P. 1
Sept10 Protokol Komunikasi Mobdus RTU

Sept10 Protokol Komunikasi Mobdus RTU

|Views: 33|Likes:

More info:

Published by: Palupi Indah Setiawati on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2011

pdf

text

original

TEKNOLOGI

Protokol Komunikasi Modbus RTU pada Sistem Otomasi Industri
Miftahul Huda - Tenaga Profesional LPP kampus Yogyakarta
Pengantar Protokol komunikasi dapat diibaratkan sebagai sebuah bahasa/aturan yang digunakan pada sebuah sistem sehingga sistem tersebut dapat melakukan komunikasi satu dengan yang lainnya. Pada sistem otomasi industri terdapat bermacam-macam protokol komunikasi. Protokol komunikasi ini sangat bermanfaat jika peralatan-peralatan yang ada pada sistem otomasi industri berasal dari berbagai merk dan berbagai pabrik pembuat (vendor). Modbus (Modicon Bus) adalah teknologi lama yang dikembangkan oleh Modicon pada 1979. Modbus merupakan salah satu protokol komunikasi serial yang memungkinkan beberapa sistem berbeda saling berkomunikasi satu sama lain. Modbus telah mengalami perkembangan mulai dari Modbus dimana ada satu yang bertindak sebagai Modbus Master dan lainnya adalah Modbus Slave (sering disebut sebagai Modbus RTU). Karena diperlukan komunikasi dalam bentuk teks, maka dibuat pula Modbus ASCII, yang kemudian karena tuntutan kecepatan dikembangkan pula Modbus Plus. Dengan perkembangan teknologi jaringan yang menggunakan Ethernet dan TCP/IP, maka Modbus dibungkus (encapsulated) untuk bisa ditransmisikan melalui Ethernet dan muncul dengan nama Modbus/TCP. Modicon membuka teknologinya secara cuma-cuma dan teknologi ini mendapat sambutan yang sangat baik sebagai industrial protocol pada zaman itu. Banyak vendor menggunakan Modbus untuk peralatan mereka sehingga memudahkan integrasi dari satu sistem dengan sistem lainnya. Dengan demikian, Modbus mengklaim dirinya sebagai standard de facto untuk industrial protocol yang sampai saat ini masih banyak dipergunakan. Teknologi industrial data communication juga terus berkembang dengan munculnya OPC (OLE for Process Control); OLE = (Object Linking & Embedding) yang mendukung V-T-Q (ValueTime-Quality). Industrial protocol yang lama seperti Modbus hanya mengkomunikasikan Value (parity check optional), sehingga Modbus OPC Server melakukan time stamping dengan menggunakan dari RTC (Real Time Clock) pada PC dimana OPC Server tersebut dijalankan, dan Quality atau status flag diberikan berdasarkan komunikasi. Kalau komunikasi normal maka diberikan status 'good', sedangkan pada keadaan communication error diberikan status 'bad’ Berdasarkan media transfernya, Modbus dikategorikan ke dalam Modbus serial (RS232/485) dan Modbus Ethernet (TCP/IP). Jika dirujuk dari bentuk datanya, Modbus dibagi ke dalam Modbus RTU (serial) dan Modbus ASCII. Pada Modbus serial digunakan istilah Master/Slave sedangkan Modbus Ethernet biasanya memakai terminologi Server/Client. Pada kesempatan ini penulis ingin membahas tentang Modbus RTU.

Gambar 1. Sistem Otomasi Industri Menggunakan Protokol Modbus Dasar Teori Modbus RTU Protokol komunikasi modbus RTU menggunakan sistem polling yaitu sisi master memanggil (request) dan sisi slave menjawab (response). Dimana bentuk memanggil-menjawab pada protokol modbus RTU dapat digambarkan sebagai berikut

Query/Request from Master

Station Number Function Code Data Bytes (Flexible) Error Check

Station Number Function Code Data Bytes (Flexible) Error Check

Gambar 2. Skema Memanggil-Menjawab pada Protokol Modbus RTU Pada gambar 2 dapat dijelaskan bahwa skema memanggilmenjawab pada protokol modbus RTU selalu berurutan dengan bingkai prosedur yang sama. Station Number memiliki

Memanggil (dari sisi master) 11 02 00C4 0016 BAA9 Penjelasan: 11 : alamat slave (17 = 11 hex) 02 : function code (kode fungsi membaca status digital input) 00C4 : alamat digital input pertama yang dibaca (alamat 10197 . dll). Perkembangan protokol komunikasi sistem otomasi industri selanjutnya mengarah pada kemampuan interoperability sehingga lebih memudahkan system integrator untuk mengintegrasikan sistem otomasi yang ada. dan Data yang sudah dijelaskan sebelumnya harus dideklarasikan dalam nilai biner atau hexadesimal-nya. PLC A) melakukan request ke slave (PLC B) untuk mengirimkan data dengan parameter tertentu (slave ID. Menjawab (dari sisi slave) 11 02 03 ACDB35 2018 Penjelasan: 11 : alamat slave (17 = 11 hex) 02 : function code (kode fungsi membaca status digital input) Master Initiate Request Function code Data Request Slave Perform the action Initiate the response Function code Data Response Receive the response Penutup Protokol komunikasi Modbus RTU merupakan protokol standar industri yang dapat digunakan untuk aplikasi komunikasi jaringan pada sistem otomasi industri berbasis PLC. address. Untuk penjelasan yang lebih detailnya. bingkai prosedur data secara detail dapat digambarkan sebagai berikut: Start 3. Gambar 3. Bingkai Prosedur Data pada Protokol Modbus RTU Pada gambar 3 dapat dijelaskan bahwa untuk memulai skema memanggil menjawab pada protokol modbus RTU harus dimulai dan diakhiri dengan waktu tunda selama 3.10218 (0011 0101) : algoritma CRC-16 (cyclic redundancy check) untuk cek error data yang dikirim. *** . Selanjutnya khusus untuk protokol modbus RTU.5 Chars Silence 03 AC DB 35 2018 : jumlah byte data yang diberikan (22 DI / 8 bits per byte = 3 bytes) : digital input 10197 . misal pada PLC A dan B dengan brand yang berbeda. function code. Pada gambar di bawah dapat dilihat bagaimana dua sistem yang berbeda (Master & Slave) berkomunikasi menggunakan Modbus RTU.10001 = 196 = C4 hex) 0016 : jumlah alamat digital input yang dibaca (alamat 197 to 218 = 22 = 16 hex) BAA9 : algoritma CRC-16 (cyclic redundancy check) untuk cek error data yang dikirim. data size. PLC slave akan merespon dengan mengirimkan reply berupa data yang diinginkan oleh Master. Untuk Error Check disini menggunakan algoritma Cyclic Redundancy Check (CRC) tipe 16 bit / 2 Char. Dengan menggunakan protokol ini PLC dari berbagai merk/vendor yang berbeda dapat diintegrasikan.5 karakter dalam baud rate komunikasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Setelah request diterima. Data MSB (Most Significant Bit) dari suatu byte data menandakan alamat yang lebih tinggi dan data yang dikirim di luar jangkauan dianggap bernilai 0. Function Code. dapat diberikan contoh memanggil-menjawab untuk membaca digital input pada protokol modbus RTU sebagai berikut Misalkan suatu contoh protokol modbus RTU untuk mendapatkan status digital input dari alamat 10197 sampai 10218 dengan alamat slave 17.10204 (1010 1100) : digital input 10205 .5 Chars Silence Station Number 1 Char Function Code 1 Char Data n Chars Error Check 2 Chars CRC End 3. Function Code merupakan kode fungsi data yang akan diambil dimana kode fungsi tersebut dipetakan sebagai berikut: 01 : read DO (Digital Output) 02 : read DI (Digital Input) 03 : read AO (Analog Output) 04 : read AI (Analog Input) 05 : write single DO (Digital Output) 06 : write single AO (Analog Output) 15 : write multiple DO (Digital Output) 16 : write multiple AO (Analog Output) Data bytes merupakan blok data informasi dan Error Check merupakan cek data dari kesalahan komunikasi. Nilai dalam Station Number. Master (sistem utama.10212 (1101 1011) : digital input 10213 .TEKNOLOGI range antara 1-255 yang merupakan alamat slave yang akan diambil datanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->