LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

DROSOPHILA MELANOGASTER: Pengamatan Siklus Hidup, Morfologi, Determinasi Jenis, Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila, dan Persilangan Monohibrid Drosophila. TUJUAN 1. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster ? Mengetahui tahapan-tahapan dalam siklus hidup Drosophila ? Mengetahui lama dari tiap tahapan dalam siklus hidup Drosophila ? Mengetahui cara menangani dan memelihara Drosophila 2. Pengamatan Morfologi dan Determinasi Drosophila melanogaster ? Mengetahui morfologi Drosophila melanogaster secara umum ? Dapat membedakan Drosophila melanogaster jantan dan betina ? Dapat mengetahui perbedaan dan ciri khas dari setiap strain Drosophila melanogaster 3. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster ? Mendapatkan keterampilan memperoleh kromosom dari kelenjar ludah Drosophila melanogaster ? Mengetahui bentuk kromosom Drosophila melanogaster 4. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster ? Mengetahui keturunan hasil persilangan monohibrid pada Drosophila melanogaster ? Menguji/membuktikan kebenaran hukum Mandel I LANDASAN TEORI Drosophila melanogaster meupakan jenis lalat buah, dimasukkan dalam filum Artropoda kelas Insekta bangsa Diptera, anak bangsa Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaw hooks), seri Acaliptrata (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa), suku Drosophilidae, Jenis Drosophila melanogaster di Indonesia terdapat sekitar 600 jenis, pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophilidae (Wheeler, 1981). Drosophila melanogaster yang sering ditemukan di Indonesia dan Asia adalah Drosophila melanogaster ananasae, kikawai, malerkotliana, repleta, hypocausta, imigran, dll. Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular, suatu seri segmen yang teratur. segemn ini menyusun tiga bagian tubuh utama, ayitu; kepala, thoraks, dan abdomen. seperti hewan simetris bilateral lainnya, Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Pada Drosophila, determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi. setelah fertilisasi, informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen. Drosophila memiliki warna tubuhkuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. betina memilki ukuran panjang sekitar 2,5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina. pada jantan, bagian tubuh belakang lebih gelap. pada Drosophila yang liar memilki mata berwarna merah.

Adapun ciri umum dari Drosophila melanogaster antara lain : 1. Berukuran kecil, antara 3-5 mm 2. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya. 3. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan. 4. Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung 5. Mata berwarna merah Gambar 3. Sketsa perbedaan morfologi Drosophila jantan dan betina Setiap jenis Drosophila melanogaster khususnya jantan memiliki susunan yang berbeda antara jenis yang satu dengan yang lainnya. Periode dari pengembangan Drosophila melanogaster bervariasi antara lain temperatur, umumnya semua jenis berdarah dingin. Waktu perkembangan yang paling pendek (telur-dewasa), adalah 7 hari, dan dicapai pada suhu 28° C. Perkembangan meningkat pada suhu yang lebih tinggi, yaitu sekitar 30° C, selama 11 hari, hal tersebut berkaitan dengan pemanasan tekanan. Pada suhu 25° C tersebut, lama harinya umumnya adalah sekitar 8.5 hari, sedangkan pada suhu 18° C lama harinya sekitar 19 hari dan pada suhu 12° C lama hari perkembangannya adalah 50 hari. betina meletakkan sekitar 400 telur, sekitar lima tiap waktunya, dimasukkan ke dalam sebuag kantung atau material organik lain. panjnag telur sekitar 0.5 millimetres akan mengeram setelah 12-15 jam pada suhu 25° C. Akan menghasilkan larva instar I setelah 4 hari pada suhu 25° C, kemudian molting sebanyak dua kali sehingga masuk ke fase larva instar II & III, hal tersebut terjadi sekitar 24 dan 48 jam setelah eclosion. Selama masa ini, mereka akan mikroorganime yang menguraikan buah. Kemudian larva dibungkus oleh kapsul yang disebut puparium, puparium ini berfungsi melindungi pupa lalat buah dari gannguan lingkungan sekitarnya. pupa tersebut akanmengalami metamorfosis selama 5 hari dan tumbuh menjadi dewasa. Perkawinan pertama lalat buah betina terjadi 12 jam setelah ”emergence”. Betina menyimpan sperma dari jantan yang telah mengawininya. Drosophila melanogaster mulai bertelur setelah berumur lebih kurang 8 jam. Drosophila melanogaster betina sanggup menghasilkan 50-75 butir telur per hari atau dapat menghasilkan 400-500 butir telur. Telur Drosophila melanogaster berwarna putih susu berbentuk bulat panjang dengan ukuran 0,5 mm. Pada ujung anterior terdapat lubang yang disebut mikropil dan terdapat tonjolan memanjang seperti sendok. Telur yang dikeluarkan pada umumnya sudah tahap blastula berkembang dalam 24 jam dan akan menetas menjadi larva. Larva akan mengalami pergantian kulit 4 kali dan berubah menjadi pupa. Pupa akan menetas setelah 8-11 hari (tergantung dari spesies dan suhu lingkungan). Metamorfosis pada Drosophila termausk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur - larva instar I - larva instar II - larva instar III - pupa - imago. Fase perkembangan dari telur Drosophila melanogaster dapat dilihat lebih jelas pada table di bawah ini. Gambar perbedaan fase pada Drosophila Genom Drosophila terdiri atas 4 pasang kromosom, psanagn X/Y dan tiga autosom yang berlabel 2, 3, dan 4. Kromosom yang keempat berukuran sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Genom terdiri atas 165 juta rantai basa dan kirakira 14.000 gen.

ALAT DAN BAHAN 1. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster Alat : Botol selai dan tutup busa steril, dan Mikroskop Bahan : Drosophila melanogaster dan Media (makanan) Drosophila melanogaster 2. Pengamatan Morfologi dan determinasi Drosophila melanogaster Alat : Cawan petri, mikroskop, dan kuas Bahan : Drosophila melanogaster , dan Chlorofom 3. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster Alat : Object glass dan cover glass, pipet, mikroskop, dan jarum Bahan : Drosophila melanogaster, Larutan ringer, aquades, acetic acid, dan larutan osein. 4. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster Alat : Botol selai dan tutup busa steril, cawan petri, dan kuas. Bahan : Drosophila melanogaster strain white ? dan wild-type ?, chloroform. CARA KERJA 1. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster a. Masukkan Drosophila dalam botol kultur b. Amati perubahan yang terjadi pada medium dan catat saat terjadinya telur, larva, pupa, dan imago. c. Pengamatan dilakukan secara periodik sekitar 4-6 jam sekali 2. Pengamatan Morfologi dan Dterminasi Drosophila melanogaster a. Ambil beberapa lalat dari botol kultur dan pindahkan dalam cawan petri yang dilengkapi kapas yang ditetesi eter, lakukan pembiusan sekitar 30 detik. b. Lalat yang sudah dalam keadaan pingsan selama 30-60 detik diamati di bawah mikroskop, bila pengamatan belum selesai lalat sudah sadar dapat dimasukkan kembali ke dalam cawan Petri. c. Lakukan pengamatan tentang: - Jenis kelamin : jantan atau betina - Mata majemuk : bentuk, ukuran dan warna - mata oceli : 3 mata tunggal pada bagian atas kepala - sungut : bentuk dan cabang-cabangnya - kepala - thorax : warna dasar - abdomen : garis-garis hitam pada segmen abdomen - sayap : bentuk, panjang, warna dan posisi d. Bandingkan dengan Drosophila strain lain, amati ciri khas masing-masing strain e. Gambarkan hasil pengamatan saudara 3. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster a. Keluarkan larva Drosophila dari media kultur dan letakkan dalam cawan petri berisi aquadest b. Ambil larva dan letakkan di atas object glass yang telah ditetesi larutan ringer c. Dengan menggunakan dua buah jarum yang dipegang dengan kedua tangan, tusuk bagian anterior dan posterior larva kemudian tarik secara berlawanan arah. d. Didapatkan kelenjar ludah dari bagian anterior larva. Bersihkan lemak yang menempel pada kelenjar ludah, bila ada, dengan menggunakan jarum.

e. Letakkan kelenjar ludah di atas object glass yang telah ditetesi acetic acid dan diamkan selama 2-3 menit dalam keadaan tertutup cover glass. f. Pegang object glass dengan satu tangan dan ketukkan tangan dengan tangan sebelahnya. Lalu letakkan object glass pada meja dan ketu-ketukkan tepi object glass dengan pinset. g. Taruh object glass di selipan tisu untuk mengeringkan larutan yang keluar h. Dengan kertas isap pada ujung object glass, tetesi object glass dengan larutan osein pada ujung lainnya. Lalu diamkan selama 30-60 menit. i. Amati kromosom di bawah mikroskop. 4. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster a. Kosongkan botol biakan mutan dan normal yang akan disilangkan b. Sebelum 8 jam pilihlah dan kawinkan 20 ekor lalat betina dari biakan mutan dan 20 ekor lalat jantan dari biakan normal dalam botol biakkan baru. c. Pelihara sampai terjadi pertumbuhan telur, larva, pupa, bila pupa telah berpigmentasi semua imago (p) dikeluarkan. d. Imago baru (F1) yang keluar dipindahkan ke dalam botol biakkan baru, jumlahnya kurang lebih 20 pasang. Pelihara sampai terjadi pertumbuhan telur, larva, pupa. e. Bila dalam botol telah terdapat pupa berpigmentasi, keluarkan semua imago (F1) f. Amati dan lakukan perhitungan yang diperoleh dengan menggunakan Chi Square HASIL PENGAMATAN 1. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster Stadium Perkembangan Lama Hari Telur Larva (instar 1) Larva (instar 2) Larva (instar 3) Prepupa Pupa Imago 1 hari 1 hari 1 hari 2 hari 1 hari 4 hari 2. Pengamatan Morfologi dan determinasi Drosophila melanogaster Tabel ciri-ciri morfologis Drosophila melanogaster Gambar Drosophila melanogaster Ciri morfologi - Mata majemuk: bentuk bulat agak elips warna merah - Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala - Terdapat sungut yang bercabang

- Kepala berbentuk elips - Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih - Abdomen : Jumlah segmen lima Warna segmen garis hitam - Sayap : Warna transparan Panjang Posisi bermula dari thorax Tabel ciri khas masing-masing strain Jenis strain Cirri khas Wild-type Curly Ebony Black White Miniatur Dumphy - Drosophila normal - Warna mata majemuk merah - Ukuran tubuh normal - Sayap panjang, lurus - Warna tubuh coklat muda Sayap melengkung/menggulung ke atas Warna tubuh hitam Warna tubuh hitam Warna mata putih Warna tubuh keputihan Ukuran tubuh kecil Sayap tereduksi 3. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster - ketika larva dimasukkan ke dalam cairan ringer di atas object glass, larva terlihat sedikit hancur (bagian kulit larva terlihat mengelupas) - ketika larva ditusuk dan ditarik berlawanan, terlihat adanya kelenjar ludah yang berbentuk dua gelendong yang teruntai menjadi satu - ketika kelenjar ludah ditetesi larutan osein, maka terlihat menjadi berwarna merah - tidak terlihat bentuk kromosom Drosophila melanogaster dengan pengamatan di bawah mikroskop. 4. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster Tidak terjadi persilangan antara white dan wild-type sehingga tidak menghasilkan keturunan F1. PEMBAHASAN 1. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster Drosophila melanogaster merupakan hewan yang seringkali dijadikan model dalam penelitian, sebagai objek penelitian. Terdapat beberapa hal yang dapat

dijadikan alasan dijadikannya Drosophila sebagai model dalam penelitian, antara lain: Drosophila memiliki siklus hidup yang pendek yaitu berkisar antara 7 s.d 10 hari bergantung pada kondisi lingkungan termasuk suhu sekitar; Memiliki jumlah keturunan yang banyak; Memiliki banyak variasi sifat yang diturunkan; Jumlah kromosom yang sedikit (8 kromosom) sehingga memudahkan dalam pengontrolan; dan Memiliki nilai kepraktisan dan keekonomisan. Praktikum ini bertujuan untuk melihat lamanya siklus hidup Drosophila melanogaster serta mengetahui lama setiap tahapannya, telur, larva, pupa dan imago. Drosophila melanogaster merupakan hewan yang mengalami metamorfosa kompleks (holometabola). Hasil pengamatan terhadap Drosophila melanogaster strain wild-type memperlihatkan bahwa lama siklus Drosophila melanogaster yang kami kultur dari telur menjadi imago adalah selama 10 hari, dengan tahapantahapan antara lain: telur selama 1 hari, larva instar 1 selama 1 hari, larva instar 2 selama 1 hari, larva instar 3 selama 2 hari, prepupa selama 1 hari, pupa selama 4 hari dan menjadi imago setelah 10 hari. Telur Drosophila berwarna putih susu transparant dengan ukuran yang sangat kecil (kami tidak melakukan pengukuran), berbentuk elips, dengan antena panjang di bagian anteriornya. Setelah satu hari telur berubah menjadi larva instar satu, yaitu berbentuk seperti ulat dengan ukuran yang masih relatif kecil, motil. Umur larva instar satu adalah kurang lebih selama satu hari, kemudian berubah menjadi larva instar dua dengan ukuran yang membesar dan memanjang, terlihat adanya warna kehitaman pada bagian anterior larva, bagian kehitaman itu adalah mulut larva. Drosophila berada dalam bentuk larva instar dua selama satu hari, kemudian larva Drosophila mengalami pembesaran menjadi lebih besar dari sebelumnya, dimana bagian tubuhnya menjadi terlihat lebih jelas karena lebih besar, warna kehitaman pada bagian anterior larva menjadi lebih terlihat jelas berbentuk sungut. Drosophila berada dalam bentuk larva instar tiga selama dua hari. Setelah melalui fase larva, Drosophila terlihat banyak berada pada dinding tabung/botol, mulai bergerak pelan dan ahirnya berdiam di satu tempat. Terlihat adanya selaput yang mengelilingi larva, inilah saatnya Drosophila dalam siklus hidupnya mengalami fase prepupa. Prepupa merupakan tahapan sebelum menjadi pupa seutuhnya, warna prepupa masih krem agak transparant. Masa prepupa hanya terjadi selama kurang lebih satu hari, kemudian prepupa mengalami perubahan warna menjadi lebih coklat, inilah yang dinamakan fase pupa. Pada fase prepupa dan masa pupa Drosophila terlihat tidak aktif , namun sesungguhnya di dalamnya sedang terjadi proses pembentukan organ-organ tubuh yang nantinya akan membentuk imago, sebuah insecta Drosophila melanogaster yang sempurna, dengan sayap, kepala, thorax, abdoment, kaki, mata majemuk dan mata oceli yang sempurna. Pada masa pupa juga terjadi peristiwa fagositosis, yaitu peristiwa pemakanan sel-sel tubuh larva tertentu sebagai sumber makanan dalam fase pupa. Pada fase akhir pupa, yaitu hari ke tiga fase pupa, terlihat bahwa Drosophila sudah membentuk bagian tubuh yang sempurna dan siap untuk menjadi imago, dan setelah fase pupa berakhir Drosophila menjadi imago yang sempurna.

2. Pengamatan Morfologi dan Determinasi Drosophila melanogaster
Pada pengamatan morfologi Drosophila yang telah dipingsankan dengan chlorofom diamati dengan menggunakan mikroskop. Untuk mendapatkan seluruh bagian tubuh Drosophila lalat dibolak-balik dengan menggunakan kuas. Pengamatan morfologi Drosophila mencakup jenis kelamin, mata majemuk, mata oceli, sungut, kepala, thorax, abdoment, dan sayap. Hasil pengamatan mendapatkan dua buah Drosophila dengan jenis kelamin yang berbeda, jantan dan betina. Perbedaan jenis kelamin ini secara morfologi terlihat dari bentuk pantat Drosophila, lalat jantan memiliki ujung posterior yang tumpul sedangkan lalat betina memiliki ujung posterior yang runcing. Ciri lainnya yang dapat membedakan jantan dan betina adalah dari ukuran tubuhnya, dimana lalat jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan ukuran lalat betina. Pengamatan terhadap mata majemuk terlihat bahwa mata majemuk lalat Drosophila wild type memiliki mata yang berwarna merah terbentuk elips. Terdapat pula mata oceli yang ukurannya jauh lebih kecil dari mata majemuk, berada pada bagian atas kepala, di atas di antara mata dua mata majemuk, berbentuk bulat. Terlihat sungut yang berbentuk tidak runcing dan bercabang-cabang. Kepala berbentuk elips. Thorax terlihat berwarna krem, ditumbuhi banyak bulu, dengan warna dasar putih. Abdomen bersegmen lima, segmen terlihat dari garis-garis hitam yang terletak pada abdomen. Sayap Drosophila wild type memiliki panjang yang lebih panjang dari abdomen lalat, lurus, dan bermula dari thorax dengan

warna transparant. Pengamatan determinasi dan pembedaan strain Drosophila satu dengan lainnya menunjukkan adanya perbedaan baik dari bentuk sayap, warna mata, warna tubuh, dan ukuran tubuh. Strain yang diamati pada praktikum ini antara lain: wild type, white, dumphy, curly, vestigeal, ebony, black, dan miniatur. Mutan Drosophila dari segi warna mata yaitu strain white yang memiliki warna mata yang putih, mutan Drosophila dari segi bentuk dan ukuran sayap adalah strain: dumphy yang memiliki sayap yang tereduksi, curly yang memiliki sayap yang melengkung ke atas, dan vestigeal yaitu lalat yang tidak memiliki sayap. Mutan Drosophila dari segi warna tubuh adalah ebony yang memiliki warna tubuh coklat, dan black yang memiliki warna tubuh hitam. Sedangkan mutan Drosophila dari segi ukuran tubuh adalah strain miniatur yang memiliki ukuran tubuh yang kecil. 3. Pengamatan Kromosom dari Kelenjar Ludah Drosophila melanogaster Pengamatan kromosom dari kelenjar ludah Drosophila bertujuan untuk mengetahui bentuk kromosom dari lalat Drosophila. Alasan mengapa kromosom lalat Drosophila diambil dari kelenjar ludah larva Drosophila instar tiga adalah karena pada kelenjar ludah tersebut terdapat giant chromosome sehingga akan memudahkan dalam pengamatan. Kelenjar ludah larva Drosophila berada pada bagian anterior larva, menyatu dengan mulut larva, oleh karenanya untuk mengambil kelenjar ludah tersebut digunakan dua jarum yang ditusukkan pada bagian anterior untuk menarik kelenjar ludah leluar, dan satu jarum lagi untuk merobek atau menahan tubuh

larva. Kelenjar ludah terlihat seperti dua gelendong yang berhubungan/menyatu di bagian anterior, berwarna bening. Larva yang akan diambil kelenjar ludahnya diletakkan di atas object glass yang telah ditetesi larutan ringer. Dengan adanya larutan ringer terlihat bahwa tubuh larva menjadi rusak, sehingga mudah untuk dirobek dan diambil kelenjar ludahnya. Pengetuk-ketukan object glass berisi kelenjar ludah yang ditutup cover glass dimaksudkan agar sel menjadi rusak dan ahirnya kromosom dapat keluar dari sel. Larutan osein berguna sebagai pewarna kromosom, waktu yang digunakan setelah pentetesan adalah 30-60 menit dimaksudkan agar osein menyerap ke dalam kromosom sehingga kromosom dapat terlihat dengan jelas. Pengamatan kromosom di bawah mikroskop tidak menunjukkan hasil yang memuaskan, karena kami tidak menemukan adanya kromosom Drosophila dalam sampel. Hal ini dapat disebabkan karena kekurang trampilan praktikan dalam melakukan pengamatan, atau dapat pula disebabkan karena terlalu rusaknya sel dan kromosom sehingga tidak terlihat adanya kromosom. 4. Pengamatan Persilangan Monohibrid Drosophila melanogaster Praktikum ini dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran hukum mandel I. Persilangan dilakukan antara white jantan dengan wild type betina. Wild type betina yang diambil adalah betina yang masih virgin, yaitu betina yang baru berubah dari pupa menjadi imago yang berumur tidak lebih dari delapan jam. Hal ini sangat penting karena betina dapat menyimpan sel sperma di dalam tubuhnya, umur betina yang masih virgin tidak lebih dari delapan jam adalah agar menghindari kemungkinan betina tersebut telah dibuahi oleh pejantan. Sehingga

