I

DIKLAT PEMBENTUKAN AUDITOR TERAMPIL

SAKN I
KODE MA : 1.140

SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA I

2007
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN EDISI KEENAM

I

Judul Modul

: Sistem Administrasi Keuangan Negara I

Penyusun Perevisi I Perevisi II Perevisi III Perevisi IV Perevisi V Pereviu Editor

: : : : : : : :

Djedje Abdul Aziz, S.H. dan Drs. Sigit Edi Surono Djedje Abdul Aziz, S.H. dan Drs. Sigit Edi Surono Drs. Achmad Sadji, M.M. Djedje Abdul Aziz, S.H. Drs. Soeharto Drs. Djamil Djalil dan Wakhyudi, Ak., M. Comm. Drs. Sura, M.B.A. F. Titik Oktiarti, Ak.

Dikeluarkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP dalam rangka Diklat Sertifikasi JFA Tingkat Anggota Tim Terampil
Edisi Pertama Edisi Kedua (Revisi Pertama) Edisi Ketiga (Revisi Kedua) Edisi Keempat (Revisi Ketiga) Edisi Kelima (Revisi Keempat) Edisi Keenam (Revisi Kelima) : : : : : : Tahun 1998 Tahun 2000 Tahun 2002 Tahun 2004 Tahun 2006 Tahun 2007

ISBN 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) ISBN 979-95661-8-5 (jilid 1)

N 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) 5661-9-3 (jilid 2)

Dilarang keras mengutip, menjiplak, atau menggandakan sebagian atau seluruh isi modul ini, serta memperjualbelikan tanpa izin tertulis dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP.

I

. UMUM.19 BAB III PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA........................................................................ 34 BAB IV PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN............................ PENGURUSAN KHUSUS/KEBENDAHARAAN/KOMPTABLE ........................ ....................... 52 B.............................. 52 A.................. 5 REFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN ................... 3 E............................. 4 BAB II A............................................................... METODOLOGI PEMELAJARAN ..................................................................................... E.................... STRUKTUR APBN............................................................................................................. PENGURUSAN UMUM ATAU PENGURUSAN ADMINISTRASI.. 17 LATIHAN SOAL........................................ 49 BAB V PELAKSANAAN APBN.................................. LATAR BELAKANG ........................................ 54 C......................... 47 E.......................................................................................................................................................... DESKRIPSI SINGKAT .............. 21 B.................................. LATIHAN SOAL.................................... 36 B......................................................... 7 KEUANGAN NEGARA........ RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL)..... RUANG LINGKUP DAN ASAS UMUM PERBENDAHARAAN NEGARA................................................... 5 SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA ........ TUJUAN PEMELAJARAN KHUSUS............................................................... KEUANGAN NEGARA DAN PERBENDAHARAAN NEGARA ..... 31 E................................. C.................... 2 C...................... 25 D............. TUJUAN PEMELAJARAN UMUM .....................Sistem Administrasi Keuangan Negara I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................. 36 A............... 40 C.............................................................................. KEWENANGAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA ....................... 1 B............................................................................................................................................................................................................................ D................................... 55 Pusdiklatwas BPKP.......Tahun 2007 ii .............. 43 D................................................ii BAB I PENDAHULUAN .................................. RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) ......................................................... LATIHAN SOAL ............... B..................... PELIMPAHAN KEWENANGAN... PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA .. 23 C................................................................................................. 2 D.................................... 1 A.........................................i DAFTAR ISI ..... 12 PERBENDAHARAAN NEGARA ....... 21 A...... UMUM........

F....................................................................................... 81 F........................ E.............................................................................................. LATIHAN SOAL...... 66 PENGELOLAAN BADAN LAYANAN UMUM ...... 94 E.............................. 97 DAFTAR PUSTAKA ....... 59 PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG .................. J...... K...... 63 PENGELOLAAN INVESTASI.... KETENTUAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENGENAAN GANTI KERUGIAN NEGARA .. 70 PENATAUSAHAAN APBN........... UMUM................. SANKSI ADMINISTRATIF...................................................................................................... PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA............................... LATIHAN SOAL............................................ LAPORAN KINERJA KEUANGAN............. MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ............................................................ PENGELOLAAN UANG............................................. 66 PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA....................................................................................................................................... 100 Pusdiklatwas BPKP..... H....... 73 LATIHAN SOAL ................................... 72 PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH................ 79 D.....................................................................83 G.... REVIU INTERN LAPORAN KEUANGAN........................................................ 76 B.......... PERLAKUAN TERHADAP PEJABAT YANG TERLIBAT KKN…...... G................................. 76 A................................................................................ PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA ...... PEJABAT YANG BERHAK MENGENAKAN SANKSI..................... 91 D..... 74 BAB VI PERTANGGUNGJAWABAN & PEMERIKSAAN PELAKSANAAN APBN........................Sistem Administrasi Keuangan Negara I D.........96 F................................................................................................ 80 E........... I................................ 87 A................... LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH ... DAN GANTI RUGI .......................................................... 87 B................................ 77 C....................................................................................... 90 C.......................................... KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADINISTRATIF ...85 BAB VII KETENTUAN PIDANA.......................................Tahun 2007 iii .................

Dalam perkembangannya. maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis. APBN telah menjadi instrumen kebijakan multi fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. Dalam periode itu pula telah dikeluarkan berbagai peraturan pemerintah. sistem pengelolaan anggaran negara di Indonesia terus berubah dan berkembang sesuai dengan dinamika manajemen sektor publik. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. LATAR BELAKANG Peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Sektor Publik menjadi semakin signifikan.Tahun 2007 1 . Hal tersebut terutama terlihat dari komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan kepada masyarakat. Pusdiklatwas BPKP. anggaran terpadu dan kerangka pengeluaran jangka menengah pada tahun anggaran 2005 dan 2006. dan UU No. sehingga masih banyak terjadi multi tafsir dalam implementasi di lapangan. UU No. Ternyata masih banyak kendala yang dihadapi. Sebagai sebuah sistem. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Dengan keluarnya tiga paket perundang-undangan di bidang keuangan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB I PENDAHULUAN A. peraturan menteri keuangan. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. agar fungsi APBN dapat berjalan secara optimal. Pemerintah telah menerapkan pendekatan anggaran berbasis kinerja. terutama karena belum tersedianya perangkat peraturan pelaksanaan yang memadai. pengelolaan anggaran negara telah mengalami banyak perkembangan. Oleh karena itu. yaitu UU No.

peserta diharapkan mampu menjelaskan: 1. Pusdiklatwas BPKP. proses pemelajaran dapat menjadi lebih baik. serta reformasi pengelolaan anggaran negara. Hal ini akan sangat membantu para peserta diklat untuk memahami secara lebih mudah materi peraturan yang baru. B. 2.Tahun 2007 2 . proses pengurusan keuangan negara. modul Sistem Administrasi Keuangan Negara perlu direvisi dan disempurnakan. ordonator. pengelompokan keuangan negara. karena dalam modul ini peraturanperaturan tersebut sudah dikemas secara lengkap walau secara garis besar. pelimpahan wewenang dari presiden kepada para pejabat pengelola keuangan negara. Diharapkan dengan terbitnya revisi modul ini. peran para pejabat pengelola keuangan negara selaku otorisator. pengertian dasar Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara. Dalam rangka merespon perubahan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara itu.Sistem Administrasi Keuangan Negara I peraturan dirjen dan sebagainya guna menutup kelemahan-kelemahan tersebut. C. TUJUAN PEMELAJARAN KHUSUS Setelah mengikuti mata diklat Sistem Administrasi Keuangan Negara I ini. asas-asas umum dan ruang lingkup keuangan negara. TUJUAN PEMELAJARAN UMUM Setelah mengikuti mata diklat ini para peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan sistem administrasi keuangan negara dalam rangka pengawasan keuangan negara. Modul Sistem Administrasi Keuangan Negara I ini diberikan pada Diklat Sertifikasi JFA tingkat Pembentukan Auditor Terampil selama 20 jam pelatihan.

5. ketentuan lain yang berkaitan dengan pengenaan ganti rugi. UU No. dasar-dasar pengelolaan anggaran negara yang meliputi ruang lingkup. pertanggungjawaban pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. D. mekanisme dan penyusunan anggaran berbasis kinerja. dan perlakuan terhadap pejabat yang terlibat KKN. sejak penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). dan pejabat pengurus barang. serta pelaksanaan APBN yang meliputi pengelolaan pendapatan dan belanja negara. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. barang milik negara dan penatausahaan APBN. diantaranya UU No. menguraikan pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal. 3. bendahara pengeluaran. bendahara penerimaan. penyelesaian kerugian. 4. ketentuan yang berkaitan dengan pelanggaran/perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Negara (RKA-KL). dan kewenangan pejabat perbendaharaan negara.Tahun 2007 3 . Kebijakan dan kegiatan APBN Pusdiklatwas BPKP. asas umum perbendaharaan. utang dan piutang. investasi. DESKRIPSI SINGKAT Sistem administrasi keuangan negara diatur dengan berbagai ketentuan. 6. sampai dengan penetapannya oleh lembaga legislatif. dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Modul ini Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. serta proses penuntutan ganti rugi yang meliputi pejabat yang mengenakan sanksi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bendahara umum negara. yaitu terkait dengan kebijakan dan kegiatan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). uang.

Metode pemelajaran yang digunakan meliputi ceramah. pertanggungjawaban pertanggungjawaban anggaran. dan Ganti Rugi Bab VI METODOLOGI PEMELAJARAN Agar peserta dapat memahami secara optimal sistem administrasi keuangan negara.Tahun 2007 4 . sebagai unsur dari siklus pengelolaan anggaran. diskusi. Dengan pendekatan ini. Uraian juga mencakup pengertian-pengertian.Sistem Administrasi Keuangan Negara I yang diuraikan adalah sejak dari perencanaan anggaran. : Ketentuan Pidana. peserta dipacu untuk berpartisipasi secara aktif melalui diskusi kelas mengenai substansi SAKN serta perubahan-perubahan mendasar yang ada pada peraturan perundang-undangan yang baru. yaitu: Bab Bab Bab Bab Bab I II III IV V : Pendahuluan : Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara : Pengurusan Keuangan Negara : Penyusunan dan Penetapan APBN : Pelaksanan APBN : Pertanggungjawaban dan Pemeriksaan Pelaksanaan APBN Bab VII E. Materi dalam modul ini terdiri dari 7 (tujuh) bab. Sanksi Administratif. Selain itu. pemeriksaan pelaksanaan anggaran. dan latihan mengerjakan soal serta membahas kasus. Pusdiklatwas BPKP. asas. maka proses belajar mengajar menggunakan pendekatan andragogi. modul ini juga menguraikan sanksi terhadap pelanggaran ketentuan yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara. penyusunan dan penetapan pelaksanaan anggaran. dan prinsip yang mendasari kegiatan pengelolaan anggaran. pelaksanaan dan anggaran.

pengorganisasian.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB II KEUANGAN NEGARA DAN PERBENDAHARAAN NEGARA Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. pengarahan. dan keadilan sosial. asas-asas umum dan ruang lingkup keuangan negara. pengelompokkan keuangan negara. dan pengendalian di bidang keuangan harus dilakukan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. Ikut serta mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Dalam pengelolaan keuangan negara. Mencerdaskan kehidupan bangsa. SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA Menurut Stoner dan Winkel (1987). pengorganisasian. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan siklus pengelolaan keuangan negara. pengertian dasar keuangan negara dan perbendaharaan negara. perdamaian abadi. manajemen adalah proses perencanaan. reformasi pengelolaan anggaran negara. Memajukan kesejahteraan umum. fungsi perencanaan. A. pengarahan. Pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. yaitu: Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.Tahun 2007 5 . dan pengendalian kegiatan-kegiatan anggota-anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pusdiklatwas BPKP.

pembahasan mengenai keuangan negara lebih difokuskan pada fungsi pengorganisasian. pengarahan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dalam pengelolaan keuangan negara.Tahun 2007 6 . dan pengendalian merupakan suatu siklus yang dapat digambarkan sebagai berikut : SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA Tujuan Bernegara SPPN SPPN UU 25/2004 Planning Controlling UU 15 . Sedangkan fungsi Pusdiklatwas BPKP. Akan tetapi. fungsi perencanaan. pengorganisasian.2004 Partisipasi Transparansi Akuntabilitas Organizing UU 17 . fungsi perencanaan yang diatur dalam UndangUndang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional tidak dibahas secara rinci.2004 Dalam modul ini.2003 SAKN Actuating UU 1 . dan pengendalian sesuai dengan ketentuan undang-undang di bidang keuangan negara. pengarahan.

Agar fungsi perencanaan dan pengawasan dapat berjalan dengan baik. yang dalam pembahasan berbagai literatur sering disebut anggaran negara atau anggaran sektor publik. yaitu sistem penganggaran dengan pendekatan New Public Management (NPM). Sistem perencanaan anggaran negara pada saat ini telah mengalami perkembangan dan perubahan sesuai dengan dinamika manajemen sektor publik dan tuntutan yang muncul di masyarakat.Sistem Administrasi Keuangan Negara I perencanaan keuangan negara dibahas pada materi penyusunan dan penetapan APBN. perencanaan anggaran negara telah mengalami banyak perkembangan. Sebagai sebuah sistem. REFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran negara sebagai alat perencanaan kegiatan publik yang dinyatakan dalam satuan mata uang (rupiah) sekaligus dapat digunakan sebagai alat pengendalian. Hal tersebut terutama terlihat dari komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan kepada masyarakat yang diharapkan.Tahun 2007 7 . B. birokratis. telah terjadi perubahan manajemen sektor publik yang cukup drastis dari sistem manajemen tradisional yang terkesan kaku. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM) Sejak pertengahan tahun 1980-an. 1. dalam perkembangannya telah menjadi instrumen kebijakan multi-fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. dan hierarkis menjadi model manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi Pusdiklatwas BPKP. maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis.

dan kompetisi tender. pemerintahan katalis (fokus pada pemberian arahan bukan produksi layanan publik).Tahun 2007 8 . c. bukan pada kebijakan. bukan birokrasi). pemerintah yang berorientasi hasil (membiayai hasil bukan masukan). Model NPM berfokus pada manajemen sektor publik yang berorientasi pada kinerja. Paradigma baru yang muncul dalam manajemen sektor publik tersebut adalah pendekatan New Public Management (NPM). d. pemerintah yang kompetitif (mendorong semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan publik). e. pemerintah milik masyarakat (lebih memberdayakan masyarakat dari pada melayani). Salah satu model pemerintahan di era NPM adalah model pemerintahan yang diajukan oleh Osborne dan Gaebler (1992) yang tertuang dalam pandangannya Government”. f. Perspektif baru pemerintah menurut tersebut adalah: a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I pasar. pemerintah yang digerakkan oleh misi (mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi digerakkan oleh misi). pemerintah berorientasi pada pelanggan (memenuhi kebutuhan pelanggan. tetapi perubahan besar yang telah mengubah peran pemerintah terutama dalam hal hubungan antara pemerintah dan masyarakat. diantaranya adalah tuntutan untuk melakukan efisiensi. b. Perubahan tersebut bukan sekedar perubahan kecil dan sederhana. Penggunaan paradigma baru tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi pada pemerintah. pemangkasan biaya (cost cutting). Osborne dan Gaebler yang dikenal dengan konsep “Reinventing Pusdiklatwas BPKP.

muncul beberapa teknik penganggaran sektor publik. pemerintah wirausaha (mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar membelanjakan). and Budgeting System (PPBS) Uraian lebih lanjut teknik penganggaran tersebut adalah sebagai berikut: Pusdiklatwas BPKP. 2. i.Tahun 2007 9 . Seiring dengan perkembangan tersebut. h. antara lain: a. Perubahan Pendekatan Anggaran Negara Reformasi sektor publik yang salah satunya ditandai dengan munculnya era New Public Management telah mendorong upaya di berbagai negara untuk mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam perencanaan anggaran negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I g. Teknik Anggaran Kinerja (Performance Budgeting) b. Munculnya konsep New Public Management (NPM) pada yang antisipatif (berupaya mencegah daripada berpengaruh langsung terhadap konsep anggaran negara umumnya. Planning. Zero Based Budgeting (ZBB) c. Programming. pemerintah mengobati). dan j. Salah satu pengaruh itu adalah terjadinya perubahan sistem anggaran dari model anggaran tradisional menjadi anggaran yang lebih berorientasi pada kinerja. pemerintah berorientasi pada mekanisme pasar (mengadakan perubahan dengan mekanisme pasar/sistem insentif dan bukan mekanisme administratif/sistem prosedur dan pemaksaan). pemerintah desentralisasi (dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja).

Penyusunan anggaran dengan menggunakan konsep ZBB dapat menghilangkan kelemahan pada konsep incrementalism dan line item karena anggaran diasumsikan mulai dari nol (zero base). b. Zero Based Budgeting ( ZBB ) Konsep Zero Based Budgeting dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada sistem anggaran tradisional. serta penentuan indikator kinerja yang digunakan sebagai tolok ukur dalam mencapai tujuan program yang telah ditetapkan. anggaran Untuk kinerja mengimplementasikan tersebut. Sistem penganggaran kinerja pada dasarnya merupakan sistem yang mencakup kegiatan penyusunan program dan tolok ukur kinerja sebagai instrumen untuk mencapai tujuan dan sasaran program. Pendekatan ini sangat menekankan pada konsep value for money dan pengawasan atas kinerja output. khususnya kelemahan karena tidak adanya tolok ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik.Tahun 2007 10 . Kegiatan tersebut mencakup pula penentuan unit kerja yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program.Sistem Administrasi Keuangan Negara I a. dilengkapi dengan teknik analisis antara biaya dan manfaat. Penerapan sistem anggaran kinerja dalam penyusunan anggaran dimulai dengan perumusan program dan penyusunan struktur organisasi pemerintah yang sesuai dengan program tersebut. Pusdiklatwas BPKP. Teknik Anggaran Kinerja (Performance Budgeting) Pendekatan kinerja disusun untuk mengatasi berbagai kelemahan yang terdapat dalam anggaran tradisional. Pendekatan ini juga mengutamakan mekanisme penentuan prioritas tujuan serta pendekatan yang sistematik dan rasional dalam proses pengambilan hal-hal keputusan.

Item anggaran yang sudah tidak relevan dan tidak mendukung pencapaian tujuan organisasi dapat hilang dari struktur anggaran. PPBS memberikan kerangka untuk membuat pilihan tersebut.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Penyusunan anggaran yang bersifat incremental mendasarkan besarnya realisasi anggaran tahun ini untuk menetapkan anggaran tahun depan. yaitu pengelompokan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Programming. atau mungkin juga muncul item baru. c. Pusdiklatwas BPKP. Sistem anggaran PPBS tidak mendasarkan pada struktur organisasi tradisional yang terdiri dari divisi-divisi. Planning. Hal tersebut disebabkan sumber daya yang dimiliki pemerintah sangat terbatas jumlahnya. Dalam keadaan tersebut pemerintah dihadapkan pada pilihan alternatif keputusan yang memberikan manfaat paling besar dalam pencapaian tujuan bernegara secara keseluruhan. sedangkan tuntutan masyarakat tidak terbatas jumlahnya. yaitu dengan menyesuaikan tingkat inflasi atau jumlah penduduk. PPBS adalah salah satu model penganggaran yang ditujukan untuk membantu manajemen pemerintah dalam membuat keputusan alokasi sumber daya secara lebih baik. Dengan ZBB. seolah-olah proses anggaran dimulai dari hal-hal yang baru sama sekali. namun didasarkan pada kebutuhan saat ini. and Budgeting System (PPBS) PPBS merupakan teknik penganggaran yang didasarkan pada teori sistem yang berorientasi pada output dan tujuan dengan penekanan utamanya pada alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi. namun berdasarkan program. ZBB tidak berpatokan pada anggaran tahun lalu untuk menyusun anggaran tahun ini.Tahun 2007 11 .

yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. bukan sekedar input.Tahun 2007 12 . 8) adanya pengawasan kinerja. subjek. output. 4) berjangka panjang. C. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dinyatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam merumuskan Keuangan Negara adalah dari sisi objek. dan tujuan. KEUANGAN NEGARA 1. 5) spesifikasi tujuan dan urutan prioritas. dan outcome. 3) proses pengambilan keputusan yang rasional. 6) analisis total cost and benefit (termasuk opportunity cost). 2) terintegrasi dan lintas departemen. Pengertian Keuangan Negara Definisi keuangan negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang. proses. Dari sisi objek. maupun berupa barang yang dapat Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Pendekatan baru dalam sistem anggaran negara tersebut menurut Mardiasmo. 7) berorientasi pada input. serta segala sesuatu baik berupa uang. dalam bukunya Akuntansi Sektor Publik cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) komprehensif/komparatif.

Keuangan Negara meliputi seluruh kebijakan. Pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal meliputi kebijakan dan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan Pusdiklatwas BPKP. perusahaan negara/daerah.Tahun 2007 13 . yaitu: pemerintah pusat. subbidang pengelolaan moneter. Dengan demikian. dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara. pemerintah daerah. b. yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi seluruh subjek yang memiliki/menguasai objek sebagaimana tersebut di atas. Dari sisi proses. Dari sisi subjek. terlihat bahwa hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang diperluas cakupannya. kegiatan dan hubungan hukum yang berkaitan dengan pemilikan dan/atau penguasaan objek sebagaimana tersebut di atas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara. Pengelompokkan Keuangan Negara Berdasarkan pengertian keuangan negara dengan pendekatan objek. bidang pengelolaan keuangan negara dapat dikelompokkan dalam: a. dan c. subbidang pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. Keuangan Negara mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan objek sebagaimana tersebut di atas mulai dari perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan sampai dengan pertanggunggjawaban. 2. Dari sisi tujuan. subbidang pengelolaan fiskal. yaitu termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan.

pengesahan anggaran oleh DPR. Pengelolaan keuangan negara subbidang kekayaan negara yang dipisahkan berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan di sektor Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD) yang orientasinya mencari keuntungan (profit motive). dimana keuangan negara mencakup kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. pengertian keuangan negara dapat dibedakan antara: pengertian keuangan negara dalam arti luas. Pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan moneter berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter baik dalam maupun luar negeri. Pembahasan lebih lanjut dalam modul ini dibatasi hanya pada pengertian keuangan negara dalam arti sempit saja yaitu subbidang pengelolaan fiskal atau secara lebih spesifik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).Sistem Administrasi Keuangan Negara I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai dari penetapan Arah dan Kebijakan Umum (AKU). pelaksanaan anggaran. penyusunan anggaran oleh pemerintah. Sedangkan pengertian keuangan negara dalam arti sempit hanya mencakup pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal saja. Pengertian keuangan negara dalam arti luas pendekatannya adalah dari sisi objek yang cakupannya sangat luas. Pusdiklatwas BPKP. Berdasarkan uraian di atas. penetapan strategi dan prioritas pengelolaan APBN. pengawasan anggaran. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. penyusunan perhitungan anggaran negara (PAN) sampai dengan pengesahan PAN menjadi undang-undang. dan pengertian keuangan negara dalam arti sempit.Tahun 2007 14 .

seperti asas tahunan. anggaran merupakan anggaran bruto. Aturan pokok Keuangan Negara telah dijabarkan ke dalam asas-asas umum. asas kesatuan. Penjelasan dari masing-masing asas tersebut adalah sebagai berikut. memberikan persyaratan bahwa anggaran negara dibuat secara tahunan yang harus mendapat persetujuan dari badan legislatif (DPR).Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. dimana yang dibukukan dalam anggaran adalah jumlah brutonya. Asas Tahunan. memberikan batasan bahwa tidak diperkenankan terjadinya percampuran antara penerimaan negara dengan pengeluaran negara. c. Asas Universalitas (kelengkapan). yang meliputi baik asas-asas yang telah lama dikenal dalam pengelolaan keuangan negara. asas universalitas. dan asas spesialitas maupun asasasas baru sebagai pencerminan penerapan kaidah-kaidah yang baik (best practices) dalam pengelolaan keuangan negara. Asas-asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan negara. Oleh karena itu. a. berarti semua pengeluaran harus tercantum dalam anggaran. mempertahankan hak budget dari dewan secara lengkap. Secara kuantitatif artinya jumlah yang telah ditetapkan dalam mata Pusdiklatwas BPKP. d. pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional. Asas Kesatuan. dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. terbuka. Asas Spesialitas mensyaratkan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif.Tahun 2007 15 . b.

e. Secara kualitatif berarti penggunaan anggaran hanya dibenarkan untuk mata anggaran yang telah ditentukan. dan perhitungan anggaran serta atas hasil pengawasan oleh lembaga audit yang independen. h. Dengan dianutnya asas-asas umum tersebut di dalam undang-undang tentang Keuangan Negara. Asas Proporsionalitas. g. Asas-asas umum tersebut diperlukan pula guna menjamin terselenggaranya prinsip-prinsip pemerintahan daerah. mewajibkan adanya keterbukaan dalam pembahasan. f. Asas Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara. penetapan. sekaligus dimaksudkan untuk memperkokoh landasan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. memberi kewenangan Pemeriksa Keuangan lebih besar pada Badan untuk melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara secara objektif dan independen. Asas Pemeriksaan Keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. Pusdiklatwas BPKP. mengandung makna bahwa setiap pengguna anggaran wajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi atas keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya.Tahun 2007 16 . Asas Akuntabilitas berorientasi pada hasil. pelaksanaan undang-undang ini selain menjadi acuan dalam reformasi manajemen keuangan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I anggaran tertentu merupakan batas tertinggi dan tidak boleh dilampaui. pengalokasian anggaran dilaksanakan secara proporsional pada fungsi-fungsi kementerian/lembaga sesuai dengan tingkat prioritas dan tujuan yang ingin dicapai. Asas Profesionalitas mengharuskan pengelolaan keuangan negara ditangani oleh tenaga yang profesional. i.

h. g. pengeluaran negara. dan melakukan pinjaman. pengeluaran daerah. hak negara untuk memungut pajak. Ruang Lingkup Keuangan Negara Ruang lingkup keuangan negara meliputi: a. serta hakhak lain yang dapat dinilai dengan uang. termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/perusahaan daerah. c. surat berharga. dan j. penerimaan daerah. kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga. i. yang negara. kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang. d. atau perusahaan negara/daerah. e. kekayaan pihak lain sebagaimana dimaksud meliputi kekayaan yang dikelola oleh orang atau badan lain berdasarkan kebijakan pemerintah. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum. termasuk investasi dan kekayaan ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah Pusdiklatwas BPKP. D. b. PERBENDAHARAAN NEGARA Pengertian Perbendaharaan Negara menurut UU No. kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah. mengeluarkan dan mengedarkan uang.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. yayasan-yayasan di lingkungan kementerian negara/lembaga. f. penerimaan negara. piutang. 1 Tahun 2004 adalah “pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan yang dipisahkan.Tahun 2007 17 . barang.

perlu dilakukan pelurusan kembali pengelolaan keuangan pemerintah dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance) yang sesuai dengan lingkungan pemerintah. negara berusaha memberikan jaminan kesejahteraan kepada rakyat (welfare state). Oleh karena itu. Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan keuangan negara. 3. pemanfaatan dana yang menganggur (idle cash) untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya keuangan. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 18 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I (APBN/APBD)”. Pada hakikatnya. negara adalah suatu lembaga politik. pengelolaan keuangan sektor publik yang selama ini menggunakan pendekatan superioritas negara telah membuat aparatur pemerintah yang mengelola keuangan sektor publik tidak lagi dianggap berada dalam kelompok profesi manajemen oleh para profesional. Fungsi perbendaharaan tersebut meliputi: 1. Dalam kedudukannya yang demikian. dan 4. dirasakan semakin pentingnya fungsi perbendaharaan dalam rangka pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah yang terbatas secara efisien. 2. Melalui kegiatan berbagai lembaga pemerintah. pencarian sumber pembiayaan yang paling murah. perencanaan kas yang baik. Namun. negara tunduk pada tatanan hukum publik. pencegahan agar jangan sampai terjadi kebocoran dan penyimpangan. Upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang dilaksanakan di dunia usaha ke dalam pengelolaan keuangan pemerintah tidak dimaksudkan untuk menyamakan pengelolaan keuangan sektor pemerintah dengan pengelolaan keuangan sektor swasta.

. utang piutang negara serta pengelolaan barang milik negara 2.. retribusi. Pernyataan yang menyatakan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif adalah merupakan salah satu asas pengelolaan keuangan negara yaitu .. Asas Profesionalitas c. Asas Fleksibilitas dan Transparan b. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan b. Campuran dari ketiga asas tersebut di atas 3. kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. Pengelolaan Keuangan Negara subbidang Pengelolaan Moneter berkaitan dengan .. semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang b. LATIHAN SOAL 1... Asas Spesialitas d. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter dalam dan luar negeri d. a. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan d. Pengertian keuangan negara dalam arti luas mencakup . belanja negara. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter dalam negeri c. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan kebijakan lainnya pelaksanaan kegiatan perpajakan serta sumber dana Pusdiklatwas BPKP..Tahun 2007 19 . a. pengelolaan perpajakan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I E.. a. kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal dan moneter c..

. dan anggaran kinerja 7. Ketiga-tiganya diterapkan semua agar jangan sampai terjadi kebocoran dan Pusdiklatwas BPKP. kerangka pengeluaran jangka menengah. a.Tahun 2007 20 . Fungsi perbendaharaan dirasakan semakin penting sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan keuangan negara. Zero Base Budgetting (ZBB) c. Penyusunan anggaran yang prosesnya seolah-olah dimulai dari hal-hal yang baru sama sekali merupakan penerapan dari teori . output. anggaran dengan klasifikasi organik dan objek d.. analisis harga satuan dan analisis beban tugas c.. analisis biaya dan manfaat b. pencegahan penyimpangan c. and Budgeting System (PPBS) b. anggaran berimbang dan dinamis b.. pemanfaatan dana yang menganggur (idle cash) untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya keuangan 5.. tercapainya target kegiatan dan besarnya penyerapan dana yang tersedia d. Planning. proses. perencanaan kas yang baik b. a.. dan impact 6. Performance Base Budget (PBB) d. Programming. pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah dengan biaya sekecil mungkin d.. kecuali .Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. outcome. Pernyataan di bawah merupakan fungsi dari perbendaharaan... input. a.. Pendekatan yang digunakan dalam penerapan anggaran menurut UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah . Dalam penggunaan sistem anggaran berimbang dan dinamis yang digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan adalah . a.. anggaran rutin dan anggaran pembangunan c. anggaran terpadu..

bendahara penerimaan. Dalam pelaksanaannya. PELIMPAHAN KEWENANGAN Pengelolaan keuangan negara secara teknis dilaksanakan melalui dua pengurusan. Dikuasakan kepada menteri keuangan. dan pejabat pengurus barang. A. Pengurusan umum erat hubungannya dengan penyelenggaraan tugas pemerintah di segala bidang dan tindakannya dapat membawa akibat pengeluaran dan atau menimbulkan penerimaan negara. melainkan: 1.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB III PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. ordonator. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan pelimpahan wewenang dari presiden kepada para pejabat pengelola keuangan negara. Presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan umum pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. bendahara umum negara. Pusdiklatwas BPKP. Sedangkan pengurusan khusus atau pengurusan komptabel mempunyai kewajiban melaksanakan perintah-perintah yang datangnya dari pengurusan umum. selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan.Tahun 2007 21 . peran dan kewenangan para pejabat pengelola keuangan negara selaku otorisator. kekuasaan presiden tersebut tidak dilaksanakan sendiri oleh presiden. proses pengurusan keuangan negara (pengurusan administrasi dan khusus/komptable). yaitu pengurusan umum/administrasi yang mengandung unsur penguasaan dan pengurusan khusus yang mengandung unsur kewajiban. bendahara pengeluaran.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

2. Dikuasakan

kepada

menteri/pimpinan

lembaga

negara

dan

lembaga pemerintah non kementerian negara, selaku pengguna anggaran/pengguna dipimpinnya; dan 3. Diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala barang kementerian negara/lembaga yang

pemerintahan daerah sebagai perwujudan

pelaksanaan asas

desentralisasi, untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Pelimpahan kekuasaan tersebut tidak termasuk kewenangan di bidang moneter, yang meliputi antara lain mengeluarkan dan

mengedarkan uang, yang pelaksanaannya diatur dengan undang-undang. Untuk mencapai kestabilan nilai rupiah, serta tugas menetapkan dan dan

melaksanakan

kebijakan

moneter

mengatur

menjaga

kelancaran sistem pembayaran dilakukan oleh bank sentral. Menteri keuangan sebagai pembantu presiden dalam bidang keuangan pada hakikatnya adalah Chief Financial Officer (CFO) Pemerintah Republik Indonesia, sementara setiap menteri/pimpinan lembaga pada hakikatnya adalah Chief Operational Officer (COO) untuk suatu bidang tertentu pemerintahan. Prinsip ini perlu dilaksanakan secara konsisten agar terdapat kejelasan dalam pembagian wewenang dan tanggung jawab, terlaksananya mekanisme check and balance, serta untuk mendorong upaya peningkatan profesionalisme dalam

penyelenggaraan tugas pemerintahan. Menteri keuangan selaku pengelola fiskal bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi: 1. pengelolaan kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro, 2. penganggaran, 3. administrasi perpajakan,

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

22

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

4. administrasi kepabeanan, 5. perbendaharaan, dan 6. pengawasan keuangan. Kewenangan presiden terhadap pengelolaan keuangan negara yang dilimpahkan kepada pejabat negara, meliputi kewenangan yang bersifat umum yang timbul dari pengurusan umum, dan kewenangan yang bersifat khusus yang timbul dari pengurusan khusus. Kewenangan yang bersifat umum meliputi kewenangan untuk: 1. Menetapkan Arah dan Kebijakan Umum (AKU); 2. Menetapkan strategi dan prioritas dalam pengelolaan APBN, antara lain menetapkan: a. pedoman pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN, b. pedoman penyusunan rencana kerja kementerian negara/lembaga, c. gaji dan tunjangan, d. pedoman pengelolaan penerimaan negara. Kewenangan yang bersifat khusus meliputi kewenangan membuat keputusan/kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan APBN, antara lain menetapkan: 1. keputusan sidang kabinet di bidang pengelolaan APBN, 2. keputusan rincian APBN, 3. keputusan dana perimbangan, dan 4. penghapusan aset dan piutang negara. B. PENGURUSAN UMUM ATAU PENGURUSAN ADMINISTRASI Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa pengurusan umum atau pengurusan administrasi mengandung unsur penguasaan, yang erat hubungannya dengan penyelenggaraan tugas pemerintahan di segala bidang dan tindakannya dapat membawa akibat pengeluaran dan

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

23

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

atau menimbulkan penerimaan negara. Dalam pengurusan umum terdapat dua pejabat atau subjek pengurusan, yang disebut otorisator dan ordonator. 1. Otorisator Otorisator adalah pejabat yang memperoleh pelimpahan wewenang untuk mengambil tindakan-tindakan yang mengakibatkan adanya penerimaan dan/atau pengeluaran negara. Tindakan-tindakan otorisator yang bisa berakibat penerimaan dan/atau pengeluaran tersebut disebut otorisasi. Otorisasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: a. otorisasi bersifat luas atau otorisasi umum b. otorisasi bersifat sempit atau otorisasi khusus. Otorisasi bersifat luas/umum adalah otorisasi yang tidak membawa akibat langsung pada pengeluaran dan atau penerimaan negara. Contoh otorisasi umum: undang-undang, pengganti peraturan

pemerintah,

peraturan

pemerintah

undang-undang,

keputusan presiden, instruksi presiden, peraturan gaji pegawai negeri, peraturan pemberian tunjangan, dan sebagainya. Otorisasi umum baru akan berakibat pengeluaran dan/atau penerimaan apabila sudah ada/dilengkapi otorisasi yang bersifat khusus. Otorisasi bersifat sempit/khusus adalah otorisasi yang mempunyai akibat langsung terhadap penerimaan dan/atau

pengeluaran negara. Contoh otorisasi khusus adalah surat keputusan pengangkatan pegawai, surat keputusan penunjukan bendahara, surat keputusan pensiun, dan sebagainya. 2. Ordonator Ordonator adalah pejabat yang berwenang untuk melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan kepada

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

24

Pusdiklatwas BPKP. PENGURUSAN KHUSUS/KEBENDAHARAAN/KOMPTABLE Kewenangan pengurusan khusus atau pengurusan kebendaharaan (komptable) dipegang oleh menteri keuangan. namun sejak diberlakukannya kedua undang-undang itu. sesuai pasal 7 UU No.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kementerian negara/lembaga sehubungan dengan tindakan otorisator. apakah benar-benar telah sesuai dengan otorisasi yang dikeluarkan oleh otorisator dan belum kedaluwarsa. menyimpan. maka ordonator menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) dan/atau Surat Penagihan. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. ordonator bertugas untuk menguji. menerima. Secara garis besar. serta memerintahkan pembayaran dan atau menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran. C. Apabila tagihan-tagihan tersebut telah memenuhi persyaratan. dan membayar/menyerahkan uang atau surat berharga atau barangbarang negara/daerah. Pengertian Bendahara Bendahara adalah setiap orang atau badan yang diberi tugas untuk dan atas nama negara/daerah.Tahun 2007 25 . kewenangan tersebut diberikan kepada kementerian teknis. 1. Sebelum berlakunya UU No. sehingga kementerian teknis sepenuhnya memegang kewenangan pengurusan administratif/umum. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 1 Tahun 2004 yang menetapkan bahwa menteri keuangan adalah Bendahara Umum Negara. kewenangan ordonator ini sepenuhnya berada di tangan menteri keuangan. meneliti dan mengawasi penerimaan-penerimaan dan pengeluaran- pengeluaran negara termasuk tagihan-tagihan yang diajukan oleh pihak ketiga kepada pemerintah.

Bendahara penerimaan/pengeluaran dilarang melakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. dan barangbarang milik negara. c. atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan tersebut. menyimpan. b. serta mempertanggungjawabkan uang yang berada dalam pengurusannya. Berdasarkan objek pengurusannya. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran diangkat oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota. kegiatan perdagangan. Beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah bendahara yaitu sebagai berikut: a. Persyaratan pengangkatan dan pembinaan karier bendahara diatur oleh Bendahara Umum Negara selaku Pembina Nasional Jabatan Fungsional Bendahara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dari definisi di atas. 2. pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa. mengadministrasikan. bendahara yang ditugaskan untuk pengurusan keuangan negara dapat dijabat oleh orang-orang (pegawai negeri atau swasta) dan badan hukum yang diangkat oleh menteri atau ketua lembaga negara yang menguasai bagian anggaran negara untuk mengelola uang. Yang dimaksud uang di sini adalah uang milik negara dan uang milik Pusdiklatwas BPKP. mengeluarkan. bendahara dapat dibedakan menjadi bendahara uang dan bendahara barang. d.Tahun 2007 26 . surat-surat berharga. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran adalah pejabat fungsional dan tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kuasa Bendahara Umum Negara. Bendahara Uang Bendahara uang mempunyai tugas untuk melakukan pengurusan uang yang dinyatakan dalam kegiatan menerima. Pengangkatan bendahara oleh menteri atau ketua lembaga negara ditetapkan dengan surat keputusan.

c. menatausahakan. bea meterai. b. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang telah ditetapkan. Masing-masing jenis bendahara akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini: a. Bendahara uang dapat dikelompokkan lagi menjadi: a. yang ditunjuk sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara adalah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara di tingkat pusat dan kantor wilayah (kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Negara serta Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk tingkat wilayah/daerah. dan mempertanggungjawabkan uang dan surat Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 27 . Bendahara khusus pengeluaran yaitu bendahara yang hanya mengurus pengeluaran negara. prangko. Bendahara umum yaitu bendahara yang mengurus perbendaharaan negara baik di bidang penerimaan maupun pengeluaran negara. Bendahara Umum Negara (BUN) Bendahara Umum Negara (BUN) adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum negara. dan juga surat-surat berharga seperti cek. Dalam pelaksanaannya. kebendaharaan menyimpan. dan juga surat perintah membayar. dimaksud meliputi atau kegiatan membayar menyerahkan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I pihak ketiga yang dikuasai oleh negara. Bendahara khusus penerimaan yaitu bendahara yang hanya mengurus penerimaan negara. Tugas menerima.

sita. b. Contoh bendahara jenis ini adalah bendahara penerima bea dan cukai. serta melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran setelah dilakukan pengujian dan pembebanan pada anggaran yang telah disediakan sebelumnya. bendahara penerima pada departemen/lembaga negara yang mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) antara lain dari hasil pertanian.Tahun 2007 28 . bendahara uang ini yang membuat diterima surat dan pertanggungjawaban tentang Pusdiklatwas BPKP. Tugas kebendaharaan dimaksud meliputi kegiatan menerima. penjualan jasa. sehingga bendahara ini sering disebut juga “penyetor tetap“ atau “penyetor berkala” karena dari uang yang diterimanya. Secara periodik. menatausahakan. kehutanan. Bendahara khusus penerimaan adalah orang yang ditunjuk pejabat yang berwenang. pada waktu yang tetap harus disetorkan ke kas negara. Bendahara Khusus Penerimaan Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara pada kantor/satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga/satuan kerja. yang khusus melakukan penerimaan atas pendapatan negara dan selanjutnya menyetorkan ke kas negara. menyimpan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I berharga yang berada dalam pengelolaannya. Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan anggaran. denda dan sebagainya. dan mempertanggungjawabkan penerimaan/pengeluaran uang dan surat berharga yang berada dalam pengurusannya. menyetor/membayar/menyerahkan.

Bendahara Khusus Pengeluaran Bendahara ini tugasnya melakukan pembayaran atas tagihan kepada negara baik secara langsung maupun melalui uang persediaan dengan dana yang diperolehnya melalui Daftar Isian Pelaksanaan dipersamakan. pengurusan keuangan negara disajikan pada gambar di bawah ini: Pusdiklatwas BPKP. Anggaran (DIPA) atau dokumen lain yang Secara lengkap.Sistem Administrasi Keuangan Negara I disetorkannya meskipun tidak ada uang yang harus disetor (tidak ada penerimaan). c.Tahun 2007 29 .

Tahun 2007 30 . KHUSUS (Unsur Kewajiban) OTORISATOR ORDONATOR BENDAHARA SEMUA MENTERI/ SEMUA MENTERI/ LPND LPND BUN/ MENTERI KEU. BK BK PENERIMA PENGELUAR AN AN disatukan di kementerian/lembaga Tersebar di kementerian/lembaga Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA P. UMUM/ADM (Unsur Hak/Wewenang) P.

menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara. h.Sistem Administrasi Keuangan Negara I D. b. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik negara. 2. Pengguna Anggaran Menteri/pimpinan pengguna barang lembaga adalah pengguna anggaran/ yang bagi kementerian negara/lembaga dipimpinnya. Bendahara Umum Negara memiliki Pusdiklatwas BPKP. mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang.Tahun 2007 31 . KEWENANGAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA 1. Bendahara Umum Negara (BUN) Menteri keuangan selaku wewenang: a. c. j. f. e. b. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. g. menggunakan barang milik negara. menteri/pimpinan lembaga memiliki wewenang: a. mengawasi pelaksanaan anggaran. i. d. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dari kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan negara. menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran. Sebagai pengguna anggaran.

melakukan penagihan piutang negara. i. melakukan pengelolaan utang dan piutang negara. n. menunjuk pejabat Kuasa Bendahara Umum Negara. p.Sistem Administrasi Keuangan Negara I c. menetapkan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta pinjaman dan memberikan jaminan atas nama penghapusan barang milik negara. menetapkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan negara. j. h. menyimpan uang negara. o. melakukan pemerintah. dan s. e. menunjuk bank dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran anggaran negara. d. q. f. menempatkan uang negara dan mengelola/menatausahakan investasi. r. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan anggaran negara. investasi yang dimaksud adalah pembelian Surat Utang Negara (SUN). Dalam rangka pengelolaan kas. g. Tugas kebendaharaan dimaksud Pusdiklatwas BPKP. k. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum negara. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang ditetapkan. mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara. memberikan pinjaman atas nama pemerintah. m. l. melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara. menentukan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dalam rangka pembayaran pajak.Tahun 2007 32 . menyajikan informasi keuangan negara.

menyetor/membayar/menyerahkan. kebendaharaan dimaksud meliputi kegiatan menerima. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dilarang melakukan. pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran Menteri/pimpinan lembaga mengangkat Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran untuk melaksakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan anggaran belanja pada kantor/satuan kerja kerja di lingkungan kementerian Tugas negara/lembaga/satuan perangkat daerah.Tahun 2007 33 . menyimpan. Kuasa Bendahara Umum Negara melaksanakan penerimaan dan pengeluaran kas negara sekaligus melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara. bendahara Persyaratan diatur oleh pengangkatan Pusdiklatwas BPKP. menatausahakan. dan mempertanggungjawabkan penerimaan/pengeluaran uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional dan tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kuasa Bendahara Umum Negara. menyimpan. baik secara langsung maupun tidak langsung. atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan dan pembinaan karier tersebut. Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban: a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I meliputi kegiatan menerima. memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan anggaran dan b. 3. menatausahakan. melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran. membayar atau menyerahkan. kegiatan perdagangan. dan mempertanggungjawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya.

E. melakukan perikatan atau tindakan yang mengakibatkan bendahara umum dan bendahara khusus penerimaan dan/atau pengeluaran b.. kewenangan pengeluaran c. tugas fungsional dan tugas struktural d. Untuk meningkatkan akuntabilitas dan menjamin terselenggaranya saling uji dalam proses pelaksanaan anggaran perlu dilakukan pemisahan secara tegas antara . a... pencarian sumber pembiayaan yang paling murah dan pemanfaatan dana yang menganggur d. a. Kegiatan yang bukan merupakan kewenangan administratif adalah . melakukan pembayaran atas tagihan pihak ketiga c. pencegahan agar tidak terjadi kebocoran dan penyimpangan c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Bendahara Umum Negara selaku Pembina Nasional Jabatan Fungsional Bendahara. memerintahkan pembayaran atau menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran Pusdiklatwas BPKP.. Fungsi perbendaharaan dirasakan semakin penting dalam rangka efisiensi pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah yang terbatas.. Fungsi perbendaharaan tersebut adalah . pemegang kewenangan administratif dan pemegang kewenangan kebendaharaan b. perencanaan kas yang baik b. melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan pihak ketiga d. semua jawaban di atas benar 2... a..Tahun 2007 34 . LATIHAN SOAL 1.. tugas-tugas operasional dan tugas pembantuan 3.

. manajer keuangan d.. a.. Bank Indonesia sebagai pemegang rekening kas negara 6. kewenangan ordonancering diserahkan kepada ... dan menerbitkan Surat Perintah Menagih dan atau Surat Perintah membayar d. selaku Bendahara Umum Negara b. Berdasarkan ketentuan UU No. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) adalah pengelola keuangan dalam arti seutuhnya. mengambil tindakan yang berakibat penerimaan dan atau pengeluaran negara c..Tahun 2007 35 . kasir b.. menteri koordinator bidang ekuin c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. a. membebankan. untuk menguji.. mengelola barang milik negara/daerah Pusdiklatwas BPKP. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan 5. Dalam hal ini fungsi menteri keuangan adalah sebagai . Kewenangan yang semula berada pada menteri keuangan dan setelah berlakunya undang-undang yang baru dipindahkan menjadi kewenangan menteri teknis adalah kewenangan . pengawas keuangan c. 17 Tahun 2003 dan UU No.. kementerian teknis masing-masing d. menteri keuangan b. a. 1 Tahun 2004.

2. pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPK. penyampaian RAPBN kepada DPR/pengesahannya. Sedangkan siklus anggaran lebih dari satu tahun. Pusdiklatwas BPKP. Jangka waktu/masa siklus anggaran lebih panjang daripada jangka waktu/masa tahun anggaran. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Negara (RKA-KL). sampai dengan penetapannya oleh lembaga legislatif. 4. yaitu jangka waktu berputarnya anggaran yang dimulai dari saat penyusunan RAPBN sampai dengan saat Perhitungan Anggaran Negara (PAN) disahkan menjadi Undang-Undang PAN. pertanggungjawaban/Perhitungan Anggaran Negara (PAN). 6. persetujuan RUU PAN menjadi UU PAN oleh DPR. A. 3. tahap-tahap siklus anggaran dapat digambarkan sebagai berikut: 1. 5. pelaksanaan APBN oleh pemerintah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB IV PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang bersangkutan. sejak penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan mekanisme dan penyusunan anggaran berbasis kinerja. penyusunan RAPBN oleh pemerintah.Tahun 2007 36 . Secara garis besar. UMUM Penyusunan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan tahap awal dari suatu siklus anggaran.

penyempurnaan klasifikasi anggaran. 4. Uraian secara rinci mengenai pendekatan baru dalam penganggaran adalah sebagai berikut: 1. 2. dan 3. stabilitas fiskal makro. dan 3. penerapan penganggaran terpadu. penegasan tujuan dan fungsi penganggaran pemerintah. Untuk mencapai tujuan penganggaran ini. penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran. 2. penganggaran mempunyai tiga tujuan utama yaitu: 1. pengintegrasian penganggaran. penyatuan anggaran dan 6.Tahun 2007 37 . Berkaitan dengan fungsi penganggaran pemerintah. penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem penyusunan anggaran. penerapan penganggaran berbasis kinerja (ABK). 5. penerapan kerangka pengeluaran jangka menengah. 2. Penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah Kerangka pengeluaran jangka menengah digunakan untuk mencapai disiplin fiskal secara berkelanjutan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan APBN sesuai dengan Undang-Undang tentang Keuangan Negara adalah sebagai berikut: 1. Kementerian negara/lembaga mengajukan usulan anggaran untuk membiayai Pusdiklatwas BPKP. 3. pemanfaatan anggaran secara efektif dan efisien. dilakukan dengan tiga pendekatan baru dalam penyusunan sistem penganggaran yaitu: 1. alokasi sumber daya sesuai prioritas.

kegiatan. fungsi. Penerapan Penganggaran Terpadu Penyusunan anggaran terpadu dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan dokumen kementerian Rencana negara/lembaga Kerja dan untuk menghasilkan Kementerian Anggaran Negara/Lembaga (RKA-KL) dengan klasifikasi anggaran belanja menurut organisasi.Tahun 2007 38 . Prakiraan maju yang diusulkan kementerian negara/lembaga disetujui oleh presiden dalam keputusan presiden tentang rincian APBN untuk menjadi dasar bagi penyusunan usulan anggaran kementerian negara/lembaga pada tahun anggaran berikutnya setelah tahun anggaran yang sedang disusun. 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan dan menyampaikan prakiraan maju yang merupakan implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanaan program dan kegiatan tersebut pada tahun berikutnya. 3. program. Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan. standar biaya. Tingkat kegiatan yang direncanakan dan standar biaya yang ditetapkan pada awal siklus tahunan penyusunan anggaran menjadi Pusdiklatwas BPKP. termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut. Dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja. Penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (ABK) Penerapan penyusunan anggaran berbasis kinerja menekankan pada ketersediaan rencana kerja yang benar-benar mencerminkan komitmen kementerian negara/lembaga sebagai bagian dari proses penganggaran. dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan. dan jenis belanja.

Pusdiklatwas BPKP. evaluasi kinerja kegiatan. Kementerian negara/lembaga melakukan evaluasi kinerja program sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun berdasarkan sasaran dan/atau standar kinerja yang telah ditetapkan. Sejalan dengan upaya untuk menerapkan secara penuh anggaran berbasis kinerja di sektor publik. memudahkan penyajian dan meningkatkan kredibilitas statistik keuangan pemerintah. Perubahan dalam pengelompokan transaksi pemerintah tersebut dimaksudkan untuk: a. Standar biaya. menjaga konsistensi dengan standar akuntansi sektor publik. dan evaluasi kinerja program adalah sebagai berikut: a. c. b. perlu dilakukan perubahan klasifikasi anggaran agar sesuai dengan klasifikasi yang digunakan secara internasional. dan d. Dalam rangka penerapan anggaran berbasis kinerja. ditetapkan oleh menteri keuangan setelah berkoordinasi dengan kementerian negara/lembaga terkait.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dasar dalam menentukan anggaran untuk tahun anggaran yang direncanakan dan prakiraan maju bagi program yang bersangkutan. baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus bagi pemerintah pusat. kementerian negara/lembaga melaksanakan pengukuran kinerja. memberikan gambaran yang objektif dan proporsional mengenai kegiatan pemerintah. Kementerian negara/lembaga melakukan evaluasi kinerja kegiatan satuan kerja kementerian negara/lembaga setiap tahun berdasarkan sasaran dan/atau standar kinerja kegiatan yang telah ditetapkan sebagai umpan balik bagi penyusunan RKA-KL tahun berikutnya. c. Pengaturan mengenai pengukuran kinerja.Tahun 2007 39 . b. memudahkan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja.

memuat rancangan kerangka ekonomi makro yang termasuk didalamnya arah kebijakan fiskal dan moneter. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. B. Elemen-elemen tujuan penganggaran ini perlu dikelola dengan baik agar ketiganya dapat saling mendukung. Pengelompokan dalam anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan yang semula bertujuan untuk memberikan penekanan pada arti pentingnya pembangunan. Untuk itu. dalam pelaksanaannya telah menimbulkan peluang terjadinya duplikasi. penumpukan. rencana kerja dan pendanaannya. Pusdiklatwas BPKP. Pengertian Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Pemerintah merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional. dan penyimpangan anggaran. anggaran belanja pemerintah dikelompokkan atas anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan. Sementara itu. prioritas pembangunan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Selama ini.Tahun 2007 40 . tetapi juga untuk menjalankan fungsi pemerintah sebagai penentu kebijakan dengan menetapkan kerangka regulasi guna mendorong partisipasi masyarakat. penuangan rencana pembangunan dalam suatu dokumen perencanaan nasional lima tahunan yang ditetapkan dengan undang-undang dirasakan tidak realistis dan semakin tidak sesuai dengan dinamika kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dalam era globalisasi. RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) 1. RKP tidak hanya memuat kegiatan-kegiatan dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan publik. RKP dimaksudkan sebagai upaya pemerintah secara menyeluruh untuk mewujudkan tujuan bernegara.

Hasil musyawarah perencanaan pembangunan digunakan untuk memutakhirkan Rancangan RKP yang akan dibahas dalam sidang kabinet untuk ditetapkan menjadi RKP dengan keputusan presiden paling lambat pertengahan bulan Mei. d. b. dan penganggaran terpadu. Dalam hal RKP yang ditetapkan berbeda dengan hasil pembahasan dengan DPR. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKP antara lain: a. pemerintah menggunakan RKP hasil pembahasan dengan DPR.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. dan kota sebagai bahan masukan. Renja-KL disusun dengan berpedoman pada Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra-KL) dan mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif serta memuat kebijakan. Dasar penyusunan RKP adalah Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga (Renja-KL) dan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) provinsi. Program dan kegiatan dalam RKP disusun dengan pendekatan berbasis kinerja. Penyusunan RKP Ketentuan mengenai pokok-pokok penyusunan RKP adalah sebagai berikut: a. RKP digunakan sebagai bahan pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran di DPR. e. kerangka pengeluaran jangka menengah. dan kegiatan pembangunan. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Kementerian Perencanaan melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan untuk menyelaraskan antar Renja-KL dan antara kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang tercantum dalam Renja-KL dengan Rancangan RKPD. c. kabupaten. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 41 . program.

3. Artinya. dan kementerian negara/lembaga terkait. program dan kegiatan yang termuat dalam RKP sudah bersifat terukur (measureable) karena harus sudah memperhitungkan ketersediaan anggaran. kementerian keuangan. Sebagai bahan masukan dalam penyusunan RKP digunakan Standar Pelayanan Minimum. Program dalam RKP terdiri dari kegiatan yang berupa: 1) kerangka regulasi yang bertujuan untuk memfasilitasi. d. Sebagai suatu rencana kerja. RKP tidak lagi memuat daftar panjang usulan kegiatan kementerian negara/lembaga yang selama ini lebih dianggap sebagai “daftar keinginan” yang belum tentu dapat dilaksanakan. Proses top-down merupakan langkah-langkah penyampaian batasan umum oleh lembaga-lembaga pusat (central agency) yaitu kementerian keuangan dan kementerian perencanaan pembangunan nasional kepada kementerian negara/lembaga tentang Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I b. sebagai dokumen perencanaan. Standar Pelayanan Minimum disusun oleh kementerian negara/lembaga yang fungsinya mengatur dan/atau melaksanakan pelayanan langsung kepada masyarakat. maupun mengatur kegiatan pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh masyarakat. penegasan cakupan isi proses “top-down” dan “bottom-up”. Ciri Penyusunan RKP Hal-hal yang baru dalam penyusunan RKP adalah proses penyusunannya memiliki tiga ciri baru yaitu: Pertama. dan/atau 2) kerangka pelayanan umum dan investasi pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat. melalui koordinasi dengan kementerian perencanaan. mendorong.Tahun 2007 42 . c. Inilah karakteristik yang mendasar dalam RKP.

Tujuan yang ingin dicapai adalah agar kegiatan pemerintah pusat di daerah terdistribusi secara adil dan dapat menciptakan sinergi secara nasional. Ketiga. Kedua. sebagai tindak lanjut kebijakan desentralisasi maka kegiatan pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu perhatian utama. proses penyusunan RKP adalah juga proses penyatuan persepsi kementerian negara/lembaga tentang prioritas pembangunan nasional dan konsekuensi rencana anggarannya sebagai persiapan pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga di Dewan Perwakilan Rakyat. kementerian negara/lembaga diberi kekuasaan untuk merancang kegiatan-kegiatan pembangunan pembangunan yang demi pencapaian sasaran ini nasional telah disepakati. Batasan umum ini mencakup prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif.Tahun 2007 43 . Rancangan disampaikan kembali kepada central agency untuk selanjutnya diserasikan secara nasional. Inilah inti proses bottom-up. Pengertian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) RKA-KL adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan suatu kementerian negara/lembaga yang merupakan penjabaran dari Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan Pusdiklatwas BPKP. C. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL) 1. maka dalam rangka penyusunan RKP dilaksanakan musyawarah perencanaan baik antar kementerian negara/lembaga maupun antara kementerian negara/lembaga dan pemerintah daerah provinsi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I penyusunan rencana kerja. Di dalam batasan ini. Untuk mencapai tujuan ini.

RKA-KL terdiri dari rencana kerja kementerian negara/lembaga dan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan rencana kerja tersebut. Proses penyusunan Pusdiklatwas BPKP. d. dan kegiatan yang dilengkapi sasaran kinerja dengan menggunakan pagu indikatif untuk tahun anggaran yang sedang disusun dan prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya. maka efektivitas dan efiensi pemanfaatan dana yang disediakan dalam RKA-KL sebagian besar ditentukan pada proses penyusunan RKA-KL yang bersangkutan. misi. penganggaran terpadu dan penganggaran berbasis kinerja. prakiraan maju untuk tahun berikutnya. Pendekatan penyusunan RKA-KL juga mengacu pada pendekatan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah. Isi dan susunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a. hasil yang diharapkan. kegiatan. program. RKA-KL meliputi seluruh kegiatan satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga termasuk kegiatan dalam rangka dekonsentrasi dan tugas pembantuan. yaitu: kerangka pengeluaran jangka menengah. 2. program. b. dan keluaran yang diharapkan c. Memperhatikan peranan RKA-KL sebagai dokumen anggaran.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dalam satu tahun anggaran serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya. PROSES PENYUSUNAN RKA-KL RKA-KL memuat kebijakan. tujuan.Tahun 2007 44 . diuraikan biaya untuk masing-masing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang direncanakan yang dirinci menurut jenis belanja. serta sumber dan sasaran pendapatan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. kebijakan. Di dalam Rencana Kerja diuraikan visi. Di dalam anggaran yang direncanakan.

Hasil pembahasan RKA-KL tersebut disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan Pusdiklatwas BPKP. Kementerian negara/lembaga menyusun RKA-KL untuk tahun anggaran yang sedang disusun mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif yang ditetapkan dalam surat edaran bersama menteri perencanaan pembangunan nasional dan menteri keuangan. c. Menteri/pimpinan lembaga setelah menerima surat edaran menteri keuangan tentang pagu sementara bagi masing-masing program pada pertengahan bulan Juni. Perubahan terhadap program melalui koordinasi kementerian negara/lembaga diusulkan oleh menteri/pimpinan lembaga terkait dan disetujui oleh kementerian perencanaan melalui koordinasi dengan kementerian keuangan. d. Kementerian negara/lembaga membahas RKA-KL tersebut bersama-sama dengan komisi terkait di DPR. b. Hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dokumen bersama anggaran antara tersebut dilaksanakan keuangan melalui dan penelaahan kementerian kementerian negara/lembaga teknis. menyesuaikan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja–KL) menjadi RKA-KL yang dirinci menurut unit organisasi dan kegiatan. b.Tahun 2007 45 . Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan RKA-KL ditetapkan oleh menteri perencanaan. Proses rinci penyusunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a. Kementerian perencanaan menelaah rencana kerja yang disampaikan kementerian negara/lembaga dengan kementerian keuangan.

f. prakiraan maju yang telah disetujui tahun anggaran sebelumnya dan standar biaya yang telah ditetapkan. selanjutnya dituangkan dalam Rancangan APBN dan dibuatkan Nota Keuangan untuk dibahas dalam sidang kabinet.Tahun 2007 46 . Dokumen pelaksanaan anggaran disahkan oleh menteri keuangan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember. Kementerian Keuangan menelaah kesesuaian antara RKA-KL hasil pembahasan bersama DPR dengan surat edaran menteri keuangan tentang pagu sementara. Konsep dokumen pelaksanaan anggaran disampaikan kepada menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara selambatlambatnya minggu kedua bulan Desember. Nota Keuangan dan Rancangan APBN beserta himpunan RKA-KL yang telah dibahas disampaikan pemerintah kepada DPR selambat-lambatnya pertengahan bulan Agustus untuk dibahas bersama dan ditetapkan menjadi Undang-Undang APBN selambatlambatnya pada akhir bulan Oktober. j. Pusdiklatwas BPKP. c. Kementerian Perencanaan menelaah kesesuaian antara RKA-KL hasil pembahasan bersama DPR dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). i.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Kementerian Perencanaan selambat-lambatnya pada pertengahan bulan Juli. Menteri keuangan menghimpun semua RKA-KL yang telah ditelaah. d. Keputusan presiden tentang rincian APBN tersebut menjadi dasar bagi masing-masing kementerian negara/lembaga untuk menyusun konsep dokumen pelaksanaan anggaran. e. RKA-KL yang telah disepakati DPR ditetapkan dalam keputusan presiden tentang rincian APBN selambat-lambatnya akhir bulan November. h. g.

Tupoksi. STRUKTUR APBN APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang-undang. Struktur APBN yang Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 47 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I Proses penyusunan rancangan APBN secara lengkap diuraikan pada gambar di bawah ini: Proses Penyusunan Rancangan APBN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG (RPJP) RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) Visi. Misi. Kebijakan. dan Program Strategi & Prioritas APBN Arah dan Kebijakan Umum RKA-KL Program & Kegiatan Unit Kerja Rancangan Anggaran K/L Rancangan APBN D. Sasaran. Tujuan.

bunga. belanja barang. pertahanan. pendidikan. agama. Pengeluaran pembiayaan Belanja negara dirinci menurut organisasi. Rincian belanja negara menurut organisasi disesuaikan dengan susunan kementerian negara/lembaga pemerintahan pusat. ketertiban dan keamanan. subsidi. Anggaran belanja a. hibah. fungsi. Pembiayaan a. perumahan dan fasilitas umum. belanja modal. Hibah 2. ekonomi. Penerimaan pajak (termasuk pungutan bea masuk dan cukai) b. Selanjutnya. dan jenis belanja. Rincian belanja negara menurut fungsi antara lain terdiri dari: pelayanan umum. Rincian belanja negara menurut jenis belanja (sifat ekonomi) antara lain terdiri dari: belanja pegawai. Anggaran pendapatan a. Penerimaan bukan pajak c. program-program tersebut dirinci lagi ke dalam Pusdiklatwas BPKP. bantuan sosial. Belanja pemerintah pusat b.Tahun 2007 48 . Belanja daerah dalam rangka perimbangan keuangan 3. dan belanja lain-lain.Sistem Administrasi Keuangan Negara I sekarang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Dalam rangka penyusunan anggaran berbasis prestasi kerja (kinerja) sebagaimana telah diuraikan di muka. dan perlindungan sosial. Penerimaan pembiayaan b. lingkungan hidup. pariwisata. penyusunan anggaran juga dikelompokkan menurut program-program yang telah ditetapkan pemerintah. budaya. kesehatan.

Penyusunan Rancangan APBN tersebut berpedoman kepada RKP dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara. ditetapkan sumbersumber pembiayaan untuk menutup defisit tersebut dalam undangundang tentang APBN. tahun takwim d. dan peningkatan jaminan sosial. Dalam hal anggaran diperkirakan defisit. jumlah pinjaman dibatasi Dalam hal anggaran diperkirakan surplus. Dalam menyusun APBN diupayakan agar belanja operasional tidak melampaui pendapatan dalam tahun anggaran yang bersangkutan. siklus anggaran Pusdiklatwas BPKP... a. LATIHAN SOAL 1. tahun anggaran b. Defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan maksimal 60% dari PDB. Jangka waktu berputarnya oeh anggaran yang dimulai dari saat saat penyusunan anggaran pemerintah sampai dengan perhitungan anggaran negara menjadi undang-undang disebut .. pengurangan utang. 3. pembentukan dana cadangan. 2. pemerintah pusat dapat mengajukan rencana penggunaan surplus anggaran kepada Dewan Perwakilan Rakyat. tahun fiskal c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kegiatan-kegiatan yang dilengkapi dengan anggaran dan indikator keberhasilannya. APBN disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara. Penggunaan surplus anggaran perlu mempertimbangkan prinsip pertanggungjawaban antar generasi dan diutamakan untuk: 1. E.Tahun 2007 49 .

Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) b. penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran b. kebijakan keuangan negara subsektor BUMN/BUMD d. a.. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) merupakan penjabaran dari .. a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2... Kerangka pelayanan umum dan investasi pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat termasuk dalam kelompok . penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam penyusunan anggaran d. kebijakan APBN yang dituangkan dalam program-program c. a.. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) c. dalam Undang-Undang No. Rencana kerja lanjutan dari pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya yang belum terselesaikan d. Arah dan kebijakan umum yang ditetapkan oleh DPR dan MPR 4. Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan anggaran. kebijakan moneter dan fiskal Pusdiklatwas BPKP...17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mengatur tentang .Tahun 2007 50 .. ketiga jawaban di atas diatur dalam undang-undang tersebut sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem 3. kebijakan moneter b. pengintegrasian penganggaran c..

dirinci menurut jenis biaya. kebijakan..Tahun 2007 51 . kegiatan pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu perhatian utama c.. penegasan cakupan isi proses top-down dan bottom-up b.. a. a. dan keluaran yang diharapkan b. uraian mengenai visi.. misi.. proses penyatuan persepsi kementerian/lembaga tentang prioritas pembangunan nasional dan konsekuensi anggarannya d. kegiatan. dalam rangka desentralisasi. ketiganya adalah ciri utama proses penyusunan RKP 6. ketiga jawaban di atas dicakup seluruhnya dalam RKA-KL Pusdiklatwas BPKP.. biaya untuk masing-masing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang direncanakan. tujuan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 5. program. Ciri baru dalam penyusunan RKP adalah . hasil yang diharapkan. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) terdiri dari hal-hal sebagai berikut . seluruh kegiatan satuan kerja di lingkungan kementerian/lembaga negara termasuk kegiatan dalam rangka desentralisasi dan tugas pembantuan d. prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya c.

3. badan layanan umum. uang. dan penatausahaan APBN. Pusdiklatwas BPKP. barang milik negara. alokasi anggaran untuk kantor pusat dan kantor daerah kementerian negara/lembaga.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB V PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN) Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. serta menjelaskan mekanisme pelaksanaan APBN yang meliputi pengelolaan: pendapatan dan belanja negara. Penuangan dalam keputusan presiden tersebut terutama menyangkut hal-hal yang belum diperinci di dalam undangundang APBN. pembayaran gaji dalam belanja pegawai. UMUM Ketentuan mengenai pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang lebih banyak menyangkut hubungan administratif antar kementerian negara/lembaga di lingkungan pemerintah. A. antara lain: 1. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan dasar-dasar pengelolaan anggaran negara yang meliputi: ruang lingkup dan asas umum perbendaharaan. investasi. Setelah APBN ditetapkan dengan undangundang.Tahun 2007 52 . pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan keputusan presiden sebagai pedoman bagi kementerian negara/lembaga dalam pelaksanaan anggaran. utang dan piutang. 2. pembayaran untuk tunggakan yang menjadi beban kementerian negara/lembaga.

pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. pemerintah pusat menyampaikan Laporan Realisasi APBN Semester Pertama kepada DPR pada akhir Juli tahun anggaran yang bersangkutan untuk dibahas bersama antara DPR dan pemerintah pusat. penuangan dimaksud meliputi pula alokasi dana perimbangan untuk provinsi/kabupaten/kota dan alokasi subsidi sesuai dengan keperluan perusahaan/badan yang menerima. Perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal. Pengeluaran tersebut termasuk belanja untuk keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN yang Pusdiklatwas BPKP. Perkembangan ekonomi makro yang tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam APBN. antar kegiatan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Selain itu. 4. Untuk memberikan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan APBN. Dalam keadaan darurat. 3. dan antar jenis belanja. Penyesuaian APBN dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan (APBN Perubahan) dibahas bersama DPR dengan pemerintah pusat dalam rangka penyusunan prakiraan perubahan atas APBN tahun anggaran yang bersangkutan. 2. apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: 1. Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi. Laporan Realisasi APBN Semester Pertama tersebut dilengkapi dengan prognosis untuk enam bulan berikutnya. yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan perubahan APBN dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan anggaran tahun berjalan. disampaikan dalam laporan tersebut menjadi Informasi yang bahan evaluasi pelaksanaan APBN semester pertama dan penyesuaian/perubahan APBN pada semester berikutnya.Tahun 2007 53 .

pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. 3. B. RUANG LINGKUP DAN ASAS UMUM PERBENDAHARAAN NEGARA Ruang lingkup perbendaharaan negara meliputi: 1. pelaksanaan pendapatan dan belanja daerah. penyelenggaraan akuntansi dan sistem informasi manajemen keuangan negara/daerah. 10. 11. kebijakan. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran daerah. Asas umum mengenai perbendaharaan negara sebagai berikut: 1. penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD. 2. 5. 6.Tahun 2007 54 . pengelolaan kas. Undang-undang tentang APBN merupakan dasar bagi pemerintah pusat untuk melakukan penerimaan dan pengeluaran negara. 7. serta sistem dan posedur yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD.pengelolaan badan layanan umum (BLU). 4. Setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat meliputi hal-hal pengeluaran atas beban APBN jika anggaran untuk membiayai pengeluaran tersebut tidak tersedia atau tidak cukup tersedia. pengelolaan investasi dan barang milik negara/daerah. Pemerintah pusat mengajukan rancangan undang-undang tentang perubahan APBN tahun telah anggaran dibahas yang untuk bersangkutan mendapatkan berdasarkan perubahan yang persetujuan DPR sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir. dan 12. pengelolaan piutang dan utang negara/daerah.penyelesaian kerugian negara/daerah. 9. Pusdiklatwas BPKP. pelaksanaan pendapatan dan belanja negara. 2. 8.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bersangkutan.perumusan standar.

Semua pengeluaran negara. 4.Tahun 2007 55 . dibiayai dengan APBN. Pusdiklatwas BPKP. PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA 1. Program pemerintah pusat dimaksud diusulkan di dalam rancangan undang-undang tentang APBN serta disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara dengan berpedoman kepada rencana kerja pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan negara. kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. C. b. APBN dalam satu tahun anggaran meliputi: a. 5. sedang bunga dikenakan kepada pemerintah atas keterlambatan pembayaran. Tahun Anggaran Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang bersangkutan. c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. Kelambatan pembayaran atas tagihan yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN/APBD dapat mengakibatkan pengenaan denda dan/atau bunga. hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Anggaran untuk membiayai pengeluaran yang sifatnya mendesak dan/atau tidak terduga disediakan dalam bagian anggaran tersendiri yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah. termasuk subsidi dan bantuan lainnya yang sesuai dengan program pemerintah pusat. Denda dikenakan kepada penyedia barang/jasa atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

Tahun 2007 56 . Di dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) tersebut. rincian kegiatan. Dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan disampaikan kepada menteri/pimpinan lembaga. dan Badan Pemeriksa Keuangan. Menteri/pimpinan anggaran (DIPA) lembaga untuk menyusun kementerian dokumen pelaksanaan yang negara/lembaga dipimpinnya berdasarkan alokasi anggaran yang ditetapkan oleh presiden.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Semua penerimaan dan pengeluaran negara dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara dengan menggunakan sistem giral. Kuasa Bendahara Umum Negara. program. Pusdiklatwas BPKP. 2. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Setelah APBN ditetapkan. diuraikan sasaran yang hendak dicapai. Penerimaan harus disetor seluruhnya ke kas negara/daerah pada waktunya yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah. dan pendapatan yang diperkirakan (anggaran berbasis kinerja). Menteri Keuangan memberitahukan kepada semua menteri/pimpinan lembaga agar menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk masing-masing kementerian negara/lembaga. Pada dokumen pelaksanaan anggaran tersebut dilampirkan rencana kerja dan anggaran badan layanan umum (BLU) dalam kementerian negara/lembaga negara yang bersangkutan. Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Setiap kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang mempunyai sumber pendapatan wajib mengintensifkan perolehan pendapatan yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya. fungsi. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran. 3. rencana penarikan dana tiap-tiap satuan kerja.

Penerimaan berupa komisi. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut. meneliti kebenaran dokumen yang menjadi persyaratan atau kelengkapan sehubungan dengan ikatan/perjanjian pengadaan barang/jasa. dan e.Tahun 2007 57 . pelaksanaan pelaksanaan kegiatan anggaran. 4. Pelaksanaan Anggaran Belanja Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut dalam dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan. d. potongan. Pusdiklatwas BPKP. b. menguji kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih. memerintahkan pembayaran atas beban APBN. berhak untuk Pengguna menguji. Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran berwenang: a. c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Penerimaan kementerian negara/lembaga/satuan kerja tidak boleh digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran. Anggaran/Kuasa Anggaran membebankan pada mata anggaran yang telah disediakan. dan memerintahkan pembayaran tagihan-tagihan atas beban APBN. sebagaimana Pengguna tersebut Untuk keperluan dalam dokumen Pengguna Anggaran/Kuasa Anggaran berwenang mengadakan ikatan/perjanjian dengan pihak lain dalam batas anggaran Pengguna yang telah ditetapkan. meneliti tersedianya dana yang bersangkutan. membebankan pengeluaran sesuai dengan mata anggaran pengeluaran yang bersangkutan. ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang oleh negara adalah hak negara sehingga harus disetor seluruhnya ke kas negara/daerah.

Bendahara Pengeluaran melaksanakan pembayaran dari uang persediaan yang dikelolanya setelah: a. Dalam rangka pelaksanaan pembayaran. d. Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara memiliki kewajiban sebagai berikut: a. c. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti yang dimaksud. menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBN yang tercantum dalam perintah pembayaran. menolak pencairan dana. b. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dapat diberikan uang persediaan (UP) yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran. e. Pembayaran atas beban APBN tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima. Pembayaran atas tagihan yang menjadi beban APBN dilakukan oleh Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara. memerintahkan pencairan dana sebagai dasar pengeluaran negara. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan.Tahun 2007 58 . Pusdiklatwas BPKP. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Pengelolaan Kas Umum Negara Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang mengatur dan menyelenggarakan rekening pemerintah. Bendahara Pengeluaran wajib menolak perintah bayar dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran apabila persyaratan tersebut di atas tidak dipenuhi. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. Pengecualian dari ketentuan dimaksud diatur dalam peraturan pemerintah.Tahun 2007 59 . Saldo Rekening Penerimaan setiap akhir hari kerja wajib disetorkan seluruhnya ke Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Bendahara Umum Negara dapat membuka rekening pada lembaga keuangan lainnya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I b. PENGELOLAAN UANG 1. D. serta optimalisasi pengelolaan kas. Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. menteri keuangan membuka Rekening Kas Umum Negara. menguji kebenaran perhitungan tagihan yang tercantum dalam perintah pembayaran. Uang negara dimaksud adalah uang milik negara yang meliputi rupiah dan valuta asing. Dalam hal kewajiban penyetoran tersebut Pusdiklatwas BPKP. Uang negara disimpan dalam Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Dalam hal tertentu. Dalam rangka penyelenggaraan rekening pemerintah. Rekening Penerimaan digunakan untuk menampung penerimaan negara setiap hari. dan c. Dalam pelaksanaan operasional penerimaan dan pengeluaran negara. Bendahara Umum Negara dapat membuka Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran pada bank umum dengan mempertimbangkan asas kesatuan kas dan asas kesatuan perbendaharaan.

Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dimaksud didasarkan pada ketentuan yang berlaku pada bank umum yang bersangkutan. Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dibebankan pada belanja negara/daerah.Tahun 2007 60 . ditetapkan berdasarkan kesepakatan Gubernur Bank Sentral dengan menteri keuangan. Dalam hal tertentu. Jenis dana. Pemerintah pusat/daerah berhak memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank umum. yaitu keadaan belum tersedianya layanan perbankan di suatu tempat yang menjamin kelancaran pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dapat menunjuk badan lain untuk melaksanakan penerimaan dan/atau pengeluaran negara untuk mendukung kegiatan operasional kementerian negara/lembaga. tingkat bunga. Rekening Pengeluaran pada bank umum diisi dengan dana yang bersumber dari Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Pemerintah pusat memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank sentral. dan/atau jasa giro serta biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank sentral. Bendahara Umum Negara mengatur penyetoran secara berkala. Jumlah dana yang disediakan pada Rekening Pengeluaran dimaksud disesuaikan dengan rencana pengeluaran untuk membiayai kegiatan pemerintah yang telah ditetapkan dalam APBN. Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh pemerintah pusat/daerah dimaksud didasarkan pada tingkat suku bunga dan/atau jasa giro yang berlaku.Sistem Administrasi Keuangan Negara I secara teknis belum dapat dilakukan setiap hari. Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh pemerintah merupakan pendapatan negara/daerah. terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugas pokok dan Pusdiklatwas BPKP.

dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta mengutamakan badan hukum di luar lembaga keuangan yang sebagian besar atau seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. jaringan. Kompetensi dimaksud meliputi keahlian. Laporan dimaksud disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).Tahun 2007 61 . transparan. Badan lain yang ditunjuk berkewajiban: a. Badan lain tersebut adalah badan hukum di luar lembaga keuangan yang memiliki kompetensi dan reputasi yang baik untuk melaksanakan fungsi penerimaan dan pengeluaran negara. Pedoman lebih lanjut mengenai pengelolaan uang negara sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan pemerintah ditetapkan oleh menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Sedangkan reputasi dinilai berdasarkan perkembangan kinerja badan hukum yang bersangkutan sekurang-kurangnya tiga tahun terakhir. ekonomis. dan sarana penunjang layanan yang diperlukan. Penunjukan badan lain dilakukan dalam suatu kontrak kerja dan dilakukan secara tertib. menyampaikan laporan secara berkala kepada Bendahara Umum Negara mengenai pelaksanaan penerimaan dan/atau pengeluaran sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. efisien. taat pada peraturan perundang-undangan. permodalan. efektif. Pusdiklatwas BPKP. menyampaikan laporan bulanan atas pelaksanaan penerimaan dan/atau pengeluaran yang dilakukannya. b.Sistem Administrasi Keuangan Negara I fungsi kementerian negara/lembaga.

Pelaksanaan Penerimaan Negara oleh Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan penerimaan di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah memperoleh persetujuan dari Bendahara Umum Negara. Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara penerimaan untuk menatausahakan penerimaan negara di lingkungan kementerian negara/lembaga. Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/atau penutupan rekening kas negara. Pembukaan rekening dapat dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk. Tata cara pembukaan rekening serta penggunaan dan mekanisme pertanggungjawaban uang persediaan ditetapkan oleh Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Pengelolaan Uang Persediaan untuk Keperluan Negara/Lembaga/Satuan Kerja Menteri/pimpinan lembaga dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. diperlukan pembukaan rekening untuk penyimpan uang persediaan sebelum dibayarkan kepada yang berhak. 3. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga/kantor/ satuan kerja. di lingkungan kementerian negara/lembaga dapat diberi persediaan uang kas (UP) yang dikelola oleh bendahara Kementerian pengeluaran untuk keperluan pembayaran yang tidak dapat dilakukan langsung oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada pihak yang menyediakan barang dan/atau jasa. Dalam rangka pengelolaan kas.Tahun 2007 62 . Sehubungan dengan itu.

Tata cara pemberian pinjaman atau hibah peraturan pemerintah. Pengelolaan Piutang Pengelolaan piutang negara diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara mulai pasal 33 sampai dengan pasal 37. Setiap pejabat yang diberi kuasa untuk mengelola pendapatan. E. PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG 1. belanja.Tahun 2007 63 . Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/atau penutupan rekening uang persediaan. Piutang negara jenis tertentu antara lain piutang pajak dan piutang yang diatur dalam undang-undang tersendiri. Uraian lebih lanjut mengenai pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara dibahas pada modul Pedoman Pelaksanaan Anggaran (PPA) I. diselesaikan berlaku. dan kekayaan negara wajib mengusahakan agar setiap piutang negara diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. Hak mendahulu adalah hak menagih piutang negara yang menurut peraturan perundang-undangan yang tersebut diatur dengan Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Bendahara Umum Negara sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai pengelolaan uang negara. Piutang negara yang tidak dapat diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. yang antara lain menyatakan sebagai berikut: a. c. Pemerintah pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada pemerintah daerah/Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah serta kepada lembaga asing sesuai dengan yang tercantum/ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN. mempunyai hak mendahulu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. b. Dalam rangka pengelolaan kas.

000.000.00 (seratus miliar rupiah). b. kecuali mengenai piutang negara/daerah yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang.000. Penyelesaian piutang yang menyangkut piutang negara ditetapkan oleh: a. 3.000.000. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp10. setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Bagian piutang yang tidak disepakati adalah selisih antara jumlah tagihan piutang menurut pemerintah dengan jumlah kewajiban yang diakui oleh debitur. menteri keuangan. kecuali mengenai piutang negara yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang.00 (sepuluh miliar rupiah). 2.000. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp100.000.000. presiden.Tahun 2007 64 . c. presiden. sebelum dilakukan pembayaran kepada kreditor lainnya.00 (seratus miliar rupiah).000. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati tidak lebih dari Rp10. Penghapusan Piutang Negara Piutang negara/daerah dapat dihapuskan secara mutlak atau bersyarat dari pembukuan pemerintah pusat/daerah.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100. dilakukan dengan menghapuskan Penghapusan secara bersyarat piutang negara/daerah dari pembukuan pemerintah pusat/daerah tanpa menghapuskan hak tagih Pusdiklatwas BPKP. Penyelesaian Piutang Negara yang Tidak Disepakati Penyelesaian piutang negara yang timbul sebagai akibat hubungan keperdataan dapat dilakukan melalui perdamaian.000.Sistem Administrasi Keuangan Negara I mendapat prioritas utama (harus didahulukan).000.000.

Penghapusan secara mutlak atau bersyarat sepanjang menyangkut piutang pemerintah pusat.000. menteri keuangan untuk jumlah sampai dengan Rp10.000. b. Pusdiklatwas BPKP. c.000.00 (seratus miliar rupiah).000. Biaya berkenaan dengan proses pengadaan utang atau hibah tersebut dibebankan pada anggaran belanja negara.000.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100. Utang/hibah dimaksud dapat diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah/BUMN/BUMD.000.000.00 (sepuluh miliar rupiah).00 (seratus miliar rupiah). presiden untuk jumlah lebih dari Rp10. ditetapkan oleh: a.000. 4.Tahun 2007 65 . Sedangkan penghapusan secara mutlak dilakukan dengan menghapuskan hak tagih negara/daerah.000. presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk jumlah lebih dari Rp100. Tata cara pengadaan utang dan/atau penerimaan hibah baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri serta penerusan utang atau hibah luar negeri kepada pemerintah daerah/BUMN/BUMD.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara/daerah. diatur dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2006 Tentang Tatacara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri.000.000.000. Pengelolaan Utang Menteri Keuangan dapat menunjuk pejabat yang diberi kuasa atas nama Menteri Keuangan untuk mengadakan utang negara atau menerima hibah yang berasal dari dalam negeri ataupun dari luar negeri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undangundang APBN.

PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA 1. G. Menteri/pimpinan lembaga adalah pengguna barang bagi kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya. b.Tahun 2007 66 . Kedaluwarsa Hak Tagih Utang Negara Hak tagih mengenai utang atas beban negara kedaluwarsa setelah lima tahun sejak utang tersebut jatuh tempo. sosial dan/atau manfaat lainnya. Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan wakil dari negara/daerah/swasta ditetapkan dengan peraturan pemerintah pusat dalam kepemilikan aset negara mengatur pengelolaan barang milik negara. Kedaluwarsa dimaksud tertunda apabila pihak yang berpiutang mengajukan tagihan kepada negara sebelum berakhirnya masa kedaluwarsa. F. Kedaluwarsa dihitung sejak tanggal 1 Januari tahun berikutnya. Kepala kantor Pusdiklatwas BPKP. PENGELOLAAN INVESTASI Pemerintah dapat melakukan investasi jangka panjang untuk memperoleh manfaat ekonomi. Investasi dan penyertaan modal pemerintah pusat pada perusahaan pemerintah. dan investasi langsung. Ketentuan kedaluwarsa dimaksud tidak berlaku untuk pembayaran kewajiban bunga dan pokok pinjaman negara. kecuali ditetapkan lain oleh undang-undang.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 5. Ketentuan Umum Pengelolaan Barang Milik Negara Pokok-pokok pengurusan barang milik negara/daerah antara lain sebagai berikut: a. surat utang. Investasi tersebut dilakukan dalam bentuk saham.

Barang milik negara yang diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan negara tidak dapat dipindahtangankan. f. wajib diserahkan pemanfaatannya kepada Menteri Keuangan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pemerintahan negara. i. e.Tahun 2007 67 . Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara dalam menetapkan ketentuan pelaksanaan pensertifikatan tanah yang dimiliki dan dikuasai pemerintah pusat berkoordinasi dengan lembaga yang bertanggung jawab di bidang pertanahan nasional. 2. d. Demikian pula barang milik negara dilarang digadaikan atau dijadikan jaminan untuk mendapatkan jaminan. c. g. Bangunan milik negara harus dilengkapi dengan bukti status kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib. Tanah dan bangunan milik negara yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan. Barang milik negara dilarang untuk diserahkan kepada pihak lain sebagai pembayaran atas tagihan kepada pemerintah pusat. Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang wajib mengelola dan menatausahakan barang milik negara yang berada dalam penguasaannya dengan sebaik-baiknya. Barang milik negara yang berupa tanah yang dikuasai pemerintah pusat harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. h. 1 Tahun 2004 dinyatakan Pusdiklatwas BPKP. Bendahara Barang atau Pejabat/Pegawai Pengurus Barang Milik Negara Walaupun dalam definisi bendahara sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1 ayat 14 Undang-Undang No.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dalam lingkungan kementerian negara/lembaga adalah Kuasa Pengguna Barang dalam lingkungan kantor yang bersangkutan.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I bahwa tanggung jawab pengurusan bendahara meliputi uang atau surat berharga atau barang-barang negara/daerah. pejabat/pegawai pengurus barang milik negara mempunyai tugas untuk mengelola. baik dalam Undang-Undang Perbendaharaan Negara maupun Peraturan Pemerintah No. Dalam PP No. Pada dasarnya. Dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “bendahara barang” tidak dikenal lagi dan diganti menjadi “pejabat /pegawai pengurus barang milik negara”. tetapi dalam pengaturan selanjutnya. mengeluarkan. dalam pasal 78 ayat (2) dinyatakan: pejabat/pegawai selaku pengurus barang dalam melaksanakan tugas rutinnya diberikan tunjangan yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara/daerah yang diatur dengan peraturan menteri keuangan. Pusdiklatwas BPKP. dan membuat perhitungan/mempertanggungjawabkan barang-barang milik/kekayaan negara/daerah pada instansi/satker.Tahun 2007 68 . 6 Tahun 2006 tersebut ada ketentuan yang menyebutkan pejabat yang identik dengan istilah bendahara barang yaitu pada pasal 6 yang menyatakan: menteri/pimpinan lembaga selaku pimpinan kementerian/lembaga adalah pengguna barang milik negara yang berwenang dan bertanggung jawab menetapkan kuasa pengguna barang dan menunjuk pejabat yang mengurus dan menyimpan barang milik negara. menyimpan. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. istilah “bendahara barang” tidak ada lagi. baik barang-barang tersebut berada di dalam gudang maupun di tempat lain yang dikuasai negara/daerah. Selanjutnya.

Tahun 2007 69 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. dihibahkan. Bernilai lebih dari Rp10.000. dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Pemindahtanganan barang milik negara berupa tanah dan/atau bangunan hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan DPR.000. Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan di atur sebagai berikut: a. harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen pelaksanaan anggaran.000. kecuali tanah dan/atau bangunan yang: a.000.000. d. kecuali dalam hal tertentu yang akan diatur dengan peraturan pemerintah.000. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis.00 (sepuluh miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. diperuntukkan bagi pegawai negeri.000. sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. diperuntukkan bagi kepentingan umum.000. Pemindahtanganan Barang Milik Negara Pemindahtanganan barang milik negara dilakukan dengan cara dijual.00 (seratus miliar rupiah) harus dengan persetujuan DPR. c.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100. dipertukarkan. Penjualan barang milik negara dilakukan dengan cara lelang. Bernilai sampai dengan Rp10. e. Pusdiklatwas BPKP.000.000. b.000.000.00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan presiden. Bernilai lebih dari Rp100. c. atau disertakan sebagai modal pemerintah. b.

Larangan Penyitaan Uang dan Barang Milik Negara yang Dikuasai Negara dan/atau Terdapat larangan penyitaan oleh pihak manapun terhadap: a. yang selanjutnya disebut BLU. baik yang berada di instansi pemerintah maupun pada pihak ketiga. PENGELOLAAN BADAN LAYANAN UMUM (BLU) Badan layanan umum. uang yang harus disetor oleh pihak ketiga kepada negara. Berbeda dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang asetnya merupakan kekayaan negara yang dipisahkan. kekayaan BLU merupakan kekayaan negara yang tidak dipisahkan serta dikelola dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menyelenggarakan kegiatan BLU yang bersangkutan. yang diperlukan untuk penyelenggaraan tugas pemerintahan. adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan layanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. barang tidak bergerak dan hak kebendaannya milik negara. Hal ini merupakan pengecualian dari asas umum pengurusan keuangan Pusdiklatwas BPKP. BLU dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalan rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. barang bergerak milik negara. barang milik pihak ketiga yang dikuasai oleh negara yaitu barang yang secara fisik dikuasai/digunakan/dimanfaatkan oleh pemerintah berdasarkan hubungan hukum yang dibuat antara pemerintah dan pihak ketiga. uang atau surat berharga milik negara baik yang berada pada instansi pemerintah maupun pada pihak ketiga.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. H. e.Tahun 2007 70 . b. d. c.

BLU bertujuan untuk meningkatkan pelayanan umum kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendapatan yang diperoleh BLU sehubungan dengan jasa layanan yang diberikan merupakan pendapatan negara/daerah. Laporan keuangan dan kinerja BLU disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja dari instansi induknya (kementerian/lembaga negara/pemerintah daerah). Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU).Tahun 2007 71 . BLU diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas. namun setiap BLU tetap diwajibkan untuk menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara yaitu asas spesialitas yang tidak membenarkan adanya kompensasi atau penggunaan langsung pendapatan untuk membiayai belanja negara. Status hukum BLU tidak terpisah dari instansi induknya dan beroperasi berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh instansi induk. memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktikpraktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan negara pada umumnya. Walaupun ada kekhususan. Kementerian jawab negara/lembaga/pemerintah atas pelaksanaan daerah tetap yang bertanggung kewenangan Pusdiklatwas BPKP. Kekhususan lainnya adalah bahwa BLU dapat memperoleh hibah atau sumbangan dari masyarakat atau badan lain. dan penerapan praktik bisnis yang sehat. Untuk itu. termasuk perwujudan efisiensi dan efektivitas pelayanan masyarakat serta pengamanan aset negara yang dikelola oleh instansi terkait.

Tahun 2007 72 . PENATAUSAHAAN APBN 1. aset.Sistem Administrasi Keuangan Negara I didelegasikannya kepada BLU. Dimaksud dengan aset adalah sumber daya. dan ekuitas dana. utang. serta dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah dan diharapkan memberi manfaat ekonomi/sosial di masa depan. yang berada dalam tanggung jawabnya. I. utang. BLU mengelola penyelenggaraan layanan umum sejalan dengan praktik bisnis yang sehat tanpa mengutamakan pencarian keuntungan. merupakan entitas pelaporan yang tidak hanya wajib menyelenggarakan akuntansi. tetapi Pusdiklatwas BPKP. termasuk transaksi pendapatan dan belanja. Tiap-tiap kementerian negara/lembaga. dan barang. Oleh karena itu. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungannya. Akuntansi dimaksud digunakan untuk menyusun laporan keuangan pemerintah pusat sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Pejabat yang ditunjuk mengelola BLU bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan pemberian layanan umum yang didelegasikan kepadanya oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota. Akuntansi Keuangan Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan. kementerian peran negara/lembaga/pemerintah daerah harus menjalankan pengawasan terhadap kinerja layanan dan pelaksanaan kewenangan yang didelegasikan. Menteri/pimpinan lembaga/kepala satuan kerja selaku pengguna anggaran menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan. yang dapat diukur dalam satuan uang. aset. yang antara lain meliputi uang. investasi. tagihan. dan ekuitas dana.

Presiden selaku kepala pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian internal (internal control system) di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh. Menteri/pimpinan menyelenggarakan lembaga sistem selaku pengguna anggaran/barang di bidang pengendalian internal pemerintahan masing-masing. UU No. 2. 2. 3. Sistem pengendalian yang dituangkan dalam peraturan pemerintah dimaksud dikonsultasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelengarakan sistem pengendalian internal di bidang perbendaharaan. Peran dan tanggung jawab pengendalian internal pemerintah dipegang oleh: 1. Penatausahaan Dokumen Setiap orang dan/atau badan yang menguasai dokumen yang berkaitan dengan perbendaharaan negara wajib menatausahakan dan memelihara dokumen tersebut dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu undang-undang tentang kearsipan. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara dalam Bab X pasal 58 mengamanatkan keharusan pemerintah pusat maupun daerah untuk melaksanakan pengendalian internal pemerintah dengan sebaik-baiknya. J. transparansi. dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I juga wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH Dalam rangka meningkatkan kinerja. Sampai dengan saat selesainya Pusdiklatwas BPKP. Sistem peraturan pengendalian internal dimaksud ditetapkan internal dengan akan pemerintah.Tahun 2007 73 .

a. a.. dan menetapkan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Negara adalah tanggung jawab/kewenangan dari . menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang c.. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara atau pengelola fiskal c. menteri keuangan bersama dengan menteri/pimpinan lembaga sesuai dengan kewenangannya d.. menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara d. menteri teknis/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran c. K.... menyusun dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) b. Pusdiklatwas BPKP..Tahun 2007 74 . adalah . menteri /pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran b. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) b. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran 2. Pengurusan administrasi bidang ordonansering (menguji.Sistem Administrasi Keuangan Negara I revisi modul ini. Peraturan Pemerintah mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah belum terbit.. Mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Pernyataan yang bukan merupakan wewenang dari menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dan Dirjen Perbendaharaan Negara selaku Kuasa BUN. Badan Pemeriksa Keuangan sebagai lembaga yang bebas dan mandiri d.. a. LATIHAN SOAL 1. Badan Pemeriksa Keuangan dan menteri keuangan 3. membebankan dan menerbitkan SPM/SPN ) dilaksanakan oleh .

Hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah kekayaan bersih. menghapuskan piutang negara/daerah tanpa menghapuskan hak tagih negara b. menteri teknis/pimpinan lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan c. menghilangkan tagihan oleh negara karena suatu keadaan tertentu atas permohonan dari yang berhutang d. Keputusan mengenai pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp10 milyar sampai dengan Rp100 milyar dilakukan oleh . menghilangkan dari pembukuan anggaran agar tidak terjadi selisih pembukuan yang berkepanjangan Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. ketiga unsur di atas semuanya adalah ciri basis akrual. presiden setelah mendapat persetujuan dari DPR 6.. 5. Penghapusan piutang secara mutlak dilakukan dengan cara . baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. Unsur yang merupakan ciri dari suatu sistem akuntansi pemerintah yang menggunakan basis akrual adalah: a. menghapuskan piutang negara/daerah dengan menghapuskan hak tagih negara c. Kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang kekayaan bersih. b..Tahun 2007 75 . a. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara setelah mendapat persetujuan dari presiden d... menteri teknis/pimpinan lembaga yang bersangkutan b. c. a... d.

dan pembiayaan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk: 1. Membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundangundangan. UMUM Salah satu upaya konkret untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah adanya laporan pertanggungjawaban pemerintah dalam bentuk laporan keuangan yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan.Tahun 2007 76 . Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Pusdiklatwas BPKP. 4. transfer.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB VI PERTANGGUNGJAWABAN DAN PEMERIKSAAN PELAKSANAAN APBN Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. 2. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. 3. Membandingkan realisasi pendapatan. reviu intern laporan keuangan. dan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Menilai kondisi keuangan. Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan. Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). belanja. A.

dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. B. Catatan atas Laporan Keuangan. LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH Laporan disampaikan pertanggungjawaban pemerintah berupa pelaksanaan keuangan APBN pokok yang yang laporan komponennya setidak-tidaknya terdiri dari: 1. yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan. Selanjutnya. Laporan Realisasi Anggaran selain menyajikan realisasi pendapatan dan belanja. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber. dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah. Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan pemerintah yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset. juga dilengkapi laporan kinerja keuangan dari setiap kementerian negara/lembaga. Ekuitas dana adalah Pusdiklatwas BPKP. 2. pemeriksaan oleh BPK diselesaikan selambatlambatnya dua bulan setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat. 3. 4. kewajiban.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran menyusun laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBN pada kementerian negara/lembaga yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Presiden melalui Menteri Keuangan paling lambat dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. Laporan keuangan pemerintah pusat yang telah diperiksa oleh BPK harus disampaikan kepada DPR selambat-lambatnya enam bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan.Tahun 2007 77 . Laporan Realisasi Anggaran. Laporan Arus Kas. Neraca. alokasi.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalan Laporan Realisasi Anggaran. penerimaan. dan transaksi non anggaran. 3. Bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005. Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan meterial kepada Pengguna Anggaran atas pelaksanaan kegiatan yang berada dalam penguasaannya. Laporan Arus Kas menggambarkan saldo awal. Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada presiden atas pelaksanaan kebijakan anggaran yang berada dalam penguasaannya. Catatan atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan/dianjurkan untuk diungkapkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan agar laporan keuangan dapat disajikan secara wajar. dan saldo akhir kas pemerintah selama periode tertentu. investasi aset non keuangan. dan Laporan Arus Kas. pengeluaran. tanggung jawab para pengelola keuangan negara diatur sebagai berikut: 1. manfaat/hasil (outcome). pembiayaan. Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang bertanggung dalam jawab atas pelaksanaan tentang kebijakan dari yang segi ditetapkan undang-undang APBN. Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Pusdiklatwas BPKP. 2. Neraca.Tahun 2007 78 . Informasi bertambah dan/atau berkurangnya kas diperoleh sehubungan dengan aktivitas operasional.

Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dalam undangundang tentang APBN. 6. Selain itu. Mekanisme penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat adalah sebagai berikut: 1.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. Kewajiban untuk mengganti kerugian keuangan negara oleh para pengelola keuangan negara dimaksud merupakan unsur pengendalian internal yang andal. MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Menteri keuangan selaku pengelola fiskal menyusun laporan keuangan pemerintahan pusat untuk disampaikan kepada presiden dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. Kuasa Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dari segi hak dan ketaatan peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya.Tahun 2007 79 . 5. 7. menyimpan dan membayar atau menyerahkan uang. C. Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada presiden dari segi hak dan ketaatan peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya. surat berharga atau barang milik negara bertanggung jawab secara pribadi atas semua kekurangan yang terjadi dalam pengurusannya”. Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yang meliputi Pusdiklatwas BPKP. ditegaskan pula berlakunya prinsip yang berlaku universal bahwa “seseorang yang diberi wewenang untuk menerima. Bendahara penerimaan/bendahara pengeluaran bertanggung jawab secara fungsional atas pengelolaan uang yang menjadi tanggung jawabnya kepada Kuasa Bendahara Umum Negara.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I Laporan Realisasi Anggaran. Surplus atau defisit. Untuk meyakinkan kebenaran pernyataan yang diberikan oleh menteri/pimpinan lembaga. 2. 3. dan Catatan atas Laporan Keuangan dilampiri Laporan Keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian negara/lembaga masing-masing dan disampaikan kepada menteri keuangan selambat-lambatnya dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. 3. Ketentuan lebih lanjut mengenai laporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah diatur dengan peraturan pemerintah. 2. maka laporan pertanggungjawaban perlu dilakukan reviu internal oleh aparat pengawasan internal sebelum pelaksanaan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). D.Tahun 2007 80 . LAPORAN KINERJA KEUANGAN Laporan keuangan pokok pemerintah harus dilengkapi dengan Laporan Kinerja Keuangan yang sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai berikut: 1. Pusdiklatwas BPKP. Neraca. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyusun Laporan Arus Kas pemerintah pusat. Menteri keuangan selaku wakil pemerintah pusat dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan negara. Pendapatan dari kegiatan operasional. Beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi. Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang memberikan pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan sistem pengendalian internal yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Pernyataan Tanggung jawab Pusdiklatwas BPKP. Untuk memilih metode klasifikasi ekonomi atau klasifikasi fungsi. beban-beban dikelompokkan menurut program atau yang dimaksudkannya. Dalam Laporan Kinerja Keuangan yang dianalisis menurut klasifikasi fungsi. maka menurut Standar Akuntansi Pemerintahan yang berlaku. walau dalam hal ini pengalokasian beban ke fungsifungsi adakalanya bersifat arbitrer dan atas dasar pertimbangan tertentu. beban alat tulis kantor. serta hakikat organisasi. Penyajian laporan ini memberikan informasi yang lebih relevan bagi pemakai dibandingkan dengan laporan menurut klasifikasi ekonomi. REVIU INTERN LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan tahunan kementerian negara/lembaga/ pemerintah daerah/Satuan Kerja Perangkat Daerah disertai dengan Pernyataan Tanggung jawab (Statement Of Responsibility) yang ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/ kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah. E.Tahun 2007 81 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dalam laporan kinerja keuangan yang dianalisis menurut klasifikasi ekonomi. baik langsung maupun tidak langsung. tergantung pada faktor historis dan peraturan perundang-undangan. Metode ini sederhana untuk diaplikasikan dalam kebanyakan entitas kecil karena tidak memerlukan alokasi beban operasional pada berbagai fungsi. Karena penerapan masingmasing metode pada entitas yang berbeda mempunyai kelebihan tersendiri. beban transportasi. entitas pelaporan diperbolehkan memilih salah satu metode yang dipandang dapat menyajikan unsur kinerja secara layak. berbeda dengan output entitas pelaporan yang bersangkutan. beban-beban dikelompokkan menurut klasifikasi ekonomi (sebagai contoh beban penyusutan/amortisasi. beban gaji dan tunjangan pegawai). dan tidak dialokasikan pada berbagai fungsi dalam suatu entitas pelaporan. Kedua metode ini dapat memberikan indikasi beban yang mungkin.

Selanjutnya.Tahun 2007 82 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I memuat pernyataan bahwa pengelolaan APBN/APBD telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (PP Nomor 24 Tahun 2005). Pusdiklatwas BPKP. Kewajiban menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern bertujuan untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan dan kinerja setiap entitas pelaporan dan akuntansi. Peranan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah/inspektorat/badan pengawas dalam melakukan reviu terhadap laporan keuangan pemerintah sangatlah menentukan agar informasi yang disajikan dalam laporan tersebut dapat diyakini keandalannya sebelum pernyataan tanggung jawab ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/ gubernur/bupati/ walikota/kepala SKPD.06/2005 tahun 2005 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menegaskan bahwa aparat pengawasan intern kementerian/lembaga melakukan reviu atas laporan keuangan dan membuat/menandatangani Pernyataan Telah Direviu. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah pada kementerian negara/ lembaga/pemerintah daerah melakukan reviu atas laporan keuangan dan kinerja dalam rangka meyakinkan keandalan informasi yang disajikan sebelum disampaikan oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/ walikota kepada pihak-pihak terkait. Peraturan Menteri Keuangan nomor 59/PMK. dengan antara lain menciptakan prosedur rekonsiliasi antara data transaksi keuangan yang diakuntansikan oleh Pengguna Anggaran dengan data transaksi keuangan yang diakuntansikan oleh Bendahara Umum Negara/Daerah.

Ditinjau dari sisi pemerintah. serta pemeriksaan atas aspek efektivitas yang lazim dilakukan untuk kepentingan manajemen oleh aparat pengawasan internal pemerintah. Pemeriksaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. BPK memiliki kewenangan untuk melakukan tiga jenis pemeriksaan. Tujuan pemeriksaan kinerja adalah untuk mengidentifikasikan hal-hal yang perlu menjadi perhatian lembaga perwakilan rakyat (DPR/DPRD).Sistem Administrasi Keuangan Negara I F. UUD 1945 pasal 23 E mengamanatkan BPK untuk melaksanakan pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan negara.Tahun 2007 83 . Pemeriksaan keuangan ini dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah. 3. PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA Pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dilakukan oleh suatu badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan khusus. Termasuk dalam pemeriksaan tujuan tertentu ini Pusdiklatwas BPKP. Pengertian masing-masing jenis pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut. di luar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja. yaitu dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). yakni pemeriksaan keuangan. 2. 1. Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi. pemeriksaan kinerja dimaksudkan agar kegiatan yang dibiayai dengan keuangan negara/daerah diselenggarakan secara ekonomis dan efisien serta memenuhi sasarannya secara efektif. pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.

BPK wajib menindaklanjutinya dengan melaporkan kepada instansi yang berwenang. antara lain dengan membahasnya bersama pihak terkait. Ikhtisar dimaksud disampaikan kepada DPR/DPD/DPRD sesuai dengan kewenangannya. Selain disampaikan kepada lembaga perwakilan. dan kepada presiden Pusdiklatwas BPKP. Setiap laporan hasil pemeriksaan BPK disampaikan kepada DPR/DPD/DPRD sesuai dengan kewenangannya untuk ditindaklanjuti. laporan hasil pemeriksaan juga disampaikan oleh BPK kepada pemerintah untuk dimintakan tanggapan dan penyesuaian/koreksi. yaitu kepolisian. BPK diharuskan menyusun ikhtisar hasil pemeriksaan yang dilakukan selama satu semester. Pemerintah diberi kesempatan untuk menanggapi temuan dan simpulan yang dikemukakan dalam laporan hasil pemeriksaan. dan pihak yang berwenang lainnya. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK disusun dan disajikan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) segera setelah kegiatan pemeriksaan selesai. dan rekomendasi. KPK.Sistem Administrasi Keuangan Negara I adalah pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan dan pemeriksaan investigatif.Tahun 2007 84 . pemeriksaan kinerja akan menghasilkan temuan. simpulan. Dalam hal laporan hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK digunakan oleh pemerintah untuk melakukan koreksi dan penyesuaian yang diperlukan. sedangkan pemeriksaan dengan tujuan tertentu akan menghasilkan simpulan. Tanggapan tersebut disertakan dalam laporan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR/DPRD. Pemeriksaan keuangan akan menghasilkan opini. Apabila pemeriksa BPK menemukan unsur pidana. laporan keuangan yang telah diperiksa (audited financial statements) akan memuat koreksi dimaksud sebelum disampaikan kepada DPR/DPRD. kejaksaan.

. Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Kinerja Keuangan masing-masing kementerian/lembaga b. Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diterima secara umum d... Pusdiklatwas BPKP. Selanjutnya. LATIHAN SOAL 1. tolok ukur dan indikator kinerja dari masing-masing kementerian/ lembaga c. Laporan Keuangan pokok dari pemerintah setidak-tidaknya terdiri dari komponen . 2. Sehubungan dengan itu.. BPK perlu memantau dan menginformasikan hasil pemantauan atas tindak lanjut tersebut kepada DPR/DPD/DPRD. a. Dengan demikian. pemerintah diwajibkan untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK. G. antara lain melalui publikasi dan situs web BPK..Tahun 2007 85 . memperoleh Dalam rangka transparansi dan peningkatan partisipasi publik. Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan oleh pemerintah b. Catatan atas Laporan Keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan d. setiap laporan hasil pemeriksaan yang sudah disampaikan kepada lembaga perwakilan dinyatakan terbuka untuk umum. masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk mengetahui hasil pemeriksaan. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan. Laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang disampaikan ke DPR harus memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti . a. ketiga jawaban tersebut di atas dalam satu kesatuan..Sistem Administrasi Keuangan Negara I serta gubernur/bupati/walikota yang bersangkutan agar informasi secara menyeluruh tentang hasil pemeriksaan. Neraca dan Laporan Arus Kas c.

a. a. alokasi anggaran yang telah dituangkan dalan APBN/DIPA 4. hak dan ketaatan pada peraturan b. pendapatan dari kegiatan operasional b. Dalam menyampaikan laporan keuangan kepada menteri keuangan. a.. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan yang sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai Pusdiklatwas BPKP. prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas d. surplus atau defisit d. keluaran (output) dan hasil/manfaat (outcome) d.. formal dan material c. Bendahara Umum Negara (BUN) bertanggung jawab kepada presiden atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya dari segi . laporan keuangan pokoknya dilengkapi dengan Laporan Kinerja Keuangan berikut .. pelaksanaan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan 5... menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang memberi pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan .Tahun 2007 86 .. beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diterima secara umum b. Suatu entitas pelaporan yang menyajikan laporan berbasis akrual. laporan keuangan tahun lalu yang sudah diperiksa BPK c....

penyelesaian kerugian. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap para bendahara yang dalam pengurusan uang/barang yang menjadi tanggung jawabnya telah melakukan perbuatan melawan hukum yang berakibat merugikan keuangan negara.Tahun 2007 87 . 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. dan perlakuan terhadap pejabat yang terlibat KKN. SANKSI ADMINISTRATIF. ketentuan lain yang berkaitan dengan pengenaan ganti rugi. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. DAN GANTI RUGI Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADMINISTRATIF Sebagai konsekuensi dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. diatur mengenai ketentuan pidana. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan ketentuan yang berkaitan dengan pelanggaran/perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. UU No. maupun UU No. sanksi administratif.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB VII KETENTUAN PIDANA. Penyelesaian kerugian negara perlu segera dilakukan untuk mengembalikan kekayaan negara yang hilang/berkurang serta meningkatkan disiplin dan tanggung jawab para pegawai negeri/pejabat Pusdiklatwas BPKP. baik dalam UU No. A. dan ganti rugi yang berlaku bagi menteri/pimpinan lembaga serta pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. serta proses penuntutan ganti rugi yang meliputi: pejabat yang mengenakan sanksi.

serta berfungsi sebagai jaminan atas ditaatinya undang-undang tentang APBN yang bersangkutan. 2. Presiden memberi sanksi administratif sesuai dengan ketentuan undang-undang kepada pegawai negeri serta pihak-pihak lain yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang ini. Sanksi tersebut dimaksudkan sebagai upaya preventif dan represif. Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. yaitu sebagai berikut: 1. Setiap pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud. 3. dan ganti rugi diantaranya diatur dalam pasal 34 dan 35. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Kebijakan dimaksud tercermin pada manfaat/hasil yang harus dicapai dengan pelaksanaan fungsi dan program kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. Menteri/pimpinan lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. Dalam UU No. hal mengenai ketentuan pidana. dan para pengelola keuangan pada khususnya. 5. diatur secara khusus mengenai Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara pada umumnya. sanksi administrasi. Setiap bendahara bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Di dalam UU No.Tahun 2007 88 . 4.

000.000.000.000.00 penjara satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1.000.000.000. 1. Setiap orang Pelanggaran (dengan sengaja) tidak menjalankan kewajiban menyerahkan dokumen dan/atau menolak memberikan keterangan yang diperlukan untuk kepentingan kelancaran pemeriksaan mencegah. Setiap orang 4.000.000.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500.00 Ketentuan mengenai pemeriksaan atas laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam UU No.Sistem Administrasi Keuangan Negara I ketentuan pidana pada pasal 24 sampai pasal 26 dengan materi pokok sebagai berikut: No.000.000.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp500. Setiap pemeriksa 8.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp500.000. Subjek Setiap orang 2.000.000.000. Setiap pemeriksa 7.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500. Setiap pemeriksa 6.000. Setiap orang 5. menghalangi.000.000.Tahun 2007 89 .00 penjara tiga tahun dan/atau denda Rp1. Setiap orang 3. 15 Tahun 2004 dilaksanakan mulai Pusdiklatwas BPKP.00 penjara tiga tahun dan/atau denda Rp1.000. dan/atau menggagalkan pelaksanaan pemeriksaan menolak pemanggilan yang dilakukan oleh BPK tanpa menyampaikan alasan penolakan secara tertulis memalsukan atau membuat palsu dokumen yang diserahkan mempergunakan dokumen yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan melampaui batas kewenangannya menyalahgunakan kewenangannya sehubungan dengan kedudukan dan/atau tugas pemeriksaan tidak melaporkan temuan pemeriksaan yang mengandung unsur pidana yang diperolehnya pada waktu melakukan pemeriksaan tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan Ancaman Pidana Maksimal penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500.

dengan ketentuan transisi sebagai berikut: a.Tahun 2007 90 . Pusdiklatwas BPKP. surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara dimaksud diterbitkan oleh menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Pengenaan ganti kerugian terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan negara oleh menteri/pimpinan lembaga. Penyelesaian ganti kerugian negara/daerah yang sedang dilakukan oleh BPK dan/atau Pemerintah pada saat UU No.Sistem Administrasi Keuangan Negara I laporan keuangan tahun anggaran 2006. Apabila dalam pemeriksaan kerugian negara ditemukan unsur pidana. Tata cara penyelesaian ganti kerugian negara selambat-lambatnya satu tahun setelah berlakunya UU No. surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara dimaksud diterbitkan oleh presiden. 15 Tahun 2004 mulai berlaku dan belum ditetapkannya tata cara penyelesaian ganti kerugian negara. Dalam hal pejabat yang melakukan kerugian negara adalah menteri keuangan. 15 Tahun 2004. 15 Tahun 2004. b. Badan Pemeriksa Keuangan menindak lanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut beserta bukti-buktinya kepada instasi yang berwenang. Pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. PEJABAT YANG BERHAK MENGENAKAN SANKSI Dalam hal pejabat yang melakukan kerugian negara adalah menteri/pimpinan lembaga. B. Tata cara tuntutan ganti kerugian negara diatur dengan peraturan pemerintah. dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang ada sebelum berlakunya UU No.

atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan negara wajib mengganti kerugian tersebut. Pejabat lain dimaksud meliputi pejabat negara dan pejabat penyelenggara pemerintahan yang tidak berstatus pejabat negara. tidak termasuk bendahara dan pegawai negeri bukan bendahara.Tahun 2007 91 . Setiap kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. setelah mengetahui bahwa dalam kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang bersangkutan terjadi kerugian akibat perbuatan dari pihak manapun. Bendahara. sebagaimana diuraikan sebagai berikut. Tata cara pengenaan ganti rugi berbeda antara pegawai negeri bukan bendahara dengan bendahara. Kerugian negara dapat terjadi karena pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat negara atau pegawai negeri bukan bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif atau oleh bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan kebendaharaan. 2. pegawai negeri bukan bendahara. PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA Penyelesaian kerugian negara/daerah dalam UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara diatur dalam pasal 59 sampai dengan pasal 67. Setiap pimpinan kementerian negara/lembaga/kepala satuan kerja dapat segera melakukan tuntutan ganti rugi. 3. Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I C. Materi pokok yang diatur dalam ketentuan tersebut adalah sebagai berikut: 1.

c. Surat keputusan dimaksud mempunyai kekuatan hukum untuk pelaksanaan sita jaminan (conservatoir beslaag). pegawai negeri bukan bendahara. yang sampai saat modul ini selesai disusun peraturan pemerintah tersebut belum ada. Setiap kerugian negara wajib dilaporkan oleh atasan langsung atau kepala kantor kepada menteri/pimpinan lembaga dan diberitahukan kepada BPK selambat-lambatnya tujuh hari kerja setelah kerugian negara itu diketahui. atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya. Pokok-pokok yang telah diatur dalam UU No. menteri/pimpinan lembaga yang bersangkutan segera menetapkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara yang ditujukan kepada yang bersangkutan. b.Tahun 2007 92 . segera dimintakan surat pernyataan kesanggupan dan atau pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawabnya dan bersedia mengganti kerugian negara dimaksud. Pengenaan Bendahara Ganti Rugi Terhadap Pegawai Negeri Bukan Pengenaan ganti rugi terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/ bupati/walikota. Jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian negara. Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui. Surat pernyataan tersebut biasa disebut Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM). Pusdiklatwas BPKP. 1 Tahun 2004 adalah sebagai berikut: a. Tata cara tuntutan ganti kerugian negara/daerah diatur dengan peraturan pemerintah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 1. kepada bendahara.

Apabila bendahara tidak mengajukan keberatan atau pembelaan dirinya ditolak.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Bendahara dapat mengajukan keberatan atau pembelaan diri kepada BPK dalam waktu 14 hari kerja setelah menerima surat keputusan sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas. Pembelaan diri ditolak oleh BPK apabila bendahara tidak dapat membuktikan bahwa dirinya bebas dari kesalahan. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara diatur dalam UU No. Pengenaan Ganti Rugi terhadap Bendahara Dalam UU No. b. setelah mengetahui ada kekurangan kas/barang dalam persediaan yang merugikan keuangan negara/daerah.Tahun 2007 93 . c. dalam BPK pemeriksaan tersebut ditemukan unsur menindaklanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara mulai pasal 22 dan pasal 23. BPK menerbitkan surat keputusan penetapan batas waktu pertanggungjawaban bendahara atas kekurangan kas/barang yang terjadi. Surat keputusan dimaksud diterbitkan apabila belum ada penyelesaian yang dilakukan sesuai dengan tata cara penyelesaian ganti kerugian negara yang ditetapkan oleh BPK. kelalaian. BPK menetapkan surat keputusan pembebanan penggantian kerugian negara/daerah kepada bendahara bersangkutan. Pusdiklatwas BPKP. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara pasal 62 dinyatakan bahwa pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK dan apabila pidana. atau kealpaan. yaitu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut beserta bukti-buktinya kepada instansi yang berwenang. dengan uraian sebagai berikut: a.

yaitu sebagai berikut: 1. Bendahara. ada beberapa ketentuan lain yang berlaku umum baik untuk pengenaan ganti kerugian negara bagi pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara. g. Pusdiklatwas BPKP. Menteri/pimpinan perusahaan negara lembaga dan /gubernur/bupati/walikota/direksi lain yang mengelola badan-badan keuangan negara melaporkan penyelesaian kerugian negara/daerah kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah diketahui terjadinya kerugian negara/daerah dimaksud. KETENTUAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENGENAAN GANTI KERUGIAN NEGARA Di samping ketentuan-ketentuan pokok tersebut di atas. e.Tahun 2007 94 . sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. Tata cara penyelesaian ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada huruf d di atas berlaku pula bagi pengelola perusahaan umum dan perusahaan perseroan yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. D. f. dan pejabat lain yang telah ditetapkan untuk mengganti kerugian negara dapat dikenai sanksi administratif dan atau sanksi pidana. Tata cara penyelesaian ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK setelah berkonsultasi dengan pemerintah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I d. BPK memantau penyelesaian pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara dan/atau pejabat lain pada kementerian negara/lembaga/ pemerintah daerah. Putusan pidana tidak membebaskan dari tuntutan ganti rugi. pegawai negeri bukan bendahara. maupun untuk bendahara/pengelola perbendaharaan negara.

Kewajiban bendahara. 4. pegawai negeri bukan bendahara. Ketentuan penyelesaian kerugian negara dalam undang-undang ini berlaku pula untuk pengelola perusahaan negara dan badan-badan lain Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 95 . terbatas pada kekayaan yang dikelola atau diperolehnya. yang berasal dari bendahara. melarikan diri. 3. yang berada dalam penguasaan bendahara. atau pejabat lain yang dikenai tuntutan ganti kerugian negara berada dalam pengampuan. pegawai negeri bukan bendahara. Dalam hal bendahara. atau meninggal dunia. pegawai negeri bukan bendahara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Ketentuan penyelesaian kerugian negara sebagaimana diatur dalam ketiga paket undang-undang ini berlaku pula untuk uang dan/atau barang bukan milik negara. 5. penuntutan dan penagihan terhadapnya beralih kepada pengampu yang memperoleh hak/ahli waris. atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi. 6. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang bersangkutan. atau sejak bendahara. Tanggung jawab pengampu yang memperoleh hak/ahli waris untuk membayar ganti kerugian negara dimaksud menjadi hapus apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun sejak keputusan pengadilan yang menetapkan pengampuan kepada bendahara. menjadi kedaluwarsa jika dalam waktu lima tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut atau dalam waktu delapan tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. pegawai negeri bukan bendahara. atau pejabat lain yang bersangkutan. pegawai negeri bukan bendahara. atau pejabat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan. pengampu/yang memperoleh hak/ahli waris tidak diberi tahu oleh pejabat yang berwenang mengenai adanya kerugian negara. atau pejabat lain yang bersangkutan diketahui melarikan diri atau meninggal dunia.

7. Menpan mengharapkan perhatian dan bantuan dari pihak-pihak yang disebutkan di atas agar meningkatkan kerja sama dan dukungan upaya-upaya penanganan perkara korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. para pimpinan sekretariat dewan/komisi/badan. E. 2. dan dilakukan penahanan oleh aparat penegak hukum. Memberhentikan sementara dari jabatannya. jika memang ijin tersebut diperlukan sesuai peraturan perundang-undangan. berstatus sebagai tersangka/terdakwa. PERLAKUAN TERHADAP PEJABAT YANG TERLIBAT KORUPSI. DAN NEPOTISME (KKN) Dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. Jaksa Agung. Segera memberikan ijin pemeriksaan terhadap pejabat atau pegawai.Tahun 2007 96 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara. sampai dengan Pusdiklatwas BPKP. Kerja sama dan dukungan tersebut dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut: 1. para gubernur. Panglima TNI. terhadap pejabat yang terlibat perkara korupsi.PAN/4/2007 tanggal 18 April 2007 tentang Perlakuan Terhadap Pejabat yang Terlibat Korupsi. dan para bupati/walikota. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE/03/M. Pengenaan ganti kerugian negara terhadap pengelolaan perusahaan umum dan perusahaan perseroan yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh negara Republik Indonesia ditetapkan BPK. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. oleh KOLUSI. para kepala lembaga pemerintah non departemen. Melalui Surat Edaran tersebut. para pimpinan sekretariat lembaga tinggi negara. Surat Edaran tersebut ditujukan kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Kepala POLRI. Kolusi. dan Nepotisme (KKN). baik sebagai saksi atau sebagai tersangka.

sanksi administratif c. Menyampaikan laporan setiap semester kepada Menpan tentang namanama pejabat/pegawai yang terlibat kasus korupsi dengan status hukumnya E. adalah …. 3. pengenaan tuntutan ganti rugi d. sanksi pidana b. Menjatuhkan sanksi administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil terhadap pejabat/pegawai yang telah mendapatkan vonis bersalah dari pengadilan atau jika terbukti adanya pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil. 4. 5. Sanksi yang berlaku bagi menteri/pimpinan lembaga serta pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan. Memulihkan nama baik dan dapat menempatkan kembali pada jabatan yang semestinya terhadap pejabat/pegawai yang tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan tidak terdapat pelanggaran terhadap disiplin pegawai negeri sipil.Sistem Administrasi Keuangan Negara I adanya keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan atau resmi dinyatakan dihentikan proses hukumnya oleh aparat penegak hukum. meskipun pejabat/pegawai tersebut mendapatkan vonis bebas dari pengadilan. ketiga-tiganya adalah jenis sanksi yang bisa diterapkan Pusdiklatwas BPKP. LATIHAN SOAL 1. a.Tahun 2007 97 .

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

2. Dalam

hal

pejabat

yang

melakukan

kerugian

negara

adalah

menteri/pimpinan lembaga, surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara diterbitkan oleh .... a. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara b. presiden atas usul menteri keuangan c. badan pemeriksa keuangan atas usul presiden d. badan pemeriksa keuangan bersama-sama dengan menteri

keuangan

3. Setiap kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. Kerugian negara dapat terjadi karena .... a. pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat negara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif b. pelanggaran hukum atau kelalaian pegawai negeri bukan

bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif c. pelanggaran hukum atau kelalaian oleh bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan kebendaharaan. d. Ketiga-tiganya dapat dikenakan tuntutan ganti rugi

4. Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui, kepada bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya, segera dimintakan .... a. surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SKTM) b. surat keputusan pembebasan sementara dari jabatan c. surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan d. surat keputusan pembebanan dari Badan Pemeriksa Keuangan

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

98

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

5. Kewajiban bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi, menjadi kedaluwarsa jika .... a. dalam waktu lima tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan b. dalam waktu delapan tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. c. dalam waktu sepuluh tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. d. jawaban a atau jawaban b, mana yang diketahui lebih dulu

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

99

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

DAFTAR PUSTAKA
1. Ahmad Yani, S.H., M.M., Ak., Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Di Indonesia, Divisi Buku Perguruan Tinggi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, Cetakan kedua, April, 2004. 2. Amin Widjaja Tunggal, Drs., Ak., MBA., Coso-Based Auditing, Harvarindo, 2000 3. Anwar Sulaiman H., Drs., Manajemen Aset Daerah, STIA-LAN, 2000 4. Arifin P. Soeria Atmadja, Dr., Mekanisme Pertanggungjawaban Keuangan Negara, PT Gramedia, Jakarta, 1986. 5. Badan Pemeriksa Keuangan, Petunjuk Pelaksanaan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi, 1976. 6. BPKP, Manajemen Pemerintahan Baru, 2000. 7. BPKP, Pedoman Penanganan Penggantian Kerugian Negara, 1993. 8. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H., Determinasi Kebijakan Anggaran Negara Indonesia, Studi Yuridis, Papas Sinar Sinanti, Jakarta 2005. 9. Goedhart C., Dr., Garis-Garis Besar Ilmu Keuangan Negara, Terjemahan oleh Ratmoko, S.H., Penerbit Jembatan, Jakarta, 1981. 10. Hadi, M., Administrasi Keuangan RI, Jakarta, 1981. 11. Keppres Nomor 42 Tahun 2003 dan Perubahannya, tentang Pedoman Pelaksanaan APBN. 12. Keppres Nomor 80 Tahun 2003 dan Perubahannya, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Tuntutan

13. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan Pusat dan Daerah, Standar Akuntansi Pemerintahan, Desember 2005. 14. Leonard D., Goodstein, Timothy M., Nolan, and J. William Pfelffer, Applied Strategic Planning, McGrraw-Hill, Inc. 15. Mahendra Sultan Syah, Ir., Manajemen Proyek Kiat Sukses Mengelola Proyek, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004. 16. Mardiasmo, Prof., Dr., MBA., Ak., Akuntansi Sektor Publik, Penerbit ANDI Yogyakarta, 2004.

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

100

29. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 19. 26. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor. 18.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 17. 30. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah.06/2005 Tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan APBN.2/2006 Tanggal 12 Juli 2006 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL Tahun 2007 dan Pedoman Penyusunan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) Tahun 2007 – 2009. 23. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 134/PMK. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor.Tahun 2007 101 . 27. 22. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 96/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Pusdiklatwas BPKP. PER–01PB/2006 Tentang Petunjuk Teknis Pengesahan Dan Pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2006. 28. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2006 tentang Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah. 2005 tentang Tatacara Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tatacara Pengadan Pinjaman dan atau Penerimaan Hibah serta Penerimaan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pengendalian Jumlah Kumulatif APBN dan APBD Serta Jumlah Kumulatif Pinjaman Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 21. 25. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun Penghapusan Piutang Negara/Daerah. 20. PER–66/PB/2005 Tentang Mekanisme Pelaksanan Pembayaran atas Beban APBN.

Robert S. 42. Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Pusat Pengembagan Akuntansi FE-UI.. 35.. Dr. 2000. Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. 1995. Tahun 2002 tentang Tindak Pidana 38. Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 40. 32.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 31. Kolusi. Penerbit Erlangga. SH. Sugijanto. Pengintegrasian Sistem Akuntabilitas Kinerja dan Anggaran Dalam Perspektif UU No. Kaplan & David P. 36..PAN/4/2007 tentang Perlakuan Terhadap Pejabat yang Terlibat Korupsi. 39.. Pusdiklatwas BPKP. PNRI. Undang-Undang Dasar RI 1945 (setelah amandemen ke empat). Jakarta. Jakarta. dan Nepotisme.Tahun 2007 102 . 43. Undang-Undang RI Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 41. 17 Tahun 2003. Balanced Scorecard. dkk. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 37. Jakarta 2003. Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor: SE/03/M. Akuntansi Pemerintahan dan Organisasi Non Laba. 33. Norton. 34.. Undang-Undang RI Nomor 15 Pencucian Uang. Ak. Rasul Sjahrudin. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Drs.

jilid lengkap) ISBN 979-95661-8-5 (jilid 1) .Pusdiklat Pengawasan BPKP Sistem Administrasi Keuangan Negara I ISBN 979-95661-7-7 (no.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful