You are on page 1of 24

1

FILSAFAT ABAD 19 IDEALISME HEGEL & POSITIVISME COMTE

Makalah Dipresentasikan pada forum kelas Mata kuliah filsafat Ilmu

Oleh

FIRDAUS DAHLAN
Dosen Pemandu Dr. Muh Sabri AR, M.Ag Dr. Mustari

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2009

2 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Filsafat zaman modern pada pertengahan abad 18 sampai abad 19 adalah filsafat Barat dalam arti yang sebenarnya. Hal ini disebabkan karena baru pada zaman ini setelah abad pertengahan muncul di segala bidang hidup syarat-syarat yang diperlukan bagi perkembangan suatu pemikiran yang bebas. Kalau abad pertengahan masih bergerak dalam belenggu kekuasaan teologi dan gereja, maka pada zaman abad modern tersebut filsafat menjadi kuasa rohani yang berdiri sendiri yang dimulai dengan renaissance, di mana orang lebih memusatkan perhatian dan konsentrasinya pada manusia sendiri, bukan pada Tuhan, kepada hidup sekarang, bukan pada kehidupan akhirat, pemikiran yang bercorak antroposentris.1 Renaisance disusul dengan aufklarung yang menjadikan manusia merasa menjadi dewasa, makin percaya kepada diri sendiri dan berusaha membebaskan diri dari segala kuasa yang mengikatnya terutama dogma tradisi gereja. Sejalan dengan perkembangannya, sejak abad ke 19 filsafat menjadi terbagi-bagi menjadi filsafat Jerman, filsafat Perancis, filsafat Inggris, filsafat Amerika dan filsafat Rusia. Bangsabangsa ternyata mengikuti jalannya sendiri-sendiri dan masing-masing membentuk kepriba diannya sendiri dengan cara dan pengertian dasar sendiri-sendiri.2 Suatu hal yang baru pada zaman abad 19 adalah dominasi Jerman secara intelektual yang dimulai dari pemikiran Kant sebelumnya.
1

Sejarah filsafat Barat dibagi empat priode; pertama zaman abad Yunani kuno (kosmosentris); kedua, zaman abad pertengahan (teosentris); ketiga, zaman abad modern (antroposentris) dan keempat, abad kontemporer (logosentris) lihat : Rizal Muntansir dan Misnal Munir, Filsafat Ilmu (cet. VIII; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), h. 58 Dr. Bernard Delfgaauw, Filsafat Abad 20, terjemah Soejono Soemargono (cet II; Yogyakarta: Tiara wacana 2001) h. 3
2

B. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. maka diambil beberapa rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut : 1. Keempat. pertama. baik di bidang filsafat maupun di bidang politik ada suatu revolusi yang mendalam terhadap sistem-sistem tradisional dalam pemikiran. politik dan ekonomi. daerah tempat filsafat berkembang menjadi lebih luas. produksi yang dihasilkan mesin-mesin sangat mengubah masyarakat dan memberikan kepada manusia suatu konsepsi baru tentang kuasa dalam hubungannya dengan alam sekitar.3 Abad 19 adalah abad yang ruwet dibanding dengan abad-abad yang sebelumnya. 1994) h. Bagaimana corak pemikiran filsafat Posivitisme Comte ? 3 Harun Hadiwijono. kedua model filsafat tersebut banyak memberi corak pengaruh pemikiran pada zamannya ketika itu dan dalam sejarah pemikiran filsafat setelahnya. Bagaimana corak pemikiran filsafat Idealisme Hegel ? 2.3 Filsafat abad 19 yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini adalah filsafat idealisme Hegel dan Positivisme Comte. 10. Yogyakarta. Amerika dan Rusia ikut memberikan sumbangan mereka. 85 . Rumusan Masalah Berpijak dari uraian latar belakang tersebut. Kedua. yang mengakibatkan adanya serangan-serangan terhadap banyak kepercayaan dan lembaga-lembaga yang dipandang sebagai tak tergoyah. (Cet. Penerbit Kanisius. Sari Sejarah filsafat Barat. biologi dan kimia organis. Ketiga. ilmu pengetahuan berkembang cepat sekali terutama di bidang pengetahuan alam seperti geologi.

Pada usia lima tahun. Saudara Georg Hegel Ludwig si bungsu. Euripides dan .. Ia dididik di Stuttgart Gymnasium (sekolah dasar) antara umur tujuh dan delapan belas. Socrates. dalam Bahasa Jerman translation) dari guru tercinta. Biografi Hegel Georg Wilhelm Friedrich Hegel.4 BAB II PEMBAHASAN A. berbagai tingkat kepentingan dan bacaan.1832).1783) berasal dari keluarga Stuttgart. pekerja keras dan sukses siswa.. Homer dan Aristoteles. Dia adalah seorang yang serius. terdidik dan punya kemampuan skolastik untuk mengajar anaknya Hegel muda unsur-unsur dari bahasa Latin. Ia menunjukkan rasa ingin tahu yang luar biasa. adalah seorang perwira pendapatan biasa dalam pelayanan fiskal Württemberg. sekolah Latin. pengacara dan birokrat tingkat tinggi di Württemberg. tewas dalam pertempuran sebagai perwira untuk tentara Napoleon di Rusia. rumah bagi beberapa teolog terkemuka.1779) lahir di Tübingen dari keluarga pegawai negeri dan pendeta. Ia terinspirasi oleh tragedians Yunani. Di antara para penulis Yunani kesukaannya adalah Plato.1814 sebagai pengasuh untuk Count Josef von Berlichingen. Hegel adalah yang tertua dari tiga anak-anak Saudara perempuannya. Louisa Kristen (1773.. Ayahnya Georg Ludwig (1733 . Hegel memperoleh karya-karya Shakespeare lengkap (18 jilid. Maria Magdalena Louisa (dahulu Fromm. Pada usia ketiga Hegel belajar di Sekolah Jerman. Löffler. Georg Ludwig dan Maria Magdalena menikah pada 29 September 1769. 1741 . keluarga dekatnya memanggilnya dengan "Wilhelm" lahir di Stuttgart pada 27 Agustus 1770. yang telah bekerja 1807. Ibunya. Idealisme (Hegel) 1.

" Hegel meninggal pada tahun 1831 M4 2. Ia membaca Bibel dalam bahasa Yunani. Setelah dua tahun Hegel diperoleh tingkat PhD ( "Magister der Philosophie") pada September 1790. Cicero dan Epictetus. Schelling (1775-1854) dan Schopenhauer 4 Canfora dan Froeb. ia masuk di Stift Theological Seminary di Tübingen.. selama dua jam setiap minggu. Voltaire. Biografi Hegel (Internet. Ijazah Hegel menyatakan bahwa ia kemampuan yang baik. pada bulan September 1793.. selain dari terjemahan. dan ia memegang kesukaan khusus untuk tulisan-tulisan Rousseau. Hegel juga belajar bahasa Ibrani. Ia belajar bahasa Perancis di waktu siang-kursus elektif yang ditawarkan oleh sekolah. Di Jerman dalam dunia Filsafat ia mengamati Moses Mendelssohn 's. ia lebih suka Aristoteles (yang ia belajar secara intensif saat ini).5 Sophocles. Di antara penulis Latin kesukaannya Livius. dan Wolf's. Idealisme Hegel Tokoh filsafat idealisme yang berkembang di Jerman sebenarnya bukan hegel satusatunya. Hegel terus belajar dan sukses dalam karier akademik. Dia juga belajar bahasa Inggris. Spinoza. Pada dua puluh tiga. ia memperoleh sertifikat teologis yang didambakan.. LOGIC. Jacobi. Utamanya menulis. Namun. Schiller. Sertifikat yang asli menyatakan bahwa Hegel mencurahkan banyak upaya untuk Filsafat. Ini ditulis dalam bahasa Latin sebagai berikut: "Philosophiae multam operam impendit. Biografi Hegel) . dan ia juga menerjemahkan beberapa karya mereka. serta Homer's Iliad. Herder. WWW. tapi dari industri menengah dan pengetahuan menengah.. Ketika Hegel berumur delapan belas tahun. PHAEDON. Di samping hegel ada Fichte (1762-1814). mulai dari kelas lima. adalah buku harian (sebagian dalam bahasa Latin) terus pada interval selama delapan belas bulan (mulai ketika ia berusia sekitar lima belasia berumur tujuh belas tahun).

Hal ini diungkapkan dalam suatu ungkapan yang berbunyi. Ego menempatkan sesuatu “bukan Ego yang dapat dibagi-bagi” berhadapan dengan “Ego yang dapat dibagi-bagi”. Kedua. Jakarta . menge sampingkan seperti suatu undang-undang dikesampingkan. 2008) h. Pengaruhnya begitu besar sampai di luar Jerman. Menurutnya. Ilmu Filsafat. tesa dan antitesa tidak lagi saling mengucilkan yang berarti kebenaran keduanya dibatasi atau berlakunya keduanya itu dibatasi. Rineka Cipta. merawat. sehingga persoalan tentang “objek dalam dirinya” tetap menjadi sesuatu yang tidak jelas atau masih gelap. 98 Sudarsono. Seluruh dunia diturunkan dari suatu asas yang tertinggi dengan cara: Ego meng-ia-kan dirinya (menghasilkan atau disebut dengan tesa). Antitesa dan Sintesa Hegel mengeritik Fichte yang terlalu memberi tekanan kepada obyektivitas Idea. yang diawali dengan Kant mencapai puncaknya perkembangannya dalam filsafat Hegel (1770-1831). Menurut Fitche. oleh Dr. seluruh isi dunia adalah sama dengan isi kesadaran 6. Ia banyak menulis buku. Namun gerakan dalam filsafat Jerman.6 (1788-1868). melainkan suatu “keberadaan” dalam “ketiadaan”. yang mengakibatkan adanya “bukan Ego” yang menghadapinya (disebut antitesa) lalu sebagai sintesa dari keduanya. suatu “menjadi” di dalam “yang mutlak”. filsafatnya sukar untuk dimengerti. h.5 Dialektika : Tesa. Harun Hadiwijono dianggap filsafat Hegel adalah mungkin yang paling sukar dari segala filsafat. Hegel berusaha mengatasi kedua sistem tersebut dengan memperdalam pengertian sintesa. jadi 5 Ibid. menyimpan. Suatu Pengantar ( Cet II. Hegel mencoba mengerti bahwa sintesa yang mutlak antara subyek dan obyek bukanlah hal yang terbatas yang telah menjadi tidak terbatas. Ia termasuk dari salah satu filosof Barat yang paling menonjol. pertama. 86 6 . Kata Jerman aufgehoben mengandung tiga arti. di dalam sintesa baik tesa maupun antitesa bukan dibatasi seperti pendapat Fichte melainkan aufgehoben.

Dalam sintesa. kebebasan agama ditiadakan. 99 . segala unsur positif dari tesa dan antitesa disintesakan menjadi kesatuan yang lebih tinggi. Misalnya. di mana keduanya tesa dan anti tesa tidak lagi berfungsi sebagai lawan yang saling mengucilkan7. agama harus tunduk pada pemerintah. Hal ini tentu menimbulkan reaksi. bahwa suatu pandangan yang ekstrim kanan menimbulkan pandangan ekstrim kiri. Segi positif dari sintesa ini stabilitas nasional terjaga dan kebebasan agama terjamin. Arti terakhir yaitu ditempatkan pada dataran yang lebih tinggi. Op Cit h. agama dapat mengatur diri sesuai dengan hakikat dan sifat-sifatnya. yang menghendaki supaya agama menguasai negara. sehingga mudah kehilangan rasa sosial yamng tinggi atau kurang ikut menjaga nilai moral politik 7 Harun Hadiwijono. Pandangan ini mengandung hal positif diantaranya ada kesatuan diantara kekuatan dan kekuasaan politik. walau tidak dinafikan.7 tidak ditiadakan. Sintesa yang muncul bagi kedua pendapat tersebut adaah adanya pandangan yang menghendaki perpisahan diantara agama dan negara. Contoh yang diperlihatkan oleh Hegel dalam usaha menajamkan makna sintesa dari tesa dan antitesa. sehingga ketertiban nasional terjamin. Keduanya. golongan yang satu menghendaki negara menguasai agama. yang melahirkan suatu usaha kompromi untuk menyelaraskan keduanya. Pandangan ini juga mengandung sisi negatif. maka pandangan kedua mewujudkan antitesa. Kalau pandangan pertama mewujudkan tesa. seperti kemungkinan agama hanya menjadi “perkara pribadi” saja. melainkan dirawat dalam suatu kesatuan yang lebih tinggi dan dipelihara. Keuntungan atau hal positif dari pandangan ini kebebasan agama terjamin. dalam kehidupan sehari-hari. Kerugian atau hal negatif dari pandangan ini yaitu adanya kemungkinan kebebaan agama itu berlaku hanya bagi satu agama saja. sintesa juga tetap mempunyai sisi negatif. negara maupun agama harus diberi tugasnya sendiri-sendiri di bidangnya sendiri-sendiri.

Mungkin dalam proses perkembangan lebih lanjut. 100 Burhanuddin Salam. tahap demi tahap. Yang Mutlak adalah Roh yang mengungkapkan diri di dalam alam supaya dapat sadar akan dirinya sendiri. gerak disini adalah gerak yang berlangsung dalam gerak yang senatiasa menimbulkan gerak lain. Roh : Idea atau pikiran Di antara pemikiran Hegel. Perkembangan Roh (idea) dalam filsafat Hegel dibagi dalam tiga tahap yaitu logika. Hakikat idea yang berpikir adalah gerak tapi bukan gerak lurus. filsafat Alam dan filsafat Roh 1).8 dan lainnya. menuju pada Yang mutlak9. tapi ilmu yang memandang Roh atau idea dalam dirinya. sehingga manusia merupakan bagian dari ide yang mutlak adalah Yang Ilahi. sesuai dengan hukum dialektika Roh meningkatkan diri. Bumi aksara. Dari gerak yang saling bertentangan tersebut timbul suatu gerak baru sebagai suatu sintesis yang tarafnya lebih tinggi.V. Hakikat Roh adalah idea atau pikiran. orang akan sampai pada struktur dimana ada hubungan dialogis anatara negara dan agama. Pengertian logika yang dimakksud bukan bentuk dan hukum berfikir logika yang tradisional. bukan hanya perpisahan saja8. proses tersebut menjadi keterangan untuk segala kejadian. Pikiran menjadi sadar akan dirinya sendiri di dalam sejarah manusia. Pengantar Filsafat ( Cet. Gerak ini mewujudkan tesa yang dengan sendirinya menimbulkan gerak yang berlawanan sebagai antitesa. Filsafat Hegel : Logika Tahap Roh berada dalam “ada dalam dirinya sendiri”. bebas dari ruang dan waktu. 244 9 . 2003) h. Seluruh proses dunia adalah perkembangan Roh (idea atau pikiran). Jakarta . Dengan demikian ada proses dalam idea. 8 Ibid h. Ilmu filsafat yang membicarakan Roh dalam posisi ini diistilahkan oleh Hegel sebagai logika.

maka pengertianpengertian. 102 . Begitu seterusnya dalam pola filsafat Hegel: logika 10 Harun. „Menjadi‟ adalah sintesa. yaitu gerak yang memindahkan yang satu pada yang lain. maka „ada‟ sama dengan „tidak ada‟ dan hal yang tidak dapat dirumuskan kalau „ada‟ itu juga sekaligus „tidak ada‟. semuanya menggambarkan hakikat dunia dalam pikiran. Selama „ada‟ tak mempunyai suatu ketentuan. Op cit h. jadi tesa „menjadi‟ melahirkan antitesa „yang dijadikan‟ yang menimbulkan sintesa „yang tidak terbatas‟. berarti „ada‟ secara umum karena „menjadi‟ dibatasi atau sebagai „yang terbatas‟. Ia adalah yang ada tanpa tambahan apa-apa. Permulaan logika Hegel adalah ada. tesa pertama Hegel ialah suatu pengertian umum “ada”. Demikianlah „ada‟ dan „tidak ada‟ berwujud dua ungkapan yang saling melengkapi bagi satu hal yaitu “awal yang tidak dapat ditentukan bagaimana”10. kategori dan lainnya bukan hanya menyusun pemikiran kita. Atau dengan kata lain. Adanya sesuatu „yang terbatas‟ mengandaikan adanya sesuatu „yang tidak terbatas‟. tidak mengungkapkan isi apa pun dan tidak dapat dirumuskan bagaimana.9 Proses gerak pemikiran adalah sama dengan proses gerak kenyataan. Gerak dari „tidak ada‟ menuju „ada‟ disebut dengan „menjadi‟. Tesa melahirkan antitesa. karena dalam „menjadi‟ keduanya „ada‟ dan „tidak ada‟ dipersatukan dalam posisi yang lebih tinggi. tetapi semuanya adalah kerangka dunia. Hal ini menunjukkan bahwa pada “awal yang tidak dapat ditentukan bagaimana” itu ada gerak. kategori-kategori dan lainnya bukan hukum pemikiran belaka tetapi kenyataan atau realita. memindahkan „tidak ada‟ menjadi „ada‟. „Menjadi‟ melahirkan pergertian „yang dijadikan‟. Pemikiran. Sebagai pengertian umum „ada‟ harus dirumuskan lepas dari segala isi yang kongkrit.

Roh obyektif. Tingkatan pertama. nafsu seks diperhalus dalam pernikahan dan keluarga. Roh subyektif masih dalam tahap orang perorangan masih dalam pengaruh alam. naik tangga pada Roh obyektif dan sampai pada roh Mutlak. Pada akhirnya dalam pengasingan dirinya. dalam keadaan yang berbeda. sebagai contoh. Idea tersesat. berawal dari roh subyektif. Idea atau Yang Mutlak telah keluar dari dirinya sendiri ke dalam ruang dan waktu. ketika Roh kembali kepada dirinya sendiri. tingkatan mengandung ajaran pada hukum dan kesusi laan atau moralitas. kembali dari berada di luar dirinya. Roh keluar dari dirinya sendiri. lihat Burhanuddin dan Sudarsono . 11 Ibid h. Hegel menyebut Ilmu filsafat yang membahasnya dengan filsafat Alam. sehingga masih dalam bagian alam. sehingga Roh dalam tahap ini dalam posisi „dalam dirinya dan bagi dirinya sendiri‟. kembali pada dirinya sendiri.10 2). Tingkatan kedua. Ini yang disebut Hegel dengan filsafat Roh. Manusia pribadi saat itu masih mewujudkan sebagian jenisnya. berbeda dengan yang lain. Kembali pada Roh Mutlak. Filsafat Hegel : Filsasat Alam Tahap kedua. Filsafat Hegel: Filsafat Roh11 Tahap terakhir. sehingga ajaran Roh obyektif disebut dengan etika. melalui tiga tingkatan. Roh mulai beralih dari posisi „berada di luar dirinya‟ ke dalam posisi „berada bagi dirinya‟. Roh berada dalam keadaan „berbeda dengan dirinya sendiri‟. maka ia akhirnya akan berjalan kembali pada Roh Mutlak dengan melalui tingkatan yang bermacam-macam 3). namun berusaha melepas diri dari alam. 103. dengan penjelmaan alam. menjadikan dirinya di luar dirinya dalam bentuk alam yang terikat pada ruang dan waktu. Kehendak rasional diobjektifkan dalam bentuk hidup dan idea tentang yang baik direalisasikan dalam lembagalembaga yang kongkrit. Nafsu-nafsu alamiah dipermlukman sebagai hak dan kewajiban dalam bentuk dasar kesusilaan.

Bangsa-bangsa dalam hubungannya satu dengan lainnya membnetukproses sejarah dunia. Negara dipandang sebagai idea moralitas yang berwujud. Dalam sejarah dunia. tingkatan terakhir13. Roh Mutlak. negara dan sejarah (tempat keluarga. Negara adalah substansi kesusialaan yang telah sadar akan dirirnya. 118 . Negara adalah kekuasaan susila yang mempermaklumkan keputusan-keputusan pribadi perorangan tidak ada lagi. Negara baginya. Lihat Prof I. Roh menemukan kebebasan dan hakikatnya sendiri. masyarakat dan negara berkembang). tempat idea dan realitas bertemu. tingkatan Roh kembali pada dirinya sendiri dari „keadaan lain dari dirinya sendiri‟ kepada „keadaan dalam dirinya secara penuh‟. adalah penjelmaan idea yang tertinggi di dunia ini. masyarakat dan negara. Pembimbing Ke Arah alam Filsafat ( Cet.R. Jakarta. Kawasan roh obyektif adalah keluarga. Poedjawijatna. masuk pada aturan yang lebih tinggi sebagai hal yang obyektif. untuk sampai pada diri sendiri. Rentetan kesadaran diri tersebut makin lama makin jelas. yang telah menjadikan asas keluarga dan masyarakat sebagai sintesa. 119 13 12 Ibid H. masyarakat. idea mutlak mewujud dirinya dengan memakai waktu sebagai sarananya.11 Roh subyektif yang terlihat dalam diri pribadi perorangan telah memasuki tingkatan lebih tinggi. yaitu dalam keluarga. PT Rineka Cipta. VIII. Di sini Roh berada‟dalam dirinya dan bagi dirinya‟. Sejarah dunia adalah proses penghantar Roh mengolah pengetahuan tentang apa yang pada dirinya. Sejarah dunia adalah perkembangan Idea Mutlak. 1990) h. Negara Pemikiran Hegel tentang negara sangat penting12.

agama dan filsafat 14. Ketegangan-ketegangan tersebut mewujudkan daya pendorong dalam sejarah. Jika kesenian menampakkan keselarasan dalam bentuk lahiriah. Op cit . Dalam setiap kelasnya di Ecole Polytecnique. Comte bersama seluruh kelasnya di keluarkan karena gagasan politiknya dan pemberontakan yang di lakukan. Prancis 19 januari 1798. Positivisme ( Comte) 1. belum terwujud dalam bentuk pengertian pikiran yang murni. Sebagai akhir dalam bentuk tertinggi. ia tak mendapat ijazah dari perguruan tinggi. Yang mutlak masih terikat kepada perasaan dan gagasan. Pemecatan ini berpengaruh buruk terhadap karir akademik Comte. masih terdapat ketegangan-ketegangan antara individu dan yang melebihi individu seperti kekuasaan kemasya rakatan. Orang tuanya berstatus menengah dan ayahnya kemudian menjadi pejabat lokal kantor pajak. Dalam kawasan Roh Obyektif. maka agama menampakkan kselarasan dalam bentuk batiniyah. ketegangan antara roh subyektif dan roh obyektif belum ditiadakan. kesenian. Roh Mutlak berada dalam dirinya adalah filsafat. Dalam agama. Dalam kesenian tampak roh yang telah didamaikan dengan dirinya sendiri. tampak obyek dan subyek dalam keselarasan yang sempurna. B. Apa yang terdapat dalam kesenian dan agama. 14 Burhanuddin Salam. Agama berada diatas kesenian. Biografi Comte Augustu Comte lahir di Mountupiler.12 Kawasan Roh Kawasan Roh berada pada tiga bagian. Meski tergolong cepat menjadi mahasiswa. di dalam filsafat dijadikan bentuk murni gagasan. Dalam keadaan ini tampaklah Idea Mutlak dalam kejelasannya.

seorang pelacur miskin. Tahun 1826 Comte membuat sebuah catatancatatan yang kemudian menjadi bahan kuliah (ceramah) umum sebanyak tujuh puluh dua kali . brmata agak juling dan sangat gelisah dalam pergaulan terutama di tengah lingkungan wanita. Comte terkenal mempunyai daya ingat yang luar biasa. Fakta ini membantu menjelaskan mengapa Comte mengawini Caroline Massin. filsuf yang 40 tahun yang lebih tua. Heilbord (1995) melukiskan Comte sebagai orang yang pendek(sekitar 5 kaki leih 2 inci). ia menuliskan segala yang ia ingat. Perkawinan berlangsung dari 1825 hingga 1841. ia juga terasing dari pergaulan masyarakat.”aku secara intelektual sangat berhutang budi kepada Saint-Simon……ia memberikan dorongan sangat besar kepadaku dalam study filsafat yang memungkinkan diriku menciptakan pemikiran filsafatku sendiri dan yang akan aku ikuti tanpa ragu selama hidupku” tetapi tahun 1824 keduanya bersengketa karena Comte yakin SaintSimon menghapus namanya dari salah satu sumbangannya. Mereka bekerja bersama secara akrab selama beberapa tahun dan Comte menyatakan utang budinya kepada Saint-Simon. Comte kemudian menyurati temantemannya sambil menuduh Saint-Simon bersifat “katastropik” dan melukiskan Saint-Simon sebagai “penyulap besar”. Bila ia duduk untuk menulis buku. Kemampuan berkonsentrasinya sedemikian rupa sehinggga ia mampu mengungkapkannya keseluruh isi sebuah buku yang akan ditulisnya tanpa harus menulusnya. Berkat daya ingatnya yang seperti fotografi itu ia mampu menceritakan kembali kata-kata yang tertulis di satu halaman buku yang hanya sekali saja di baca. Kuliahnya seluruhnya di sajikan tanpa berbekal catatan.13 Tahun 1817 ia menjadi sekretaris (dan menjadi anak angkat) Saint Simon. kegelisahan pribadinya bertolak belakang dengan keyakinannya yang sangat besar terhadap kapasitas intelektual-nya dan keyakinan itu seolah-olah mencerminkan kepercayaan diri yang mantap.

Sejak saat itu ia terus terserang gangguan mental dan suatu ketika di tahun 1827 ia mencoba bunuh diri dengan mencebur ke sungai Saine. yang mengandung pemikiran lebih praktis dan menawarkan rencana besar untuk mereorganisasi masyarakat. kuliah Comte terhenti karena mengalami gangguan syaraf . Selama periode ini Comte berkonsentrasi menulis 6 jilid buku yang membuatnya sangat terkenal . Heilbron menyatakan bahwa gangguan mental besar dalam kehidupan Comte terjadi pada tahun 1838. Meski ia tak mendapatkan jabatan resmi di Ecole Polytecnique. hak untuk menguji. Akibatnya. ia di beri jabatan kecil sebagai asisten dosen pada 1832. dan jabatan ini untuk pertama kali yang memberikannya penghasilannya yang memadai (hingga waktu itu secara ekonomis ia sering tergantung pada bantuan keluarganya). Comte menghanyalkan dirinya . Sekitar tahun 1851 ia menyelesaikan 5 jilid karyanya yang berjudul sysiteme de politicqeu positif. dan itulah yang membuat kemudian putus asa karena membayangkan ada orang yang secara serius hendak merampas karyanya tentang ilmu pengetahuan umunya dan sosiologi khususnya. Baru sesudah tahun 1838 ia mulai membangun gagasan aneh tentang reformasi sosial yang menemukan pengungkapan dalam Systeme de politique positive. ini pula yang menyebapkaanya mengalami gangguan otak. berjudul cour de philosophie positif.Ceramahnya itu di lakukan di rumahnya sendiri. Tetapi setelah berjalan tiga kali. yakni Comte mulai tak membaca karya orang lain. Tahun 1837 ia di beri pekerjaan tambahan . Ia pun menyerang ecole polytechnique dan akibatnya. ia tak dapat mengikuti perkembangan intelektual terakhir. pada tahun 1844 jabatan asisten dosennya tak di perpanjang. dalam karya ini Comte melukiskan pemikiran filsafatnya bahwa sosiologi adalah ultimate science. yang akhirnya di terbitkan secara utuh pada 1842 (jilid pertama telah di terbitkan tahun 1830).Kuliahnya itu menarik minat kalangan orang terpandang.14 tentang pemikiran filsafatanya. untungnya ia selamat.

PT. Ia yakin bahwa kehidupan di dunia ini akhirnya dipimpin oleh pendeta sosiologi (Comte sangat di pengaruhi oleh latar belakang agama katolik). 15 Dodi Adi Nata‟e. istilah positivisme biasanya didefinisikan sebagai salah satu paham dalam filsafat Barat yang hanya mengakui dan membatasi pengetahuan yang benar kepada fakta-fakta positif. istilah positivisme identik dengan tesis Comte sendiri mengenai tahap perkembangan akal budi manusia yang secara linear bergerak dalam urutan yang tidak terputus. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Comte meninggal 5 september 1857. 1986) h.15 sebagai pendeta agama baru kemanusiaan. 5 Doyle Paul Johnson. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Henslin. Sebagai teori pengetahuan. Jakarta. kedua tesis Comte tersebut sangat berpengaruh hingga saat ini. Dalam dunia intelektual. Sebagai teori perkembangan sejarah manusia. Istilah positivisme paling tidak mengacu pada dua hal yaitu teori perkembangan sejarah akal budi manusia dan teori ilmu pengetahuan positif17. edisi 6 Jilid 1. Gramedia. Positivisme (Comte) Istilah positivisme tidak bisa dilepaskan dari Auguste Comte (1798-1857). Asumsi-asumsi dasar di dalam ilmu pengetahuan modern tampaknya membenarkan tesis Comte tentang perlunya penggunaaan metode ilmiah. Biografi Comte James M. 80 17 16 . Internet WWW. karena dialah pengagas filsafat positivisme16. Yang sangat menarik. Erlangga : 2007) h. terjemahan Robert MZ Lawang (Jilid I.15 2. terjemah Kamanto Sunarto (Cet. Jakarta. 10. meski gagasannya itu keterlaluan. Comte akhirnya mendpat sejumlah besar pengikut di prancis dan di beberapa negara lain. demikian pula perkembangan kebudayaan dan keberadaan institusi kemasyarakatan dan pemerintahan seolah membenarkan tesis Comte tentang tibanya zaman positif.

politeisme dan monoteisme. zaman metafisis dan zaman positif atau ilmiah18 1. 85. manusia menghayati alam semesta dalam individualitas atau segala ssuatu berjiwa. termasuk manusia sendiri.19 a). Pohon beringin yang tua tidak dipahami sebagai bagian spesies dari pohon. Benda-benda dipahami sebagai sesuatu yang individual dan singular. yaitu animism. Tahap teologis ini orang mengarahkan rohnya pada kekuatan gaib sebagai hakikat segala sesuatu. h. Tahap animisme.16 Teori perkembangan akal budi manusia Perkembangan pemikiran (akal budi) manusia oleh Comte berlangsung dalam tiga tahap atau zaman yaitu zaman teologis. Segala-galanya. bertindak dan berkehendak.88 Ibid 19 . dimengerti sebagai keseluruhan integral dan terdiri dari makhluk-makhluk yang mempunyai kedudukan sebagai sesuatu yang hidup. tahap ini dijumpai pada manusia awal atau purba. Benda-benda lainpun seperti keris mempunyai roh dan kekuatan. 18 Ibid. tetapi sebagai sebuah pohon khas dan sacral yang lain dari pohon biasanya. Ada keyakinan bahwa di belakang setiap kejadian tersirat suatu pernyataan kehendak secara khusus. Alam semesta. Pada taraf pemikiran ini terdapat tiga tahapan. Tahap teologis Tahap ini manusia berusaha menerangkan segenap fakta kejadian dalam kaitannya dengan teka-teki alam yang dianggapnya berupa misteri. diterangkan dalam hubungannya dengan kekuatan-kekuatan yang sifatnya misterius.

bahwa sawah dan lading di setiap desa dihuni oleh roh-roh leluhur. termasuk para dukun. Cara berfikir seperti ini mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan sosial. disamping sebagai landasan institusional serta kenegaraan suatu bangsa dan alat justifikasi para raja (kepala negara) yang berkuasa. Filsafat Manusia Memahami Manusia melalui Filsafat. Tahap Metafisis Semua gejala dan kejadian tidak lagi diterangkan dalam hubungannya dengan kekuatan yang bersifat supranatural atau rohani. pengertian-oengertian Zainal Abidin. Tahap monoteisme. 121 . manusia telah menurunkan kelompok-kelompok hal-hal tertentu seluruhnya masing-masing diturunkan dari sesuatu kekuatan adikodrati yang melatar belakanginya. sedemikian rupa sehingga setiap kawasan gejala-gejala memiliki dewa-dewanya sendiri. yang selanjutnya dija dikan pedoman hidup masyarakat. Op Cit h. Manusia kini mulai mencari pengertian dan penerangan yang logis dengan membuat abstraksi-abstraksi21 dan konsep-konsep. sangat menentukan dan mereka diyakini mampu memperantarai komunikasi manusia dengan Tuhan. c). Bandung : Remaja Rosda Karya. Raja sebagai pejabat tertinggi mempunyai legitimasi teologis baik sebagai wakil Tuhan dibumi maupun sebagai tetesan dewata yang suci. sebagai tahap yang tertinggi. Peran rohaniwan. Monoteisme memungkinkan berkembangnya dogma agama. (cet II. maka cara berfikir politeisme diyakini bahwa Dewi Sri yang menghuni dan memelihara sawah dan ladang di semua desa. 20 2.118 21 20 Poedjawijatna. budaya dan pemerintahan. ketika dewa-dewa yang bermacam-macam tersebut diganti dengan satu tokoh tertinggi atau satu Tuhan. 2002) h. Tahap politeisme. Jika dalam cara berfikir animism.17 b).

dogma agama mulai ditinggalkan dan kemampuan akal budi mulai dikembangkan. Hukum-hukum tersebut bersifat pasti dan dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dibuktikan dengan perangkat 22 Ibid h. melainkan secara a posteriori yang berdasarkan observasi. dijelaskan dalam konsep-konsep abstrak seperti kodrat. yang dapat dialami semua orang. 121 . kewajiban moral dan lainnya. Manusia pada tahap ini berusaha keras untuk mencari esensi atau hakikat dari segala sesuatu. eksprimen dan komparasi yang teliti dan ketat. Akal tidak diarahkan untuk mencari kekuatan transenden dibalik atau hakikat di dalam atas setiap gejala. irrasional harus disingkirkan dan analisi pikir yang diperkenalkan. 3. Tidak puas hanya dengan mencari pengertian umum tanpa dilandasi oleh pemikiran dan argumentasi logis. Akal tidak lagi berorientasi pada pencarian sebab pertama dan tujuan terakhir dari kehidupan. akal mencoba mengobservasi gejala dan kejadian secara empiris untuk menemukan hukum-hukum yang mengatur (yang menjadi sebab akibat yang sudah tertentukan22) gejala dan kejadian itu. gejala dan kejadian alam tidak lagi dijelaskan secara pengandaian a priori. Tahap metafisis pada prinsipnya hanya merupakan suatu modifikasi artifisial saja dari tahap teologis. Untuk itu. karena sebetulnuya sama-sama mengembangkan pengetahuan dalam rangka mencari sebab pertama dan tujuan terakhir dari kehidupan. Perbedaaan metafisis dan teologis terletak pada cara menerangkan kenyaaan. alam yang semula diasalkan dari dewa atau Tuhan. Hukum-hukum yang ditemukan nyata dan jelas karena sumbernya diperoleh secara langsung dari gejala dan kejadian positif. roh absolute. Tahap Positif Pada tahap ini. Gejala dan kejadian alam harus dibersihkan dari muatan teologis dan metafisinya. kehendak Tuhan.18 metafisik.

gejala yang terdapat dalam segala yang anorganis dan gejala yang terdapat dalam segala yang organis. Ajaran terhadap gejala anorganis ini dibagi dua bagian yaitu astronomi. Comte mengeritik pandangan lawan intelektualnya yang mempertentangkan keduanya. maka kita dapat mengontrol dan memanipulasi gejala dan kejadian tertentu sebagai sarana mewujudkan masa depan yang lebih baik. yang pertama. 2002) 24 h. 34. proses-proses yang berlangsung dalam jenisnya dalam hidup bermasyarakat yaitu sosiologi23 yang selanjutnya comte disebut bapak sosiologi24. lalu oleh pemikiran metafisis dan akhirnya pada zaman posistif. Mengenai dinamika sosial dalam masyarakat positif. menurut golongan lain 23 Harun Hadiwijono. dan fisika serta kimia. proses-proses yang berlangsung pada individu-individu yaitu biologi dan yang kedua. 113 Soerjono Soekanto. Sosiologi Sebuah Pengantar ( Cet. Teori Pengetahuan Positif Tiga tahap perkembangan akal budi manusia diatas juga berlaku bagi pada bidang ilmu pengetahuan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 398 . Ajaran terhadap gejala organis juga dibagi dua bagian.19 metodis yang sama seperti yang dipakai untuk menemukan hukum tersebut. yang mempelajari anorganis di bumi. Ilmu pengetahuan yang diajarkan harus disesuaikan dengan pembagian kawasan gejalagejala yang dipelajari ilmu tersebut. Hukum-hukum itupun bersifat praktis dan bermanfaat karena jika hukum-hukum itu diketahui dan dikuasai. yang mempelajari segala gejala umum dari jagat raya. Op Cit h. Comte membagi gejala-gejala itu kedalam dua hal. Dalam diri ilmu pengetahuan mengandung alat untuk mencapai baik kemajuan (progress) maupun ketertiban (order). Comte dengan penuh optimism menguraikan fungsi lain dari pengetahuan positif. Ilmu pengetahuan semula dikuasai oleh pengertian-pengertian teologis. Gejala yang organis baru dapat dipelajari bila segala anorganis telah dikenal.

tertib dan sejahtera. ilmu pengetahuan dengan sendirinya membawa moralitas dan humanismenya sendiri.20 kemajuan hanya mendatangkan instabilitas. peperangan dan anarkisme. disharmoni. Dengan perkataan lain. semisal sentiment dan kepentingan pribadi. yang pada tahap akhir perkembangan akal budi manusia. institusional dan kenegaraan. bebas nilai dan netral. aspek dan dimensi lain yang tidak bisa diukur di dalam observasi seperti jiwa tidak boleh ditolerir keberadaanya. Ilmu pengetahuan positif membebaskan manusia dari perasaan terkungkung oleh kekuatan magis akibat pandangan teologis. Op Cit h. Ilmu pengetahuan positif dibangun atas asumsi-asumsi yang dapat dirumuskan sebagai berikut. Untuk subjek. Objektivitas pengetahuan berlaku pada subjek dan objek. ilmu pengetahuan harus bersifat objektif. ilmuwan tidak boleh membiarkan dirinya dipengaruhi oleh factor-faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri. dan menjauhkan diri dari kecenderungan purba untuk berperang akibat militerisme dan feodalisme sisa-sisa pemikiran tahap metafisis. teori atau hukum ilmiah25. Comte menunjuk pendekatan rasionalisme Descartes dan pada ilmu pengetahuan alam seperti Galilie. Comte melihat ilmu pengetahuan positif. Ilmu pengetahuan kemampuan untuk mencegah kita dari keinginan tidak rasional untuk berperang dan melakukan penindasan terhadap alam dan manusia. untuk menuju suatu masyarakat maju. Newton dan Bacon. Objek pengetahuan yang bersih dari pengaruh subjektif ilmuwan yang boleh dipaparkan dalam laporan. 32 . kepercayaan dan apa saja yang bisa mempengaruhi objektifitas dari objek yang sedang diobservasi.stabil. aman dan harmonis. tanpa perlu bantuan dari agama dan metafisika. pertama. 25 Soerjono Soekanto. menjadi pedoman hidup dan landasan kultural. Untuk objek. Comte melihat kemajuan yang dilandasi ilmu pengetahuan justru membawa manusia menuju masyarakat yang tertib. konflik sosial.

.21 Kedua. ilmu pengetahuan merupakan pengamatan pada gejala yang selalu berulang. berjalan secara mekanis. segenap gejala dan kejadian tunduk pada hokum alam. Atau dengan kata lain yang diteliti pengetahuan adalah relasi-relasi luar seperti sebab akibat. saling berrhubungan satu sama lain membentuk suatu sistem yang bersifat mekanis. Teori pengetahuan positif sekali lagi mengacu pada metodologis yang ketat yaitu bersifat objektif. ilmiah dan universal. bukan pada hal yang unik atau yang hanya sekali saja terjadi. Yang terakhir. Menurut Comte. baik dalam ilmu pasti maupun ilmu sosial. ilmu pengetashuan menangani fenomena alam dari saling ketergantungan dan antar hubungan dengan fenomena lain.

ialah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia ini mempunyai jiwa dan hal itu disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang berada di atas manusia. eksprimen dan data ilmiah serta fakta yang nyata. Positivisme yang dikenalkan August Comte (1798-1857) memperkenalkan dua konsep yaitu teori perkembangan sejarah akal budi manusia dan teori ilmu pengetahuan positif. tahap dimana manusia telah sanggup berfikir secara ilmiah Teori kedua. Tahap positif. zaman metafisis dan zaman positif atau ilmiah a. yang puncaknya berada pada diri Hegel (1770-1831) memperkenalkan beberapa hal.22 BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. filsafat Alam dan filsafat Roh 2. Tahap metafisis. antitesa dan sintesa. ilmu pengetahuan positif. Idealisme. Tahap teologis. . c. Menurut Hegel. perkembangan pemikiran (akal budi) manusia oleh Comte berlangsung dalam tiga tahap atau zaman yaitu zaman teologis. Teori pertama. suatu “menjadi” di dalam “yang mutlak”. terutama tentang dialektika: tesa. melainkan suatu “keberadaan” dalam “ketiadaan”. Juga tentang teori Perkembangan Roh (idea) dalam filsafat Hegel dibagi dalam tiga tahap yaitu logika. sintesa yang mutlak antara subyek dan obyek bukanlah hal yang terbatas yang telah menjadi tidak terbatas. manusia pada tahap ini masih percaya bahwa gejala-gejala di dunia ini disebabklan oleh kekuatan-kekuatan yang berada di atas manusia. b. Ilmu pengetahuan bertujuan mencari sebab serta akibat dan gejala-gejala yang berdasaerkan observasi.

Filsafat Ilmu cet. Cet II. James Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Doyle. PT. Soerjono. WWW. terjemahan Robert MZ Lawang Jilid I. Tiara Wacana 2001 Dodi Adi Nata‟e. Gramedia. cet II. terjemah Kamanto Sunarto. Bandung. terjemah Soejono Soemargono. R. Cet. 34. Jakarta. 2002 Sudarsono. Burhanuddin. edisi 6. Harun. Bernard Dr. Biografi Hegel (Internet. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sosiologi Sebuah Pengantar Cet.23 DAFTAR PUSTAKA Abidin. cet II. Biografi Comte Hadiwijono. Prof I. 1990 . cet. Filsafat Abad 20. Jakarta: Bumi Aksara. Internet WWW.Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Ilmu Filsafat. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Erlangga : 2007 Muntansir. Biografi Hegel) Delfgaauw. Jilid 1. Jakarta. Rizal dan Misnal Munir. Yogyakarta. Zainal. PT Rineka Cipta. 2002 Canfora dan Froeb. Remaja Rosda Karya. Cet V. Yogyakarta. 10. Filsafat Manusia Memahami Manusia Melalui Filsafat. Henslin. Pembimbing Ke Arah alam Filsafat Cet. VIII.10 Penerbit Kanisius. Jakarta . 2008 Salam . Pengantar Filsafat. 2003 Soekanto. Sari Sejarah filsafat Barat. Suatu Pengantar. 1986 Poedjawijatna. Jakarta. 2008 Paul Johnson. 1994 M. VIII. Rineka Cipta.

24 .