You are on page 1of 16

USULAN PROYEK PENELITIAN

PENGUJIAN KEPATUHAN DENGAN MENGGUNAKAN ATTRIBUTE SAMPLING TERHADAP SISTEM PEMBELIAN PADA AMWAY PRODUCT CENTER DI SURAKARTA

Oleh : Gilrandy Kristianto F0109046

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

Siklus pembelian dibagi menjadi dua sistem. Judul Penelitian PENGUJIAN KEPATUHAN DENGAN MENGGGUNAKAN ATTRIBUTE SAMPLING TERHADAP SISTEM PEMBELIAN PADA AMWAY PRODUCT CENTER DI SURAKARTA B. maka perlu dilakukan suatu pengujian kepatuhan prosedur dan metode yang telah ditetapkan pada sistem pembelian. Karena siklus pembelian merupakan bagian yang integral dengan situs lainnya. Kemudian diberikan kepada picker untuk mengambil barang yang dipesan. Selain itu untuk mengetahui apakah para pegawai telah memakai kebijaksanaan yang ada. Untuk menguji kepatuhan terhadap pelaksanaan tersebut. Oleh karena itu struktur pengendalian intern yang telah dirancang dan dijalankan APC harus direview secara berkala. Latar Belakang Masalah Siklus pembelian merupakan salah satu mata rantai yang saling berkaitan dengan siklus-siklus operasi lainnya. Kemudian dari order entry diberikan ke cashier untuk melakukan pembayaran menggunakan uang tunai atau menggunakan kartu kredit maupun debit. Dalam operasional APC sehari-hari. Pengujian kepatuhan merupakan salah satu tahap dari suatu proses pemeriksaan akuntansi. yaitu sistem pembelian dan sistem retur pembelian. Ketidakberesan dalam pengelolaan sistem ini akan berakibat buruk terhadap aktivitas APC secara keseluruhan. dari picker diserahkan ke checker yang bertugas mengecek barang sudah sesuai dengan order atau belum. Dalam melaksanakan transaksi pembelian. maka harus dikelola dengan baik. Pengujian ini dirancang untuk memverifikasikan apakah sistem pengendalian intern di APC yang diperiksa telah dilaksanakan sesuai dengan informasi yang dikumpulkan pemeriksa dalam kuis pengendalian atau flowchart.A. Agar audit mencapai sasarannnya yaitu memberi pendapat yang objektif atas kelayakan laporan keuangan dan sesuai . dapat dilaksanakan dengan mengadakan pemeriksaan terhadap bukti transaksi baik secara keseluruhan atau secara sampel. kadang dalam pembelian yang berskala besar kemungkinan kesalahan transaksi juga besar. Hal ini untuk mengetahui apakah struktur pengendalian intern tersebut cocok diterapkan di dalam APC karena perubahan situasi. masing-masing karyawan menjalankan tugasnya yang urutan proses pembeliannya adalah dari order entry yang bertugas memasukkan atau menginput order pembelian dari distributor.

maka harus dilaksanakan prosedur Pemeriksaan dengan sampel dapat dilakukan dengan cara statistik maupun non statistik. pemeriksa harus mempertimbangkan pembuktian dan dokumen-dokumen apa saja yang akan dipilih sebagai sampel. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini penulis mempunyai tujuan antara lain :   2. Untuk mengetahui efektifitas struktur pengendalian intern pada Amway Product Center di Surakarta. Bagi penulis. . C. Kegunaan Penelitian Dari hasil penelitian pada Amway Product Center di Surakarta diharapkan akan diperoleh manfaat sebagai berikut :   Memberikan masukan bagi Amway Product center tentang sistem pengendalian intern yang baik terhadap sistem pembelian. pemeriksaan secara sampling yang baik. Untuk mengetahui struktur pengendalian intern sistem pembelian pada Amway Product Center di Surakarta. berguna untuk penerapan teori yang telah diperoleh dan sebagai sarana untuk menambah wawasan.tidaknya dengan prinsip akuntansi. Bagaimana struktur pengendalian intern sistem pembelian pada Amway Product Center di Surakarta ? 2. Dalam statistik sampel. 1. Apakah struktur pengendalian intern sudah dilaksanakan secara efektif ? D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut : 1. Pendekatan non statistik maupun statistik dalam metode sampling audit jika diterapkan secara memadai dapat menghasilkan bukti audit yang cukup.

Sistem Akuntansi 3. Mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen. 4. akuntansi sehingga tidak terjadi kecurangan dari karyawan atau kehilangan harta perusahaan. Tinjauan Pustaka Dengan mempelajari karya ilmiah berjudul “Pengaruh Audit Internal Sistem Pembelian Bahan Baku pada Koperasi Fajar di Kartasura” (Aloysius Noegroho Driprijanto. dapat digolongkan kembali sesuai dengan unsur pokok pengendaliann intern adalah : 1) Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. Prosedur Pengendalian Unsur-unsur Struktur Pengendaliaan Intern kecuali lingkungan pengendalian. Unsur-unsur Struktur Pengendalian Intern adalah : 1. Adapun fungsi dari masing-masing adalah sebagai berikut : a) Fungsi Gudang : Mengajukan permintaan pembelian dan menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. Landasan Teori “Pengertian struktur pengendalian intern. c) Fungsi Akuntansi : Mencatat transaksi pembelian yang terjadi dan mencatat persediaan barang . 1997). 3. dan dalam penerimaan bahan baku kepada Koperasi Fajar harus benar-benar diperhatikan dalam pembagian tugas masingmasing karyawan yaitu antara bagian gudang. yang menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : Pembelian bahan baku dari pemasok harus diperhatikan mengenai harga dari pemasok lain. Menjaga kekayaan dan catatan organisasi. b) Fungsi Penerimaan : Menerima barang yang dikirim oleh Warehouse. yaitu suatu organisasi terdiri dari kebijakan dan prosedur yang diciptakan untuk memberikan jaminan yang memadai agar tujuan organisasi dapat dicapai” (Mulyadi. Lingkungan Pengendalian 2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. 2. penerima barang. Mendorong efisiensi. 1992 : 68) Tujuan Struktur Pengendalian Intern adalah : 1. kualitas dari bahan baku.E.

3) Praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap organisasi. f) Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatannya. e) Keharusan pengambilan cuti bagu karyawan yang berhak selama cuti.yang diterima dari transaksi pembelian dalam kartu persediaan. cara yang ditempuh yaitu : a) Wawancara dengan karyawan yang berkaitan dengan unsur struktur pengendalian intern. b) Pemeriksaan mendadak dilaksanakan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak yang akan diperiksa dengan jadwal yang tidak tentu. c) Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang. . 4) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggumgjawabnya. Adapun cara-cara yang ditempuh oleh perusahaan dalam menciptakan praktek yang sehat adalah : a) Penggunaan invoice bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang. 2) Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan. b) Melakukan inspeksi atas kegiatan Amway Product Center. Sistem Pembelian Sistem pembelian terbagi menjadi : a) Prosedur permintaan pembelian b) Prosedur order pembelian c) Prosedur penerimaan barang Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian adalah : a) Fungsi gudang b) Fungsi penerimaan barang c) Fungsi akuntansi Pengujian Kepatuhan Evaluasi yang dilakukan terhadap struktur pengendalian intern yang dijadikan sebagai dasar untuk menilai struktur pengedalian intern yang berlaku. c) Melakukan pengamatan atas kegiatan Amway Product Center. d) Perputaran jabatan yang dilakukan secara rutin akan dapat menjaga independensi.

Model pengambilan sampel paling banyak digunakan dalam pemeriksaan akuntan. Adapun kerangka pemikiran tersebut akan penulis gambarkan sebagai berikut : Pengendalian Pengendalian Intern Akuntansi Pengendalian intern yang baik :     Struktur organisasi Praktek yang sehat Sistem otoritas dan prosedur pembukuan Kecakapan pegawai Tujuan Pengendalian Administras i Efektifitas . F. b) Stop or go sampling . Model ini digunakan jika akuntan yakin bahwa kesalahan yang diperkirakan dalam populasi sangat kecil. yaitu pengambilan sampel yang digunakan untuk menguji efektifitas pengendalian intern (dalam pengujian kepatuhan). Model pengambilan sampel ini cocok digunakan jika tingkat kesalahan yang diperkirakan dalam populasi sangat rendah (mendekati nol). yaitu dengan cara menghentikan pengujian sedini mungkin. agar pemecahan masalah dalam penelitian ini akan lebih dapat terarah. Model ini dapat mencegah akuntan dari pengambilan sampel yang terlalu banyak. Dalam model ini akuntan menginginkan kemungkinan tertentu untuk menemukan paling tidak satu kesalahan jika kenyataannya tingkat kesalahan sesungguhnya lebih besar dari yang diharapkan.Pengertian Attribute Sampling. ditujukan untuk memperkirakan persentase terjadinya mutu tertentu dalam suatu populasi. Kerangka Pemikiran Sebagai gambaran dalam penyusunan penelitian ini maka diperlukan adanya sebuah kerangka pemikiran yang terperinci. Ada tiga model attribute sampling : a) Fixed sample size attribute sampling . c) Discovery sampling .

Jenis dan Sumber Data Jenis data yang diperlukan adalah : a. Struktur organisasi dan deskripsi jabatan. Ruang Lingkup Penelitian Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah Amway Product Center di Surakarta dengan alasan sebagai berikut :   Diberikannya kepada penulis untuk mengadakan penelitian. 2. sehingga efektifitas yang menjadi tujuan tercapai. yaitu pengendalian akuntansi dan pengendalian administrasi.Dari skema kerangka pemikiran tersebut dapat dijelaskan bahwa pengendalian intern mempunyai dua tujuan. meningkatkan efisiensi operasional usahanya. Metode Penelitian 1. Sedangkan bentuk nyata sistem pengendalian intern yang baik akan berguna untuk menjaga keamanan harta milik organisasi atau perusahaan. Kebijakan Amway Product Center yang menyangkut masalah pembelian. b. tentunya perlu dirancang suatu sistem pengendalian intern untuk masing-masing kekayaan APC yang diantaranya adalah pengendalin intern. maka dikemukakan hipotesis sebagai berikut : “Diduga bahwa struktur pengendalian intern sistem pembelian di Amway Product Center di Surakarta sudah dilaksanakan secara efektif. . serta mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Data yang dibutuhkan dapat diperoleh dari perusahaan tersebut. Hipotesis Berdasarkan pada permasalahan yang tercantum dalam latar belakang masalah dan sebagai kerangka pokok penelitian yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang tingkat efektifitas keberhasilan struktur pengendalian intern sistem pembelian di Amway Product Center di Surakarta. G. memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.” H. Dimana tujuan pengendalian intern salah satunya adalah untuk menjaga harta atau kekayaan APC itu yang berupa barang-barang atau produk Amway yang harganya relatif mahal.

Wawancara Wawancara adalah komunikasi langsung antara peneliti dengan responden untuk mempunyai informasi untuk tujuan penelitian. Data sekunder Adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari perusahaan dengan melakukan kepustakaan yang diperoleh dari buku atau literatur. 3.c. Metode Pengumpulan Data Teknik yang dilakukan oleh peneliti dalam pengumpulan data adalah dengan kunjungan langsung ke objek penelitian yaitu dengan cara sebagai berikut : a. d. Observasi Observasi adalah pengamatan langsung terhadap objek yang diselidiki oleh peneliti dalam mengumpulkan data untuk keperluan penelitian. Kuisioner Kuisioner adalah usaha yang ditempuh untuk mendapatkan data dengan cara membuat daftar pertanyaan mengenai sistem pengendalian intern pada Amway Product Center di Surakarta. Adapun sumber data yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah : a. Dokumen-dokumen yang terkait dalam transaksi pembelian. c. Pustaka Pengumpulan data menggunakan pedoman literatur perkuliahan dan bukubuku bacaan yang berhubungan dengan penelitian. Data Primer Adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dimana peneliti terjun ke objek penelitian untuk mendapatkan data yang berhubungan langsung dengan penelitian yang sedang dilakukan berupa invoice. d. . Sistem wewenang dan prosedur pembelian. b. b.

2) Pengendalian Akuntansi adalah suatu sistem dan prosedur pengamatan aktiva dapat dipercayanya catatan keuangan tersebut. yaitu : Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. 3) Pengendalian Administrasi adalah suatu sistem dan prosedur dalam proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengesahan transaksitransaksi oleh manajemen. 1. Menetapkan tujuan pengujian kepatuhan Tujuan pengujian kepatuhan adalah untuk menilai efektifitas perancangan dan pengoperasian struktur pengendalian intern juga untuk mengetahui apakah struktur pengendalian intern dalam Amway Product Center dapat mencegah atau menemukan kecurangan juga kesalahan yang mempengaruhi laporan keuangan.4. yaitu suatu bagian tidak boleh menangani semua tahap suatu transaksi. Melakukan pengujian kepatuhan dengan attribute sampling model stop or go sampling. 5. 3. 4. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya. Definisi Operasional Variabel 1) Pengendalian Intern adalah suatu sistem dan prosedur yang secara otomatis dapat diperiksa oleh fuungsi lain dalam suatu organisasi. yaitu setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. . Sistem wewenang dan prosedur pencatatan. yaitu karyawan yang dapat melaksanakan pekerjaannya secara efisien dan efektif serta dapat menghasilkan laporan yang dapat dipercaya. Metode Analisis Untuk menevaluasi efektifitas struktur pengendalian intern. yaitu setiap pegawai dalam perusahaan melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. B. Praktek yang sehat. Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut : 1. penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut : A. Menilai unsur-unsur sistem pengendalian intern. 2.

Sebagai contoh. Menentukan unit sampel Unit sampel merupakan semua unsur yang membentuk populasi. Dalam hubungannya dengan pengujian kepatuhan attribute adalah penyimpangan dari atau tidak adanya unsur tertentu dalam suatu pengendalian intern yang seharusnya ada. Ketidaklengkapan suatu attribute pada sampel merupakan penyimpangan terhadap attribute yang telah ditentukan dan dinyatakan sebagai kesalahan sampel. Unit sampel yang diambil dari populasi diperiksa kesesuaiannya dengan attribute yang telah ditentukan. untuk attribute bahwa semua bukti barang keluar atau yang dinamakan invoice telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang maka populasinya adalah semua bukti barang keluar atau invoice selama periode pengujian.2. Menentukan besarnya sampel Besarnya sampel merupakan jumlah satuan sampel yang diambil untuk diperiksa. 5. Menetukan tingkat kepercayaan Tingkat kepercayaan atau Reliability level (R) atau Confidence level merupakan prpobabilitas bahwa dugaan pemeriksa mengenai keandalan struktur pengendalian intern adalah benar. 4. populasi dapat diartikan sebagai sekelompok bukti transaksi yang akan diperiksa dan bersifat homogen. Berikut ini faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan besarnya sampel yang akan diambil : a. Tingkat kepercayaan ini ditentukan berdasarkan evaluasi pendahuluan terhadap pengendalian intern. Attribute yang telah ditetapkan diperiksa kebenarannya pada setiap sampel yang diambil. Homoginitas berarti bahwa semua items yang membentuk populasi mempunyai karakteristik yang sama. 3. Dalam pengujian kepatuhan ini digunakan unit sampel bukti barang keluar atau invoice. Menentukan attribute yang akan diuji Attribute merupakan karakteristik yang bersifat kualitas suatu unsur yang membedakan unsur tersebut dengan unsur yang lain. Ada suatu pedoman yang digunakan untuk menentukan tingkat kepercayaan yaitu : . Menentukan populasi Dalam pengujian kepatuhan.

misalnya ditentukan R-nya 95 %.5% 37 42 47 . Dalam menentukan DUPL ada suatu pedoman yaitu : Kepercayaan terhadap Struktur pengendalian intern Cukup diandalkan Dapat diandalkan Tingkat ketepatan tertinggi yang diinginkan 10 % 5% Penentuan besarnya sampel yang akan diambil dengan menggunakan tabel penentuan besarnya sampel. Batas ketepatan tertinggi yang diinginkan atau Desired Upper Precision Limit (DUPL) merupakan tingkat penyimpangan maksimum dari populasi yang dapat diterima. DUPL 5 % besarnya sampel minimum adalah : TABEL I Besarnya sampel minimum untuk pengujian kepatuhan (Zero Expected Occurrences) Acceptable Upper Precision Limit 10 % 9% 8% Sampel Siza Based on Confidence Levels _______________________________ 90 % 24 27 30 95 % 30 34 38 97. Menentukan batas ketepatan tertinggi yang diinginkan.Kesimpulan terhadap kepercayaan Struktur pengendalian intern Dapat diandalkan Cukup diandalkan Tingkat 95 % 90% Tingkat kepercayaan mempunyai pengaruh terhadap besarnya sampel yang akan diambil untuk diperiksa. b.

Dalam tabel ini pengambilan sampel dirancang empat kali. TABEL II Tabel Stop or go decision Besarnya Sampel Langkah Komulatif Yang digunakan Berhenti Lanjutkan Lanjutkan ke langkah lima jika kesalahan paling tidak sebesar 4 4 4 4 jika kesalah. langkah selanjutnya adalah membuat tabel stop or go decision. Membuat tabel stop or go decision Setelah besarnya sampel minimum ditentukan.7% 6% 5% 4% 3% 2% 1% 35 40 48 60 80 120 240 43 50 60 75 100 150 300 53 62 74 93 124 185 370 6.ke langkah an komulatif yang terjadi sama dengan berikutnya jika kesalahan yang terjadi sama dengan 1 2 3 4 60 96 126 156 0 1 2 3 1 2 3 4 .

AUPL dicari dengan rumus sebagai berikut : Confidence level factor at desired reliability for occurrence observed AUPL = ________________________________________ Sample size Confidence level faktor dapat dicari dengan menggunakan tabel berikut : TABEL III Attribute sampling table for determining stop or go sample size and upper precision limit of population occurrence rate based on sample result. karena AUPL = DUPL.5 % 0____________________________3. Apabila dari pemeriksaan terhadap 60 anggota sampel terdapat kesalahan satu maka CL pada R % = 95 adalah sebesar 4. AUPLnya adalah 4. maka AUPL = 3/60 = 5 % sehingga AUPL = DUPL.8.8 _______________________________________________________ Menurut tabel tersebut bila convidence level faktor pada R % = 95 % dengan tingkat kesalahan nol adalah 3. pada tingkat kesalahan sama dengan nol. melebihi DUPL yang telah ditetapkan 5 %.3 3____________________________7.Jika dari 60 anggota sampel yang diperiksa tidak ditemui kesalahan maka pengambilan sampel dihentikan dan mengambil kesimpulan bahwa pengendalian internnya efektif.8 2____________________________6.8/60 = 8 %. Confidence levels Jumlah kesalahan ________________________________________ 90 % 95 % 97. Jumlah sampel dapat dicari dengan rumus sebagai berikut : . Oleh karena itu AUPL > DUPL sehingga perlu diambil sampel tambahan.0 1____________________________4.

3/5 % = 126.Confidence level factor at desired reliability for Sample size = occurrence observed ________________________________________ DUPL Dari rumus tersebut diperoleh sampel yang diperiksa sebesar 4. tujuan penelitian. Unsur Pengendalian Intern Sistem Pembelian. dicantumkan pada kolom besarnya sampel komulatif baris langkah tiga. Pengertian Attribute Sampling. Sistem Pembelian. . atau apabila setelah dilakukan penambahan sebanyak tiga kali masih tetap dijumpai keadaan AUPL > DUPL. Unsur-unsur Struktur Pengendalian Intern. LANDASAN TEORI Bab ini berisi penjelasan teori yang berhubungan dengan Pengertian Struktur Pengendalian Intern. Penguian Kepatuhan. dimana masing-masing berisi antara lain : BAB I.8/96 = 5 % sehingga AUPL = DUPL yang berarti struktur pengendalian internnya efektif (sudah baik).3/126 = 5 % sehingga AUPL sama dengan DUPL dan selanjutnya sampai empat kali tetapi apabila masih ditemukan kesalahan maka pengambilan sampel dihentikan dan dapat digunakan metode fixed sample size attribute sampling. definisi operasional. Jika sampel yang diambil 96 dengan tingkat kesalahan satu maka AUPL = 4. anggapan dasar dan hipotesis. PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah. I. maka disimpulkan bahwa struktur pengendalian intern tidak efektif. BAB II. perumusan masalah. Tujuan Struktur Pengendalian Intern. kerangka pemikiran. Selanjutnya jika kesalahan dua maka sampel yang diambil adalah 6. Angka besarnya sampel 96 dicantumkan pada kolom besarnya sampel komulatif yamg digunakan dan baris langkah kedua.8/5 % = 96. AUPL = 6. Sistematika Penulisan Laporan Penelitian Sistematika dalam skripsi ini terdiri dari lima bab.

KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini sebagai bab yang terakhir dari penulisan skripsi. Babini juga menyajikan analisa-analisa yang dilakukan beserta hasilnya. Kemudian memberi saran-saran untuk memperbaiki keadaan yang ada dalam perusahaan. BAB IV. dan akan dibuat suatu kesimpulan dari seluruh hasil penelitian dan pembahasan. BAB V. Prosedur Pembelian pada APC Solo. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini memuat Sejarah singkat berdirinya perusahaan.BAB III. Struktur Organisasi. Sistem Pembelian. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi data-data kuantitatif perusahaan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. .

Alvin A. 1985. Modul Kuliah Metode Penelitian. Edisi 1. Tuanakotta M. TARSITO Bandung. 1990. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Dasar-Dasar Pemeriksaan Akuntansi (Auditing). Yunastiti Purwaningsih. . Sugiarto. New Jersey Prestice Hall. 1992. 2009. Mulyadi. Daftar Pustaka Aloysius Noegroho Driprijanto. Auditing Pendekatan Terpadu. 1997. 1992. Auditing Petunjuk Pemeriksaan Akuntan Publik. BPFE Yogyakarta. Pemeriksaan Akuntan. Inc. Arens & Loebbecke. Winarno Surakhmad. Theodorus. 1997. Pengaruh Audit internal Sistem Pembelian Bahan Baku Pada Koperasi Fajar di Kartasura. Edisi 4. LPFE UI Jakarta. Pengantar Penelitian Ilmiah. Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Edisi 4. Edisi 7. Edisi 3.J.

3 93..73. 8.3..2 /:3. 8./.     3.3 5.  .3 -. 8.3 /.3 8.250 . &!   . 442 -08.9 08.91 . -08..250  /.250 42:.3 /.2-  /03.78 ..9: 2. 0/:.73.39:2..

  .3 -07.. 8.3:93./.79 897:9:7 50303/.. -. 2.3 /..    803.  $0. 01091 8:/..250 . 08.3 390733. &!  &! .2- . ..3 /:.

73. 442 -08.3 5.3.  &!   ./. 8.39:2.91 -..78.250 42:.     /.9.

3 -07:-:3.3 /.5.843.9.9 ..2.8. .3:93.7 2..3 8.3 39073 $8902 !02-0. /825:. 2.3  !03079.3 05.  507:2:8.3 $97:9:7 !0303/.8.7.2-. 8090.-.3.2-..8.3 2.3 503.83 2. 2. 2..3 549088   $% # .-. 909. /03.250 80 . &! 8.9..3  &38:7 !0303/.  .3 50309.3.3 997-:90$...3 /03.9 /:3..3 80...2 87583 907/7/.3 &!  &!  2.253  . -.3 /.3.39.9:.- 3 -078 5030.5. 5027.9.  9::. 503.253   .3 39073  $8902 !02-0.7 /.01091     $8902..3  !03:.. 9.:. 0.!03:8. 897:9:7 50303/..3 08.3  07.3 80-.3 39073  &38:7 :38:7 $97:9:7 !0303/..250 /039... /. 025.547.3 2.25.3 $97:9:7 !0303/.3 &! /.997-:90 8.8.3  $8902.9.83 -078.5 /:25.3 390739/.3 39073  %::.5.5. /2. 8.3 2094/0 10/ 8.3./.: .3 /.3!0309..5 .3  !&& . /.3 !03079.8 909.3.    803.3 2..- 3 -078 .3  /0138 4507.3 9047 .7 -0.3 -.8 /902:..

9 $0.3 :39: 202507-.- 3 202:. 507:8.. ..3 /.7/.9 -07/73. #&&!#&$ .9 8:.35.3 .3 .3 /..3  02:/.-.3 !7480/:7!02-0../. 203.3  $97:9:7 7.3-08079.!$44  ' $$%!$ .8  .-3 :.. . 0.9: 0825:.8..8 $8902!02-0.3 8.8 50309.38.91507:8.:.3-07:-:3.399.  ' $!&$# .9.8..3/03.7.7.8. 83. /..2 507:8..83.8.3... -.3 .3/-:.3.3 502-.:.7./. .3                  .7 80:7: ./..9.7503:8...3 907.3 /. /.3 8758 /..-3-078/.3 202-07 8.-3 80-.3.3 /-.3 2.3.

  .  48:8 40744 757.79../: /8  00780!7089.  .709$:7../  !03.8.338     4/: :.:9...3 :39.0789..3  /8   .8 4342&3.499..8.0  :/93!03/0.   %:.3..3 $04.9.734$:7.7!0309.7 . /8 %#$%  . 094/0 !0309.3 !0307-9.7 !02078.:!.19.3/:3   :3.3.794    .2.32.3.3 :39.   3.7/.8.79.8$0-0.3  .8:7.0.394    !03.39.3%075./    !02078.   :.3 7038 40--0. %32:4342!   $:.79.8..7: :/9 39073.   %04/47:8    :/93 !09:3: !02078./..79.3 :39. 3.899 !:7.7!:89.4507. $8902 !02-0.    .38 :/93  /8   !4.3 !:- /8 !&..