KONTRIBUSI MIKRO ORGANISME TANAH DALAM SISTEM PERTANIAN ORGANIK Cecep Hidayat Abstrak Revolusi hi/au yang mengandalkan pada

benib unggul, pupuk, dan pestisida telah meningkatkan produktivitas tanaman pangan, namun mmi'mbulkan dampak negattJ berupa penurunan dqya dukung lingkungan, kesebatan, dan . ketidakmanditian petani. Oleb karma itu,. untuk jangka panjang, keberbasilan sistem pertanian tt'dak barry diliba: dati sisi basil, tetapi perlu a mempertimbangkan dampak yang Jditimbulkan, kontinuitas, dan renewable sumber dqyayang digunakan. Pertanian otganik merupakan alternative untuk mengatasi problematika proses produksi tanaman· pertanian, yang dtjalankan tanpa memasukkan unsur kimia, tetapi dengan jalan mengembalikan sisa basil panen yang merupakan sumber unsur bara, sebinggateljadi daur-ulang bara secara bqyati. Mikroorganisme tanab berperanpenting dalam !lstem pertanian organic dalam ba! dekomposisi baban organic, perryediaan unsur N, peningkatan serapan bara, stabilisasi agregat tanab,perlindungan terbadap organisme pengganggu, dan sintesis bormon. Kata kunci: pertanian or;ganik,mikroorganisme, kimia A; Pendahuluan .~ Pangan .mempakan salah satu kebutuhan dasar manusia, Oleh karena itusepanjang sejarah manusia ditandai dengan herbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Diawali dengan mencari dan mernanfaatkan sumber pangan dari hutan, kernudian diikuti oleh upaya domestifikasi tanaman sebagai awal dari proses kegiatan budidaya tanaman, berlanjut menjadi aktifitas produksi bahan pangan dalam sistem pertanian " sederhana yang memanfaatkan komponen agro-ekosistem. Sejalan dengan perkembangan populasi manusia, kebutuhan akan pangan .juga mengalami peningkatan. Bahkan Malthus
:"

31

revolusi hijau bisa dipandang tidak menghasilkan bahan pangan yang halal dan thoyyib sebagaimana tuntunan Al-Quran pada Surat AI-Baqarah 168." Hai sekalian manusia. Revolusi yang mengandalkan bahan kimiawi (pupuk dan pestisida) dalam meningkatkan produksi tanaman. hilangnya musuh alami. Penggunaan pupuk kimia buatan dalam kurun waktu lama mengakibatkan tanah menjadi keras sehingga tanaman mengalami kesulitan tumbuh di atasnya dan komponen penyusun tanah lain tidak dapatberfungsi sebagai mana mestinya. Pengakuan terhadap keberhasilan revolusi hijau ternyata dibatasi oleh mang dan waktu. karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyatabagimu". Demikian pula pemanfaatan pestisida telah menimbulkan berbagai permasalahan seperti meningkatnya kekebalan organisme pengganggu.membuat suatu ramalan yang menyatakan bahwa "pertambahan populasi manusia mengikuti deret ukur. makanlah yang halal lagi baik dati apa yang terdapat di bumi. Revolusi hijau telah membawa manusia kepada situasi yang menggembirakan dalam hal pencapaian produksi pangan. kendati terdapat konsekuensi biaya yang tidak kedl untuk membangun infrastruktur yang diperlukan guna mendukung berjalannya teknologi produksi tersebut. Proses produksi tanaman yang menggantungkan pada peran bahan kimia seperti dalam pupuk dan pestisida memang terbukti 32 . ternyata menimbulkan dampak negatif luas. menantang para ahli pertanian untuk menemukan· teknologi yang mampu meningkatkan produktifitas proses produksi tanaman -. semen tara peningkatan produksi pangan sesuai dengan deret hitung. dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan." Ramalan yang menginsyaratkan ketimpangan ' sisi penyecliaandan kebutuhan pangan ini. dan munculnya ledakan hama yang justru semakin merugikan. Bangsabangsa yang menerapkan teknologi ini mampu memecahkan problematika penyediaan pangan secara memadai bagi rakyatnya tanpa hams bergantung pada pasokan dari negara lain. Dari perspektif agama Islam .

yaitu faktor dalam (genetik) dan faktor luar (lingkungan). B. Proses produksi berbasis bahankimia telah rnenunjukkan aspek rnanfaat dan mudharatnya. Faktor genetik tanaman berperan dalam menentukan ekspresi suatu sifat. Untuk mendapatkan produksi tanaman maksimal. Sistern produksi pertanian ini berlandaskan pada daur ulang hara secara hayati. kontinuitas dan sifat renewable sumber daya yang digunakan. Kondisi tersebut akan dicapai apabila faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan terpenuhi. pemilihan teknologi proses produksi pertanian seyogianya tidak . Keberhasilan Produksi Tanaman Produksi tanaman sebagai akhir dati rangkaian proses produksi biologis merupakan tujuan dari segala tindakan budidaya.meningkatkan produksi.dsb. hanya rnelihat dari SlS1 hasil. Setiap komponen dan ekosistem terlibat dalarn proses daur ulang dan rnasukan unsur dati luar ekosistern ~alkan. Keefektifan tindakan budidaya yang dipilih diukur dari berapa besar produksiyang dihasilkan. 33 . maka pertumbuhan tanaman harus maksimal pula. Tanpa faktor lingkungan yang sesuai keunggulan sifat tanaman tidak mungkin muncul. Faktor lingkungan membantu tanaman mengekspresikan sifat-sifat unggul yang dimilikinya. narnun perlu juga rnernpertimbangkan darnpak yang ditimbulkannya. Untuk keperluan jangka panjang ke depan. pemicu penyakit kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Salah satu komponen dalarn sistern pertanian organik yangperlu dikedepankan adalah mikroorganisrne tanah yang keberadaannya dalam tanah cukup signifikan dan mempunyai reran dalam mata rantai proses produksi pertanian organik. narnun produk yang dihasilkannya rnengandung bahan-bahan toksik yang rnerupakan senyawa karsiogenik. Pertanian organik rnerupakan alternatif yang memenuhi kriteria tersebut. .

dan papan yang cenderung untuk mengalami percepatan peningkatan sejalan dengan pertambahan populasi manusia dan konsekuensinya berupa perubahan orientasi petnenuhan kebutuhan dad yang semula need menjadi want. Pola pikir seperti ini terbentuk berdasarkan pengalaman empirik yang mereka dapatkan dan hal tersebut memang sesuai dengan grand design produksi tanaman yang memadukan penggunaan benih unggul. langkah penanggulangan yang ditempuh adalah dengan cara melakukan pemupukan kimia buatan. dibangun atas dasar penggunaan input produksi tinggi yang berasal dad unsur-unsur yang bukan rnerupakan komponen agro-ekosistem itu sendiri. pemupukan kimia. dan pestisida kimia. yang didapatkan melalui kegiatan pemuliaan tanaman. hasil tinggi dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit.Sifat genetik unggul. Pemahaman bahwa pupuk kimia mampu menyediakan unsur hara yang segera dapat diserap tanaman mendorong paJIi pelaku pertanian untuk senantiasa tergantung pada jenis pupuk ini manakala terjadi kasus kekurangan unsur hara dalam tanah. Terjadilah alirah energi searah dan terus menerus dan luar ekosistem ke dalam agroekosistem tanpa ada atau seclikit saja upaya untuk mengembalikan un sur hara ke dalam tanah melalui pengembalian sisa-sisa hasil tanaman yang tidak dikonsumsi manusia. apabila suatu faktor lingkungan seperti kesuburan kimia berada dalam keadaan kahat hara. Pemanfaatan trilogi teknologi berbasis bahan kimia tersebut dalam produksi tanaman pertanian mengantarkan manusia pada pencapaian produksi tinggi yang diperlukan guna memenuhi tuntutan kebutuhan dasar manusia berupa pangan. Pada saat terjadi serangan hama dan penyakit. sudah terbangun dalam rentang waktu cukup lama pada para pelaku agribisnis pola pikir dan pola tindakyang mengedepankan pestisida kimia untuk mengatasi masalah itu. Sudah menjadi hal umum dalam praktek budidaya pertanian dewasa ini.sandang. Pilihan alternatif ini metnerlukan pengorbanan 34 .

mereka. harus ditambah dengan unsur hara makro lain. Langkah kedua adalah menyediakan pupuk kimia untuk mengantisipasi ketidaksuburan kimia tanah. yang akrab sejak lama dengan . Dampak Penggunaan Pertanian Bahan Kimia dalam Produksi Penggunaan bahan kirnia dalam bentuk pupuk dan pestisida sebagai pendorong revolusi hijau di Indonesia dimulai ketika pemerintah melancarkan program BIMAS yang bermaksud memperkenalkan teknologi produksi pertanian untuk memacu peningkatan produktifitas tanaman. Para petani diberi informasi tentang keunggulan teknologi produksi barn itu. tetapi malah sebaliknya rnengakibatkan efek toksik. ditunjukkan hasilnya. Namun tidak selamanya penggunaan pupuk kimia terns menerus rneningkatkan produksi. pemupukan yang pada awalnya hanya mensuplai kebutuhan N. Berdasarkan fenomena tersebut. dan akhirnya mereka didorong untuk menerapkan pada unit usahanya. 35 . Perlahan para ~petani mulai beralih menggunakan teknologi yang berisikan benih unggu~ pemupukan. P. meninggalkan teknologi sederhana. . dan pestisida. '. pada suatu titik akan mengikuti hukum pertam bahan yang sernakin berkurang ( law of determinishing return). dan selaras dengan irama alamo Saat ini sebagian besar petani tidak akan bertanam tanpa menggunakan benih unggul. C.· biaya yang cukup besar dan dalam jangka waktu panjang perlu dikaji efektifitas dan dampak yang ditimbulkannya. karena mereka meyakini langkah ini merupakan kunci pertama menuju kesuksesan agribisnis. bahkan pada titik di atasnya tidak akan rnemberikan pengaruh positif. maka unsur hara mikro meniadi pilihan dalam kerangka apa yang disebut sebagai pemupukan lengkap dan berimbang. Hasil yang diperoleh dengan adanya _input produksi ini memang meningkat dan menurut perhitungan ekonomi juga menguntungkan. Ketika unsur hara makro tidak lagi meningkatkan hasil. dan K.

Terdapat dampak serius penggunaan pupuk kimia yang harus diwaspadai. yaitu kandungan pori-pori tanah makro yang biasanya terisi udara berkurang. ternyata juga 36 . Para petani ingin memastikan bahwa hama dan penyakit yang menyerang tanaman yang diusahakan segera lenyap. pupuk yang tidak diserap tanaman akan diba~a oleh aliran air sampai akhirnya membentuk sedimen di daerah hilir dan perairan. maka perairan seperti waduk atau danau sering ditutupi oleh tumbuhan air yang mengapung yang menghalangi sinar rnatahari menembus air dan menurunkan kandungan oksigen yang diperlukan oleh ikan yang hidup disana. Lebih jauh.· sehingga menurunkan peran akar dalam menyerap unsur hara dan air. Gambaran akibat penggunaan pestisida lebih mempriha tinkan. Serangan organisme pengganggu yang menurut falsafah pengendaliannya menempatkan pilihan cara kimia pada urutan terakhir. sehingga tidak heran apabila pestisida yang bersifat kontak menjadi pilihan utama mereka. Apabila terjadi erosi. Karena unsur nitrogen berperan dalam memici. Akibatnya. justru menjadi andalan utama. Banyak penelitian menunjukkan pengerasan tanah akibat aplikasi pupuk Urea atau ZA dalam kurun waktu lama. namun menimbulkan akibat dalam skala ruang Yl!ng lebih luas. hama dan penyakit tersebut perlahan menjadi resisten terhadap aplikasi pestisida dan mertuntut [enis pestisida yang mernpunyai daya bunuh lebih kuat. Pada tanah yang keras terjadi perubahan keseimbangan alami tanah. Kandungan nitrogen yang cukup tinggi dalam perairan umum dimana altnya dikonsumsi masyarakat setempat ternyata menurunkan kualitas AS!. Kehilangan pupuk pada lokasi pemberian tidak saja merugikan bagi tanaman yapg diusahakan di tempat itu.t pertumbuhan vegetatif. mengakibatkan akar tanarnan tidak berkembang maksimal. pestisida disamping membunuh orgarusme pengganggu sasaran. Pupuk yang diberikan melalui tanah tidak seluruhnya diserap tanaman. terutama untuk menembus lapisan tanah yang Iebih dalam. namun sebagian hilang karena penguapan atau pencucian oleh air.

Petani menjadi pihak yang senantiasa bergantung pada perusahaan. pupuk dan pestisida.mbangan aspek kesehatan. Pangan tidak boleh menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Kecenderungan ini menular kepada masyarakat kelas menengah-atas di negara-negara berkembang tennasuk Indonesia.3 tahun terakhir memaksa petani mengeluarkan biaya Iebih besar untuk memperoleh produk tersebut dan di banyak daerah menunda masa tanam. Juga perlu rnendapat perhatian bahwa bahan baku industri berasal dari sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga pada suatu waktu akan mengalami penurunan dan 'harganya mahal. Peristiwa kelangkaan pupuk dalam 2. namun prakteknya banyak yang melanggar. yang mengakibatkan mekanisme penyelesaian secara alami tidak berjalan dan menyebabkan populasi hama dan penyakit mengalami ledakan (resurjensi) Dari sisi aplikasi pestisida di lapangan juga menunjukkan masalah.membunuh jenis lain dan bahkan memusnahkan musuh alaminya. meskipun bam meliputi persentase kecil. Prinsip Pertanian Organik Peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tingkat kehidupan ekonominya maju seperti di negara-negara barat merubah cara pandang mereka terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. 37 . D. Pertanian berbasis bahan kimia menempatkan posisi petani pada situasi yang tidak menguqtungkan. Bagi kalangan ini syarat pangan yang layak konsumsi tidak hanya mencakup nilai gizi dan rasa. sebaliknya bahan pangan hams memberikan manfaat bagi kesehatan. Kesalahan ini berujung pada akumulasi residu pestisida dalam jaringan tanaman yang membahayakan bagi kesehatan rnanusia. Meskipun ada ketentuan yang mengatur interval waktu minimal antara penyemprotan dan pemanenan tanatnan yang edible. Semakin han rasio investasi pupuk dengan hasil menjadi tidak sebanding baik dilihat dari aspek teknis budidaya maupun nilai tukar komoditas yang dihasilkan. namun memasukkan perri.

dan bukan memberi makanan langsung pada tanaman. Prinsip pertanian organik adalah memberi makanan pada tanah yang selanjutnya tanah menyediakan makanan untuk tanaman ifeeding the soil that feeds the plants).Disamping tren keperdulian terhadap masalah kesehatan. juga tumbuh kesadaran proses produksi pangan dilaksanakan dengan prinsip tidak merusak lingkungan dan berkelanjutan. unsur hara yang diserap tanaman dan dimanfaatkan dalam proses metabolisme yang hasilnya dipergunakan untuk membangun berbagai jaringan tanaman. J adi. MenurutRachman Sutanto (2002) pertanian organik rnerupakan sistem pertanaman yang berasaskan daur-ulang hara secara hayati.manusia. dampak negatif yang elitimbulkan eli level site dan lingkup ekosistem yang leb~ luas.dimulai dari supiai bahan baku yang berasal dari sumberdaya alam yang tidak terbarukan. Pertanian konvensional berbasis bahan kimia telah rnemberikan sumbangan terhadap peningkatan produktifitas tanaman yang sangat elibutuhkan manusia untuk menjawab tantangan kebutuhan pangan yang selalu meningkat sejalan dengan pertambahan populasi manusia. . Adanya keperdulian terhadap isu kesehatan dan lingkungan mendorong berkembangnya pertanian organik. pertanian yang mengandalkan masukan dati luarekosistem berupa pupuk dan pestisida tidak sesuai dengan tren keperdulian terhadap masalah lingkungan dan kesehatan yang berkembang dalam masyarakat. Berdasarkan kondisi faktual tersebut. segera dikembalikan ke dalam tanah dalam bentuk sisa-sisa tanaman agar menjadi biomasa tanah yang setelah melalui tahapan 38 . Para pakar Barat menyebutkan sistem pertanian organik merupakan "hukum pengembalian(low of return)". yang berarti suatu sistern yang berusaha untuk mengembalikan semua jenis bahan organik ke dalam tanah. Dalam perjalanannya stake holders agro menangkap adanya masalah. serta akumulasi bahan kimia tersebut dalam tanaman yang membahayakan kesehatan . baik dalam bentuk residu dan limbah pertanamanmaupun temak yang selanjutnya memberi makanan pada tanaman. Pertanian organik diartikan secara sederhana sebagai pertanian bebas bahan kimia.

Siklus Hara Tertutup pada Hutan Tidak Terusik Gambar 1.O:NERAL Geologis S umber: Baker et al. Siklus Hara Tertutup pada Hutan Tidak Terusik " Intra Siklus VEGETASI Keluaran TANAH lv. Sebagai sistern rnasukan adalah presipitasi dan benda padat dati atmosfir yang jatuh menerpa 39 . di bawah ini.mineralisasi akan menjadi unsur hara yang kembali diserap tanaman. Sumber bahan organik yang kernbali dimasukkan ke dalam tanah tidak hanya sisa-sisa tanaman. seperti tampak pada gambar 1. kemudian masuk ke dalam tubuh hewan dan kembali lagi kedalam tanah membentuk suatu daur ulang sebagaimana terjadi pada kawasan hutan yang tidak terusik yang disebut siklus hara tertutup. Perjalanan unsur hara dari tanah masuk ke dalam tanaman. ( 1995) Pada siklus ham tertutup hutan tidak terusik terdapat komponen masukan dan ke1uaran dan bagaimana aliran hara terjadi dalarn komponen yang membangun sistem. tetapi juga berasal dati hewan yang sebelumnya menggunakan tanaman sebagai sumber energi kehidupannya.

. satu komponen dalam. berdiameter besar dan tingginya mencapai puluhan meter. Oleh mikroorganisme yang hidup di lantai hutan dan tanah lapisan atas bahan organik didekomposisi menjadi unsur yang mudah diserap tanam. Mineral yang terkumpul dalam tubuh tanah yang berasal dati berbagai sumber masukan tersebut selanjutnya akan keluar dati tanah melalui erosi . terjadilah peluang aliran dati luar ekosistem seperti yang terjadi pada agro-ekosistem. padahal terdapat kesuburan fisik dan kesuburan biologi yang turut mempengaruhi tingkatkeberhasilan pertumbuhan tanaman. maka sildus hara terus berlangsung. Ketiga adalah pelapukan batuan yang akan menjadi sumber mineral tanah.atiyang terkumpul di lantai hutan sel1agai bahan _organik yang menjadi bahan rnakanan mikroorganisme tanah. Unsur hara adalah salah satu indikator kesuburan kimia tanah saja. E. ekosistem tidak ada.vegetasi atau langsung ke lantai hutan kemudian m~resap ke dalam tanah. Keluaran melalui jalur ini dihitung sebagai kehilangan. 40 . serta air tanah. Namun. Peristiwa inilah sebenarnya yang layak untuk menjelaskan mengapa pada kondisi tanah hutan hujan tropis yang tidak subur mampu mendukung pertumbuhan vegetasi beraneka tagam. Kedua adalah fiksasi N2 atmosfir yang memasok unsur nitrogen.aliran permukaan dan aliran bawah permukaan. aliran hara bergerak dati satu komponen ke komponen lain berulang-ulang. Dati vegetasi unsur harakembali kedalam tanah melalui guguran organ-organ tanaman yang m. Sebelum gaung pertanian organik muncul. Jalur pemanfaatan dati aliran hara terjadi ketika vegetasi di hutan menyerap unsur hara untuk keperluan mendukung metabolisme tanaman untukmembangun sel dan jaringan tanaman. Selarna tidak ada gangguan terhadap komponen dati sistem. yang akan merubah aliran berupa sikIus menjadi searah. Keberadaan Mikroorganisme Tanah Tanah sebagai media tumbuh tanaman tidak boleh hanya dipandang dati kemampuannya memasok unsur hara yang diperlukan tanaman.

atau dari golongan mikro qora . dan mikro dan golongan flora maupun fauna. meso. Tanah menyediakan tempat hidup dan makanan bagi organisme untuk mendukung kelangsungan hidupnya. .4 500 56 560 17 -170 11 .110 17 -170 - Sumber : Nurhajati Hakimdkk (1986) Dari Tabel 1. cacing clan rayap yang menciptakan tuang pori yang dapat diisi udara untuk pemafasan akar. jumlah per satuan berat.108 104 _ 105 104 10 105 102 450-4500 450 . Nurhajati Hakim dkk (1986) mengemukakan populasi mikro fauna dan mikro flora yang terdapat di dalam lapisan tanah atas seperti dapat dilihat pacla Tabel 1. Parameter tersebut ditambah dengan' aktifitas metaboliknya 41 . Sebaliknya kehadiran organisme mulai clan berukuran makro seperti hewan memberikan kotoran dan air seni sebagai sumber hara. . dan biomasa golongan mikroflora mempunyai nilai lebih besar dibandingkan dengan mikrofauna. Fungi Mikrofauna : Protozoa Nematoda Fauna lainnya 1013_1014 1012 _ 1013 lOtn _ 1011 109 10lD 6 10 .107 103 .105 10\1 108 107 .r Tanah merupakan habitat dan banyak organisme makro. yaitu [amur yang terlibat dalam proses dekornposisi bahan organik.perhatian terhadap kesuburan tanah lebih tertuju pada kesuburan kimia dan disusul kesuburan fisiko Kesuburan biologi bam mendapat perhatian belakangan ini. Jumlah dan Biomasa Relatif Flora dan Fauna Tanah dalam Tanah Mikroflora: Bakteri Aktinomicetes. Tabel 1. setelah isu lingkungan menjadi keperdulian masyatakat duma. terlihat bahwa parameter jumlah per satuan luas. .

J' F. Oleh karena itu wajar apabila perhatian kita lebih besar terhadap jasad mikro ini.rnerupakan indikator aktifitas mikroorganisme tanah. cabang. nitrifikasi. cliikuti oleh aktinomicetes dan fungi. Asam-asam aminoirii kemudian diuraikan lagi menjadi turunan-turunan tertentu sehingga . Bakteri yang telah dimanfaatkan dalam dunia pertanian sejak lama adalah Rhizobium. aktinornicetes. amonifikasi. Diperkirakan 60 .' dan denitrifikasi melibatkan mikroorganisme. Perombakan bahan organik berupa pengubahan salah satu penyusunnya.80 petsen dati metabolisme total dalam tanah adalah hasil kegiatan mikroflora tanah. yaitu nitrogen organik menjadi nitrogen an-organik. Dekomposisi Bahan Organik Bahan organik merupakan sumber potensial unsur hara. Bahan organik berupa daun. yang memerlukan proses perombakan menjadi senyawa an-organik sederhana yang mudah dimanfaatkan tanaman. dan diserang oleh mikroflora yang hidup dati jaringan tanaman mati. Dalarn beberapa tahun terakhit mengemuka penelitian rentang Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) untuk memecahkan problem P terikat pada tanah-tanah masam. dan 42 . atau ranting yang mati jatuh ke pennukaan tanah akan dimakan dan diubah menjadi bagian-bagian kecil oleh binatang karnivor seperti nematoda. Bakteri merupakan mikroflora yang populasinya paling besar. Proses yang dikenal sebagai dekomposisi ini membutuhkan kehadiran rnikroorganisme yang berperan sebagai dekomposer. Pada tahap aminisasi dimana protein yang terdapat dalam bahan organik dihancurkan oleh enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme menjadi bentuk amine. Dati golongan Fungi tergali Cendawan Mikoriza Arbuskula(FMA) yang membantu tanaman dalam meningkatkan setapan hara tidak mobil dan memperkuat tanaman menghadapi lingkungan kering. menghasilkan amenia yang dilakukan oleh fungi. atau serangga. tayap. Bila ada sedikit air ia akan diserang oleh bakteri dan fungi. yang melewati tahapan aminisasi.

Kemampuan fiksasi yang cukup besar ini sangat berarti bagi pertumbuhan tanaman legum yang jumlah spesiesnya menduduki peringkat kedua atau ketiga diantara tumbuhan bunga dan tersebar eli seluruh duma. Ini merupakan potensi besar untuk pengadaan unsur nitrogen yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh tanaman. Tahap terakhir. G. Simbiosis mutualisme antara R)llzobium dan tanaman legum mampu memfiksasi 100 kg. sehingga jenis tanaman tersebut berperan penting untuk rnemenuhi kebutuhan pangan manusia.1991 ). Dengan adanya dekomposisi bahan organik melalui beberapa tahapan yang rnelibatkan peranmikroorganisme tanah.bakteri pada tahap amonifikasi. Pengambilan Nz atmosfir sendiri terjadi melalui proses fiksasi simbiotik dan non simbiotik.ha-1 N permusim dan seringkali riga kali lipat dari jumlah ini. Dalam fiksasi simbiotik bakteri Rhizobium bekerja sama saling menguntungkan dengan tanaman legum. 43 . Diperkirakanterdapat 16 000 sampai 19 000 spesies tanaman legum dan dari jumlah tersebut sekitar 200 spesies telah dibudidayakan. Selanjutnya amonia yang terdapat bebas dalam tanah dioksidasi oleh golongau bakteri nitrosomonas dan nitrosokokous menjadi nitrir (tahap nitrifikasi). yaitu nitrasasi mengubah nitrit menjadi nitrat dengan bantuan bakteri nitrobakter. Sementara fiksasi non simbiotik dilakukan oleh bakteri Azotobakter dan Clostridium yang hidup di zona rhizosfir. yang berarti jauh lebih banyak dati sistem fiksasi biologis lainnya(Gardner et al. maka unsur nitrogen yang semula terdapat dalam bentuk tidak dapat dimanfaatkan berubah menjadi senyawa sederhana yang terseclia bagi tanaman. dengan cara menginfeksi akar tanaman legum untuk rnernbentuk nodul tempat Rhizobium hidup dan melaksanakan aktifitas fiksasi. Fiksasi N2 Atmosfir 4 Atmosftr mengandung N2 sebesar 78 persen.

yaitu unsur hara P diikat kuat oleh Fe atau Al membentuk kompleks alumunium fosfat atau ferum fosfat yang tidak dapat diambil oleh akar tanaman. Unsur ini digolongkan sebagai unsur hara makro esensial. Padahal tanaman memerlukan unsur P dalam jumlah besar. Mikroorganisme tanah dari goIongan fungi(cendawan) dapat diandalkan untuk mengatasi masalah ini.C~ dan Fe. Kehadlran nitrogen bagi tanaman sangat clibutuhkan dalam pembentukan protein. unsur hara makro baik dilihat dati sisi jenis maupun jumlah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pada pH netral. Oleh ·katena· itu. mempunyai arti strategis. Meningkatnya serapan P pada tanaman bermikoriza karena FMA mengurangi jarak ion fosfat yang harus berdifusi keakar tanaman. tetapi unsur itu cliberikan kepada tanaman lain melalui proses dekomposisi sisa-sisa tanaman legum dan hifa ekstemal eendawan mikoriza yang cliinokulasikan bersama dengan rhizobium . B.Nitrogen yang clidapatkan dan fiksasi N2 tidak hanya dimanfaatkan oleh tanaman legum sa]a. Pada tanah dengan pH masam ketersediaan . Cu.· ~' H. Bidang serapan juga bertambah luas dengan adanya hifa 44 . yang diperlukan pada sistem transfer energi metabolisme tanaman . Pada kondisi pH masam terdapat fenomena khas. yang sebagian besar hasilnya diberikan . Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) berdasarkan banyak hasil penelitian mampu meningkatkan ketersediaan unsur imobil P danunsur mikro Zn.kepada tanatnan inang.Mn.Fungi Mikoriza Arbuskula Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Unsur hara yang terdapat dalam tanah tidak begitu saja dapat diserap tanaman. Dikatakan demikian karena pada satu sisi diperlukan dalam jumlah besar dan pada sisi lain penyediaannya terkendala oleh sifat nitrogen yang mudah menguap atau tereuci terutama pada pertanaman yang memiliki kerapatan tinggi. kontribusi fiksasi N2 atmosfir simbiotik oleh bakteri Rhizobium.

yaitu Zn dan Cu yang berperan sebagai bahan kimia protektan.Mekanisme lain terjadi melalui bantuan enzim fosfatase yang dihasilkan oleh cendawan mikoriza. sehingga senyawa 45 . merupakan cara lain dalam meningkatkan ketahanan terhadap infeksi patogen. Fungi mikoriza yang berada dalam akar akan memanfaatkan eksudat akar berupa karbohidrat dan asam amino yang terakumulasi pada zona rhizosfir. Peningkatan serapan unsur mikro. Karena cendawan mikoriza diketahui meningkatkan serapan . hal tersebut meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kekuatan tanaman sehingga tidak mudah diserang patogen.hara imobil dan unsur hara mikro. Dengan cara ini rhizosfir menjadi daerah bersih yang tidak menarik bagi patogen akar. Fungi yang menginfeksi tanaman akan membantu didalarn penyerapan air yang jumlahnya sedikit rnelaluj hifa-hifa eksternal seperti halnya proses yang terjadi pada penyerapan unsur hara. yang menginfeksi tanaman meningkatkan ketahanan terhadap infeksi patogen akar. FtvIA mempunyai kemampuan untuk mendegradasi dan mendetoksifikasi senyawa hidrokarbon. CMA sendiri memiliki ketahanan terhadap cendawan patogen karena dalam dinding selnya terdapat senyawa metabolit sekunder kelompok fenolik untuk menghalangi ketja enzim digestif cendawan patogen. Adanya enzim ini akan merubah P tanah tidak tersedia menjaeli tersedia. FMA rnemberikan manfaat banyak bagi tanaman. Menurut Tedja Imas dkk (1989) tanaman bermikoriza dapat menyerap fosfor 100 kali lebih besar walaupun akarnya hanya 2 kali lebih berat elibandingkan tanaman tidak bermikoriza. Hifa halus yang menerobos pori-pori kecil merupakan cara cendawan ini menyerap P tanah yang rendah. Ftv1l\. Hal ini sangat bermanfaat bagi pertanian lahan kering terutama eli daerah-daerah yang curah hujan rendah. sehingga mampu masuk ke pori-pori kedl dan bahan organik yang tidak dapat dilakukan akar. Dalam hal ini CMA memainkan peran sebagai chelating agents dan memfasilitasi pergerakan mineral dari tanah menuju tanaman.eksternal berukuran halus (2-4 urn).

Cu. antara lain murah dan ramah lingkungan. yaitu adanya peningkatan biomasa nodul.Aguilar dan Barea (1992) rhizobium dapat memperbaiki pertumbuhan miselia Glomus moseae. Mo. atau netral. suatu syarat yang diperlukan bagi sistem produksi di masa sekarang dan mendatang. Pengetahuan ini dapat diaplikasikan untuk kepentingan remediasi senyawa toksik dalam tanah. 46 . Beberapa penelitian membuktian peran FMA dalam ineningkatkan fiksasi N 2. kandungan leghemoglobin. dan aktifitas nitrogenase. dan Ca turut mempengaruhi infektifitas dan efektifitas simbiotik rhizobium. I.toksik dominan terakumulasi di perakaran. Menurut Azcon. Cecep Hidayat (1996) menemukan inokulasi ganda rhizobium dan FMA meningkatkan jumlah dan bobot kering noduI akar. dan hasil tanaman kedelai. FMA dan Rhizobium yang diinokulasikan pada tanaman legum merupakan contoh mikroorganisme yang bila diaplikasikan bersama menghasilkan sinergi. Pengadaan dua unsur tersebut melalui aktifitas rnikroorganisme tanah memberikan keuntungan. yang temyata diperlukan ban yak pada nodulasi. pertumbuhan. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa polisakarida ekstraseluler dari rhizobium terbukti mampu meningkatkan eksudat akar pada tanaman inang legum spesifik dan hal tersebut mempengaruhi perkembangan FMA pada rhizosfir. negatif. FMA menyediakan' unsur P. Mikroorganisme penghuni tanah berinteraksi satu sama lainnya. Sinergisme Antara Mikroorganisme Pemanfaatan Rhizobium dan FMA untuk mengatasi masalah defisiensi unsur hara N dan P sebagaimana sering ditemukan pada daerah-daerah tropikmemberikan kontribusi signikan terhadap keberlangsungan proses produksi tanaman pertanian. Unsur ini bersama-sama dengan Zn. Dalam interaksi itu terjadi saling mempengaruhi yang bersifat positif. Hifa-hifa ekstemal a:kan menyerap logam-Iogam berat dalam tanah.

Aplikasi ganda rhizobium dan FMA pada tanaman legum menghasilkan simbiosis mutualisma riga pihak. 2. Produksi tanaman pertanian yang mengandaikan bahan kimia berasal dari luar agro-ekosistem semakin hari akan semakin mahal karena ketersedian bahan baku pupuk dari sumberdaya alam tidak terbarukan dan menimbulkan dampak negatif terhadap. 3. . Hasil penelitian ini belum konsisten.Manfaat lain FMA yang menginfeksi tanaman legum akan rnembentuk hifa eksternal yang berperan sebagai "bridge hypha" . dan tanaman legum. Mikroorganisme tanah seperti Rhizobium dan HvlA dapat diandalkan dalam penyediaan unsur-unsur yang diperlukan untuk perrumbuhan tanaman dan ketahanan tanaman . 47 .fulgkungan dan kesehatan manusia. sehingga kemanfaatan N2 tidak perlu menunggu sampai musim kedua. oleh karena itu perlu untuk diteliti dalam banyak aspek. J. Kesimpulan 1. membangun kesuburan tanah. rnentransfer N2 fiksasi ke tanaman non legum pada sistem tutnpangsari. yaitu FMA rhizobium. dan remediasi tanah.

Mycorrhizal Functioning. Franklin P. .. Nodulasi. Mikrobiologi Tanah II.H. Dite1jemahkan oleh· Djoko Marsonodan Oemi Hani'in Soeseno. Jakarta.Aguilar. 1996. Go Ban Hong. Amin Diha. Interaction Between Mycorrhizal Fungi and Other Rhizosphere Microorganism. Program Pascasarjana Unpad. Penerbit Universitas Lampung. Nurhajati Hakim. Pemasyarakatan dan Perkembangannya. UI-Press. 1995. M. Bandung. Diet1Jcmahkan· oleh Herawaci Susilo. 1991. dan Yaw Setiadi. dan Roger L. New York.M. Yogyakarta. dan Hasil Tiga Kultivar Kedelai (Glicine max (L. M. M. 1989. Bogor. Brent Pearce. Baker Frederick S..Kanisius. Bandung.Daftar Pus taka Azcon. Thesis. Theodore W Daniel. Tedja Imas.Gadjah Mada Press. Agustin Widya Gunawan. Barea . 48 . C and J. Mitchell . Cecep Hidayat. Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta. and John A. Helms. Rusdi Saul.M. 2002. A. Pertumbuhan. Gardner. Sutopo Ghani Nugroho. Chapman and Hill Inc. dan H.) Merr yang Diiokulasi Rhizoplus d~n Mikoriza Vesikula Arbuskula pada Ultisol asaIJ atinangor. Lubis. Fisiologi Tanaman Budidaya. PAU Bioteknologi IPB. Allen (ed). Yusuf Nyakpa. Routledge. Ratna Sri Hadioetomo. Serapan N dan P. In Michael F.1992. Prinsip-Prinsip Silvikultur. Rachman Sutanto. R. Bailey.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful