo yang lebih lembut.
5. Kalimatyangpanjangdibacaperfrasaatauklausa.
6. Perhatikantandabacasepertitandatitik(.),tandakoma(,),tandatitik
dua(:),tandatitikkoma(;),dansebagainya.
7. Dalam setiap frasa atau klausa yang biasanya dieda karena tedapat
tandakoma(,)diberiaksenmenaikataudiucapkanlebihpanjang.

Contoh : Siswa yang akan mendafar ,.....
ContohPengumuman:
Komisi Pemilihan Umum
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Alamat : Jalan Janti, Gedongkuning, Yogyakarta
Telepon (0274) 451269, 584017
===========================================================================
PENGUMUMAN
No. 01/13/KPUDIY/04
1). Diberitahukan kepada seluruh calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah)
Provinsi DIY bahwa hari Kamis tanggal 1 April 2004, diperbolehkan untuk
menyelenggarakankegiatankampanye.
2). Pemberitahuan tentang jadwal dan tempat kampanye harap disampaikan ke
POLDADIYdanKPUProvinsi,kabupaten/kotapalinglambat5harisebelumhari
pelaksanaan.
Yogyakarta, 24 Maret 2004
Ketua,
Ttd.
SuparmanMarzuki,SH.Msi.
Membaca pidato tidak jauh berbeda dengan membaca teks
pengumuman. Pada dasarnya, pengucapannya diupayakan jelas, lancar,
danwajar.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 164
RANGKUMAN
Menggunakan Kalimat dengan Jelas, Lancar, Bernalar, dan Wajar
A. Tekanan, Intonasi, Nada, Irama, dan Jeda
Kalimat yang dilisankan menuntut kejelasan dan kelancaran.
Kalimatyangdiungkapkanadalahkalimatyangdapatdipahamidan
dimengertiolehmitrabicara.Pengucapankalimatharusberdasarkan
tekanan,intonasi,irama,danjedayangtepat.
B. Membaca Indah
Kata-katayangindahmerupakancirilarasbahasasastra.Yang
termasuksastraialahprosa,puisi,dandrama.Ketigabentuksastra
tersebut,kecualinovel,tidaksajadapatdibacakanuntukdirisendiri
tetapi dibacakan juga untuk orang lain atau dipertunjukan. Selain
pementasan drama, banyak yang mengadakan acara pembacaan
puisiataucerpenakhir-akhirini.
C. Membacakan Teks Pengumuman
Teks pengumuman bersifat informatif, artinya apa yang ada
dalamtekspengumumanharusdiketahuiolehkhalayakyangdituju.
Penggunaantekanan,intonasidanlainnyajugaperludiperhatikan
agarisipengumumandapatdipahami.
1. Bacalah puisi dan teks pengumuman di atas dengan artikulasi dan
intonasiyangbenar.Lalu,mintalahtemanAndamengomentarinya.
2. Carilah sebuah teks pidato singkat, kemudian bacalah teks tersebut
dengan pola tekanan, intonasi, nada, irama, dan jeda yang tepat.
Mintalahguruuntukmenilainya.
TUGAS MANDIRI :
165 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
UJI KOMPETENSI
Λ___
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Di bawah ini yang termasuk intonasi kalimat memberi tahu ialah
a. pulang d. pulang
b. pulang e. pulang
c. pulang
2. Biasanya pengunaan kalimat dengan menggunakan tekanan karena
a. lawanbicaratidakmengertimaksudnya
b. hanyasebuahekspresipembicarasaja
c. mementingkankata-katayangdisingkat
d. supayabervariasi
e. kataitupokokkalimat
3. Bentuk pengucapan kata atau kalimat dalam dialog drama banyak
ditentukanoleh
a. irama d. frasa
b. aksen e. jeda
c. nalar
4. Yang disebut dengan tekanan dalam ilmu tata bunyi ialah
a. tempo d. aksen
b. ritual e. segmental
c. irama
5. Di bawah ini adalah hal-hal yang penting dalam kalimat untuk
menunjukkankataataukelompokkatasupayamendapatkanperhatian
danpengertiankhususialah
a. aksen,nalar
b. tekanan,intonasi,dannada
c. frasadantekanan
d. jeda
e. segmental
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 166
6. Ciriintonasidalamkalimatbertanyaialah
a. pengucapansukukatapanjangdanmenaik
b. menaikdisaatpengucapansukukataterakhir
c. menurundisaatpengucapandengantekananakhirkata
d. pengucapansukuawaldanakhirmenaik
e. pengucapansukuawaldanakhirmenurun
7. Penggambungan antara jeda, nada, dan tekanan ialah
a. tempo d. intonasi
b. ritme e. aksen
c. irama
8. LafalIndonesiayangdipengaruhibahasadaerahdisebut
a. laras d. warna
b. dialek e. kelas
c. ragam
9. Kalimat yang mempunyai panjang pendeknya tekanan disebut
a. irama d. irama
b. tempo e. intonasi
c. aksen
10. Di bawah ini adalah kata lafal yang dipengaruhi dari daerah Betawi,
kecuali
a. aneuntuksaya
b. apeuntukapa
c. kemaneuntukkemana
d. mBogoruntukBogor
e. dimariuntukdisini
11. Kata lafal yang dipengaruhi daerah Tapanuli adalah
a. berapamenjadibara
b. senangmenjadisenang
c. inginmenjadipengen
d. sepertimenjadikayaknya
e. telurmenjaditelor
167 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
12. Unsur kata asing yang lafal dan ejaannya telah diserap di bawah ini,
kecuali
a. apotek----apotik
b. percentage----persentase
c. ambulance----ambulans
d. contingent----kontingen
e. complex-----kompleks
13. Kata yang tidak sesuai dengan lafal baku dalam kalimat berikut ini,
kecuali
a. Kitanontonpilemituyuk!
b. Ibupergikepasarpagikemaren.
c. Kemaneorang-orangpergi.
d. Tiaphariiamakandengannasidantelordadar.
e. Kamimenyeberangsungaiitumalam-malam.
14. Penanda tekanan pada kalimat di bawah ini yang benar adalah
a. Diasudahpulang. d. Angkatkayuitu!
b. Siapaanakitu? e. Ialulusujian.
c. Siapabilang...?

15. Nenek senang sekali makan jengk l.Katayanglafalnyasamadengan/
jengk l/,ialah
a. kacau d. loyo
b. limau e. solo
c. tolong
16. Kita break sebentaruntukmengaturstrategi.
Katayangsepadandengankatabreakdiatasadalah...
a. duduk d. fnis
b. istirahat e. kompak
c. stop
17. Keberhasilan perusahaan terletak pada manajemen yang baik. Kata
yangsepadandengankatamanajemenadalah
a. organisasi d. keuangan
b. struktur e. etoskerja
c. pengelolaan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 168
18. Ia berhasil mencapai sarjana karena ditunjang oleh ketekunan dan
fnansial yang mapan.
Kata fnansial berarti
a. organisasi d. keuangan
b. struktur e. etoskerja
c. pengelolaan
19. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi adalah
berikutinikecuali
a. suasanapuisi d. rima
b. pengulangankata e. katabermaknaluas
c. bagiansampiran
20. Unsur serapan yang penulisan dan pelafalannya tidak berubah sesuai
aslinyaialah
a. cofe break d. go public
b. shutle cock e. ratio
c. dealer
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan b enar!
1. Bacalah surat pengumuman di atas!
2. Sebutkan isi dari pengumuman di atas!
3. Dari dan untuk siapakah surat pengumuman itu ditujukan?
4. Tuliskan kata pengumuman dan pola intonasi atau tekanannya menurut
kalian!
5. Dalam pengumuman tersebut, sebutkan kata-kata apa sajakah yang
mendapatkanaksen!
6. Sebutkanbeberapahalyangtermasukaksenatauintonasi!
7. Apa saja simbol yang menandakan jeda?
8. Jelaskanapayangdimaksuddenganmembacaindah!
9. Sebutkan perbedaan antara membaca deklamasi dan membaca puisi!
10. Simbol apa sajakah yang menandakan jeda?
169 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara
Tingkat Semenjana
Kompetensi
Dasar
- Menulis dengan memanfaatkan kategori/kelas kata
Indikator
- Menggunakan kata atau bentuk kata yang sama dalam
perincian dengan mem perhatikan keefektifan dan
keefsienan rincian
Pada bab ini, kita akan mempelajari kelas kata, frasa dan macamnya serta bagaimana
memanfaatkan kelas kata dalam perincian dengan memperhatikan keefektifan dan
keefsienan rincian. Tujuan pembelajaran materi ini ialah agar kita memahami kelas kata dan
mecam-macam frasa serta dapat memanfaatkan kelas kata dalam membuat kalimat rincian
sehingga kalimat tetap efektif.
BAB 9
MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN
KATEGORI / KELAS KATA
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 170
Wacana
Pemilik Energi Benang Bordir
Di tangan Hery Suharsono, benang seolah bernyawa, memberi bentuk,
memberi ekspresi, dan memberi cahaya. Tak heran saat mengikuti lomba
kaligraf bertema Mal Hirah (Tahun Baru Islam) di Malaysia, karyanya
mendapat pujian dari Perdana Menteri Malaysia (waktu itu), Mahatir
Muhammad. Hasil karya Hery dianggap aneh karena memakai beberapa
material, antara lain bordir, mote, dan cat minyak. Lukisan berukuran 4 x 8
meter itu tampak memukau.
Sejak usia tiga tahun, Hery memang sudah hobi mencorat-coret
dan mewarnai. Hal ini, membuat ayahnya, Sukenda, pengusaha batik di
Indramayu kaget melihat hasil coretan anaknya. Sang ayah merasa ada yang
terpendam pada diri si anak. Dugaan ayahnya benar, ketika Hery duduk
di bangku SD, ia beberapa kali memenangkan lomba melukis sampai ia
diuluki pelukis cilik. Ketika SMP, ayahnya mengajari Hery seni bordir. Tak
disangka Hery sudah dapat membuat desain aplikasi bordir dengan bahan
dasar batik untuk membuat tas, selendang, sapu tangan, bahkan kemeja,
dan busana wanita. Hasil rancangan Hery laku keras di pasaran. Untuk
mengasah bakat anaknya, setiap liburan sekolah, Sukenda sering mengajak
Hery ke Yogyakarta untuk berguru pada pelukis besar Afandi.
Bimbingan ayahnya tak berlangsung lama, saat Hery kelas 1 di SMAN
1 Indramayu, tahun 1980, Sukenda wafat. Hery sempat goyah. Ia merasa
kehilangan pembimbing dan panutan, seorang ayah yang telah mewariskan
ilmu bordir untuk ia kembangkan kelak. Setelah lulus SMA, atas saran
ibunya, ia melanjutkan kuliah di Akademi Keuangan dan Perbankan di
Bandung. Baru kuliah empat semester, ibunya pun meninggal dunia.
Hery sangat terpukul, ia memutuskan untuk tidak meneruskan kuliah.
Biaya kuliah lebih baik untuk pendidikan ketiga adiknya. Selanjutnya,
ia menetap di Cirebon dan berkesenian di sana. Belum lama di Cirebon,
ia kemudian pergi ke Yogyakarta bergabung dengan para seniman ASRI
(Akademi Seni Rupa Indonesia). Untuk menyambung hidup, ia jadi pelukis
poster di Syamsul Grup. Secara otodidak, ia terus mengasah kemampuan
seni rupanya.
Empat tahun di Yogyakarta dan bosan menjadi seniman, ia lalu
mengadu nasib di Jakarta, bekerja sebagai pendesain motif dan desain
busana untuk bordir di sejumlah butik kecil. Pada tahun 2001, ia pindah ke
171 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Ranti Busana. Di sini ia sering bereksperimen sendiri di ruang bordir, saat
karyawan pulang. Karena pengalamannya selama ini, proses eksperimennya
dalam pengolahan benang menghasilkan 100 lukisan bordir bercorak
ekspresionistis, pengaruh dari sang Maestro Afandi.
Menjadi pegawai pada butik terkenal dengan gaji kecil padahal
banyak hasil karyanya yang diual atas nama butik, membuat ia tidak puas.
Ia memutuskan keluar dari butik itu dan bergabung ke butik pamannya
yang berada di Malaysia. Di sana pun Hary banyak menghasilkan karya
sehingga produk pamannya laris manis. Tak sampai tiga tahun, karena
ada perubahan sistem keimigrasian, ia harus kembali ke Indonesia. Di
Indonesia, ia bermukim di Majalengka dan menulis buku Busana Muslim
dengan Aksen Bordir. Penjualan bukunya meledak. Ia menulis buku sampai
40 judul.
Lukisan bordir sebenarnya masih belum populer di masyarakat dan
kancah seni. Beberapa kritikan pernah diarahkan kepadanya dengan
mengatakan bahwa seni bordir merupakan seni rendahan atau produk
massal. Kritikan tersebut menjadikannya tertantang untuk mendalami
seluk beluk seni rupa dari buku. Namun, angin segar datang dari Fakultas
Teknik Universitas Negeri Semarang. Dra. Uchiyah Achmad, M.Pd., dosen
tata busana di tempat itu, mengatakan dengan tegas bahwa lukisan bordir
bukan hanya tergolong seni tinggi, tapi juga merupakan karya langka.
Pernyataan itu membuat Hery semangat dan yakin bahwa dibandingkan
seni lukis, pada seni bordir dituntut keseriusan tertentu, yaitu untuk
mengatasi beberapa kesulitan.
Kesulitan pertama terletak pada medianya yang bukan kanvas tapi
mesin bordir. Kesulitan lain ialah pewarnaan. Pencampuran warna pada
benang tak bisa selembut cat, selain itu tak banyak pilihan benang berwarna
yang dikeluarkan pabrik. Hery harus mencari teknik-teknik baru untuk
mengatasi variasi warna pada benang. Kesulitan warna ini juga termasuk
urusan pencampuran warna dasar untuk menghasilkan banyak warna.
Untuk masalah ini, Hery menyiasatinya dengan menggunakan cairan
pewarna batik. Benang putih dicelupkan ke dalam campuran warna yang
dikehendaki.
Agar warna lebih cemerlang dan terkesan ada gradasinya, benangnya
dicelupkan ke adukan 5% pewarna yang dimaksud, lalu pada benang
berikutnya persentase ditambah beberapa mililiter lagi, begitu seterusnya
sampai 100%. Kemudian, benang-benang itu diemur sampai kering. Untuk
mencapai efek tertentu, Hery menciptakan teknik khusus, misalnya teknik
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 172
bulu kusut, yakni benang digosok-gosok hingga seperti bulu-bulu lembut.
Juga teknik gacruk , yakni benang dibordirkan meloncat-loncat agar terlihat
kasar. Teknik semprot agar benang terlihat lembut dan teknik lain yang
membuat benang terkesan bergulir atau terpelintir.
Bercermin pada nasib batik yang diklaim negeri jiran, Hery berusaha
mematenkan hasil karyanya. Harga yang ia tawarkan untuk setiap lukisan
sudah termasuk biaya paten, material, serta ‘energi mental dan fsik’
pengerjaannya. “Melukis dengan cat minyak bisa saya selesaikan dalam
setengah jam, kalau lukisan bordir 1-3 bulan,” ujarnya. Tampaknya respon
dari luar negeri cukup prospektif. Tengah ia jajaki untuk berpameran di
Jepang dan Australia.
Hery terus bergerak mengeksplorasi lukisan bordir. Ke depan, ia
kembangkan mixed-media, dengan memadukan berbagai aplikasi ke dalam
bordir, antara lain batu permata, pernak-pernik, bermacam bentuk benang,
cat akrilik, hingga seni grafs. Ia ingin membawa bordir ke tiga dimensi
dengan tidak melepas kepribadian seni bordir. Terutama energi benang;
jika sendiri, ia menyatukan; jika bersama, ia memancarkan cahaya.
(Dikutip dari Intisari, Juli 2007, dengan beberapa perubahan)
A. Kelas Kata
Kata merupakan unsur utama dalam membentuk kalimat. Selain
bentuk dasarnya, kata juga dapat dibentuk melalui proses morfologis,
yaitu afksasi (pengimbuhan), reduplikasi (perulangan), dan komposisi
(penggambungan) untuk menyampaikan maksud yang terkandung di
dalam kalimat. Dalam kalimat, kata memiliki kedudukan atau jabatan
seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan. Dalam kaitannya dengan
jabatan di dalam kalimat dan hubungannya dengan fungsi serta makna
yang ditunjukkannya, kata dikategorikan ke dalam kelas kata.
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan
tentang kelas kata oleh para ahli bahasa. Namun secara umum, kelas kata
terbagi menjadi berikut ini.
1. Kata kerja (verba)
2. Kata sifat (adjektiva)
3. Kata keterangan (adverbia)
173 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
4. Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5. Kelompok kata tugas ialah :
1. Kata Sandang (artikel)
2. Kata Depan (preposisi)
3. Kata Hubung (konjungsi)
4. Partikel
5. Kata Seru (interjeksi)
1. Kata Kerja (Verba)
Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atau
tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat. Kata kerja
pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam kalimat.
Ciri kata kerja:
1. Dapat diberi aspek waktu, seperti akan, sedang, dan telah
Contoh: akan mandi, akan tidur, sedang makan, telah pulang
2. Dapat diingkari dengan kata tidak
Contoh: tidak makan, tidak tidur.
3. Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB/KS
Contoh: Pergi dengan adik, menulis dengan cepat.
Macam-macam kata kerja (verba):
a. Verba dasar bebas, seperti: duduk, makan, mandi, minum, pergi,
pulang, tidur
b. Verba turunan, terdiri atas:
1. Verba berafks:
Contoh: ajari, bernyanyi, bertaburan.
2. Verba bereduplikasi:
Contoh: bangun-bangun, ingat-ingat, makan-makan, marah-marah.
c. Verba berproses gabung:
Contoh: bernyanyi-nyanyi, tersenyum-senyum, makan-makan.
d. Verba majemuk :
Contoh: cuci mata, campur tangan, unjuk gigi.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 174
e. Verba transitif (kata kerja yang membutuhkan objek)
Contoh : - Saya menulis surat.
S P O
- Adik membeli balon.
S P O
f. Verba intransitif (kata kerja yang tak memerlukan objek)
Contoh : - Mereka duduk di taman.
S P K
- Anak-anak itu bersepeda di sepanjang pantai.
S P K
- Adik sedang mandi.
S P
2. Kata Sifat (Adjektiva)
Kata sifat atau adjektiva adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan
watak, dan tabiat orang/binatang/ benda. Kata sifat umumnya berfungsi
sebagai predikat, objek dan penjelas subjek.
Ciri-ciri kata sifat:
1. Dapat diberi keterangan pembanding lebih, kurang, dan paling
Contoh: lebih indah, kurang bagus, paling kaya.
2. Dapat diberi keterangan penguat: sangat, amat, benar, terlalu, dan sekali
Contoh: sangat senang, amat keras, mahal benar, terlalu berat, sedikit
sekali.
3. Dapat diingkari dengan kata tidak
Contoh: tidak benar, tidak halus, tidak sehat, dan sebagainya
Macam-macam adjektiva:
a. Ajektiva dasar, seperti adil, afdol, bangga, baru, cemas, disiplin,
anggun, bengkak.
b. Adjektiva turunan terdiri atas:
1. adjektiva berafks
contoh: terhormat, terindah, kesakitan, kesepian, keinggris-inggrisan.
2. adjektiva bereduplikasi:
contoh: muda-muda, elok-elok, cantik-cantik.
175 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
3. adjektiva berafks –i, -wi, -iah
contoh: abadi, duniawi, insani, ilmiah, rohaniah, surgawi.
c. Adjektiva deverbalisasi, misalnya: melengking, terkejut, menggem-
birakan, meluap.
d. Adjektiva denominalisasi, misalnya: berapi-api, berbudi, budiman,
kesatria, berbusa, dan lain-lain
e. Adjektiva de-adverbialisasi, misalnya : bersungguh-sungguh, berkurang,
bertambah.
f. Adjektiva denumeralia, misalnya: manunggal, mendua, menyeluruh.
g. Adjektiva de-interjeksi, misalnya: aduhai, sip, asoy.
h. Adjektiva majemuk, misalnya: panjang tangan, buta huruf, lupa daratan,
tinggi hati.
i. Adjektiva eksesif (berlebih-lebihan), misalnya alangkah gagahnya,
bukan main kuatnya, Maha kuasa.
3. Kata Keterangan (Adverbia)
Kata keterangan atau adverbia adalah kata yang memberi keterangan
pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat.
Macam-macam adverbia:
a. Adverbia dasar bebas, misalnya: alangkah, agak, akan, amat, nian,
niscaya, tidak, paling, pernah, pula, saja, saling.
b. Adverbia turunan terbagi atas:
1. Adverbia reduplikasi, misalnya: agak-agak, lagi-lagi, lebih-lebih,
paling-paling.
2. Adverbia gabungan, misalnya: belum boleh, belum pernah, atau
tidak mungkin.
3. Adverbia yang berasal dari berbagai kelas, misalnya: terlampau,
agaknya, harusnya, sebaiknya, sebenarnya, secepat-cepatnya.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 176
4. Kata Benda (Nomina), Kata Ganti (Pronomina), Kata Bilangan
(Numeralia)
a. Kata Benda (Nomina)
Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu
benda (konkret maupun abstrak). Kata benda berfungsi sebagai subjek,
objek, pelengkap, dan keterangan.
Ciri-ciri kata benda:
1. Dapat diingkari dengan kata bukan
Contoh : bukan gula, bukan rumah, bukan mimpi, bukan pengetahuan.
2. Dapat diikuti dengan gabungan kata yang + KS (kata sifat) atau yang
sangat + KS
Contoh : buku yang mahal, pengetahuan yang sangat penting, orang
yang baik.
Macam-macam nomina:
a. Nomina bernyawa, misalnya: Umar, Abdullah, nenek, nona, ayah,
kerbau, ayam.
b. Nomina tak bernyawa, misalnya: nama lembaga, hari, waktu, daerah, bahasa.
c. Nomina terbilang, misalnya: kantor, rumah, orang, buku.
d. Nomina tak terbilang, misalnya: udara, kebersihan, kemanusiaan.
e. Nomina kolektif, misalnya: cairan, asinan, buah-buahan, kelompok.
f. Nomina ukuran, misalnya: pucuk, genggam, batang, kilogram, inci.
g. Nomina dari proses nominalisasi, misalnya: keadilan, kenaikan, pem-
bicara, pemotong, anjuran, simpulan, pengumuman, pemberontakan.
h. Nominalisasi dengan si dan sang, misalnya: si kecil, si manis, sang
kancil, sang dewi.
i. Nominalisasi dengan yang, misalnya: yang lari, yang berbaju, yang
cantik.
b. Kata Ganti (Pronomina)
Kata ganti atau pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu
pada nomina lain. Pronomina berfungsi untuk mengganti kata benda atau
nomina.
177 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Macam-macam pronomina:

Ada tiga macam pronomina dalam bahasa Indonesia, yakni (1)
pronomina
persona, (2) pronomina penunjuk (3) pronomina penanya.
1. Pronomina Persona
a). Pronomina reduplikasi, misalnya: kita-kita, dia-dia, dan beliau-beliau.
b). Pronomina berbentuk frasa, misalnya: kamu sekalian, aku ini, dia itu.
c). Pronomina takrif, terbatas pada pronomina persona (orang) misalnya:
(a). Pronomina persona I (kata ganti orang I) : saya, aku (tunggal),
dan kami, kita
(jamak)
(b). Pronomina persona II (kata ganti orang II) : kamu, engkau,
Anda (tunggal),
dan kalian, Anda
sekalian (jamak)
(c). Pronomina persona III (kata ganti orang III) : ia, dia, beliau
(tunggal), dan
mereka (jamak)
d). Pronomina tak takrif, tidak menunjuk pada orang atau benda
tertentu, misalnya : sesuatu, seseorang, barang siapa, siapa,
apa-apa, anu, dan masing-masing sendiri.
2. Pronomina Penunjuk
Pronomina Penunjuk dalam bahasa Indonesia ada tiga macam.
(a) Pronomina penunjuk umum: ini, itu, dan anu.
(b) Pronomina penunjuk tempat: sini, situ, atau sana.
(c) Pronomina penunjuk ihwal: begini dan begitu.
3. Pronomina Penanya
Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkah
pertanyaan.
Contoh: siapa, apa, mana, mengapa, kapan, dimana, bagaimana, dan
berapa.
c. Kata Bilangan (Numeralia)
Kata bilangan atau numeralia adalah kata yang dipakai untuk meng-
hitung banyaknya orang, binatang, dan benda.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 178
Macam-macam numeralia:
a). Numeralia utama (kardinal), terdiri atas:
(a). Bilangan penuh, misalnya: satu, dua, tiga, puluh, ribu, juta.
(b). Bilangan pecahan, misalnya: sepertiga, duapertiga, lima perenam.
(c). Bilangan gugus, misalnya: selikur (21), lusin, gros, kodi, atau ton.
b). Numeralia tingkat, yaitu numeralia yang menunjukkan urutan atau
struktur
Misalnya: pertama, kesatu, kedua, keempat, ketiga belas.
c). Numeralia kolektif, numeralia yang terbentuk oleh afksasi, misalnya : ketiga
(ke + Num), ribuan, ratusan (Num + -an), beratus-ratus, dan bertahun-tahun
(ber- + Num)
5. Kelompok Kata Tugas
Kata tugas terdiri atas:
a. Kata Sandang (Artikel)
Kata sandang atau artikel adalah kata yang mendampingi kata benda
atau yang membatasi makna jumlah orang atau benda.
Macam-macam artikel:
a). Artikula/artikel bermakna tunggal, misalnya: sang guru, sang suami,
sang juara.
b). Artikula/artikel bermakna jamak, misalnya: para petani, para guru,
para ilmuwan.
c). Artikula/artikel bermakna netral, misalnya: si hitam manis, si dia, si
terhukum.
d). Artikula/artikel bermakna khusus, misalnya: Sri Baginda, Sri Ratu, Sri
Paus (gelar kehormatan), Hang Tuah, dan Dang Halimah (panggilan
pria dan wanita dalam sastra lama)
b. Kata Depan (Preposisi)
Kata depan atau preposisi adalah kata yang selalu berada di depan kata
benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan
(frasa preposisional).
179 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Macam-macam preposisi:
a). Preposisi dasar, misalnya: di , ke, dari, akan, antara, kecuali, bagi, dalam,
daripada, tentang, pada, tanpa, untuk, demi, atas, depan, dekat.
b). Preposisi turunan, terdiri atas:
(a). gabungan preposisi dan preposisi, misalnya : di depan, ke belakang,
dari muka.
(b). gabungan preposisi + preposisi + non-preposisi, misalnya : di atas
rumah, dari tengah-tengah kerumunan.
(c). gabungan preposisi + kelas kata + preposisi + kelas kata, misalnya
dari rumah ke jalan, dari Bogor sampai Jakarta, dari pagi hingga
petang.
c). Preposisi yang menunjukkan ruang lingkup, misalnya sekeliling,
sekitar, sepanjang, seputar.
c. Kata Hubung (Konjungsi)
Kata hubung atau konjungsi adalah kata yang berfungsi menghu-
bungkan dua kata atau dua kalimat.
Macam-macam konjungsi:
a). Konjungsi penambahan, misalnya: dan, dan lagi, tambahan lagi, lagi
pula.
b). Konjungsi urutan, misalnya: lalu, lantas, kemudian, setelah itu.
c). Konjungsi pilihan, misalnya: atau
d). Konjungsi perlawanan, misalnya: tetapi, sedangkan, namun, sebaliknya,
padahal.
e). Konjungsi menyatakan waktu, misalnya: ketika, sejak, saat, dan
lain-lain
f). Konjungsi sebab-akibat, misalnya: sebab, karena, karena itu, akibatnya
dan lain-lain
g). Konjungsi persyaratan, misalnya: asalkan, jikalau, kalau, dan lain-lain
h). Konjungsi pengandaian, misalnya: andaikata, andaikan, seandainya,
seumpamanya.
i). Konjungsi harapan/tujuan, misalnya: agar, supaya, hingga.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 180
j). Konjungsi perluasan, misalnya: yang
k). Konjungsi pengantar objek, misalnya: bahwa
l). Konjungsi penegasan, misalnya: bahkan dan malahan
m). Konjungsi pengantar wacana, misalnya: adapun, maka, jadi.
d. Partikel
Partikel adalah kategori atau unsur yang bertugas memulai,
mempertahankan, atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi.
Unsur ini digunakan dalam kalimat tanya, perintah dan pernyataan
(berita).
Macam-macam partikel:
a). kah, misalnya: Apakah Bapak Ahmadi sudah datang?
b). kan, misalnya: Tadi kan sudah dikasih tahu!
c). deh, misalnya: Makan deh, jangan malu-malu.
d). lah, misalnya: Tidurlah hari sudah malam!
e). dong, misalnya: Bagi dong kuenya.
f). kek, misalnya: cepetan kek, lama sekali.
g). pun, misalnya: Membaca pun ia tak bisa.
h). toh, misalnya: Saya toh tidak merasa bersalah.
i). yah, misalnya: Yah, apa aku bisa melakukannya?
e. Kata Seru (Interjeksi)
Kata seru atau interjeksi adalah kata tugas yang dipakai untuk
mengungkapkan seruan hati atau berbagai ungkapan perasaan.
Macam-macam interjeksi :
a). Seruan atau panggilan, misalnya: hai, ayo, halo, wahai.
b). Keheranan atau kekaguman, misalnya: aduhai, amboi, astaga, wah.
c). Kesakitan, misalnya: aduh
d). Kekecewaan atau kekesalan, misalnya: uh, brengsek, buset, yaa.
e). Kekagetan, misalnya: lho, masya Allah, Astagfrullah, ya Gusti.
181 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
f). Kelegaan, misalnya: Alhamdulillah, nah, syukurlah.
g). Kejiikan, misalnya: bah, cih, cis, hii, idih, ih.
B. Frasa dan Macamnya
Frasa adalah bagian kalimat yang terbentuk dari dua kata atau lebih
yang hanya menduduki satu fungsi atau jabatan di dalam kalimat. Di
dalam kalimat terdapat subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K),
dan pelengkap (pel).
Contoh :
- Dokter membaca buku.
S P O
- Dokter muda sedang membaca buku cerita.
S P O
- Dokter muda ganteng sedang asyik membaca buku cerita komik.
S P O
Pada contoh di atas, kata dokter dapat diperluas menjadi dokter muda,
dokter muda ganteng, tapi tetap menduduki satu fungsi di dalam kalimat
yaitu, subjek. Demikian pula dengan membaca, diperluas menjadi sedang
membaca dan sedang asyik membaca tetap berkedudukan sebagai predikat
Begitu juga pada kata buku, diperluas menjadi buku cerita dan buku cerita
komik tetap berkedudukan sebagai objek.
Frasa dibedakan atas:
1. Frasa nominal: frasa yang unsur pusatnya kata benda.
Contoh : - kamar anak
- buku gambar
2. Frasa verbal: frasa yang unsur pusatnya kata kerja.
Contoh : - sedang tidur
- telah belajar
3. Frasa adjektival: frasa yang unsur pusatnya kata sifat.
Contoh: - cukup pintar
- agat lambat
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 182
4. Frasa adverbial: frasa yang unsur pusatnya kata keterangan.
Contoh: - pagi sekali
- sangat tekun
5. Frasa preposisional (kata depan): frasa yang terdiri dari unsur kata
depan dan kata benda.
Contoh: - di kota
- dari kantor
C. Memanfaatkan Kelas Kata dalam Menyusun
Perincian pada Kalimat
Sering kita menemukan kalimat yang kurang efektif. Apalagi kalimat
tersebut berbentuk kalimat majemuk yang menggunakan banyak unsur
keterangan atau berbentuk perincian. Untuk menyusun kalimat seperti ini
dan agar mudah dipahami, kita harus berpedoman pada ciri kalimat efektif.
Ciri-ciri kalimat efektif antara lain adalah adanya kesejajaran bentukan
kata dan penghematan dalam penggunaan kata. Yang dimaksud dengan
kesejajaran adalah kesamaan pilihan bentukan kata pada kalimat luas yang
berisi perincian. Jika bentukan kata pertama berupa kata benda (nomina),
kata berikutnya harus berbentuk kata benda. Jika kata pertamanya
berbentuk kata kerja (verba), kata berikutnya dan seterusnya berbentuk kata
kerja. Pemahaman terhadap kelas kata dapat memudahkan kita menyusun
kalimat yang berisi pemerian agar tetap efektif.
Contoh:
1.a. Proses pendafaran masuk SLTA dari SLTP dimulai dengan diserahkannya
tanda kelulusan lalu mengambil dan mengisi formulir dan tinggal
mengamati hasilnya setiap hari.
Menjadi:
1.b Proses pendafaran masuk SLTA dimulai dengan penyerahan tanda
kelulusan dari SLTP, lalu pengambilan serta pengisian formulir, dan
pengamatan pada pengumuman hasilnya setiap hari.
2.a. Kamu boleh tinggal di rumah ini dengan sewanya dibayar setiap bulan
atau kaubisa membelinya dengan harga yang telah disepakati.
183 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Menjadi:
2.b. Kamu boleh menempati rumah ini dengan membayar sewanya setiap
bulan atau kaudapat membelinya dengan harga yang telah disepakati.
3.a. Hati-hati berbelanja di mall, sering terjadi kecopetan, penodongan, dan
perampokan.
Menjadi:
3.b. Hati-hati berbelanja di mall, sering terjadi pencopetan, penodongan, dan
perampokan.
4.a. Untuk menjadi siswa teladan, seseorang dituntut rajin, tekun, tidak
ceroboh dan tak mudah putus asa.
Menjadi:
4.b. Untuk menjadi siswa teladan, seseorang dituntut rajin, tekun, teliti, dan
optimis.
Selain kesejajaran, dalam menyusun kalimat efektif juga diperlukan
kehematan penggunaan kata. Kata-kata yang sama dan diulang-ulang dapat
dibuang atau diganti dengan kata yang sejenis dan semakna sepanjang tidak
mengubah pengertiannya. Umpamanya, untuk menghemat pengulangan
nama orang/kita dapat menggunakan bentuk pronomina persona (kata
ganti orang).
Contoh :
Pak Muhidin beserta anaknya tak dapat lagi berjualan di pinggir jalan
protokol setelah barang dagangan Pak Muhidin dan anaknya terkena razia
petugas. Pak Muhidin tidak putus asa bersama anaknya, penjual pakaian
jadi itu berjualan keliling kampung.
Menjadi:
Pak Muhidin beserta anaknya tak bisa lagi berjualan di pinggir jalan
protokol setelah dagangan mereka terkena razia petugas pamong praja.
Ia tidak putus asa. Bersama anaknya, ia berjualan pakaian jadi keliling
kampung.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 184
RANGKUMAN
A. Kelas Kata
Dalam kalimat, kata memiliki kedudukan atau jabatan
sebagai subjek, predikat, objek, dan keterangan. Kata juga dapat
dikelompokkan ke dalam kelas kata kerja (verbal), sifat (adjektiva),
keterangan (adverbia), benda (nomina), ganti (pronomina),
bilangan (numeralia), serta tugas.
B. Frasa dan Macamnya
Frasa dibedakan atas:
1. Frasa nominal: frasa yang unsur pusatnya kata benda.
2. Frasa verbal: frasa yang unsur pusatnya kata kerja.
3. Frasa adjektival: frasa yang unsur pusatnya kata sifat
4. Frasa adverbial: frasa yang unsur pusatnya kata keterangan.
5. Frasa preposisional: frasa yang terdiri atas unsur kata depan
dan kata benda

C. Memanfaatkan Kelas Kata dalam Perincian pada Kalimat
Pemahaman kelas kata dalam menyusun kalimat yang berisi
pemerian bertujuan untuk kesejajaran kata bentukan, penghematan
kata, serta ketepatan pemakaian kata.
1. Bacalah wacana di awal bab ini. Dafarkanlah kelas kata yang terdapat
dalam bacaan tersebut.
2. Carilah kalimat yang berisi perincian, koreksilah. Jika kurang efektif
perbaikilah dengan memanfaatkan kelas kata.
3. Buatlah dua kalimat yang berisi perincian dengan memerhatikan
kesejajaran dan kehematan penggunaan katanya.
TUGAS MANDIRI:
185 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Kelompok kata berikut ini yang bukan frasa adalah
a. rumah makan
b. jagung rebus
c. manggang ayam
d. orang tua
e. sekolah baru
2. Kata-kata berikut yang tidak termasuk kata benda adalah
a. pikiran
b. pendidikan
c. majalah
d. uraian
e. nyalakan
3. Di bawah ini yang termasuk kata benda abstrak adalah
a. pikiran
b. lautan
c. majalah
d. tulisan
e. nyalakan
4. Konfks pe--an dalam kata penantian membentuk kata
a. benda
b. sifat
c. kerja
d. keterangan
e. partikel
5. Konfks ke--an dalam kata kebesaran membentuk kata
a. benda d. keterangan
b. sifat e. partikel
c. kerja
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 186
6. Di bawah ini yang termasuk kata benda tak terbilang ialah
a. kantor
b. kampung
c. pohonan
d. udara
e. orang
7. Di bawah ini yang termasuk kata benda kumpulan ialah
a. sekolah
b. Abdullah
c. pengumuman
d. kebersihan
e. asinan
8. Yang termasuk kata bilangan tingkat adalah
a. satu
b. dua pertiga
c. lusin
d. keempat
e. jutaan
9. Yang termasuk kata keterangan gabungan adalah
a. agaknya
b. supaya
c. belum pernah
d. sekali-sekali
e. telur ayam
10. Di bawah ini kalimat yang menggunakan artikel bermakna netral
adalah
a. Rumahnya di sebelah masjid Al-Furqon.
b. Hakim memutuskan si terdakwa dengan hukuman lima tahun.
c. Makanannya sungguh lezat.
d. Para ahli sedang membicarakan kedatangan komet Haley.
e. Kami mohon Sri Baginda berkenan memberikan restunya.
187 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
11. Semua barang-barangnya ia simpan di atas loteng rumahnya.
Kata yang termasuk preposisi adalah
a. rumah
b. barang-barang
c. loteng
d. di atas
e. simpan
12. Ayahnya seorang konglomerat yang terkenal dermawan ... suka membantu
fakir miskin.
Kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah
a. maka
b. agar
c. lagipula
d. sedangkan
e. padahal

13. Fadilah selalu belajar menjelang ujian ... ia lulus dengan nilai memuaskan.
Kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah
a. maka
b. agar
c. lagipula
d. sedangkan
e. padahal
14. Fachri menjadi anak yang pemurung ... ia gagal lulus ujian tahun ini.
Kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah
a. maka
b. agar
c. sejak
d. sedangkan
e. supaya
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 188
15. Yang termasuk kata seru yang menyatakan keheranan di bawah ini
adalah
a. hai
b. amboy
c. huh
d. syukurlah
e. ayo
16. Yang termasuk frasa adverbial di bawah ini adalah
a. pagi-pagi
b. tinggi sekali
c. cukup cerdas
d. lumayan enak
e. dari rumah
17. Setelah tahap penulisan, langkah yang harus dilakukan adalah pengetikan,
pengeditan, dan
Kata yang memenuhi kesejajaran untuk pengisi bagian yang kurang
adalah
a. menjual
b. diterbitkan
c. mencetak
d. pencetakan
e. menerbitkan
18. Di bawah ini kalimat yang menggunakan kata kerja intransitif ialah
a. Dari tadi ia mondar-mandir saja di situ.
b. Adik pingsan ketika melihat ondel-ondel.
c. Mereka sedang membaca buku di perpustakaan.
d. Kulitnya mengeluarkan darah yang tak sedikit.
e. Toko itu menjual alat-alat olahraga.
19. Kalimat yang menggunakan kata kerja transitif adalah
a. Kami mandi-mandi di sungai itu.
189 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
b. Kulihat si Atik sedang berdandan di kamarnya.
c. Pemerintah tengah menggalakkan usaha sektor ril.
d. Sekolah ini memang keren.
e. Setelah kerja seharian, ia perlu istirahat.
20. Kalimat yang menggunakan kata keterangan deverbalisasi ialah
a. Ia memang terkenal budiman.
b. Kekayaannya tak ada yang menandinginya.
c. Kupu-kupu itu sungguh elok.
d. Ia terkejut melihat ayahnya datang.
e. Arif bersungguh-sungguh menangani pekerjaan ini.
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Sebutkanlah penggolongan kelas kata secara umum!
2. Sebutkan ciri-ciri kata kerja!
3. Buatlah dua kalimat yang termasuk verba transitif dan verba intransitif!
4. Apa yang dimaksud dengan partikel? Beri contohnya!
5. Buatlah kalimat dengan menggunakan preposisi! Garis bawahi katanya!
6. Buatlah kalimat dengan menggunakan interjeksi sebanyak 4 buah!
7. Sebutkanlah ciri-ciri kata benda!
8. Buatlah kalimat dengan menggunakan kata hubung perlawanan dan
penegasan!
9. Buatlah kalimat dengan kata bilangan yang menyatakan kumpulan!
10. Apa yang dimaksud dengan kata sandang? Beri contoh kalimatnya 2
buah!
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 190
191 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara
Tingkat Semenjana
Kompetensi
Dasar
- Membuat Berbagai Teks Tertulis dalam Konteks
Bermasyarakat dengan Memilih Kata, Bentuk Kata, dan
Ungkapan yang Tepat
Indikator
- Menetapkan topik berdasarkan tema tertentu
- Membuat kerangka karangan
- Menentukan kalimat utama berdasarkan kerangka
yang ditetapkan
- Menyusun karangan sesuai dengan pilihan jenis
karangan tertentu (narasi, deskripsi, eskposisi) dengan
pemilihan kata, bentuk kata, dan ungkapan yang
tepat
Materi pada bab ini melatih kompetensi menulis. Dalam bab ini, diuraikan mengenai
langkah-langkah membuat berbagai teks tertulis dari perencanaan membuat karangan, pola
pengembangan karangan, dan menulis berbagai jenis karangan. Dengan mempelajari bab
ini, kita diharapkan mampu membuat berbagai jenis teks tertulis secara tertib dan sistematis
termasuk dalam memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat.
BAB 10
MEMBUAT BERBAGAI TEKS TERTULIS
DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 192
Wacana.
Bumi Memanas, Gaya Hidup pun Berubah
Isu pemanasan global atau global warming rasanya makin akrab dengan
kita. Masalahnya, apakah kita benar-benar paham terhadap isu lingkungan
yang satu ini, termasuk dampaknya terhadap kehidupan kita? Jangan main-
main lho, pemanasan global bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan
memengaruhi gaya hidup kita.
Pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca di
atmosfer. Gas rumah kaca adalah gas hasil dari pembakaran bahan bakar fosil
(seperti minyak bumi dan batu bara) yang melepaskan karbondioksida dan
dinatriumoksida, maupun pembakaran sampah organik yang melepaskan
gas menata.
Alexander Sriewiono, psikolog sekaligus penemu Daily Meaning
menjelaskan, pemanasan global berpengaruh terhadap gaya hidup manusia.
Saat ini, kata dia, pilihan busana, pola makan, asupan nutrisi, perawatan
diri, dan pola aktivitas yang diterapkan orang cenderung berubah seiring
munculnya fenomena pemanasan global tersebut.
Saat ini, busana tak lagi sekadar pelindung tubuh, tapi juga berfungsi
sebagai penyeimbang suhu udara dan suhu tubuh. “Karena itu, sesuaikan
busana yang dipakai dengan perubahan cuaca dan iklim akibat pemanasan
global,” kata Alex di sela-sela acara yang diselenggerakan P&G Beauty di
Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia pun membuat beberapa contoh. Untuk
cuaca panas, misalnya, sebaiknya gunakan bahan yang ringan, sederhana,
menutup tubuh sampai ke bawah, namun tetap memperhitungkan
penyerapan keringat.
Asupan makanan dan minuman juga perlu disesuaikan. Dalam hal ini,
Alex menyarankan untuk banyak minum air putih, makan buah-buahan, dan
kalau perlu mengonsumsi suplemen (vitamin, mineral, dan antioksidan)
Perawatan Kecantikan
Bagi wanita, penampilan adalah hal yang sangat diperhatikan.
Nah, untuk urusan penampilan ini, mau tak mau wanita pun mesti
mempertimbangkan pengaruh pemanasan global, terutama yang terkait
dengan perawatan kulit dan rambut. “Wanita saat ini harus lebih perhatian
dengan perawatan rambut dan kulit. Untuk itu, selalu gunakan tabir surya
saat akan keluar ruangan di siang hari,” ujar Alex, yang meraih gelar master
193 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
di bidang sumber daya manusia di Universitas Westminster, Inggris. Dan
agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan, disarankan untuk
menggunakan kosmetik yang berbahan dasar natural.
Bagaimana dengan pola aktivitas kita sehari-hari? Pastinya juga ikut
terpengaruh oleh perubahan suhu udara akibat pemanasan global. Jika
Anda wanita yang bekerja di luar rumah, usahakan untuk berangkat lebih
pagi dan pulang lebih malam. Tujuannya tak lain untuk menghindar udara
panas.
Jika tempat kerja Anda tidak terlalu jauh, cobalah menggunakan
kendaraan yang tak menyemburkan gas buang ke udara. Bersepeda ke
kantor, mungkin bisa menjadi alternatif yang menyehatkan sekaligus ramah
lingkungan. Begitu pun dengan kebiakan bekendara 3 in 1, sebaiknya
dipatuhi. Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi pembakaran bahan
bakar (bensin) pada kendaraan kita.
Keseimbangan body-mind-spirit juga mutlak diperhatikan. Perubahan
iklim yang tidak menentu dan alam yang makin tak bersahabat berdampak
pada meningkatnya stres pada individu, khususnya wanita. “Olahraga
yang teratur untuk kebugaran fsik dan relaksasi pikiran bisa membantu
menyeimbangkan unsur body-mind-spirit tersebut.”
(Sumber: Republika, 16 Desember 2007)
A. Perencanaan Membuat Karangan
1. Tema dan Topik Karangan
Sebelum melakukan penulisan, setiap orang pasti sudah memikirkan
apa yang ingin ditulisnya. Tentu hal-hal yang akan ditulis berhubungan
dengan segala yang telah diketahui. Jika hal tersebut merupakan hal yang
baru, maka setidaknya ia akan mengaitkan hal yang ingin ditulis dan
hal yang telah diketahuinya atau ia akan mengumpulkan bahan-bahan
informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang ingin ditulis.
Apa yang ingin ditulis sebelum seseorang menulis karangan merupa-
kan sesuatu yang menjadi dasar atau pedoman dalam menulis atau
mengembangkan karangannya. Sesuatu yang ingin ditulis itu merupakan
sebuah ide atau gagasan yang merupakan piakan dasar mengenai apa karangan
tersebut. Hal yang menjadi dasar karangan itu disebut dengan tema.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 194
Tema memang merupakan unsur terpenting yang harus ada sebelum
mengarang. Dalam banyak teori mengarang, menentukan tema karangan
merupakan langkah pertama dalam merencanakan membuat karangan.
Setelah menentukan hal yang ingin ditulis, langkah selanjutnya adalah
memerinci tema karangan menjadi pokok-pokok pikiran yang lebih khusus.
Pokok-pokok pikiran ini menjabarkan tema karangan. Pokok-pokok
pikiran itu disebut dengan topik karangan atau gagasan pokok. Topik-
topik ini disusun dan dirumuskan untuk masing-masing dikembangkan
menjadi paragraf-paragraf. Topik yang masih umum dapat diabarkan lebih
terperinci lagi menjadi subtopik. Semua unsur itu disusun secara vertikal.
Susunan ini disebut dengan kerangka karangan.
Contoh Kerangka Karangan :
→ - Kemacetan lalu lintas terjadi setiap hari
→ - Penyebab kemacetan lalu lintas
a. volume kendaraan makin bertambah
b. ruas jalan makin sempit
c. banyaknya PKL yang memakai badan jalan
→ - Upaya mengatasi kemacetan lalu lintas
a. penambahan ruas jalan dengan dibangun fy over
b. penertiban PKL
c. dioperasikannya busway
→ - Kerja sama aparat polisi dan masyarakat
a. tanggung jawab para petugas polantas
b. kesadaran pemakai jalan
Kemacetan Lalu Lintas →
di DKI
2. Tujuan
Selain menetapkan tema dan menyusun topik karangan, penulis juga
harus merumuskan tujuan. Tujuan karangan merupakan maksud penulis
atau pengarang dalam mengarang. Tujuan dapat berkaitan dengan bentuk
karangan yang akan dibuat. Banyak hal yang dapat diadikan tujuan,
misalnya tujuan memberi informasi kepada pembaca, bentuk karangannya
bersifat ekspositoris. Tujuan menggugah dan menghimbau, karangannya
dapat berjenis persuasi dan sebagainya.
Contoh tujuan pada karangan berbentuk narasi:
Tema : Kisah usaha seorang kakak untuk membelikan adiknya
boneka dari hasil menyemir sepatu.
195 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Tujuan : Menggugah simpati pembaca untuk ikut memikirkan
betapa susahnya hidup orang tak mampu tapi tetap
menyayangi saudaranya.
Contoh tujuan pada karangan argumentasi:
Tema : Bahaya kecanduan rokok
Tujuan : Menggugah orang yang terbiasa merokok agar mengu-
rangi kebiasaan merokok
3. Judul
Setiap tulisan atau karangan selalu mempunyai judul. Judul di dalam
sebuah karangan merupakan unsur yang penting. Seringkali seorang ingin
membaca sebuah karangan karena judulnya menarik. Oleh sebab itu,
dalam menentukan judul, diusahakan judul karangan enak dibaca, mudah
diucapkan, dan mudah diingat.
Judul sebuah karangan tidak perlu panjang. Judul yang terlalu panjang
membuat pembaca sulit mengingatnya. Judul yang dibuat atau dipilih harus
memiliki daya tarik untuk mendorong orang membaca karangan tersebut.
Judul dapat berbentuk pertanyaan atau seruan, misalnya:
- Sudah Sukseskah Anda?
- Narkoba? No Way!
dan sebagainya
Penulisan judul harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan
(EYD). Huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata
depan atau kata tugas yang berada di tengah. Kata tugas yang berada di
awal kalimat judul ditulis dengan huruf kapital.
Contoh hubungan antara tema, topik, tujuan, dan judul dalam
perencanaan membuat karangan:
Tema : Perpustakaan sekolah
Topik : - Perpustakaan sekolah
- Sebagai sumber belajar
- Memanfaatkan perpustakaan sekolah
- Perpustakaan sekolah sarana berkumpul
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 196
Judul : - Ngerumpi Positif di Perpus, yah !
- Menggali Ilmu di Perpustakaan
- Perpustakaan Solusi Cerdas
Tujuan : - Memotivasi siswa agar memanfaatkan perpustakaan
sekolah sebagai sarana menggali ilmu dan tempat
berkumpul sesama siswa.
B. Pola Pengembangan Karangan
Semua pokok pikiran yang telah ditulis sebagai penjabaran tema
dan sesuai dengan tujuan penulisan disusun serta dirumuskan menjadi
kerangka karangan. Penyusunan kerangka karangan bertujuan untuk
mengorganisasi tiap gagasan pokok, mana yang lebih dahulu dibahas dan
mana yang kemudian dan seterusnya.
Dengan susunan kerangka karangan, penulis juga dapat mengevaluasi
pokok pikiran atau gagasan yang tidak perlu sehingga harus dihilangkan
serta pokok pikiran yang tumpang tindih. Pokok pikiran yang telah disusun
harus saling berkaitan sesuai dengan tema yang ditetapkan.
Dari kerangka karangan, karangan dapat dikembangkan dengan
sistematis. Setiap topik atau gagasan pokok yang ada dalam karangan
diabarkan menjadi paragraf. Di dalam paragraf, terdapat satu pokok
pikiran yang tertuang menjadi kalimat utama. Kalimat utama dapat berada
di awal paragraf, dapat juga di akhir bergantung pada pola pengembangan
yang dipilih. Jika berada di awal, disebut paragraf deduktif, sedangkan jika
berada di akhir, disebut paragraf induktif. Perhatikan gambar berikut ini!

- 102 -
- Narkoba No Way !
- dan sebagainya
Penulisan judul harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Huruf awal
setiap kata ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata depan atau kata tugas yang berada di
tengah. Kata tugas yang berada di awal kalimat judul ditulis dengan huruf kapital.
Contoh hubungan antara tema, topik, tujuan dan judul dalam perencanaan membuat karangan:
Tema : Perpustakaan sekolah
Topik : - Perpustakaan sekolah
- Sebagai sumber belajar
- Memanfaatkan perpustakaan sekolah
- Perpustakaan sekolah sarana berkumpul
Judul : - Ngerumpi Positif di Perpus, yah !
- Menggali Ilmu di Perpustakaan
- Perpustakaan Solusi Cerdas
Tujuan : - Memotivasi siswa agar memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sarana
menggali ilmu dan tempat berkumpul sesama siswa.
B. Pola Pengembangan Karangan
Semua pokok pikiran yang telah ditulis sebagai penjabaran tema dan sesuai dengan
tujuan penulisan disusun serta dirumuskan menjadi kerangka karangan. Penyusunan kerangka
karangan bertujuan untuk mengorganisasi tiap gagasan pokok, mana yang lebih dahulu
dibahas dan mana yang kemudian dan seterusnya.
Dengan susunan kerangka karangan, penulis juga dapat mengevaluasi pokok pikiran
atau gagasan yang tidak perlu sehingga harus dihilangkan serta pokok pikiran yang tumpang
tindih. Pokok pikiran yang telah disusun harus saling berkaitan sesuai dengan tema yang
ditetapkan.
Dari kerangka karangan, karangan dapat dikembangkan dengan sistematis. Setiap topik
atau gagasan pokok yang ada dalam karangan dijabarkan menjadi paragraf. Di dalam paragraf
terdapat satu pokok pikiran yang tertuang menjadi kalimat utama. Kalimat utama bisa berada
di awal paragraf, bisa juga di akhir tergantung pola pengembangan yang dipilih. Jika berada
di awal disebut paragraf deduktif, sedangkan jika berada di akhir disebut paragraf induktif.
Perhatikan gambar berikut ini!

Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Arang aktif adalah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pembakaran yang
mempunyai sifat tidak larut dalam air. Arang ini dapat diperoleh dari pembakaran zat-zat
tertentu, seperti ampas debu, tempurung kelapa, dan tongkol jagung. Jenis arang ini banyak
digunakan dalam beberapa industri pangan atau nonpangan. Industri yang menggunakan
Contoh paragrafnya :
Arang aktif adalah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pem­
bakaran yang mempunyai sifat tidak larut dalam air. Arang ini dapat
diperoleh dari pembakaran zat-zat tertentu, seperti ampas debu, tempurung
kelapa, dan tongkol jagung. Jenis arang ini banyak digunakan dalam
beberapa industri pangan atau nonpangan. Industri yang menggunakan
197 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
arang aktif adalah industri kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan
minyak, menghilangkan yang tidak murni, dan menguapkan zat yang tidak
perlu.
- 103 -
arang aktif adalah industri kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan minyak,
menghilangkan yang tidak murni, dan menguapkan zat yang tidak perlu.

Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir jalan Jenderal Sudirman. Seminggu
kemudian seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian polisi
menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil John. Polisi juga menemukan potret
dua orang anak yang tewas di jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. Dengan
demikian, John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang
hilangnya tiga anak itu.

Kalimat utama juga bisa berada di awal dan di akhir. Biasanya kalimat utama di
akhirnya hanya bersifat penegasan kembali apa yang telah tertuang di awal paragraf.
Perhatikan contoh berikut:
Æ kalimat utama
Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah, sehat,
dan kuat. Departemen PU sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah, tetapi kuat.
Agaknya bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan gunung berapi sangat menarik
perhatian para ahli. Bahan ini tahan api dan tahan air. Lagi pula, bahan perlit dapat dicetak
menurut keinginan seseorang. Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha
membangun rumah murah, sehat dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.
Paragraf juga ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Setiap kalimat merupakan
pikiran pokok dan masing-masing berdiri sendiri. Namun paragraf seperti itu jarang ditemui.
Paragraf seperti ini biasanya terdapat pada karangan narasi.


Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Pagi hari aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang rumah.
Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari pagi menghangatkan
badan. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. Kuhirup hawa pagi yang segar
sepuas-puasku.
Contoh paragrafnya :
Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jenderal Sudirman.
Seminggu kemudian, seorang anak wanita hilang ketika pulang dari
sekolah. Sehari kemudian, polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi
belakang, mobil John. Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang
tewas di Jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. Dengan
demikian, John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban
tentang hilangnya tiga anak itu.

Kalimat utama juga dapat berada di awal dan di akhir. Biasanya
kalimat utama di akhirnya hanya bersifat penegasan kembali apa yang
telah tertuang di awal paragraf.
Perhatikan contoh berikut :
- 103 -
arang aktif adalah industri kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan minyak,
menghilangkan yang tidak murni, dan menguapkan zat yang tidak perlu.

Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir jalan Jenderal Sudirman. Seminggu
kemudian seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian polisi
menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil John. Polisi juga menemukan potret
dua orang anak yang tewas di jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. Dengan
demikian, John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang
hilangnya tiga anak itu.

Kalimat utama juga bisa berada di awal dan di akhir. Biasanya kalimat utama di
akhirnya hanya bersifat penegasan kembali apa yang telah tertuang di awal paragraf.
Perhatikan contoh berikut:
Æ kalimat utama
Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah, sehat,
dan kuat. Departemen PU sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah, tetapi kuat.
Agaknya bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan gunung berapi sangat menarik
perhatian para ahli. Bahan ini tahan api dan tahan air. Lagi pula, bahan perlit dapat dicetak
menurut keinginan seseorang. Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha
membangun rumah murah, sehat dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.
Paragraf juga ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Setiap kalimat merupakan
pikiran pokok dan masing-masing berdiri sendiri. Namun paragraf seperti itu jarang ditemui.
Paragraf seperti ini biasanya terdapat pada karangan narasi.


Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Pagi hari aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang rumah.
Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari pagi menghangatkan
badan. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. Kuhirup hawa pagi yang segar
sepuas-puasku.
Contoh paragrafnya :
Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah
murah, sehat, dan kuat. Departemen PU sudah lama menyelidiki bahan rumah
yang murah, tetapi kuat. Agaknya bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan
gunung berapi sangat menarik perhatian para ahli. Bahan ini tahan api dan
tahan air. Lagi pula, bahan perlit dapat dicetak menurut keinginan seseorang.
Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha membangun rumah
murah, sehat, dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.
Paragraf juga ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Setiap kalimat
merupakan pikiran pokok dan masing-masing berdiri sendiri. Namun,
paragraf seperti itu jarang ditemui. Paragraf seperti ini biasanya terdapat
pada karangan narasi.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 198
- 103 -
arang aktif adalah industri kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan minyak,
menghilangkan yang tidak murni, dan menguapkan zat yang tidak perlu.

Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir jalan Jenderal Sudirman. Seminggu
kemudian seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian polisi
menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil John. Polisi juga menemukan potret
dua orang anak yang tewas di jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. Dengan
demikian, John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang
hilangnya tiga anak itu.

Kalimat utama juga bisa berada di awal dan di akhir. Biasanya kalimat utama di
akhirnya hanya bersifat penegasan kembali apa yang telah tertuang di awal paragraf.
Perhatikan contoh berikut:
Æ kalimat utama
Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah, sehat,
dan kuat. Departemen PU sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah, tetapi kuat.
Agaknya bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan gunung berapi sangat menarik
perhatian para ahli. Bahan ini tahan api dan tahan air. Lagi pula, bahan perlit dapat dicetak
menurut keinginan seseorang. Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha
membangun rumah murah, sehat dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.
Paragraf juga ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Setiap kalimat merupakan
pikiran pokok dan masing-masing berdiri sendiri. Namun paragraf seperti itu jarang ditemui.
Paragraf seperti ini biasanya terdapat pada karangan narasi.


Æ kalimat utama
Contoh paragrafnya:
Pagi hari aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang rumah.
Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari pagi menghangatkan
badan. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. Kuhirup hawa pagi yang segar
sepuas-puasku.
Contoh paragrafnya :
Pagi hari aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang
rumah. Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari
pagi menghangatkan badan. Di depanku bermekaran bunga beraneka
warna. Kuhirup hawa pagi yang segar sepuas­puasku.
Di dalam paragraf, terdapat satu pokok pikiran atau gagasan utama.
Yang lainnya adalah kalimat-kalimat penjelas yang menjelaskan kalimat
utama. Kalimat penjelas merupakan penjabaran dari subtopik atau pikiran-
pikiran penjelas. Sebelum membuat paragraf, sebaiknya dibuat dahulu
kerangka paragraf. Perhatikan contoh kerangka paragraf berikut ini!
Tahun pelajaran baru  Hari pertama di sekolah
a. mencari kelas baru
b. mencari tempat duduk baru
c. mencari teman sebangku yang baru
d. mencatat jadwal mata pelajaran yang baru
C. Menulis Berbagai Jenis Karangan
1. Karangan narasi atau cerita
Karangan narasi adalah karangan yang berusaha menciptakan,
mengisahkan, merangkaikan tindak-tanduk perbuatan manusia dalam
sebuah peristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam satu
kesatuan waktu.
Dalam membuat karangan jenis narasi, yang perlu diperhatikan adalah:
(1) mampu membuat ide cerita yang baru
(2) dapat menerapkan penokohan yang tepat
(3) dapat mengutarakan gaya cerita yang baik
199 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
(4) dapat menggunakan gaya bahasa yang pas
Contoh :
Malam itu Ayah kelihatan benar-benar marah. Aku sama sekali
dilarang berteman dengan Syairul. Bahkan, Ayah mengatakan bahwa aku
akan diantar dan diemput ke sekolah. Itu semua gara-gara Slamet yang
telah memperkenal aku dengan Siti.

2. Karangan deskripsi atau penggambaran
Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan keadaan,
bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang, tempat sesuai dengan
objek yang sebenarnya.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan deskripsi adalah:
(1) menentukan topik atau tema karangan
(2) menetapkan tujuan
(3) mengadakan pengamatan di lokasi
(4) mengumpulkan bahan
(5) membuat kerangka karangan
(6) mengembangkan kerangka (memulai proses penulisan)
Contoh :
Pasar Tanah Abang adalah sebuah pasar yang sempurna. Semua barang
ada di sana. Di toko yang paling depan, berderet toko sepatu dalam dan
luar negeri. Di lantai dasar, terdapat toko kain yang lengkap dan berderet-
deret. Di samping kanan pasar, terdapat warung-warung kecil penjual sayur
dan bahan dapur. Di samping kiri ada pula berjenis-jenis buah-buahan.
Pada bagian belakang, kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang
daging.
3. Karangan eksposisi atau pemaparan
Karangan eksposisi adalah karangan yang berisi pemaparan terhadap
suatu konsep, gagasan, ide, dengan tujuan menguraikan, mengupas,
menerangkan sesuatu yang akan menambah pengetahuan atau wawasan
pembaca. Dalam karangan ini, sesuatu diuraikan secara terperinci
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 200
terkadang dengan penambahan bentuk-bentuk visual seperti grafk, bagan,
atau denah.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan eksposisi adalah:
(1) menentukan topik paparan
(2) menentukan tujuan paparan
(3) membuat kerangka karangan
(4) mengembangkan kerangka karangan
Contoh :
Pasar Tanah Abang adalah pasar yang kompleks. Di lantai dasar
terdapat sembilan puluh kios penjual kain dasar. Setiap hari rata-rata terjual
tiga ratus meter untuk setiap kios. Dari data ini, dapat diperkirakan berapa
besarnya uang yang masuk ke kas DKI dari Pasar Tanah Abang.
4. Karangan argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat mengenai
suatu hal yang disertai alasan-alasan yang logis dan sistematis serta penyajian
bukti-bukti dengan tujuan memengaruhi pembaca untuk meyakini atau
menyetujui pendapat tersebut. Karangan ini bersifat objektif.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan argumentasi adalah:
(1) membuat topik terlebih dahulu
(2) menetapkan tujuan karangan
(3) melakukan observasi lapangan
(4) membuat kerangka karangan
(5) mengembangkan kerangka karangan
(6) membuat kesimpulan
Contoh :
Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing B-737 milik maskapai
penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat tua mencuat ke permukaan.
Ini dapat dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4
meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu, adalah
cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia
201 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60 persen pesawat yang
beroperasi adalah pesawat tua.
5. Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang berisi uraian mengenai
sikap, pendapat, gagasan, dan perasaan yang bertujuan membuat pembaca
percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang diuraikan.
Langkah-langkah dalam pembuatan karangan persuasi adalah:
(1) menentukan topik atau tema persuasi
(2) menetapkan tujuan persuasi
(3) mengadakan pengamatan terhadap objek sasaran
(4) membuat kerangka karangan
(5) mengembangkan kerangka karangan
(6) membuat kesimpulan
Contoh :
Sampah yang setiap harinya dibuang terdiri atas sampah organik dan
sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari
sisa-sisa makanan dan sampah basah yang dapat membusuk. Sampah
anorganik ialah sebaliknya yang tak dapat membusuk seperti plastik, kaca,
karet, kulit dan sebagainya. Jika setiap harinya sampah dibuang oleh setiap
orang, dapat dibayangkan berapa puluh dan ribu ton akan terkumpul.
Tidak semuanya dapat didaur ulang. Oleh sebab itu, kita dapat membantu
memilah sampah, untuk mengurangi tumpukan sampah, yaitu dengan
cara sampah yang organik dapat dikubur di dalam tanah ukuran 3 x 3 m.
Kemudian sampah yang anorganik dapat diberikan kepada pemulung
untuk didaur ulang. Dengan demikian, kita telah membantu mengurangi
tumpukan sampah setiap harinya di pembuangan sampah akhir.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 202
RANGKUMAN
A. Perencanaan Membuat Karangan
Sebelum menulis, seorang pengarang perlu membuat peren-
canaan yang matang. Hal-hal yang harus diperhatikan ialah
menetukan tema dan topik karangan, tujuan, dan judul.
B. Pola Pengembangan Karangan
Penyusunan kerangka karangan bertujuan untuk mengorgani-
sasi tiap gagasan pokok. Dari kerangka karangan, karangan dapat
dikembangkan secara sistematis. Setiap topik diabarkan menjadi
paragraf yang terdiri atas kalimat utama dan kalimat penjelas.
Paragraf dapat dikembangkan secara deduktif atau induktif.
C. Menulis Berbagai Jenis Karangan
Ada lima jenis karangan.
1. Karangan narasi atau cerita adalah karangan yang berusaha
menceritakan, mengisahkan, merangkaikan tindak-tanduk
perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis
atau yang berlangsung dalam satu kesatuan waktu.
2. Karangan deskripsi atau penggambaran adalah karangan
yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu,
seperti benda, orang, atau tempat sesuai dengan objek yang
sebenarnya.
3. Karangan eksposisi atau pemaparan adalah karangan yang
berisi pemaparan terhadap suatu konsep, gagasan, ide, dengan
tujuan menguraikan, mengupas, menerangkan sesuatu yang
akan menambah pengetahuan atau wawasan pembaca.
4. Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat
mengenai suatu hal yang disertai alasan-alasan yang logis dan
sistematis serta penyajian bukti-bukti dengan tujuan meyakinkan
pembaca.
5. Karangan persuasi adalah karangan yang berisi uraian mengenai
sikap, pendapat, gagasan, dan perasaan yang bertujuan
membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal
yang diuraikan.
203 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

Buatlah sebuah karangan minimal 3 paragraf dengan jenis narasi,
deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Sebelumnya susunlah
kerangka karangannya secara terperinci. Karangan bertema bebas.
TUGAS MANDIRI
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Hal-hal yang perlu dipikirkan dalam merencanakan membuat karangan
ialah di bawah ini kecuali
a. topik d. judul
b. tema e. pikiran pokok
c. paragraf
2. Yang menjadi dasar piakan sebuah karangan disebut
a. topik d. judul
b. tema e. pikiran pokok
c. paragraf
3. Secara alamiah, penderita anemia tidak hanya memerlukan zat besi,
tetapi juga vitamin dan mineral. Disarankan bagi para penderita anemia
berat, untuk mengonsumsi tablet tambah darah atau preparat besi dua
kapsul sehari selama dua bulan. Anemia ringan disarankan satu kapsul
sehari selama 3–4 bulan. Penderita anemia yang mengonsumsi zat besi
selama 2-3 hari biasanya sudah pulih kembali.
Gagasan utama paragraf tersebut ialah
a. zat yang diperlukan penderita anemia
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 204
b. saran bagi penderita anemia berat
c. saran bagi penderita anemia ringan
d. suplemen zat besi bagi penderita anemia
e. cadangan zat besi di dalam tubuh dengan suplemen
4. Bangsa Indonesia memiliki banyak pahlawan baik pria maupun wanita.
Pahlawan-pahlawan ini tersebar di seluruh pelosok tanah air banyak di
antaranya yang tidak dikenal. Seorang pahlawan wanita yang sering
disebut namanya ialah Cut Nyak Dien. Pahlawan ini berasal dari Aceh,
daerah yang juga dikenal dengan sebutan Serambi Mekah.
Gagasan utama paragraf di atas adalah
a. Indonesia memiliki banyak pahlawan
b. Pahlawan Indonesia tersebar di seluruh tanah air
c. Banyak pahlawan Indonesia yang tidak dikenal
d. Cut Nyak Dien adalah pahlawan wanita dari Aceh
e. Cut Nyak Dien salah satu pahlawan wanita yang dikenal
5. Fotosintesis adalah proses penyusunan (sintetis) senyawa organik dari
senyawa anorganik dengan menggunakan cahaya matahari sebagai
sumber energinya.
Judul karya tulis yang paling tepat untuk permasalahan di atas
adalah
a. Proses Fotosintetis pada Tumbuh-tumbuhan
b. Fotosintetis pada Tumbuh-tumbuhan
c. Fotosintetis dan Energi Matahari
d. Matahari Sumber Energi Matahari
e. Senyawa Organik dan Anorganik

6. Ngilu paling sakit dari semua luka. Aku pernah luka tersayat. Luka
terjatuh. Luka terbakar. Paru-paruku pernah bolong. Ginjalku disengat
batu. Tapi tak sesakit seperti dioperasi ambeien ini.
Kemudian sesudah itu, cobaan baru datang kembali. Istriku tercinta
berpulang ke Rahmatullah. Itu bulan Oktober pada tahun yang sama.
Sakitnya, kini menyeluruh. Aku tak bisa sebutkan yang mana: Jiwaku
benar yang ditikamnya, Mama. Ngilunya tak kenal waktu. Ngilu
205 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
berkepanjangan. Ngilu tak berkeputusan. Ngilu tak berkesudahan.
Tema yang sesuai dengan penggalan cerpen, “Operasi” karya Syahril
Latif tersebut adalah
a. Kita semua harus selalu berdoa dan berusaha.
b. Ketabahan seseorang dalam menghadapi kehidupan.
c. Kehidupan di dunia ini harus dihadapi.
d. Pahit manisnya kehidupan pasti dialami oleh setiap manusia.
e. Jangan suka mengeluh bila menghadapi pahit getirnya kehidupan.
7. (1) Kehidupann bisnis selalu berubah dan bergerak maju seiring
dengan lajunya pembangunan perekonomian. (2) Akibat meningkatnya
perekonomian Indonesia yang sangat cepat, muncul para pesaing
baru yang turut meramaikan percaturan bisnis. (3) Hal tersebut
menimbulkan persaingan yang sangat ketat. (4) Dengan demikian
diperlukan kemampuan yang andal untuk dapat menangani dan
mengendalikan manajemen secara tepat, baik dalam aspek pemasaran,
produksi, personalia, maupun keuangan.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat pada
a. kalimat (1) d. kalimat (2)
b. kalimat (3) e. kalimat (4)
c. kalimat (5)
8. Penulisan judul karangan yang benar adalah
a. Belajar Mengemukakan Pendapat
b. Pantang Untuk surut Ke Belakang
c. Bermula Dari Sebuah Surau
d. Tema Religius Dalam Sastra
e. Belajar Dari Kehidupan semut
9. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah dua perkataan yang
senantiasa menunjuk pada masalah-masalah manusia. Apabila kita
ingat salah satu sila dari asas tunggal Pancasila, perikemanusiaan
selalu menyangkut keadilan dan peradaban. Karena itu, apa pun yang
berhubungan dengan masalah manusia memang membawa kita pada
penataan universal. Manusia hidup untuk mendapat keselamatan diri
yaitu ingin terlindung dalam keadaan sehat walafat...
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 206
Tema wacana di atas adalah
a. keselamatan dan kesehatan kerja bagi manusia
b. perikemanusiaan dan kesehatan kerja bagi manusia
c. masalah manusia membawa kita pada peralatan utama
d. masalah manusia ditempatkan pada skala prioritas utama
e. manusia hidup untuk mendapatkan keselamatan diri.
10. Harga Kapal Ikan Buatan Dalam Negeri Lebih Mahal Dari Impor.
Tulisan judul berita di atas akan menjadi benar apabila
a. Kata Dalam ditulis dalam
b. Kata Dari ditulis menjadi dari
c. Kata Dalam dan dari diubah menjadi dalam dan daripada
d. Kata Impor diubah menjadi Import
e. Kata Lebih diubah menjadi lebih
11. Sepanjang sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia, pembu-
dayaan aspek budi pekerti pada siswa menduduki tempat yang
penting, bahkan lebih penting daripada penguasaan disiplin keilmuan.
Pendidikan agama, PPKN, dan Bahasa Indonesia, mendapatkan tempat
yang diprioritaskan, Ketiga mata pelajaran itu dianggap paling strategis
menanamkan aspek budi pekerti dan moral para peserta didik. Semua
itu merupakan upaya untuk mencegah tindakan asusila di kalangan
peserta didik.
Namun fakta berbicara lain. Di Masyarakat banyak terjadi perbuatan
yang tidak mencerminkan nilai-nilai budi perkerti. Ironisnya, pelaku
tindakan itu sebagian adalah para siswa, bahkan tawuran antar pelajar
seolah-olah menjadi budaya.
Gagasan utama penggalan Bab Pendahuluan karya tulis tersebut
adalah
a. Meskipun di sekolah sudah ditanamkan aspek budi pekerti, masih
terjadi perbuatan amoral yang dilakukan oleh pelajar.
b. Tawuran antarpelajar merupakan perbuatan amoral yang terjadi
di masyarakat.
c. Untuk menanamkan nilai-nilai moral pada siswa, sekolah telah
207 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
membudayakan aspek budi pekerti.
d. Pembudayaan aspek budi pekerti lebih diutamakan daripada
penguasaan disiplin ilmu.
e. Pendidikan agama, PPKN, dan Bahasa Indonesia diprioritaskan
karena dianggap paling strategis menanamkan nilai moral.
12. Sekarang ini tidak hanya rumah di pinggir jalan besar yang menderita
semburan gas buangan knalpot, tetapi rumah-rumah di tepi jalan
kompleks perumahan dan jalan lingkungan dalam kampung. Jalan-
jalan ini makin banyak dirambah sepeda motor ojek di samping mobil
pribadi penghuni kampung itu.
Permasalahan di bawah dibicarakan dalam paragraf di atas, kecuali
a. Rumah-rumah di tepi jalan besar paling banyak mendapat
semburan gas buangan knalpot.
b. Rumah-rumah di sekitar jalan kompleks perumahan mendapat
semburan gas buangan knalpot.
c. Rumah-rumah di tepi jalan di lingkungan perkampungan juga
mendapat semburan gas buangan knalpot.
d. Rumah-rumah di dalam perkampungan bebas dari semburan gas
buangan knalpot.
e. Jalan-jalan di perkampungan sudah dirambah sepeda motor ojek
dan kendaraan penghuni kampung itu sehingga banyak mendapat
semburan gas buangan knalpot.
13. Terapi nonmedis seperti tak terbatas ragamnya, tak ubahnya fenomena
alam itu sendiri yang tak jarang saling mengait satu sama lain. Salah
satu contoh adalah penyembuhan atau terapi warna. Terapi ini berkait
erat dengan aura tubuh (energi sinar yang melingkupi seluruh tubuh)
Sebab, prinsip penyembuhan dengan warna ini menyeimbangkan
kembali aura tubuh.
Ide utama paragraf di atas adalah
a. Penyembuhan nonmedis bermacam-macam.
b. Penyembuhan nonmedis menggunakan sinar.
c. Penyembuhan nonmedis merupakan sebuah fenomena alam.
d. Penyembuhan nonmedis tidak menggunakan warna.
e. Penyembuhan nonmedis bertujuan menyeimbangkan aura tubuh.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 208
14. Buah ini mempunyai kadar lemak yang tinggi. Dapat mengakibatkan
tubuh langsing menjadi gemuk. Sebab kegemukan membuat orang
takut kebanyakan kolesterol dalam darah dan ini berisiko menimbulkan
strok.
Kalimat utama yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas ialah
a. Kini buah itu didekati orang.
b. Beberapa tahun yang lalu, buah apokat diauhi orang.
c. Buah apokat mengandung laurostearat 70%.
d. Lemak apokat sebagai pengganti lemak buah kelapa.
e. Buah ini merupakan sumber lemak nabati yang penting di daerah
pegunungan.
15. Setiap pengunjung akan berdecak kagum bila melihat keindahan
Gunung Rinjani. Di sana kita dapat melihat lembah dan ngarai yang
berkelok-kelok bagaikan akar pohon beringin yang menancap erat di
permukaan tanah. Dipayungi langit biru dan gumpalan-gumpalan
awan, gunung itu tampak kokoh menghiau dengan puncak yang
berpasir. Begitulah Gunung Rinjani menyuguhkan pemandangan alam
indah.
Gagasan utama paragraf tersebut terungkap pada kalimat
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. Pertama dan keempat
16. (1) Contoh paling sederhana yakni aplikasi microsof word dan excel
secara optimal akan memudahkan penyusunan karya ilmiah bagi
kenaikan pangkat guru. (2) TI menjadi solusi baru sekaligus mitra
guru dalam mengembangkan kariernya.(3) Namun kenyataannya,
tidak sedikit guru yang takut atau merasa asing dengan komputer.
(4) Sebagai kawan, TI tidak dapat digugurkan oleh kekuatan sistem
kerja manual. (5) Padahal, benda ini sudah bukan asing lagi.
Agar menjadi paragraf yang padu susunan kalimatnya adalah
a. (1), (3), (4), (2), (5)
b. (1), (2), (3), (4), (5)
c. (4), (2), (1), (3), (5)
d. (5), (3), (2), (1), (4)
209 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
e. (1), (4), (3), (2), (5)
17. (1) Alasannya guru bukan karena kerjanya mencekoki otak anak hingga
menjadi pandai. (2) Adidaya TI yang telah meruntuhkan batas-batas
negara pada gilirannya akan menjadi lawan bagi karier guru. (3) Guru
akan menempatkan dirinya dalam posisi tawar yang sangat tinggi.
(4) Posisi lawan ini merupakan jawaban atas imbas peran guru sebagai
pendidik. (5) Guru sebagai flter munculnya gejala penistaan nilai-
nilai nasionalisme, paedagogis dan moral bangsa yang kemungkinan
muncul memboncengi kemajuan TI.
Agar menjadi paragraf yang padu susunan kalimatnya adalah
a. (1), (3), (4), (2), (5)
b. (1), (2),( 3), (4), (5)
c. (4), (2), (1), (3), (5)
d. (2), (4), (1), (3), (5)
e. (1), (4), (3), (2), (5)
18. (1) Seseorang mungkin saja memiliki kecerdasan lebih dari satu.
Kecerdasan yang beraneka ini mungkin saja dimiliki oleh seseorang.
(2) Mungkin saja seorang siswa yang tidak mampu dalam pelajaran
matematika memiliki kemampuan dalam seni musik atau dalam olahraga.
(3) Karena itu, model pembelajaran saat ini harus memerhatikan aspek
kecerdasan yang mungkin dimiliki seorang siswa. (4) Kecerdasan yang
beraneka ini mungkin saja dimiliki oleh seseorang. (5) Namun pada
akhirnya, untuk mengembangkan masing-masing kecerdasan tersebut
membutuhkan prasarana-prasarana metode dan model pembelajaran
yang efektif.
Agar menjadi paragraf yang padu, susunan kalimatnya adalah
a. (1), (4), (5), (3), (2) d. (2), (4), (1), (3), (5)
b. (1), (2), (3), (4), (5) e. (1), (4), (3), (2), (5)
c. (4), (2), (1), (3), (5)
19. Semasa Orde Baru, sektor pendidikan kurang mendapat perhatian
serius dari penguasa. Sektor ini hanya mendapat sejumput dana dari
anggaran negara yang berjumlah trilyunan rupiah. Pantas jika kualitas
pendidikan Indonesia terpuruk. Walau diakui bahwa kualitas tersebut
bukan melulu ditentukan oleh sejumlah dana.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 210
Paragraf di atas termasuk paragraf
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi
20. Layanan internet memperlihatkan perkembangan yang pesat karena
menawarkan keunggulan, antara lain: (1) komunikasi murah,
(2) sumber informasi besar, (3) kesempatan besar untuk berusaha,
(4) keterbukaan tanpa sensor, (5) jangkauan luas.
Paragraf di atas termasuk paragraf
a. narasi d. argumentasi
b. deskripsi e. persuasi
c. eksposisi
II. Jawablah soal­soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan tema!
2. Apa saja hal yang harus dipertimbangkan saat membuat judul karangan?
3. Hal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menulis karangan?
4. Buatlah sebuah paragraf narasi!
5. Buatlah sebuah paragraf deskripsi!
6. Buatlah sebuah paragraf eksposisi!
7. Buatlah sebuah paragraf argumentasi!
8. Buatlah sebuah paragraf persuasi!
9. Kembangkanlah topik berikut ini menjadi beberapa subtopik:
”Kenakalan Remaja di Perkotaan”.
10. Buatlah paragraf yang semuanya berisi kalimat pokok atau kalimat
utama!

211 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Membuat Kalimat Tanya secara Tertulis Sesuai dengan
Situasi Komunikasi
Indikator
- Menyampaikan pertanyaan yang relevan dengan topik
pembicaraan secara tertulis dengan santun
- Menyampaikan pertanyaan yang memerlukan jawab-
an ya atau tidak secara tertulis dengan tujuan untuk
memantapkan klarifkasi dan konfrmasi
- Menyampaikan pertanyaan retorik (tidak memerlukan
jawaban) secara tertulis sesuai dengan tujuan dan
situasi
- Menyampaikan pertanyaan secara tersamar dengan
kalimat tanya secara tertulis dengan tujuan selain
bertanya, seperti memohon, meminta, menyuruh,
mengajak, merayu, menyindir, meyakinkan, menyetujui,
atau menyanggah
Materi bab sebelas ini tentang kalimat tanya, macam-macam kalimat tanya, dan macam-
macam kata tanya. Tujuan pembelajaran bab ini adalah agar kita memahami seluk-
beluk kalimat tanya yang digunakan di dalam bahasa Indonesia serta hal yang berkaitan
dengannya. Dengan pemahaman tersebut diharapkan kita dapat menggunakan kalimat
tanya dengan benar dalam menyampaikan pertanyaan.
BAB 11
MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA
SECARA TERTULIS
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 212
Wacana
IR. SRI WORO B. HARIYONO
Hidup Mengalir Seperti Air
Informasi tentang cuaca dan perubahannya amat ditunggu khalayak
ketika bencana alam datang bertubi-tubi. Tak banyak orang tahu, sosok di
balik pemberi informasi penting itu adalah perempuan feminin berbadan
ramping dan tampak ceria meski beban kerjanya cukup berat.
Dialah Ir Sri Woro B Hariyono M.Sc. perempuan jawa yang lembut,
tetapi cukup tegas, terutama pada anak buahnya. Tak ada karyawan BMG,
mulai golongan satu hingga eselon satu, yang bisa tenang ketika bencana
akan datang. “Kami harus disiplin dan bertanggung jawab. Kalau ada
pegawai yang sudah pulang tapi tiba-tiba diperlukan, dia harus mau
kembali ke kantor. Telat semenit saja, taruhannya nyawa banyak orang,”
kata ibu dua anak ini.
Guna mengenal lebih dekat sosok Woro, begitu panggilan sayang istri
pengusaha ini, Berita Kota mewawancarainya di ruang kerjanya yang tertata
rapi dan bernuansa etnik. Berikut petikannya.
Boleh tahu sikap dan perilaku Anda sebagai perempuan, isteri, dan
ibu rumah tangga?
Mungkin pertama kali, pengertian membangun keluarga itu utamanya
dari saling percaya. Mau semewah apa pun kondisinya, kalau tidak saling
percaya ya susah. Berangkat dari rasa saling percaya itu kan kemudian
bisa saling menghargai. Jadi, kalau pihak istri mau ke mana saja, pasti ada
kerjaannya. Sebaliknya, suami juga begitu. Jadi, kemajuan seseorang itu,
baik istri atau suami, tidak mungkin tanpa dukungan pendampingnya.
Misalnya, kalau kita mau kerja ketika pamit sama suami tetapi suami
kelihatan kurang berkenan, kita juga nggak enak kerjanya. Kita lalu buru-
buru pulang. Kalau hal seperti itu terjadi setiap hari, kerja kita jadi nggak
fokus. Hasilnya juga nggak akan baik.
Sama-sama berkarir di bidang riset?
Oh nggak. Suamiku dinasnya sudah selesai, sekarang dia wiraswasta.
Bagaimana membagi waktu ketika harus berperan sebagai ibu?
Ya, kita bagi-bagi tugaslah. Kalau ada ibu yang nggak bisa bekerja
karena sibuk mengurus anaknya, itu karena dia nggak mau berbagi
tugas dengan orang lain. Saya melihat banyak ibu yang maunya anaknya
213 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
terurusi, belajar, rapi tapi dia nggak mau bayar orang. Gimana bisa. Padahal
sebetulnya dia mampu tapi nggak mau. Bagi saya, meskipun pendapatan
biasa-biasa saja tapi kita harus mau berbagi dengan orang karena kita ingin
ketenangan. Yang penting anak saya ada yang ngopeni ( merawat-red ), ada
yang meladeni, dan ada yang ngelihatin. Nanti malam, anak itu balik lagi
ke kita sebab anak itu kan ada les, belajar, tidur, dan makan. Itu semua kan
harus diatur, diladeni, dan diperhatikan. Kalau saya libur, kerjaan saya tuh
main ke Taman Ria atau ke Dufan tapi sekarang sih mereka sudah besar.
Putra berapa?
Dua. Namanya Dneska Pandu (26 tahun) dan Andino (25). Dua duanya
sudah lulus sebagai dokter. Yang satu sudah menikah, yang satu lagi
menikah April nanti. Jadi, selesailah tugas saya sebagai ibu.
Lho, sudah jadi mertua nih?
Oh, sudah mau jadi nenek.
Tapi kayaknya wajah belum kelihatan tua? Apa resepnya?
Lho, saya sudah 56 umurnya. Resepnya nggak ada. Ya biasa-biasa saja,
ngalir aja.
Atau mungkin karena nyaman dalam kehidupan berkeluarga?
Ya, memang bergantung pada pendamping kita. Kalau pendamping
kita rewel, ya kita mungkin jadi cepet tua ha..ha.ha. Kita nggak sempet
ngurusin diri sendiri kan? Jadi ngurusin dia terus. Lelah juga kalau begitu.
Kalau kami sih ngurus kerjaan masing-masing saja.
Siapa yang mengendalikan pekerjaan rumah?
Ya kami berdua. Bergantung pada jenis pekerjaannya apa. Kalau urusan
pompa air, ya dialah. Urusan masak, saya yang mikirin tapi kan ada yang
bantu. Kalau saya sendiri yang ngerjain, nggak kekejar waktu.
Di sela-sela rutinitas, masih sempat mengembangkan hobi?
Hobi saya sih main organ tapi ya nggak berkembang. Buat seneng-
seneng aja, supaya imbang.
Penampilan Ibu kelihatan chic. Suka pakai parfum apa?
Kalau parfum sih mereknya ganti-ganti tapi saya suka bau cemara atau
bau kayu.
Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, bagaimana caranya
menghadapi godaan?
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 214
Sebetulnya, sifat manusia itu senang disanjung. Karena itu, kami saling
menyanjung. Biasanya orang tergoda kalau ada yang menyanjung. Kalau
itu sudah didapatkan, ya mau apa lagi ?
Bagaimana sifat Ibu kalau di tempat kerja ada yang mulai menggoda?
Saya ini galak lho. Jadi yang mau goda saya, takut aja. Kalau ada juga
yang berani goda, biasanya saya jadikan teman gitu. Kelakuan dia ya kita
amini saja. Malah jadinya mereka curhat ke kita. Memang supaya kita
terhindar dari godaan, ya begitu caranya. Jadikan dia sahabat dan berikan
informasi yang dia perlu. Lagi pula, gantengan suami saya di rumah ha..
ha..ha.. nih lihat. ( Woro lalu menunjukkan foto suami dan kedua anaknya-
red )
Anak dua-duanya jadi dokter, kenapa? Apa profesi itu dulu yang
menjadi cita-cita ibu?
Dulu ada juga cita-cita saya jadi dokter tapi bukan karena itu.
Pertimbangannya, kalau dokter itu kan bisa cari makan sendiri, nggak
usah ikut kerja sama orang juga bisa, nggak tergantung sama orang lain,
dan dia akan menikmati apa yang dia kerjakan. Tadinya anak saya yang
perempuan itu pengin jadi psikolog karena seneng menganalisa perilaku
orang tapi orang yang dianalisa kan belum tentu suka. Kalau jadi dokter,
peluang untuk bantu orang itu besar sekali.
Jadi, semua atas arahan Ibu?
Oh iya. Punya anak itu harus selalu diajak omong, ditanya, sambil kita
juga tanya kekurangan kita apa. Nanti dia akan bilang. Jadi, anak itu kayak
temen tapi juga tetep anak. Pokoknya bersahabatlah sama anak. Saya pesan
sama mereka, kalau yang baik dari orang tua kamu ambil, tapi kalau yang
buruk jangan kamu ambil.
Pengalaman apa yang dirasakan sangat berarti dalam hidup ini?
Saya merasa sudah selesai mengantarkan kedua anak saya
menyelesaikan studinya. Keduanya menjadi dokter yang lulus bersama-
sama. Kami sekeluarga sudah harus sangat bersyukur.
(Sumber : Berita Kota Minggu, 6 Januari 2008)
215 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
A. Kalimat Tanya
Kalimat tanya ialah kalimat yang dipergunakan dengan tujuan
memperoleh reaksi berupa jawaban dari yang ditanya atau penguatan
sesuatu yang telah diketahui oleh penanya. Kalimat tanya diucapkan
dengan intonasi menaik pada suku kata akhir. Dalam bentuk tulis ditandai
dengan tanda tanya (?).
Kalimat tanya dicirikan oleh empat hal, yaitu sebagai berikut.
1. Penggunaan kata tanya: apa, siapa, di mana, bagaimana, mengapa,
dan lain-lain.
Contoh :
- Bagaimana kondisi pengungsi lumpur Lapindo saat ini?
- Apa Anda sudah berpengalaman di bidang mesin?
2. Penggunaan kata bukan atau tidak
Contoh :
- Bukankah ini tas yang kamu bawa?
- Ini hasil ulanganmu, bukan?
- Tidakkah dia merasa aneh dengan sikapmu?
3. Penggunaan klitika -kah pada predikat kalimat yang diubah susunannya SP PS
Contoh :
1.a. Ia lulus tahun ini.
1.b. Luluskah ia tahun ini?
2.a. Ia sudah pulang?
2.b. Sudah pulangkah ia?
4. Penggunaan intonasi naik pada suku kata akhir
Contoh :
- Ayahnya terlibat perampokan .
- Ayahnya terlibat perampokan?

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 216

- Dia pergi ke luar negeri.

- Dia pergi ke luar negeri ?
B. Jenis Kalimat Tanya dan Kata Tanya
1. Kalimat Tanya Klarifkasi dan Konfrmasi
Yang dimaksud kalimat tanya klarifkasi (penegasan) dan kalimat tanya
konfrmasi (penjernihan) ialah kalimat tanya yang disampaikan kepada
orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang
sebelumnya telah diketahui oleh penanya. Kalimat tanya ini tidak meminta
penjelasan, tapi hanya membutuhkan jawaban pembenaran atau sebaliknya
dalam bentuk ucapan ya atau tidak dan benar atau tidak benar.
Contoh kalimat tanya klarifkasi:
1. Benarkah Saudara yang memimpin penelitianmu?
2. Apa benar barang-barang ini milik Anda?
3. Jadi benar isu mengenai keluarnya Anda dari Proyek Management?
4. Benarkah akan terjadi gempa di Jakarta, Pak?
Contoh kalimat tanya konfrmasi:
1. Apakah Saudara mempunyai hubungan erat dengan terdakwa?
2. Apa Bapak sudah menerima surat pengunduran diri saya?
3. Apakah ini kunci mobil saudara?
4. Apa hari itu Anda pergi bersamanya?
2. Kalimat Tanya Retoris
Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan
jawaban atau tanggapan langsung. Kalimat tanya retoris biasanya digunakan
dalam pidato, khotbah, atau orasi. Pertanyaan retoris dikemukakan dengan
bermacam-macam maksud sesuai dengan pokok pembicaraan. Pertanyaan
retoris bertujuan untuk memberi semangat, menggugah hati, memotivasi,
memberi kesadaran, dan sebagainya terhadap audiens atau pendengar.
217 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Contoh kalimat retoris :
1. Apakah kita tega membiarkan mereka kelaparan?
2. Apakah nasib kita akan berubah tanpa ada usaha?
3. Mana mungkin Allah menurunkan rezeki bagi orang-orang malas?
4. Di mana kita saat mereka memohon pertolongan?
5. Mana ada pejabat yang jujur di zaman edan seperti ini?
6. Sudahkah kita mencoba memulai dari diri kita sendiri?
7. Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap moral bangsa kalau
bukan kita?
3. Kalimat Tanya Tersamar
Kalimat tanya tersamar maksudnya adalah bentuk kalimat tanya
yang mengacu pada bermacam maksud. Dengan kalimat tanya tersamar,
penanya dapat menyampaikan berbagai tujuan seperti, memohon, meminta,
menyindir, membiarkan, mengajak, menegaskan, menyetujui, menggugah,
melarang, menyuruh, dan lain sebagainya.
Contoh :
1. Tujuan meminta:
- Bolehkah saya tahu siapa namamu?
- Dapatkah kamu menolong saya?
2. Tujuan mengajak:
- Bagaimana kalau kamu ikut dalam perlombaan sains antarsekolah?
- Dapatkah kamu menemaniku ke pesta itu nanti malam?
3. Tujuan memohon:
- Apakah kamu bersedia menerima lamaran saya?
- Bersediakah kamu meminjamkan motormu kepadaku?
4. Tujuan menyuruh:
- Bagaimana kalau kamu berangkat ke sekolah sekarang?
- Maukah kamu membuatkan kue bolu?
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 218
5. Tujuan merayu:
- Kapan saya bisa mengajak kamu jalan-jalan?
- Jadi kan kamu traktir saya makan hari ini?
6. Tujuan menyindir:
- Apa tidak ada orang yang lebih bodoh dari kamu?
- Begini caranya kamu berterima kasih?
7. Tujuan menyanggah:
- Apa dengan cara ini semua persoalan dapat selesai?
- Bagaimana jika kita mencari cara yang lain?
8. Tujuan meyakinkan:
- Mestikah saya bersumpah di hadapanmu?
- Apa selama ini kata-kata saya cuma pepesan kosong?
9. Tujuan menyetujui:
- Tak ada alasan untuk ditolak, bukan?
- Apa pantas hal ini saya abaikan?
4. Jenis Kalimat Tanya Biasa
Kalimat tanya biasa disebut juga kalimat tanya untuk menggali infor-
masi. Kalimat untuk menggali informasi biasanya menggunakan kata tanya.
Kata tanya yang dipergunakan, dirumuskan dengan 5W+ 1H, yaitu : what
(apa), where (di mana), who (siapa), whene (kapan), why (mengapa) dan
how (bagaimana).
Contoh penggunaannya di dalam kalimat:
- Apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran ini?
- Dari mana asal api?
- Siapa yang pertama kali melihat kejadian ini?
- Kapan tepatnya peristiwa itu terjadi?
219 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
- Mengapa pemadam kebakaran terlambat datang?
- Bagaimana upaya warga menyelamatkan barang-barangnya dari
kebakaran itu?
Berikut ini jenis kata tanya yang biasa dipergunakan.
Kata Tanya Makna
1. apa
2. siapa
3. mana
4. mengapa
5. kapan dan bila

6. di mana
7. ke mana

8. dari mana

9. bagaimana
10. dari apa
11. dari siapa
12. dengan apa
13. dengan siapa
14. untuk apa
15. untuk siapa
16. berapa
1. mempertanyakan barang
2. mempertanyakan orang
3. mempertanyakan pilihan
4. mempertanyakan sebab
5. mempertanyakan waktu apabila,
bilamana
6. mempertanyakan tempat
7. mempertanyakan arah atau tempat yang
dituju
8. mempertanyakan tempat asal, arah dari
suatu tempat atau milik
9. mempertanyakan keadaan sesuatu atau
cara
10. mempertanyakan bahan bahan baku
11. mempertanyakan asal milik
12. mempertanyakan alat
13. mempertanyakan yang ikut serta
14. mempertanyakan tujuan melakukan
suatu perbuatan
15. mempertanyakan orang yang dituju
16. mempertanyakan jumlah

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 220
RANGKUMAN
A. Pengertian Kalimat Tanya
Kalimat tanya ialah kalimat yang dipergunakan dengan tujuan
memperoleh reaksi berupa jawaban dari yang ditanya atau penguatan
sesuatu yang telah diketahui oleh penanya.
B. Ciri Kalimat Tanya
Ciri kalimat tanya adalah:
1. pemakaian kata tanya: apa, siapa, di mana, bagaimana,
mengapa, dan lain-lain.
2. pemakaian kata bukan atau tidak?
3. pemakaian klitika -kah pada predikat kalimat yang diubah
susunannya SP PS
4. pemakaian intonasi naik pada suku kata akhir.
C. Jenis Kalimat Tanya
Kalimat tanya terdiri atas beberapa jenis.
1. Kalimat Tanya Klarifkasi dan Konfrmasi
Yang dimaksud kalimat tanya klarifkasi (penegasan) dan
kalimat tanya konfrmasi (penjernihan) ialah kalimat tanya yang
disampaikan kepada orang lain untuk tujuan mengukuhkan
dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui
oleh penanya.
2. Kalimat Tanya Retoris
Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak
memerlukan jawaban atau tanggapan langsung. Kalimat tanya
retoris biasanya digunakan dalam pidato, khutbah, atau orasi.
3. Kalimat Tanya Tersamar
Kalimat tanya tersamar maksudnya adalah kalimat tanya yang
mengacu pada bermacam maksud. Dengan kalimat tanya
penanya bisa menyampaikan berbagai tujuan seperti: memohon,
meminta, menyindir, membiarkan, mengajak, menegaskan,
menyetujui, menggugah, melarang, dan menyuruh.
221 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
4. Kalimat Tanya Biasa
Kalimat tanya biasa bersifat menggali informasi, biasanya
menggunakan kata tanya. Kata tanya yang biasa dipergunakan
ialah apa, di mana, siapa, kapan, mengapa, bagaimana.
1. Bacalah wacana yang terdapat di awal bab ini, jelaskan penggunaan
kalimat tanyanya.
2. Buatlah sebuah karangan berbentuk cerita atau cerpen yang di
dalamnya terdapat bentuk-bentuk kalimat tanya tersamar minimal
5 kalimat tanya.
3. Susunlah sebuah pidato singkat yang di dalamnya terdapat
penggunaan kalimat tanya retoris, minimal dua pertanyaan. Jelaskan
maksud kalimat tanya retoris tersebut.
TUGAS MANDIRI:
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini !
1. Di bawah ini kalimat tanya yang berpola SP → PS adalah
a. Sudah tidurkah ia?
b. Apa yang Bapak cari saat ini?
c. Berapa korban yang selamat dalam kecelakaan itu?
d. Kamu ada acara hari ini?
e. Ke mana dia akan pergi?
2. Mestikah aku memaafan kesalahan Dina?
Kalimat yang sepadan dengan kalimat di atas adalah
a. Sudah jam berapa sekarang?
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 222
b. Ke manakah ia akan pergi?
c. Kapankah Lina akan datang?
d. Perlukah ia dengan fasilitas itu?
e. Siapakah pejuang wanita dari tanah Jawa?
3. Kalimat tanya retoris di bawah ini adalah
a. Makanan siapa ini?
b. Apa yang Bapak cari saat ini?
c. Beberapa korban yang selamat dalam kecelakaan itu?
d. Kamu ada acara hari ini?
e. Ke mana lagi kita bertanya jika tidak pada diri sendiri?
4. Yang merupakan kata tanya menunjukan waktu adalah
a. kapan d. kenapa
b. apaan e. apa-apaan
c. ngapain
5. Kata tanya ragam standar di bawah ini, kecuali
a. berapa d. siapa
b. bagaimana e. kenapa
c. di mana

6. Di bawah ini adalah kalimat tanya yang menanyakan waktu, kecuali
a. bilamana
b. kapankah
c. bukankah
d. bila
e. bilakah
7. Kata tanya apa digunakan untuk tujuan berikut ini, kecuali
a. menanyakan kepunyaan
b. mengukuhkan informasi yang telah diketahui
c. menanyakan cara
d. dipergunakan dalam kalimat tanya retoris
223 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
e. menayakan nomina bukan manusia
8. Kalimat tanya yang bermaksud untuk menggali informasi ialah
a. Bagaimana cara berwirausaha supaya berhasil?
b. Maukah kaumenerima bantuanku?
c. Untuk apa kita hidup bila sia-sia?
d. Benarkah apa yang dikatakan Julian?
e. Sudilah para hadirin berdiri.
9. Kalimat tersamar di bawah ini adalah
a. Apa kata orang nanti?
b. Di mana ia kuliah sekarang?
c. Bolehkah saya menolong kamu?
d. Berapa lama ia menunggu saya di sini?
e. Apakah kautinggal di daerah sini?
10. Kata tanya apakah yang digunakan untuk menanyakan sebab atau
alasan?
a. siapa
b. kapan
c. di mana
d. mengapa
e. apa
11. Di bawah ini kalimat tanya yang tak perlu diawab ialah
a. Apa penyebab kecelakaan itu?
b. Apakah Doni kuliah hari ini?
c. Siapa yang akan piket hari ini?
d. Haruskah aku bersujud di hadapanmu?
e. Yang mana rumahmu?
12. Di bawah ini contoh kalimat tanya klarifkasi ialah
a. Apa benar kamu yang memasak sayur ini?
b. Apakah yang sedang kaulakukan?
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 224
c. Mau pergi ke mana, Bu?
d. Bagaimana kautahu alamat rumahku?
e. Bolehkah saya minta tanda tanganmu?
13. Kalimat tanya retoris yang bertujuan memberi semangat ialah
a. Apakah kita akan diam saja melihat rakyat kelaparan?
b. Perbuatan siapa ini?
c. Mengapa semua tidak bersemangat hari ini?
d. Apa salahnya jika kamu menerima maafnya?
e. Haruskah kumati karenamu?
14. Kalimat tanya yang hanya memerlukan jawaban singkat seperti ya,
tidak, belum, bukan disebut kalimat tanya
a. memerintah
b. menggali informasi
c. retorik
d. konfrmasi
e. tersamar
15. Kalimat tanya yang bermaksud menyuruh di bawah ini adalah
a. Hari ini giliran kamu yang piket, kan?
b. Ke manakah perginya orang gila itu?
c. Siapa yang menabur angin ia yang akan menuai badai?
d. Dari mana api itu berasal?
e. Di mana saja kauselama ini?
16. Kalimat tanya yang berkesan menyindir adalah
a. Mana berani kamu melawan pria itu?
b. Bukankah itu Mia anak pak lurah?
c. Siapa yang bernama Tuti di kelas ini?
d. Bolehkah saya mencicipi kue buatanmu itu?
e. Mobil mana yang kausuka?
225 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
17. Kalimat tanya retorik sering diucapkan orang pada situasi
a. dialog
b. diskusi
c. pidato
d. percakapan
e. wawancara
18. ... yang berkenan membantu mencari cincinku yang hilang?
Kata tanya yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah
a. bagaimana
b. apa
c. siapa
d. adakah
e. kapan
19. ... kamu datang ke rumahku?
Kata tanya yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah
a. bagaimana
b. apa
c. siapa
d. adakah
e. kapan
20. Di bawah ini adalah tujuan kalimat tanya tersamar, kecuali
a. mengajak
b. meminta
c. menanyakan waktu
d. menyuruh
e. merayu
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 226
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Sebutkan macam-macam kalimat tanya!
2. Sebutkan ciri-ciri kalimat tanya!
3. Berikanlah 2 buah contoh kalimat tanya retoris!
4. Buatkanlah 2 buah contoh kalimat tanya konfrmasi!
5. Buatlah kalimat tanya retoris yang bertujuan memberi semangat!
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kalimat tanya tersamar!
7. Buatlah kalimat tanya yang tujuannya mengajak!
8. Buatlah kalimat tanya yang bertujuan merayu!
9. Buatlah kalimat tanya yang bertujuan untuk menyuruh!
10. Sebutkanlah kata tanya nonformal yang sering dipergunakan dalam
masyarakat kita!
227 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat
semenjana
Kompetensi
Dasar
- Membuat Parafrasa dari Teks Tertulis
Indikator
- Mengungkapkan kembali dengan kalimat sendiri
secara tertulis teks yang telah dibaca
Apa itu parafrasa? Bagaimana membuat parafrasa? Pada bab dua belas ini, kita akan
mempelajari parafrasa dan cara atau teknik memparafrasa wacana. Dengan mempelajari
materi pada bab ini, kita diharapkan mampu membuat parafrasa dari sebuah wacana.
BAB 12
MEMBUAT PARAFRASA
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 228
Wacana
Rumput, Penutup Tanah Paling Ideal
Rumput gajah masih menjadi favorit. Bagaimana dengan rumput
jepang dan rumput peking?
Di halaman rumah, rumput apa yang Anda tanam? Rumput
memang penutup tanah yang paling cantik dan ideal. Meski ada tanaman
penggantinya, sebangsa tanaman semak macam kucai dan sutera bombay,
rumput tetap tak tergusur sebagai pilihan terfavorit.
Adanya hamparan rumput di sisa lahan membuat bangunan rumput
tampak lebih sejuk. Ia juga melembutkan wajah rumah. Memandang
rumput hiau membentang tentu lebih nikmat daripada tanah merah yang
dibiarkan telanjang, bukan?
Seperti juga tanaman lain pada umumnya, untuk tumbuh subur,
rumput memerlukan sinar matahari yang cukup. Paling tidak, selama enam
hingga delapan jam tiap harinya. Ada beberapa jenis rumput yang kerap
dipakai untuk menutup lahan di halaman atau pekarangan rumah. Mana
yang Anda sukai?

Rumput Gajah
Rumput gajah merupakan jenis rumput yang paling banyak digunakan.
Apalagi, ia terbilang cepat tumbuh begitu menyentuh tanah. Harganya
yang lebih terjangkau membuatnya banyak dibeli orang.
Diual sekitar Rp 5.000,- per meter persegi, rumput gajah bukan berarti
remeh pemeliharaannya. Mereka yang memilih rumput gajah sebagai
penutup tanah justru harus siap-siap repot. “Karena cepat tinggi, tiap
sebulan sekali rumput gajah perlu dipangkas,” jelas Muhammad Adil dari
PT Menara Mas Lestari, Tebet, Jakarta Selatan.

Rumput Gajah Mini
Sejak tahun 2000-an, rumput gajah mini mulai dikenal publik. Awalnya,
rumput gajah mini dikembangkan di Bandung, Jawa Barat. Karakteristiknya
yang lebih ‘bandel’ daripada pendahulunya, rumput gajah biasa membuat
gajah mini cepat merebut hati masyarakat.
Berbeda dengan rumput gajah biasa, rumput gajah mini akan tumbuh
baik di tempat teduh di area sekitar bawah pohon sekalipun. “Rumput
229 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
gajah biasa lazimnya menghindari pohon,” kata Adil.
Hingga kini rumput gajah mini masih terus digemari. Untuk
memperoleh satu meter persegi rumput gajah mini, peminat harus merogoh
uang senilai Rp 25.000,-. Itu sudah termasuk jasa pemasangan. Jasa tersebut
ditawarkan lantaran rumput gajah mini memerlukan perlakuan khusus
dalam penanamannya.
Hal tersulit dalam pemasangan rumput gajah mini ialah menentukan
kerapatan tanamnya. Jika terlampau dekat, ia akan tumbuh menebal di
bagian tertentu. Alhasil, permukaan tanah yang ditutupi tak tampak mulus
seperti permadani hiau.
Rumput gajah mini dan jenis lainnya ditanam dalam bentuk lempengan.
Ia perlu disiram dan dipukul-pukul agar akarnya menyatu dengan tanah.
“Untuk awal-awal, jangan diinjak dulu supaya cepat tumbuhnya,” imbuh
Adil.
Pascapenanaman, rumput gajah mini perlu disiram tiga kali sehari.
Guyuran air di pagi, siang, dan sore hari selama satu minggu pertama
membantunya mendapatkan kesegaran dan mempercepat proses tumbuh.
“Setelah itu, cukup disiram dua kali sehari,” tutur pria yang dikenal pula
sebagai konsultan lanskap ini.
Penambahan pupuk urea akan melancarkan proses adaptasi rumput
gajah ke lingkungan barunya. Cukup satu kali dalam sebulan pertama.
Selanjutnya, berikan pupuk urea tiga bulan sekali.
Rumput Jepang
Rumput jepang diual dengan kisaran harga Rp 10.000,- per meter
persegi. Daunnya yang kurus tumbuh rapat. Kalau tidak dipangkas sebulan
sekali, bagian bawahnya akan berwarna kekuningan. “Saat sudah terlalu
rimbun, sinar matahari tak sampai ke bawah. Itulah yang membuatnya
kuning.”
Rumput jepang perlu pupuk urea yang lebih banyak daripada rumput
gajah mini. Dalam satu bulan, ia harus dipupuk dua kali. “Kebutuhan
nutrisinya lebih banyak,” ujar Adil.
Rumput Peking
Sebelum tahun 2000, rumput peking sempat menjadi idola. Meski
pesonanya mulai redup, harga per meter perseginya masih bertengger
di angka Rp 10.000,-. “Perawakannya mirip rumput jepang, namun lebih
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 230
jarang daunnya,” papar Adil yang sedang menggarap proyek lanskap RS
Sahid Memorial, Jakarta.
Rumput Golf
Yang satu ini jarang diaplikasikan untuk rumah tinggal, kecuali
jika Anda rela mengalokasikan dana yang cukup besar untuk membeli
teknologi pemasangannya. Sebab, rumput golf cepat busuk jika tergenang
air. “Rumput golf memerlukan resapan yang baik berupa tumpukan iuk,
pasir, batu, serta pipa untuk mengalirkan air di bawah permukaan tanah,”
urai Adil.
Rumput golf yang ditawarkan seharga Rp 15.000,- hingga Rp 20.000,-
sejatinya memerlukan perawatan ekstra. Karenanya, Anda membutuhkan
jasa konsultan arsitektur lanskap. “Itu pula yang membuatnya jarang di
tanam di pekarangan rumah,” ucap Adil.
Bagaimana dengan gulma? Semua jenis rumput tak ada yang bebas
gulma. Tanaman pengganggu ini bisa tumbuh di antara rumput entah
dengan bantuan angin, burung, atau serbuk bunga di sekitar lokasi
tanam. “Sebelum merusak semua rumput hias, gunakan hand spray untuk
menyemprotkan pestisida pembasmi gulma,” saran Adil.
(Sumber : Republika, 16 Desember 2007)
A. Memahami Parafrasa
Pernahkah Anda mendengar istilah parafrasa? Istilah parafrasa mungkin
sering muncul dalam pembahasan puisi. Salah satu cara untuk memahami
puisi adalah dengan membuat parafrasa terhadap puisi tersebut, yaitu
dengan menambahkan kata-kata yang dapat memperjelas kalimat pendek
yang menjadi ciri khas puisi. Setelah ada penambahan, puisi tersebut berubah
menjadi uraian prosa atau cerita. Artinya, wajah asli puisi tersebut telah
berubah menjadi prosa, namun kandungan makna atau pengertian dari isi
puisi tidak berubah. Hal seperti itulah yang disebut parafrasa.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah penguraian
kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susunan kata yang
lain dengan maksud dapat menjelaskan maknanya yang tersembunyi.
Pengungkapan kembali suatu tuturan dan sebuah tingkatan atau macam
bahasa tertentu menjadi macam yang lain tanpa mengubah pengertiannya.
231 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Membuat parafrasa bukan hanya pada puisi ke prosa saja, tapi juga
bentuk bahasa yang lain, seperti mengubah penggunaan kata kepada kata
yang sepadan atau bersinonim, mengubah kalimat aktif menjadi bentuk
pasif, kalimat langsung menjadi tidak langsung, mengubah bentuk uraian
menjadi bentuk ungkapan atau peribahasa yang memiliki kesamaan arti.
Pada tataran wacana yaitu mengubah wacana panjang menjadi bentuk
rangkuman atau ringkasan. Dalam karya sastra, mengubah puisi ke prosa
atau sebaliknya, mengubah bentuk dialog drama ke prosa atau sebaliknya.
Jadi, pada hakikatnya parafrasa adalah mengubah atau mengalihkan suatu
bentuk bahasa menjadi bentuk bahasa yang lain tanpa mengubah pengertian
atau kandungan artinya.
Parafrasa juga termasuk menceritakan kembali sesuatu yang telah
didengar ke bentuk tulisan atau mengalihkan bentuk bahasa lisan ke
bentuk bahasa tulisan. Misalnya, seseorang diperdengarkan sebuah cerita
kemudian ia mencoba menguraikan kembali cerita tersebut dalam bentuk
wacana atau karangan. Tentunya penggunaan kalimat dan pilihan katanya
tidak sama dengan cerita aslinya karena dituangkan dengan menggunakan
bahasa sendiri, namun inti cerita tidak berubah.
Pada pembahasan kali ini, akan diuraikan cara membuat parafrasa dari
sebuah wacana atau teks tertulis ke bentuk yang lebih ringkas. Hal-hal apa
yang harus diperhatikan dan bagian-bagian mana yang harus diabaikan
sehingga terjadi perubahan bentuk dengan tetap mempertahankan ide atau
gagasan pokok sesuai teks aslinya.
B. Cara Memparafrasa Wacana
Wacana atau teks tertulis merupakan bentuk karangan yang terbagi atas
beberapa paragraf. Setiap paragraf terdiri atas unsur kalimat utama dan
kalimat penjelas seperti yang telah diuraikan pada Bab 10. Kalimat-kalimat
penjelas dapat berupa uraian yang penting dapat juga hanya perincian yang
mengungkapkan contoh, ilustrasi, dan perumpamaan-perumpamaan. Kita
harus tahu mana bagian yang berisi hal-hal pokok atau penting dan mana
yang bukan.
Untuk memparafrasakan sebuah teks tertulis, langkah-langkah yang
perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
1. Bacalah teks yang akan diparafrasa secara keseluruhan.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 232
2. Pahami topik atau tema dari teks tersebut untuk teks berbentuk narasi
pahami pula alur atau jalan ceritanya.
3. Carilah kalimat utama pada setiap paragraf untuk menemukan gagasan
atau ide pokok paragraf tersebut.
4. Catatlah gagasan pokok setiap paragrafnya.
5. Perhatikan kalimat penjelas, pilahlah kalimat penjelas yang penting
dan buanglah yang hanya berupa ilustrasi, contoh, permisalan, dan
sebagainya
6. Pilihlah kata atau kalimat yang efektif untuk menceritakan kembali. Jika
perlu gunakan kata yang sepadan atau ungkapan yang lebih mewakili
pengertian yang panjang, tetapi dapat dipahami.
7. Jika ada kalimat langsung, ubahlah menjadi kalimat tidak langsung
agar lebih singkat.
8. Ceritakan atau uraikan kembali dengan bahasa yang lebih mudah
dipahami dan ringkas.
Di bawah ini adalah contoh sebuah wacana dan proses parafrasanya.
Kewirausahaan merupakan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan
ekonomi yang tersebar dan berkelanjutan, serta memperkuat proses
demokratisasi suatu bangsa. Pengembangan kewirausahaan bermakna
strategis bagi kemakmuran dan daya saing suatu bangsa. Hasil studi
ACG Advisory Group mengindikasikan pendidikan formal secara umum
berpengaruh terhadap kemampuan berwirausaha, tapi belum mampu
menstimulan peserta didik memiliki kemauan berwirausaha. Hal ini
disebabkan pendidikan formal di Indonesia saat ini hanya berfokus
pada upaya mengembangkan sisi pengetahuan peserta didik memahami
bagaimana suatu bisnis seharusnya dialankan dan bukan pada upaya
mengembangkan sisi sikap untuk berwirausaha serta pengalaman
berwirausaha.
Fenomena ini disebabkan sistem pendidikan di Indonesia yang lebih
menekankan pada sisi hard skill daripada sof skill sehingga sisi kognitif peserta
didik yang lebih diutamakan daripada sisi afektif dan psikomotoriknya (Lead
Education 2005). Akibatnya, lulusan pendidikan formal secara umum memiliki
pemahaman pengetahuan yang relatif baik mengenai kewirausahaan, tapi
tidak memiliki keterampilan dan mind-set berwirausaha.
233 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Pendidikan ’pengetahuan’ kewirausahaan telah diajarkan secara
intrakurikuler baik sebagai mata kuliah/mata pelajaran yang tersendiri
maupun sebagai bagian (topik bahasan) dari mata kuliah/mata pelajaran
dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Sayangnya,
pembahasan kewirausahaan di lembaga pendidikan formal lebih
didasarkan pada mengajarkan substansi buku teks, daripada memberikan
pengalaman nyata bagi peserta didik untuk berwirausaha sehingga tidak
mampu mengubah pola pikir dan sikap agar peserta didik memiliki
kemauan dan kemampuan berwirausaha. Fenomena ini dibuktikan dari
banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur (11,7% dari 6
juta orang lulusan perguruan tinggi), dan hanya kurang dari 5% lulusan
perguruan tinggi yang akhirnya membuka usaha sendiri.
Perubahan sistem pendidikan tinggi dan orientasi masyarakat untuk
kuliah perlu diubah untuk mengurangi pengangguran lulusan perguruan
tinggi pada masa mendatang. Kurikulum pendidikan tinggi yang berbasis
pengetahuan perlu diubah ke arah kurikulum yang berbasis kompetensi
dan mendidik kemandirian. Pengembangan jiwa kewirausahaan di
kalangan mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan pertambahan
masalah pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia pada masa
mendatang.
Perubahan kurikulum ini memerlukan dukungan bahan ajar yang
atraktif dan praktis sesuai dengan tingkat kompetensi peserta didik,
serta peningkatan kualitas guru dalam memahami kewirausahaan dan
keterampilan teknis lainnya. Guru diharapkan mampu membekali
keterampilan praktis kepada siswa didiknya yang bermanfaat untuk
membuka usaha, seperti : pendidikan memasak, menjahit, membuat
kerajinan tangan, dan sejenisnya. Perubahan pola pendidikan ini akan
menghasilkan lulusan pendidikan formal yang memiliki pola pikir untuk
berwirausaha serta mempunyai keterampilan dasar yang bermanfaat
untuk berwirausaha kelak di kemudian hari.

(Dikutip dari tabloid Flo dengan sedikit
perubahan, 14 April 2007)
Hal-hal pokok yang terdapat dalam wacana di atas adalah seperti berikut.
1. Kewirausahaan merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi dan
memperkuat proses demokratisasi suatu bangsa.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 234
2. Pendidikan formal di Indonesia hanya berfokus pada upaya
mengembangkan pengetahuan bagaimana suatu bisnis harus dialankan
bukan mengembangkan sikap untuk berwirausaha.
3. Pendidikan di Indonesia lebih menekankan sisi hard skill bukan sof
skill /sisi kognitif bukan afektif dan psikomotorik.
4. Pola pendidikan ini tidak mengubah pola pikir dan sikap peserta didik
agar memiliki kemauan dan kemampuan untuk berwirausaha.
5. Lulusan perguruan tinggi menganggur 11,7% dari 6 juta orang dan
hanya di bawah 5% lulusan yang membuka usaha sendiri.
6. Perubahan sistem pendidikan tinggi dan orientasi masyarakat harus
kuliah perlu dilakukan.
7. Perubahan kurikulum memerlukan dukungan bahan ajar yang atraktif
dan praktis sesuai dengan tingkat kompetensi peserta didik serta guru
dalam memahami kewirausahaan.
8. Perubahan pola pendidikan ini akan menghasilkan lulusan pendidikan
formal yang memiliki pola pikir untuk berwirausaha serta memiliki
keterampilan dasar yang bermanfaat untuk berwirausaha kelak di
kemudian hari.
Parafrasa wacana seperti berikut.

Kewirausahaan merupakan fondasi dan penguat pertumbuhan
ekonomi dan demokratisasi suatu bangsa. Pendidikan formal secara
umum berpengaruh dalam mengembangkan kewirausahaan, namun
belum dapat menstimulan peserta didik untuk mau berwirausaha.
Sistem pendidikan di Indonesia baru mengembangkan sisi kognitif
yaitu memahami proses bisnis bukan menumbuhkan sikap berbisnis.
Pendidikan di Indonesia lebih menekankan hard skill daripada sof skill.
Hal ini menyebabkan lulusan perguruan tinggi menganggur 11,7 % dari
6 juta orang dan hanya kurang dari 5% yang membuka usaha sendiri.
Perubahan pendidikan formal termasuk orientasi masyarakat yang
mengharuskan kuliah perlu dilakukan. Namun, hal itu perlu didukung
oleh bahan ajar yang atraktif dan praktis serta guru yang memahami
kewirausahaan. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan lulusan
pendidikan formal memilki pola pikir untuk berwirausaha dan mempunyai
keterampilan dasar untuk modal berwirausaha kelak di kemudian hari.
235 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
RANGKUMAN
A. Memahami Parafrasa
Parafrasa adalah penguraian kembali suatu teks atau karangan
dalam bentuk atau susun kata yang lain dengan maksud dapat
menjelaskan maknanya yang tersembunyi. Parafrasa termasuk juga
menceritakan kembali sesuatu yang telah didengar ke bentuk tulisan
atau mengalihkan bentuk bahasa lisan ke bentuk bahasa tulisan.
B. Cara Memparafrasa Wacana
Untuk memparafrasakan sebuah teks tertulis, perlu diperhatikan
langkah-langkah membuat parafrasa.
Untuk memparafrasakan sebuah teks tertulis, langkah-langkah
yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
1. Bacalah teks yang akan diparafrasa secara keseluruhan.
2. Pahami topik atau tema dari teks tersebut untuk teks berbentuk
narasi pahami pula alur atau jalan ceritanya.
3. Carilah kalimat utama pada setiap paragraf untuk menemukan
gagasan atau ide pokok paragraf tersebut.
4. Catatlah gagasan pokok setiap paragrafnya.
5. Perhatikan kalimat penjelas, pilahlah kalimat penjelas yang
penting dan buanglah yang hanya berupa ilustrasi, contoh,
permisalan, dan sebagainya
6. Pilihlah kata atau kalimat yang efektif untuk menceritakan
kembali. Jika perlu gunakan kata yang sepadan atau ungkapan
yang lebih mewakili pengertian yang panjang, tetapi dapat
dipahami.
7. Jika ada kalimat langsung, ubahlah menjadi kalimat tidak
langsung agar lebih singkat.
8. Ceritakan atau uraikan kembali dengan bahasa yang lebih
mudah dipahami dan ringkas.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 236
Bacalah wacana di awal bab ini, kemudian buatlah parafrasanya. Ikuti
langkah-langkah membuat parafrasa!
TUGAS MANDIRI:
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Mengubah bentuk bahasa ke bentuk bahasa yang lain dengan tidak
mengubah pengertiannya disebut ....
a. majas d. parafrasa
b. gaya bahasa e paragraf
c. ungkapan

2. Hal yang dapat diparafrasa adalah di bawah ini kecuali...
a. puisi – prosa
b. prosa – puisi
c. kalimat pasif–kalimat aktif
d. kalimat langsung–kalimat tidak langsung
e. fonem–suku kata
3. Kami menunggu nenek di bandara.
Kalimat pasif dari kalimat di atas adalah ....
a. Bandara menunggu kami dan nenek.
b. Nenek menunggu kami di bandara.
c. Kami ditunggu nenek di bandara
d. Nenek ditunggu kami di bandara.
e. Di bandara nenek dan kami saling menunggu.
4. Pohon durian ini ditanami oleh paman.
Kalimat aktif dari kalimat pasif di atas adalah...
a. Pohon durian yang nanam paman.
b. Yang nanam pohon durian paman.
UJI KOMPETENSI
237 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
c. Paman menanam pohon durian ini.
d. Ini pohon durian ditanam paman.
e. Pohon durian menanam paman.
5. Kepala sekolah mengatakan bahwa kelas kami paling bersih.
Kalimat langsung dari kalimat di atas adalah ....
a. Kepala sekolah berkata, “Kelas kami paling bersih.”
b. Kepala sekolah berkata, “Kelas kalian paling bersih.”
c. Kepala sekolah mengatakan, “Kalau kelas kami paling bersih.”
d. Kepala sekolah berkata “Kelas kalian paling bersih.”
e. “Kelas kami paling bersih, “ Kata kepala sekolah.
6. Dokter berkata, ”Bapak harus banyak istirahat.”
Kalimat tidak langsungnya adalah ....
a. Dokter mengatakan bahwa Bapak harus banyak istirahat.
b. Dokter mengatakan kalau pasiennya harus banyak istirahat.
c. Dokter memerintahkan Bapak supaya banyak istirahat.
d. Dokter berkata bahwa Bapak istirahatlah.
e. Bapak disuruh istirahat oleh dokter sebanyak-banyaknya.
7. Di bawah ini adalah contoh kalimat aktif ....
a. Buku itu dibelinya di toko Gramedia.
b. Ribuan petasan disita oleh polisi dari para pedagangnya.
c. Air susu dibalas dengan air tuba.
d. Lulus dari luar negeri ia segera melamar kekasihnya.
e. Pepohonan itu seperti hantu.
8. Pihaknya diminta untuk ... agar persoalannya dapat cepat selesai.
Ungkapan yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah ....
a. jatuh bangun d. buah tangan
b. makan angin e. kaki tangan
c. campur tangan
9. Pada akhir tahun, perusahaannya sibuk membuat perhitungan terakhir
dari pengeluaran keuangan selama setahun. Para karyawan juga banyak
yang lembur.
Uraian kondisi perusahaan di atas dapat dipersingkat dengan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 238
ungkapan ....
a. jatuh bangun d. tutup buku
b. gulung tikar e. batas tempo
c. tutup tangan
10. Sinonim kata “manajer” adalah di bawah ini, kecuali .....
a. penyuluh d. pengawas
b. pengelola e. pembimbing
c. pengatur

11. Bagus mengatakan bahwa ia lulus ujian pegawai negeri.
Kalimat langsungnya ialah...
a. “Aku lulus ujian pegawai negri,” kata Bagus.
b. “Bagus mengatakan, saya telah lulus pegawai negeri.”
c. Bagus berkata “Aku lulus ujian pegawai negeri.”
d. Kata Bagus, “Ia lulus jadi pegawai negeri.”
e. Bagus mengatakan,”Bahwa ia telah lulus pegawai negeri.”
12. Di bawah ini merupakan parafrasa karya sastra, kecuali...
a. puisi menjadi prosa
b. prosa menjadi puisi
c. drama menjadi prosa
d. prosa menjadi drama
e. puisi menjadi drama
13. Perubahan puisi ke prosa harus memerhatikan .....
a. tema puisi
b. persajakan
c. simbol dan majas yang dipakai
d. tipograf
e. pilihan kata atau susunan kalimatnya
14. Buku-buku itu diualnya ke tukang loak.
Perubahan pola kalimat yang tidak mengubah makna, kecuali...
a. Ke tukang loak ia menjual buku-buku itu.
b. Diualnya ke tukang loak buku-buku itu.
c. Diualnya buku-buku itu ke tukang loak.
239 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
d. Tukang loak diualnya ke buku-buku itu.
e. Buku-buku itu ke tukang loak diualnya.
15. Parafrasa wacana harus memerhatikan hal–hal di bawah ini, kecuali...
a. mempertahankan ide pokok
b. membuang atau mengabaikan penjelasan tambahan
c. mengabaikan segala bentuk ilustrasi
d. menggunakan simbol dan ungkapan
e. menyajikan kembali dalam bentuk ringkas

16. Karena bermasalah perusahaan itu tidak dapat melanjutkan produk-
sinya dan mulai mengadakan pengurangan pegawai sebelum akhirnya
pailit.
Kalimat di atas dapat diparafrasakan dengan menggunakan
ungkapan ....
a. naik daun d. naik ranjang
b. gulung tikar e. unjuk gigi
c. jatuh bangun
17. Subhan selalu menolong temannya di saat sekolah dulu. Setelah lulus
SLTA, mereka sama-sama masuk ke perguruan tinggi yang sama.
Namun, saat menjadi mahasiswa, temannya tak pernah lagi mau
bertegur sapa bahkan seperti tak mengenal Subhan.
Uraian di atas dapat dipersingkat dengan menggunakan ungkapan ....
a. air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga
b. Subhan makan kulit kacang
c. habis manis sepah dibuang
d. siapa menabur angin ia menuai badai
e. bagai anjing dengan kucing
18. Ketika tahu usahanya gagal untuk menjadi staf akunting di perusahaan
itu, Nani membuang semua buku sekolahnya dulu, bahkan iazahnya
di buang ke tong sampah. Tapi, ayahnya mengatakan kalau Nani tidak
boleh ... harus ....
Ungkapan yang tepat untuk pengisi titik-titik adalah ....
a. putus asa dan patah arang
b. kerja keras dan gali lubang
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 240
c. putus asa dan sambung nyawa
d. putus asa dan patah semangat
e. gelap mata dan kerja keras
19. Mengalihkan naskah drama ke dalam bentuk prosa, yakni prosa
berbentuk...
a. argumentasi
b. deskripsi
c. novel
d. cerpen
e. rangkuman

20. Parafrasa sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam hal di
bawah ini, kecuali...
a. menceritakan kembali flm yang ditonton
b. memberikan pesan berantai
c. meringkas buku
d. menceritakan berita yang didengar
e. mengarang cerpen
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud parafrasa!
2. Bentuk-bentuk bahasa apa saja yang dapat diparafrasakan?
3. Bagaimana proses parafrasa pada tataran kata dan kalimat?
4. Jelaskan kegunaan parafrasa pada karya sastra!
5. Ubahlah kalimat langsung di bawah ini menjadi kalimat tidak langsung!
a. “Mohon buatkan laporan survei lokasi proyek 2,” pinta direktur
kepada sekretarisnya.
b. “Hari ini aku diterima kerja di PT. Subur Makmur,” kata Refan
kepada Andi.
6. Ubahlah kalimat tidak langsung di bawah ini menjadi kalimat langsung!
a. Pak guru mengatakan bahwa ujian praktik akan dilaksanakan
minggu depan.
b. Mirna meminta temannya agar segera mengembalikan buku
Bahasa Indonesianya.
241 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
7. Ubahlah kalimat aktif di bawah ini menjadi kalimat pasif!
a. Muslimah sedang membuka internet di ruang komputer.
b. Pembina Osis memerintahkan Umar agar mengadakan rapat
tahunan Osis.
8. Carilah kata yang sepadan dari kata-kata berikut ini:
a. teliti c. menyuguhkan
b. memperbaiki d. mengelola
9. Ubahlah kalimat panjang ini dengan sebuah kalimat singkat dengan
menggunakan ungkapan yang sama artinya.
a. Setelah seminggu disibukkan oleh pekerjaan Usman seorang
pegawai teladan ingin mencari hiburan untuk sekadar meregang-
kan otot matanya setelah selalu menatap monitor hampir seharian.
Ia pun pergi ke taman bunga.
b. Dengan gigihnya Pak Arman berjualan es setiap harinya. Semua ini
dilakukannya untuk menghidupi keluarga dan membiayai anak
putrinya yang sekolah di SMK. Hanya ialah satu-satunya yang
diharapkan oleh keluarganya.
10. Sebutkan hal yang paling penting dilakukan untuk membuat parafrasa
wacana!
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 242
TES SEMESTER GENAP
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Di bawah ini adalah kriteria kalimat yang baik, kecuali
a. Pola susunannya sesuai kaidah
b. Logis atau diterima akal
c. Memiliki jabatan kalimat yang sempurna
d. Mengandung penalaran yang benar
e. Pilihan katanya tepat
2. Kepada Bapak Dosen waktu dan tempat kami persilakan.
Kalimat ini salah dalam hal
a. susunan kalimatnya
b. pilihan katanya
c. penggunaan kata ”kepada”
d. makna kalimatnya tidak logis
e. kata persilakan harusnya persilahkan
3. Perbaikan kalimat nomor 2 adalah
a. Bapak Dosen waktu kami persilakan.
b. Kepada Bapak Dosen tempat kami persilakan.
c. Kepada Bapak Dosen kami persilakan.
d. Bapak Dosen kami persilakan.
e. Bapak Dosen waktu dan tempat kami persilakan.
4. Hal yang memengaruhi kalimat sehingga tidak komunikatif ialah di
bawah ini, kecuali
a. kalimat terlalu luas
b. pola kalimatnya tidak sesuai gramatikal
c. kalimat tidak dapat dipahami
d. kalimat pendek dan banyak pengulangan
e. kalimat berisi penjelasan yang tak perlu

243 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
5. Di bawah ini yang merupakan kalimat komunikatif tapi tidak cermat
ialah
a. Hadirin kami minta berdiri.
b. Mobilnya menabrak pohon di pinggir jalan.
c. Dalam darahnya mengandung bibit penyakit.
d. Eksekusi terhadap tanah warga Meruya hanya sebatas wacana.
e. Hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada koruptor
itu.
6. Yang termasuk intonasi kalimat tanya ialah
a. pergi? d. pergi?
b. pergi? e. pergi?
c. pergi?
7. Ciri intonasi berita
a. suku akhir menaik
b. suku awal menaik
c. suku awal menaik dan akhir menawan
d. suku awal dan akhir menaik
e. suku akhir menurun
8. Penggunaan tekanan biasanya karena
a. kata singkat dipentingkan
b. kata itu pokok kalimat
c. agar ada variasi
d. mitra bicara tidak mengerti
e. sebagai sebuah ekspresi bicara saja
9. Tekanan dalam ilmu tata bunyi disebut juga
a. segmental
b. aksen
c. ritual
d. tempo
e. irama
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 244
10. Perpaduan antara tekanan, nada, dan jeda disebut
a. intonasi
b. aksen
c. ritme
d. tempo
e. irama
11. Kelompok kata berikut ini yang bukan frasa adalah
a. sabun mandi yang harum
b. kamar mandi
c. mandi pagi
d. nenek mandi
e. mandi susu
12. Kombinasi afks (konfks) per- + -an dalam kata persahabatan berfungsi
membentuk
a. kata sifat
b. kata tugas
c. kata benda
d. kata kerja
e. kata keterangan
13. Konfks ke- + -an dalam kata kesakitan berfungsi membentuk
a. nomina
b. numeralia
c. verba
d. adjectiva
e. partikula
14. Di bawah ini yang termasuk verba intransitif adalah
a. memberi
b. kambuh
c. membeli
d. menamai
e. membuatkan
245 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
15. Kata termasuk kelas kata ojektiva deverbalisasi berikut ini, kecuali
a. berapi-api
b. meluap
c. kesatria
d. beruban
e. pemalas
16. (A) sebagai intelektual muda, mereka harus berusaha mandiri untuk
memahami ilmu yang digelutinya. (B) Upaya ini pada gilirannya akan
meningkatkan kualitas intelektualitasnya walaupun di usia relatif muda.
(C) Oleh karena itu, sudah seharusnya jika masyarakat memerlukan
bantuan, mahasiswa mesti tanggap berusaha mengatasi pemecahannya.
(D) Mahasiswa adalah sosok manusia yang sering diuluki intelektual
muda dan agen perubahan sosial. (E) Sebagai agen perubahan sosial,
mahasiswa dianggap mempunyai kemampuan memahami konsep-
konsep sosial untuk direalisasikan dalam kehidupan masyarakat.
Susunan paragraf yang tepat adalah
a. ACDBE
b. DEBAC
c. BADEC
d. DABEC
e. EBADC
17. (1) Nasib nelayan tradisional Aceh makin terpuruk, tidak ubahnya
seperti telur di ujung tanduk. (2) Di laut, mereka harus berjuang sekuat
tenaga mengusir nelayan asing yang mencuri ikan, sedangkan di darat
mereka main kucing-kucingan dengan oknum petugas yang tak pernah
absen meminta imbalan pada setiap nelayan. (3) Bahkan ada kewjiban
tak resmi yang dipikul para nelayan, yang menghadiahkan ikan hasil
tangkapannya kepada oknum tertentu (4) Itulah romantika hidup
mereka yang selalu bergelombang.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat pada
a. kalimat (1)
b. kalimat (2)
c. kalimat (5)
d. kalimat (3)
e. Kalimat (4)
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 246
18. Analisis ini juga mengingatkan bahaya kelangkaan dana. Dalam
jangka panjang, ada sinyal-sinyal bahwa Asia mungkin bakal segera
menghadapi kendala pendanaan yang akan memangkas pertumbuhan
ekonomi kawasan. Ini dapat terjadi dalam beberapa tahun ke depan,
tetapi para fund manager tidak akan mau menunggu selama itu untuk
menarik investasinya.
Topik paragraf ini adalah
a. analisis
b. para fund manager
c. penarikan investasi
d. kelangkaan dana
e. wilayah Asia
19. Generasi muda adalah generasi yang tangguh, ulet, mandiri, kreatif,
inovatif, dan dinamis.
Kalimat di atas merupakan penggalan paragraf dengan pola
a. deskripsi
b. eksposisi
c. argumentasi
d. persuasi
e. narasi
20. Penulisan judul karangan yang benar adalah
a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
b. Jalan tak ada Ujung
c. Bermula Dari Sebuah Surau
d. Tema Religius Dalam Sastra
e. Tergantung pada Kata, Berpiak pada Logika
21. Kalimat tanya yang berpola inversi di bawah ini adalah
a. Apa yang Anda cari?
b. Beberapa korban yang tewas pada musibah itu?
c. Ada acara tidak kamu hari ini?
d. Buku siapa itu?
e. Ke mana angin berhembus, ke situ aku melangkah?
247 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
22. Kalimat tanya retoris adalah
a. Apa yang Anda cari?
b. Beberapa korban yang tewas pada musibah itu?
c. Ada acara tidak kamu hari ini?
d. Buku siapa itu?
e. Kemana angin berhembus, ke situ aku melangkah?
23. Di bawah ini yang merupakan kata ragam tanya nonstandar adalah
a. siapa
b. kenapa
c. bagaimana
d. di mana
e. Berapa
24. Kata tanya apa dipergunakan untuk tujuan berikut, kecuali
a. menanyakan nomina bukan manusia
b. menanyakan preposisi.
c. mengukuhkan apa yang telah diketahui
d. menanyakan kepunyaan
e. dipergunakan dalam kalimat tanya retoris.
25. Kalimat tanya yang cukup memerlukan jawaban singkat seperti ya,
tidak, belum, bukan disebut kalimat tanya
a. retorik
b. menggali informasi
c. konfrmasi
d. tersamar
e. memerintah
26. Pengalihan bentuk tutur dengan tidak mengubah pengertiannya
disebut
a. sinonim
b. majas
c. alinea
d. parafrasa
e. paragraf
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 248
27. Parafrasa meliputi hal di bawah ini, kecuali
a. wacana – rangkuman
b. puisi – prosa
c. drama – prosa
d. suku kata – kata
e. kalimat aktif – kalimat pasif
28. Mereka memperpanjang bentuk kerjanya dengan PT. Makmur Jaya.
Kalimat pasif dari kalimat di atas ialah
a. Kontrak kerja mereka perpanjang dengan PT. Makmur Jaya.
b. PT. Makmur Jaya memperpanjang kontrak kerjanya.
c. Mereka diperpanjang kontrak kerjanya oleh PT. Makmur Jaya.
d. Kontrak kerjanya diperpanjang mereka kepada PT. Makmur Jaya.
e. Kontrak kerjanya dengan PT. Makmur Jaya diperpanjang mereka.
29. Perusahaannya kini sedang di ujung tanduk akibat resesi.
Ungkapan tersebut berarti
a. di puncak kejayaan
b. terancam bangkrut
c. tidak mengalami perkembangan
d. sedang merintis
e. gagal total
30. Parafrasa dari sebuah teks/wacana harus tetap mempertahankan
a. pola kalimatnya
b. amanat yang disampaikan
c. gagasan pokoknya
d. ilustrasi wacananya
e. isi ceritanya
31. Setiap pengunjung akan berdecak kagum bila melihat keindahan
Gunung Rinjani. Di sana kita dapat melihat lembah dan ngarai yang
berkelok-kelok bagaikan akar pohon beringin yang menancap erat di
permukaan tanah. Dipayungi langit biru dan gumpalan-gumpalan
awan, gunung itu tampak kokoh menghiau dengan puncak yang
berpasir. Begitulah Gunung Rinjani menyuguhkan pemandangan alam
indah.
249 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Gagasan utama paragraf tersebut terungkap pada kalimat
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. pertama dan keempat
32. Sembilan bocah berkerumun di atas petak tanah yang berlumpur. Baju,
kaki, tangan bahkan wajah mereka terlihat kotor. Sementara di langit
matahari memancarkan cahayanya yang garang. Tiba-tiba seorang anak
bertelanjang dada berteriak, “Awas! Ular!” teman-temannya berlarian
menghindar sambil berkata, ”Mana? Mana?”
Pola pengembangan paragraf tersebut adalah
a. narasi
b. deskripsi
c. eksposisi
d. argumentasi
e. persuasi
33. Kalimat berikut ini salah nalar (tidak logis), kecuali
a. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.
b. Waktu dan tempat kami persilakan.
c. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.
d. Semoga Bapak dapat memakluminya.
e. Mayat wanita yang ditemukan itu sebelumnya mondar-mandir di
daerah tersebut.
34. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi adalah
berikut ini, kecuali
a. suasana puisi
b. pengulangan kata
c. bagian sampiran
d. rima
e. kata bermakna luas
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 250
35. Kalimat yang menggunakan preposisi ialah
a. Rambutnya sangat bagus.
b. Rumahnya berada di sekitar sini.
c. Pagi harinya sang kancil menemui buaya.
d. Meskipun hari hujan, ia tetap berangkat ke sekolah.
e. Setelah makan, ia kemudian belajar.
36. Di bawah ini, kata yang bukan kelas kata adverbia ialah
a. sangat
b. agar
c. bukan
d. belum
e. Paling
37. Penulisan judul karangan yang tepat sesuai dengan EYD adalah
a. Tampil Menawan Di setiap Kesempatan
b. Tampil Menawan di Setiap Kesempatan
c. Tampil menawan Di Setiap Kesempatan
d. Tampil Menawan disetiap Kesempatan
e. Tampil menawan di setiap kesempatan.
38. Generasi muda adalah generasi yang tangguh, ulet, mandiri, kreatif,
inovatif, dan dinamis.
Kalimat di atas merupakan penggalan paragraf dengan pola
a. deskripsi
b. eksposisi
c. argumentasi
d. persuasi
e. narasi
39. Kalimat tanya konfrmasi ialah
a. Apakah gerangan yang Tuan cari?
b. Mau pergi ke mana, Nek?
c. Bolehkah saya meminjam mobilmu?
d. Apa benar Anda yang merancang bangunan ini?
e. Bagaimana rasanya tinggal di luar negeri?
251 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
40. Perubahan puisi ke prosa harus memerhatikan
a. tema puisi
b. persajakan
c. simbol dan majas yang dipakai
d. tipograf
e. pilihan kata atau susunan kalimatnya
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Buatlah contoh kalimat yang komunikatif tapi tidak cermat!
2. Buatlah contoh kalimat yang tidak komunikatif tetapi cermat!
3. Apa bedanya membaca puisi dengan deklamasi?
4. Apa saja hal-hal yang termasuk aksen atau intonasi?
5. Sebutkan ciri-ciri kata sifat!
6. Buatlah 2 buah contoh kalimat tanya retoris!
7. Buatlah 2 buah contoh kalimat tanya konfrmasi!
8. Jelaskan pengertian parafrasa!
9. Ubahlah kalimat tidak langsung di bawah ini menjadi kalimat
langsung:
a. Hafz mengatakan bahwa ia diterima di perguruan tinggi
terkenal.
b. Bapak menyuruh Mustafa mengerjakan pekerjaan rumahnya.
10. Buatlah dua buah kalimat dengan menggunakan adverbia (kata
keterangan)!
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 252
DAFTAR PUSTAKA
Arifn, E. zaenal dan S. Amran Tasai. 2006. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta:
Akademika Pressindo.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Berita Kota, 6 Januari 2008.
Chaer, Abdul. 2002. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Dewanto, Nugroho. 2005. Kamus Sinonim-Antonim Bahasa Indonesia. Bandung:
Yrama Wiaya
Edutainment FLO, edisi. 14 April 2007
Finoza, Lahmudin. 2006. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan
Mulis.
Gema, No. 06/Th. XII/2007
Hayon, Josep. 2003. Membaca dan Menulis Wacana. Jakarta: Storia Grafka.
Hikayah, Edisi Eksklusif, 2005
Intisari, Agustus, 2003
Intisari, Oktobver, 2003
Intisari, November, 2003.
Intisari, No.528, Juli 2007
Kompas, 30 Mei 2007
Kompas, 29 Juni 2007
Kompas, 2 Desember 2007
Kompas, 12 Desember 2007
Kridalaksana, Harimukti. 2007. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:
Gramedia.
Marahimin, Ismail. 2001. Menulis Secara Populer. Jakarta: Pustaka Jaya
Media Jaya, Tahun XXXI-Edisi 05-2007
Media Kominfo Mandikdasmen, September 2006
Meita, Ruwi. 2007. Bangku Kosong. Jakarta: Gagasmedia
Nonstop, 18 Mei 2007
Pardosi, Mico. 2004. Belajar Sendiri Internet. Surabaya: Indah.
253 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
Peluang Usaha, 26 Februari – 11 Maret 2007.
Pos Kota, 4 Desember 2007
Pradopo, Rachmat Joko. 2005. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Priyantono, Agus dan Rustamaji. 2004. Strategi Sukses UAN SMA/MAN Bahasa
Indonesia. Yogyakarta: Andi.
Rahmayanti, Edwina dan Maloedyn Sitanggang. 2006. Taklukkan Penyakit
dengan Klorofl Alfalfa. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Redaksi Lima Adi Sekawan. 2007. EYD Plus. Jakarta: Limas.
Republika, 7 Juli 2007
Republika, 28 Oktober 2007
Republika, 16 Desember 2007
Rosidi, Imron. 2005. Ayo Senang Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Media Pustaka.
Soedarso. 2004. Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta:
Gramedia.
------------ (ed.). 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia 1 dan 2 . Jakarta: Pusat Bahasa
Depdiknas.
Tempo. 24 April 2007
Tim MGMP Bahasa Indonesia SMK DKI Jakarta. 2005. Modul Bahasa Indonesia.
Jakarta: Dinas Dikmenti SubDinas Pendidikan SMK. Provinsi DKI
Jakarta.
Tim LP2IP. 2006. Bahasa Indonesia untuk SMK Tataran Semenjana Jilid IA dan I B.
Yogyakarta: LP2IP. Gajah Mada.
--------------2006. Bahasa Indonesia untuk SMK Tataran Madia Jilid. II A dan II B.
Yogyakarta.: LP2IP Gajah Mada.
Tim Bahasa. 2006. Modul Bahasa Indonesia. Jakarta: Yudhistira.
Tim Bahasa dan Sastra Indonesia. 2005. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Jakarta : Yudhistira.
Tim Penyusun. 2003. Satu Bahasa Bahasa Indonesia. Kelas 2 dan 3 SMK. Klaten:
Saka Mitra Kompetensi.
Tim Pengurus Primagama. 2006. Kiat Sukses Ujian Nasional 2007 SMK.
Yogyakarta: Andi.
Tim Redaksi. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Warta Kota, 10 Mei 2007.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 254
GLOSARIUM
akronim kependekanȱyangȱberupaȱgabunganȱhurufȱatauȱsukuȱkataȱatauȱ
bagianȱlainȱyangȱditulisȱdanȱdilafalkanȱsebagaiȱkataȱyangȱwajar
alofon varianȱfonemȱberdasarkanȱposisiȱdiȱdalamȱkata,ȱmisalȱfonemȱpertamaȱpadaȱ
kita ȱdanȱkataȱ secaraȱfonetisȱberbedaȱtetapiȱmasingȬmasingȱadalahȱalofonȱ
dariȱfonemȱ/k/
artikulasi perubahanȱronggaȱdanȱruangȱdalamȱsaluranȱsuaraȱuntukȱmenghasilkanȱ
bunyiȱbahasa
biografi riwayatȱhidupȱ(seseorang)ȱyangȱditulisȱolehȱorangȱlain
bilabial dihasilkanȱdenganȱkeduaȱbibir
diftong bunyiȱvokalȱrangkapȱyangȱtergolongȱdalamȱsatuȱsukuȱkata
eksplisit gamblang,ȱtegas,ȱterusȱterang,ȱtidakȱberbelitȬbelitȱ(sehinggaȱorangȱdapatȱ
menangkapȱmaksudnyaȱdenganȱmudahȱdanȱtidakȱmempunyaiȱgambaranȱyangȱ
kaburȱatauȱsalahȱmengenaiȱberita,ȱkeputusan,ȱpidato,ȱdanȱsebagainya);ȱtersurat
ekspresi mengenaiȱkeadaanȱyangȱsebenarnyaȱtanpaȱdipengaruhiȱpendapatȱatauȱȱ
pandanganȱpribadi
ensiklopedia bukuȱ(atauȱserangkaianȱbuku)ȱyangȱmenghimpunȱketeranganȱatauȱuraianȱ
tentangȱberbagaiȱhalȱdalamȱbidangȱseniȱdanȱilmuȱpengetahuan,ȱyangȱdisusunȱ
menurutȱabjadȱatauȱmenurutȱlingkunganȱilmu
fiksasi perasaanȱterikatȱatauȱterpusatȱpadaȱsesuatuȱsecaraȱberlebihan
fonemik 1.ȱilmuȱbahasaȱ(linguistik)ȱtentangȱsistemȱfonem;ȱ2.ȱsistemȱfonemȱsuatuȱbahasa;
3.ȱprosedurȱuntukȱmenentukanȱfonemȱsuatuȱbahasa
gramatikal sesuaiȱdenganȱtataȱbahasa;ȱmenurutȱtataȱbahasa
homograf kataȱyangȱsamaȱejaannyaȱdenganȱkataȱlain,ȱtetapiȱberbedaȱlafalȱdanȱmaknanya
(sepertiȱteras ȱȇintiȱkayuȇȱdanȱterasȱ/téras /ȱȇbagianȱrumahȇ
homonim kataȱyangȱsamaȱlafalȱdanȱejaannya,ȱtetapiȱberbedaȱmaknanyaȱkarenaȱberasal
dariȱsumberȱyangȱberlainan
implisit mutlakȱtanpaȱraguȬragu
GLOSARIUM
akronim kependekanȱyangȱberupaȱgabunganȱhurufȱatauȱsukuȱkataȱatauȱ
bagianȱlainȱyangȱditulisȱdanȱdilafalkanȱsebagaiȱkataȱyangȱwajar
alofon varianȱfonemȱberdasarkanȱposisiȱdiȱdalamȱkata,ȱmisalȱfonemȱpertamaȱpadaȱ
kita ȱdanȱkataȱ secaraȱfonetisȱberbedaȱtetapiȱmasingȬmasingȱadalahȱalofonȱ
dariȱfonemȱ/k/
artikulasi perubahanȱronggaȱdanȱruangȱdalamȱsaluranȱsuaraȱuntukȱmenghasilkanȱ
bunyiȱbahasa
biografi riwayatȱhidupȱ(seseorang)ȱyangȱditulisȱolehȱorangȱlain
bilabial dihasilkanȱdenganȱkeduaȱbibir
diftong bunyiȱvokalȱrangkapȱyangȱtergolongȱdalamȱsatuȱsukuȱkata
eksplisit gamblang,ȱtegas,ȱterusȱterang,ȱtidakȱberbelitȬbelitȱ(sehinggaȱorangȱdapatȱ
menangkapȱmaksudnyaȱdenganȱmudahȱdanȱtidakȱmempunyaiȱgambaranȱyangȱ
kaburȱatauȱsalahȱmengenaiȱberita,ȱkeputusan,ȱpidato,ȱdanȱsebagainya);ȱtersurat
ekspresi mengenaiȱkeadaanȱyangȱsebenarnyaȱtanpaȱdipengaruhiȱpendapatȱatauȱȱ
pandanganȱpribadi
ensiklopedia bukuȱ(atauȱserangkaianȱbuku)ȱyangȱmenghimpunȱketeranganȱatauȱuraianȱ
tentangȱberbagaiȱhalȱdalamȱbidangȱseniȱdanȱilmuȱpengetahuan,ȱyangȱdisusunȱ
menurutȱabjadȱatauȱmenurutȱlingkunganȱilmu
fiksasi perasaanȱterikatȱatauȱterpusatȱpadaȱsesuatuȱsecaraȱberlebihan
fonemik 1.ȱilmuȱbahasaȱ(linguistik)ȱtentangȱsistemȱfonem;ȱ2.ȱsistemȱfonemȱsuatuȱbahasa;
3.ȱprosedurȱuntukȱmenentukanȱfonemȱsuatuȱbahasa
gramatikal sesuaiȱdenganȱtataȱbahasa;ȱmenurutȱtataȱbahasa
homograf kataȱyangȱsamaȱejaannyaȱdenganȱkataȱlain,ȱtetapiȱberbedaȱlafalȱdanȱmaknanya
(sepertiȱteras ȱȇintiȱkayuȇȱdanȱterasȱ/téras /ȱȇbagianȱrumahȇ
homonim kataȱyangȱsamaȱlafalȱdanȱejaannya,ȱtetapiȱberbedaȱmaknanyaȱkarenaȱberasal
dariȱsumberȱyangȱberlainan
implisit mutlakȱtanpaȱraguȬragu
GLOSARIUM
GLOSARIUM
akronim kependekanȱyangȱberupaȱgabunganȱhurufȱatauȱsukuȱkataȱatauȱ
bagianȱlainȱyangȱditulisȱdanȱdilafalkanȱsebagaiȱkataȱyangȱwajar
alofon varianȱfonemȱberdasarkanȱposisiȱdiȱdalamȱkata,ȱmisalȱfonemȱpertamaȱpadaȱ
kita ȱdanȱkataȱ secaraȱfonetisȱberbedaȱtetapiȱmasingȬmasingȱadalahȱalofonȱ
dariȱfonemȱ/k/
artikulasi perubahanȱronggaȱdanȱruangȱdalamȱsaluranȱsuaraȱuntukȱmenghasilkanȱ
bunyiȱbahasa
biografi riwayatȱhidupȱ(seseorang)ȱyangȱditulisȱolehȱorangȱlain
bilabial dihasilkanȱdenganȱkeduaȱbibir
diftong bunyiȱvokalȱrangkapȱyangȱtergolongȱdalamȱsatuȱsukuȱkata
eksplisit gamblang,ȱtegas,ȱterusȱterang,ȱtidakȱberbelitȬbelitȱ(sehinggaȱorangȱdapatȱ
menangkapȱmaksudnyaȱdenganȱmudahȱdanȱtidakȱmempunyaiȱgambaranȱyangȱ
kaburȱatauȱsalahȱmengenaiȱberita,ȱkeputusan,ȱpidato,ȱdanȱsebagainya);ȱtersurat
ekspresi mengenaiȱkeadaanȱyangȱsebenarnyaȱtanpaȱdipengaruhiȱpendapatȱatauȱȱ
pandanganȱpribadi
ensiklopedia bukuȱ(atauȱserangkaianȱbuku)ȱyangȱmenghimpunȱketeranganȱatauȱuraianȱ
tentangȱberbagaiȱhalȱdalamȱbidangȱseniȱdanȱilmuȱpengetahuan,ȱyangȱdisusunȱ
menurutȱabjadȱatauȱmenurutȱlingkunganȱilmu
fiksasi perasaanȱterikatȱatauȱterpusatȱpadaȱsesuatuȱsecaraȱberlebihan
fonemik 1.ȱilmuȱbahasaȱ(linguistik)ȱtentangȱsistemȱfonem;ȱ2.ȱsistemȱfonemȱsuatuȱbahasa;
3.ȱprosedurȱuntukȱmenentukanȱfonemȱsuatuȱbahasa
gramatikal sesuaiȱdenganȱtataȱbahasa;ȱmenurutȱtataȱbahasa
homograf kataȱyangȱsamaȱejaannyaȱdenganȱkataȱlain,ȱtetapiȱberbedaȱlafalȱdanȱmaknanya
(sepertiȱteras ȱȇintiȱkayuȇȱdanȱterasȱ/téras /ȱȇbagianȱrumahȇ
homonim kataȱyangȱsamaȱlafalȱdanȱejaannya,ȱtetapiȱberbedaȱmaknanyaȱkarenaȱberasal
dariȱsumberȱyangȱberlainan
implisit mutlakȱtanpaȱraguȬragu
GLOSARIUM
akronim kependekanȱyangȱberupaȱgabunganȱhurufȱatauȱsukuȱkataȱatauȱ
bagianȱlainȱyangȱditulisȱdanȱdilafalkanȱsebagaiȱkataȱyangȱwajar
alofon varianȱfonemȱberdasarkanȱposisiȱdiȱdalamȱkata,ȱmisalȱfonemȱpertamaȱpadaȱ
kita ȱdanȱkataȱ secaraȱfonetisȱberbedaȱtetapiȱmasingȬmasingȱadalahȱalofonȱ
dariȱfonemȱ/k/
artikulasi perubahanȱronggaȱdanȱruangȱdalamȱsaluranȱsuaraȱuntukȱmenghasilkanȱ
bunyiȱbahasa
biografi riwayatȱhidupȱ(seseorang)ȱyangȱditulisȱolehȱorangȱlain
bilabial dihasilkanȱdenganȱkeduaȱbibir
diftong bunyiȱvokalȱrangkapȱyangȱtergolongȱdalamȱsatuȱsukuȱkata
eksplisit gamblang,ȱtegas,ȱterusȱterang,ȱtidakȱberbelitȬbelitȱ(sehinggaȱorangȱdapatȱ
menangkapȱmaksudnyaȱdenganȱmudahȱdanȱtidakȱmempunyaiȱgambaranȱyangȱ
kaburȱatauȱsalahȱmengenaiȱberita,ȱkeputusan,ȱpidato,ȱdanȱsebagainya);ȱtersurat
ekspresi mengenaiȱkeadaanȱyangȱsebenarnyaȱtanpaȱdipengaruhiȱpendapatȱatauȱȱ
pandanganȱpribadi
ensiklopedia bukuȱ(atauȱserangkaianȱbuku)ȱyangȱmenghimpunȱketeranganȱatauȱuraianȱ
tentangȱberbagaiȱhalȱdalamȱbidangȱseniȱdanȱilmuȱpengetahuan,ȱyangȱdisusunȱ
menurutȱabjadȱatauȱmenurutȱlingkunganȱilmu
fiksasi perasaanȱterikatȱatauȱterpusatȱpadaȱsesuatuȱsecaraȱberlebihan
fonemik 1.ȱilmuȱbahasaȱ(linguistik)ȱtentangȱsistemȱfonem;ȱ2.ȱsistemȱfonemȱsuatuȱbahasa;
3.ȱprosedurȱuntukȱmenentukanȱfonemȱsuatuȱbahasa
gramatikal sesuaiȱdenganȱtataȱbahasa;ȱmenurutȱtataȱbahasa
homograf kataȱyangȱsamaȱejaannyaȱdenganȱkataȱlain,ȱtetapiȱberbedaȱlafalȱdanȱmaknanya
(sepertiȱteras ȱȇintiȱkayuȇȱdanȱterasȱ/téras /ȱȇbagianȱrumahȇ
homonim kataȱyangȱsamaȱlafalȱdanȱejaannya,ȱtetapiȱberbedaȱmaknanyaȱkarenaȱberasal
dariȱsumberȱyangȱberlainan
implisit mutlakȱtanpaȱraguȬragu
255 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
jargon kosakataȱkhususȱyangȱdigunakanȱdiȱbidangȱkehidupanȱ(lingkungan)ȱtertentu
jeda hentianȱsebentarȱdalamȱujaranȱ(seringȱterjadiȱdiȱdepanȱunsurȱkalimatȱyangȱ
mempunyaiȱisiȱinformasiȱyangȱtinggiȱatauȱkemungkinanȱyangȱrendah)
konjungsi kataȱatauȱungkapanȱpenghubungȱantarkata,ȱantarfrasa,ȱantarklausa,ȱdanȱ
antarkalimat
korporasi perusahaanȱatauȱbadanȱusahaȱyangȱsangatȱbesarȱatauȱbeberapaȱperusahaan
yangȱdikelolaȱdanȱdijadikanȱsebagaiȱsatuȱperusahaanȱbesar
kognitif berhubunganȱdenganȱatauȱmelibatkanȱkognisi
larasȱbahasa kesesuaianȱdiȱantaraȱbahasaȱdanȱpemakaiannya
labiodental berkaitanȱdenganȱbunyiȱujarȱyangȱterjadiȱkarenaȱpenyempitanȱjarakȱbibirȱbawah
danȱgigiȱatas
nirkabel tanpaȱmenggunakanȱkabel
objek nominaȱyangȱmelengkapiȱverbaȱtransitifȱdalamȱklausa
opini pendapat;ȱpikiran;ȱpendirian
paviliun rumahȱ(bangunan)ȱtambahanȱdiȱsampingȱrumahȱinduk
permisif bersifatȱterbukaȱ(serbaȱmembolehkan;ȱsukaȱmengizinkan)
polisemi bentukȱbahasaȱ(kataȱdanȱfrasa)ȱyangȱmempunyaiȱmaknaȱlebihȱdariȱsatu
propaganda peneranganȱ(pahamȱdanȱpendapat)ȱyangȱbenarȱatauȱsalahȱyangȱdikembangkanȱ
denganȱtujuanȱmeyakinkanȱorangȱagarȱmenganutȱaliran,ȱsikap,ȱatauȱarahȱ
tindakanȱtertentu
rasialisme prasangkaȱberdasarkanȱketurunanȱbangsa
regresi urutanȱmundur;ȱurutanȱberbalikȱkeȱbelakang
repetisi gayaȱbahasaȱyangȱmenggunakanȱkataȱkunciȱyangȱterdapatȱdiȱawalȱkalimat
untukȱmencapaiȱefekȱtertentuȱdalamȱpenyampaianȱmaknaȱulangan
statistik dataȱyangȱberupaȱangkaȱyangȱdikumpulkan,ȱditabulasi,ȱdigolongȬgolongkanȱ
sehinggaȱdapatȱmemberiȱinformasiȱyangȱberartiȱmengenaiȱsuatuȱmasalah
atauȱgejala
substitusi prosesȱatauȱhasilȱpenggantianȱunsurȱbahasaȱolehȱunsurȱlainȱdiȱsatuanȱyangȱ
lebihȱbesarȱuntukȱmemperolehȱunsurȱpembeda
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 256
survey teknikȱrisetȱdenganȱmemberiȱbatasȱyangȱjelasȱatasȱdata
tipografi ilmuȱcetak;ȱseniȱpercetakan
uvular bunyiȱyangȱterjadiȱkarenaȱpenyempitanȱantaraȱuvulaȱdanȱbelakangȱlidah
variatif bersifatȱvariatif
i
257 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
INDEKS
INDEKS
A 164 G
adjektiva 165 gaya 28
adverbia 94 gelombang 38
alpico 20 gemuruh 199
ancol 94 global 71
apikal 207 google 161
argumentasi 70 gradasi 78
artikel 5 grafik 27
artikulasi 72 gramatikal 44 artikulasi 72 gramatikal 44
autobiografi 156
H
B horizontal 90
Bali 94
bilabial 136 I
biofel 72 ICT 68
biografi 160 indentifikasi 26 g
border 2 informal 111
bronkitis 156 internet 161
buleleng 73 intonasi 53
C K
catatan kaki 43 kamus 215
corak 112 kata tanya 213
kata tanya tersamar 203 kata tanya tersamar 203
D kerangka karangan 235
demonstrasi 206 kewirausahaan 212
deskripsi 160 klarifikasi 4
dialog 7 klausa 46
diftong 93 klausa 143
diftong 137 kompleks 137
komunikatif 212 komunikatif 212
E konfirmasi 161
efektif 146 konotasi 23
efektif 206 konsep 5
eksposisi 22 konsonan 113
elektronik 160 kontekstual 67
energi 23 kopi lamno 8
F L
faktual 45 lafal 94
fiksasi 5 laringal 113
fonem 5 leksikal 22
fonemik 5 lektronik 114
fonologi 93
fonologi 136
fosil 4 fosil 4
frasa 41
INDEKS
A 164 G
adjektiva 165 gaya 28
adverbia 94 gelombang 38
alpico 20 gemuruh 199
ancol 94 global 71
apikal 207 google 161
argumentasi 70 gradasi 78
artikel 5 grafik 27
artikulasi 72 gramatikal 44 artikulasi 72 gramatikal 44
autobiografi 156
H
B horizontal 90
Bali 94
bilabial 136 I
biofel 72 ICT 68
biografi 160 indentifikasi 26 g
border 2 informal 111
bronkitis 156 internet 161
buleleng 73 intonasi 53
C K
catatan kaki 43 kamus 215
corak 112 kata tanya 213
kata tanya tersamar 203 kata tanya tersamar 203
D kerangka karangan 235
demonstrasi 206 kewirausahaan 212
deskripsi 160 klarifikasi 4
dialog 7 klausa 46
diftong 93 klausa 143
diftong 137 kompleks 137
komunikatif 212 komunikatif 212
E konfirmasi 161
efektif 146 konotasi 23
efektif 206 konsep 5
eksposisi 22 konsonan 113
elektronik 160 kontekstual 67
energi 23 kopi lamno 8
F L
faktual 45 lafal 94
fiksasi 5 laringal 113
fonem 5 leksikal 22
fonemik 5 lektronik 114
fonologi 93
fonologi 136
fosil 4 fosil 4
frasa 41
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 258
M S
majas 66 sampah organik 44
meja gosip 113 scanning 26
metaforis 162 semi formal 43
morfologi 160 skimming 113
museum 111 struktural 156
musik 136 subak 40
subvokalisasi 21
N sumber informasi 73
nabati 166 survei 78
nomina 74 nomina 74
note card 166 T
numeralia 22 tabel 8
tekanan 26
O teknologi 110
objektif 22 telepon 160
opini 24 tempo 140
opini 76 tidak cermat 160 p
opini 229 tipografi 110
topik 208
P topik 47
parafrasa 168 transportasi 91
partikel 110 TV edukasi 94
paviliun 24
pemerian 4 V
perokok pasif 207 uvular 94 perokok pasif 207 uvular 94
persuasi 2 velar 5
pizza 224 vokal 145
pola pendidikan 20 voucher 222
polusi 48
posistif 114 W
pribahasa 38 wacana 112
promosi 166 wisman 112 promosi 166 wisman 112
ptonomina 2
R
radang 41
regresi 108
rekor 25
relatif 212
160 retoris 160
rima 228
rumput gajah 215
M S
majas 66 sampah organik 44
meja gosip 113 scanning 26
metaforis 162 semi formal 43
morfologi 160 skimming 113
museum 111 struktural 156
musik 136 subak 40
subvokalisasi 21
N sumber informasi 73
nabati 166 survei 78
nomina 74 nomina 74
note card 166 T
numeralia 22 tabel 8
tekanan 26
O teknologi 110
objektif 22 telepon 160
opini 24 tempo 140
opini 76 tidak cermat 160 p
opini 229 tipografi 110
topik 208
P topik 47
parafrasa 168 transportasi 91
partikel 110 TV edukasi 94
paviliun 24
pemerian 4 V
perokok pasif 207 uvular 94 perokok pasif 207 uvular 94
persuasi 2 velar 5
pizza 224 vokal 145
pola pendidikan 20 voucher 222
polusi 48
posistif 114 W
pribahasa 38 wacana 112
promosi 166 wisman 112 promosi 166 wisman 112
ptonomina 2
R
radang 41
regresi 108
rekor 25
relatif 212
160 retoris 160
rima 228
rumput gajah 215

Bahasa Indonesia 1
Untuk SMK/MAK

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

i

Hak Cipta ada Pada Departemen Pendidikan Nasional

Dilindungi Undang-undang

Bahasa Indonesia 1
Untuk SMA/MAK Semua Program Kejuruan Kelas X

Penulis

: Mokhamad Irman
Tri Wahyu Prastowo Nurdin

Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm

410 IRM b

IRMAN, Mokhamad Bahasa Indonesia 1: untuk SMK/MAK Semua Program Keahlian Kelas X/Mokhamad Irman, Tri Wahyu Prastowo, Nurdin– Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xii, 258 hlm.: ilus.; 25 cm. Bibliografi: hlm. 252-253 Indeks: hlm. 257-258 ISBN 979-462-867-0 1. Bahasa Indonesia-Studi dan Pengajaran II. Judul III. Prastowo Tri Wahyu

IV. Nurdin

Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh ...

ii

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

Kata Sambutan

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Juni 2008 Kepala Pusat Perbukuan

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

iii

PRAKATA
Puji syukur hanya pantas dipersembahkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat berupa kemudahan, kelancaran, dan petunjuk-Nya yang diberikan sehingga penyusun dapat menyelesaikan buku panduan Bahasa Indonesia Kelas X untuk SMK. Buku ini bagus dan sangat tepat dijadikan buku acuan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan alasan sebagai berikut. 1. Isi buku terbagi atas beberapa bab untuk kelas X dengan mengacu pada standar kompetensi (SK) yang mengarah pada kemampuan berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat semenjana. Judul setiap bab sama dengan kompetensi dasar (KD) pada silabus, begitu pula susunannya sehingga dengan menggunakan buku ini guru tidak perlu membolak balik bab atau halaman untuk menyesuaikan isi buku dengan tuntutan penyajian yang ada pada silabus. Kompetensi dasar yang harus dicapai pada tingkat semenjana ini berjumlah 12 sama dengan jumlah bab dalam buku ini. Dengan mempelajari seluruh isi buku, tuntutan materi dan kompetensi yang ada pada silabus sesuai Standar Isi SK dan KD sudah dapat terpenuhi. Penentuan subjudul pada setiap bab disesuaikan dengan tuntutan dan tahapan yang ada pada indikator serta materi pembelajaran dalam silabus. Dalam menyajikan uraian pada setiap pokok materi pembelajaran, penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna disertai dengan berbagai contoh sehingga diharapkan siswa dapat dengan mudah memahaminya.

2.

3.

4. 5.

Tercapainya kompetensi dasar yang meliputi keterampilan berbahasa yaitu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis merupakan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Melalui buku ini diharapkan siswa aktif menggali pengetahuan dan kompetensi berbahasa sesuai tingkat semenjana dengan bimbingan guru. Akhir kata, penulis menerima saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita dan siapa saja yang mencintai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Jakarta, Januari 2008 Penulis

iv

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

melatih kemampuan membaca efektif (KEM) 4. kita akan mempelajari unsur-unsur bunyi dan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaannya seperti. Menyimak menggunakan indera pendengaran.Cara Penyajian dan Penggunaan Buku I. Masing-masing subjudul dalam setiap bab disajikan sesuai tahapan indikator atau materi pembelajaran pada silabus. Sesungguhnya proses menyimak tidak sekedar mendengar. Proses pembentukan kata. INTONASI. dalam bab ini kita juga akan mempelajari ciri Bahasa Indonesia Baku. dan unsurunsur kalimat. intonasi. DAN JEDA YANG LAZIM/ BAKU DAN YANG TIDAK. Pengenalan dan pemahaman tentang unsur-unsur bunyi dan hal yang membentuknya seperti alat ucap yang disebut dengan ilmu fonetik dan fonemik. Pada Bab ini. mendapatkan informasi khusus. Pembagian kosa kata dan hal yang menyangkut makna. yaitu mendengar dengan memusatkan perhatian kepada objek yang disimak. untuk tujuan belajar. 3. Di samping itu. 2. A. TEKANAN. Kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mempelajari aspekaspek bahasa meliputi: a. klausa. seperti memperhatikan. atau untuk memahami aspek-aspek sebuah bahasa. b. Tujuannya agar kita dapat menunjukan reaksi kinetik. c. Maksud-maksud tersebut misalnya. BAB 1 MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL. Proses menyimak merupakan kegiatan mendengarkan yang disengaja dalam rangka mencapai maksudmaksud tertentu. Materi diuraikan secara tuntas dengan contoh-contoh yang sesuai. dan penggunaan jeda yang lazim/baku dan yang tidak terhadap wacana yang dibacakan. tapi lebih dari itu. mengapresiasi sebuah karya. Judul setiap bab merupakan kompetensi dasar yang sesuai silabus. intonasi. namun bukan berarti saat mendengar seseorang sudah dikatakan sedang menyimak. Penyajian Buku Buku ini disajikan dengan perincian sebagai berikut : 1. lafal. mencatat. kalimat. dan jeda yang lazim atau baku serta yang tidak. tekanan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X v . memecahkan masalah. Setiap halaman bab diberikan pokok penjabaran materi pada bab tersebut berikut tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai setelah pembelajaran. frasa. Setiap halaman bab disuguhkan bacaan yang diharapkan berguna bagi siswa untuk: menambah wawasan pengetahuan memberikan motivasi positif memperkaya pengalaman batin. serta mengomentari lafal. Tujuan Menyimak Salah satu keterampilan bahasa ialah menyimak. tekanan.

//. dan jeda yang tidak baku. Proses itu terdiri atas : 8. UJI KOMPETENSI I. untuk dapat menguji pemahaman pembelajaran dalam satu bab. u. c. Tugas mandiri diberikan untuk mengasah kompetensi secara individual sesuai materi dan tujuan pembelajaran. dan jeda yang tepat. Artikulasi dapat diartikan dengan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahaslah bagaimana bentuk yang bakunya. Para importir sedang menggalakkan komoditas agro industri. d. Setiap bab diberikan uji kompetensi dengan model soal pilihan ganda dan esai. Kemudian empat orang lainnya mencatat lafal. 6.5. disebut dengan di ong.. dan jeda yang tidak baku. oi yang dibaca (aw). perhatikanlah dan ikutilah langkah-langkah berikut.. tapi diucapkan dengan enam fonem /a/. II.. TUGAS MANDIRI: Untuk melatih cara melafalkan kata dengan artikulasi yang jelas. lalu catatlah lafal. bentuk ucapan e ada yang lemah /ə/ dan e lebar atau //. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! Kalimat-kalimat di bawah ini baku. Setiap bunyi mempunyai ciri khas tersendiri. Proses bunyi ujar yang dihasilkan karena arus ujaran yang keluar mendapat hambatan disebut konsonan. Kalimat di bawah ini yang terdapat kata tidak baku adalah . Bunyi dan Alat Ucap Manusia 7. Hati-hati. tekanan. 3. 1. Gubernur akan mengesahkan peraturan yang baru. Amatilah contoh-contoh yang disajikan. a... Satu orang membacakan cerpen berjudul ”Kesabaran Berbuah Singa” di atas dengan lafal. intonasi. Petunjuk Penggunaan Buku A. (oy). intonasi. a. jika perlu diskusikan dengan teman sebangku. Untuk siswa Agar Anda dapat menggunakan buku ini dengan baik dan mencapai target hasil pembelajaran yang diharapkan. /i/. Indonesia adalah negara kesatuan. e. 2. tekanan. Setelah selesai bacalah juga bacaan berjudul ”Apakah Kamu Perokok Pasif?” di halaman depan. bacalah wacana di halaman awal bab ini dengan artikulasi yang jelas. (ay). Lambang bunyi dihasilkan karena adanya arus ujaran yang masuk ke rongga mulut dan mempengaruhi pita suara serta getaran di sekitarnya yang kemudian menimbulkan efek-efek bunyi. Di ong adalah gabungan dua vocal yang menimbulkan bunyi luncuran lain. Bacalah judul bab dan pahami penjabaran pokok-pokok materi serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap bab. /o/. Jika arus yang keluar tidak mendapatkan hambatan atau rintangan menimbulkan bunyian yang dikelompokkan menjadi kelompok vokal. setiap lambang bunyi tersebut disimbolkan dengan bentuk huruf dalam bahasa tulis dan fonem untuk bahasa lisan. 1. b. jalan berlobang. i. Hastuti bekerja sebagai seorang apoteker. Ilmu yang mempelajari alat ucap manusia dan tata bunyi yang dihasilkannya disebut fonologi. /e/. ai. Tugas kelompok diberikan untuk dikerjakan secara berkelompok agar dapat mengolah kompetensi secara bersama-sama.. yaitu a. vi Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . intonasi. Keberhasilan perusahaan itu ditunjang dengan manajemen yang baik. kecuali . /u/. tekanan. Contoh di ong yaitu: au.. Para sastrawan Indonesia ikut serta dalam acara tersebut. e. 2. Rangkuman berisi ringkasan materi dalam setiap bab. Bahaslah bagaimana bentuk yang bakunya. Lakukan bergantian! RANGKUMAN A. Sedangkan bentuk gabungannya. o (berjumlah lima huruf). Bacalah bacaan dan pahami uraian materi pada setiap subjudul.. TUGAS KELOMPOK: Bentuklah kelompok dengan anggota 5 orang. b. lalu mintalah teman sebangku Anda mengoreksinya.

DAN JEDA YANG LAZIM/ BAKU DAN YANG TIDAK. Kita juga harus mampu melafalkan kata yang berasal dari bahasa asing. Hal ini mungkin dapat dilakukan dengan mempelajari buku sumber pembelajaran yang dapat dilihat pada kolom akhir silabus. intonasi. kita akan mempelajari unsur-unsur bunyi dan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaannya seperti. bentuk kalimat yang komunikatif tetapi tidak cermat serta sebaliknya. tekanan. Guru dapat mengatur penyajian materi pembelajaran dengan menggabungkan materi pada beberapa bab yang dianggap berhubungan atau satu pokok bahasan meskipun posisi bab berjauhan. Setelah pembelajaran diharapkan kita dapat memahami dan mengindenti kasi kalimat yang komunikatif dari segi kaidah bahasa. atau ikuti instruksi yang diberikan guru. Menyediakan banyak waktu kepada siswa untuk mengerjakan tugas di kelas dan membahasnya bersama. termasuk lafal bahasa daerah yang dibedakan berdasarkan konsep lafal baku bahasa Indonesia - Mengidenti kasi kalimat yang komunikatif tetapi tidak cermat dilihat dari kaidah bahasa. intonasi. Hal ini dilakukan agar siswa dapat lebih fokus dan memiliki pemahaman serta penguasaan kompetensi yang komprehensif. misalnya: BAB 1 MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL. Catatlah hal yang belum dipahami untuk ditanyakan kepada guru. nalar. serta membedakannya dari lafal bahasa daerah dan melafalkan kata serapan. 3. intonasi. 7. dan penggunaan jeda yang lazim/baku dan yang tidak terhadap wacana yang dibacakan.dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak Komentar atau ungkapan lisan terhadap lafal. intonasi . BAB 5 MELAFALKAN KATA DENGAN ARTIKULASI YANG TEPAT BAB 7 MENGGUNAKAN KALIMAT YANG BAIK. dan jeda yang lazim atau baku serta yang tidak. Dengan mempelajari materi tersebut kita diharapkan dapat mengucapkan kata dengan ucapan yang benar.4. kita akan mempelajari syarat-syarat kalimat yang baik dan komunikatif. dan ketersampaian pesan Mengindenti kasi kalimat yang tidak komunikatif tetapi cermat Menggunakan kalimat yang komunikatif. Mintalah saran kepada guru untuk menambah bahan dan sarana pembelajaran dalam rangka memudahkan mengerjakan latihan agar mencapai hasil yang maksimal. tekanan suku kata serta artikulasi yang tepat dan lazim. TEKANAN. Kompetensi Dasar - Melafalkan Kata dengan Artikulasi yang Tepat Kompetensi Dasar - Menggunakan kalimat yang baik. kita juga diharapkan mampu mengindenti kasi kalimat yang komunikatif tapi tidak cermat. Jika ada istilah atau kata yang belum Anda pahami. nalar. carilah di Glosarium atau di kamus. Membaca uraian pokok-pokok materi pada setiap bab yang akan diajarkan dan mendalaminya dengan memperkaya contoh-contoh. tekanan. dan ketersampaian pesan. 6. kita akan mempelajari bunyi dan alat ucap manusia. serta artikulasi yang tepat/lazim Melafalkan bahasa Indonesia baku. dan santun dalam suatu pembicaraan - Pada Bab ini. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X vii . suara yang jelas. TEPAT. tekanan. B. seperti memperhatikan. serta dapat menggunakan kalimat yang efektif dan santun. Hasilnya berikan pada guru. serta mengomentari lafal. dan kalimat yang efektif dan santun. mencatat) terhadap lafal. tepat. Pada Bab ini. dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak Indikator - Mengucapkan kata dengan suara yang jelas dan tekanan pada suku kata. tekanan. Pada bab ini. kalimat cermat tetapi tidak komunikatif. Kerjakanlah tugas-tugas atau perlatihan untuk lebih menggali potensi Anda sesuai petunjuk tugas. mencatat. INTONASI. intonasi. lafal. Menyediakan forum tanya jawab kepada siswa. dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak. tekanan. Tujuannya agar kita dapat menunjukan reaksi kinetik. Di samping itu. 1. Kita juga diharapkan mampu melafalkan kata secara baku termasuk memperbaiki pengucapan kata yang dipengaruhi oleh bahasa daerah dengan lafal baku yang benar. Anda diharapkan melakukan hal berikut. dan santun Indikator - Indikator - Reaksi kinetik (menunjukkan sikap memperhatikan. cermat. 4. Untuk guru Selain melihat langkah-langkah pembelajaran di dalam silabus. DAN SANTUN 2. dalam bab ini kita juga akan mempelajari ciri Bahasa Indonesia Baku. 5. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar - Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Semenjana Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat semenjana - Menyimak untuk memahami lafal. bagaimana melafalkan kata secara baku. Selain itu.

bernalar. tekanan. Menggunakan kalimat tanya secara tertulis sesuai dengan situasi komunikasi 1.11.6.5 Melafalkan kata dengan artikulasi yang tepat 1.10.PETA KOMPETENSI TATARAN SEMENJANA Menyimak Membaca Berbicara Menulis 1. 1. Membuat berbagai teks tertulis dalam konteks bermasyarakat 1.8. tepat. Membuat parafrasa dari teks tertulis viii Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .9 Menulis dengan memanfaatkan kategori/kelas kata 1. Mengucapkan kalimat dengan jelas lancar.1 Menyimak untuk memahami lafal. 1. dan santun 1.12. dan wajar. Menyimak untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat 1. dan jeda yang lazim/baku 1.3 Membaca cepat Memahami perintah untuk memahami kerja tertulis informasi tertulis dalam konteks bermasyarakat. bentuk kata. dan ungkapan yang tepat 1.2. Menggunakan kalimat yang baik. Memilih kata . 1.4 Memahami informasi tertulis dalam berbagai bentuk teks. intonasi.3 2.7.

Membaca Cepat Pemahaman .................................... DAN JEDA YANG LAZIM/BAKU DAN YANG TIDAK.......... 31 BAB III MEMBACA CEPAT UNTUK MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT .... CARA PENYAJIAN DAN PENGGUNAAN BUKU ................ viii DAFTAR ISI .......................................... 40 B................. Memahami Sumber Informasi ........ Teknik Membuat Catatan ....................... Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap (Skimming) dan Membaca Memindai (Scaning) ................................. 23 C.......... 28 UJI KOMPETENSI .............................. Ciri Bahasa Indonesia Baku ................. Intonasi dan Jeda ............................................................... PRAKATA ..... 25 D................................... 21 B....................... 37 A................................................................................ 10 UJI KOMPETENSI . 19 A......... ix BAB I MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL.............................................................................................. ........................................................................ 1 4 5 C.................. Tujuan Menyimak ........... iii iv v PETA KOMPETENSI .......................... Jenis Informasi ... Ragam Bahasa ...................................................... Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil.............................................. INTONASI........................................ 51 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X ix ..................... 13 BAB II MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI INFORMASI LISAN DALAM KONTEKS BERMASYRAKAT.......................... TEKANAN.............................................. A............................................. Pemahaman terhadap Lafal... B........................ 44 C....DAFTAR ISI KATA SAMBUTAN ........................................................ . Tekanan..............................................................................................................................

. dan Bentuk Informasi Nonverbal Lainnya. Menafsirkan Kata................... DAN UNGKAPAN YANG TEPAT ............. Memanfaatkan Kata Bersinonim untuk Menghindari Kata yang Sama dalam Satu Kalimat/Paragraf .... 113 x Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X ............. .......................................... Pelafalan Kata Serapan ............ Fakta............................ 98 UJI KOMPETENSI .................................... 59 BAB IV MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS DALAM BERBAGAI BENTUK TEKS................................................ 72 C........................ 101 BAB VI MEMILIH KATA.......................... 78 Membuat Simpulan................................................................................................................... dan Hasil yang Terdapat dalam Teks...... Bunyi dan Alat Ucap Manusia ... 75 E.......... 52 E............. 112 C....... 84 BAB V MELAFALKAN KATA DENGAN ARTIKULASI YANG TEPAT........ 68 B............... 110 B......................................... Makna Kontekstual (Situasional).....D... 81 UJI KOMPETENSI .... 107 A.. Teknik Menyusun Bagian....................................... 89 A................................. 65 A............ Proses.............................................................. Makna Leksikal.......... Bentuk Kata.............................. 93 B.... BENTUK KATA... dan Ungkapan Idiomatik ................................. Tabel................. Pilihan Kata dan Bentukan Kata dalam Kaitannya dengan Konteks atau Topik Pembicaraan......... Membaca Grafik................. 73 D....................... Opini...... 53 UJI KOMPETENSI ......................... Teknik Membuat Catatan ... Makna Struktural................................................. Gaya Tulisan....................................................... F.................................. Melafalkan Kata Secara Baku dan Membedakannya dengan Lafal Daerah .................... dan Metaforis ........... Mengindentifikasi Jenis Teks Tertulis........... Mengindentifikasi Sumber Informasi dengan Teknik Membaca Cepat ......... 97 C...................................... Ciri Penanda Masalah.......................

. 169 A............... 119 TES SEMESTER GANJIL............... BERNALAR................. 160 C............. 143 D........ Frasa dan Macamnya ........................ Membaca Teks Pengumuman .................................. Pilihan Kata dalam Laras Bahasa.................... 140 C................... LANCAR............................. Intonasi.................................. Irama..... Kalimat yang Cermat.................................................................... Nada.... 117 UJI KOMPETENSI ................... 114 E.. 155 A...... 135 A............................ 125 BAB VII.... 162 UJI KOMPETENSI ..................... Kelas Kata . tetapi Tidak Komunikatif ......... Majas dan Peribahasa ......................................................................................................... tetapi Tidak Cermat .................... 181 C.............. ....... MENGGUNAKAN KALIMAT YANG BAIK TEPAT DAN SANTUN ................................. Membaca Indah ........................... Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif .D............................................................................ 149 BAB VIII MENGUCAPKAN KALIMAT DENGAN JELAS................................ Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun ......................... 146 UJI KOMPETENSI ................ Kalimat yang Komunikatif...... Memanfaatkan Kelas Kata dalam Perincian pada Kalimat 182 UJI KOMPETENSI ....... dan Jeda ..... DAN WAJAR ......... 137 B............................................. Tekanan.................................................. 191 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X xi .................................................................................................. 165 BAB IX MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN KATEGORI/KELAS KATA .................................................. 172 B.............. 185 BAB X MEMBUAT BERBAGAI TEKS TERTULIS DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT ................... 157 B.....................................

........................ 211 A............................................................................................. 254 INDEKS .......... Perencanaan Membuat Karangan ............ 203 BAB XI MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA SECARA TERTULIS SESUAI DENGAN SITUASI KOMUNIKASI ............... Menulis Berbagai Jenis Karangan ................................................................. Memahami Parafrasa ....................................................................................................... 221 BAB XII MEMBUAT PARAFRASA DARI TEKS TERTULIS .................... 236 TES SEMESTER GENAP ..................A..................... 230 B............................................... Kalimat Tanya ...................................... 227 A...................................................... 252 GLOSARIUM ................... 216 UJI KOMPETENSI ................ Macam-Macam Kalimat Tanya . 198 UJI KOMPETENSI ....................................................................................................................... Pola Pengembangan Karangan ............................................... 193 B.................... 257 xii Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .......................................... 242 DAFTAR PUSTAKA .......................... 231 UJI KOMPETENSI ....................................... Cara Memparafrasa Wacana ................................................. 196 C..................................................................................................................... 215 B.......

dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak - Pada Bab ini. dalam bab ini kita juga akan mempelajari ciri bahasa Indonesia baku. lafal. - Indikator - Reaksi kinetik (menunjukkan sikap memerhatikan. dan penggunaan jeda yang lazim/baku dan yang tidak terhadap wacana yang dibacakan. INTONASI. serta mengomentari lafal. seperti memerhatikan. intonasi. tekanan. dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak. mencatat) terhadap lafal. mencatat. kita akan mempelajari unsur-unsur bunyi dan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaannya seperti. intonasi. tekanan. Di samping itu. DAN JEDA YANG LAZIM/ BAKU DAN YANG TIDAK Standar Kompetensi Kompetensi Dasar - Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Menyimak untuk memahami lafal. tekanan. TEKANAN. intonasi. Tujuannya agar kita dapat menunjukan reaksi kinetik. tekanan. dan jeda yang lazim/baku dan yang tidak Komentar atau ungkapan lisan terhadap lafal. intonasi. intonasi.BAB 1 MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X  . dan jeda yang lazim atau baku serta yang tidak. tekanan.

 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . bersin. Pertama. 4. Sinta merasa khawatir terhadap kebiasaan temannya itu. Asap yang dihasilkan oleh rokok atau asap sekunder. Setiap orang memahami bahwa merokok adalah suatu hal yang merugikan. teman Sinta. asap yang dikeluarkan oleh para perokok disebut asap mainstream. Sinta tak yakin Ayu menyadari bahwa kebiasaannya itu bisa sangat berpengaruh serius pada kesehatan orang di sekitarnya. Begitu pula dirimu mungkin sudah mendengar bahwa menghirup asap yang dikeluarkan oleh orang yang merokok sangat berbahaya bagi kesehatanmu. Beberapa senyawa kimia yang ditemukan dalam asap sekunder berbentuk konsentrasi tinggi. menyalakan rokok setiap ia mendapatkan kesempatan. Kanker. Sakit jantung. Kebanyakan dari senyawa yang terkandung dalam asap rokok telah terbukti sebagai racun atau sebagai penyebab kanker yang disebut karsinogen. Kebiasaan merokok yang dilakukan Ayu akan memberi dampak kesehatan bagi teman-temannya dan juga dirinya sendiri. Batuk. asap yang mengalir dari batang rokok atau pipa rokok disebut asap sidestream. Kedua asap itu mengandung ribuan senyawa kimia. Kedua. Melihat kelakuan Ayu. arsenik. dan napas tersendat-sendat. radang tenggorokan. sampai hidrogen sianid. 2. Ayu melakukannya ketika ia sedang berkumpul bersama teman-temannya pada Jumat malam di sebuah restoran pizza sebelum menonton bareng acara sepak bola mania. Asap ini ternyata secara signifikan meningkatkan risiko individu terjangkit : 1. terdiri atas dua jenis. Padahal Ayu juga mengajak serta adik laki-laki Sinta. 3. Infeksi pernapasan (seperti bronkritis dan pneuminia). mulai dari amonia. Asma (asap sekunder adalah faktor yang membawa risiko asma dan dapat memicu serangan pada individu yang telah menderita asma sebelumnya). 5.Wacana Apakah Kamu Perokok Pasif? Ayu.

cobalah untuk berhenti. Mungkin saja yang melakukan adalah kakekmu atau laki-laki yang biasa kamu ajak jalan atau teman kerja. Ajaklah keluar semua perokok jauh dari orang lain. cobalah dua tindakan berikut. seperti kamu akan terlihat. bisa membantumu memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menendang jauh kebiasaan burukmu itu. Meskipun hanya dalam waktu singkat atau sesaat saja. Jika kamu tidak merokok. Memahami kemungkinan-kemungkinan menghirup asap sekunder tersebut. Tapi.  . kamu harus memahami bahwa menghirup asap tembakau rokok tidak baik untuk kesehatan. dirimu merokok atau dirimu sering berada di sekitar orang yang merokok. asap sekunder tidak hanya memberi dampak terhadap individu di masa datang. tentu saja tanpa keraguan kamu akan mempunyai uang lebih banyak untuk ditabung atau untuk sekadar jalan-jalan sambil menunjukkan kepada lingkungan bahwa kamu adalah orang yang baru. Yang jelas. yang sehat! Mungkin saja dengan mengetahui bahwa kamu melindungi orang-orang di sekitarmu yang kamu cintai dengan berhenti merokok. Jangan pernah membiarkan orang yang bersamamu di dalam mobil Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 2. Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah karena merokok sifatnya sangat candu. terutama anak-anak dan wanita yang sedang hamil. deraan asap itu berdampak langsung tanpa hambatan bagi tubuh kamu. orang lain yang ada dalam ruangan tersebut juga ikut menghirupnya. terutama sebelum memegang atau memeluk anak-anak. sekarang ini sudah banyak program dan orang yang bisa membantu kamu untuk memulai sesuatu yang berani. Karena asap dapat melekat pada orang dan juga pakaian. yaitu menjadi orang yang bebas dari rokok. Di samping itu. Jika kamu merokok.Jadi. saat perokok kembali ke dalam ruangan. Asap rokok akan terus berputar di udara meski beberapa jam setelah rokok dimatikan. Hal ini berarti bila seorang perokok mengisap rokoknya dalam ruangan. tapi juga dapat menjadi masalah di saat ini. apa yang dapat kamu lakukan? Apalagi kamu mengetahui siapa saja yang biasa merokok. 1. dan beraroma tubuh lebih baik. Pertimbangankanlah keuntungan-keuntungan yang akan kamu peroleh. merasa. seperti memberi dampak pada performa orang dalam berolahraga atau dapat memengaruhi kekuatan fisik individu yang aktif berolahraga. ia diharuskan mencuci tangan dan mengganti pakaiannya.

Pengenalan dan pemahaman tentang unsur-unsur bunyi dan hal yang membentuknya seperti alat ucap yang disebut dengan ilmu fonetik dan fonemik. tetap berpengaruh kecil. kalimat. . klausa. mengapresiasi sebuah karya. tetapi lebih dari itu. dan unsur-unsur kalimat. Selain itu. Maksud-maksud tersebut misalnya. atau untuk memahami aspekaspek sebuah bahasa. Sesungguhnya proses menyimak tidak sekadar mendengar. c. Pembagian kosakata dan hal yang menyangkut makna. Kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mempelajari aspek-aspek bahasa meliputi hal-hal berikut. (Dikutip dari sebuah tulisan di Republika. Proses pembentukan kata. yaitu memilih tempat khusus untuk menyalakan rokoknya. namun bukan berarti saat mendengar seseorang sudah dikatakan sedang menyimak. a. Jadi. memecahkan masalah. Sudah terbukti bahwa perokok pasif sangat membahayakan diri. yaitu mendengar dengan memusatkan perhatian kepada objek yang disimak. untuk tujuan belajar. diharapkan para perokok bisa berniat untuk mengambil langkah sederhana. Meskipun membiarkan rokok diarahkan keluar jendela dan mengeluarkan asapnya ke luar. Menyimak menggunakan indra pendengaran. Peraturan baru tentang aktivitas merokok di tempat umum harus segera diterapkan sehingga orang yang tidak merokok lebih mudah untuk menikmati udara bebas rokok selama hidup. sekolah. 28 Oktober 2007. mendapatkan informasi khusus. orang yang tak merokok pun harus memiliki pilihan. Tujuan Menyimak Salah satu keterampilan bahasa ialah menyimak.  Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X b. dengan beberapa perubahan) A. frasa. yaitu bisa menjauh dari orang yang merokok di sekitarnya baik di rumah. dan restoran. Proses menyimak merupakan kegiatan mendengarkan yang disengaja dalam rangka mencapai maksud-maksud tertentu.merokok.

dan [ε] atau e lebar. yaitu vokal dan konsonan. saat mengucapkannya bibir lebih maju dan bundar. Fonem dihasilkan oleh alat ucap manusia yang dikenal dengan artikulasi. dan sebagainya. Makna kata berdasarkan situasi dan konteks pemakaiannya. [ ə ] atau e lemah. o ).d. Lambang-lambang ujaran ini di dalam bahasa Indonesia terbagi dua. Makna budaya yang tercakup dan tersirat dalam suatu pesan. Pemahaman terhadap Lafal. i . Ilmu yang mempelajari fonem disebut fonologi atau fonemik. Dalam bentuk tertulisnya disebut huruf. e. Tekanan. Jadi lafal adalah cara seseorang atau sekelompok penutur bahasa dalam mengucapkan lambanglambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucapnya. Intonasi. Variasi lafal fonerm / e / dan / o / ini memang tak begitu dirasakan. B. Fonem vokal di dalam bahasa Indonesia secara umum dilafalkan menjadi delapan bunyi ujaran walaupun penulisannya hanya lima ( a. lafal [ e ] pada kata < sate > lafal [ə ] pada kata < pəsan > lafal [ε ] pada kata < n ε n ε k > fonem / o / terdiri atas lafal [ o ] biasa dan lafal [ Contoh pemakaian katanya: lafal [ o ] pada kata [ orang ] lafal [ ] pada kata [ p h n ]. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X ] atau o bundar. u.  . Contoh pemakaian katanya. Misalnya. fonem / a / dilafalkan [ a ] fonem / i / dilafalkan [ i ] fonem / u / dilafalkan [u ] fonem / e / dilafalkan tiga bunyi yaitu: [ e ] . e. Cara mengucapkan lambang-lambang bunyi ini disebut dengan lafal. dan Jeda Unsur bahasa yang terkecil berupa lambang bunyi ujaran disebut fonem.

Perhatikan contoh di bawah ini. Menurut EYD. di Jawa khusunya daerah Jawa Tengah pengucapan huruf b sering diiringi dengan bunyi /m / misalnya. <p h n> diucapkan <pu’un>. seperti kata <benar> menjadi <bεnar>. atau pada bahasa daerah Bali dan Aceh pengucapan huruf t dan d terasa kental sekali. huruf vokal dan konsonan didaftarkan dalam urutan abjad. Contoh: kata <apa> diucapkan oleh orang Betawi menjadi <ape>. dari a sampai z dengan lafal atau pengucapannya.cenderung tersamar karena pengucapannya tidak mengubah arti kecuali pada kata-kata tertentu yang termasuk jenis homonim.  Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Pada bahasa Tapanuli (Batak). Selain itu pelafalan kata juga dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari yang tidak baku. telur kursi lubang kantung senin rabu kamis kerbau --------------------------------------------------------telor korsi lobang kant ng sənεn reb kemis kebo. Bahasa daerah ini merupakan bahasa Ibu yang sulit untuk dihilangkan sehingga saat menggunakan bahasa Indonesia sering dalam pengucapan diwarnai oleh unsur bahasa daerahnya. Tidak ada pedoman khusus yang mengatur ucapan atau lafal ini seperti bagaimana diaturnya sistem tata tulis atau ejaan dalam Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang harus dipatuhi setiap pemakai bahasa tulis bahasa Indonesia sebagai ukuran bakunya. Lafal sering dipengaruhi oleh bahasa daerah mengingat pemakai bahasa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang memiliki bahasa daerahnya masing-masing. misalnya ucapan kata teman seperti terdengar deman. pengucapan e umumnya menjadi ε. Secara umum setiap pelajar dapat melafalkan abjad dengan benar. namun ada pelafalan beberapa huruf yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena sering dipengaruhi oleh lafal bahasa asing atau bahasa Inggris. <besok> menjadi {mbesok] dan sebagainya. dan lain sebagainya. <Bali> menjadi [mBali].

Contoh: 1.Contoh: -. -.huruf v dilafalkan fe bukan fi -. Gabungan vokal / oi / menimbulkan bunyi konsonan luncuran [oy] pada kata: koboi amboi menjadi menjadi koboy amboy  Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .huruf c dilafalkan ce bukan se.huruf g dilafalkan ge bukan ji -. sungai menjadi gulai menjadi pantai menjadi sungay gulay pantay Gabungan vokal /au/ menimbulkan bunyi konsonan luncuran [aw] pada kata: harimau limau kalau menjadi menjadi menjadi harimaw limaw kalaw 3.huruf y dilafalkan ye bukan ey Jadi : Pengucapan MTQ adalah [em te ki] Pengucapan Pengucapan TV adalah [te fe] exit adalah [eksit] bukan [em te kyu] bukan [ti fi] bukan [ekit] Dalam bahasa Indonesia ada gabungan vokal yang diikuti oleh bunyi konsonan w atau y yang disebut dengan diftong.huruf x dilafalkan eks bukan ek -.huruf q dilafalkan ki bukan kyu -. Gabungan vokal /ai/ menimbulkan bunyi konsonan luncuran [ay] pada kata: 2.

Tekanan adalah bentuk tinggi rendahnya. Contoh penggunaan pola tekanan: 1. contoh: khusus .  Adi membeli novel di toko buku. ny/. panjang pendeknya. Biasanya kata yang mengalami tekanan tertentu adalah kata yang dipentingkan. bank.- sepoi menjadi sepoy Tetapi. seperti fonem /kh/. yaitu tekanan. (yang membeli novel Adi. gabungan konsonan yang dilafalkan dengan satu bunyi. ada kata-kata yang menggunakan unsur gabungan tersebut di atas tetap dibaca sesuai lafal kedua vokalnya. Biasanya tekanan didukung oleh ekspresi atau mimik wajah sebagai bagian dari ciri bahasa lisan. 2. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . hangus. bukan orang lain) Adi membeli novel di toko buku. Contoh: dinamai tetap dibaca [dinamai] bermain tetap dibaca [bermain] mau tetap dibaca [mau] daun tetap dibaca [daun] koin tetap dibaca [koin] heroin tetap dibaca [heroin] Ada juga dalam tata bahasa Indonesia. dan /bentár/ artinya darah. Tekanan hanya menunjukkan sesuatu kata atau frasa yang ditonjolkan atau dipentingkan agar mendapat pemahaman secara khusus bagi pendengar. syarat. atau keras lembutnya suara atau pengucapan. /ng/ dan /nk/. 3. tetapi dilafalkan satu bunyi. Lafal dan fonem merupakan unsur segmental di dalam bahasa Indonesia. Tekanan adalah gejala yang ditimbulkan akibat adanya pengkhususan dalam pelafalan sebuah suku kata atau kata. intonasi. Meskipun ditulis dengan dua huruf. dan jeda. (Adi membeli novel. bukan membaca) Adi membeli novel di toko buku. Tekanan dalam bahasa Indonesia tidak mengubah makna seperti pada bahasa Batak Toba /bóntar/ artinya putih. Tekanan tertentu pada sebuah kata atau frasa menguatkan maksud pembicara. nyanyi. Selain unsur ini. / sy/. ada pula unsur lain yang fungsinya berkaitan dengan unsur suprasegmental.

Contoh: Mereka sudah pergi. sedangkan suasana sedih cenderung berintonasi menurun. sedangkan angka 4 melambangkan titinada paling tinggi.(yang dibeli Adi novel bukan alat tulis) 4.2. sedangkan yang diakhiri dengan intonasi menaik umumnya berupa kalimat tanya. Intonasi juga dapat menandakan ciri-ciri sebuah kalimat. Perhatikan contoh di bawah ini. Pada bahasa tulis jeda ditandai dengan spasi atau dilambangkan dengan garis miring [/]. Dengan jeda yang tepat pendengar dapat memahami pokok-pokok isi kalimat yang diungkapkan. jeda ditandai dengan kesenyapan. Jeda adalah penghentian atau kesenyapan. Intonasi ialah tinggi rendahnya nada dalam pelafalan kalimat. Intonasi lazim dinyatakan dengan angka (1. a. tanda titik dua [:]. Menurut pemeriksaan / dokter Joko Susanto / memang sakit. atau tanda pisah [--].3. Jeda juga dapat memengaruhi pengertian atau makna kalimat. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X  .4). Angka 1 melambangkan titinada paling rendah. Untuk kalimat panjang penempatan jeda dalam pengucapan menentukan ketersampaian pesan. Jeda juga berhubungan dengan intonasi. (Adi membeli novel di toko buku bukan di pasar) Ciri suprasegmental lainnya adalah intonasi. Penggunaan intonasi menandakan suasana hati penuturnya. penggunaan intonasi yang baik dapat ditentukan pula oleh penjedaan kalimat yang tepat. Misalnya.]. Kalimat yang diucapkan dengan intonasi akhir menurun biasanya bersifat pernyataan. tanda titik koma [. Menurut pemeriksaan dokter Joko Susanto memang sakit Kalimat ini dapat mengandung pengertian yang berbeda jika jedanya berubah. tanda hubung [-]. Adi membeli novel di toko buku. Dalam bahasa lisan. Mereka sudah pergi? Kapan? Berbicara tentang intonasi berarti berbicara juga tentang jeda. tanda koma [.]. Dalam keadaan marah seseorang sering menyatakan sesuatu dengan intonasi menaik dan meninggi. Penggunaan jeda yang tidak baik membuat kalimat terasa janggal dan tidak dapat dipahami.

melainkan kesamaan kaidah. Ciri Bahasa Indonesia Baku Bahasa baku adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. yang sakit Susanto) C. paragraf. Pedoman yang digunakan adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). 4. wacana teknis. 2. Bersifat kecendekiaan. sebagai berikut. (yang memeriksa dokter dan yang sakit ialah Joko Susanto) Menurut pemeriksaan dokter Joko/ Susanto/ memang sakit. Digunakan dalam situasi formal. Bahasa yang tidak mengikuti kaidahkaidah bahasa Indonesia disebut bahasa tidak baku. pembawa kewibawaan. (yang memeriksa bernama dokter Joko. Memiliki kemantapan dinamis artinya kaidah dan aturannya tetap dan tidak dapat berubah. artinya kebakuan bahasa bukan penyamaan ragam bahasa. artinya wujud dalam kalimat. Menurut pemeriksaan dokter / Joko Susanto / memang sakit. dan kerangka acuan. dan forum-forum resmi seperti seminar atau rapat. Ciri-ciri ragam bahasa baku.(yang sakit dokter Joko Susanto) b. dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. tidak memperlihatkan unsur kedaerahan atau asing. Pedoman Pembentukan Istilah. Dari segi pelafalan. 5. dan satuan bahasa yang lain mengungkapkan penalaran yang teratur. Memiliki keseragaman kaidah. 0 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . yaitu. Fungsi bahasa baku ialah sebagai pemersatu. 3. pemberi kekhasan. 1. c.

dan Jeda Lafal adalah cara seseorang atau sekelompok penutur bahasa mengucapkan bunyi-bunyi bahasa. B. i. tanda titik dua(:). walaupun penulisannya hanya lima. Intonasi. Bacalah cerpen di bawah ini! Kesabaran Berbuah Singa Dalam kitab al–Kabair. o. Tujuan Menyimak Menyimak adalah keterampilan mendengarkan sesuatu dengan sengaja untuk tujuan tertentu. Tak lama kemudian. Suatu saat ketika ia berkunjung. Tekanan. cendekia. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X  . ia disambut istri saudaranya itu dengan kasar dan tidak sopan. tanda pisah (–). secara umum fonem vokal dalam bahasa Indonesia dilafalkan menjadi delapan bunyi ujaran. ε.).RANGKUMAN A. Ciri Bahasa Indonesia Baku Ciri bahasa Indonesia baku adalah formal. e. garis miring (/). Imam adz–Dzahabi meriwayatkan kisah orang shalih yang memiliki saudara. dan pelafalan yang tidak mencerminkan kedaerahan atau asing. ə. atau keras lembutnya pengucapan. u.). tanda hubung (-). orang yang ditunggu–tunggu datang sambil menuntun seekor singa yang di atas punggungnya terdapat seikat kayu bakar. Jeda adalah penghentian atau kesenyapan yang secara tertulis ditandai oleh spasi. C. dinamis. ) Tekanan adalah panjang-pendek. Delapan bunyi ujaran itu adalah (a. Intonasi ialah tinggi rendahnya nada dalam pelafalan kalimat. tanda koma (. tinggi-rendah. tanda titik koma (. memiliki kesamaan kaidah. Pemahaman terhadap Lafal.

” Wanita itu berkata lagi.Kemudian. Ketika akan pulang. Tak lama kemudian. istri saudaranya itu menghidangkan makanan dengan sopan. September 2005)  Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . “ Wahai saudaraku. Sedang kini kulihat tutur kata istrimu yang sopan. “Saya saudara suamimu.” (Dikutip dari Majalah Sabili. ia mempersilakan tamunya masuk sedangkan istrinya masih terus mengomel. dari dalam terdengar suara istri saudaranya. Tak lama kemudian. tamunya itu pamit pulang dengan penuh heran atas kesabaran saudaranya pada perlakuan istrinya. Setahun lalu ketika aku mengunjungimu. ia berkata pada saudaranya. Lalu aku melihatmu datang dengan seekor singa yang selalu menuruti perintahmu membawakan kayu bakar. saudaranya datang sambil memikul kayu bakar. Setelah makan. jawab dengan jujur. Bertambah heranlah ia melihat kejadian itu. istriku yang cerewet itu telah wafat. pemilik rumah mempersilakan tamunya.” Orang itu kagum pada tutur kata istri saudaranya yang lembut dan sopan itu. kudengar kata – kata istrimu yang kasar. harap menunggu sebentar. Karena itulah Allah menjinakkan seekor singa agar membantuku membawa kayu bakar. Setelah menikah dengan istri keduaku yang salihah. Tahun berikutnya ia berkunjung lagi. “Siapa di luar?” Ia menjawab. aku hidup bahagia dan singa itu meninggalkanku.” Saudaranya menjawab. Setelah mengucapkan salam. aku selalu bersabar dan memaafkan segala perilakunya yang buruk padaku. Dulu ketika kami hidup bersama. Ketika mengetuk rumah saudaranya. “ Wahai saudaraku. namun aku melihatmu membawa kayu bakar sendirian. Insya Allah ia akan datang dengan selamat. “ Selamat datang.

UJI KOMPETENSI I. mendengarkan informasi atau pesan secara tertulis maupun lisan menginterpretasi informasi memahami perubahan bunyi dan pola tekanan mendengarkan dengan aktif dan penuh perhatian supaya dapat memahami isi dari semua informasi mengapresiasikan informasi yang disampaikan 3. kecuali a. c. dan jeda yang tepat. e. b. intonasi. 1. dan jeda yang tidak baku. 2. bacalah juga bacaan berjudul ”Apakah Kamu Perokok Pasif?” di halaman depan. tekanan. b c. lafal unsur segmental dan suprasegmental intonasi Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X  . Bahaslah bagaimana bentuk yang bakunya.TUGAS KELOMPOK: Bentuklah kelompok dengan anggota 5 orang. intonasi. Kemudian. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! Menurut para ahli. tujuan menyimak adalah berikut ini. c. dan jeda yang tidak baku. memahami informasi memahami unsur bahasa memecahkan masalah melatih pendengaran mengevaluasi pekerjaan Pengertian menyimak adalah a. d. Setelah selesai. e. tekanan. Ilmu bahasa yang membahas mengenai unsur-unsur bahasa yang berhubungan dengan bunyi dan pengucapan disebut a. b. intonasi. d. tekanan. Bahaslah bagaimana bentuk yang bakunya. Satu orang membacakan cerpen berjudul ”Kesabaran Berbuah Singa” di atas dengan lafal. empat orang lainnya mencatat lafal. lalu catatlah lafal.

e. Cara dan kebiasan seseorang atau kelompok masyarakat dalam mengucapkan bunyi atau lambang bahasa disebut a. e. morfologi fonologi fonemik fonetik morfofonemik 7. e. prosa artikulasi morfem fonem huruf 5. tekanan jeda intonasi lafal konsep 6. b. b. c.d. d. e. konteks lambang bahasa Unsur segmental yang terkecil berhubungan dengan bunyi ujaran adalah a. kata lafal tekanan intonasi fonem 8. c. Yang merupakan unsur segmental di bawah ini. b. c. 4. c. d.  tekanan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . d. Di bawah ini yang bukan unsur-unsur suprasegmental adalah a. d. e. b. kecuali a. Ilmu yang mempelajari tata bunyi dan alat ucapnya disebut a.

alofon alomorf rima intonasi jeda 10. d. 9. e. tekanan jeda fonem irama lafal 12. b. d. c. c. e. Penonjolan suku kata yang dilakukan dengan cara memperpanjang pengucapannya. c. intonasi lafal a dan b a. b. dan c Variasi lafal fonem yang tidak membedakan arti disebut a. irama tekanan nada jeda intonasi 11. c. b.b. atau memperbesar tenaga dalam ucapan dinamakan a. d. Menandai batasan ujaran juga membantu memahami ketepatan pesan atau informasi serta membantu pengambilan napas bagi pembicara ialah fungsi dari a. meninggikan nada. e. d. c. e. b. b. diftong prosa irama Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X  . Gabungan vokal yang diikuti oleh bunyi konsonan luncuran / w / atau / y / disebut a.

d. kata yang tidak mengandung diftong / au / ialah a. b. d. c. b. jeda tekanan 13. harimau menghimbau kalau walau mau 17. Menggunakan bahasa baku dalam keadaan atau situasi di bawah ini. kecuali a. c. mau risau namai pantai memuai 14. e. Huruf e yang diucapkan lemah terdapat pada kata a. Kata-kata yang menggunakan diftong di bawah ini. Huruf e yang diucapkan terbuka terdapat pada kata a. b. e. d. bebek karpet perang nenek berkotek 15. yaitu kata a. pedas terang teliti teman peta 16. b. c. e. c. e.d. e. b. Di bawah ini.  formal seminar Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . d.

4. mantel–mental perang--parang ari–sari makin--mangkin tema–tamu 20. c. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. e. b. b. d. Hadirin dipersilakan berdiri! Dia sudah dikasih uang oleh orang tuanya. b. Contoh fonem vokal yang berbeda arti.c. Di bawah ini adalah kalimat yang tidak sesuai dengan lafal baku. Dian setiap pagi sarapan dengan nasi goreng. c. e. c. Awas. kemaren. d. 19. d. 3. 5. e. Paman jalan-jalan ke Ragunan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan menghakpatenkan semua hasil penelitian ini. Pemerintah akan menggalakkan kebersihan lingkungan. d. hati-hati ada lobang! II. adalah a. 2. e. Apa yang dimaksud dengan menyimak? Sebutkan 4 hal yang menjadi tujuan mengenal unsur-unsur bahasa dalam menyimak! Apa yang dimaksud dengan lafal? Apa yang dimaksud dengan diftong? Contohnya? Buatlah kalimat dengan gabungan vokal yang bukan diftong! Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X  . Kami haturkan terima kasih banyak atas bantuannya. Silahken tunggu sebentar. pertemuan ilmiah pergaulan resmi 18. Siswa-siswi SMK PELITA akan mengadakan wisata ke Anyer. yaitu a. Kalimat yang tidak menggunakan kosakata baku di bawah ini. kecuali a.

Menurut Ibu Tanjung Sari memang anak yang rajin.6. 8. 7. `  Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Buatlah jeda yang tepat pada kalimat di bawah ini sehingga terdapat perbedaan pengertian. Apa yang dimaksud dengan tekanan? Buatlah kalimat yang menggunakan kata dengan lafal tidak baku sebanyak 2 buah! Buatlah kalimat dengan menggunakan diftong /ai/ 3 kalimat? Sebutkan ciri-ciri bahasa baku! 10. 9.

kita diharapkan dapat mengenal. Selain itu. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 19 . serta rincian. Dengan mempelajari hal-hal tersebut. macam-macam sifat informasi. mengindentifikasi sumber informasi sesuai wacana. dan penanda uraian proses dan hasil. kita juga diharapkan dapat memahami ragam bahasa dan penanda uraian proses dan hasil. membedakan informasi bersifat faktual. spesifik. spesifik. ragam bahasa. dan rinci Pengenalan ragam/laras bahasa Pembedaan proses dan hasil dengan memerhatikan ciri atau penanda kata/kalimat Pada bab ini kita akan mempelajari sumber informasi.BAB 2 MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI INFORMASI LISAN DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT Standar Kompetensi Kompetensi Dasar - Berkomunikasi dengan bahaa Indonesia setara tingkat Semenjana Menyimak untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat - Indikator - - Pengidentifikasian sumber informasi sesuai dengan wacana Pencatatan isi pokok informasi dan uraian lisan yang bersifat faktual.

Yayasan Kehati. Jakarta.400 pelajar yang mendukung “Teens Go Green” ini akan menjadi inisiator pelajar peduli lingkungan. “Itu bisa dicapai salah satunya dengan mendorong penggunaan energi alternatif bahan bakar gas terutama untuk angkutan umum. Kekuatan pelajar ini digalang untuk memulai sekitar 400. Penanaman pohon oleh Ny Ani Yudhoyono 20 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Untuk menarik minat pelajar. Berdirinya Club Pelajar Cinta Lingkungan itu dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Mereka akan menanam dan memonitor lingkungan di Jakarta.000 pelajar SLTA (SMA dan SMK) di DKI Jakarta berkumpul di Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol untuk menghimpun diri dalam Club Pelajar Cinta Lingkungan “Teens Go Green”. Dunia Fantasi. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi mengatakan. Pelajar pun Menanam Pohon Sedikitnya 24. 2. kalau saat ini pelajar sudah menjadi pemelihara lingkungan. Hari ini baru 80 SLTA besok seluruh sekolah SLTP dan SLTA di DKI Jakarta diharapkan bergabung. Warta Kota. Fauzi berjanji akan lebih banyak menanam bakau di pesisir. anggota klub terpilih dari setiap SLTA akan mendapatkan fasilitas kartu bebas masuk semua wahana di Ancol. Pelajar pilihan dari 80 SMA/SMK se-DKI Jakarta itu diharapkan bisa merekrut dan mementor rekan-rekannya untuk ikut peduli ancaman pemanasan global dan perubahan iklim dengan aksi nyata. Fauzi juga memaparkan program pengurangan polusi yang dijanjikan akan mampu mengurangi tingkat polusi sampai 30 persen. Di Bumi Perkemahan Cibubur. Terkait dengan program hutan bakau. Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Ny Ani Yudhoyono bersama Ny Mufidah Kalla dan sekitar 1.Wacana Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global. “Rantai manusia” ini akan menjadi momentum kepedulian pelajar Ibu Kota terhadap persoalan serius lingkungan. lingkungan akan lebih baik. diharapkan lima tahun sampai 10 tahun mendatang. Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta. Harian Kompas. dan Radio Prambors. 1 / 12 di Panggung Maksima. Sabtu.000 pohon di DKI Jakarta. Acara itu terselenggara atas kerja sama TIJA. seperti menanam pohon.” katanya. Fauzi mengatakan.000 perempuan lain juga serentak menanam berbagai jenis pohon langka.

Informasi dapat diperoleh melalui berbagai sumber dalam bentuk lisan maupun tulisan yang disebut dengan sumber informasi. seperti buku. atau didapat langsung dari narasumber yang bersangkutan dengan melalui percakapan. dengan sedikit perubahan) A. televisi.000 pohon dan Contantina Suai di Jayapura. koran. Tiga hari sebelumnya. Jawa Barat. buletin.dan Ny Mufidah Kalla itu dilakukan bersama dengan tujuh organisasi perempuan di seluruh Indonesia pukul 08. dalam gerakan menanam 79 juta pohon. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 21 .00 WIB. jurnal.” ujar Ny Ani. wawancara. seminar. “Jangan lupa pohon-pohon itu dipelihara dan disirami agar tumbuh dan bermanfaat. Memahami Sumber Informasi Segala sesuatu yang memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan seseorang dapat disebut informasi. Narang di Palangkaraya. Selain para pejabat. Usai penanaman serentak. Ny Ani melakukan konferensi jarak jauh dengan Ny Moenartinin T. Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). yang serentak nenanam 4. surat. Kalimantan Tengah. Papua. penanaman 1. Sumber informasi dapat berbentuk media tulis cetak.000 pohon. ensiklopedia. Sumber informasi dapat pula berbentuk media elektronik. Dharma Wanita Persatuan. majalah.000 bibit pohon yang umumnya pohon langka untuk kegiatan penanaman di Cibubur disediakan Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta. Tim Pengerak PKK. Sebanyak 1. 2 Desember 2007. Tujuh organisasi perempuan yang bergabung dalam Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 10 Juta Pohon adalah Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). dan Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan. diskusi. dalam upaya menyelamatkan bumi dan menyambut Konferensi Para Pihak Ke-13 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (COP-13/UNFCCC). (Sumber : Kompas. Bhayangkari. sedangkan Ny Mufidah Kalla menanam pohon jamblang (Syzygium cunini). Bogor. internet. seperti radio. Presiden Yudhoyono menanam pohon di Cibadak.000 pohon di Cibubur mengerahkan anak sekolah dan anggota Pramuka. Ny Ani Yudhoyono menanam pohon kecapi (Sandoricum koetjape). Dharma Pertiwi. tabloid. dan selebaran. yang serentak menanam 3.

masuk akal. 3. 6. dan faktual Mudah didapat dan dikenal oleh umum Keberadaannya resmi atau diakui Dapat berupa media cetak atau elektronik Dapat berbentuk arsip. Kegemaran membaca membantu memperolah informasi sebanyak-banyaknya dari sumber informasi cetak atau tertulis. 4. 4. yaitu dari orang yang diakui ahli dalam bidangnya. Dapat ditelaah. opini. Sarananya belum dikenal secara umum Berisi hal-hal yang tak masuk akal dan tak dapat dibuktikan kebenarannya Masih berisi asumsi. informasinya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan 5. Memilih sumber informasi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan dalam mendapatkannya. 1. selalu berubah-ubah Banyak sumber informasi yang dapat kita pilih. 7.dan lain-lain. 3. seperti tokoh agama. yang perlu dikaji lagi secara ilmiah Sumber informasi tidak akurat dan tidak tetap. 1. dan ilmuwan. dan peninggalan sejarah yang memang telah diteliti kebenarannya Dapat berupa narasumber. kualitas isinya. 22 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . ini. tentunya cara memperoleh atau menggalinya ialah dengan membaca. kemungkinan mendapatkan informasi dapat dengan memanfaatkan media elektronik. dan bentuk penyampaiannya. dokumentasi. 2. para guru. selain dapat dilihat juga dapat didengar. Bentuk media elektronik saat ini dibuat dengan aneka ragam bentuk serta model yang dapat digunakan dan dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja. Informasi yang disajikan berbetuk audio-visual. 2. dan dijadikan ilmu Sesuatu tidak dapat disebut sumber informasi jika memenuhi kriteria berikut. dikaji. Jika membaca tidak menjadi kegemaran. Sesuatu disebut sumber informasi jika memenuhi kriteria di bawah Berisi informasi bersifat objektif. Untuk sumber informasi yang berbentuk media cetak. Narasumber tentunya orang-orang yang dianggap ahli di bidangnya.

B. informasi dapat dibedakan menjadi informasi bersifat faktual. hasil wawancara c. Informasi bersifat faktual ialah informasi yang berisi fakta-fakta. belum teruraikan secara khusus tentang nama tempat. Jenis Sifat Informasi Dari segi sifat dan uraiannya. sumber informasi yang digunakan sebagai bahan simakan adalah yang berbentuk rekaman atau uraian lisan. buku ilmu pengetahuan b. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 23 . Tertulis / cetak a. teks atau naskah dan lain sebagainya Lisan Narasumber a. dan sebagainya. rekaman siaran televisi a. objek peristiwa. Melalui informasi yang didengarnya. pengamatan/ observasi d. rekaman wawancara c.Sumber informasi juga dapat dijadikan sarana penunjang proses belajar- mengajar di sekolah. peristiwa nyata dan dapat dibuktikan. Informasi faktual terdiri atas fakta umum dan fakta khusus. Perpustakaan sekolah merupakan sarana berisi alat dan sumber belajar. dan informasi bersifat pemerian/perincian. Fakta umum. rekaman radio Dalam kegiatan menyimak. Puluhan pedagang kaki lima dan warung pinggir jalan terkena razia. buku pelajaran d. kamus c. rekaman pidato/khotbah dan lain e. informasi bersifat opini atau konsep. Contoh: Ayah baru pulang dari luar negeri dan sekarang mereka sedang menjemputnya di bandara. 1. a. hasil tanya jawab b. yaitu informasi yang berisi fakta yang masih umum. pelaku. pembacaan wacana/ sebagainya teks/naskah langsung b. ensiklopedia e. Di bawah ini diuraikan bentuk dan jenis-jenis sumber informasi. siswa melakukan penyimakan.

Terjadi perampokan di sebuah rumah gedung di Jalan Sukapura. Contoh opini: Banyak remaja sekarang yang bersifat permisif. 24 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Puluhan pedagang kaki lima di Jalan Gunung Sahari Senen. Perampok berhasil menggasak 30 gram perhiasan. Perampok berhasil menggasak barang-barang pemilik rumah. yaitu informasi yang berisi kejadian atau peristiwa yang dijelaskan secara terperinci atau detail. Sebagian besar lulusan UN tahun ini mendapatkan nilai yang memuaskan. Fakta khusus. Tanjung Priok Jakarta Utara. Informasi bersifat Opini atau Konsep Informasi bersifat opini ialah informasi yang masih berupa pendapat. pendapat yang berisi uraian atau pembahasan pokok persoalan yang akan dibicarakan dalam rapat. 1 unit komputer serta uang 150 juta rupiah. Makalah juga sering diartikan jenis tugas pada mata kuliah tertentu yang berisi hasil kajian pustaka atau tulisan tentang suatu hal. pikiran atau pendirian seseorang tentang sesuatu. - Contoh konsep: Sebelum seminar atau diskusi dimulai. Konsep ialah ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. mengganggap semua serbaboleh tanpa mempertimbangkan norma-norma yang berlaku. Makalah adalah tulisan yang berisikan prasaran.b. 2. serta warung di pinggiran proyek Senen terkena razia. Terjadi perampokan di sebuah rumah. dan sejenisnya. hal itu dikatakan Kepala Sekolah SMK At-Takwa dalam pidato sambutan pada acara perpisahan siswa kelas 3. adik serta Paman sedang menjemputnya di Bandara Soekarno-Hatta. diskusi. biasanya para peserta diskusi diberikan sebuah makalah. Contoh: Ayah baru pulang dari Amsterdam dan Ibu.

) Untuk keperluan lomba lukis. cat air. Hal yang berhubungan dengan penutur dapat dibedakan seperti berikut. Namun ada juga perincian yang berupa unsur-unsur atau bagian yang berbentuk kalimat. C. penulis biasanya menjabarkan penjelasan khusus tersebut menyamping atau horizontal atau berbentuk satuan ke bawah secara vertikal. (2) Pengenalan lafal dan tanda baca. 1. Proses untuk mempelajari unsur-unsur suatu bahasa meliputi: (1) Pengenalan lambang-lambang bunyi. (3) Pemahaman kosakata bersifat kekrabatan. kata tugas. Reihan harus menyiapkan alat tulis. Latar belakang daerah penutur. Ragam bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh latar belakang daerah penuturnya menimbulkan ragam daerah atau dialek. karton. dan (4) Pemahaman terhadap bentuk kata. Uraian khusus yang berupa penyebutan berbentuk kata atau frasa umumnya ditulis secara horizontal atau melebar dari kiri ke kanan. a. Contoh perincian berbentuk kata yang ditulis secara horizontal. dan kuas. frasa. klausa. Ragam Bahasa Dalam bahasa Indonesia terdapat aneka ragam bahasa yang timbul akibat pengaruh dari berbagai hal yang berhubungan dengan penutur bahasa dan sarana atau media yang digunakan. Informasi bersifat pemerian Dalam menjelaskan sesuatu yang bersifat uraian khusus.3. Contoh rincian berbentuk kalimat ditulis berbentuk satuan-satuan secara vertikal. Dialek adalah cara berbahasa Indonesia yang diwarnai oleh karakter bahasa daerah yang masih melekat pada penuturnya. Masingmasing unsurnya dipisahkan oleh tanda koma (. dan perubahan makna. Contoh: Bahasa Indonesia dengan dialek Betawi biasanya menggunakan fonem /e/ untuk melafalkan kata yang Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 25 .

26 Kalau soal itu. Situasi pemakaian. atau acara-acara kenegaraan. dalam rapat. seperti di kantor. Berdasarkan latar belakang pendidikan penutur. misalnya. pelafalan diucapkan tidak tepat atau tidak baku. ogut nggak tau deh. (nonformal) c. Berdasarkan hal ini. semiformal. Bandung menjadi mBandung. (nonformal) Emangnya situ nggak ngantor. Ragam semiformal dan formal dibedakan oleh pemilihan katanya. Begitu pula dengan logat Jawa untuk menyebutkan kata berawalan konsonan /b/ akan terdengar bunyi an konsonan /m/. foto. Contoh pengucapan kata film. fakultas diucapkan pilm. 3. seminar. Latar belakang pendidikan penutur. dan hubungan sosial penutur.. timbul ragam formal. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . di kantin. Mas. Ragam formal digunakan pada situasi resmi atau formal. Contoh: 1. misalnya apa menjadi ape. saya nggak tau persis. pokus. sikap. Ragam formal menggunakan kalimat yang tidak lengkap gramatikalnya dan kosakata yang dipilih cenderung tidak baku. Ragam semiformal dan nonformal biasa dipakai pada situasi tidak resmi seperti di warung. dan seterusnya.berakhir dengan vokal /a/. Kata-kata daerah atau gaul dapat digunakan sepanjang masing-masing penuturnya memahami dan tak terganggu dengan penggunaan kata tersebut. di mana menjadi di mane. timbul ragam yang berlafal baku dan yang tidak berlafal baku khususnya dalam pengucapan kosakata yang berasal dari unsur serapan asing. dan akrab. fokus. Ragam formal juga dipakai jika penutur berbicara pada orang yang disegani atau dihormati. Bogor menjadi mBogor. sedangkan ragam nonformal relatif sama dengan ragam informal hanya pilihan katanya lebih luwes atau bebas. (semiformal) Kalau soal itu. Namun. 2. Ragam formal menggunakan kosakata baku dan kalimatnya terstruktur lengkap. pada situasi santai. dan nonformal. b. poto. 4. di pasar. misalnya pimpinan perusahaan. pakultas. (informal/semiformal) Emangnya kamu nggak dikasih kupon. Kaum berpendidikan umumnya melafalkan sesuai dengan lafal baku. untuk yang kurang atau tidak berpendidikan.

Kabupaten Purwakarta.com. misalnya pembicaraan yang berhubungan dengan agama tentu menggunakan istilah yang berhubungan dengan agama. beberapa contoh ragam bahasa Wacana tentang teknologi komunikasi: Banyak situs internet baik di luar maupun di dalam negeri yang menyediakan fasilitas ruang obrolan (chatting room) ini. Agar percakapan aman dari umum. chatter dapat membuat web pribadi. mual hingga muntah. Setelah mengalami masa inkubasi selama tiga hari hingga dua belas hari. tewas akibat truk yang mereka tumpangi terguling di kawasan Waduk Cirata. Masing-masing memiliki ciri khas kata atau ragam bahasa yang digunakan. Ragam bahasa yang digunakan untuk membahas suatu bidang akan berbeda dengan bidang lainnya. dan ekonomi. kedokteran. Wacana surat kabar: Lima siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Taruna. Para siswa tersebut menumpang truk usai berekreasi ke Waduk Cirata setelah merampungkan ujian.d. misalnya bidang hukum. Rabu (9/5) sekitar pukul 13. Jawa Barat. Di bawah ini. Pembuatannya dapat gratis melalui fasilitas NBCi.30. penderita juga akan mengalami rasa ngilu pada otot. Ruang lingkup pemakaian atau pokok persoalan yang dibicarakan di lingkungan kelompok penutur. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X yang merupakan laras 27 . begitu pula dengan bidang lainnya. Variasi ini disebut dengan laras bahasa. Wacana yang berhubungan dengan persoalan kesehatan: Penyakit chikungunya diakibatkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. penderita akan jatuh sakit. Termasuk penggunaan ungkapan atau gaya bahasanya. seseorang akan menggunakan kosakata kajian atau khusus yang berhubungan dengan topik pembicaraan tersebut. Selain demam. Virus ini membuat penderita mengalami demam tinggi selama lima hari. Purwakarta.com. Banyak persoalan yang dapat menjadi topik pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari. Saat membicarakan topik tertentu. Salah satu yang cukup populer di Indonesia adalah milik detik.

kemudian. Dari arah lapangan. Tidak terikat situasi. Makna ditentukan oleh pemakaian tanda baca. 4. verba. objek tidak tampak. Berdasarkan sarana atau media yang digunakan. Ragam lisan Menghendaki adanya teman/mitra bicara. Unsur gramatikal seperti subjek. dan waktu. dan waktu. Yang tampak adalah gerakan. 2. Untuk 28 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . uraian proses ditandai oleh penggunaan bentukan kata dasar (nomina. ragam bahasa dibedakan menjadi ragam lisan dan tulisan. sering ditemui uraian cara atau proses yang diakhiri dengan hasil yang didapatkan. 2. ruang. murid-murid dengan baju olahraga enggan berteduh. Pakaian mereka sudah sangat kuyup. mimik. Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil Dalam karangan berbentuk eksposisi. 2. selanjutnya. Makna dipengaruhi oleh tekanan atau nada suara. 3. Uraian proses biasanya menggunakan kata-kata hubung lalu. Perbedaan ragam lisan dan tulisan: 1. dan sebagainya yang menunjukkan adanya urutan waktu atau berlangsungnya suatu pekerjaan. Beberapa anak yang tidak bermain bersorak–sorai dan bertepuk tangan sembari menyipratkan air yang berkubang di tanah dengan kaki mereka. atau adjektiva) dengan imbuhan pe–an. Secara gramatikal. D. dan ekspresi. 1. kondisi. Ragam tulisan Tidak harus ada teman bicara di hadapan Fungsi gramatikal dinyatakan secara eksplisit. 3. tetapi semangat mereka untuk bermain basket masih menyala dalam hujan. ruang.Wacana bergaya sastra: Grace mengambil payung dari bawah jok tempat duduk dan beranjak keluar. 4. predikat. Terikat oleh situasi. berikutnya.

hasil memantau Pantauan = pantau (verba) + -an - RANGKUMAN A. 3. proses memutihkan/ Pemutihan = pe–an + putih (adjektiva) membuat secara kolektif Bunga akan muncul setelah pemupukan yang intensif. Contoh penanda proses: Pengevakuasian korban gempa di Kepulauan Nias berlangsung dua hari. hasil merampok Rampokan = rampok (verba) + -an Ia menjual lukisannya hingga mencapai kisaran lima juta rupiah. Memahami Sumber Informasi Sumber Informasi ialah informasi yang dapat diperoleh melalui berbagai sumber dalam bentuk lisan maupun tulisan. Informasi bersifat faktual Informasi bersifat opini atau konsep Informasi bersifat pemberian Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 29 . - - Contoh penanda hasil: Mereka digrebek oleh polisi saat menghitung hasil rampokan di sebuah pematang sawah. B. 1. proses Pegevakuasian = pe–an + evakuasi (verba) mengevakuasi Pemutihan kepemilikan KTP di Kelurahan Manggarai merupakan kebijakan Lurah yang baru.uraian hasil ditandai oleh akhiran –an yang dilekatkan pada kata dasar verba. proses memupuk/ Pemupukan = pe–an + pupuk (nomina) memberi pupuk. Jenis Sifat Informasi Sifat informasi dibedakan menjadi tiga. hasil melukis Lukisan = lukis (verba) + -an Pantauan penghitungan sementara pemilihan kepala daerah di Bekasi dimenangkan oleh pasangan Saadudin dan Ramli. 2.

selanjutnya. Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil Uraian proses dalam karangan ditandai oleh pemakaian kata hubung: lalu. 30 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Ragam Bahasa Ragam bahasa terjadi karena dua hal. sedangkan uraian hasil ditandai dengan akhiran -an. dan nonformal. semi formal. c. Berdasarkan penggunaan sarana atau media. Tulislah uraian yang termasuk fakta.C. Setelah itu beri penjelasan. Carilah 4 jenis wacana yang menggunakan laras bahasa yang berbeda di koran atau majalah. berdasarkan persoalan. Hal yang berhubungan dengan penutur . berdasarkan situasi pemakaian. Secara gramatikal uraian proses ditandai dengan penggunaan pe--an pada nominal. a. verbal. Tulis atau tempelkan di buku tugas berikut sumber bacaannya. ruang lingkup pemakaian dan pokok d. Bacalah wacana di halaman awal bab ini. dibedakan atas empat hal. sikap dan hubungan sosial penuturnya. kemudian. 2. Tulis atau tempelkan di buku tugas atau lembar kerja. b. dan sebagainya yang diikuti oleh pernyataan hasil. Carilah pula wacana yang berisi uraian proses dan hasil. kerjakanlah tugas-tugas berikut. opini. dan perincian. yaitu: 1. berdasarkan latar belakang pendidikan penutur. a. TUGAS MANDIRI : Supaya Anda lebih memahami materi ini. D. c. b. berdasarkan latar belakang daerah penutur. dan ajdektiva. timbul ragam formal.

b. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 31 . Rumah yang terkena banjir berjumlah 92 buah. Semua anak Indonesia wajib bersekolah. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! a. Alasan yang tepat untuk dapat masuk ke Fakultas Ekonomi di UI ialah a. Berbagai tindakan kenakalan seperti kebut-kebutan. c. Agar lingkungan kota bersih mari kita jaga kebersihan. petugas Polres Surabaya menangkap empat “ayam” ABG yang sedang beroperasi di hotel. Setuju ekonomi sangat dibutuhkan oleh perusahaan. b. Maraknya aksi kebut-kebutan di Jalan Karangmenjangan setiap malam minggu meresahkan masyarakat sekitar dan pemakai kendaraan. kemampuan di bidang ekonomi. Berkali-kali gobang itu dibacokkan ke tubuh Dewi karena tidak mau menyerahkan sepeda motornya. Salah satu contoh negatif dari pengaruh itu adalah makin meluasnya kenakalan remaja. perampokan. minat. e. 1. Jakarta rawan kecelakaan lalu lintas. 2. penggunaan obat-obat terlarang. Kalimat opini yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah a. c. Yang termasuk fakta adalah Seorang siswa SMK bercita-cita ingin masuk ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Terjadi gerakan reformasi dan krisis ekonomi yang berkepanjangan di negeri ini telah membawa pengaruh dalam kehidupan sosial. e. pencurian. Tentu saja kita tak boleh tinggal diam menghadapi peristiwa seperti ini. d. Keluarganya umumnya lulusan UI. Nilai Matematika dan IPA saya selalu sangat memuaskan. b. Lulusan Fakultas Ekonomi UI selalu dapat pekerjaan.UJI KOMPETENSI I. Sabtu dini hari. d. c. Saya akan mengembangkan bakat. 3. Kita harus memberantas narkoba sampai ke akarnya. sampai dengan tindakan asusila hampir setiap hari tertampung di surat kabar.

Indonesia belum memiliki kereta api bawah tanah. b. petugas kepolisian berhasil mengamankan empat remaja yang kedapatan membawa cimeng (ganja) setelah melakukan razia. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . e. Sabtu. Gizi yang baik sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. d. banyak anak usia sekolah yang perlu mendapatkan bantuan. Pikiran saya sejalan dengan gagasan Anda. 32 Kegiatan itu baik. 23 Juni 2007 di Pantai Indramayu. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari. e. Sebaiknya. Para siswa harus melakukan ujian susulan karena sakit. 23 Juni 2007 di Pantai Indramayu. Pernyataan yang sesuai dengan fakta dalam bacaan di atas adalah a. sebelum kita melaksanakan kegiatan. c. c. Indonesia belum memiliki kereta api bawah tanah. perlu dievaluasi untung dan ruginya. Kalimat yang merupakan fakta khusus ialah a. Kita harus menghormati orang tua dan guru. yaitu bahwa fakta tentang anak putus sekolah perlu dicari. Saya sependapat dengan Anda dan siap membantunya. Para orang tua seharusnya memerhatikan lebih serius perilaku putranya untuk mengurangi perilaku yang menyimpang. Ibu-ibu pengajian mengadakan kegiatan sosial dengan nama “peduli balita”. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari. Para siswa harus melakukan ujian susulan karena sakit. misalnya pemberian minuman susu gratis dan pemberian makanan bergizi. Beberapa nelayan dinyatakan hilang saat melaut. d. b. Dalam situasi krismon seperti sekarang. b. e. 5. tetapi apakah tidak menimbulkan kecemburuan sosial? Kegiatan-kegiatan positif dalam menunjang perbaikan gizi balita perlu direalisasikan. c. Sabtu. 4. Beberapa perairan pantai rusak akibat abrasi karena tidak dipelihara dengan baik. Kita harus menghormati orang tua dan guru. terutama untuk anak-anak balita dan usia sekolah. Kalimat yang termasuk opini ialah a. Minggu dini hari. e.d. d. 6.

e. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 33 . d. Alfalfa mengandung klorofil yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Ragam bahasa ilmu pengetahuan ialah a. Bahasa yang dipakai di berbagai bidang ilmu dan masing-masing memiliki perbedaan disebut a. b. d. Rasa terima kasih kami sampaikan pada semua pihak yang telah membantu. (3) Para penentu kebijakan kurikulum mestinya berkaca pada agenda ini. Kejadian ini melibatkan berbagai disiplin ilmu. Penelitian ini mengambil objek di daerah utara wilayah Cirebon. (2) Pemberdayaan perempuan pun menjadi agenda dalam proses pembelajaran. (1) dan (2) (3) dan (5) (3) dan (5) b. Gunung Semeru menunjukan aktifitasnya. Drama kolosal itu digarap oleh sutradara Imam Tantowi. Yang merupakan bahasa surat kabar ialah a. ragam bahasa bentuk bahasa laras bahasa gaya bahasa unsur bahasa 8. Beberapa pekerja ikut tertimbun tanah longsor itu. b. Proses pemilihan kepala daerah berlangsung sangat tertib.500 keluarga. d. c. (6) Data ini menunjukkan bahwa pria yang sukses justru akan memilih dengan wanita karier yang bekerja keras. (5) Penelitian dilakukan sejak 1991-1999. c. c. d. 10. e. Kalimat yang berisi fakta pada paragraf tersebut terdapat pada nomor a. Kebakaran hanguskan puluhan rumah di Penjaringan Utara. e. c. (4) Data empiris dari ekonomi Marco Francesconi menganalisis dan British Household Panel Survey yang mendata 10 ribu individu dari 5. b. (1) Di sini peran pendidikan sangat vital. Saturnus memiliki diameter kurang lebih 10 kali diameter bumi dalam tata surya.7. e. (2) dan (3) (4) dan (6) 9.

Penghasilannya bisa mencapai lima juta rupiah per bulan. lain cerita dengan pohon yang bernama santalun album atau cendana. d. b.11. Pasien rumah sakit itu memprotes adanya mal praktek yang terjadi padanya. c. (5) Sayangnya. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan ialah tersangkanya. 34 Pemerintah merencanakan membangun transportasi sungai di Jakarta. Tumbuhan anggur hidup di daerah tropis dengan kelembaban tertentu. Kalimat yang menyatakan proses ialah a. Karangannya mendapat juara satu lomba mengarang tingkat kotamadya. e. cendana muda mudah mati. e. c. populasinya makin menipis karena para penangkar mengalami kesulitan mengembangkannya. e. d. 12. (3) Kayu berbau harum ini termasuk komoditi agak bernilai tinggi. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . (4) Jelas harganya mahal. (6) Biji cendana sulit tumbuh. (2) Kalau benalu dianggap bukan tanaman berharga. Ragam bahasa sastra ialah a. Ia suka berkumpul dengan temannya di pangkalan itu. b. Kalimat yang menyatakan hasil adalah a. (7) Meski bijinya mudah berkecambah. c. b. b. Penantian yang panjang membuahkan hasil sangat mengharukan antara sang ibu dan anaknya. Rambutan itu mahal harganya. c. Polisi dan Tim SAR belum menemukan nelayan yang hilang. Ia memendam perasaannya selama lima tahun. Habis manis sepah dibuang. Lelaki umur tiga puluh tahun dan berjenggot itu masuk ke rumah makan itu dengan tenang. Kalimat fakta dalam paragraf di atas terdapat pada nomor a. 1 dan 3 3 dan 5 4 dan 6 5 dan 6 5 dan 7 13. (1) Lain benalu lain pula cendana. d. 14.

kemudian b. b. Pengungsi korban lumpur Lapindo mengharapkan bantuan pemerintah. tentang narkoba. c. Akhiran –an pada kata anggaran berarti a. Pemerintah kota dan DPRD menyepakati anggaran untuk pendidikan sekitar 23 persen tahun ini. c. e. d. Telah terjadi unjuk rasa besar-besar pada hari buruh sedunia. narasi deskripsi eksposisi d. keuangan bulan ini. pelajaran pemberantasan penanggulangan penyuluhan penelitian 16. sesuatu yang berkaitan dengan uang Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 35 . selanjutnya d. Kata hubung yang menunjukkan adanya proses yang berlangsung atau penandaan urutan waktu ialah di bawah ini.. lalu c. Karangan yang berisi uraian cara atau tahapan proses beserta pernyataan hasilnya disebut juga a. argumentasi persuasi 18. setelah itu e. laporan rincian uraian rancangan bayaran 17. b. e.d. ia mengikuti . Kata berakhiran –an untuk pengisi titik-titik yang tepat pada kalimat di atas adalah a. 15.. e. e. Ia diminta pimpinan untuk menyerahkan . b. d.. c. Sejak jam tujuh pagi. dan lagi 19. kecuali a. Kata berimbuhan pe–an untuk pengisi titik-titik yang tepat adalah a..

Ahmad membeli sepatu di Pasar Baru dan Jatinegara. b. 6. c. Buatlah kalimat yang menggunakan ragam semi formal. sebanyak 2 buah! Buatlah 2 contoh yang bukan termasuk sumber informasi? 10. 5. e. Bagaimana ciri-ciri sumber informasi yang baik? 36 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . d. 50. Buatlah dua kalimat yang menggunakan afiks/imbuhan yang menandakan proses dan hasil! 8. II. 3. 30. Sebutkan jenis-jenis sumber informasi! Sebutkan contoh bentuk informasi yang tergolong media cetak. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Barang-barang rumah tangga ini dapat dijual di pasar loak. garam. Ibu sedang menawar harga barang-barang rumah tangga. e. 9. Bibi membeli keperluan dapur berupa kecap. dan cabe.b.000. Barang itu dijual seharga Rp. sebanyak 5 buah! Buatlah contoh uraian berisi fakta khusus! Buatlah contoh uraian berisi opini atau konsep! Buatlah contoh uraian yang bersifat pemerian berupa satuan kalimat atau bagian! Faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa? 7. 4. d. 2. Kalimat yang berisi pemerian adalah a. hasil dari sesuatu yang dianggarkan proses menganggarkan hal penganggaran masalah keuangan yang direncanakan 20.000 dan Rp. c. gula pasir.

mempelajari teknik membuat catatan. serta cara menafsirkan kata. Selain itu. menyusun bagian bacaan.BAB 3 MEMBACA CEPAT UNTUK MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS Standar Kompetensi Kompetensi Dasar - Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Membaca Cepat untuk Memahami Informasi Tertulis dalam Konteks Bermasyarakat - Indikator - - Membaca cepat permulaan (120-150 kata) per menit Membaca cepat lanjutan dengan menerapkan teknik memindai (scanning) dan layap (skimming) sehingga mencapai 230-250 kata per menit Membuat catatan pokok-pokok isi bacaan sesuai dengan cara/teknik membuat catatan Menjelaskan bagian bacaan tertentu secara rinci - - Pada bab ini. bentukan kata. bentukan kata. serta ungkapan idiomatik dengan tepat. dan ungkapan idiomatik. menyusun bagian bacaan. kita diharapkan mampu membaca cepat hingga mencapai 250 kata per menit. kita akan berlatih membaca cepat pemahaman dengan sistem layap (skimming) dan memindai (scanning). dan dapat menafsirkan kata. mampu membuat catatan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 37 . Setelah mempelajari bab ini.

“Semoga Allah menjaga kalian. sebuah kisah nyata dari Ahmad Faizal (28 tahun) salah seorang yang luput dari bencana itu. Takut. Tercekat. Saya masih trauma. Suasana sungguh menggidikkan bulu roma. “ doaku tercekat. ampun rasanya seperti dikejar raksasa cair yang mengalir seringan angin dan siap mencabut ruh kita kapan saja. Belum pernah terbayang dalam hidup saya akan mengalami kejadian luar biasa ini. dengan reflek saya lari. Kalau ada sedikit goncangan atau suara-suara bergemuruh yang mengagetkan. Berbagai jeritan. Rosna yang tengah hamil tua bersama suaminya menyelamatkan diri menggunakan motor. Yaa. mereka gemetar. Zaenal Alwi (8 tahun). Dengan wajah pucat yang sama. Sempat kulihat air mukanya sepucat mayat. Usai tsunami. aku mengangkut tiga anak Rosna dengan motor yang kupacu seperti kesetanan. Apalagi saya sempat “terbirit-birit” dikejar gelombang raksasa itu. hingga kapan pun sulit dilupakan. Saya izin pulang melihat kondisi keluarga.. lolongan ditingkahi gemuruh gelombang yang membangun kubangan besar kematian makin memacu laju kendaraan kami pada suatu titik kecepatan yang kami sendiri tak mampu menyadari. Dikejar Gelombang Sampai ke Gunung Kalau ingat peristiwa gempa dan tsunami yang kemarin memporakporandakan wilayah kami. 38 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Ajaib. bergemuruh. Apalagi bagi seorang saksi yang benar-benar mengalami peristiwa tersebut. Di luar sana gerombolan manusia dalam hitungan tak terkira lari pontangpanting sambil berteriak air laut naik.. sepertinya tidak terbayang.Wacana Peristiwa bencana tsunami di tanah rencong Aceh yang begitu dahsyat dan memakan korban ratusan ribu manusia. sempat pula saya alami. Rosna Maulida (26 tahun) bersama suaminya dan tiga anaknya. biar anak-anak ini aku yang bawa. saya tugas di rumah sakit Peukan Bada. dan membangun sebuah singgasana kerusakan yang mengerikan. Sementara gulungan raksasa cair di belakang kami terus bergerak. kerusakan batin yang sama parahnya. saya berteriak lari. Sampai di rumah saya dapati adik saya. dan lari! Kami lari berpisah. gelombang itu telah memecah kebersamaan kami. lari. Wah segalanya seperti diaduk. Eka Lestari (10 tahun). dan Hafidz Maulana. Sedih.. Awal Musibah Waktu gempa tiba. Di bawah ini.

Kami terus berlari mendaki gunung. Raksasa hitam cair yang mengangkut berbagai sampah besar itu terus mengejar. Air yang terus bergerak perkasa. Sambil memeluk Hafidz. beradu dan saling mempertontonkan keganasannya. Aku terus berlari di atas gunung. Kesulitan baru datang. dekat pos Brimob. Takdzim kupeluk dan mengikat Hafidz Maulana yang baru berusia 8 bulan dengan kain yang biasa digunakan untuk menggendongnya. Sempat kusaksikan sebuah rumah tercerabut dan terseret utuh. Ada lima orang yang menyelamatkan diri di sini. hanyalah air. Kuputuskan untuk berlari di muka sebagai pembuka jalan. aku berlari dengan posisi membungkuk serta tak luput berteriak.Subhanallah! Tak hanya di belakang. Kembali ke arah laut. Bersama kami menuju Gunung di daerah Lham Pisang. Nyali kami sempat meleleh. Sering kusaksikan ia berlari kepayahan. Pada suatu titik. Rumah. juga ruh serta harga diri yang selama ini dimiliki dengan kebanggaan dan kesombongan hanya tinggal sampah. Sehari kami berdiam di gunung. membangun hamparan besar kerusakan dan kematian. Sementara kedua kakaknya. Kami tak sadar. Ada satu hal lain yang membuat batinku perih saat Eka Lestari dan Zainal Alwi berteriak kehausan. Kami terus melesat. Selama di sini tak secuil pun makanan yang sempat masuk. Hutan telah kami tinggali. Kutinggalkan motor. Bahkan tak sadar bahwa sebagian baju dan kulit tersayat pepohonan dan tanaman hutan. sejauh pandangan jatuh. diiringi sebuah gelombang baru setinggi puluhan meter. Air yang membangun singgasananya di atas puing-puing kehancuran dan kubangan besar kematian. kami terus berlari dan berlari. Tak kuperdulikan lagi kepala pelontos ini habis dicucuki duri. di hadapan kami hutan membentang. tak jauh dariku dua gelombang yang datang dari arah berlawanan bertemu. Saya ingin menenangkan. Segalanya telah menjadi sampah. bahwa kaki bengkak dan luka di sana sini. mobil. Sepersekian detik kemudian dentuman keras terdengar. di hadapan kami gunung terhampar. Apalagi tubuh Eka lumayan gendut. Di atas gunung ini. raksasa cair itu juga tampak tengah bergerak perkasa. tapi tak bisa Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 39 . Untung aku tak terjilat salah satu tentakel gelombang itu. memompa semangat Eka dan Alwi agar melesat lebih cepat. Eka Lestari (10 th) dan Zaenal Alwi (8 th) kuminta mereka berlari secepat mungkin. rupanya di depan kami. Aku berbelok ke arah sebuah gang dan terus berlari menuju sebuah gunung yang ada di daerah Lham Pisang yang kira-kira berjarak lima kilometer dari rumah kami. harta benda berharga.

Mengimbangi pesatnya arus informasi yang tersebar. juga sempat selamat saat melahirkan dengan tubuh berlumur lumpur. yaitu membaca cepat pemahaman atau membaca efektif agar proses penyerapan ilmu atau informasi juga dapat dilakukan dengan cepat. Tapi baru saja melarikan diri dari kejaran gelombang maut. Tak lama kemudian kami dipertemukan dengan keluarga yang terpisah. Teknologi informasi pun berkembang demikian pesat menjadi sarana penyebaran informasi bagaikan tak terikat ruang dan waktu. Sebab kami harus melanjutkan hidup. Setelah satu hari berlalu. ( Sumber : Hikayah Edisi Eksklusif. Berbagai mayat berjejer seperti ikan teri. 2005) A. Adikku Rosna. Benar jika ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa waktu tergelap di malam hari adalah masa-masa menjelang terbit fajar. Sekitar tiga hari kami di sini. Siswa tidak lagi hanya berpedoman pada apa yang didapat dari sekolah. daya atau kemampuan menyerap informasi dari membaca juga harus ditingkatkan. kami pun turun ke tempat pengungsian. Mau cari makanan dan minuman di mana? Ini gunung lho! Apalagi kami tidak sedang wisata. Membaca dengan cara lama harus diubah dengan pola baru. habis gelap terbitlah terang. Sebagai siswa. adalah jalan panjang sarat kematian. Berbagai sarana baik cetak maupun elektronik berlomba-lomba menyuguhkan aneka informasi yang bermanfaat dengan sajian instan. 40 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Tsunami sungguh telah membangun singgasananya di atas puing-puing kehancuran dan kubangan besar kematian. Segala kejadian di mana pun dapat tersebar demikian cepat dalam hitungan detik. Akhirnya. Semoga. Sepanjang jalan yang kami lalui. Mayoritas dari mereka hitam dan telanjang. Membaca Cepat Permulaan Perkembangan zaman yang diikuti oleh perkembangan teknologi membuat semua berjalan serbacepat. Kebahagiaan kami pun kembali tumbuh. Segala bentuk informasi tertulis yang tercetak pun tak kalah pesatnya. Puluhan buku setiap harinya dicetak dan terbit. Sederhananya.membantu. Belum lagi satu buku habis masa promosinya sudah terbit buku-buku baru yang lainnya. kami berpikir air tak akan naik. namun ia secara mandiri juga dapat menggali informasi melalui aktivitas membaca dari berbagai media yang berkembang. Anda tertuntut untuk dengan cepat pula mengetahui informasi yang berkembang.

membaca dengan suara nyaring atau melafalkan kata per kata. Anda dapat melakukan pengukuran waktu lamanya membaca. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan mengubah pola membaca yang salah yang sudah menjadi kebiasaan dengan sistem membaca yang baru. 5. membaca dengan melihat kembali ke bacaan sebelumnya/regresi. 3. Atau jika bacaan panjang hitunglah setiap kata dalam bacaan hingga jumlah 300 kata (Lihat cara perhitungannya dalam penjelasan selanjutnya). Semua cara lama tersebut menjadi penghambat membaca dalam waktu yang cepat. Yang dimaksud membaca cepat pemahaman adalah membaca dengan waktu yang lebih cepat dari membaca normal namun tetap dapat memahami isi bacaan sekurang-kurangnya 60 persen. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 41 . 1.Membaca cepat bukan membaca dengan cepat tanpa ada yang terserap dari isi bacaan karena tujuan membaca adalah memahami isi bacaan yang dibaca. Sebelum membaca. tapi untuk tahap awal. Setelah mencapai target waktu. 6. catatlah dulu waktu mulai setepat-tepatnya. Untuk melatih kecepatan membaca. Walaupun ukuran kecepatan yang ideal setiap orang bergantung pada jenis bacaan dan tujuan membaca. Caranya seperti brikut. membaca dengan menggerakkan kepala mengikuti baris bacaan. Selesai membaca. 6. 3. catatlah waktunya. membaca dengan melafazkan dalam batin atau pikiran kata-kata yang dibaca atau subvokalisasi. yaitu membaca dengan kecepatan 120 – 150 kpm (kata per menit). Anda dapat mengambil ukuran membaca cepat pemula. Carilah bacaan ringan yang banyaknya lebih kurang 300 kata. Cara lama yang harus dihilangkan itu meliputi hal-hal berikut. Jika belum sampai target. Hitung berapa menit dan detik lamanya membaca. cobalah menguraikan kembali hal yang sudah dibaca dengan bahasa sendiri untuk mengukur tingkat ingatan dan pemahaman. Sebelumnya. 2. ulangilah kembali dari awal pada bacaan yang lain. membaca dengan menggerakkan bibir. 5. Anda menentukan target lamanya membaca untuk panjangnya bacaan atau jumlah kata dalam bacaan. 4. 1. membaca dengan menunjukkan jari pada bacaan. 4. 2.

. kecepatan membacanya: 300 ––– X 60 = 150 kpm 120 Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan yang dibaca. manusia menyukai segala hal yang menyenangkan.. Hasilnya merupakan jumlah rata-rata per baris dari bacaan itu. Dengan hatinya. Rumus mengukur kecepatan membaca dengan ukuran satuan kata per menit (kpm). Lalu hitung jumlah baris yang dibaca dan kalikan dengan jumlah rata-rata tadi. Kecendrungan pada sisi inilah yang kemudian melahirkan warna yang senantiasa mengiringi gerak kehidupan manusia. SASTRA. jumlah kata yang dibaca adalah 30 X 10 = 300 kata Bacalah wacana di bawah ini yang berjumlah .. Maka. detik. hitung jumlah kata dalam lima baris dahulu lalu bagi lima. baik. baik yang berhubungan dengan 42 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . DAN APRESIASI Manusia selain memiliki akal pikiran sebagai alat berpikir...... Jadi jumlah per baris 10 kata Jumlah baris dalam bacaan yang dibaca 30.. menit . SENI BERBAHASA. Misalnya: Jumlah kata per lima baris 50 kata : 5. Waktu mulai: pukul . Dalam berbagai hal. Hal menyenangkan itu dapat berhubungan dengan segala yang indah. hasilnya merupakan jumlah kata yang dibaca. indah atau jelek. Rumus kpm. tetapi juga baik dan buruk.. juga memiliki hati sebagai sarana untuk merasakan dan menilai. ialah: Jumlah kata yang dibaca –––––––––––––––––––––– X 60 = jumlah kpm (kata per menit) Jumlah detik untuk membaca Jika seseorang membaca 300 kata dalam 1 menit atau 120 detik.. Dengan itu. manusia tidak selalu berpikir tentang benar atau salah.. atau yang berbau seni. lebih ..

dan ragam dalam pengungkapan bahasa secara tertulis maupun lisan sangat kental dan menonjol. tak heran jika dalam segala urusan yang berkaitan dengan kepentingan serta kebutuhan manusia. dan komunikasi melalui bahasa terdapat unsur seni. bentuk. pola. terdapat ragam dan gaya bahasa.bidang pekerjaan. Jika hasilnya 150 kpm. puisi. Hal itu yang kemudian menjadi ciri khas dari masing-masing bentuk karya sastra seperti prosa. menit . Bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana mengungkapkan pikiran serta perasaan manusia juga tak lepas dari unsur seni. terdapat pola.. Maka. atau gaya dalam melakukan sesuatu. Seni dapat berwujud sikap. Dalam tata bahasa. Seni bahasa meliputi seni menulis. ilmu. Apresiasi dalam sastra adalah pengenalan dan pemahaman yang tepat terhadap nilai sastra yang menimbulkan kegairahan terhadap sastra itu serta kenikmatan sebagai akibatnya. tidak dapat instan tapi melalui proses. dan lain-lain. corak. Pada tataran wacana atau bentuk tulisan. dan drama. Proses hubungan sosial manusia secara eksplisit maupun implisit memasukkan unsur seni. Apresiasi adalah usaha pengenalan suatu nilai (hati) terhadap nilai yang lebih tinggi (karya seni). Maka. dan cara yang berbeda-beda. berarti kecepatan membaca untuk tahap awal telah tercapai. Namun pencapaian itu belum ideal untuk tahap membaca pemahaman. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 43 . maupun ragam yang membuat kehidupan manusia lebih variatif. untuk mengenal. cara. Catat kembali waktu saat selesai membaca. Dari semua itu. corak. lalu hitunglah berdasarkan rumus di atas. gaya. gaya. berarti Anda dianggap cukup berhasil membaca cepat pemahaman tingkat permulaan. membaca. Maka... terbentuk kesusastraan atau susastra.. muncullah berbagai tipe. berbicara. Apabila semua pertanyaan dapat terjawab benar tanpa melihat bacaan. warna.. mempelajari. Proses itu disebut dengan apresiasi. Waktu selesai pukul: . lebih .. mintalah teman Anda menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan isi bacaan sebanyak 10 sampai 20 butir pertanyaan. detik. Dalam dunia sastra. dan memahami bentuk sastra.

Membaca bukan melihat kata per kata tetapi melihat bagian per bagian (fiksasi). dapat menggunakan teknik pemindaian (scanning). Jika dalam membaca seseorang hanya membutuhkan fakta-fakta tertentu atau hal-hal penting saja dari sebuah rangkaian informasi atau bacaan dengan mengabaikan unsur detailnya. tidak semua kata dibaca karena tidak semua yang tercetak atau terurai dalam kata-kata pada suatu bacaan penting bagi pembaca. data statistik. mencari kata dalam kamus atau indeks. Dalam hal ini. Teknik ini dipergunakan dalam aktivitas mencari nomor di buku telepon. dapat dilakukan beberapa latihan seperti di bawah ini.B. Untuk melatih kecepatan mata dalam melakukan lompatan-lompatan atau melatih jangkauan mata secara menyamping (horiziontal) maupun melayap ke bawah (vertikal). Ada dua teknik membaca cepat yang dapat dilakukan untuk mengefisienkan waktu dan memberikan hasil yang efektif sesuai tujuan membaca. dan sebagainya. Begitu pula pada teknik pemindaian pandangan mata hanya akan terfokus pada hal-hal penting barupa data atau fakta yang dicari. Membaca skimming artinya membaca dengan tujuan hanya mencari ide pokok atau saripati dari bahan bacaan yang dibaca. Jadi. Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap dan Membaca Memindai Bagaimana agar kita dapat membaca sejumlah bahan bacaan yang cukup banyak dan penting bagi kita dengan ketersediaan waktu yang tidak cukup lapang? Atau kita harus menemukan informasi tertentu yang begitu penting dalam ribuan data atau ribuan rangkaian kata-kata dan kalimat. Dua cara membaca tersebut ialah membaca dengan teknik layap (skimming) dan membaca dengan teknik memindai (scanning). pembaca dituntut memfokuskan pandangan hanya pada unsur-unsur penting dalam bacaan. 44 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . dapat menggunakan teknik pelayapan (skimming). Dalam teknik membaca pelayapan. Jika seseorang membaca dengan tujuan hanya mencari fakta atau data tertentu dan ingin langsung menuju ke hal tertentu tersebut. pembaca harus dengan terampil melebarkan pandangan hanya pada bagian-bagian tertentu yang dianggap penting dengan selalu melompati atau melewati hal-hal yang dianggap tak penting. Semua ini membutuhkan latihan cara menatap atau menggerakkan mata ketika membaca.

saya suka baju lengan panjang.Latihan 1 Carilah nama buah pada kumpulan kata-kata di bawah ini: Waktu 10 detik... o o bukan. 1) Saya senang olahraga sepak bola. pandangan mata tidak bergerak pada kata per kata melainkan pada kelompok kata. ● ● ● ● Pada prinsipnya membaca untuk mendapatkan isi bukan menghafal kata-katanya. Perhatikan contoh berikut. o o o o 2) Saya suka baju lengan panjang. Hal yang perlu dilakukan adalah mempercepat peralihan dari fiksasi ke fiksasi dan tidak terlalu lama berhenti dalam satu fiksasi. bata aman apel Andi Anda pelajar petai akan dadu didi adel maka cecak cecilia cermai cantik duri makin mati nanti nama nangka nasib Nani tikus taman duku delman dadu cerita jaga hari juga lilin jeruk jamin jujur jaman Januari Rara siapa santai Agus koper kaki manis mama ragu lemon sakit hanya masih minta duren hasil tapi pepaya Adi cangkir rasa lima gagal roda lama gagu ramai api susu elon cucu apik markisa ini m Nama buah yang ditemukan berjumlah . buah Latihan 2 Untuk melatih jangkauan mata secara horizontal atau dari kiri ke kanan. Saya senang olahraga sepak bola. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 45 . ● ● bukan.

Percepatlah gerak mata dari satu fiksasi ke fiksasi berikutnya. Mungkin hal di bawah ini dapat dilakukan sebagai latihan. Bacalah sekaligus sebagai satu frasa/klausa. Jadi baris pertama harus Anda baca rumah sakit mata. jangan terpisah-pisah. RUMAH ANAK GURU HASIL MASUK IBU MASIH TELUR JANGAN KITAB KATA MASA JANJI MALAM DI SINI MINUM AIR DAR SAKIT ANAK ITU KERJA MATA KITA BAPAK RAMAH SEBULAN INDONESIA KARTINI NAKAL SAPI SUNGKAN ALQUR’AN SULIT REMAJA JONI KLIWON KETAN HANGAT IBU DOR SAYANG HADIAH DARI CERMAT BERBAHASA KITA SUKA MATA SUNGKAN SUCI KATA MASA JANJI JUM’AT ADA KOPI MATA DER KASIH PERGURUAN TINGGI BUNGA 46 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . dan bergeraklah ke bawah. Tetaplah perhatian ke tengah. Bacalah rangkaian frasa atau klausa di bawah ini dengan tetap memfokuskan pandangan ke tengah. Usahakan kepala tidak ikut bergerak. ke baris-baris berikutnya.

pola gerak mata tidak menyamping tetapi ke bawah seperti membaca kolom. sarana sendiri angkutan massal sukses mulai beroperasi sangatlah menemukan transportasi khususnya dan dibuka diperlukan langkah monorail untuk publik di kota-kota untuk tertua awal Maret tersebut membuat di dunia 1901 Sejak ada dua rel ada di distrik dan selama bentuk baru (duble track) Ruhr Jerman abad 19 di bagian lewat pembukaan tersebut rel atau jalur sistem khususnya pertumbuhan dan harus monorail pada 24 di kota melewati Oktober Barmen pilihan untuk 1900 Elberfeld dan mengangkat rel mulai Vohwinkel secara konvensional beroperasi meningkat bukanlah untuk dengan pilihan wilayah sangat cepat yang ideal Kaiser dan pesat Langen The Schwebebahn sehingga seorang insinyur Latihan 4 Latihan berikutnya mengenali frasa dengan cepat. Gerak mata harus terlatih menelusuri rangkaian data ke arah bawah dengan cepat tanpa tergoda membaca melebar ke samping. Latihan berikut dapat Anda lakukan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 47 . waktu Anda 30 detik. Namun ingat. Bacalah ke bawah dan setiap kali Anda menemukan frasa di catatanku coret dengan pensil Anda.Latihan 3 Biasanya untuk mencari data atau fakta dengan menggunakan teknik pemindaian. Usahakan dalam tempo kurang dari 30 detik. Lakukanlah secepat-cepatnya. membaca dengan mengerti isinya. Bacalah kolom yang hanya terdiri atas satu kata ke arah bawah selanjutnya kolom berikutnya.

kini manusia dapat berkomunikasi dengan berbagai cara dan sarana. hingga terwujud simbol-simbol tulisan. ide. Artinya. manusia tidak dapat hidup dan memenuhi kebutuhannya. manusia menyatakan pikiran.Frasa kunci: di catatanku akan ke mana lupakan saja lima puluh lima ada apa di catatanku dalam dunia mengapa aku terasing diri di catatanku ada makna batang usiaku sudah tinggi di catatanku ada harapan yang datang di catatanku di hadapanku ku tak mau mencari kamu di depanku terukir indah di catatanku ada kamu Bacalah wacana berikut: (sebelumnya catat waktu sebelum membaca) Sarana Komunikasi. manusia berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesamanya. ataupun keinginannya. Berawal dari komunikasi lisan melalui alat ucap dan bunyi-bunyian sederhana. Sesuai dengan perkembangan peradaban dan teknologi. gagasan. Karena memerlukan orang lain. Sekarang ini. manusia memerlukan manusia yang lain. Kesadaran Berbahasa. orang dengan cepat dapat 48 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . dan Sikap Berbahasa yang Positif Sebagai mahluk sosial. tanpa bantuan manusia lain.

dan berbagai pola serta jenis kalimat. bentukan kata. Jelaskan mengapa manusia disebut makluk sosial! 2. lalu hitung kecepatan membaca berdasarkan rumus Kpm) Kemudian. Kemudahan apa yang dialami manusia dalam berkomunikasi sejalan dengan perkembangan teknologi? 3. Begitulah kedasyatan bahasa yang lahir dari mulut manusia. persahabatan retak. serta menghargai mitra bicara. bahasa pun berkembang makin kompleks. Jelaskan proses pengayaan bahasa sebagai akibat kesadaran berbahasa! 4. jawablah pertanyaan di bawah ini: 1. Pada tataran pemakaian. Dengan saling memiliki sikap berbahasa yang positif. mempertimbangkan segala aspek yang berkaitan dengan tujuan dan efek komunikasi. komunikasi akan efektif. Hal ini menunjukkan peningkatan dalam hal kesadaran berbahasa oleh manusia yang dianggap aspek penting dalam berkehidupan dan berhubungan sosial antarsesama. pemeo. ungkapan. dan lain-lain. persaudaraan putus. Sejalan dengan itu. Untuk menghindari itu.berbahasa lisan tanpa berhadapan melalui telepon atau saling berbahasa tulisan melalui fasilitas chating di internet. dan kalimat dengan cermat. dan aman. Banyak terjadi akibat bahasa. Kekhawatiran tersebut muncul jika kesadaran berbahasa sebagai sarana komunikasi tidak diimbangi dengan sikap berbahasa yang positif. Pada tataran tata bahasa. lancar. mencapai tujuan. terjadi penambahan kosakata. (Catatlah waktu selesai membaca. Bagaimana sikap berbahasa yang positif? Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 49 . diperlukan sikap berbahasa yang positif. Perwujudan sikap positif berbahasa ialah dengan berbahasa secara santun. Namun. Apa yang terjadi jika berbahasa tidak diimbangi sikap yang positif? 5. Memilih kata. Dalam perkembangannya. telah beraneka ragam muncul model-model ungkapan. Hindari pemakaian kata/ungkapan dan kalimat yang berpotensi menimbulkan konflik. bahasa mengalami proses pengayaan. Pantaslah bila ada pepatah mengatakan ”mulutmu adalah harimaumu”. antarkelompok bermusuhan bahkan antarnegara terjadi peperangan. jargon. di sisi lain juga sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan.

16. dalam waktu 2 menit.Perhatikan jadwal acara televisi di bawah ini dengan cermat : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Stasiun mana saja yang banyak menayangkan acara olahraga? 5. 1. Acara apa yang ditayangkan SCTV setelah Liputan 6 Malam? 50 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Stasiun televisi apa saja yang masih siaran di atas pukul 03. Pukul berapa acara topik petang di Anteve? 2. Acara apa yang ditayangkan oleh stasiun TPI pada pukul.00? 4.30? 3.

jangan lupa catat halaman tempat informasi yang dicatat berada untuk memudahkan mencari kembali. angka-angka. ambilah kamus. Data dan fakta yang mendukung gagasan seperti hasil penelitian. Tujuan membaca secara umum adalah untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan atau memahami gagasan yang disampaikan penulis dalam bacaan. Jika yang dibaca berbentuk buku. buku telepon. 4. Catatan ini dibuat sebagai sarana membantu menguatkan ingatan atau pemahaman terhadap isi bacaan sesuai dengan tujuan membaca. Informasi yang dianggap menarik termasuk pemikiran baru. Kata-kata kunci berupa kata/frasa/klausa yang dapat mengantarkan pada pikiran pokok. C. 5. Pendapat atau penilaian penulis mengenai hal-hal tertentu. alamat dalam buku telepon. dan lain-lain. 2. Agar catatan terarah. 1. atau penyelesaian suatu masalah. Carilah informasi tertentu. hal-hal yang perlu dicatat adalah. 3. opini. jika bahan bacaan banyak dan tak semua hal-hal penting dapat diingat atau dipahami. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 51 . Anda dapat lakukan bersama teman sebangku secara berpasangan dan bergantian. Hitunglah kecepatannya berdasarkan waktu mulai dan selesai. 6. seperti berikut. Tidak semua uraian dicatat. atau jadwal acara televisi lainnya. tanggapan. misalnya beberapa kata dalam kamus.Tugas Mandiri: Untuk melatih cara membaca ini lebih jauh. pembaca perlu membuat catatan. atau nama siaran dan jamnya. Ide pokok atau gagasan utama setiap paragraf. Teknik Membuat Catatan Dalam membaca pemahaman.

2.Kalimat penjelas .(deduktif) Ide pokok atau gagasan utama setiap paragraf. hasil pengamatan 52 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Setiap ide pokok diuraikan menjadi paragraf. lisan c. buku penunjang sumber belajar terdiri atas bermacam bentuk . kita dapat juga menggunakan kalimat saling berkaitan. Gagasan pokok yang Dalam setiap karangan terdapat kumpulan ide pokok atau gagasan yang mendukung ada dalam setiap paragraf diuraikan menjadi kalimat utama dan kalimat satu tema karangan. yaitu membedah karangan menjadi bagian-bagian yang merupakan teknik yang merupakan unsur pembangunnya. Anda dapat menentukan bagian-bagian tersebut dalam karangan yang dibaca lalu menyusunnya sesuai bagian-bagiannya. Gagasan pokok yang ada dalam setiap paragraf diuraikan menjadi teknik dan kalimat penjelas.Kalimat utama . Pendapat atau penilaian penulis mengenai hal-hal tertentu. Teknik Menyusun Bagian yang mendukung satu tema karangan.Kalimat Penjelas ---. yaitu membedah karangan kita dapat juga menggunakan bagian menyusun bagian. 3. Data dan fakta yang mendukung gagasan seperti hasil penelitian. a. Untuk memahami sebuah karangan..36 Ide pokok .. Perhatikanlah contoh di bawah ini: bawah ini: Topik ---Ide pokok . 5. Informasi yang dianggap menarik termasuk pemikiran baru. angka-angka. Contoh: Pengertian –––– sumber belajar Sumber Belajar Macam-macam –––– sumber belajar Sumber belajar adalah sarana/media .Kalimat penjelas . opini..Kalimat penjelas . jangan dicatat berada untuk memudahkan mencari kembali. dan lainlain. tanggapan. Perhatikanlah contoh di unsur pembangunnya.Dalam setiap karangan terdapat kumpulan ide pokok atau gagasan D. tulisan b. buku cetak c. masing-masing paragraf saling berkaitan. D. Teknik Menyusun Bagian lupa catat halaman tempat informasi yang 6. atau penyelesaian suatu masalah.Kalimat utama . Untuk memahami sebuahkarangan menjadi bagianutama menyusun bagian.36 - Setelah menyusun bagian-bagian karangan yang merupakan bentuk kerangka karangan. Setiap ide pokok diuraikan menjadi paragraf. Jika yang dibaca berbentuk buku.. ----(induktif) . 4. masing-masing paragraf penjelas. perpustakaan b. a.

dan Ungkapan Idiomatik Di dalam bacaan yang kita baca. dapat pula berupa pemaparan atau eksposisi seperti contoh di bawah ini. asal kata. Penyusunan unsur/bagian karangan. kata turunannya. adakalanya terdapat penggunaan kata yang berbentuk istilah atau kata yang memerlukan penafsiran khusus. bentuk kata. Di dalam kamus. Topik : Sumber Belajar terdiri atas: - paragraf 1 berisi penjelasan mengenai pengertian sumber belajar - paragraf 2 berisi uraian atau penjelasan tentang macam-macam sumber belajar baik yang berbentuk tulisan maupun lisan dan seterusnya. dan makna idiomatik. kita dapat menggunakan kamus seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bentuk Kata. Untuk membantu mendapatkan penjelasan mengenai pengertian kata. Selain kata. E. serta pengertian kiasnya jika ada Contoh lembaran halaman dalam kamus: Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 53 . kelas kata. Menafsirkan Kata. terdapat pula penggunaan bentuk kata atau kata turunan serta pemakaian ungkapan idiomatik yang maknanya perlu dijelaskan. selain disusun seperti di atas. sebuah kata dijelaskan secara detail mengenai arti kata.Banyaknya perincian bergantung pada banyaknya paragraf yang terdapat dalam karangan.

dan penggunaan ungkapan idiomatik yang tidak dimengerti untuk dicarikan maknanya dengan membuka kamus bahasa ataupun kamus istilah. atau ungkapan idiomatiknya. bentuk kata. Contoh penggunaan ungkapan dalam puisi. dalam memahami puisi atau syair. terdapat ungkapan kandil kemerlap yang berarti Lilin yang terang. puisi berjudul “Padamu Jua” karya Amir Hamzah) Dalam puisi tersebut. termasuk juga penggunaan bentuk kata. Untuk membantu memahami kata-kata seperti itu. Untuk memahami puisi. Jika secara leksikal maupun gramatikal kalimat tersebut tak dapat dimaknai. teknik. Tuhan menjadi petunjuk jalan kebenaran. Langkah dalam membaca pemahaman selain mencatat pokok-pokok isi bacaan. Jadi. Kau pada puisi tersebut dimaknai dengan Tuhan. kita dapat memanfaatkan kamus. Atau pemberi petunjuk. Dan malam gelap ialah sesuatu yang tidak diketahui atau tidak tentu arah. Untuk memahaminya. kita juga harus dapat menafsirkan bentuk-bentuk idiom atau ungkapan yang bersifat idiomatik. Di samping itu. atau kalimat yang terdapat dalam puisi merupakan 54 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . setia selalu (Bait kedua. sering kita temui pula kata atau bentukan kata yang tidak bermakna umum melainkan memiliki nuansa makna yang lebih bersifat kedaerahan atau bahasa sehari-hari seperti njelimet.Wacana yang temanya menyangkut bidang ilmu tertentu seperti: pertanian. kita harus memahami simbolsimbol yang digunakan. frasa. kita harus menafsirkannya berdasarkan konteks kata atau kalimat. ngawur. juga mendaftarkan istilah. setiap untaian kata. bentukan kata. Untuk wacana berbentuk karya sastra seperti cerpen dan puisi. Biasanya banyak menggunakan istilah khusus yang menyangkut bidang tersebut. atau ungkapan yang tak biasa. di dalam puisi atau syair lagu. Sebab. sering kita temukan penggunaan ungkapan atau idiom. kesetanan. Simbol atau makna kias dapat tercermin dari penggunaan kata. kita dapat melihat dari kedudukan kata. kaitan makna antarkata. Dan ungkapan pelita jendela ditafsirkan dengan penerang alam sekitarnya. atau bentukan kata tertentu dengan kata yang lainnya. Kaulah kandil kemerlap Pelita jendela di malam gelap Melambai pulang perlahan Sabar. atau kesehatan.

RANGKUMAN A. Dengan banyak menelaah kamus. yaitu membaca dengan teknik layap (skimming) dan membaca dengan teknik memindai (scanning). penyair besar W.untaian perasaan. Rumus mengukur kecepatan membaca dengan ukuran satuan kata per menit (kpm) ialah: Jumlah kata yang dibaca ––––––––––––––––––––– X 60 = jumlah kpm (kata per menit) B. maupun kontekstual. dijabarkan penggunaan kata dalam berbagai aspeknya. ataupun pengalaman kejiwaan penyairnya. namun tetap dapat memahami isi bacaan sekurang-kurangnya 60 persen. ekspresi. Teknik Membuat Catatan Membuat catatan merupakan salah satu cara bagi pembaca dalam menyimpulkan bahan informasi dari sebuah sumber. struktural. C. kita akan memperoleh kekayaan kosakata.S. Ukuran membaca cepat pemula yaitu membaca dengan kecepatan 120 – 150 kpm ( kata per menit ). Untuk memahami berbagai penggunaan kata baik secara leksikal. gramatikal. seperti ia sendiri selalu melihat kamus bahasa Indonesia dengan tekun untuk mendapatkan arti yang setepat-tepatnya. kita dapat memanfaatkan kamus. Di dalam kamus. Rendra pun menganjurkan para penyair untuk selalu melihat arti kata dalam kamus. Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap (skimming) dan Membaca Memindai (scanning) Ada dua teknik membaca cepat yang dapat dilakukan untuk mengefisienkan waktu dan memberikan hasil yang efektif sesuai tujuan membaca. Membaca Cepat Pemahaman Membaca cepat pemahaman adalah membaca dengan waktu yang lebih cepat dari membaca normal. Dalam sebuah ceramahnya. Dengan Jumlah detik untuk membaca Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 55 .

seperti gagasan pokok. 56 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . khususnya kamus bahasa Indonesia selain dijelaskan pengertian kata. yaitu membedah karangan menjadi bagianbagian yang merupakan unsur pembangunnya. Teknik Menyusun Bagian Untuk memahami sebuah karangan. dan kalimat penjelas. TUGAS MANDIRI Bacalah wacana di halaman awal bab ini secara cepat dengan menggunakan teknik membaca memindai (skimming) dan membaca pelayapan (scanning). serta ungkapan idiomatik yang terdapat di dalam bacaan. Menafsirkan Kata. diuraikan juga bentukkan kata. kalimat utama. Catatlah pokok-pokok isi bacaan tersebut lalu susunlah menjadi kerangka karangan yang utuh. dan Ungkapan Idiomatik Untuk menafsirkan kata. mencatat ide pokok setiap paragraf. yaitu mencatat kata-kata kunci. D. dan ungkapan idiomatik dalam sebuah wacana dapat menggunakan kamus. kita dapat menggunakan teknik menyusun bagian. Untuk membuat catatan yang baik dan terarah. E. Bentuk Kata.membuat catatan pembaca dapat mengingat kembali informasi penting yang dibutuhkan. hal-hal yang perlu dicatat. serta ungkapan idiomatik kata bersangkutan jika ada. Penyusunan bagian tersebut dapat berbentuk skema atau pemaparan. bentuk kata. mencatat informasi yang dianggap menarik. mencatat data dan fakta. Di dalam kamus. atau pendapat penulis tentang sesuatu. Daftarkanlah kata/ istilah. kelas kata. lalu jelaskan maknanya.

Masih ada proses tindak lanjut yang tujuan akhirnya berupa peningkatan kualitas hidup.Bacalah wacana di bawah ini dengan saksama! Membaca Kreatif Membaca kreatif tidak berhenti setelah bacaan atau buku tuntas dibaca. disertai keterlibatan pikiran dalam menganalisis bacaan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 57 . Meningkatkan kualitas hidup Yang paling bermakna dalam kegiatan membaca adalah membaca kreatif. Pada jenis ini. dan menilai ide-ide dalam bacaan. pembaca berupaya memahami lebih dalam materi yang dibaca. yaitu bertanya (seolaholah berdialog dengan teks bacaan). Berdasarkan tingkatan hasil yang diperoleh setelah membaca. Membaca kritis adalah membaca untuk memahami isi bacaan atau membaca secara rasional. Pembaca tidak berusaha mendalami atau menangkap lebih jauh. Mungkin Anda seorang kutu buku. menghubungkan satu keterangan dengan keterangan lain. kegiatan membaca merupakan sebuah proses untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan yang terdapat dalam bacaan. Untuk mencapai tujuan tersebut. jenis membaca dibedakan atas membaca literal. dan membaca kreatif. membaca kritis. Membaca literal bertujuan mengenal arti yang tertera secara tersurat dalam teks bacaan. menyimpulkan. yaitu dengan mengidentifikasi ide-ide yang menonjol atau mengombinasikan gagasan pokok bacaan dengan pengetahuan yang pernah diperoleh sebelumnya. Pembaca cukup menangkap informasi yang tertera secara literal (reading the lines) dalam teks bacaan. pembaca menggunakan empat cara. mendalam. apakah isi setiap bacaan atau buku yang baru selesai Anda baca lewat begitu saja? Ataukah justru memengaruhi pikiran? Bagaimanakah upaya agar pengetahuan yang Anda baca benar-benar berguna untuk meningkatkan kualitas hidup Anda? Pengaruh yang terjadi pada seseorang usai mencermati kata demi kata dalam sebuah bacaan atau buku tidaklah sama. Hal itu sangat bergantung pada cara membacanya. Namun. Dalam membaca kritis. kritis.

Sekarang pun banyak buku yang mengajarkan cara mengatur keuangan keluarga serta cara berinvestasi untuk masa depan. informasi soal cara membuat makanan. tingkatan hasil membaca kreatif lebih tinggi daripada membaca literal atau kritis. cara membuat bangunan dan menata ruangan secara artistik. memilih makanan atau pakan yamg diperlukan. pada diri seorang pembaca kreatif secara otomatis akan tampak sejumlah kemajuan. kualitas hidup pembaca akan lebih terarah dan meningkat. Pilihan lain untuk menambah pengetahuan antara lain. maupun psikomotorik. Manfaat membaca kreatif Membaca kreatif akan memberikan banyak manfaat sesuai bahan bacaan yang dibaca. Ada juga yang memberikan informasi soal cara memanfaatkan lahan milik sendiri. Apabila Anda tertarik untuk memelihara ternak. atau barang. khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup. atau tanaman obat. misalnya membudidayakan tanaman hias. Penulis Yacob Suparsa Asman) 58 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Dengan membaca. Kalau ternyata begitu selesai membaca tidak ada tindak lanjutnya. Ada juga buku tentang hobi atau keterampilan yang mungkin bisa memberikan ide untuk memproduksi sesuatu.Kegiatan membaca kreatif tidak sekadar menangkap makna dan maksud dari isi bacaan. tetapi juga menerapkan ide-ide atau informasi yang tertuang dalam kehidupan sehari-hari. misalnya bacaan tentang siraman rohani. dan sebagainya. kita dapat menerapkan pengetahuan baru yang kita peroleh untuk mengembangkan karier atau meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang sesuai kebutuhan masing-masing. pemikiran para budayawan. baik kognitif. Dengan menerapkan informasi diharapkan. Dengan kata lain. Banyak tema bacaan bermanfaat yang dapat dibaca. Tak sedikit pula buku psikologi yang dapat memberi masukan tentang cara mendidik dan mengarahkan perkembangan jiwa anak. Setelah membaca. (Dikutip dari Intisari: Oktober 2003. termasuk cara merenovasi suatu bangunan agar terkesan lebih nyaman dan indah. berarti ia bukan pembaca kreatif. afektif. dari buku pun Anda dapat belajar cara merawat. informasi cara merawat kesehatan tubuh.

b. d. Membaca untuk memahami isi bacaan secara rasional dan mendalam disebut a. b. menghubungkan d. Ia dikenal di sekolah seorang kutu buku. menyimpulkan c. dan c 3. c. e. membaca dibedakan menjadi berikut ini. suka membeli buku suka membaca buku suka mengoleksi buku suka menjual buku suka merawat buku 2. d. c. c. b. e. Hal yang dilakukan dalam membaca kritis adalah berikut ini. d. Berdasarkan tingkatannya. b. membaca kreatif membaca kritis membaca literal a dan b a. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1. menilai ide-ide dalam bacaan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 59 . Makna kata kutu buku adalah a. mencatat hal penting e. bertanya b. kecuali a. kecuali a. e.UJI KOMPETENSI I. membaca kritis membaca cepat membaca literal membaca kreatif membaca pemahaman 4.

c. c. e. Untuk membaca cepat diperlukan latihan. sebagai pemula target kecepatan adalah a. 110 – 130 kpm e. e. memahami informasi mengetahui sesuatu lebih dalam peningkatan kualitas hidup lebih kritris menambah wawasan 7. e. d. 100 – 150 kpm Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . d. e. Yang bukan informasi mengenai memanfaatkan lahan adalah a. b. membudidayakan tanaman hias membuat surat tanah membudidayakan tanaman obat menanam dan merawat anggrek cara menanam 11. d. kecuali a. 125 – 140 kpm c. 130 – 150 kpm b. b.5. Tujuan membaca kreatif adalah a. wacana tentang cara merawat kesehatan wacana tentang pemikiran budayawan wacana tentang kehidupan laut wacana tentang membuat makanan wacana mengenai memelihara tanaman 8. Membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan baru yang terdapat dalam bacaan adalah a. membaca kritis membaca cepat membaca pendalaman membaca kreatif membaca literal 6. c. b. Hal di bawah ini termasuk kategori bahan bacaan dalam membaca kreatif. d. 120 – 150 kpm 60 d. b. c.

b. bagian-bagian yang diperlukan dapat diketahui b. d. d. c. Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat catatan. b. setiap kata tidak selalu diartikan dengan makna sesungguhnya. beberapa manfaat membaca cepat. Dalam sastra. b. Di bawah ini. c. topik bacaan dapat diketahui Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 61 . Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokoknya atau saripati bacaan disebut a. b. d. Kata dapat ditafsirkan dua cara. kecuali a. teknik pemindaian (skimming) teknik membaca naskah teknik pelayapan (scanning) teknik membaca ekspresionis teknik membaca frasa 13. e. teknik pemindaian (skimming) teknik membaca naskah teknik pelayapan (scanning) teknik membaca ekspresionis teknik membaca frasa 15. kecuali a. yaitu a. Membaca cepat dengan tujuan untuk memperoleh suatu informasi langsung ke pokok masalah adalah teknik membaca a. kata/frasa/kalimat yang mengantarkan pada gagasan pokok ide pokok atau gagasan sentral setiap paragraf setiap penjelasan penting yang ada pada bacaan pendapat atau asumsi penulis mengenai hal-hal tertentu data atau fakta yang mendukung gagasan 14. e. majas dan laras konotatif dan denotatif puisi dan sajak cerpen dan puisi sastra dan idiomatik 16. d. e. c. pembaca dapat mengetahui opini orang lain c. e.12. c.

c. kecuali a. e. Berikut ini yang tidak termasuk pelatihan membaca cepat ialah a. d. membaca dengan cara melebarkan jangkauan mata membaca ke samping membaca dengan tatapan per fiksasi membaca dengan hati-hati membaca kolom 18. dapat melatih indra mata 17. mengetahui organisasi penulisan e. b. membaca dengan menggerakkan bibir membaca dengan menggerakkan mata membaca dengan menggelengkan kepala membaca dengan mengeraskan suara membaca dengan menatap kata per kata 20. d. e. c. persaudaraan retak persahabatan putus menimbulkan konflik menghargai mitra bicara bisa terjadinya peperangan antarkelompok atau antarnegara 62 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . d. Hal yang salah dan menjadi kebiasaan dalam membaca berikut ini. kecuali a. c. b. d. e.d. e. b. membaca dengan melakukan pengulangan bacaan membaca dengan perlahan-lahan berhenti pada suatu pandangan bacaan dihentikan pembaca tidak konsentrasi dalam membaca 19. c. b. Akibat yang terjadi ketika komunikasi berjalan tidak seimbang. Yang dimaksud dengan regresi ialah a.

Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Sebutkan dan jelaskan dua cara teknik membaca cepat! 4. Mengapa manusia disebut makhluk sosial? 10. Sebut dan jelaskan maksudnya! 6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan apresiasi dalam sastra! 3.II. terdapat dua unsur kalimat. Dampak apa saja yang terjadi ketika komunikasi berjalan dengan efisien dan positif? Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 63 . Apa saja yang perlu dicatat dalam membaca pemahaman! 5. Hal-hal apa sajakah yang perlu dilakukan ketika kita menemukan ide pokok dari bagian wacana? 2. Bahasa sastra dapat juga disebut 7. Apa saja sikap berbahasa yang positif dan efisien? 9. Dalam setiap paragraf. Mengapa dalam bermasyarakat kita harus memerhatikan sikap berbahasa yang positif? 8.

64 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .

dan eksposisi) dengan menggunakan cara/teknik membaca cepat untuk pemahaman Memilih fakta dan opini dengan menggunakan cara/ teknik membuat catatan Memilah proses dan hasil dengan menggunakan cara/ teknik membaca cepat dan cara/teknik membuat catatan. kita akan mempelajari cara mengindentifikasi sumber informasi dan jenis teks tertulis sebagai kelanjutan bab sebelumnya. opini. cara membaca informasi nonverbal seperti grafik. dan menceritakan kembali informasi dari masalah yang terindentifikasi. memilih dan memilah fakta. opini. Kita juga akan mempelajari ciri penanda masalah.BAB 4 MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS DALAM BERBAGAI BENTUK TEKS Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator - Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Memahami informasi tertulis dalam berbagai bentuk teks Mengidentifikasi sumber informasi dengan menggunakan cara/teknik membaca cepat untuk pemahaman. tabel. deskripsi. mengungkapkan informasi nonverbal dan dapat menyimpulkan informasi dengan tepat. gaya tulisan. dan hasil yang terdapat di dalam teks. Mencatat isi pokok informasi dengan menggunakan cara/ teknik membuat catatan yang benar Mengidentifikasi jenis teks (narasi. Tujuan mempelajari materi bab ini ialah supaya kita mampu mengindentifikasi jenis teks (narasi. proses. Termasuk di dalamnya teknik membuat catatan dengan menggunakan kartu catatan. bagan. diagram. hasil. dan lainnya serta teknik membuat simpulan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 65 . pernyataan berbentuk fakta. dan eksposisi). deskripsi. Menceritakan kembali informasi dari masalah yang telah teridentifikasi Mengungkapkan gambar. grafik. proses. atau matriks secara verbal Mengubah informasi verbal ke dalam bentuk nonverbal Menyimpulkan informasi yang termasuk pendapat/opini - - Pada Bab ini.

semua informasi mengenai petinggi di Aceh. berputar di meja ini. Selain membahas mengenai isu-isu yang mencuat di media lokal dan nasional. ke lembaga swadaya masyarakat. “Kemudian fungsinya bergeser menjadi seperti sekarang.” katanya setengah berbisik. Orang-orang yang akan dinaikkan jadi pemimpin di Aceh bermula dari meja itu. partai politik lokal yang baru berdiri di Aceh. selalu penuh. Dia mengatakan. membenarkan penuturan Bung Nanda. atau bahkan ke kampus dan sekolah. Begitu juga orangorang yang akan diturunkan dari jabatannya. mereka juga membahas informasi yang didapatkan di “bawah tanah”. Setelah memberi dan menerima informasi. akrab disebut Warung Kopi Solong. hampir semua pejabat di Aceh pernah mampir di warkopnya dan duduk di deretan meja tersebut. Lewat waktu tersebut. Terutama pagi hari. hingga wartawan. Kota Banda Aceh. pejabat. dari pagi hingga sekitar pukul 10. di wilayah Ulee Kareng. semuanya bisa didengar di meja itu. panggilan akrab laki-laki berambut cepak ini. Hampir semua orang berkumpul di warung kopi ini. tetapi hingga ke tingkat kabupaten dan kota. buruk.” ujar Nanda. sambil menyeruput minuman kopi terakhir dari cangkirnya.Wacana Meja Gosip dan Kopi Lamno Ruang Publik di Warung Ayah Meja di bagian depan Warung Kopi Ayah. Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Aceh. Di deretan meja depan tersebut. 66 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Nanggroe Aceh Darussalam.00. tidak hanya di tingkat provinsi. Bung Nanda menuturkan. pengelola Warkop Solong.” tutur Thamrin Ananda. semua bergerak kembali ke tempat kegiatan masing-masing: ke kantor. Dia pun bisa memetakan para pengunjung yang datang ke warkopnya. Pengisi meja ini tidak putus-putus. meja pun mulai sepi. kata Bung Nanda. meja ini dipenuhi komunitas pengusaha. meja itu sebelumnya menjadi semacam pusat informasi bagi orang-orang yang mencari keluarganya setelah bencana tsunami menimpa Negeri Serambi Mekkah pada 26 Desember 2004. “Siapa pun bisa memberikan informasi mengenai apa pun di sini. Nawawi. Apa pun. “Kami sering menyebutnya meja gosip. Baik.

” tuturnya. dia juga menggunakan kopi asal Geumpang. Warga tidak berani merawat dan mengelola Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 67 . adik kandung Nawawi. Wangi kopi Lamno lembut dan terasa ketika kita mencium bijinya. Meski tidak sewangi kopi Lamno. butuh adonan yang bisa membangkitkan selera para peminum kopi. pengacara. pengusaha. “Dari wangi biji kopinya sudah berbeda. “Satu-dua cangkir cukup bagi mereka untuk memutuskan dan menyebarluaskan sesuatu hal. meja di depan warkop yang dia kelola itu sering diduduki pejabat. Kopi asal Kecamatan ini memiliki rasa lebih nikmat dibandingkan dengan kopi dari Gayo. hingga wartawan. perbincangan yang dilakukan di kawasan itu cukup berat. “Butuh waktu lama untuk membuat adonan yang pas dan cocok agar rasa kopi keluar saat dicecap lidah. Kami biasanya tidak tahu kapan dia datang. baik di pemerintahan maupun swasta. Kabupaten Aceh Barat. Sarjana pertanian ini menjelaskan. tidak ada yang disembunyikan. jumlah kopi panen asal Lamno sangat sedikit. warkop yang dia kelola bersama saudaranya menggunakan biji kopi dari Lamno. duduk di meja bagian depan ini. untuk mendapatkan cita rasa kopi yang baik. pengelola Warung Kopi (Warkop) Ayah. Ketidaktepatan proses menggoreng akan berakibat buruk pada cita rasa kopi yang disajikan. Menurut Chek Nawi. mengatakan. Kabupaten Aceh Jaya. sedangkan kopi Gayo tidak begitu terasa. Sebaliknya. Inilah ruang publik di mana semuanya terbuka. tetapi juga dapat diperoleh dari cara menggoreng. LSM.” tuturnya. Meskipun tidak mendengarkan terlalu detail isi pembicaraan. ketepatan penggunaan adonan dan waktu menggoreng membuat cita rasa kopi akan melekat erat di lidah penikmat kopi. Kabupaten Aceh Tengah. “Karena konflik (bersenjata beberapa tahun lalu). Tibatiba saja dia sudah duduk dan pesan kopi.” ujarnya sambil tersenyum. pengurus. Pencarian dan penggunaan adonan itu tidak bisa didapat dalam sehari atau dua hari. cita rasa yang ditampilkan kopi geumpang tidak jauh berbeda. Kopi Lamno yang Khas Cita rasa kopi tidak hanya didapat dari jenis kopi yang digunakan.“Termasuk Pak Irwandi (Gubernur NAD Irwandi Yusuf). Hasballah. dia mengakui. Dia juga menjelaskan.” terangnya.

dan lain-lain. dan lain sebagainya. tabloid. Untuk mendapatkan cita rasa yang pas di lidah. dinamo mulai digunakan. arsip.” katanya. majalah. 16 Desember 2007) A. tong tersebut diputar menggunakan tangan. Pada bagian akhir penyangraian. kaset VCD atau DVD ilmu pengetahuan. diskusi. Sumber informasi terdiri atas sumber informasi yang berbentuk media cetak. telah dibahas macam-macam sumber informasi. lima menit sebelum dipindahkan ke wadah. Biji kopi yang akan disangrai pun diletakkan di sebuah tong yang diputar di atas bara api menggunakan dinamo.” jelasnya. Cara tradisional. Mengindentifikasi Sumber Teknik Membaca Cepat Informasi dengan Pada Bab 2. karena kebutuhan. koran. Adonan itu dicampurkan sesaat sesudah biji kopi tidak lagi disangrai di atas bara api. Tiga bagian kopi lamno. dan lain-lain.” katanya. Perbandingannya tiga banding satu. butuh ketepatan waktu menggongseng biji kopi tersebut. contohnya buku-buku. Akhirnya. untuk menggongseng sekitar 40 kilogram biji kopi dibutuhkan waktu sekitar 2. “Adonan ini menambah lemak dan gurih pada kopi. Media elektronik seperti radio. seminar. untuk sekali giling.kebunnya karena konflik. gosong. Sumber informasi yang berbentuk media cetak. surat. satu bagian kopi geumpang. misalnya hasil wawancara. seringkali kita menggunakan kopi geumpang. dan langsung dari narasumber. media elektronik. kata Hasballah. untuk menambah cita rasa kopi. 68 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . televisi. Tidak akan enak rasa kopinya kalau nanti digiling.5 jam. biji kopi yang berwarna hitam mengilat ini pun kemudian dikirim ke warkop untuk digiling sebelum disajikan kepada pecandu kopi. Menurut Hasballah. “Kalau kelebihan. (Sumber : Republika. Setelah diangin-angin dengan kipas angin. Sumber informasi dari narasumber. pidato. “Karena waktunya lama. Hasballah menambahkan adonan margarin dan gula pasir ke dalam 40 kilogram biji kopi yang sedang digongseng. dokumen.” katanya. Pahit.

Apa. kita dapat menjelaskan dari mana dan oleh siapa kita dapatkan informasi tersebut. Anda dapat mencarinya di halaman tersebut. siapa penerbitnya. Khusus untuk teks tertulis. di mana diterbitkan. kapan informasi tersebut dibuat atau ditulis. siapa. dari mana dan kapan peristiwa itu terjadi. kita harus mengatahui atau mengindentifikasi sumber informasi tersebut. seseorang dapat mencari atau mengindentifikasi sumber tertulis tersebut dengan cara membaca memindai (scanning). yang perlu kita ketahui adalah apa judul buku. Biasanya hal-hal yang berkaitan dengan indentitas buku dituliskan di halaman muka setelah judul. Contoh: Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 69 . Bila berbentuk buku. Untuk menjadikan sebuah informasi yang berasal dari media cetak atau elektronik yang berbentuk tulisan. kita tahu indentitas sumber bacaan yang kita baca atau ketika kita menguraikan sebuah informasi yang kita peroleh. dan cetakan ke berapa. siapa pengarangnya. kapan diterbitkan.Sumber informasi dari media cetak ataupun media elektronik merupakan sumber yang tidak langsung sebab kita tidak berhubungan langsung dengan narasumbernya. Jika berbentuk uraian peristiwa. Setidaknya saat kita membaca sebuah teks tertulis.

bulan. Anda dapat mengetahuinya di halaman muka. Apabila berita tersebut diliput tanggal 17 berarti koran yang Anda baca tertanggal hari berikutnya yaitu. penyampai berita akan menulis kapan peristiwa tersebut diliput atau terjadi. maksudnya peristiwa itu terjadi tanggal 17 bulan Juni. Biasanya peliputan dengan penyajian berita di koran hanya selisih satu hari. Selanjutnya keterangan tentang penulis atau penyusun berita pada surat kabar ternama sering dicantumkan di bagian akhir uraian berita ditulis di dalam kurung berupa singkatan nama atau nama pendek penulisnya. tapi jika yang Anda dapatkan hanya sepotong berita atau bagian koran yang tidak utuh. indentitas sumbernya dapat dicari di bagian bawah atau atas halaman. dan tahun dicetak atau diterbitkan bahkan tertulis pula edisinya. misalnya tertulis (17/6). Dalam uraian berita di koran. 70 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Anda dapat mencarinya pada uraian hasil liputan beritanya. hari dan tanggal kapan dicetak atau diedarkan. tanggal.Bila berbentuk teks berita di koran. Di tempat itu terdapat penjelasan tentang nama koran. 18 Juni dengan tahun yang sama. Contoh sumber informasi dari koran: Informasi yang berasal dari uraian berbentuk artikel yang terdapat di ruang khusus atau rubrik pada sebuah majalah. Biasanya tertera nama majalah.

com. dan lain-lain tertulis dalam komputer h p ://www. kalian dapat menjelajah situs-situs atau ruang informasi yang terdapat di dalamnya. Yahoo. www. yahoo.com. sumbernya biasanya dalam bentuk alamat web (jaringan) seperti : www.google. Pada alamat web tersebut.Google.www.smk-dki. h p ://www. dan lain sebagainya.com.com. Contoh sumber informasi internet : Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 71 .Contoh: Untuk informasi dari internet.com..

sebuah tips melakukan sesuatu. Kita dapat mengindentifikasi jenis tulisan dengan membaca cepat serta memahami ciri tulisan masing-masing jenis. kisah biografi. yaitu: narasi. bahkan bersifat memengaruhi pembaca. Tulisan berjenis deskripsi ialah tulisan yang berisi gambaran suatu objek sebagai hasil pengamatan penulisnya dan dijelaskan secara objektif agar pembaca dapat merasakan citraan terhadap objek sebagaimana penulisnya. dan bentuk promosi iklan. argumentasi. dan deskripsi suasana. langkah-langkah membaca efektif. eksposisi. Tulisan berjenis eksposisi ialah tulisan atau karangan yang memaparkan serta menjelaskan tentang suatu hal. dan sebagainya. Sebuah tulisan dapat berbentuk laporan perjalanan. narasi imajinatif. bentuk tulisan atau karangan terbagi menjadi lima jenis. Narasi imajinatif contohnya: cerpen. maupun fakta dengan berbagai cara. atau memengaruhi pembaca agar melakukan tindakan sesuai dengan yang diharapkan penulis. Mengindentifikasi Jenis Teks Tertulis Sebagai penulis. Tulisan berjenis narasi adalah tulisan yang berupa rangkaian peristiwa yang berlangsung pada waktu tertentu. dan persuasi. novel. tajuk rencana. iklan. atau cerita bersambung.B. Contoh tulisan eksposisi. menghimbau. yaitu tulisan tentang cara merawat wajah. dan sebagainya. membujuk. Tulisan argumentasi bertujuan memengaruhi atau meyakinkan pembaca terhadap apa yang menjadi pendirian atau pendapat pengarang. Semua jenis uraian tersebut bergantung pada cara memperoleh data dan tujuan penulisan. Tujuannya agar pembaca bertambah wawasan dan pengetahuan. dan lain sebagainya. pemaparan. Dapat berupa penceritaan atau pengisahan. narasi terdiri atas narasi ekspositoris. Narasi ekspositoris contohnya: laporan perjalanan. dan sebagainya. 72 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . konsep. hasil pengamatan. Secara umum. yaitu deskripsi tempat. karangan ilmiah. Contoh jenis karangan argumentasi ialah tajuk rencana. artikel. gagasan. Jenis karangan persuasif dapat dilihat pada tulisan yang bersifat propaganda. Tulisan berjenis persuasi ialah tulisan atau karangan yang mengutarakan pendapat disertai bukti-bukti yang kuat dengan tujuan mengajak. atau autobiografi. seseorang dapat mengembangkan ide. deskripsi. atau sugestif. Tulisan berjenis argumentasi ialah tulisan atau karangan yang berisi pendapat pengarang mengenai suatu hal dengan disertai berbagai alasan serta bukti-bukti pendukung yang masuk akal. Dari segi sifatnya. Contoh karangan deskripsi. deskripsi orang.

Informasi penting yang didapatkan dari sebuah bacaan tentu sayang jika dilewatkan begitu saja. (4) pendapat atau asumsi mengenai sesuatu. dan (4) sebagai bahan kutipan dalam karangan ilmiah. (2) mengumpulkan informasi untuk bahan penulisan. kemudian sertakan nomor halaman tempat informasi yang dicatat berada. diberi ruangan khusus. misalnya kata–kata nasihat.C. apalagi hal tersebut berguna bagi pembaca di saat sekarang atau masa akan datang atau dalam rangka membuat tulisan lain. Teknik Membuat Catatan Pada saat membaca. Jika sulit untuk diingat. dan lain sebagainya. judul buku. cara. jangan lupa mencantumkan indentitas sumber informasi atau bahan bacaan tempat didapatkannya hal-hal yang dicatat. Dalam karangan ilmiah catatan kaki ditulis pada bagian bawah halaman. Hal-hal yang perlu dicatat dan dijadikan bahan catatan. yaitu sebagai berikut. Catatan tentang sumber dapat berbentuk catatan kaki atau catatan perut. Hal yang diketahui tersebut dapat bersifat tidak penting dapat juga penting. atau metode baru serta tanggapan atau jalan keluar sebuah persoalan. (5) detail atau fakta-fakta hasil survei atau penelitian ilmiah. Contoh penulisan catatan kaki: Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 73 . (6) pemikiran. dan nama penerbit serta tahun terbitan ditulis di dalam kurung. Mencatat informasi dari sebuah sumber atau bacaan gunanya adalah: (1) mendokumentasikan hal-hal penting yang bermanfaat suatu saat. Dalam catatan. (3) memudahkan mengingat kembali. yaitu: nama penulis atau pengarang (tidak dibalik). tempat diterbitkan. Hal-hal yang dicatat pada catatan kaki. jalan satu-satunya harus dicatat. (1) ide pokok atau gagasan sentral setiap paragraf. (3) kata/frasa/kalimat yang merupakan kata kunci yang bermakna luas atau dalam. moto kehidupan. (2) informasi penting dan menarik untuk diketahui atau diingat. Catatan kaki memberi keterangan sebuah kutipan pada karangan ilmiah. banyak hal yang kemudian diketahui pembaca dari bacaan yang dibacanya.

Ada cara yang aman dan dianjurkan untuk membuat catatan terhadap informasi penting tanpa harus mencoret buku yang bersangkutan. di samping akan membuat buku kurang bersih. memberi tanda khusus. yaitu sebagai berikut. Seseorang mungkin dapat dengan rela mencatatnya di dalam buku bacaan tersebut. Namun. Segala hal yang ingin dicatat.- Abdul Chaer. juga tak semua buku dapat dicoret karena bukan milik sendiri. Tidak ada ruangan khusus seperti catatan kaki. (2) Menyediakan lembaran file untuk mencatat yang akan dijadikan satu dalam map file. hlm. Sesuai namanya. Teori Sastra. (3) Membuat kartu catatan (note card) dengan ukuran 10 x 15 cm. hanya berisi keterangan nama pengarang (biasanya diambil nama belakangnya). Catatan perut lebih singkat. akan ditulis pada lembaran kartu tersebut. 74 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . 2002: 37) Bagaimana cara mencatat hal-hal atau informasi yang penting? Banyak orang yang tak mau repot membuat catatan khusus bagi hal yang dianggap perlu dicatat saat membaca sumber informasi. Ada di halaman 234. Contoh penulisan catatan perut: -------------------------------------------------(Chaer. menggarisbawahi atau menstabilo. 37. Catatan dapat berbentuk catatan perut jika sumber informasi yang harus ditulis cukup banyak. Contoh kartu catatan: Sastra Apresiasi adalah pengenalan suatu nilai terhadap nilai yang lebih tinggi. Penggunaan kartu sering dilakukan oleh mahasiswa dan kalangan peneliti. catatan perut ditulis setelah sebuah pendapat dikutip. diambil nama depan kemudian tahun terbit dan halaman. misalnya. Namun pencatat harus dapat memahami sumber lengkap dari catatan perut yang ditulis. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia (Jakarta: Rineka Cipta. 2002). (1) Menyediakan buku khusus untuk catatan.

1. Gaya Tulisan. Berita tak dibuat jika tak ada masalah yang perlu diberitakan. D. warna kuning. Gaya Bahasa Anda pun tahu bagaimana koran menguraikan sebuah berita. Wacana berita yang ada di dalam media cetak surat kabar atau majalah. dan Hasil yang Terdapat dalam Teks Teknik dan cara membuat catatan juga dapat dipergunakan untuk menelaah sebuah teks yang di dalamnya terdapat uraian tentang suatu permasalahan. ilmu pengetahuan alam. acap memberi penjelasan tentang adanya masalah baik yang terjadi di sekitar masyarakat maupun pada tataran dunia. dan kadang memakai kata-kata yang tak lengkap. seperti ada pengurangan pada imbuhan tertentu untuk sebuah bentukan kata. (4) dapat dibuat variasi warna kartu. Uraian ini didukung oleh berbagai fakta dan opini serta penggambaran mengenai proses dan hasil yang diperoleh. warna biru. pada operasi razia barang bajakan yang Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 75 . ekonomi. agama. apa adanya. pasti berbeda gaya tulisannya dengan tulisan tentang hukum. (3) satu kartu berisi satu topik atau gagasan. Masing-masing punya ragam bahasanya yang disebut laras bahasa. Kekurangannya adalah mudah tercecer atau tercampur baur jika tidak rapi menyimpan atau mengelolanya. Misalnya. misalnya untuk topik hukum warna ungu. Wacana atau teks seperti ini tentu sering dijumpai pada wacana berita.Kelebihan sistem kartu. yaitu: (1) mudah diatur berdasarkan kelompok masalah atau tema. Proses. sastra. Fakta. Opini. Namun. Ciri Penanda Masalah. (2) mudah menambahkan gagasan baru atau informasi baru. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan menghemat ruangan pada kolom berita di koran. dan sebagainya. hal itu dapat diatasi dengan menyediakan map atau kotak penyimpanan khusus sesuai dengan kategori atau kelompok warna tertentu. Dalam uraian berita. Laras bahasa koran bersifat lugas. juga terdapat penjelasan tentang proses melakukan sesuatu dan hasilnya.

Penanda Masalah Masalah yang diungkapkan dalam berita tersebut adalah sebagai berikut. Abidin Mustofa. misalnya kemudian. penertiban ini juga untuk mendukung program revitalisasi kota tua. Penjelasan mengenai hasil biasanya ditunjukkan oleh kalimat yang menggunakan kata berakhiran -an. Juga pada berita kriminal mengenai operasi penggerebekan markas penjahat dan akan disebutkan hasilnya. (Sumber: Nonstop. segera ditertibkan. “Keberadaan bangunan itu mengganggu keindahan dan kelancaran lalu lintas serta kenyamanan pejalan kaki. misalnya rampokan. sitaan. Berikut ini contoh wacana berita dan perinciannya: Gubuk Kali Opak Bakal Dibongkar Ratusan gubuk di bantaran Kali Jelakeng dan Opak. para pedagang terlebih dahulu diberikan peringatan sesuai prosedur yang berlaku saat ini. setelah itu. Proses waktu ini ditandai dengan penggunaan kata hubung waktu. Setelah itu baru dibongkar. atau selanjutnya. “Sebelum ditertibkan. bajakan. pihaknya memberikan waktu sekitar lima bulan kepada pedagang untuk mempersiapkan kepindahannya ke beberapa pasar seperti Pasar Slipi (147 kios). serbuan. (1) Banyaknya bangunan atau gubuk di sepanjang bantaran kali Jelakeng 76 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Jika sampai batas waktu tidak dipenuhi. lalu. 18 Mei 2007) 2. seperti penantian. Untuk itu ujar Abidin. Penertiban dilakukan selambatlambatnya Oktober mendatang. Kecamatan Tambora.” ucapnya. Untuk bentukan katanya menggunakan imbuhan pe--an. Selain itu. 11/1988 tentang Ketertiban Umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta. pengamatan. Pemkot akan melakukan penertiban paksa.” kata Kepala Sudin Tramtib dan Linmas Jakbar. dan Pasar Pagi ( 288 kios). penyerbuan.dilakukan oleh polisi disebutkan bagaimana operasi berlangsung dan hasilnya. Jakarta Barat. Bangunan pedagang di bantaran kali tersebut dinilai melanggar Perda No. Pasar Glodok (144 kios). Uraian proses biasanya ditandai oleh adanya tahapan waktu yang menunjukkan keberlangsungan kegiatan.

(3) Ratusan bangunan itu dinilai melanggar Perda No. Jakarta Barat. Kalimat yang menyatakan hasil pada wacana berita di atas adalah Bangunan pedagang di bantaran kali tersebut dinilai melanggar Perda. (2) Ratusan bangunan di bantaran kali akan ditertibkan oleh Pemkot setempat selambatnya bulan Oktober. Opini yang terdapat dalam wacana berita di atas ialah sebagai berikut. (2) Keberadaan bangunan di bantaran Kali Jelakeng dan Opak dianggap mengganggu keindahan dan kelancaran lalu lintas serta kenyamanan pejalan kaki. Pasar Glodok (144 kios). (1) Terdapat ratusan gubuk pedagang di Bantaran Kali Jelakeng dan Opak. 4. Kecamatan Tambora.dan Opak. (1) Keberadaan bangunan itu dinilai melanggar Perda tentang Ketertiban Umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Bangunan artinya hasil membangun. 11/1988 tentang ketertiban Umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta. 3. Fakta dan Opini Fakta yang terdapat dalam wacana berita di atas adalah sebagai berikut. Penertiban artinya proses menertibkan. Kalimat yang Menyatakan Proses dan Hasil Kalimat proses pada wacana berita di atas adalah Penertiban dilakukan selambat-lambatnya Oktober mendatang. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 77 . (3) Pemkot memberikan peringatan kepada pemilik bangunan sebelum ditertibkan. Jakarta Barat. dan Pasar Pagi (288 kios). Kecamatan Tambora. (2) Pemkot memberikan waktu sekitar lima bulan kepada pedagang untuk pindah ke beberapa pasar seperti Pasar Slipi ( 147 kios).

Jika dahulu model gambar atau bentuk nonverbal hanya digunakan untuk uraian bertema ekonomi. sel. akan mudah memahami maksud rinciannya. di bawah. sosial. dan sebagainya. diagram.E. ekonomi. diagram. dan sejenisnya harus dapat dibaca dengan cara pemindaian (scanning) karena berisi pola-pola atau lambang-lambang berupa garis. atau peta yang dihadapi karena judul ini memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. Bacalah informasi yang ada di atas. dan dapatkan keterangannya dalam informasi yang disajikan di sana. seberapa banyak. 1. diagram. bagan. . pembaca minimal harus mendapatkan pengertian secara umum dari tampilan visual tersebut. Grafik. tetaplah ingat akan maksud dan tujuannya. Pada saat membaca gambar-gambar tersebut. peta. substitusi. artikel surat kabar. Bacalah judulnya. sekarang bentuk-bentuk nonverbal tersebut dianggap merupakan sarana yang lebih efektif dalam mengungkapkan fakta-fakta dan lebih menarik dari sekadar kata-kata. 78 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 3. statistik. Tabel. persentase. dan angka-angka. atau iklan menuntut para pembaca untuk lebih terampil membaca bentuk-bentuk nonverbal tersebut. dan Bentuk Informasi Nonverbal Lainnya Banyaknya bentuk visual seperti grafik. dan kependudukan. tabel. Anda dapat mengetahui tujuan itu dengan mengubah judulnya menjadi pertanyaan: di mana. atau di sisinya. titik. Jika sudah mengetahui gambaran umumnya. tabel. tabel. Informasi tersebut dapat berupa urutan tahun. Sementara membacanya secara menyeluruh. Bacalah grafik. atau digram tersebut. Langkah pertama ini merupakan langkah penting. dan sebagainya yang menandakan suatu perkembangan atau penurunan. dan peta tersebut. dan sejenisnya yang memenuhi ruang atau kolom tulisan baik di koran maupun rubrik-rubrik artikel membuat hidup uraian atau penjelasan. kolom . bagaimana terjadi dan jawabannya ada pada grafik. Ajukan pertanyaan tentang tujuan grafik. atau peta itu. teks untuk persentase. Informasi yang ada merupakan kunci penjelasan tentang materi yang disajikan. tabel. resapkan isi judul grafik. tabel. 2. peta. makalah. jumlah data-data hasil dan lain-lain yang perlu pengamatan yang cermat. bagan. Berikut langkah-langkah membaca grafik. matriks. tabel. tabel. Membaca Grafik. diagram. selebaran promosi. Penggunaan bentuk nonverbal dalam berbagai karangan seperti laporan jurnalisme. ulasan hukum. 4.

Contoh Grafik 2). Contoh tabel: 3).1). Contoh bagan: Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 79 .

Contoh peta: 80 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .4). Contoh diagram: 5).

3. Dampak positifnya adalah berbagai informasi yang sifatnya memperluas wawasan.61% pemerintah. perjudian. 0. sebanyak 94. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 81 . F. Membuat Simpulan Simpulan adalah uraian padat yang berisi intisari atau saripati dari informasi sumbernya. Contoh simpulan deduktif: Penggunaan internet di kalangan remaja mempunyai dampak positif dan negatif.03% merupakan pelanggan rumah tangga. dapat diakses para remaja di luar jam sekolah. pelanggan bisnis. 250 Miliar. Simpulan harus singkat. serta berita-berita menyesatkan sangat mudah diakses oleh mereka.43%.6). kekerasan. Dampak negatifnya adalah informasi tentang pornografi. Kesimpulan dapat diuraikan secara deduktif yaitu penjelasan dari hal umum ke hal khusus. padat. dan 0. Wilayah Sumut rata-rata mencapai Rp. Simpulan dapat berisi penafsiran atau penilaian dari pembuat simpulan. dan lugas.16% pelanggan industri.7% sosial. Informasi nonverbalnya sebagai berikut. atau secara induktif yaitu dari hal khusus ke hal bersifat umum. Dari 2.3 Juta pelanggan PLN Wilayah Sumut. Contoh Informasi Nonverbal dari Teks Verbal Setiap bulannya jumlah tagihan rekening listrik untuk PT PLN. rasialisme. 1.

Contoh simpulan induktif: Dari internet. mereka juga dapat mendapatkan informasi yang dapat menambah wawasan di luar jam sekolah. dan Hasil yang Terdapat dalam Teks Sebuah wacana dapat ditelaah dari segi gaya bahasa. permasalahan yang diungkapkan. perjudian. Opini. Proses. eksposisi. Mengindentifikasi Jenis Teks Tertulis Kita dapat mengidentifikasi jenis teks tertulis melalui pemahaman isi bacaan serta ciri-ciri sebuah tulisan. Fakta. Secara umum bentuk tulisan terbagi menjadi lima jenis. Penggunaan internet di kalangan remaja memang mempunyai dampak positif dan negatif. Ciri Penanda Masalah. D. argumentasi. kekerasan. dan persuasi. serta berita-berita menyesatkan. mencatat sumber bacaan dapat disusun dalam bentuk catatan kaki atau catatan perut. Mengindentifikasi Sumber Informasi dengan Teknik membaca Cepat Untuk mengetahui asal sebuah informasi. C. deskripsi. rasialisme. B. fakta dan opini yang terdapat di dalamnya. serta kalimat yang menyatakan proses dan hasil. Namun di samping itu. RANGKUMAN Memahami Informasi Tertulis dalam Berbagai Bentuk Teks A. Gaya Tulisan. Catatan harus disertai dengan pencantuman sumber bacaan. kita harus dapat mengidentifikasi sumber informasi tersebut. Teknik Membuat Catatan Agar bicara tidak terlupakan begitu saja. 82 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . para remaja begitu mudah mengakses informasi tentang pornografi. yaitu narasi. pembaca dapat membuat catatan khusus. yaitu dengan menelusuri identitas sumber yang mengungkapkan informasi tersebut seperti siapa narasumbernya dan pada media mana informasi didapat. Semua itu dapat dilakukan dengan membaca cepat melalui teknik membaca memindai (scanning).

proses dan hasil c. dan dari jumlah RS. Tersebut 75 RS di kelola oleh swasta dan 27 buah RS pemerintah termasuk RS. terdapat 1. Sarana kesehatan. F. banyaknya rumah sakit di DKI Jakarta berjumlah 102 buah. 3. fakta dan opini b. dan universitas negeri hanya UI dan UNJ. atau disisinya. yang terdiri atas 67 RSU dan 35 RS khusus. Bacalah wacana di halaman awal bab. b) membaca informasi yang ada di atas. dan Bentuk Informasi Nonverbal Untuk membaca grafik. gagasan pokok berita e. serta ada 41 universitas swasta. Polri.145 Sekolah Dasar (2. atau diagram itu.588 pendidikan prasekolah. 1. Membaca Grafik. identifikasilah: a.017 SLTP (283 negeri dan 734 swasta). diagram.380 SDN dan 765 SD swasta).” 2. Tabel. di bawah. dan untuk tingkat SMU terdapat 114 SMU negeri dan 359 SMU swasta. sumber informasinya d. terdapat 1. atau diagram (pilih yang cocok) dari data di bawah ini! “Sarana pendidikan di DKI pada tahun 2000. TUGAS KELOMPOK : Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4 orang.E. Kerjakanlah tugas berikut. Membuat Simpulan Simpulan adalah uraian padat yang berisi intisari atau saripati dari informasi sumbernya. Simpulan dapat disusun secara deduktif atau induktif. atau peta dapat dilakukan dengan cara a) membaca judul. permasalahan f. simpulan isi wacana Buatlah tabel. grafik. dan c) mebaca secara keseluruhan informasi yang disajikan dalam grafik tabel. tabel. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 83 .

e. kecuali a. argumentasi persuasi 6. deskrpisi narasi biografi d.com Intisari. narasi deskripsi eksposisi d. e. dokumentasi. dan tempat disebut a. himbauan seperti argumentasi disebut a. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1... ( RCTI. b. dan koran buletin. b. Penulisan yang berisi kalimat ajakan. e. internet. 12 Juli 2007 senin (9/4) .. Penulisan sumber informasi dari media elektronik di bawah ini adalah a. dan televisi iklan. audio audio-visual Di bawah ini sumber informasi yang berbentuk media cetak. benda. c. www. adalah a. audio-visual. Di bawah ini yang termasuk sumber informasi yang berbentuk media elektronik. c. dan majalah majalah. internet.UJI KOMPETENSI I. e. argumentasi persuasi 5. dan buku internet.yahoo. Kompas. b. 84 narasi deskripsi Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . c. Menguraikan gagasan atau hal yang disampaikan secara tertulis dapat ditampilkan dalam beberapa uraian. b. 2. d. Oktober 1998 4.. b. video televisi dokumentasi d. Tulisan yang berupa gambaran mengenai keadaan. dan video 3. 2007 : 4 ) d. tabloid. televisi. c. kecuali a. b. c. e.

selebaran diagram Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 85 . e. e. grafik tabel peta d. d. eksposisi persuasi argumentasi Penulisan yang berisi tentang pendapat. c. kecuali a. argumentasi persuasi 8. d. c. c.c. cara melakukan sesuatu. e. dapat digunakan alat bantu visual di bawah ini. b. diagram tabel 11. d. narasi deskripsi eksposisi d. c. mencatat di buku khusus memberi coretan khusus pada informasi penting mencatat pada lembaran-lembaran yang dijadikan satu di sebuah map file mencatat pada kartu catatan catatan khusus 10. kecuali a. kecuali a. e. e. b. b. e. Pemilihan proses dan hasil pada wacana/teks bacaan dapat dilakukan dengan cara a. detail dan menarik mengambil isi pokok informasi membantu mengingat isi bacaan memudahkan membuat kutipan dalam menyusun menjadikannya bahan informasi 9. Untuk menghemat waktu dan menunjukkan statiska penulisan informasi. pemaparan tentang suatu hal disebut a. c. scanning skimimg grafik d. b. Beberapa cara untuk mencatat informasi yang dapat dilakukan dan dianjurkan. Di bawah ini kegunaan membuat catatan untuk bacaan yang akan dibaca. b. 7.

c. b. khusus saja ekspresionis 18. c.. c. e. Penulisan simpulan dapat diuraikan dalam dua jenis yaitu a. hasil proses kesimpulan d. bagan opini 14.. intensif dan ekspresif naratif dan persuasif deduktif dan induktif persuasif dan induktif sugestif dan imajinatif 17.12.-an 15. d. grafik biografi 16. a. e. diagram grafik matriks c. b. c. e. e.-kan ped. c. d.. Penulisan simpulan secara deduktif dijelaskan secara a.-an pe. –an me. e. b. biografi novel 13. Simpulan secara induktif ditulis dan dijelaskan secara a. Karangan ekspositoris adalah jenis karangan yang termasuk karangan a. kecuali a. b. umum detail khusus khusus umum d. Uraian padat yang berisi intisari atau saripati dari informasi asalnya disebut . e. per. 86 umum detail khusus Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .. komik roman cerpen d. b. Informasi nonverbal dapat berupa bentuk di bawah ini. b. Bentukan kata yang menyatakan proses biasanya dinyatakan oleh imbuhan a. b.

c.8 Impor 27. Kalimat yang sesuai dengan tabel di atas adalah Ekspor minyak Indonesia terus meningkat.7 1992 1993 1994 a.341.157.. d..6 28. Pembacaan Puisi oleh siswa kelas X Pagelaran Drama dari siswa-siswa kelas XII 09. c.09..00 – 13..3 30.30 13.30 – 10.30 Nama Acara Marawis oleh Group Marawis Kelas X PJ 1 Tarian Kreasi oleh siswa XI AK 2 ..164. d.. EKSPOR-IMPOR INDONESIA (Dalam US $000...8 Tidak Termasuk Minyak Bumi dan Gas Ekspor Impor 23. e..707.772.30 – 14. b.. 20 Desember 2006 pagi Waktu 09. Indonesia tidak mengimpor minyak.967..30 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 87 .7 28... Indonesia menikmati surplus perdagangan luar negeri sebesar lebih dari US $ 8 juta.. e.. Nilai Impor minyak dan gas Indonesia Indonesia tidak mencapai 10%.341.1 25. Tahun 1994.279..00 ..8 30. khusus umum khusus saja ekspresionis 19... Siang 13.296.. Ekspor migas memegang peranan utama dalam perdagangan luar negeri....007.....0 36..000) Tahun Termasuk Minyak Bumi Ekspor 33... Jadwal Pentas Seni di SMK At-Takwa Hari dan Tanggal Jumat. 20....2 26....823.00 ...0 39.6 27.327.....

pukul 10. Sebutkan sumber media apa saja yang dapat dijadikan informasi! Tuliskan susunan catatan kaki dari data di bawah ini! Pengarang : E.30 d. Sebutkan beberapa jenis teks yang kalian ketahui! Sebutkan kegunaan dari membuat catatan! Berikan contoh-contoh alat bantu visual dalam menguraikan informasi supaya menarik dan efektif! Sebutkan langkah-langkah membaca grafik! Apa yang dimaksud dengan simpulan? sebutkan dua jenisnya! Jelaskan apa yang dimaksud dengan informasi nonverbal! Sebutkan ciri-ciri bahasa surat kabar! 10. 7.Berdasarkan jadwal tersebut.00 – 13. pukul 10. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1 2. 9. 20 Desember 2006 II. b. c.30 – 11. pukul 13.00 – 09. 5. 8.30 hari Jumat.00 – 10. e. 6. Amran Tasai Judul buku : Cermat berbahasa Indonesia Penerbit : Akademika Pressindo Kota : Jakarta Halaman : 290 3. Tuliskan contoh kalimat yang menyatakan proses dan hasil! 88 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Siang. pukul 09. puisi dibacakan pada a. Zaenal Arifin S. 4. Pagi.30 Pagi.00 Pagi.

termasuk lafal bahasa daerah yang dibedakan berdasarkan konsep lafal baku bahasa Indonesia Pada bab ini. Kita juga diharapkan mampu melafalkan kata secara baku termasuk memperbaiki pengucapan kata yang dipengaruhi oleh bahasa daerah dengan lafal baku yang benar. Dengan mempelajari materi tersebut kita diharapkan dapat mengucapkan kata dengan ucapan yang benar. serta artikulasi yang tepat/lazim Melafalkan bahasa Indonesia baku. suara yang jelas. Kita juga harus mampu melafalkan kata yang berasal dari bahasa asing. kita akan mempelajari bunyi dan alat ucap manusia. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 89 . tekanan suku kata serta artikulasi yang tepat dan lazim.BAB 5 MELAFALKAN KATA DENGAN ARTIKULASI YANG TEPAT Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Kompetensi Dasar - Melafalkan Kata dengan Artikulasi yang Tepat Indikator - Mengucapkan kata dengan suara yang jelas dan tekanan pada suku kata. bagaimana melafalkan kata secara baku. serta membedakannya dari lafal bahasa daerah dan melafalkan kata serapan.

Implementasi ITC pada SMK adalah adanya jaringan intranet. sebagai alat bantu pembelajaran. penyuntingan. computer (internet dan intranet). dan ICT center. Penyediaan ICT dan TV Edukasi dalam Menunjang Mutu Pendidikan Dalam era globalisasi. apalagi menghadapi era perdagangan bebas yang pada saat itu tenaga asing akan leluasa bergerak dalam bidang apa saja di dalam negeri. ICT sebagai fasilitas pendidikan. sedangkan tenaga kerja kita pun akan leluasa melakukan usaha di bidang apa saja di luar negeri. Sumber daya manusia yang dihasilkan oleh pendidikan akan dituntut untuk mengaplikasikan ilmunya dalam dunia yang serbapenuh persaingan. ICT sebagai standar kompetensi. Untuk itu.Wacana. sedangkan WAN kota sebagai penyedia dan pengembang infrastruktur koneksi antara unit TIK dengan para anggotanya dan koneksi ke internet. setiap lembaga pendidikan harus meningkatkan kualitas pendidikannya sehingga dapat menyiapkan hasil didikannya agar dapat menghadapi arus globalisasi dengan survive saat usai menyelesaikan pendidikan. kualitas pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk selalu diperhatikan karena pendidikan yang berkualitas akan melahirkan tenaga-tenaga yang berkualitas pula. ICT sebagai 90 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Kemampuan untuk menguasai ICT sangatlah mendesak sebab ICT merupakan teknologi yang melibatkan pengumpulan. radio. Wide Area Network (WAN). jaringan informasi sekolah. Kemajuan di era globalisasi ditandai dengan adanya kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT). JIS melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang telah diprogramkan oleh unit TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). ICT dalam pendidikan mempunyai peran sebagai berikut: ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan. Dengan bekal yang dapat diandalkan. Jaringan Informasi Sekolah (JIS) dan Wide Area Network (WAN) kota merupakan bagian dari unit ICT yang saling mendukung dalam pelaksanaan dan pengembangannya. penyimpanan. para lulusan pendidikan dalam jenjang apa pun tidak akan terlindas atau tertinggal dalam kancah kemajuan zaman. ICT menggunakan peralatan berbasis teknologi. dan penyebaran informasi dalam berbagai bentuk. televisi. Dalam hal ini.

Oleh sebab itu. Direktorat Pembinaan SMK. Receiver. Pola siaran TV Edukasi saat ini dapat diterima melalui berbagai media penerima. yakni sebagai berikut. diharapkan terjadi akselerasi pengetahuan guru dan infrastruktur di Indonesia yang pada gilirannya akan mempercepat pencerdasan anak bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. memanfaatkan waktu untuk siaran. 1. perlu dikembangkan pula Televisi Pendidikan (TV Edukasi). Receiver TV Edukasi adalah peralatan untuk menerima siaran menggunakan antena parabola dan ditampilkan dengan beberapa televisi dalam satu lokasi.423 SLTP. Pada saat ini yang dikembangkan oleh Depdiknas untuk dapat menerima siaran TV Edukasi ada tiga tipe penerima. relay dan studio mini adalah menerima siaran TV edukasi di PUSTEKKOM. Tipe pemancar ini menerima siaran dari TV Edukasi Pustekkom dan di broadcast (pancar ulang) oleh beberapa stasiun relay. Bahasa Inggris. Kegiatan untuk pengembangan TV edukasi antara lain: pemberian bantuan peralatan TV dan kelengkapannya untuk menerima siaran TV Edukasi 28. dipancarkan lagi oleh pemancar daerah/lokal. dapat melakukan siaran TV lokal secara mandiri dengan muatan lokal dan dipancarkan. 2. ICT sebagai alat bantu manajemen sekolah. memancarkan siaran TV edukasi ke daerah sekitarnya dalam radius 15 s. dan Indovison. antena biasa.d 35 km. untuk mewujudkan peran ICT tersebut tidaklah mudah apalagi ketersediaan tenaga ahli atau instruktur di bidang tersebut masih sedikit. Namun. dan ICT sebagai infrastruktur pendidikan. Dengan adanya hal tersebut. antena pemancar sebagai relay. pengulangan siaran program yang relevan terutama untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. yaitu parabola. diklat teknisi dan broadcasting. TV dan DVD player untuk menampilkan siaran. Tipe ini berjumlah 25 lokasi dengan jarak jangkau 15 km s. dan Matematika. Selain ICT yang telah dikembangkan. TV kabel. 3. dan kerja sama dengan TVRI. Receiver dan relay TV Edukasi dengan peralatan antena parabola. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Departemen Pendidikan Nasional memberikan imbal swadaya information and communication center (ICT center) pada sekolah menengah.penunjang administrasi pendidikan. pemberian subsidi biaya operasional TV Edukasi 40 Kab/Kota 450 Paket. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 91 .d 35 km. Setelah itu. dan sejalan dengan kegiatan itu.

Siaran TV Edukasi oleh Pustekkom pada saat ini telah di-relay oleh beberapa TV lokal dalam hal penayangan materi yang disesuaikan dengan jam tayangan yang tersedia di masingmasing tv lokal. mulai bulan Juli 2006 akan ditambah 1 channel khusus untuk SMK. Frekuensi Symbol Rate Polarisasi Vidio PID Audio : 3785 MHz : 4000 Mega Symbol : Horisontal : 0308 : 5150 Upaya peningkatan yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan percepatan mencerdaskan anak bangsa.Penyelenggaraan siaran TV Edukasi sebagai berikut. pagi 7. Tahun 2006. Informasi teknik peralatan TV Edukasi dapat diterima dengan menggunakan antena parabola jenis mesh dan solid atau yang lainnya. Depdiknas menempuh berbagai cara di antaranya: membangun sebanyak 60 lokasi relay dan studio mini.30 s. berukuran minimal 6 feet dan penerima satelite digital (receiver) merek dan tipe apa saja.00. siaran selama 4 jam.d 10. pagi 7.d 21. siaran selama 12 jam. Dipandang perlu segera dibangun relay-relay dan studio TV Edukasi di setiap kabupaten/kota guna percepatan penyebaran materi pembelajaran yang terstandar secara nasional. Berdasarkan hal tersebut di atas. Departemen Pendidikan Nasional secara khusus memandang perlu melakukan terobosan-terobosan penyebaran informasi. Tahun 2005. Tahun 2007.30. 4 channel. siaran selama 12 jam. perkembangannya dirasakan belum signifikan hasilnya karena keterbatasan infrastuktur yang dimiliki oleh TV Edukasi maupun oleh sekolah. Dengan belajar jarak jauh tersebut. Pada tahun 2006.30 s. guna disparitas mutu pendidikan pada setiap jenjang pendidikan. Salah satu terobosan tersebut adalah membangun sistem pendidikan berbasis teknologi informasi dengan menggunakan teknologi televisi dan membangun stasiun TV Edukasi yang dimotori oleh Pustekkom. akan dibangun relay dan studio mini sebanyak 250 lokasi kab.d 16.30. 92 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . sore 14. Arah antena parabola ke satelite Telkom 1 dengan ketentuan sebagai berikut.30 s. sore 13.30./kota dan pada tahun 2007 diharapkan setiap kabupaten/kota sudah memiliki relay dan studio TV Edukasi.

tetapi diucapkan dengan enam fonem /a/. Hal ini karena kebijakan pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melihat bahwa mata pelajaran yang diujikan dan hasil yang di peroleh siswa belum memuaskan. kalangan pendidikan akan terus mengikuti sehingga tidak akan ketinggalan informasi tentang pembelajaran. ai. (oy). Diftong adalah gabungan dua vokal yang menimbulkan bunyi luncuran lain. Setiap bunyi yang dihasilkannya memiliki ciri tersendiri yang dapat dijelaskan proses pengucapannya. Hasil dari semua itu. dan tenaga pendidik lainnya terutama mereka yang tinggal di daerah yang jauh dari ibu kota.//. /e/. /i/. Alat ucap manusia menghasilkan lambanglambang bunyi yang bermacam-macam. /u/. /o/. Bunyi dan Alat Ucap Manusia Artikulasi dapat diartikan dengan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. o (berjumlah lima huruf). September 2006 ) A. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 93 . Bahasa Indonesia. Bentuk ucapan e ada yang lemah /ə/ dan e lebar atau //. akan menimbulkan bunyian yang dikelompokkan menjadi kelompok vokal. Dengan menikmati siaran tersebut. Contoh diftong ialah: au. e. Siaran tersebut sangat membantu para siswa. (ay). u. i. Jika arus yang keluar tidak mendapatkan hambatan atau rintangan. dewasa ini kita dapat menikmati program siaran TVRI tentang pendidikan terutama persentasi bidang mata pelajaran yang di-UN-kan. guru. Lambang-lambang bunyi tersebut dapat dihasilkan oleh adanya arus ujaran yang masuk ke rongga mulut dan memengaruhi pergerakan pita suara serta getaran di sekitarnya yang kemudian menimbulkan efek-efek bunyi. Ilmu yang mempelajari alat ucap manusia dan tata bunyi yang dihasilkannya disebut fonologi.Depdiknas melalui Pustekkom membuka peluang kerja sama dengan semua pihak penyelenggara siaran TV untuk merelay siaran TV Edukasi tanpa dikenakan biaya. yaitu Bahasa Inggris. yaitu a. Setiap lambang bunyi tersebut disimbolkan dengan bentuk huruf dalam bahasa tulis dan fonem untuk bahasa lisan. bentuk gabungannya disebut dengan diftong. oi yang dibaca (aw). ( Sumber : Info Mandikdasmen.

m. Proses bunyi ujar yang dihasilkan oleh karena arus ujaran yang keluar mendapat hambatan disebut konsonan. 4. v. 6. 1. Alpico interdental/dental. bila bunyi ujar yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas (titik artikulasi) dengan bibir bawah (artikulator). Contoh : h. seperti f.Contoh kalimat: 1. Mereka bermain voli pantai. Contoh : r – tidak jelas. apabila bunyi ujar yang dihasilkan oleh lidah bagian belakang (artikulator) dan langit-langit lembut (titik artikulasi). d. 2. (pantay) Para buruh memboikot (memboykot) pertemuan itu. bila bunyi ujar yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua bibir. kh. 5. Apikal. seperti k. Uvular. Bilabial. pada konsonan terdapat bunyi atau fonem yang memiliki bentuk pengucapan yang lebih dari satu. w. Labio dental. bila bunyi getar yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke langit-langit lembut atau lengkung kaki gigi dengan sistem getar menimbulkan bunyi ujar. g. 3. seperti b. Contoh : s. pada fonem /p/ pada kata panen merupakan lafal terbuka dan biasanya penempatannya di awal kata. seperti t. Laringal. bila bunyi ujar yang terjadi karena pita suara terbuka agak lebar. sedangkan lafal 94 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . z. Harimau (harimaw) itu berhasil ditangkap penduduk. Contoh : r – jelas. Proses itu terdiri atas hal-hal berikut. Velar. perbedaan pelafalannya tak memengaruhi arti. bila bunyi ujar yang dihasilkan dari udara yang keluar dari paru-paru yang mendapat halangan getaran lidah. Spiral. ng. bila bunyi ujar yang dihasilkan oleh ujung lidah (artikulator) dengan daerah lengkung gigi (titik artikulator). 7. Di samping bentuk gabungan vokal yang menimbulkan bunyi luncuran. 3. Namun. n. q. Misalnya. p. 8. 2. sy. bila bunyi getar lain yang dihasilkan oleh anak tekak sebagai artikulator dengan lidah bagian belakang sebagai titik artikulasinya.

tapi kembali /d/ pada [abadi]. perbedaan ucapan pada satu bentuk kata atau tulisan yang sama. kata [abad] dibaca [abat>]. seret [ səret ] seret [ sЄret ] = berarti tersendat-sendat. Dalam bahasa Indonesia. Contoh: fonem /e/ pada kata apel [apəl] dan fonem /Є/ pada kata apel [apЄl]. Misalnya. Demikian pula pada fonem /b/ akan dibaca [b] jika di awal kata. tapi kembali dibaca /d/ jika diberikan akhiran yang ada vokalnya. Contoh: [lembab] dilafalkan [lembap>] [jawab] dilafalkan [jawap>] [adab] dilafalkan [ adap>] Tapi diucapkan /b/ kembali bila diberi akhiran –an Contoh: [lembap>]  [kelembaban] [jawap>] [adap>]  [jawaban]  [peradaban] Gejala pelafalan ini juga terjadi pada fonem /d/ yang dilafalkan /t>/ bila berada di akhir kata. tapi diucapkan berbeda dan menimbulkan arti yang berbeda dikenal dengan bentuk homograf.tertutup pada kata atap terdapat pada akhir kata ini disebut dengan alofon. Yang perlu dicermati sebenarnya adalah bila perbedaan lafal tersebut memengaruhi arti. namun dilafalkan /p/ bila berada di akhir kata. Kata [apəl] bermakna jenis buah dan kata [apЄl] bermakna upacara bendera. tidak lancar = berarti menaik suatu benda menyusur tanah serang [ sЄrang ] = berarti nama tempat / wilayah di Jawa Barat serang [ sərang ] = berarti penyerbuan atau serbu Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 95 .

serang [ s rang ] = berarti nama tempat / wilayah di bentuk pengucapan atau pelafalan setiap huruf atau abjad dalam bahasa Indonesia (lihat . tidak lancar 96 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . [ s ret ] = berarti menaik suatu benda menyusur tanah Dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD) telah diaturJawa Barat . Begitu juga bentuk bentuk akronim serta beberapa kata yang Sempurnakan (EYD) telah diaturdenganpengucapan atau pelafalan setiap huruf atau abjad dalam bahasa Indonesia tak baku. Kata [ap l] bermakna jenis buah dan kata [ap l] bermakna upacara bendera. Dengan demikian membaca singkatan sering diucapkan (lihat lagi yang hanya terdiri atas beberapa huruf yang berdiri sendiri. [ bi bi si ] [ a be se ].diucapkan berbeda dan menimbulkan arti yang berbeda dikenal dengan bentuk homograf. Begitu juga dengan bentuk akronim serta beberapa kata yang sering diucapkan tak sejumlah bentuk singkatan atau akronim termasuk pengucapan singkatan baku.seretPengucapan atau pelafalan harus sesuai dengan bentuk hurufnya. yang baku dan tidak baku pada sejumlah bentuk Di bawah ini diperinci pengucapan singkatan atau akronim termasuk pengucapan singkatan yang berasal dari bahasa asing. Contoh: . [ e bi si ] a [ bi es di ] [ay em ef ] [ ti vi er i ] [ em te kyu ] [ ay ji ji ay ] [ i se we ] [teksi] [ psaykoloji ] [Be se a] [ spiker ] [ paskasarjana ] [ lohis ] [ pendidi’an ] [puhun] [ sosiolohi ] [ ekit ] . Dengan demikian. Dalam Ejaan atau pelafalannya. Contoh: Contoh: Singkatan / kata BBC ABC BSD IMF TVRI MTQ IGGI ICW Taxi Psikologi BCA Speaker pascasarjana Logis pendidikan Pohon sosiologi Exit Lafal Tidak Baku [ be be se ].55 Lafal Baku [ be be ce ] [ a be ce ] [ be es de ] [ i em ef ] [ te ve er i ] [ emte ki ] [ i ge ge i ] [ i ce we ] [ taksi ] [ psikologi ] [be ce a] [ speker ] [ pascasarjana ] [ logis ] [ pendidikan ] [pohon] [ sosiologi ] [ eksit ] .serang [ s rang ] = berarti penyerbuan atau serbu lagi pelajaran Bab 1). yang berasal dari bahasa asing. harus tepat artikulasi atau Di bawah ini diperinci pengucapan yang baku dan tidak baku pada pelafalannya.fonem /e/ pada kata apel [ap l] dan fonem / / pada kata apel [ap l]. membaca singkatan yang hanya terdiri atas beberapa huruf yang berdiri sendiri.seret [ s ret ] = berarti tersendat-sendat. . harus tepat artikulasiYang Di Pengucapan atau pelafalan harus sesuai dengan bentuk hurufnya. pelajaran Bab 1).

Akronim bahasa asing (singkatan yang dieja seperti seperti kata) yang bersifat Akronim bahasa asing (singkatan yang dieja kata) yang bersifat internasional mempunyai kaidah tersendiri. Melafalkan Kata Secara Baku dan Membedakannya Dalam bahasa Indonesia. lafal Indonesia. Kata di dalam tidak baku yang terpengaruh berasal dari bahasa tertentu: Contoh lafal baku dan bahasa Indonesia selain bahasa daerah atau logat Melayu. Untuk penggunaan secara lisan yang berkaitan dengan bagaimana sebuah kata diucapkan atau dilafalkan secara benar hanya berpedoman pada pengucapan sesuai dengan huruf yang membentuk kata tersebut. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 97 . penulisan Kata di dalam bahasa Indonesia selain berasal dari bahasa Melayu. Penggunaan secara lisan yang berkaitan berasal dari bahasa daerah. Kata-kata yang berasal dari bahasa daerah tentunya telah dengan bagaimana sebuah kata diucapkan yang telah baku harus benar diadaptasi menjadi kata baku bahasa Indonesia. Ukuran ucapan baku dilihat dari pelafalan bunyi terhadap fonem pembentuk katanya dan tidak terpengaruh oleh unsur bahasa daerah. banyak juga yang Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). yakni tidak dilafalkan seperti itu dilafalkan seperti aslinya. Kata-kata yang berasal dari bahasa daerah tentunya telah diadaptasi menjadi kata baku bahasa Indonesia. Kataatau dilafalkan secara diucapkan hanya berpedoman pada pengucapan sesuai dengan huruf bunyi terhadap fonem berdasarkan lafal bakunya. yakni tidak dilafalkan seperti lafal Indonesia. Ukuran ucapan baku dilihat dari pelafalanyang membentuk kata tersebut. tetapi singkatan itu dilafalkan seperti aslinya. secara baku telah diatur dalam Dalam bahasa Indonesia. banyak juga yang berasal dari bahasa daerah. penulisan secara baku telah diatur dalam Ejaan Yang Disempurnakan Lafal Daerah dari (EYD). pembentuk katanya dan tidak terpengaruh oleh unsur bahasa daerah. tetapi singkatan internasional mempunyai kaidah tersendiri. meskipun ucapan itu sering dan lazim diucapkan terutama dalam situasi nonformal.56 - . :Contoh : Contoh : Kata UNESCO UNISEF Sea Games e-mail Hitech Lafal Tidak Baku [ u nes tjo ] [ u ni tjef ] [ se a ga mes ] [ emil ] [ hitek ] Lafal Baku [yu nes ko ] [ yu ni sef ] [ si ge ims ] [ imel ] [ haytekh ] B. Melafalkan Kata Secara Baku dan Membedakannya dari Lafal Daerah B. Kata yang telah baku harus diucapkan berdasarkan lafal bakunya. Meskipun ucapan itu sering dan lazim diucapkan terutama dalam situasi nonformal.

super power. 98 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . contoh: coffe break. Proses adaptasi bila sebuah kata secara utuh diserap tanpa adanya perubahan dan pelafalan. reshuffle. money changer. Pelafalan Kata Serapan Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang di Indonesiakan. Proses penyerapannya terjadi karena proses adaptasi dan asimilasi. Lafal Baku kantung rabu kebun kursi senin lubang ziarah belum telur siapa? teman pohon bus kemarin izin foto pedas tefe seram kerbau kamis silakan siapa? biasa dengar bakso Tidak Baku kantong rebo kebon korsi senen lobang jiarah belon telor siape? temen puhun bis kemaren ijin poto’ pedes tifi serem kebo’ kemis silahken sapa? biaso dεngar mbakso C. money politics.Contoh lafal baku dan tidak baku yang terpengaruh bahasa daerah atau logat tertentu. Proses asimilasi ialah bila sebuah kata asing diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan perubahan sesuai pengucapan dan bentuk penulisan Indonesianya.

ucapan selain harus dengan intonasi yang tepat juga harus dengan lafal atau artikulasi yang jelas. imunisasi.directur . unsur serapan bahasa Indonesia juga dipengaruhi adanya imbuhan asing. antara lain: isasi is or al wi man  standardisasi. dan faktual  duniawi dan manusiawi  seniman. dapat terjadi salah pengertian atau salah paham. dan lain-lain  struktural. dan sebagainya.carier . radiator.Contoh : .trotoir . Bila tidak diucapkan dengan tepat dan jelas.contingent  kontingen . Di samping itu. dan lain-lain  analisis. dan minimalis  koruptor. kameraman. pengucapan harus jelas dan tepat agar pendengar dapat merespons dengan baik perkataan yang diucapkan.effective . informal.complex  direktur  efektif  trotoar  survai  karier  kompleks dilafalkan kontingen dilafalkan direktur dilafalkan efektif dilafalkan trotoar dilafalkan surfey dilafalkan karir dilafalkan kompleks . Pengucapan dengan artikulasi yang tepat atau jelas terutama pada kata-kata yang bunyinya hampir sama jika diucapkan.survey . periodisasi. budiman. operator. Dalam percakapan atau dialog. Kata-kata yang hampir sama bunyinya jika diucapkan seperti kata di bawah ini: keamanan  kenyamanan makanya penanya adanya  makannya  penanya  badannya Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X  kesamaan  makamnya  malamnya 99 .percentage  persentase dilafalkan persentase bukan prosentase Pelafalan yang benar ialah pelafalan yang mengikuti kata serapan bahasa Indonesia bukan bentuk asingnya. Artinya. diagnosis.

-

setara peletakan kemerahan kesabaran

 sertanya  perekatan  kemarahan  kesadaran dan sebagainya

Pemahaman terhadap alat ucap dan bunyi yang dihasilkan sesuai dengan pengucapan atau artikulasi membuat pemakai bahasa bersikap cermat dalam melafalkan setiap kata, singkatan, dan unsur serapan sesuai dengan lafal baku. Dengan pelafalan fonem yang tepat baik vokal maupun konsonan serta bentuk alofon dan variasinya, kesalahpahaman terhadap makna kata tidak terjadi dan komunikasi dapat berjalan dengan efektif.

RANGKUMAN
A. Bunyi dan Alat Ucap Manusia Artikulasi ialah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Atikulasi dibedakan atas (1) bunyi vokal yaitu a, i, u, e, o, dan (2) bunyi konsonan yaitu bilabial, laringal, veral, labio dental, alpico interdental/dental, spiral, uvular, apikal. B. Melafalkan Kata secara Baku dan Membedakannya dari Lafal Daerah Penulisan kata baku telah diatur dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Untuk penggunaan secara lisan, pelafalan harus sesuai dengan huruf yang membentuk kata tersebut dan tidak terpengaruh unsur lafal daerah. C. Pelafalan Kata Serapan Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang diIndonesiakan. Penyerapan terjadi karena dua hal yaitu proses adaptasi dan proses asimilasi.

100

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

TUGAS MANDIRI:
Untuk melatih cara melafalkan kata dengan artikulasi yang jelas, bacalah wacana di halaman awal bab ini dengan artikulasi yang jelas, lalu mintalah teman sebangku Anda mengoreksinya. Lakukan bergantian!

TUGAS KELOMPOK:
Buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 orang, lalu carilah naskah drama pendek. Kemudian lakukan hal-hal berikut. 1. 2. 3. Ucapkanlah dialog-dialog drama tersebut dengan intonasi dan lafal yang jelas serta tepat. Jika perlu, diperagakan di depan kelas. Kelompok lain mengamati dan memberi komentar. Diskusikan bersama kelompok kata-kata yang dilafalkan dengan lafal daerah atau logat sehari-hari. Daftarkan dan jelaskan asal lafal daerah yang digunakan.

UJI KOMPETENSI
I. 1. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! Kalimat-kalimat di bawah ini baku, kecuali a. b. c. d. e. 2. Indonesia adalah negara kesatuan. Hati-hati, jalan berlobang. Hastuti bekerja sebagai seorang apoteker. Para sastrawan Indonesia ikut serta dalam acara tersebut. Gubernur akan mengesahkan peraturan yang baru.

Kalimat di bawah ini yang terdapat kata tidak baku adalah a. b. Para importir sedang menggalakkan komoditas agro industri. Keberhasilan perusahaan itu ditunjang dengan manajemen yang baik.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

101

c. d. e. 3.

Data kuantitatif sangat diperlukan dalam penelitian. Untuk menenangkan persaingan, perlu dibuat standardisasi mutu. Ukiran kayu Jepara merupakan komoditi nonmigas yang besar.

Kalimat yang menggunakan kata tidak baku adalah a. b. c. d. e. Tuti bekerja sebagai apoteker. Parade atlit disambut masyarakat dengan penuh antusias. Dokter Ani membuka praktek di jalan Raya Ragunan. Dengan senang para siswa menerima ijazah. Uang merupakan alat pembayaran yang sah.

4.

Di bawah ini kata-kata yang baku ialah a. b. c. d. e. ijin, kuintasi, dan Nopember reyot, rubuh, dan nyebur sistem, praktik, dan metode jumaat, rebo, dan senen ijajah, rusak, dan rujak

5.

Konsonan hambat bilabial di bawah ini adalah a. b. c. d. e. /y/ dan /z/ /a/ dan /c/ /p/ dan /o/ /t/ dan /d/ /g/ dan /d/

6.

Contoh bunyi ujar konsonan spiral, yaitu fonem a. b. c. d. e. /r/, dan /h/ /k/, /g/, dan /kh/ /t/, /d/, dan /n/ /s/, /z/, dan /sy/ /k/, /g/, dan /ng/

7.

Contoh bunyi ujar konsonan velar ialah fonem a. 102 /r/, dan /h/
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

b. c. d. e. 8.

/k/, /g/, dan /kh/ /t/, /d/, dan /n/ /s/, /z/, dan /sy/ /k/, /g/, dan /ng/

Bunyi ujar yang dihasilkan oleh ujung lidah dengan daerah lengkungan gigi disebut a. b. c. d. e. bilabial laringal alpico interdental labio dental velar

9.

Putra keduanya dinamakan Hadi Ahmadi. Bentukan kata yang hampir sama pelafalannya dengan kata bergaris bawah ialah a. b. c. d. e. diamankan dia makan dimakamkan dikatakan dinyatakan

10. Contoh kata yang sering diucapkan namun tidak baku di bawah ini, kecuali a. b. c. kebon kejang kantong d. e. telor belon

11. Pelafalan yang baku terdapat pada a. b. c. d. e. logis menyatakan USA Siapa saja Pascasarjana ( lohis ) ( menyataken ) ( yu-es-a ) ( siapa aja ) ( pascasarjana )

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

103

12. Pelafalan singkatan berikut ini benar, kecuali a. b. c. d. e. RCTI SCTV AC TPI TVRI ( er-ce-te-i ) ( es-ce-te-ve ) ( a-ce ) ( te-pe-i ) ( te-fe-er-i )

13. Pelafalan di bawah ini benar, kecuali a. b. c. d. e. UGM UI UNJ UTI YAI ( u-ge-em ) ( u-i ) ( u-en-je ) ( yu-te-i ) ( ye-a-i )

14. Pelafalan yang tidak benar adalah a. b. c. d. e. LCD KPUD KKM MTQ ISTN ( el-ci-di ) ( ka-pe-u-de ) ( ka-ka-em ) ( em-te-ki ) ( i-es-te-en )

15. Pengucapan yang salah terdapat pada a. b. c. d. e. ATM TTS HP HiFi speaker ( a-te-em ) ( te-te-es ) ( ha-pe ) ( hay-fi ) ( speker )

16. Pengucapan yang benar adalah a. b. c. d. e. SQI UMR BBC TBC ABC ( es-kyu-i ) ( yu-em-er ) ( bi-bi-si ) ( te-be-se ) ( a-be-ce )

104

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

UUD SMA STMJ STM SLB ( u-u-de ) ( es-em-a ) ( es-te-em-je ) ( es-te-em ) ( es-el-bi ) 19. Pelafalan singkatan yang benar ialah berikut ini. e. b. d. 3. Beri contoh! Jelaskan pengertian fonologi! Buatlah kalimat yang menggunakan fonem /e/. d. b. Pelafalan singkatan asing berikut benar. c. complex risk november carier trotoir      komplek risiko nopember karir trotoir II. b. c. b. c. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Unsur serapan yang penulisannya baku ialah a. kecuali a. radio VCD analisis rasio trendy ( radiyo ) ( fe-ce-de ) ( analisis ) ( rasio ) ( trendi ) 20. d. 2. IGGI IMF BBC AMG ABC ( i-ge-ge-i ) ( ay-em-ef ) ( be-be-ce ) ( a-em-ge ) ( a-be-ce ) 18. c. d. e.17. Jelaskan yang dimaksud dengan homograf. Pelafalan yang tidak baku adalah a. / ə /. e. e. kecuali a. 4. dan / Є /! Masingmasing 1 kalimat! Buatlah empat pasang kata berlafal baku dan lafal tidak baku karena Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 105 .

CTO Bacalah Wacana di bawah ini! MARAKNYA STASIUN TV DI INDONESIA Di Indonesia telah banyak bermunculan stasiun televisi swasta baru. Daftarkan istilah-istilah yang terdapat pada wacana di atas! Daftarkan singkatan dan akronim yang terdapat pada wacana di atas lalu lafalkanlah! Termasuk istilah-istilah apakah yang ada pada wacana di atas? 10. JTV di Surabaya. Termasuk karangan apa wacana di atas? 106 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Ada yang melalui satelit yang disiarkan secara umum. Sampai tahun 1989. b. CSIS SMIP c. 2006) 7. seperti O Channel di Jakarta. HIV d. 9. stasiun tv swasta lainnya mulai mengekor RCTI. 8. Indosiar. seperti Indovision. RCTI muncul sebagai stasiun tv swasta yang pertama di Indonesia. akhirnya pada pertengahan tahun 1989. Ada juga yang pemirsanya dibatasi. Anteve. dan Lativi. Buatlah empat kata atau kelompok kata beserta kata-kata yang hampir sama bunyi atau lafalnya! Tuliskan lafal kata berikut: a. siaran televisi di Indonesia dipelopori oleh TVRI pada tahun 1962. (Sumber: Komposisi Bahasa Indonesia. Metro TV. Global TV. TVRI adalah satu-satunya stasiun tv yang mengudara di Indonesia.pengaruh bahasa daerah! 5. baik itu bersifat lokal maupun nasional. TPI. di antaranya SCTV. Pada tahun berikutnya. dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan di beberapa wilayah Indonesia banyak bermunculan stasiun tv swasta lokal yang jangkauan penyiarannya hanya di satu daerah saja. Seperti kita ketahui. 6. Cara mereka menyiarkan tayangannya pun berbeda-beda. TV 7 . Lamudin Finoza. Setelah sekian lama. Ada yang melalui kabel (televisi kabel). Trans TV.

dan makna metaforis. kontekstual. struktural. kontekstual. dan metaforis. atau parafrasa untuk menghindari pengulangan mubazir kata yang sama dalam satu kalimat/paragraf Membedakan pemakaian kata bersinonim yang memiliki nuansa yang berbeda berdasarkan makna leksikal. makna struktural. situasional. dan metaforis Menggunakan kata dan ungkapan yang sesuai dengan situasi komunikasi dalam hal ragam dan laras bahasa - - - Pilihan kata dan bentukan kata dalam kaitannya dengan konteks atau topik pembicaraan. dan Ungkapan yang Tepat Indikator - Menggunakan kata dan ungkapan yang sesuai dengan tuntutan situasi komunikasi secara tepat. Dengan mempelajari materi tersebut. kita diharapkan mampu menggunakan secara kreatif.BAB 6 MEMILIH KATA. Bentuk Kata. kontekstual. menarik. BENTUK KATA. tepat. makna leksikal. dan kreatif Memanfaatkan sinonim. dan menarik kata dan ungkapan sesuai tuntutan situasi komunikasi. DAN UNGKAPAN YANG TEPAT Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Kompetensi Dasar - Memilih Kata. termasuk memanfaatkan kata bersinonim untuk mengurangi pengulangan kata yang sama. menggunakannya sesuai laras bahasa serta dapat membedakan makna leksikal. struktural. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 107 . kata bersinonim yang digunakan untuk memvariasikan kalimat atau paragraf dan laras bahasa akan kita pelajari dalam bab ini.

merebut kemerdekaan. Hari itu adalah hari penanggulangan Kemiskinan Sedunia. melawan diskriminasi dan ketidaksetaraan. Dan. Ia menyatakan remaja juga mempunyai hak untuk berjuang. mulai dari melawan penjajahan. Sejarah membuktikan semua 108 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .00 WIB. Bangkit Melawan Pemiskinan Menunggu pukul 10. siswa SMA Swasta di Bandung. hati. menurutnya. hitungan mundur dimulai. Atau. tekad kuat. Langkah awal yang harus dilakukan termasuk oleh remaja adalah dari diri sendiri. Bandung. Pukul 10. ketika ditanya keikutsertaannya di acara ini. Selama ini. “Bangkit dan suarakan!” Teriakan Cinta Septianti (15 tahun) menyatu dengan teriakan serupa dari 3000-an orang yang berkumpul di Lapangan Tegallega. Akan diajukan pula ke Muri untuk mendapat catatan rekornya.” ungkap Cinta. melawan kerusakan lingkungan. dan perjuangan.” ujar Pandu..Wacana. itu membahana.. menggetarkan bulu roma. Cinta datang bersama 15 temannya. Bagaimana remaja mengubah pola pikirannya tentang kemiskinan dan berjuang untuk melawan kemiskinan tersebut. Rekaman kegiatan ini akan dikirimkan ke PBB. ada orang dewasa yang menyepelekan remaja. dan mendesak pemerintah untuk lebih serius menengani kemiskinan. beberapa tahun dari sekarang berdiri di hadapan generasi penerus dengan kondisi yang sama atau lebih parah. Pandu percaya tiap generasi menghadapi perang di zamannya. “Kita harus berjuang melawan kemiskinan. “Kita bangkit karena tidak ingin. Padahal yang namanya berjuang apalagi mencari solusi menuntaskan kemiskinan.00.” tegas mahasiswa tingkat awal di sebuah perguruan di Bandung ini menceritakan. remaja di 136 negara bersama-sama meneriakkan katakata itu sambil mengacungkan tangan yang terkepal. seorang ibu di daerah terpencil harus meninggal sia-sia karena tiada pertolongan ketika melahirkan. harus dilakukan secara bersamasama.. Pandu menjelaskan semua orang tidak bisa diam ketika seseorang anak yang lahir di Indonesia harus meninggal 30 tahun lebih cepat dibandingkan seorang anak di negara maju. Teriakan yang disuarakan dengan jiwa. “Kita di sini berdiri dengan bangga sebagai bagian dari generasi yang ingin menghapuskan kemiskinan. ada jutaan orang meninggal sia-sia tiap tahun dan semua orang hanya diam dan tanpa melakukan apa pun.

rekor yang sebenarnya ingin dihancurkan adalah rekor dunia atas pengingkaran janji para pemimpin dunia yang terus mengabaikan si miskin. semua peserta terlihat bersemangat. tapi belum bisa disebutkan seperti apa. Keterlibatan 90 persen remaja dalam kegiatan ini. (Sumber : Republika. kegiatan serupa akan kembali disuarakan. Minggu. Ia mencontohkan. dan sejumlah tokoh di Bandung. bertepatan dengan Peringatan Hari Penanggulangan Kemiskinan Sedunia. Dalam waktu dekat ini. Tahun sebelumnya diadakan di Jakarta dengan jumlah peserta yang sedikit. “Kami lebih banyak ke implementasi. Hal konkret yang akan dilakukannya adalah dimulai dari diri sendiri. dihadirkan sejumlah pertunjukkan kesenian dari Bandung dan Jakarta. Namun. ia bersama 39 orang temannya perwakilan dari setiap provinsi yang tergabung dalam Indonesian Youth Networking for MDGs akan segera mengeluarkan sejumlah agenda kegiatan. semua remaja berpegangan tangan menjadi satu. sambung dia. Meski demikian. korupsi bisa diberantas jika ada kemauan diri sendiri untuk memberantasnya begitu pun pemiskinan. Saat ini. seperti Mitra Citra Remaja (MCR). Di Tegallega. kesepakatan para pemimpin dunia termasuk Indonesia yang harus dipenuhi 2015. Kegiatan di Bandung tersebut merupakan kegiatan kedua kalinya. hari Rabu itu. Viking. Saat pembacaan pernyataan sikap. Meskipun di antara mereka ada pula yang terlihat sedih. 28 Oktober 2007) Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 109 . Pemerintah Kota Bandung. Pada 2007 ini kampanye lebih ramai dan meriah karena didukung oleh banyak pihak. sebagai cermin bahwa remaja sebagai generasi masa depan menginginkan perubahan. Rumah Zakat Indonesia (RZI). Untuk memeriahkan acara.” ujar Pandu.itu bisa dikalahkan jika ada banyak orang yang berdiri untuk melawannya. Semua langkah tersebut merupakan salah satu cara untuk bangkit guna memperbaharui komitmen politik bagi pencapaian bahkan melampaui tujuan pembangunan milenium. Ribuan orang yang memadati Lapangan Tegallaga mempunyai sejumlah harapan yang disampaikan dalam pernyataan sikap. kehadiran mereka menjadi pemecahan rekor dunia untuk jumlah orang terbanyak yang berdiri bersama di seluruh dunia melawan kemiskinan.

Atau. Ketidakefektifan seseorang dalam menyampaikan sesuatu dapat disebabkan kurang menguasai kosakata. istilah pulsa. orang tidak dapat terlibat pembicaraan orang lain tentang sesuatu yang ia tidak paham betul topik yang sedang dibahas serta tak menguasai kata-kata atau istilah yang berhubungan dengan hal yang dibicarakan. fasilitas perawatan. Saat membicarakan telepon seluler atau nirkabel.A. nama obat. langsam. dan sebagainya akan sering terdengar. kelas ekonomi. istilah paviliun. rel. gagasan atau maksud yang ingin diungkapkan. seseorang akan berupaya menggunakan berbagai kata atau ungkapan yang dapat mewakili makna atau konsep yang ingin diutarakan. Kereta api : lokomotif. contoh lain beberapa kata atau istilah serta ungkapan yang saling berkaitan dalam satu topik atau pokok pembicaraan. Untuk menyampaikan maksud pembicaraan. bentukan kata. seseorang belum tentu dapat dengan baik mengutarakan atau menjelaskan apa yang sudah dipahami tersebut lewat kata-kata atau kalimat yang tepat dan efektif. voucher. berbagai merek HP. Keluhan seperti saya agak susah mengatakannya atau ngomongnya gimana. Ketika berbicara tentang rumah sakit. Pilihan Kata dan Bentukan Kata dalam Konteks atau Topik Pembicaraan Sering terjadi seseorang sulit menguraikan suatu peristiwa dalam pembicaraan atau tak dapat menyampaikan gagasan melalui kata-kata serta kalimat yang tepat sehingga terjadi penjelasan yang berbelit-belit. isi ulang. panjang lebar. 1. Kondisi ini dapat terjadi baik dalam penggunaan bahasa tulis maupun bahasa lisan (berbicara). nama penyakit. infus. stasiun. Setidaknya ia memahami dan menguasai berbagai istilah kata yang berkaitan dengan topik yang akan disampaikan. atau ungkapan kata yang sesuai dengan topik. kereta ekspres. rontgen. Hal ini menyebabkan pendengar sulit memahami maksud yang disampaikan oleh pembicara dan dapat terjadi salah pengertian. dan kurang terarah. kamar. kartu perdana dan sebagainya kerap diucapkan. Namun. ya? akan ternyatakan bila seseorang tidak menguasai kosakata bidang atau persoalan yang ingin diungkapkan. abudemen. Di bawah ini. kata-kata atau ungkapan yang berhubungan dengan masalah itu. misalnya seseorang tak dapat menjelaskan dengan baik persoalan tentang transportasi udara jika ia tak menguasai istilah. dan sebagainya. gerbong. 110 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .

copa Amerika. Ibu itu menjinjing belanjaannya yang berisi sayuran. menjinjing ialah membawa dengan tangan menggenggam barang bawaan seperti tas. pengertian memanggul ialah membawa dengan meletakkan barang bawaan di bahu. tapi sesungguhnya mengandung pengertian khusus yang berbeda. e-mail. Contoh dalam kalimat : Ia terpaksa memanggul karung beras itu sampai ke rumah. Film Musik Internet : jam tayang. sinetron. menggendong ialah membawa dengan kedua tangan sejajar dengan dada. yaitu memanggul. lagu favorit. dan menjinjing. misalnya kata membawa memiliki kata–kata sepadan yang secara khusus maknanya berbeda. striker. Sepak bola : kesebelasan. 5. Banyak kata atau bentukan kata yang secara umum memiliki kesamaan arti. 4. aktris.2. liga. situs. judul. Pemilihan bentukan kata juga menentukan proses penyampaian maksud. Meskipun sama–sama membawa. pinalti. lagu. galatama. FIFA. Pilihan dan penggunaan bentukan kata yang tepat menjadikan kalimat lebih cermat dan terarah sehingga terhindar dari salah pengertian. menggendong. home page. Masing– masing kata ini mempunyai makna dan ciri khusus yang membedakan satu sama lain. dan sebagainya. piala citra. request. 3. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 111 . vokalis. top rating. konser. : chating. website. Seseorang dapat memanfaatkan kata bersinonim tersebut untuk lebih menekankan makna kata kepada pengertian yang lebih khusus agar topik pembicaraan lebih terarah. dan sebagainya. hatrik. dan sebagainya. aktor. kiper. fans. neter. dan sebagainya. layar lebar. browser. : group band. musisi. durasi. platinum. Guru BP menggendong siswa yang pingsan itu ke ruang UKS.

B. Para turis asing merasa tak akan ada lagi aksi terorisme di Pulau Dewata tersebut. Aparat keamanan tidak mentolerasi adanya demonstrasi saat pemilihan umum daerah berlangsung yang pasti akan mengganggu jalannya pesta demokrasi tersebut. Contoh: 1a. Memanfaatkan Kata Bersinonim untuk Menghindari Kata yang Sama dalam Kalimat/Paragraf Penguasaan kosakata yang tidak banyak. Sebelumnya kunjungan wisman di Bali merosot drastis. Dengan penggunaan kata yang sepadan. Jumlah wisatawan kembali meningkat di Bali pasca tertangkapnya para tersangka peledak. Kalimat yang dibuat dapat berisi banyak kata yang sama dan diulang-ulang. Polisi tidak mentoleransi adanya aksi unjuk rasa saat pemilihan umum daerah berlangsung. Setiap aksi demontrasi akan ditindak tegas oleh polisi. Jumlah wisatawan kembali meningkat di Bali pasca tertangkapnya para tersangka peledak. 2b. dapat menyulitkan seseorang untuk merangkai kalimat untuk menjelaskan sesuatu baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. 2a. siapa pun dan dari mana pun unjuk rasa itu berasal. siapapun dan dari manapun aksi massa itu berasal. bom Bali yang menghebohkan dunia itu. yang pasti akan mengganggu jalan pemilihan umum daerah tersebut. 1b. Setiap aksi unjuk rasa akan ditindak tegas oleh polisi. bom Bali yang menghebohkan dunia itu. Mengurangi penggunaan kata yang berlebihan dan berulang-ulang dalam kalimat dapat diatasi dengan pemakaian kata yang bersinonim. kalimat menjadi tidak kaku serta lebih variatif. Sebelumnya kunjungan wisatawan di Bali merosot drastis. Para wisatawan merasa tak akan ada lagi aksi terorisme di Pulau Bali tersebut. Kalimat menjadi tidak cermat atau kurang efektif atau berkesan mubazir. 112 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .

ataupun struktural. Contoh lain ialah kata kursi. Contoh kata kaki dengan ungkapan kaki langit. Artinya. kontekstual. Benda yang ditunjukkan berbeda tetapi memiliki kemiripan keberadaan. dan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 113 . Yang dimaksud dengan makna leksikal ialah makna yang sesuai dengan konsep yang digambarkan pada kata tersebut. kepala pemerintahan. Makna struktural adalah makna yang muncul akibat kata mengalami proses afiksasi atau penambahan imbuhan serta proses reduplikasi dan proses komposisi. kaki gunung. kata sate ayam tidak sama maknanya dengan sate madura yang pertama menunjukkan bahan dan yang kedua menunjukkan tempat. Struktural. dan kaki meja adalah tiangtiang penyanggah meja. Misalnya. kaki gunung berarti lembah. Demikian pula dengan kata kepala yang membentuk perbandingan kepala kereta. dan kaki meja. ada makna struktural atau gramatikal. Tapi.C. bermakna jabatan yang diperjualbelikan. Makna leksikal disebut juga makna yang sesuai dengan referensial kata tersebut. Sebuah kata tidak serta-merta hanya memiliki satu makna atau pengertian. sedangkan makna kontekstual ialah makna yang muncul sesuai dengan konteks kata tersebut dipergunakan. yaitu di bagian bawah. Kata terdengar. Makna Leksikal. misalnya ungkapan dasar kerbau. Demikian pula pada kata buku dengan buku-buku yang mengalami reduplikasi menimbulkan makna jamak yang artinya banyak buku makna yang berbeda juga dapat ditimbulkan oleh akibat komposisi kata. secara leksikal maknanya adalah tempat untuk duduk. Makna metaforis adalah makna yang ditimbulkan oleh adanya unsur perbandingan di antara dua hal yang memiliki ciri makna yang sama. Kaki tetap menunjukkan bagian bawah. Selain makna leksikal dan kontekstual. Contoh kata kerbau adalah binatang mamalia bertanduk yang makanannya rumput atau sejenis sapi. makna tersebut muncul sebagai makna tambahan di samping makna sebenarnya berupa kesan-kesan yang ditimbulkan oleh sebab situasi tertentu. misalnya pada kalimat suaranya terdengar sampai ke belakang berarti dapat didengar tapi kata terdengar yang memiliki kata dasar sama yaitu dengar. pada kalimat rencana jahatnya terdengar oleh tetangganya berarti tidak sengaja. Kontekstual. kerjaannya makan tidur saja tentu yang dimaksud kerbau bukan binatang bertanduk tapi menunjuk pada manusia. Kursi pada kalimat banyak kursi yang nilainya puluhan juta saat pemilu. sebuah kata dapat dimaknai secara leksikal. namun ungkapan kaki langit bermakna horizon. dan Makna Metaforis Pilihan kata juga berkaitan dengan pertimbangan menggunakan kata yang memiliki makna-makna tertentu.

seperti ungkapan panggung dunia. bunga emosinya dalam bentuk-bentuk satuan bahasa tertentu yang dianggap tepat. Perhatikan Perhatikan tabel berikut: tabel berikut. jatuh miskin. dan emosinya dalam bentuk-bentuk satuan bahasa tertentu yang dianggap tepat. Kata kursi nomor angin gelap jatuh Makna Kata leksikal kontekstual struktural bangku. struktural. kontekstual. 3. bintang kelas. Majas dan Peribahasa 1. Majas dan Pribahasa 1. D. kelam Kulit gelap: menggelapkan: kulit hitam membuat jadi gelap tersungkur jatuh: gugur. struktural. dan majas antitesis. No 1. Majas D. majas personifikasi. Yang termasuk majas perbandingan ialah: maja Gejala memperbandingkan pun terjadi pada bentuk-bentuk majas seperti majas perbandingan. bintang kelas. dan seperti. majas alegori. yaitu dalam usaha penutur untuk menyampaikan pikiran. Perbandingan ini ditandai oleh pemakaian kata seperti: bagaikan. laksana. 2. tempat berebut kursi: berkursi: duduk jabatan menggunakan kursi angka. atau metaforis bergantung pada kebutuhan Beberapa kata di dalam bahasa Indonesia dapat dimaknai secara leksikal. 1) Majas perumpamaan. jendela informasi. hawa bagai angin: tak angin-anginan: tentu arah tidak tetap suram. Kata jatuh yang membentuk kata-kata jatuh cinta. dan Beberapa kata di dalam bahasa Indonesia dapat dimaknai secara leksikal. Majas Gejala memperbandingkan pun terjadi pada bentuk-bentuk majas seperti majas perbandingan. jendela informasi. bunga desa. berjatuhan: jatuh gagal satu-satu metaforis kursi malas nomor jitu angin duduk pasar gelap. Hanya saja kita harus dapat membedakan makna-makna dapat membedakan makna-makna kata tersebut sehingga dapat menggunakannya secara tepat. perasaan. jatuh bangun. umpama. dan bahtera rumah tangga. bilangan punya nomor: menomori: pegawai negeri memberikan nomor udara. Yang termasuk majas perbandingan ialah: majas perumpamaan.bahtera rumah ungkapan panggung dunia.kepala sekolah. Makna metaforis juga dapat berbentuk ungkapan jika dilihat dari segi ekspresi kebahasaannya. dan sebagainya. 114 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . ibarat. atau metaforis tergantung pada kebutuhan penggunaannya. Hanya saja kita harus penggunaannya. jatuh hati. ialah majas perbandingan dua hal yang pada hakekatnya berlainan dan sengaja dianggap sama. kontekstual. 5. majas metafora. seperti desa. kata tersebut sehingga dapat menggunakannya secara tepat. 4. gelap mata jatuh bangun tangga. Gaya bahasa ini kemudian disebut dengan polisemi.

4) Majas alegori. Di dalamnya. c. tersusun rapi. a. Nani jinak-jinak merpati. 3) Majas personifikasi. Majas metafora. Kancil dan buaya Kancil dan kura-kura Tom dan Jerry Farabel adalah cerita singkat yang mengemukakan masalah moral. Contoh. b.Contoh: a. Contoh: a. Alegori biasanya berisi tentang moral dan hal-hal yang berkaitan dengan spiritual manusia. Contoh: a. ialah cerita yang diceritakan dengan lambang-lambang. Fabel adalah sejenis alegori yang di dalamnya terdapat tokoh-tokoh binatang yang dapat berbicara dan bertingkah laku seperti manusia. fabel dan farabel. Angin meraung-raung. Alegori dapat berbentuk puisi maupun prosa. terlibat dua ide: yang satu adalah suatu kenyataan dan satunya lagi merupakan perbandingan terhadap kenyataan tadi. c. Ombak menerjang karang. c. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 115 . 2) Larinya cepat laksana kilat. Suaranya menggelagar seperti halilintar. Mukanya pucat bagaikan mayat. Bentuk alegori singkat misalnya. b. Bapak tulang punggung keluarga kita. Nyiur melambai-lambai. Dia anak emas pamanku. b. padat. b. ialah majas perbandingan yang paling singkat . adalah jenis majas yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa atau benda abstrak. c.

Sepala-pala mandi biar basah. Artinya: Datang dengan baik. 6. 2. Artinya: Kerugian sudah banyak. Artinya: Mengerjakan pekerjaan yang sia-sia. nasihat. Sekarang banyak muncul pula cerita yang penuh hikmah dari buah kebaikan atau akibat perbuatan buruk seperti dalam kisah Rahasia Ilahi. jangan separuh-paruhnya. 2. Zaman dahulu peribahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan penilaian. gurauan. Bagai mencencang air. atau sindiran. Arang habis. Setelah ditodong. besi tak kimpal. Orang tua itu bergembira atas pernikahan putrinya. Artinya: Keadaan yang sudang gawat atau genting. Contoh: a. 4. Bagai telur di ujung tanduk. Dia bergembira ria atas kegagalan dalam ujian itu. Datang tampak muka. b. Artinya: Mengerjakan sesuatu perbuatan hendaklah sempurna. pergi tampak punggung. ialah sejenis majas yang mengadakan komparasi atau perbandingan antara dua antonim (majas ini bersifat perlawanan). 116 . ia malah menolong penjahat itu. Di dalam peribahasa. Contoh peribahasa: 1. Peribahasa adalah kalimat atau kelompok perkataan yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan sesuatu maksud tertentu. Artinya: Besar pengeluaran daripada penghasilan. 5. sekaligus merasa was-was dengan masa depannya. Peribahasa Gaya bahasa perbandingan juga dapat berbentuk peribahasa. dan Pintu Hidayah. maksud tak sampai. pergi pun harus dengan baik pula. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 3. terdapat simbol atau lambang-lambang yang dianggap mewakili maksud yang ingin diungkapkan. 5) Majas antitesis. Besar pasak daripada tiang. c.misalnya cerita para nabi atau cerita orang-orang saleh.

Natural belum beri Keputusan. Bagai anak ayam kehilangan induk. hidupnya tak tentu arah. Laras bahasa adalah ciri khas suatu penggunaan bahasa pada kelompok atau lingkungan pemakai bahasa tertentu. Karena bersifat penjelasan mengenai peraturan. “ PT. Lain lagi dengan bahasa sastra. Pasal 62. istilah. Kekhususan tersebut meliputi pilihan kata.” Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 117 . sudah dijelaskan tentang laras bahasa. biasanya kalimat dalam bahasa hukum panjang-panjang atau berbentuk kalimat luas. c. Kalimatnya pun panjang namun banyak perumpamaan atau bersifat metaforis.” Contoh bahasa pers: a. Kalimatnya pun bersifat lugas dan apa adanya. Bahasa pers lebih cenderung menghemat kata atau sering menghilangkan bentuk imbuhan dalam bentukan kata. dan Pasal 64. ragam bahasa. lebih banyak menggunakan kata bermakna konotasi atau simbolik.” “ Pasokan Melimpah. ungkapan. Pasal 61. dilakukan oleh korporasi. Pasal 63. b. Artinya: Seseorang yang tidak punya pegangan. maka di samping pidananya pelaku tindak pidana. Misalnya. Permintaan Beras Turun.7. E. kepada korporasi dikenakan pidana denda sebesar 2 (dua) kali pidana denda yang berlaku untuk tindak pidana tersebut dan dapat dijatuhkan pidana penambahan berupa pencabutan izin usaha. Pilihan Kata dalam Laras Bahasa Pada pelajaran terdahulu. Contoh bahasa hukum: “Jika tindak pidana psikotropika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60. aturan. dan perundang-undangan. laras bahasa hukum akan banyak menggunakan istilah atau kosakata yang berkaitan dengan hukum.” “ Petani Tak Mampu Penuhi Persyaratan Bank. dan gaya penuturan.

Makna kontekstual ialah makna yang muncul sesuai dengan konteks kata tersebut dipergunakan. B. contoh: unjuk rasa. Makna struktural adalah makna yang muncul akibat kata mengalami afiksasi atau penambahan imbuhan serta reduplikasi dan komposisi. Makna metaforis Makna metaforis adalah makna yang ditimbulkan oleh adanya unsur perbandingan di antara dua hal yang memiliki ciri makna yang sama. ungkapan. C. Memanfaatkan Kata Bersinonim untuk Menghindari Kata yang Sama Dalam Satu Kalimat/Paragraf Saat menjelaskan sesuatu seorang pembicara dapat mengucapkan kata yang sama hingga berkali-kali. Majas Majas terdiri atas majas perumpamaan. Untuk menghindari terjadinya penggunaan kata yang berulang dapat digunakan sinonim atau padanan katanya. majas antitesis. 118 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X - . Makna Leksikal.RANGKUMAN A. Pilihan Kata dan Bentukan Kata dalam Kaitannya dengan Konteks atau Topik Pembicaraan Untuk menyampaikan maksud dan suatu pokok pembicaraan. Majas dan Peribahasa 1. demontrasi. majas metafora. bentukan kata. dan Metaforis Makna leksikal ialah makna yang sesuai dengan konsep yang digambarkan pada kata tersebut. dan berbagai istilah kata. dan aksi massa. Makna Kontekstual (Situasional). Makna Struktural. Untuk itu seseorang harus menguasai kosakata. majas personifikasi. seseorang akan berupaya menggunakan berbagai kata atau ungkapan yang dapat mewakili makna atau konsep yang ingin diutarakan. majas alegori. D.

Ciri tersebut meliputi penggunan kata. istilah. lalu carilah kata yang bermakna kontekstual. dan gaya bahasanya. UJI KOMPETENSI I. Peribahasa Peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan sesuatu maksud tertentu. TUGAS MANDIRI: 1.2. Pilihan Kata dalam Laras Bahasa Laras bahasa ialah ciri penggunaan bahasa ditinjau dari topik pembicaraan dan bidang ilmu tertentu. 2. e. d. Carilah 5 bentuk laras bahasa yang berbeda dari koran atau majalah dan buku-buku. makna kontekstural makna leksikal makna metaforis makna idiomatik makna gramatikal Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 119 . Makna yang sesuai dengan referensinya atau makna yang sesuai dengan konsep yang dilambangkan kata tersebut disebut a. struktural. E. Bacalah wacana di awal bab ini. lalu jelaskan perbedaan penggunaan pilihan kata. ragam bahasa. ungkapan. b. dan metaforis. c. bentukan kata. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1. dan gaya penutur.

5. kecuali gulung tikar mata keranjang membanting tulang tutur kata keras kepala 4. c. c. c. Di a. makna kontekstural makna tekstual makna metaforis makna idiomatik makna gramatikal 3.2. e. Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir adalah a. b. e. d. makna kontekstural makna tekstual makna metaforis makna idiomatik makna gramatikal bawah ini beberapa contoh makna idiomatik. b. c d. Makna yang tidak dapat ditelusuri dari makna leksikal atau gramatikal pembentuknya disebut a. e. e. b. litotes metonimia Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . 120 majas perbandingan metafora hiperbola d. c. Makna yang pengertiannya muncul sesuai dengan situasi atau pemakaian kata tersebut disebut a. d. Majas perbandingan yang melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri adalah a. b. d. b. majas perbandingan metafora hiperbola litotes metonimia 6. e.

8. c. bahan gunjingan orang senang tertawa. Aku berlepas tangan terhadap perkara yang kamu hadapi. Tak sepantasnya ia berperangai seperti anak kemarin di kelas itu. 10. c. Ungkapan berlepas tangan sama maknanya dengan ungkapan dalam kalimat a. Pada hal ia anak kemarin di kelas itu. d. b. Tina adalah anak yang panjang mulut di kelasnya. Majas metonimia terdapat dalam kalimat a.7. Dia merasa kesepian di tengah-tengah keramaian pesta itu. majas sinonim antonim peribahasa metafora 9. Kemarin Ayah ke Singapura naik Garuda. bahan pembicaraan orang suka memanjangkan omongan bahan pembicaraan orang suka bercakap-cakap. b. d. b. c. d. Mereka pasti akan cuci tangan terhadap kasus ini. Sedangkan anaknya cantik dan manis. Karena sikapnya itu Tina selalu menjadi buah bibir di kelasnya bahkan di sekolahnya. senang bercerita. e. e. manis pembicaraan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 121 . d. c. b. Jangan menutup hati terhadap kasus ini. Kalimat yang mengandung lambang atau simbol yang maknanya dikaitkan dengan kehidupan manusia disebut a. Makna ungkapan yang bergaris bawah dalam kalimat di atas adalah a. Indonesia berhasil merebut Piala Thomas Cup untuk kedelapan kalinya. Jangan lempar batu sembunyi tangan. e. Mereka angkat tangan terhadap perkara kami. Kenaikan harga-harga bahan bangunan terasa sampai mencekik leher. Perpustakaan adalah gudang ilmu yang tidak akan habis-habisnya. Pedagang kaki lima menutup mata terhadap peraturan pemerintah.

infiltrasi lihai. Senyum kecutnya masih menggantung di sudut bibir. namun rapuh. Deretan kata di bawah tergolong sinonim. cerdik. d. c.e. Tua muda menyaksikan pertandingan bulu tangkis antarnegara. c. Anak itu mendekati sosok berkerudung hitam yang masih terdiam. d. banyak bahan pembicaraan. bahan peledak. kecuali a. 12. raja siang duduk perut 122 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . b. c. Aparat keamanan menindak tegas gerombolan yang beroperasi di pasar malam. bagian. amunisi eksplorasi. e. e. bicaranya sopan 11. intelek komponen. c. Siang malam ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Para guru dan pedagang bekerja sama dalam kegiatan bazar murah. Seorang wanita tua berjalan bertatih-tatih meninggalkan tanah pemakaman. penyusupan. Perubahan makna yang sejenis dengan kata perempuan dalam kalimat di atas adalah a. Ibu Santosa dilantik menjadi Ketua Dasawisma RW 4. survei. Ungkapan kata yang bermakna “tidak bersemangat” ialah a. pintar. 13. unsur. Masyarakat Timor Timur memilih untuk hidup bebas merdeka. b. Sekalipun badannya besar. e. b. mesiu. d. b. sarana 14. Kalimat yang menggunakan kata-kata bersinonim adalah a. tebal muka ringan kepala dingin hati d. pencarian perembesan. e. Seorang perempuan duduk bersimpuh bersimbah air mata di gundukan tanah yang masih merah.

Jika kesusahan sudah memuncak. Mengerjakan sesuatu haruslah dengan sesempurna-sempurnanya. Sangat terang dan jelas. Sayap singkat terbang hendak tinggi.15. makin berisi makin merunduk. Ilmu yang tiada beramal sama dengan pohon yang tiada berbuah. Biar lambat asal selamat. naik daun buah bibir gulung tikar unjuk rasa meja hijau Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 123 . b. Arti dari peribahasa di atas adalah a. c. tak lari gunung dikejar. e. setapak berpantang mundur. Ungkapan yang berarti kebangrutan adalah a. e. d. Maju terus tidak akan mundur menghadapi apa saja. c. semuanya telah diketahui. seseorang yang berilmu tetapi tidak sombong orang yang banyak ilmunya ilmu yang tidak disebarluaskan tidak ada manfaatnya orang bodoh yang mencari ilmu ilmu yang sia-sia 16. Selangkah berpantang surut. 17. Membela suatu perkara yang ada alasannya. e. b. Hendak terbang tiada bersayap hendak hinggap tiada berkaki. b. d. Ibarat padi. tandanya pertolongan sudah dekat. d. 18. d. c. Peribahasanya adalah a. b. Arti dari peribahasanya adalah a. Tak perlu mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa asal berhasil dengan baik. e. Harus sabar menghadapi segala sesuatu karena semuanya itu ada batasnya. c. Pak Abdul saat ini usahanya mengalami kebangkrutan.

a. Artis terkenal itu sedang menghadapi perkara di pengadilan. Ungkapan yang berarti pengadilan ialah a. 5. Orang cerdik tak akan kehabisan akal. Tulislah 6 pasang contoh kata bersinonim! Apa yang dimaksud dengan makna leksikal? Berikan contohnya! Apa yang dimaksud dengan makna kontekstual? Berikan contohnya! Apa yang dimaksud dengan makna sruktural? Berikan contohnya! Sebutkan beberapa majas dan berikan contohnya? Apa yang dimaksud dengan peribahasa? Berikan contoh peribahasa yang Anda ketahui? Jelaskan arti dari peribahasa berikut ini! a.19. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. anak emas b. Buatlah kalimat sebanyak empat buah dengan menggunakan polisemi dari kata gugur! 124 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Jelaskan arti dari idiom di bawah ini. Pisau senjata tiada bisa. 9. b. d. Lubuk akal tepian ilmu. Hancur badan dikandung tanah. 7. budi baik dikenang jua. e. Orang berilmu hanya sedikit. e. kepala rumah tangga 10. 2. Arti dari peribahasa di atas adalah a. c. b. naik daun buah bibir gulung tikar unjuk rasa meja hijau 20. d. 3. 8. 6. Orang yang berilmu hidupnya kaya. b. II. Orang yang pandai banyak temannya. Orang yang pandai tempat untuk bertanya. c. 4. bisa lagi mulut manusia.

d. b. morfem fonem artikulasi huruf prosa Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 125 . e. 2. b. e. Unsur segmental bahasa yang terkecil disebut a. Tujuan menyimak yang berhubungan dengan penelaahan bahasa di bawah ini. membaca menyimak menulis mendengar berbicara Hal di bawah ini merupakan tujuan kegiatan menyimak. kecuali a. d. d. c. Keterampilan yang membutuhkan konsentrasi terhadap informasi lisan disebut a. b. kecuali a. e. c. mengenal bunyi fonemis mengenal ciri supsegmental mengenal olahvokal pengucapan memahami kata tugas pengenal perubahan bunyi 4. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini ! 1. b. c. d. memahami unsur bahasa mengevaluasi pekerjaan memecahkan masalah melatih pendengaran memahami informasi 3. e.TES SEMESTER GANJIL I. c.

Kalimat yang berisi fakta pada paragrap tersebut terdapat pada nomor a. fonetik fonemik morfofonemik fonologi morfologi 6. (1) dan (2) (3) dan (5) (3) dan (5) b. c. Ibu-ibu pengajian mengadakan kegiatan sosial dengan nama “peduli balita”. Sebaiknya. 126 Kegiatan itu baik. tetapi apakah tidak menimbulkan kecemburuan sosial? Kegiatan-kegiatan positif dalam menunjang perbaikan gizi balita perlu direalisasikan. (5) Penelitian dilakukan sejak 1991-1999. c.500 keluarga. e. d. (4) Data empiris dari ekonomi Marco Francesconi menganalisa dan British Household Panel Survey yang mendata 10 ribu individu dari 5.5. b. d. misalnya pemberian minuman susu gratis dan pemberian makanan bergizi. yaitu bahwa fakta tentang anak putus sekolah perlu dicari. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Pernyataan yang sesuai dengan fakta dalam bacaan di atas adalah a. e. banyak anak usia sekolah yang perlu mendapatkan bantuan. (6) Data ini menunjukkan bahwa pria yang sukses justru akan memilih dengan wanita karier yang bekerja keras. perlu dievaluasi untung dan ruginya. Saya sependapat dengan Anda dan siap membantunya. Pikiran saya sejalan dengan gagasan Anda. (2) Pemberdayaan perempuan pun menjadi agenda dalam proses pembelajaran. (2) dan (3) (4) dan (6) 7. d. b. e. terutama untuk anak-anak balita dan usia sekolah. (3) Para penentu kebijakan kurikulum mestinya berkaca pada agenda ini. Gizi yang baik sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. sebelum kita melaksanakan kegiatan. Ilmu yang mempelajari tata bunyi dan alat ucapnya disebut a. Dalam situsi krismon seperti sekarang. c. (1) Di sini peran pendidikan sangat vital.

d. b. Ragam/laras bahasa sastra ialah a. c. Dengan semangat. b. 11. a. Tahun 2000. ia mengemukakan alasan. alfalfa memiliki khasiat yang baik bagi tubuh. 9. c. e. c. Dina menatap sendu. akan diadakan kampanye antipolusi. Sebaiknya aparat kepolisian mengadakan razia narkoba ke sekolah-sekolah. e. d. Cucian itu dibiarkan saja di dapur. b. Pihak pertama menjual tanah seluas 500 meter kepada pihak kedua yang beralamat di Jalan Setapak 5 no. 8. Kalimat yang menyatakan hasil adalah a. c. Pelajaran yang harus diterima pasien harus sempurna. Yang termasuk opini adalah Setiap warga wajib memiliki KTP. b. d. Dia tinggal di perumahan Lembah Griya. pandangannya menembus cakrawala ruang sepi. e. jumlah penduduk DKI akan mencapai 10. Umumnya SMU di DKI masuk pukul 07. e. Untuk mengantisipasi polusi di kota-kota besar.000 jiwa. 10. d. membaca intensif membaca memindai (scanning) membaca pelayapan (skimming) membaca kreatif membaca cermat Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 127 .8. Dengan kandungan kimia tersebut.00. Kejadian itu terjadi saat keluarga Tekuang tengah tertidur lelap. Membaca cepat untuk tujuan mencari informasi tertentu dengan mengabaikan informasi lain disebut a.000. Penanaman bibit teh dilakukan siang hari. Tikungan jalan itu menjadi tempatnya bertemu.

Tingkat pemula biasanya harus mencapai . Yang termasuk media cetak adalah di bawah ini. Alasan kita harus membuat catatan dalam membaca pemahaman adalah berikut ini. d. e. c. b. c.. kecuali a. e. c. d. b. c.. koran tabloid video buletin selebaran 128 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . membaca intensif membaca memindai (scanning) membaca pelayapan (skimming) membaca kreatif membaca cermat 13. d. mencari nomor telepon mencari istilah dalam indeks mencari data dalam kamus mencari data sumber informasi bacaan mencari alamat 15. b. e. b. b. d. e. c. e. kpm. 100–120 kpm 120 -150 kpm 150-200 kpm 200-250 kpm di atas 300 kpm 14. Teknik scanning dalam membaca cepat biasanya dipergunakan untuk di bawah ini. d. kecuali a. a.12. Membaca cepat untuk mendapatkan ide atau gagasan pokok bahan bacaan adalah a. kecuali a. informasi kita perlukan menjaga buku dari coretan memperbanyak data dan pekerjaan memudahkan mencari informasi itu kembali memudahkan mengingat 16.

Perolehan data tersebut memiliki a. Pak Guru menulis jawaban soal matematika dipapan tulis. Secara morfologi bentukan kata yang menyatakan hasil biasanya dinyatakan oleh imbuhan a. audio-visual dokumentasi 18. obsevasi wawancara mendengar c. Kalimat yang bermakna proses ialah a. c. e. d. d. Kakak melakukan senam perenggangan otot. audio video televisi c. b. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 129 . e. peper--an 21. e. Informasi yang lebih valid diperoleh secara langsung dari narasumbernya. Adik sedang memperbaiki mainannya.17. e. Yang tidak termasuk media elektronik ialah a. pe--an –an me--kan c. e. b. Tahap pendinginan untuk menjadi es krim berlangsung 10 menit. b. penelitian membaca 19. d. d. matriks grafik bagan b. opini diagram 20. b. kecuali a. Bentuk-bentuk informasi nonverbal adalah berikut ini. Ibu asyik memasak sayuran di dapur. c. d.

/h/ /t/. /n/ /k/. Peristiwa itu akan tetap dirahasiakan. b.22. c. Di bawah ini yang termasuk konsonan hambat bilabial adalah a. Contoh bunyi ujar kosonan spiral. b. /p/. /d/. e. /t/ dan /d/ /a/ dan /c/ /g/ dan /D/ /p/ dan /b/ /y/ dan /z/ 24. b. /n/ /k/. d. d. /z/. e. d. /ng/ /s/. /h/ /t/. /d/. dirasakan diratakan dikatakan dilahankan dibahasakan 23. b. Pelafalan kata yang hampir sama dengan kata bergaris bawah di atas adalah a. d. /sy/ /r/. e. e. c. /kh/ 26. /g/. ialah fonem a. d. /g/. Bunyi ujar yang dihasilkan oleh ujung lidah dengan daerah lengkungan gigi disebut a. e. Contoh bunyi ujar konsonal velar ialah fonem a. /sy/ /r/. c. /n/ /s/. c. /d/. labio dental velar alpico interdental bilabial laringal 25. c. /z/. 130 /k/. b. /g/. /kh/ Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .

c. e. d. d. d. e. d. b. c. e. c.27. e. c. b. kagum pening selingkuh pelor pangan 28. Yang bukan sinonim kata pondok ialah a. b. kecuali a. c. Contoh kata yang sering digunakan namun berasal dari bahasa daerah ialah a. b. Kata yang tidak masuk kelompok kata lainnya ialah a. e. b. Di bawah ini merupakan istilah ilmu pengetahuan alam. d. Mereka berdua tinggal di pondok pinggir kota. rumah tempat tinggal wisma kediaman halaman Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 131 . Kata yang tidak satu lingkungan (kolokasi) adalah a. kalori radiasi puting beliung klorofil variabel 31. cabe garam gula tempe kecap 29. animasi simbol durasi akting episode 30.

b. Anak itu benar-benar kepala batu Kepalanya memar terbentur tembok. c. Kata yang sepadan dengan makna kata dasarnya adalah berikut ini. e. c. tungkai lengan sendi tukak pergelangan 33. Kata yang tidak bersinonim di bawah ini adalah a. Sudah lama ia tertarik pada dunia sastra. Selama dua tahun ia menuntut ilmu di luar negeri. Penduduk beramai-ramai mendatangi rumah kepala desa. Ia sudah jatuh cinta pada mobil itu. d. b. c. Sinonim kata tangan ialah a. b. kecuali a. b. Setelah dipetik bunga itu diselipkan di rambutnya. d. e. Sekarang banyak tikus yang memakai dasi. d. Kata yang bermakna leksikal terdapat pada kalimat a. b. 132 kemarahan kemerahan kegalakan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . c. Alamat surat itu tertera di bagian kepala surat. e. c. Kata yang bermakna leksikal adalah a. Tangannya berdarah karena terjatuh dari sepeda. e. 36. 35.32. d. kolosal raya akbar luar biasa besar 34. Kepala sekolah itu sangat bijaksana.

keberanian e. 4. d. b. e. b. c. Jelaskan yang dimaksud dengan lafal! Sebutkan unsur-unsur segmental bahasa! Buatlah contoh paragraf yang berisi fakta! Sebutkan kebiasaan membaca yang perlu dihindari! Sebutkan kegunaan jenis membaca pemindaian! Sebutkan langkah-langkah/teknik membuat catatan! Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 133 . Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. c. 2. e. d. 5. 6. kecuali a. 3. kesedihan 37. b. Ungkapan yang bermakna bangkrut ialah a. Hal-hal yang menimbulkan laras bahasa adalah sebagai berikut. Ungkapan idiomatik yang tepat untuk kata sedang ternama (populer) adalah a. c. meja hijau naik daun gulung tikar isapan jempol matanya hijau 39. adanya perbedaan topik pembicaraan kepentingan maksud pembicara ruang lingkup bidang keilmuan situasi pergaulan media atau sarana berbahasa II. meja hijau naik daun gulung tikar isapan jempol matanya hijau 40.d. e. d.

IPDN b. b. SMP N Tulislah sinonim kata-kata berikut! 9. Belakang parang bila diasah akan tajam juga. 8. dokumentasi d. a.7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan informasi nonverbal! Tuliskan lafal kata berikut ini! a. musnah b. cendekia b. Bergantung pada akar lapuk. PJKA d. BUMN c. 134 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . konsep 10. Jelaskan peribahasa berikut ini: a.

dan kalimat yang efektif dan santun. diharapkan kita dapat memahami dan mengindentifikasi kalimat yang komunikatif dari segi kaidah bahasa. kalimat cermat tetapi tidak komunikatif. kita juga diharapkan mampu mengindentifikasi kalimat yang komunikatif tapi tidak cermat. nalar.BAB 7 MENGGUNAKAN KALIMAT YANG BAIK. bentuk kalimat yang komunikatif tetapi tidak cermat serta sebaliknya. Selain itu. dan ketersampaian pesan. cermat. tepat. nalar. dan ketersampaian pesan Mengindentifikasi kalimat yang tidak komunikatif tetapi cermat Menggunakan kalimat yang komunikatif. dan santun dalam suatu pembicaraan - - Pada bab ini. kita akan mempelajari syarat-syarat kalimat yang baik dan komunikatif. dan santun Indikator - Mengidentifikasi kalimat yang komunikatif tetapi tidak cermat dilihat dari kaidah bahasa. DAN SANTUN Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Kompetensi Dasar - Menggunakan kalimat yang baik. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 135 . serta dapat menggunakan kalimat yang efektif dan santun. TEPAT. Setelah pembelajaran.

pemakaian bahan bakar nabati (biofuel) akan mengurangi kandungan karbon monoksida (CO) sehingga menghasilkan gas buang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil uji emisi gas buang. jarak pagar. bahan bakar nabati (biofuel) adalah bahan bakar yang dapat diperbaharui dan bahan bakunya mudah serta banyak ditemui di Indonesia seperti sawit.1 juta kiloliter. ubi kayu. Sebagai perbandingan. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak. wijen. Hal ini tentunya akan membebani APBN dan mengurangi cadangan devisa negara. Cadangan minyak bumi Indonesia saat ini hanya sekitar 8. apabila tidak ditemukan cadangan baru. 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatkan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain. semua kebijakan dan pengelolaan energi harus mengacu pada langkah-langkah efisiensi. Lebih dari itu. tebu. Bahan bakar nabati (biofuel) juga memiliki kandungan polusi yang lebih kecil. kita mampu menghemat pemakaian BBM fosil hingga 3. dan lain sebagainya sehingga penyediaannya lebih berkesinambungan. diperkiraan minyak bumi Indonesia hanya tersisa untuk jangka waktu 21 tahun. Oleh karena kemampuan kilang minyak dalam negeri tidak mencukupi. Untuk mengurangi kebergantungan terhadap BBM. kelapa. Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tahun 2006 mencapai 61 juta kiloliter. konservasi dan lingkungan. negara harus terus mengimpor minyak fosil dengan biaya trilyunan rupiah setiap tahunnya. Sebaliknya jika kita tidak berupaya menghemat BBM fosil salah satunya dengan memanfaatkan bahan bakar nabati (biofuel). keledai. Pemerintah juga memberikan perhatian untuk pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) dengan menerbitkan Instruksi Presiden No.Wacana Hemat BBM Dengan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Minyak bumi adalah sumber energi yang tidak bisa diperbaharui. pemerintah mengimpor BBM kurang lebih 30% dari total kebutuhan BBM nasional. untuk memenuhi kebutuhan tersebut.4 miliar barel. Bisa dibayangkan jika 5% bahan bakar nabati (biofuel) digunakan untuk mengganti/mensubtitusi BBM. Dengan laju pengurangan produksi 400 juta barel per tahun.22% 136 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . nyamplung. diversifikasi. pemakaian Bensin-88 akan menghasilkan 1.

Sebaliknya. (1) Tidak menyimpang dari kaidah bahasa (2) Logis atau dapat diterima nalar (3) Jelas dan dapat menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat Kalimat yang tidak menyimpang dari kaidah bahasa maksudnya adalah kalimat yang cermat baik dari segi pemilihan kata dan bentukan kata maupun susunan kalimatnya memenuhi aturan sintaksis yang benar. 4 Desember 2007) A.81%. Bensin-92 menghasilkan 0. Komunikator atau pembicara menyampaikan informasi lewat kalimat-kalimat yang dianggap dapat menjelaskan maksud yang ingin diungkapkan.gas CO.44% gas CO. (Sumber: Pos Kota. perlu adanya partisipasi dari pihak-pihak terkait dan pemerintah daerah dalam membantu dan melaksanakan kebijakan untuk meningkatkan pemanfaatkan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain di daerahnya dan melakukan sosialisasi dan fasilitasi penyediaan lahan untuk pengembangan budidaya bahan baku bahan bakar nabati (biofuel).00 dari Gambir. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 137 . susunan kalimatnya tidak sesuai dengan aturan sintaksis yang benar. Untuk mencapai komunikasi yang baik dan lancar. Untuk menyukseskan program tersebut. sadangkan Biothanol 92 hanya menghasilkan 0. Kalimat yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut. Pada jadwal di atas menunjukkan kereta eksekutif ArgoLawu berangkat pada pukul 17. Kalimatkalimat tersebut harus dapat dipahami oleh pendengar agar nantinya mendapatkan respons berupa jawaban atau tanggapan yang sesuai. kalimat yang menyimpang dari kaidah bahasa. kalimat yang disampaikan harus efektif dan komunikatif. Contoh: 1. Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pembicara kepada pendengar melalui sarana bahasa secara lisan dan tulisan.

3. dan objek. Secara akal sehat. Kata pohonan juga dapat dimaknai banyak pohon. Pada kalimat pertama terasa ada yang kurang secara sintaksis. Yang punya HP harus dimatikan. dan bebas bea yang artinya daerah tersebut tidak ada lagi narkoba. 2. Yang memiliki HP agar mematikan HP-nya. akan terasa lebih tepat. Kalimat juga harus logis atau dapat dinalar oleh akal. Bagi yang menitip sepeda motor harus dikunci. Contoh: 1. 3. Kalimat pertama jelas tidak masuk akal. Kalimat ketiga maksudnya bagi yang buta huruf agar mendaftar di 138 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . atau pungutan. Kalimat kedua mengandung pengertian bahwa yang dititipkan adalah pemilik sepeda motor atau orangnya. Meskipun secara gramatikal sesuai dengan kaidah namun jika tidak logis. Jabatan subjeknya tidak ada karena penggunaan kata tugas “pada”. tidak ada manusia yang memakan pohonan sebab pengertian pohonan adalah keseluruhan pohon dari akar dan batang hingga daun. 3. Kalimat kedua dan ketiga juga tidak tepat. kalimat tersebut tak akan dapat dipahami dengan baik bila disampaikan kepada orang lain. Sepeda motor yang dititipkan harus dikunci. Perbaikan kalimat di atas ialah: 1.2. bebas becak. tapi secara nalar tidak masuk akal. Jika kata “pada” dihilangkan. Ini adalah daerah bebas parkir. Pengertian bebas parkir harusnya sama dengan bebas narkoba. Meskipun secara struktur kalimatnya benar karena ada subjek.00 dari Gambir. 2. Di sini tempat pendaftaran buta huruf. Ketiga kalimat di atas salah nalar. Demikian pula pada kalimat ketiga. Jadwal di atas menunjukkan kereta api eksekutif Argo Lawu berangkat pada pukul 17. Tapi arti bebas parkir mengapa jadi boleh parkir tanpa bayar. yang dimatikan adalah HP bukan pemilik HP. predikat. becak. Anak-anak itu sedang asyik makan pohonan. Penggunaan kata tugas “bagi” pada kalimat kedua juga tidak pada tempatnya dan tidak perlu sebab yang dimaksud sesungguhnya adalah sepeda motor yang dititipkan bukan orangnya. Kalimat di atas meskipun dapat dipahami tapi terasa janggal didengar.

Saya melihat kelakuan anak itu bingung. 2. Perbaikannya ialah sebagai berikut: 2a. dapat anak yang bingung atau saya yang bingung. Semua mahasiswa fakultas yang baru agar berkumpul di ruang senat.tempat ini untuk mendapatkan pengajaran. Ketiga kalimat di atas bermakna ganda. Di sini tempat pendaftaran kursus paket A bagi yang buta huruf. Kalimat pertama mengandung dua pengertian. Mereka mengantar jenazah ke kuburan. Frasa iringiringan jenazah mengandung pengertian jamak. Mereka mengiringi jenazah ke kuburan. Perbaikan kalimatkalimat di atas. Mereka mengantar iring-iringan jenazah ke kuburan. Jika saya yang bingung. Saya bingung melihat kelakuan anak itu. Kalimat yang baik juga harus mengandung pengertian yang jelas. yaitu: 1a. Contoh: 1. Dan lebih jelas lagi jika kata mengantar dihilangkan. 3. 1b. tidak membingungkan serta tidak menimbulkan penafsiran ganda atau ambigu. Tidak sedikit pula kita temui kalimat-kalimat yang diucapkan oleh penutur bahasa mengandung pengertian ganda. Jadi pengertian kalimat kedua adalah mereka mengantarkan banyak jenazah ke kuburan. 2. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 139 . 2b. Jika anak yang bingung. yaitu: 1. Anak-anak itu sedang asyik mengumpulkan pohonan. Kalimat kedua bermakna jenazah yang diantar banyak. Pengertian pada kalimat di atas adalah orang mendaftarkan diri agar jadi buta huruf. kata bingung harus mendapatkan imbuhan ke--an menjadi kebingungan. Kalimat ini selain dapat membingungkan juga menimbulkan respons atau tanggapan yang tak sesuai karena tidak tersampaikannya pesan secara benar. 3. Ini adalah daerah boleh parkir bebas atau parkir gratis. kata bingung harus berada setelah kata saya. Perbaikannya ada dua varian. Apa benar? Sebenarnya maksudnya kata iring-iringan bukan ditujukan pada jenazah. tapi para pengiringnya sehingga makna sebenarnya adalah mereka mengantar para pengiring jenazah ke kuburan. Saya melihat anak itu kebingungan.

kalimat ini tidak menyertakan siapa pelakunya atau subjek kalimatnya. kita harus memahami kriteria kalimat yang kurang cermat. Kalimat yang seharusnya memiliki unsur jabatan tersebut lalu secara tersurat tak terungkap membuat kalimat menjadi rancu. Namun. yaitu: 3a. Contoh: a. Ketidakcermatan kalimat dapat ditinjau dari beberapa segi berikut. tetap saja ketidakcermatan penyusunan kalimat tidak menjamin terjadinya komunikasi yang efektif. Atau 3b. Oleh sebab itu. Semua mahasiswa baru di fakultas itu agar berkumpuil di ruang senat. terdapat minimal dua unsur. Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja menjadikan bertambahnya para pengunjung perpustakaan sekolah. Semua mahasiswa pada fakultas yang baru itu agar berkumpul di ruang senat. yaitu subjek dan predikat. tetapi tidak Cermat Dalam proses komunikasi sering kita temui kalimat yang ditulis atau diucapkan tidak terlalu mengindahkan tata bahasa atau gramatikal. kemungkinan dalam penyusunan kalimat banyak terjadi kesalahan atau kurang cermat. Artinya. B. Ketidaklengkapan unsur-unsurnya Sebuah kalimat jika tidak lengkap unsur-unsurnya apalagi unsur tersebut seharusnya ada menjadi tidak berarti. (Kalimat ini tidak menjelaskan siapa yang melengkapi perpustakaan. Artinya. Kalimat yang Komunikatif. Predikat baru ditujukan kepada mahasiswa atau pada fakultasnya.Kalimat ketiga dapat menimbulkan salah pengertian karena yang dimaksud adalah mahasiswa baru atau mahasiswa fakultas yang baru.) Dengan bersemangat Pak guru menceritakan kepada anak-anak muridnya agar mereka dapat mengambil hikmah. 140 . namun dapat dipahami karena memang sudah terbiasa didengar atau diucapkan. Perbaikannya ada dua varian. Di dalam kalimat. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X b. 1.

b. petani tidak pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. tidak pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Jika pun strukturnya dipertahankan. Selanjutnya saya akan berikan kekurangannya setelah pekerjaan selesai. kata atau subjek ia dan istrinya seharusnya diletakkan pada kalimat induk segera melaporkan kepada pihak kepolisian. a. supaya tidak rancu. Begitu pula dengan kalimat kedua.(Kalimat ini tidak lengkap pada objeknya. Setelah ia dan istrinya mendapat teror terus-menerus. Contoh: a. kita harus sukseskan pilkada tahun ini. Jika diperhatikan. ia dan istrinya segera melapor kepada pihak kepolisian. Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja oleh kepala sekolah menjadikan bertambahnya para pengunjung perpustakaan sekolah. Perhatikan kembali contoh berikut: c. Kedua kalimat ini terasa janggal karena ada ketidaktepatan penempatan salah satu unsur kalimatnya. 2. Sebelum ada kebijakan impor gula dari pemerintah. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 141 . Ketidaktepatan penempatan unsur-unsurnya Kalimat yang tidak tepat kedudukan unsur-unsurnya membuat kalimat tersebut tidak dapat dipahami atau sulit dimengerti. Dengan bersemangat Pak guru bercerita kepada murid-muridnya agar mereka dapat mengambil hikmah. d. b. b. Jadi. Perhatikanlah perbaikannya berikut ini. kata menceritakan yang merupakan verba transitif diubah menjadi intransitif bercerita) Perbaikan kalimatnya ialah: a. Setelah mendapat teror terus-menerus. Petani sebelum ada kebijakan impor gula dari pemerintah. Hal apa yang diceritakan oleh pelaku tidak tertera atau dijelaskan. segera melapor kepada pihak kepolisian. kesalahan ada pada kata petani yang seharusnya diletakkan setelah klausa keterangan sebelum ada kebijakan impor gula dari pemerintah.

b. Jadi. 3. Maka. Unsur yang berlebihan itu dapat berupa penggunaan kata yang sama artinya atau pemakaian kata tugas yang tidak perlu. Siswa yang mengisi acara pensi harap segera menghubungi panitia. masih.Kedua kalimat ini juga janggal. 142 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Perhatikan perbaikannya berikut ini: c. Selanjutnya akan saya berikan kekurangannya setelah pekerjaan selesai. Remaja harus mengetahui akan bahaya narkoba. 4. Penggunaan unsur-unsur kalimat yang berlebihan Ketidakcermatan kalimat juga dapat dilihat dari penggunaan unsur kalimat yang berlebihan. belum. Remaja harus mengetahui bahaya narkoba. Pilihan kata tidak tepat Ketidakefektifan atau ketidakcermatan penyusunan kalimat juga dapat disebabkan karena pilihan kata tidak tepat. d. Bagi siswa yang mengisi acara pensi harap segera menghubungi panitia. Keterangan aspek seperti akan. c. b. Di dalam tubuhnya terdapat banyak virus yang membahayakan. d. d. Contoh: a. telah. Di dalam tubuhnya terdapat banyak virus-virus yang membahayakan. Para ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih. dan sebagainya tidak boleh disisipkan pada kata kerja pasif yang berupa ikatan erat antara subjek kata kerjanya. Jadi. kata berikutnya tidak perlu diulang. sedang. Hal ini dapat dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau pengaruh bahasa asing. Kalimat ketiga dan keempat tidak perlu memakai kata tugas akan dan bagi. kalimat yang benar ialah: a. harus kita sukseskan pilkada tahun ini. Kalimat pertama dan kedua berlebihan dalam hal pemakaian kata para dan banyak yang menunjukkan makna jamak. Para ibu-ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih. c.

Kata pernah menunjukkan sudah dilakukan. tetapi tidak Komunikatif Kalimat yang disampaikan oleh pembicara secara lisan atau penulis secara tertulis mungkin saja telah sesuai dengan kaidah bahasa. Kata depan kepada juga sebaiknya dihilangkan. namun jika penyampaiannya tidak lugas dan padat. C. Kalimat yang Cermat. Hal ini dapat terjadi karena hal-hal berikut ini. c. frasa yang tepat adalah membuat takjub. Kalimat pertama terdapat ketidakcocokan antara kata pernah dan akan. Jadi. Kalimat terlalu luas atau berbentuk kalimat majemuk kompleks. Kenikmatan mie buatannya menggemparkan warga sekitarnya. Sebuah kalimat dapat saja penyusunannya sudah cermat tapi tidak komunikatif. Rumahnya besar sendiri dibandingkan rumah-rumah tetangganya. Mereka yang pernah ke gunung ini pasti sudah merasakan dinginnya udara di sini. b. Seharusnya kata akan diganti dengan sudah. c. Kalimat yang terlalu luas atau panjang dapat mengaburkan maksud Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 143 . dapat menyulitkan komunikan untuk memahaminya. Kalimat ketiga kata besar sendiri dipengaruhi bahasa daerah gede dewe. Kalimat kedua ketidaktepatan pada kata menggemparkan. Contoh: a. perbaikannya. ketidakpahaman terhadap arti sebuah kata menyebabkan penggunaan kata tersebut tidak tepat. Rumahnya paling besar dibandingkan dengan rumah-rumah tetangganya. b. yang tepat adalah paling besar. Padahal kenikmatan adalah suatu kesenangan dan dalam hal ini berkaitan dengan urusan rasa. bertentangan dengan kata akan yang baru atau belum dialami. Kata ini berkonotasi negatif yang berarti membuat panik. 1. Kepada yang pernah ke gunung ini pasti akan merasakan dinginnya udara di sini. Maka.Selain itu. Kenikmatan mie buatannya membuat takjub warga sekitarnya. a.

dapat menyebabkan pesan yang dikandungnya jadi tidak dapat ditangkap secara utuh. namun karena kata yang dipergunakan banyak dan bercabang. kecerdasan. Bahasa Indonesia yang oleh Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 diakui sebagai bahasa nasional dipakai di seluruh Indonesia. Dalam kurikulum itu. dan lapisan masyarakat yang berbeda-beda latar belakang pendidikannya. dan mempertebal semangat kebangsaan. Meskipun penyusunannya tidak menyalahi kaidah gramatikal. mempertinggi budi pekerti. memperkuat kepribadian. Karena itu. kesukuan. Kalimat dapat diperpendek agar lebih mudah dan cepat dipahami dalam bentuk berikut ini. 144 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X - . mempertinggi budi pekerti. Karena dalam kurikulum itu bidang studi Bahasa Indonesia mendapat tempat yang teratas berdasarkan alokasi waktu yang disediakan untuk pelajaran Bahasa Indonesia. yaitu 8 jam pelajaran seminggu. yaitu 8 jam pelajaran seminggu. pelajaran Bahasa Indonesia dianggap sangat penting dalam rangka mencapai pendidikan nasional berdasarkan Pancasila. kecerdasan.yang sebenarnya dari kalimat tersebut. Bahasa Indonesia yang dalam sumpah Pemuda telah diakui sebagai bahasa nasional dipakai di seluruh Indonesia yang memiliki keragaman bahasa. di daerahdaerah yang berbeda-beda latar belakang kebahasaan. yaitu untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. dan mempertebal semangat kebangsaan. dan juga harus dibaca lebih dari sekali untuk memahaminya dalam bentuk tulisan. bidang studi Bahasa Indonesia mendapat tempat teratas. pelajaran Bahasa Indonesia dianggap penting dalam rangka mencapai pendidikan nasional berdasarkan Pancasila. - Dua contoh kalimat di atas merupakan kalimat luas atau panjang karena terdapat klausa-klausa perluasan subjek dan predikat. keterampilan. memperkuat kepribadian. dan di dalam lapisan masyarakat yang berbeda-beda pula latar belakang pendidikannya. budaya. Uraian kalimat yang terlalu luas itu sulit dicerna jika disampaikan secara lisan. yaitu untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. kebudayaan. sedangkan untuk bidang studi yang lain berkisar dari 2 sampai dengan 6 jam seminggu. suku. keterampilan. sedangkan untuk bidang studi yang lain berkisar 2 sampai 6 jam seminggu.

Contoh: a. Rudi menggunakan baju dengan kerah pendek yang biasa orang pakai untuk salat di masjid. Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena karya tulis ini dapat penulis selesaikan. Kedua kalimat di atas dapat diganti dengan kalimat berikut. Kalimat yang terperinci namun pengertiannya secara umum sudah diketahui Kalimat yang cenderung panjang kemungkinan dibebani dengan penjelasan yang harus terperinci. Andi memompa ban sepedanya agar dapat jalan lagi. Namun. Dengan kata lain. Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Andi memasukkan angin ke dalam ban sepeda agar ban itu kembali dapat dijalankan. Atau Puji syukur kepada Tuhan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 145 . Kalimat kedua tidak logisnya pada kata terbaik. b. Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi: a. Pemenang terbaik ke-2 akan mendapatkan voucher belanja seharga 2 juta rupiah. b. Makna kata terbaik adalah paling baik. jadi tidak ada terbaik kedua. Kalimat seperti ini dapat menyebabkan salah penafsiran sehingga menimbulkan pemahaman dan tanggapan yang berbeda. Kalimat tidak logis Kalimat yang disampaikan secara cermat juga dapat tidak komunikatif karena tidak logis. Hari ini. penjelasan tersebut dapat diganti dengan kata yang sepadan tetapi lebih hemat. b. Kalimat pertama memang tidak logis karena tidak mungkin dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat membuat karya tulis selesai. a. Hari ini. 3. adakalanya kalimat dapat panjang karena menggunakan keterangan yang tidak perlu. Kalimat di atas terlalu panjang dan tidak efektif. Rudi memakai baju koko. Contoh: a. Keterangan tersebut secara umum sudah diketahui oleh pendengar atau pembaca. selesailah karya tulis ini.2.

Bandingkan dengan: 1b.. harus dipertimbangkan pula penggunaan kosakata baku dan pilihan kata yang sewajarnya serta tidak berkonotasi kurang baik. Untuk menyampaikan kalimat yang santun. 146 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Penyampaian kalimat memang harus tetap efektif. D. cermat. kami perlu data pribadi Saudara. Pemenang ke-2 akan mendapatkan voucher belanja seharga 2 juta rupiah. kami sampaikan bahwa. belum ada siswa yang dikeluarkan karena kasus narkoba. kami membutuhkan data pribadi Saudara. Bandingkan dengan: 2b. belum ada siswa yang dikeluarkan karena kasus narkoba. kami harap hadirin berdiri. 2a.Yang Maha Esa karena penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Nomor 122/PC-03/2007. Perhatikanlah contoh kalimat di bawah ini. bukan hanya penyampaian kalimat yang efektif dan komunikatif yang harus diperhatikan. Agar kami dapat mengevaluasi pekerjaan Saudara.. tetapi juga kesantunan dalam berbahasa. Yang kami tahu selama ini. Sepengetahuan kami.. 4a. b. Dengan kalimat yang efektif dan santun. Kalimat yang santun lebih ditujukan untuk penghormatan kepada mitra bicara atau komunikan. Untuk menyambut tamu yang kita hormati. 1a. dan komunikatif juga bernilai rasa bagus dan santun. tanggapan yang muncul dari mitra komunikasi juga akan berkesan baik. Menjawab surat Saudara tertanggal 4 Juli 2007.. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun Dalam komunikasi. maka kami kirimkan surat balasan. 3a. Agar kami dapat memberikan nilai pada pekerjaan Saudara. Bandingkan dengan: 3b. Setelah membaca surat Saudara tertanggal 4 Juli 2007 dengan nomor surat 122/PC-3/2007.

Bandingkan dengan: 4b. Tetapi tidak Komunikatif Sebuah kalimat dapat saja penyusunannya cermat tetapi. Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif Komunikasi adalah penyampaian pesan dari pembicara kepada pendengar melalui sarana bahasa secara lisan dan tulisan. tidak menyimpang dari kaidah bahasa logis atau dapat diterima nalar jelas dan dapat menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat B. Kalimat yang Komunikatif. Kalimat b lebih terasa santun daripada kalimat a. yaitu: 1. 1. 4. Untuk menyambut tamu kehormatan kita. Hal ini dapat terjadi karena hal-hal berikut. ketidaklengkapan unsur kalimat ketidaktepatan penempatan unsur kalimat penggunaan unsur-unsur kalimat yang berlebihan ketidaktepatan pilihan kata C. 2. 2. Kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian kami tersebut. Kalimat terlalu kompleks. 3. luas atau berbentuk kalimat majemuk 147 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Kami menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian kami tersebut. 3. Tetapi Tidak Cermat Ketidakcermatan kalimat dapat ditinjau dari beberapa segi. tidak komunikatif. Bandingkan dengan: 5b. Kalimat yang Cermat. kami mohon kesediaan hadirin untuk berdiri. 5a. Kalimat yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. RANGKUMAN A.

Buatlah kelompok sebanyak empat orang. 2.2. TUGAS KELOMPOK: 1. dan santun. Bacalah wacana di awal bab. namun pengertiannya secara umum sudah diketahui. Kalimat yang santun lebih ditujukan untuk penghormatan kepada mitrabicara atau komunikan. Carilah kalimat yang tidak baik dan tidak efektif. 3. bukan hanya penyampaian kalimat yang efektif dan komunikatif yang harus diperhatikan. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun Dalam komunikasi. jelaskan di mana kesalahannya dan perbaikilah. Topik pembicaraan ditentukan terlebih dahulu. Kalimat yang terperinci. 148 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Kelompok lain mengamati dan memberi komentar. Kemudian. praktikkanlah percakapan tersebut secara lisan di depan kelas. Kalimat tidak logis D. tetapi juga kesantunan dalam berbahasa. cermat. lalu susunlah sebuah dialog atau percakapan dengan menggunakan kalimat yang komunikatif.

c. Mensesneg menetapkan perubahan jam kerja. kartu kredit prospek bisnis sangat baik di Indonesia 3. e. Bagi semua supir harus memiliki SIM. d. b. Hasil dari pertemuan itu harus segera dirumuskan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 149 . bank-bank bank-bank yang bergerak dalam retail banking retail banking tingkat risiko bank-bank yang bergerk dalam retail banking retail banking relatif Prospek bisnis kartu kredit di Indonesia sangat baik. c. d. b. Pelajaran itu harus tahu menjabarkannya sendiri. 2. Contoh kalimat yang memiliki subjek yang jelas adalah a. e. Kalimat yang efektif di bawah ini adalah a. b. Pada pertemuan itu dihadiri oleh istri gubernur. Subjek kalimat ’Tingkat risiko bank-bank yang bergerak dalam retail banking relatif lebih rendah” adalah a. e. d. Hasil pada pertemuan itu harus dirumuskan. e.UJI KOMPETENSI I. Hasil pertemuan itu harus segera dirumuskan. c. Hasil daripada pertemua itu harus segera dirumuskan. Predikat kalimat di atas adalah a. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1. c. d. Dari jadwal itu kelihatan kapan berangkatnya. Hasilnya dari pertemuan itu harus segera dirumuskan. 4. b.

9. c. Mangga arumanis berdaging banyak. 150 Meskipun saya belum mempunyai pengalaman. 6. Dalam makalah dibicarakan kenaikan harga mobil baru. b. Sruktur kalimat berikut yang benar menurut kaidah bahasa adalah a. b. e.” adalah a. Perusahaan yang berkembang pesat itu.” sama dengan pola pada kalimat a. gubernur DKI Jakarta gubernur memberi kelonggaran gubernur memberi kelonggaran kepada pedagang gubernur kelonggaran kepada pedagang kaki lima DKI memberikan gubernur kelonggaran pedagang 7. b. e. Populasi mangga arumanis di Indramayu cukup besar. c. Semua pedagang menjual mangga arumanis berwarna hijau. d. e. Persoalan yang sudah berada di tangan polisi. 8. Struktur kalimat berikut yang tidak baik dan tidak benar adalah a. d. namun saya akan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . d. c. Makalah ini membicarakan tentang kenaikan harga mobil baru. Harga mobil yang sudah dinaikkan.5. Beberapa perusahaan melanggar peraturan. c. b. d. Contoh kalimat yang memiliki predikat yang jelas adalah a. Makalah ini berbicara tentang kenaikan harga mobil baru. Yang sudah dikerjakan dengan baik. Kenaikan harga mobil baru dibicarakan dalam makalah. Pola kalimat “Mangga arumanis mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dalam makalah ini membicarakan tentang kenaikan harga mobil baru. Inti kalimat “Gubernur DKI Jakarta sudah berbagi kelonggaran kepada pedagang kaki lima di pinggir jalan atau tempat-tempat lain di lima wilayah kota pada bulan puasa. Negara tujuan ekspor mangga arumanis adalah Jepang. Lahan-lahan yang kurang produktif dimanfaatkan sebagai perkebunan mangga. e.

b. tetapi saya akan berusaha bekerja sebaik-baiknya. Hambatan yang ditemui yaitu kurangnya tenaga terampil. e. 12. e. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu bebas parkir. Meskipun belum mempunyai pengalaman. b.b. Bebas parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu. Hambatan yang ditemui ada kurangnya tenaga terampil. Manakah di antara kalimat berikut yang paling efektif? a. 11. berusaha bekerja sebaik-baiknya. Di halaman toko swalayan yang ramai itu ada parkir bebas. Kalimat yang paling tidak efektif adalah a. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu bebas. c. 151 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Hambatan yang ditemui yakni kurangnya tenaga terampil. Parkir di halaman toko swalayan yang ramai itu gratis. Meskipun belum mempunyai pengalaman. d. Hambatan yang ditemui adalah kurangnya tenaga terampil. Meskipun saya belum mempunyai pengalaman. tapi akan berusaha bekerja sebaik-baiknya. d. Hambatan yang ditemui ialah kurangnya tenaga terampil. Sidang umum majelis itu telah berjalan lancar sesuai dengan kehendak rakyat. c. akan tetapi saya akan berusaha bekerja sebaik-baiknya. Sidang umum majelis ini telah berjalan demikian lancar sesuai dengan kehendak rakyat. b. Meskipun saya belum mempunyai pengalaman. c. Sidang umum majelis ini telah berjalan dengan lancar sesuai daripada kehendak rakyat. e. saya akan berusaha bekerja sebaik-baiknya. d. Sidang umum majelis itu telah berjalan dengan lancar sesuai menurut kehendak rakyat. c. 10. Manakah kalimat berikut yang baik dan benar? a. d. e. Sidang umum dari majelis itu telah berjalan dengan lancar sesuai dengan kehendak rakyat.

d. kata kepada diganti dengan untuk e. Kepada pengemudi diminta agar menaati marka jalan. Pengemudi dimintakan ketaatannya akan marka jalan. kami beri potongan istimewa. perbaikannya adalah a. kata waktu dan tempat dihilangkan c. suaranya merdu. waktu dan tempat kami persilahkan untuk . Kalimat di atas terasa rancu. tempat dihilangkan 15.. kata kepada dihilangkan b. c. kecuali a. e. Kepada para pengemudi diminta agar taat akan marka jalan. d. Bersama ini kami berikan potongan istimewa untuk pembelian produk kami. Kalimat yang paling efektif di bawah ini adalah a. d. kami berikan potongan istimewa. Ia pasti penyanyi karena buku musiknya banyak. Bersama ini kami kabarkan bahwa untuk pembelian beberapa produk kami ada potongan istimewa. Pengemudi dimintai ketaatannya kepada marka jalan. 16. Ia mau mengontrakkan rumah yang sebelah ini. Kepada Bapak Rektor. e. Selamat datang di tempat yang berbahagia ini. Pengemudi diminta menaati marka jalan. Untuk pembelian bersama-sama produk kami.13. kata Bapak dihilangkan d. Dengan ini kami beri tahukan bahwa untuk pembelian beberapa produk kami ada potongan istimewa. b. Kalimat di bawah ini tidak logis. Cara perbaikannya a. b. c. Bersama ini kami sampaikan bahwa untuk pembelian beberapa produk kami. Bersama dengan ini kami sampaikan potongan istimewa bagi pembeli produk kami. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 152 . Rumah yang di sebelah itu mau dikontrakkannya. c. b. e. Karena senang menyanyi.. 14. Agar kalimat itu menjadi efektif.

c. tidak ada subjeknya tidak ada objeknya tidak ada predikatnya tidak ada pelengkapnya tidak ada keterangannya Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 153 . Hukum akan dijatuhkan oleh hakim setelah istirahat. d. Gadis yang berkebaya warna merah jambu itu. b. e. Mereka akan menyaksikan pertandingan sepakbola antara Jerman melawan Inggris secara langsung. kata yang harus dihilangkan adalah kata a. Pembangunan itu untuk menyejahterakan masyarakat. c. 18. e. Indonesia berhasil memenangi pertandingan final Piala Thomas. b. e. 19. Kami akan menanami padi di sawah ini minggu depan. Perwakilan daripada negara-negara berkembang akan segera berkumpul. Kalimat itu tidak lengkap karena a. Bu Rini mengajr bahasa Indonesia di kelas kami. Bengkel raksasa itu akan dibuka Presiden SBY setelah dirapikan bagian atasnya. Kalimat yang benar adalah a. d. c. Pengembalian uang nasabah akan bergantung pada jumlah nilai harta perusahaan itu setelah dilelang. Kalimat di bawah ini yang efektif ialah a. c. b. e. tahun dengan 20. b. Kasus ini dialami pula oleh bank-bank swasta lain jika tidak berhati-hati.17. d. pesat sektor mulai d. Industri perbankan di Indonesia berkembang dengan pesat sejak kebijakan deregulasi sektor keuangan mulai tahun 1983 Agar kalimat ini efektif.

Pada kesempatan yang berbahagia ini. mari kita bersulang. Apa syarat sebuah kalimat yang banar? Hal apa saja yang menyebabkan kalimat tidak cermat? Buatlah dua kalimat yang santun! Buatlah dua kalimat yang tidak logis kemudian jelaskan ketidaklogisannya! Buatlah contoh kalimat yang pilihan katanya tidak tepat! 5. Perbaikilah kalimat ini agar menjadi benar! a. 2. 7. Di sini adalah tempat pendaftaran tinja. b. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. 8. Mengapa kalimat harus efektif dan komunikatif? 154 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Buatlah contoh kalimat yang cermat tetapi tidak komunikatif! 4. Hal apa saja yang menyebabkan kalimat tidak komunikatif? 10.II. Buatlah contoh kalimat yang komunikatif tetapi tidak cermat! 3. 6. 9.

BAB 8 MenggunAkAn kAliMAt DengAn JelAs, lAncAr, BernAlAr, DAn WAJAr

Standar Kompetensi

-

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

Kompetensi Dasar

-

Menggunakan kalimat dengan jelas , lancar, bernalar, dan wajar

Indikator

-

Membedakan penggunaan pola tekanan kata dan kalimat dalam berbicara dengan memerhatikan konsep dan pola serta intonasi, tekanan, nada, irama, dan jeda

- Membaca lirik lagu, naskah/teks, pengumuman/ pidato dan sejenisnya dengan menggunakan tekanan, dan intonasi secara jelas dan tepat

Di dalam bab ini, diuraikan kembali tentang tekanan, intonasi, nada, irama, dan jeda seperti telah dijelaskan pada Bab 1, hanya penerapannya lebih ditekankan pada berbahasa secara lisan seperti berbicara dan membaca. Dalam hal, ini termasuk membaca indah puisi dan membaca teks pengumuman. Tujuannya agar kita dapat membedakan penggunaan tekanan, intonasi, nada, irama, dan jeda pada kata atau kalimat dalam berbicara dan membaca sehingga kalimat yang disampaikan jelas, lancar, bernalar, dan wajar.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

155

Wacana. “Lelungan” ke Museum Bali
Bukan cuma panorama alam yang bisa dinikmati di Bali. Jika ingin menikmati suasana yang berbeda, bisa juga mengunjungi museum. Selain mengetahui sejarah Bali, lewat museum juga bisa diketahui beragam budaya Bali yang pasti akan sangat menarik hati. Ada banyak pilihan museum di Bali dengan beragam koleksi. Namun, yang paling besar adalah Museum Bali yang terletak di pusat Kota Denpasar. Museum yang berdiri sejak tahun 1932 ini memiliki lebih dari 14.000 koleksi. Jenisnya beragam; mulai dari benda-benda peninggalan prasejarah, pertukangan, tekstil, hingga alat-alat rumah tangga. Saking banyaknya koleksi museum, tidak semua koleksi bisa dipajang. Namun, koleksi yang dipajang penataannya sangat apik sehingga memudahkan pengunjung. Benda-benda koleksi yang dipajang pun ditata sedemikian rupa di sembilan bangunan yang berada dalam satu kompleks. Arsitektur gedunggedung tersebut sangat menawan karena perpaduan antara pura (tempat suci umat Hindu) dan puri (isatana raja). Di gedung sebelah timur, misalnya, di lantai dasar dipajang bendabenda koleksi Bali zaman prasejarah. Di sini, misalnya, bisa disaksikan kapak batu dan arca zaman dahulu. Adapun di lantai dua dipajang koleksi barang-barang tradisional Bali, seperti alat-alat pertukangan. Di bagian utara, ada Gedung Buleleng yang memajang kain-kain tradisional Bali. Adapun di Gedung Karangasem yang terletak di bagian tengah, dipajang peralatan panca yadya atau lima jenis korban suci yang mencerminkan sifat religius masyarakat Bali. Di bagian utara, tarletak Gedung Tabanan yang memajang perlengkapan tarian Bali, senjata tradisional, hingga berbagai jenis wayang. Pokoknya dengan mengunjungi museum ini, kita manambah wawasan tentang kekayaan budaya dan sejarah Bali. Museum Subak Selain Museum Bali, kita juga bisa menyaksikan Museum Subak , Museum Arkeologi, Museum Badjra Sandhi, Museum Art C enter, dan museum lain dengan keunikan masing-masing. 156
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

Di Museum Gedong Kirtya Singaraja, misalnya, bisa disaksikan koleksi lontar-lontar zaman kuno. Hanya saja, lembaran lontar itu belum semuanya diterjemahkan karena kurangnya sumber daya manusia. Maklum, membaca lontar kuno perlu keahlian tersendiri dan di Bali pun ahlinya bisa dihitung dengan jari. Selanjutnya, Museum Subak dijelaskan lewat benda-benda koleksinya, bagaimana sistem pengairan subak di Bali berjalan. Ini bisa dipakai studi perbandingan sistem pengairan di daerah lain. Adapun kalau mau tahu sejarah Bali, bisa datang ke Museum Bardjra Sandhi. Di museum itu, pengunjung bisa melihat diorama Bali. Soal fasilitas, di museum-museum tersebut disediakan pemandu dengan beberapa bahasa, seperti Inggris, Jepang, Jerman, Belanda, dan China. Ada baiknya juga menanyakan tarif pemandu agar kita tidak merasa kecewa soal tarif yang harus dibayar belakangan. Prinsipnya, banyak pilihan lelungan (jalan-jalan) di Bali, termasuk museum. Ke museum pun banyak alternatif, tinggal kita yang menentukan pilihan.
(Sumber : Kompas, 12 Desember 2007)

A. Tekanan, Intonasi, Nada, Irama, dan Jeda
Pada pelajaran–pelajaran terdahulu telah dibahas mengenai unsur bunyi, lafal, intonasi, dan jeda. Pada bab ini akan disinggung kembali tentang lafal, intonasi, nada, irama, dan jeda yang berkaitan dengan cara menggunakan kalimat dengan jelas ,lancar, bernalar, dan wajar. Penggunaan kalimat secara lisan dituntut kejelasan dan kelancaran. Jelas dalam pengucapan dan lancar dalam penyampaian. Untuk membuat kalimat menjadi jelas dan lancar sehingga dapat dipahami dengan baik oleh pendengar, perlu dicermati cara pengucapan kalimat berdasarkan tekanan, intonasi, nada, irama, dan jeda yang tepat. Tekanan berhubungan dengan keras lembutnya ucapan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan bagian kalimat yang ditonjolkan atau dipentingkan. Pengucapannya dapat didukung oleh ekspresi atau mimik wajah yang serius.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

157

Contoh : - - - - Dia telah pergi ke luar negeri kemarin. (yang dipentingkan adalah aspek waktu kemarin bukan sekarang atau besok) Dia telah pergi ke luar negeri kemarin. (yang dipentingkan adalah aspek tempat ke luar negeri, bukan ke tempat yang lain) Dia telah pergi ke luar negeri kemarin. (yang dipentingkan adalah aspek predikat, yaitu telah pergi bukan baru tiba atau pulang) Dia telah pergi ke luar negeri kemarin. (yang pentingkan adalah aspek pelaku, yaitu dia bukan saya atau Anda)

Intonasi berkaitan dengan naik-turunnya pengucapan kalimat. Intonasi ditandai dengan lambang titinada 1, 2, 3, dan 4. Angka 1 menunjukkan titinada terendah dan angka 4 menunjukkan titinada tertinggi. Satu kalimat dapat diungkapkan dalam beberapa maksud sesuai dengan intonasi pengucapannya. Contoh : - - Pulang. (memberi tahu, intonasi datar) misalnya jawaban atas pertanyaan kemana dia? Pulang? (bertanya, intonasi menaik di suku akhir) - Pulang! (perintah, intonasi menaik dan panjang)

Penggunaan irama berkaitan dengan panjang pendeknya pengucapan. Irama berhubungan dengan tempo bicara. Tempo bicara juga dapat ditentukan oleh suasana hati pembicara. Tempo bicara yang cepat sering menandakan suasana hati yang riang atau serius namun dapat juga suasana marah. Tempo diperlambat saat menegaskan suatu hal yang dianggap penting, sedangkan tempo pengucapan yang pendek atau terpatah-patah mengesankan suasana panik atau gugup. Pengucapan dengan irama akhir yang panjang biasanya digunakan untuk kalimat interjeksi atau seruan, 158
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

seperti memanggil, takjub, keheranan, atau kesakitan termasuk juga ucapan pertanyaan dengan nada kaget atau tidak yakin. Penggunaan intonasi, nada, dan irama yang bervariasi terjadi pada percakapan atau dialog, seperti percakapan lewat pesawat telepon yang tidak berhadapan dan tidak melihat langsung pembicaranya. Saat bicara, intonasi menjadi hal yang penting untuk menyampaikan maksud perkataan. Demikian pula dalam dialog drama, pengucapan kalimat selalu didukung oleh tekanan, intonasi, nada, dan irama yang tepat selain ekspresi dan gerakan sehingga dialog hidup dan dipahami oleh penontonnya. Contoh dialog drama: Aleks Irna Dawud Aleks : “Ini jadi...” : “Diam. Dawud bilang apa? Masak nggak dengar bahwa Da....” : “Diam Irna, kalau terus-menerus begitu, berkeringat tanpa guna. Padahal....” : “Kau juga ngomong melulu. Nggak konsekuen, itu namanya Absurd. Buat larangan dilanggar sendiri. Huh. Dasar....” : “Kaumulai lagi. Komentar itu secukupnya. Tidak ngelantur ke sana ke sini...” : “Diam, Irna, diaaam!” : “Kau juga diam dulu, jangan menyuruh melulu, nggak memberi contoh....” : “Kau sendiri mesti diam dulu, baru yang lain ,Wud.”

Irna Aleks Dawud Irna

Diam semua. Tiba-tiba meledak tawa mereka bersama-sama. Di samping tekanan, intonasi, nada, dan irama, unsur suprasegmental yang perlu diperhatikan dalam berbicara khususnya pengucapan kalimat ialah jeda atau penghentian. Jeda berfungsi menandakan batasan kalimat. Dalam tulisan, jeda ditandai dengan spasi atau tanda baca titik (.), koma (,), garis miring (/), atau tanda pagar (#). Jeda juga dapat digunakan untuk membuat sebuah kalimat panjang menjadi dua kalimat pendek tanpa mengubah pengertian.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

159

nada. Kejadian itu membuat gempar penduduk sekitarnya. B. bernalar. Penggunaan tekanan. lancar. Faktor pendukung yang digunakan adalah pola tekanan. irama. intonasi. dan wajar. pembacaannya harus memerhatikan unsur-unsur pembangun puisi. Yang termasuk sastra ialah prosa. gaya bahasa. aspek yang menjadi unsur gramatikal cenderung tersirat. Ketiga bentuk sastra tersebut tidak saja dapat dibaca untuk diri sendiri. Di dalam puisi. intonasi. dan gaya bahasa. irama. Dalam bahasa lisan. persajakan (rima).Contoh : - Perampokan serta pembunuhan terjadi di rumah seorang pengusaha karpet yang membuat gempar penduduk sekitarnya. nada. tipografi. irama. Selain pementasan drama. misalnya diksi (pilihan kata). dan irama serta jeda yang tepat sesuai maksud yang ingin diungkapkan membuat kalimat menjadi jelas. intonasi. dan jeda selain ekspresi dan gerakan. puisi. watak. gaya bahasa. sudut pandang. nada. tokoh biasanya tersembunyi sehingga pembaca puisi harus memahami terlebih 160 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . intonasi. watak tokoh. Saat membacakan percakapan atau dialog penggunaan tekanan. setting. banyak akhir-akhir ini yang mengadakan acara pembacaan puisi atau cerpen. dan maksud setiap ucapan tokohnya dalam percakapan atau dialog. irama. intonasi. nada. tapi juga dibacakan untuk orang lain atau dipertunjukkan. Penggunaan tekanan. tokoh. dan jeda yang tepat membuat kalimat yang diucapkan mudah dipahami serta terhindar dari kesalahpahaman atau salah nalar. Pengucapan kalimat dengan tekanan. amanah. Di samping dibutuhkan penghayatan terhadap isi atau kandungan karya sastra. dan jeda yang tepat membuat pendengar dapat menikmati pembacaan karya sastra dengan memahami jalan cerita serta unsur-unsur intrinsiknya seperti tema. - Perampokan serta pembunuhan terjadi di rumah seorang pengusaha karpet. dan jeda harus diperhatikan. nada. dan drama. pembacaan karya sastra juga perlu memahami tokoh. dan pencitraan. Khusus karya sastra berbentuk puisi. Membaca Indah Kata-kata yang indah merupakan ciri laras bahasa sastra.

dan irama pada pembacaan setiap larik puisi. dan sedih. 6. hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca puisi. 5. Pahami suasana puisi yaitu. 3. pembaca dituntut berhati-hati dalam memberikan jeda atau penghentian sehingga tidak mengaburkan arti. semangat. 1. atau klausa yang mengandung kesatuan arti.dahulu tema puisi dan pesan yang ingin diungkapkan dalam puisi tersebut. 8. 8. Berikut ini. Demikian pula pada kata atau kelompok kata yang merupakan kesatuan arti. nada. 4. frasa. Berikan tanda jeda pada kata-kata. tapi dapat bermakna konotasi atau kias. kecewa. intonasi. Perhatikan kata-kata yang bermakna kias. Perhatikan kata-kata yang bermakna kias. Contoh penandaan aksentuasi pada puisi : Contoh penandaan aksentuasi pada puisi : DOA Kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh CayaBahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X Mu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi 161 . 2. Perhatikan perulangan kata yang ada bentuk repetisi. Perhatikan rima persamaan bunyi. haru. Berikan aksen pada kata yang diulang. Pahami maksud dari setiap lirik. Bacalah secara keseluruhan puisi tersebut untuk menangkap kandungan maknanya secara umum. Kata-kata bermakna kias atau idiom serta bentuk ungkapan metaforis lainnya harus dipahami terlebih dahulu. 7. Pemahaman terhadap isi puisi dan kata-kata yang digunakan. Tema dan kandungan isi dapat ditelaah lewat judul. mendorong seseorang untuk terampil memberikan tekanan. Pemakaian kata dalam puisi tidak sepenuhnya bermakna denotasi. pilihan kata. dan simbol-simbol yang digunakan pada puisi.

1. dan intonasi yang jelas. 1959 : 13) C. artinya apa yang ada dalam teks pengumuman harus diketahui oleh khalayak yang dituju. Bagian penting ini dibacakan dengan tekanan keras. dalam membacakan pengumuman. Kata Pengumuman yang biasanya ditulis sentering diberikan aksen pada awal dan suku akhirnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca pengumuman adalah sebagai berikut. Penggunaan tekanan. 162 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . tempo lambat. 3. Biasanya ada bagian-bagian isi pengumuman yang wajib diketahui dan dimengerti oleh pendengar. Membacakannya dengan suara yang cukup terdengar oleh pendengar. 2. Contoh : PENGUMUMAN Kata atau frasa yang menjadi hal penting diberikan aksen (tekanan). Membaca Teks Pengumuman Teks pengumuman bersifat informatif.Aku masih menyebut nama Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Caya Mu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk remuk Tuhanku Aku mengembara di negeri asing Tuhanku Di pintu Mu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling (DCD. Oleh karena itu. tidak boleh asal membaca agar isi pengumuman dapat dipahami. intonasi. dan lainnya juga perlu diperhatikan.

Gedongkuning.) diberi aksen menaik atau diucapkan lebih panjang. Pemberitahuan tentang jadwal dan tempat kampanye harap disampaikan ke POLDA DIY dan KPU Provinsi. tanda titik dua (:). Pada dasarnya. Yogyakarta. 7. kabupaten/kota paling lambat 5 hari sebelum hari pelaksanaan. dan wajar. tanda titik koma (.). 01/13/KPUDIY/04 1). lancar. Yogyakarta Telepon (0274) 451269. diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kampanye. Contoh : Siswa yang akan mendaftar .4.). Suparman Marzuki. Diberitahukan kepada seluruh calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Provinsi DIY bahwa hari Kamis tanggal 1 April 2004.)... Membaca pidato tidak jauh berbeda dengan membaca teks pengumuman. 24 Maret 2004 Ketua. Perhatikan tanda baca seperti tanda titik (. Perincian dibaca dengan tempo yang lebih lembut. dan sebagainya. Contoh Pengumuman : Komisi Pemilihan Umum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Alamat : Jalan Janti.. pengucapannya diupayakan jelas. SH. 584017 =========================================================================== PENGUMUMAN No. 6. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 163 . 2). Ttd.. Dalam setiap frasa atau klausa yang biasanya dijeda karena tedapat tanda koma (. Kalimat yang panjang dibaca per frasa atau klausa. tanda koma (.. 5. Msi.

artinya apa yang ada dalam teks pengumuman harus diketahui oleh khalayak yang dituju. Yang termasuk sastra ialah prosa. Tekanan. dan jeda yang tepat. Lalu. B. Kalimat yang diungkapkan adalah kalimat yang dapat dipahami dan dimengerti oleh mitrabicara. Mintalah guru untuk menilainya. Carilah sebuah teks pidato singkat. Membaca Indah Kata-kata yang indah merupakan ciri laras bahasa sastra. 2.RANGKUMAN Menggunakan Kalimat dengan Jelas. dan jeda yang tepat. Membacakan Teks Pengumuman Teks pengumuman bersifat informatif. banyak yang mengadakan acara pembacaan puisi atau cerpen akhir-akhir ini. tidak saja dapat dibacakan untuk diri sendiri tetapi dibacakan juga untuk orang lain atau dipertunjukan. dan Jeda Kalimat yang dilisankan menuntut kejelasan dan kelancaran. Lancar. Pengucapan kalimat harus berdasarkan tekanan. Intonasi. 164 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . TUGAS MANDIRI : 1. dan Wajar A. irama. intonasi. Nada. puisi . Selain pementasan drama. Ketiga bentuk sastra tersebut. kemudian bacalah teks tersebut dengan pola tekanan. irama.dan drama. mintalah teman Anda mengomentarinya. Irama. Bernalar. Bacalah puisi dan teks pengumuman di atas dengan artikulasi dan intonasi yang benar. C. kecuali novel. intonasi dan lainnya juga perlu diperhatikan agar isi pengumuman dapat dipahami. intonasi. nada. Penggunaan tekanan.

pulang c. e. d. pulang Λ___ e.UJI KOMPETENSI I. b. pulang Bentuk pengucapan kata atau kalimat dalam dialog drama banyak ditentukan oleh a. intonasi. segmental 5. d. Di bawah ini adalah hal-hal yang penting dalam kalimat untuk menunjukkan kata atau kelompok kata supaya mendapatkan perhatian dan pengertian khusus ialah a. e. 3. pulang b. aksen e. aksen c. b. irama d. nalar d. c. aksen. irama b. pulang 2. ritual c. tempo b. c. nalar tekanan. dan nada frasa dan tekanan jeda segmental Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 165 . Yang disebut dengan tekanan dalam ilmu tata bunyi ialah a. jeda 4. lawan bicara tidak mengerti maksudnya hanya sebuah ekspresi pembicara saja mementingkan kata-kata yang disingkat supaya bervariasi kata itu pokok kalimat d. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1. frasa e. Biasanya pengunaan kalimat dengan menggunakan tekanan karena a. Di bawah ini yang termasuk intonasi kalimat memberi tahu ialah a.

d. irama b. intonasi 10. tempo b. ane untuk saya ape untuk apa ke mane untuk ke mana mBogor untuk Bogor dimari untuk di sini 11. c.6. b. dan tekanan ialah a. Kata lafal yang dipengaruhi daerah Tapanuli adalah a. ritme c. 7. laras b. aksen 8. ragam 9. irama e. aksen d. kelas Kalimat yang mempunyai panjang pendeknya tekanan disebut a. b. c. dialek c. Ciri intonasi dalam kalimat bertanya ialah a. e. e. d. irama d. d. Di bawah ini adalah kata lafal yang dipengaruhi dari daerah Betawi. intonasi e. b. pengucapan suku kata panjang dan menaik menaik di saat pengucapan suku kata terakhir menurun di saat pengucapan dengan tekanan akhir kata pengucapan suku awal dan akhir menaik pengucapan suku awal dan akhir menurun Penggambungan antara jeda. nada. d. Lafal Indonesia yang dipengaruhi bahasa daerah disebut a. berapa menjadi bara senang menjadi senang ingin menjadi pengen seperti menjadi kayaknya telur menjadi telor 166 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . e. kecuali a. c. tempo c. warna e.

12. Unsur kata asing yang lafal dan ejaannya telah diserap di bawah ini, kecuali a. apotek ---- apotik b. c. d. e. percentage ---- persentase ambulance ---- ambulans contingent ---- kontingen complex ----- kompleks

13. Kata yang tidak sesuai dengan lafal baku dalam kalimat berikut ini, kecuali a. b. c. d. e. Kita nonton pilem itu yuk! Ibu pergi ke pasar pagi kemaren. Ke mane orang-orang pergi. Tiap hari ia makan dengan nasi dan telor dadar. Kami menyeberang sungai itu malam-malam.

14. Penanda tekanan pada kalimat di bawah ini yang benar adalah a. b. c. Dia sudah pulang. Siapa anak itu? Siapa bilang...? d. Angkat kayu itu! e. Ia lulus ujian.

15. Nenek senang sekali makan jengk l. Kata yang lafalnya sama dengan/ jengk l /, ialah a. kacau b. limau c. tolong d. loyo e. solo

16. Kita break sebentar untuk mengatur strategi. Kata yang sepadan dengan kata break di atas adalah... a. duduk b. istirahat c. stop d. finis e. kompak

17. Keberhasilan perusahaan terletak pada manajemen yang baik. Kata yang sepadan dengan kata manajemen adalah a. organisasi d. keuangan b. struktur e. etos kerja c. pengelolaan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

167

18. Ia berhasil mencapai sarjana karena ditunjang oleh ketekunan dan finansial yang mapan. Kata finansial berarti a. organisasi b. struktur c. pengelolaan d. keuangan e. etos kerja

19. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi adalah berikut ini kecuali a. suasana puisi b. pengulangan kata c. bagian sampiran d. rima e. kata bermakna luas

20. Unsur serapan yang penulisan dan pelafalannya tidak berubah sesuai aslinya ialah a. coffe break b. shuttle cock c. dealer d. e. go public ratio

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan b enar! 1. 2. 3. 4. Bacalah surat pengumuman di atas! Sebutkan isi dari pengumuman di atas! Dari dan untuk siapakah surat pengumuman itu ditujukan? Tuliskan kata pengumuman dan pola intonasi atau tekanannya menurut kalian!

5. Dalam pengumuman tersebut, sebutkan kata-kata apa sajakah yang mendapatkan aksen! 6. Sebutkan beberapa hal yang termasuk aksen atau intonasi! 7. 9. Apa saja simbol yang menandakan jeda? Sebutkan perbedaan antara membaca deklamasi dan membaca puisi! 8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan membaca indah! 10. Simbol apa sajakah yang menandakan jeda?

168

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

BAB 9 MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN KATEGORI / KELAS KATA

Standar Kompetensi

-

Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Semenjana

Kompetensi Dasar

-

Menulis dengan memanfaatkan kategori/kelas kata

Indikator

-

Menggunakan kata atau bentuk kata yang sama dalam perincian dengan mem perhatikan keefektifan dan keefisienan rincian

Pada bab ini, kita akan mempelajari kelas kata, frasa dan macamnya serta bagaimana memanfaatkan kelas kata dalam perincian dengan memperhatikan keefektifan dan keefisienan rincian. Tujuan pembelajaran materi ini ialah agar kita memahami kelas kata dan mecam-macam frasa serta dapat memanfaatkan kelas kata dalam membuat kalimat rincian sehingga kalimat tetap efektif.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

169

Wacana Pemilik Energi Benang Bordir
Di tangan Hery Suharsono, benang seolah bernyawa, memberi bentuk, memberi ekspresi, dan memberi cahaya. Tak heran saat mengikuti lomba kaligrafi bertema Mal Hijrah (Tahun Baru Islam) di Malaysia, karyanya mendapat pujian dari Perdana Menteri Malaysia (waktu itu), Mahatir Muhammad. Hasil karya Hery dianggap aneh karena memakai beberapa material, antara lain bordir, mote, dan cat minyak. Lukisan berukuran 4 x 8 meter itu tampak memukau. Sejak usia tiga tahun, Hery memang sudah hobi mencorat-coret dan mewarnai. Hal ini, membuat ayahnya, Sukenda, pengusaha batik di Indramayu kaget melihat hasil coretan anaknya. Sang ayah merasa ada yang terpendam pada diri si anak. Dugaan ayahnya benar, ketika Hery duduk di bangku SD, ia beberapa kali memenangkan lomba melukis sampai ia dijuluki pelukis cilik. Ketika SMP, ayahnya mengajari Hery seni bordir. Tak disangka Hery sudah dapat membuat desain aplikasi bordir dengan bahan dasar batik untuk membuat tas, selendang, sapu tangan, bahkan kemeja, dan busana wanita. Hasil rancangan Hery laku keras di pasaran. Untuk mengasah bakat anaknya, setiap liburan sekolah, Sukenda sering mengajak Hery ke Yogyakarta untuk berguru pada pelukis besar Affandi. Bimbingan ayahnya tak berlangsung lama, saat Hery kelas 1 di SMAN 1 Indramayu, tahun 1980, Sukenda wafat. Hery sempat goyah. Ia merasa kehilangan pembimbing dan panutan, seorang ayah yang telah mewariskan ilmu bordir untuk ia kembangkan kelak. Setelah lulus SMA, atas saran ibunya, ia melanjutkan kuliah di Akademi Keuangan dan Perbankan di Bandung. Baru kuliah empat semester, ibunya pun meninggal dunia. Hery sangat terpukul, ia memutuskan untuk tidak meneruskan kuliah. Biaya kuliah lebih baik untuk pendidikan ketiga adiknya. Selanjutnya, ia menetap di Cirebon dan berkesenian di sana. Belum lama di Cirebon, ia kemudian pergi ke Yogyakarta bergabung dengan para seniman ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia). Untuk menyambung hidup, ia jadi pelukis poster di Syamsul Grup. Secara otodidak, ia terus mengasah kemampuan seni rupanya. Empat tahun di Yogyakarta dan bosan menjadi seniman, ia lalu mengadu nasib di Jakarta, bekerja sebagai pendesain motif dan desain busana untuk bordir di sejumlah butik kecil. Pada tahun 2001, ia pindah ke 170
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

Ranti Busana. Di sini ia sering bereksperimen sendiri di ruang bordir, saat karyawan pulang. Karena pengalamannya selama ini, proses eksperimennya dalam pengolahan benang menghasilkan 100 lukisan bordir bercorak ekspresionistis, pengaruh dari sang Maestro Affandi. Menjadi pegawai pada butik terkenal dengan gaji kecil padahal banyak hasil karyanya yang dijual atas nama butik, membuat ia tidak puas. Ia memutuskan keluar dari butik itu dan bergabung ke butik pamannya yang berada di Malaysia. Di sana pun Hary banyak menghasilkan karya sehingga produk pamannya laris manis. Tak sampai tiga tahun, karena ada perubahan sistem keimigrasian, ia harus kembali ke Indonesia. Di Indonesia, ia bermukim di Majalengka dan menulis buku Busana Muslim dengan Aksen Bordir. Penjualan bukunya meledak. Ia menulis buku sampai 40 judul. Lukisan bordir sebenarnya masih belum populer di masyarakat dan kancah seni. Beberapa kritikan pernah diarahkan kepadanya dengan mengatakan bahwa seni bordir merupakan seni rendahan atau produk massal. Kritikan tersebut menjadikannya tertantang untuk mendalami seluk beluk seni rupa dari buku. Namun, angin segar datang dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Dra. Uchiyah Achmad, M.Pd., dosen tata busana di tempat itu, mengatakan dengan tegas bahwa lukisan bordir bukan hanya tergolong seni tinggi, tapi juga merupakan karya langka. Pernyataan itu membuat Hery semangat dan yakin bahwa dibandingkan seni lukis, pada seni bordir dituntut keseriusan tertentu, yaitu untuk mengatasi beberapa kesulitan. Kesulitan pertama terletak pada medianya yang bukan kanvas tapi mesin bordir. Kesulitan lain ialah pewarnaan. Pencampuran warna pada benang tak bisa selembut cat, selain itu tak banyak pilihan benang berwarna yang dikeluarkan pabrik. Hery harus mencari teknik-teknik baru untuk mengatasi variasi warna pada benang. Kesulitan warna ini juga termasuk urusan pencampuran warna dasar untuk menghasilkan banyak warna. Untuk masalah ini, Hery menyiasatinya dengan menggunakan cairan pewarna batik. Benang putih dicelupkan ke dalam campuran warna yang dikehendaki. Agar warna lebih cemerlang dan terkesan ada gradasinya, benangnya dicelupkan ke adukan 5% pewarna yang dimaksud, lalu pada benang berikutnya persentase ditambah beberapa mililiter lagi, begitu seterusnya sampai 100%. Kemudian, benang-benang itu dijemur sampai kering. Untuk mencapai efek tertentu, Hery menciptakan teknik khusus, misalnya teknik
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

171

yakni benang dibordirkan meloncat-loncat agar terlihat kasar. serta ‘energi mental dan fisik’ pengerjaannya. Tengah ia jajaki untuk berpameran di Jepang dan Australia. material. dan keterangan. Hery berusaha mematenkan hasil karyanya. ia kembangkan mixed-media. dan komposisi (penggambungan) untuk menyampaikan maksud yang terkandung di dalam kalimat. terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa. antara lain batu permata. Tampaknya respon dari luar negeri cukup prospektif. cat akrilik. Namun secara umum. Hery terus bergerak mengeksplorasi lukisan bordir. jika bersama. reduplikasi (perulangan). 2. bermacam bentuk benang. ia menyatukan. Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia. Juga teknik gacruk . kelas kata terbagi menjadi berikut ini. (Dikutip dari Intisari. yakni benang digosok-gosok hingga seperti bulu-bulu lembut. Harga yang ia tawarkan untuk setiap lukisan sudah termasuk biaya paten. Kata kerja (verba) Kata sifat (adjektiva) Kata keterangan (adverbia) 172 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . objek. pernak-pernik. yaitu afiksasi (pengimbuhan). Bercermin pada nasib batik yang diklaim negeri jiran. Dalam kaitannya dengan jabatan di dalam kalimat dan hubungannya dengan fungsi serta makna yang ditunjukkannya. kata juga dapat dibentuk melalui proses morfologis. kalau lukisan bordir 1-3 bulan. 1. 3. jika sendiri. dengan beberapa perubahan) A. Selain bentuk dasarnya. Terutama energi benang. Juli 2007. Dalam kalimat. hingga seni grafis. Kelas Kata Kata merupakan unsur utama dalam membentuk kalimat. ia memancarkan cahaya.bulu kusut. Ia ingin membawa bordir ke tiga dimensi dengan tidak melepas kepribadian seni bordir. Teknik semprot agar benang terlihat lembut dan teknik lain yang membuat benang terkesan bergulir atau terpelintir. predikat. kata memiliki kedudukan atau jabatan seperti subjek.” ujarnya. dengan memadukan berbagai aplikasi ke dalam bordir. “Melukis dengan cat minyak bisa saya selesaikan dalam setengah jam. kata dikategorikan ke dalam kelas kata. Ke depan.

mandi. Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB/KS Contoh: Pergi dengan adik. Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam kalimat. sedang. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 173 . campur tangan. kata bilangan (numeralia) Kelompok kata tugas ialah : 1. d. akan tidur. makan-makan. 2.4. seperti akan. Kata Sandang (artikel) Kata Depan (preposisi) Kata Hubung (konjungsi) Partikel Kata Seru (interjeksi) 1. Verba dasar bebas. Dapat diberi aspek waktu. proses. Verba bereduplikasi: Contoh: bangun-bangun. marah-marah. kata ganti (pronomina). Macam-macam kata kerja (verba): a. tersenyum-senyum. telah pulang Dapat diingkari dengan kata tidak Contoh: tidak makan. tidur Verba turunan. unjuk gigi. 2. 5. Kata benda (nomina). Verba majemuk : Contoh: cuci mata. sedang makan. 3. Verba berafiks: Contoh: ajari. 5. bernyanyi. tidak tidur. bertaburan. dan telah Contoh: akan mandi. minum. b. ingat-ingat. 3. menulis dengan cepat. Ciri kata kerja: 1. pulang. pergi. seperti: duduk. terdiri atas: 1. 2. c. makan. 4. dan keadaan yang bukan merupakan sifat. Kata Kerja (Verba) Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan. makan-makan. Verba berproses gabung: Contoh: bernyanyi-nyanyi.

Kata Sifat (Adjektiva) Kata sifat atau adjektiva adalah kata yang menerangkan sifat. Kata sifat umumnya berfungsi sebagai predikat. terlalu. dan paling Contoh: lebih indah. Dapat diingkari dengan kata tidak Contoh: tidak benar. dan sekali Contoh: sangat senang. keinggris-inggrisan. keadaan watak. b. objek dan penjelas subjek.Adik sedang mandi. Macam-macam adjektiva: a. tidak halus. 2. Ciri-ciri kata sifat: 1. adjektiva bereduplikasi: contoh: muda-muda. 2. paling kaya.e. kurang bagus. S P K . Adjektiva turunan terdiri atas: 1. S P O f. anggun.Saya menulis surat. mahal benar. kesepian. dan tabiat orang/binatang/ benda. kurang. terindah. bangga. elok-elok. Dapat diberi keterangan pembanding lebih. disiplin. Verba intransitif (kata kerja yang tak memerlukan objek) Contoh : . Ajektiva dasar. bengkak. Dapat diberi keterangan penguat: sangat. cemas. seperti adil. tidak sehat. S P K . amat. S P 2.Anak-anak itu bersepeda di sepanjang pantai. Verba transitif (kata kerja yang membutuhkan objek) Contoh : . cantik-cantik. afdol. benar. sedikit sekali. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 174 . baru.Mereka duduk di taman. terlalu berat. dan sebagainya 3. kesakitan. adjektiva berafiks contoh: terhormat. amat keras.Adik membeli balon. S P O .

Adverbia reduplikasi. pernah. misalnya: terlampau. saja. pula. berkurang. g. Adjektiva majemuk. Maha kuasa. akan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 175 . nian. nomina predikatif. misalnya: melengking. lupa daratan. atau kalimat. bukan main kuatnya. kesatria. misalnya: manunggal. c. tinggi hati. agak. meluap. Kata Keterangan (Adverbia) Kata keterangan atau adverbia adalah kata yang memberi keterangan pada verba. adjektiva berafiks –i. 3. sebenarnya. bertambah. misalnya: agak-agak. surgawi. Adjektiva de-interjeksi. sebaiknya. misalnya: berapi-api.3. asoy. misalnya: alangkah. b. menggembirakan. duniawi. 2. budiman. misalnya alangkah gagahnya. Adjektiva eksesif (berlebih-lebihan). h. mendua. Adjektiva deverbalisasi. buta huruf. misalnya: panjang tangan. misalnya : bersungguh-sungguh. Macam-macam adverbia: a. belum pernah. d. i. atau tidak mungkin. -wi. harusnya. secepat-cepatnya. Adjektiva denominalisasi. Adverbia gabungan. niscaya. berbusa. berbudi. paling-paling. Adverbia yang berasal dari berbagai kelas. misalnya: aduhai. -iah contoh: abadi. sip. Adjektiva denumeralia. misalnya: belum boleh. menyeluruh. amat. dan lain-lain Adjektiva de-adverbialisasi. rohaniah. tidak. saling. lagi-lagi. 3. paling. lebih-lebih. f. Adverbia turunan terbagi atas: 1. Adverbia dasar bebas. agaknya. terkejut. e. insani. ilmiah. adjektiva.

waktu. kelompok. Nomina tak terbilang. buku. kemanusiaan. Nomina bernyawa. dan keterangan. ayam. Dapat diikuti dengan gabungan kata yang + KS (kata sifat) atau yang sangat + KS Contoh : buku yang mahal. Kata Benda (Nomina). asinan. d. Nomina dari proses nominalisasi. kebersihan. pemotong. e. genggam. pengetahuan yang sangat penting. g. orang yang baik. pemberontakan. Dapat diingkari dengan kata bukan Contoh : bukan gula. Kata benda berfungsi sebagai subjek. kenaikan. Nominalisasi dengan si dan sang. buah-buahan. 176 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . 2. orang. yang cantik. sang dewi. misalnya: si kecil. misalnya: cairan. c. misalnya: Umar. bukan mimpi. Kata Ganti (Pronomina) Kata ganti atau pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain. si manis. nenek. misalnya: udara. Abdullah. Nominalisasi dengan yang. bukan pengetahuan. Pronomina berfungsi untuk mengganti kata benda atau nomina. simpulan. misalnya: keadilan. hari. batang. anjuran. inci. pengumuman. Kata Benda (Nomina) Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak). rumah. bahasa. b. misalnya: pucuk. kerbau. Macam-macam nomina: a. Kata Bilangan (Numeralia) a. ayah. objek. misalnya: kantor. f. i. Ciri-ciri kata benda: 1. Nomina ukuran. daerah. pelengkap. yang berbaju. misalnya: nama lembaga. h. bukan rumah. pembicara. kilogram. Nomina tak bernyawa. Kata Ganti (Pronomina). Nomina terbilang. sang kancil. nona. b. Nomina kolektif.4. misalnya: yang lari.

mengapa. b). 1. Kata Bilangan (Numeralia) Kata bilangan atau numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang. Contoh: siapa. dan kalian. dan mereka (jamak) d). (a) Pronomina penunjuk umum: ini. mana. itu. terbatas pada pronomina persona (orang) misalnya: (a). dan kami. c). Pronomina takrif. bagaimana. engkau. dia itu. tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu. aku ini.Macam-macam pronomina: Ada tiga macam pronomina dalam bahasa Indonesia. anu. Pronomina berbentuk frasa. misalnya : sesuatu. apa-apa. aku (tunggal). binatang. apa. Pronomina persona II (kata ganti orang II) : kamu. Pronomina Persona a). dan beliau-beliau. misalnya: kamu sekalian. dan berapa. yakni (1) pronomina persona. Anda sekalian (jamak) (c). Anda (tunggal). misalnya: kita-kita. c. atau sana. (c) Pronomina penunjuk ihwal: begini dan begitu. kapan. Pronomina Penunjuk Pronomina Penunjuk dalam bahasa Indonesia ada tiga macam. siapa. (b) Pronomina penunjuk tempat: sini. (2) pronomina penunjuk (3) pronomina penanya. barang siapa. dia-dia. seseorang. 3. Pronomina reduplikasi. Pronomina persona I (kata ganti orang I) : saya. dimana. dan anu. Pronomina Penanya Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan. kita (jamak) (b). 2. Pronomina tak takrif. dia. dan masing-masing sendiri. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 177 . beliau (tunggal). dan benda. Pronomina persona III (kata ganti orang III) : ia. situ.

kata sifat. sang juara. lusin. Sri Paus (gelar kehormatan). misalnya: selikur (21). Bilangan penuh. puluh. ratusan (Num + -an). (c). misalnya : ketiga (ke + Num). dua. Numeralia utama (kardinal). Kelompok Kata Tugas Kata tugas terdiri atas: a. tiga. Kata Depan (Preposisi) Kata depan atau preposisi adalah kata yang selalu berada di depan kata benda.Macam-macam numeralia: a). Kata Sandang (Artikel) Kata sandang atau artikel adalah kata yang mendampingi kata benda atau yang membatasi makna jumlah orang atau benda. Artikula/artikel bermakna jamak. Bilangan pecahan. si dia. ribu. gros. keempat. Numeralia tingkat. beratus-ratus. misalnya: si hitam manis. kodi. 178 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Macam-macam artikel: a). Numeralia kolektif. misalnya: para petani. Artikula/artikel bermakna tunggal. d). atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan (frasa preposisional). para ilmuwan. dan Dang Halimah (panggilan pria dan wanita dalam sastra lama) b. si terhukum. (b). misalnya: sepertiga. numeralia yang terbentuk oleh afiksasi. misalnya: Sri Baginda. c). ribuan. misalnya: sang guru. duapertiga.+ Num) 5. yaitu numeralia yang menunjukkan urutan atau struktur Misalnya: pertama. Artikula/artikel bermakna netral. juta. kedua. Sri Ratu. Artikula/artikel bermakna khusus. dan bertahun-tahun (ber. b). sang suami. c). para guru. b). kesatu. Bilangan gugus. lima perenam. Hang Tuah. atau ton. terdiri atas: (a). ketiga belas. misalnya: satu.

misalnya: di . misalnya: dan. gabungan preposisi dan preposisi. b). tentang. lagi pula. terdiri atas: (a). depan. gabungan preposisi + preposisi + non-preposisi. lantas. Konjungsi perlawanan. Preposisi yang menunjukkan ruang lingkup. c). saat. supaya. misalnya: andaikata. Konjungsi pilihan. seputar. c). jikalau. sedangkan. seumpamanya. Kata Hubung (Konjungsi) Kata hubung atau konjungsi adalah kata yang berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat. akan. dalam. misalnya: atau d). misalnya: sebab. Konjungsi penambahan. Konjungsi persyaratan. i). misalnya: ketika. Preposisi dasar. antara. dari. Konjungsi urutan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 179 . Konjungsi sebab-akibat.Macam-macam preposisi: a). Konjungsi harapan/tujuan. dari Bogor sampai Jakarta. andaikan. ke. kemudian. seandainya. padahal. dan lagi. misalnya: agar. misalnya: lalu. misalnya dari rumah ke jalan. misalnya: tetapi. gabungan preposisi + kelas kata + preposisi + kelas kata. dan lain-lain f). dekat. dan lain-lain h). dari muka. dari tengah-tengah kerumunan. Konjungsi pengandaian. misalnya : di atas rumah. kalau. dari pagi hingga petang. misalnya: asalkan. karena. Preposisi turunan. c. demi. untuk. tambahan lagi. bagi. (c). sejak. (b). b). sekitar. daripada. karena itu. misalnya : di depan. akibatnya dan lain-lain g). misalnya sekeliling. hingga. tanpa. ke belakang. e). atas. sepanjang. sebaliknya. Macam-macam konjungsi: a). pada. namun. kecuali. Konjungsi menyatakan waktu. setelah itu.

deh. Astagfirullah. kek. misalnya: Tadi kan sudah dikasih tahu! c). misalnya: adapun. misalnya: Makan deh. l). Kekecewaan atau kekesalan. lah. Kekagetan. ayo. misalnya: cepetan kek. d). jadi. yah. misalnya: Tidurlah hari sudah malam! e). wah. kan. dong. atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. maka. Partikel Partikel adalah kategori atau unsur yang bertugas memulai.j). mempertahankan. Macam-macam partikel: a). d. e. wahai. misalnya: yang Konjungsi penegasan. perintah dan pernyataan (berita). Kesakitan. Macam-macam interjeksi : a). masya Allah. e). Seruan atau panggilan. apa aku bisa melakukannya? Kata Seru (Interjeksi) Kata seru atau interjeksi adalah kata tugas yang dipakai untuk mengungkapkan seruan hati atau berbagai ungkapan perasaan. misalnya: aduhai. pun. i). ya Gusti. toh. misalnya: aduh d). misalnya: bahwa m). h). buset. jangan malu-malu. misalnya: hai. misalnya: Yah. kah. amboi. misalnya: Membaca pun ia tak bisa. misalnya: bahkan dan malahan k). g). Konjungsi pengantar wacana. b). misalnya: Apakah Bapak Ahmadi sudah datang? b). misalnya: lho. misalnya: Saya toh tidak merasa bersalah. c). lama sekali. Konjungsi pengantar objek. yaa. f). Unsur ini digunakan dalam kalimat tanya. 180 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . astaga. halo. misalnya: Bagi dong kuenya. Konjungsi perluasan. Keheranan atau kekaguman. misalnya: uh. brengsek.

Dokter muda ganteng sedang asyik membaca buku cerita komik. Frasa dan Macamnya Frasa adalah bagian kalimat yang terbentuk dari dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi atau jabatan di dalam kalimat. B. Frasa dibedakan atas: 1. misalnya: bah. Kejijikan. Demikian pula dengan membaca. idih. Contoh : .sedang tidur . S P O . syukurlah. . nah. S P O Pada contoh di atas. misalnya: Alhamdulillah. objek (O).agat lambat Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 181 . keterangan (K). kata dokter dapat diperluas menjadi dokter muda. Contoh : 2.Dokter membaca buku. Frasa adjektival: frasa yang unsur pusatnya kata sifat.f). predikat (P). diperluas menjadi buku cerita dan buku cerita komik tetap berkedudukan sebagai objek. Di dalam kalimat terdapat subjek (S). hii. diperluas menjadi sedang membaca dan sedang asyik membaca tetap berkedudukan sebagai predikat Begitu juga pada kata buku. ih. cis. Contoh: .kamar anak . dokter muda ganteng. Kelegaan. tapi tetap menduduki satu fungsi di dalam kalimat yaitu. Contoh : 3.buku gambar . dan pelengkap (pel). subjek. g). S P O . Frasa nominal: frasa yang unsur pusatnya kata benda. cih.cukup pintar .Dokter muda sedang membaca buku cerita.telah belajar Frasa verbal: frasa yang unsur pusatnya kata kerja.

Jika bentukan kata pertama berupa kata benda (nomina).pagi sekali . Pemahaman terhadap kelas kata dapat memudahkan kita menyusun kalimat yang berisi pemerian agar tetap efektif. Contoh: .4. dan pengamatan pada pengumuman hasilnya setiap hari. Yang dimaksud dengan kesejajaran adalah kesamaan pilihan bentukan kata pada kalimat luas yang berisi perincian.a.b Proses pendaftaran masuk SLTA dimulai dengan penyerahan tanda kelulusan dari SLTP.dari kantor C. Menjadi: 1. 182 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .sangat tekun 5. Contoh: . Contoh: 1. Untuk menyusun kalimat seperti ini dan agar mudah dipahami. lalu pengambilan serta pengisian formulir. Ciri-ciri kalimat efektif antara lain adalah adanya kesejajaran bentukan kata dan penghematan dalam penggunaan kata. Proses pendaftaran masuk SLTA dari SLTP dimulai dengan diserahkannya tanda kelulusan lalu mengambil dan mengisi formulir dan tinggal mengamati hasilnya setiap hari. Memanfaatkan Kelas Kata Perincian pada Kalimat dalam Menyusun Sering kita menemukan kalimat yang kurang efektif. Frasa preposisional (kata depan): frasa yang terdiri dari unsur kata depan dan kata benda. Jika kata pertamanya berbentuk kata kerja (verba). Frasa adverbial: frasa yang unsur pusatnya kata keterangan. kita harus berpedoman pada ciri kalimat efektif. Kamu boleh tinggal di rumah ini dengan sewanya dibayar setiap bulan atau kaubisa membelinya dengan harga yang telah disepakati.a. 2. kata berikutnya harus berbentuk kata benda. kata berikutnya dan seterusnya berbentuk kata kerja. Apalagi kalimat tersebut berbentuk kalimat majemuk yang menggunakan banyak unsur keterangan atau berbentuk perincian.di kota .

penodongan. Selain kesejajaran. tidak ceroboh dan tak mudah putus asa. Menjadi: Pak Muhidin beserta anaknya tak bisa lagi berjualan di pinggir jalan protokol setelah dagangan mereka terkena razia petugas pamong praja.a. penodongan. dan perampokan.b. Untuk menjadi siswa teladan. untuk menghemat pengulangan nama orang/kita dapat menggunakan bentuk pronomina persona (kata ganti orang).b. Bersama anaknya. Kamu boleh menempati rumah ini dengan membayar sewanya setiap bulan atau kaudapat membelinya dengan harga yang telah disepakati. Menjadi: 4. Untuk menjadi siswa teladan. 3. 4. penjual pakaian jadi itu berjualan keliling kampung. ia berjualan pakaian jadi keliling kampung. tekun.Menjadi: 2. Hati-hati berbelanja di mall. sering terjadi pencopetan. Contoh : Pak Muhidin beserta anaknya tak dapat lagi berjualan di pinggir jalan protokol setelah barang dagangan Pak Muhidin dan anaknya terkena razia petugas. Kata-kata yang sama dan diulang-ulang dapat dibuang atau diganti dengan kata yang sejenis dan semakna sepanjang tidak mengubah pengertiannya. Umpamanya. Menjadi: 3. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 183 . Ia tidak putus asa. sering terjadi kecopetan.b. teliti. seseorang dituntut rajin. dalam menyusun kalimat efektif juga diperlukan kehematan penggunaan kata. dan perampokan. Pak Muhidin tidak putus asa bersama anaknya. Hati-hati berbelanja di mall. dan optimis. seseorang dituntut rajin.a. tekun.

Frasa dan Macamnya Frasa dibedakan atas: 1. dan keterangan. objek. Carilah kalimat yang berisi perincian. 4. Jika kurang efektif perbaikilah dengan memanfaatkan kelas kata. 2. Frasa nominal: frasa yang unsur pusatnya kata benda. Buatlah dua kalimat yang berisi perincian dengan memerhatikan kesejajaran dan kehematan penggunaan katanya. 184 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . predikat. benda (nomina). 5. Frasa adjektival: frasa yang unsur pusatnya kata sifat Frasa adverbial: frasa yang unsur pusatnya kata keterangan. Bacalah wacana di awal bab ini. sifat (adjektiva). Frasa preposisional: frasa yang terdiri atas unsur kata depan dan kata benda C. Frasa verbal: frasa yang unsur pusatnya kata kerja. 2. Daftarkanlah kelas kata yang terdapat dalam bacaan tersebut. koreksilah. penghematan kata.RANGKUMAN A. serta ketepatan pemakaian kata. bilangan (numeralia). ganti (pronomina). Kata juga dapat dikelompokkan ke dalam kelas kata kerja (verbal). TUGAS MANDIRI: 1. 3. serta tugas. kata memiliki kedudukan atau jabatan sebagai subjek. 3. B. Kelas Kata Dalam kalimat. keterangan (adverbia). Memanfaatkan Kelas Kata dalam Perincian pada Kalimat Pemahaman kelas kata dalam menyusun kalimat yang berisi pemerian bertujuan untuk kesejajaran kata bentukan.

pikiran pendidikan majalah uraian nyalakan 3. e. e. Kelompok kata berikut ini yang bukan frasa adalah a. b. rumah makan jagung rebus manggang ayam orang tua sekolah baru Kata-kata berikut yang tidak termasuk kata benda adalah a. pikiran lautan majalah tulisan nyalakan 4. c. benda sifat kerja keterangan partikel 5. d. Konfiks pe--an dalam kata penantian membentuk kata a. b. c. 2. d.UJI KOMPETENSI I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1. b. benda sifat kerja d. c. Di bawah ini yang termasuk kata benda abstrak adalah a. c. keterangan partikel 185 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . c. e. e. e. b. b. d. d. Konfiks ke--an dalam kata kebesaran membentuk kata a.

b. Yang termasuk kata bilangan tingkat adalah a. d. c. Yang termasuk kata keterangan gabungan adalah a. d. b. Di bawah ini kalimat yang menggunakan artikel bermakna netral adalah a. c. d. Di bawah ini yang termasuk kata benda kumpulan ialah a. c. c. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . b. sekolah Abdullah pengumuman kebersihan asinan 8. d. kantor kampung pohonan udara orang 7. e. e. d. 186 Rumahnya di sebelah masjid Al-Furqon. Makanannya sungguh lezat. b. b. agaknya supaya belum pernah sekali-sekali telur ayam 10. Hakim memutuskan si terdakwa dengan hukuman lima tahun. e. Kami mohon Sri Baginda berkenan memberikan restunya. Di bawah ini yang termasuk kata benda tak terbilang ialah a. satu dua pertiga lusin keempat jutaan 9. e. Para ahli sedang membicarakan kedatangan komet Haley. c.6. e.

b.. ia gagal lulus ujian tahun ini. c. Kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah a. e. e. b... ia lulus dengan nilai memuaskan. Semua barang-barangnya ia simpan di atas loteng rumahnya. maka agar lagipula sedangkan padahal 13. c. d. d. c. Kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah a. e. e. maka agar lagipula sedangkan padahal 14. maka agar sejak sedangkan supaya Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 187 . d. Fachri menjadi anak yang pemurung .. Kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah a.. rumah barang-barang loteng di atas simpan 12. d. b. Ayahnya seorang konglomerat yang terkenal dermawan .11. Fadilah selalu belajar menjelang ujian . Kata yang termasuk preposisi adalah a. c. b. suka membantu fakir miskin..

d. d. Kalimat yang menggunakan kata kerja transitif adalah a. dan Kata yang memenuhi kesejajaran untuk pengisi bagian yang kurang adalah a. c. langkah yang harus dilakukan adalah pengetikan. e. e. b. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . menjual diterbitkan mencetak pencetakan menerbitkan 18. d. 188 Kami mandi-mandi di sungai itu. 19. Adik pingsan ketika melihat ondel-ondel. Yang termasuk frasa adverbial di bawah ini adalah a. pengeditan. Setelah tahap penulisan. Kulitnya mengeluarkan darah yang tak sedikit. c. Dari tadi ia mondar-mandir saja di situ. Toko itu menjual alat-alat olahraga. Yang termasuk kata seru yang menyatakan keheranan di bawah ini adalah a. d. hai amboy huh syukurlah ayo 16. b. Mereka sedang membaca buku di perpustakaan. Di bawah ini kalimat yang menggunakan kata kerja intransitif ialah a. c. e. c. e. b. b. pagi-pagi tinggi sekali cukup cerdas lumayan enak dari rumah 17.15.

20. Ia terkejut melihat ayahnya datang. Kupu-kupu itu sungguh elok. Kekayaannya tak ada yang menandinginya. Apa yang dimaksud dengan kata sandang? Beri contoh kalimatnya 2 buah! Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 189 . 4. Setelah kerja seharian. Kulihat si Atik sedang berdandan di kamarnya. II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. e. 9. e. Ia memang terkenal budiman. c. Kalimat yang menggunakan kata keterangan deverbalisasi ialah a. 5. Pemerintah tengah menggalakkan usaha sektor ril. d. 7. b. Sebutkanlah penggolongan kelas kata secara umum! Sebutkan ciri-ciri kata kerja! Buatlah dua kalimat yang termasuk verba transitif dan verba intransitif! Apa yang dimaksud dengan partikel? Beri contohnya! Buatlah kalimat dengan menggunakan preposisi! Garis bawahi katanya! Buatlah kalimat dengan menggunakan interjeksi sebanyak 4 buah! Sebutkanlah ciri-ciri kata benda! Buatlah kalimat dengan menggunakan kata hubung perlawanan dan penegasan! Buatlah kalimat dengan kata bilangan yang menyatakan kumpulan! 10. Arif bersungguh-sungguh menangani pekerjaan ini. ia perlu istirahat. Sekolah ini memang keren. 3. d. c. 8. 2.b. 6.

190 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .

Dengan mempelajari bab ini. bentuk kata. eskposisi) dengan pemilihan kata. pola pengembangan karangan. dan ungkapan yang tepat Indikator - Materi pada bab ini melatih kompetensi menulis. Dalam bab ini. kita diharapkan mampu membuat berbagai jenis teks tertulis secara tertib dan sistematis termasuk dalam memilih kata. dan menulis berbagai jenis karangan. bentuk kata.BAB 10 MEMBUAT BERBAGAI TEKS TERTULIS DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Setara Tingkat Semenjana Kompetensi Dasar - Membuat Berbagai Teks Tertulis dalam Konteks Bermasyarakat dengan Memilih Kata. diuraikan mengenai langkah-langkah membuat berbagai teks tertulis dari perencanaan membuat karangan. Bentuk Kata. dan Ungkapan yang Tepat Menetapkan topik berdasarkan tema tertentu Membuat kerangka karangan Menentukan kalimat utama berdasarkan kerangka yang ditetapkan Menyusun karangan sesuai dengan pilihan jenis karangan tertentu (narasi. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 191 . dan ungkapan yang tepat. deskripsi.

termasuk dampaknya terhadap kehidupan kita? Jangan mainmain lho. penampilan adalah hal yang sangat diperhatikan.” ujar Alex. mineral. Dalam hal ini. sesuaikan busana yang dipakai dengan perubahan cuaca dan iklim akibat pemanasan global. pola makan. asupan nutrisi. maupun pembakaran sampah organik yang melepaskan gas menata. dan pola aktivitas yang diterapkan orang cenderung berubah seiring munculnya fenomena pemanasan global tersebut. selalu gunakan tabir surya saat akan keluar ruangan di siang hari. terutama yang terkait dengan perawatan kulit dan rambut. Gaya Hidup pun Berubah Isu pemanasan global atau global warming rasanya makin akrab dengan kita. sebaiknya gunakan bahan yang ringan. “Wanita saat ini harus lebih perhatian dengan perawatan rambut dan kulit. Masalahnya. dan antioksidan) Perawatan Kecantikan Bagi wanita. Nah. misalnya.Wacana. pemanasan global berpengaruh terhadap gaya hidup manusia. menutup tubuh sampai ke bawah. sederhana. makan buah-buahan. namun tetap memperhitungkan penyerapan keringat. perawatan diri. Alexander Sriewijono. Asupan makanan dan minuman juga perlu disesuaikan.” kata Alex di sela-sela acara yang diselenggerakan P&G Beauty di Jakarta. mau tak mau wanita pun mesti mempertimbangkan pengaruh pemanasan global. “Karena itu. apakah kita benar-benar paham terhadap isu lingkungan yang satu ini. Alex menyarankan untuk banyak minum air putih. pemanasan global bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan memengaruhi gaya hidup kita. kata dia. busana tak lagi sekadar pelindung tubuh. Gas rumah kaca adalah gas hasil dari pembakaran bahan bakar fosil (seperti minyak bumi dan batu bara) yang melepaskan karbondioksida dan dinatriumoksida. untuk urusan penampilan ini. tapi juga berfungsi sebagai penyeimbang suhu udara dan suhu tubuh. Untuk cuaca panas. yang meraih gelar master 192 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Saat ini. Bumi Memanas. Pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer. pilihan busana. Saat ini. Untuk itu. psikolog sekaligus penemu Daily Meaning menjelaskan. dan kalau perlu mengonsumsi suplemen (vitamin. Ia pun membuat beberapa contoh. beberapa waktu lalu.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 193 . khususnya wanita. “Olahraga yang teratur untuk kebugaran fisik dan relaksasi pikiran bisa membantu menyeimbangkan unsur body-mind-spirit tersebut. maka setidaknya ia akan mengaitkan hal yang ingin ditulis dan hal yang telah diketahuinya atau ia akan mengumpulkan bahan-bahan informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang ingin ditulis. Jika hal tersebut merupakan hal yang baru. sebaiknya dipatuhi. Keseimbangan body-mind-spirit juga mutlak diperhatikan. Bagaimana dengan pola aktivitas kita sehari-hari? Pastinya juga ikut terpengaruh oleh perubahan suhu udara akibat pemanasan global. 16 Desember 2007) A. Dan agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Hal yang menjadi dasar karangan itu disebut dengan tema. cobalah menggunakan kendaraan yang tak menyemburkan gas buang ke udara. Perencanaan Membuat Karangan 1. Bersepeda ke kantor. Tentu hal-hal yang akan ditulis berhubungan dengan segala yang telah diketahui. Apa yang ingin ditulis sebelum seseorang menulis karangan merupakan sesuatu yang menjadi dasar atau pedoman dalam menulis atau mengembangkan karangannya. usahakan untuk berangkat lebih pagi dan pulang lebih malam. Tema dan Topik Karangan Sebelum melakukan penulisan. setiap orang pasti sudah memikirkan apa yang ingin ditulisnya. Begitu pun dengan kebijakan bekendara 3 in 1. Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi pembakaran bahan bakar (bensin) pada kendaraan kita. Sesuatu yang ingin ditulis itu merupakan sebuah ide atau gagasan yang merupakan pijakan dasar mengenai apa karangan tersebut. mungkin bisa menjadi alternatif yang menyehatkan sekaligus ramah lingkungan.” (Sumber: Republika. Inggris.di bidang sumber daya manusia di Universitas Westminster. disarankan untuk menggunakan kosmetik yang berbahan dasar natural. Jika Anda wanita yang bekerja di luar rumah. Perubahan iklim yang tidak menentu dan alam yang makin tak bersahabat berdampak pada meningkatnya stres pada individu. Tujuannya tak lain untuk menghindar udara panas. Jika tempat kerja Anda tidak terlalu jauh.

penertiban PKL c. banyaknya PKL yang memakai badan jalan Upaya mengatasi kemacetan lalu lintas a. langkah selanjutnya adalah memerinci tema karangan menjadi pokok-pokok pikiran yang lebih khusus. Tujuan Selain menetapkan tema dan menyusun topik karangan. penambahan ruas jalan dengan dibangun fly over b. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . tanggung jawab para petugas polantas b. Semua unsur itu disusun secara vertikal. Setelah menentukan hal yang ingin ditulis. kesadaran pemakai jalan 2. Dalam banyak teori mengarang. misalnya tujuan memberi informasi kepada pembaca. ruas jalan makin sempit Kemacetan Lalu Lintas → → di DKI c. dioperasikannya busway → Kerja sama aparat polisi dan masyarakat a. Pokok-pokok pikiran ini menjabarkan tema karangan. volume kendaraan makin bertambah b. Topik yang masih umum dapat dijabarkan lebih terperinci lagi menjadi subtopik. Susunan ini disebut dengan kerangka karangan. Tujuan dapat berkaitan dengan bentuk karangan yang akan dibuat. bentuk karangannya bersifat ekspositoris.Tema memang merupakan unsur terpenting yang harus ada sebelum mengarang. Contoh tujuan pada karangan berbentuk narasi: Tema 194 : Kisah usaha seorang kakak untuk membelikan adiknya boneka dari hasil menyemir sepatu. Tujuan menggugah dan menghimbau. Topiktopik ini disusun dan dirumuskan untuk masing-masing dikembangkan menjadi paragraf-paragraf. karangannya dapat berjenis persuasi dan sebagainya. penulis juga harus merumuskan tujuan. Pokok-pokok pikiran itu disebut dengan topik karangan atau gagasan pokok. Tujuan karangan merupakan maksud penulis atau pengarang dalam mengarang. Contoh Kerangka Karangan : → → Kemacetan lalu lintas terjadi setiap hari Penyebab kemacetan lalu lintas a. Banyak hal yang dapat dijadikan tujuan. menentukan tema karangan merupakan langkah pertama dalam merencanakan membuat karangan.

Judul Setiap tulisan atau karangan selalu mempunyai judul. diusahakan judul karangan enak dibaca.Sebagai sumber belajar . Seringkali seorang ingin membaca sebuah karangan karena judulnya menarik.Perpustakaan sekolah . kecuali kata depan atau kata tugas yang berada di tengah. Judul dapat berbentuk pertanyaan atau seruan. Kata tugas yang berada di awal kalimat judul ditulis dengan huruf kapital. dan mudah diingat. dan judul dalam perencanaan membuat karangan: Tema Topik : Perpustakaan sekolah : . misalnya: Sudah Sukseskah Anda? Narkoba? No Way! dan sebagainya Penulisan judul harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). tujuan.Memanfaatkan perpustakaan sekolah . mudah diucapkan. Oleh sebab itu. Judul sebuah karangan tidak perlu panjang. topik. Huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital. Judul yang terlalu panjang membuat pembaca sulit mengingatnya. Judul yang dibuat atau dipilih harus memiliki daya tarik untuk mendorong orang membaca karangan tersebut. Contoh hubungan antara tema.Tujuan : Menggugah simpati pembaca untuk ikut memikirkan betapa susahnya hidup orang tak mampu tapi tetap menyayangi saudaranya. Contoh tujuan pada karangan argumentasi: Tema Tujuan : Bahaya kecanduan rokok : Menggugah orang yang terbiasa merokok agar mengurangi kebiasaan merokok 3. Judul di dalam sebuah karangan merupakan unsur yang penting. dalam menentukan judul.Perpustakaan sekolah sarana berkumpul Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 195 .

Perhatikan gambar berikut ini! kalimat utama Contoh paragrafnya: Arang aktif adalah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pembakaran yang mempunyai sifat tidak larutsejenisair. Semua pokok pikiran yang telah ditulis sebagai penjabaran tema dan sesuai dengan Dengan susunan kerangka karangan.Ngerumpi Positif di Perpus. Huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital. yah ! . yah ! . Jika berada di awal..pokok topik Dari kerangka karangan. disebut paragraf induktif. kecuali kata depan atau kata tugas yang berada di tengah. tempurungtidak larut tongkol jagung. Jenis arang ini banyak bakaran yang mempunyai sifat kelapa.dan sebagainya Penulisan judul harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). bisa juga di akhir tergantung paragraf deduktif. . Arang ini dapat diperoleh dari suatu pem­ Arang aktif adalah dalam arang yang diperoleh dari pembakaran zat-zat tertentu.Menggali Ilmu di Perpustakaan Pengembangan Karangan . Di dapat dikembangkan dengan sistematis. Penyusunan kerangka pokok bertujuan untuk mengorganisasi tiap gagasan pokok. Pola Judul Semua pokok pikiran yang telah ditulis sebagai penjabaran tema Tujuan : . penulis juga dapat mengevaluasi pokok pikiran atau gagasan yang tidak perlu sehingga harus dihilangkan serta pokok pikiran yang tumpang Dari kerangka karangan. berada di akhir disebut paragraf induktif. seperti ampas debu.Perpustakaan sekolah sarana berkumpul : . kerangka karangan. topik.Perpustakaan siswa . sedangkan jikaPerhatikan gambar berikut ini! berada di akhir. Kalimat utama dapat berada terdapat satu pokok pikiran yang tertuang menjadi kalimat utama. mana yang lebih dahulu karanganpikiran atau gagasan yang tidak perlu sehingga harus dihilangkan serta pokok pikiran kemudian dan seterusnya. seperti ampas debu.Memanfaatkan perpustakaan sekolah . dibahas dan mana yang yang tumpang tindih. Pokok pikiran yang telah disusun harus saling berkaitan sesuai dengan tema yang ditetapkan.Perpustakaan sekolah Cerdas Perpustakaan Solusi Tema Tujuan Topik : : . Setiap topik atau gagasan pokok yang ada dalam karangan dijabarkan menjadi paragraf. ditetapkan. Pokok pikiran yang telah disusun harus saling berkaitan sesuai dengan tema yang sistematis. sedangkan jika di awal disebut paragraf deduktif.Narkoba No Way ! .sekolahsumber belajar Sebagai sebagai sarana menggali ilmu dan tempat berkumpul sesama siswa. terdapat satu Setiap pikiran yang tertuang menjadi kalimat dijabarkan menjadi paragraf. Kata tugas yang berada di awal kalimat judul ditulis dengan huruf kapital. dan tongkol jagung. Industri yang menggunakan .yang menggunakan diperoleh dalam beberapa industri pangan atau nonpangan.102 - 196 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . penulis juga dapat mengevaluasi tujuan penulisan disusun serta dirumuskan menjadi kerangka karangan. Industri tempurung Contoh paragrafnya : kelapa. disebutpola pengembangan yang dipilih. Penyusunan kerangka karangan bertujuan untuk mengorganisasi tiap gagasan B. Jenis arang ini banyak digunakan dalam beberapa industri pangan atau nonpangan. dapat juga di akhir bergantung pada pola pengembangan di awaldipilih.Memotivasi siswa agar memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai dan sesuai dengan tujuan penulisan disusun serta dirumuskan menjadisarana menggali ilmu dan tempat berkumpul sesama siswa. Contoh hubungan antara tema. tujuan dan judul dalam perencanaan membuat karangan: Judul : . Kalimat utama bisa berada di awal paragraf.Menggali Ilmu di Perpustakaan : .Ngerumpi Positif di Perpus. mana yang lebih dahulu dibahas dan mana yang kemudian dan seterusnya.Perpustakaan Solusi Cerdas B. karangan dalam paragraf. dan dalam air. karangan dapat dikembangkan dengan tindih.Memotivasi sekolahagar memanfaatkan perpustakaan . Dengan susunan kerangka karangan. Jika berada yang paragraf. Pola Pengembangan Karanganpokok. Di dalam paragraf atau gagasan pokok yang ada dalam karangan utama. Arang ini dapat digunakan dari pembakaran zat-zat tertentu.

dan menguapkan zat yang tidak perlu. Departemen PU sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah. Paragraf seperti ini biasanya terdapat kalimat utama pada karangan narasi. Bahan ini tahan api dan menurut keinginan seseorang. menghilangkan yang tidak murni. Dengan kemudian seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang Kalimat anak juga hilangnya tigautama itu.berdiri sendiri. dan menguapkan zat yang tidak perlu. kuat. Lagi rumahbahan perlit rumah kuat. Biasanya kalimat utama di akhirnya hanya bersifat penegasan kembali apa yang awal tertuang di akhir. seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. yang murah. arang aktif adalah industri yang tidak murni. tetapi menurut keinginan seseorang. baru sepenggalah. kalimat utama Contoh paragrafnya: Contoh paragrafnya : kalimat utama Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. Polisi juga menemukan potret Dua bercak-bercak darah juga menemukan jalan dua orang anak Seminggu belakang. John adalah orang yang dapat mobil John. Setiap kalimat merupakan Paragraf sepertijugabiasanya terdapat pada karangan narasi. Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha membangun rumah pikiran pokok dan masing-masing berdiri sendiri. Kalimat utama akhirnya hanya bersifat penegasan kembali apa yang kalimat utama di juga bisa berada di awal dan di akhir. menghilangkan kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan minyak. Paragraf juga ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Namun paragraf seperti itu jarang ditemui. demikian. menghilangkan yang tidak murni. sepuas-puasku.arang aktif adalah industri kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan minyak. rakyat. Usaha ini dicetak menurut keinginan seseorang. sehat. Pemerintahmenyadari diperoleh dari batu-batuan gunung berapi sangat menarik Agaknya bahan perlit yang bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah. dan menguapkan zat yang tidak perlu. sehat. Departemen PUini tahan api menyelidiki bahan pula. Agaknya bahan perlit yang diperoleh pemerintah menarik membangun rumahBahan inisehat dan kuat tahan air. Kuhirup hawa pagi yang segar Pagi hari aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang rumah. ini ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah perhatiansehat. sehat. Lagi pula. Lagi pula. bisa berada di awal dan di akhir. arang aktif adalah industri kimia dan farmasi seperti pekerjaan memurnikan minyak. bahan perlit dapat menunjukkan bahwa pemerintah merupakan Paragraf juga ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Biasanya kalimat utama di Perhatikan contoh berikut: paragraf. kalimat utama Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X Contoh paragrafnya: Pagi hari aku Contoh paragrafnya: duduk di bangku panjang dalam taman di belakang rumah. Setiap kalimat membangun rumah murah. Polisi di tewasbelakang mobil John. Biasanya Kalimat utama juga dapat berada di telah dan di awal paragraf. Seminggu kemudian. Paragraf dan kuat untuk memenuhi keperluan pikiran pokok dan masing-masing berdiri sendiri. tetapi kuat. Namun paragraf seperti itu jarang ditemui. tentang hilangnya tiga anak itu. John adalah darah di yang belakangdimintai pertanggungjawaban tentang menemukan bercak-bercak orang kursi dapat dimintai pertanggungjawaban potret demikian. akhirnya hanya bersifat penegasan kembali apa yang telah tertuang di awal paragraf. telah tertuang di awal Perhatikan contoh berikut : Perhatikan contoh berikut: kalimat utama kalimat utama kalimat utama Contoh paragrafnya: kalimat utama Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah. Contoh paragrafnya: Contoh paragrafnya : dan kuat. bahan perlit dapat dicetak perhatian berapi sangat menarik perhatian paramemenuhi keperluan rakyat. Dengan dua orang tiga yang itu. gunung para ahli. tetapi kuat. Sehari kemudian polisi tewas di Jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John.anak kecil ditemukan kursi di pinggir potret Jenderal Sudirman. murah. Dengan demikian. murah. Setiap kalimat Paragraf seperti ini biasanya terdapat pada karangan narasi. merupakan pikiran pokok dan masing-masing paragraf seperti itu jarang ditemui. danBahan Departemen dan sudahair. tahan api dan untuk ahli. seorang anak wanita hilang ketika Sudirman.diperoleh ini menunjukkan gunung dari batu-batuan Agaknya bahan perlit yang Usaha dari batu-batuan bahwa berapi sangatberusaha yang murah. Namun. para ahli. sudah lama PU tahan lama menyelidiki bahan dapat dicetak dan kuat. berusaha tahan air.yang dua orang anak yang tewas di jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi polisi sekolah. Sehari kemudian menemukan mobil John. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. dari Dua anak kecil Contoh paragrafnya: ditemukan tewas di pinggir jalan Jenderal pulang Seminggu kemudian Sehari kemudian. Matahari belum tinggi benar. 197 . Polisi juga menemukan hilangnya anak anak tewas di jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. murah. sehat dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat. Sinar matahari pagi menghangatkan badan.

Paragraf seperti ini biasanya terdapat pada karangan narasi. Sebelum membuat paragraf. Menulis Berbagai Jenis Karangan 1. terdapat satu pokok pikiran atau gagasan utama.103 - C. mencari kelas baru b. mengisahkan. Kalimat penjelas merupakan penjabaran dari subtopik atau pikiranpikiran penjelas. Matahari belum tinggi benar. baru sepenggalah. merangkaikan tindak-tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam satu kesatuan waktu. sehat dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat. rumah. Di depanku bermekaran bunga beraneka bermekaran bunga beraneka segar warna. Karangan narasi atau cerita Karangan narasi adalah karangan yang berusaha menciptakan. Sinar matahari Matahari belum tinggi benar. Sinar matahari pagi menghangatkan pagi menghangatkan badan. Kuhirup hawa pagi yang badan. mencatat jadwal mata pelajaran yang baru . Kuhirup hawa pagi yang segar sepuas­puasku. Di dalam paragraf. kalimat utama Contoh paragrafnya : Contoh paragrafnya: Pagi hari aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang Pagi hari aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang rumah. sebaiknya dibuat dahulu kerangka paragraf. Di depanku warna. mencari teman sebangku yang baru d. baru sepenggalah. Setiap kalimat merupakan pikiran pokok dan masing-masing berdiri sendiri. Yang lainnya adalah kalimat-kalimat penjelas yang menjelaskan kalimat utama. sepuas-puasku. mencari tempat duduk baru c. Perhatikan contoh kerangka paragraf berikut ini! Tahun pelajaran baru  Hari pertama di sekolah a. yang perlu diperhatikan adalah: (1) mampu membuat ide cerita yang baru (2) dapat menerapkan penokohan yang tepat (3) dapat mengutarakan gaya cerita yang baik 198 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Namun paragraf seperti itu jarang ditemui.membangun rumah murah. Paragraf juga ada yang berisi kalimat utama seluruhnya. Dalam membuat karangan jenis narasi.

Karangan deskripsi atau penggambaran Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan keadaan. Semua barang ada di sana. atau suasana tertentu. Karangan eksposisi atau pemaparan Karangan eksposisi adalah karangan yang berisi pemaparan terhadap suatu konsep. dengan tujuan menguraikan. terdapat warung-warung kecil penjual sayur dan bahan dapur. Di toko yang paling depan. kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang daging. Di samping kanan pasar. menerangkan sesuatu yang akan menambah pengetahuan atau wawasan pembaca. Langkah-langkah dalam menyusun karangan deskripsi adalah: (1) menentukan topik atau tema karangan (2) menetapkan tujuan (3) mengadakan pengamatan di lokasi (4) mengumpulkan bahan (5) membuat kerangka karangan (6) mengembangkan kerangka (memulai proses penulisan) Contoh : Pasar Tanah Abang adalah sebuah pasar yang sempurna. Dalam karangan ini. 3. gagasan. seperti benda. Itu semua gara-gara Slamet yang telah memperkenal aku dengan Siti. Ayah mengatakan bahwa aku akan diantar dan dijemput ke sekolah. terdapat toko kain yang lengkap dan berderetderet. mengupas. Aku sama sekali dilarang berteman dengan Syairul. ide. sesuatu diuraikan secara terperinci Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 199 .(4) dapat menggunakan gaya bahasa yang pas Contoh : Malam itu Ayah kelihatan benar-benar marah. berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di samping kiri ada pula berjenis-jenis buah-buahan. orang. Bahkan. tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya. 2. Pada bagian belakang. Di lantai dasar. bentuk.

4. isu pesawat tua mencuat ke permukaan. Langkah-langkah dalam menyusun karangan argumentasi adalah: (1) membuat topik terlebih dahulu (2) menetapkan tujuan karangan (3) melakukan observasi lapangan (4) membuat kerangka karangan (5) mengembangkan kerangka karangan (6) membuat kesimpulan Contoh : Dua tahun terakhir. terhitung sejak Boeing B-737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka. Setiap hari rata-rata terjual tiga ratus meter untuk setiap kios. Ini dapat dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu. Dari data ini. Karangan argumentasi Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat mengenai suatu hal yang disertai alasan-alasan yang logis dan sistematis serta penyajian bukti-bukti dengan tujuan memengaruhi pembaca untuk meyakini atau menyetujui pendapat tersebut. dapat diperkirakan berapa besarnya uang yang masuk ke kas DKI dari Pasar Tanah Abang. Karangan ini bersifat objektif. Langkah-langkah dalam menyusun karangan eksposisi adalah: (1) menentukan topik paparan (2) menentukan tujuan paparan (3) membuat kerangka karangan (4) mengembangkan kerangka karangan Contoh : Pasar Tanah Abang adalah pasar yang kompleks. adalah cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia 200 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . atau denah. Di lantai dasar terdapat sembilan puluh kios penjual kain dasar. bagan.terkadang dengan penambahan bentuk-bentuk visual seperti grafik.

karet. gagasan. Langkah-langkah dalam pembuatan karangan persuasi adalah: (1) menentukan topik atau tema persuasi (2) menetapkan tujuan persuasi (3) mengadakan pengamatan terhadap objek sasaran (4) membuat kerangka karangan (5) mengembangkan kerangka karangan (6) membuat kesimpulan Contoh : Sampah yang setiap harinya dibuang terdiri atas sampah organik dan sampah anorganik. Kemudian sampah yang anorganik dapat diberikan kepada pemulung untuk didaur ulang. lebih dari 60 persen pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua. pendapat. Jika setiap harinya sampah dibuang oleh setiap orang. kaca. dan perasaan yang bertujuan membuat pembaca percaya. untuk mengurangi tumpukan sampah. kulit dan sebagainya. Karangan Persuasi Karangan persuasi adalah karangan yang berisi uraian mengenai sikap. dapat dibayangkan berapa puluh dan ribu ton akan terkumpul. kita dapat membantu memilah sampah. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan dan sampah basah yang dapat membusuk. yaitu dengan cara sampah yang organik dapat dikubur di dalam tanah ukuran 3 x 3 m. Sampah anorganik ialah sebaliknya yang tak dapat membusuk seperti plastik. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 201 . kita telah membantu mengurangi tumpukan sampah setiap harinya di pembuangan sampah akhir. Oleh sebab itu. yakin. yang mengagetkan. dan terbujuk akan hal-hal yang diuraikan. 5. Tidak semuanya dapat didaur ulang. Dengan demikian. Di Indonesia.tua.

Hal-hal yang harus diperhatikan ialah menetukan tema dan topik karangan.RANGKUMAN A. Paragraf dapat dikembangkan secara deduktif atau induktif. Setiap topik dijabarkan menjadi paragraf yang terdiri atas kalimat utama dan kalimat penjelas. mengupas. 5. 4. 3. tujuan. dan terbujuk akan hal-hal yang diuraikan. pendapat. menerangkan sesuatu yang akan menambah pengetahuan atau wawasan pembaca. seorang pengarang perlu membuat perencanaan yang matang. seperti benda. C. yakin. Karangan deskripsi atau penggambaran adalah karangan yang menggambarkan keadaan. dan judul. orang. Karangan narasi atau cerita adalah karangan yang berusaha menceritakan. Karangan persuasi adalah karangan yang berisi uraian mengenai sikap. gagasan. dan perasaan yang bertujuan membuat pembaca percaya. Dari kerangka karangan. atau tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya. merangkaikan tindak-tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam satu kesatuan waktu. atau suasana tertentu. karangan dapat dikembangkan secara sistematis. Pola Pengembangan Karangan Penyusunan kerangka karangan bertujuan untuk mengorganisasi tiap gagasan pokok. gagasan. mengisahkan. B. Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat mengenai suatu hal yang disertai alasan-alasan yang logis dan sistematis serta penyajian bukti-bukti dengan tujuan meyakinkan pembaca. Perencanaan Membuat Karangan Sebelum menulis. ide. Karangan eksposisi atau pemaparan adalah karangan yang berisi pemaparan terhadap suatu konsep. dengan tujuan menguraikan. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 2. 1. 202 . bentuk. Menulis Berbagai Jenis Karangan Ada lima jenis karangan.

deskripsi. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! Hal-hal yang perlu dipikirkan dalam merencanakan membuat karangan ialah di bawah ini kecuali a. Penderita anemia yang mengonsumsi zat besi selama 2-3 hari biasanya sudah pulih kembali. argumentasi. zat yang diperlukan penderita anemia Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 203 . Anemia ringan disarankan satu kapsul sehari selama 3–4 bulan. Sebelumnya susunlah kerangka karangannya secara terperinci. c. Gagasan utama paragraf tersebut ialah a.TUGAS MANDIRI Buatlah sebuah karangan minimal 3 paragraf dengan jenis narasi. Disarankan bagi para penderita anemia berat. pikiran pokok Yang menjadi dasar pijakan sebuah karangan disebut a. b. dan persuasi. tetapi juga vitamin dan mineral. penderita anemia tidak hanya memerlukan zat besi. eksposisi. judul pikiran pokok 3. c. 2. untuk mengonsumsi tablet tambah darah atau preparat besi dua kapsul sehari selama dua bulan. e. Karangan bertema bebas. Secara alamiah. topik tema paragraf d. topik tema paragraf d. 1. judul e. b. UJI KOMPETENSI I.

Proses Fotosintetis pada Tumbuh-tumbuhan Fotosintetis pada Tumbuh-tumbuhan Fotosintetis dan Energi Matahari Matahari Sumber Energi Matahari Senyawa Organik dan Anorganik 6. Paru-paruku pernah bolong. Sakitnya. e. Istriku tercinta berpulang ke Rahmatullah. Ngilu 204 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . b. Kemudian sesudah itu. c. Luka terbakar. e. Pahlawan-pahlawan ini tersebar di seluruh pelosok tanah air banyak di antaranya yang tidak dikenal. Mama. d.b. Gagasan utama paragraf di atas adalah a. Aku tak bisa sebutkan yang mana: Jiwaku benar yang ditikamnya. d. Ngilu paling sakit dari semua luka. cobaan baru datang kembali. Fotosintesis adalah proses penyusunan (sintetis) senyawa organik dari senyawa anorganik dengan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energinya. e. Pahlawan ini berasal dari Aceh. kini menyeluruh. Aku pernah luka tersayat. Judul karya tulis yang paling tepat untuk permasalahan di atas adalah a. c. c. Ngilunya tak kenal waktu. Seorang pahlawan wanita yang sering disebut namanya ialah Cut Nyak Dien. Tapi tak sesakit seperti dioperasi ambeien ini. Indonesia memiliki banyak pahlawan Pahlawan Indonesia tersebar di seluruh tanah air Banyak pahlawan Indonesia yang tidak dikenal Cut Nyak Dien adalah pahlawan wanita dari Aceh Cut Nyak Dien salah satu pahlawan wanita yang dikenal 5. Luka terjatuh. d. Itu bulan Oktober pada tahun yang sama. b. 4. Ginjalku disengat batu. saran bagi penderita anemia berat saran bagi penderita anemia ringan suplemen zat besi bagi penderita anemia cadangan zat besi di dalam tubuh dengan suplemen Bangsa Indonesia memiliki banyak pahlawan baik pria maupun wanita. daerah yang juga dikenal dengan sebutan Serambi Mekah.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 205 . b. kalimat (2) e. c. Apabila kita ingat salah satu sila dari asas tunggal Pancasila. b. d. Ngilu tak berkesudahan. Belajar Mengemukakan Pendapat Pantang Untuk surut Ke Belakang Bermula Dari Sebuah Surau Tema Religius Dalam Sastra Belajar Dari Kehidupan semut 9. d. Penulisan judul karangan yang benar adalah a. (3) Hal tersebut menimbulkan persaingan yang sangat ketat. produksi. Gagasan utama paragraf tersebut terdapat pada a. Tema yang sesuai dengan penggalan cerpen. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah dua perkataan yang senantiasa menunjuk pada masalah-masalah manusia. Karena itu. maupun keuangan.. (2) Akibat meningkatnya perekonomian Indonesia yang sangat cepat. Kehidupan di dunia ini harus dihadapi. muncul para pesaing baru yang turut meramaikan percaturan bisnis. e. (4) Dengan demikian diperlukan kemampuan yang andal untuk dapat menangani dan mengendalikan manajemen secara tepat. b. Jangan suka mengeluh bila menghadapi pahit getirnya kehidupan. Manusia hidup untuk mendapat keselamatan diri yaitu ingin terlindung dalam keadaan sehat walafiat. 7. apa pun yang berhubungan dengan masalah manusia memang membawa kita pada penataan universal. Kita semua harus selalu berdoa dan berusaha. Ngilu tak berkeputusan. kalimat (1) kalimat (3) kalimat (5) d. perikemanusiaan selalu menyangkut keadilan dan peradaban. (1) Kehidupann bisnis selalu berubah dan bergerak maju seiring dengan lajunya pembangunan perekonomian. c. baik dalam aspek pemasaran. Ketabahan seseorang dalam menghadapi kehidupan. “Operasi” karya Syahril Latif tersebut adalah a.berkepanjangan. kalimat (4) 8. personalia.. e. c. Pahit manisnya kehidupan pasti dialami oleh setiap manusia.

10. Tawuran antarpelajar merupakan perbuatan amoral yang terjadi di masyarakat. dan Bahasa Indonesia. keselamatan dan kesehatan kerja bagi manusia perikemanusiaan dan kesehatan kerja bagi manusia masalah manusia membawa kita pada peralatan utama masalah manusia ditempatkan pada skala prioritas utama manusia hidup untuk mendapatkan keselamatan diri. c. pembudayaan aspek budi pekerti pada siswa menduduki tempat yang penting. d. b. 206 Meskipun di sekolah sudah ditanamkan aspek budi pekerti. Namun fakta berbicara lain. Ketiga mata pelajaran itu dianggap paling strategis menanamkan aspek budi pekerti dan moral para peserta didik. Semua itu merupakan upaya untuk mencegah tindakan asusila di kalangan peserta didik. Gagasan utama penggalan Bab Pendahuluan karya tulis tersebut adalah a. Sepanjang sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia. Pendidikan agama. Harga Kapal Ikan Buatan Dalam Negeri Lebih Mahal Dari Impor. bahkan lebih penting daripada penguasaan disiplin keilmuan. Di Masyarakat banyak terjadi perbuatan yang tidak mencerminkan nilai-nilai budi perkerti. Tulisan judul berita di atas akan menjadi benar apabila a. PPKN. Kata Dalam ditulis dalam Kata Dari ditulis menjadi dari Kata Dalam dan dari diubah menjadi dalam dan daripada Kata Impor diubah menjadi Import Kata Lebih diubah menjadi lebih 11. mendapatkan tempat yang diprioritaskan. b. d. c. e. Ironisnya. bahkan tawuran antar pelajar seolah-olah menjadi budaya. Untuk menanamkan nilai-nilai moral pada siswa. b. masih terjadi perbuatan amoral yang dilakukan oleh pelajar. pelaku tindakan itu sebagian adalah para siswa. e. sekolah telah Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . c.Tema wacana di atas adalah a.

b. Rumah-rumah di tepi jalan besar paling banyak mendapat semburan gas buangan knalpot. e. 12. dan Bahasa Indonesia diprioritaskan karena dianggap paling strategis menanamkan nilai moral. Rumah-rumah di sekitar jalan kompleks perumahan mendapat semburan gas buangan knalpot. Permasalahan di bawah dibicarakan dalam paragraf di atas. b. membudayakan aspek budi pekerti. tetapi rumah-rumah di tepi jalan kompleks perumahan dan jalan lingkungan dalam kampung. Terapi ini berkait erat dengan aura tubuh (energi sinar yang melingkupi seluruh tubuh) Sebab.d. kecuali a. Rumah-rumah di dalam perkampungan bebas dari semburan gas buangan knalpot. Penyembuhan nonmedis bermacam-macam. d. Penyembuhan nonmedis bertujuan menyeimbangkan aura tubuh. Salah satu contoh adalah penyembuhan atau terapi warna. Penyembuhan nonmedis tidak menggunakan warna. Jalanjalan ini makin banyak dirambah sepeda motor ojek di samping mobil pribadi penghuni kampung itu. prinsip penyembuhan dengan warna ini menyeimbangkan kembali aura tubuh. Penyembuhan nonmedis merupakan sebuah fenomena alam. Penyembuhan nonmedis menggunakan sinar. e. tak ubahnya fenomena alam itu sendiri yang tak jarang saling mengait satu sama lain. 13. Terapi nonmedis seperti tak terbatas ragamnya. c. c. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 207 . PPKN. Ide utama paragraf di atas adalah a. Rumah-rumah di tepi jalan di lingkungan perkampungan juga mendapat semburan gas buangan knalpot. d. Pendidikan agama. Jalan-jalan di perkampungan sudah dirambah sepeda motor ojek dan kendaraan penghuni kampung itu sehingga banyak mendapat semburan gas buangan knalpot. Pembudayaan aspek budi pekerti lebih diutamakan daripada penguasaan disiplin ilmu. Sekarang ini tidak hanya rumah di pinggir jalan besar yang menderita semburan gas buangan knalpot. e.

Agar menjadi paragraf yang padu susunan kalimatnya adalah a. Begitulah Gunung Rinjani menyuguhkan pemandangan alam indah. . (3). (5) Padahal. d. (1). b. 208 (1). c. Kalimat utama yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas ialah Kini buah itu didekati orang. TI tidak dapat digugurkan oleh kekuatan sistem kerja manual. pertama b. Di sana kita dapat melihat lembah dan ngarai yang berkelok-kelok bagaikan akar pohon beringin yang menancap erat di permukaan tanah. (3). (2). (4) Sebagai kawan. tidak sedikit guru yang takut atau merasa asing dengan komputer. buah apokat dijauhi orang. ketiga d. Dipayungi langit biru dan gumpalan-gumpalan awan. benda ini sudah bukan asing lagi. Dapat mengakibatkan tubuh langsing menjadi gemuk. keempat e. Setiap pengunjung akan berdecak kagum bila melihat keindahan Gunung Rinjani. Beberapa tahun yang lalu. b. 15. Buah ini merupakan sumber lemak nabati yang penting di daerah pegunungan. Buah ini mempunyai kadar lemak yang tinggi. Pertama dan keempat 16. (3). Sebab kegemukan membuat orang takut kebanyakan kolesterol dalam darah dan ini berisiko menimbulkan strok. (5) (4). (4). (1). (4) Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X a.(3) Namun kenyataannya. c. (5) (1). Gagasan utama paragraf tersebut terungkap pada kalimat a. (2). (4). d. (2) TI menjadi solusi baru sekaligus mitra guru dalam mengembangkan kariernya. (2). e. Lemak apokat sebagai pengganti lemak buah kelapa.14. (2). kedua c. Buah apokat mengandung laurostearat 70%. (5) (5). (1) Contoh paling sederhana yakni aplikasi microsoft word dan excel secara optimal akan memudahkan penyusunan karya ilmiah bagi kenaikan pangkat guru. gunung itu tampak kokoh menghijau dengan puncak yang berpasir. (3).

model pembelajaran saat ini harus memerhatikan aspek kecerdasan yang mungkin dimiliki seorang siswa. (3). (4). Pantas jika kualitas pendidikan Indonesia terpuruk.e. (5) Namun pada akhirnya. Agar menjadi paragraf yang padu. e. (5) 18. (3). (2). untuk mengembangkan masing-masing kecerdasan tersebut membutuhkan prasarana-prasarana metode dan model pembelajaran yang efektif. (1). (1). (2) (1). (1). (5) (1). (3). (5) (1). (5) (2). (4). Kecerdasan yang beraneka ini mungkin saja dimiliki oleh seseorang. (4). (5). (1). e. (5) 17. (2) Adidaya TI yang telah meruntuhkan batas-batas negara pada gilirannya akan menjadi lawan bagi karier guru. (2). (3). (3). Agar menjadi paragraf yang padu susunan kalimatnya adalah a. b.( 3). (3). c. (4) Kecerdasan yang beraneka ini mungkin saja dimiliki oleh seseorang. (4). paedagogis dan moral bangsa yang kemungkinan muncul memboncengi kemajuan TI. (4). (3). (4) Posisi lawan ini merupakan jawaban atas imbas peran guru sebagai pendidik. sektor pendidikan kurang mendapat perhatian serius dari penguasa. (2). (1) Alasannya guru bukan karena kerjanya mencekoki otak anak hingga menjadi pandai. (5) (4). (2). b. (1). (3). (3). (2). (3). (5) 19. (3) Guru akan menempatkan dirinya dalam posisi tawar yang sangat tinggi. (3) Karena itu. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 209 . (2). (1). (2). (4). c. (2). (4). (2). (5) Guru sebagai filter munculnya gejala penistaan nilainilai nasionalisme. (1) Seseorang mungkin saja memiliki kecerdasan lebih dari satu. (4). (5) (1). (5) (4). Sektor ini hanya mendapat sejumput dana dari anggaran negara yang berjumlah trilyunan rupiah. (5) d. (4). d. Walau diakui bahwa kualitas tersebut bukan melulu ditentukan oleh sejumlah dana. Semasa Orde Baru. susunan kalimatnya adalah a. (1). (2) Mungkin saja seorang siswa yang tidak mampu dalam pelajaran matematika memiliki kemampuan dalam seni musik atau dalam olahraga.

Jelaskan yang dimaksud dengan tema! Apa saja hal yang harus dipertimbangkan saat membuat judul karangan? Hal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menulis karangan? Buatlah sebuah paragraf narasi! Buatlah sebuah paragraf deskripsi! Buatlah sebuah paragraf eksposisi! Buatlah sebuah paragraf argumentasi! Buatlah sebuah paragraf persuasi! Kembangkanlah topik berikut ini menjadi beberapa subtopik: ”Kenakalan Remaja di Perkotaan”. narasi deskripsi eksposisi d. 3. Layanan internet memperlihatkan perkembangan yang pesat karena menawarkan keunggulan. (5) jangkauan luas. e. 9. argumentasi persuasi 20. c. Buatlah paragraf yang semuanya berisi kalimat pokok atau kalimat utama! 210 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . 5. Paragraf di atas termasuk paragraf a. (2) sumber informasi besar. 8. 10.Paragraf di atas termasuk paragraf a. argumentasi persuasi II. c. Jawablah soal­soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. 2. narasi deskripsi eksposisi d. b. 6. antara lain: (1) komunikasi murah. e. (4) keterbukaan tanpa sensor. b. 4. 7. (3) kesempatan besar untuk berusaha.

meyakinkan. Dengan pemahaman tersebut diharapkan kita dapat menggunakan kalimat tanya dengan benar dalam menyampaikan pertanyaan. menyetujui. macam-macam kalimat tanya. atau menyanggah - - Materi bab sebelas ini tentang kalimat tanya. mengajak. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 211 . Tujuan pembelajaran bab ini adalah agar kita memahami selukbeluk kalimat tanya yang digunakan di dalam bahasa Indonesia serta hal yang berkaitan dengannya.BAB 11 MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA SECARA TERTULIS Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Kompetensi Dasar - Membuat Kalimat Tanya secara Tertulis Sesuai dengan Situasi Komunikasi Indikator - Menyampaikan pertanyaan yang relevan dengan topik pembicaraan secara tertulis dengan santun Menyampaikan pertanyaan yang memerlukan jawaban ya atau tidak secara tertulis dengan tujuan untuk memantapkan klarifikasi dan konfirmasi Menyampaikan pertanyaan retorik (tidak memerlukan jawaban) secara tertulis sesuai dengan tujuan dan situasi Menyampaikan pertanyaan secara tersamar dengan kalimat tanya secara tertulis dengan tujuan selain bertanya. dan macammacam kata tanya. meminta. menyindir. merayu. menyuruh. seperti memohon.

kalau pihak istri mau ke mana saja. Suamiku dinasnya sudah selesai. “Kami harus disiplin dan bertanggung jawab. begitu panggilan sayang istri pengusaha ini.Sc. kalau tidak saling percaya ya susah. Boleh tahu sikap dan perilaku Anda sebagai perempuan. dia harus mau kembali ke kantor. Berikut petikannya. kemajuan seseorang itu. kita juga nggak enak kerjanya. tetapi cukup tegas. kalau kita mau kerja ketika pamit sama suami tetapi suami kelihatan kurang berkenan. Kalau ada ibu yang nggak bisa bekerja karena sibuk mengurus anaknya. taruhannya nyawa banyak orang. sosok di balik pemberi informasi penting itu adalah perempuan feminin berbadan ramping dan tampak ceria meski beban kerjanya cukup berat. perempuan jawa yang lembut. Sama-sama berkarir di bidang riset? Oh nggak. mulai golongan satu hingga eselon satu. Bagaimana membagi waktu ketika harus berperan sebagai ibu? Ya. Jadi. Hasilnya juga nggak akan baik. isteri. pengertian membangun keluarga itu utamanya dari saling percaya. tidak mungkin tanpa dukungan pendampingnya. Guna mengenal lebih dekat sosok Woro. dan ibu rumah tangga? Mungkin pertama kali. Kalau hal seperti itu terjadi setiap hari. Tak ada karyawan BMG. Berangkat dari rasa saling percaya itu kan kemudian bisa saling menghargai. SRI WORO B.” kata ibu dua anak ini. Kita lalu buruburu pulang. kita bagi-bagi tugaslah. yang bisa tenang ketika bencana akan datang. kerja kita jadi nggak fokus. itu karena dia nggak mau berbagi tugas dengan orang lain. Kalau ada pegawai yang sudah pulang tapi tiba-tiba diperlukan. Mau semewah apa pun kondisinya. Telat semenit saja.Wacana IR. Dialah Ir Sri Woro B Hariyono M. Saya melihat banyak ibu yang maunya anaknya 212 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . HARIYONO Hidup Mengalir Seperti Air Informasi tentang cuaca dan perubahannya amat ditunggu khalayak ketika bencana alam datang bertubi-tubi. sekarang dia wiraswasta. suami juga begitu. Tak banyak orang tahu. terutama pada anak buahnya. baik istri atau suami. Berita Kota mewawancarainya di ruang kerjanya yang tertata rapi dan bernuansa etnik. Sebaliknya. Misalnya. Jadi. pasti ada kerjaannya.

rapi tapi dia nggak mau bayar orang. diladeni. Kalau kami sih ngurus kerjaan masing-masing saja. yang satu lagi menikah April nanti. tidur. Buat senengseneng aja. Kalau pendamping kita rewel. Gimana bisa. ngalir aja. ya dialah. Jadi. Atau mungkin karena nyaman dalam kehidupan berkeluarga? Ya.terurusi. dan makan. Yang penting anak saya ada yang ngopeni ( merawat-red ). Dalam menjalani kehidupan rumah tangga. sudah mau jadi nenek. Lelah juga kalau begitu. supaya imbang. sudah jadi mertua nih? Oh. Nanti malam. saya sudah 56 umurnya. Kita nggak sempet ngurusin diri sendiri kan? Jadi ngurusin dia terus. Penampilan Ibu kelihatan chic. Resepnya nggak ada. dan diperhatikan. ada yang meladeni. ya kita mungkin jadi cepet tua ha. selesailah tugas saya sebagai ibu. Itu semua kan harus diatur. Siapa yang mengendalikan pekerjaan rumah? Ya kami berdua. Bagi saya. belajar. Kalau saya sendiri yang ngerjain. belajar. saya yang mikirin tapi kan ada yang bantu. Namanya Dneska Pandu (26 tahun) dan Andino (25). Bergantung pada jenis pekerjaannya apa.. memang bergantung pada pendamping kita. Lho. dan ada yang ngelihatin. masih sempat mengembangkan hobi? Hobi saya sih main organ tapi ya nggak berkembang. nggak kekejar waktu. Dua duanya sudah lulus sebagai dokter. Kalau urusan pompa air. Ya biasa-biasa saja. Tapi kayaknya wajah belum kelihatan tua? Apa resepnya? Lho. Di sela-sela rutinitas. anak itu balik lagi ke kita sebab anak itu kan ada les. meskipun pendapatan biasa-biasa saja tapi kita harus mau berbagi dengan orang karena kita ingin ketenangan.ha. Urusan masak.ha. Padahal sebetulnya dia mampu tapi nggak mau. Yang satu sudah menikah. Putra berapa? Dua. bagaimana caranya menghadapi godaan? Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 213 . kerjaan saya tuh main ke Taman Ria atau ke Dufan tapi sekarang sih mereka sudah besar. Suka pakai parfum apa? Kalau parfum sih mereknya ganti-ganti tapi saya suka bau cemara atau bau kayu. Kalau saya libur.

( Woro lalu menunjukkan foto suami dan kedua anaknyared ) Anak dua-duanya jadi dokter. dan dia akan menikmati apa yang dia kerjakan. Kalau itu sudah didapatkan. ditanya. Punya anak itu harus selalu diajak omong. Saya pesan sama mereka. Nanti dia akan bilang. kami saling menyanjung. Kami sekeluarga sudah harus sangat bersyukur. anak itu kayak temen tapi juga tetep anak. gantengan suami saya di rumah ha. Keduanya menjadi dokter yang lulus bersamasama. Memang supaya kita terhindar dari godaan. Lagi pula. (Sumber : Berita Kota Minggu. nggak usah ikut kerja sama orang juga bisa. 6 Januari 2008) 214 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . semua atas arahan Ibu? Oh iya. ha. Pertimbangannya. Kelakuan dia ya kita amini saja. sifat manusia itu senang disanjung. nggak tergantung sama orang lain.. Kalau ada juga yang berani goda.ha. Pengalaman apa yang dirasakan sangat berarti dalam hidup ini? Saya merasa sudah selesai mengantarkan kedua anak saya menyelesaikan studinya. Malah jadinya mereka curhat ke kita. tapi kalau yang buruk jangan kamu ambil. ya mau apa lagi ? Bagaimana sifat Ibu kalau di tempat kerja ada yang mulai menggoda? Saya ini galak lho. Tadinya anak saya yang perempuan itu pengin jadi psikolog karena seneng menganalisa perilaku orang tapi orang yang dianalisa kan belum tentu suka. Karena itu. Kalau jadi dokter. Pokoknya bersahabatlah sama anak. kenapa? Apa profesi itu dulu yang menjadi cita-cita ibu? Dulu ada juga cita-cita saya jadi dokter tapi bukan karena itu. sambil kita juga tanya kekurangan kita apa. Jadi yang mau goda saya. Jadi. Jadi. Biasanya orang tergoda kalau ada yang menyanjung. nih lihat.Sebetulnya. peluang untuk bantu orang itu besar sekali. biasanya saya jadikan teman gitu. ya begitu caranya. takut aja. kalau yang baik dari orang tua kamu ambil. Jadikan dia sahabat dan berikan informasi yang dia perlu.. kalau dokter itu kan bisa cari makan sendiri..

di mana. Kalimat tanya dicirikan oleh empat hal. Dalam bentuk tulis ditandai dengan tanda tanya (?). Penggunaan intonasi naik pada suku kata akhir Contoh : .Ayahnya terlibat perampokan . yaitu sebagai berikut. Ia sudah pulang? 2. mengapa. Bagaimana kondisi pengungsi lumpur Lapindo saat ini? Apa Anda sudah berpengalaman di bidang mesin? Penggunaan kata bukan atau tidak Contoh : Bukankah ini tas yang kamu bawa? Ini hasil ulanganmu.A.b.Ayahnya terlibat perampokan? Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 215 .b. Ia lulus tahun ini. Kalimat tanya diucapkan dengan intonasi menaik pada suku kata akhir. Contoh : 2. Kalimat Tanya Kalimat tanya ialah kalimat yang dipergunakan dengan tujuan memperoleh reaksi berupa jawaban dari yang ditanya atau penguatan sesuatu yang telah diketahui oleh penanya. bukan? Tidakkah dia merasa aneh dengan sikapmu? 3. 1. Sudah pulangkah ia? 4. 1. bagaimana. . dan lain-lain. siapa.a. Penggunaan klitika -kah pada predikat kalimat yang diubah susunannya SP PS Contoh : 1.a. Penggunaan kata tanya: apa. Luluskah ia tahun ini? 2.

Kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam pidato. Kalimat Tanya Klarifikasi dan Konfirmasi Yang dimaksud kalimat tanya klarifikasi (penegasan) dan kalimat tanya konfirmasi (penjernihan) ialah kalimat tanya yang disampaikan kepada orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya. menggugah hati. memotivasi.Dia pergi ke luar negeri. Benarkah Saudara yang memimpin penelitianmu? Apa benar barang-barang ini milik Anda? Jadi benar isu mengenai keluarnya Anda dari Proyek Management? Benarkah akan terjadi gempa di Jakarta. 216 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Pertanyaan retoris bertujuan untuk memberi semangat. Kalimat Tanya Retoris Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tanggapan langsung. 4. 3. Pertanyaan retoris dikemukakan dengan bermacam-macam maksud sesuai dengan pokok pembicaraan. atau orasi. 3. Apakah Saudara mempunyai hubungan erat dengan terdakwa? Apa Bapak sudah menerima surat pengunduran diri saya? Apakah ini kunci mobil saudara? Apa hari itu Anda pergi bersamanya? 2. dan sebagainya terhadap audiens atau pendengar. khotbah. 4. Pak? Contoh kalimat tanya konfirmasi: 1. memberi kesadaran. . tapi hanya membutuhkan jawaban pembenaran atau sebaliknya dalam bentuk ucapan ya atau tidak dan benar atau tidak benar. Jenis Kalimat Tanya dan Kata Tanya 1. 2. Kalimat tanya ini tidak meminta penjelasan. Contoh kalimat tanya klarifikasi: 1.Dia pergi ke luar negeri ? B. 2..

7. Tujuan meminta: 2. Kalimat Tanya Tersamar Kalimat tanya tersamar maksudnya adalah bentuk kalimat tanya yang mengacu pada bermacam maksud.Contoh kalimat retoris : 1. 3. Tujuan memohon: Apakah kamu bersedia menerima lamaran saya? Bersediakah kamu meminjamkan motormu kepadaku? 4. 6. mengajak. menggugah. menyetujui. Bolehkah saya tahu siapa namamu? Dapatkah kamu menolong saya? Tujuan mengajak: Bagaimana kalau kamu ikut dalam perlombaan sains antarsekolah? Dapatkah kamu menemaniku ke pesta itu nanti malam? 3. Contoh : 1. Tujuan menyuruh: Bagaimana kalau kamu berangkat ke sekolah sekarang? Maukah kamu membuatkan kue bolu? Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 217 . dan lain sebagainya. Dengan kalimat tanya tersamar. menyindir. melarang. 2. meminta. Apakah kita tega membiarkan mereka kelaparan? Apakah nasib kita akan berubah tanpa ada usaha? Mana mungkin Allah menurunkan rezeki bagi orang-orang malas? Di mana kita saat mereka memohon pertolongan? Mana ada pejabat yang jujur di zaman edan seperti ini? Sudahkah kita mencoba memulai dari diri kita sendiri? Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap moral bangsa kalau bukan kita? 3. memohon. penanya dapat menyampaikan berbagai tujuan seperti. 4. menegaskan. 5. menyuruh. membiarkan.

Jenis Kalimat Tanya Biasa Kalimat tanya biasa disebut juga kalimat tanya untuk menggali informasi. bukan? Apa pantas hal ini saya abaikan? 4.5. where (di mana). Tujuan menyetujui: Tak ada alasan untuk ditolak. Kata tanya yang dipergunakan. who (siapa). Tujuan menyanggah: Apa dengan cara ini semua persoalan dapat selesai? Bagaimana jika kita mencari cara yang lain? 8. Tujuan merayu: Kapan saya bisa mengajak kamu jalan-jalan? Jadi kan kamu traktir saya makan hari ini? 6. Kalimat untuk menggali informasi biasanya menggunakan kata tanya. dirumuskan dengan 5W+ 1H. yaitu : what (apa). why (mengapa) dan how (bagaimana). whene (kapan). Tujuan menyindir: Apa tidak ada orang yang lebih bodoh dari kamu? Begini caranya kamu berterima kasih? 7. Contoh penggunaannya di dalam kalimat: Apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran ini? Dari mana asal api? Siapa yang pertama kali melihat kejadian ini? Kapan tepatnya peristiwa itu terjadi? 218 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Tujuan meyakinkan: Mestikah saya bersumpah di hadapanmu? Apa selama ini kata-kata saya cuma pepesan kosong? 9.

6. 12.- Mengapa pemadam kebakaran terlambat datang? Bagaimana upaya warga menyelamatkan barang-barangnya dari kebakaran itu? Kata Tanya apa siapa mana mengapa kapan dan bila Makna mempertanyakan barang mempertanyakan orang mempertanyakan pilihan mempertanyakan sebab mempertanyakan waktu apabila. 1. dari mana bagaimana dari apa dari siapa dengan apa dengan siapa untuk apa 15. 2. 1. 14. 4. 5. ke mana 8. 15. arah dari suatu tempat atau milik mempertanyakan keadaan sesuatu atau cara mempertanyakan bahan bahan baku mempertanyakan asal milik mempertanyakan alat mempertanyakan yang ikut serta mempertanyakan tujuan melakukan suatu perbuatan mempertanyakan orang yang dituju mempertanyakan jumlah Berikut ini jenis kata tanya yang biasa dipergunakan. 10. 10. berapa Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 219 . 14. 13. 13. untuk siapa 16. 6. 9. 11. 5. 2. 11. bilamana mempertanyakan tempat mempertanyakan arah atau tempat yang dituju mempertanyakan tempat asal. 16. 7. 3. 4. 12. 9. 8. 3. di mana 7.

menggugah. 2. Kalimat Tanya Retoris Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tanggapan langsung. khutbah. pemakaian kata bukan atau tidak? pemakaian klitika -kah pada predikat kalimat yang diubah susunannya SP PS pemakaian intonasi naik pada suku kata akhir. 3. Jenis Kalimat Tanya Kalimat tanya terdiri atas beberapa jenis. bagaimana. menyindir. Ciri Kalimat Tanya Ciri kalimat tanya adalah: 1. B. dan lain-lain. siapa. C. atau orasi. menegaskan. meminta. 2. di mana. membiarkan. mengapa. 220 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam pidato. menyetujui. dan menyuruh. Kalimat Tanya Klarifikasi dan Konfirmasi Yang dimaksud kalimat tanya klarifikasi (penegasan) dan kalimat tanya konfirmasi (penjernihan) ialah kalimat tanya yang disampaikan kepada orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya. pemakaian kata tanya: apa. Kalimat Tanya Tersamar Kalimat tanya tersamar maksudnya adalah kalimat tanya yang mengacu pada bermacam maksud. melarang. 4.RANGKUMAN A. mengajak. Dengan kalimat tanya penanya bisa menyampaikan berbagai tujuan seperti: memohon. Pengertian Kalimat Tanya Kalimat tanya ialah kalimat yang dipergunakan dengan tujuan memperoleh reaksi berupa jawaban dari yang ditanya atau penguatan sesuatu yang telah diketahui oleh penanya. 3. 1.

4. Susunlah sebuah pidato singkat yang di dalamnya terdapat penggunaan kalimat tanya retoris. 2. biasanya menggunakan kata tanya. Bacalah wacana yang terdapat di awal bab ini. Kata tanya yang biasa dipergunakan ialah apa. kapan. minimal dua pertanyaan. di mana. Buatlah sebuah karangan berbentuk cerita atau cerpen yang di dalamnya terdapat bentuk-bentuk kalimat tanya tersamar minimal 5 kalimat tanya. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini ! Di bawah ini kalimat tanya yang berpola SP → PS adalah a. 3. e. Jelaskan maksud kalimat tanya retoris tersebut. d. Sudah tidurkah ia? Apa yang Bapak cari saat ini? Berapa korban yang selamat dalam kecelakaan itu? Kamu ada acara hari ini? Ke mana dia akan pergi? Mestikah aku memaafkan kesalahan Dina? Kalimat yang sepadan dengan kalimat di atas adalah a. 2. Sudah jam berapa sekarang? Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 221 . c. Kalimat Tanya Biasa Kalimat tanya biasa bersifat menggali informasi. UJI KOMPETENSI I. mengapa. 1. b. jelaskan penggunaan kalimat tanyanya. bagaimana. TUGAS MANDIRI: 1. siapa.

berapa bagaimana di mana d. c. 222 menanyakan kepunyaan mengukuhkan informasi yang telah diketahui menanyakan cara dipergunakan dalam kalimat tanya retoris Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . kecuali a. Di bawah ini adalah kalimat tanya yang menanyakan waktu. c. e. e. Kata tanya apa digunakan untuk tujuan berikut ini. kecuali a. b. Yang merupakan kata tanya menunjukan waktu adalah a. kapan apaan ngapain d. b. c. Makanan siapa ini? Apa yang Bapak cari saat ini? Beberapa korban yang selamat dalam kecelakaan itu? Kamu ada acara hari ini? Ke mana lagi kita bertanya jika tidak pada diri sendiri? 4. e. bilamana kapankah bukankah bila bilakah 7. 3. c. c. siapa kenapa 6. Kata tanya ragam standar di bawah ini. e. d. b.b. kenapa apa-apaan 5. d. Ke manakah ia akan pergi? Kapankah Lina akan datang? Perlukah ia dengan fasilitas itu? Siapakah pejuang wanita dari tanah Jawa? Kalimat tanya retoris di bawah ini adalah a. d. c. e. b. d. kecuali a. b.

e. b. Bagaimana cara berwirausaha supaya berhasil? Maukah kaumenerima bantuanku? Untuk apa kita hidup bila sia-sia? Benarkah apa yang dikatakan Julian? Sudilah para hadirin berdiri. e. c. Di bawah ini kalimat tanya yang tak perlu dijawab ialah a. menayakan nomina bukan manusia Kalimat tanya yang bermaksud untuk menggali informasi ialah a. Apa benar kamu yang memasak sayur ini? Apakah yang sedang kaulakukan? Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 223 . c. d. c. d. b. 8. b. d. e. 9. b. Apa kata orang nanti? Di mana ia kuliah sekarang? Bolehkah saya menolong kamu? Berapa lama ia menunggu saya di sini? Apakah kautinggal di daerah sini? 10. d. b. e. siapa kapan di mana mengapa apa 11. Kalimat tersamar di bawah ini adalah a. Di bawah ini contoh kalimat tanya klarifikasi ialah a. e. Kata tanya apakah yang digunakan untuk menanyakan sebab atau alasan? a. Apa penyebab kecelakaan itu? Apakah Doni kuliah hari ini? Siapa yang akan piket hari ini? Haruskah aku bersujud di hadapanmu? Yang mana rumahmu? 12. c.

d. c. Kalimat tanya yang hanya memerlukan jawaban singkat seperti ya. Kalimat tanya retoris yang bertujuan memberi semangat ialah a. d.c. e. Kalimat tanya yang berkesan menyindir adalah a. e. e. b. e. belum. b. b. Hari ini giliran kamu yang piket. b. d. c. tidak. Mau pergi ke mana. c. Kalimat tanya yang bermaksud menyuruh di bawah ini adalah a. bukan disebut kalimat tanya a. e. Bu? Bagaimana kautahu alamat rumahku? Bolehkah saya minta tanda tanganmu? 13. Mana berani kamu melawan pria itu? Bukankah itu Mia anak pak lurah? Siapa yang bernama Tuti di kelas ini? Bolehkah saya mencicipi kue buatanmu itu? Mobil mana yang kausuka? 224 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . c. memerintah menggali informasi retorik konfirmasi tersamar 15. d. d. kan? Ke manakah perginya orang gila itu? Siapa yang menabur angin ia yang akan menuai badai? Dari mana api itu berasal? Di mana saja kauselama ini? 16. Apakah kita akan diam saja melihat rakyat kelaparan? Perbuatan siapa ini? Mengapa semua tidak bersemangat hari ini? Apa salahnya jika kamu menerima maafnya? Haruskah kumati karenamu? 14.

17. c. b.. b. yang berkenan membantu mencari cincinku yang hilang? Kata tanya yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah a. c. d. kecuali a. b. mengajak meminta menanyakan waktu menyuruh merayu Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 225 . e. b. d. bagaimana apa siapa adakah kapan 19. d.. c. e. Di bawah ini adalah tujuan kalimat tanya tersamar. Kalimat tanya retorik sering diucapkan orang pada situasi a. e.. c. kamu datang ke rumahku? Kata tanya yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah a. bagaimana apa siapa adakah kapan 20. e.. . d. dialog diskusi pidato percakapan wawancara 18. .

Sebutkanlah kata tanya nonformal yang sering dipergunakan dalam masyarakat kita! 226 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . 5. 8. 2. 9. 3. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. 7. 6. 4. Sebutkan macam-macam kalimat tanya! Sebutkan ciri-ciri kalimat tanya! Berikanlah 2 buah contoh kalimat tanya retoris! Buatkanlah 2 buah contoh kalimat tanya konfirmasi! Buatlah kalimat tanya retoris yang bertujuan memberi semangat! Jelaskan apa yang dimaksud dengan kalimat tanya tersamar! Buatlah kalimat tanya yang tujuannya mengajak! Buatlah kalimat tanya yang bertujuan merayu! Buatlah kalimat tanya yang bertujuan untuk menyuruh! 10.II.

BAB 12 MEMBUAT PARAFRASA Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Kompetensi Dasar - Membuat Parafrasa dari Teks Tertulis Indikator - Mengungkapkan kembali dengan kalimat sendiri secara tertulis teks yang telah dibaca Apa itu parafrasa? Bagaimana membuat parafrasa? Pada bab dua belas ini. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 227 . kita akan mempelajari parafrasa dan cara atau teknik memparafrasa wacana. kita diharapkan mampu membuat parafrasa dari sebuah wacana. Dengan mempelajari materi pada bab ini.

“Karena cepat tinggi. Jawa Barat. Penutup Tanah Paling Ideal Rumput gajah masih menjadi favorit. rumput gajah bukan berarti remeh pemeliharaannya. rumput memerlukan sinar matahari yang cukup. rumput gajah mini dikembangkan di Bandung. Mana yang Anda sukai? Rumput Gajah Rumput gajah merupakan jenis rumput yang paling banyak digunakan. “Rumput 228 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . bukan? Seperti juga tanaman lain pada umumnya. Dijual sekitar Rp 5. Ada beberapa jenis rumput yang kerap dipakai untuk menutup lahan di halaman atau pekarangan rumah. ia terbilang cepat tumbuh begitu menyentuh tanah. rumput gajah mini mulai dikenal publik. rumput apa yang Anda tanam? Rumput memang penutup tanah yang paling cantik dan ideal.Wacana Rumput. Karakteristiknya yang lebih ‘bandel’ daripada pendahulunya. untuk tumbuh subur. tiap sebulan sekali rumput gajah perlu dipangkas. rumput gajah mini akan tumbuh baik di tempat teduh di area sekitar bawah pohon sekalipun.per meter persegi. Memandang rumput hijau membentang tentu lebih nikmat daripada tanah merah yang dibiarkan telanjang. rumput gajah biasa membuat gajah mini cepat merebut hati masyarakat. Paling tidak.000. Rumput Gajah Mini Sejak tahun 2000-an. sebangsa tanaman semak macam kucai dan sutera bombay. Meski ada tanaman penggantinya. Ia juga melembutkan wajah rumah. selama enam hingga delapan jam tiap harinya.” jelas Muhammad Adil dari PT Menara Mas Lestari. Awalnya. rumput tetap tak tergusur sebagai pilihan terfavorit. Apalagi.. Bagaimana dengan rumput jepang dan rumput peking? Di halaman rumah. Harganya yang lebih terjangkau membuatnya banyak dibeli orang. Adanya hamparan rumput di sisa lahan membuat bangunan rumput tampak lebih sejuk. Tebet. Mereka yang memilih rumput gajah sebagai penutup tanah justru harus siap-siap repot. Jakarta Selatan. Berbeda dengan rumput gajah biasa.

sinar matahari tak sampai ke bawah. “Kebutuhan nutrisinya lebih banyak.-. ia harus dipupuk dua kali. bagian bawahnya akan berwarna kekuningan. Untuk memperoleh satu meter persegi rumput gajah mini. rumput peking sempat menjadi idola. Jika terlampau dekat.000. Daunnya yang kurus tumbuh rapat. ia akan tumbuh menebal di bagian tertentu. Guyuran air di pagi. Kalau tidak dipangkas sebulan sekali. namun lebih Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 229 . Jasa tersebut ditawarkan lantaran rumput gajah mini memerlukan perlakuan khusus dalam penanamannya. Alhasil. Itu sudah termasuk jasa pemasangan.. Cukup satu kali dalam sebulan pertama. “Perawakannya mirip rumput jepang. “Saat sudah terlalu rimbun.” Rumput jepang perlu pupuk urea yang lebih banyak daripada rumput gajah mini. Penambahan pupuk urea akan melancarkan proses adaptasi rumput gajah ke lingkungan barunya. permukaan tanah yang ditutupi tak tampak mulus seperti permadani hijau.000. cukup disiram dua kali sehari. “Untuk awal-awal. Rumput gajah mini dan jenis lainnya ditanam dalam bentuk lempengan. Hal tersulit dalam pemasangan rumput gajah mini ialah menentukan kerapatan tanamnya. Itulah yang membuatnya kuning. dan sore hari selama satu minggu pertama membantunya mendapatkan kesegaran dan mempercepat proses tumbuh.000. harga per meter perseginya masih bertengger di angka Rp 10.-. “Setelah itu. Meski pesonanya mulai redup.” kata Adil.per meter persegi. Ia perlu disiram dan dipukul-pukul agar akarnya menyatu dengan tanah.” tutur pria yang dikenal pula sebagai konsultan lanskap ini. Rumput Jepang Rumput jepang dijual dengan kisaran harga Rp 10. Hingga kini rumput gajah mini masih terus digemari.” imbuh Adil. rumput gajah mini perlu disiram tiga kali sehari. Selanjutnya. peminat harus merogoh uang senilai Rp 25.gajah biasa lazimnya menghindari pohon.” ujar Adil. jangan diinjak dulu supaya cepat tumbuhnya. siang. Pascapenanaman. berikan pupuk urea tiga bulan sekali. Rumput Peking Sebelum tahun 2000. Dalam satu bulan.

gunakan hand spray untuk menyemprotkan pestisida pembasmi gulma. serta pipa untuk mengalirkan air di bawah permukaan tanah.” ucap Adil. Rumput Golf Yang satu ini jarang diaplikasikan untuk rumah tinggal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.” saran Adil. Karenanya. (Sumber : Republika. Tanaman pengganggu ini bisa tumbuh di antara rumput entah dengan bantuan angin. “Itu pula yang membuatnya jarang di tanam di pekarangan rumah. yaitu dengan menambahkan kata-kata yang dapat memperjelas kalimat pendek yang menjadi ciri khas puisi.hingga Rp 20. Setelah ada penambahan. wajah asli puisi tersebut telah berubah menjadi prosa. rumput golf cepat busuk jika tergenang air. Hal seperti itulah yang disebut parafrasa. parafrasa adalah penguraian kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susunan kata yang lain dengan maksud dapat menjelaskan maknanya yang tersembunyi. burung. “Rumput golf memerlukan resapan yang baik berupa tumpukan ijuk.. Sebab.000. puisi tersebut berubah menjadi uraian prosa atau cerita.sejatinya memerlukan perawatan ekstra. 230 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . “Sebelum merusak semua rumput hias. namun kandungan makna atau pengertian dari isi puisi tidak berubah.jarang daunnya.” urai Adil.000. atau serbuk bunga di sekitar lokasi tanam. kecuali jika Anda rela mengalokasikan dana yang cukup besar untuk membeli teknologi pemasangannya. 16 Desember 2007) A. Bagaimana dengan gulma? Semua jenis rumput tak ada yang bebas gulma. Anda membutuhkan jasa konsultan arsitektur lanskap. Jakarta. Rumput golf yang ditawarkan seharga Rp 15. Memahami Parafrasa Pernahkah Anda mendengar istilah parafrasa? Istilah parafrasa mungkin sering muncul dalam pembahasan puisi. Pengungkapan kembali suatu tuturan dan sebuah tingkatan atau macam bahasa tertentu menjadi macam yang lain tanpa mengubah pengertiannya. Salah satu cara untuk memahami puisi adalah dengan membuat parafrasa terhadap puisi tersebut. pasir.” papar Adil yang sedang menggarap proyek lanskap RS Sahid Memorial. Artinya. batu.

kalimat langsung menjadi tidak langsung. 1. mengubah bentuk uraian menjadi bentuk ungkapan atau peribahasa yang memiliki kesamaan arti. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 231 . Setiap paragraf terdiri atas unsur kalimat utama dan kalimat penjelas seperti yang telah diuraikan pada Bab 10. Kita harus tahu mana bagian yang berisi hal-hal pokok atau penting dan mana yang bukan. Parafrasa juga termasuk menceritakan kembali sesuatu yang telah didengar ke bentuk tulisan atau mengalihkan bentuk bahasa lisan ke bentuk bahasa tulisan. Untuk memparafrasakan sebuah teks tertulis. mengubah bentuk dialog drama ke prosa atau sebaliknya. tapi juga bentuk bahasa yang lain. pada hakikatnya parafrasa adalah mengubah atau mengalihkan suatu bentuk bahasa menjadi bentuk bahasa yang lain tanpa mengubah pengertian atau kandungan artinya. seperti mengubah penggunaan kata kepada kata yang sepadan atau bersinonim. Misalnya. Tentunya penggunaan kalimat dan pilihan katanya tidak sama dengan cerita aslinya karena dituangkan dengan menggunakan bahasa sendiri. ilustrasi. mengubah kalimat aktif menjadi bentuk pasif. B. Pada pembahasan kali ini. Hal-hal apa yang harus diperhatikan dan bagian-bagian mana yang harus diabaikan sehingga terjadi perubahan bentuk dengan tetap mempertahankan ide atau gagasan pokok sesuai teks aslinya. Dalam karya sastra.Membuat parafrasa bukan hanya pada puisi ke prosa saja. Jadi. namun inti cerita tidak berubah. seseorang diperdengarkan sebuah cerita kemudian ia mencoba menguraikan kembali cerita tersebut dalam bentuk wacana atau karangan. dan perumpamaan-perumpamaan. Kalimat-kalimat penjelas dapat berupa uraian yang penting dapat juga hanya perincian yang mengungkapkan contoh. langkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut. Cara Memparafrasa Wacana Wacana atau teks tertulis merupakan bentuk karangan yang terbagi atas beberapa paragraf. Pada tataran wacana yaitu mengubah wacana panjang menjadi bentuk rangkuman atau ringkasan. Bacalah teks yang akan diparafrasa secara keseluruhan. akan diuraikan cara membuat parafrasa dari sebuah wacana atau teks tertulis ke bentuk yang lebih ringkas. mengubah puisi ke prosa atau sebaliknya.

Di bawah ini adalah contoh sebuah wacana dan proses parafrasanya. Hasil studi ACG Advisory Group mengindikasikan pendidikan formal secara umum berpengaruh terhadap kemampuan berwirausaha. 6. lulusan pendidikan formal secara umum memiliki pemahaman pengetahuan yang relatif baik mengenai kewirausahaan. Akibatnya. Jika ada kalimat langsung. Hal ini disebabkan pendidikan formal di Indonesia saat ini hanya berfokus pada upaya mengembangkan sisi pengetahuan peserta didik memahami bagaimana suatu bisnis seharusnya dijalankan dan bukan pada upaya mengembangkan sisi sikap untuk berwirausaha serta pengalaman berwirausaha. 232 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . tapi tidak memiliki keterampilan dan mind-set berwirausaha. Pengembangan kewirausahaan bermakna strategis bagi kemakmuran dan daya saing suatu bangsa. Kewirausahaan merupakan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan ekonomi yang tersebar dan berkelanjutan. Perhatikan kalimat penjelas. Jika perlu gunakan kata yang sepadan atau ungkapan yang lebih mewakili pengertian yang panjang. permisalan. 5. 4. Catatlah gagasan pokok setiap paragrafnya. 3. 8. ubahlah menjadi kalimat tidak langsung agar lebih singkat. Carilah kalimat utama pada setiap paragraf untuk menemukan gagasan atau ide pokok paragraf tersebut. pilahlah kalimat penjelas yang penting dan buanglah yang hanya berupa ilustrasi.2. contoh. Ceritakan atau uraikan kembali dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dan ringkas. Pahami topik atau tema dari teks tersebut untuk teks berbentuk narasi pahami pula alur atau jalan ceritanya. tetapi dapat dipahami. 7. Fenomena ini disebabkan sistem pendidikan di Indonesia yang lebih menekankan pada sisi hard skill daripada soft skill sehingga sisi kognitif peserta didik yang lebih diutamakan daripada sisi afektif dan psikomotoriknya (Lead Education 2005). serta memperkuat proses demokratisasi suatu bangsa. tapi belum mampu menstimulan peserta didik memiliki kemauan berwirausaha. dan sebagainya Pilihlah kata atau kalimat yang efektif untuk menceritakan kembali.

(Dikutip dari tabloid Flo dengan sedikit perubahan. 1.7% dari 6 juta orang lulusan perguruan tinggi). Sayangnya. Perubahan pola pendidikan ini akan menghasilkan lulusan pendidikan formal yang memiliki pola pikir untuk berwirausaha serta mempunyai keterampilan dasar yang bermanfaat untuk berwirausaha kelak di kemudian hari. dan sejenisnya. Fenomena ini dibuktikan dari banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur (11.Pendidikan ’pengetahuan’ kewirausahaan telah diajarkan secara intrakurikuler baik sebagai mata kuliah/mata pelajaran yang tersendiri maupun sebagai bagian (topik bahasan) dari mata kuliah/mata pelajaran dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. dan hanya kurang dari 5% lulusan perguruan tinggi yang akhirnya membuka usaha sendiri. Kewirausahaan merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi dan memperkuat proses demokratisasi suatu bangsa. Perubahan sistem pendidikan tinggi dan orientasi masyarakat untuk kuliah perlu diubah untuk mengurangi pengangguran lulusan perguruan tinggi pada masa mendatang. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 233 . daripada memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik untuk berwirausaha sehingga tidak mampu mengubah pola pikir dan sikap agar peserta didik memiliki kemauan dan kemampuan berwirausaha. 14 April 2007) Hal-hal pokok yang terdapat dalam wacana di atas adalah seperti berikut. Kurikulum pendidikan tinggi yang berbasis pengetahuan perlu diubah ke arah kurikulum yang berbasis kompetensi dan mendidik kemandirian. Perubahan kurikulum ini memerlukan dukungan bahan ajar yang atraktif dan praktis sesuai dengan tingkat kompetensi peserta didik. Guru diharapkan mampu membekali keterampilan praktis kepada siswa didiknya yang bermanfaat untuk membuka usaha. membuat kerajinan tangan. Pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan pertambahan masalah pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia pada masa mendatang. serta peningkatan kualitas guru dalam memahami kewirausahaan dan keterampilan teknis lainnya. menjahit. seperti : pendidikan memasak. pembahasan kewirausahaan di lembaga pendidikan formal lebih didasarkan pada mengajarkan substansi buku teks.

234 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .2. hal itu perlu didukung oleh bahan ajar yang atraktif dan praktis serta guru yang memahami kewirausahaan. diharapkan lulusan pendidikan formal memilki pola pikir untuk berwirausaha dan mempunyai keterampilan dasar untuk modal berwirausaha kelak di kemudian hari. Sistem pendidikan di Indonesia baru mengembangkan sisi kognitif yaitu memahami proses bisnis bukan menumbuhkan sikap berbisnis. Pola pendidikan ini tidak mengubah pola pikir dan sikap peserta didik agar memiliki kemauan dan kemampuan untuk berwirausaha. 6. Dengan adanya perubahan ini. Pendidikan di Indonesia lebih menekankan sisi hard skill bukan soft skill /sisi kognitif bukan afektif dan psikomotorik. 3. Pendidikan di Indonesia lebih menekankan hard skill daripada soft skill. 7. Perubahan pola pendidikan ini akan menghasilkan lulusan pendidikan formal yang memiliki pola pikir untuk berwirausaha serta memiliki keterampilan dasar yang bermanfaat untuk berwirausaha kelak di kemudian hari.7 % dari 6 juta orang dan hanya kurang dari 5% yang membuka usaha sendiri. Pendidikan formal di Indonesia hanya berfokus pada upaya mengembangkan pengetahuan bagaimana suatu bisnis harus dijalankan bukan mengembangkan sikap untuk berwirausaha. Perubahan sistem pendidikan tinggi dan orientasi masyarakat harus kuliah perlu dilakukan. Perubahan pendidikan formal termasuk orientasi masyarakat yang mengharuskan kuliah perlu dilakukan.7% dari 6 juta orang dan hanya di bawah 5% lulusan yang membuka usaha sendiri. Namun. Lulusan perguruan tinggi menganggur 11. namun belum dapat menstimulan peserta didik untuk mau berwirausaha. Perubahan kurikulum memerlukan dukungan bahan ajar yang atraktif dan praktis sesuai dengan tingkat kompetensi peserta didik serta guru dalam memahami kewirausahaan. 8. Pendidikan formal secara umum berpengaruh dalam mengembangkan kewirausahaan. 4. 5. Parafrasa wacana seperti berikut. Kewirausahaan merupakan fondasi dan penguat pertumbuhan ekonomi dan demokratisasi suatu bangsa. Hal ini menyebabkan lulusan perguruan tinggi menganggur 11.

RANGKUMAN
A. Memahami Parafrasa Parafrasa adalah penguraian kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susun kata yang lain dengan maksud dapat menjelaskan maknanya yang tersembunyi. Parafrasa termasuk juga menceritakan kembali sesuatu yang telah didengar ke bentuk tulisan atau mengalihkan bentuk bahasa lisan ke bentuk bahasa tulisan. B. Cara Memparafrasa Wacana Untuk memparafrasakan sebuah teks tertulis, perlu diperhatikan langkah-langkah membuat parafrasa. Untuk memparafrasakan sebuah teks tertulis, langkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. Bacalah teks yang akan diparafrasa secara keseluruhan. Pahami topik atau tema dari teks tersebut untuk teks berbentuk narasi pahami pula alur atau jalan ceritanya. Carilah kalimat utama pada setiap paragraf untuk menemukan gagasan atau ide pokok paragraf tersebut. Catatlah gagasan pokok setiap paragrafnya. Perhatikan kalimat penjelas, pilahlah kalimat penjelas yang penting dan buanglah yang hanya berupa ilustrasi, contoh, permisalan, dan sebagainya Pilihlah kata atau kalimat yang efektif untuk menceritakan kembali. Jika perlu gunakan kata yang sepadan atau ungkapan yang lebih mewakili pengertian yang panjang, tetapi dapat dipahami. Jika ada kalimat langsung, ubahlah menjadi kalimat tidak langsung agar lebih singkat. Ceritakan atau uraikan kembali dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dan ringkas.

6.

7. 8.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

235

TUGAS MANDIRI:
Bacalah wacana di awal bab ini, kemudian buatlah parafrasanya. Ikuti langkah-langkah membuat parafrasa!

UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1. Mengubah bentuk bahasa ke bentuk bahasa yang lain dengan tidak mengubah pengertiannya disebut .... a. b. c. 2. majas gaya bahasa ungkapan d. e parafrasa paragraf

Hal yang dapat diparafrasa adalah di bawah ini kecuali... a. b. c. d. e. puisi – prosa prosa – puisi kalimat pasif–kalimat aktif kalimat langsung–kalimat tidak langsung fonem–suku kata

3.

Kami menunggu nenek di bandara. Kalimat pasif dari kalimat di atas adalah .... a. b. c. d. e. Bandara menunggu kami dan nenek. Nenek menunggu kami di bandara. Kami ditunggu nenek di bandara Nenek ditunggu kami di bandara. Di bandara nenek dan kami saling menunggu.

4.

Pohon durian ini ditanami oleh paman. Kalimat aktif dari kalimat pasif di atas adalah... a. b. 236 Pohon durian yang nanam paman. Yang nanam pohon durian paman.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

c. d. e. 5.

Paman menanam pohon durian ini. Ini pohon durian ditanam paman. Pohon durian menanam paman.

Kepala sekolah mengatakan bahwa kelas kami paling bersih. Kalimat langsung dari kalimat di atas adalah .... a. b. c. d. e. Kepala sekolah berkata, “Kelas kami paling bersih.” Kepala sekolah berkata, “Kelas kalian paling bersih.” Kepala sekolah mengatakan, “Kalau kelas kami paling bersih.” Kepala sekolah berkata “Kelas kalian paling bersih.” “Kelas kami paling bersih, “ Kata kepala sekolah.

6.

Dokter berkata, ”Bapak harus banyak istirahat.” Kalimat tidak langsungnya adalah .... a. Dokter mengatakan bahwa Bapak harus banyak istirahat. b. Dokter mengatakan kalau pasiennya harus banyak istirahat. c. Dokter memerintahkan Bapak supaya banyak istirahat. d. Dokter berkata bahwa Bapak istirahatlah. e. Bapak disuruh istirahat oleh dokter sebanyak-banyaknya. Di bawah ini adalah contoh kalimat aktif .... a. b. c. d. e. Buku itu dibelinya di toko Gramedia. Ribuan petasan disita oleh polisi dari para pedagangnya. Air susu dibalas dengan air tuba. Lulus dari luar negeri ia segera melamar kekasihnya. Pepohonan itu seperti hantu.

7.

8.

Pihaknya diminta untuk ... agar persoalannya dapat cepat selesai. Ungkapan yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah .... a. b. c. jatuh bangun makan angin campur tangan d. e. buah tangan kaki tangan

9.

Pada akhir tahun, perusahaannya sibuk membuat perhitungan terakhir dari pengeluaran keuangan selama setahun. Para karyawan juga banyak yang lembur. Uraian kondisi perusahaan di atas dapat dipersingkat dengan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

237

ungkapan .... a. b. c. jatuh bangun gulung tikar tutup tangan d. e. tutup buku batas tempo

10. Sinonim kata “manajer” adalah di bawah ini, kecuali ..... a. b. c. penyuluh pengelola pengatur d. e. pengawas pembimbing

11. Bagus mengatakan bahwa ia lulus ujian pegawai negeri. Kalimat langsungnya ialah... a. “Aku lulus ujian pegawai negri,” kata Bagus. b. “Bagus mengatakan, saya telah lulus pegawai negeri.” c. Bagus berkata “Aku lulus ujian pegawai negeri.” d. Kata Bagus, “Ia lulus jadi pegawai negeri.” e. Bagus mengatakan,”Bahwa ia telah lulus pegawai negeri.” 12. Di bawah ini merupakan parafrasa karya sastra, kecuali... a. b. c. d. e. puisi menjadi prosa prosa menjadi puisi drama menjadi prosa prosa menjadi drama puisi menjadi drama

13. Perubahan puisi ke prosa harus memerhatikan ..... a. b. c. d. e. tema puisi persajakan simbol dan majas yang dipakai tipografi pilihan kata atau susunan kalimatnya

14. Buku-buku itu dijualnya ke tukang loak. Perubahan pola kalimat yang tidak mengubah makna, kecuali... a. b. c. 238 Ke tukang loak ia menjual buku-buku itu. Dijualnya ke tukang loak buku-buku itu. Dijualnya buku-buku itu ke tukang loak.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

d. e.

Tukang loak dijualnya ke buku-buku itu. Buku-buku itu ke tukang loak dijualnya.

15. Parafrasa wacana harus memerhatikan hal–hal di bawah ini, kecuali... a. b. c. d. e. mempertahankan ide pokok membuang atau mengabaikan penjelasan tambahan mengabaikan segala bentuk ilustrasi menggunakan simbol dan ungkapan menyajikan kembali dalam bentuk ringkas

16. Karena bermasalah perusahaan itu tidak dapat melanjutkan produksinya dan mulai mengadakan pengurangan pegawai sebelum akhirnya pailit. Kalimat di atas dapat diparafrasakan dengan menggunakan ungkapan .... a. b. c. naik daun gulung tikar jatuh bangun d. e. naik ranjang unjuk gigi

17. Subhan selalu menolong temannya di saat sekolah dulu. Setelah lulus SLTA, mereka sama-sama masuk ke perguruan tinggi yang sama. Namun, saat menjadi mahasiswa, temannya tak pernah lagi mau bertegur sapa bahkan seperti tak mengenal Subhan. Uraian di atas dapat dipersingkat dengan menggunakan ungkapan .... a. b. c. d. e. air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga Subhan makan kulit kacang habis manis sepah dibuang siapa menabur angin ia menuai badai bagai anjing dengan kucing

18. Ketika tahu usahanya gagal untuk menjadi staf akunting di perusahaan itu, Nani membuang semua buku sekolahnya dulu, bahkan ijazahnya di buang ke tong sampah. Tapi, ayahnya mengatakan kalau Nani tidak boleh ... harus .... Ungkapan yang tepat untuk pengisi titik-titik adalah .... a. b. putus asa dan patah arang kerja keras dan gali lubang
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X

239

. “Hari ini aku diterima kerja di PT.. menceritakan kembali film yang ditonton memberikan pesan berantai meringkas buku menceritakan berita yang didengar mengarang cerpen II. 3. 6. kecuali. 5. d.” pinta direktur kepada sekretarisnya. c. c. a. d. putus asa dan sambung nyawa putus asa dan patah semangat gelap mata dan kerja keras 19. Mengalihkan naskah drama ke dalam bentuk prosa. yakni prosa berbentuk. 4. Subur Makmur. b. Jelaskan yang dimaksud parafrasa! Bentuk-bentuk bahasa apa saja yang dapat diparafrasakan? Bagaimana proses parafrasa pada tataran kata dan kalimat? Jelaskan kegunaan parafrasa pada karya sastra! Ubahlah kalimat langsung di bawah ini menjadi kalimat tidak langsung! a. e. a. b.. e. Pak guru mengatakan bahwa ujian praktik akan dilaksanakan minggu depan.c. 2. d. b. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1.” kata Refan kepada Andi. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X Ubahlah kalimat tidak langsung di bawah ini menjadi kalimat langsung! a. Mirna meminta temannya agar segera mengembalikan buku Bahasa Indonesianya. “Mohon buatkan laporan survei lokasi proyek 2.. b. Parafrasa sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam hal di bawah ini. 240 . e. argumentasi deskripsi novel cerpen rangkuman 20.

menyuguhkan d. b. b. 10. Carilah kata yang sepadan dari kata-kata berikut ini: a. Semua ini dilakukannya untuk menghidupi keluarga dan membiayai anak putrinya yang sekolah di SMK. Ia pun pergi ke taman bunga. teliti b. Ubahlah kalimat panjang ini dengan sebuah kalimat singkat dengan menggunakan ungkapan yang sama artinya.7. Hanya ialah satu-satunya yang diharapkan oleh keluarganya. memperbaiki 9. Muslimah sedang membuka internet di ruang komputer. a. Dengan gigihnya Pak Arman berjualan es setiap harinya. mengelola 8. Pembina Osis memerintahkan Umar agar mengadakan rapat tahunan Osis. Setelah seminggu disibukkan oleh pekerjaan Usman seorang pegawai teladan ingin mencari hiburan untuk sekadar meregangkan otot matanya setelah selalu menatap monitor hampir seharian. c. Ubahlah kalimat aktif di bawah ini menjadi kalimat pasif! a. Sebutkan hal yang paling penting dilakukan untuk membuat parafrasa wacana! Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 241 .

c. kecuali a. Kalimat ini salah dalam hal a. Bapak Dosen waktu kami persilakan. b. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! Di bawah ini adalah kriteria kalimat yang baik. 4. c. 1. Bapak Dosen kami persilakan. Pola susunannya sesuai kaidah Logis atau diterima akal Memiliki jabatan kalimat yang sempurna Mengandung penalaran yang benar Pilihan katanya tepat Kepada Bapak Dosen waktu dan tempat kami persilakan. 2. d. d. susunan kalimatnya pilihan katanya penggunaan kata ”kepada” makna kalimatnya tidak logis kata persilakan harusnya persilahkan 3. e. b. Bapak Dosen waktu dan tempat kami persilakan. e. d. b. e. kecuali a. Kepada Bapak Dosen kami persilakan. kalimat terlalu luas pola kalimatnya tidak sesuai gramatikal kalimat tidak dapat dipahami kalimat pendek dan banyak pengulangan kalimat berisi penjelasan yang tak perlu 242 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Perbaikan kalimat nomor 2 adalah a. Kepada Bapak Dosen tempat kami persilakan. e. Hal yang memengaruhi kalimat sehingga tidak komunikatif ialah di bawah ini.TES SEMESTER GENAP I. d. c. b. c.

Tekanan dalam ilmu tata bunyi disebut juga a. c. e. b. suku akhir menaik suku awal menaik suku awal menaik dan akhir menawan suku awal dan akhir menaik suku akhir menurun 8. b. Ciri intonasi berita a. Eksekusi terhadap tanah warga Meruya hanya sebatas wacana. e. e. c. c. Hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada koruptor itu. segmental aksen ritual tempo irama Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 243 . 6. Dalam darahnya mengandung bibit penyakit. d. Yang termasuk intonasi kalimat tanya ialah a. e. d. b. c. kata singkat dipentingkan kata itu pokok kalimat agar ada variasi mitra bicara tidak mengerti sebagai sebuah ekspresi bicara saja 9. pergi? pergi? pergi? d. 7. Penggunaan tekanan biasanya karena a. d. b. Mobilnya menabrak pohon di pinggir jalan. b. c. e.5. Di bawah ini yang merupakan kalimat komunikatif tapi tidak cermat ialah Hadirin kami minta berdiri. pergi? pergi? a. d.

Di bawah ini yang termasuk verba intransitif adalah a. dan jeda disebut a. e. c. Perpaduan antara tekanan. d. Konfiks ke. d.10. intonasi aksen ritme tempo irama 11. b. nada. d. b.+ -an dalam kata kesakitan berfungsi membentuk a. b. c. 244 memberi kambuh membeli menamai membuatkan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .+ -an dalam kata persahabatan berfungsi membentuk a. c. d. nomina numeralia verba adjectiva partikula 14. d. e. c. sabun mandi yang harum kamar mandi mandi pagi nenek mandi mandi susu 12. b. Kelompok kata berikut ini yang bukan frasa adalah a. c. e. e. Kombinasi afiks (konfiks) per. kata sifat kata tugas kata benda kata kerja kata keterangan 13. b. e.

yang menghadiahkan ikan hasil tangkapannya kepada oknum tertentu (4) Itulah romantika hidup mereka yang selalu bergelombang. b. mereka harus berjuang sekuat tenaga mengusir nelayan asing yang mencuri ikan. c. (E) Sebagai agen perubahan sosial. (3) Bahkan ada kewjiban tak resmi yang dipikul para nelayan. Gagasan utama paragraf tersebut terdapat pada a.15. sudah seharusnya jika masyarakat memerlukan bantuan. b. tidak ubahnya seperti telur di ujung tanduk. kalimat (1) kalimat (2) kalimat (5) kalimat (3) Kalimat (4) Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 245 . e. Kata termasuk kelas kata ojektiva deverbalisasi berikut ini. d. Susunan paragraf yang tepat adalah a. mereka harus berusaha mandiri untuk memahami ilmu yang digelutinya. (D) Mahasiswa adalah sosok manusia yang sering dijuluki intelektual muda dan agen perubahan sosial. sedangkan di darat mereka main kucing-kucingan dengan oknum petugas yang tak pernah absen meminta imbalan pada setiap nelayan. ACDBE DEBAC BADEC DABEC EBADC 17. b. (C) Oleh karena itu. (B) Upaya ini pada gilirannya akan meningkatkan kualitas intelektualitasnya walaupun di usia relatif muda. c. (A) sebagai intelektual muda. e. mahasiswa mesti tanggap berusaha mengatasi pemecahannya. mahasiswa dianggap mempunyai kemampuan memahami konsepkonsep sosial untuk direalisasikan dalam kehidupan masyarakat. c. (1) Nasib nelayan tradisional Aceh makin terpuruk. (2) Di laut. e. d. berapi-api meluap kesatria beruban pemalas 16. d. kecuali a.

e. Generasi muda adalah generasi yang tangguh. Ini dapat terjadi dalam beberapa tahun ke depan. e.18. e. tetapi para fund manager tidak akan mau menunggu selama itu untuk menarik investasinya. b. d. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Jalan tak ada Ujung Bermula Dari Sebuah Surau Tema Religius Dalam Sastra Tergantung pada Kata. e. dan dinamis. c. Penulisan judul karangan yang benar adalah a. ulet. b. c. Topik paragraf ini adalah a. c. kreatif. inovatif. Kalimat tanya yang berpola inversi di bawah ini adalah a. b. Analisis ini juga mengingatkan bahaya kelangkaan dana. d. analisis para fund manager penarikan investasi kelangkaan dana wilayah Asia 19. ada sinyal-sinyal bahwa Asia mungkin bakal segera menghadapi kendala pendanaan yang akan memangkas pertumbuhan ekonomi kawasan. c. Berpijak pada Logika 21. mandiri. ke situ aku melangkah? 246 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . d. Dalam jangka panjang. d. deskripsi eksposisi argumentasi persuasi narasi 20. Apa yang Anda cari? Beberapa korban yang tewas pada musibah itu? Ada acara tidak kamu hari ini? Buku siapa itu? Ke mana angin berhembus. b. Kalimat di atas merupakan penggalan paragraf dengan pola a.

e. belum. e. 25. b. c. e. c. kecuali a. c. d. retorik menggali informasi konfirmasi tersamar memerintah 26. sinonim majas alinea parafrasa paragraf Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 247 . bukan disebut kalimat tanya a. Apa yang Anda cari? Beberapa korban yang tewas pada musibah itu? Ada acara tidak kamu hari ini? Buku siapa itu? Kemana angin berhembus. c. ke situ aku melangkah? 23. e. b. c. Kata tanya apa dipergunakan untuk tujuan berikut. b. Di bawah ini yang merupakan kata ragam tanya nonstandar adalah a. tidak.22. Kalimat tanya retoris adalah a. b. mengukuhkan apa yang telah diketahui menanyakan kepunyaan dipergunakan dalam kalimat tanya retoris. e. siapa kenapa bagaimana di mana Berapa 24. Kalimat tanya yang cukup memerlukan jawaban singkat seperti ya. d. d. d. b. Pengalihan bentuk tutur dengan tidak mengubah pengertiannya disebut a. menanyakan nomina bukan manusia menanyakan preposisi. d.

Makmur Jaya diperpanjang mereka. Makmur Jaya. d. c. d. e. Parafrasa dari sebuah teks/wacana harus tetap mempertahankan a. b. Perusahaannya kini sedang di ujung tanduk akibat resesi. b. b.27. Makmur Jaya. Makmur Jaya. Makmur Jaya. Ungkapan tersebut berarti a. 29. Begitulah Gunung Rinjani menyuguhkan pemandangan alam indah. Kontrak kerja mereka perpanjang dengan PT. Kontrak kerjanya dengan PT. di puncak kejayaan terancam bangkrut tidak mengalami perkembangan sedang merintis gagal total 30. b. Dipayungi langit biru dan gumpalan-gumpalan awan. d. e. e. e. Makmur Jaya memperpanjang kontrak kerjanya. 248 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . pola kalimatnya amanat yang disampaikan gagasan pokoknya ilustrasi wacananya isi ceritanya 31. Mereka memperpanjang bentuk kerjanya dengan PT. Kontrak kerjanya diperpanjang mereka kepada PT. Parafrasa meliputi hal di bawah ini. c. Kalimat pasif dari kalimat di atas ialah a. PT. Di sana kita dapat melihat lembah dan ngarai yang berkelok-kelok bagaikan akar pohon beringin yang menancap erat di permukaan tanah. Mereka diperpanjang kontrak kerjanya oleh PT. gunung itu tampak kokoh menghijau dengan puncak yang berpasir. kecuali a. wacana – rangkuman puisi – prosa drama – prosa suku kata – kata kalimat aktif – kalimat pasif 28. Setiap pengunjung akan berdecak kagum bila melihat keindahan Gunung Rinjani. c. c. d.

suasana puisi pengulangan kata bagian sampiran rima kata bermakna luas Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 249 . Baju. b. “Awas! Ular!” teman-temannya berlarian menghindar sambil berkata. tangan bahkan wajah mereka terlihat kotor. Mayat wanita yang ditemukan itu sebelumnya mondar-mandir di daerah tersebut. Tiba-tiba seorang anak bertelanjang dada berteriak. e. kaki. pertama kedua ketiga keempat pertama dan keempat 32. Semoga Bapak dapat memakluminya. Sembilan bocah berkerumun di atas petak tanah yang berlumpur. c. d. d. b. d. narasi deskripsi eksposisi argumentasi persuasi 33. b. b. Sementara di langit matahari memancarkan cahayanya yang garang. Waktu dan tempat kami persilakan. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. e. c. kecuali a. ”Mana? Mana?” Pola pengembangan paragraf tersebut adalah a. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan. c. d. 34. c.Gagasan utama paragraf tersebut terungkap pada kalimat a. kecuali a. e. Kalimat berikut ini salah nalar (tidak logis). e. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi adalah berikut ini.

Kalimat di atas merupakan penggalan paragraf dengan pola a. b. e. dan dinamis. c. Penulisan judul karangan yang tepat sesuai dengan EYD adalah a. kreatif. Setelah makan. b. b. e. Kalimat tanya konfirmasi ialah a. 250 Apakah gerangan yang Tuan cari? Mau pergi ke mana. ia kemudian belajar. Meskipun hari hujan. 36. b. 38. deskripsi eksposisi argumentasi persuasi narasi 39. ia tetap berangkat ke sekolah. c. inovatif. d. d. e. Nek? Bolehkah saya meminjam mobilmu? Apa benar Anda yang merancang bangunan ini? Bagaimana rasanya tinggal di luar negeri? Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Rumahnya berada di sekitar sini. Rambutnya sangat bagus. c. e. Tampil Menawan Di setiap Kesempatan Tampil Menawan di Setiap Kesempatan Tampil menawan Di Setiap Kesempatan Tampil Menawan disetiap Kesempatan Tampil menawan di setiap kesempatan. b. c. Generasi muda adalah generasi yang tangguh. Di bawah ini. d. mandiri. Kalimat yang menggunakan preposisi ialah a. sangat agar bukan belum Paling 37. c.35. Pagi harinya sang kancil menemui buaya. d. e. ulet. kata yang bukan kelas kata adverbia ialah a. d.

Bapak menyuruh Mustafa mengerjakan pekerjaan rumahnya.40. e. 3. c. Hafiz mengatakan bahwa ia diterima di perguruan tinggi terkenal. 5. 6. 7. Buatlah dua buah kalimat dengan menggunakan adverbia (kata keterangan)! Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 251 . Perubahan puisi ke prosa harus memerhatikan a. 9. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. tema puisi persajakan simbol dan majas yang dipakai tipografi pilihan kata atau susunan kalimatnya II. b. b. Buatlah contoh kalimat yang komunikatif tapi tidak cermat! Buatlah contoh kalimat yang tidak komunikatif tetapi cermat! Apa bedanya membaca puisi dengan deklamasi? Apa saja hal-hal yang termasuk aksen atau intonasi? Sebutkan ciri-ciri kata sifat! Buatlah 2 buah contoh kalimat tanya retoris! Buatlah 2 buah contoh kalimat tanya konfirmasi! Jelaskan pengertian parafrasa! Ubahlah kalimat tidak langsung di bawah ini menjadi kalimat langsung: a. 8. 4. 10. 2. d.

Kamus Sinonim-Antonim Bahasa Indonesia. Gema. 06/Th. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Josep. Jakarta: Pustaka Jaya Media Jaya. No. 18 Mei 2007 Pardosi. 2006. 252 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . Ismail. 2003. 2 Desember 2007 Kompas. 2005 Intisari. Hasan dkk. 2001. 2005. Marahimin. Jakarta: Gramedia. 12 Desember 2007 Kridalaksana. Agustus. 29 Juni 2007 Kompas. Bandung: Yrama Wijaya Edutainment FLO. Mico. Lahmudin. Juli 2007 Kompas.DAFTAR PUSTAKA Arifin.528. Jakarta: Akademika Pressindo. 2003. XII/2007 Hayon. Intisari. Berita Kota. Belajar Sendiri Internet. Hikayah. 14 April 2007 Finoza. 2006. Tahun XXXI-Edisi 05-2007 Media Kominfo Mandikdasmen. September 2006 Meita. Jakarta: Gagasmedia Nonstop. 6 Januari 2008. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. edisi. Jakarta: Diksi Insan Mulis. Oktobver. Amran Tasai. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Alwi. Membaca dan Menulis Wacana. Harimukti. 2007. Bangku Kosong. No. E. Chaer. Abdul. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Storia Grafika. Cermat Berbahasa Indonesia. zaenal dan S. Nugroho. November. 2007. 2003 Intisari. Surabaya: Indah. Ruwi. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 2003 Intisari. 2004. 30 Mei 2007 Kompas. 2002. Dewanto. Edisi Eksklusif. Menulis Secara Populer. Jakarta: Balai Pustaka.

Tempo. Jakarta: Limas. Tim Pengurus Primagama. Klaten: Saka Mitra Kompetensi. Tim Bahasa. 16 Desember 2007 Rosidi. Jakarta: Gramedia. Bahasa Indonesia untuk SMK Tataran Madia Jilid. 2007. 10 Mei 2007. Tim Penyusun. 7 Juli 2007 Republika. Modul Bahasa Indonesia. Tim Redaksi. Satu Bahasa Bahasa Indonesia. -----------. 2006. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Modul Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Andi. 24 April 2007 Tim MGMP Bahasa Indonesia SMK DKI Jakarta. Jakarta : Yudhistira. --------------2006. 28 Oktober 2007 Republika. 2005. 2003. Strategi Sukses UAN SMA/MAN Bahasa Indonesia. 2004. Yogyakarta.). Jakarta: Dinas Dikmenti SubDinas Pendidikan SMK. Pengkajian Puisi. Provinsi DKI Jakarta. 4 Desember 2007 Pradopo. Jakarta: Yudhistira. 2005. Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas. EYD Plus. Rachmat Joko.: LP2IP Gajah Mada. Imron. Edwina dan Maloedyn Sitanggang. 2004. 26 Februari – 11 Maret 2007. Republika. Kelas 2 dan 3 SMK. Jakarta: Media Pustaka. Soedarso. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Gajah Mada. Rahmayanti. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Redaksi Lima Adi Sekawan. Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif.Peluang Usaha. 2006. Priyantono. 2007. 2005. Kiat Sukses Ujian Nasional 2007 SMK. Warta Kota. Agus dan Rustamaji. Yogyakarta: Andi. 2006. Tim Bahasa dan Sastra Indonesia. Tim LP2IP.(ed. Jakarta : Balai Pustaka. 2003. 2006. 2005. Ayo Senang Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: AgroMedia Pustaka. Pos Kota. II A dan II B. Taklukkan Penyakit dengan Klorofil Alfalfa. Bahasa Indonesia untuk SMK Tataran Semenjana Jilid IA dan I B. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 253 . Buku Praktis Bahasa Indonesia 1 dan 2 . Yogyakarta: LP2IP.

yang yang disusun tentang berbagai hal dalam bidangdan dan ilmu menurut abjadabjad menurut lingkungan ilmu ilmu menurut atau atau menurut lingkungan perasaan terikat atau terpusat pada pada sesuatu secara berlebihan perasaan terikat atau terpusat sesuatu secara berlebihan perasaan terikat atau terpusat pada pada sesuatu secara berlebihan perasaan terikat atau terpusat sesuatu secara berlebihan 1. 1. prosedur untuk menentukan fonem suatusuatu bahasa 3. 2. menurut tata bahasa sesuai dengan tata bahasa. berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang yang berlainan tetapitetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber berlainan ejaannya. tersurat kabur atau salah salah mengenai berita. 3. 1. tetapitetapi berbeda dan maknanya kata sama ejaannya dengan kata kata lain. terus terang. menurut tata bahasa sesuai dengan tata bahasa. tidak berbelit belit belit (sehingga dapat menangkap maksudnya dengan mudah dan belit (sehingga orangorang dapat yang menangkap terus terang. kata.tegas.sebagainya).GLOSARIUM GLOSARIUM GLOSARIUM GLOSARIUM GLOSARIUM akronim akronim akronim akronim alofon alofon alofon alofon kependekan yang yang berupa gabungan huruf suku sukuatau atau kependekan berupa gabungan huruf atau atau kata kata bagian lain yang ditulis berupa gabungan huruf sukukata wajar atau bagian yang berupa gabungan huruf atau atau kata kata kependekan lain yang ditulisdilafalkan sebagai kata yang yang wajar kependekan yang dan dan dilafalkan sebagai sukuatau bagian lain yang yang ditulisdilafalkan sebagai kata yang yang wajar bagian lain ditulis dan dan dilafalkan sebagai kata wajar varian fonem berdasarkan posisiposisi di dalam misalmisal fonem pertama pada varian fonem berdasarkan di dalam kata. kata sama lafal lafal dan dari sumber yang yang berlainan dari sumber berlainan mutlak tanpatanpa ragu ragu mutlak ragu mutlak tanpatanpa ragu ragu mutlak ragu ekspresi ekspresi ekspresi ekspresi ensiklopedia ensiklopedia ensiklopedia ensiklopedia fiksasi fiksasi fiksasi fiksasi fonemik fonemik fonemik fonemik 254 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X . dan pidato. terus terang. 2. tersurat mengenai keadaan yang yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau mengenai keadaan sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi pandangan pribadi mengenai keadaan yang yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau mengenai keadaan sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi pandangan pribadi buku buku (atau serangkaian buku) yang menghimpun keterangan uraian (atau serangkaian buku) yang menghimpun keterangan atau atau uraian tentang berbagai serangkaian buku)seni dan ilmu pengetahuan.tegas. rumah lafal lafal dan maknanya kata sama ejaannya dengan teras / bagian berbeda (seperti teras teraskayu kayuteras /téras /téras / bagian rumah (seperti inti inti dan dan teras / bagian rumah kata yang yang sama dan ejaannya. tegas. keputusan. maksudnya tidak berbelit dan mempunyai gambaran kabur atau salah mengenai berita. berbeda lafal lafal dan maknanya (seperti teras teraskayu kayuteras kata lain. ilmu bahasa (linguistik) tentang sistem fonem. menurut tata bahasa sesuai dengan tata bahasa. menurut tata bahasa kata yang yang sama ejaannya denganlain. tidak berbelit belit (sehingga dapat yang gamblang. tegas. pidato. sistem fonem suatusuatu bahasa. terus terang. fonem pertama pada varian fonem secara fonetisposisiposisi di dalam masing masing adalah alofon varian berdasarkan berbeda dalam masing masing fonem pertama dari dan kata secara fonetis berbeda tetapitetapi masing masing adalah alofon dari dan /k/ kita fonem /k/kata secara fonetis berbeda masing masing adalah alofon kita fonem artikulasi artikulasi artikulasi artikulasi dari fonem /k/ /k/ dari fonem perubahan rongga dan ruang dalam saluran suarasuara untuk menghasilkan perubahan rongga dan ruang dalam saluran untuk menghasilkan bunyi bahasa bunyi bahasa perubahan rongga dan ruang dalam saluran suarasuara untuk menghasilkan perubahan rongga dan ruang dalam saluran untuk menghasilkan bunyi bahasa bunyi bahasa biografi biografi biografi biografi bilabial bilabial bilabial bilabial diftong diftong diftong diftong eksplisit eksplisit eksplisit eksplisit riwayat hidup (seseorang) yang yang ditulisorangorang lain riwayat hidup (seseorang) ditulis oleh oleh lain riwayat hidup (seseorang) yang yang ditulisorangorang lain riwayat hidup (seseorang) ditulis oleh oleh lain dihasilkan dengan kedua bibir bibir dihasilkan dengan kedua dihasilkan dengan kedua bibir bibir dihasilkan dengan kedua bunyi vokalvokal rangkap yang tergolong dalamsuku suku kata bunyi rangkap yang tergolong dalam satu satu kata bunyi vokalvokal rangkap yang tergolong dalamsuku suku kata bunyi rangkap yang tergolong dalam satu satu kata gamblang. sistem fonem bahasa. ilmu bahasa (linguistik) tentang sistem fonem. tersurat menangkapatau salah mengenai mudahkeputusan.mempunyai gambaran yang yang menangkap maksudnya dengan mudahtidak pidato. pidato. prosedur untuk menentukan fonem bahasa 1. prosedur untuk menentukan fonem suatusuatu bahasasistem fonem bahasa. dan dan sebagainya). yang yang disusun buku tentang berbagai hal dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan. tetapitetapi berbeda maknanya karena berasal kata sama lafal lafal dan ejaannya. tersurat kabur atau mengenai berita. disusun buku (atau hal dalam bidang yang menghimpun keterangan uraian (atau serangkaian buku) yang menghimpun keterangan atau atau uraian menurut abjadabjad atau menurut lingkungan ilmu pengetahuan. kata. dengan mudahtidak tidak mempunyai gambaran gamblang. ilmu bahasa (linguistik) tentang sistem fonem. tetapitetapi berbeda dan maknanya (seperti inti inti dan dan /téras /téras / bagian rumah kata yang yang sama ejaannya dengan kata lain. disusun menurut atau dalam bidang seni ilmu tentang berbagai halmenurut lingkunganseniilmu pengetahuan. berbeda maknanya karena berasal kata yang yang sama dan ejaannya. 3. 2. 2. ilmu bahasa (linguistik) tentang sistem fonem. sistem fonem suatusuatu bahasa. dan tidak mempunyai gambaran kabur maksudnya dengan berita.sebagainya). fonem pertama pada kita dan katafonem secara fonetis berbeda tetapi misalmisaladalah alofon pada kita dan kata berdasarkan di tetapi kata. keputusan. tidak berbelit (sehingga orangorang dapat gamblang. keputusan. dan dan sebagainya). 3. prosedur untuk menentukan fonem bahasa gramatikal gramatikal gramatikal gramatikal homograf homograf homograf homograf homonim homonim homonim homonim implisit implisit implisit implisit sesuai dengan tata bahasa.

ditabulasi. sikap. pendirian rumah (bangunan) tambahan di samping rumah induk bersifat terbuka (serba membolehkan. antarklausa.jargon jeda kosakata khusus yang digunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu hentian sebentar dalam ujaran (sering terjadi di depan unsur kalimat yang mempunyai isi informasi yang tinggi atau kemungkinan yang rendah) kata atau ungkapan penghubung antarkata. digolong golongkan sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala proses atau hasil penggantian unsur bahasa oleh unsur lain di satuan yang lebih besar untuk memperoleh unsur pembeda konjungsi korporasi kognitif laras bahasa labiodental nirkabel objek opini paviliun permisif polisemi propaganda rasialisme regresi repetisi statistik substitusi Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 255 . pikiran. antarfrasa. urutan berbalik ke belakang gaya bahasa yang menggunakan kata kunci yang terdapat di awal kalimat untuk mencapai efek tertentu dalam penyampaian makna ulangan data yang berupa angka yang dikumpulkan. atau arah tindakan tertentu prasangka berdasarkan keturunan bangsa urutan mundur. dan antarkalimat perusahaan atau badan usaha yang sangat besar atau beberapa perusahaan yang dikelola dan dijadikan sebagai satu perusahaan besar berhubungan dengan atau melibatkan kognisi kesesuaian di antara bahasa dan pemakaiannya berkaitan dengan bunyi ujar yang terjadi karena penyempitan jarak bibir bawah dan gigi atas tanpa menggunakan kabel nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa pendapat. suka mengizinkan) bentuk bahasa (kata dan frasa) yang mempunyai makna lebih dari satu penerangan (paham dan pendapat) yang benar atau salah yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut aliran.

seni percetakan bunyi yang terjadi karena penyempitan antara uvula dan belakang lidah bersifat variatif 256 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .survey i tipografi uvular variatif teknik riset dengan memberi batas yang jelas atas data ilmu cetak.

INDEKS INDEKS INDEKS A A adjektiva adjektiva adverbia adverbia alpico alpico ancol ancol apikal apikal argumentasi argumentasi artikel artikel artikulasi artikulasi autobiografi autobiografi B B Bali Bali bilabial bilabial biofel biofel biografi g g biografi borderborder bronkitis bronkitis buleleng buleleng C C catatan kaki kaki catatan corak corak D D demonstrasi demonstrasi deskripsi deskripsi dialog dialog diftongdiftong diftongdiftong E E efektif efektif efektif efektif eksposisi eksposisi elektronik elektronik energi energi F F faktualfaktual fiksasi fiksasi fonem fonem fonemik fonemik fonologi fonologi fonologi fonologi fosil fosil frasa frasa 164 165 94 20 94 207 70 5 72 156 94 136 72 160 2 156 73 43 112 206 160 7 93 137 146 206 22 160 23 45 5 5 5 93 136 4 41 164 165 94 20 94 207 70 5 72 156 94 136 72 160 2 156 73 43 112 206 160 7 93 137 146 206 22 160 23 45 5 5 5 93 136 4 41 G G gaya gaya gelombang gelombang gemuruh gemuruh global global googlegoogle gradasi gradasi grafik grafik gramatikal gramatikal H H horizontal horizontal I I ICT ICT indentifikasi indentifikasi informal informal internet internet intonasi intonasi K K kamuskamus kata tanya tanya kata kata tanya tersamar kata tanya tersamar kerangka karangan kerangka karangan kewirausahaan kewirausahaan klarifikasi klarifikasi klausaklausa klausaklausa kompleks kompleks komunikatif komunikatif konfirmasi konfirmasi konotasi konotasi konsep konsep konsonan konsonan kontekstual kontekstual kopi lamno lamno kopi L L lafal lafal laringal laringal leksikal leksikal lektronik lektronik 28 38 199 71 161 78 27 44 90 68 26 111 161 53 215 213 203 235 212 4 46 143 137 212 161 23 5 113 67 8 94 113 22 114 28 38 199 71 161 78 27 44 90 68 26 111 161 53 215 213 203 235 212 4 46 143 137 212 161 23 5 113 67 8 94 113 22 114 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X 257 .

M M majas majas meja gosip gosip meja metaforis metaforis morfologi morfologi museum museum musik musik N N nabati nabati nomina nomina note card card note numeralia numeralia O O objektif objektif opini opini opini opini p p opini opini P P parafrasa parafrasa partikel partikel paviliun paviliun pemerian pemerian perokok pasif pasif perokok persuasi persuasi pizza pizza pola pendidikan pola pendidikan polusi polusi posistif posistif pribahasa pribahasa promosi promosi ptonomina ptonomina R R radang radang regresiregresi rekor rekor relatif relatif retoris retoris rima rima rumput gajah gajah rumput 66 113 162 160 111 136 166 74 166 22 22 24 76 229 168 110 24 4 207 2 224 20 48 114 38 166 2 41 108 25 212 160 228 215 66 113 162 160 111 136 166 74 166 22 22 24 76 229 168 110 24 4 207 2 224 20 48 114 38 166 2 41 108 25 212 160 228 215 S S sampah organik sampah organik scanning scanning semi formal formal semi skimming skimming struktural struktural subak subak subvokalisasi subvokalisasi sumber informasi sumber informasi survei survei T T tabel tabel tekanan tekanan teknologi teknologi telepon telepon tempo tempo tidak cermatcermat tidak tipografi tipografi topik topik topik topik transportasi transportasi TV edukasi TV edukasi V V uvular uvular velar velar vokal vokal voucher voucher W W wacana wacana wisman wisman 44 26 43 113 156 40 21 73 78 8 26 110 160 140 160 110 208 47 91 94 94 5 145 222 112 112 44 26 43 113 156 40 21 73 78 8 26 110 160 140 160 110 208 47 91 94 94 5 145 222 112 112 258 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful