You are on page 1of 39

MPKA Kristen Protestan

Manusia Beriman, Bermoral, dan Berbudaya

Makalah Mata Ajar Pengembangan Kepribadian Agama

Manusia Beriman, Bermoral, dan Berbudaya dan Kaitannya dengan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Disusun oleh :
Arta Sihite Elsa Widowati Gloria Agustina Mikaela Antoinette Yogi Kurniawan Peter Vincent Irawan 1006676924 1006680865 1006773231

Fakultas Teknik Universitas Indonesia 2010

1|Page

MPKA Kristen Protestan

Manusia Beriman, Bermoral, dan Berbudaya

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Yesus Kristus berkat campur tangan-Nya makalah yang berjudul “Manusia Beriman, Bermoral, dan Berbudaya dan Kaitannya dengan Kekerasan dalam Rumah Tangga” ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk menyempurnakan tugas mata kuliah MPK Agama Kristen semester genap. Selain itu, tujuan penulis dalam penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui pandangan Alkitabiah mengenai permasalahan kekerasan dalam rumah tangga Kristen. Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang. Akhir kata, kami berharap makalah yang sederhana ini dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai pandangan Alkitab dalam hal kekerasan dalam rumah tangga serta bermanfaat bagi rekan mahasiswa dan semua kalangan masyarakat.

Depok, 18 Maret 2011 Home Group 2

2|Page

MPKA Kristen Protestan

Manusia Beriman, Bermoral, dan Berbudaya

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Perumusan Masalah

Kita mengenal istilah keluarga. Istilah ini menjadi sesuatu yang sudah tak lagi asing di telinga kita. Keluarga juga merupakan orang yang terdekat bagi kita. Tempat untuk mengeluh, berbagi senang maupun duka ataupun tempat untuk bercerita. Sebagai orang Kristen, keluarga yang ideal dan dijadikan panutan adalah cara hidup dari keluarga Kristen. Keluarga Kristen adalah keluarga yang menjadikan Yesus sebagai teladan keluarga mereka dalam menjalankan kehidupan mereka sehari-hari dan juga keluarga yang menjalankan kehidupan mereka sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus serta memiliki integritas penuh terhadap Tuhan Yesus. Akan tetapi pada kenyataannya tidak semua keluarga Kristen memenuhi persyaratanpesyaratan tersebut. Masih banyak orang yang mengaku sebagai bagian dari anggota keluarga Kristen tetapi tidak menghidupkan suasana cinta kasih yang diteladankan oleh Yesus. Perselisihan dalam keluarga Kristen itu sendiri bisa terjadi antara suami istri ataupun antara orang tua ke anak-anaknya. Bentuk-bentuk perselisihan tersebut dapat berupa kekerasan fisik, kekerasan verbal, dan kekerasan psikis. Kekerasan fisik dapat berupa pemukulan, penganiayaan yang menyebabkan orang lain terluka. Sementara kekerasan verbal adalah intimidasi yang dampak secara jangka panjangnya dapat menyebabkan tekanan mental. Selain kedua jenis kekerasan di atas, ada kekerasan psikis. Kekerasan psikis merupakan jenis kekerasan yang paling parah karena kekerasan ini telah memecah belah keluarga. Secara langsung tidak langsung, penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga ini adalah anggapan bahwa wanita merupakan makhluk yang lebih lemah dibandingkan dengan pria. Anggapan bahwa perempuan dan laki-laki tidak setara inilah yang membuat kekerasan rumah tangga menjamur di Indonesia, bahkan di dunia. Suami akan merasa kalau mereka dapat menganiaya istri yang berbuat tak sesuai dengan keinginannya karena mereka memiliki derajat yang lebih rendah. Akibatnya, bukan hanya istri, anak-anak pun dapat menjadi korban dari kekerasan dalam rumah tangga. Padahal, anak adalah titipan dari Tuhan
3|Page

kekerasan dalam rumah tangga. Bagi Masyarakat a. Mahasiswa dapat melaporkan dan mencoba untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di dalam kehidupan sehari-hari d. penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analitis. Penelitian deskriptif analitis adalah metode penelitian yang berorientasi pada pemecahan masalah. bukannya dieksploitasi. 2. yaitu : 1. 1.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. dan iman Kristen b. Setelah mengerti akan topik utama. Data tersebutlah yang menjadi sumber dari 4|Page .2. Metode Penilitian Pada makalah ini. maka diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikannya sesuai dengan tema di dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan agar kaum laki-laki mengerti bahwa perempuan bukan berasal dari derajat yang lebih rendah sehingga mereka tak berhak untuk dianiaya 1. Mahasiswa menjadi sadar akan keterkaitan dari gender. Masyarakat dapat ikut mencari solusi alternatif dari permasalahan yang dipaparkan dalam makalah ini sehingga permasalah kekerasan dalam rumah tangga tidak terus menerus menjadi momok di masyarakat c. Pengerjaan ini dimulai pada saat penulis mulai dengan mengumpulkan data dengan mencari sumber dari internet dan buku-buku. Diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah utama setelah mengerti dan mengetahui permasalahan yang ada di dalam masyarakat ini c. Begitu pula dengan istri yang seharusnya disayang dan dicintai. Masyarakat diharapkan mengatakan tidak pada kekerasan dalam rumah tangga d. Diharapkan masyarakat dapat mengerti bahaya dan penyebab dari kekerasan dalam rumah tangga b. Bermoral.3. Bagi Mahasiswa a. dan Berbudaya yang seharusnya dijaga dan dirawat. Tujuan Penulisan Makalah ini ditulis dengan beberapa tujuan.

dan Berbudaya kasus yang ada. lebih banyak berisi teori-teori yang menjadi landasan sub-bahasan masing-masing. Dalam bab dua: Kerangka Teoritis. 1. Kerangka teoritis berisi ulasan-ulasan dari hasil fokus group masing-masing. gender dalam iman Kristen. Adapun kasus yang kami ambil adalah masalah kekerasan dalam rumah tangga yang menfokuskan pada perempuan dan anak sebagai korban dari kekerasan dalam rumah tangga. penulis memilih teori – teori atau konsep – konsep yang dapat penulis jadikan landasan teoritis penelitian. dan Relevansi pembandingan kasus. Tujuan penulisan berisi maksud dari penelitian ini dilakukan.4. Metode penelitian berisi cara-cara penulis meneliti topik masalah ini. Setelah kasus yang diambil dimengerti. 5|Page . yaitu Latar Belakang. Perumusan Masalah. Dalam bab tiga: analisis hasil penelitian Bab ini dibagi menajdi dua sub-bab: Kolaborasi keenam lingkup sub-pokok landasan. 2. konsep keluarga Kristen. dan Penutup. Tujuan Penulisan. Sistematika Penulisan Dalam penulisan makalah ini. penulis menggunakan metode dokumentasi karena sumber teori berasal dari tulisan atau dokumen. Penulis menjadikan teori gender dalam pandangan masyarakat. maka kemudian dirumuskan. penulis membagi penulisan kedalam empat bab besar yang terdiri dari: Pendahuluan. Dalam tiga sub-bab pertama. Didalam bab dua. Bermoral. Penulis membagi kedalam lima sub-bab. memilih teman hidup dan pernikahan sebagai sumber analisis. Metode Penelitian. dan Sistematika Penulisan. 1. 3. Pada metode pengumpulan data. Didalam empat bab tersebut masih akan diuraikan kedalam sub-sub bab yang akan lebih spesifik. Latar belakang berisi motivasi penulis memilih topik bahasan yang akan diteliti. Sistematika berisi petunjuk-petunjuk penulisan karya Ilmiah.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. seluruh teori-teori dasar di satukan (dikolaborasikan) ke dalam satu kesatuan untuk menjadi alat bahasan kasus. Dalam bab satu: Pendahuluan. Kerangka Teoritis. masalah bias gender dalam gereja. Apabila telah selesai dirumuskan. Analisis Hasil Penelitian. Nantinya teori-teori dasar ini dijadikan dasar pembahasan bab tiga.

Dalam kesimpulan terdapat rangkuman dari topik permasalahan tanpa disertai solusi. Bab empat: Penutup. Ini adalah bagian terakhir makalah yang berisi kesimpulan dan saran. Bermoral. dan Berbudaya 4.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Makalah diakhiri dengan daftar pustaka. 6|Page . Daftar pustaka adalah daftar dari buku-buku maupun website yang membantu dalam disusunnya makalah ini oleh kelompok kami. hanya bagian akhir analisis berdasarkan teori-teori yang dikaitkan dengan topik permasalahan.

pada abad 20 ini. B.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman.lebih aggresif sedangkan wanita cenderung lebih pasif. Misalnya saja. Pandangan yang membedakan psikologis dan kodrati antara pria dan wanita semakin berkurang. Karena hal demikian akan menjadi ciri khas atau budaya kita sebagai masyarakat Asia. karena dianggap usaha mereka dalam mengembangkan potensi ini tidak sesuai dengan kodrat mereka sebagai lelaki atau wanita. Namun. Gender dalam Pandangan Masyarakat A. Psikologis dan Kodrati Perbedaan gender acap kali menjadi suatu permasalahan yang sebenarnya tidak perlu timbul dan merupakan permasalahan dengan sifat yang sangat fundamental. tidak boleh hilang sepenuhnya. Erik H. suatu pandangan kodrati yang ada di dalam lingkungan masyarakat terutama lingkungan masyarakat Asia. pada zaman dahulu para pria akan berpikir berkali-kali untuk belajar teknik memasak. Karena mereka menganggap bahwa memasak adalah pekerjaan rumahan dan hanya cocok untuk wanita.1. Stereotipe di dalam lingkungan masyarakat Indonesia 7|Page . Pria lebih aktif. Bermoral. Misalnya saja. Erikson dalam bukunya yang berjudul “Childhood and Society” memaparkan sebuah pembahasan yang menarik tentang manusia dikaji dari segi kejiwaannya. Ia mengatakan bahwa sifat manusia lebih kuat dibentuk oleh lingkungan dimana Ia berada terutama saat individu tersebut masih berada dalam masa kanak-kanak. sering kali seorang wanita atau pria mengalami pengekangan potensi. Karena sekali lagi kita harus memiliki suatu paham yang dapat dijadikan norma dalam menjalani kehidupan di lingkungan masyarakat. Perbedaan Gender. Tetapi. Melainkan oleh lingkungan yang membentuknya. Selain itu dengan adanya pandangan ini. Hal ini dikarenakan ilmu pengetahuan yang sudah sedemikian berkembangnya. Sehingga sudah terbukti bahwa sifat-sifat manusia tidak selalu ditentukan oleh gendernya.masyarakat sering mencap sifat wanita atau pria. dan Berbudaya BAB 2 KERANGKA TEORITIS 2.

8|Page . Karena Ia mengambil contoh peranan wanita Belanda di dalam pembangunan negaranya. Pandangan ini telah bertahan bahkan sebelum Indonesia merdeka dari jajahan Belanda. Hal ini dikarenakan meskipun perjuangan nyatanya hanya di sekitar Rembang dan Jepara. Bermoral.merupakan perkembangan lebih lanjut dari paham yang mendoktrin tentang perbedaan gender atau perbedaan kodrati antara pria dan wanita. Dalam hal ini. Stereotype ini umumnya sangatlah merugikan. Di Indonesia sendiri. hari kelahirannya sering kali diperingati sebagai hari Ibu Kartini. Steretoype dalam ranah gender. Ibu Kartini mendirikan sekolah-sekolah keahlian dan sekolah-sekolah pendidikan gratis terutama bagi kaum wanita pribumi. stereotype juga cenderung menimbulkan ketidakadilan di lingkungan masyarakat. karena sering kali yang mendapat pendidikan layak hanyalah kaum pria. tidak diperbolehkan terjun lebih lanjut di bidang tersebut karena dianggap tidak pantas atau tidak sesuai dengan kodrat. Pandangan yang sedikit melabel atau “mencap” suatu hal disebut juga dengan stereotype. C. Menurut Liemin.sudah banyak perjuangan individu-individu untuk menghilangkan stereotype yang merugikan. terutama yang ada di lingkup masyarakat Jawa. dan Berbudaya Di Indonesia. sering kali dengan adanya stereotype akan timbul suatu pandangan yang merendahkan istri di dalam lingkungan rumah tangga. Setelahnya Beliau merasa bahwa diperlukan peran wanita yang sangat vital dalam sebuah proses pembangunan bangsa. pemikiran dan cita-cita ibu Kartini sering kali disimpulkan bahwa usaha dan cita-cita Ibu Kartini jika waktu itu tidak dihalang-halangi dapat memberikan kemajuan yang sangat beguna bagi bangsa Indonesia. Ia sering kali membaca buku-buku tulisan Max Haveelar dan tokoh-tokoh wanita di Eropa lainnya. Kekerasan di Dalam Rumah Tangga Seperti yang sudah dijelaskan diatas. Oleh karena perjuangannya. terdapat ibu Kartini yang memperjuangkan nasib perempuan. adalah hal yang tabu bila seorang lelaki mencuci baju atau merawat anak dan adalah sebuah hal yang lumrah bila seorang wanita mencuci baju atau merawat anak. karena selain juga mengekang potensi yang dimiliki oleh suatu individu.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Sering kali wanita yang memiliki potensi di suatu bidang. sedangkan wanita hanya hidup untuk untuk menjadi pengurus rumah. Dasar dari perjuangan ibu Kartini adalah pengalaman hidupnya. Di Indonesia sendiri.

Pandangan Iman Kristen terhadap Perbedaan Gender Gender dapat didefinisikan sebagai salah satu cara menentukan sikap dalam masyarakat. Hal tersebut dideterminasi karena memang perbedaan tersebut sudah menjadi hakikatnya. Sehingga acap kali suami menjadi lupa daratan.Oleh karena itu suatu pandangan yang merendahkan wanita atau mengatakan bahwa wanita memiliki derajat lebih rendah dari pria. dan Berbudaya suami sebagai kepala rumah tangga.sering kali merasa bahwa dirinya adalah yang paling tinggi derajatnya. haruslah dihilangkan. Sehingga tidak mengherankan bila terjadi kekerasan di dalam lingkungan rumah tangga. 2. Sehingga dengan demikian. Dari penjelasan di atas. Maka di saat sang suami melakukan kekerasan terhadap dirinya. Ia akan meyalurkan keaggresivannya secara berlebihan pada istri dan anak-anaknya.maka sang istri cenderung akan diam saja. maka sudah sepantasnya stereotype tersebut harus dihilangkan dari masyarakat. sehingga bila pada suatu saat bila sang suami ini tidak memiliki pelampiasan lagi.melainkan suatu individu yang menjadi penolong bagi sang suami. Ia menganggap bahwa individu yang ada di dalam lingkungan keluarganya adalah bawahannya. Dengan demikian. Salah satu hal untuk mengurangi kekerasan di dalam lingkungan rumah tangga yang diakibatkan oleh asas stereotype ini adalah dengan meluruskan pandangan bahwa istri bukanlah suatu individu yang derajatnya berada di bawah suami.2. 9|Page .MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. yang secara garis besar memiliki perbedaan dalam cara berpikirnya di mana wanita lebih intuitif. maka kita dapat mengerti bahaya dari suatu paham stereotype yakni menjurus pada kekerasan di dalam rumah tangga. Meskipun tidak selamanya stereotype berakibat buruk. diharapkan tidak akan terjadi kekerasan di dalam rumah tangga. Sesungguhnya konsep gender itu sendiri mendeterminasikan manusia dengan adanya perbedaan yang dimilikinya. Pandangan yang sudah ditanamkan di dalam masing-masing individu tentang perbedaan mendasar antara pria dan wanita menyebabhkan sang suami akan mengembangkan pola pikir bahwa dirinya harus aggressive dan aktif. namun bila sudah terbukti bahwa stereotype tersebut menghasilkan buah yang negative. Gender dan Iman Kristen 1. sang suami akan berpikir 2 kali untuk melakukan kekerasan terhadap istrinya. Bermoral. Sedangkan wanita yang sudah ditanami paham bahwa dirinya harus passive. Contohnya adalah perbedaan antara pria dan wanita.

Hawa. Menurut Iman Kristen. wanita pertama. semuanya memiliki derajat yang sama. Pelayanan Wanita dalam Perjanjian Baru Hingga masa Perjanjian Baru. 2. karena wanita-wanita tidak diperkenankan masuk ke dalam halaman Bait Allah. Ada daerah yang khusus dikenal di dalam Rumah Allah dengan nama "Halaman Wanita". Bermoral. dan Berbudaya konkret dan berfokus pada hal-hal yang kecil. diciptakan sebagai penolong yang sepadan bagi Adam. baik ia seorang pria maupun wanita. Seperti contohnya Ester yang berperan sebagai ratu. serta Hulda yang meyakinkan Raja Yosia supaya menyembah Allah saja. 3. peran mereka tidak berarti. Terlebih lagi fungsi biologis keduanya yang menjadi perbedaan mendasar di antara keduanya. Contohnya adalah Miryam yang merupakan saudara Musa dan Harun. Bukti lain yang menunjukkan tidak ada superioritas dalam hal gender adalah mandat dari Allah agar manusia untuk berkuasa atas segala yang ada di bumi. nabiah-nabiah maupun Bunda Maria. para wanita Yahudi telah berhenti dari kegiatan di dalam penyembahan di Bait Allah atau rumah ibadah. meskipun pada waktu itu belum terdapat imam wanita. Alkitab juga menuliskan sejarah mengenai tidak adanya pembedaan antara pria maupun wanita. lalu Deborah yang berperan sebagai hakim yang sepadan dengan Gideon dan Samson. kata “sepadan” menunjukkan bahwa tidak ada subordinasi di antara keduanya. Dalam hal ini. Tradisi Talmud (kadang-kadang disebutkan sebagai hukum yang tidak tertulis) telah mengurangi hak dari wanita sehingga mereka menjadi seorang yang direndahkan. Kata “manusia” menunjukkan semua orang. Pelayanan Wanita dalam Perjanjian Lama Dalam Perjanjian Lama sesungguhnya sudah banyak wanita yang berperan dalam kehidupan sehari-hari ataupun hal yang menyangkut banyak orang.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. dan di sisi lain pria suka berpikir mengenai sesuatu yang secara umum dan berfokus mengenai masa depan. Hal tersebut sudah secara eksplisit menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan gender terutama dalam hal pelayanan. Wanita di sini berperan sebagai rekan untuk saling mengasihi satu sama lainnya. tentunya hal ini tidak Alkitabiah. 10 | P a g e . bukan ilah-ilah yang lain.

diceritakan pada kita bahwa wanita-wanita tidak diperkenankan untuk membaca atau berbicara di dalam Bait Allah. yang menuju ke Ruangan Suci. dan setiap orang beriman. Halaman berikutnya tidak boleh dimasuki oleh orang kafir.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Hanya dalam rumah-rumah ibadah yang menjalankan dasar-dasar Hellenistik para wanita diizinkan untuk masuk. Di dalam pekerjaan keselamatan dari Kristus. 11 | P a g e . Lukas 8:1-3 menunjukkan bahwa Yesus mengijinkan beberapa wanita untuk menjadi teman seperjalanannya. dan yang telah merobohkan tembok pemisah yaitu persekutuan" (Ef 2:14). "Karena Dialah damai sejahtera kita.   Ruang Suci. tidak memandang suku. Ada enam halaman dan ruangan-ruangan yang terpisah:   Di paling luar adalah halaman orang asing dan orang kafir. jenis kelamin atau hal-hal yang lain. dan sangat berbeda dari perlakuan orang-orang Farisi dan Saduki.  Pelataran (halaman). semua dinding-dinding pemisah itu dipatahkan. Yang diperbolehkan masuk adalah para imam saja. Ini terdiri dari dua bagian: o o Halaman yang khusus dipakai oleh wanita dan Halaman orang Israel yang khusus dipakai oleh orang laki-laki Yahudi. hukuman bagi pelanggar adalah kematian. tetapi mereka dapat duduk dan mendengarkan di tempat yang dikhususkan untuk wanita. menekankan tata cara tentang laki-laki dan perempuan secara jelas di dalam kegiatan-kegiatan agama mereka. Penghargaan Yesus pada wanita adalah sesuatu yang baru dan sangat menyolok. yang telah mempersatukan kedua pihak (Yahudi dan bangsa Kafir). dan Berbudaya Dari sumber-sumber yang khusus. mempunyai akses yang sama di hadapan Tuhan. dan Ruang Maha Suci Namun gambaran yang berbeda dibukakan oleh pelayanan dari Yesus. Ia memberi semangat pada Martha dan Maria untuk duduk pada kakiNya sebagai murid-muridNya (Luk 10:38-42). Bait Allah orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus. Bermoral.

ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah. "Karena kamu semua. Dan melalui wanita ini maka Penyelamat dunia dilahirkan. Maria: Ibu Dari Kristus Maria. Pada saat upacara pentahiran Maria (Im 12:1-6) seorang nabiah bernama Hana menyatakan pernyataan yang dramatis. 2. yang melaluinya manusia menerima Juruselamat. WANITA-WANITA DI DALAM KEHIDUPAN KRISTUS 1. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi dan orang Yunani. yaitu Maria yang telah menjadi alat. karena kamu semua adalah satu di dalam Yesus Kristus" (Gal 3: 27. Bermoral. 12 | P a g e . yang merupakan bejana yang taat. Maria telah mencontohi Hana. Hana. yang lahir dari seorang perempuan. kemudian ia mencobai suaminya.28). dan Berbudaya Zaman kemurahan Kristen yang baru telah mengantar ke era yang baru. Karena itu. antara laki-laki dan wanita dan antara imam-imam dan orang biasa (Why 1:16). seorang nabiah Perjanjian Baru dibuka dengan kisah yang begitu terkenal tentang kelahiran Yesus. A.. melaluinya Kristus telah dikandungkan oleh Roh Kudus.. ibu dari Yesus adalah seorang wanita yang baik dan saleh. dan takluk pada hukum Taurat" (Gal 4:4). tidak ada hamba atau orang merdeka. yang dibaptis dalam Kristus.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Di dalam Kristus. Hawa jatuh ke dalam pencobaan dosa untuk pertama kalinya. apabila kita menyalahkan seorang wanita. seorang nabi perempuan. Tentunya. yang menyebabkan jatuhnya manusia. Hawa. marilah kita sekarang menghormati seorang wanita. Dan ia sekarang adalah seorang janda dan berumur delapan puluh empat tahun. karena nyanyian pujiannya pada Allah (Luk 1:46-55) sangat mirip dengan nyanyian Hana (1 Sam 12:1-10). dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa" (Luk 2:36-37). tidak ada laki-laki atau perempuan. semua pemisah itu telah dihapuskan antara Yahudi dan bangsa-bangsa Kafir. Tetapi marilah kita tidak melupakan bahwa seorang wanita juga yaitu Maria. Benar bahwa seorang wanita. "Lagipula di situ ada Hana. telah mengenakan Kristus. "Tetapi setelah genap waktunya maka Allah mengutus anakNya.

4. mereka tidak dapat memberikannya pada Yesus. Penyelamat yang dinanti-nantikan oleh Israel.29. 5. "Dan juga beberapa orang perempuan. diampuni dan disembuhkan sama seperti laki-laki.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. dan saudara ibuNya. Seorang wanita yang mempunyai lima suami dan yang sedang hidup dengan laki-laki lain (yang tidak dinikahinya). Bermoral. isteri Klopas dan Maria Magdalena" (Yoh 19:25). Sebagai bukti bahwa Yesus tidak pernah lagi melihat dosa-dosa dari wanita ini. Jelas sekali bahwa mereka mempunyai kemampuan mengelola ekonomi untuk mendukung dalam hal keuangan (suatu kemampuan yang sangat ditentang mengenai wanita pada kebudayaan bangsa-bangsa Kafir).3). Gereja-gereja yang sama di negara-negara Barat yang menolak peran kepemimpinan dan pelayanan wanita. melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka" (Luk 8:2. Ia kemudian membawa seluruh desa itu pada Kristus. Wanita yang Diampuni: Seorang Pemberita Injil Di dalam Alkitab.. 3. Wanita diberkati. Kemudian kita akan melihat bahwa wanita juga mempunyai peran yang sangat penting sekitar penyaliban dan kebangkitanNya. Dalam peradaban Kristen Barat. Wanita-Wanita Di Dekat Salib "Dan dekat salib Yesus berdiri ibuNya. Jika tidak. hanya tertulis dalam Injil Lukas. Orang-orang terakhir di dekat salib adalah seorang wanita (Mrk 15:47) 13 | P a g e . masih datang dari para wanita. pada hari dimana ia bertobat ia menjadi salah satu dari pemberita InjilNya (Yoh 4:28. dan Berbudaya Hana dipakai untuk memperkuat bahwa Yesus adalah Mesias. Maria. lebih suka memberikan uang mereka untuk mengirim wanita sebagai missionari ke negara-negara lain dan menyuruh mereka berdiam diri di dalam gereja-gereja serta mengajar pandangan-pandangan yang tidak Alkitabiah tentang peranan wanita.39). 80 persen dari dukungan keuangan untuk pekerjaan Tuhan itu. telah diberkati dan diampuni dari semua dosa-dosanya. Wanita yang Mendukung Yesus Catatan yang ada mengenai dukungan finansial yang diberikan pada Yesus. Karena itu seorang wanita mempunyai peranan yang sangat penting didalam kelahiran Yesus dan di dalam penyerahanNya. baik laki-laki maupun perempuan mengikuti Kristus..

Hal-hal tersebut di atas menyebabkan laki-laki menundukkan kepalanya dengan penuh malu karena kepengecutannya. Para pria dengan penuh ketakutan lari untuk menyelamatkan diri mereka. Murid-murid melarikan diri. "Ada seorang muda (Markus) yang pada waktu itu hanya mengenakan kain lenan untuk menutupi badannya mengikuti Dia. Hari-hari ini.52).51." Dimanakah para laki-laki pemberani itu pada pagi ketika Yesus bangkit dari kematian? 14 | P a g e . "Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri" (Mat 15:47). wanita sering kali dilarang untuk berkhotbah dan mengajar.52). 3. duduk diantara pengawal-pengawal. Orang pertama yang menyatakan berita tentang kebangkitan adalah seorang wanita (Mat 28:8). Petrus menyangkal Dia. b. "Pergilah dan katakanlah kepada saudarasaudaraKu (laki-laki). mereka hendak menangkapnya dan ia melepaskan kain dan lari dengan telanjang" (Mrk14. Markus (penulis dari Alkitab ini) lari untuk menyelamatkan dirinya. Yang pertama menyiarkan. untuk melihat kesudahan perkara itu" (Mat 26:58). 2. (Yoh 20:1).19). Yesus menyuruhnya untuk melakukan hal itu (Yoh 20:17. Markus melarikan diri. Seorang wanitalah yang pertama kali berkhotbah tentang kebangkitan. Dan ia mengkhotbahkannya pada rasul-rasul itu sendiri. Bermoral. 4.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. "Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar dan setelah itu ia masuk di dalam. bahwa Aku telah bangkit. Yang pertama di kuburan. Para Wanita Yang Menyiarkan Kebangkitan a. Orang yang pertama di kuburan adalah seorang wanita. dan Berbudaya Dimanakah para prianya? 1. Petrus mengikutiNya dari jauh. Wanita-wanita pemberani mau mempertaruhkan nyawanya untuk Yesus. 6. namun Yesus mengirim seorang wanita dengan perintah. Hal ini mengakibatkan penyangkalan dari Petrus bahwa ia mengenal Yesus (Mat 14:51.

"Ia berkata kepada mereka. tetapi permulaannya bukanlah demikian. Dia sekarang bebas untuk berdiri di samping suaminya . 4. Wanita Dilarang Untuk Berbicara Ahli teologi tidak menjelaskan atau menekankan fakta bahwa pekerjaan penebusan Kristus adalah untuk memulihkan kehendak Allah yang mula-mula dan untuk mengembalikan wanita pada tempatnya yang semula di samping pria. Wanita-wanitalah yang berada di kuburan pagi ketika Kristus bangkit dari kematian. Yesus menerangkan dengan jelas bahwa semua tradisi itu bukannya untuk meniadakan maksud Allah yang semula terhadap pria dan wanita. Yesus mengutus seorang wanita untuk memberitakan berita pertama tentang kebangkitanNya. mereka kemudian kembali kepada jala-jala penangkap ikannya. Ia datang untuk menetapkan tujuan dan maksud Allah yang mula-mula (yang asli). Karena itu sangatlah janggal apabila wanita-wanita diperintahkan untuk berdiam diri pada saat ini. dan Berbudaya Seorang wanita ada di sana! Tampaknya para pria sangat berkecil hati setelah penyaliban yang tidak diharapkan itu. Karena itu mereka sering kali melarang wanita untuk berbicara di dalam gereja. dan sesuai dengan Yohanes 21:3. Bermoral.'" 1. bahwa mereka tak boleh berkhotbah atau memberitakan Injil. tetapi wanita-wanita pergi kekuburan.sama berharga dalam memberitakan berita Perjanjian Baru dari Kristus pada seluruh isi dunia ini. sebab kekerasan hatimu telah menderita hingga memperkenankan engkau menceraikan isterimu. 15 | P a g e . Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus mempunyai ukuran yang telah direndahkan oleh Musa dan kemudian oleh interpretasi dan pengajaran Talmud.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. `Musa. Kristus yang bangkit itu tampak dan berbicara pertama kali pada seorang wanita. KematianNya dan kebangkitanNya mengangkat wanita itu dari keberadaannya yang terjatuh dan memulihkan dia pada tempat yang benar di dalam kerajaanNya. Kepemimpinan dan Pelayanan Wanita dalam Gerja pada Masa Kini Di dalam Matius 19:3-9 Yesus mengemukakan suatu ukuran bagi hubungan pria dan wanita.

Gagasan bahwa wanita turut mengambil bagian dalam upacara-upacara keagamaan begitu asing bagi mereka dan bagi mereka terasa kurang kudus. Orang-orang Yahudi yang sudah bertobat dan menjadi pengikut Kristus masih memegang tradisi yang lama. dan Berbudaya Hal itu telah terjadi selama hampir 2000 tahun sejak Yesus meninggikan wanitawanita. Mereka masih meneruskan kebiasaan sunat. Tradisi Yahudi melarang wanita untuk berbicara di rumah-rumah ibadah. Tidak mudah bagi orang-orang Yahudi Kristen yang baru untuk menerima kenyataan mengenai persamaan rohani dengan wanita ini. namun orang-orang Yahudi tetap masih berpegang teguh pada tradisi keagamaan mereka. Bermoral. Peraturan Duduk Yang Khusus Peraturan duduk mereka di dalam tempat pertemuan juga masih menurut tradisi di Bait Suci Yahudi. Juga tentang wanita-wanita yang diperkenankan untuk mengemukakan pendapat di dalam gereja sangat tidak mereka sukai. Walaupun tak ada kekuatan di Alkitab yang menyatakan peraturan semacam itu. Kebebasan dari wanita untuk berdoa dan bernubuat di dalam kumpulan keagamaan masih begitu baru sehingga sering kali menimbulkan masalah di dalam gereja-gereja di mana orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir berbaur. Wanita-wanita bahkan tidak diperbolehkan memasuki tempat-tempat penyembahan Bait Suci Yahudi. karena itu 16 | P a g e .MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Wanita-wanita tetap harus menempati tempat mereka sendiri. dan bahkan guru-guru Yahudi pergi keluar kepada orang-orang kafir dan memaksa orang-orang kafir itu untuk juga disunat. namun hari ini tradisi gereja sering kali melarang wanita untuk berkhotbah atau mengajar. 2. Paulus hanya bermaksud mengingatkan pada peraturan-peraturan etika dan peradaban. Orang-orang Yahudi yang beriman masih memegang hukumhukum atau peraturan makan yang terdapat di Perjanjian Lama (baca bagian 500 Tahun Diantara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Ahli teologi mendukung larangan itu karena dalam peraturan-peraturan dari Rasul Paulus yang diberikannya untuk memecahkan masalah tertentu yang jelek dari orang-orang yang baru bertobat (yang sering kali terjadi dari banyak wanita-wanita yang tak terdidik terpelajar).

Perlunya ada Peraturan dan Wibawa Untuk membuat situasi yang lebih buruk lagi. tentang urusan-urusan dagang mereka. dan Berbudaya wanita-wanita duduk dibatasi pada bagian belakang dari rumah-rumah ibadah. tentang masalah dan pelaksanaan tugas upacara-upacara mereka. 17 | P a g e . Selama masih berhubungan dengan wanita. berdiskusi tentang kejadian-kejadian yang baru terjadi. tidak terpelajar dan mereka cenderung memamerkan kebebasannya seperti seseorang yang dulu hidup tertekan dan tiba-tiba saja diemansipasi. biasanya tidak terpelajar. di mana gosip dan percakapan mereka tidak mengganggu ibadah yang kudus itu. yang telah menjadi alat Allah yang suci. dan akibatnya adalah batasan yang jelas antara pria dan wanita Kristen pada zaman itu. Tetapi berdasarkan prasangka mereka tentang wanita-wanita yang dianggap rendah itu. Beberapa wanita jadi banyak bicara. wanita hanya dianggap sebagai alat dari manusia saja. merupakan keangkuhan mental untuk melarang wanita masuk ke dalam tempat yang suci itu. yang lainnya menjadi kasar. Kebebasan wanita yang baru ditemukan di dalam Kristus ada konflik langsung terhadap system Yahudi yang lama. Sekarang mereka dapat memasuki bagian dalam dari bangunan dan mereka dapat mendengarkan dan melihat segala sesuatu. 3. (Gereja-gereja di beberapa negara. Mereka selalu ditempatkan di pelataran wanita. Bermoral. ada yang menjadi cerewet. Di dalam revolusi Kristen yang baru.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. masih menempatkan wanita-wanitanya secara terpisah). apalagi membiarkan "mahluk-mahluk yang rendah" itu untuk berbicara dan mengajar. pria-pria Yahudi yang bertobat tidak begitu mengakui fakta bahwa wanita dapat diselamatkan. salah satu contohnya ialah Mesir. Bagi para wanita hal ini adalah sesuatu yang baru dan membakar jiwa mereka. pada zaman Rasul Paulus. karena biasanya wanita-wanita tidak terdidik. menempati tempat yang utama di mana mereka dapat melakukan penyembahan dan ibadahnya. Pria. tidak bermoral dan juga tidak canggih. Perasaan lebih atau superior dari pria tidak mau mengakui ketidak adilan perlakuan terhadap wanita ini.

berteriak-teriak memanggil dari tempat duduk wanita dengan ramai sehingga didengar oleh para pria yang lainnya. Bermoral. 18 | P a g e . Sungguhsungguh suatu dimensi yang baru. bahwa kegoncangan ini adalah ekspresi dari emansipasi wanita yang pertama di dunia. Paulus tahu bahwa sesuatu harus dilakukan. Untuk duduk dibagian dalam gereja. atau suatu interpretasi . Apalagi para wanita itu ikut mendengarkan diskusi di gereja. atau mengajukan pertanyaan. selalu ingin tahu dan mengurusi urusan orang lain. dan Berbudaya ada lagi yang tidak puas. Wanita telah salah menggunakan kebebasan baru mereka. Tetapi kehadiran mereka dan keikutsertaan mereka berbicara dalam perkumpulan itu telah membuat para pria Yahudi sampai pada batas kesabaran mereka adalah mengenai kebebasan baru yang memperbolehkan wanita-wanita untuk memasuki perkumpulan ibadah ini.dan biasanya mereka melakukannya dengan cara yang tidak teratur (tertib). maka biasanya mereka langsung saja mengeluarkan pikiran dan perasaan mereka. atau seseorang mungkin langsung menentang suatu pokok bahasan. merupakan gambaran yang sangat memalukan bagi orangorang Yahudi yang baru saja bertobat. Paulus mencoba untuk membuat beberapa peraturan dan wibawa dalam kebebasan Kristen yang baru ini. Sungguh diluar kebiasaan bagi wanita untuk mengajarkan gagasan-gagasan kepada pria dan kini mereka merasa telah mendapat kesempatan untuk melakukannya. Ingatlah.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Dengan anak-anak yang menangis dan wanita-wanita yang berteriak-teriak untuk menarik perhatian laki-laki itu. atau ikut berbicara dalam diskusi tersebut. minta penjelasan. beberapa tidak tahan dan akan berteriak pada suami-suami mereka. dan mereka harus belajar untuk memakai peran emansipasi itu dengan benar dalam Kristus. mendengar dan melihat segala sesuatu untuk pertama kalinya adalah suatu pengalaman yang mengejutkan mereka. dan kadang-kadang bahkan memberikan nubuatan. Mereka belum dilatih atau dimuridkan dalam peran baru yang penuh kebebasan di dalam Kristus. Mereka belum belajar untuk menahan diri sendiri. atau menunjukkan kebebasan mereka dengan memberikan nubuatan-nubuatan atau bantahan-bantahan mengenai pengajaran yang didapatnya. Dan ini merupakan sikap yang tidak baik untuk menyatakan pertanyaan. Rasanya tidak baik untuk melihat seorang wanita memamerkan kebebasannya dan berteriak dari "tempat duduk wanita" di bagian belakang itu.

di mana wanita pertama (Hawa) diciptakan untuk menjadi pendamping Adam. 6. Wanita tersebut diciptakan dari tulang rusuk Adam. Peran wanita pun juga tergambarkan dalam Alkitab. gagasan tersebut tidak banyak membantu kita untuk menemukan karakter unik dari iman Haruskah kita menyebutnya sebagai sebuah spiritualitas? Ya. 5. tetapi dengan derajat yang sama. dalam arti bahwa iman menawarkan jalan yang dapat dihidupi dan dilalui secara pribadi untuk merasuk ke dalam makna kehidupan 19 | P a g e . yang berbeda hanyalah perannya. Hal itu termaktub dalam Efesus 5:33. Kejadian 2:18-23 menceritakan bahwa pria dan wanita diciptakan dalam perbedaan fisik untuk saling melengkapi demi terciptanya regenerasi atas kelangsungan hidup manusia. berbantah dengan laki-laki di muka umum. mempengaruhi pendapat umum dengan mengajarkan pandangan-pandangannya. Hakikat Wanita secara Alkitabiah Secara Alkitabiah. Sifat dan karakterisitik wanita yang berbeda dengan pria dalam beberapa hal. Tidak cocok dan tidak baik bagi wanita yang begitu bersemangat namun tidak terlatih untuk berdiri dan mengganggu jalannya suatu perkumpulan. Peran wanita secara fisik juga terlihat bahwa wanita yang bertugas sebagai “penerima dan penjaga benih”. Penciptaan wanita tertulis pada Kejadian 2:18-24. wanita diciptakan untuk menjadi pendamping bagi pria. di mana wanita sebagai penolong yang sepadan atau dapat dikatakan sebagai pendamping bagi pria yang berperan sebagai head of the family dalam sebuah rumah tangga. Sesungguhnya penciptaan dari tulang rusuk itu menggambarkan peran wanita dalam memberi kelembutan (lokasi tulang rusuk yang di dekat hati) dan kesetaraan derajat (bukan tengkorak atau tulang kaki). yang berbunyi : “Bagaimanapun juga. dan Berbudaya Situasi semacam inilah yang dimaksudkan Rasul Paulus ketika ia memberikan peraturan mengenai sikap wanita di dalam perkumpulan jemaat. Dalam Alkitab. bagi kamu masing-masing berlaku : kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya.” Di sini pendamping maupun pemimpin sepadan. Hakikat Iman Kristen yang Universal Walaupun iman secara umum di lihat sebagai agama. karena keterkaitannya dengan hubungan antara manusia dengan Sang Mutlak yang di sebut Allah. beberapa dari mereka begitu meledak-ledak langsung memberikan tanggapannya.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Bermoral.

Hal ini sudah jelas bagi Israel kuno: bangsa ini menemukan identitasnya bukan berdasarkan atas ketentuan-ketentuan geografis atau garis keturunan namun berdasarkan pilihan bebas dari Allah yang misterius dan transenden. bukanlah hakikat dari tawaran ini.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. kehidupan ini berakar di dalam Allah. dan Berbudaya semakin mendalam. Sumber Kehidupan yang sejati hadir untuk menemui kita. Peran mereka bukanlah untuk menentukan garis-garis batasnya. kekhasan ini menjadi semakin menonjol. Allah memanggil manusia untuk berbagi kehidupan. Bagaimanapun juga. panggilan ini menggugah kebebasan yang ada dalam diri mereka. Lantas. Bermoral. Kehidupan yang adalah Kasih dan Kehidupan bagi sesama. untuk bersekutu maka undangan ini dialamatkan ke sisi kemanusiaan yang paling pribadi. Namun kita masih harus dengan cepat menambahkan bahwa kehidupan yang saling berbagi ini lebih dari hanya sekedar kemampuan manusia untuk berinteraksi satu sama lain. jalan ini tidak di bangun dari hal-hal yang dapat kita ambil atau tinggalkan begitu saja sesuai dengan keinginan kita. kehidupan ini memancar keluar untuk mencakup setiap pribadi umat manusia. Kehidupan ini merupakan keikutsertaan umat dalam Kehidupan ilahiah. Bila melalui Kristus. Dengan demikian batasan-batasan komunitas Kristiani tidak mutlak ditetapkan sekali untuk selama-lamanya. Segala bentuk pemaksaan kehendak. jauh dari hanya sekedar pekerjaan manusia. baik secara terbuka maupun tersembunyi. Pertama-tama. peziarahan ini mengajak para peziarah untuk membangun hubungan dengan mereka yang berjalan bersama-sama dengan mereka. jalan ini tidak kemudian membuat seseorang tertutup. pada intinya adalah tawaran atau undangan dari Allah. Karena alasan-alasan inilah maka tawaran semacam ini sangat bertolak belakang dengan segala bentuk pemaksaan. mereka pada akhirnya tidak dapat dibedakan dari keluarga umat manusia secara keseluruhan atau bahkan dari keseluruhan ciptaan. Jika iman Kristen adalah sebuah tawaran dari Sang Mutlak maka peran utama manusia adalah untuk menyambut tawaran tersebut dan menanggapinya. 20 | P a g e . Jalan ini adalah sebuah peziarahan mengikuti jejak-jejak Kristus dan di jalan yang sama. Melalui kehadiran Kristus Yesus. iman kepada Yesus Kristus dapat ditegaskan sebagai tawaran menuju persekutuan universal atau persekutuan di dalam Allah. Kehidupan bersama ini pada dasarnya terbuka dan universal. iman Kristen. Pada intinya. Biarpun sulit untuk dibayangkan namun dalam diri-Nya. apakah dapat kita katakan bahwa iman Kristen adalah kehidupan dalam kebersamaan? Pemaknaan ini memberi banyak keuntungan karena senada dengan kehidupan umat kristiani mula-mula seperti yang di gambarkan dalam Perjanjian Baru.

Tugas Hawa bukanlah untuk melayani dan merendahkan diri di hadapan Adam tetapi untuk menemaninya. Lebih lanjutnya. di Alkitab juga tertulis kalau Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam (Kejadian 2 : 21). dan mengeksploitasi perempuan.3. untuk menemani Adam. Disinilah barangkali keunikan dari kekristenan: bila kita tidak ingin menghilangkan inti pokoknya maka dalam kekristenan tidak ada dikotomi antara ajaran dan penerapannya. Setelah ditelusuri lebih lanjut oleh Wilson dan Lindsey. Sebaliknya. bukan dari tulang tengkorak maupun tulang kaki. Tuhan. Akan tetapi. Istilah gender lebih banyak menunjuk kepada perbedaan status antara laki-laki dan perempuan di dalam masyarakat yang dibentuk oleh proses sosial dan budaya yang panjang. Ia menciptakan Hawa. Hal inilah yang 21 | P a g e . 2. menciptakan manusia. para murid mengubah kehidupan mereka menjadi pesan yang hidup.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. dan Berbudaya Kedua berita sukacita kristiani adalah sebuah tawaran yang hidup. seorang perempuan. agar perempuan tak memiliki derajat yang lebih rendah atau lebih tinggi dari seorang lelaki. Sama seperti Yesus yang telah menyampaikan inti pokok dari pengajaran-Nya melalui korban kehidupan-Nya bagi kita hingga wafat di kayu salib. istilah ini digunakan untuk mengemukakan jenis kelamin. dapat disimpulkan kalau gender merupakan harapan-harapan budaya terhadap lelaki dan perempuan. dengan kata lain sebuah undangan yang nyata dan bukan hanya teoritis. Bermoral. Sebelum kita melihat lebih lanjut. gender itu sendiri lebih sering dikaitkan ke dalam budaya. Masalah Bias Gender dalam Gereja Bias gender dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita temui. menindas. pengajaran sejalan dengan penerapannya. Selain itu. Hal ini disebabkan karena banyak orang yang menganggap bahwa perempuan memiliki derajat yang lebih rendah daripada lelaki. tak pernah sekalipun melihat perbedaan itu sebagai sesuatu penghambat. kita perlu tahu terlebih dahulu pengertian gender. Bila umat kristiani tidak menerapkan kasih kepada sesama dan bila Gereja hidup dalam ketidakacuhan atau persaingan maka pastilah pengajaran mereka tidak ubahnya seperti sebuah surat mati. yaitu suatu sistem dari praktik-praktik sosial dan politik di mana kaum lelaki menguasai. Gender berasal dari kata genus yang berasal dari bahasa Latin yang artinya jenis atau tipe. karena dalam dua hal ini yang terutama adalah persekutuan dengan Allah dan persekutuan dengan sesama manusia. laki-laki dan perempuan. Budaya yang biasanya dikaitkan dengan pembahasan gender dan yang mengakibatkan ketidakadilan gender adalah dominasi patriarkhat. Meskipun demikian.

cukup banyak para teolog dan penafsir menganggap ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan. Bermoral. Jadi. Selain itu. sejak kita lahir. tetapi ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Tokoh-tokoh seperti Martin Luther dan John Calvin pun menganggap derajat perempuan lebih rendah dari laki-laki. Mereka mengacu pada Alkitab yang menyatakan kalau perempuanlah penyebab manusia jatuh ke dalam dosa. Alkitab adalah sumber utama bagi dogma dan etika Kristen. Gender itu sendiri dapat berubah dan bertukar sesuai dengan kondisi budaya dan tempat. Oleh karena. menurut Kejadian 1 : 26-28. yang dipengaruhi oleh refleksi dari budaya tersebut. 29 : 11. John Calvin juga mengungkapkan. berdasarkan apa yang dikemukakan oleh Alkitab sangatlah penting bagi orang Kristen. pemahaman mengenai status dan peranan laki-laki serta perempuan. dan Berbudaya menjadikan orang banyak berkeyakinan kalau laki-laki memiliki status yang lebih tinggi dari perempuan dan membatasi peran perempuan hanya di beberapa area tertentu saja. Dengan demikian. sebagai pencipta kita. baik secara fungsional dan struktural. Tetapi. Hanya Tuhan yang bisa menentukannya dan kita tak bisa mengubah hal tersebut. Sebagian dari teks Alkitab menggambarkan status dan peran perempuan adalah sebagai istri dan ibu yang fungsinya bermanfaat bagi laki-laki. ia digambarkan bernilai sangat tinggi melebihi nilai permata (Amsal 31 : 10. perbedaan antara laki-laki dan perempuan dapat ditinjau dari sudut gender dan dari segi seks (biologis). Keluaran 20 : 17). seks (biologis) sudah dikodratkan oleh Tuhan. 3 : 15). Di satu pihak. Kita tak dapat memilih mau menjadi laki-laki atau perempuan. Dari sudut gender. hanya lelaki yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sementara perempuan hanyalah secondary degree dan diposisikan sebagai penolong laki-laki (Kejadian 2 : 18). Ia tak boleh berperan aktif 22 | P a g e . Mereka tak membedakan konsep gender yang berubah-ubah dan terbentuk dalam proses sosial budaya yang panjang dari konsep seks yang tetap dalam Alkitab. Sebagai orang Kristen dan orang percaya. Di lain pihak. setiap kelompok akan memiliki persepsi berbeda mengenai gender.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. adalah kodrat atau kehendak Tuhan. Alkitab seringkali rancu jika membahas mengenai status perempuan. peran dan tanggung jawab laki-laki serta perempuan belum dikodratkan dari Tuhan. Berbeda dengan gender. Selain itu. kitab suci yang menjadi sumber utama dogma dan etika itu amat diwarnai budaya patriakhat. perempuan sering digambarkan berstatus sangat rendah (Ulangan 5 : 21.

Apabila masyarakat tak memandang jenis kelamin sebagai suatu perbedaan yang bisa menimbulkan masalah. Galatia 3:28). Keduanya adalah mitra dalam masyarakat. Hakim-Hakim 4 : 4-6. mengerti. Di sini terlihat sekali kalau peran perempuan tergantung pada zaman kapan kitab itu ditulis. 12 : 41-44. 7 : 24-30. Dari uraian di atas. 2 Raja-Raja 11 : 1-3. Selain itu. maka tak akan ada masalah bias gender yang muncul di situ. kebebadan. 13 : 10-17. sudah seharusnya kita datang 23 | P a g e . dan hak yang sama untuk menyelidiki. dan Berbudaya dalam masyarakat apalagi mengajar laki-laki (Kejadian 16. Yohanes 4). 7 : 11-17. 1 Korintus 14 : 34). 30 : 1-24. Hakim-Hakim 19. Perempuan bisa menjadi mitra kerja. Lukas 4 :23-30. Sebaliknya. budaya yang menganggap perempuan tak sekuat laki-laki dan berstatus lebih rendah akan memiliki masalah bias gender yang terlihat. Di teks Alkitab lainnya. memanfaatkan. melayani untuk menyenangkan atau demi kepentingan suami. Rut 4 : 1-17. walikota. mengolah. Sebagai seorang percaya yang mengakui Yesus sebagai Juruselamat dunia ini. dapat juga dilihat dari Perjanjian Baru bahwa Tuhan Yesus sangatlah menjunjung tinggi perempuan (Markus 5 : 25-34. Gambar yang rinci mengenai perempuan dalam masyarakat ada pada Amsal 31 : 10-31 di mana digambarkan perempuan yang bijaksana ini dapat berperan menjadi istri setia dan kepala yang bijaksana bagi anggota masyarakat yang dipimpin olehnya. Keduanya sama-sama memiliki kebebasan dan kuasa untuk beridentitas dalam masyarakat sebagai pendeta. penasihat hikmat istana. dan mendominasi bumi dengan mengembangkan segala jenis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan lahiriah dan batiniah manusia itu (dengan identitas sebagai pekerja atau pemimpin masyarakat. karena keduanya “segambar dengan Allah”. 13 : 34. Kejadian 1 : 26-28). Bermoral. nabi bahkan sebagai seorang hakim (2 Samuel 14 : 2-20. Bias gender tak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang perempuan dalam melayani Tuhan di dalam pelayanan baik itu di dalam gereja maupun di luar. perempuan bisa dianggap sama statusnya dengan laki-laki. 20 : 15-22. 21 : 18-21. kewajiban. dapat kita simpulkan bahwa masalah bias gender timbul dari masyarakat itu sendiri. 12 : 18-27. gubernur bahkan presiden. Sehingga tak mungkin untuk mendiskriminasi perempuan dan membedakannya dari laki-laki sebagai makhluk yang lebih rendah. sehingga keduanya memiliki kesempatan. Gambar yang ideal memperlihatkan bahwa perempuan berstatus sederajat dengan lakilaki.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. 11 : 27-28.

sudah banyak contoh pelayan perempuan yang hidup mengabdi kepada Tuhan di dalam persekutuan seperti Debora (Hakim-Hakim 4:4). perlu juga memberikan perempuan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh lakilaki sebagai suatu pembuktian bahwa perempuan juga layak dan bisa melakukannya. masih ada juga gereja yang menganggap bahwa perempuan tak layak untuk mendapatkan „posisi‟. ras. Apabila hal ini dapat dilakukan. Akan tercipta kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan pelayanan serta kontribusi yang adil dari laki-laki dan perempuan ini. membangun dalam iman Kristus. bahasa. dan Berbudaya dan melayaniNya dalam persekutuan dengan Roh Kudus. 2.anak Filipus (Kisah Para Rasul 21:9). Bermoral. Ester (Ester 2:17). dan anak. Hal ini sungguh disayangkan di zaman yang sudah modern ini. dan Harmoni. dan perbedaan-perbedaan lainnya. Gereja tak sepatutnya melihat perbedaan di dalam orang yang mau datang kepadaNya.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Meskipun begitu. suku. 34:22). Di Alkitab sendiri.4. Febe (Roma 16:1-2). Selain itu. Hal – hal yang tidak boleh hilang dari sebuah Keluarga Kristen adalah Kasih. Meskipun perempuan. masalah bias gender memang tak terlalu mencolok dibandingkan dengan masalah ini di dalam masyarakat konservatif. Konsep Keluarga Kristen Keluarga kristen adalah keluarga yang menjadikan Yesus sebagai teladan hidup mereka dalam menjalani kehidupan mereka sehari – hari. agama. mereka tetap diberikan kebebasan untuk melayani Tuhan. Kesetiaan. Pikiran orang-orang yang berpikiran seperti ini perlu dibuka dan dicerahkan. serta keluarga yang memiliki integritas penuh terhadap Tuhan Yesus. Tugas – tugas utama dari sebuah Keluarga Kristen adalah saling tunduk. Di dalam gereja. maka kehidupan bias gender di dalam gereja bisa dihapuskan. Kehidupan ini akan menjadi suatu cara hidup yang baru dan menilai bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama tanpa membeda-bedakan. mengajar yang lain untuk mengenal Kristus. Hal ini didasari keyakinan kalau hidup melayani Tuhan adalah suatu panggilan dan kewajiban bagi orang percaya tanpa melihat gender. keluarga yang menjalani kehidupan mereka sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus. Yunias (Roma 16:7). 24 | P a g e . memelihara kelakuan di rumah tangga. Hulda (2 Raja-Raja 22:14.

Sedangkan peran Keluarga Kristen di luar keluarga itu sendiri antara lain :  Di masyarakat. yaitu :       Menjadi cermin diri masyarakat yang sehat Merupakan tempat pembibitan kepemimpinan dalam masyarakat Di gereja. 1. dan melindungi beberapa panggilan yang ditumbuhkan oleh Allah. Peran keluarga Kristen dalam keluarga itu sendiri adalah sebagai Gereja Kecil. mengatur keuangan. Istri / Ibu Sebagai penolong bagi suami ( Kej 2 : 18 ) Istri yang penolong berarti : o Berharga/Bermutu ( Ams 31 : 10 ) o Dapat dipercaya ( Ams 31 : 11a ) berupa kesetiaan. Tugas – tugasnya antara lain :     Membangun persekutuan cinta di antara pribadi – pribadi dalam keluarga Memberikan pendidikan iman yang baik kepada anak – anak. Bapak dan anak – anaknya. disebutkan bahwa keluarga adalah Ibu. memelihara.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. o Rajin dan kreatif o Penolong yang berhikmat ( Ams 1 : 7 ) o Penolong yang mantap dalam penampilannya ( 1 Pet 3 : 3 ) 25 | P a g e . 1 Kor 11 : 3 ) 2. Ef 5 : 23 ) Sebagai kepala ( Ef 5 : 23 . yaitu : Membawa perdamaian ( Ef 2 : 16a ) Menghindari konflik ( Ef 2 : 16b ) Membina persaudaraan ( Ef 2 : 17 ) Dalam KBBI. Setiap anggota keluarga tersebut mempunyai peran dan kedudukannya masing – masing. dan mengatur rumah tangga. Bermoral. menjaga rahasia. Mempersiapkan. Berperan serta dalam kehidupan dan misi gereja. dan Berbudaya Keluarga Kristen mempunyai dua peran besar yaitu peran untuk keluarga itu sendiri dan peran di luar keluarga tersebut. Suami / Ayah / Bapak    Sebagai wakil Allah ( Kol 3 : 18 .

Taat. Emphaty. Anak Anak bertugas untuk mengabdi kepada orang tua. 1. sesama manusia. Tunduk dan Menghormati suami ( 1 Pet 3 : 1 – 2 ) Mengasihi suami Memelihara dan mengasuh anak ( Ams 31 : 15a ) Imam bagi anak – anaknya ( Mat 7 : 7 ) Teladan bagi anaknya ( Ams 20 : 15 ) Sebagai guru ( Ams 1 : 8b ) Sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rjumah rohani ( 1 Pet 2 : 5 ) 2. Akan tetapi. Untuk itulah sebagai umat Kristen kita perlu mengingat kembali panggilan dan perintah Tuhan untuk dapat bergaul dengan baik dan benar terhadap : alam (mahluk lain). berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”. Elok. Responsibility.5. harus ada kelima aspek ini terlebih dahulu. Sehingga semua saling berkesinambungan dan si anak bisa mengerjakan tugasnya dengan benar. dan Trustworthy. dan Berbudaya o Penolong yang mendoakan suami ( Ams 16 : 3 )        3. Rajin. dan Tuhan. Iman. Kasih 26 | P a g e . tugas ini dibagi menjadi 5 aspek. Syukur. Jika kita membaca Kejadian 1 : 28 tentang : “Beranakcuculah dan bertambah banyak. Untuk melaksanakan tugas anak tersebut. Bermoral. Maksud dari perintah itu adalah Tuhan menginginkan manusia itu untuk membentuk pergaulan baik diantara sesama manusia juga terhadap mahluk lain. Pergaulan yang baik Manusia merupakan makhluk sosial yang akan selalu membutuhkan orang lain karena manusia tidak bisa hidup sendirian. Alliance. yaitu Harmony. Nyaman. Memilih Teman Hidup A. Bagaimanakah cara bergaul umat Kristen itu ? Ada tujuh hal yang bisa memberi pengertian mengenai cara bergaul umat Kristen yaitu: Kasih. penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman.

27 | P a g e . 4. maka kenyamanan pun akan tercipta. 5. 3. tetapi keelokan itu betul-betul terlihat dan tercipta dari dalam. Syukur Biasanya orang sulit bergaul disebabkan rasa kekurangan yang dialami. Bermoral. dan mau yang gampang-gampang saja membuat orang sulit untuk taat. kadang kita tidak menerirna ucapan terima kasih. menolong dan membantu. Pengendalian diri. ketidak-sabaran. Dan memang. 7. Nyaman Kalau sudah elok. sesama dan kepada Tuhan. Dan memang pergaulan banyak hancur karena ketidaktaatan. walaupun kita sudah bergaul dengan baik. Taat Ketaatan adalah satu hal yang sangat sulit sekali. Kasih merupakan satu bukti nyata dari Kekristenan 2. Elok Sudah pasti semua orang suka dengan yang elok! Tapi keelokan itu bukan hanya sementara. bukan semata karena mengharapkan imbalan atau upah. Itu juga yang harus dilakukan oleh umat Kristen. dan Berbudaya Tidak ada ke-Kristenan yang tidak didasari dan dilandaskan dengan kasih. keelokan itu bukan hanya bentuk luar saja. atau merasa dirugikan. apalagi pergaulan kita dengan Tuhan! Untuk itulah ketaatan merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam pergaulan. 6.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. kerajinan sangat diperlukan. Iman Iman yang mendorong kita untuk mengasihi dan rajin. Rajin Jika kita ingin bergaul baik dengan alam serta isinya. Kenyamanan adalah rasa aman dan damai sejahtera.

Apakah itu cinta yang sesungguhnya? 1 Korintus 13:4-7 mendeskripsikan cinta yang sesungguhnya C. B." ( 1 Korintus 15:33) 3. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? " ( 2 Korintus 6:14 ). pengembangan kepribadian dan memilih kawan. persahabatan. Termasuk diantaranya hubungan kita dengan kekasih/pacar. Jagalah hatimu. "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan. Cinta - Agape Filia Storge Eros : cinta yang berhubungan dengan Allah :cinta yang berhubungan dengan keluarga : cinta yang berhubungan dengan sahabat :cinta yang berhubungan dengan lawan jenis Cinta dengan lawan jenis pun dibagi lagi menjadi 2. Kita berkencan untuk mendapatkan kesenangan. Bermoral."Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orangorang yang tak percaya. bukan untuk popularitas atau untuk merasa aman. Orang Kristen hanya boleh berkencan/berpacaran dengan sesama Kristen. Alkitab memberikan kita beberapa pegangan yang jelas untuk membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai soal kencan/pacaran." ( Amsal 4:23 ) 2. karena dari situlah terpancar kehidupan. Pergaulan yang buruk Tuhan menginginkan yang terbaik untuk kita dalam setiap aspek kehidupan. 1.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul. 4. dan Berbudaya sebagaimana Tuhan berfirman bahwa rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11). yaitu: Cinta sejati Cinta asmara :cinta yang berlandaskan agape :cinta yang berlandaskan eros semata 28 | P a g e .

Ucapkanlah syukur senantiasa atas segala sesuatu. namun banyak pula pasangan yang sebelum menikah tetapi telah melakukan hubungan seksual (seks pra-nikah). khususnya pada waktu pacaran. Kita harus menunjukkan gaya hidup yang disetujui oleh Allah.20. 29 | P a g e . Masalah seks Seks terjadi karena adanya dorongan biologis yang didasasri oleh cinto erotis (eros). Roma 14. setelah ia bekerja dengan penuh kesungguhan selama tujuh tahun tujuh hari.23 setiap langkah dalam hubungan pacaran mempunyai dimensi ke atas yaitu tanggung jawab kepada Tuhan. F. Kepentingan Allah yang harus diutamakan atau diprioritaskan dalam hubungan pacaran itu. Ef 5. Alkitab pun mencatat Yakub (Kej. Pasangan suami istri wajib memenuhi kebutuhan pasangannya karena hubungan seks yang didasari oleh pernikahan Kristen adalah sesuatu yang suci.19-20). apakah semua pengalaman pada waktu berpacaran menimbulkan ucapan syukur?  Lakukanlah segala sesuatu berdasarkan iman.  Pandanglah tubuhmu dan tubuhnya adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu. Seharusnya hubungan seks silakukan oleh pasangan yang sudah menikah. 1 Korintus 6:18 berkata "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! " Kita tidak dapat melakukan ini apabila kita mencobai diri kita sendiri karena kecerobohan kita. Definisi seks menurut alkitab Seks merupakan hubungan badan yang dijadikan lambing cinta yang untuh antara suami-istri.17. bukan berpusat pada diri sendiri Cara berpacaran anak Tuhan harus mengacu kepada ke empat nasihat Firman Tuhan yaitu:   Berdoalah senantiasa. Berpacaran Berpacaran adalah suatu proses di mana seorang laki-laki dan perempuan menjajaki kemungkinan adanya kesepadanan di antara mereka berdua yang dapat dilanjutkan ke dalam perkawinan. Jadi pacaran yang benar harus mengacu pada kasih akan Allah. dan Berbudaya D. Kamu bukanlah milik kamu sendiri. Bermoral. 29:18) berjuang untuk mendapatkan Rahel. Tuhan menciptakan seks sebagai kebutuhan manusia dan menjadi lambang cinta kasih antara suami istri. E. tetapi ia harus menambah selama tujuh tahun lagi.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. kamu sudah dibeli! Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu (1Korintus 6. 1Tes 5.

Tuhan melarang adanya penyimpangan-penyimpangan seksual ini. Allah menghendaki adanya pernikahan sebagai sarana kasih sayang antar manusia laki-laki dan perempuan sehingga mereka dapat menjadi satu daging (Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya. Oleh karena itu Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan agar dapat tercipta suatu kehidupan pernikahan. Pernikahan 1. Tuhan sebagai Inspirator Pernikahan memiliki arti bahwa Tuhan yang menghendaki suatu pernikahan terjadi. kasih yang melayani. sehingga keduanya menjadi satu daging). Tuhan sebagai Inspirator Pernikahan juga tidak memperbolehkan adanya poligami dan homoseksualitas. kalau manusia itu seorang diri saja.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Dalam pandangan Alkitab. yang sepadan dengan dia”. pernikahan adalah suatu rancangan atau gagasan Allah. dan Berbudaya Selain hubungan seks pra-nikah. biseks. Bukti jelas terdapat pada hokum taurat ke 7 yang berbunyi Jangan Berzinah. TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik. Aku akan menjadikan penolong baginya. Peranan Allah sebagai Inspirator Pernikahan tampak jelas sebagaimana ada tertulis dalam Kejadian 2:18. sampai ke Penyakit Menular Seksual (PMS). Yesus menegaskan bahwa Allah hanya merancang perkawinan monogami sebab hanya dalam perkawinan monogami-lah kasih agape. Tuhan Allah menganggap bahwa kehidupan pernikahan adalah sesuatu yang baik bagi manusia sebagai salah satu ciptaannya. Menjadi satu daging pada dasarnya adalah menjalani kehidupan bersama-sama dalam lingkungan yang tidak terisolasi dan merupakan bagian dari masyarakat.6. Mulai dari hungan seks sesama jenis (lesbian/homoseksual). Tuhan sebagai Inspirator Pernikahan Pernikahan adalah hubungan yang terdekat dan terdalam dari segala hubungan yang dijalin antara sesama manusia. Bermoral. banyak juga penyimpangan seksual yang terjadi. Pernikahan yang diinspirasikan oleh Allah tidak memiliki arti bahwa setelah menikah seseorang akan meninggalkan keluarganya yang lama sama sekali demi membina keluarga yang baru (Kejadian 2:24). dapat 30 | P a g e . 2.

Untuk homoseksualitas. Selain pasangan yang seimbang. Melalui pernikahan. kedewasaan. Alkitab menyebutkan dalam 2Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Dengan membina hidup rumah tangga. diharapkan juga pasangan yang sepadan dalam pernikahan. dan lain-lain. sepadan memiliki arti sederajat dan sesuai. Sebagaimana tertulis dalam Kejadian 2:18. saling menopang. Dapat dikatakan bahwa selain iman. dan Berbudaya dibuktikan. namun akan lebih mudah menjalin kehidupan rumah tangga dengan orang yang memiliki visi dan misi yang sama dalam hidup mengingat perbedaan pandangan sedikit saja dapat membawa pertengkaran. 31 | P a g e . namun memiliki tujuan utama memuliakan Tuhan. Bermoral. Memang bukan tidak mungkin seseorang dapat mencapai kehidupan pernikahan yang bahagia dengan pasangan yang tidak seiman. Bila seimbang memiliki arti seiman. suatu keluarga dapat menyatakan kemuliaan Allah dengan saling bertumbuh dalam iman. 3. keberadaan pasangan yang seimbang dan sepadan merupakan salah satu syarat untuk memperoleh kehidupan pernikahan yang sesuai dengan kehendak Allah. memuji Tuhan bersama-sama. Pernikahan untuk kemuliaan Tuhan Menikah bukan merupakan sarana untuk memuaskan hawa nafsu. Pernikahan adalah suatu sarana di mana manusia dapat berkumpul untuk melayani Tuhan.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Kesepadanan tersebut dapat diukur dalam hal kualitas iman. 2. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa tujuan pernikahan salah satunya adalah sebagai sarana pelayanan (married as a ministry). seseorang tidak melayani Tuhan hanya sebagai individu saja. namun sekumpulan orang atau satu keluarga. keadaan duniawi seorang calon pasangan juga harus tetap dipertimbangkan untuk memperoleh kehidupan pernikahan yang bahagia di dalam Allah. latar balakang. Kehidupan pernikahan Kristen menunjukkan kemuliaan Allah dalam setiap aspeknya. dan lain-lain. Pasangan yang sepadan dalam Kristen Dalam kehidupan pernikahan Kristen. dibutuhkan pasangan yang sepadan dalam rumah tangga Kristen. Alkitab tidak membenarkan sebab melawan kehendak Allah bahwa suami dan isteri akan menjadi satu daging.

Maleakhi 2:16 Sebab Aku membenci perceraian. Pandangan Kristen terhadap perceraian Perceraian merupakan hal yang sangat bertentangan dengan kehendak Allah. Tuhan sangat membenci perceraian. tidak boleh diceraikan manusia. Keluarga bahagia menurut pandangan Kristen memiliki beberapa persyaratan. Kasus kekerasan dalam rumah tangga memicu pertanyaan apakah perceraian kembali mendapat toleransi untuk keadaan demikian. hal ini tidak berarti bahwa perceraian ditiadakan meski oleh alasan apapun. Keluarga yang bahagia adalah keluarga di mana pernikahan hanya terjadi sekali seumur hidup bagi diri pasangan suami isteri dalam keluarga tersebut (Kejadian 2:18. Motivasi yang salah dalam memulai pernikahan akan membawa kehancuran bagi rumah tangga tersebut. 5. atau cinta nafsu. Karena itu. keindahan dan kecantikan jasmani. Betapa pun rumit dan sulitnya perjalanan kehidupan rumah tangga. Allah Israel). Namun dewasa ini semakin banyak pernikahan yang terjadi oleh karena motivasi yang salah.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. ia berbuat zinah). Dalam hal ini. Syarat yang kedua. Keluarga bahagia menurut pandangan Kristen Keluarga Kristen yang menerapkan kasih Allah dalam kehidupan berumah tangga pasti berbahagia. firman TUHAN. kecuali karena zinah. Alkitab membenarkan perceraian untuk alasan perzinahan. perceraian seharusnya tidak boleh terjadi. sehingga dapat mempertahankan kelanggengan dan keharmonisan keluarha. suami dan isteri harus saling merendahkan diri satu sama lain. Mengingat terjadinya suatu pernikahan adalah karena kehendak Allah. Pandangan Alkitab bahwa perceraian tidak dikehendaki Allah harus dipegang teguh. di dalam keluarga yang bahagia. lalu kawin dengan perempuan lain. apa yang telah dipersatukan Allah. dan Berbudaya 4. misalnya dipicu oleh harta. sebab perceraian tidak mungkin terjadi bila kasih Kristus menjadi pegangan dalam hidup berkeluarga. Dalam Matius 19:6 tertulis Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu. apabila seorang suami atau seorang isteri atau kedua-duanya berzinah. berusaha mencari jalan keluar dalam terang firman Allah dan memampukan diri masing-masing untuk mengampuni pasangannya. Tidak hanya 32 | P a g e . Namun. pasangan suami isteri telah menjadi satu secara utuh. Bermoral. maka pasangannya berhak menuntut perceraian (Matius 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya.

33 | P a g e . Perintah-perintah Tuhan kepada masing-masing anggota keluarga secara lengkap juga tertulis dalam surat Paulus kepada Titus pasal 2. namun dilihat dari sudut pandang gender. kemuliaan Allah yang seharusnya menjadi nyata dalam kehidupan keluarga Kristen menjadi pudar. Sedangkan perintah Tuhan kepada orang tua lebih kepada memelihara. iman Kristen dan keluarga Kristen. Perintah Tuhan kepada masing-masing anggota keluarga Masing-masing anggota keluarga memiliki peran dan tugas masing-masing dalam mewujudkan keluarga yang bahagia dalam iman Kristen. Pada akhirnya.1. Bagi anak. Tuhan memerintahkan dalam Hukum Taurat yang ke-5 untuk menghormati orang tua (Keluaran 20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu. dan mendidik anak-anak mereka. penulis akan mengkolaborasikan menjadi satu teori dasar yang akan menjadi rujukan membahas permasalahan yang ada. Syarat yang terakhir adalah bahwa setiap anggota keluarga harus bertanggung jawab terhadap anggota keluarga lainnya sesuai dengan perannya 6. Apabila salah satu fungsi dari anggota keluarga ada yang tidak terpenuhi. Kaloborasi Keenam Lingkup Dari keenam lingkup pembahasan yang terkumpul pada bab dua. dan satu hati. kepadamu). Bermoral. melindungi. Masalah yang akan dibahas adalah kekerasan dalam rumah tangga. satu pikiran.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN. maka mustahil kasih dapat diaplikasikan dengan baik dalam kehidupan keluarga tersebut. dan Berbudaya menjadi satu daging dalam hubungan seksual namun juga menjadi satu lembaga dalam masyarakat. BAB 3 ANALISIS HASIL PENELITIAN 3. Allahmu.

Wanita tetap diberi ruang gerak tertentu dalam gereja. Mereka sama dalam beberapa hal. Alkitab tidak pernah meniadakan perbedaan antara pria dan wanita. 34 | P a g e . tetapi mereka juga berbeda dalam banyak hal yang lain. laki-laki juga salah karena tidak menjaga istri dan juga ikut memakan buah tersebut. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa Tuhan memakai wanita sebagai pengentara berkatnya. Dalam kedaulatan-Nya yang mutlak. Tidak ada ayat yang secara khusus melarang kepemimpinan wanita dalam konteks jabatan gereja. Karena dalam gereja alasan wanita sebagai kaum yang lebih lemah. Di sisi lain. Padahal dalam hal ini. Pada masa penderitaannya Tuhan memakai wanita hingga akhir hidup Yesus. Hal ini dipandang salah oleh gereja. Bermoral. Tuhan tidak membeda-bedakan wanita dan pria. Allah perlu menetapkan urutan otoritas dalam segala hal. Namun justru harus dilindungi dan dijaga kesuciannya. lebih lembut. Sebagai contoh. dan Berbudaya Dari sudut gender. bukan untuk dieksploitasi. terlihat bahwa pelayanan wanita dalam perjanjian baru sangat besar. karena kalau tidak ada aturan yang jelas manusia akan memakai patokan lain yang justru lebih mengacaukan tatanan masyarakat. Berdasarkan inferensi dari data Alkitab yang tersedia. Bahkan orang pertama yang mengetahui kebangkitan Yesus adalah seorang wanita. Atas alasan gender wanita yang lebih lemah. Mereka dipakai Allah untuk bernubuat atau terlibat dalam pekerjaan Tuhan yang lain. Alkiatb tampaknya mendukung kepemimpinan laki-laki dalam gereja. Hawa (perempuan pertama) yang jatuh ke dalam dosa dengan mengambil buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. asalkan hal itu tidak didasari pada konsep atau motivasi ingin mendominasi laki-laki.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Eksistensi beberapa wanita Kristen di Perjanjian Baru menunjukkan keistimewaan peranan mereka dalam pekabaran Injil. masalah kekerasan dalam rumah tangga lebih dominan terjadi pada wanita. walaupun pembatasan ini disinggung dalam konteks ibadah. terutama dalam gereja dan rumah tangga. Penetapan otoritas ini tidak berarti penghilangan peranan dan optimalisasi talenta wanita. Misalnya saja pada saat kisah perjalanan Yesus Kristus. Alkitab tidak memberikan catatan yang eksplisit. pasif dan penurut sehingga disalah gunakan oleh lelaki yang tak bisa menahan emosinya. Beberapa firman juga sering disalah artikan oleh beberapa orang yang megira kaum perempuan itu kaum yang disalahkan. Tentang kepemimpinan wanita dalam gereja. Allah telah menetapkan laki-laki di atas wanita dalam hal otoritas. rujukan tentang kepemimpinan laki-laki dalam gereja justru melimpah. Wanita juga ada kemungkinan boleh mengajar. Dari teori yang telah diuraikan di Bab 2.

Karena itu. Pihak wanita yang menjadi korban karena mereka tidak berhak diperlakukan semena-mena atas dasar gender. seiman. Diantaranya ada faktor ekonomi. cemburu dan bisa juga disebabkan adanya salah satu orang tua dari kedua belah pihak.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. anak dan orang tua. Kekerasan dalam rumah tangga dapat berupa kekerasan fisik dan psikis. Bermoral. dengan maksud memuliakan nama-Nya. dan Berbudaya Dari sudut keluarga Kristen sendiri. bukanlah hal yang diinginkan oleh Tuhan untuk memuliakan namaNya. Kekerasan dalam rumah tangga yang disebabkan faktor ekonomi. sebuah keluarga Kristen yang baik adalah keluarga yang pasangannya seimbang. baik dari kebutuhan sandang pangan maupun kebutuhan pendidikan. yang ikut ambil andil dalam sebuah rumah tangga. Terkadang ada seorang istri yang terlalu banyak menuntut dalam hal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. dan memuliakan Tuhan lewat kasih sayang antara suami istri. 35 | P a g e . sehingga seorang istri dapat mengatasi apabila terjadi pendapatan yang minim. eksploitasi perempuan dalam bentuk kekerasan dalam rumah tangga adalah dosa dan tak dapat dibenarkan. Seharusnya seorang istri harus bisa memahami keuangan keluarga. Naik turunnya penghasilan suami sangat mempengaruhi besar kecilnya pengeluaran yang dikeluarkan untuk keluarga. Kekerasan dalam rumah tangga dapat dipicu oleh banyak faktor. Tuhan menciptakan institusi keluarga. Relevansi Pembahasan dengan Kasus Kasus kekerasan dalam rumah tangga merupakan salah satu kasus yang tengah marak terjadi di Indonesia. Kedua belah pihak tidak lagi bisa mengontrol emosi masing-masing. dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Dari situlah timbul pertengkaran antara suami dan istri yang akhirnya menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga. 3. pengeksploitasian perempuan oleh pihak laki-laki dengan melakukan kekerasan baik fisik maupun psikis.2. Perempuan dan anak seringkali menjadi sasaran dalam kekerasan dalam rumah tangga ini. bisa digambarkan misalnya minimnya penghasilan suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga. Cara itu bisa menghindari pertengkaran dan timbulnya KDRT di dalam sebuah keluarga. Namun. pendidikan yang rendah. Disamping pendapatan yang kecil sementara pengeluaran yang besar seorang istri harus mampu mengkoordinir berapapun keuangan yang ada dalam keluarga. Hampir tiap hari kita mendengar berita tentang kejadian ini.

Sebelum kita melihat kesalahan orang lain. Jika di dalam sebuah rumah tangga tidak ada keharmonisan dan kerukunan diantara kedua belah pihak. maka perempuan akan menjadi korban yang utama. di mana kebutuhan itu sangat mempengaruhi keinginan kedua belah pihak yang bertentangan. Kalau di dalam rumah tangga terjadi KDRT. agar tercipta sebuah rumah tangga yang rukun dan harmonis. Sehingga. Untuk menghadapi situasi yang seperti ini. 36 | P a g e . Tidak hanya satu pihak yang bisa memicu konflik di dalam rumah tangga. Berusaha berbuat semanis mungkin agar suami bisa berubah dan bersikap manis kepada istri. sehingga menimbulkan perubahan sifat yang terjadi pada pasangan kita masing-masing. Itu bisa membuat seorang suami menyeleweng dari garis-garis menjadi seorang suami yang baik dan lebih bertanggung-jawab. Kekerasan dalam rumah tangga juga bisa disebabkan tidak adanya rasa cinta pada diri seorang suami kepada istrinya. karena tidak adanya pengetahuan. seperti membaca buku yang memang isi bukunya itu bercerita tentang bagaimana cara menerapkan sebuah keluarga yang sakinah. Di dalam sebuah rumah tangga butuh komunikasi yang baik antara suami dan istri.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Maka dari itu. Seharusnya seorang suami dan istri harus banyak bertanya dan belajar. istri butuh kesabaran yang sangat amat besar. bisa suami maupun istri. di dalam sebuah rumah tangga kedua belah pihak harus sama-sama menjaga agar tidak terjadi konflik yang bisa menimbulkan kekerasan. Suami sering bersikap kasar dan ringan tangan. Maka sang istri tidak tahu bagaimana cara mengatasi sifat suami yang arogan itu sendiri. Mungkin di dalam sebuah rumah tangga ada suami yang memiliki sifat arogan dan cenderung menang sendiri. Bermoral. Akhirnya tentulah kekerasan dalam rumah tangga. Seorang suami atau istri harus bisa saling menghargai pendapat pasangannya masing-masing. Sebenarnya apa yang terjadi pada diri kita. sulit untuk menyatukan hal yang berbeda. dan Berbudaya Dari faktor pendidikan. karena mungkin perkawinan mereka terjadi dengan adanya perjodohan diantara mereka tanpa didasari dengan rasa cinta terlebih dahulu. Seharusnya seorang suami dan istri bisa mengimbangi kebutuhan psikis. mawaddah dan warahmah. marilah kita berkaca pada diri kita sendiri. bisa disebabkan oleh tidak adanya pengetahuan dari kedua belah pihak bagaimana cara mengimbangi dan mengatasi sifat-sifat yang tidak cocok diantara keduanya. itu juga bisa menjadi pemicu timbulnya kekerasan dalam rumah tangga.

Seperti Firman Tuhan yang menyatakan. Ia juga tak akan pilih kasih antara laki-laki dan perempuan. Bermoral. perempuan dan laki-laki memiliki kodratnya sendiri. sebagai suami. Indonesia perlu usaha besar dalam mencoba untuk menanggulangi semakin banyaknya peristiwa kekerasan yang ada di rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga. Tuhan membuat perbedaan ini untuk membuat perempuan dan laki-laki saling melengkapi satu sama lain. Padahal.”(Efesus 5: 33b). Dalam pandangan iman Kristen. seharusnya menjaga dan menyayangi istrinya. Dalam keluarga. Memang. perbedaan ini bukanlah dibuat untuk saling menjatuhkan satu sama lain. tak bisa dibenarkan. laki-laki dan perempuan tak ada yang lebih tinggi karena semuanya sama di mata Tuhan.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. “Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki. 4. dan segala sesuatu berasal dari Allah. baik dilihat dari segi Alkitabiah dan dari segi kemanusiaan. istri menghormati suaminya. Perempuan juga seringkali ditempatkan sebagai makhluk yang lebih lemah daripada laki-laki. Undang-undang mengenai 37 | P a g e . Seorang laki-laki. “…Kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya. Hal ini bukan saja merendahkan derajat perempuan tetapi juga membuat ketidak setaraan gender antara laki-laki dan perempuan menjadi terlihat mencolok. Perbedaan gender yang menjadi isu juga tak boleh lagi menjadi hal yang terlalu dipikirkan di dalam kehidupan rumah tangga.1. laki-laki tidak merendahkan perempuan dari laki-laki. laki-laki dan perempua memang berbeda. Untuk negara. mengenai istri yang baik tertuang dalam Amsal 31: 10-31. perbedaan ini tak seharusnya menjadi alasan bagi laki-laki untuk melakukan kekerasan kepada istrinya. suami mengasihi istrinya.” (1 Korintus 11: 12). Saran Sebaiknya. Kesimpulan Kekerasan dalam rumah tangga tak seharusnya terjadi. Akan tetapi. Selain itu.2. Hal ini disadari betul oleh Alkitab. Namun. demikian pula lakilaki dilahirkan oleh perempuan. dan Berbudaya BAB 4 PENUTUP 4.

perlu usaha dari gereja agar firman-firman yang dipakai tidak disalah artikan sehingga mengakibatkan sosialisasi nilai-nilai gender yang salah dan kurang tepat. Jadi. Selain itu. Selain itu. dan Berbudaya KDRT juga ada baiknya agar segera disahkan dan pelaku yang melakukannya dapat diberi hukuman yang setimpal.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman. Bermoral. gereja sebaiknya menambah jumlah khotbah soal gender sehingga firman-firman yang bias dapat diulas lebih jauh lagi dan jemaat mengerti bahwa laki-laki dan perempuan kedudukannya sama. gereja juga perlu untuk meyakinkan bahwa hak perempuan dan laki-laki dalam pelayanan kepada Tuhan adalah sama dengan tidak lagi melakukan diskriminasi terhadap pelayan perempuan dan memberikan perempuan lebih banyak lagi kesempatan untuk melayaniNya dengan segenap hati dan pikiran. pemerintah juga diharapkan agar dapat mengurus para korban sehingga mereka tak menderita trauma yang berkepanjangan. Untuk gereja. 38 | P a g e .

http://liemien.org/audio/peran_wanita_dalam_pelayanan 39 | P a g e . Childhood And Socety. Pokok Bahasan II Manusia Beriman. dan Berbudaya DAFTAR PUSTAKA http://www.ccde.( 10 Maret 2011). Joel.php?option=com_content&view=article&id=200:pemicukekerasan-dalam-rumah-tangga&catid=6:bidik&Itemid=7 Betakore. Bermoral dan Berbudaya. 2010. Jakarta : Penerbit FKUI Erikson.telaga.id/index. Mengenang Kembali Ibu Kartini.wordpress. Erik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Liemin.or. http://www.com/2010/04/20/mengenang-kembali-raden-ajeng-kartini-pejuangkemajuan-wanita/.H. Bermoral. 2010. dkk.MPKA Kristen Protestan Manusia Beriman.

3.7:83.  033.. 9:  . $9 f –   ./ 40 .3 207:5..3202-.2 8907 90.3.703.3 5073.9.7.07./.507.3 -07:2.3 8:.3  .9:. .:7..8.8.5.07. /:.703..2 .  ^_`WZ ^[`W_`SZ SZa_SW^SZW^[^SVSZW^TaVS S    !. $0-.9:8  9079:8 02.7.3 ..07.33.3 /.    0:.3172..38:..8.0 $.8.30/:5.3  ..07.3/.3 .8 .3. 9.33. 8:.703.30:.3 -.5.3   !07.3%& .3.3 907.389073.507.9... 2:33 907.82.07.5.38 :39: 0. 5073.3 8.90780-:9 0..7.2/:5-070:.3 -..3 90..7./..2:3 /0. 3 802. -07. 803.  28.3.7.3.378903   0:.9: 8.5. 20.3..93..07.703.3-.  0.9:8%09. .  .. 5073.9 -079039.3  0:.. /.380..3. 507./    .9..8.9.5. /:.79 -.07.202.7.2 0:. .3 .2 .2202:.7.7/.3.7.9..72438.3 .. 80:2:7 /:5-.3  !.: .3 208 40 .3.. :9:  %/.  ./ 8.390: 09...8. 203:39:9 507.3. / 2..25:. -073..3 003/.38.3. 78903 .3. 5078..3. . /5.39.  %:. 5.9: 80..3/..7:8/50.07.3.3.3 8:.: 40 .27:2. -.3./50. . . /003/.3 .3.18: 49. 203:7:9 5.38:93.303. .3:8.3 9/...3.20:.3.3 0.3/.3202.3507025:.3 8.3. .3/.3 .302-. 3  ../.9 9407.3.8.3.- -.7. 507.3./.3/03. 507..5073.203.3 2.30/:.3 -./... 507.7.5:37:29/./.: 0/:.2:. ..9.7:8 8. 203/.83 2..3 9/./....07.83:39: 203. 9..  03/.7.2:3  .203:7:95.3 ....3.3/. 8047.5.07..2.3.7.25:35.9/.3 507. -07..3.5.39. //./.7..3.2 0/:5. 7:2./75.2 ..07.3 :39: .07.87.5 : -07.0.30.3 .3 78903 202 -0-07.3 /02.3 20307.3 172..3 8907 .28907/.3 0:.7.-40907..79...9:  .9..5. 5.3 8907 ...07. 05. 203.3 8.3 /9.-./ 80.3 .0.-..2907.  9/.3  80-. 3 9/.3 /03./ -...89 -07-.378903907..  5.5.  8:. -40 /.3.3 . 2070.3/72. 203.5:3  9.3 9.3 7:2.8 . ...8:8007.: 8047.3 ..3.38. -:.. 249.  2.9 907.507.5.    ./.3  -07:8.:5079.3 8.-07-:. 907..3. /5078.3.9: 5073.003/.92025079.- 202-03..:./3.2 /. 0:.8.3/.30.3.9 202-03.:.-:202-03./.5507.9.7..3/.- 507.8.3 /7 8.3..8789:8203.3 20703/.90780-:9    0:.3..

 !0739.3 80. %:.5../.907503:  2. 007./3.39/.9 47.30 :39:203472.3  /. /.3 . .7:8-079.8./03..7.2 :-:3....33.../.39:.3 /.3 2034. 03.7.3 203.3 05..   .83 2.3/03.5 :. /..0:.349.8.8.83 .7.9: 57.3 9:.23:5  . 2020.349.73.  .-47.7./.9.3 78903  5...3 -.  3..3 .7./...- /:.9..:7.3  472. ..78903203.2 0/:5.3.9/./.0:.83 2..././ 8. 47..8.3 .9: 1:38 /.9: 9047 /. -.5.%:.3 907.3.. -.8.. 203.33.7 003.9/. .::805.9 !.3 ..30:.78:/:95..  ^_`WZ ^[`W_`SZ SZa_SW^SZW^[^SVSZW^TaVS S  203.3 203.2:89.83 2..3 /-07.8.%:.3 202-.      $$$!%   .8003.83 .8 2.   !0739.2:3 :.78903  $9 f –   . 203. 0:.9: /./ 8.2 2.3 50739. 8. 0:.2. 9079:8 /./.378903/.%9:85. 0:..349..3. .3/./ 7::./ 8.3.2: $0/. 50739.8.3 /-.2 20::/.349. /.7..7.7 .3 808:.2 8:7.7.30:.8.3 ./.83 /.83 2.9: 02-.-.0:.7.808:.7.3%& .. 2. 80.3 203// .3 8.349.7..2:  05.. %:.3 907:25: 5...  203/:3  /./.3 0:.9...7.  503:8 .3:3. 8.83. 9. 0- 05.8././. 809./.2 2..3. 2070.7.305. 90780-:9  !.5. . 3.7    . .2 7:2..8 5072.3-:2: 8:5.2::2%.9: .39:.9  $.4-47.3 .3507.8/.3 /.2:3/.3 05.7 .3 0:.3/.7:83.5 . 0:.7.3 /.32020739. 202 507.7 ..8.-907.3 -./. .349.  02:../5:/.9 .20/:5.9  8.303/07 2..7.2:/.3:9 :2:72: /9./..3.2 3:5 502-.

39..3 49479.:.8.3 .9 -08.3 08:8 789:8  !.39..30502253.57.- 9/.3 08589  %/..8.3 . ...3. 007..9  !.3507.9.2 -0-07.3 9.8.93. /8.9 -.79...  $9 f –   ..3 7::.243908-. 08:.3 4592.-./..3:8.7.5.39.25. /.7 ./.9/.2.27:2. 909..37:2.3/.3 202.3 .39.9.2 070.390780/.39. 202-07.8 ./. -0/.7.5.:2 507025:.9-9..3 :.3.3 .2070.349479. -07.3 :897: 0- 203.  .3 0502253.  9.: 907-.7: 203:3:.3.  .3 ../.02:33.2- -:.81/.3 2.2.. 50309.3 :7:9..2 43908 ...7 9047 . .3 .3 5079. .33/83:3/.3 -:.7  %:.8..78:/:9 03/07  2.3907.9.89.:9202../.3 90.9.52070.3. ..2070.3. .3 .203/::30502253.39..9 8.33../.9. %:.-07.. 0-02-:9 5.  -:./.5.:. 9. ..3/.33107038/..3 40 -0-07.9 .39.7: 8.3 80.8047.3 203:3:./.8  ..320309../.39.3 202.3 07.3. 07/.303/07.3 0- 02. 49479.3507-0/..3 .9.9. :39: -073:-:.3 /.2 507.39.9  . .:. .30502253.3 070. 80-.3  $0-....203.039. 202-0/.9:7...39039.302483.3 / .3 2:9.2 070.7. 88. 40 070.5 /-07 7:. 507.8..8 /...7/:508:8 .9.:. .:897:2025.3..39.2 .39.7.3.3 .20/./.. 503/079..39.:..  070. !0309./. /.. .:.3 08920.8. 172.3 202.3 ./. 50.30-02. :8:8 20.3 203.39.703.3 2070..8. .3 207..3 9/.3 .:0-.8.3.2./.  0-07.3.  8.3. .-.39..79503.: 9/.3. .3400.308:8 .3 .8.3 57. /.2 80. 070...8.  .833203/423. 2. /. 47.3 . . .. 909..2 /48.3 :39: /08549.. .3 .3 -...:249. %039.8.-8. /:7.5./.2 5007.9 .347.3-40203../ 5. 507025:.//. .9: 9/.7/...3:..4394  .  9.39. 5.9. .  .3 /.43805.  .3.3 /8..3 . 90.9..94.39. .3. 9079039: /. .703.3. / .5. /5.7:8 /3/:3 /.3.3 .  .203.-   907.5.7.33 ..33.80-...8 2.-9/.:3.. /. 507: 20309.3 .3 .  .39. 8.250.90780-:9  .9.  .5..3..3. .897/.203.. 5.39.3 .3 .3.3  889038 -0-07. %:.7.35079..3 -. 503039.5073..3. 8. .3 507.3 .3503:7:9803. /.:5:3 502-. /03.39...9: 0 /.8./. 20309.2 070.8  907:9...38.8.. 3/5.:2 . .. 78903 / !07.-07-0/.7.2../..3 -.3 .3 %:.-.839/. .2.9. 8073 /8.9 /.2-.. /.. -:9 .3 . .3.9.75..:2 ./.8.3./.0- /423.8../. /.3 0.703.3 9: ..  ^_`WZ ^[`W_`SZ SZa_SW^SZW^[^SVSZW^TaVS S  .2:3 :897: ...2070.

 /03..3007. 8047.3.2 /.27:2.5:3 0:.7:8 -8.8.8.25: 203447/37 -07.7: -08.:.2 80-:.8.7.703.3. 78903 803/7  08549. .    #00.  ^_`WZ ^[`W_`SZ SZa_SW^SZW^[^SVSZW^TaVS S  . 8.3 /.:40-.5.7.007.8.3. ..3.27:2..1.7.703.3.8 507025:.3232 .8.3 9.8:/ 202:../. -0.8.1.39.3/80-.9.3 3.3 /.9.#%//.9:47..9: .02-:7:/.3 /.3 897 . 802-.8.7 0/:.././.8:.3  %:.2897 .: -..3..3 202:.3 /33. 9. .0:.3.9203.3 5.83  $0.3 7:2.3.7.7.3.5. /.3.27:2.31.::50-:9:.. .3 .7. 18 2.3588 !07025:. .7507903.  8..3 897 . .2323.3  .39.94704342 -8.3 0.3 203../8.3 0.8. 8047.3 /.3.3 :39: 202:.3/.30.2007.7 9.3903.3 .2 7:2. 0:. .27:2.3 007.8. 203.  /03.947 04342 503//.. 9/./.2 0:.. -8. 5030:.:5:3 588  -:.3..8.  -.2 8././..3897/.3 897 . 202..2203.5.9.2033/.27:2.3 9:. 9.3.7.947 .3..78903. 8:.3 20.3.7 0.:.9 .8.7:83.347.280-:.9/.7.8.59.  .3 /0:.3 5.5. 20343974 0248 2.3 -. 207:5. -07.3 40 %:.3 3. /.7.3 0:.-.8. 9.2579.8:8 007.3-8.9039.3  007.8 8.8..3 .3 :39: 0:. 2070.9. 9:7:33.39:.3 40 5.392-:3.33.2-.3 ..3 /.9.39.:..3 %:.3.3./.7.  50308549. 503.9-07:5.3..3 2.5.3 2.8/...3.  0/:.  $9 f –   .3  /.7 8:/:9 0:.3.3.3 3899:8 0:./.3 8.  %07.2 7:2./ 47-. 203:39:9 /.8073../80-.9: 80-:.9.7.39.83 2.7.7.  !.3..3 8:.73.3 3  007.907.3 507025:.3.3/.9.7.3-..3..8047.8. 803.3 . 203.3.328. 203/03.2:3  /. 802039.7 0-:9:.38!02-.3907..3/03. 7:2.7. .3 -08./ / 3/4308.38:.3 203. 9.2.3 503//.. .9.3/ /. /507.253 503/. .3 .380203.9 /-03. .2 -039: 007. 92-: 507903.3.  ./. 5030:.-.7.318/.3  802.2 7:2.-.5.2 .3/.7.3.7 -079. 5.703/07 . 2.3 8.8./. 2032-:. ..7:8 2.  007. /48.7.3.9./.3 . /.3 .7. 503.7.3/.8.5.8.3 :9 .3/.8:8 .5.. /.5.3.3.3 /.3/.2/. /.9 202503.8:8 007.9/5. -0.5 .7. 907.8:8 .2 .:5:3 0-:9:.3 /..37:2.7.0:./.2- .2 0:.  .8. :39: 20203: 0-:9:.7 8047.3703/. .3 897 .7 89:./503/.3.2.8.3.9. 9. 9:-8..

73.37::3/. ./79..72438.3 0/:./79.3-.320281.  $0.59. ..7..079../.9:. 202.3-078. 5.  .8:..7 805079202-.9 802./. 0/:.38:. .: 92-:3.  . ./.3 /.7.9:5.. 9. 0/:.381.3/.3007.7 0/:. -0./.2032-./5.7:2.907. 2:33 507.382:33. .7.. -8.39./ 47-.7.52. 8047..3 203.8. /.8.2/.5./.3 $047.72438 .3 /. 0.2.3.78203.7 1.3.7:8-8. -0.39.2-8.7:2.3-8.3.  -8.39.: 431 / /.5.5..//.3.7.3 203.3897. . 5074/4.3.8047. 0/:.7:83.78:.95.3.5. 5.3 %/.2. 2032-.3.39.. 203./.8.//.83 2.3.373.-.3 8:..3 8.2.5..9 202503.8..5 89:.7.280-:.9 81.3 /. 5.- $:..3-079039.  /. 2070. 9.2032-:..3 897 9/.-.. 907.9 8:.3.3.39.9.39.803/7 $0-03..9.703.380-:.3 /.9.39.7/. -8. 9.3.4.3.39/.8.38:. 50309.703. 20.2 /. 202-:. 9039:.8 .3 588  / 2. 507025:. /80-.3 /.2 2.7..-07:-..3-0. 9.9039.22030003/..38-::3..9.3 -8.3 0--079.2.3-.79/.83  007.5.7:2.3 9: 803/7  $03.9:-07.7 907..-:: .7. 2.2 7:2.9. /80-.2 05. 803. 9./.9 -08..3.3 .3 2.3 .7:2. 007. 9/.2 .3 -07-0/. 8973.3.: / /.7.3 7.3:3 ../.78 .3 40 9/.:5:3 897  $0-0:2 9.3897 .3907.7. //. 9..-.2.3.9.2.83     $9 f –  .  73.7: 033..: -..5.3..3 907..8./.38:.9./431. 203. 007..3 . :33//.38:.2.3 897 -8. .8. 7:2.8 81.3  . . 8.3 /.3 0-:9:..::  9: -8.8..7./.3. .3.20307.3  -8.3 07::3.3.280-:.881.4/.5.  8:9 :39: 203./ /03. 8./.39.7:8 8.8.2.:.897  .:897.2032-:. -07-:./. 9.8./. /7 8047./.8:.947 503//.3 &39:203./.-.80-:.3 .7.3. 9070- /.. .8.9.9. 203.3.7:8-.0:.3 2070.280-:.347.74.27:2.39/.3.-:9:42:3..2 7:2.:.  9: :.908.2. 2.3. -0.2/.7.8../.3.74./8047.3.  ^_`WZ ^[`W_`SZ SZa_SW^SZW^[^SVSZW^TaVS S  .2 7:2.  $0.3.38.3 .3 803/7  .2.83 2.3 :9././5.2 80-:.98047.. 9/.7  07:8...2 7:2. 8:.3 .3 202.3/.9. 0-:9:.33.35.3.7 /03. 50309.3 9: 8.7 9:  / /.:..9..7.3203.-07.7:83.3 . 503/.3 .9.3805.-0.-079..03/07:3 203.9 ../ #%  2.2..3.28073-078..3-. 907./ 502..3507:-.3.3 805079 3  897 -:9: 08.2..3 8:.3 /..8.3.3.3.

/ 8: :.3-.-  .3 / /.... 203.35.9.3.9.:./.7. /02.9 507025:..3-:. 3 /8.7 -09: 40 9.3 203./.-8.3 909. 803/7  . 9.9/.3./.5 :.3-.3/07.9 09/.3 3 -:.2 0/:5.7 80 02.7.75. . .39.3..3 03/07 .3507025:.9507025:.9.808:. /.   &39: 30.  ^_`WZ ^[`W_`SZ SZa_SW^SZW^[^SVSZW^TaVS S   !&%&!    0825:.. 809. ..3 .: ....3-07.23.5 8.9 203.2 7:2./-03.3 03/07 .3 7:2.3 507025:.20703/.7 80 9../././.5  507-0/. .3507025:.. /2./7:2.2.9: -07.3 .3909.  02.2 80. 8073.: /57. /.39.3 9.8.9 507-0/.3%:.  $047.7. /. /-:.3 202-:. :39: 203.203.7.3 /. 9.  3/4308. .30-93.3  $0.3 9:  .3/.8.380.2 0:.3 /.3 203.3 :3/.2:3  507-0/.897.3 802.3 40 507025:.3 203.8. $0507972.8.7..25.35:. ../.3 -07-0/.3/.3 ../ 907.703. /.7:83.3.3     $.%:.3:.3  %:.39.228. 9.3 $0-. /.3. -40 .3 -.3 007. -08./. 8:. . . $9 f –   .  897 203472.3.2..9: 8.7.  8:.3.9 :39: 8.3 /.9 8:.  80-...3./ .8. .3.8. .7 /.  .9 8:.3.9 /.44 !.9:.80. 2.3 507025:. ./.. 507: :8.. .3 203.3  $0-.3. 108:8  . 203472. 202.3 :. &3/...802:.8.50789.  !07-0/./.38. 8./..8.23. .3 /.3 3 :39: 202-:.3 .4-.3. .9: 8... . .2..2.8 8973. /9025. 202 4/7.9.3:8.93.2 203.007.3  007./ .   4739:8    .-8...7.3 007.3/.  -.3 897 03/.8.320303.2 203.38973. :39: 20. . :.3 8.9.3507025:..907.7:83.3 0- 02.. 9. 203...32. . 89072: 805079 /72: 803/7 /. .  .7.27:2.3 39. 20703/.3 /./.3  507025:.378903  . .  !07025:. 202-:.7.7:83.3 907.7. 8973. .3 80-.3 2003.3 .  20303.9079:. .3203.9.80.-.3/.3 05.8./ .805079507025:.7 .

97..:..3 20. 8.3 .2-.8 907.3 .:2.3 :7.3.5. /. .3 -.3:39:20.9 /:.2 50.3 202-07.8.9. 203.203/079.9  .5 50.3 /5..-.  ^_`WZ ^[`W_`SZ SZa_SW^SZW^[^SVSZW^TaVS S  #% :./.9.3 .: .. 172.  $0.3 05..3 .9/.7 070.3 02.3 /.3 172.8 /.3 9:  070. 84.2070.38003.3 905. 49-.3 8. /.3. 47-.9 203:7:8 5.3 803. 80-.3    $9 f –   ..7 8007.3 507025:.3 0- -. :.5.5.. %:. . 08025.3 848. 3. :.7. 203. . . /8. .3 80925. /.3 ./. 507::39: 20.: .3 -..  507: :8.9 203079 -...:..33. /.3 /./  070.79.3.2. 03/07 . /8.. .3 /8723. 507025:. .357.3803.2./.3 507025:.3..3 9/. 9/.3-0705.3 172.3 /.7 172. 03/07 803.7 /.7.  $0.3 507025:.9.. -.3.. /.5. .3. /03.3./03.3 0/:/:.5.3 50. 20. .3.8.3  &39: 070./. :2.3 9:  5020739.. . /.3 ..8 0- .9 /-07 ::2.8 3.33. /.

 ^_`WZ ^[`W_`SZ SZa_SW^SZW^[^SVSZW^TaVS S  %#!&$% 995.

.

./0 47 /. .

: 007.8.3 /..0..!0..09 4..79..3:8..439039 .3 02-.42*.. 9.79.470  40  /     !44 . -: . .3.3 07-:/.3  07247.!0307-9& 7843  7   /44/3/$4.793  995.2 7:2..3  .9/-/ 902/ 09.79. 072.0 / 502.3/0 5545943.7 023  0303. /.!:89.  .8.

.

0203 47/57088 .42.

  .

.

 .

:.3 02./03 .39.20303.03 .3 . 7.3 02-.793 50:.

709   995.  .

.

. 47. 90.

:/4..

2*50.3.39.3*...507.3 $9 f –   .*/.