BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG Biomassa adalah cadangan energi alamiah yang dihasilkan dari proses

fotosintesis atau aktivitas metabolik organisme. Energi yang terkandung dalam biomassa tersimpan dalam bentuk “energi kimia” dalam ikatan karbon dan hidrogen, (IEA Bioenergy, 2009). Potensi energi yang tersimpan dalam sumber daya biomassa ini merupakan peluang sekaligus tantangan khususnya bagi para ilmuan dalam rangka revitalisasi dan diversifikasi sumber energi alternatif (biomassa, energi matahari, energi angin, dan gelombang) selain sumber fosil dan batu bara. Produk energi yang dapat dikembangkan dari biomassa dapat dikemas dalam bentuk padatan (chips, pellets, charcoal, etc), cair (biodiesel, bioethanol, etc), dan gas (biogas, synthesis gas, hydrogen, etc), yang dapat diaplikasikan dalam bentuk; Heat and/or power, liquid fuels, dan Gaseous fuels, (Windt, 2010; IEA Bioenergy, 2009, Wallace, 2008, dan Gercel & Gercel, 2006). Disamping itu sumber daya biomassa juga dapat dikonversi menjadi berbagai jenis bahan kimia intermediet yang benilai tinggi dan marketable. Sumber daya biomassa dapat berupa dan atau berasal dari residu hutan (forest residue), sisa pertanian dan atau perkebunan (agriculture residue), dan termasuk bahan sisa dari aktivitas rumah tangga (solid municipal waste), serta

dimana tiap-tiap biomassa akan memiliki karakterisitik kandungan energi yang berbeda-beda bergantung pada komposisi elemen prinsip pembentuk energi tersebut. konversi psiko-kimia (physicochemical conversion). Konsep biorefinery ini sejatinya adalah konsep tiruan dari konsep petroleum refinery yang mengkonversi sumber daya fosil menjadi aneka produk energi dan bahan kimia. Perbedaannya terletak pada jenis dan karakteristik bahan baku yang digunakan. sebagai komponen utama peyusun biomassa-yang saling terikat satu sama lain-dalam bentuk selulosa (gula C5). Karbon (C). Konversi termokimia (thermochemical conversion).biomassa akuatik. dan konversi biologi menggunakan mikroorganisme (biological conversion route use living micro-organism). terdapat tiga jalur utama konveri biomassa yaitu. Berdasarkan sifat karakterisitik alamiah biomassa (physical nature and chemical composition of feed stock). Hydrogen (H). dan Oksigen (O). dan Lignin. hemiselulosa (Gula C6). Dengan kata lain biorefinery adalah sebuah gagasan konsep yang menggabungkan berbagai metode konversi biomassa (biotechnology dan chemical conversion) sedemikian rupa sehingga menghasilkan aneka-multi produk berdaya guna dan bernilai tambah. (IEA . Adanya perbedaan karakteristik energi pada biomassa ini kemudian menjadi bahan pertimbangan utama bagi penentuan/pemilihan metode dan atau teknologi konversi biomassa menjadi aneka produk energi dan atau produk lain yang memiliki nilai tambah. Biorefinery merupakan konsep yang dapat diaplikasikan dalam rangka konversi biomassa menjadi aneka produk yang berdaya guna dan bernilai tambah. merupakan elemen prinsip pembentuk energi pada biomassa.

dan lain sebagainya). obat-obatan. guaiakol (Guaiacols). makanan. seperti kelompok senyawa aldehid (Aldehydes). Levulinic Acid. dan air kelapa juga merupakan bahan dasar potensial uyang dapat diolah menjadi aneka produk. 2006. 2006). Padahal secara morfologi bagian lain dari buah kelapa seperti serabut. tempurung. keton (Ketones). etc. bahan kimia. terutama pada pemanfaatan daging buah saja. 2009. yang merupakan tanaman asli Indonesia sejauh ini masih dimanfaatkan secara parsial. Asam (Acids). gula (Sugars). . serta Aspartic Acid. Itaconic Acid. and Xylitol. Dermirbas et al. 2004). 2009). Produk atau hasil Konversi Termokimia (KT) biomassa kayu dan atau kayu-kayuan (woody). Gambar satu berikut ini adalah penampang membujur morfologi buah kelapa.. Glutamic Acid. dan senyawa penolik (phenolic). Piran (Pyrans). Kelapa misalnya. (Meindersma. murzin. (Werpy & Petersen. Windt. Glucaric Acid. dan bahan sisa dari aktivitas rumah tangga. Glycol. adalah produk yang dipilih dalam penelitian ini. Beberapa peneliti melaporkan bahwa produk KT biomassa disamping dapat dikonversi menjadi energi juga merupakan sumber bahan-bahan kimia (chemicals) potensial. merupakan sumber daya yang hingga saat ini belum mengalami proses revitalisasi dan diversifikasi dalam kontek biorefinery. serta biomassa akuatik). Di Indonesia sendiri sumber daya biomassa (baik berupa residu hutan. untuk kemudian dikaji arah pengembangannya sebagai bentuk implementasi konsep biorefinery yang menekankan pada konversi biomassa menjadi aneka produk yang bernilai tambah (termasuk produk energi. 2010. Siringol (Syringols).Bioenergy. furan (Furans). sisa pertanian dan atau perkebunan.

tempurung kelapa juga memliki sifat ”thermolitic and Specific thermal degradation behavior. Siringol (Syringols). guaiakol (Guaiacols). dan lignin. Penampang membujur morfologi buah kelapa Tempurung kelapa adalah jenis biomassa yang masuk dalam kategori kayu-kayuan (Woody) yang juga tersusun atas selulosa. 1970). 2009. 1970) akan mengalami degradasi termal pada proses KT. dan senyawa penolik (phenolic). Gamabar 1. 5. Piran (Pyrans). Mesocarp (Sabut). Asam (Acids).Secara morfologis buah kelapa tersusun atas lima bagian yaitu : 1. furan (Furans). gula (Sugars). Coconut Water (Air buah). Endocarp (Tempurung). Exocarp (kulit bagian luar). Seperti halnya biomassa dari jenis kayu (wood biomas). 2010. keton (Ketones).” (Tonbul. . 2008). Diharapkan hasil atau produk degradasi termal tempurung kelapa ini mengandung senyawa-senyawa kimia potansial seperti halnya produk degradasi termal biomassa lainnya yang kaya akan senyawasenyawa seperti aldehid (Aldehydes). hemiselulosa. Windt. dan lignin yang merupakan penyusun utamanya (woodroof. hemiselulosa. 3. (Woodroof. dimana Selulosa. Endosperm/kernel (daging buah). Dermirbas et al. (Meindersma. 4. 2.

serta Aspartic Acid. 2006). Glutamic Acid. maka pada penelitian ini akan dilakukan beberpa langkah pengujian untuk mengetahui: 1. Kelompok senyawa apakah yang merupakan komponen terbesar dan atau utama pada produk pirolisis tempurung kelapa tersebut? . and Xylitol. Metode kajian dan pengembangan produk degradasi temal tempurung kelapa ini didasarkan pada sifat fisiko kimiawi produk degradasi termal tersebut.. Kelompok senyawa apakah yang terdapat dalam produk cair pirolisis tempurung kelapa? 2. tahapan berikutnya adalah mempelajari dan atau mengkaji metode alternatif yang mungkin dilakukan dalam rangka pengembangan produk cair konversi termal tempurung kelapa (PCKT2K). Glycol.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan apa yang telah diuraikan sebelumnya dengan memanfaatkan sifat fisiko-kimiawi produk konversi termal biomassa tempurung kelapa. 1. Setelah melalui beberapa tahapan seperti identifikasi dan isolasi kelompok-kelompok senyawa yang terdapat dalam Produk degradasi temal tempurung kelapa.2006. (Werpy & Petersen. Glucaric Acid. menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi dari produk awal (semula) atau sebaliknya yaitu menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih rendah dari sebelumnya. etc. 2004). Itaconic Acid. Levulinic Acid. murzin.

berdasarkan persen kelimpahannya. Kemanakah arah pengembangan alternatif produk cair konversi termal tempurung kelapa tersebut dalam konteks biorefinery.3. . untuk peningkatan nilai tambah produk tersebut? 1. Apakah metode ekstraksi pelarut dapat digunakan untuk mengisolasi komponen senyawa utama produk cair konversi termal tempurung kelapa tersebut beserta turunannya? 3. dan mengelompokkan komponen-komponen senyawa utama beserta turunannya yang dapat diisolasi dan diperkaya (enrichmen) pada proses selanjutnya.2. Menentukan rendemen yang dapat diperoleh dari langkah No. apakah metode ekstraksi pelarut dapat digunakan untuk mengisolasi komponen senyawa utama beserta turunannya pada produk cair tersebut? 4. Berapakah rendemen yang dapat diperoleh dari proses ekstraksi pelarut terhadapa komponen senyawa utama produk cair konversi termal tempurung kelapa tersebut? 5.3 TUJUAN PENELITIAN 1. Berdasarkan sifat fisiko kimiawinya. sebagai indikasi terhadap efektivitas metode ekstraksi yang dilakukan. 2. Mengidentifikasi komponen senyawa yang terdapat pada produk cair konversi termal tempurung kelapa.

1. .4. Mempelajari dan atau mengnkaji metode alternatif yang mungkin dilakukan dalam rangka pengembangan produk cair konversi termal tempurung kelapa (PCKT2K) (catatan: metode pengembangannya dikaji berdasarkan sifat fisiko kimiawi asap cair tersebut). dengan mengidentifikasi dan mengisolasi komponen senyawa utama yang dilanjutkan dengan proses isolasi dan pengayaan komponen senyawa tersebut.4 MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan-masukan ilmiah tentang arah pengembangan produk cair konversi termal tempurung kelapa dalam konteks biorefineri untuk peningkatkan nilai tambah produk cair konversi termal tempurung kelapa.

:.3 80-0:23.9 /.8 902.43.3 202.3 907/.7.5.7 /..5.. 9.3 90.  075 !0907803    $090. 802:. 9025:7:3 0..7 574/: .8.5.5..89072.9 184 2.5. ..3.3 574/: /07.5.503:..9: 203.85..: 203.3/94 09.. 574/: 43./ 574/: /03..3 0-   93 /.5.::9./.3.:   04254 803.3 .2.9 /.4 .5.2-.5./. 9.9...9. /03.31.: -0-07..8 902.:.81.5.  9.3.7 574889025:7:30. .79.9.50309.3 /. . !%  203..5. 3 //.2.91 . 2:73   8079. 2094/0 ./. .3. .  .. .9.  2. 50302-.5.5. 094/0 .3 3. 9025:7:3 0....3 574/: . 9025:7:3 0..3 -07:93..3 ./.2 !74/: /07..574/:574889025:7:30.3:39: 20309.7.3 907/.. .:3.9073./ :9.078 9072. .33./574/:/03..8.2 7./ ./.078 9072.8 /.3/.3 /.574/:/07.7.30-703/.   04254 803.3-0-075.5. 20../ 9.91842. .90780-:9     #&&$$ 07/.88.7 43.3./.5. ./ :..3 81. 20250.3 4254303 907-08.780-0:23.33..3.35...3 2:33 /.9./.3 50302-./ 0.2 574/: .7 /.90780-:9 . /:7.2-../. -42.: 80-.3 84.3 207:5..5.3 805079 /0391.8 04254 04254 803. 9025:7:3 0.

3 81.  /..5 0109. 574/: .  .743./.9 5.8 4254303 803.5.-08079.8 50.3  .5.574/:...2. 2094/0 0897.3:93. 4254303 803.5.7 43.5.8 .:9.3 703/0203 ./.9 /:3.3. 9025:7:30. :9.3 .....2.5.3 /..  07/.9:7:3.5.5.90780-:9/. 9025:7:3 0. 2094/0 0897..3 /.9 /50740 /.9073.574/:90780-:9    %&&!%   03/0391.   03039:.90780-:9-08079.8 2094/0 0897.8. :9.3 20304254. :9.078 9072.. .7 .33..90780-:9   02.  -07/.8/.:.3..3/507.33.7 574808 0897. .078 9072.7:9 /.3 /.9 /:3. 50302-.078 9072.5..5.84254303803.8 907..5. 037.7.9.9./.7 43.8.9025:7:30.9 /50740 /.9/84.7:9 907.5.8 50./.3507803025. 4   80-.. 9:7:3..203 5.7 43.3 :39: 20384.3 :39: 20384.9:7:3.8 4254303 803.0789072.2.790780-:9   07.8 50.7.243908-4701307 :39: 5033.3.2. 3/.7:9 /.33./..5..3 /.33.9.91 574/: .5.. -08079. .7.2-.3.57480880.9 184 2.574/:.    5..3 4254303 4254303 803. 703/0203 . 574/: .5.9025:7:30.3 907/.33.

3 2:33 /..5.2-.3. 9.7.3 2..8 4254303 803./.3 503.3 574/: .7 43.3 /.7 90780-:9     %!% !0309.33.3 /03.3 2. 9039.3 3 /..078 9072.078 9072. /.3 . 9025:7:3 0.. !%  .7. .3 203/0391.9073.25: 202-07. 574/: . 9025:7:3 0.8 /.8:.  0250.: 2033.3  . :9.9.3 574/: .3 4254303803.3. 50302-.  /03.91842. 9025:7:3 0.3 20384.9..3 2094/0 50302-.8 /.7 43.3:9.....3.2 7.8.-07/.8:.9.8...7 /.5.90780-:9         .381.3 3.5.9...7 43.3 2. 2094/0 . 50302-.91 .5.078 9072.2.:.7.3 /.3 574808 84.5.3.2 43908 -4701307 :39: 5033.3  2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful