1. Anamnesis Anamnesis yang benar dan tepat merupakan kunci keberhasilan untuk mendiagnosis suatu penyakit.

Melakukan anamnesis dalam kardiovaskuler seperti:        2. Pemeriksaan a) Fisik  Nyeri dada seperti tertusuk,menjalar ke leher dan lengan kiri  Nyeri berlangsung singkat  Tekanan darah meningkat  Keringat dingin  Mual,muntah b) Penunjang Laboratorium antara lain:  Lipoprotein puasa , untuk mengetahui kadar kolesterol.  Test gula puasa, mengetahui kadar gula darah.  C-reactive protein (CRP) test. Test darah ini mengukur protein dalam darah yang menunjukan adanya proses inflamasi sebagai respon tubuh terhadap cedera. Tingginya kadar CRP bisa merupakan factor resiko penyakit arteri koroner..  Test untuk mengecek kadar Hb darah. Hb merupakan bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen keseluruh bagian tubuh Dispnu(hiperventilasi) Nyeri dada Mual,muntah Sosial ekonomi Riwayat pekerjaan Riwayat penggunaan obat-obatan Riwayat keluarga

1

Pemeriksaan khusus angina yaitu: Pemeriksaan darah rutin, kadar glukosa, lipid dan EKG waktu istirahat perlu dilakukan. Hasilnya mungkin saja normal walaupun ada penyakit jantung koroner yang berat. EKG bisa didapatkan gambaran iskemik dengan infark miokard lama atau depresi ST dan T yang terbalik pada penyakit yang lanjut. Test exercise selanjutnya perlu dipertimbangkan dengan indikasi sebagai berikut: - Untuk menyokong diagnosa angina yang dirangsang akibat nyeri dengan perubahan iskemik pada EKG - Untuk menilai penderita dengan resiko tinggi serta prognosa penyakit - Untuk menilai kapasitas fungsional dan menentukan kemampuan exercise - Untuk evaluasi nyeri dada yang atipik Jenis test exercise bermacam-macam antara lain: a.test treadmill b. protokol Bruce c.test Master Test exercise tidak perlu dilakukan untuk diagnostik pada wanita dengan nyeri dada non anginal karena kemungkinan penyakit jantung koroner sangat rendah, sedangkan pada laki-laki dengan angina tipikal perlu dilakukan untuk menentukan penderita dengan resiko tinggi dimana sebaliknya perlu dibuat arteriografi koroner. Penderita dengan angina atau perubahan iskemik dalam EKG pada tingkat exercise yang rendah biasanya penderita yang mencapai beban maksimum yang rendah biasanya menderita kelainan pembuluh darah yang multipel dan bermanfaat bila dilakukan bedah koroner. Bila tekanan darah turun waktu exercise perlu dicurigai adanya obstruksi pada pembuluh darah utama kiri yang juga merupakan indikasi untuk pembedahan. 2

Q 3 .EKG Normal EKG Angina Kriteria angina(UAP) yaitu:   Depresi segment ST Tidak ada gel.

a) Thallium scintigrafi menggambarkan perfusi miokard saat istirahat maupun exercise ataupun gangguan fungsi ventrikel kiri yang timbul akibt exercise. b) Pemeriksaan menentukan arteriografi koroner sangat akurat untuk luas dan beratnya penyakit jantung koroner.Angina baru yang timbul terutama bila tidak dapat diatasi dengan obat-obatan . biasanya pada a. T Penderita dengan angina atipikal terutama wanita sering memberi hasil false positif yang tinggi. koronaria kiri dan kanan. femoralis atau pad a. Inversi gel. Tidak semua penderita angina harus dilakukan test exercise dan angiografi koroner. Angiografi koroner dilakukan dengan keteterisasi arterial di bawah anastesi lokal. rakialis.Angina yang menyebabkan terbatasnya aktifitas walaupun dengan pemakaian obat-obatan. kemudian dimasukkan kontras media.Angina progresif dan tak stabil . Bila hasil exercise test meragukan perlu dilakukan pemeriksaan radionuklir karena jarang sekali didapatkan hasil false positif. Sedangkan hasil test yang negatif pada angina atipikal dan non-angina besar kemungkinannya tidak ada kelainan koroner.Angina atipikal pada laki-laki dan wanita di atas 40 tahun.Angina dengan gagal jantung . Lesi yang sering tampak pada angiogram koroner adalah stenosis atau oklusi oleh ateroma yang bervariasi derajat luas dan beratnya. Kateter dimasukan di bawah kontrol radiologis ke ventrikel kiri dan a. 4 .Angina dengan kapasitas exercise yang buruk dibandingan dengan penderita pada umur dan jenis kelamin yang sama. . . Indikasi penderita angina yang harus dikirim ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut adalah sebagai berikut: .

dan otak. Peningkatan CPK-MB : pada AMI. trauma hebat. hipokalemia. injeksi I. paska operasi. yaitu . cedera otak 5 . Peningkatan CPK-BB : terdapat pada cedera cerebrovaskuler.Isoenzim BB . Terdapat 3 jenis isoenzim kreatinase dan diberu label M (muskulus) dan B (Brain). kanker otak.Isoenzim MM : banyak terdapat pada otot skeletal bersama MM 90% 60% Peningkatan kadar enzim dalam serum menjadi indicator terpercaya adanya kerusakan jaringan pada jantung. terdapat pada penderita distrofi otot. miokardium. miokarditis. penyakit otot rangka.M. Peningkatan iso enzim CPK-MM.Isoenzim MB Otot Otot bergaris jantung : banyak terdapat di otak : banyak berisi berisi terdapat MM MM pada dan dan miokardium 10% 40% MB MB : . latihan berlebihan.Nyeri dada non-anginal yang menetapkan dan tidak dapat didiagnosa pada penderita usia tua terutama bila ada risiko yang multipel. hipokalemia dan hipotiroidisme. cedera cerebrovaskuler. Nilai rujukan yaitu : Normal : <10 U/L Peningkatan aktivitas produksi enzim : 10-13 U/L > 5% total CK Klinis: Peningkatan kadar CPK dapat terjadi pada penderita AMI. Pemeriksaan enzim jantung:  CKMB (Creatinkinase label M dan B) Jenis enzim yang terdapat banyak pada jaringan terutama otot. angina pectoris.Angina post-infark . operasi jantung. pendarahan sub arachnoid. iskemik jantung.. dan defibrilasi jantung.

16 Ug/L oksaloasetik transaminase) Adalah enzim transaminase sering juga disebut juga AST (aspartat amino transferase) katalisator-katalisator perubahan asam amino menjadi asam alfa ketoglutarat.  Troponin Merupakan kompleks protein otot globuler dari pita I yang menghambat kontraksi dengan memblokade interaksi aktin dan myosin. Nilai normal < 0. akan mengubah posisi molekul tropomiosin sehingga terjadi interaksi aktin-miosin. aspirin dosis tinggi. Enzim ini berada pada serum dan jaringan terutama hati dan jantung. Apabila bersenyawa dengan Ca++ . Pada penderita infark jantung. Protein regulator ini terletak didalam apparatus kontraktil miosit dan mengandung 3 sub unit dengan tanda C. embolisme pulmonal dan kejang. dan akan kembali normal pada hari ke-3 sampai hari ke-5. furosemid. SGOT akan meningkat setelah 12 jam dan mencapai puncak setelah 24-36 jam kemudian.akut. karbenicillin dan klofibrat.syndrome reye. Pelepasan enzim yang tinggi kedalam serum menunjukan adanya kerusakan terutama pada jaringan jantung dan hati. Nilai normal : Laki-laki s/d 37 U/L Wanita s/d 31 U/L  SGPT (serum glutamik pyruvik transaminase): Merupakan enzim transaminase yang dalam keadaan normal berada dalam jaringan tubuh terutama hati. ampicillin. 6 . I. Peningkatan troponin menjadi pertanda positif adanya cedera sel  SGOT miokardium (Serum dan glutamik potensi terjadinya angina. T. Sering disebut juga ALT (alanin aminotransferase). Obat-obat yang meningkatkan nilai CPK : deksametason.

Peningkatan dalam serum darah mengindikasikan adanya trauma atau kerusakan pada hati. Nilai normal : Laki-laki s/d 42 U/L Wanita s/d 32 U/L a. Nilai normal Pria Wanita Anak laki-laki Anak wanita Bayi bar u lahir : 65580 IU/L 3. konsentrasi rendah pada jaringan otak. berupa senyawa nitrogen yang terfosforisasi dan menjadi katalisastor dalam transfer posfat ke ADP (energy). dan infark miokard. obstruksi empedu ekstra hepatic. sindrom reye. Diagnosa kerja : : 5-35 Ug/ml atau 30-180 IU/L : 5-25 Ug/ml atau 25-150 IU/L : 0-70 IU/L : 0-50 IU/L 7 . c. sirosis Laennec. b. Penigkatan 3-10x normal : infeksi mononuklear. Kadarnya meningkat dalam serum 6 jam setelah infark dan mencapai puncak dalam 16-24 jam. hepatitis toksis.  CK/CPK (Creatin Posfo Kinase) Enzim berkonsentrasi tinggi dalam jantung dan otot rangka. kembali normal setelah 72 jam. perlemakan hati. Peningkatan SGOT/SGPT : > 20X normal : hepatitis virus. hepatitis kronik aktif. Peningkatan CPK merupakan indicator penting adanya kerusakan miokardium. dan sirosis biliar. Peningkatan 1-3X nilai normal : pancreatitis.

Klasifikasi angina:  Angina stabil(stable) 1) Terjadi ketika jantung harus bekerja lebih keras. Aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan O2. biasanya selama aktivitas fisik. 5) Terasa seperti kembung atau indigestion 6) Bisa dirasakan seperti nyeri dada yang menyebar ke lengan. setiap episode nyeri memiliki kemiripan. atau cenderung sama 3) Biasanya berlangsung singkat (5 menit atau kurang) 4) Menurun atau hilang dengan istirahat atau obat angina. maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri. yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen. J ika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen. punggung atau tempat lain.Angina ( angina pektoris ) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan. Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung(kecepatan dan kekuatan denyut jantung). Nyeri dan ketidaknyamanan memiliki karakteristik: 8 . 2) Bisa diperkirakan datangnya.

9 Karakteristik nyeri dan ketidaknyamanan meliputi: hari atau pagi buta.Gambar 1. menit) disbanding angina stable. . ketika tidur di Tidak bisa diperkirakan datangnya. Merupakan tanda bahwa serangan jantung Sering terjadi saat istirahat.  Angina varian(prinzmetal) 1) 2) Biasanya terjadi saat istirahat dan selama malam Cenderung untuk menjadi parah. Gejala lebih parah dan lebih lama (sekitar 30 Biasanya tidak hilang dengan istirahat atau obat Karakteristik nyeri dan ketidaknyamanan meliputi: malam hari. Nyeri Dada  Angina tidak stabil(unstable) 1) 2) 3) 4) angina. 5) 6) Gejala dapat semakin memburuk. (AMI) akan segera terjadi. atau dengan aktivitas ringan.

Nyeri hebat pada dada kiri menyebar ke bahu kiri. Nyeri dada pada angina pektoris biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas. perasaan lelah. kadang-kadang nyeri dada disertai keringat dingin. mungkin pasien mendapat serangan infark miokard akut dan bukan angina pektoris biasa. Tanda dan Gejala yang timbul pada AMI 1. 1997). atau sedang berjalan mendaki atau naik tangga.Aterosklerotik adalah suatu penyakit pada ateri-arteri besar dan sedang dimana lesi lemak yang disebut Plak ateromatosa timbul pada permukaan dalam dinding arteri sehingga mepersempit bahkan menyumbat suplai aliran darah ke arteri bagian distal (Hudak & Gallo . Lamanya serangan Lamanya nyeri dada biasanya berlangsung 1-5 menit. Bila nyeri dada berlangsung lebih dari 20 menit. kadang-kadang perasaan tidak enak di dada masih terasa setelah nyeri hilang. Serangan angina dapat timbul pada waktu istirahat atau pada waktu tidur malam. 4. Pada angina pektoris dapat timbul keluhan lain seperti sesak napas. Sumbatan terjadi karena adanya aterosklerotik pada dinding arteri koroner sehingga menyubat aliran darah ke jaringan otot jantung. tergesa-gesa. Pada kasus yang berat aktivitas ringan seperti mandi atau menggosok gigi. Diagnosa banding a) Infark miokard akut Akut Miokard Infark adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh karena sumbatan pada arteri koroner (Hudak & Galo . emosi. Nyeri dada tersebut segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. leher kiri dan lengan atas kiri 2. sudah dapat menimbulkan nyeri dada. Takhikardi 10 . 1997).3) Hubungan dengan aktivitas Berkurang dengan obat angina. makan terlalu kenyang. misalnya sedang berjalan cepat.

dan penurunan berat badan merupakan keluhan umum. gaya hidup monoton Pemeriksaan penunjang :  Pada EKG terdapat elevasi segmen ST diikuti dengan perubahan sampai inversi gelombang T.3. Pada pemeriksaan EKG Faktor Resiko Terjadinya AMI (menurut Framingharm’s) 1.  Peningkatan kadar enzim atau isoenzim merupakan indikator spesifik infark miokard akut yaitu kreatinin fosfoskinase (CPK/CK). malaise. SGOT. Q minimal di 2 sadapan. dan isoenzim CK-MB. kegemukan >120% dari berat badan ideal 4.  Yang paling awal meningkat adalah CPK tetapi paling cepat turun. Dispnea 6.kemudian muncul peningkatan gel. Demam dan nyeri dada umumnya terdapat pada pasien muda. alfa hidroksi butirat dehidrogenase. c) Emboli  Batuk (timbul secara mendadak. hipertensi >160/90 mmHg 5. bisa disertai dengan dahak berdarah) 11 . merokok sigaret > 20 batang/hari 3. Keringat banyak sekali 4. b) Pleuritis  Keringat malam  Sensasi mengigil  Dyspneu. LDH. Kadang mual bahkan muntah 5. Hiperkolesterolemia > 275 mg/dl 2.

baik ketika istirahat maupun ketika sedang melakukan aktivitas  Nyeri dada (dirasakan dibawah tulang dada atau pada salah satu sisi dada. d) Penyakit tulang belakang cervikal  Nyeri di dada atas anterior. Adapun penyebab lain yaitu: a) Stenosis katup aorta (penyempitan katup aorta) b) Regurgitasi katup aorta (kebocoran katup aorta) c) Stenosis subaortik hipertrofik d) Spasme arterial (kontraksi sementara pada arteri yang terjadi secara tiba-tiba) e) Anemia yang berat f) 6. Sesak nafas yang timbul secara mendadak. Epidemiologi 12 . makan atau membungkuk  Pernafasan cepat  Denyut jantung cepat (takikardia). batuk. Etiologi Biasanya angina merupakan akibat dari penyakit arteri koroner . axila dan lengan  Keterbatasan gerak  Penurunan gerak  Kelemahan otot  Hilang/bertambahanya refleks extremitas atas e) Nyeri gastrointestinal  Dispepsia  Rasa nyeri hilang dengan antasid 5. sifatnya tajam atau menusuk)  Nyeri semakin memburuk jika penderita menarik nafas dalam.

geometri vertical kiri. angina apitikal dan nonangina berdasarkan umur dan jenis kelamin. Penyebab umum iskemia jantung adalah ateroskleresis pembuluh darah epikardia. yang menghasilkan akumulasi asam laktat dan menurunan pH intrasel serta menimbulkan nyeri angina yang khas. Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen ini diperbaiki dengan cara meningkatkan suplai(meningkatkan aliran koroner) atau menurunkan kebutuhan oksigen(menurunkan kerja jantung). kapasitas angkut oksigen oleh sel darah merah dan kelainan pembuluh darah koroner.44% pada laki –laki umur 45-54 tahun. Hipoksemia pada bagian jantung yang mengalami iskemia menyebabkan pergeseran metabolisme dari aerobic menjadi anaerobic. sedangkan pada perempuan separuhnya (Greig dkk. 1980). Perubahan hemodinamik ini terjadi misalnya dalam keadaan latihan fisik yang seringkali merupakan factor pencetus timbulnya serangan angina pada pasien aterosklerosis koroner. 7. sehingga suplai oksigen terutama ditentukan oleh aliran koroner. dan mekanik jantung.Penelitian dari Framingham di Amerika Serikat melaporkan setiap tahunnya 1% dari laki – laki 30-62 tahun tanpa gejala pada permulaan pemeriksaan akan timbul kemudian gejala penyakit jantung koroner yaitu dari jumlah tersebut 38 % dengan angina stabil dan 7 % dengan angina tak stabil (Dawber. Besarnya suplai oksigen ditentukan oleh frekuensi denyut jantung(lama diastol). kanal Ca++ dll). Diamond dan Forrester 1979 telah mengadakan penelitian untuk mengetahui prevelansi penyakit jantung koroner dengan nyeri dada jenis angina tipikal. Penelitian dari Irlandia mendapatkan insedens angina pertahun 0. 13 . elektrofisiologik. tegangan dinding vertical kiri (yang merupakan fungsi tekanan darah sistemik. Gangguan perfusi miokardium pada insufiensi koroner menimbulkan perubahan biokomoawi. Patogenesis Iskemi miokard adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan oksigen jantung. Dalam keadaan normal. Besarnya kebutuhan oksigen jantung ditentukan oleh frekuensi denyut jantung. dll) serta kontraktilitas miokard(yang dipengaruhi ) oleh aktivitas adrenoseptor. ekstraksi oksigen oleh otot jantung hampir maksimal (kurang lebih 75%). 1980).

8. dengan karakteristik sebagai berikut:  Sering digambarkan sebagai takanan. elevasi pada iskemia transmural). Bila iskemia berlangsung lama dan berat.   tenggorokan. yaitu nyeri substernal menjalar ke lengan kiri bagian medial. Gejala klasik angina pectoris ditandai oleh adanya referred pain daerah dermatom yang dipersarafi oleh segmen T1T4. pada dada. sehingga kerjanya lebih besar daripada daerah-daerah lain misalnya subepikard. Bagian intrasel menjadi lebih positif sehingga terjadi potensial aksi yang amplitudonya lebih kecil. leher. Aritmia maligna merupakan salah satu penyebab kematian mendadak pada pasien iskemia jantung. rasa terbakar. Iksemi juga menyebabkan perubahan elektrofisiologi jantung berupa inverse gelombang T dan perubahan segmen ST ( depresi segmen ST pada iskemia subendokard. berat Biasanya nyeri dimulai dibelakang tulang dada. 14 . Berkurangnya suplai oksigen pada iskemia jantung menimbulkan gejala angina pectoris atau tanpa gejala. Ketidakstabilan elektrofisiologik jantung dapat menyebabkan takikardi atau fibrilasi ventrikel. Hal ini disebabkan karena miosit subendokard meregang sewaktu diastole dan memendek sewaktu sistol lebih kuat. maka seluruh tebal miokard dapat terkena sehingga terjadi iskemia transmural. Daerah miokard yang paling rentan terhadap iskemia adalah subendokard ventrikel kiri.Berkurangnya produksi energi (ATP) menyebabkan penurunan kontraktilitas dan kemampuan mempertahankan homeostasis intrasel. atau punggung. Selain itu cadangan oksigen dalam daerah subendokard lebih kecil daripada daerah subepikard sehingga daerah subendokard lebih dulu mengalami iskemia daripada daerah subepikard. rahang. bahu. berkurangnya kecepatan depolarisasi dan konduksi. Dasar kelainan ini adalah terganggunya homeostasis ion intrasel. maka akan menjadi infark jantung. Dapat terjadi juga pada lengan. Manifestasi klinis Nyeri dan ketidaknyamanan merupakan gejala utama. Akan tetapi pada iskemia berat.

berkeringat. mempunyai mekanisme kerja sebagai antagonis pelepasan mediator dari angiotensin II pada sel otot polos.Aspirin. fatigue. atau kelemahan bisa juga terjadi. mencegah plak atherosclerotic ruptur dengan mengurangi inflamasi. sebagai antiplatelet untuk mengurangi agregasi platelet dan trombosis di arteri sehingga juga dapat mengurangi sumbatan di pembuluh darah. 5. nyeri kepala ringan. nafas pendek.Calcium antagonist/long-acting nitrat dikombinasikan dengan β-bloker 7.Calcium antagonist/long-acting nitrat sebagai pengganti β-bloker jika pengobatan utama dengan β-bloker mempunyai efek samping yang tidak dapat diterima. Gejala seperti mual. 2.β-bloker dengan prioritas MI. 15 . Penatalaksanaan Terapi farmakologis pada angina pectoris meliputi: 1. mengurangi hipertropi ventrikel kiri jantung.Inhibitor ACE untuk pasien dengan CAD (penyakit arteri koroner) dan diabetes atau disfungsi sistole left ventricle (LV). Terapi untuk menurunkan LDL dengan CAD dan LDL konsentrasi >130 mg/dl (catatan: diturunkan sampai kurang dari 100 mg/dl). dengan cara mengurangi kebutuhan oksigen jantung dan jika menginduksi pengobatan vasodilatasi utama (pelebaran dengan pembuluh) β-bloker arteri tidak koroner. memperbaiki aliran darah jantung dengan dilatasi (pelebaran) pembuluh. 6. mengurangi kebutuhan oksigen jantung. untuk pertolongan cepat untuk angina. dan memperbaiki fungsi endothelial. mampu menurunkan suara arteriolar dan venous. 4. memiliki mekanisme kerja mengurangi kebutuhan oksigen jantung selama penggunaan dan stress dengan cara mengurangi kecepatan dan kontraktilitas denyut jantung.Nitroglycerine sublingual. berhasil. Bisa dirasakan seperti indigestion Beberapa orang mengatakan bahwa perasaan tidak nyaman pada angina sangat sulit untuk dilukiskan dan bisa diceritakan dari mana datangnya. Clopidogrel. 9.Calcium antagonist/long-acting nitrat untuk mengurangi gejala jika kontraindikasi β-bloker. 3.

Nitrogliserin Merupakan obat yang paling utama. 16 . yaitu: a.Nitrat erakan nitrat dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi serangan angina. penghambat beta ini juga penting untuk melindungi jantung saat terkena serangan.Isosorbid dinitrat (sorbitrat) Diberikan dengan jumlah dosis 10. Selain itu. Nitrat efektif pada angina dengan cara menurunkan konsumsi oksigen miokardium lewat penurunan tekanan darah dan tekanan intrakardiak.beda. Nitrogliserin ini diserap dari mukosa pipi dan dapat meredakan angina dalam 2. Tetapi setelah pemakaian dalam beberapa minggu. tremor.4 menit. Nitrat ada 4 macam.Glyseril trinitrat GTN yang diletakkan di bawah lidah atau obat semprot dapat mengendurkan arteri pada jantung dan dapat mengurangi serangan Angina. memberikan efek pada hormon sehingga nadi akan berdenyut secara pelan dan tekanan darah menjadi rendah. dan sering menimbulkan efek samping (pusing. Hal itu akan dapat membuat jantung untuk mengurangi jumlah oksigen yang diperlukan dan memperbaiki supplai darah ke otot jantung. Efek samping dari penggunaan nitrat ini adalah sakit kepala. metabolic dan hepatic. dan itu sangat efektif. sakit kepala ini akan jarang terjadi.Nitrat transdermal Diserap melalui kulit dan dapat digunakan sebagai pasta yang dioleskan pada dinding dada. Dapat berupa tablet atau potongan obat. Merupakan obat yang sangat toksik. Obat ini lebih jarang menimbulkan nyeri kepala dibandingkan dengan nitrogliserin c. 10. Sehingga dapat mengurangi denyut jantung saat beraktivitas. 9.4 jam.Perheksilin maleat Dengan besar dosis 100 mg per oral tiap 12 jam.20 mg tiap 2.8. meski mempunyai efek yang berbeda. Pada pemakaian kronik dapat mengakibatkan efek samping berupa neurologik.Penghambat Beta. ataksia dan gangguan usus). lalu ditingkatkan hingga 200mg tiap 12 jam. Merupakan suatu sediaan nitrat kerja lama yang dapat membantu mencegah angina. b. d.

6. aritmia.Melakukan kontrol terhadap kadar serum lipid 10.Tujuan dari terapi angina : 1.Selain terapi-terapi tersebut.Mencegah terjadinya CHD (coronary heart disease) seperti MI. gagal jantung.Jika memiliki riwayat diabetes tetap melakukan pengobatan diabetes secara teratur. Terapi non-farmakologis meliputi : 1.Menjaga berat badan ideal. Terapi-terapi tersebut terutama untuk pasien dengan gejala angina yang tidak dapat lagi diatasi dengan terapi obat.Menurunkan heart rate 4.Mengatasi nyeri angina dengan menyeimbangkan suplai dan kebutuhan oksigen miokard. 3. disarankan untuk mengubah gaya hidup yang dapat dilakukan antara lain menghentikan konsumsi rokok.Mengatur pola makan.Revaskularisasi. 5. pasien dengan penyakit di tiga pembuluh darah dengan disfungsi ventrikel kiri jantung. Komplikasi   Infark miokard Hipertrofi akut 17 . yang dilakukan dengan prosedur yang disebut coronary artery bypass grafting (CABG) dan percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA). pasien dengan stenosis arteri koroner kiri lebih besar dari 50% dengan atau tanpa gejala.Melakukan olah raga ringan secara teratur.Mengurangi atau mencegah gejala angina (yang membatasi kemampuan beraktivitas dan menurunkan kualitas hidup) 2. dan meningkatkan kualitas hidup. dan pasien dengan post-infark miokard dengan lanjutan angina atau iskemik lebih parah.Kontraktilitas jantung 5. 4. 2. 7.Menghilangkan rasa nyeri dan sesak pada dada 3. pasien dengan angina tidak stabil. 6.

Kombinasi penanganan awal IIb/IIIa inhibitor.7%. heparin. dan kematian adalah 23%.12% dan Penanganan yang baik dapat meningkatkan perbaikan Mengurangi makanan yang memiliki kolesterol yang tinggi Memiliki berat badan ideal Olahraga teratur Batasi aktivitas Menjaga tekanan darah Medical check-up rutin KATA PENUTUP Angina bukan sebuah penyakit melainkan rasa nyeri atau terbakar pada dada yang biasanya disebab kan oleh penyempitan pembulu darah yang menyebabkan 18 .  aspirin. Prognosis  prognosis  1. Pencegahan       12.11. dan Persentasi angina. MI.

Obat yang umum digunakan yaitu antiangina yaitu senyawa nitrat. p.112-6. 2007. penghambat kanal kalsium dan asetosal. Keith D Dawkins. Ed IV. Lecture Notes Kardiologi.suplai oksigen kejantung berkurang. 19 . penghambat beta. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA H Huon Gray. Erlangga.

Current Consult Cardiology.1611-3. Jakarta. Mc Graw Hill.blogspot. p. America. Muin K Rachman. Jakarta.2006. p.Ed IV. 2007. Kurniadhi Didi. Komandoor Srivathson. 2009.H Michael Crawford.10-1. http://www.klikdokter. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Fakultas Kedokteran Ukrida. Angina Pektoris Stabil. Marshell Tandean.html 20 .com/penyakit/3/angina pektoris. p.com/illness/detail/226 http://medicastore. ECG in Clinical Practice.html http://persembahantosemua.com/2009/01/pemeriksaanlaboratorium.31.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful