I

DIKLAT PEMBENTUKAN AUDITOR TERAMPIL

SAKN I
KODE MA : 1.140

SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA I

2007
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN EDISI KEENAM

I

Judul Modul

: Sistem Administrasi Keuangan Negara I

Penyusun Perevisi I Perevisi II Perevisi III Perevisi IV Perevisi V Pereviu Editor

: : : : : : : :

Djedje Abdul Aziz, S.H. dan Drs. Sigit Edi Surono Djedje Abdul Aziz, S.H. dan Drs. Sigit Edi Surono Drs. Achmad Sadji, M.M. Djedje Abdul Aziz, S.H. Drs. Soeharto Drs. Djamil Djalil dan Wakhyudi, Ak., M. Comm. Drs. Sura, M.B.A. F. Titik Oktiarti, Ak.

Dikeluarkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP dalam rangka Diklat Sertifikasi JFA Tingkat Anggota Tim Terampil
Edisi Pertama Edisi Kedua (Revisi Pertama) Edisi Ketiga (Revisi Kedua) Edisi Keempat (Revisi Ketiga) Edisi Kelima (Revisi Keempat) Edisi Keenam (Revisi Kelima) : : : : : : Tahun 1998 Tahun 2000 Tahun 2002 Tahun 2004 Tahun 2006 Tahun 2007

ISBN 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) ISBN 979-95661-8-5 (jilid 1)

N 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) 5661-9-3 (jilid 2)

Dilarang keras mengutip, menjiplak, atau menggandakan sebagian atau seluruh isi modul ini, serta memperjualbelikan tanpa izin tertulis dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP.

I

....................... ....ii BAB I PENDAHULUAN ... 23 C....................................... 49 BAB V PELAKSANAAN APBN.................................. UMUM.......................................Tahun 2007 ii ....................................... TUJUAN PEMELAJARAN KHUSUS.... 36 B........................................................................................................................... 4 BAB II A........................................................... 1 B............................................... D...................19 BAB III PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA.... 7 KEUANGAN NEGARA........... 25 D..................................................................................................................................................... 5 SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA ................................................................ LATIHAN SOAL............................. PENGURUSAN KHUSUS/KEBENDAHARAAN/KOMPTABLE .................... 54 C.................................................................................................... C........................... DESKRIPSI SINGKAT ...................................................................... KEWENANGAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA ........ 43 D............................. METODOLOGI PEMELAJARAN .... 31 E................. 21 A.......Sistem Administrasi Keuangan Negara I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................... PELIMPAHAN KEWENANGAN..........i DAFTAR ISI ...... 55 Pusdiklatwas BPKP............................................................. 52 A................................... PENGURUSAN UMUM ATAU PENGURUSAN ADMINISTRASI.......................... B............................................................. PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA ........................................................................... UMUM............................................................................. 12 PERBENDAHARAAN NEGARA .......................... RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) .......................................................................... 3 E.... 5 REFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN . 40 C...................................................... 17 LATIHAN SOAL...... RUANG LINGKUP DAN ASAS UMUM PERBENDAHARAAN NEGARA........... RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL). 47 E........ STRUKTUR APBN.. LATIHAN SOAL ................... E...................................................... 2 C................. LATAR BELAKANG ............................................................................. 36 A................................................................................. KEUANGAN NEGARA DAN PERBENDAHARAAN NEGARA ................ 2 D........... 34 BAB IV PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN.............................................................................................. 21 B..................... TUJUAN PEMELAJARAN UMUM ................................... 52 B.......................................................................... 1 A..........

............... F.Sistem Administrasi Keuangan Negara I D.............................................................. LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH .. 87 A.. 97 DAFTAR PUSTAKA .................................... 79 D.... 66 PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA......... LAPORAN KINERJA KEUANGAN... PEJABAT YANG BERHAK MENGENAKAN SANKSI.................................................... MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ............................................................................................. 90 C............................................................................... PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA.... 100 Pusdiklatwas BPKP. G................................................. SANKSI ADMINISTRATIF.......................................................... PENGELOLAAN UANG......................85 BAB VII KETENTUAN PIDANA....................... 80 E.96 F................. UMUM.. DAN GANTI RUGI ............. PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA ................................................... I.................................................... 87 B........ KETENTUAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENGENAAN GANTI KERUGIAN NEGARA ......................... PERLAKUAN TERHADAP PEJABAT YANG TERLIBAT KKN…....... J........................................................ 66 PENGELOLAAN BADAN LAYANAN UMUM ......................................................................................................... 70 PENATAUSAHAAN APBN......... 72 PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH.......................... 76 B................................................ LATIHAN SOAL..................................................................................... 59 PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG .......... 94 E................ KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADINISTRATIF ... K..........................................................................Tahun 2007 iii ........................83 G............ 77 C......................................................... REVIU INTERN LAPORAN KEUANGAN....................................................... 76 A.................................................................................. H........... 74 BAB VI PERTANGGUNGJAWABAN & PEMERIKSAAN PELAKSANAAN APBN....... 91 D.................................. 81 F................................... 73 LATIHAN SOAL ................................... LATIHAN SOAL..... E... 63 PENGELOLAAN INVESTASI..........................................................................................

1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. APBN telah menjadi instrumen kebijakan multi fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. yaitu UU No. peraturan menteri keuangan. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. LATAR BELAKANG Peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Sektor Publik menjadi semakin signifikan. sistem pengelolaan anggaran negara di Indonesia terus berubah dan berkembang sesuai dengan dinamika manajemen sektor publik. Pemerintah telah menerapkan pendekatan anggaran berbasis kinerja.Tahun 2007 1 . dan UU No. agar fungsi APBN dapat berjalan secara optimal.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB I PENDAHULUAN A. terutama karena belum tersedianya perangkat peraturan pelaksanaan yang memadai. Dalam periode itu pula telah dikeluarkan berbagai peraturan pemerintah. Hal tersebut terutama terlihat dari komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan kepada masyarakat. Dalam perkembangannya. pengelolaan anggaran negara telah mengalami banyak perkembangan. Oleh karena itu. Pusdiklatwas BPKP. anggaran terpadu dan kerangka pengeluaran jangka menengah pada tahun anggaran 2005 dan 2006. maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis. Ternyata masih banyak kendala yang dihadapi. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. sehingga masih banyak terjadi multi tafsir dalam implementasi di lapangan. Dengan keluarnya tiga paket perundang-undangan di bidang keuangan negara. Sebagai sebuah sistem. UU No.

Dalam rangka merespon perubahan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara itu. ordonator. TUJUAN PEMELAJARAN UMUM Setelah mengikuti mata diklat ini para peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan sistem administrasi keuangan negara dalam rangka pengawasan keuangan negara. Hal ini akan sangat membantu para peserta diklat untuk memahami secara lebih mudah materi peraturan yang baru. asas-asas umum dan ruang lingkup keuangan negara. proses pengurusan keuangan negara. peserta diharapkan mampu menjelaskan: 1. karena dalam modul ini peraturanperaturan tersebut sudah dikemas secara lengkap walau secara garis besar. peran para pejabat pengelola keuangan negara selaku otorisator. pengelompokan keuangan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I peraturan dirjen dan sebagainya guna menutup kelemahan-kelemahan tersebut. serta reformasi pengelolaan anggaran negara. 2. B. modul Sistem Administrasi Keuangan Negara perlu direvisi dan disempurnakan. TUJUAN PEMELAJARAN KHUSUS Setelah mengikuti mata diklat Sistem Administrasi Keuangan Negara I ini. pengertian dasar Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara. Diharapkan dengan terbitnya revisi modul ini. Pusdiklatwas BPKP. proses pemelajaran dapat menjadi lebih baik. pelimpahan wewenang dari presiden kepada para pejabat pengelola keuangan negara. Modul Sistem Administrasi Keuangan Negara I ini diberikan pada Diklat Sertifikasi JFA tingkat Pembentukan Auditor Terampil selama 20 jam pelatihan.Tahun 2007 2 . C.

Tahun 2007 3 . sampai dengan penetapannya oleh lembaga legislatif. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Negara (RKA-KL). D. sejak penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). pertanggungjawaban pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. 6. dan pejabat pengurus barang. dan kewenangan pejabat perbendaharaan negara. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. asas umum perbendaharaan. bendahara penerimaan. dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Modul ini Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. mekanisme dan penyusunan anggaran berbasis kinerja. bendahara pengeluaran. serta pelaksanaan APBN yang meliputi pengelolaan pendapatan dan belanja negara. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. diantaranya UU No. Kebijakan dan kegiatan APBN Pusdiklatwas BPKP. dan perlakuan terhadap pejabat yang terlibat KKN. 4. serta proses penuntutan ganti rugi yang meliputi pejabat yang mengenakan sanksi. ketentuan yang berkaitan dengan pelanggaran/perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bendahara umum negara. DESKRIPSI SINGKAT Sistem administrasi keuangan negara diatur dengan berbagai ketentuan. uang. barang milik negara dan penatausahaan APBN. penyelesaian kerugian. 3. 5. dasar-dasar pengelolaan anggaran negara yang meliputi ruang lingkup. menguraikan pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal. UU No. utang dan piutang. investasi. yaitu terkait dengan kebijakan dan kegiatan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). ketentuan lain yang berkaitan dengan pengenaan ganti rugi.

penyusunan dan penetapan pelaksanaan anggaran. pemeriksaan pelaksanaan anggaran. modul ini juga menguraikan sanksi terhadap pelanggaran ketentuan yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara. pertanggungjawaban pertanggungjawaban anggaran. Dengan pendekatan ini. Selain itu. pelaksanaan dan anggaran. Metode pemelajaran yang digunakan meliputi ceramah. diskusi. Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I yang diuraikan adalah sejak dari perencanaan anggaran. yaitu: Bab Bab Bab Bab Bab I II III IV V : Pendahuluan : Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara : Pengurusan Keuangan Negara : Penyusunan dan Penetapan APBN : Pelaksanan APBN : Pertanggungjawaban dan Pemeriksaan Pelaksanaan APBN Bab VII E. asas. maka proses belajar mengajar menggunakan pendekatan andragogi. sebagai unsur dari siklus pengelolaan anggaran. : Ketentuan Pidana. dan latihan mengerjakan soal serta membahas kasus. Materi dalam modul ini terdiri dari 7 (tujuh) bab. peserta dipacu untuk berpartisipasi secara aktif melalui diskusi kelas mengenai substansi SAKN serta perubahan-perubahan mendasar yang ada pada peraturan perundang-undangan yang baru. Sanksi Administratif. dan prinsip yang mendasari kegiatan pengelolaan anggaran. dan Ganti Rugi Bab VI METODOLOGI PEMELAJARAN Agar peserta dapat memahami secara optimal sistem administrasi keuangan negara.Tahun 2007 4 . Uraian juga mencakup pengertian-pengertian.

Dalam pengelolaan keuangan negara. Pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. dan keadilan sosial. yaitu: Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. fungsi perencanaan. sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. pengertian dasar keuangan negara dan perbendaharaan negara. Pusdiklatwas BPKP. pengarahan. A. Mencerdaskan kehidupan bangsa. manajemen adalah proses perencanaan. dan pengendalian di bidang keuangan harus dilakukan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. dan pengendalian kegiatan-kegiatan anggota-anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. reformasi pengelolaan anggaran negara. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan siklus pengelolaan keuangan negara. Ikut serta mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan.Tahun 2007 5 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB II KEUANGAN NEGARA DAN PERBENDAHARAAN NEGARA Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA Menurut Stoner dan Winkel (1987). pengorganisasian. asas-asas umum dan ruang lingkup keuangan negara. Memajukan kesejahteraan umum. pengelompokkan keuangan negara. pengarahan. pengorganisasian. perdamaian abadi.

dan pengendalian merupakan suatu siklus yang dapat digambarkan sebagai berikut : SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA Tujuan Bernegara SPPN SPPN UU 25/2004 Planning Controlling UU 15 . pembahasan mengenai keuangan negara lebih difokuskan pada fungsi pengorganisasian.2003 SAKN Actuating UU 1 .2004 Partisipasi Transparansi Akuntabilitas Organizing UU 17 . pengorganisasian. Akan tetapi. dan pengendalian sesuai dengan ketentuan undang-undang di bidang keuangan negara. fungsi perencanaan yang diatur dalam UndangUndang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional tidak dibahas secara rinci. pengarahan. Sedangkan fungsi Pusdiklatwas BPKP. pengarahan. fungsi perencanaan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dalam pengelolaan keuangan negara.Tahun 2007 6 .2004 Dalam modul ini.

1. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM) Sejak pertengahan tahun 1980-an. yaitu sistem penganggaran dengan pendekatan New Public Management (NPM). dalam perkembangannya telah menjadi instrumen kebijakan multi-fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. B. Hal tersebut terutama terlihat dari komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan kepada masyarakat yang diharapkan. Agar fungsi perencanaan dan pengawasan dapat berjalan dengan baik. maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis. Sebagai sebuah sistem.Sistem Administrasi Keuangan Negara I perencanaan keuangan negara dibahas pada materi penyusunan dan penetapan APBN. yang dalam pembahasan berbagai literatur sering disebut anggaran negara atau anggaran sektor publik. REFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sistem perencanaan anggaran negara pada saat ini telah mengalami perkembangan dan perubahan sesuai dengan dinamika manajemen sektor publik dan tuntutan yang muncul di masyarakat. telah terjadi perubahan manajemen sektor publik yang cukup drastis dari sistem manajemen tradisional yang terkesan kaku. dan hierarkis menjadi model manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi Pusdiklatwas BPKP. Anggaran negara sebagai alat perencanaan kegiatan publik yang dinyatakan dalam satuan mata uang (rupiah) sekaligus dapat digunakan sebagai alat pengendalian. perencanaan anggaran negara telah mengalami banyak perkembangan. birokratis.Tahun 2007 7 .

dan kompetisi tender. pemerintahan katalis (fokus pada pemberian arahan bukan produksi layanan publik). d. e. f. bukan birokrasi). pemerintah yang berorientasi hasil (membiayai hasil bukan masukan). bukan pada kebijakan. Model NPM berfokus pada manajemen sektor publik yang berorientasi pada kinerja. c. pemerintah yang digerakkan oleh misi (mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi digerakkan oleh misi). b. pemerintah milik masyarakat (lebih memberdayakan masyarakat dari pada melayani). Perubahan tersebut bukan sekedar perubahan kecil dan sederhana. Perspektif baru pemerintah menurut tersebut adalah: a. diantaranya adalah tuntutan untuk melakukan efisiensi. tetapi perubahan besar yang telah mengubah peran pemerintah terutama dalam hal hubungan antara pemerintah dan masyarakat. pemerintah berorientasi pada pelanggan (memenuhi kebutuhan pelanggan.Tahun 2007 8 . Paradigma baru yang muncul dalam manajemen sektor publik tersebut adalah pendekatan New Public Management (NPM). Salah satu model pemerintahan di era NPM adalah model pemerintahan yang diajukan oleh Osborne dan Gaebler (1992) yang tertuang dalam pandangannya Government”. Penggunaan paradigma baru tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi pada pemerintah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I pasar. pemerintah yang kompetitif (mendorong semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan publik). pemangkasan biaya (cost cutting). Osborne dan Gaebler yang dikenal dengan konsep “Reinventing Pusdiklatwas BPKP.

Teknik Anggaran Kinerja (Performance Budgeting) b. dan j. pemerintah desentralisasi (dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja). Perubahan Pendekatan Anggaran Negara Reformasi sektor publik yang salah satunya ditandai dengan munculnya era New Public Management telah mendorong upaya di berbagai negara untuk mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam perencanaan anggaran negara. h. muncul beberapa teknik penganggaran sektor publik. Salah satu pengaruh itu adalah terjadinya perubahan sistem anggaran dari model anggaran tradisional menjadi anggaran yang lebih berorientasi pada kinerja. Munculnya konsep New Public Management (NPM) pada yang antisipatif (berupaya mencegah daripada berpengaruh langsung terhadap konsep anggaran negara umumnya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I g. Programming. pemerintah berorientasi pada mekanisme pasar (mengadakan perubahan dengan mekanisme pasar/sistem insentif dan bukan mekanisme administratif/sistem prosedur dan pemaksaan). i. pemerintah wirausaha (mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar membelanjakan). Zero Based Budgeting (ZBB) c. antara lain: a.Tahun 2007 9 . Seiring dengan perkembangan tersebut. Planning. 2. pemerintah mengobati). and Budgeting System (PPBS) Uraian lebih lanjut teknik penganggaran tersebut adalah sebagai berikut: Pusdiklatwas BPKP.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I a. Kegiatan tersebut mencakup pula penentuan unit kerja yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program. Pusdiklatwas BPKP. Penerapan sistem anggaran kinerja dalam penyusunan anggaran dimulai dengan perumusan program dan penyusunan struktur organisasi pemerintah yang sesuai dengan program tersebut. Zero Based Budgeting ( ZBB ) Konsep Zero Based Budgeting dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada sistem anggaran tradisional. Sistem penganggaran kinerja pada dasarnya merupakan sistem yang mencakup kegiatan penyusunan program dan tolok ukur kinerja sebagai instrumen untuk mencapai tujuan dan sasaran program. anggaran Untuk kinerja mengimplementasikan tersebut. serta penentuan indikator kinerja yang digunakan sebagai tolok ukur dalam mencapai tujuan program yang telah ditetapkan. Pendekatan ini juga mengutamakan mekanisme penentuan prioritas tujuan serta pendekatan yang sistematik dan rasional dalam proses pengambilan hal-hal keputusan.Tahun 2007 10 . Penyusunan anggaran dengan menggunakan konsep ZBB dapat menghilangkan kelemahan pada konsep incrementalism dan line item karena anggaran diasumsikan mulai dari nol (zero base). khususnya kelemahan karena tidak adanya tolok ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik. Pendekatan ini sangat menekankan pada konsep value for money dan pengawasan atas kinerja output. b. dilengkapi dengan teknik analisis antara biaya dan manfaat. Teknik Anggaran Kinerja (Performance Budgeting) Pendekatan kinerja disusun untuk mengatasi berbagai kelemahan yang terdapat dalam anggaran tradisional.

yaitu pengelompokan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Item anggaran yang sudah tidak relevan dan tidak mendukung pencapaian tujuan organisasi dapat hilang dari struktur anggaran. PPBS memberikan kerangka untuk membuat pilihan tersebut. Sistem anggaran PPBS tidak mendasarkan pada struktur organisasi tradisional yang terdiri dari divisi-divisi. PPBS adalah salah satu model penganggaran yang ditujukan untuk membantu manajemen pemerintah dalam membuat keputusan alokasi sumber daya secara lebih baik. ZBB tidak berpatokan pada anggaran tahun lalu untuk menyusun anggaran tahun ini. Planning. Dalam keadaan tersebut pemerintah dihadapkan pada pilihan alternatif keputusan yang memberikan manfaat paling besar dalam pencapaian tujuan bernegara secara keseluruhan. Programming. Dengan ZBB. seolah-olah proses anggaran dimulai dari hal-hal yang baru sama sekali. c. yaitu dengan menyesuaikan tingkat inflasi atau jumlah penduduk. and Budgeting System (PPBS) PPBS merupakan teknik penganggaran yang didasarkan pada teori sistem yang berorientasi pada output dan tujuan dengan penekanan utamanya pada alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Penyusunan anggaran yang bersifat incremental mendasarkan besarnya realisasi anggaran tahun ini untuk menetapkan anggaran tahun depan. Hal tersebut disebabkan sumber daya yang dimiliki pemerintah sangat terbatas jumlahnya. namun berdasarkan program. namun didasarkan pada kebutuhan saat ini. sedangkan tuntutan masyarakat tidak terbatas jumlahnya. atau mungkin juga muncul item baru. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 11 .

4) berjangka panjang. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. 5) spesifikasi tujuan dan urutan prioritas. Pengertian Keuangan Negara Definisi keuangan negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang. 2) terintegrasi dan lintas departemen. dan outcome. 6) analisis total cost and benefit (termasuk opportunity cost). output. 3) proses pengambilan keputusan yang rasional. proses. KEUANGAN NEGARA 1. Dari sisi objek.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Pendekatan baru dalam sistem anggaran negara tersebut menurut Mardiasmo. maupun berupa barang yang dapat Pusdiklatwas BPKP. 7) berorientasi pada input. subjek. C. serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dinyatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam merumuskan Keuangan Negara adalah dari sisi objek. termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. 8) adanya pengawasan kinerja. serta segala sesuatu baik berupa uang. yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang.Tahun 2007 12 . bukan sekedar input. dan tujuan. dalam bukunya Akuntansi Sektor Publik cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) komprehensif/komparatif.

Dari sisi subjek. Pengelompokkan Keuangan Negara Berdasarkan pengertian keuangan negara dengan pendekatan objek. yaitu: pemerintah pusat. 2. kegiatan dan hubungan hukum yang berkaitan dengan pemilikan dan/atau penguasaan objek sebagaimana tersebut di atas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara. yaitu termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. pemerintah daerah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. bidang pengelolaan keuangan negara dapat dikelompokkan dalam: a. yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi seluruh subjek yang memiliki/menguasai objek sebagaimana tersebut di atas. subbidang pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. Keuangan Negara mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan objek sebagaimana tersebut di atas mulai dari perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan sampai dengan pertanggunggjawaban. Dengan demikian. Keuangan Negara meliputi seluruh kebijakan.Tahun 2007 13 . dan c. Dari sisi proses. Dari sisi tujuan. b. subbidang pengelolaan moneter. perusahaan negara/daerah. terlihat bahwa hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang diperluas cakupannya. dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara. subbidang pengelolaan fiskal. Pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal meliputi kebijakan dan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan Pusdiklatwas BPKP.

pengertian keuangan negara dapat dibedakan antara: pengertian keuangan negara dalam arti luas. penetapan strategi dan prioritas pengelolaan APBN. Pengertian keuangan negara dalam arti luas pendekatannya adalah dari sisi objek yang cakupannya sangat luas. dan pengertian keuangan negara dalam arti sempit. Pengelolaan keuangan negara subbidang kekayaan negara yang dipisahkan berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan di sektor Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD) yang orientasinya mencari keuntungan (profit motive). Pusdiklatwas BPKP. pengawasan anggaran. penyusunan anggaran oleh pemerintah. dimana keuangan negara mencakup kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal.Tahun 2007 14 . Pembahasan lebih lanjut dalam modul ini dibatasi hanya pada pengertian keuangan negara dalam arti sempit saja yaitu subbidang pengelolaan fiskal atau secara lebih spesifik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). pelaksanaan anggaran. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. Pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan moneter berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter baik dalam maupun luar negeri. Berdasarkan uraian di atas. Sedangkan pengertian keuangan negara dalam arti sempit hanya mencakup pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal saja. penyusunan perhitungan anggaran negara (PAN) sampai dengan pengesahan PAN menjadi undang-undang.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai dari penetapan Arah dan Kebijakan Umum (AKU). pengesahan anggaran oleh DPR.

memberikan persyaratan bahwa anggaran negara dibuat secara tahunan yang harus mendapat persetujuan dari badan legislatif (DPR). anggaran merupakan anggaran bruto. mempertahankan hak budget dari dewan secara lengkap. seperti asas tahunan. berarti semua pengeluaran harus tercantum dalam anggaran. terbuka. d. Asas Universalitas (kelengkapan).Tahun 2007 15 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. asas kesatuan. c. memberikan batasan bahwa tidak diperkenankan terjadinya percampuran antara penerimaan negara dengan pengeluaran negara. dimana yang dibukukan dalam anggaran adalah jumlah brutonya. b. Asas Tahunan. dan asas spesialitas maupun asasasas baru sebagai pencerminan penerapan kaidah-kaidah yang baik (best practices) dalam pengelolaan keuangan negara. Asas Kesatuan. pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional. Asas Spesialitas mensyaratkan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Aturan pokok Keuangan Negara telah dijabarkan ke dalam asas-asas umum. Penjelasan dari masing-masing asas tersebut adalah sebagai berikut. Asas-asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan negara. asas universalitas. Secara kuantitatif artinya jumlah yang telah ditetapkan dalam mata Pusdiklatwas BPKP. dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. yang meliputi baik asas-asas yang telah lama dikenal dalam pengelolaan keuangan negara. Oleh karena itu. a.

Dengan dianutnya asas-asas umum tersebut di dalam undang-undang tentang Keuangan Negara. Asas-asas umum tersebut diperlukan pula guna menjamin terselenggaranya prinsip-prinsip pemerintahan daerah. pelaksanaan undang-undang ini selain menjadi acuan dalam reformasi manajemen keuangan negara. Asas Akuntabilitas berorientasi pada hasil. pengalokasian anggaran dilaksanakan secara proporsional pada fungsi-fungsi kementerian/lembaga sesuai dengan tingkat prioritas dan tujuan yang ingin dicapai. mewajibkan adanya keterbukaan dalam pembahasan. Asas Pemeriksaan Keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. mengandung makna bahwa setiap pengguna anggaran wajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi atas keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya. e. Asas Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara. Pusdiklatwas BPKP. i.Tahun 2007 16 . f. dan perhitungan anggaran serta atas hasil pengawasan oleh lembaga audit yang independen. h. Asas Profesionalitas mengharuskan pengelolaan keuangan negara ditangani oleh tenaga yang profesional. Secara kualitatif berarti penggunaan anggaran hanya dibenarkan untuk mata anggaran yang telah ditentukan. g.Sistem Administrasi Keuangan Negara I anggaran tertentu merupakan batas tertinggi dan tidak boleh dilampaui. memberi kewenangan Pemeriksa Keuangan lebih besar pada Badan untuk melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara secara objektif dan independen. sekaligus dimaksudkan untuk memperkokoh landasan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. penetapan. Asas Proporsionalitas.

surat berharga.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4.Tahun 2007 17 . d. g. 1 Tahun 2004 adalah “pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan yang dipisahkan. kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum. penerimaan daerah. piutang. atau perusahaan negara/daerah. barang. termasuk investasi dan kekayaan ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah Pusdiklatwas BPKP. e. kekayaan pihak lain sebagaimana dimaksud meliputi kekayaan yang dikelola oleh orang atau badan lain berdasarkan kebijakan pemerintah. i. f. pengeluaran daerah. yang negara. b. yayasan-yayasan di lingkungan kementerian negara/lembaga. Ruang Lingkup Keuangan Negara Ruang lingkup keuangan negara meliputi: a. c. termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/perusahaan daerah. serta hakhak lain yang dapat dinilai dengan uang. D. hak negara untuk memungut pajak. pengeluaran negara. h. mengeluarkan dan mengedarkan uang. PERBENDAHARAAN NEGARA Pengertian Perbendaharaan Negara menurut UU No. kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang. dan melakukan pinjaman. kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah. penerimaan negara. dan j.

perencanaan kas yang baik.Tahun 2007 18 . negara adalah suatu lembaga politik. 3. dirasakan semakin pentingnya fungsi perbendaharaan dalam rangka pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah yang terbatas secara efisien. Pada hakikatnya. Upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang dilaksanakan di dunia usaha ke dalam pengelolaan keuangan pemerintah tidak dimaksudkan untuk menyamakan pengelolaan keuangan sektor pemerintah dengan pengelolaan keuangan sektor swasta. negara berusaha memberikan jaminan kesejahteraan kepada rakyat (welfare state). Oleh karena itu. pengelolaan keuangan sektor publik yang selama ini menggunakan pendekatan superioritas negara telah membuat aparatur pemerintah yang mengelola keuangan sektor publik tidak lagi dianggap berada dalam kelompok profesi manajemen oleh para profesional. Dalam kedudukannya yang demikian. 2. Namun.Sistem Administrasi Keuangan Negara I (APBN/APBD)”. pencarian sumber pembiayaan yang paling murah. Pusdiklatwas BPKP. Melalui kegiatan berbagai lembaga pemerintah. pemanfaatan dana yang menganggur (idle cash) untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya keuangan. perlu dilakukan pelurusan kembali pengelolaan keuangan pemerintah dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance) yang sesuai dengan lingkungan pemerintah. Fungsi perbendaharaan tersebut meliputi: 1. pencegahan agar jangan sampai terjadi kebocoran dan penyimpangan. dan 4. negara tunduk pada tatanan hukum publik. Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan keuangan negara.

. Pengertian keuangan negara dalam arti luas mencakup . kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan b. kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal... belanja negara. a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I E. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan d.Tahun 2007 19 . kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan kebijakan lainnya pelaksanaan kegiatan perpajakan serta sumber dana Pusdiklatwas BPKP. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter dalam dan luar negeri d. Campuran dari ketiga asas tersebut di atas 3. a. Asas Spesialitas d. Pengelolaan Keuangan Negara subbidang Pengelolaan Moneter berkaitan dengan .. LATIHAN SOAL 1.. retribusi. Asas Profesionalitas c. a.. semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang b. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter dalam negeri c. utang piutang negara serta pengelolaan barang milik negara 2. Pernyataan yang menyatakan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif adalah merupakan salah satu asas pengelolaan keuangan negara yaitu .. Asas Fleksibilitas dan Transparan b... kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal dan moneter c. pengelolaan perpajakan.

input. anggaran dengan klasifikasi organik dan objek d. output.. pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah dengan biaya sekecil mungkin d.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. Ketiga-tiganya diterapkan semua agar jangan sampai terjadi kebocoran dan Pusdiklatwas BPKP. anggaran terpadu. analisis biaya dan manfaat b.. Dalam penggunaan sistem anggaran berimbang dan dinamis yang digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan adalah . Fungsi perbendaharaan dirasakan semakin penting sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan keuangan negara. dan anggaran kinerja 7. Pernyataan di bawah merupakan fungsi dari perbendaharaan.. anggaran berimbang dan dinamis b. Programming.... Zero Base Budgetting (ZBB) c. Pendekatan yang digunakan dalam penerapan anggaran menurut UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah . Performance Base Budget (PBB) d.. a. proses. pemanfaatan dana yang menganggur (idle cash) untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya keuangan 5. Penyusunan anggaran yang prosesnya seolah-olah dimulai dari hal-hal yang baru sama sekali merupakan penerapan dari teori . anggaran rutin dan anggaran pembangunan c... dan impact 6. and Budgeting System (PPBS) b. analisis harga satuan dan analisis beban tugas c. kerangka pengeluaran jangka menengah.. perencanaan kas yang baik b.. Planning. tercapainya target kegiatan dan besarnya penyerapan dana yang tersedia d. pencegahan penyimpangan c.. a.Tahun 2007 20 . outcome. a. kecuali . a.

bendahara pengeluaran. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan pelimpahan wewenang dari presiden kepada para pejabat pengelola keuangan negara. kekuasaan presiden tersebut tidak dilaksanakan sendiri oleh presiden. Dikuasakan kepada menteri keuangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB III PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. proses pengurusan keuangan negara (pengurusan administrasi dan khusus/komptable). ordonator. dan pejabat pengurus barang. bendahara penerimaan. yaitu pengurusan umum/administrasi yang mengandung unsur penguasaan dan pengurusan khusus yang mengandung unsur kewajiban. PELIMPAHAN KEWENANGAN Pengelolaan keuangan negara secara teknis dilaksanakan melalui dua pengurusan. Sedangkan pengurusan khusus atau pengurusan komptabel mempunyai kewajiban melaksanakan perintah-perintah yang datangnya dari pengurusan umum. selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan. Pengurusan umum erat hubungannya dengan penyelenggaraan tugas pemerintah di segala bidang dan tindakannya dapat membawa akibat pengeluaran dan atau menimbulkan penerimaan negara. Dalam pelaksanaannya. bendahara umum negara. peran dan kewenangan para pejabat pengelola keuangan negara selaku otorisator. Presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan umum pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. melainkan: 1. A.Tahun 2007 21 . Pusdiklatwas BPKP.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

2. Dikuasakan

kepada

menteri/pimpinan

lembaga

negara

dan

lembaga pemerintah non kementerian negara, selaku pengguna anggaran/pengguna dipimpinnya; dan 3. Diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala barang kementerian negara/lembaga yang

pemerintahan daerah sebagai perwujudan

pelaksanaan asas

desentralisasi, untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Pelimpahan kekuasaan tersebut tidak termasuk kewenangan di bidang moneter, yang meliputi antara lain mengeluarkan dan

mengedarkan uang, yang pelaksanaannya diatur dengan undang-undang. Untuk mencapai kestabilan nilai rupiah, serta tugas menetapkan dan dan

melaksanakan

kebijakan

moneter

mengatur

menjaga

kelancaran sistem pembayaran dilakukan oleh bank sentral. Menteri keuangan sebagai pembantu presiden dalam bidang keuangan pada hakikatnya adalah Chief Financial Officer (CFO) Pemerintah Republik Indonesia, sementara setiap menteri/pimpinan lembaga pada hakikatnya adalah Chief Operational Officer (COO) untuk suatu bidang tertentu pemerintahan. Prinsip ini perlu dilaksanakan secara konsisten agar terdapat kejelasan dalam pembagian wewenang dan tanggung jawab, terlaksananya mekanisme check and balance, serta untuk mendorong upaya peningkatan profesionalisme dalam

penyelenggaraan tugas pemerintahan. Menteri keuangan selaku pengelola fiskal bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi: 1. pengelolaan kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro, 2. penganggaran, 3. administrasi perpajakan,

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

22

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

4. administrasi kepabeanan, 5. perbendaharaan, dan 6. pengawasan keuangan. Kewenangan presiden terhadap pengelolaan keuangan negara yang dilimpahkan kepada pejabat negara, meliputi kewenangan yang bersifat umum yang timbul dari pengurusan umum, dan kewenangan yang bersifat khusus yang timbul dari pengurusan khusus. Kewenangan yang bersifat umum meliputi kewenangan untuk: 1. Menetapkan Arah dan Kebijakan Umum (AKU); 2. Menetapkan strategi dan prioritas dalam pengelolaan APBN, antara lain menetapkan: a. pedoman pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN, b. pedoman penyusunan rencana kerja kementerian negara/lembaga, c. gaji dan tunjangan, d. pedoman pengelolaan penerimaan negara. Kewenangan yang bersifat khusus meliputi kewenangan membuat keputusan/kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan APBN, antara lain menetapkan: 1. keputusan sidang kabinet di bidang pengelolaan APBN, 2. keputusan rincian APBN, 3. keputusan dana perimbangan, dan 4. penghapusan aset dan piutang negara. B. PENGURUSAN UMUM ATAU PENGURUSAN ADMINISTRASI Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa pengurusan umum atau pengurusan administrasi mengandung unsur penguasaan, yang erat hubungannya dengan penyelenggaraan tugas pemerintahan di segala bidang dan tindakannya dapat membawa akibat pengeluaran dan

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

23

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

atau menimbulkan penerimaan negara. Dalam pengurusan umum terdapat dua pejabat atau subjek pengurusan, yang disebut otorisator dan ordonator. 1. Otorisator Otorisator adalah pejabat yang memperoleh pelimpahan wewenang untuk mengambil tindakan-tindakan yang mengakibatkan adanya penerimaan dan/atau pengeluaran negara. Tindakan-tindakan otorisator yang bisa berakibat penerimaan dan/atau pengeluaran tersebut disebut otorisasi. Otorisasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: a. otorisasi bersifat luas atau otorisasi umum b. otorisasi bersifat sempit atau otorisasi khusus. Otorisasi bersifat luas/umum adalah otorisasi yang tidak membawa akibat langsung pada pengeluaran dan atau penerimaan negara. Contoh otorisasi umum: undang-undang, pengganti peraturan

pemerintah,

peraturan

pemerintah

undang-undang,

keputusan presiden, instruksi presiden, peraturan gaji pegawai negeri, peraturan pemberian tunjangan, dan sebagainya. Otorisasi umum baru akan berakibat pengeluaran dan/atau penerimaan apabila sudah ada/dilengkapi otorisasi yang bersifat khusus. Otorisasi bersifat sempit/khusus adalah otorisasi yang mempunyai akibat langsung terhadap penerimaan dan/atau

pengeluaran negara. Contoh otorisasi khusus adalah surat keputusan pengangkatan pegawai, surat keputusan penunjukan bendahara, surat keputusan pensiun, dan sebagainya. 2. Ordonator Ordonator adalah pejabat yang berwenang untuk melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan kepada

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

24

Pusdiklatwas BPKP. Secara garis besar. 1. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. apakah benar-benar telah sesuai dengan otorisasi yang dikeluarkan oleh otorisator dan belum kedaluwarsa. namun sejak diberlakukannya kedua undang-undang itu. PENGURUSAN KHUSUS/KEBENDAHARAAN/KOMPTABLE Kewenangan pengurusan khusus atau pengurusan kebendaharaan (komptable) dipegang oleh menteri keuangan. serta memerintahkan pembayaran dan atau menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran. meneliti dan mengawasi penerimaan-penerimaan dan pengeluaran- pengeluaran negara termasuk tagihan-tagihan yang diajukan oleh pihak ketiga kepada pemerintah. sehingga kementerian teknis sepenuhnya memegang kewenangan pengurusan administratif/umum. kewenangan tersebut diberikan kepada kementerian teknis. Sebelum berlakunya UU No. 1 Tahun 2004 yang menetapkan bahwa menteri keuangan adalah Bendahara Umum Negara. ordonator bertugas untuk menguji. menyimpan. C. kewenangan ordonator ini sepenuhnya berada di tangan menteri keuangan. sesuai pasal 7 UU No.Tahun 2007 25 . dan membayar/menyerahkan uang atau surat berharga atau barangbarang negara/daerah. maka ordonator menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) dan/atau Surat Penagihan. Apabila tagihan-tagihan tersebut telah memenuhi persyaratan. Pengertian Bendahara Bendahara adalah setiap orang atau badan yang diberi tugas untuk dan atas nama negara/daerah. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. menerima.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kementerian negara/lembaga sehubungan dengan tindakan otorisator.

Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran diangkat oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota. bendahara yang ditugaskan untuk pengurusan keuangan negara dapat dijabat oleh orang-orang (pegawai negeri atau swasta) dan badan hukum yang diangkat oleh menteri atau ketua lembaga negara yang menguasai bagian anggaran negara untuk mengelola uang. mengeluarkan. surat-surat berharga. Pengangkatan bendahara oleh menteri atau ketua lembaga negara ditetapkan dengan surat keputusan. b. serta mempertanggungjawabkan uang yang berada dalam pengurusannya. menyimpan. Persyaratan pengangkatan dan pembinaan karier bendahara diatur oleh Bendahara Umum Negara selaku Pembina Nasional Jabatan Fungsional Bendahara. Bendahara penerimaan/pengeluaran dilarang melakukan baik secara langsung maupun tidak langsung.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dari definisi di atas. pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa. dan barangbarang milik negara. bendahara dapat dibedakan menjadi bendahara uang dan bendahara barang. c.Tahun 2007 26 . Bendahara Uang Bendahara uang mempunyai tugas untuk melakukan pengurusan uang yang dinyatakan dalam kegiatan menerima. kegiatan perdagangan. atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan tersebut. Yang dimaksud uang di sini adalah uang milik negara dan uang milik Pusdiklatwas BPKP. 2. mengadministrasikan. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran adalah pejabat fungsional dan tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kuasa Bendahara Umum Negara. Berdasarkan objek pengurusannya. Beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah bendahara yaitu sebagai berikut: a. d.

bea meterai. Bendahara uang dapat dikelompokkan lagi menjadi: a. dan juga surat-surat berharga seperti cek. Bendahara umum yaitu bendahara yang mengurus perbendaharaan negara baik di bidang penerimaan maupun pengeluaran negara. dimaksud meliputi atau kegiatan membayar menyerahkan. Bendahara Umum Negara (BUN) Bendahara Umum Negara (BUN) adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum negara. dan juga surat perintah membayar. c. dan mempertanggungjawabkan uang dan surat Pusdiklatwas BPKP. menatausahakan. b. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang telah ditetapkan. yang ditunjuk sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara adalah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara di tingkat pusat dan kantor wilayah (kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Negara serta Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk tingkat wilayah/daerah. Tugas menerima. Bendahara khusus pengeluaran yaitu bendahara yang hanya mengurus pengeluaran negara.Tahun 2007 27 . prangko. kebendaharaan menyimpan. Bendahara khusus penerimaan yaitu bendahara yang hanya mengurus penerimaan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I pihak ketiga yang dikuasai oleh negara. Dalam pelaksanaannya. Masing-masing jenis bendahara akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini: a.

Bendahara khusus penerimaan adalah orang yang ditunjuk pejabat yang berwenang. sehingga bendahara ini sering disebut juga “penyetor tetap“ atau “penyetor berkala” karena dari uang yang diterimanya. Contoh bendahara jenis ini adalah bendahara penerima bea dan cukai. Bendahara Khusus Penerimaan Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara pada kantor/satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga/satuan kerja. kehutanan. yang khusus melakukan penerimaan atas pendapatan negara dan selanjutnya menyetorkan ke kas negara. sita. Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan anggaran. menyimpan. bendahara penerima pada departemen/lembaga negara yang mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) antara lain dari hasil pertanian. menyetor/membayar/menyerahkan. bendahara uang ini yang membuat diterima surat dan pertanggungjawaban tentang Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I berharga yang berada dalam pengelolaannya. Secara periodik. serta melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran setelah dilakukan pengujian dan pembebanan pada anggaran yang telah disediakan sebelumnya.Tahun 2007 28 . pada waktu yang tetap harus disetorkan ke kas negara. denda dan sebagainya. Tugas kebendaharaan dimaksud meliputi kegiatan menerima. menatausahakan. dan mempertanggungjawabkan penerimaan/pengeluaran uang dan surat berharga yang berada dalam pengurusannya. penjualan jasa. b.

Tahun 2007 29 . pengurusan keuangan negara disajikan pada gambar di bawah ini: Pusdiklatwas BPKP. c. Anggaran (DIPA) atau dokumen lain yang Secara lengkap. Bendahara Khusus Pengeluaran Bendahara ini tugasnya melakukan pembayaran atas tagihan kepada negara baik secara langsung maupun melalui uang persediaan dengan dana yang diperolehnya melalui Daftar Isian Pelaksanaan dipersamakan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I disetorkannya meskipun tidak ada uang yang harus disetor (tidak ada penerimaan).

UMUM/ADM (Unsur Hak/Wewenang) P.Tahun 2007 30 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA P. KHUSUS (Unsur Kewajiban) OTORISATOR ORDONATOR BENDAHARA SEMUA MENTERI/ SEMUA MENTERI/ LPND LPND BUN/ MENTERI KEU. BK BK PENERIMA PENGELUAR AN AN disatukan di kementerian/lembaga Tersebar di kementerian/lembaga Pusdiklatwas BPKP.

b. Bendahara Umum Negara memiliki Pusdiklatwas BPKP. Sebagai pengguna anggaran. Pengguna Anggaran Menteri/pimpinan pengguna barang lembaga adalah pengguna anggaran/ yang bagi kementerian negara/lembaga dipimpinnya. menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan negara. KEWENANGAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA 1. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang. 2. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran. menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara. d. mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dari kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya.Tahun 2007 31 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I D. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik negara. h. Bendahara Umum Negara (BUN) Menteri keuangan selaku wewenang: a. b. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran. mengawasi pelaksanaan anggaran. i. f. j. menggunakan barang milik negara. g. c. menteri/pimpinan lembaga memiliki wewenang: a. e.

k. melakukan penagihan piutang negara. Tugas kebendaharaan dimaksud Pusdiklatwas BPKP. h. g. menetapkan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta pinjaman dan memberikan jaminan atas nama penghapusan barang milik negara. menetapkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan negara. o. melakukan pengelolaan utang dan piutang negara. q. menyimpan uang negara. f. i. melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara. d. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang ditetapkan. n. investasi yang dimaksud adalah pembelian Surat Utang Negara (SUN). e. menempatkan uang negara dan mengelola/menatausahakan investasi. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum negara. j. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan anggaran negara. dan s. r. memberikan pinjaman atas nama pemerintah. p. l. menyajikan informasi keuangan negara.Tahun 2007 32 . menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara. m. Dalam rangka pengelolaan kas. melakukan pemerintah. mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I c. menunjuk bank dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran anggaran negara. menunjuk pejabat Kuasa Bendahara Umum Negara. menentukan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dalam rangka pembayaran pajak.

dan mempertanggungjawabkan penerimaan/pengeluaran uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban: a.Tahun 2007 33 . 3. menatausahakan. bendahara Persyaratan diatur oleh pengangkatan Pusdiklatwas BPKP. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dilarang melakukan. menyetor/membayar/menyerahkan. kebendaharaan dimaksud meliputi kegiatan menerima. melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran. memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan anggaran dan b. Kuasa Bendahara Umum Negara melaksanakan penerimaan dan pengeluaran kas negara sekaligus melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara. menyimpan. kegiatan perdagangan. membayar atau menyerahkan. pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa.Sistem Administrasi Keuangan Negara I meliputi kegiatan menerima. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional dan tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kuasa Bendahara Umum Negara. dan mempertanggungjawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan dan pembinaan karier tersebut. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran Menteri/pimpinan lembaga mengangkat Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran untuk melaksakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan anggaran belanja pada kantor/satuan kerja kerja di lingkungan kementerian Tugas negara/lembaga/satuan perangkat daerah. menatausahakan. menyimpan. baik secara langsung maupun tidak langsung.

a. perencanaan kas yang baik b. memerintahkan pembayaran atau menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran Pusdiklatwas BPKP.. Fungsi perbendaharaan tersebut adalah .. Untuk meningkatkan akuntabilitas dan menjamin terselenggaranya saling uji dalam proses pelaksanaan anggaran perlu dilakukan pemisahan secara tegas antara . melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan pihak ketiga d. a.. melakukan pembayaran atas tagihan pihak ketiga c. a. melakukan perikatan atau tindakan yang mengakibatkan bendahara umum dan bendahara khusus penerimaan dan/atau pengeluaran b. kewenangan pengeluaran c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Bendahara Umum Negara selaku Pembina Nasional Jabatan Fungsional Bendahara. Kegiatan yang bukan merupakan kewenangan administratif adalah . pencegahan agar tidak terjadi kebocoran dan penyimpangan c. Fungsi perbendaharaan dirasakan semakin penting dalam rangka efisiensi pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah yang terbatas.. pencarian sumber pembiayaan yang paling murah dan pemanfaatan dana yang menganggur d.Tahun 2007 34 ... E. tugas-tugas operasional dan tugas pembantuan 3. semua jawaban di atas benar 2.. LATIHAN SOAL 1. tugas fungsional dan tugas struktural d... pemegang kewenangan administratif dan pemegang kewenangan kebendaharaan b.

Berdasarkan ketentuan UU No. membebankan. a.. kasir b. kewenangan ordonancering diserahkan kepada .. mengambil tindakan yang berakibat penerimaan dan atau pengeluaran negara c. a. dan menerbitkan Surat Perintah Menagih dan atau Surat Perintah membayar d. a. kementerian teknis masing-masing d. 17 Tahun 2003 dan UU No.. mengelola barang milik negara/daerah Pusdiklatwas BPKP. Bank Indonesia sebagai pemegang rekening kas negara 6. menteri keuangan b. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan 5.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4.. Dalam hal ini fungsi menteri keuangan adalah sebagai . Kewenangan yang semula berada pada menteri keuangan dan setelah berlakunya undang-undang yang baru dipindahkan menjadi kewenangan menteri teknis adalah kewenangan . Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) adalah pengelola keuangan dalam arti seutuhnya... selaku Bendahara Umum Negara b.. menteri koordinator bidang ekuin c. pengawas keuangan c. untuk menguji.. 1 Tahun 2004.Tahun 2007 35 .. manajer keuangan d.

sampai dengan penetapannya oleh lembaga legislatif. 2. penyusunan RAPBN oleh pemerintah.Tahun 2007 36 . Secara garis besar. Pusdiklatwas BPKP. sejak penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Jangka waktu/masa siklus anggaran lebih panjang daripada jangka waktu/masa tahun anggaran. yaitu jangka waktu berputarnya anggaran yang dimulai dari saat penyusunan RAPBN sampai dengan saat Perhitungan Anggaran Negara (PAN) disahkan menjadi Undang-Undang PAN. 3. persetujuan RUU PAN menjadi UU PAN oleh DPR. tahap-tahap siklus anggaran dapat digambarkan sebagai berikut: 1. A. UMUM Penyusunan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan tahap awal dari suatu siklus anggaran. penyampaian RAPBN kepada DPR/pengesahannya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB IV PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPK. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan mekanisme dan penyusunan anggaran berbasis kinerja. 4. pertanggungjawaban/Perhitungan Anggaran Negara (PAN). Sedangkan siklus anggaran lebih dari satu tahun. 6. 5. pelaksanaan APBN oleh pemerintah. Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang bersangkutan. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Negara (RKA-KL).

2. penegasan tujuan dan fungsi penganggaran pemerintah. 4. 2. dilakukan dengan tiga pendekatan baru dalam penyusunan sistem penganggaran yaitu: 1. dan 3. Untuk mencapai tujuan penganggaran ini. Penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah Kerangka pengeluaran jangka menengah digunakan untuk mencapai disiplin fiskal secara berkelanjutan. penerapan penganggaran terpadu. Kementerian negara/lembaga mengajukan usulan anggaran untuk membiayai Pusdiklatwas BPKP. penyempurnaan klasifikasi anggaran. penyatuan anggaran dan 6. 2. 3. penerapan penganggaran berbasis kinerja (ABK). Berkaitan dengan fungsi penganggaran pemerintah. penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem penyusunan anggaran.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan APBN sesuai dengan Undang-Undang tentang Keuangan Negara adalah sebagai berikut: 1. pengintegrasian penganggaran. penerapan kerangka pengeluaran jangka menengah.Tahun 2007 37 . pemanfaatan anggaran secara efektif dan efisien. penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran. 5. stabilitas fiskal makro. penganggaran mempunyai tiga tujuan utama yaitu: 1. dan 3. Uraian secara rinci mengenai pendekatan baru dalam penganggaran adalah sebagai berikut: 1. alokasi sumber daya sesuai prioritas.

Dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja. Penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (ABK) Penerapan penyusunan anggaran berbasis kinerja menekankan pada ketersediaan rencana kerja yang benar-benar mencerminkan komitmen kementerian negara/lembaga sebagai bagian dari proses penganggaran. kegiatan. dan jenis belanja.Sistem Administrasi Keuangan Negara I program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan dan menyampaikan prakiraan maju yang merupakan implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanaan program dan kegiatan tersebut pada tahun berikutnya. Penerapan Penganggaran Terpadu Penyusunan anggaran terpadu dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan dokumen kementerian Rencana negara/lembaga Kerja dan untuk menghasilkan Kementerian Anggaran Negara/Lembaga (RKA-KL) dengan klasifikasi anggaran belanja menurut organisasi. 2.Tahun 2007 38 . termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut. 3. Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan. program. Prakiraan maju yang diusulkan kementerian negara/lembaga disetujui oleh presiden dalam keputusan presiden tentang rincian APBN untuk menjadi dasar bagi penyusunan usulan anggaran kementerian negara/lembaga pada tahun anggaran berikutnya setelah tahun anggaran yang sedang disusun. Tingkat kegiatan yang direncanakan dan standar biaya yang ditetapkan pada awal siklus tahunan penyusunan anggaran menjadi Pusdiklatwas BPKP. fungsi. standar biaya. dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan.

evaluasi kinerja kegiatan. b. memudahkan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja. Kementerian negara/lembaga melakukan evaluasi kinerja program sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun berdasarkan sasaran dan/atau standar kinerja yang telah ditetapkan. Sejalan dengan upaya untuk menerapkan secara penuh anggaran berbasis kinerja di sektor publik. kementerian negara/lembaga melaksanakan pengukuran kinerja. Dalam rangka penerapan anggaran berbasis kinerja. dan evaluasi kinerja program adalah sebagai berikut: a. menjaga konsistensi dengan standar akuntansi sektor publik. memberikan gambaran yang objektif dan proporsional mengenai kegiatan pemerintah. Pengaturan mengenai pengukuran kinerja. Kementerian negara/lembaga melakukan evaluasi kinerja kegiatan satuan kerja kementerian negara/lembaga setiap tahun berdasarkan sasaran dan/atau standar kinerja kegiatan yang telah ditetapkan sebagai umpan balik bagi penyusunan RKA-KL tahun berikutnya. ditetapkan oleh menteri keuangan setelah berkoordinasi dengan kementerian negara/lembaga terkait. b. dan d.Tahun 2007 39 . Pusdiklatwas BPKP. perlu dilakukan perubahan klasifikasi anggaran agar sesuai dengan klasifikasi yang digunakan secara internasional. c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dasar dalam menentukan anggaran untuk tahun anggaran yang direncanakan dan prakiraan maju bagi program yang bersangkutan. Standar biaya. baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus bagi pemerintah pusat. c. Perubahan dalam pengelompokan transaksi pemerintah tersebut dimaksudkan untuk: a. memudahkan penyajian dan meningkatkan kredibilitas statistik keuangan pemerintah.

Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 40 . RKP dimaksudkan sebagai upaya pemerintah secara menyeluruh untuk mewujudkan tujuan bernegara. Pengertian Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Pemerintah merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional. RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) 1. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Sementara itu. B. Elemen-elemen tujuan penganggaran ini perlu dikelola dengan baik agar ketiganya dapat saling mendukung. prioritas pembangunan. penumpukan. RKP tidak hanya memuat kegiatan-kegiatan dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan publik. Untuk itu.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Selama ini. dan penyimpangan anggaran. penuangan rencana pembangunan dalam suatu dokumen perencanaan nasional lima tahunan yang ditetapkan dengan undang-undang dirasakan tidak realistis dan semakin tidak sesuai dengan dinamika kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dalam era globalisasi. anggaran belanja pemerintah dikelompokkan atas anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan. Pengelompokan dalam anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan yang semula bertujuan untuk memberikan penekanan pada arti pentingnya pembangunan. rencana kerja dan pendanaannya. dalam pelaksanaannya telah menimbulkan peluang terjadinya duplikasi. tetapi juga untuk menjalankan fungsi pemerintah sebagai penentu kebijakan dengan menetapkan kerangka regulasi guna mendorong partisipasi masyarakat. memuat rancangan kerangka ekonomi makro yang termasuk didalamnya arah kebijakan fiskal dan moneter.

kerangka pengeluaran jangka menengah. Hasil musyawarah perencanaan pembangunan digunakan untuk memutakhirkan Rancangan RKP yang akan dibahas dalam sidang kabinet untuk ditetapkan menjadi RKP dengan keputusan presiden paling lambat pertengahan bulan Mei. dan kota sebagai bahan masukan. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKP antara lain: a. b. pemerintah menggunakan RKP hasil pembahasan dengan DPR. Kementerian Perencanaan melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan untuk menyelaraskan antar Renja-KL dan antara kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang tercantum dalam Renja-KL dengan Rancangan RKPD. Dasar penyusunan RKP adalah Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga (Renja-KL) dan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) provinsi. Renja-KL disusun dengan berpedoman pada Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra-KL) dan mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif serta memuat kebijakan. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. program. Program dan kegiatan dalam RKP disusun dengan pendekatan berbasis kinerja. d. kabupaten.Tahun 2007 41 . RKP digunakan sebagai bahan pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran di DPR.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. c. Penyusunan RKP Ketentuan mengenai pokok-pokok penyusunan RKP adalah sebagai berikut: a. dan penganggaran terpadu. dan kegiatan pembangunan. e. Pusdiklatwas BPKP. Dalam hal RKP yang ditetapkan berbeda dengan hasil pembahasan dengan DPR.

Artinya. Program dalam RKP terdiri dari kegiatan yang berupa: 1) kerangka regulasi yang bertujuan untuk memfasilitasi. RKP tidak lagi memuat daftar panjang usulan kegiatan kementerian negara/lembaga yang selama ini lebih dianggap sebagai “daftar keinginan” yang belum tentu dapat dilaksanakan. c. Proses top-down merupakan langkah-langkah penyampaian batasan umum oleh lembaga-lembaga pusat (central agency) yaitu kementerian keuangan dan kementerian perencanaan pembangunan nasional kepada kementerian negara/lembaga tentang Pusdiklatwas BPKP. melalui koordinasi dengan kementerian perencanaan. d. kementerian keuangan. Standar Pelayanan Minimum disusun oleh kementerian negara/lembaga yang fungsinya mengatur dan/atau melaksanakan pelayanan langsung kepada masyarakat. sebagai dokumen perencanaan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I b. dan/atau 2) kerangka pelayanan umum dan investasi pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat.Tahun 2007 42 . mendorong. Inilah karakteristik yang mendasar dalam RKP. 3. Sebagai bahan masukan dalam penyusunan RKP digunakan Standar Pelayanan Minimum. program dan kegiatan yang termuat dalam RKP sudah bersifat terukur (measureable) karena harus sudah memperhitungkan ketersediaan anggaran. dan kementerian negara/lembaga terkait. Ciri Penyusunan RKP Hal-hal yang baru dalam penyusunan RKP adalah proses penyusunannya memiliki tiga ciri baru yaitu: Pertama. Sebagai suatu rencana kerja. maupun mengatur kegiatan pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh masyarakat. penegasan cakupan isi proses “top-down” dan “bottom-up”.

Kedua.Tahun 2007 43 . sebagai tindak lanjut kebijakan desentralisasi maka kegiatan pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu perhatian utama. proses penyusunan RKP adalah juga proses penyatuan persepsi kementerian negara/lembaga tentang prioritas pembangunan nasional dan konsekuensi rencana anggarannya sebagai persiapan pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga di Dewan Perwakilan Rakyat. maka dalam rangka penyusunan RKP dilaksanakan musyawarah perencanaan baik antar kementerian negara/lembaga maupun antara kementerian negara/lembaga dan pemerintah daerah provinsi. Inilah inti proses bottom-up. Di dalam batasan ini. Pengertian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) RKA-KL adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan suatu kementerian negara/lembaga yang merupakan penjabaran dari Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan Pusdiklatwas BPKP. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL) 1. Untuk mencapai tujuan ini. Ketiga.Sistem Administrasi Keuangan Negara I penyusunan rencana kerja. Tujuan yang ingin dicapai adalah agar kegiatan pemerintah pusat di daerah terdistribusi secara adil dan dapat menciptakan sinergi secara nasional. Batasan umum ini mencakup prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif. Rancangan disampaikan kembali kepada central agency untuk selanjutnya diserasikan secara nasional. kementerian negara/lembaga diberi kekuasaan untuk merancang kegiatan-kegiatan pembangunan pembangunan yang demi pencapaian sasaran ini nasional telah disepakati. C.

b. penganggaran terpadu dan penganggaran berbasis kinerja. Di dalam Rencana Kerja diuraikan visi. tujuan. Proses penyusunan Pusdiklatwas BPKP. maka efektivitas dan efiensi pemanfaatan dana yang disediakan dalam RKA-KL sebagian besar ditentukan pada proses penyusunan RKA-KL yang bersangkutan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dalam satu tahun anggaran serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.Tahun 2007 44 . dan keluaran yang diharapkan c. diuraikan biaya untuk masing-masing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang direncanakan yang dirinci menurut jenis belanja. kebijakan. program. yaitu: kerangka pengeluaran jangka menengah. misi. serta sumber dan sasaran pendapatan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. Pendekatan penyusunan RKA-KL juga mengacu pada pendekatan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah. kegiatan. hasil yang diharapkan. RKA-KL meliputi seluruh kegiatan satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga termasuk kegiatan dalam rangka dekonsentrasi dan tugas pembantuan. prakiraan maju untuk tahun berikutnya. RKA-KL terdiri dari rencana kerja kementerian negara/lembaga dan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan rencana kerja tersebut. PROSES PENYUSUNAN RKA-KL RKA-KL memuat kebijakan. dan kegiatan yang dilengkapi sasaran kinerja dengan menggunakan pagu indikatif untuk tahun anggaran yang sedang disusun dan prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya. Di dalam anggaran yang direncanakan. 2. d. Memperhatikan peranan RKA-KL sebagai dokumen anggaran. Isi dan susunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a. program.

Proses rinci penyusunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a.Tahun 2007 45 . Perubahan terhadap program melalui koordinasi kementerian negara/lembaga diusulkan oleh menteri/pimpinan lembaga terkait dan disetujui oleh kementerian perencanaan melalui koordinasi dengan kementerian keuangan. Menteri/pimpinan lembaga setelah menerima surat edaran menteri keuangan tentang pagu sementara bagi masing-masing program pada pertengahan bulan Juni. Hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a. b. Kementerian negara/lembaga membahas RKA-KL tersebut bersama-sama dengan komisi terkait di DPR. d. b. Hasil pembahasan RKA-KL tersebut disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan Pusdiklatwas BPKP. c. menyesuaikan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja–KL) menjadi RKA-KL yang dirinci menurut unit organisasi dan kegiatan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dokumen bersama anggaran antara tersebut dilaksanakan keuangan melalui dan penelaahan kementerian kementerian negara/lembaga teknis. Kementerian negara/lembaga menyusun RKA-KL untuk tahun anggaran yang sedang disusun mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif yang ditetapkan dalam surat edaran bersama menteri perencanaan pembangunan nasional dan menteri keuangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan RKA-KL ditetapkan oleh menteri perencanaan. Kementerian perencanaan menelaah rencana kerja yang disampaikan kementerian negara/lembaga dengan kementerian keuangan.

Keputusan presiden tentang rincian APBN tersebut menjadi dasar bagi masing-masing kementerian negara/lembaga untuk menyusun konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Konsep dokumen pelaksanaan anggaran disampaikan kepada menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara selambatlambatnya minggu kedua bulan Desember. e.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Kementerian Perencanaan selambat-lambatnya pada pertengahan bulan Juli. Kementerian Perencanaan menelaah kesesuaian antara RKA-KL hasil pembahasan bersama DPR dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).Tahun 2007 46 . d. h. RKA-KL yang telah disepakati DPR ditetapkan dalam keputusan presiden tentang rincian APBN selambat-lambatnya akhir bulan November. prakiraan maju yang telah disetujui tahun anggaran sebelumnya dan standar biaya yang telah ditetapkan. i. Nota Keuangan dan Rancangan APBN beserta himpunan RKA-KL yang telah dibahas disampaikan pemerintah kepada DPR selambat-lambatnya pertengahan bulan Agustus untuk dibahas bersama dan ditetapkan menjadi Undang-Undang APBN selambatlambatnya pada akhir bulan Oktober. g. Menteri keuangan menghimpun semua RKA-KL yang telah ditelaah. j. f. Pusdiklatwas BPKP. c. selanjutnya dituangkan dalam Rancangan APBN dan dibuatkan Nota Keuangan untuk dibahas dalam sidang kabinet. Dokumen pelaksanaan anggaran disahkan oleh menteri keuangan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember. Kementerian Keuangan menelaah kesesuaian antara RKA-KL hasil pembahasan bersama DPR dengan surat edaran menteri keuangan tentang pagu sementara.

dan Program Strategi & Prioritas APBN Arah dan Kebijakan Umum RKA-KL Program & Kegiatan Unit Kerja Rancangan Anggaran K/L Rancangan APBN D. Struktur APBN yang Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Proses penyusunan rancangan APBN secara lengkap diuraikan pada gambar di bawah ini: Proses Penyusunan Rancangan APBN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG (RPJP) RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) Visi. Tujuan. Sasaran.Tahun 2007 47 . STRUKTUR APBN APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang-undang. Tupoksi. Kebijakan. Misi.

fungsi. belanja barang. Rincian belanja negara menurut jenis belanja (sifat ekonomi) antara lain terdiri dari: belanja pegawai. ketertiban dan keamanan. Pembiayaan a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I sekarang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Penerimaan pembiayaan b. subsidi. bantuan sosial. dan belanja lain-lain. Belanja daerah dalam rangka perimbangan keuangan 3. belanja modal. pertahanan. budaya. Penerimaan bukan pajak c. dan perlindungan sosial. hibah. Anggaran pendapatan a. agama. pariwisata. penyusunan anggaran juga dikelompokkan menurut program-program yang telah ditetapkan pemerintah. pendidikan. Anggaran belanja a. Belanja pemerintah pusat b. Dalam rangka penyusunan anggaran berbasis prestasi kerja (kinerja) sebagaimana telah diuraikan di muka. dan jenis belanja. Hibah 2. Pengeluaran pembiayaan Belanja negara dirinci menurut organisasi. ekonomi. kesehatan. bunga. Rincian belanja negara menurut organisasi disesuaikan dengan susunan kementerian negara/lembaga pemerintahan pusat. Penerimaan pajak (termasuk pungutan bea masuk dan cukai) b. Rincian belanja negara menurut fungsi antara lain terdiri dari: pelayanan umum.Tahun 2007 48 . lingkungan hidup. program-program tersebut dirinci lagi ke dalam Pusdiklatwas BPKP. perumahan dan fasilitas umum. Selanjutnya.

3. Penyusunan Rancangan APBN tersebut berpedoman kepada RKP dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara. siklus anggaran Pusdiklatwas BPKP. Defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan maksimal 60% dari PDB. tahun anggaran b. jumlah pinjaman dibatasi Dalam hal anggaran diperkirakan surplus. Jangka waktu berputarnya oeh anggaran yang dimulai dari saat saat penyusunan anggaran pemerintah sampai dengan perhitungan anggaran negara menjadi undang-undang disebut . pemerintah pusat dapat mengajukan rencana penggunaan surplus anggaran kepada Dewan Perwakilan Rakyat. APBN disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara. 2. a.. dan peningkatan jaminan sosial. ditetapkan sumbersumber pembiayaan untuk menutup defisit tersebut dalam undangundang tentang APBN. LATIHAN SOAL 1. tahun takwim d. pembentukan dana cadangan. Dalam hal anggaran diperkirakan defisit. Dalam menyusun APBN diupayakan agar belanja operasional tidak melampaui pendapatan dalam tahun anggaran yang bersangkutan. tahun fiskal c.. Penggunaan surplus anggaran perlu mempertimbangkan prinsip pertanggungjawaban antar generasi dan diutamakan untuk: 1. pengurangan utang. E.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kegiatan-kegiatan yang dilengkapi dengan anggaran dan indikator keberhasilannya..Tahun 2007 49 .

. a. Arah dan kebijakan umum yang ditetapkan oleh DPR dan MPR 4.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mengatur tentang . Kerangka pelayanan umum dan investasi pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat termasuk dalam kelompok . a. dalam Undang-Undang No..... Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan anggaran. penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran b. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) merupakan penjabaran dari ... a. kebijakan keuangan negara subsektor BUMN/BUMD d. penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam penyusunan anggaran d. pengintegrasian penganggaran c. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) c. Rencana kerja lanjutan dari pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya yang belum terselesaikan d.. kebijakan moneter b. ketiga jawaban di atas diatur dalam undang-undang tersebut sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem 3.. kebijakan APBN yang dituangkan dalam program-program c.Tahun 2007 50 . kebijakan moneter dan fiskal Pusdiklatwas BPKP. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) b.

. ketiganya adalah ciri utama proses penyusunan RKP 6. kegiatan. misi.. a. prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya c. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) terdiri dari hal-hal sebagai berikut . a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 5. kegiatan pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu perhatian utama c. tujuan.. proses penyatuan persepsi kementerian/lembaga tentang prioritas pembangunan nasional dan konsekuensi anggarannya d. penegasan cakupan isi proses top-down dan bottom-up b.Tahun 2007 51 . seluruh kegiatan satuan kerja di lingkungan kementerian/lembaga negara termasuk kegiatan dalam rangka desentralisasi dan tugas pembantuan d. dalam rangka desentralisasi. kebijakan. dirinci menurut jenis biaya.. dan keluaran yang diharapkan b. biaya untuk masing-masing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang direncanakan.. hasil yang diharapkan.. Ciri baru dalam penyusunan RKP adalah . uraian mengenai visi. program. ketiga jawaban di atas dicakup seluruhnya dalam RKA-KL Pusdiklatwas BPKP.

utang dan piutang. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan dasar-dasar pengelolaan anggaran negara yang meliputi: ruang lingkup dan asas umum perbendaharaan. barang milik negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB V PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN) Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. dan penatausahaan APBN. 3. pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan keputusan presiden sebagai pedoman bagi kementerian negara/lembaga dalam pelaksanaan anggaran. A. pembayaran untuk tunggakan yang menjadi beban kementerian negara/lembaga. 2. alokasi anggaran untuk kantor pusat dan kantor daerah kementerian negara/lembaga. pembayaran gaji dalam belanja pegawai. Setelah APBN ditetapkan dengan undangundang. UMUM Ketentuan mengenai pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang lebih banyak menyangkut hubungan administratif antar kementerian negara/lembaga di lingkungan pemerintah. Penuangan dalam keputusan presiden tersebut terutama menyangkut hal-hal yang belum diperinci di dalam undangundang APBN. serta menjelaskan mekanisme pelaksanaan APBN yang meliputi pengelolaan: pendapatan dan belanja negara. investasi. uang. badan layanan umum. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 52 . antara lain: 1.

Perkembangan ekonomi makro yang tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam APBN.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Selain itu. pemerintah pusat menyampaikan Laporan Realisasi APBN Semester Pertama kepada DPR pada akhir Juli tahun anggaran yang bersangkutan untuk dibahas bersama antara DPR dan pemerintah pusat. Pengeluaran tersebut termasuk belanja untuk keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN yang Pusdiklatwas BPKP. 3. Untuk memberikan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan APBN. penuangan dimaksud meliputi pula alokasi dana perimbangan untuk provinsi/kabupaten/kota dan alokasi subsidi sesuai dengan keperluan perusahaan/badan yang menerima. dan antar jenis belanja. pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan perubahan APBN dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran. 4. Penyesuaian APBN dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan (APBN Perubahan) dibahas bersama DPR dengan pemerintah pusat dalam rangka penyusunan prakiraan perubahan atas APBN tahun anggaran yang bersangkutan.Tahun 2007 53 . disampaikan dalam laporan tersebut menjadi Informasi yang bahan evaluasi pelaksanaan APBN semester pertama dan penyesuaian/perubahan APBN pada semester berikutnya. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan anggaran tahun berjalan. apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: 1. Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi. 2. Dalam keadaan darurat. Perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal. antar kegiatan. Laporan Realisasi APBN Semester Pertama tersebut dilengkapi dengan prognosis untuk enam bulan berikutnya.

2. pengelolaan investasi dan barang milik negara/daerah. 5. Asas umum mengenai perbendaharaan negara sebagai berikut: 1.Tahun 2007 54 . Setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat meliputi hal-hal pengeluaran atas beban APBN jika anggaran untuk membiayai pengeluaran tersebut tidak tersedia atau tidak cukup tersedia. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. Undang-undang tentang APBN merupakan dasar bagi pemerintah pusat untuk melakukan penerimaan dan pengeluaran negara. 4. penyelenggaraan akuntansi dan sistem informasi manajemen keuangan negara/daerah. serta sistem dan posedur yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD. 3. 11. 6.perumusan standar.pengelolaan badan layanan umum (BLU). kebijakan. 7. B. 10. pengelolaan kas. 2. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran daerah. 9. Pemerintah pusat mengajukan rancangan undang-undang tentang perubahan APBN tahun telah anggaran dibahas yang untuk bersangkutan mendapatkan berdasarkan perubahan yang persetujuan DPR sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir. Pusdiklatwas BPKP. pengelolaan piutang dan utang negara/daerah. dan 12. penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD. pelaksanaan pendapatan dan belanja daerah. 8. pelaksanaan pendapatan dan belanja negara. RUANG LINGKUP DAN ASAS UMUM PERBENDAHARAAN NEGARA Ruang lingkup perbendaharaan negara meliputi: 1.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bersangkutan.penyelesaian kerugian negara/daerah.

Denda dikenakan kepada penyedia barang/jasa atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. dibiayai dengan APBN. Pusdiklatwas BPKP. c. penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. C. b. Kelambatan pembayaran atas tagihan yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN/APBD dapat mengakibatkan pengenaan denda dan/atau bunga. Tahun Anggaran Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang bersangkutan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. termasuk subsidi dan bantuan lainnya yang sesuai dengan program pemerintah pusat. kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih.Tahun 2007 55 . Program pemerintah pusat dimaksud diusulkan di dalam rancangan undang-undang tentang APBN serta disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara dengan berpedoman kepada rencana kerja pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan negara. APBN dalam satu tahun anggaran meliputi: a. sedang bunga dikenakan kepada pemerintah atas keterlambatan pembayaran. 5. Anggaran untuk membiayai pengeluaran yang sifatnya mendesak dan/atau tidak terduga disediakan dalam bagian anggaran tersendiri yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah. Semua pengeluaran negara. 4. PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA 1.

Penerimaan harus disetor seluruhnya ke kas negara/daerah pada waktunya yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah. fungsi. 3. Pada dokumen pelaksanaan anggaran tersebut dilampirkan rencana kerja dan anggaran badan layanan umum (BLU) dalam kementerian negara/lembaga negara yang bersangkutan. rencana penarikan dana tiap-tiap satuan kerja. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran. diuraikan sasaran yang hendak dicapai. dan Badan Pemeriksa Keuangan. rincian kegiatan. 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Semua penerimaan dan pengeluaran negara dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara dengan menggunakan sistem giral. program.Tahun 2007 56 . Menteri Keuangan memberitahukan kepada semua menteri/pimpinan lembaga agar menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk masing-masing kementerian negara/lembaga. Pusdiklatwas BPKP. Kuasa Bendahara Umum Negara. Menteri/pimpinan anggaran (DIPA) lembaga untuk menyusun kementerian dokumen pelaksanaan yang negara/lembaga dipimpinnya berdasarkan alokasi anggaran yang ditetapkan oleh presiden. Di dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) tersebut. Dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan disampaikan kepada menteri/pimpinan lembaga. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Setelah APBN ditetapkan. dan pendapatan yang diperkirakan (anggaran berbasis kinerja). Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Setiap kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang mempunyai sumber pendapatan wajib mengintensifkan perolehan pendapatan yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya.

Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran berwenang: a. dan e. ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang oleh negara adalah hak negara sehingga harus disetor seluruhnya ke kas negara/daerah. c. dan memerintahkan pembayaran tagihan-tagihan atas beban APBN. menguji kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih.Tahun 2007 57 . potongan. 4. pelaksanaan pelaksanaan kegiatan anggaran. Penerimaan berupa komisi. d. Pusdiklatwas BPKP. b. memerintahkan pembayaran atas beban APBN. meneliti kebenaran dokumen yang menjadi persyaratan atau kelengkapan sehubungan dengan ikatan/perjanjian pengadaan barang/jasa. Pelaksanaan Anggaran Belanja Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut dalam dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan. Anggaran/Kuasa Anggaran membebankan pada mata anggaran yang telah disediakan. meneliti tersedianya dana yang bersangkutan. berhak untuk Pengguna menguji. sebagaimana Pengguna tersebut Untuk keperluan dalam dokumen Pengguna Anggaran/Kuasa Anggaran berwenang mengadakan ikatan/perjanjian dengan pihak lain dalam batas anggaran Pengguna yang telah ditetapkan. membebankan pengeluaran sesuai dengan mata anggaran pengeluaran yang bersangkutan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Penerimaan kementerian negara/lembaga/satuan kerja tidak boleh digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut.

menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBN yang tercantum dalam perintah pembayaran. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. d. b. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dapat diberikan uang persediaan (UP) yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Bendahara Pengeluaran melaksanakan pembayaran dari uang persediaan yang dikelolanya setelah: a.Tahun 2007 58 . Pusdiklatwas BPKP. e. c. Pembayaran atas tagihan yang menjadi beban APBN dilakukan oleh Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara. Pembayaran atas beban APBN tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima. memerintahkan pencairan dana sebagai dasar pengeluaran negara. menolak pencairan dana.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti yang dimaksud. Dalam rangka pelaksanaan pembayaran. Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara memiliki kewajiban sebagai berikut: a.

Pengelolaan Kas Umum Negara Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang mengatur dan menyelenggarakan rekening pemerintah. dan c. serta optimalisasi pengelolaan kas. D. Bendahara Umum Negara dapat membuka rekening pada lembaga keuangan lainnya. menguji kebenaran perhitungan tagihan yang tercantum dalam perintah pembayaran. Saldo Rekening Penerimaan setiap akhir hari kerja wajib disetorkan seluruhnya ke Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. PENGELOLAAN UANG 1. Rekening Penerimaan digunakan untuk menampung penerimaan negara setiap hari.Sistem Administrasi Keuangan Negara I b. Dalam pelaksanaan operasional penerimaan dan pengeluaran negara. Uang negara disimpan dalam Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral.Tahun 2007 59 . Dalam hal kewajiban penyetoran tersebut Pusdiklatwas BPKP. Bendahara Pengeluaran wajib menolak perintah bayar dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran apabila persyaratan tersebut di atas tidak dipenuhi. Bendahara Umum Negara dapat membuka Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran pada bank umum dengan mempertimbangkan asas kesatuan kas dan asas kesatuan perbendaharaan. menteri keuangan membuka Rekening Kas Umum Negara. Uang negara dimaksud adalah uang milik negara yang meliputi rupiah dan valuta asing. Pengecualian dari ketentuan dimaksud diatur dalam peraturan pemerintah. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. Dalam hal tertentu. Dalam rangka penyelenggaraan rekening pemerintah.

ditetapkan berdasarkan kesepakatan Gubernur Bank Sentral dengan menteri keuangan. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dapat menunjuk badan lain untuk melaksanakan penerimaan dan/atau pengeluaran negara untuk mendukung kegiatan operasional kementerian negara/lembaga. Jenis dana. Jumlah dana yang disediakan pada Rekening Pengeluaran dimaksud disesuaikan dengan rencana pengeluaran untuk membiayai kegiatan pemerintah yang telah ditetapkan dalam APBN. tingkat bunga.Sistem Administrasi Keuangan Negara I secara teknis belum dapat dilakukan setiap hari. Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh pemerintah pusat/daerah dimaksud didasarkan pada tingkat suku bunga dan/atau jasa giro yang berlaku. yaitu keadaan belum tersedianya layanan perbankan di suatu tempat yang menjamin kelancaran pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. Dalam hal tertentu. Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh pemerintah merupakan pendapatan negara/daerah. Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dimaksud didasarkan pada ketentuan yang berlaku pada bank umum yang bersangkutan. terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugas pokok dan Pusdiklatwas BPKP. Pemerintah pusat memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank sentral. Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dibebankan pada belanja negara/daerah.Tahun 2007 60 . Rekening Pengeluaran pada bank umum diisi dengan dana yang bersumber dari Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Bendahara Umum Negara mengatur penyetoran secara berkala. dan/atau jasa giro serta biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank sentral. Pemerintah pusat/daerah berhak memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank umum.

jaringan.Tahun 2007 61 . Pedoman lebih lanjut mengenai pengelolaan uang negara sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan pemerintah ditetapkan oleh menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Laporan dimaksud disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). menyampaikan laporan secara berkala kepada Bendahara Umum Negara mengenai pelaksanaan penerimaan dan/atau pengeluaran sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. dan sarana penunjang layanan yang diperlukan. Sedangkan reputasi dinilai berdasarkan perkembangan kinerja badan hukum yang bersangkutan sekurang-kurangnya tiga tahun terakhir. Kompetensi dimaksud meliputi keahlian. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta mengutamakan badan hukum di luar lembaga keuangan yang sebagian besar atau seluruh sahamnya dimiliki oleh negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I fungsi kementerian negara/lembaga. menyampaikan laporan bulanan atas pelaksanaan penerimaan dan/atau pengeluaran yang dilakukannya. Badan lain tersebut adalah badan hukum di luar lembaga keuangan yang memiliki kompetensi dan reputasi yang baik untuk melaksanakan fungsi penerimaan dan pengeluaran negara. transparan. efisien. permodalan. ekonomis. Badan lain yang ditunjuk berkewajiban: a. Penunjukan badan lain dilakukan dalam suatu kontrak kerja dan dilakukan secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan. efektif. b. Pusdiklatwas BPKP.

diperlukan pembukaan rekening untuk penyimpan uang persediaan sebelum dibayarkan kepada yang berhak. Sehubungan dengan itu. Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara penerimaan untuk menatausahakan penerimaan negara di lingkungan kementerian negara/lembaga.Tahun 2007 62 . Pembukaan rekening dapat dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga/kantor/ satuan kerja. Pelaksanaan Penerimaan Negara oleh Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan penerimaan di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah memperoleh persetujuan dari Bendahara Umum Negara. Pengelolaan Uang Persediaan untuk Keperluan Negara/Lembaga/Satuan Kerja Menteri/pimpinan lembaga dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/atau penutupan rekening kas negara. 3. Dalam rangka pengelolaan kas.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Tata cara pembukaan rekening serta penggunaan dan mekanisme pertanggungjawaban uang persediaan ditetapkan oleh Pusdiklatwas BPKP. di lingkungan kementerian negara/lembaga dapat diberi persediaan uang kas (UP) yang dikelola oleh bendahara Kementerian pengeluaran untuk keperluan pembayaran yang tidak dapat dilakukan langsung oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada pihak yang menyediakan barang dan/atau jasa.

Dalam rangka pengelolaan kas.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Bendahara Umum Negara sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai pengelolaan uang negara. Piutang negara yang tidak dapat diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. Uraian lebih lanjut mengenai pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara dibahas pada modul Pedoman Pelaksanaan Anggaran (PPA) I. Tata cara pemberian pinjaman atau hibah peraturan pemerintah. Piutang negara jenis tertentu antara lain piutang pajak dan piutang yang diatur dalam undang-undang tersendiri. Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/atau penutupan rekening uang persediaan.Tahun 2007 63 . mempunyai hak mendahulu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. dan kekayaan negara wajib mengusahakan agar setiap piutang negara diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. b. yang antara lain menyatakan sebagai berikut: a. Pemerintah pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada pemerintah daerah/Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah serta kepada lembaga asing sesuai dengan yang tercantum/ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN. c. PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG 1. diselesaikan berlaku. Hak mendahulu adalah hak menagih piutang negara yang menurut peraturan perundang-undangan yang tersebut diatur dengan Pusdiklatwas BPKP. Pengelolaan Piutang Pengelolaan piutang negara diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara mulai pasal 33 sampai dengan pasal 37. E. Setiap pejabat yang diberi kuasa untuk mengelola pendapatan. belanja.

000. b.000.000. menteri keuangan.000.000. c.000. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp100. setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.000. 3.000. Penghapusan Piutang Negara Piutang negara/daerah dapat dihapuskan secara mutlak atau bersyarat dari pembukuan pemerintah pusat/daerah. 2. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati tidak lebih dari Rp10. Penyelesaian Piutang Negara yang Tidak Disepakati Penyelesaian piutang negara yang timbul sebagai akibat hubungan keperdataan dapat dilakukan melalui perdamaian. sebelum dilakukan pembayaran kepada kreditor lainnya.Tahun 2007 64 .00 (sepuluh miliar rupiah).000.000.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100.Sistem Administrasi Keuangan Negara I mendapat prioritas utama (harus didahulukan). Bagian piutang yang tidak disepakati adalah selisih antara jumlah tagihan piutang menurut pemerintah dengan jumlah kewajiban yang diakui oleh debitur.000. kecuali mengenai piutang negara yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang. presiden. kecuali mengenai piutang negara/daerah yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang.000.00 (seratus miliar rupiah). jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp10. dilakukan dengan menghapuskan Penghapusan secara bersyarat piutang negara/daerah dari pembukuan pemerintah pusat/daerah tanpa menghapuskan hak tagih Pusdiklatwas BPKP. Penyelesaian piutang yang menyangkut piutang negara ditetapkan oleh: a.00 (seratus miliar rupiah). presiden.

diatur dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2006 Tentang Tatacara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri.000.000.000.000. Penghapusan secara mutlak atau bersyarat sepanjang menyangkut piutang pemerintah pusat.000.00 (sepuluh miliar rupiah). Sedangkan penghapusan secara mutlak dilakukan dengan menghapuskan hak tagih negara/daerah. b. presiden untuk jumlah lebih dari Rp10.000. presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk jumlah lebih dari Rp100.00 (seratus miliar rupiah).000.000. Pengelolaan Utang Menteri Keuangan dapat menunjuk pejabat yang diberi kuasa atas nama Menteri Keuangan untuk mengadakan utang negara atau menerima hibah yang berasal dari dalam negeri ataupun dari luar negeri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undangundang APBN. Tata cara pengadaan utang dan/atau penerimaan hibah baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri serta penerusan utang atau hibah luar negeri kepada pemerintah daerah/BUMN/BUMD.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100. Utang/hibah dimaksud dapat diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah/BUMN/BUMD.000.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara/daerah. 4. Biaya berkenaan dengan proses pengadaan utang atau hibah tersebut dibebankan pada anggaran belanja negara.000. ditetapkan oleh: a.000.00 (seratus miliar rupiah).000. c. menteri keuangan untuk jumlah sampai dengan Rp10.Tahun 2007 65 . Pusdiklatwas BPKP.

dan investasi langsung. Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan wakil dari negara/daerah/swasta ditetapkan dengan peraturan pemerintah pusat dalam kepemilikan aset negara mengatur pengelolaan barang milik negara. Ketentuan Umum Pengelolaan Barang Milik Negara Pokok-pokok pengurusan barang milik negara/daerah antara lain sebagai berikut: a. surat utang. PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA 1.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 5. Kedaluwarsa Hak Tagih Utang Negara Hak tagih mengenai utang atas beban negara kedaluwarsa setelah lima tahun sejak utang tersebut jatuh tempo. Kepala kantor Pusdiklatwas BPKP. Ketentuan kedaluwarsa dimaksud tidak berlaku untuk pembayaran kewajiban bunga dan pokok pinjaman negara. Kedaluwarsa dihitung sejak tanggal 1 Januari tahun berikutnya. PENGELOLAAN INVESTASI Pemerintah dapat melakukan investasi jangka panjang untuk memperoleh manfaat ekonomi. F. Investasi dan penyertaan modal pemerintah pusat pada perusahaan pemerintah. Kedaluwarsa dimaksud tertunda apabila pihak yang berpiutang mengajukan tagihan kepada negara sebelum berakhirnya masa kedaluwarsa. kecuali ditetapkan lain oleh undang-undang. b. Menteri/pimpinan lembaga adalah pengguna barang bagi kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya. sosial dan/atau manfaat lainnya. Investasi tersebut dilakukan dalam bentuk saham.Tahun 2007 66 . G.

f. 2. e. Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara dalam menetapkan ketentuan pelaksanaan pensertifikatan tanah yang dimiliki dan dikuasai pemerintah pusat berkoordinasi dengan lembaga yang bertanggung jawab di bidang pertanahan nasional. Demikian pula barang milik negara dilarang digadaikan atau dijadikan jaminan untuk mendapatkan jaminan. i.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dalam lingkungan kementerian negara/lembaga adalah Kuasa Pengguna Barang dalam lingkungan kantor yang bersangkutan. Bendahara Barang atau Pejabat/Pegawai Pengurus Barang Milik Negara Walaupun dalam definisi bendahara sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1 ayat 14 Undang-Undang No. Tanah dan bangunan milik negara yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan. Bangunan milik negara harus dilengkapi dengan bukti status kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib. 1 Tahun 2004 dinyatakan Pusdiklatwas BPKP. Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang wajib mengelola dan menatausahakan barang milik negara yang berada dalam penguasaannya dengan sebaik-baiknya. g.Tahun 2007 67 . c. Barang milik negara yang berupa tanah yang dikuasai pemerintah pusat harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. Barang milik negara dilarang untuk diserahkan kepada pihak lain sebagai pembayaran atas tagihan kepada pemerintah pusat. wajib diserahkan pemanfaatannya kepada Menteri Keuangan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pemerintahan negara. d. h. Barang milik negara yang diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan negara tidak dapat dipindahtangankan.

Pada dasarnya. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. tetapi dalam pengaturan selanjutnya. istilah “bendahara barang” tidak ada lagi. mengeluarkan. Pusdiklatwas BPKP. dan membuat perhitungan/mempertanggungjawabkan barang-barang milik/kekayaan negara/daerah pada instansi/satker. baik barang-barang tersebut berada di dalam gudang maupun di tempat lain yang dikuasai negara/daerah. dalam pasal 78 ayat (2) dinyatakan: pejabat/pegawai selaku pengurus barang dalam melaksanakan tugas rutinnya diberikan tunjangan yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara/daerah yang diatur dengan peraturan menteri keuangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bahwa tanggung jawab pengurusan bendahara meliputi uang atau surat berharga atau barang-barang negara/daerah. 6 Tahun 2006 tersebut ada ketentuan yang menyebutkan pejabat yang identik dengan istilah bendahara barang yaitu pada pasal 6 yang menyatakan: menteri/pimpinan lembaga selaku pimpinan kementerian/lembaga adalah pengguna barang milik negara yang berwenang dan bertanggung jawab menetapkan kuasa pengguna barang dan menunjuk pejabat yang mengurus dan menyimpan barang milik negara. Dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “bendahara barang” tidak dikenal lagi dan diganti menjadi “pejabat /pegawai pengurus barang milik negara”. Dalam PP No. baik dalam Undang-Undang Perbendaharaan Negara maupun Peraturan Pemerintah No. Selanjutnya. menyimpan.Tahun 2007 68 . pejabat/pegawai pengurus barang milik negara mempunyai tugas untuk mengelola.

000.00 (sepuluh miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.000. b. diperuntukkan bagi pegawai negeri.000. e.000. dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Bernilai lebih dari Rp100. Bernilai sampai dengan Rp10. dihibahkan. Pemindahtanganan barang milik negara berupa tanah dan/atau bangunan hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan DPR. Penjualan barang milik negara dilakukan dengan cara lelang.Tahun 2007 69 . Pemindahtanganan Barang Milik Negara Pemindahtanganan barang milik negara dilakukan dengan cara dijual. kecuali tanah dan/atau bangunan yang: a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan di atur sebagai berikut: a. diperuntukkan bagi kepentingan umum.00 (seratus miliar rupiah) harus dengan persetujuan DPR. atau disertakan sebagai modal pemerintah.000.000.000. c. b. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis. dipertukarkan. sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota.000. d. Bernilai lebih dari Rp10.00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan presiden. Pusdiklatwas BPKP. c.000.000.000.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100. kecuali dalam hal tertentu yang akan diatur dengan peraturan pemerintah. harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen pelaksanaan anggaran.000.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. uang atau surat berharga milik negara baik yang berada pada instansi pemerintah maupun pada pihak ketiga. PENGELOLAAN BADAN LAYANAN UMUM (BLU) Badan layanan umum. baik yang berada di instansi pemerintah maupun pada pihak ketiga. e. Berbeda dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang asetnya merupakan kekayaan negara yang dipisahkan. adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan layanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. b. barang milik pihak ketiga yang dikuasai oleh negara yaitu barang yang secara fisik dikuasai/digunakan/dimanfaatkan oleh pemerintah berdasarkan hubungan hukum yang dibuat antara pemerintah dan pihak ketiga. Larangan Penyitaan Uang dan Barang Milik Negara yang Dikuasai Negara dan/atau Terdapat larangan penyitaan oleh pihak manapun terhadap: a. Hal ini merupakan pengecualian dari asas umum pengurusan keuangan Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 70 . yang selanjutnya disebut BLU. d. BLU dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalan rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. kekayaan BLU merupakan kekayaan negara yang tidak dipisahkan serta dikelola dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menyelenggarakan kegiatan BLU yang bersangkutan. H. uang yang harus disetor oleh pihak ketiga kepada negara. yang diperlukan untuk penyelenggaraan tugas pemerintahan. barang bergerak milik negara. c. barang tidak bergerak dan hak kebendaannya milik negara.

termasuk perwujudan efisiensi dan efektivitas pelayanan masyarakat serta pengamanan aset negara yang dikelola oleh instansi terkait. namun setiap BLU tetap diwajibkan untuk menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan. BLU diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas. memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktikpraktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan negara pada umumnya. Kementerian jawab negara/lembaga/pemerintah atas pelaksanaan daerah tetap yang bertanggung kewenangan Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara yaitu asas spesialitas yang tidak membenarkan adanya kompensasi atau penggunaan langsung pendapatan untuk membiayai belanja negara. BLU bertujuan untuk meningkatkan pelayanan umum kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.Tahun 2007 71 . Walaupun ada kekhususan. Status hukum BLU tidak terpisah dari instansi induknya dan beroperasi berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh instansi induk. Laporan keuangan dan kinerja BLU disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja dari instansi induknya (kementerian/lembaga negara/pemerintah daerah). Kekhususan lainnya adalah bahwa BLU dapat memperoleh hibah atau sumbangan dari masyarakat atau badan lain. Pendapatan yang diperoleh BLU sehubungan dengan jasa layanan yang diberikan merupakan pendapatan negara/daerah. Untuk itu. Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). dan penerapan praktik bisnis yang sehat.

termasuk transaksi pendapatan dan belanja. PENATAUSAHAAN APBN 1. yang berada dalam tanggung jawabnya. merupakan entitas pelaporan yang tidak hanya wajib menyelenggarakan akuntansi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I didelegasikannya kepada BLU. Oleh karena itu. dan barang. utang. tetapi Pusdiklatwas BPKP. utang. yang dapat diukur dalam satuan uang. yang antara lain meliputi uang. I. Menteri/pimpinan lembaga/kepala satuan kerja selaku pengguna anggaran menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan. BLU mengelola penyelenggaraan layanan umum sejalan dengan praktik bisnis yang sehat tanpa mengutamakan pencarian keuntungan. Pejabat yang ditunjuk mengelola BLU bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan pemberian layanan umum yang didelegasikan kepadanya oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota. aset. tagihan. Akuntansi Keuangan Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan. Akuntansi dimaksud digunakan untuk menyusun laporan keuangan pemerintah pusat sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). aset. serta dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah dan diharapkan memberi manfaat ekonomi/sosial di masa depan. investasi. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungannya.Tahun 2007 72 . Dimaksud dengan aset adalah sumber daya. dan ekuitas dana. kementerian peran negara/lembaga/pemerintah daerah harus menjalankan pengawasan terhadap kinerja layanan dan pelaksanaan kewenangan yang didelegasikan. Tiap-tiap kementerian negara/lembaga. dan ekuitas dana.

Sistem peraturan pengendalian internal dimaksud ditetapkan internal dengan akan pemerintah. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara dalam Bab X pasal 58 mengamanatkan keharusan pemerintah pusat maupun daerah untuk melaksanakan pengendalian internal pemerintah dengan sebaik-baiknya. UU No. Peran dan tanggung jawab pengendalian internal pemerintah dipegang oleh: 1. transparansi. 3. Penatausahaan Dokumen Setiap orang dan/atau badan yang menguasai dokumen yang berkaitan dengan perbendaharaan negara wajib menatausahakan dan memelihara dokumen tersebut dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu undang-undang tentang kearsipan.Tahun 2007 73 . Sistem pengendalian yang dituangkan dalam peraturan pemerintah dimaksud dikonsultasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan. Sampai dengan saat selesainya Pusdiklatwas BPKP. 2. 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I juga wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. J. dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelengarakan sistem pengendalian internal di bidang perbendaharaan. Menteri/pimpinan menyelenggarakan lembaga sistem selaku pengguna anggaran/barang di bidang pengendalian internal pemerintahan masing-masing. PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH Dalam rangka meningkatkan kinerja. Presiden selaku kepala pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian internal (internal control system) di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh.

menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I revisi modul ini. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara atau pengelola fiskal c.. Pengurusan administrasi bidang ordonansering (menguji. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) b. dan menetapkan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Negara adalah tanggung jawab/kewenangan dari . adalah . menteri /pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran b. a. Pusdiklatwas BPKP... a.. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dan Dirjen Perbendaharaan Negara selaku Kuasa BUN.. LATIHAN SOAL 1. menteri teknis/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran c. K. Badan Pemeriksa Keuangan sebagai lembaga yang bebas dan mandiri d.. menteri keuangan bersama dengan menteri/pimpinan lembaga sesuai dengan kewenangannya d. Peraturan Pemerintah mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah belum terbit. Mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Badan Pemeriksa Keuangan dan menteri keuangan 3. menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang c. a. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) b. membebankan dan menerbitkan SPM/SPN ) dilaksanakan oleh . Pernyataan yang bukan merupakan wewenang dari menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran.Tahun 2007 74 .. menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara d...

Tahun 2007 75 ... baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.. Penghapusan piutang secara mutlak dilakukan dengan cara . c. a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. 5.. menteri teknis/pimpinan lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan c. Hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah kekayaan bersih.. Kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang kekayaan bersih. a. d. Keputusan mengenai pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp10 milyar sampai dengan Rp100 milyar dilakukan oleh . ketiga unsur di atas semuanya adalah ciri basis akrual. menghapuskan piutang negara/daerah tanpa menghapuskan hak tagih negara b. Unsur yang merupakan ciri dari suatu sistem akuntansi pemerintah yang menggunakan basis akrual adalah: a. menghilangkan tagihan oleh negara karena suatu keadaan tertentu atas permohonan dari yang berhutang d. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara setelah mendapat persetujuan dari presiden d. Penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. menghapuskan piutang negara/daerah dengan menghapuskan hak tagih negara c. menteri teknis/pimpinan lembaga yang bersangkutan b. menghilangkan dari pembukuan anggaran agar tidak terjadi selisih pembukuan yang berkepanjangan Pusdiklatwas BPKP.. presiden setelah mendapat persetujuan dari DPR 6. b.

4. 3. Membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundangundangan. 2. dan pembiayaan dengan anggaran yang telah ditetapkan. A. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB VI PERTANGGUNGJAWABAN DAN PEMERIKSAAN PELAKSANAAN APBN Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Menilai kondisi keuangan.Tahun 2007 76 . UMUM Salah satu upaya konkret untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah adanya laporan pertanggungjawaban pemerintah dalam bentuk laporan keuangan yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan. Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk: 1. dan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. transfer. reviu intern laporan keuangan. Membandingkan realisasi pendapatan. Pusdiklatwas BPKP. belanja.

3.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran menyusun laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBN pada kementerian negara/lembaga yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Presiden melalui Menteri Keuangan paling lambat dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. alokasi. pemeriksaan oleh BPK diselesaikan selambatlambatnya dua bulan setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat. Laporan Realisasi Anggaran selain menyajikan realisasi pendapatan dan belanja. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber. 2.Tahun 2007 77 . Laporan keuangan pemerintah pusat yang telah diperiksa oleh BPK harus disampaikan kepada DPR selambat-lambatnya enam bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan. Neraca. Laporan Realisasi Anggaran. Ekuitas dana adalah Pusdiklatwas BPKP. LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH Laporan disampaikan pertanggungjawaban pemerintah berupa pelaksanaan keuangan APBN pokok yang yang laporan komponennya setidak-tidaknya terdiri dari: 1. B. juga dilengkapi laporan kinerja keuangan dari setiap kementerian negara/lembaga. kewajiban. Selanjutnya. yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan. 4. Laporan Arus Kas. Catatan atas Laporan Keuangan. Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan pemerintah yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset. dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah.

Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada presiden atas pelaksanaan kebijakan anggaran yang berada dalam penguasaannya. Informasi bertambah dan/atau berkurangnya kas diperoleh sehubungan dengan aktivitas operasional. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalan Laporan Realisasi Anggaran. Neraca. Pusdiklatwas BPKP. tanggung jawab para pengelola keuangan negara diatur sebagai berikut: 1. Catatan atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan/dianjurkan untuk diungkapkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan agar laporan keuangan dapat disajikan secara wajar. dan saldo akhir kas pemerintah selama periode tertentu. Laporan Arus Kas menggambarkan saldo awal. pembiayaan. Bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005. manfaat/hasil (outcome). dan transaksi non anggaran. dan Laporan Arus Kas. pengeluaran. investasi aset non keuangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. penerimaan. Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan meterial kepada Pengguna Anggaran atas pelaksanaan kegiatan yang berada dalam penguasaannya. 2.Tahun 2007 78 . 3. Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang bertanggung dalam jawab atas pelaksanaan tentang kebijakan dari yang segi ditetapkan undang-undang APBN.

C. 6. Selain itu. ditegaskan pula berlakunya prinsip yang berlaku universal bahwa “seseorang yang diberi wewenang untuk menerima.Tahun 2007 79 . Kuasa Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dari segi hak dan ketaatan peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya. menyimpan dan membayar atau menyerahkan uang. Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada presiden dari segi hak dan ketaatan peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. Kewajiban untuk mengganti kerugian keuangan negara oleh para pengelola keuangan negara dimaksud merupakan unsur pengendalian internal yang andal. MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Menteri keuangan selaku pengelola fiskal menyusun laporan keuangan pemerintahan pusat untuk disampaikan kepada presiden dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. surat berharga atau barang milik negara bertanggung jawab secara pribadi atas semua kekurangan yang terjadi dalam pengurusannya”. Mekanisme penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat adalah sebagai berikut: 1. Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yang meliputi Pusdiklatwas BPKP. 7. Bendahara penerimaan/bendahara pengeluaran bertanggung jawab secara fungsional atas pengelolaan uang yang menjadi tanggung jawabnya kepada Kuasa Bendahara Umum Negara. Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dalam undangundang tentang APBN. 5.

Menteri keuangan selaku wakil pemerintah pusat dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan negara. dan Catatan atas Laporan Keuangan dilampiri Laporan Keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian negara/lembaga masing-masing dan disampaikan kepada menteri keuangan selambat-lambatnya dua bulan setelah tahun anggaran berakhir.Tahun 2007 80 . 3. Surplus atau defisit. LAPORAN KINERJA KEUANGAN Laporan keuangan pokok pemerintah harus dilengkapi dengan Laporan Kinerja Keuangan yang sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai berikut: 1. 3. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyusun Laporan Arus Kas pemerintah pusat. Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang memberikan pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan sistem pengendalian internal yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Pusdiklatwas BPKP. Untuk meyakinkan kebenaran pernyataan yang diberikan oleh menteri/pimpinan lembaga. Ketentuan lebih lanjut mengenai laporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah diatur dengan peraturan pemerintah. D. 2. Pendapatan dari kegiatan operasional.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Laporan Realisasi Anggaran. 2. Neraca. Beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi. maka laporan pertanggungjawaban perlu dilakukan reviu internal oleh aparat pengawasan internal sebelum pelaksanaan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

beban-beban dikelompokkan menurut program atau yang dimaksudkannya. Metode ini sederhana untuk diaplikasikan dalam kebanyakan entitas kecil karena tidak memerlukan alokasi beban operasional pada berbagai fungsi. entitas pelaporan diperbolehkan memilih salah satu metode yang dipandang dapat menyajikan unsur kinerja secara layak. Untuk memilih metode klasifikasi ekonomi atau klasifikasi fungsi. beban-beban dikelompokkan menurut klasifikasi ekonomi (sebagai contoh beban penyusutan/amortisasi. E. Karena penerapan masingmasing metode pada entitas yang berbeda mempunyai kelebihan tersendiri. dan tidak dialokasikan pada berbagai fungsi dalam suatu entitas pelaporan. Dalam Laporan Kinerja Keuangan yang dianalisis menurut klasifikasi fungsi. Pernyataan Tanggung jawab Pusdiklatwas BPKP. baik langsung maupun tidak langsung. berbeda dengan output entitas pelaporan yang bersangkutan. beban gaji dan tunjangan pegawai). beban alat tulis kantor. Kedua metode ini dapat memberikan indikasi beban yang mungkin. serta hakikat organisasi. beban transportasi.Tahun 2007 81 . tergantung pada faktor historis dan peraturan perundang-undangan. Penyajian laporan ini memberikan informasi yang lebih relevan bagi pemakai dibandingkan dengan laporan menurut klasifikasi ekonomi. walau dalam hal ini pengalokasian beban ke fungsifungsi adakalanya bersifat arbitrer dan atas dasar pertimbangan tertentu. REVIU INTERN LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan tahunan kementerian negara/lembaga/ pemerintah daerah/Satuan Kerja Perangkat Daerah disertai dengan Pernyataan Tanggung jawab (Statement Of Responsibility) yang ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/ kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah. maka menurut Standar Akuntansi Pemerintahan yang berlaku.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dalam laporan kinerja keuangan yang dianalisis menurut klasifikasi ekonomi.

Peraturan Menteri Keuangan nomor 59/PMK.06/2005 tahun 2005 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menegaskan bahwa aparat pengawasan intern kementerian/lembaga melakukan reviu atas laporan keuangan dan membuat/menandatangani Pernyataan Telah Direviu. dengan antara lain menciptakan prosedur rekonsiliasi antara data transaksi keuangan yang diakuntansikan oleh Pengguna Anggaran dengan data transaksi keuangan yang diakuntansikan oleh Bendahara Umum Negara/Daerah. Pusdiklatwas BPKP. Peranan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah/inspektorat/badan pengawas dalam melakukan reviu terhadap laporan keuangan pemerintah sangatlah menentukan agar informasi yang disajikan dalam laporan tersebut dapat diyakini keandalannya sebelum pernyataan tanggung jawab ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/ gubernur/bupati/ walikota/kepala SKPD.Sistem Administrasi Keuangan Negara I memuat pernyataan bahwa pengelolaan APBN/APBD telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (PP Nomor 24 Tahun 2005). Aparat Pengawasan Intern Pemerintah pada kementerian negara/ lembaga/pemerintah daerah melakukan reviu atas laporan keuangan dan kinerja dalam rangka meyakinkan keandalan informasi yang disajikan sebelum disampaikan oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/ walikota kepada pihak-pihak terkait. Kewajiban menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern bertujuan untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan dan kinerja setiap entitas pelaporan dan akuntansi. Selanjutnya.Tahun 2007 82 .

UUD 1945 pasal 23 E mengamanatkan BPK untuk melaksanakan pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan negara.Tahun 2007 83 . pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. 3.Sistem Administrasi Keuangan Negara I F. Pemeriksaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Termasuk dalam pemeriksaan tujuan tertentu ini Pusdiklatwas BPKP. serta pemeriksaan atas aspek efektivitas yang lazim dilakukan untuk kepentingan manajemen oleh aparat pengawasan internal pemerintah. yakni pemeriksaan keuangan. PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA Pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dilakukan oleh suatu badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. 2. Tujuan pemeriksaan kinerja adalah untuk mengidentifikasikan hal-hal yang perlu menjadi perhatian lembaga perwakilan rakyat (DPR/DPRD). Pengertian masing-masing jenis pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut. Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi. BPK memiliki kewenangan untuk melakukan tiga jenis pemeriksaan. 1. pemeriksaan kinerja dimaksudkan agar kegiatan yang dibiayai dengan keuangan negara/daerah diselenggarakan secara ekonomis dan efisien serta memenuhi sasarannya secara efektif. Pemeriksaan keuangan ini dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah. di luar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja. yaitu dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan khusus. Ditinjau dari sisi pemerintah.

simpulan. Pemeriksaan keuangan akan menghasilkan opini. kejaksaan. dan kepada presiden Pusdiklatwas BPKP. Dalam hal laporan hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK digunakan oleh pemerintah untuk melakukan koreksi dan penyesuaian yang diperlukan. sedangkan pemeriksaan dengan tujuan tertentu akan menghasilkan simpulan.Tahun 2007 84 . Apabila pemeriksa BPK menemukan unsur pidana. laporan keuangan yang telah diperiksa (audited financial statements) akan memuat koreksi dimaksud sebelum disampaikan kepada DPR/DPRD. Selain disampaikan kepada lembaga perwakilan. Ikhtisar dimaksud disampaikan kepada DPR/DPD/DPRD sesuai dengan kewenangannya. BPK wajib menindaklanjutinya dengan melaporkan kepada instansi yang berwenang. dan rekomendasi. BPK diharuskan menyusun ikhtisar hasil pemeriksaan yang dilakukan selama satu semester. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK disusun dan disajikan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) segera setelah kegiatan pemeriksaan selesai. Tanggapan tersebut disertakan dalam laporan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR/DPRD. dan pihak yang berwenang lainnya. KPK. laporan hasil pemeriksaan juga disampaikan oleh BPK kepada pemerintah untuk dimintakan tanggapan dan penyesuaian/koreksi. pemeriksaan kinerja akan menghasilkan temuan. Setiap laporan hasil pemeriksaan BPK disampaikan kepada DPR/DPD/DPRD sesuai dengan kewenangannya untuk ditindaklanjuti. antara lain dengan membahasnya bersama pihak terkait.Sistem Administrasi Keuangan Negara I adalah pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan dan pemeriksaan investigatif. yaitu kepolisian. Pemerintah diberi kesempatan untuk menanggapi temuan dan simpulan yang dikemukakan dalam laporan hasil pemeriksaan.

memperoleh Dalam rangka transparansi dan peningkatan partisipasi publik.Sistem Administrasi Keuangan Negara I serta gubernur/bupati/walikota yang bersangkutan agar informasi secara menyeluruh tentang hasil pemeriksaan. masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk mengetahui hasil pemeriksaan. Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Kinerja Keuangan masing-masing kementerian/lembaga b. a. Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diterima secara umum d. a.. Neraca dan Laporan Arus Kas c. antara lain melalui publikasi dan situs web BPK.. G. Pusdiklatwas BPKP. tolok ukur dan indikator kinerja dari masing-masing kementerian/ lembaga c. Laporan Keuangan pokok dari pemerintah setidak-tidaknya terdiri dari komponen .. Selanjutnya. BPK perlu memantau dan menginformasikan hasil pemantauan atas tindak lanjut tersebut kepada DPR/DPD/DPRD. ketiga jawaban tersebut di atas dalam satu kesatuan. LATIHAN SOAL 1. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan.Tahun 2007 85 . pemerintah diwajibkan untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK. Sehubungan dengan itu.. 2. Dengan demikian. Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan oleh pemerintah b. Laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang disampaikan ke DPR harus memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti .. Catatan atas Laporan Keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan d. setiap laporan hasil pemeriksaan yang sudah disampaikan kepada lembaga perwakilan dinyatakan terbuka untuk umum..

pendapatan dari kegiatan operasional b... menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang memberi pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan . Suatu entitas pelaporan yang menyajikan laporan berbasis akrual. laporan keuangan pokoknya dilengkapi dengan Laporan Kinerja Keuangan berikut .. formal dan material c. Dalam menyampaikan laporan keuangan kepada menteri keuangan. Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diterima secara umum b. surplus atau defisit d.. keluaran (output) dan hasil/manfaat (outcome) d. a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3.. prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas d. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan yang sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai Pusdiklatwas BPKP.. alokasi anggaran yang telah dituangkan dalan APBN/DIPA 4.. beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi c.. Bendahara Umum Negara (BUN) bertanggung jawab kepada presiden atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya dari segi . a. a. pelaksanaan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan 5.Tahun 2007 86 . hak dan ketaatan pada peraturan b. laporan keuangan tahun lalu yang sudah diperiksa BPK c..

Penyelesaian kerugian negara perlu segera dilakukan untuk mengembalikan kekayaan negara yang hilang/berkurang serta meningkatkan disiplin dan tanggung jawab para pegawai negeri/pejabat Pusdiklatwas BPKP. sanksi administratif. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. diatur mengenai ketentuan pidana. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap para bendahara yang dalam pengurusan uang/barang yang menjadi tanggung jawabnya telah melakukan perbuatan melawan hukum yang berakibat merugikan keuangan negara. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan ketentuan yang berkaitan dengan pelanggaran/perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. DAN GANTI RUGI Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. A. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADMINISTRATIF Sebagai konsekuensi dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara.Tahun 2007 87 . penyelesaian kerugian. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. dan perlakuan terhadap pejabat yang terlibat KKN. serta proses penuntutan ganti rugi yang meliputi: pejabat yang mengenakan sanksi. dan ganti rugi yang berlaku bagi menteri/pimpinan lembaga serta pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. ketentuan lain yang berkaitan dengan pengenaan ganti rugi. baik dalam UU No.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB VII KETENTUAN PIDANA. maupun UU No. SANKSI ADMINISTRATIF.

dan ganti rugi diantaranya diatur dalam pasal 34 dan 35.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara pada umumnya. 5. Kebijakan dimaksud tercermin pada manfaat/hasil yang harus dicapai dengan pelaksanaan fungsi dan program kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. serta berfungsi sebagai jaminan atas ditaatinya undang-undang tentang APBN yang bersangkutan.Tahun 2007 88 . Presiden memberi sanksi administratif sesuai dengan ketentuan undang-undang kepada pegawai negeri serta pihak-pihak lain yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang ini. 3. 2. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. diatur secara khusus mengenai Pusdiklatwas BPKP. Sanksi tersebut dimaksudkan sebagai upaya preventif dan represif. Dalam UU No. dan para pengelola keuangan pada khususnya. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 4. sanksi administrasi. Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. Setiap pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud. Menteri/pimpinan lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. Setiap bendahara bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. yaitu sebagai berikut: 1. Di dalam UU No. hal mengenai ketentuan pidana.

00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500.000.00 penjara tiga tahun dan/atau denda Rp1.000.000.00 penjara tiga tahun dan/atau denda Rp1. Setiap pemeriksa 6.Tahun 2007 89 . 1. Setiap orang 3.000.000. Setiap orang 4.000.000. Setiap orang 5. menghalangi.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp500.00 Ketentuan mengenai pemeriksaan atas laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam UU No.000.000.Sistem Administrasi Keuangan Negara I ketentuan pidana pada pasal 24 sampai pasal 26 dengan materi pokok sebagai berikut: No. Setiap orang Pelanggaran (dengan sengaja) tidak menjalankan kewajiban menyerahkan dokumen dan/atau menolak memberikan keterangan yang diperlukan untuk kepentingan kelancaran pemeriksaan mencegah.000. dan/atau menggagalkan pelaksanaan pemeriksaan menolak pemanggilan yang dilakukan oleh BPK tanpa menyampaikan alasan penolakan secara tertulis memalsukan atau membuat palsu dokumen yang diserahkan mempergunakan dokumen yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan melampaui batas kewenangannya menyalahgunakan kewenangannya sehubungan dengan kedudukan dan/atau tugas pemeriksaan tidak melaporkan temuan pemeriksaan yang mengandung unsur pidana yang diperolehnya pada waktu melakukan pemeriksaan tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan Ancaman Pidana Maksimal penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500.000. 15 Tahun 2004 dilaksanakan mulai Pusdiklatwas BPKP.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp500.000. Setiap pemeriksa 8.000.000.00 penjara satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1. Setiap pemeriksa 7.000.000.000. Subjek Setiap orang 2.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500.000.000.

Pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Tata cara tuntutan ganti kerugian negara diatur dengan peraturan pemerintah. Pengenaan ganti kerugian terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan negara oleh menteri/pimpinan lembaga. PEJABAT YANG BERHAK MENGENAKAN SANKSI Dalam hal pejabat yang melakukan kerugian negara adalah menteri/pimpinan lembaga. 15 Tahun 2004 mulai berlaku dan belum ditetapkannya tata cara penyelesaian ganti kerugian negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I laporan keuangan tahun anggaran 2006. Apabila dalam pemeriksaan kerugian negara ditemukan unsur pidana. surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara dimaksud diterbitkan oleh menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara.Tahun 2007 90 . Badan Pemeriksa Keuangan menindak lanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut beserta bukti-buktinya kepada instasi yang berwenang. Pusdiklatwas BPKP. b. 15 Tahun 2004. Dalam hal pejabat yang melakukan kerugian negara adalah menteri keuangan. Tata cara penyelesaian ganti kerugian negara selambat-lambatnya satu tahun setelah berlakunya UU No. surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara dimaksud diterbitkan oleh presiden. B. dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang ada sebelum berlakunya UU No. Penyelesaian ganti kerugian negara/daerah yang sedang dilakukan oleh BPK dan/atau Pemerintah pada saat UU No. dengan ketentuan transisi sebagai berikut: a. 15 Tahun 2004.

Tahun 2007 91 . Materi pokok yang diatur dalam ketentuan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bendahara. 3. Pejabat lain dimaksud meliputi pejabat negara dan pejabat penyelenggara pemerintahan yang tidak berstatus pejabat negara. pegawai negeri bukan bendahara. sebagaimana diuraikan sebagai berikut. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara diatur dalam pasal 59 sampai dengan pasal 67. Pusdiklatwas BPKP. Tata cara pengenaan ganti rugi berbeda antara pegawai negeri bukan bendahara dengan bendahara. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan negara wajib mengganti kerugian tersebut. Kerugian negara dapat terjadi karena pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat negara atau pegawai negeri bukan bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif atau oleh bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan kebendaharaan. Setiap pimpinan kementerian negara/lembaga/kepala satuan kerja dapat segera melakukan tuntutan ganti rugi. Setiap kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA Penyelesaian kerugian negara/daerah dalam UU No. setelah mengetahui bahwa dalam kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang bersangkutan terjadi kerugian akibat perbuatan dari pihak manapun. tidak termasuk bendahara dan pegawai negeri bukan bendahara. 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I C.

segera dimintakan surat pernyataan kesanggupan dan atau pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawabnya dan bersedia mengganti kerugian negara dimaksud. Surat keputusan dimaksud mempunyai kekuatan hukum untuk pelaksanaan sita jaminan (conservatoir beslaag). Pokok-pokok yang telah diatur dalam UU No. Tata cara tuntutan ganti kerugian negara/daerah diatur dengan peraturan pemerintah. c. b. yang sampai saat modul ini selesai disusun peraturan pemerintah tersebut belum ada. Setiap kerugian negara wajib dilaporkan oleh atasan langsung atau kepala kantor kepada menteri/pimpinan lembaga dan diberitahukan kepada BPK selambat-lambatnya tujuh hari kerja setelah kerugian negara itu diketahui.Tahun 2007 92 . 1 Tahun 2004 adalah sebagai berikut: a. Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui. menteri/pimpinan lembaga yang bersangkutan segera menetapkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara yang ditujukan kepada yang bersangkutan. Surat pernyataan tersebut biasa disebut Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM). Pengenaan Bendahara Ganti Rugi Terhadap Pegawai Negeri Bukan Pengenaan ganti rugi terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/ bupati/walikota. kepada bendahara. Pusdiklatwas BPKP. atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya. pegawai negeri bukan bendahara. Jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 1.

Apabila bendahara tidak mengajukan keberatan atau pembelaan dirinya ditolak. atau kealpaan. b. dalam BPK pemeriksaan tersebut ditemukan unsur menindaklanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Tahun 2007 93 . 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara pasal 62 dinyatakan bahwa pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK dan apabila pidana. Pembelaan diri ditolak oleh BPK apabila bendahara tidak dapat membuktikan bahwa dirinya bebas dari kesalahan. c. BPK menetapkan surat keputusan pembebanan penggantian kerugian negara/daerah kepada bendahara bersangkutan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Pusdiklatwas BPKP. dengan uraian sebagai berikut: a. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara diatur dalam UU No. Surat keputusan dimaksud diterbitkan apabila belum ada penyelesaian yang dilakukan sesuai dengan tata cara penyelesaian ganti kerugian negara yang ditetapkan oleh BPK. Bendahara dapat mengajukan keberatan atau pembelaan diri kepada BPK dalam waktu 14 hari kerja setelah menerima surat keputusan sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara mulai pasal 22 dan pasal 23. BPK menerbitkan surat keputusan penetapan batas waktu pertanggungjawaban bendahara atas kekurangan kas/barang yang terjadi. kelalaian. yaitu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut beserta bukti-buktinya kepada instansi yang berwenang. setelah mengetahui ada kekurangan kas/barang dalam persediaan yang merugikan keuangan negara/daerah. Pengenaan Ganti Rugi terhadap Bendahara Dalam UU No.

f. D. maupun untuk bendahara/pengelola perbendaharaan negara. pegawai negeri bukan bendahara. g. dan pejabat lain yang telah ditetapkan untuk mengganti kerugian negara dapat dikenai sanksi administratif dan atau sanksi pidana. ada beberapa ketentuan lain yang berlaku umum baik untuk pengenaan ganti kerugian negara bagi pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara. Putusan pidana tidak membebaskan dari tuntutan ganti rugi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I d. Bendahara.Tahun 2007 94 . e. Tata cara penyelesaian ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada huruf d di atas berlaku pula bagi pengelola perusahaan umum dan perusahaan perseroan yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. Pusdiklatwas BPKP. KETENTUAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENGENAAN GANTI KERUGIAN NEGARA Di samping ketentuan-ketentuan pokok tersebut di atas. Tata cara penyelesaian ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK setelah berkonsultasi dengan pemerintah. BPK memantau penyelesaian pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara dan/atau pejabat lain pada kementerian negara/lembaga/ pemerintah daerah. Menteri/pimpinan perusahaan negara lembaga dan /gubernur/bupati/walikota/direksi lain yang mengelola badan-badan keuangan negara melaporkan penyelesaian kerugian negara/daerah kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah diketahui terjadinya kerugian negara/daerah dimaksud. yaitu sebagai berikut: 1.

Tahun 2007 95 . 4. atau pejabat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan. menjadi kedaluwarsa jika dalam waktu lima tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut atau dalam waktu delapan tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. pegawai negeri bukan bendahara. Tanggung jawab pengampu yang memperoleh hak/ahli waris untuk membayar ganti kerugian negara dimaksud menjadi hapus apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun sejak keputusan pengadilan yang menetapkan pengampuan kepada bendahara. atau sejak bendahara. atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi. Ketentuan penyelesaian kerugian negara sebagaimana diatur dalam ketiga paket undang-undang ini berlaku pula untuk uang dan/atau barang bukan milik negara. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang bersangkutan. atau meninggal dunia. pegawai negeri bukan bendahara. Kewajiban bendahara. Ketentuan penyelesaian kerugian negara dalam undang-undang ini berlaku pula untuk pengelola perusahaan negara dan badan-badan lain Pusdiklatwas BPKP. atau pejabat lain yang bersangkutan diketahui melarikan diri atau meninggal dunia. pegawai negeri bukan bendahara. atau pejabat lain yang bersangkutan. atau pejabat lain yang dikenai tuntutan ganti kerugian negara berada dalam pengampuan. Dalam hal bendahara. terbatas pada kekayaan yang dikelola atau diperolehnya. yang berada dalam penguasaan bendahara. melarikan diri. 3. pengampu/yang memperoleh hak/ahli waris tidak diberi tahu oleh pejabat yang berwenang mengenai adanya kerugian negara. penuntutan dan penagihan terhadapnya beralih kepada pengampu yang memperoleh hak/ahli waris. pegawai negeri bukan bendahara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. pegawai negeri bukan bendahara. yang berasal dari bendahara. 5. 6.

Kepala POLRI. 7. Pengenaan ganti kerugian negara terhadap pengelolaan perusahaan umum dan perusahaan perseroan yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh negara Republik Indonesia ditetapkan BPK. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri.Sistem Administrasi Keuangan Negara I yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara. Panglima TNI. para pimpinan sekretariat dewan/komisi/badan. para kepala lembaga pemerintah non departemen. dan para bupati/walikota. baik sebagai saksi atau sebagai tersangka. dan dilakukan penahanan oleh aparat penegak hukum. oleh KOLUSI. para pimpinan sekretariat lembaga tinggi negara. DAN NEPOTISME (KKN) Dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi. para gubernur. E.PAN/4/2007 tanggal 18 April 2007 tentang Perlakuan Terhadap Pejabat yang Terlibat Korupsi. dan Nepotisme (KKN). Jaksa Agung. Melalui Surat Edaran tersebut. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. Kerja sama dan dukungan tersebut dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut: 1. Menpan mengharapkan perhatian dan bantuan dari pihak-pihak yang disebutkan di atas agar meningkatkan kerja sama dan dukungan upaya-upaya penanganan perkara korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Memberhentikan sementara dari jabatannya. Kolusi. Surat Edaran tersebut ditujukan kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. 2. sampai dengan Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 96 . berstatus sebagai tersangka/terdakwa. PERLAKUAN TERHADAP PEJABAT YANG TERLIBAT KORUPSI. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE/03/M. Segera memberikan ijin pemeriksaan terhadap pejabat atau pegawai. jika memang ijin tersebut diperlukan sesuai peraturan perundang-undangan. terhadap pejabat yang terlibat perkara korupsi.

sanksi administratif c. Memulihkan nama baik dan dapat menempatkan kembali pada jabatan yang semestinya terhadap pejabat/pegawai yang tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan tidak terdapat pelanggaran terhadap disiplin pegawai negeri sipil. a. Menyampaikan laporan setiap semester kepada Menpan tentang namanama pejabat/pegawai yang terlibat kasus korupsi dengan status hukumnya E. Sanksi yang berlaku bagi menteri/pimpinan lembaga serta pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan. meskipun pejabat/pegawai tersebut mendapatkan vonis bebas dari pengadilan. pengenaan tuntutan ganti rugi d. Menjatuhkan sanksi administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil terhadap pejabat/pegawai yang telah mendapatkan vonis bersalah dari pengadilan atau jika terbukti adanya pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil. LATIHAN SOAL 1. 5. ketiga-tiganya adalah jenis sanksi yang bisa diterapkan Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 97 . 4. 3.Sistem Administrasi Keuangan Negara I adanya keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan atau resmi dinyatakan dihentikan proses hukumnya oleh aparat penegak hukum. adalah …. sanksi pidana b.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

2. Dalam

hal

pejabat

yang

melakukan

kerugian

negara

adalah

menteri/pimpinan lembaga, surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara diterbitkan oleh .... a. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara b. presiden atas usul menteri keuangan c. badan pemeriksa keuangan atas usul presiden d. badan pemeriksa keuangan bersama-sama dengan menteri

keuangan

3. Setiap kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. Kerugian negara dapat terjadi karena .... a. pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat negara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif b. pelanggaran hukum atau kelalaian pegawai negeri bukan

bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif c. pelanggaran hukum atau kelalaian oleh bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan kebendaharaan. d. Ketiga-tiganya dapat dikenakan tuntutan ganti rugi

4. Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui, kepada bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya, segera dimintakan .... a. surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SKTM) b. surat keputusan pembebasan sementara dari jabatan c. surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan d. surat keputusan pembebanan dari Badan Pemeriksa Keuangan

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

98

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

5. Kewajiban bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi, menjadi kedaluwarsa jika .... a. dalam waktu lima tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan b. dalam waktu delapan tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. c. dalam waktu sepuluh tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. d. jawaban a atau jawaban b, mana yang diketahui lebih dulu

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

99

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

DAFTAR PUSTAKA
1. Ahmad Yani, S.H., M.M., Ak., Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Di Indonesia, Divisi Buku Perguruan Tinggi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, Cetakan kedua, April, 2004. 2. Amin Widjaja Tunggal, Drs., Ak., MBA., Coso-Based Auditing, Harvarindo, 2000 3. Anwar Sulaiman H., Drs., Manajemen Aset Daerah, STIA-LAN, 2000 4. Arifin P. Soeria Atmadja, Dr., Mekanisme Pertanggungjawaban Keuangan Negara, PT Gramedia, Jakarta, 1986. 5. Badan Pemeriksa Keuangan, Petunjuk Pelaksanaan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi, 1976. 6. BPKP, Manajemen Pemerintahan Baru, 2000. 7. BPKP, Pedoman Penanganan Penggantian Kerugian Negara, 1993. 8. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H., Determinasi Kebijakan Anggaran Negara Indonesia, Studi Yuridis, Papas Sinar Sinanti, Jakarta 2005. 9. Goedhart C., Dr., Garis-Garis Besar Ilmu Keuangan Negara, Terjemahan oleh Ratmoko, S.H., Penerbit Jembatan, Jakarta, 1981. 10. Hadi, M., Administrasi Keuangan RI, Jakarta, 1981. 11. Keppres Nomor 42 Tahun 2003 dan Perubahannya, tentang Pedoman Pelaksanaan APBN. 12. Keppres Nomor 80 Tahun 2003 dan Perubahannya, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Tuntutan

13. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan Pusat dan Daerah, Standar Akuntansi Pemerintahan, Desember 2005. 14. Leonard D., Goodstein, Timothy M., Nolan, and J. William Pfelffer, Applied Strategic Planning, McGrraw-Hill, Inc. 15. Mahendra Sultan Syah, Ir., Manajemen Proyek Kiat Sukses Mengelola Proyek, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004. 16. Mardiasmo, Prof., Dr., MBA., Ak., Akuntansi Sektor Publik, Penerbit ANDI Yogyakarta, 2004.

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

100

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 96/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. 18. PER–66/PB/2005 Tentang Mekanisme Pelaksanan Pembayaran atas Beban APBN. 23. 26.06/2005 Tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan APBN. 19. 20.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 17. 25. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pengendalian Jumlah Kumulatif APBN dan APBD Serta Jumlah Kumulatif Pinjaman Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pusdiklatwas BPKP. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2006 tentang Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). PER–01PB/2006 Tentang Petunjuk Teknis Pengesahan Dan Pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2006.2/2006 Tanggal 12 Juli 2006 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL Tahun 2007 dan Pedoman Penyusunan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) Tahun 2007 – 2009. 2005 tentang Tatacara Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tatacara Pengadan Pinjaman dan atau Penerimaan Hibah serta Penerimaan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun Penghapusan Piutang Negara/Daerah.Tahun 2007 101 . 28. 22. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 134/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 21. 29. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor. 30. 27.

. 1995. Tahun 2002 tentang Tindak Pidana 38. Undang-Undang RI Nomor 15 Pencucian Uang. dkk. Balanced Scorecard. 40. Pengintegrasian Sistem Akuntabilitas Kinerja dan Anggaran Dalam Perspektif UU No. SH. Ak. 2000. Norton. Jakarta 2003. 43. Kaplan & David P. 34. Undang-Undang RI Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.PAN/4/2007 tentang Perlakuan Terhadap Pejabat yang Terlibat Korupsi. 37. Akuntansi Pemerintahan dan Organisasi Non Laba. Pusat Pengembagan Akuntansi FE-UI. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Rasul Sjahrudin. Dr. dan Nepotisme. Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 35. 42. PNRI. Kolusi. Robert S.. 36.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 31.Tahun 2007 102 . Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Drs. 33... 39. Undang-Undang Dasar RI 1945 (setelah amandemen ke empat). Jakarta. Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Jakarta. 17 Tahun 2003. Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 32. Sugijanto.. Penerbit Erlangga. Pusdiklatwas BPKP. Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor: SE/03/M. 41.

jilid lengkap) ISBN 979-95661-8-5 (jilid 1) .Pusdiklat Pengawasan BPKP Sistem Administrasi Keuangan Negara I ISBN 979-95661-7-7 (no.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful