BAB I KERAGAMAN KARYA SENI RUPA MURNI TRADISIONAL, MODERN DAN KONTEMPORER

Tujuan yang diharapan dari sajian materi Bab I adalah mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah digariskan pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran. Standar Kompetensi : Mempresentasikan tentang keragaman gagasan seni rupa murni tradisi, modern, kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara dengan memperhatikan konteks kehidupan masyarakat dan budayanya Kompetensi Dasar : 1. Mengklasifikasikan corak dan fungsi seni rupa tardisi, modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara 2. Membandingkan corak dan fungsi seni rupa tardisi, modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara . Indikator Siswa dapat : 1. Membuat tulisan tentang corak seni rupa tradisi, modern, dan kontemporer di wilayah Nusan tara dan Mancanegara 2. Membuat tulisan tentang fungsi seni rupa tradisi, modern, dan kontemporer di wilayah Nusan tara dan Mancanegara 3. Mendiskripsikan perbandingan tentang corak seni rupa tradisi, modern, dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara 4. Membuat tulisan tentang persamaan dan perbedaan corak dan fungsi seni rupa tardisi, modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara

1

S
1.

eni rupa merupakan salah satu cabang seni yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Setiap orang menghendaki memiliki rumah, perabotan rumah, dan busana atau pakaian yang bagus yang memerlukan unsur-unsur seni rupa.

Dekorasi rumah baik interior maupun eksteior tidak bisa lepas dari sentuhan seni rupa. Lukisan, relief, patung dan seni terapan dapat digunakan untuk memperindah bangunan rumah atau gedung baik interior maupun eksteriornya. Seni rupa telah berkembang sejak zaman lampau hingga masa kini yang melahirkan beraneka ragam corak serta mempunyai bermacam fungsi. A. Corak Seni Rupa Murni Corak atau gaya dalam seni rupa murni yang digunakan para perupa dalam menciptakan karya seni baik yang ada di Nusantara maupun Mancanegara, hampir tidak memiliki perbedaan, terutama pada corak seni rupa murni modern dan kontemporer. Corak Seni Rupa Murni Tradisional

Seni rupa tradisi adalah seni rupa yang dibuat dengan mengikuti pola-pola atau norma-norma tertentu yang berlaku disuatu daerah dan dibuat berulang-ulang tanpa merubah bentuk aslinya. Karya seni rupa murni tradisi diciptakan untuk kepentingan kebutuhan emosi atau rohani dan kepentingan estetis (rasa keindahan). Seni rupa murni tradisi meliputi seni lukis, seni relief (seni ukir), seni patung dan seni kria murni. a. Corak seni rupa murni tradisi Nusantara

Di wilayah Nusantara terdapat beraneka ragam corak seni rupa tradisi, hal ini disebabkan wilayahnya yang luas dan terdapat bermacam-macam tradisi, budaya, lingkungan alam, adat, dan agama. Seni rupa murni Nusantara diawali sejak zaman prasejarah berupa lukisan/relief babi dan cap-cap tangan pada dinding serta patung perlambang dari roh nenek moyang. Berikut ini beberapa karya seni rupa murni tradisi Nusantara :

2

(1)

Lukisan Wayang Kamasan di kabupaten Klungkung Bali

Lukisan Wayang Kamasan menggunakan obyek batu-batuan, pohonpohonan, awan wayang parwa dan wayang kanda. Obyek dilukis dengan cara distilasi, diulang dan disusun bertumpuk, kesan garis jelas (garis kontur dan garis cawi), warna-warna monoton, dan bercorak dekoratif.

Lukisan Wayang Kamasan

Patung suku Asmat

(2)

Relief dan patung pada bangunan candi di Jawa Tengah

Relief dan patung di Jawa tengah berkesan Agamais, yang merupakan pengaruh dari Agama Hindu, Budha dan budaya/seni rupa India. Relief dan patung yang terdapat pada candi Prambanan dan Borobudur menampilkan obyek Dewa, Budha, manusia, fauna dan flora yang bercorak Naturalis. Relief pada dinding candi Prambanan mengisahkan tentang ceritera Ramayana dan pada candi Borobudur mengisahkan tentang perjalanan sang Budha. (3) Seni Patung suku Asmat di Irian Jaya Karya patung suku Asmat bercorak Premitif, dengan bentuk yang kaku dan pahatan yang agak kasar. Karya seni patung tersebut dibuat merupakan simbolis dari roh nenek moyang. (4) Lukisan dan relief suku Dayak di Kalimantan Karya lukisan dan relief suku Dayak bercorak Dekoratif, premitif dan magis dengan menonjolkan warna-warna merah, putih dan hitam.

3

b. Seni ini dapat ditemukan pada bangunan masjid. batu nisan. dsb. relief riwayat hidup sang Budha. istana/keraton raja. (6) Lukisan kaligrafi Lukisan kaligrafi merupakan lukisan corak Islam asli yang menggunakan huruf Arab sebagai unsur utama. Patung Budha India Patung Mesir Kuno 4 .(5) Ukiran dan patung pada bangunan Pura di Bali Pura-pura di Bali diperindah dengan relief/ukiran dan patung-patung yang bercorak Agamais dan Dekoratif sehingga berkesan Agung. Berikutnya berkembang karya-karya yang bertemakan unsur keagamaan dan bercorak relegius. Pada zaman Renaissance para seniman mulai melukis wajah dan seluruh tubuh tanpa ada sesuatu makna agama. relief pada bangunan kuil tentang ceritera Mahabharata dan Ramayana. (1) Corak seni rupa India Corak seni rupa India merupakan pengaruh agama Hindu dan Budha yang menghasilkan patung-patung Budha. Corak seni rupa murni tradisi Mancanegara Corak seni rupa murni di Mancanegara diawali dari lukisan dan karya- karya patung orang-orang premitif yang menggambarka tentang binatang dan manusia dalam bentuk sederhana.

relief dan lukisa. Seni relief Mesir mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Tema menceriterakan tentang raja-raja. Warna pakaian digunakanwarna putih. Seni lukis Mesir banyak ditemukan pada berkas-berkas papyrus. sedangkan rakyat jelata bentuknya dibedakan dengan jelas. kaki tampak samping dengan kaki kiri melangkah ke depan. dan hijau. seperti untuk warnai kulit laki-laki dipakai warna coklat kemerah-merahan. Pada dasarnya seni lukis Mesir mempunyai motif-motif yang sama dengan seni relief. Warna-warnanya sederhana. dan kehidupan rakyat jelata. 3) Sikap relief manusia menampakkan ciri-ciri seperti: mata tampak depan. tipis. Kalau duduk dengan sikap berlutut dan jongkok. Patung yang dibuat pada zaman Mesir Kuno selalu dihubungkan dengan pembangunan tempat-tempat sacral. dewa-dewa.(2) Corak seni rupa Cina Seni rupa tradisi Cina diawali dengan lukisan huruf dari tinta bak dan cat air transparan. biru. badan tampak depan (en-face). Patung-patung Mesir mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Sikap: berjalan dengan sikap kaki kiri di depan. Biasanya patung Mesir merupakan tradisi pengulangan (stereotype) bentuk patung yang pernah dibuat. dinding-dinding kuburan. maupun gelap terang. Ciri-ciri lukisan lembut. warna perhiasan digunakan warna merah. (3) Corak seni rupa Mesir Kuno Seni rupa murni Mesir Kuno menghasilkan karya-karya berupa patung. yaitu bentuk lukisan tidak memperhatikan perspektif antara yang jauh dengan yang dekat. halus. muka kaku tampak samping (profile). sedangkan untuk warna kulit wanita digunakan warna kuning. 2) Jenis relief Mesir berupa relief dalam dan relief rendah. obyeknya umumnya pemandangan alam dan tokoh manusia dalam legenda. tangan menggenggam. 5 . 2) Model: raja-raja dan dewa-dewa. dan peti mati.

Dari literatureliteratur diketahui bahwa para seniman lukis Yunani pada zaman itu belum menguasai perspektif dan gelap terang (cahaya). b. Percampuran langgam tersebut.(4) Corak seni rupa Yunani Kuno Perkembangan seni rupa murni Yunani Kuno dimulai pada zaman Kreta berupa seni relief. Hal ini karena patung yang dibuat mempertimbangkan proporsi yang mendekati sempurna. c. Ketiga pematung tersebut mampu menggabungkan langgam Doria yang tegar dengan langgam Ioania yang harmonis. Seni lukis ditemukan di Knostos yang bercorak dekoratif. ciri-cirinya sebagai berikut: a. Kemajuan seni patung Yunani dipelopori oleh 3 seniman yang hidup pada masa itu. Lukisannya 6 . Nama tersebut diambil dari nama tempat mereka berkarya yaitu Attica-Athena. Keberadaan seni lukis Yunani hanya dapat diketahui dari literatureliteratur Yunani Kuno. hasil peninggalannya tidak ditemukan. Myron. Sedangkan relief yang dikerjakan pada dinding bangunan dengan teknik pahatan (stucco). diberi sebutan Attis. Corak tersebut adalah corak Ionia dan corak Doria. d. Mengesankan sikap orang berjalan dengan kaki kiri melangkah ke depan. Wajah tersenyum ramah. Hal ini disebabkan karya-karya lukisan Yunani musnah dan tidak ada peninggalannya sama sekali. Diperkirakan pada zaman Kreta bangsa Yunani telah mahir membuat patung. seni lukis dan seni patung. Seni patung: patung pada zaman Yunani Tengah memiliki dua corak yang berbeda. Mereka itu adalah Phiedias. seni patung Yunani benar-benar mengalami puncaknya. bentuk lebih harmonis. Mewujudkan bentuk perempuan sebagai lambang Dewi. Mewujudkan bentuk laki-laki sebagai lambang Dewa. Seni lukis zaman Kreta cenderung menggunakan teknik fresco yaitu pewarnaan lukisan pada dinding bangunan dalam keadaan basah. Wajah bulat dengan senyum angkuh dan bibir sedikit terbuka Pada zaman gemilang. dan Polycletos. d. Seni patung corak Doria. Seni patung corak Ionia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a. b. Proporsi tidak realistis. Sikap duduk dan berdiri mengesankan gerakan. c.

ikan. gelombang. Motif-motif lainnya berupa motif binatang. Perkembangan berikutnya pada abad 10 SM muncul motif-motif geometris pada seni hias jembangan. seperti rumput laut. Pelukis Yunani yang terkenal yang tercatat dalam literature Yunani Kuno adalah Polygnatos dan Apelles. manusia yang ditampakkan dengan warna hitam pada jembangan tanah liat yang berwarna merah. namun unsur realisnya masih mengadopsi gaya Yunani. ubur-ubur. karang. Seni patung Romawi dalam pembuatan patung-patung potret. Hal ini berawal dari lukisan jembangan pada zaman Kreta. (5) Corak seni rupa Romawi Pada karya seni patung Romawi kebanyakan merupakan penjiplakan dari seni patung Yunani. Terdapat juga motif-motif kisah-kisah mitologi dan kepahlawanan. Lukisan pada jembangan banyak menampilkan motif-motif kelautan. Namun oleh seniman Romawi bahannya diganti dari perunggu beralih ke bahan batu pualam. Dalam Seni Relief Romawi banyak menampilkan ceritera peperangan bertema sejarah. dsb. Patung Yunani Kuno Relief dari Cina 7 . terutama dalam perspektifnya. Bentuknya tidaklah sebaik relief dari bangsa Yunani.bersifat dekoratif.

warna. 5. anatomi. Aliran Classic juga diterapkan pada seni bangunan seperti bangunan Gereja Madeleine yang terdapat di Paris. Impresionisme. proporsi. Mengandung kegetiran. 4. menyentuh yang cendrung statis. 3. Di wilayah Nusantara seni rupa murni modern diawali sejak Raden Saleh Syarif Bustaman menampilkan karya-karya dengan teknik-teknik cara Barat. yaitu : a) sebagai berikut: 1. meriah. dan Luca Della Robbia. Tokoh-tokoh perupa pada saat itu adalah Pelukis Leonardo Da Vinci. selain itu. cenderung emosional. Aliran Romantis mempunyai ciri-ciri seperti: Kedahsyatan melebihi kenyataan. dan tema. Donatello. Bentuk selalu seimbang dan harmoni. Corak Seni Rupa Murni Modern dan Kontemporer Seni rupa modern adalah mengutamakan kreativitas dalam menciptakan sesuatu yang baru dan belum ada. Romantisme. aliran yang menentang Classicisme Mengandung ceritera yang dahsyat dan Penuh gerak secara dinamis. Romantisme. 6. 3. 8 . Klasikisme. perasaan. 6. Batasan-batasan warna bersifat kontras dan Pengaturan komposisi hidup. seperti Klasikisme. 2. perspektif. Raut muka tenang dan berkesan agung. Berikut ini beberapa aliran yang berkembang pada abad ke-19 dan ke-20. 5. Titian. Perkembangan corak seni rupa murni modern diawalinya dengan memperhatikan kaidah-kaidah seni rupa seperti komposisi. 4. cahaya. Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis. pelukis yang beraliran ini adalah David pelukis zaman Napoleon dan juga Jan Ingre (1780-1867). Realisme dan Monumentalisme. 2. Menggambarkan kisah/ceritera tentang istana. Pada abad ke-19 mulai tumbuh berbagai aliran. Michelangelo. Cendrung dilebih-lebihkan.2. b) 1. Terikat pada norma-norma intelektual yang berlaku. Rafael Santi. yaitu aliran yang memiliki ciri-ciri Aliran ini muncul di Perancis yang dimotori oleh Royal Academy (sekolah tinggi).

Pelukisnya cendrung melukis dengan gerak cepat. karyakaryanya seperti : Antara hidup dan mati. f) Ekspresionisme. Berburu banteng. Still Life Apples karya Paul Cezanne. Pada seni relief juga banyak dtemukan beraliran Romantis seperti relief yang terdapat di Yunani dan Romawi. Contoh lukisan yang beraliran ini adalah lukisan potret karya Auguste Renoir. karena disebabkan cuaca cepat berubah sehingga dapat menimbulkan kesan yang berubah pula. e) Impresionisme. Perang Diponogoro. salah satu karyanya berjudul Pantai Pananjung. Vincent Van Gogh (1853-1890) adalah pencetus aliran ini.Karya lukisan beraliran romantis yang sangat terkenal adalah Rakit Medusa karya Theodore Gericould (1791-1824). c) Realisme. ia beralih dari Post Impresionisme ke Ekspresionisme yang banyak menampilkan lukisan potret dan pemandangan alam dengan warna-warna 9 . Pelukis beraliran ini berusaha menangkap efek-efek cahaya dan warna yang terdapat dalam suatu benda. Edgar Degas. Aliran ini dicetuskan oleh Custavo Coubert. ada dalam kenyataan di masyarakat. Karya lukisan Custavo Coubert ialah Tukang Batu. dia berpendapat bahwa lukisan pada dasarnya seni yang kongkrit. d) Naturalisme. Obyek lukisan menampilkan figur-figur rakyat biasa. tetapi juga obyek diungkapkan lewat ekspresi jiwa dan perasaan.Tokoh-tokoh aliran ini yan lain : Calude Monet. Tokoh-tokoh Realisme lainnya adalah Jean Francois. aliran ini dalam seni lukis menampilkan suatu kesan yang mana sangat dipengaruhi oleh cuaca. Honore Daumer. aliran ini tidak saja menekankan bentuk obyek secara visual saja. aliran ini muncul sebagai protes terhadap aliran Romantis yang melebih-lebihkan kenyataan. Pelukis yang mengawali aliran ini di Indonesia dan konsisten dengan aliran Naturalis adalah Wahdi. Rodin (pematung). Pelukis Indonesia yang beraliran Romantis dan pernah berguru pada Gericould ialah Raden Saleh. Millet. Dalam seni patung pun berkembang gaya realis. aliran yang mempunyai konsep bahwa lukisan yang baik adalah lukisan yang sama persis secara visual dengan benda-benda yang dilukisnya atau bersifat alami.

aliran yang menekankan konsep bentuk-bentuk geometri. k) Dadaisme. Umberto Baccioni. Buido Severini. Tokoh-tokoh aliran ini adalah Paul Klee. karena iutlah tema-tema yang dipilih biasanya tentang kesibukan-kesibukan seperti perang. Mereka yang beraliran ini menggambarkan apa saja yang mereka sukai tanpa memikirkan isi dan arti yang mereka buat. seperti Self Potrait. Van der Leek. Aliran ini dilontarkan oelh Henri Matise atas karya-karya George Braque yang berjudul Panorama. Henri Russeau. arak-arakan. Ciri aliran Dadais ialah sinis dan berusaha melenyapkan ilusi pada karya-karyanya. Semua bentuk yang ada di alam dipengaruhi oleh perspektif sehingga bidang tertuju pada titik tengah. dalam lukisan tersebut rumah-rumah dilukis dalam bentuk kotak-kotak kubus. aliran abstrak berusaha melepaskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasi-asosiasi figurative suatu obyek.yang kuat. Aliran ini menekankan penggunaan garis kontur dan warna yang berani. 10 . Bunga Matahari. kerusuhan dsb. pesta. Kelahiran I. Leo Getel. Tokoh aliran ini seperti Malevich. Pablo Picasso. j) Abstraksionisme. Aliran Futuris menggambarkan garis-garis yang dinamis penuh gerak. Tokoh-tokohnya Henri Matisse. h) Kubisme. Tokoh-tokoh aliran ini seperti: Carlo Carta. Karya lukisan Van Gogh. Piet Mondrian. i) Futurisme. Tristan Tzara. Tokoh-tokoh lainnya dalam aliran ini adalah Paul Cezanne. Emil Nolde. Pelukis Indonesia yang beraliran ini adalah Sutjipto Adi dengan karyanya Hak Hidup. Paul Gauguin. aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap aliran Kubis yang dianggap statis. Kurt Scwitters. Tokoh-tokoh aliran Kubis ialah George Braque. Wassily Kandinsky. g) Fauvisme. Roul Dufy. aliran ini betul-betul membebaskan diri dari batasan-batasan aliran terdahulunya. aliran ini membebaskan diri dari kaidah-kaidah seni yang berlaku.

Seni instalasi merupakan karya seni yang terdiri dari komposisi dan manipulasi obyek untuk kesan baru. aliran ini banyak dipengaruhi oleh teori analisa psikologi mengenai ketidaksadaran dalam impian. dan relief dari mentega.l) Surealisme. patung dari buahbuahan. patung pasir dipantai. Tokoh-tokoh aliran ini adalah Salvador Dali. Corak ini mengutamakan kebebasan berekspresi yang lebih dikenal dengan seni masa kini. modern dan kontemporer yang terdapat di wilayah Nusantara dan Mancanegara pada dasarnya memiliki fungsi yang sama. dalam lukisan ini menampilkan bentuk jam dinding yang tidak logis. seperti yang nampak dalam lukisan Salvador Dali yang berjudul The Dersitenee of Memory. Contoh karya tersebut. Fungsi-fungsi seni rupa murni antara lain : 11 . Corak seni rupa murni Kontemporer mulai berkembang pada menjelang berakhir abad ke-20. Seni rupa murni mengutamakan keindahan belaka Berbeda dengan seni rupa terapan yang memiliki fungsi praktis dan keindahan. Karya-karya seni rupa murni kontemporer bersifat sementara karena hanya dapat dinikmat dalam kurun waktu relatif singkat. lukisan dengan kanvas berpuluh-puluh meter. Andre Masson. Joan Miro. seolah-olah melukis alam mimpi saja. Karya yang beraliran ini tampak tidak logis. penuh fantasi. seperti seni instalasi. Seni instalasi B. patung dari es. Fungsi Seni Rupa Murni Seni rupa murni tradisional.

Karya diciptakan untuk dipajang agar dapat dinimakti keindahannya (sebagai hiasan) tersebut tersirat tentang perasaan batin yang merupakan penafsiran sesuatu yang dihadapinya. bentuk. modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara memiliki perbedaan corak dan fungsi. terutama seni rupa tradisi Nusantara yang bercorak magis atau agamais. agama. yaitu sebagai media ekspresi bagi perupanya. 3) Corak seni rupa murni tradisi di wilayah Nusantara dan Mancanegara. 5) Media untuk pembuatan karya seni rupa murni tradisi baik di wilayah Nusantara maupun Mancanegara. Karya seni rupa murni Fungsi pribadi. 3. tekstur.1. Walaupun demikian. 1. Modern dan Kontemporer di Wilayah Nusantara dan Mancanegara Adapun persamaannya. C. Fungsi umum. antara lain: 1) Semuanya merupakan hasil kreasi dan ekspresi manusia. Seni rupa murni tradisi dapat berfungsi sebagai simbolis dari sesuatu. yaitu sebagai keindahan. Persamaan Karya Seni Rupa Murni Tradisional. 4) Pada umumnya seni rupa tradisi berfungsi untuk mengangkat nilai-nilai tradisi budaya daerah dan untuk kepentingan ritual. Fungsi sosial. dan budaya daerah setempat. umumnya diambil dari alam setempat yang dikerjakan dengan teknik dan gaya yang sederhana. 6) Seni rupa murni modern dan kontemporer. pada umumnya dipengaruhi oleh norma-norma. Perbandingan Corak dan Fungsi Seni Rupa Tradisional. Komunikasi tersebut dapat mempengaruhi. Hal ini dikarenakan corak yang berkembang di negaranegara lain berasal dari negara-negara Barat. 2) Karya seni rupa murni tradisi. dan warna. umumnya memiliki corak yang sama. bidang. 12 . Modern dan Kontemporer Seni rupa murni tradisional. karya seni tersebut pada umumnya memiliki beberapa persamaan. adat. Hal ini dapat kita lihat apabila kita mengamati suatu karya seni rupa murni baik yang berbentuk dua dimensi maupun dalam bentuk tiga dimensi. modern dan kontemporer baik di wilayah Nusantara maupun Mancanegara dapat berwujud dua dimensi dan tiga dimensi melalui penyusunan unsur garis. 2. yaitu sebagai komunikasi bagi perupa kepada penikmat (masyarakat). mendapat memberi kepuasan atau informasi tentang sesuatu.

memiliki fungsi sebagai pajangan. nama seniman dan asal daerah 2. cepat berubah (4) an dan warna beraneka ragam (5) ebasan kreasi dan ekspresi ide cor din bah keb Kontemporer di Wilayah Nusantara dan Mancanegara (1) jarang diketahui perupanya (2) coraknya umum (3) statis. Modern dan Perbedaan Corak Seni Rupa Murni Tradisi Seni Rupa Murni Modern/Kontemporer (1) ntitas perupa dapat diketahui (2) aknya individual (3) amis. monoton (4) bahan dan warna sederhana (5) terikat norma-norma tradisi 2) Perbedaan Fungsi Seni Rupa Murni Tradisi Seni Rupa Murni Modern/Kontemporer (1) pribadi dan sosial untuk (1) untuk ritual daerah setempat (2) relief dan patung untuk memperindah candi.7) Seni rupa murni tradisi dan modern di semua wilayah. Cantumkan judul karya. media ekspresi bagi perupanya dan media komunikasi bagi perupa dan masyarakat penikmat. Cantumkan fungsinya (tuliskan tentang fungsi keindahannya secara ringkas) 13 . Cantumkan corak (tuliskan ciri khasnya secara ringkas) 3. modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara. 2. 1. pura dan kuil (3) bentuk dan motif hias mengandung makna magis (2) karya seni sebagai ungkapan ekspresi dan pajangan atau dekorasi ruangan (3) bentuk obyek tidak mengandung makna magis Tugas : Buatlah kliping karya seni rupa tradisi. 1) Perbedaan Corak dan Fungsi Seni Rupa Tradisional.

huruf ……. obyek dengan cara berikut ini. dikontur/dicawi Pelukis tradisi Kamasan mengambarkan 14 . alam Lukisan kaligrafi corak Islam mengunakan c. Bali 4. binatang buruan b.Soal Latihan : A. melukis dengan aliran …. distilasi d. b.. Sansekerta d. 3. kecuali ……. 5. a. Sebutkan lima corak/aliran dalam seni rupa modern! Berilah lima contoh karya seni rupa kontemporer! Jelaskan yang dimaksud dengan fungsi pribadi dalam seni rupa murni! Sebutkan ciri-ciri corak patung Mesir Kuno! Sebutkan ciri-ciri luksan yang bercorak aliran klasikisme! Raden Saleh. Pilihan Ganda 1. melukiskan tentang tokoh manusia legenda b. warna dengan cat air/tinta bak d. pelukis Indonesia yang b. 2. Kubisme c. roh nenek moyang d. mengambarkan tentang …….. Impresionisme B. Klasikisme d. berikut. Kanji Ciri-ciri lukisan tradisi Cina adalah sebagai c. dekoratif Patung suku Asmat di Irian Jaya c. a. Arab b. ditumpuk e. 4.. Uraian 1. pahlawan e. berkesan lembut e. natural 2. Jawa kuno e. Romantisme e. Ekspresionisme belajar di Eropa. keluarga raja 3. obyek alam pegunungan c. a. obyek distilasi 5. a. kecuali …. a.

BAB II APRESIASI SENI RUPA MURNI TRADISIONAL. MODERN DAN KONTEMPORER Tujuan yang diharapan dari sajian materi Bab II adalah mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah digariskan pada Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran. Standar Kompetensi : 15 .

misalnya merasakan keindahan warna warni (seni rupa). Kompetensi Dasar : 1. budaya 2. modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara dengan memperhatikan konteks kehidupan masyarakat dan kehidupan masyarakat dan masyarakat dan budaya Indikator Siswa dapat : 1. Membuat tulisan tentang perbandingan antara seni rupa murni tradisi. Membuat tulisan tentang perbandingan antara seni rupa tradisi. 2. modern dan modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan kontemporer di wilayah Mancanegara. 16 . Semasa hidup. S eni rupa muncul dan berkembang di mulai sejak manusia dilahirkan di muka bumi. Manusia memerlukan rekreasi berkreasi. keindahan senandung sang ibu (seni musik).Mempresentasikan sikap apresiatif atas karya seni rupa modern. Sejak kecil manusia telah mampu merasakan keindahan karya seni. wilayah Mempresentasikan sikap apresiatif atas karya seni rupa modern dan kontemporer di Nusantara dan Mancanegara dengan memperhatikan konteks kehidupan Membandingkan anatara seni rupa tradisi. manusia tidak bisa terlepas dengan kesenian. Menikmati karya seni rupa murni merupakan suatu proses untuk menumbuh kemampuan berapresiasi. Karya seni rupa merupakan salah satu media ekspresi. modern dan Membuat tulisan apresiatif tentang seni rupa tradisi. 3. kontemporer di wilayah Nusantara kontemporer di wilayah Mancanegara. berekspresi dan menikmati karya seni. modern Membuat tulisan apresiatif tentang seni rupa tradisi. dan keindahan lenggokan untuk menyegarkan rohani/jiwa yang dapat dipenuhi dengan gerak (seni tari). kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara dengan memperhatikan konteks kebudayaan. kreasi dan rekreasi yang dapat memberi hiburan untuk kepuasan batin. 4.

Pada awalnya keberadaan seni rupa digunakan untuk upacara ritual suatu adat atau agama, karena itulah kebanyakan karya seni rupa yang diciptakan bersifat magis. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan seni rupa di wilayah Nusantara dan negaranegara lainnya. Di wilayah Nusantara hasil peninggalan karya seni rupa dikelompokan menjadi dua, yaitu : 6. 7. Kontemporer. A. 1. Perbandingan Seni Rupa Murni Tradisi Seni Rupa Zaman Prasejarah Ada tiga faktor yang melatarbelakangi seni rupa di Indonesia, yaitu kepercayaan, kondisi geografis dan pengaruh dari luar. Faktor-faktor tersebutlah yang memberi ciri khusus terhadap seni rupa di Indonesia pada zaman pra-sejarah, ciri-ciri yang dimaksud antara lain : a. Karya seni berfungsi sebagai media atau simbolis dari kegiatan-kegiatan keagamaan dan kepercayaan. b. Seniman berkedudukan sebagai pemimpin agama atau kepercaya yang mengetahui aturan-aturan mengenai upacara-upacara dan kegiata-kegiatan keagamaan atau kepercayaan lainnya. c. Memiliki bentuk ungkapan yang berbeda-beda antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. d. Karya seni rupa menggunakan media batu, perunggu dan kayu. e. Karya seni rupa bersifat ornamentik-dekoratif yang memperlihatkan motifmotif perlambangan, motif geometri dan motif flora fauna. Berdasarkan bahan baku yang digunakan untuk membuat karya-karya seni rupa maka dikenal 2 pengelompokan karya, yaitu karya seni rupa zaman batu dan karya seni rupa zaman perunggu. a. Karya Seni Rupa Zaman Batu Karya seni rupa Indonesia yang diketemukan pada zaman batu, yaitu : 1) Karya Seni Bangunan Seni Seni Rupa rupa Murni Murni Tradisi Modern (zaman dan prasejarah, zaman klasik dan zaman islam).

Bangunan yang paling tua diketemukan pada zaman batu menengah (Mesolitikum) berupa gua-gua yang terdapat di daerah pantai seperti di pantai-pantai Sulawesi Selatan. Peninggalan yang berupa bukit kerang
17

diketemukan di daerah Sumatera selatan, berdasarkan bukti-bukti berupa sisa-sisa sampah maka dapat dipastikan pada zaman batu menengah sudah didirikan rumah panggung. Pada zaman Neolitikum kebudayaan masyarakatnya mulai berkembang dengan dibuatnya rumah dari kayu dan bambu yang sampai sekarang masih tersisa di beberapa daerah di wilayah Indonesia. Selain bangunan dari bahan kayu dan bambu, pada zaman batu besar dikenal pula bangunan yang terbuat dari batu untuk keperluan keagamaan dan kepercayaan, seperti : o o o o Dolmen (bangunan makam) Punden (bangunan berundak) Menhir (bangunan tugu) Dalam bentuk perabot seperti : meja batu, kursi batu, tahta batu,

dsb.

Dolmen

2)

Karya Seni Lukis

Karya seni lukis yang paling tua diketemukan pada zaman batu menengah, yaitu berupa lukisan pada dinding gua seperti: lukisan binatang buruan yang terdapat di dinding gua Leang-Leang di Sulawesi Selatan. Lukisan ini dikerjakan dengan cara menoreh dinding gua dengan penggambaran binatang yang realistic dibubuhi dengan warna merah, putih, hitam dan coklat yang dibuat dari bahan pewarna alam.Sedangkan lukisan lambang nenek moyang yang berbentuk setengah binatang dan setengah manusia dan juga lukisan lukisan cap-cap tangan terdapat di

18

dinding gua di Irian Jaya, lukisan ini dikerjakan dengan teknik semprotan warna (aerograph). Lukisan-lukisan pada zaman batu menengah tidak dibuat sebagai hiasan semata melainkan mengandung tujuan tertentu dan dianggap memiliki kekuatan magis. Lukisan yang berupa pahatan serta hiasan yang terdapat pada bagianbagian bangunan adat dan pada benda-benda kerajinan mulai dibuat pada jaman Neolitikum dan megalitikum. Lukisan pada zaman Neolitikum bersifat ornamentik yang statis dengan motif-motif perlambangan dan geometris, sedangkan pada zaman megalitikum bersifat ornamentik yang lebih dianmis. 3) Karya Seni patung Karya seni patung Indonesia pada zaman pra-sejarah mulai dikenal pada zaman Neolitikum berupa patung-patung nenek moyang dan patung penolak bala. Gaya patungnya disesuaikan dengan bahan baku yang digunakan, yaitu batu, kayu serta bahan lainnya, selain itu patungnya juga banyak dipengaruhi seni ornamentik. Hasil-hasil peninggalan di Jawa Barat menunjukan bahwa patung-patung memiliki ukuran besar dengan gaya statis, frontal dan bersifat monumentalis. Sedangkan yang ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera Selatan) gayanya lebih dinamis dan fiktural. Di daerah lain seperti di daerah Nias, Toraja dan Dayak pada zaman Megalitikum sampai saat ini masih ditemukan peninggalan karya patung. Contoh seni patung hasil peninggalan zaman batu, seperti Arca Batu Gajah yaitu batu besar yang dihiasi seseorang yang sedang menunggang binatang buruan, contoh lain yaitu Arca batu yang menampakan seseorang laki-laki menegendarai seekor lembu.

19

Pada zaman ini juga diperkirakan telah ada kerajinan tenun ini dilihat dari caranya memberi hisan pada benda gerabah yaitu teraan tenunan. Benda kerajinan yang lain dihasilkan zaman batu berupa perhiasan seperti cincin dari batu dan manik-manik. merekalah yang yang memperkenalkan teknik pengecoran dan penuangan perunggu untuk membuat benda-benda seni dan benda-benda pakai sehari-hari. Pada zaman batu menengah telah dimulai dikerjakan benda gerabah. Kebudayaan perunggu Dongson yang berasal dari Yunan Indochina masuk ke Indonesia bersama datangnya bangsa MelayuMuda. dengan membuat teraan bahan tenunan atau kulit kerang serta dengan membubuhi warna tanpa melalui proses pembakaran. teknik pembakarannya juga dilakukan dengan sederhana. 20 .Arca Batu Gajah 4) Karya Seni Kerajinan Kebutuhan akan perabot dan didukung oleh kekayaan alam Indonesia memungkinkan untuk berkembangnya seni kerajinan sejak awal zaman batu. Teknik pembuatan gerabah yang dikenal pada zaman itu sangat sederhana. Karya Seni Rupa Zaman Perunggu Perkembangan zaman perunggu di Indonesia merupakan pengaruh dari kebudayaan Dongson. seperti goresan pada dinding gerabah. Hasil peninggalan berupa gerabah dapat diketahui dari peninggalan yang terdapat di daerah Sumatera Utara berupa pecahan gerabah yang tergali dari bukit kerang. Perkembangan teknik pembuatan dan disain kerajinan gerabah baru terjadi pada akhir zaman batu menengah. yaitu dengan cara memilin tanah liat kemudian menumpuknya (coiled pottery) dan dengan cara membentuk dengan tangan (Moulding). b. Tanda-tanda perkembangannya terlihat dari hiasan yang diterapkan pada benda gerabah.

meander. Dengan menerapkan dua teknik pembuatan benda perunggu tersebut. Untuk teknik ini. tumpal. Hiasan-hiasan yang menggambarkan adegan-adegan ceritera yang paling banyak dipakai dalam karya-karya seni budaya Dongson. motif burung (lambang nenek moyang) serta motif pohon hayat (lambang kesuburan). cara ini digunakan untuk membuat bentuk yang sulit dan rumit seperti arca atau patung.Dalam membuat benda-benda dari perunggu pada zaman logam/perunggu dikenal dua cara. swastika dan berbagai motif geometri lainnya. cetakan hanya dipakai sekali saja karena untuk mengeluarkan hasil cor harus dilakukan dengan menghancurkan cetakan. seperti adegan peperangan dan adegan perburuan 21 . lingkaran. Teknik ‘A Cire Perdue’ Teknik ini adalah cara menuang cairan perunggu sekali pakai. Pengaruh kebudayan Dongson juga terlihat dari segi hiasan yang diterapkan pada benda-benda perunggu. Cara kerjanya adalah sebagai berikut : o Pertama model dibuat dari tanah liat o Kedua model tersebut dilapisi dengan lilin tipis o Ketiga model tersebut dibungkus dengan tanah liat dengan diberi lubang sedikit untuk mengeluarkan lilin dan untuk memasukan cairan perunggu o Keempat proses pembakaran untuk mengeluarkan lilin dari cetakan o Kelima pengecoran dengan cairan perunggu o Keenam pembukaan cetakan dengan cara merusak cetakan. Teknik Bivalve Teknik ini digunakan untuk membuat benda perunggu yang bentuknya sederhana dalam jumlah yang banyak. b. seperti motif-motif hias yang berbentuk pilin. yaitu : a. Bentuk cetakannya terdiri dari dua keping dari bahan batu yang bisa disatukan dan dilepas. seperti benda pakai sehari-hari dan benda-benda seni. manusia pada pada zaman perunggu dapat membuat berbagai jenis benda. Di samping motif tersebut terdapat juga motif hias yang berhubungan dengan kultus nenek moyang antara lain berupa motif kapal jenazah. belah ketupat. kunci. hal inilah yang memungkinkan untuk mencetak benda dalam jumlah yang banyak dan dalam bentuk yang sama.

Nekara Moko 2. yaitu berbentuk langseng dinamakan dengan Nekara yang digunakan sebagai genderang dalam upacara keagamaan. Karya-karya seni yang terkenal yang terbuat dari perunggu antara lain : 1. Hiasan seperti tersebut sampai sekarang masih digunakan pada benda-benda kerajinan tradisional. hal ini karena tempat pegangannya yang khas seperti sepatu. Ada dua jenis genderang perunggu. di wilayah Nusantara. Genderang jenis ini digunakan sebagai bekal kuburan dan mas kawin. Genderang perunggu yang paling besar yang pernah ditemukan terdapat di Pejeng Bali. Kapak jenis terakhir disebut dengan Candrasa dan 22 . Pada bagian badan genderang dipenuhi dengan motif-motif hiasan yang motifnya sama dengan motif hias kebudayaan Dongson. ada yang mirip sabit rumput dan ada yang sampai pegangannya dicor perunggu. Genderang jenis lainnya dinamakan dengan Moko. ukurannya lebih kecil dan langsing dari Nekara. seperti ada yang berbentuk bulan sabit. Kapak Perunggu Terdapat beberapa bentuk kapak perunggu. Kapak perunggu sering disebut dengan kapak sepatu. Genderang Perunggu.binatang. gaya hiasannya dinamis yang cendrung memadati bidang hiasan.

Jawa. kapak perunggu juga dikerjakan dengan teknik A Cire Perdue. Pada zaman itu sudah ditemukan peninggalan berupa tulisan (prasasti). Seni Rupa Zaman Klasik Zaman ini merupakan awal zaman sejarah di Indonesia. sehingga secara arkeologi dapat terungkap secara autentik. 4.kapak ini hanya digunakan sebagai pelengkap upacara. 2. Seperti halnya pada Genderang Perunggu. Kapak Corong Candrasa 3. Bejana Perunggu Bejana perunggu berbentuk seperti tempat air minum tentara. kalung. Perhiasan Perunggu Yang termasuk ke dalam perhiasan adalah gelang-gelang. yang digunakan untuk menyimpan abu sisa pembakaran jenazah atau benda keramat lainnya. Bali. bejana inipun menampakan bentuk hiasan dengan motif perlambangan dan motif geometri. dan sebagainya. Irian serta di Pulau Selayar. Sulawesi Tengah dan Selatan. Zaman ini ditandai munculnya kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara. cincin. Selain digunakan untuk perhiasan bendabenda ini juga dianggap sebagai benda bertuah yang memiliki kekuatan magis. sehingga berpengaruh terhadap 23 . Benda-benda ini banyak ditemukan di Sumatera Selatan. Hiasan yang terdapat pada kapak sama seperti halnya hiasan pada Genderang Perunggu yaitu motif perlambangan dan motif geometri.

Itu sebabnya juga pada zaman itu candi kebanyakan berfungsi sebagai kuburan para raja. contohnya Candi Sari Sebagai kuburan abu jenazah. contonya Candi Belahan Sebagai Gapura. Prasasti adalah batu yang berisi tulisan tentang suatu peristiwa atau upacara tertentu yang dilakukan oleh orang-orang di lingkungan kerajaan. contohnya candi-candi Budha Sebagai tempat semadi. Kerajaan Kutai meninggalkan 7 yupa. Peninggalan seni rupa yang menonjol pada zaman Hindu-Budha adalah candi. Huruf yang digunakan adalah huruf Pallawa dan Sansekerta. Relief adalah pahatan yang digunakan untuk menghiasi bangunan candi. Prasasti inilah yang menandai bahwa telah mulainya peradaban manusia di Indonesia dengan masuknya kebudayaan Hindu India ke dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Dewi inilah yang menjadi pujaan orang Hindu pada zaman itu. Dan Arca adalah patung menampakan bentuk binatang. Dewi Candika disebut juga Dewi Durga atau Dewi Maut. dan Dewa-Dewa yang ditempatkan di bangunan candi. 24 . Dalam prasasti itu dijelaskan bahwa adanya pengaruh Hindu dan silsilah rajaraja Kutai. contohnya Candi Bajangratu.keseniannya yang bersifat istana sentris. contohnya Candi Penataran Sebagai pemandian. Candi adalah tempat melakukan upacara keagamaan pemujaan kepada Dewa-Dewa. Di tepi sungai Mahakam (Kutai). Zaman ini juga disebut dengan masa klasik. Candi merupakan peninggalan zaman Hindu-Budha yang paling megah dan agung. di antaranya adalah : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Sebagai biara. yaitu tugu yang bertulis suatu upacara korban. contohnya Candi Jalatunda Sebagai tempat pemujaan. Karena itulah mereka membangun candi dengan harapan mendapat perlindungan dari Dewi Durga dalam kematiannya. candi juga ada yang berfungsi sebagai tempat penghormatan para raja yang diyakini sebagai titisan Dewa. manusia. fungsi candi menjadi bermacam-macam. Istilah candi berasal dari kata Candika Grha yang artinya rumah Dewi Candika. ditemukan prasasti peninggalan abad 5 SM. Namun pada perkembangan selanjutnya. relief dan arca. karena orang pada zaman klasik membangun candi adalah untuk tujuan yang agung yaitu untuk fungsi spiritual sehingga pembangunannya memperhitungkan batasan-batasan kepercayaan.

Pada prinsipnya. contohnya: 1) Kepala Kala. hiasan kepala ular yang berfungsi sebagai talang air. 2) Kelompok Candi Gedongsongo. Hiasan yang berfungsi sebagi penguat bangunan. hiasan kepala kala/raksasa pada relung pintu masuk. Kelompok candi ini berada di lereng Gunung Ungaran. Atap atau kepala candi (sikara) Bagian puncak candi dinamakan Mahkota. Letak kedua candi ini berjauhan. Kesembilan candi tersebut memiliki struktur bangunan yang sama. yaitu Candi Selagriya di Gunung Sindoro dan Candi 25 . Bentuk dan hiasannya umumnya masih sederhana yang menampakkan pengaruh seni India (Pallawa). hiasan pengunci bangunan candi. tempat menyimpan abu jenazah. b. hiasan pahatan pada dinding candi berupa ornament flora fauna dan juga menggambarkan peristiwa-peristiwa tentang kehidupan manusia. Semarang. Seni Rupa Hindu-Budha di Jawa Tengah Candi zaman Wangsa Sanjaya Pada zaman ini kebanyakan candi dibangun diperbukitan Jawa Tengah bagian Utara. antara lain : 1) Kelompok Candi Dieng. 3) Ukiran/relief. 2) Makara. Badan atau tubuh candi (garbhagrha). Candi Arjuna. Hiasan murni untuk memperindah bangunan candi. Candi Puntadewa. Kaki Candi (prasada). 3) Artefak. Candi Sumbadra. hiasan di samping kanan kiri pintu masuk sebagai bingkai pintu. sedangkan Budha berbentuk stupa. b. Candi Semar dan Candi Srikandi. 2) Dwarajala. ratna dan amalika. Candi Dwarawati. struktur bengunan candi terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut: a. Mahkota Candi Hindu berbentuk Utpala lingga. Hiasan yang terdapat pada candi dibedakan menjadi dua yaitu : a. contohnya : 1) Patung singa pada sudut candi Penataran. yang terdiri dari candi-candi Syiwa yaitu Candi Bhima. 3) Candi Selagriya dan Candi Pringapus. Candi-candi peninggalan zaman Wangsa Sanjaya. yaitu kelompok candi yang terdiri dari 9 buah candi yang kecil-kecil. c. Candi ini bercorak Hindu. Periodisasi kerajaan-kerajaan di Indonesia pada zaman Hindu-Budha dapat digolongkan menjadi : 1.

b. Candi Borobudur dibagi menjadi 3 lorong. Namun keduanya memiliki struktur bangunan dan gaya yang sama seperti Candi gedongsongo. Arupadhatu adalah tingkatan candi yang paling atas yang terdiri dari stupa-stupa kecil dan arca Budha dengan sikap mudra. yaitu candi yang masih kental dengan pengaruh kebudayaan Gupta dari India. yaitu candi terbesar dalam sejarah seni rupa klasik di Indonesia. sedangkan reliefnya menceriterakan tentang Bodhisatwa. Kamadhatu adalah tingkatan yang paling bawah (kaki) candi. 4) Candi Borobudur. c. Adapun candicandi peninggalan Wangsa Syailendra antara lain : 1) Candi Kalasan. Candi zaman Wangsa Syailendra Pada masa ini masuknya pengaruh Budha dan bercampur dengan pengaruh Hindu. Bagian ini dihiasi ukiran (relief) yang menceriterakan lambanglambang kehidupan di dunia yang penuh dengan kesengsaraan dan kejahatan. Struktur bangunannya dibuat bertingkat menyerupai punden berundak-undak yang berjumlah 9 tingkatan. Bentuk dasar candi ini adalah bujursangkar. 2) Candi Sari. Pada zaman itu juga telah mampu menghasilkan bangunan candi-candi yang luar biasa. Tingkatan-tingkatan tersebut adalah : a.Pringapus di Gunung Sumbing. Masing-masing lorong (tingkatan) mempunyai nama dan fungsi tersendiri. 3) Candi Mendut. yaitu candi yang didirikan pada tahun 778 M untuk menghormati Bodhisatwa Tara sebagai lambang Wangsa Syailendra. Candi ini bercorak Budha. Rupadhatu adalah badan candi yang mempunyai hiasan relief yang menceriterakan sejarah kehidupan Sidharta Gautama sebagai Budha. yaitu candi yang difungsikan sebagai tempat bersemadi para pendeta Budha. Candi Borobudur 26 . Aliran Budha Mahayana dan Hindu Syiwa telah mampu berakulturasi dengan kebudayaan Indonesia asli. Candi ini pada mula disebut sebagai Mutiara candi-candi di Jawa karena kemolekannya. Di tengah-tengah tingkatan ini terdapat stupa besar.

dilengkapi dengan patung/arca sebanyak 505 buah. Relief pada Candi Borobudur Arca Budha di Candi Borobudur 27 . Hal inilah yang menunjukan bahwa pada zaman itu seni rupa telah berkembang dengan baik.

Selain Arca dan motif hias di atas dinding candi Prambanan juga dihias dengan relief yang menceriterakan kisah Ramayana.Stupa Candi Borobudur 5) Kelompok Candi Plaosan. Pada Masa Pemerintahan Airlangga. Candi ini bernafaskan Hindu Çiwa. gugusan candi Kulon. Candi induk memiliki tinggi 47 meter. dan gugusan candi Asu. 7) Kelompok Candi Prambanan. Candi perwara disusun empat baris secara berundak-undak. yaitu gugusan candi Budha yang terdiri dari 2 candi induk dan 58 candi kecil yang mengelilingi seacara bujursangkar. Durga. yaitu kelompok candi Budha yang mempunyai bangunan induk dan 250 buah candi perwara (penjaga) yang mengitari candi induknya. 2. Candi induk ini dilengkapi dengan candi perwara sebanyak 224 buah yang tingginya rata-rata 14 meter. Pembuatan relief tersebut dipengaruhi oleh seni Ellora dari India dengan corak relief bersifat realistis dan dinamis. yaitu candi yang didirikan pada abad 9 M. 28 . Di dalam kamar utama terdapat patung Çiwa Mahadewa. gugusan candi Bubrak. Masingmasing kamar berisi patung/arca. Candi-candi perwara terdiri dari gugusan candi Lumbung. gugusan candi Lor. Candi Prambanan memiliki satu candi induk yang dinamakan Candi Çiwa. Candi Induk mempunyai empat kamar penampil dan satu kamar utama. Mahakala dan Nandiswara. 6) Kelompok Candi Sewu. Candi induk mempunyai denah kaki yang berbentuk segi dua puluh. Seni Rupa Zaman Hindu Budha di Jawa Timur Seni Rupa Masa Peralihan Setelah berakhirnya kekuasaan raja-raja di Jawa Tengah. Di bawah patung itulah abu jenazah raja Balitung dikuburkan. yang diapit oleh Candi Brahma dan Candi Wisnu. maka pusat-pusat kerajaan beralih ke Jawa Timur. Patung-patung tersebut adalah Patung Aghastya. Kaki candi menampakan motif singa dalam relung yang diapit pohon hayat dan kinara-kinari (makhluk setengah manusia setengah burung).

Perbedaan corak atau gaya tersebut antara lain : (perhatikan gambar berikut) 29 . yaitu candi yang tergolong juga candi Tirta karena dibangun di tengah-tengah kolam atau disebut juga Bale kambang.mulailah di Jawa Timur dibangun candi-candi. Hiasan reliefnya hanya nampak pada relung yang menyerupai gua. (3) Candi Jalatunda. Candi-candi Jawa Timur memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan gaya Jawa Tengah. Disebut candi Belahan karena candi ini dibangun dengan cara memahat dinding karang sehingga bagian belakang candi tidak nampak. Candi ini berada di pinggir kolam karena itu disebut juga candi Tirta. Seni Rupa Zaman Singasari Pada masa ini struktur candi sudah ditemukan bergaya Jawa Timur asli. Patung-patung tersebut merupakan simbolis dari raja Airlangga dan permaisurinya. Pada masa ini pembangunan candi-candi masih mendapat pengaruh gaya Jawa Tengah. namun patungnya masih bergaya Jawa Tengah. Struktur candinya sudah bercorak Jawa Timur. (2) Candi Tikus. yaitu candi yang memiliki struktur sangat sederhana. Candi-candi peninggalan zaman ini adalah sebagai berikut : (1) Candi Belahan. Pada umumnya candi pada masa ini mempunyai gaya campuran. yang kemudian beralkulturasi dengan kebudayaan asli daerah Jawa Timur. Sebagai penghormatan terhadap raja Airlangga maka pada candi ini didirikan patung Dewa Wisnu yang diapit Dewi Laksmi dan Dewi Sri. Candi Belahan berada di lereng Gunung Penanggungan Jawa Timur. Candi ini berfungsi sebagai tempat raja bertapa. yaitu candi yang berfungsi sebagai tempat penghormatan terhadap raja Airlangga. Candi berfungsi sebagai tempat peristirahatan raja.

Relief : datar. Ragam hias pakaian : geometris dan gunungan j. Tema arca : perlambangan raja-raja 30 . berundak c. h. pada pintu : kala makara e. terakota h.Bentuk candi Jateng Bentuk candi Jatim CORAK JAWA TENGAH a. b. g. c. j. d. : tambun b. Bahan : batu andesit. Bagian terpenting dari bangunan berada di tengah candi Bahan : batu andesit Arah depan : kebanyakan menghadap ke Timur Ragam hias pakaian : terpengaruh kebudayan Gupta India Tema Arca : perlambangan Dewa-Dewa Relief : Hiasan Puncak Bentuk Atap : CORAK JAWA TIMUR a. Bagian terpenting berada di belakang candi g. berbentuk : ratna dan stupa d. Bentuk : ramping Atap : berundak terpadu Puncak : berbentuk kubus Hiasan pintu : kepala kala e. timbul dan realistis f. dekoratif menyerupai wayang f. Arah candi : kebanyakan menghadap ke barat i. kayu. i.

Atapnya bercorak candi Wisnu. Candi Singasari berada di kecamatan Singasari. Susunan Candi Singasari sering disebut susunan candi Pancayatna. 31 . Denah kaki candi berbentuk segi dua puluh. Malang. (2) Candi Jago. yaitu candi yang memiliki tinggi seperti menara. Keseluruhan candi Singasari berjumlah 5 buah. yaitu candi yang berada di kecamatan Tumpang kabupaten Malang. Candi ini berfungsi sebagai penghormatan raja Wisnuwardana. (3) Candi Singasari. Candi ini berada di kabupaten Malang.Bentuk relief Jawa Timur Arca Wisnu Arca Parwati Arca Jawa Tengah dan Arca Jawa Timur Candi-candi peninggalan zaman Singasari antara lain : (1) Candi Kidal. karena pada persilangan candi terdapat 4 candi kecil. Di Bagian kaki dihiasai motif garuda dan bejana amerta. Candi ini memiliki satu ruang di bagian atap. yaitu candi yang berfungsi sebagai penghormatan raja Anusapati.

Relief/ukiran.(4) Candi Jabung. Candi Selakelir. Candi Kedaton. tokoh-tokoh yang nampak tidak hanya raja-raja tetapi juga rakyat jelata. Terdapat arca menggunakan bahan terracotta (contoh patung wajah Gajah Mada) (5) Untuk relief. yaitu candi yang mengisahkan tentang kisah Panji. Ragam hias pada pakaian arca menggunakan ragam hiasa Indonesia. Seni Rupa Zaman Majapahit Pada zaman ini pengaruh dari India dan Jawa Tengah tidak nampak lagi sehingga boleh dikatakan bentuk candi bergaya Indonesia asli. Candi sumberjati. Ramayana dan Kresnayana. yaitu : (1) (2) (3) (4) Corak hiasan statis dan kaku berwibawa (tidak realistis). yaitu candi yang dihiasi relief bercerita tentang kidung. maka perkembangan seni rupa bercorak Hindu-Budha di Jawa mengalami kemrosotan. Halaman belakang merupakan tempat induk candi. yaitu candi yang berceritera tentang Arjuna Wiwaha. dan benda-benda kerajinan. Bagian kaki candi berdenah segi dua puluh serta berundak. Arcanya berwajah orang Indonesia asli. antara lain : 1) Karya seni merupakan amal bakti terhadap Agama 2) Seni rupa Hindu di Bali lebih memasyarakat 32 . Candi Surawana. lukisan-lukisan. bukan wajah orang India. yaitu candi yang berada dekat Blitar. (1) (2) (3) (4) 3. Karya-karya seni rupa yang berkembang di Bali berupa bangunan Pura. yaitu candi yang tergolong unik kerena badan candi berbentuk selinder. Pada pembuatan seni patung pun memiliki corak tersendiri. tengah dan belakang. Perkembangan seni rupa di Bali memiliki ciri tersendiri. bangunan Gapura Bangunan rumah adat. namun seni rupa Hindu-Budha ini tetap bertahan di daerah Bali bahkan lebih berkembang pesat. Patung/Arca. Seni Rupa Zaman Islam Dengan terdesaknya kebudayaan Hindu-Budha di Jawa akibat kedatangan kebudayan Islam. yaitu candi yang menceriterakan tentang Kresnayana. Candi-candi yang dibangun pada masa kerajaan Majapahit antara lain : Candi Penataran. Candi ini memiliki denah persegi empat yang dibagi atas 3 halaman yaitu halaman depan.

Kata sembahyang diambil dari kata sembah dan Hyang yang 33 . Masjid. sehingga ketika datang ke Indonesia yang juga Hindu-Budha. Seni Bangunan (seni arsitektur) Adanya larangan memuja roh nenek moyang dan Dewa-Dewa. upacara adat. maka pada masa itu tidak ada lagi pembangunan candi dan sebagai penggantinya muncul bangunan yang bercirikan Islam. Islam mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia. Hal itu yang senang diterima oleh masyarakat jelata seperti golongan waisya dan sudra. perkawinan. amal dan tingkah laku). 6) Tokoh-tokoh penyebarnya adalah para wali yang tindakannya dapat menjadi panutan dan teladan orang banyak. 2) Islam disebarkan dengan pendekatan kompromis yaitu dengan berusaha mengalkulturasikan Islam dengan kebudayaan setempat. Islam telah mempunyai banyak kesamaan dan alkulturasi. Datangnya kebudayaan Islam ke Indonesia sesungguhnya sejak berdirinya kerajaan Perlak. dan Muhammad SAW adalah utusan Allah. yaitu : 1) Syarat-syarat memeluk Islam tidak sulit yaitu cukup mengucapkan dua kalimat Syahadat (ucapan kesaksian bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. yaitu semua manusia mempunyai kedudukan tingkatan yang sama (yang membedakan tinggi rendahnya martabat orang adalah ketakwaan. 3) Islam tidak mengenal kasta. 7) Islam yang datang ke Indonesia sudah beralkulturasi dengan kebudayaan India yang juga berkebudayaan HinduBudha. kesenian. Samudra Pasai dan Aceh. karena memiliki beberapa factor yang memudahkan. Kebuadayaan Islam yang masuk ke Indonesia bukanlah kebudayaan Islam yang asli dari daerah kelahirannya melainkan merupakan kebudayan Islam yang telah mengalami sinkretisasi dan alkulturasi dengan daerah-daerah yang disinggahinya. Karya seni rupa pada zaman Islam di Indonesia dapat digolongkan menjadi : a. yaitu bangunan yang berfungsi sebagai tempat Islam menjalankan sholat. 4) Cara peribadatan Islam sangat mudah dan fleksibel yaitu cara beribadat yang gampang diikuti dan tidak menuntut biaya yang tinggi. 5) Penyebarannya tidak kentara yaitu melalui proses kegiatan seperti perdagangan. dsb. Para Wali menggunakan kata sholat untuk melakukan sembahyang.3) Seni rupa Hindu di Bali bersifat multimedia karena selain untuk kebaktian terhadap agama juga banyak ditemukan di rumah-rumah penduduk seperti bangunan rumah adat dan perabotan rumah.

Istana mempunyai bangunan pelengkap. antara lain: 1) Seni Ukir. Motif hewan dan manusia tidak digunakan sebagai motif hias karena adanya larangan dalam ajaran Islam untuk menggambarkannya. Bangunan Makam biasanya terdiri dari pintu gerbang makam. Ciri-ciri tersebut nampak pada : 1) Denah dasar berbentuk bujursangkar menyerupai candi 2) Kaki mesjid berbentuk berundak-undak 3) Atap mesjid berbentuk tumpang menyerupai bangunan Meru di Bali. Pada masa islam motif hias yang digunakan adalah motif tumbuh-tumbuhan dan terkadang huruf atau tulisan Arab. Seni Hias Ada beberapa jenis karya seni yang dapat digolongkan ke dalam seni hias. b.artinya menyembah Hyang Maha Kuasa yaitu Allah. 34 . dan Islam yang datang ke Indonesia sudah beralkulturasi dengan kebudayaan India. Dalam lingkungan Istana terdapat pendopo. bangunan utama dan Nisan. Di depannya ada alun-alun dan di barat alun-alun berdiri masjid besar. puncak atap berbentuk lingga Hindu dan stupa Budha (kubah) 4) Pintu gerbang dan menara berbentuk seperti candi-candi Jawa Timur. sitinggil. Makam. Contoh bangunan makam yaitu makam Raja Sumenep. Bangunan mesjid masih menggunakan ciri-ciri Hindu-Budha agar peralihan ajaran yang mereka sebarkan tidak kontradiktif. dan makam Sunan Bayat. tempat gamelan dsb. hal ini dimaksudkan untuk menghindari pengkultusan terhadap jenazah orang tertentu. Sebenarnya dalam ajaran Islam ada larangan pembuatan makam secara permanent. Pada bangunan istana pengaruh Hindu-Budha masih terasa. tempat duduk raja. Istana. maka pembangunan seni Islam di Indonesia juga menghasil bangunan makam. bagian kaki berundak dan atap limasan atau tumpang. yaitu bangunan yang mempunyai fungsifungsi tertentu. yaitu merupakan seni pahat atau seni relief yang menggunakan motif-motif hias. yaitu bangunan yang merupakan pusat pemerintahan. hal ini nampak pada struktur bangunannya. Namun karena pada masa itu kebudayaan HinduBudha masih hidup. yaitu bangunan untuk kuburan orang yang telah meninggal. Umumnya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa mempunyai istana menghadap ke utara.

B. sehingga antara aliran yang satu dengan yang lainnya berbeda. perkembangannya diawali oleh pelukis Raden Saleh. Aliran Romantisnya menampilkan karya-karya yang berceritera dahsyat. istana/keraton raja. Penjelasan tentang aliran seni rupa modern telah diulas pada Bab I. yaitu seni corak Islam asli yang menggunakan huruf Arab sebagai unsur utama. Corak lukisannya beraliran Romantis dan Naturalis. Perbadingan Seni Rupa Murni Modern dan Kontemporer Perkembangan seni rupa modern di wilayah Nusantara tidak terlepas dari pengaruh perkembangan seni rupa Eropa. Berkat pengalamannya belajar menggambar dan melukis di luar negeri seperti di Belanda. Beikut ini akan diulas tentang beberapa karya-karya seni rupa murni modern di Nusantara. yaitu wayang sebenarnya telah ada pada masa kerajaan Majapahit yang menggunakan bahan kulit kayu waru. dengan bentuk yang bersifat realistis. 3) Seni Wayang. penuh kegetiran seperti tentang perkelahian dengan binatang buas. Ilmu pengetahuan berkembang sebagai kelanjutan dari ilmu sebelumnya. batu nisan. beliau dapat merintis kemunculan seni rupa Modern di Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan berbeda dengan perkembangan seni rupa. Sedangkan gaya naturalisnya sangat jelas nampak dalam melukis potret. Bentuk ini masih berlanjut sampai sekarang di Jawa. Jerman. dsb. Pada Masa Sunan Kalijaga. yaitu munculnya gagasan-gagasan yang baru yang berbeda dan berciri khusus. 35 . Wayang pada masa Islam telah mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah Islam. Perancis.2) Seni Kaligrafi. sedangkan perkembangan seni rupa merupakan reaksi dari aliran sebelumnya. yaitu : 1 Masa Perintisan (1826-1880). wayang dibuat dengan kulit binatang dan bentuknya diubah menjadi bentuk ornamentik. Seni ini dapat ditemukan pada bangunan masjid. Perkembangan ilmu dan teknologi sangat berdampak pada perkembangan seni rupa.

Suharyo. Suyono.) Lukisan Karya Dullah 36 . Sujono Abdullah. Merapi. Henk Ngantung. masa ini merupakan kelanjutan dari masa perintisan setelah pakum beberapa saat karena meninggalnya Raden Saleh. Pantai Flores. Gadis sederhana. Kemudian munculah seniman Abdullah Surio Subroto dan diikuti oleh anak-anaknya. Dataran Tinggi di Bandung). dll.“Merapi” karya Raden Saleh 2 Masa Indonesia Jelita. Masa ini disebut dengan masa Indonesia Jelita karena pelukisnya melukiskan tentang kemolekan/keindahan obyek alam. karyaBasuki Abdullah (Telanjang. Pelukis-pelukis Indonesia yang lain seperti Pirngadi. Pemandangan di Jawa Tengah. Basuki Abdullah dan Trijoto Abdullah. karya Pirngadi (Pelabuhan Ratu). Karya Abdullah SR. Wakidi. Gadis Bali. (Pemandangan di sekitar Gn. dll. Pemandangan. Pelukis hanya mengandalkan teknik dan bahan saja.

Bangsa Indonesia berjuang untuk mendapatkan hak yang sejajar dengan bangsabangsa lain. terutama hak untuk merdeka dari penjajahan asing. karena dianggap bertolak belakang dengan kejadian yang melanda bangsa Indonesia. Sudjojono (Di depan kelambu terbuka. bukan sekedar kecakapan melukis melainkan melukis dengan tumpahan jiwa. pada masa ini di Indonesia sedang terjadi pergolakan. Arjuna wiwaha. Cap Go Meh. Karya-karya S. Persagi bertujuan untuk mengembangkan seni lukis di Indonesia dengan mencari corak Indonesia asli. Jongkatan. Pergolakan di segala bidang pun terjadi. 37 . ia tidak puas dengan kehidupan seni rupa Jelita yang serba indah. Pelopor masa ini yang dikenal memilki semangat tinggi adalah S. Konsep persagi itu sendiri adalah semangat dan keberanian. Bunga kamboja). seperti dalam bidang kesenian yang berusaha mencari ciri khas Indonesia. Dalam Taman Nirwana). Wanita impian). karya Otto Jaya (Penggodaan. karya Agus Jayasuminta (Barata Yudha. Sdjojono. Sudjojono dan Agus Jayasuminta bersama kawan-kawannya mendirikan PERSAGI (Persatuan Ahliahli Gambar Indonesia).Lukisan karya Heng Ngantung 3 Masa Cita Nasional. Sebagai langkah perjuangannya maka S.

tokoh-tokoh yang mendirikan kelompok ini adalah tokoh empat serangkai yaitu Ir. Lukisan karya Affandi 38 . Henk Ngantung. Mas Mansyur. Nyoman Ngedon. Moh. seperti pameran karya dari Basuki Abdullah. Untuk kelompok asli Indonesia berdiri kelompok PUTRA (Pusat Tenaga Rakyat). KH. Sudarso. Hendra Gunawan. Wahdi. Otto Jaya. Sukarno. kegiatan melukis pada masa ini dilakukan dalam kelompok Keimin Bunka Shidoso. Subanto. dan Otto Jaya. Hatta. Dewantara dan KH. Pada masa ini para seniman memiliki kesempatan untuk berpameran. Barli. Pelukis yang ikut bergabung dalam Putra diantaranya Hendra Gunawan. Kelompok ini didirikan oleh tentara Dai Nippon dan diawasi oleh seniman Indonesia. Agus Jayasuminta. dll. Sudjojono 4 Masa Pendudukan Jepang. Tujuannya adalah untuk propaganda pembentukan kekaisaran Asia Timur Raya. Sudjojono dan Affandi. Affandi. Trubus.“Seko” karya S. dan Henk Ngantung. Khusus yang menangani bidang seni lukis adalah S.

5 Masa Sesudah Kemerdekaan. tokoh-tokoh pendirinya RJ. 7 Masa Seni Rupa Baru. h) Tahun 1959. f) Tidak membedakan disiplin seni. Lembaga Pendidikan yang bernama ASRI yang berdiri tahun 1948 kemudiaan secara formal tahun 1950 Lembaga tersebut mulai membuat rumusan-rumusan untuk mencetak seniman-seniman dan calon guru gambar. d) ASRI (Akademi Seni Rupa (1948). Kusnadi dan Sindusisworo. Sujoko. Jayengasmoro. g) Tahun 1958. Affandi dan Hendra Gunawan keluar dari SIM dan mendirikan Pelukis Rakyat dipimpin oleh Affandi. Pengembangan seni rupa melalui pendidikan formal. kelompok-kelompok seniman lukis Indonesia. f) Tahun 1955. Pada tahun 1959 di Bandung dibuka jurusan Seni Rupa ITB. diantaranya: 6 Masa Pendidikan Formal (1950). d) e) mapan. Mochtar Apin. e) Tahun 1950 di Bandung berdiri Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar yang dipelopori oleh Prof. c) Perkumpulan Prabangkara (1948). Syafei Sumarya. kemudian dibuka jurusan seni rupa disemua IKIP diseluruh Indonesia. berdiri Yin Hua oleh Lee Man Fong ( perkumoulan pelukis Indonesia keturunan Tionghoa). S. 39 . Membebaskan diri dari batasan-batasan yang sudah Bersifat eksperimental.Sudjojono. kemudian diganti nama menjadi SIM (Seniman Indonesia Muda) yang dipimpin oleh S. Kelompok ini menampilkan corak baru dalam seni lukis Indonesia yang membebaskan diri dari batasan-batasan seni rupa yang telah ada. Katamsi. Konsep kelompok ini adalah: b) c) penciptaan seni. Ahmad Sadali. setelah Indonesia merdeka bermunculanlah a) Sanggar Masyarakat (1946) dipimpin Affandi. pada sekitar tahun 1974 muncul kelompok baru dalam seni lukis. berdiri Yayasan seni dan desain Indonesia oleh Gaos Harjasumantri dkk. berdiri Organisasi Seniman Indonesia oleh Nashar dkk. b) Pelukis Rakyat (1947). Sudjojono.Hendra Gunawan. Edi Karta Subarna. Menghilangkan sikap seseorang dalam mengkhususkan Mendambakan kreatifitas baru.

Modern dan Kontemporer Seseorang pengamat atau pecinta seni dapat menghargai dan menikmati karya seni rupa murni apabila ia mengerti . b. Kemampuan dalam memahami dan menilai karya seni rupa murni disebut kemampuan mengapresiasi seni rupa murni. Kemampuan dalam kegiatan tersebut dinamakan dengan Apresiasi seni. memahami dan menilai karya seni melalui kepekaan estetis (rasa keindahan). antara lain : a. teknik. memberi kenikmatan. gaya dan komposisi. C. warna f. c. d. dan memperkaya jiwa serta memperhalus budi pekerti. Kritik eni hendaknya dilakukan secara obyketif dan proporsional sehingga berfungsi positif bagi seniman untuk pengembangan nilai estetiknya. Prinka. Mengapresiasi karya seni rupa murni hendaknya memahami perjalanan tentang seni rupa murni untuk dijadikan dasar/pedoman di dalam melakukan proses apresiasi terhadap karya seni rupa murni. dan Eri Supria. Apresiasi sangat penting bagi setiap orang yang mau mengerti terhadap karya seni karena dapat melatih kepekaan rasa. Apreasiasi seni erat kaitannya dengan kritik seni. Tugas : Cari sebuah gambar atau foto karya seni rupa murni (corak tradisi. komposisi 40 . tema. gaya g.Seniman muda yang mempelopori kelompok ini adalah Jim Supangkat. Aspek-aspek kritik seni rupa. media. modern atau kontemporer) dan buat tulisan apresiatif tentang karya tersebut! Hal-hal yang diulas. Apresiasi Karya seni Rupa Murni Tradisi. Kritik seni merupakan komentar atau tanggapan terhadap karya seni. Soal Latihan : Gagasan Tema Media teknik e. S. meliputi : gagasan. warna.

masuk candi adalah …. a. a. dewa-dewi Berikut ini adalah karya-karya lukisan b. kuil Karya b. Gunung merapi c. Sabung ayam merupakan pelukis c. berupa …… a. lukisannya. terdapat pada candi Prambanan! 3.yaitu ……. dwarajala e. Banjir Heng Ngantung e. batik 3. a. menara 2. 1.. Meletusnya gunung merapi 5. kala makara seni rupa c. salah satu karya C. Islam di Indonesia! 4. mastaba prasejarah di wilayah Nusantara. pada karya lukisan Affandi! Jelaskan aliran ekspresionisme Jelaskan seni relief pada masa 41 .. grafis klasik Nusantara c. lukisan d. Uraian Sebutkan ciri-ciri lukisan Nusantara Jelaskan tentang relief yang pada zaman prasejarah! 2. 1. Berburu banteng c. Ngaben b. kinara-kinari d. Memanah peninggalannya banyak terdapat pada bangunan candi. Antara hidup dan mati d. candi e. kecuali ……… a. patung singa 4. Indonesia yang muncul pada masa Indonesia Jelita. lukisan d. wayang kulit Hiasan yang terdapat pada relung pintu b. Raden saleh. yaitu berupa …….B. Pilihan Ganda Peninggalan seni rupa murni pada zaman b. Gadis Yogya c. arca/patung e. Gadis Bali d.

modern dan kotemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara. Standar Kompetensi : Berkreasi karya seni rupa murni dengan mengembangkan gagasan kreatif dan keragaman unsur seni rupa tradisi. Membuat karya seni rupa murni tiga dimensi yang dikembangkan dari keragaman unsure seni rupa tradisi. modern dan kotemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara. Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran. 2. Membuat karya seni rupa murni dua dimensi yang dikembangkan dari keragaman unsure seni rupa tradisi.5. dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara. modern. Kompetensi Dasar : 1. 42 . modern/kontemporer dan contoh karyanya! Sebutkan tokoh seni rupa Indonesia BAB III KREASI SENI RUPA MURNI Tujuan yang diharapan dari sajian materi Bab III adalah mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah digariskan pada Standar Kompetensi.

karya sendiri dan kelompok di sekolah dan atau luar sekolah. penciptaan karya seni rupa murni tiga dimensi yang dikembangkan dari keragaman unsure seni rupa tradisi. modern. Menyiapkan pameran seni rupa dua dan tiga dimensi yang dikembangkan dari keragaman unsur seni rupa tradisi. 6. dan kontemporer Nusantara dan Mancanegara 3. 43 . Membuat gagasan penciptaan karya seni rupa murni dua dimensi yang dikembangkan dari keragaman unsure seni rupa tradisi. Indikator Siswa dapat : 1. karya sendiri dan kelompok di sekolah dan atau luar sekolah. dan kontemporer Nusantara dan Mancanegara 2. Memamerkan karya seni rupa dua dan tiga dimensi yang dikembangkan dari keragaman unsure seni rupa tradisi.3. modern dan kotemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara. Membuat karya seni rupa murni dua dimensi dengan keragaman unsure seni rupa dengan beragam teknik dan bahan yang dikembangkan dari keragaman unsure seni rupa tradisi. Mengungkapkan gagasan . dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara. karya sendiri dan kelompok di sekolah dan atau luar sekolah. dan kontemporer Nusantara dan Mancanegara 4. modern. modern. modern. dan kontemporer Nusantara dan Mancanegara 5. modern. modern. dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara. Membuat karya seni rupa murni tiga dimensi dengan keragaman unsure seni rupa dengan beragam teknik dan bahan yang dikembangkan dari keragaman unsure seni rupa tradisi. Memamerkan karya seni rupa murni dua dan tiga dimensi sendiri yang dikembangkan dari unsur seni rupa tradisi.

Unsur-unsur yang dimaksud seperti titik. Dengan langkah membanding-bandingkan dan menggabungkan dua hal yang berbeda tersebut dapat melahirkan sesuatu yang baru. gelap-terang. bentuk. dan irama. Sedangkan kaidah-kaidah komposisi adalah kesatuan. keseimbangan. Gagasan atau ide seni rupa murni dapat muncul dari dua hal yang berbeda. garis. tekstur. dan warna. Kesuksesan dalam menghasilkan suatu karya seni rupa murni ditentukan oleh kemampuan mengatur atau menyususn unsur-unsur seni rupa berdasarkan kaidahkaidah komposisi serta memahami teknik dan sifat-sifat bahan.K reasi seni rupa murni merupakan kemampuan untuk memunculkan gagasangagasan atau ide-ide dalam berkarya seni rupa murni. bidang. 44 .

yaitu teknik menggambar atau melukis untuk Berikut ini adalah beberapa teknik seni rupa dua dimensi. Statis memiliki sifat tenang dan stabil. Media lunak berupa pensil B. tipe progresif (pengulangan dengan perubahan ukuran atau perubahan bentuk dari suatu unsur. pensil warna aquarel. dan jenis pewarna lainnya. Keseimbangan dalam komposisi dibedakan menjadi tiga macam. dinamis. tipe alternative (pengulangan unsur-unsur secara selang-seling antara unsurunsur yang berbeda). dsb. dan metastatis.Kesatuan dapat digolongkan menjadi tiga tipe. cat poster. yaitu tipe repetitive (pengulangan unsur-unsur yang sama). crayon dan pastel. dinamis memiliki sifat fleksibel dan mudah menyesuaikan. dan metastatis memiliki sifat campuran antara statis dan dinamis. topeng. Keseimbangan asimetris. motif hias kain tenun atau kain ikat. Keseimbangan artinya tidak berat sebelah. A. penyusunan unsur-unsur rupa secara terpusat atau fokus pada tengah-tengah bidang. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam kreativitas seni rupa adalah memahami teknik dan sifat-sifat media yang digunakan dal proses penciptaan. Macam-macam tipe dalam irama. sedangkan media cair berupa cat air. Ini maksudnya untuk menimbulkan kesan gerak pada suatu bentuk. hiasan kepala kala yang terdapat pada pintu masuk Candi. Teknik-Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Teknik Dussel. Irama merupakan penyusunan unsur-unsur rupa secara teratur dari pengulangan suatu unsur rupa. Asimetris dan Memusat. cat minyak. Sebagai contoh. dsb. unsur bagian kiri dan kanan tidak sama. yaitu : mendapatkan kesan ruang (terang-gelap)dengan cara menggosok untuk 45 . yaitu : Simetris. Keseimbangan simetris. Menciptakan karya seni rupa dapat diekspresikan melalui media dua dimensi atau media tiga dimensi.). 1. namun memiliki kesan rasa seimbang. a. Sedangkan keseimbangan memusat. dalam hal ini seimbang berdasarkan nilai rasa. unsur bagian kiri dan kanan sama persis. Media Dua Dimensi Pada umumnya media yang diperlukan dalam kreativitas seni rupa dua dimensi adalah media lunak dan cair. yaitu: statis.

e. d. Tinta Bak. yaitu teknik menggambar atau melukis untuk mendapatkan kesan ruang (terang-gelap) dengan cara menggunakan warna-warna tipis. berbulu lembut. Teknik ini biasanya digunakan bila menggambar atau melukis dengan media pensil B atau pensil warna. Tinta bak dapat digunakan dengan teknik blok dan teknik transparan. Teknik ini biasanya menggunakan media tinta atau warna plakat. Cat minyak dapat diekpresikan secara bebas Cat Poster. yaitu memiliki sifat transparan Setiap media memiliki sifat bahan yang berbeda-beda. e. b. yaitu teknik menggambar atau melukis untuk mendapatkan kesan ruang (terang-gelap) dengan cara menggabungkan teknik arsir dan teknik blok. seperti media berikut ini : sehingga lebih cocok digunakan untuk melukis dengan sapuan kuas yang 46 . yaitu teknik menggambar atau melukis untuk mendapatkan kesan ruang (terang-gelap) dengan cara menumpuk garis ke arah kesan terang gelap yang diinginkan. Tinta bak banyak digunakan pelukis-pelukis tradisional Bali untuk membuat kontur-kontur obyek. Teknik Transparan. Teknik Arsir. d. Kesan transparan dapat dilakukan dengan mencampur air sesuai keinginan. Teknik ini biasanya dilakukan anak-anak SD dengan menggunakan media pensil. Teknik Semblok. c. yaitu cat jenis ini memiliki sipat plakat atau menutup sehingga lebih tepat untuk gambar poster dan Sifat Bahan Seni Rupa Dua Dimensi Cat Air. Cat minyak memiliki sifat menutup dan umumnya digunakan pada kain kanvas.meratakan warna. c. Cat Minyak. 2. Teknik ini sangat cocok apabila melukis dengan cat air. Teknik Blok. yaitu teknik menggambar atau melukis untuk mendapatkan kesan ruang dengan cara menutup secara merata bagian-bagian yang gelap. yaitu cat ini menggunakan pelarut minyak (oil paint). b. yaitu tinta ini ada dua jenis (cair dan batangan). desain garfis.

Seni Rupa Murni Dua Dimensi Seni murni merupakan suatu karya seni rupa untuk keindahan atau untuk kepuasan pribadi bagi seniman maupun bagi penikmatnya. Seni murni sengaja diciptakan untuk mewujudkan curahan nurani yang indah Karya seni rupa yang digolongkan ke dalam seni rupa murni dua dimensi adalah lukisan dan kria murni dua dimensi. crayon. dan media lainnya. ide atau gagasan yang dapat menciptakan gaya atau corak lukisan. Sedangkan pengungkapan nilai subyektif adalah melalui ekspresi. Seni lukis berbeda dengan menggambar. a.pada kain kanvas. sapuan jari tangan dan plototan langsung dari tube cat. Warna batik juga dapat digunakan untuk melukis dengan teknik semprot atau teknik seperti proses membatik. sapuan kuas tebal. 3. kreatrivitas. proporsi. Pengungkapan bentuk obyektif adalah melalui komposisi yang meliputi keseimbangan. cat air. pensil. Karya lukisan tidak hanya menampakan bentuk-bentuk objektif saja melainkan juga menampilkan nilai-nilai subyektif. Media dalam seni lukis antara lain: kertas gambar. seperti batik tulis dan batik cap. kanvas. kesatuan dan rytme dari suatu unsur obyek. 47 . f. Menggambar lebih menekankan kemampuan dalam menghasilkan bentuk yang tepat atau mirip. yaitu warna ini umumnya digunakan untuk menghasil karya-karya batik. cat minyak. Lukisan Lukisan merupakan karya seni rupa murni hasil dari curahan nurani pelukis dalam bentuk dua dimensi yang keindahannya dapat dinikmati dari arah depan saja. Pewarna Batik. seperti dengan sapuan kuas tipis. sedangkan melukis lebih mengutmakan kebebasan berekspresi dengan didasari kemampuan dalam teknik dan penguasaan media.

mozaik. melainkan sebagai pajangan semata seperti halnya pada seni lukis.Monalisa karya Leonardo Da Vinci Lukisan karya Basuki Abdullah Lukisan Karya Nyoman Gunarsa b. Contoh karya seni kria murni dua dimensi. lilin. sehingga teknik yang digunakan lebih mendukung proses penciptaan. Seni kria murni dua dimensi hanya dapat dinikmati dari arah depan saja. Lukisan gaya Kamasan Kria Murni Dua Dimensi Seni kria murni merupakan seni kerajinan tangan yang tidak memiliki fungsi praktis. Media lunak. Media tiga Dimensi Kreativitas seni rupa murni tiga dimensi memerlukan pengetahuan tentang sifat atau karakteristik media dan memahami alat yang diperlukan. dan sabun. B. seperti : karya seni kolase. sedangkan 48 . yaitu media lunak dan media keras. Sifat-sifat media tiga dimensi dapat dikelompokkan menjadi dua. dan kristik. seperti tanah liat.

kalau terjadi kesalahan mengolah tanah liat tersebut. dan plester. Dalam pengolahan media baik yang besifat lunak atau keras. yaitu butsir. 49 . Cor/cetak. Teknik ini dapat digunakan untuk bahan yang lunak sperti tanah liat. Oleh karena itu model harus dibuat secara matang dan sempurna.media keras. Yang perlu diperhatikan bagaimana mengolah bahan tersebut agar setelah menjadi karya seni tidak mengalami kerusakan. Teknik-Teknik Seni Rupa Murni Gambar alat butsir b. Tiga Dimensi Ada beberapa teknik yang umum digunakan dalam mengerjakan media seni rupa murni tiga dimensi. Model dibuat mencerminkan bentuk karya yang akan dibuat. teknik ini sama dengan teknik pembuatan karya dari bahan perunggu seperti zaman prasejarah di Indonesia. pahat. Hanya saja pembuatan bentuk cetakannya disesuaikan dengan keadaan zaman. maka karya yang dihasilkan akan mudah retak. teknik membentuk dengan cara mengurangi atau menambah bagian dari suatu bentuk. 1. a. Teknik Butsir. Alat butsir dapat dibuat dengan menggunakan kawat baja dengan dibengkokkan sesuai dengan keperluan kemudian diberi tangkai dari kayu. seperti kayu. sambung. yaitu : 1) Pembuatan model dari bahan tanah liat atau lilin. Misalnya dalam penggunaan bahan dari tanah liat. Langkah kerjanya. batu dan logam. Teknik Cetak atau Cor. harus menyesuaikan dengan sifat dan karakter dari masingmasing bahan tersebut.

Teknik Sambung. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan menuangkan bahan tersebut dan merata dalam cetakan. Karya seni ini hanya dapat dinikmati dari arah depan saja. relief. Seni Relief banyak digunakan untuk memperindah perabotan rumah dan dinding bangunan. teknik ini dilakukkan dengan cara menambahkan atau menempelkan bahan ke suatu dinding atau kerangka suatu bentuk. Seni relief dapat juga disebut seni ukir. Perlu diperhatikan bila hendak membuat karya yang bentuknya rumit dan besar. d. Seni Relief. yaitu teknik dengan cara mengurangi atau membuang bagian-bagian tertentu untuk memunculkan keindahan suatu bentuk. termasuk juga fiberglass. Bahan yang dapat dicetak cor seperti gips. Karya yang menggunakan teknik ini banyak ditemui pada souvenir atau cendera mata. Bahan yang digunakan dapat disesuaikan dengan bahan yang akan digunakan untuk hasil akhir (karya). cetakan dapat dibuat dengan bahan semen dan pasir. logam. Teknik Pahat dan Sungging. atau bahan logam. c. bambu. dan logam. 2. a. bahan yang dicetak hendak diencerkan atau dicairkan terlebih dahulu. Teknik Tempel atau plester. teknik merangkai dan merakit suatu bahan untuk membuat karya seni. Biasanya bahan yang menggunakan teknik ini adalah bahan campuran pasir dan semen. Media yang dapat dilakukan dengan teknik ini seperti kayu. e. semen. dan seni kria murni. Teknik ini dapat dilakukan pada bahan kayu termasuk juga kulit. cetakan harus dibagi-bagi menjadi kepingan cetakan yang lebih kecil. 3) Pencetakan dan pengecoran. patung. misalnya untuk mencetak bahan semen atau gips. rotan. namun bentuk ukirannya memiliki Seni Rupa Murni Tiga Dimensi Karya seni rupa yang digolongan ke dalam seni rupa murni tiga dimensi adalah 50 .2) Membuat cetakan berdasarkan bentuk model yang telah dibuat.

ukuran tiga dimensi atau ketebalan. keramik. kayu. seperti tanah liat. fiberglass. pasar Kumbasari-Denpasar dan di pasar seni lainnya. Seni Kria Murni Tiga Dimensi Seni kria murni tiga dimensi merupakan seni kerajinan tangan yang tidak memiliki fungsi praktis. dan berbagai souvenir. melainkan sebagai pajangan semata untuk dinikmati keindahannya. c. seperti di pasar Sukawati-Gianyar. lilin. b. Seni kria murni tiga dimensi banyak dapat kita jumpai di pasar seni. Seperti halnya dengan seni lukis. seperti : topeng. sehingga seni relief dapat digolongkan ke dalam karya seni rupa murni tiga dimensi. dan batu. gips. Relief/ukiran 51 . Jenis-jenis patung antara lain: patung piguratif (meniru alam) dan patung non figuratif (khayalan/abstrak). seni patung juga mengutamakan keindahan atau kepuasan pribadi bagi pematungnya maupun penikmatnya. Contoh karya seni kria murni. Seni Patung Seni patung adalah karya seni rupa hasil dari kreativitas perupa patung dalam bentuk tiga dimensi yang keindahannya dapat dinikmati dari segala sisi. logam. Media patung dapat dibuat dengan bahan yang lunak atau keras.

Pameran Seni Rupa Pameran merupakan suatu kegiatan dalam rangka mempertunjukan atau memperkenalkan suatu produk. tetapi dari itu karena pameran dapat membangkitkan 52 . Penyelenggaraan pameran bukanlah sekedar sebagai penyampaian informasi atau alat komunikasi. karya. atau prestasi kepada kepada masyarakat atau publik. jasa. Irian Jaya Patung karya Nyoman Nuarta C.Relief dari Italy Patung dari suku Asmat.

Tujuan dan Fungsi Pameran Pameran bagi seniman merupakan suatu alat untuk mengkomunikasikan karyakaryanya kepada masyarakat. teliti. saran. Untuk mencapai keberhasilan dalam berpameran diperlukan suatu perencanaan yang matang baik dari segi teknis maupun non teknis. atau karya itu jelek tanpa memberikan alas an yang jelas. atau pun kekaguman. Sedangkan apresiasi pasif. Dalam interaksi tersebut akan muncul berbagai tanggapan dari masyarakat baik yang berupa kritik. dan terarah sesuai dengan tujuan dan tema pameran. pameran merupakan media apresiasi terhadap karya-karya seniman. baik dua dimensi maupun tiga dimensi. 2. Apresiasi aktif muncul setelah seorang melihat pameran.motivasi atau memberikan dorongan kepada masyarakat pengunjung untuk mengambil manfaat yang tersirat dalam pameran tersebut. Dalam kegiatan pameran sudah pasti akan melibatkan banyak orang atau kelompok yang mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam satu koordinasi. Kritik dan saran merupakan masukan yang amat berharga bagi seniman dan akan berpengaruh pada hasil karya berikutnya. Melalui pameran dapat menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai keindahan (estetika) dalam lingkup 53 . Kegiatan pameran akan menunjukan terjadinya hubungan timbal balik atau interaksi antara seniman dengan masyarakat. sehingga penyelenggaraan pameran dapat berlangsung dengan dengan baik. Sedangkan bagi masyarakat. Secara umum pameran seni rupa murni dan terapan. dengan program kerja yang cermat. Edukasi merupakan penanaman nilai-nilai. Jadi pengertian pameran seni rupa adalah suatu kegiatan akhir seni rupa dari hasil berolah/berkarya seni yang disajikan kepada masyarakat umum. Penghargaan dalam proses apresiasi yang timbul dapat digolongkan menjadi dua. dan prestasi. edukasi. memiliki fungsi social sebagai sarana pembelajaran dalam hal apresiasi. lalu timbul rangsangan untuk berbuat kreatif dalam berkarya. seperti karya itu bagus. pengamat karya hanya menangkap karya lewat perasaan. Apresiasi merupakan penghargaan terhadap karya seni. yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif. rekreasi.

sering menimbulkan ketegangan fisik maupun psikis. Pameran karya dapat dilakukan pada akhir semester. dan menentukan tempat pameran. 3. Meningkatkan prestasi siswa. Perencanaan pameran meliputi beberapa kegiatan. Pameran dapat menghibur batin seseorang. bekerja sama. akhir tahun pelajaran. Untuk melatih siswa untuk membuat rencana atau usaha pelaksanaan suatu pekerjaan. 3. 2. penyusunan program kerja. Tujuan diselenggarakannya pameran di kelas atau di sekolah adalah sebagai berikut: 1. atau pada hari ulang tahun sekolah. Sebagai evaluasi dan obesrvasi pada pelajaran seni rupa secara obyektif. Kondisi zaman sekarang yang penuh dengan kesibukan demi tuntutan hidup. Meningkatkan apresiasi seni siswa dan kecintaannya pada karya seni rupa.yang lebih luas. 5. belajar untuk masa depan. 4. sehingga melalui pameran dapat diharapkan menjadi media penyeimbang. Karya yang dipamerkan dapat diambil dari dari tugas-tugas harian atau tugas-tugas ekstrakurikuler. peranan guru mata pelajaran adalah sebagai motivator atau pembimbing anak didik baik secara individual atau 54 . Untuk mendidik siswa berorganisasi. dan belajar bertanggung jawab. Pameran yang diselenggarakan di sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap apresiasi seni siswa. Melalui pameran dapat diamati keaktifan dan kreatifitas siswa. Dalam persiapan dan perencanaan pameran. sehingga muncul pemikiran untuk berbuat dan berkarya yang lebih. Pameran dapat medidik siswa atau masyarakat betapa pentingnya pengalaman batin atau rasa sebagai keseimbangan kegiatan akal atau pikiran manusia. Prestasi merupakan hasil yang dicapai dalam melakukan suatu kegiatan. yaitu menyusun jadwal rencana kegiatan. Perencanaan dan Persiapan Pameran Perencanaan merupakan hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan suatu pameran agar pelaksanaannya berhasil sesuai yang diinginkan. Rekreasi merupakan hiburan yang berhubungan dengan batin. Pameran merupakan ajang prestasi unjuk kebolehan berolah seni.

Sound system. Pengunjung pameran yang diharapkan datang atau hadir adalah : 1. 2. dan meja yang disesuaikan dengan tempat yang strategis. lighting. catalog. 6. atau teras lingkungan sekolah. 2. Publikasi pameran. ruang kelas. Pembuatan catalog atau folder karya. meja. menata karya. persiapan pelaksanaan. evaluasi. petugas yang menjaga pameran yang akan menerima dan memberikan keterangan kepada pengunjung. 5. sound system. Sedangkan sarana yang diperlukan seperti panel. Siswa sekolah yang bersangkutan. buku tamu dan buku pesan/kesan. Lebih dari itu. dari sekian banyak yang berperan sebagai apresiasi akan dapat mengembangkan dirinya menjadi seorang seniman. 3. termasuk juga sirkulasi pengunjung agar lancar. pengunjung dapat mengenal jenis karya seni rupa dan teknik penggunaan aneka media. Guru dan karyawan sekolah. Menyeleksi hasil karya seni rupa. dengan demikian dapat menambah dan meningkatkan apresiasi seni. Penjaga pameran. Penerangan ruang pameran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pameran di kelas atau di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut : 1. box. box. Dalam kegiatan persiapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. ruang perpustakaan. Pameran dapat menambah kecintaan dan kepekaan terhadap nilai-nilai seni rupa. meliputi persiapan materi pameran dan sarananya. Oleh 55 . ruangan yang diperlukan untuk menyelenggarakan pameran seperti aula sekolah. Materi pameran menyangkut hasil karya-karya siswa yang dipamerkan seperti karya seni rupa murni dan seni rupa terapan. perencanaan jadwal kegiatan. Persiapan. Mengatur ruang pameran.kelompok agar mereka memiliki sikap mandiri dan tanggung jawab. 4. Dengan menyaksikan dan menghayati karya-karya siswa. Orang tua atau wali murid. Karya yang akan dipamerkan dapat dipajang atau ditempatkan pada dinding. Secara garis besar hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pameran adalah maksud dan tujuan pameran. dan laporan penyelenggaraan pameran. 3. 2. Tempat. 3. panel.

c. Contoh format susunan panitia : 1. Publikasi Akomodasi Dekorasi dan dokumentasi Operasional (Susunan kepanitian dapat ditambah atau dikurangi sesuai dengan kondisi pameran yang diselenggarakan).karena itu agar pelaksanaan pameran berjalan dengan lancer. dalam penyusunan panitia harus menyesuaikan dengan tugas dan kegiatan yang diperlukan dalam pameran serta tanggung jawab. pelimpahan tugas dan tanggung jawab kepada siswa lewat kepanitiaan. d. Ketua 4. Sekretaris 6. Supaya pameran berjalan dengan efektif dan efesien. Pembina 3. Bendahara 7. Wakil ketua 5. Penataan karya dua dimensi Tepat Kurang tepat Tepat Kurang tepat 56 . b. Seksi-seksi: a. Penanggung jawab 2.

Penataan karya tiga dimesi Kurang tepat Tepat Tugas : 1. b. sebagai berikut : a. tema : flora dan fauna media : kertas gambar A3 dan cat air atau pensil warna aquarel 57 Buatlah sebuah lukisan corak tradisi dengan ketentuan .

media. point Cat yang memiliki sifat transparan atau Pilihan Ganda Teknik untuk mendapatka kesan ruang atau c. a. media. teknik plester 4. ukuran. dan teknik Soal Latihan : A. cat tembok Teknik berkarya seni rupa tiga dimensi b. cat acrelyk b. tema : motif ragam hias : bebas Buatlah sebuah karya seni rupa murni tiga dimensi berupa : fauna atau manusia : bebas b. semi blok 2. dussel d. tema 4. teknik cor c. a.. blok gelap terang dengan cara menumpuk garis adalah teknik …… Buatlah sebuah karya seni rupa murni tiga dimensi berupa dengan cara mengurangi dan menambah adalah …. seni kolase b. tema Buatlah sebuah lukisan corak modern dengan ketentuan : keindahan alam sekitarnya minyak b. a.. a. cat minyak 3. 58 . relief dengan kententuan : a. 1. murni dua dimensi. kecuali …. a. arsir e. teknik butsir c. lukisan corak Ubud d. seni mozaik c. gambar ilustrasi e. basah adalah sifat dari media …. media : kertas gambar A3 atau kanvas dan cat air/pensil warna aquarel atau cat 3. sebagai berikut : a. cat poster e. tekni sambung Berikut ini merupakan karya seni rupa c. teknik pahat d. cat air d. ukuran. dan teknik patung dengan kententuan : b.2. kristik b.

a. Karya seni rupa murni tiga dimensi adalah b. topeng jelaskan secara ringkas! 59 . …. pengerjaanya! 3. arca B. dan tiga dimensi! 5. 4.5. guci d.. wayang kulit e. 2. 1. candi Uraian Jelaskan perbedaan seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi! Sebuttkan media seni rupa tiga dimensi dan teknik Sebutkan sifat-sifat bahan seni rupa dua dimensi! Sebutkan masing-masing lima contoh seni rupa dua dimensi Sebutkan fungsi sosial penyelenggaraan pameran dan c.

Budhy 1986. Dasar-Dasar Desain. Bandung : Ganeca Exact Raharjo.Eddi. Pendidikan Seni Rupa SMU.1973. Salatiga : Widya Duta Toekio.Dana. Bandung : CV Rosda Dharmawan. Pekalongan : Erlangga Sipahelut. 1985.Djauhar. Yrama Rasjoyo.Atisah. Bandung : Armico Garha. Jakarta: Depdikbud Soekmono. 1988. Bandung : Ganeca Exact Mariono.Ragam Hisa Indonesia.Ario. Oho 1979. 2005.Soegeng. 1987. 1991. Seni Rupa SMP. Bandung : CV. Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Bandung : Angkasa 60 . 2000. Jakaerta : Depdikbud Kartono. Seni Rupa SMA. dkk.DAFTAR PUSTAKA Arifin. Pendidikan seni rupa SMP. Sejarah Seni Rupa. Jakarta : Kanisius Sukaryono. Kreasi Seni SMA.1994. Pendidikan Seni Rupa SMA. 1988. Pendidikan Kesenian Seni Rupa SPG.