keturunan yang dihasilkan diharapkan benar-benar berasal dari pejantan yang diharapkan. Praktikum ini selalu gagal dilakukan oleh praktikan disebabkan karena kekurang ahlian praktikan dalam menentukan jantan danbetina sehingga memakan waktu yang mengakibatkan lalat Drosophila terlalu lama dalam keadaan terbius yang akhirnya mati. Kesalahan juga disebabkan karena kesalahan dalam menggunakan pembius, dimana praktikan menggunakan alkohol dalam membius yang mengakibatkan Drosophila mati. Kesalahan lainnya adalah praktikan memasukkan lalat ke media persilangan dalam keadaan pingsan, dan sayap lalat mengenai media yang basah sehingga lengket pada media dan lalat tidak bisa bergerak lalu lama kelamaan mati karena kekurangan makanan. KESIMPULAN • Lama siklus hidup lalat Drosophila melanogaster sejak telur menjadi imago adalah selama 10 hari. • Lama fase telur 1 hari, larva instar1 1 hari, larva instar 2 1 hari, larva instar 3 2 hari, prepupa 1 hari, dan pupa 4 hari. • Lama perubahan dari telur menjadi imago bervariasi tergantung kondisi lingkungan termasuk suhu lingkungan. • Drosophila melanogaster tipe wild type memiliki warna mata majemuk merah, dengan sayap yang panjang dan lurus melebihi abdomen, dengan posisi yang bermula dari thorax, abdoment bersegmen 5, warna tubuh coklat krem. • Ciri morfologi masing masing strain berbeda satu dengan lainnya disebabkan karena modifikasi pada bagian kromosom yang mengatur warna mata, bentuk tubuh, dan bentuk sayap. • Kromosom drosophila diambil dari kelenjar ludah karena didalamnya terdapat giant chromosome sehingga memudahkan untuk diamati. • Persilangan monohibrida dilakukan untuk menguji kebenaran hukum mandel I JAWABAN PERTANYAAN 1. adakah variasi dari lalat Drosophila yang saudara mati? Terdapat variasi dari Drosophila yang diamati dari bentuk sayap, ukuran tubuh, warna mata, warna tubuh. 2. ciri apakah yang terbanyak, tebtukan persamaan dan perbedaan yang menonjol! Perbedaan dengan wild type: White (warna mata putih), Ebony (warna tubuh coklat), black (warna tubuh hitam), curly (bentuk sayap melengkung ke atas), vestigeal (sayap tereduksi)

3. jelaskan perbedaan antara bagian-bagian tubuh Drosophila dengan Drosophila liar yang saudara amati Perbedaan dengan wild type: White (warna mata putih), Ebony (warna tubuh coklat), black (warna tubuh hitam), curly (bentuk sayap melengkung ke atas), vestigeal (sayap tereduksi) 4. Jenis Drosophila manakah yang paling banyak ditemukan Drosophila melanogaster 5. bagaimana ciri-ciri Drosophila jantan dan betina Jantan Betina Ukuran tubuh lebih kecil dari betina Sayap lebih pendek dari betina Terdapat sex comb Ujung abdomen tumpul Ukuran tubuh lebih besar dari jantan Sayap lebih panjang dari sayap jantan Tidak terdapat sex comb Ujung abdoment runcing 6. apakah yang terjadi bila betina yang saudara gunakan berumur lebih dari 8 jam? Betina sudah tidak vertil karena sudah dibuahi oleh pejantan, betina dapat menyimpan sperma dari pejantan di tubuhnya. 7. apakah pada jantan harus berumur kurang dari 8 jam? Tidak harus, karena virginitas pada jantan tidak mempengaruhi hasil 8. Apakah uji chi square telah menunjukkan perbandingan yang diharapkan? Persilangan monohibrida gagal dilakukan DAFTAR PUSTAKA Esentials Genetics. Mc-Graw Hill. Bruce, Albert, et. al. 1994 Biologi Molekuler Sel Jilid 1. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Campbell, et. Al. 2002. Biologi Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Muzajjanah, dkk. 2006. Penuntun Praktikum Genetika. Jakarta: Lab. Biologi UNJ. Suryo. 1984. Genetika. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Stricberger. 1985. Genetics. New York: Macmillan Publishing Company. Anonim, 2006. Genetika diperoleh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Genetik pada Selasa, 18 April 2006. 20.00 WIB. Brody, Thomas B. 2006 . “Stages of development,” The Interactive Fly, http://www.sdbonline.org/fly/aimain/2stages.htm, diakses pada 8 Mei 2006, Society for Developmental Biology's web server Anonim. 2006 “Drosophila melanogaster,” Wikipedia,ttp: //www.answers.com /main /ntquery?method=4&dsid=501&de, diakses pada 8 Mei 2006: Answers.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful