PROFIL PENDERITA KANKER PARU RAWAT INAP DI RSSA TAHUN 2010

A. A. Gde Upeksha subtitle style Click to edit Master Yenny Transiska Pembimbing : dr. Nunuk Sri Muktiati Sp. P (K)

Pendahuluan
q q

q

q

q

Sebelum ditemukan rokok, jarang terjadi kanker paru Pada era otopsi tahun 1878, jumlah kanker paru hanya 1% dari seluruh penyakit keganasan yang ditemukan. Namun sejak awal tahun 1900-an kasus tumor paru naik menjadi 10–15% dari seluruh kanker organ yang ditemukan. Pada tahun 1912, dari seluruh literatur medis di dunia hanya terdapat 374 kasus kanker paru. Data otopsi dari tahun 1852-1952 kenaikan angka insiden tumor paru adalah 0,3% menjadi 5,66%.

22

q

q

q

q

Tumor paru merupakan jenis keganasan kedua yang sering ditemukan. Tumor paru sebagai penyebab kematian yang terbesar. Di seluruh dunia dilaporkan 1.35 juta kasus baru dan jumlah angka kematian 1,18 juta. Angka tertinggi kasus ini ada di Eropa dan Amerika Utara. Populasi yang terkena sering pada usia diatas 50 tahun dengan riwayat perokok. Beberapa kasus ditemukan pada usia yang lebih muda. Tahun 2010 : di RSSA Malang terdapat 61 pasien rawat inap yang didiagnosa sebagai kanker paru atau suspek kanker paru

33

44 .Tujuan Penelitian • Mengetahui gambaran penderita kanker paru dan suspek kanker paru yang rawat inap di RSSA tahun 2010.

Metode q Dilakukan penelitian observasional deskriptif berdasarkan data-data retrospektif dari data Rekam Medis Pasien Rawat Inap RSSA dan form “ PENCATATAN PENDERITA TUMOR PARU DI SMF PARU RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG “ dari tgl 1 Januari 2010 s.d 31 Desember 2010 Analisis Data dilakukan dgn Microsoft Excel 2007 q 55 .

Hasil Penelitian • Distribusi Berdasarkan Tempat Tinggal Jenis Kelamin 66 .

92 51-55 9 14.67 61-65 9 14.75 56-60 12 19.64 31-35 3 4.64 77 .75 >70 6 9.92 36-40 2 3.75 66-70 9 14.28 41-45 6 9.HASIL PENELITIAN Distribusi berdasarkan Usia Pasien (23 – 90 th) 12 10 8 6 4 2 0 Usia Jml % 26-30 1 1.84 46-50 3 4.

• Distribusi Berdasarkan Pekerjaan 88 .Hasil Penelitian Lanjutan …….

• Distribusi Berdasarkan Riwayat Merokok Index Brinkman 12 10 8 6 4 2 0 Riwayat Merokok Jumlah % Merokok 39 63.93% Tidak Merokok 14 22.95% Pasif 8 13.12 99 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 .Hasil Penelitian Lanjutan …….

Hasil Penelitian Lanjutan ……. q Keluhan Utama Saat MRS Keluhan Utama Jumlah % Sesak Nafas 28 48% Nyeri Dada 14 23% Batuk Darah 5 8% Batuk 10 17% Nyeri Nyeri Bahu Pungung 2 3% 1 2% Suara Serak 1 2% 1010 .

02% 0. 1. 5.50% 1.07% 2.Keluhan Penderita Kanker Paru No.62% 24. 3. 2. 9. 7.50% 0. 6. 4. 10 Jumlah Keluhan Batuk Sesak nafas Nyeri dada Badan lemah Batuk darah Benjolan Nyeri punggung Bahu Suara serak Penurunan berat badan Jumlah 49 49 28 4 8 1 2 1 1 54 199 1111 Persentasi 24.01% 4.00% 0.50% 27.62% 14. 8.13% 100% .

Gambaran Foto Toraks 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1212 .

6 1.6 100 1313 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gambaran CXR Massa tanpa kelainan lain Efusi Pleura tanpa terlihat kelainan lain Massa + efusi Pleura Massa + atelektasis Massa + efusi pleura + atelektasis Massa + nodul metastasis Efusi plura + nodul metastasis Massa + efusi pleura + atelektasis + nodul metastasis Efusi pleura + atelektasis Jumlah Jumlah 26 11 8 6 4 3 1 1 1 61 % 42.6 1.6 18.0 6.0 5.0 9.No.0 13.0 1.

33% 66.Pemeriksaan PA • Sputum Pemeriksaan Sitologi Sputum Jumlah % Ada Hasil 49 89% Tidak Ada Data 6 11% Jenis Sel (class V) Adenoepidermoid Epidermoid ca Jumlah 1 2 % 33.67% 1414 .

FOB Pemeriksaan PA dari Sdh Ada Hasil FOB PA Jumlah % 8 13.11% Class II 1 12.67 Class V 6 75.90% Class III 1 12.33% 50 % 16.67% 1515 .5% Class IV 0 0% 12 19.5% Blm Ada Hasil Tidak Dilakukan Tidak Ada PA Saat Psn FOB Data KRS 28 45.0% 11 18.03% Hasil Pemeriksaan Jumlah % Jml 8 100% Jenis Sel Adenocarcinoma Epidermoid Carcinoma Small cell Ca Jumlah 2 3 1 % 33.

22% 22.FNAB FNAB Transthoracal 8 13.22% 11.40% Pemeriksaan FNAB Jumlah % Jenis Sel Adenocarcinoma Epidermoid Carcinoma Adenoepidermoid Ca Squamous cell Ca Small cell Ca Jumlah 4 4 2 4 4 % 22.22% 22.49% 46 75.11% FNAB KGB Colli / Tidak Dilakukan Axila 10 16.11% 22.22% 1616 .

85 % 1717 .• Cairan Pleura Pemeriksaan Sitologi C.15% Tidak Ada Data 1 3. Pleura Jumlah % Ada Hasil 25 96.

67% 18.75% 03 Tidak ditemukan kelainan 04 Tidak dilakukan FOB 05 Tidak ada data 7 12 11 11.47% 19.Hasil FOB No Kesimpulan Hasil FOB Jumlah 16 % 26.03% 1818 .22% 01 Tampak massa intraluminer 02 Tampak penyempitan lumen bronkus karena pendesakan ekstraluminer 9 14.

80 51 10 46 90.0 ng/ml 33 63.25% 14.0 ng/ml 19 36.7.Hasil Pemeriksaan Tumor Marker CEA Jumlah % Jml Psn Diperiksa CEA Tidak Ada Data Normal < 5.Meningkat > 17 17.39 1919 .54 52 9 Meningkat > 5.46 85.2 83.61 16.75% NSE Jumlah % Jml Psn Diperiksa NSE Tidak Ada Data Normal 15.0 ng/ml ng/ml 5 9.

Dagnosa Histopatologis Diagnosa Histo-PA Sudah ditegakkan Saat Pasien KRS Belum ditegakkan Saat Pasien KRS Jumlah 36 25 % 59 % 41% 2020 .

33% 11.00% 11.11% 100 % 12 10 8 6 4 2 0 2121 .Diagnosa Histopatologis Adeno Carcinoma Epidermoid Carcinoma Squamous Cell Carcinoma Adenoepidermoid Ca Small Cell Carcinoma JUMLAH Jumlah 16 9 4 3 4 36 % 44.44% 25.11% 8.

45 III A 11 20% III B 14 25.27 II B 3 5.Stadium Kanker Paru Stadium Jml Pasien % I 0 0 II A 4 7.45 IV 23 41.63% 10 5 0 Small Cell Ca Jumlah Limited 0 Extensive 4 2222 .81% Tidak Ada Data 2 3.

50% 30-40 1 1.63% 10-20 3 4.Status Pasien Berdasarkan Skala Karnofsky Skala Karnofsky Jml Psn % 90-100 0 0% 70-80 36 59% 50-60 18 29.41% Jml 61 100% 2323 .91% 0-10 0 0% Tidak Ada Data 3 4.

Metastase Ada Metastase Ke Pleura Jumlah Pasien % 13 21% Pericard 1 2% Otak(klin Costa is) Hepar 3 5% 3 5% 3 5% Paru Orbita Kontralate (klinis) ral 1 2% 4 6% Data tAda Metastase Jml 33 54% 61 100% 2424 .

62% 0% 54.87 100% 2525 .Terapi No 01 02 03 04 05 Terapi Yang Diberikan Kemoterapi Radioterapi ec VCSS Operasi Best Supportif Care Belum ditentukan modalitas terapinya JUMLAH Jumlah 10 1 0 33 17 61 % 16.10% 27.39% 1.

33% 100% 2626 .67% 33. 2.33% 41.Cara KRS Meninggal Dipulangkan Pulang Paksa JUMLAH Jumlah 11 38 12 61 % 18 % 62 % 20 % 100% Cara KRS No. Menolak Tindakan Menolak Kemoterapi Tidak ada penunggu Tidak ada biaya Jumlah Jml 2 1 5 4 12 % 16. Alasan PP 1. 3.67% 8. 4.

2727 .DISKUSI q q q Distribusi berdasarkan usia. angka kejadian pada perempuan meningkat mengejar ca mamma. Laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Perokok memiliki angka kejadian yang lebih besar dibandingkan dengan bukan perokok maupun perokok pasif. terbanyak pada usia 5060 tahun. sesuai dengan epidemiologi kanker paru.

Penegakan diagnosis PA lebih memberikan hasil melalui FNAB dan sitologi cairan pleura. Sutomo gejala tersering adalah batuk.Pada penelitian di RS Dr. Foto toraks terbanyak adalah gambaran massa dan efusi pleura. Sitologi sputum tidak banyak memberikan informasi penegakan diagnosis PA.DISKUSI lanjutan • • • • Sesak nafas merupakan keluhan utama (48%) tersering. 2828 .dengan berbagai penyulitnya. dirertai dengan penurunan berat badan sebagai keluhan lain.

DISKUSI lanjutan q q q FOB merupakan cara penegakan diagnosis. Penderita datang pada stadium yang lanjut 2929 . Pada penelitian di UK yang terbanyak adalah squamous cell ca dan di AS yang terbanyak adalah adeno ca. penyulit : tindakan invasif  ditolak pasien Gambaran histopatologi terbanyak adalah adenocarsinoma.

DISKUSI lanjutan • Keterbatasan pada penenelitian ini adalah data yang kurang lengkap dari pengisian rekam medik maupun pencatatan status tumor. 3030 .

/.7.7.3 2.8 20.2.3 8944 .. -.8 207:5.3 80-.. W $944 85:9:29/. 202-07.3 503:7:3.3 /..W $08..2-.3.3.. ..: /.3488!0- 202-07././.3 .3 . 503:93.   9078073 /7079.3 01:8 50:7. 9078073 .9: W 494 947.3 / #$7  $:9424 0.. 0:. 3.1.3 50:7. .3 31472. -.3 0:.3 :9..  .8 907-.3 -07-.3 !. 50309.88. /. /03.9 -..8 5030./. /03.3488! W !030.3 -07.3 /.

 86:. /. 5..3 5.803 ../034 ./.. 89.3.3 /. !03/079.3 ..3 907-.3 907-.7./.3:9  .0. . . 50309. 5030./034.2-.24:8 ...3 / &.3488 503:9 93/.7.9./... . 207:5.78342.3.3 3./:2.944 907-. !.3./.. ./. .3.81 /94.../.3 / $.3 8945.

/.9.9..5 /.3 03.8. /.9:89:247  .W 0907-.3 89.7 5038.9.9./.3 5. 5030309..3 :7.2 20/ 2.3 3 .3 70..:5:3 503.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful