pemerintahannya dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa Utsman Radhiyallahu ‘anhu berada di pihak yang benar

dan menyuruh para shahabat untuk mengikutinya. Ini merupakan rekomendasi (tazkiyyah) langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang menunjukkan tentang kebenaran dan keutamaan Utsman Radhiyallahu 'anhu. Dan kita sebagai seorang muslim yang tidak sedikitpun meragukan kenabian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan tidak meragukan berita-berita yang Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam khabarkan yang merupakan wahyu dari Allah Ta'ala, maka kita tidak sepantasnya mengambil perkataan yang terdapat di kitab-kitab sejarah yang ditulis oleh para orientalis yang mana mereka itu mempelajari sejarah Islam dengan tujuan untuk menjauhkan ummat islam dari kebenaran sejarah Islam itu sendiri, sehingga terucaplah celaancelaan terhadap para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam atas suatu kebenaran yang (karena kebenciannya terhadap Islam) mereka anggap kesalahan. Wasiat Nabi Kepada Utsman bin Affan Agar Tetap Sabar dan Tidak Memenuhi Tuntutan (para khawarij) yang Meminta Beliau Turun Dari Jabatan Ketika Terjadi Fitnah. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad Rahimahullah dari jalan Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwa Rasululah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pada suatu hari mengutus seseorang kepada Utsman Radhiyallahu agar ia datang menghadap Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka ketika Utsman Radhiyallahu ‘anhu datang, Rasulullah pun menyambutnya dan berkata kepadanya: “Wahai Utsman

mudah-mudahan Allah akan memakaikan untukmu sebuah pakaian dan jika orangorang munafiq ingin melepaskan pakaian tersebut maka jangan engkau lepaskan hingga engkau meninggal.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengulangi perkataannya tiga kali. Riwayat ini menunjukkan bahwa Utsman Radhiyallahu ‘anhu akan menjadi khalifah dan akan terjadi fitnah di zamannya, dan Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berwasiat agar dia tetap sabar dalam menghadapi fitnah tersebut sampai menemui ajalnya. Semoga dengan mengenal Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu dengan segala kebaikan-kebaikannya (yang dikhabarkan dan dipuji oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam hadits-hadits beliau yang shohih yang ditulis oleh para Ulama yang terpercaya), kita bisa mengambil sikap terhadap Utsman Radhiyallahu 'Anhu, sebuah sikap yang diridhai oleh Allah dan RasulNya dengan keyakinan yang kuat yang didukung oleh keterangan yang jelas dan kuat, berupa dalil yang shohih dan shorih. Berbeda dengan sikap para musuhmusuh Islam yang mencela dan merendahkan Utsman (dan shahabatshahabat yang lain) bahkan menganggap mereka murtad dari Islam. Semoga Allah menunjukan kebenaran kepada kita dan memberi kekuatan kepada kita untuk mengikuti kebenaran tersebut dan menampakkan kesalahan dengan jelas dan memberi kekuatan untuk meninggalkan dan menjauhi kesalahankesalahan tersebut. Allahul musta'an. Muhammad Hafiz Maroji': - Al-Bidayah wan-Nihayah, Imam Ibnu Katsir, dll.

Diterbitkan Oleh:

Yayasan Dar el-Iman Padang
Tim Ahli : Ust. Faishal Abdurrahman, Lc Ust. Muhammad Elvi Syam, Lc Dewan Redaksi : Abu Salman, Rahmat Ika Syahrial Alamat Redaksi : Jl. Rasak No 28 Lolong Padang Sirkulasi : 0751-7801636 & 081374328222 Kritik & Saran : 08126638098, 0751-7801669 Konsultasi Agama : 085274072458 E-mail : buletin_dareliman@yahoo.co.id No Rekening : BNI cab Padang Jl A.Yani 0119869013 a/n Faisal Rahman

Buletin Vol 17/Th 1/2007

Meniti Jejak Generasi Islam Pertama

Dakwah Kita

UTSMAN BIN AFFAN Radhiyallahu ‘anhu
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa, tidak ada permusuhan melainkan atas orang-orang zhalim. Shalawat dan salam kepada Nabi yang mulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diutus sebagai pembawa petunjuk dan kebenaran serta penjelas syariat agama kepada setiap mukallaf secara jelas dan terang. Amma ba’du. Nasab Dan Keturunan Beliau Nama beliau Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah bin Abdus-Syams bin Abdu Manaf. Kun-yahnya Abu Amr sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Al-Bukhari rahimahullah dalam shohihnya 7/52 dan dikuatkan oleh AlHafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari. Laqob (gelarnya) Dzun Nurain yang berarti “ yang memiliki dua cahaya ”, hal ini disebabkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menikahkan Ummu Kaltsum Radhiyallahu 'Anha setelah istri beliau sebelumnya Ruqayah Radhiyallahu 'Anha wafat, dan keduanya adalah putri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Ciri-Ciri Dan Akhlak Beliau Beliau adalah seorang yang rupawan,

Info Kajian Umum

4

Sejarah

Jangan dibaca ketika Khatib berkhutbah

Jangan dibaca ketika Khatib berkhutbah

Sejarah

1

Meniti Jejak Generasi Islam Pertama

lembut, mempunyai jenggot yang lebat, berperawakan sedang, mempunyai tulang persendian yang besar, berbahu bidang, memiliki rambut yang lebat, dan dikatakan pada wajah beliau terdapat bekas cacar. Dari segi akhlak, beliau sangat pemalu, dermawan dan mempunyai akhlak yang mulia. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwa suatu hari Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhu meminta izin kepada Rasullullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan beliau sedang berbaring di tempat tidurnya sambil berselimut, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya izin untuk masuk dan Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam masih dalam posisi semula. Kemudian datang Umar Radhiyallahu 'Anhu dan meminta izin maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam memberinya izin dan posisinya masih seperti semula. Ketika datang Utsman Radhiyallahu 'Anhu maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam langsung merubah posisinya dan duduk menyambut Utsman Radhiyallahu ‘anhu, maka Aisyah Radhiyallahu 'Anha bertanya tentang perbedaan perlakuan Rasulullah tersebut, maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab: “Sesungguhnya Utsman adalah seorang pemalu, aku khawatir jika aku menyambutnya dalam posisi seperti itu (posisi pertama), ia tidak jadi mengungkapkan keperluannya”. Diriwayatkan dari yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidakkah aku merasa malu sebagaimana malunya malaikat terhadap dirinya.” Riwayat-riwayat tersebut dan yang lainnya menjelaskan kepada kita bahwa Utsman Radhiyallahu ‘anhu mempunyai kedudukan dan keistimewaan tersendiri di

sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, hal itu disebabkan oleh akhlak dan sifatnya yang mulia. Shahabat yang mulia ini juga terkenal dengan kedermawanannya, tercatat dalam sejarah bahwa beliau Radhiyallahu ‘anhu termasuk yang mendanai pasukan pada perang Tabuk dan menggali sumur Rumata untuk kepentingan kaum muslimin, dan masih banyak lagi hal-hal yang menunjukkan ketinggian dan kemuliaan Utsman Radhiyallahu 'Anhu. Kesungguhan Beliau Dalam Beribadah Telah diriwayatkan oleh Imam AlBaihaqi Rahimahullah dalam Sunan Kubro (3/24) dan Ibnu Sa'ad Rahimahullah dalam At-Thobaqotul-Kubro (3/76) dan dishohihkan oleh Imam Adz-Dzahabi Rahimahullah bahwa beliau Radhiyallahu ‘anhu pernah sholat dengan membaca seluruh Al-Qur'an pada satu raka'at di kamar Al-Aswad pada musim haji. Berita Gembira Bahwa Beliau Adalah Penduduk Surga Diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi Rahimahullah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Siapa saja yang menggali sumur Rumata maka baginya surga.”, maka sumur tersebut digali oleh Utsman Radhiyallahu 'Anhu, dan beliau bersabda lagi: “Barang siapa yang mendanai pasukan 'Usrah maka baginya surga.”, maka Utsman mendanai pasukan tersebut. Diriwayatkan juga oleh Imam Al-Bukhari Rahimahullah dari Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu dia berkata bahwa: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pada suatu hari masuk ke sebuah kebun dan memintaku untuk menjaga pintu kebun tersebut, kemudian datang seorang lakilaki meminta izin untuk masuk, maka

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata: “Ijinkan dia masuk dan beritakanlah kepadanya bahwa dia penduduk surga.” ternyata laki-laki itu adalah Abu Bakr Radhiyallahu 'Anhu. Kemudian datang lagi seorang laki-laki dan minta izin untuk masuk, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Izinkan dia masuk dan beritakanlah kepadanya bahwa dia penduduk surga.” ternyata laki-laki itu adalah Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu. Kemudian datang laki-laki lain dan meminta izin untuk masuk, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Izinkan dia masuk dan beritakanlah kepadanya bahwa dia masuk surga disertai cobaan yang menimpanya.” ternyata laki-laki itu adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu 'anhu. Riwayat-riwayat tersebut secara jelas menyatakan bahwa Utsman Radhiyallahu 'anhu adalah termasuk orang-orang yang diberi khabar gembira oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan surga, dan ini sekaligus menjadi bantahan bagi orang-orang yang mengatakan bahwa Khalifah Ar-Rasyidin murtad setelah meninggalnya Rasulullah kecuali Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu, karena tidak mungkin mereka murtad sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjamin bagi mereka surga, dan tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjamin bagi mereka surga kecuali Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mendapat wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidaklah surga diberikan kepada orang-orang yang murtad. Ataukah orang-orang yang mengatakan Khulafa Ar-Rasyidin murtad tidak beriman kepada kenabian Muhammad bin Abdillah Shallallahu 'alaihi

wa Sallam, kalau demikian halnya maka siapakah sebenarnya yang murtad? Berita Tentang Terjadinya Fitnah Yang Menyebabkan Terbunuhnya Utsman Radhiyallahu ‘anhu dan Beliau Di Atas Kebenaran. Imam Ahmad Rahimahullah telah meriwayatkan dari Affan dari Wuhaib dari Musa bin 'Utbah dari kakeknya Abu Habibah bahwa dia masuk ke dalam rumah dan Utsman Radhiyallahu 'Anhu sedang terkepung di dalamnya. Beliau mendengar Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu yang meminta izin untuk bicara maka beliau mengizinkannya. Dia berdiri seraya memuji Allah Azza wa Jalla lantas berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya engkau akan menemui fitnah dan perselisihan setelahku nanti.” atau beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata: “perselisihan dan fitnah.” salah seorang bertanya: “Siapa yang harus kami ikuti ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ikutilah Al-Amin ini dan para shahabatnya.” Sambil menunjuk kepada Utsman Radhiyallahu 'Anhu.” Ibnu Katsir berkata bahwa sanadnya Hasan Jayyid. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad Rahimahullah dari jalan Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah menceritakan tentang fitnah dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang menyelimuti mukanya ini akan terbunuh secara zhalim pada waktu itu.” ternyata dia adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu 'anhu. Riwayat tersebut telah jelas mengatakan bahwa Utsman Radhiyallahu ‘anhu akan terbunuh disebabkan oleh fitnah yang terjadi pada masa

2

Sejarah

Jangan dibaca ketika Khatib berkhutbah

Jangan dibaca ketika Khatib berkhutbah

Sejarah

3

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful