I

DIKLAT PEMBENTUKAN AUDITOR TERAMPIL

SAKN I
KODE MA : 1.140

SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA I

2007
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN EDISI KEENAM

I

Judul Modul

: Sistem Administrasi Keuangan Negara I

Penyusun Perevisi I Perevisi II Perevisi III Perevisi IV Perevisi V Pereviu Editor

: : : : : : : :

Djedje Abdul Aziz, S.H. dan Drs. Sigit Edi Surono Djedje Abdul Aziz, S.H. dan Drs. Sigit Edi Surono Drs. Achmad Sadji, M.M. Djedje Abdul Aziz, S.H. Drs. Soeharto Drs. Djamil Djalil dan Wakhyudi, Ak., M. Comm. Drs. Sura, M.B.A. F. Titik Oktiarti, Ak.

Dikeluarkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP dalam rangka Diklat Sertifikasi JFA Tingkat Anggota Tim Terampil
Edisi Pertama Edisi Kedua (Revisi Pertama) Edisi Ketiga (Revisi Kedua) Edisi Keempat (Revisi Ketiga) Edisi Kelima (Revisi Keempat) Edisi Keenam (Revisi Kelima) : : : : : : Tahun 1998 Tahun 2000 Tahun 2002 Tahun 2004 Tahun 2006 Tahun 2007

ISBN 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) ISBN 979-95661-8-5 (jilid 1)

N 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) 5661-9-3 (jilid 2)

Dilarang keras mengutip, menjiplak, atau menggandakan sebagian atau seluruh isi modul ini, serta memperjualbelikan tanpa izin tertulis dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP.

I

............................................. ....................................................................................................... KEWENANGAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA ...... 36 B............................. DESKRIPSI SINGKAT .. 25 D..............................................................................Sistem Administrasi Keuangan Negara I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................. 49 BAB V PELAKSANAAN APBN............................................. 21 A............... KEUANGAN NEGARA DAN PERBENDAHARAAN NEGARA ............. LATIHAN SOAL ...................... 3 E......................................... METODOLOGI PEMELAJARAN ............ 1 A..................................................................................................................................... 55 Pusdiklatwas BPKP........ PENGURUSAN KHUSUS/KEBENDAHARAAN/KOMPTABLE .......................................... PELIMPAHAN KEWENANGAN.................. 1 B.............................. 31 E.......... PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA ....................................... 52 A........................................................ TUJUAN PEMELAJARAN UMUM ......................................................... C............................................................................. UMUM.............................................................. 34 BAB IV PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN......................... 5 REFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN ........................................................ 4 BAB II A....... E....... STRUKTUR APBN.............................................. PENGURUSAN UMUM ATAU PENGURUSAN ADMINISTRASI............................................................................ RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) ............ 40 C...... 43 D.................................................. LATIHAN SOAL................................................................. 17 LATIHAN SOAL................................................................................ 2 C........................ RUANG LINGKUP DAN ASAS UMUM PERBENDAHARAAN NEGARA................................... 21 B........................................................................................Tahun 2007 ii ........................................................ TUJUAN PEMELAJARAN KHUSUS..................... RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL)....... D..............................................ii BAB I PENDAHULUAN ...................... 2 D........................... LATAR BELAKANG ........ 5 SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA .........................19 BAB III PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA.... 47 E...... B.. 54 C................. UMUM.................................................. 7 KEUANGAN NEGARA........................... 36 A............. 52 B.................................i DAFTAR ISI ........................ 12 PERBENDAHARAAN NEGARA ......................................... 23 C.............................................................................

...... 74 BAB VI PERTANGGUNGJAWABAN & PEMERIKSAAN PELAKSANAAN APBN..........................96 F.................... KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADINISTRATIF ............ LAPORAN KINERJA KEUANGAN..................................................... I........................... 97 DAFTAR PUSTAKA .................. 94 E.......... 73 LATIHAN SOAL .......................................................Sistem Administrasi Keuangan Negara I D.............................................................................. E.... F.................................................................................... 59 PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG ................................................... PEJABAT YANG BERHAK MENGENAKAN SANKSI.................................... K............ 81 F............... 79 D....................................... 87 B......................................... SANKSI ADMINISTRATIF........83 G.... LATIHAN SOAL............. 87 A.............................................................................. PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA ......... LATIHAN SOAL............... 66 PENGELOLAAN BADAN LAYANAN UMUM ................................................................... DAN GANTI RUGI ....................................................................... 70 PENATAUSAHAAN APBN....... KETENTUAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENGENAAN GANTI KERUGIAN NEGARA ............ REVIU INTERN LAPORAN KEUANGAN............. H................................................................................ 76 A.......................... 76 B............................................................................... UMUM.......... G....................................................................................................................... 90 C................................ 66 PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA.. 100 Pusdiklatwas BPKP....... PERLAKUAN TERHADAP PEJABAT YANG TERLIBAT KKN…..... MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ............................................................................................................................ J........................ 63 PENGELOLAAN INVESTASI.. PENGELOLAAN UANG............. 72 PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH......................................Tahun 2007 iii ...........85 BAB VII KETENTUAN PIDANA............................... 91 D............ 77 C.......................... LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH .. PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA...................................... 80 E........

Tahun 2007 1 . Hal tersebut terutama terlihat dari komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan kepada masyarakat. UU No. Dalam periode itu pula telah dikeluarkan berbagai peraturan pemerintah. LATAR BELAKANG Peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Sektor Publik menjadi semakin signifikan. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. dan UU No. yaitu UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Ternyata masih banyak kendala yang dihadapi. Sebagai sebuah sistem. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pemerintah telah menerapkan pendekatan anggaran berbasis kinerja. anggaran terpadu dan kerangka pengeluaran jangka menengah pada tahun anggaran 2005 dan 2006. maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis. Dalam perkembangannya. sehingga masih banyak terjadi multi tafsir dalam implementasi di lapangan. Pusdiklatwas BPKP. Dengan keluarnya tiga paket perundang-undangan di bidang keuangan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB I PENDAHULUAN A. APBN telah menjadi instrumen kebijakan multi fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. terutama karena belum tersedianya perangkat peraturan pelaksanaan yang memadai. Oleh karena itu. agar fungsi APBN dapat berjalan secara optimal. peraturan menteri keuangan. pengelolaan anggaran negara telah mengalami banyak perkembangan. sistem pengelolaan anggaran negara di Indonesia terus berubah dan berkembang sesuai dengan dinamika manajemen sektor publik.

proses pemelajaran dapat menjadi lebih baik. modul Sistem Administrasi Keuangan Negara perlu direvisi dan disempurnakan. 2. ordonator. proses pengurusan keuangan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I peraturan dirjen dan sebagainya guna menutup kelemahan-kelemahan tersebut. B. Hal ini akan sangat membantu para peserta diklat untuk memahami secara lebih mudah materi peraturan yang baru. asas-asas umum dan ruang lingkup keuangan negara. TUJUAN PEMELAJARAN UMUM Setelah mengikuti mata diklat ini para peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan sistem administrasi keuangan negara dalam rangka pengawasan keuangan negara. peserta diharapkan mampu menjelaskan: 1. C. pengelompokan keuangan negara. peran para pejabat pengelola keuangan negara selaku otorisator. Diharapkan dengan terbitnya revisi modul ini. Modul Sistem Administrasi Keuangan Negara I ini diberikan pada Diklat Sertifikasi JFA tingkat Pembentukan Auditor Terampil selama 20 jam pelatihan. Dalam rangka merespon perubahan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara itu. Pusdiklatwas BPKP. serta reformasi pengelolaan anggaran negara. pengertian dasar Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara. TUJUAN PEMELAJARAN KHUSUS Setelah mengikuti mata diklat Sistem Administrasi Keuangan Negara I ini. pelimpahan wewenang dari presiden kepada para pejabat pengelola keuangan negara. karena dalam modul ini peraturanperaturan tersebut sudah dikemas secara lengkap walau secara garis besar.Tahun 2007 2 .

6. 4.Tahun 2007 3 . uang. serta pelaksanaan APBN yang meliputi pengelolaan pendapatan dan belanja negara. sampai dengan penetapannya oleh lembaga legislatif. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Negara (RKA-KL). bendahara penerimaan. dasar-dasar pengelolaan anggaran negara yang meliputi ruang lingkup. UU No. barang milik negara dan penatausahaan APBN. menguraikan pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal. D. penyelesaian kerugian. asas umum perbendaharaan. bendahara pengeluaran. dan kewenangan pejabat perbendaharaan negara. utang dan piutang. diantaranya UU No. ketentuan yang berkaitan dengan pelanggaran/perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. mekanisme dan penyusunan anggaran berbasis kinerja. dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Modul ini Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. pertanggungjawaban pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. 5. dan perlakuan terhadap pejabat yang terlibat KKN. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. sejak penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Kebijakan dan kegiatan APBN Pusdiklatwas BPKP. 3. dan pejabat pengurus barang.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bendahara umum negara. DESKRIPSI SINGKAT Sistem administrasi keuangan negara diatur dengan berbagai ketentuan. serta proses penuntutan ganti rugi yang meliputi pejabat yang mengenakan sanksi. yaitu terkait dengan kebijakan dan kegiatan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). investasi. ketentuan lain yang berkaitan dengan pengenaan ganti rugi.

dan Ganti Rugi Bab VI METODOLOGI PEMELAJARAN Agar peserta dapat memahami secara optimal sistem administrasi keuangan negara. Uraian juga mencakup pengertian-pengertian. diskusi. asas. pertanggungjawaban pertanggungjawaban anggaran. Metode pemelajaran yang digunakan meliputi ceramah. : Ketentuan Pidana. dan prinsip yang mendasari kegiatan pengelolaan anggaran.Sistem Administrasi Keuangan Negara I yang diuraikan adalah sejak dari perencanaan anggaran.Tahun 2007 4 . pemeriksaan pelaksanaan anggaran. Pusdiklatwas BPKP. dan latihan mengerjakan soal serta membahas kasus. peserta dipacu untuk berpartisipasi secara aktif melalui diskusi kelas mengenai substansi SAKN serta perubahan-perubahan mendasar yang ada pada peraturan perundang-undangan yang baru. Materi dalam modul ini terdiri dari 7 (tujuh) bab. Sanksi Administratif. Dengan pendekatan ini. maka proses belajar mengajar menggunakan pendekatan andragogi. yaitu: Bab Bab Bab Bab Bab I II III IV V : Pendahuluan : Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara : Pengurusan Keuangan Negara : Penyusunan dan Penetapan APBN : Pelaksanan APBN : Pertanggungjawaban dan Pemeriksaan Pelaksanaan APBN Bab VII E. penyusunan dan penetapan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan dan anggaran. sebagai unsur dari siklus pengelolaan anggaran. modul ini juga menguraikan sanksi terhadap pelanggaran ketentuan yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara. Selain itu.

dan keadilan sosial. reformasi pengelolaan anggaran negara. manajemen adalah proses perencanaan. pengertian dasar keuangan negara dan perbendaharaan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB II KEUANGAN NEGARA DAN PERBENDAHARAAN NEGARA Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. pengarahan. pengarahan. dan pengendalian kegiatan-kegiatan anggota-anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Tahun 2007 5 . A. Pusdiklatwas BPKP. pengorganisasian. Dalam pengelolaan keuangan negara. Memajukan kesejahteraan umum. asas-asas umum dan ruang lingkup keuangan negara. dan pengendalian di bidang keuangan harus dilakukan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA Menurut Stoner dan Winkel (1987). pengelompokkan keuangan negara. fungsi perencanaan. Mencerdaskan kehidupan bangsa. sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Ikut serta mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan siklus pengelolaan keuangan negara. yaitu: Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. pengorganisasian. perdamaian abadi.

fungsi perencanaan. pembahasan mengenai keuangan negara lebih difokuskan pada fungsi pengorganisasian. pengorganisasian. dan pengendalian sesuai dengan ketentuan undang-undang di bidang keuangan negara.2004 Partisipasi Transparansi Akuntabilitas Organizing UU 17 . pengarahan.Tahun 2007 6 . Akan tetapi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dalam pengelolaan keuangan negara. fungsi perencanaan yang diatur dalam UndangUndang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional tidak dibahas secara rinci. pengarahan. dan pengendalian merupakan suatu siklus yang dapat digambarkan sebagai berikut : SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN NEGARA Tujuan Bernegara SPPN SPPN UU 25/2004 Planning Controlling UU 15 . Sedangkan fungsi Pusdiklatwas BPKP.2004 Dalam modul ini.2003 SAKN Actuating UU 1 .

Sistem perencanaan anggaran negara pada saat ini telah mengalami perkembangan dan perubahan sesuai dengan dinamika manajemen sektor publik dan tuntutan yang muncul di masyarakat. perencanaan anggaran negara telah mengalami banyak perkembangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I perencanaan keuangan negara dibahas pada materi penyusunan dan penetapan APBN. telah terjadi perubahan manajemen sektor publik yang cukup drastis dari sistem manajemen tradisional yang terkesan kaku. REFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 1. dan hierarkis menjadi model manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi Pusdiklatwas BPKP. dalam perkembangannya telah menjadi instrumen kebijakan multi-fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. B. yaitu sistem penganggaran dengan pendekatan New Public Management (NPM). maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis.Tahun 2007 7 . yang dalam pembahasan berbagai literatur sering disebut anggaran negara atau anggaran sektor publik. Agar fungsi perencanaan dan pengawasan dapat berjalan dengan baik. Anggaran negara sebagai alat perencanaan kegiatan publik yang dinyatakan dalam satuan mata uang (rupiah) sekaligus dapat digunakan sebagai alat pengendalian. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM) Sejak pertengahan tahun 1980-an. birokratis. Sebagai sebuah sistem. Hal tersebut terutama terlihat dari komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan kepada masyarakat yang diharapkan.

pemerintahan katalis (fokus pada pemberian arahan bukan produksi layanan publik). diantaranya adalah tuntutan untuk melakukan efisiensi. Perspektif baru pemerintah menurut tersebut adalah: a. b. Osborne dan Gaebler yang dikenal dengan konsep “Reinventing Pusdiklatwas BPKP. bukan birokrasi). Penggunaan paradigma baru tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi pada pemerintah. e. Salah satu model pemerintahan di era NPM adalah model pemerintahan yang diajukan oleh Osborne dan Gaebler (1992) yang tertuang dalam pandangannya Government”. pemerintah yang digerakkan oleh misi (mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi digerakkan oleh misi). dan kompetisi tender. bukan pada kebijakan. Paradigma baru yang muncul dalam manajemen sektor publik tersebut adalah pendekatan New Public Management (NPM). d. pemerintah yang kompetitif (mendorong semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan publik). pemerintah yang berorientasi hasil (membiayai hasil bukan masukan). Model NPM berfokus pada manajemen sektor publik yang berorientasi pada kinerja. pemangkasan biaya (cost cutting). Perubahan tersebut bukan sekedar perubahan kecil dan sederhana. pemerintah milik masyarakat (lebih memberdayakan masyarakat dari pada melayani). f. tetapi perubahan besar yang telah mengubah peran pemerintah terutama dalam hal hubungan antara pemerintah dan masyarakat.Sistem Administrasi Keuangan Negara I pasar.Tahun 2007 8 . pemerintah berorientasi pada pelanggan (memenuhi kebutuhan pelanggan. c.

Teknik Anggaran Kinerja (Performance Budgeting) b. Perubahan Pendekatan Anggaran Negara Reformasi sektor publik yang salah satunya ditandai dengan munculnya era New Public Management telah mendorong upaya di berbagai negara untuk mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam perencanaan anggaran negara. dan j. Salah satu pengaruh itu adalah terjadinya perubahan sistem anggaran dari model anggaran tradisional menjadi anggaran yang lebih berorientasi pada kinerja.Tahun 2007 9 . Munculnya konsep New Public Management (NPM) pada yang antisipatif (berupaya mencegah daripada berpengaruh langsung terhadap konsep anggaran negara umumnya. pemerintah wirausaha (mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar membelanjakan). antara lain: a. muncul beberapa teknik penganggaran sektor publik. Programming. pemerintah mengobati). pemerintah desentralisasi (dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja). Seiring dengan perkembangan tersebut. i. Zero Based Budgeting (ZBB) c. 2. pemerintah berorientasi pada mekanisme pasar (mengadakan perubahan dengan mekanisme pasar/sistem insentif dan bukan mekanisme administratif/sistem prosedur dan pemaksaan). h. and Budgeting System (PPBS) Uraian lebih lanjut teknik penganggaran tersebut adalah sebagai berikut: Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I g. Planning.

Pendekatan ini sangat menekankan pada konsep value for money dan pengawasan atas kinerja output. b. Teknik Anggaran Kinerja (Performance Budgeting) Pendekatan kinerja disusun untuk mengatasi berbagai kelemahan yang terdapat dalam anggaran tradisional. Kegiatan tersebut mencakup pula penentuan unit kerja yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program. serta penentuan indikator kinerja yang digunakan sebagai tolok ukur dalam mencapai tujuan program yang telah ditetapkan. dilengkapi dengan teknik analisis antara biaya dan manfaat.Tahun 2007 10 . khususnya kelemahan karena tidak adanya tolok ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik. Pendekatan ini juga mengutamakan mekanisme penentuan prioritas tujuan serta pendekatan yang sistematik dan rasional dalam proses pengambilan hal-hal keputusan. Zero Based Budgeting ( ZBB ) Konsep Zero Based Budgeting dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada sistem anggaran tradisional. Pusdiklatwas BPKP. Sistem penganggaran kinerja pada dasarnya merupakan sistem yang mencakup kegiatan penyusunan program dan tolok ukur kinerja sebagai instrumen untuk mencapai tujuan dan sasaran program. Penyusunan anggaran dengan menggunakan konsep ZBB dapat menghilangkan kelemahan pada konsep incrementalism dan line item karena anggaran diasumsikan mulai dari nol (zero base).Sistem Administrasi Keuangan Negara I a. anggaran Untuk kinerja mengimplementasikan tersebut. Penerapan sistem anggaran kinerja dalam penyusunan anggaran dimulai dengan perumusan program dan penyusunan struktur organisasi pemerintah yang sesuai dengan program tersebut.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I Penyusunan anggaran yang bersifat incremental mendasarkan besarnya realisasi anggaran tahun ini untuk menetapkan anggaran tahun depan. PPBS adalah salah satu model penganggaran yang ditujukan untuk membantu manajemen pemerintah dalam membuat keputusan alokasi sumber daya secara lebih baik. Item anggaran yang sudah tidak relevan dan tidak mendukung pencapaian tujuan organisasi dapat hilang dari struktur anggaran. Dengan ZBB. Hal tersebut disebabkan sumber daya yang dimiliki pemerintah sangat terbatas jumlahnya. atau mungkin juga muncul item baru. namun berdasarkan program. Planning. PPBS memberikan kerangka untuk membuat pilihan tersebut. ZBB tidak berpatokan pada anggaran tahun lalu untuk menyusun anggaran tahun ini. sedangkan tuntutan masyarakat tidak terbatas jumlahnya. namun didasarkan pada kebutuhan saat ini. Sistem anggaran PPBS tidak mendasarkan pada struktur organisasi tradisional yang terdiri dari divisi-divisi. seolah-olah proses anggaran dimulai dari hal-hal yang baru sama sekali. and Budgeting System (PPBS) PPBS merupakan teknik penganggaran yang didasarkan pada teori sistem yang berorientasi pada output dan tujuan dengan penekanan utamanya pada alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi. Dalam keadaan tersebut pemerintah dihadapkan pada pilihan alternatif keputusan yang memberikan manfaat paling besar dalam pencapaian tujuan bernegara secara keseluruhan. Pusdiklatwas BPKP. yaitu pengelompokan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Programming.Tahun 2007 11 . yaitu dengan menyesuaikan tingkat inflasi atau jumlah penduduk. c.

C. maupun berupa barang yang dapat Pusdiklatwas BPKP. termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. 3) proses pengambilan keputusan yang rasional. serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. 5) spesifikasi tujuan dan urutan prioritas. Pengertian Keuangan Negara Definisi keuangan negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Pendekatan baru dalam sistem anggaran negara tersebut menurut Mardiasmo. yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang. subjek. Dari sisi objek. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dinyatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam merumuskan Keuangan Negara adalah dari sisi objek. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. dan outcome. proses. bukan sekedar input. dalam bukunya Akuntansi Sektor Publik cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) komprehensif/komparatif. KEUANGAN NEGARA 1. 8) adanya pengawasan kinerja. 7) berorientasi pada input. serta segala sesuatu baik berupa uang. dan tujuan.Tahun 2007 12 . 6) analisis total cost and benefit (termasuk opportunity cost). 4) berjangka panjang. output. 2) terintegrasi dan lintas departemen.

dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara. Pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal meliputi kebijakan dan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan Pusdiklatwas BPKP. yaitu: pemerintah pusat. Pengelompokkan Keuangan Negara Berdasarkan pengertian keuangan negara dengan pendekatan objek. pemerintah daerah. Dari sisi tujuan. yaitu termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. subbidang pengelolaan moneter. Dari sisi proses. b.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. bidang pengelolaan keuangan negara dapat dikelompokkan dalam: a. kegiatan dan hubungan hukum yang berkaitan dengan pemilikan dan/atau penguasaan objek sebagaimana tersebut di atas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara. subbidang pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. yang dimaksud dengan Keuangan Negara meliputi seluruh subjek yang memiliki/menguasai objek sebagaimana tersebut di atas. subbidang pengelolaan fiskal. dan c. 2.Tahun 2007 13 . perusahaan negara/daerah. Keuangan Negara meliputi seluruh kebijakan. Dari sisi subjek. terlihat bahwa hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang diperluas cakupannya. Dengan demikian. Keuangan Negara mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan objek sebagaimana tersebut di atas mulai dari perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan sampai dengan pertanggunggjawaban.

penyusunan anggaran oleh pemerintah. pengertian keuangan negara dapat dibedakan antara: pengertian keuangan negara dalam arti luas. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. Berdasarkan uraian di atas. dan pengertian keuangan negara dalam arti sempit. Pengelolaan keuangan negara subbidang kekayaan negara yang dipisahkan berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan di sektor Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD) yang orientasinya mencari keuntungan (profit motive). dimana keuangan negara mencakup kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. Pengertian keuangan negara dalam arti luas pendekatannya adalah dari sisi objek yang cakupannya sangat luas. Pembahasan lebih lanjut dalam modul ini dibatasi hanya pada pengertian keuangan negara dalam arti sempit saja yaitu subbidang pengelolaan fiskal atau secara lebih spesifik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). pelaksanaan anggaran. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 14 . penyusunan perhitungan anggaran negara (PAN) sampai dengan pengesahan PAN menjadi undang-undang. penetapan strategi dan prioritas pengelolaan APBN. Pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan moneter berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter baik dalam maupun luar negeri.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai dari penetapan Arah dan Kebijakan Umum (AKU). pengawasan anggaran. Sedangkan pengertian keuangan negara dalam arti sempit hanya mencakup pengelolaan keuangan negara subbidang pengelolaan fiskal saja. pengesahan anggaran oleh DPR.

terbuka. asas universalitas. anggaran merupakan anggaran bruto. berarti semua pengeluaran harus tercantum dalam anggaran. c.Tahun 2007 15 . yang meliputi baik asas-asas yang telah lama dikenal dalam pengelolaan keuangan negara. mempertahankan hak budget dari dewan secara lengkap. Secara kuantitatif artinya jumlah yang telah ditetapkan dalam mata Pusdiklatwas BPKP. pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional. Aturan pokok Keuangan Negara telah dijabarkan ke dalam asas-asas umum. Asas Tahunan. Penjelasan dari masing-masing asas tersebut adalah sebagai berikut. dan asas spesialitas maupun asasasas baru sebagai pencerminan penerapan kaidah-kaidah yang baik (best practices) dalam pengelolaan keuangan negara. seperti asas tahunan. dimana yang dibukukan dalam anggaran adalah jumlah brutonya. memberikan batasan bahwa tidak diperkenankan terjadinya percampuran antara penerimaan negara dengan pengeluaran negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. a. Asas Universalitas (kelengkapan). asas kesatuan. Oleh karena itu. Asas-asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan negara. Asas Spesialitas mensyaratkan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif. dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Asas Kesatuan. b. memberikan persyaratan bahwa anggaran negara dibuat secara tahunan yang harus mendapat persetujuan dari badan legislatif (DPR). d.

h. Asas Profesionalitas mengharuskan pengelolaan keuangan negara ditangani oleh tenaga yang profesional. memberi kewenangan Pemeriksa Keuangan lebih besar pada Badan untuk melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara secara objektif dan independen. e. Asas-asas umum tersebut diperlukan pula guna menjamin terselenggaranya prinsip-prinsip pemerintahan daerah. Asas Akuntabilitas berorientasi pada hasil.Sistem Administrasi Keuangan Negara I anggaran tertentu merupakan batas tertinggi dan tidak boleh dilampaui. pelaksanaan undang-undang ini selain menjadi acuan dalam reformasi manajemen keuangan negara. Asas Pemeriksaan Keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. i. sekaligus dimaksudkan untuk memperkokoh landasan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pusdiklatwas BPKP. f. mengandung makna bahwa setiap pengguna anggaran wajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi atas keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya. g. penetapan. Asas Proporsionalitas. pengalokasian anggaran dilaksanakan secara proporsional pada fungsi-fungsi kementerian/lembaga sesuai dengan tingkat prioritas dan tujuan yang ingin dicapai.Tahun 2007 16 . mewajibkan adanya keterbukaan dalam pembahasan. Secara kualitatif berarti penggunaan anggaran hanya dibenarkan untuk mata anggaran yang telah ditentukan. Dengan dianutnya asas-asas umum tersebut di dalam undang-undang tentang Keuangan Negara. dan perhitungan anggaran serta atas hasil pengawasan oleh lembaga audit yang independen. Asas Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara.

pengeluaran negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. yang negara. pengeluaran daerah. e. termasuk investasi dan kekayaan ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah Pusdiklatwas BPKP. c. f. yayasan-yayasan di lingkungan kementerian negara/lembaga. PERBENDAHARAAN NEGARA Pengertian Perbendaharaan Negara menurut UU No. termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/perusahaan daerah. surat berharga. barang.Tahun 2007 17 . dan melakukan pinjaman. kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah. Ruang Lingkup Keuangan Negara Ruang lingkup keuangan negara meliputi: a. kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga. mengeluarkan dan mengedarkan uang. hak negara untuk memungut pajak. D. h. 1 Tahun 2004 adalah “pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan yang dipisahkan. penerimaan negara. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum. g. i. kekayaan pihak lain sebagaimana dimaksud meliputi kekayaan yang dikelola oleh orang atau badan lain berdasarkan kebijakan pemerintah. dan j. atau perusahaan negara/daerah. serta hakhak lain yang dapat dinilai dengan uang. b. penerimaan daerah. piutang. kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang. d.

negara adalah suatu lembaga politik. Namun. Fungsi perbendaharaan tersebut meliputi: 1. dirasakan semakin pentingnya fungsi perbendaharaan dalam rangka pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah yang terbatas secara efisien. negara berusaha memberikan jaminan kesejahteraan kepada rakyat (welfare state). perencanaan kas yang baik. pencegahan agar jangan sampai terjadi kebocoran dan penyimpangan. pengelolaan keuangan sektor publik yang selama ini menggunakan pendekatan superioritas negara telah membuat aparatur pemerintah yang mengelola keuangan sektor publik tidak lagi dianggap berada dalam kelompok profesi manajemen oleh para profesional. Pusdiklatwas BPKP. Upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang dilaksanakan di dunia usaha ke dalam pengelolaan keuangan pemerintah tidak dimaksudkan untuk menyamakan pengelolaan keuangan sektor pemerintah dengan pengelolaan keuangan sektor swasta. pemanfaatan dana yang menganggur (idle cash) untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya keuangan. negara tunduk pada tatanan hukum publik. 2. dan 4. Oleh karena itu.Tahun 2007 18 . Melalui kegiatan berbagai lembaga pemerintah. 3.Sistem Administrasi Keuangan Negara I (APBN/APBD)”. Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan keuangan negara. pencarian sumber pembiayaan yang paling murah. Dalam kedudukannya yang demikian. perlu dilakukan pelurusan kembali pengelolaan keuangan pemerintah dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance) yang sesuai dengan lingkungan pemerintah. Pada hakikatnya.

Pernyataan yang menyatakan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif adalah merupakan salah satu asas pengelolaan keuangan negara yaitu . Pengertian keuangan negara dalam arti luas mencakup . belanja negara. kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal. moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan d. kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal dan moneter c. semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang b.. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan b... a. a. LATIHAN SOAL 1. utang piutang negara serta pengelolaan barang milik negara 2....Tahun 2007 19 . retribusi. pengelolaan perpajakan. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter dalam dan luar negeri d.. Campuran dari ketiga asas tersebut di atas 3. kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan kebijakan lainnya pelaksanaan kegiatan perpajakan serta sumber dana Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I E.. Asas Fleksibilitas dan Transparan b. Asas Profesionalitas c. a. Pengelolaan Keuangan Negara subbidang Pengelolaan Moneter berkaitan dengan . kebijakan dan pelaksanaan kegiatan sektor perbankan dan lalu lintas moneter dalam negeri c.. Asas Spesialitas d.

Zero Base Budgetting (ZBB) c. Fungsi perbendaharaan dirasakan semakin penting sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan keuangan negara.. Penyusunan anggaran yang prosesnya seolah-olah dimulai dari hal-hal yang baru sama sekali merupakan penerapan dari teori . a.. pemanfaatan dana yang menganggur (idle cash) untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya keuangan 5. Pernyataan di bawah merupakan fungsi dari perbendaharaan. anggaran terpadu... Ketiga-tiganya diterapkan semua agar jangan sampai terjadi kebocoran dan Pusdiklatwas BPKP. dan anggaran kinerja 7. Dalam penggunaan sistem anggaran berimbang dan dinamis yang digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan adalah . Planning. tercapainya target kegiatan dan besarnya penyerapan dana yang tersedia d.. Performance Base Budget (PBB) d... and Budgeting System (PPBS) b.Tahun 2007 20 .. output.. a. a. kerangka pengeluaran jangka menengah.. Programming.. analisis harga satuan dan analisis beban tugas c. perencanaan kas yang baik b. outcome. anggaran rutin dan anggaran pembangunan c. dan impact 6. kecuali . input. pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah dengan biaya sekecil mungkin d. proses. Pendekatan yang digunakan dalam penerapan anggaran menurut UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah . anggaran berimbang dan dinamis b.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4.. pencegahan penyimpangan c. a. analisis biaya dan manfaat b. anggaran dengan klasifikasi organik dan objek d.

A. Pusdiklatwas BPKP. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan pelimpahan wewenang dari presiden kepada para pejabat pengelola keuangan negara. Dalam pelaksanaannya. selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan. ordonator. Pengurusan umum erat hubungannya dengan penyelenggaraan tugas pemerintah di segala bidang dan tindakannya dapat membawa akibat pengeluaran dan atau menimbulkan penerimaan negara. yaitu pengurusan umum/administrasi yang mengandung unsur penguasaan dan pengurusan khusus yang mengandung unsur kewajiban. bendahara pengeluaran. proses pengurusan keuangan negara (pengurusan administrasi dan khusus/komptable).Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB III PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. PELIMPAHAN KEWENANGAN Pengelolaan keuangan negara secara teknis dilaksanakan melalui dua pengurusan. Dikuasakan kepada menteri keuangan. dan pejabat pengurus barang. Sedangkan pengurusan khusus atau pengurusan komptabel mempunyai kewajiban melaksanakan perintah-perintah yang datangnya dari pengurusan umum. kekuasaan presiden tersebut tidak dilaksanakan sendiri oleh presiden. bendahara umum negara. melainkan: 1. bendahara penerimaan.Tahun 2007 21 . Presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan umum pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. peran dan kewenangan para pejabat pengelola keuangan negara selaku otorisator.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

2. Dikuasakan

kepada

menteri/pimpinan

lembaga

negara

dan

lembaga pemerintah non kementerian negara, selaku pengguna anggaran/pengguna dipimpinnya; dan 3. Diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala barang kementerian negara/lembaga yang

pemerintahan daerah sebagai perwujudan

pelaksanaan asas

desentralisasi, untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Pelimpahan kekuasaan tersebut tidak termasuk kewenangan di bidang moneter, yang meliputi antara lain mengeluarkan dan

mengedarkan uang, yang pelaksanaannya diatur dengan undang-undang. Untuk mencapai kestabilan nilai rupiah, serta tugas menetapkan dan dan

melaksanakan

kebijakan

moneter

mengatur

menjaga

kelancaran sistem pembayaran dilakukan oleh bank sentral. Menteri keuangan sebagai pembantu presiden dalam bidang keuangan pada hakikatnya adalah Chief Financial Officer (CFO) Pemerintah Republik Indonesia, sementara setiap menteri/pimpinan lembaga pada hakikatnya adalah Chief Operational Officer (COO) untuk suatu bidang tertentu pemerintahan. Prinsip ini perlu dilaksanakan secara konsisten agar terdapat kejelasan dalam pembagian wewenang dan tanggung jawab, terlaksananya mekanisme check and balance, serta untuk mendorong upaya peningkatan profesionalisme dalam

penyelenggaraan tugas pemerintahan. Menteri keuangan selaku pengelola fiskal bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi: 1. pengelolaan kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro, 2. penganggaran, 3. administrasi perpajakan,

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

22

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

4. administrasi kepabeanan, 5. perbendaharaan, dan 6. pengawasan keuangan. Kewenangan presiden terhadap pengelolaan keuangan negara yang dilimpahkan kepada pejabat negara, meliputi kewenangan yang bersifat umum yang timbul dari pengurusan umum, dan kewenangan yang bersifat khusus yang timbul dari pengurusan khusus. Kewenangan yang bersifat umum meliputi kewenangan untuk: 1. Menetapkan Arah dan Kebijakan Umum (AKU); 2. Menetapkan strategi dan prioritas dalam pengelolaan APBN, antara lain menetapkan: a. pedoman pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN, b. pedoman penyusunan rencana kerja kementerian negara/lembaga, c. gaji dan tunjangan, d. pedoman pengelolaan penerimaan negara. Kewenangan yang bersifat khusus meliputi kewenangan membuat keputusan/kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan APBN, antara lain menetapkan: 1. keputusan sidang kabinet di bidang pengelolaan APBN, 2. keputusan rincian APBN, 3. keputusan dana perimbangan, dan 4. penghapusan aset dan piutang negara. B. PENGURUSAN UMUM ATAU PENGURUSAN ADMINISTRASI Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa pengurusan umum atau pengurusan administrasi mengandung unsur penguasaan, yang erat hubungannya dengan penyelenggaraan tugas pemerintahan di segala bidang dan tindakannya dapat membawa akibat pengeluaran dan

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

23

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

atau menimbulkan penerimaan negara. Dalam pengurusan umum terdapat dua pejabat atau subjek pengurusan, yang disebut otorisator dan ordonator. 1. Otorisator Otorisator adalah pejabat yang memperoleh pelimpahan wewenang untuk mengambil tindakan-tindakan yang mengakibatkan adanya penerimaan dan/atau pengeluaran negara. Tindakan-tindakan otorisator yang bisa berakibat penerimaan dan/atau pengeluaran tersebut disebut otorisasi. Otorisasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: a. otorisasi bersifat luas atau otorisasi umum b. otorisasi bersifat sempit atau otorisasi khusus. Otorisasi bersifat luas/umum adalah otorisasi yang tidak membawa akibat langsung pada pengeluaran dan atau penerimaan negara. Contoh otorisasi umum: undang-undang, pengganti peraturan

pemerintah,

peraturan

pemerintah

undang-undang,

keputusan presiden, instruksi presiden, peraturan gaji pegawai negeri, peraturan pemberian tunjangan, dan sebagainya. Otorisasi umum baru akan berakibat pengeluaran dan/atau penerimaan apabila sudah ada/dilengkapi otorisasi yang bersifat khusus. Otorisasi bersifat sempit/khusus adalah otorisasi yang mempunyai akibat langsung terhadap penerimaan dan/atau

pengeluaran negara. Contoh otorisasi khusus adalah surat keputusan pengangkatan pegawai, surat keputusan penunjukan bendahara, surat keputusan pensiun, dan sebagainya. 2. Ordonator Ordonator adalah pejabat yang berwenang untuk melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan kepada

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

24

kewenangan ordonator ini sepenuhnya berada di tangan menteri keuangan. kewenangan tersebut diberikan kepada kementerian teknis. sesuai pasal 7 UU No. C. menerima. 1. Secara garis besar. maka ordonator menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) dan/atau Surat Penagihan. 1 Tahun 2004 yang menetapkan bahwa menteri keuangan adalah Bendahara Umum Negara. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. Pengertian Bendahara Bendahara adalah setiap orang atau badan yang diberi tugas untuk dan atas nama negara/daerah. ordonator bertugas untuk menguji.Tahun 2007 25 . Apabila tagihan-tagihan tersebut telah memenuhi persyaratan. apakah benar-benar telah sesuai dengan otorisasi yang dikeluarkan oleh otorisator dan belum kedaluwarsa. dan membayar/menyerahkan uang atau surat berharga atau barangbarang negara/daerah. menyimpan. Sebelum berlakunya UU No. namun sejak diberlakukannya kedua undang-undang itu. Pusdiklatwas BPKP. meneliti dan mengawasi penerimaan-penerimaan dan pengeluaran- pengeluaran negara termasuk tagihan-tagihan yang diajukan oleh pihak ketiga kepada pemerintah. sehingga kementerian teknis sepenuhnya memegang kewenangan pengurusan administratif/umum.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kementerian negara/lembaga sehubungan dengan tindakan otorisator. serta memerintahkan pembayaran dan atau menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. PENGURUSAN KHUSUS/KEBENDAHARAAN/KOMPTABLE Kewenangan pengurusan khusus atau pengurusan kebendaharaan (komptable) dipegang oleh menteri keuangan.

bendahara yang ditugaskan untuk pengurusan keuangan negara dapat dijabat oleh orang-orang (pegawai negeri atau swasta) dan badan hukum yang diangkat oleh menteri atau ketua lembaga negara yang menguasai bagian anggaran negara untuk mengelola uang. Persyaratan pengangkatan dan pembinaan karier bendahara diatur oleh Bendahara Umum Negara selaku Pembina Nasional Jabatan Fungsional Bendahara. d. mengadministrasikan. Pengangkatan bendahara oleh menteri atau ketua lembaga negara ditetapkan dengan surat keputusan. dan barangbarang milik negara. Beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah bendahara yaitu sebagai berikut: a. Bendahara penerimaan/pengeluaran dilarang melakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran diangkat oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota. 2. pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa.Tahun 2007 26 . c. bendahara dapat dibedakan menjadi bendahara uang dan bendahara barang. b. atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan tersebut.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dari definisi di atas. mengeluarkan. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran adalah pejabat fungsional dan tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kuasa Bendahara Umum Negara. Bendahara Uang Bendahara uang mempunyai tugas untuk melakukan pengurusan uang yang dinyatakan dalam kegiatan menerima. serta mempertanggungjawabkan uang yang berada dalam pengurusannya. surat-surat berharga. Berdasarkan objek pengurusannya. Yang dimaksud uang di sini adalah uang milik negara dan uang milik Pusdiklatwas BPKP. menyimpan. kegiatan perdagangan.

Masing-masing jenis bendahara akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini: a. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang telah ditetapkan. kebendaharaan menyimpan. c. Dalam pelaksanaannya. dan mempertanggungjawabkan uang dan surat Pusdiklatwas BPKP. yang ditunjuk sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara adalah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara di tingkat pusat dan kantor wilayah (kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Negara serta Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk tingkat wilayah/daerah. bea meterai. b.Sistem Administrasi Keuangan Negara I pihak ketiga yang dikuasai oleh negara. Bendahara khusus penerimaan yaitu bendahara yang hanya mengurus penerimaan negara. prangko. menatausahakan. dan juga surat-surat berharga seperti cek.Tahun 2007 27 . Bendahara Umum Negara (BUN) Bendahara Umum Negara (BUN) adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum negara. Bendahara umum yaitu bendahara yang mengurus perbendaharaan negara baik di bidang penerimaan maupun pengeluaran negara. Tugas menerima. dan juga surat perintah membayar. dimaksud meliputi atau kegiatan membayar menyerahkan. Bendahara khusus pengeluaran yaitu bendahara yang hanya mengurus pengeluaran negara. Bendahara uang dapat dikelompokkan lagi menjadi: a.

menyimpan. menatausahakan. pada waktu yang tetap harus disetorkan ke kas negara. bendahara penerima pada departemen/lembaga negara yang mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) antara lain dari hasil pertanian. bendahara uang ini yang membuat diterima surat dan pertanggungjawaban tentang Pusdiklatwas BPKP. sita. b. Bendahara Khusus Penerimaan Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara pada kantor/satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga/satuan kerja. Tugas kebendaharaan dimaksud meliputi kegiatan menerima. serta melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran setelah dilakukan pengujian dan pembebanan pada anggaran yang telah disediakan sebelumnya. dan mempertanggungjawabkan penerimaan/pengeluaran uang dan surat berharga yang berada dalam pengurusannya. kehutanan. penjualan jasa. sehingga bendahara ini sering disebut juga “penyetor tetap“ atau “penyetor berkala” karena dari uang yang diterimanya. Contoh bendahara jenis ini adalah bendahara penerima bea dan cukai. menyetor/membayar/menyerahkan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I berharga yang berada dalam pengelolaannya. Secara periodik. Bendahara khusus penerimaan adalah orang yang ditunjuk pejabat yang berwenang. Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan anggaran. denda dan sebagainya.Tahun 2007 28 . yang khusus melakukan penerimaan atas pendapatan negara dan selanjutnya menyetorkan ke kas negara.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I disetorkannya meskipun tidak ada uang yang harus disetor (tidak ada penerimaan). Bendahara Khusus Pengeluaran Bendahara ini tugasnya melakukan pembayaran atas tagihan kepada negara baik secara langsung maupun melalui uang persediaan dengan dana yang diperolehnya melalui Daftar Isian Pelaksanaan dipersamakan. c. pengurusan keuangan negara disajikan pada gambar di bawah ini: Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 29 . Anggaran (DIPA) atau dokumen lain yang Secara lengkap.

KHUSUS (Unsur Kewajiban) OTORISATOR ORDONATOR BENDAHARA SEMUA MENTERI/ SEMUA MENTERI/ LPND LPND BUN/ MENTERI KEU. UMUM/ADM (Unsur Hak/Wewenang) P.Tahun 2007 30 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA P. BK BK PENERIMA PENGELUAR AN AN disatukan di kementerian/lembaga Tersebar di kementerian/lembaga Pusdiklatwas BPKP.

Bendahara Umum Negara (BUN) Menteri keuangan selaku wewenang: a. Pengguna Anggaran Menteri/pimpinan pengguna barang lembaga adalah pengguna anggaran/ yang bagi kementerian negara/lembaga dipimpinnya. e. h. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan negara. Sebagai pengguna anggaran. j. Bendahara Umum Negara memiliki Pusdiklatwas BPKP. mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran. mengawasi pelaksanaan anggaran. menggunakan barang milik negara. d.Tahun 2007 31 . i. menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran.Sistem Administrasi Keuangan Negara I D. menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang. KEWENANGAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA 1. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang. b. g. menteri/pimpinan lembaga memiliki wewenang: a. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik negara. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja. 2. c. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dari kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran. b. f.

menetapkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan negara. h. e. r. menetapkan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta pinjaman dan memberikan jaminan atas nama penghapusan barang milik negara. melakukan penagihan piutang negara. p. n. memberikan pinjaman atas nama pemerintah. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang ditetapkan. melakukan pemerintah. menunjuk bank dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran anggaran negara. j. melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan anggaran negara. melakukan pengelolaan utang dan piutang negara. m. menyimpan uang negara. menentukan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dalam rangka pembayaran pajak. i. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum negara. f. Tugas kebendaharaan dimaksud Pusdiklatwas BPKP. l. mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Dalam rangka pengelolaan kas. d. menempatkan uang negara dan mengelola/menatausahakan investasi. menyajikan informasi keuangan negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I c. g. menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara. k. q. menunjuk pejabat Kuasa Bendahara Umum Negara. o. investasi yang dimaksud adalah pembelian Surat Utang Negara (SUN). dan s.Tahun 2007 32 .

Kuasa Bendahara Umum Negara melaksanakan penerimaan dan pengeluaran kas negara sekaligus melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara. memerintahkan penagihan piutang negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan anggaran dan b. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional dan tidak boleh dirangkap oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Kuasa Bendahara Umum Negara. Kuasa Bendahara Umum Negara berkewajiban: a. baik secara langsung maupun tidak langsung. menatausahakan. bendahara Persyaratan diatur oleh pengangkatan Pusdiklatwas BPKP. kegiatan perdagangan. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dilarang melakukan. melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran. menyetor/membayar/menyerahkan. menyimpan. membayar atau menyerahkan. menyimpan. kebendaharaan dimaksud meliputi kegiatan menerima. dan mempertanggungjawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. menatausahakan. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran Menteri/pimpinan lembaga mengangkat Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran untuk melaksakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan anggaran belanja pada kantor/satuan kerja kerja di lingkungan kementerian Tugas negara/lembaga/satuan perangkat daerah.Tahun 2007 33 . pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa. 3. atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan dan pembinaan karier tersebut. dan mempertanggungjawabkan penerimaan/pengeluaran uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I meliputi kegiatan menerima.

Fungsi perbendaharaan tersebut adalah .. tugas-tugas operasional dan tugas pembantuan 3. pencarian sumber pembiayaan yang paling murah dan pemanfaatan dana yang menganggur d... memerintahkan pembayaran atau menagih penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran Pusdiklatwas BPKP. a.Tahun 2007 34 . LATIHAN SOAL 1. E. Untuk meningkatkan akuntabilitas dan menjamin terselenggaranya saling uji dalam proses pelaksanaan anggaran perlu dilakukan pemisahan secara tegas antara . melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan pihak ketiga d.. a. kewenangan pengeluaran c. Fungsi perbendaharaan dirasakan semakin penting dalam rangka efisiensi pengelolaan sumber daya keuangan pemerintah yang terbatas.. pemegang kewenangan administratif dan pemegang kewenangan kebendaharaan b. a.. tugas fungsional dan tugas struktural d. melakukan pembayaran atas tagihan pihak ketiga c... Kegiatan yang bukan merupakan kewenangan administratif adalah . semua jawaban di atas benar 2. perencanaan kas yang baik b. melakukan perikatan atau tindakan yang mengakibatkan bendahara umum dan bendahara khusus penerimaan dan/atau pengeluaran b.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Bendahara Umum Negara selaku Pembina Nasional Jabatan Fungsional Bendahara. pencegahan agar tidak terjadi kebocoran dan penyimpangan c..

Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. kasir b.. a. Kewenangan yang semula berada pada menteri keuangan dan setelah berlakunya undang-undang yang baru dipindahkan menjadi kewenangan menteri teknis adalah kewenangan .. 1 Tahun 2004. a. untuk menguji. Berdasarkan ketentuan UU No. pengawas keuangan c.. menteri keuangan b. menteri koordinator bidang ekuin c. a.. dan menerbitkan Surat Perintah Menagih dan atau Surat Perintah membayar d. selaku Bendahara Umum Negara b. Dalam hal ini fungsi menteri keuangan adalah sebagai . kewenangan ordonancering diserahkan kepada ... kementerian teknis masing-masing d. manajer keuangan d. membebankan. Bank Indonesia sebagai pemegang rekening kas negara 6. 17 Tahun 2003 dan UU No. mengelola barang milik negara/daerah Pusdiklatwas BPKP.. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan 5. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) adalah pengelola keuangan dalam arti seutuhnya. mengambil tindakan yang berakibat penerimaan dan atau pengeluaran negara c..Tahun 2007 35 ..

UMUM Penyusunan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan tahap awal dari suatu siklus anggaran. 2.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB IV PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. Jangka waktu/masa siklus anggaran lebih panjang daripada jangka waktu/masa tahun anggaran. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Negara (RKA-KL). Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 36 . 3. Sedangkan siklus anggaran lebih dari satu tahun. A. pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPK. penyusunan RAPBN oleh pemerintah. pertanggungjawaban/Perhitungan Anggaran Negara (PAN). tahap-tahap siklus anggaran dapat digambarkan sebagai berikut: 1. pelaksanaan APBN oleh pemerintah. sampai dengan penetapannya oleh lembaga legislatif. Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang bersangkutan. 5. 4. Secara garis besar. 6. sejak penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). persetujuan RUU PAN menjadi UU PAN oleh DPR. penyampaian RAPBN kepada DPR/pengesahannya. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan mekanisme dan penyusunan anggaran berbasis kinerja. yaitu jangka waktu berputarnya anggaran yang dimulai dari saat penyusunan RAPBN sampai dengan saat Perhitungan Anggaran Negara (PAN) disahkan menjadi Undang-Undang PAN.

Kementerian negara/lembaga mengajukan usulan anggaran untuk membiayai Pusdiklatwas BPKP. penganggaran mempunyai tiga tujuan utama yaitu: 1. dilakukan dengan tiga pendekatan baru dalam penyusunan sistem penganggaran yaitu: 1. penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem penyusunan anggaran. dan 3. penerapan penganggaran terpadu. 5. 3. 4. Berkaitan dengan fungsi penganggaran pemerintah. dan 3. alokasi sumber daya sesuai prioritas. Untuk mencapai tujuan penganggaran ini.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan APBN sesuai dengan Undang-Undang tentang Keuangan Negara adalah sebagai berikut: 1. penyatuan anggaran dan 6. stabilitas fiskal makro. penyempurnaan klasifikasi anggaran. 2. pemanfaatan anggaran secara efektif dan efisien. penerapan kerangka pengeluaran jangka menengah. 2. Uraian secara rinci mengenai pendekatan baru dalam penganggaran adalah sebagai berikut: 1.Tahun 2007 37 . Penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah Kerangka pengeluaran jangka menengah digunakan untuk mencapai disiplin fiskal secara berkelanjutan. penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran. penegasan tujuan dan fungsi penganggaran pemerintah. pengintegrasian penganggaran. 2. penerapan penganggaran berbasis kinerja (ABK).

Penerapan Penganggaran Terpadu Penyusunan anggaran terpadu dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan dokumen kementerian Rencana negara/lembaga Kerja dan untuk menghasilkan Kementerian Anggaran Negara/Lembaga (RKA-KL) dengan klasifikasi anggaran belanja menurut organisasi. Dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja. program. Prakiraan maju yang diusulkan kementerian negara/lembaga disetujui oleh presiden dalam keputusan presiden tentang rincian APBN untuk menjadi dasar bagi penyusunan usulan anggaran kementerian negara/lembaga pada tahun anggaran berikutnya setelah tahun anggaran yang sedang disusun. dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan. 2. dan jenis belanja. Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan. 3. standar biaya.Tahun 2007 38 . Tingkat kegiatan yang direncanakan dan standar biaya yang ditetapkan pada awal siklus tahunan penyusunan anggaran menjadi Pusdiklatwas BPKP. fungsi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan dan menyampaikan prakiraan maju yang merupakan implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanaan program dan kegiatan tersebut pada tahun berikutnya. Penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (ABK) Penerapan penyusunan anggaran berbasis kinerja menekankan pada ketersediaan rencana kerja yang benar-benar mencerminkan komitmen kementerian negara/lembaga sebagai bagian dari proses penganggaran. kegiatan. termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut.

Pusdiklatwas BPKP. b. memudahkan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja. dan d. c. memberikan gambaran yang objektif dan proporsional mengenai kegiatan pemerintah. Kementerian negara/lembaga melakukan evaluasi kinerja kegiatan satuan kerja kementerian negara/lembaga setiap tahun berdasarkan sasaran dan/atau standar kinerja kegiatan yang telah ditetapkan sebagai umpan balik bagi penyusunan RKA-KL tahun berikutnya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dasar dalam menentukan anggaran untuk tahun anggaran yang direncanakan dan prakiraan maju bagi program yang bersangkutan. perlu dilakukan perubahan klasifikasi anggaran agar sesuai dengan klasifikasi yang digunakan secara internasional. baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus bagi pemerintah pusat. Pengaturan mengenai pengukuran kinerja. b. ditetapkan oleh menteri keuangan setelah berkoordinasi dengan kementerian negara/lembaga terkait. c. Kementerian negara/lembaga melakukan evaluasi kinerja program sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun berdasarkan sasaran dan/atau standar kinerja yang telah ditetapkan. Perubahan dalam pengelompokan transaksi pemerintah tersebut dimaksudkan untuk: a. memudahkan penyajian dan meningkatkan kredibilitas statistik keuangan pemerintah. Dalam rangka penerapan anggaran berbasis kinerja. menjaga konsistensi dengan standar akuntansi sektor publik. Sejalan dengan upaya untuk menerapkan secara penuh anggaran berbasis kinerja di sektor publik. Standar biaya.Tahun 2007 39 . evaluasi kinerja kegiatan. dan evaluasi kinerja program adalah sebagai berikut: a. kementerian negara/lembaga melaksanakan pengukuran kinerja.

dan penyimpangan anggaran. penuangan rencana pembangunan dalam suatu dokumen perencanaan nasional lima tahunan yang ditetapkan dengan undang-undang dirasakan tidak realistis dan semakin tidak sesuai dengan dinamika kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dalam era globalisasi. rencana kerja dan pendanaannya. Untuk itu. RKP tidak hanya memuat kegiatan-kegiatan dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan publik.Tahun 2007 40 . dalam pelaksanaannya telah menimbulkan peluang terjadinya duplikasi. Sementara itu. Pusdiklatwas BPKP. B. prioritas pembangunan. tetapi juga untuk menjalankan fungsi pemerintah sebagai penentu kebijakan dengan menetapkan kerangka regulasi guna mendorong partisipasi masyarakat. memuat rancangan kerangka ekonomi makro yang termasuk didalamnya arah kebijakan fiskal dan moneter. RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) 1. Pengelompokan dalam anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan yang semula bertujuan untuk memberikan penekanan pada arti pentingnya pembangunan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Selama ini. Elemen-elemen tujuan penganggaran ini perlu dikelola dengan baik agar ketiganya dapat saling mendukung. Pengertian Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Pemerintah merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. penumpukan. RKP dimaksudkan sebagai upaya pemerintah secara menyeluruh untuk mewujudkan tujuan bernegara. anggaran belanja pemerintah dikelompokkan atas anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan.

pemerintah menggunakan RKP hasil pembahasan dengan DPR. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Program dan kegiatan dalam RKP disusun dengan pendekatan berbasis kinerja. Pusdiklatwas BPKP. dan kegiatan pembangunan. Kementerian Perencanaan melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan untuk menyelaraskan antar Renja-KL dan antara kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang tercantum dalam Renja-KL dengan Rancangan RKPD. dan penganggaran terpadu. e. kabupaten. Penyusunan RKP Ketentuan mengenai pokok-pokok penyusunan RKP adalah sebagai berikut: a. kerangka pengeluaran jangka menengah. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKP antara lain: a. dan kota sebagai bahan masukan. Renja-KL disusun dengan berpedoman pada Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra-KL) dan mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif serta memuat kebijakan. Dalam hal RKP yang ditetapkan berbeda dengan hasil pembahasan dengan DPR. Hasil musyawarah perencanaan pembangunan digunakan untuk memutakhirkan Rancangan RKP yang akan dibahas dalam sidang kabinet untuk ditetapkan menjadi RKP dengan keputusan presiden paling lambat pertengahan bulan Mei.Tahun 2007 41 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. b. Dasar penyusunan RKP adalah Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga (Renja-KL) dan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) provinsi. d. RKP digunakan sebagai bahan pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran di DPR. program. c.

Sebagai bahan masukan dalam penyusunan RKP digunakan Standar Pelayanan Minimum. melalui koordinasi dengan kementerian perencanaan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I b. kementerian keuangan. Standar Pelayanan Minimum disusun oleh kementerian negara/lembaga yang fungsinya mengatur dan/atau melaksanakan pelayanan langsung kepada masyarakat. program dan kegiatan yang termuat dalam RKP sudah bersifat terukur (measureable) karena harus sudah memperhitungkan ketersediaan anggaran. Ciri Penyusunan RKP Hal-hal yang baru dalam penyusunan RKP adalah proses penyusunannya memiliki tiga ciri baru yaitu: Pertama. Proses top-down merupakan langkah-langkah penyampaian batasan umum oleh lembaga-lembaga pusat (central agency) yaitu kementerian keuangan dan kementerian perencanaan pembangunan nasional kepada kementerian negara/lembaga tentang Pusdiklatwas BPKP. dan kementerian negara/lembaga terkait. Inilah karakteristik yang mendasar dalam RKP. sebagai dokumen perencanaan. dan/atau 2) kerangka pelayanan umum dan investasi pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat. Artinya. maupun mengatur kegiatan pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh masyarakat. Program dalam RKP terdiri dari kegiatan yang berupa: 1) kerangka regulasi yang bertujuan untuk memfasilitasi. Sebagai suatu rencana kerja. d.Tahun 2007 42 . RKP tidak lagi memuat daftar panjang usulan kegiatan kementerian negara/lembaga yang selama ini lebih dianggap sebagai “daftar keinginan” yang belum tentu dapat dilaksanakan. 3. penegasan cakupan isi proses “top-down” dan “bottom-up”. c. mendorong.

Kedua. maka dalam rangka penyusunan RKP dilaksanakan musyawarah perencanaan baik antar kementerian negara/lembaga maupun antara kementerian negara/lembaga dan pemerintah daerah provinsi. sebagai tindak lanjut kebijakan desentralisasi maka kegiatan pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu perhatian utama. Di dalam batasan ini. Pengertian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) RKA-KL adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan suatu kementerian negara/lembaga yang merupakan penjabaran dari Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan Pusdiklatwas BPKP. Batasan umum ini mencakup prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif.Sistem Administrasi Keuangan Negara I penyusunan rencana kerja. Rancangan disampaikan kembali kepada central agency untuk selanjutnya diserasikan secara nasional. Untuk mencapai tujuan ini. kementerian negara/lembaga diberi kekuasaan untuk merancang kegiatan-kegiatan pembangunan pembangunan yang demi pencapaian sasaran ini nasional telah disepakati. C. Tujuan yang ingin dicapai adalah agar kegiatan pemerintah pusat di daerah terdistribusi secara adil dan dapat menciptakan sinergi secara nasional. Inilah inti proses bottom-up. Ketiga. proses penyusunan RKP adalah juga proses penyatuan persepsi kementerian negara/lembaga tentang prioritas pembangunan nasional dan konsekuensi rencana anggarannya sebagai persiapan pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga di Dewan Perwakilan Rakyat.Tahun 2007 43 . RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL) 1.

b.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dalam satu tahun anggaran serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya. dan kegiatan yang dilengkapi sasaran kinerja dengan menggunakan pagu indikatif untuk tahun anggaran yang sedang disusun dan prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya. RKA-KL terdiri dari rencana kerja kementerian negara/lembaga dan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan rencana kerja tersebut. Isi dan susunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a.Tahun 2007 44 . hasil yang diharapkan. Di dalam Rencana Kerja diuraikan visi. Proses penyusunan Pusdiklatwas BPKP. RKA-KL meliputi seluruh kegiatan satuan kerja di lingkungan kementerian negara/lembaga termasuk kegiatan dalam rangka dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pendekatan penyusunan RKA-KL juga mengacu pada pendekatan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah. kegiatan. dan keluaran yang diharapkan c. diuraikan biaya untuk masing-masing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang direncanakan yang dirinci menurut jenis belanja. misi. yaitu: kerangka pengeluaran jangka menengah. maka efektivitas dan efiensi pemanfaatan dana yang disediakan dalam RKA-KL sebagian besar ditentukan pada proses penyusunan RKA-KL yang bersangkutan. Di dalam anggaran yang direncanakan. Memperhatikan peranan RKA-KL sebagai dokumen anggaran. tujuan. prakiraan maju untuk tahun berikutnya. kebijakan. d. penganggaran terpadu dan penganggaran berbasis kinerja. PROSES PENYUSUNAN RKA-KL RKA-KL memuat kebijakan. program. program. 2. serta sumber dan sasaran pendapatan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan.

Proses rinci penyusunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dokumen bersama anggaran antara tersebut dilaksanakan keuangan melalui dan penelaahan kementerian kementerian negara/lembaga teknis. Hasil pembahasan RKA-KL tersebut disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan Pusdiklatwas BPKP. Hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan RKA-KL adalah sebagai berikut: a. b. d.Tahun 2007 45 . Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan RKA-KL ditetapkan oleh menteri perencanaan. Menteri/pimpinan lembaga setelah menerima surat edaran menteri keuangan tentang pagu sementara bagi masing-masing program pada pertengahan bulan Juni. Perubahan terhadap program melalui koordinasi kementerian negara/lembaga diusulkan oleh menteri/pimpinan lembaga terkait dan disetujui oleh kementerian perencanaan melalui koordinasi dengan kementerian keuangan. b. Kementerian negara/lembaga menyusun RKA-KL untuk tahun anggaran yang sedang disusun mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif yang ditetapkan dalam surat edaran bersama menteri perencanaan pembangunan nasional dan menteri keuangan. Kementerian negara/lembaga membahas RKA-KL tersebut bersama-sama dengan komisi terkait di DPR. menyesuaikan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja–KL) menjadi RKA-KL yang dirinci menurut unit organisasi dan kegiatan. Kementerian perencanaan menelaah rencana kerja yang disampaikan kementerian negara/lembaga dengan kementerian keuangan. c.

Konsep dokumen pelaksanaan anggaran disampaikan kepada menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara selambatlambatnya minggu kedua bulan Desember. d. Pusdiklatwas BPKP. h. Keputusan presiden tentang rincian APBN tersebut menjadi dasar bagi masing-masing kementerian negara/lembaga untuk menyusun konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Dokumen pelaksanaan anggaran disahkan oleh menteri keuangan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember. g.Tahun 2007 46 . j. f. c. Kementerian Keuangan menelaah kesesuaian antara RKA-KL hasil pembahasan bersama DPR dengan surat edaran menteri keuangan tentang pagu sementara. i. Nota Keuangan dan Rancangan APBN beserta himpunan RKA-KL yang telah dibahas disampaikan pemerintah kepada DPR selambat-lambatnya pertengahan bulan Agustus untuk dibahas bersama dan ditetapkan menjadi Undang-Undang APBN selambatlambatnya pada akhir bulan Oktober. selanjutnya dituangkan dalam Rancangan APBN dan dibuatkan Nota Keuangan untuk dibahas dalam sidang kabinet.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Kementerian Perencanaan selambat-lambatnya pada pertengahan bulan Juli. Menteri keuangan menghimpun semua RKA-KL yang telah ditelaah. e. prakiraan maju yang telah disetujui tahun anggaran sebelumnya dan standar biaya yang telah ditetapkan. Kementerian Perencanaan menelaah kesesuaian antara RKA-KL hasil pembahasan bersama DPR dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). RKA-KL yang telah disepakati DPR ditetapkan dalam keputusan presiden tentang rincian APBN selambat-lambatnya akhir bulan November.

Tahun 2007 47 . Kebijakan. Struktur APBN yang Pusdiklatwas BPKP. Misi. Tujuan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Proses penyusunan rancangan APBN secara lengkap diuraikan pada gambar di bawah ini: Proses Penyusunan Rancangan APBN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG (RPJP) RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) Visi. STRUKTUR APBN APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang-undang. Sasaran. Tupoksi. dan Program Strategi & Prioritas APBN Arah dan Kebijakan Umum RKA-KL Program & Kegiatan Unit Kerja Rancangan Anggaran K/L Rancangan APBN D.

fungsi. pariwisata. hibah. kesehatan. ekonomi.Tahun 2007 48 . Anggaran belanja a.Sistem Administrasi Keuangan Negara I sekarang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Belanja pemerintah pusat b. belanja modal. program-program tersebut dirinci lagi ke dalam Pusdiklatwas BPKP. agama. Belanja daerah dalam rangka perimbangan keuangan 3. belanja barang. Penerimaan bukan pajak c. Dalam rangka penyusunan anggaran berbasis prestasi kerja (kinerja) sebagaimana telah diuraikan di muka. perumahan dan fasilitas umum. penyusunan anggaran juga dikelompokkan menurut program-program yang telah ditetapkan pemerintah. subsidi. Penerimaan pembiayaan b. pendidikan. Pengeluaran pembiayaan Belanja negara dirinci menurut organisasi. Anggaran pendapatan a. bunga. dan belanja lain-lain. pertahanan. Rincian belanja negara menurut jenis belanja (sifat ekonomi) antara lain terdiri dari: belanja pegawai. Rincian belanja negara menurut organisasi disesuaikan dengan susunan kementerian negara/lembaga pemerintahan pusat. ketertiban dan keamanan. Pembiayaan a. budaya. Selanjutnya. Penerimaan pajak (termasuk pungutan bea masuk dan cukai) b. dan jenis belanja. dan perlindungan sosial. Rincian belanja negara menurut fungsi antara lain terdiri dari: pelayanan umum. Hibah 2. bantuan sosial. lingkungan hidup.

pengurangan utang. Penggunaan surplus anggaran perlu mempertimbangkan prinsip pertanggungjawaban antar generasi dan diutamakan untuk: 1. dan peningkatan jaminan sosial. LATIHAN SOAL 1. 2. Jangka waktu berputarnya oeh anggaran yang dimulai dari saat saat penyusunan anggaran pemerintah sampai dengan perhitungan anggaran negara menjadi undang-undang disebut . tahun takwim d.. jumlah pinjaman dibatasi Dalam hal anggaran diperkirakan surplus. E.. pemerintah pusat dapat mengajukan rencana penggunaan surplus anggaran kepada Dewan Perwakilan Rakyat.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kegiatan-kegiatan yang dilengkapi dengan anggaran dan indikator keberhasilannya.. tahun anggaran b. APBN disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara. pembentukan dana cadangan. a. tahun fiskal c. siklus anggaran Pusdiklatwas BPKP. Dalam menyusun APBN diupayakan agar belanja operasional tidak melampaui pendapatan dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Penyusunan Rancangan APBN tersebut berpedoman kepada RKP dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara. Dalam hal anggaran diperkirakan defisit. ditetapkan sumbersumber pembiayaan untuk menutup defisit tersebut dalam undangundang tentang APBN. 3. Defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan maksimal 60% dari PDB.Tahun 2007 49 .

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) c. Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan anggaran. penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam penyusunan anggaran d.. Arah dan kebijakan umum yang ditetapkan oleh DPR dan MPR 4. dalam Undang-Undang No. Rencana kerja lanjutan dari pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya yang belum terselesaikan d.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) b. a.. kebijakan moneter b.. a.. Kerangka pelayanan umum dan investasi pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat termasuk dalam kelompok .. kebijakan moneter dan fiskal Pusdiklatwas BPKP.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mengatur tentang . pengintegrasian penganggaran c.Tahun 2007 50 ... kebijakan keuangan negara subsektor BUMN/BUMD d. a.. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) merupakan penjabaran dari . penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran b. ketiga jawaban di atas diatur dalam undang-undang tersebut sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem 3. kebijakan APBN yang dituangkan dalam program-program c..

.. ketiganya adalah ciri utama proses penyusunan RKP 6. dan keluaran yang diharapkan b. penegasan cakupan isi proses top-down dan bottom-up b.Tahun 2007 51 . uraian mengenai visi. prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya c. kebijakan....Sistem Administrasi Keuangan Negara I 5. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) terdiri dari hal-hal sebagai berikut .. kegiatan. misi. seluruh kegiatan satuan kerja di lingkungan kementerian/lembaga negara termasuk kegiatan dalam rangka desentralisasi dan tugas pembantuan d. a. ketiga jawaban di atas dicakup seluruhnya dalam RKA-KL Pusdiklatwas BPKP. biaya untuk masing-masing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang direncanakan. a. program. proses penyatuan persepsi kementerian/lembaga tentang prioritas pembangunan nasional dan konsekuensi anggarannya d. hasil yang diharapkan. kegiatan pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu perhatian utama c. tujuan. dirinci menurut jenis biaya. Ciri baru dalam penyusunan RKP adalah . dalam rangka desentralisasi.

A. UMUM Ketentuan mengenai pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang lebih banyak menyangkut hubungan administratif antar kementerian negara/lembaga di lingkungan pemerintah. Setelah APBN ditetapkan dengan undangundang. investasi. pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan keputusan presiden sebagai pedoman bagi kementerian negara/lembaga dalam pelaksanaan anggaran. barang milik negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB V PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN) Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. uang. badan layanan umum. pembayaran untuk tunggakan yang menjadi beban kementerian negara/lembaga. serta menjelaskan mekanisme pelaksanaan APBN yang meliputi pengelolaan: pendapatan dan belanja negara. alokasi anggaran untuk kantor pusat dan kantor daerah kementerian negara/lembaga. Pusdiklatwas BPKP. pembayaran gaji dalam belanja pegawai. 3. Penuangan dalam keputusan presiden tersebut terutama menyangkut hal-hal yang belum diperinci di dalam undangundang APBN. utang dan piutang. antara lain: 1. dan penatausahaan APBN. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan dasar-dasar pengelolaan anggaran negara yang meliputi: ruang lingkup dan asas umum perbendaharaan.Tahun 2007 52 . 2.

Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi.Tahun 2007 53 . disampaikan dalam laporan tersebut menjadi Informasi yang bahan evaluasi pelaksanaan APBN semester pertama dan penyesuaian/perubahan APBN pada semester berikutnya. 3. Untuk memberikan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan APBN.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Selain itu. Penyesuaian APBN dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan (APBN Perubahan) dibahas bersama DPR dengan pemerintah pusat dalam rangka penyusunan prakiraan perubahan atas APBN tahun anggaran yang bersangkutan. penuangan dimaksud meliputi pula alokasi dana perimbangan untuk provinsi/kabupaten/kota dan alokasi subsidi sesuai dengan keperluan perusahaan/badan yang menerima. 2. Perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal. pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. dan antar jenis belanja. pemerintah pusat menyampaikan Laporan Realisasi APBN Semester Pertama kepada DPR pada akhir Juli tahun anggaran yang bersangkutan untuk dibahas bersama antara DPR dan pemerintah pusat. Dalam keadaan darurat. Laporan Realisasi APBN Semester Pertama tersebut dilengkapi dengan prognosis untuk enam bulan berikutnya. antar kegiatan. Pengeluaran tersebut termasuk belanja untuk keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN yang Pusdiklatwas BPKP. 4. Perkembangan ekonomi makro yang tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam APBN. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan anggaran tahun berjalan. yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan perubahan APBN dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran. apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: 1.

penyelesaian kerugian negara/daerah. 9. kebijakan. penyelenggaraan akuntansi dan sistem informasi manajemen keuangan negara/daerah. serta sistem dan posedur yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD.perumusan standar. Asas umum mengenai perbendaharaan negara sebagai berikut: 1. 2. 7. 2. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. 10. pengelolaan investasi dan barang milik negara/daerah. B. 11. 3. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran daerah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bersangkutan. 5. pelaksanaan pendapatan dan belanja daerah. Undang-undang tentang APBN merupakan dasar bagi pemerintah pusat untuk melakukan penerimaan dan pengeluaran negara. dan 12. Pemerintah pusat mengajukan rancangan undang-undang tentang perubahan APBN tahun telah anggaran dibahas yang untuk bersangkutan mendapatkan berdasarkan perubahan yang persetujuan DPR sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 54 .pengelolaan badan layanan umum (BLU). Setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat meliputi hal-hal pengeluaran atas beban APBN jika anggaran untuk membiayai pengeluaran tersebut tidak tersedia atau tidak cukup tersedia. pengelolaan piutang dan utang negara/daerah. RUANG LINGKUP DAN ASAS UMUM PERBENDAHARAAN NEGARA Ruang lingkup perbendaharaan negara meliputi: 1. pelaksanaan pendapatan dan belanja negara. 6. 8. 4. pengelolaan kas. penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD.

4. dibiayai dengan APBN. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Semua pengeluaran negara. Program pemerintah pusat dimaksud diusulkan di dalam rancangan undang-undang tentang APBN serta disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara dengan berpedoman kepada rencana kerja pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan negara. Kelambatan pembayaran atas tagihan yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN/APBD dapat mengakibatkan pengenaan denda dan/atau bunga. penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. PELAKSANAAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA 1. termasuk subsidi dan bantuan lainnya yang sesuai dengan program pemerintah pusat. APBN dalam satu tahun anggaran meliputi: a.Tahun 2007 55 . 5.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. Tahun Anggaran Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang bersangkutan. c. Anggaran untuk membiayai pengeluaran yang sifatnya mendesak dan/atau tidak terduga disediakan dalam bagian anggaran tersendiri yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah. Pusdiklatwas BPKP. C. sedang bunga dikenakan kepada pemerintah atas keterlambatan pembayaran. kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. Denda dikenakan kepada penyedia barang/jasa atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan. b.

program. Penerimaan harus disetor seluruhnya ke kas negara/daerah pada waktunya yang selanjutnya diatur dalam peraturan pemerintah. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Setelah APBN ditetapkan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Semua penerimaan dan pengeluaran negara dilakukan melalui Rekening Kas Umum Negara dengan menggunakan sistem giral. Kuasa Bendahara Umum Negara. rincian kegiatan. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran. Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Setiap kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang mempunyai sumber pendapatan wajib mengintensifkan perolehan pendapatan yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya. dan pendapatan yang diperkirakan (anggaran berbasis kinerja). Di dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) tersebut. Menteri Keuangan memberitahukan kepada semua menteri/pimpinan lembaga agar menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk masing-masing kementerian negara/lembaga. fungsi. rencana penarikan dana tiap-tiap satuan kerja.Tahun 2007 56 . dan Badan Pemeriksa Keuangan. Pada dokumen pelaksanaan anggaran tersebut dilampirkan rencana kerja dan anggaran badan layanan umum (BLU) dalam kementerian negara/lembaga negara yang bersangkutan. Pusdiklatwas BPKP. 3. 2. diuraikan sasaran yang hendak dicapai. Menteri/pimpinan anggaran (DIPA) lembaga untuk menyusun kementerian dokumen pelaksanaan yang negara/lembaga dipimpinnya berdasarkan alokasi anggaran yang ditetapkan oleh presiden. Dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan disampaikan kepada menteri/pimpinan lembaga.

c. Penerimaan berupa komisi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Penerimaan kementerian negara/lembaga/satuan kerja tidak boleh digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran. menguji kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih. meneliti kebenaran dokumen yang menjadi persyaratan atau kelengkapan sehubungan dengan ikatan/perjanjian pengadaan barang/jasa. potongan. meneliti tersedianya dana yang bersangkutan. berhak untuk Pengguna menguji. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut. membebankan pengeluaran sesuai dengan mata anggaran pengeluaran yang bersangkutan. 4. dan memerintahkan pembayaran tagihan-tagihan atas beban APBN. Pelaksanaan Anggaran Belanja Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut dalam dokumen pelaksanaan anggaran yang telah disahkan. ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang oleh negara adalah hak negara sehingga harus disetor seluruhnya ke kas negara/daerah. d. sebagaimana Pengguna tersebut Untuk keperluan dalam dokumen Pengguna Anggaran/Kuasa Anggaran berwenang mengadakan ikatan/perjanjian dengan pihak lain dalam batas anggaran Pengguna yang telah ditetapkan. pelaksanaan pelaksanaan kegiatan anggaran. memerintahkan pembayaran atas beban APBN. b. dan e. Anggaran/Kuasa Anggaran membebankan pada mata anggaran yang telah disediakan. Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran berwenang: a. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 57 .

d. b. memerintahkan pencairan dana sebagai dasar pengeluaran negara. Pembayaran atas tagihan yang menjadi beban APBN dilakukan oleh Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara. e. kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dapat diberikan uang persediaan (UP) yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran. Dalam rangka pelaksanaan pembayaran. Pusdiklatwas BPKP.Tahun 2007 58 . meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. c. menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBN yang tercantum dalam perintah pembayaran. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti yang dimaksud. apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Bendahara Pengeluaran melaksanakan pembayaran dari uang persediaan yang dikelolanya setelah: a. menolak pencairan dana. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara memiliki kewajiban sebagai berikut: a. Pembayaran atas beban APBN tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima.

Pengecualian dari ketentuan dimaksud diatur dalam peraturan pemerintah. Bendahara Pengeluaran wajib menolak perintah bayar dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran apabila persyaratan tersebut di atas tidak dipenuhi. Dalam hal kewajiban penyetoran tersebut Pusdiklatwas BPKP. Uang negara dimaksud adalah uang milik negara yang meliputi rupiah dan valuta asing. Dalam hal tertentu. Dalam rangka penyelenggaraan rekening pemerintah. D. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. Uang negara disimpan dalam Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Bendahara Umum Negara dapat membuka rekening pada lembaga keuangan lainnya. Bendahara Umum Negara dapat membuka Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran pada bank umum dengan mempertimbangkan asas kesatuan kas dan asas kesatuan perbendaharaan. PENGELOLAAN UANG 1. menguji kebenaran perhitungan tagihan yang tercantum dalam perintah pembayaran. dan c. Dalam pelaksanaan operasional penerimaan dan pengeluaran negara. Rekening Penerimaan digunakan untuk menampung penerimaan negara setiap hari. Saldo Rekening Penerimaan setiap akhir hari kerja wajib disetorkan seluruhnya ke Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. serta optimalisasi pengelolaan kas. Pengelolaan Kas Umum Negara Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang mengatur dan menyelenggarakan rekening pemerintah. menteri keuangan membuka Rekening Kas Umum Negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I b.Tahun 2007 59 . Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya.

terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugas pokok dan Pusdiklatwas BPKP. Bendahara Umum Negara mengatur penyetoran secara berkala. Pemerintah pusat/daerah berhak memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank umum. Rekening Pengeluaran pada bank umum diisi dengan dana yang bersumber dari Rekening Kas Umum Negara pada bank sentral. Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh pemerintah merupakan pendapatan negara/daerah. Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dibebankan pada belanja negara/daerah.Tahun 2007 60 . Biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank umum dimaksud didasarkan pada ketentuan yang berlaku pada bank umum yang bersangkutan. Dalam hal tertentu. Bunga dan/atau jasa giro yang diperoleh pemerintah pusat/daerah dimaksud didasarkan pada tingkat suku bunga dan/atau jasa giro yang berlaku. Jumlah dana yang disediakan pada Rekening Pengeluaran dimaksud disesuaikan dengan rencana pengeluaran untuk membiayai kegiatan pemerintah yang telah ditetapkan dalam APBN. Pemerintah pusat memperoleh bunga dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan pada bank sentral.Sistem Administrasi Keuangan Negara I secara teknis belum dapat dilakukan setiap hari. Jenis dana. ditetapkan berdasarkan kesepakatan Gubernur Bank Sentral dengan menteri keuangan. tingkat bunga. dan/atau jasa giro serta biaya sehubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh bank sentral. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dapat menunjuk badan lain untuk melaksanakan penerimaan dan/atau pengeluaran negara untuk mendukung kegiatan operasional kementerian negara/lembaga. yaitu keadaan belum tersedianya layanan perbankan di suatu tempat yang menjamin kelancaran pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I fungsi kementerian negara/lembaga. efisien. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta mengutamakan badan hukum di luar lembaga keuangan yang sebagian besar atau seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. dan sarana penunjang layanan yang diperlukan. Pedoman lebih lanjut mengenai pengelolaan uang negara sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan pemerintah ditetapkan oleh menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Badan lain yang ditunjuk berkewajiban: a. transparan. jaringan. taat pada peraturan perundang-undangan. menyampaikan laporan secara berkala kepada Bendahara Umum Negara mengenai pelaksanaan penerimaan dan/atau pengeluaran sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. menyampaikan laporan bulanan atas pelaksanaan penerimaan dan/atau pengeluaran yang dilakukannya. b. Penunjukan badan lain dilakukan dalam suatu kontrak kerja dan dilakukan secara tertib. Laporan dimaksud disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Sedangkan reputasi dinilai berdasarkan perkembangan kinerja badan hukum yang bersangkutan sekurang-kurangnya tiga tahun terakhir. Kompetensi dimaksud meliputi keahlian. Badan lain tersebut adalah badan hukum di luar lembaga keuangan yang memiliki kompetensi dan reputasi yang baik untuk melaksanakan fungsi penerimaan dan pengeluaran negara. efektif. permodalan.Tahun 2007 61 . Pusdiklatwas BPKP. ekonomis.

Tata cara pembukaan rekening serta penggunaan dan mekanisme pertanggungjawaban uang persediaan ditetapkan oleh Pusdiklatwas BPKP. 3.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. di lingkungan kementerian negara/lembaga dapat diberi persediaan uang kas (UP) yang dikelola oleh bendahara Kementerian pengeluaran untuk keperluan pembayaran yang tidak dapat dilakukan langsung oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada pihak yang menyediakan barang dan/atau jasa. Pelaksanaan Penerimaan Negara oleh Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan penerimaan di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah memperoleh persetujuan dari Bendahara Umum Negara. Sehubungan dengan itu. Pembukaan rekening dapat dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas kementerian negara/lembaga/kantor/ satuan kerja. Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/atau penutupan rekening kas negara. Pengelolaan Uang Persediaan untuk Keperluan Negara/Lembaga/Satuan Kerja Menteri/pimpinan lembaga dapat membuka rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara.Tahun 2007 62 . diperlukan pembukaan rekening untuk penyimpan uang persediaan sebelum dibayarkan kepada yang berhak. Menteri/pimpinan lembaga mengangkat bendahara penerimaan untuk menatausahakan penerimaan negara di lingkungan kementerian negara/lembaga. Dalam rangka pengelolaan kas.

Dalam rangka pengelolaan kas. E. dan kekayaan negara wajib mengusahakan agar setiap piutang negara diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. Pengelolaan Piutang Pengelolaan piutang negara diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara mulai pasal 33 sampai dengan pasal 37. Piutang negara yang tidak dapat diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu. Pemerintah pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada pemerintah daerah/Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah serta kepada lembaga asing sesuai dengan yang tercantum/ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN. mempunyai hak mendahulu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bendahara Umum Negara dapat memerintahkan pemindahbukuan dan/atau penutupan rekening uang persediaan. belanja. Setiap pejabat yang diberi kuasa untuk mengelola pendapatan. yang antara lain menyatakan sebagai berikut: a. Tata cara pemberian pinjaman atau hibah peraturan pemerintah.Tahun 2007 63 . Piutang negara jenis tertentu antara lain piutang pajak dan piutang yang diatur dalam undang-undang tersendiri. b.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Bendahara Umum Negara sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai pengelolaan uang negara. c. diselesaikan berlaku. Uraian lebih lanjut mengenai pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara dibahas pada modul Pedoman Pelaksanaan Anggaran (PPA) I. Hak mendahulu adalah hak menagih piutang negara yang menurut peraturan perundang-undangan yang tersebut diatur dengan Pusdiklatwas BPKP. PENGELOLAAN PIUTANG DAN UTANG 1.

000. setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Penyelesaian piutang yang menyangkut piutang negara ditetapkan oleh: a.000.000. Penghapusan Piutang Negara Piutang negara/daerah dapat dihapuskan secara mutlak atau bersyarat dari pembukuan pemerintah pusat/daerah.00 (seratus miliar rupiah). presiden. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati tidak lebih dari Rp10.000. kecuali mengenai piutang negara/daerah yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang.000. presiden.Tahun 2007 64 .000. menteri keuangan. 3.Sistem Administrasi Keuangan Negara I mendapat prioritas utama (harus didahulukan).00 (sepuluh miliar rupiah).000. sebelum dilakukan pembayaran kepada kreditor lainnya. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp10.000. kecuali mengenai piutang negara yang cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam undang-undang.000. c. b. Penyelesaian Piutang Negara yang Tidak Disepakati Penyelesaian piutang negara yang timbul sebagai akibat hubungan keperdataan dapat dilakukan melalui perdamaian.00 (seratus miliar rupiah).000.000.000. Bagian piutang yang tidak disepakati adalah selisih antara jumlah tagihan piutang menurut pemerintah dengan jumlah kewajiban yang diakui oleh debitur. 2. dilakukan dengan menghapuskan Penghapusan secara bersyarat piutang negara/daerah dari pembukuan pemerintah pusat/daerah tanpa menghapuskan hak tagih Pusdiklatwas BPKP.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100. jika bagian piutang negara yang tidak disepakati lebih dari Rp100.

presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk jumlah lebih dari Rp100. Biaya berkenaan dengan proses pengadaan utang atau hibah tersebut dibebankan pada anggaran belanja negara.000.000.000. menteri keuangan untuk jumlah sampai dengan Rp10. Utang/hibah dimaksud dapat diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah/BUMN/BUMD. presiden untuk jumlah lebih dari Rp10.000. 4.000. c. ditetapkan oleh: a.00 (seratus miliar rupiah).00 (seratus miliar rupiah).000. Pengelolaan Utang Menteri Keuangan dapat menunjuk pejabat yang diberi kuasa atas nama Menteri Keuangan untuk mengadakan utang negara atau menerima hibah yang berasal dari dalam negeri ataupun dari luar negeri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undangundang APBN. b. Sedangkan penghapusan secara mutlak dilakukan dengan menghapuskan hak tagih negara/daerah. Penghapusan secara mutlak atau bersyarat sepanjang menyangkut piutang pemerintah pusat. Tata cara pengadaan utang dan/atau penerimaan hibah baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri serta penerusan utang atau hibah luar negeri kepada pemerintah daerah/BUMN/BUMD.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100. diatur dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2006 Tentang Tatacara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri.000.000.00 (sepuluh miliar rupiah).000.000.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara/daerah.Tahun 2007 65 . Pusdiklatwas BPKP.000.000.

Kedaluwarsa dimaksud tertunda apabila pihak yang berpiutang mengajukan tagihan kepada negara sebelum berakhirnya masa kedaluwarsa.Tahun 2007 66 . PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA 1. b. Ketentuan Umum Pengelolaan Barang Milik Negara Pokok-pokok pengurusan barang milik negara/daerah antara lain sebagai berikut: a. Kedaluwarsa Hak Tagih Utang Negara Hak tagih mengenai utang atas beban negara kedaluwarsa setelah lima tahun sejak utang tersebut jatuh tempo. PENGELOLAAN INVESTASI Pemerintah dapat melakukan investasi jangka panjang untuk memperoleh manfaat ekonomi. Menteri/pimpinan lembaga adalah pengguna barang bagi kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya. Kedaluwarsa dihitung sejak tanggal 1 Januari tahun berikutnya. sosial dan/atau manfaat lainnya. Investasi dan penyertaan modal pemerintah pusat pada perusahaan pemerintah. F. G.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 5. kecuali ditetapkan lain oleh undang-undang. Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan wakil dari negara/daerah/swasta ditetapkan dengan peraturan pemerintah pusat dalam kepemilikan aset negara mengatur pengelolaan barang milik negara. Investasi tersebut dilakukan dalam bentuk saham. Kepala kantor Pusdiklatwas BPKP. dan investasi langsung. Ketentuan kedaluwarsa dimaksud tidak berlaku untuk pembayaran kewajiban bunga dan pokok pinjaman negara. surat utang.

d. Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara dalam menetapkan ketentuan pelaksanaan pensertifikatan tanah yang dimiliki dan dikuasai pemerintah pusat berkoordinasi dengan lembaga yang bertanggung jawab di bidang pertanahan nasional. 1 Tahun 2004 dinyatakan Pusdiklatwas BPKP. Barang milik negara yang berupa tanah yang dikuasai pemerintah pusat harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. e. Bendahara Barang atau Pejabat/Pegawai Pengurus Barang Milik Negara Walaupun dalam definisi bendahara sebagaimana ditetapkan dalam pasal 1 ayat 14 Undang-Undang No. wajib diserahkan pemanfaatannya kepada Menteri Keuangan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pemerintahan negara. Tanah dan bangunan milik negara yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan. Barang milik negara yang diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan negara tidak dapat dipindahtangankan. Demikian pula barang milik negara dilarang digadaikan atau dijadikan jaminan untuk mendapatkan jaminan.Tahun 2007 67 . Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang wajib mengelola dan menatausahakan barang milik negara yang berada dalam penguasaannya dengan sebaik-baiknya. 2. Bangunan milik negara harus dilengkapi dengan bukti status kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib.Sistem Administrasi Keuangan Negara I dalam lingkungan kementerian negara/lembaga adalah Kuasa Pengguna Barang dalam lingkungan kantor yang bersangkutan. Barang milik negara dilarang untuk diserahkan kepada pihak lain sebagai pembayaran atas tagihan kepada pemerintah pusat. g. f. i. h. c.

menyimpan. dalam pasal 78 ayat (2) dinyatakan: pejabat/pegawai selaku pengurus barang dalam melaksanakan tugas rutinnya diberikan tunjangan yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara/daerah yang diatur dengan peraturan menteri keuangan. Dalam PP No. Selanjutnya. Pada dasarnya. mengeluarkan. tetapi dalam pengaturan selanjutnya. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Pusdiklatwas BPKP. baik barang-barang tersebut berada di dalam gudang maupun di tempat lain yang dikuasai negara/daerah. pejabat/pegawai pengurus barang milik negara mempunyai tugas untuk mengelola. dan membuat perhitungan/mempertanggungjawabkan barang-barang milik/kekayaan negara/daerah pada instansi/satker. Dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “bendahara barang” tidak dikenal lagi dan diganti menjadi “pejabat /pegawai pengurus barang milik negara”.Sistem Administrasi Keuangan Negara I bahwa tanggung jawab pengurusan bendahara meliputi uang atau surat berharga atau barang-barang negara/daerah. istilah “bendahara barang” tidak ada lagi. baik dalam Undang-Undang Perbendaharaan Negara maupun Peraturan Pemerintah No.Tahun 2007 68 . 6 Tahun 2006 tersebut ada ketentuan yang menyebutkan pejabat yang identik dengan istilah bendahara barang yaitu pada pasal 6 yang menyatakan: menteri/pimpinan lembaga selaku pimpinan kementerian/lembaga adalah pengguna barang milik negara yang berwenang dan bertanggung jawab menetapkan kuasa pengguna barang dan menunjuk pejabat yang mengurus dan menyimpan barang milik negara.

kecuali dalam hal tertentu yang akan diatur dengan peraturan pemerintah. Pemindahtanganan barang milik negara berupa tanah dan/atau bangunan hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan DPR. sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. Pusdiklatwas BPKP.000. diperuntukkan bagi kepentingan umum. diperuntukkan bagi pegawai negeri. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis.00 (seratus miliar rupiah) harus dengan persetujuan DPR. dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan.000.000.Tahun 2007 69 . Bernilai lebih dari Rp100.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. b. Penjualan barang milik negara dilakukan dengan cara lelang.000. harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen pelaksanaan anggaran.000.00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan presiden. c.000.00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100.000. d.000. c. Bernilai sampai dengan Rp10. dipertukarkan. b.000.000. kecuali tanah dan/atau bangunan yang: a.000. Pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan di atur sebagai berikut: a. dihibahkan. atau disertakan sebagai modal pemerintah. Bernilai lebih dari Rp10. e.000. Pemindahtanganan Barang Milik Negara Pemindahtanganan barang milik negara dilakukan dengan cara dijual.00 (sepuluh miliar rupiah) dilakukan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.

barang tidak bergerak dan hak kebendaannya milik negara. yang diperlukan untuk penyelenggaraan tugas pemerintahan. Berbeda dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang asetnya merupakan kekayaan negara yang dipisahkan. barang milik pihak ketiga yang dikuasai oleh negara yaitu barang yang secara fisik dikuasai/digunakan/dimanfaatkan oleh pemerintah berdasarkan hubungan hukum yang dibuat antara pemerintah dan pihak ketiga. yang selanjutnya disebut BLU. uang yang harus disetor oleh pihak ketiga kepada negara. e. barang bergerak milik negara. b. kekayaan BLU merupakan kekayaan negara yang tidak dipisahkan serta dikelola dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menyelenggarakan kegiatan BLU yang bersangkutan. H. adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan layanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Larangan Penyitaan Uang dan Barang Milik Negara yang Dikuasai Negara dan/atau Terdapat larangan penyitaan oleh pihak manapun terhadap: a. d. PENGELOLAAN BADAN LAYANAN UMUM (BLU) Badan layanan umum.Tahun 2007 70 . baik yang berada di instansi pemerintah maupun pada pihak ketiga. c.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. uang atau surat berharga milik negara baik yang berada pada instansi pemerintah maupun pada pihak ketiga. Hal ini merupakan pengecualian dari asas umum pengurusan keuangan Pusdiklatwas BPKP. BLU dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalan rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kementerian jawab negara/lembaga/pemerintah atas pelaksanaan daerah tetap yang bertanggung kewenangan Pusdiklatwas BPKP. Status hukum BLU tidak terpisah dari instansi induknya dan beroperasi berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh instansi induk. Walaupun ada kekhususan. Kekhususan lainnya adalah bahwa BLU dapat memperoleh hibah atau sumbangan dari masyarakat atau badan lain. Laporan keuangan dan kinerja BLU disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja dari instansi induknya (kementerian/lembaga negara/pemerintah daerah). Untuk itu. dan penerapan praktik bisnis yang sehat. Pendapatan yang diperoleh BLU sehubungan dengan jasa layanan yang diberikan merupakan pendapatan negara/daerah. termasuk perwujudan efisiensi dan efektivitas pelayanan masyarakat serta pengamanan aset negara yang dikelola oleh instansi terkait.Tahun 2007 71 . Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktikpraktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan negara pada umumnya. BLU diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas. namun setiap BLU tetap diwajibkan untuk menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara yaitu asas spesialitas yang tidak membenarkan adanya kompensasi atau penggunaan langsung pendapatan untuk membiayai belanja negara. BLU bertujuan untuk meningkatkan pelayanan umum kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tiap-tiap kementerian negara/lembaga. yang dapat diukur dalam satuan uang. aset.Sistem Administrasi Keuangan Negara I didelegasikannya kepada BLU. yang antara lain meliputi uang. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungannya. serta dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah dan diharapkan memberi manfaat ekonomi/sosial di masa depan. aset.Tahun 2007 72 . investasi. BLU mengelola penyelenggaraan layanan umum sejalan dengan praktik bisnis yang sehat tanpa mengutamakan pencarian keuntungan. merupakan entitas pelaporan yang tidak hanya wajib menyelenggarakan akuntansi. dan barang. Akuntansi Keuangan Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan. tetapi Pusdiklatwas BPKP. yang berada dalam tanggung jawabnya. utang. kementerian peran negara/lembaga/pemerintah daerah harus menjalankan pengawasan terhadap kinerja layanan dan pelaksanaan kewenangan yang didelegasikan. Dimaksud dengan aset adalah sumber daya. dan ekuitas dana. I. utang. Oleh karena itu. dan ekuitas dana. PENATAUSAHAAN APBN 1. termasuk transaksi pendapatan dan belanja. Menteri/pimpinan lembaga/kepala satuan kerja selaku pengguna anggaran menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan. Pejabat yang ditunjuk mengelola BLU bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan pemberian layanan umum yang didelegasikan kepadanya oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota. Akuntansi dimaksud digunakan untuk menyusun laporan keuangan pemerintah pusat sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). tagihan.

3. Sistem peraturan pengendalian internal dimaksud ditetapkan internal dengan akan pemerintah. Peran dan tanggung jawab pengendalian internal pemerintah dipegang oleh: 1. dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. 2. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelengarakan sistem pengendalian internal di bidang perbendaharaan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I juga wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. Sistem pengendalian yang dituangkan dalam peraturan pemerintah dimaksud dikonsultasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan. Penatausahaan Dokumen Setiap orang dan/atau badan yang menguasai dokumen yang berkaitan dengan perbendaharaan negara wajib menatausahakan dan memelihara dokumen tersebut dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu undang-undang tentang kearsipan. PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH Dalam rangka meningkatkan kinerja. Menteri/pimpinan menyelenggarakan lembaga sistem selaku pengguna anggaran/barang di bidang pengendalian internal pemerintahan masing-masing. transparansi. 2. Presiden selaku kepala pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian internal (internal control system) di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara dalam Bab X pasal 58 mengamanatkan keharusan pemerintah pusat maupun daerah untuk melaksanakan pengendalian internal pemerintah dengan sebaik-baiknya. J. UU No.Tahun 2007 73 . Sampai dengan saat selesainya Pusdiklatwas BPKP.

menteri teknis/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran c... adalah . Badan Pemeriksa Keuangan dan menteri keuangan 3. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara atau pengelola fiskal c. dan menetapkan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Negara adalah tanggung jawab/kewenangan dari . menteri /pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran b. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) b. membebankan dan menerbitkan SPM/SPN ) dilaksanakan oleh . a. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) b. Peraturan Pemerintah mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah belum terbit. Pernyataan yang bukan merupakan wewenang dari menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran. LATIHAN SOAL 1. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dan Dirjen Perbendaharaan Negara selaku Kuasa BUN.Tahun 2007 74 . Pengurusan administrasi bidang ordonansering (menguji. a...Sistem Administrasi Keuangan Negara I revisi modul ini.. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian dan perintah pembayaran 2. a. Mengajukan rancangan peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang c.. menteri keuangan bersama dengan menteri/pimpinan lembaga sesuai dengan kewenangannya d.. Badan Pemeriksa Keuangan sebagai lembaga yang bebas dan mandiri d. Pusdiklatwas BPKP. K.. menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara d..

b. Unsur yang merupakan ciri dari suatu sistem akuntansi pemerintah yang menggunakan basis akrual adalah: a. menteri teknis/pimpinan lembaga yang bersangkutan b. Penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4.. Kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang kekayaan bersih.. ketiga unsur di atas semuanya adalah ciri basis akrual. menteri teknis/pimpinan lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan c. Penghapusan piutang secara mutlak dilakukan dengan cara . c. presiden setelah mendapat persetujuan dari DPR 6. Keputusan mengenai pemindahtanganan barang milik negara selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp10 milyar sampai dengan Rp100 milyar dilakukan oleh . menghapuskan piutang negara/daerah dengan menghapuskan hak tagih negara c. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. menghilangkan tagihan oleh negara karena suatu keadaan tertentu atas permohonan dari yang berhutang d. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara setelah mendapat persetujuan dari presiden d. Hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah kekayaan bersih.. 5. a.Tahun 2007 75 . menghapuskan piutang negara/daerah tanpa menghapuskan hak tagih negara b.. a. d... menghilangkan dari pembukuan anggaran agar tidak terjadi selisih pembukuan yang berkepanjangan Pusdiklatwas BPKP.

Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan. belanja.Tahun 2007 76 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB VI PERTANGGUNGJAWABAN DAN PEMERIKSAAN PELAKSANAAN APBN Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. Menilai kondisi keuangan. dan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundangundangan. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. A. 2. Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). UMUM Salah satu upaya konkret untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah adanya laporan pertanggungjawaban pemerintah dalam bentuk laporan keuangan yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan. transfer. Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk: 1. 4. Membandingkan realisasi pendapatan. reviu intern laporan keuangan. dan pembiayaan dengan anggaran yang telah ditetapkan. 3. Pusdiklatwas BPKP.

Laporan Arus Kas. alokasi. Laporan Realisasi Anggaran. Catatan atas Laporan Keuangan. pemeriksaan oleh BPK diselesaikan selambatlambatnya dua bulan setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat. 3. 2. 4. LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH Laporan disampaikan pertanggungjawaban pemerintah berupa pelaksanaan keuangan APBN pokok yang yang laporan komponennya setidak-tidaknya terdiri dari: 1. dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah. Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan pemerintah yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset. Laporan Realisasi Anggaran selain menyajikan realisasi pendapatan dan belanja. B.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran menyusun laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBN pada kementerian negara/lembaga yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Presiden melalui Menteri Keuangan paling lambat dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. juga dilengkapi laporan kinerja keuangan dari setiap kementerian negara/lembaga. Ekuitas dana adalah Pusdiklatwas BPKP. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. kewajiban. Neraca. Selanjutnya. Laporan keuangan pemerintah pusat yang telah diperiksa oleh BPK harus disampaikan kepada DPR selambat-lambatnya enam bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan. yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber.Tahun 2007 77 .

Laporan Arus Kas menggambarkan saldo awal. dan Laporan Arus Kas. pengeluaran. 2. Neraca. Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material kepada presiden atas pelaksanaan kebijakan anggaran yang berada dalam penguasaannya. penerimaan. Pusdiklatwas BPKP. manfaat/hasil (outcome). Catatan atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan/dianjurkan untuk diungkapkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan agar laporan keuangan dapat disajikan secara wajar. investasi aset non keuangan. Bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005.Sistem Administrasi Keuangan Negara I kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan meterial kepada Pengguna Anggaran atas pelaksanaan kegiatan yang berada dalam penguasaannya. tanggung jawab para pengelola keuangan negara diatur sebagai berikut: 1.Tahun 2007 78 . dan transaksi non anggaran. 3. Informasi bertambah dan/atau berkurangnya kas diperoleh sehubungan dengan aktivitas operasional. Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang bertanggung dalam jawab atas pelaksanaan tentang kebijakan dari yang segi ditetapkan undang-undang APBN. Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. dan saldo akhir kas pemerintah selama periode tertentu. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalan Laporan Realisasi Anggaran. pembiayaan.

Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yang meliputi Pusdiklatwas BPKP. Selain itu. Kuasa Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara dari segi hak dan ketaatan peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya. MEKANISME PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Menteri keuangan selaku pengelola fiskal menyusun laporan keuangan pemerintahan pusat untuk disampaikan kepada presiden dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. ditegaskan pula berlakunya prinsip yang berlaku universal bahwa “seseorang yang diberi wewenang untuk menerima. Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dalam undangundang tentang APBN. C. menyimpan dan membayar atau menyerahkan uang.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 4. 7. surat berharga atau barang milik negara bertanggung jawab secara pribadi atas semua kekurangan yang terjadi dalam pengurusannya”. 6. Mekanisme penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat adalah sebagai berikut: 1. Kewajiban untuk mengganti kerugian keuangan negara oleh para pengelola keuangan negara dimaksud merupakan unsur pengendalian internal yang andal. Bendahara Umum Negara bertanggung jawab kepada presiden dari segi hak dan ketaatan peraturan atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya. Bendahara penerimaan/bendahara pengeluaran bertanggung jawab secara fungsional atas pengelolaan uang yang menjadi tanggung jawabnya kepada Kuasa Bendahara Umum Negara.Tahun 2007 79 . 5.

maka laporan pertanggungjawaban perlu dilakukan reviu internal oleh aparat pengawasan internal sebelum pelaksanaan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ketentuan lebih lanjut mengenai laporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah diatur dengan peraturan pemerintah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Laporan Realisasi Anggaran. Pendapatan dari kegiatan operasional. 2. dan Catatan atas Laporan Keuangan dilampiri Laporan Keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian negara/lembaga masing-masing dan disampaikan kepada menteri keuangan selambat-lambatnya dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. Beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi. LAPORAN KINERJA KEUANGAN Laporan keuangan pokok pemerintah harus dilengkapi dengan Laporan Kinerja Keuangan yang sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai berikut: 1. 3. Pusdiklatwas BPKP. Neraca.Tahun 2007 80 . Surplus atau defisit. 2. Menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyusun Laporan Arus Kas pemerintah pusat. 3. D. Menteri keuangan selaku wakil pemerintah pusat dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan negara. Untuk meyakinkan kebenaran pernyataan yang diberikan oleh menteri/pimpinan lembaga. Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang memberikan pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan sistem pengendalian internal yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Pernyataan Tanggung jawab Pusdiklatwas BPKP. Karena penerapan masingmasing metode pada entitas yang berbeda mempunyai kelebihan tersendiri. E. entitas pelaporan diperbolehkan memilih salah satu metode yang dipandang dapat menyajikan unsur kinerja secara layak. beban-beban dikelompokkan menurut program atau yang dimaksudkannya. maka menurut Standar Akuntansi Pemerintahan yang berlaku. beban-beban dikelompokkan menurut klasifikasi ekonomi (sebagai contoh beban penyusutan/amortisasi.Sistem Administrasi Keuangan Negara I Dalam laporan kinerja keuangan yang dianalisis menurut klasifikasi ekonomi. Untuk memilih metode klasifikasi ekonomi atau klasifikasi fungsi. baik langsung maupun tidak langsung. walau dalam hal ini pengalokasian beban ke fungsifungsi adakalanya bersifat arbitrer dan atas dasar pertimbangan tertentu. beban transportasi. serta hakikat organisasi. Penyajian laporan ini memberikan informasi yang lebih relevan bagi pemakai dibandingkan dengan laporan menurut klasifikasi ekonomi. REVIU INTERN LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan tahunan kementerian negara/lembaga/ pemerintah daerah/Satuan Kerja Perangkat Daerah disertai dengan Pernyataan Tanggung jawab (Statement Of Responsibility) yang ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/ kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah. beban gaji dan tunjangan pegawai). Metode ini sederhana untuk diaplikasikan dalam kebanyakan entitas kecil karena tidak memerlukan alokasi beban operasional pada berbagai fungsi.Tahun 2007 81 . berbeda dengan output entitas pelaporan yang bersangkutan. tergantung pada faktor historis dan peraturan perundang-undangan. Dalam Laporan Kinerja Keuangan yang dianalisis menurut klasifikasi fungsi. Kedua metode ini dapat memberikan indikasi beban yang mungkin. beban alat tulis kantor. dan tidak dialokasikan pada berbagai fungsi dalam suatu entitas pelaporan.

Selanjutnya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I memuat pernyataan bahwa pengelolaan APBN/APBD telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (PP Nomor 24 Tahun 2005). Peranan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah/inspektorat/badan pengawas dalam melakukan reviu terhadap laporan keuangan pemerintah sangatlah menentukan agar informasi yang disajikan dalam laporan tersebut dapat diyakini keandalannya sebelum pernyataan tanggung jawab ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/ gubernur/bupati/ walikota/kepala SKPD. dengan antara lain menciptakan prosedur rekonsiliasi antara data transaksi keuangan yang diakuntansikan oleh Pengguna Anggaran dengan data transaksi keuangan yang diakuntansikan oleh Bendahara Umum Negara/Daerah. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah pada kementerian negara/ lembaga/pemerintah daerah melakukan reviu atas laporan keuangan dan kinerja dalam rangka meyakinkan keandalan informasi yang disajikan sebelum disampaikan oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/ walikota kepada pihak-pihak terkait. Pusdiklatwas BPKP.06/2005 tahun 2005 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menegaskan bahwa aparat pengawasan intern kementerian/lembaga melakukan reviu atas laporan keuangan dan membuat/menandatangani Pernyataan Telah Direviu.Tahun 2007 82 . Peraturan Menteri Keuangan nomor 59/PMK. Kewajiban menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern bertujuan untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan dan kinerja setiap entitas pelaporan dan akuntansi.

BPK memiliki kewenangan untuk melakukan tiga jenis pemeriksaan. pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Ditinjau dari sisi pemerintah. 1. yaitu dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tujuan pemeriksaan kinerja adalah untuk mengidentifikasikan hal-hal yang perlu menjadi perhatian lembaga perwakilan rakyat (DPR/DPRD).Tahun 2007 83 .Sistem Administrasi Keuangan Negara I F. pemeriksaan kinerja dimaksudkan agar kegiatan yang dibiayai dengan keuangan negara/daerah diselenggarakan secara ekonomis dan efisien serta memenuhi sasarannya secara efektif. 2. UUD 1945 pasal 23 E mengamanatkan BPK untuk melaksanakan pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan negara. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan khusus. 3. Pengertian masing-masing jenis pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut. Pemeriksaan keuangan ini dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah. di luar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja. Pemeriksaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. yakni pemeriksaan keuangan. Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi. serta pemeriksaan atas aspek efektivitas yang lazim dilakukan untuk kepentingan manajemen oleh aparat pengawasan internal pemerintah. PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA Pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dilakukan oleh suatu badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. Termasuk dalam pemeriksaan tujuan tertentu ini Pusdiklatwas BPKP.

Pemeriksaan keuangan akan menghasilkan opini. yaitu kepolisian. BPK wajib menindaklanjutinya dengan melaporkan kepada instansi yang berwenang. dan rekomendasi. sedangkan pemeriksaan dengan tujuan tertentu akan menghasilkan simpulan.Tahun 2007 84 . BPK diharuskan menyusun ikhtisar hasil pemeriksaan yang dilakukan selama satu semester. KPK. Tanggapan tersebut disertakan dalam laporan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR/DPRD. dan pihak yang berwenang lainnya. dan kepada presiden Pusdiklatwas BPKP. Apabila pemeriksa BPK menemukan unsur pidana. kejaksaan. Setiap laporan hasil pemeriksaan BPK disampaikan kepada DPR/DPD/DPRD sesuai dengan kewenangannya untuk ditindaklanjuti. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK disusun dan disajikan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) segera setelah kegiatan pemeriksaan selesai. Dalam hal laporan hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK digunakan oleh pemerintah untuk melakukan koreksi dan penyesuaian yang diperlukan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I adalah pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan dan pemeriksaan investigatif. Ikhtisar dimaksud disampaikan kepada DPR/DPD/DPRD sesuai dengan kewenangannya. antara lain dengan membahasnya bersama pihak terkait. pemeriksaan kinerja akan menghasilkan temuan. simpulan. laporan keuangan yang telah diperiksa (audited financial statements) akan memuat koreksi dimaksud sebelum disampaikan kepada DPR/DPRD. laporan hasil pemeriksaan juga disampaikan oleh BPK kepada pemerintah untuk dimintakan tanggapan dan penyesuaian/koreksi. Pemerintah diberi kesempatan untuk menanggapi temuan dan simpulan yang dikemukakan dalam laporan hasil pemeriksaan. Selain disampaikan kepada lembaga perwakilan.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I serta gubernur/bupati/walikota yang bersangkutan agar informasi secara menyeluruh tentang hasil pemeriksaan. pemerintah diwajibkan untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK.. BPK perlu memantau dan menginformasikan hasil pemantauan atas tindak lanjut tersebut kepada DPR/DPD/DPRD. Sehubungan dengan itu... memperoleh Dalam rangka transparansi dan peningkatan partisipasi publik. Laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang disampaikan ke DPR harus memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti . a. Laporan Keuangan pokok dari pemerintah setidak-tidaknya terdiri dari komponen . LATIHAN SOAL 1. tolok ukur dan indikator kinerja dari masing-masing kementerian/ lembaga c.Tahun 2007 85 . masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk mengetahui hasil pemeriksaan. Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan oleh pemerintah b. Selanjutnya. G. Neraca dan Laporan Arus Kas c. 2. a. Dengan demikian. setiap laporan hasil pemeriksaan yang sudah disampaikan kepada lembaga perwakilan dinyatakan terbuka untuk umum. Catatan atas Laporan Keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan d. Pusdiklatwas BPKP. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan.. Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Kinerja Keuangan masing-masing kementerian/lembaga b.. Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diterima secara umum d. ketiga jawaban tersebut di atas dalam satu kesatuan. antara lain melalui publikasi dan situs web BPK..

Tahun 2007 86 . menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Barang memberi pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan . pelaksanaan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan 5. beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi c.. a. pendapatan dari kegiatan operasional b. formal dan material c. Bendahara Umum Negara (BUN) bertanggung jawab kepada presiden atas pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukannya dari segi . hak dan ketaatan pada peraturan b. surplus atau defisit d. ketiga jawaban di atas dalam satu kesatuan yang sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai Pusdiklatwas BPKP. laporan keuangan pokoknya dilengkapi dengan Laporan Kinerja Keuangan berikut ..Sistem Administrasi Keuangan Negara I 3. laporan keuangan tahun lalu yang sudah diperiksa BPK c. Dalam menyampaikan laporan keuangan kepada menteri keuangan. keluaran (output) dan hasil/manfaat (outcome) d... a.. alokasi anggaran yang telah dituangkan dalan APBN/DIPA 4. a.. Standar Akuntansi Pemerintahan yang telah diterima secara umum b. prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas d.... Suatu entitas pelaporan yang menyajikan laporan berbasis akrual.

maupun UU No.Tahun 2007 87 . sanksi administratif. serta proses penuntutan ganti rugi yang meliputi: pejabat yang mengenakan sanksi. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap para bendahara yang dalam pengurusan uang/barang yang menjadi tanggung jawabnya telah melakukan perbuatan melawan hukum yang berakibat merugikan keuangan negara. SANKSI ADMINISTRATIF. UU No. A. baik dalam UU No. penyelesaian kerugian. dan perlakuan terhadap pejabat yang terlibat KKN. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. diatur mengenai ketentuan pidana. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.Sistem Administrasi Keuangan Negara I BAB VII KETENTUAN PIDANA. ketentuan lain yang berkaitan dengan pengenaan ganti rugi. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Penyelesaian kerugian negara perlu segera dilakukan untuk mengembalikan kekayaan negara yang hilang/berkurang serta meningkatkan disiplin dan tanggung jawab para pegawai negeri/pejabat Pusdiklatwas BPKP. peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan ketentuan yang berkaitan dengan pelanggaran/perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. DAN GANTI RUGI Tujuan Pemelajaran Khusus: Setelah mengikuti pemelajaran pada bab ini. KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADMINISTRATIF Sebagai konsekuensi dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. dan ganti rugi yang berlaku bagi menteri/pimpinan lembaga serta pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan dalam undang-undang.

dan ganti rugi diantaranya diatur dalam pasal 34 dan 35. 3. Menteri/pimpinan lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. diatur secara khusus mengenai Pusdiklatwas BPKP. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. dan para pengelola keuangan pada khususnya.Tahun 2007 88 . Pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. Dalam UU No. Di dalam UU No. 2. Sanksi tersebut dimaksudkan sebagai upaya preventif dan represif. yaitu sebagai berikut: 1. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 4.Sistem Administrasi Keuangan Negara I negara pada umumnya. Setiap pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud. serta berfungsi sebagai jaminan atas ditaatinya undang-undang tentang APBN yang bersangkutan. Kebijakan dimaksud tercermin pada manfaat/hasil yang harus dicapai dengan pelaksanaan fungsi dan program kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. sanksi administrasi. Presiden memberi sanksi administratif sesuai dengan ketentuan undang-undang kepada pegawai negeri serta pihak-pihak lain yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang ini. Setiap bendahara bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. 5. hal mengenai ketentuan pidana.

000.Tahun 2007 89 . 1.000.00 penjara tiga tahun dan/atau denda Rp1. Setiap orang 3.000.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp500. Setiap orang 4. Setiap pemeriksa 8.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500. dan/atau menggagalkan pelaksanaan pemeriksaan menolak pemanggilan yang dilakukan oleh BPK tanpa menyampaikan alasan penolakan secara tertulis memalsukan atau membuat palsu dokumen yang diserahkan mempergunakan dokumen yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan melampaui batas kewenangannya menyalahgunakan kewenangannya sehubungan dengan kedudukan dan/atau tugas pemeriksaan tidak melaporkan temuan pemeriksaan yang mengandung unsur pidana yang diperolehnya pada waktu melakukan pemeriksaan tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan Ancaman Pidana Maksimal penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500.000.000. 15 Tahun 2004 dilaksanakan mulai Pusdiklatwas BPKP.000. Subjek Setiap orang 2.000.00 penjara satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1.000.000.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda Rp500.000. Setiap orang 5.000.00 penjara satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp500.000. Setiap pemeriksa 6.000.000.000.000. Setiap orang Pelanggaran (dengan sengaja) tidak menjalankan kewajiban menyerahkan dokumen dan/atau menolak memberikan keterangan yang diperlukan untuk kepentingan kelancaran pemeriksaan mencegah.00 penjara tiga tahun dan/atau denda Rp1.00 Ketentuan mengenai pemeriksaan atas laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam UU No.000.000. Setiap pemeriksa 7.000.Sistem Administrasi Keuangan Negara I ketentuan pidana pada pasal 24 sampai pasal 26 dengan materi pokok sebagai berikut: No. menghalangi.

Tata cara tuntutan ganti kerugian negara diatur dengan peraturan pemerintah. Pusdiklatwas BPKP. Penyelesaian ganti kerugian negara/daerah yang sedang dilakukan oleh BPK dan/atau Pemerintah pada saat UU No. B. b. PEJABAT YANG BERHAK MENGENAKAN SANKSI Dalam hal pejabat yang melakukan kerugian negara adalah menteri/pimpinan lembaga. 15 Tahun 2004 mulai berlaku dan belum ditetapkannya tata cara penyelesaian ganti kerugian negara. surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara dimaksud diterbitkan oleh presiden. Pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. dengan ketentuan transisi sebagai berikut: a. 15 Tahun 2004. Dalam hal pejabat yang melakukan kerugian negara adalah menteri keuangan.Sistem Administrasi Keuangan Negara I laporan keuangan tahun anggaran 2006. Apabila dalam pemeriksaan kerugian negara ditemukan unsur pidana. 15 Tahun 2004. surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara dimaksud diterbitkan oleh menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Badan Pemeriksa Keuangan menindak lanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut beserta bukti-buktinya kepada instasi yang berwenang. Pengenaan ganti kerugian terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan negara oleh menteri/pimpinan lembaga. dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang ada sebelum berlakunya UU No. Tata cara penyelesaian ganti kerugian negara selambat-lambatnya satu tahun setelah berlakunya UU No.Tahun 2007 90 .

Setiap pimpinan kementerian negara/lembaga/kepala satuan kerja dapat segera melakukan tuntutan ganti rugi. Materi pokok yang diatur dalam ketentuan tersebut adalah sebagai berikut: 1. sebagaimana diuraikan sebagai berikut. 3.Sistem Administrasi Keuangan Negara I C. Pusdiklatwas BPKP. Tata cara pengenaan ganti rugi berbeda antara pegawai negeri bukan bendahara dengan bendahara. PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA Penyelesaian kerugian negara/daerah dalam UU No. Bendahara. tidak termasuk bendahara dan pegawai negeri bukan bendahara. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan negara wajib mengganti kerugian tersebut. pegawai negeri bukan bendahara. Pejabat lain dimaksud meliputi pejabat negara dan pejabat penyelenggara pemerintahan yang tidak berstatus pejabat negara. setelah mengetahui bahwa dalam kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang bersangkutan terjadi kerugian akibat perbuatan dari pihak manapun. 2. Setiap kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara diatur dalam pasal 59 sampai dengan pasal 67.Tahun 2007 91 . Kerugian negara dapat terjadi karena pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat negara atau pegawai negeri bukan bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif atau oleh bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan kebendaharaan.

atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya. 1 Tahun 2004 adalah sebagai berikut: a. pegawai negeri bukan bendahara. segera dimintakan surat pernyataan kesanggupan dan atau pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawabnya dan bersedia mengganti kerugian negara dimaksud.Tahun 2007 92 . kepada bendahara. Surat pernyataan tersebut biasa disebut Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM).Sistem Administrasi Keuangan Negara I 1. menteri/pimpinan lembaga yang bersangkutan segera menetapkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara yang ditujukan kepada yang bersangkutan. c. b. Setiap kerugian negara wajib dilaporkan oleh atasan langsung atau kepala kantor kepada menteri/pimpinan lembaga dan diberitahukan kepada BPK selambat-lambatnya tujuh hari kerja setelah kerugian negara itu diketahui. Jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian negara. Pusdiklatwas BPKP. Pengenaan Bendahara Ganti Rugi Terhadap Pegawai Negeri Bukan Pengenaan ganti rugi terhadap pegawai negeri bukan bendahara ditetapkan oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/ bupati/walikota. Surat keputusan dimaksud mempunyai kekuatan hukum untuk pelaksanaan sita jaminan (conservatoir beslaag). Tata cara tuntutan ganti kerugian negara/daerah diatur dengan peraturan pemerintah. Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui. Pokok-pokok yang telah diatur dalam UU No. yang sampai saat modul ini selesai disusun peraturan pemerintah tersebut belum ada.

Apabila bendahara tidak mengajukan keberatan atau pembelaan dirinya ditolak. c. BPK menerbitkan surat keputusan penetapan batas waktu pertanggungjawaban bendahara atas kekurangan kas/barang yang terjadi. Surat keputusan dimaksud diterbitkan apabila belum ada penyelesaian yang dilakukan sesuai dengan tata cara penyelesaian ganti kerugian negara yang ditetapkan oleh BPK.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. Bendahara dapat mengajukan keberatan atau pembelaan diri kepada BPK dalam waktu 14 hari kerja setelah menerima surat keputusan sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas. dalam BPK pemeriksaan tersebut ditemukan unsur menindaklanjutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pusdiklatwas BPKP. Pengenaan Ganti Rugi terhadap Bendahara Dalam UU No. setelah mengetahui ada kekurangan kas/barang dalam persediaan yang merugikan keuangan negara/daerah.Tahun 2007 93 . yaitu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut beserta bukti-buktinya kepada instansi yang berwenang. dengan uraian sebagai berikut: a. b. atau kealpaan. BPK menetapkan surat keputusan pembebanan penggantian kerugian negara/daerah kepada bendahara bersangkutan. Pembelaan diri ditolak oleh BPK apabila bendahara tidak dapat membuktikan bahwa dirinya bebas dari kesalahan. kelalaian. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara mulai pasal 22 dan pasal 23. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara pasal 62 dinyatakan bahwa pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK dan apabila pidana. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengenaan ganti kerugian negara terhadap bendahara diatur dalam UU No.

sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. Tata cara penyelesaian ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada huruf d di atas berlaku pula bagi pengelola perusahaan umum dan perusahaan perseroan yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Menteri/pimpinan perusahaan negara lembaga dan /gubernur/bupati/walikota/direksi lain yang mengelola badan-badan keuangan negara melaporkan penyelesaian kerugian negara/daerah kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah diketahui terjadinya kerugian negara/daerah dimaksud. f. BPK memantau penyelesaian pengenaan ganti kerugian negara/daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara dan/atau pejabat lain pada kementerian negara/lembaga/ pemerintah daerah. Pusdiklatwas BPKP.Sistem Administrasi Keuangan Negara I d. g. yaitu sebagai berikut: 1.Tahun 2007 94 . Bendahara. KETENTUAN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PENGENAAN GANTI KERUGIAN NEGARA Di samping ketentuan-ketentuan pokok tersebut di atas. Tata cara penyelesaian ganti kerugian negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh BPK setelah berkonsultasi dengan pemerintah. Putusan pidana tidak membebaskan dari tuntutan ganti rugi. maupun untuk bendahara/pengelola perbendaharaan negara. D. ada beberapa ketentuan lain yang berlaku umum baik untuk pengenaan ganti kerugian negara bagi pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara. dan pejabat lain yang telah ditetapkan untuk mengganti kerugian negara dapat dikenai sanksi administratif dan atau sanksi pidana. e. pegawai negeri bukan bendahara.

melarikan diri. penuntutan dan penagihan terhadapnya beralih kepada pengampu yang memperoleh hak/ahli waris. 5. Kewajiban bendahara.Tahun 2007 95 . pegawai negeri bukan bendahara. atau sejak bendahara. atau meninggal dunia. 3. Dalam hal bendahara. pegawai negeri bukan bendahara. yang berada dalam penguasaan bendahara. atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi. pengampu/yang memperoleh hak/ahli waris tidak diberi tahu oleh pejabat yang berwenang mengenai adanya kerugian negara. Ketentuan penyelesaian kerugian negara dalam undang-undang ini berlaku pula untuk pengelola perusahaan negara dan badan-badan lain Pusdiklatwas BPKP. atau pejabat lain yang bersangkutan diketahui melarikan diri atau meninggal dunia. 6.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 2. pegawai negeri bukan bendahara. 4. pegawai negeri bukan bendahara. atau pejabat lain yang bersangkutan. Tanggung jawab pengampu yang memperoleh hak/ahli waris untuk membayar ganti kerugian negara dimaksud menjadi hapus apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun sejak keputusan pengadilan yang menetapkan pengampuan kepada bendahara. Ketentuan penyelesaian kerugian negara sebagaimana diatur dalam ketiga paket undang-undang ini berlaku pula untuk uang dan/atau barang bukan milik negara. atau pejabat lain yang dikenai tuntutan ganti kerugian negara berada dalam pengampuan. menjadi kedaluwarsa jika dalam waktu lima tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut atau dalam waktu delapan tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. atau pejabat lain yang digunakan dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan. terbatas pada kekayaan yang dikelola atau diperolehnya. pegawai negeri bukan bendahara. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang bersangkutan. yang berasal dari bendahara.

2.PAN/4/2007 tanggal 18 April 2007 tentang Perlakuan Terhadap Pejabat yang Terlibat Korupsi.Tahun 2007 96 . 7. Pengenaan ganti kerugian negara terhadap pengelolaan perusahaan umum dan perusahaan perseroan yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh negara Republik Indonesia ditetapkan BPK. Jaksa Agung. dan dilakukan penahanan oleh aparat penegak hukum. baik sebagai saksi atau sebagai tersangka. Surat Edaran tersebut ditujukan kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE/03/M. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. E. sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. dan Nepotisme (KKN). Melalui Surat Edaran tersebut. para gubernur. terhadap pejabat yang terlibat perkara korupsi. Panglima TNI. Kolusi. para pimpinan sekretariat dewan/komisi/badan. para kepala lembaga pemerintah non departemen. berstatus sebagai tersangka/terdakwa. PERLAKUAN TERHADAP PEJABAT YANG TERLIBAT KORUPSI. para pimpinan sekretariat lembaga tinggi negara. Kepala POLRI. oleh KOLUSI. Memberhentikan sementara dari jabatannya.Sistem Administrasi Keuangan Negara I yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara. Segera memberikan ijin pemeriksaan terhadap pejabat atau pegawai. jika memang ijin tersebut diperlukan sesuai peraturan perundang-undangan. Menpan mengharapkan perhatian dan bantuan dari pihak-pihak yang disebutkan di atas agar meningkatkan kerja sama dan dukungan upaya-upaya penanganan perkara korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. DAN NEPOTISME (KKN) Dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi. Kerja sama dan dukungan tersebut dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut: 1. sampai dengan Pusdiklatwas BPKP. dan para bupati/walikota.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I adanya keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan atau resmi dinyatakan dihentikan proses hukumnya oleh aparat penegak hukum. Memulihkan nama baik dan dapat menempatkan kembali pada jabatan yang semestinya terhadap pejabat/pegawai yang tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan tidak terdapat pelanggaran terhadap disiplin pegawai negeri sipil. meskipun pejabat/pegawai tersebut mendapatkan vonis bebas dari pengadilan. LATIHAN SOAL 1. Sanksi yang berlaku bagi menteri/pimpinan lembaga serta pimpinan unit organisasi kementerian negara/lembaga yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan.Tahun 2007 97 . 5. 3. ketiga-tiganya adalah jenis sanksi yang bisa diterapkan Pusdiklatwas BPKP. Menjatuhkan sanksi administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil terhadap pejabat/pegawai yang telah mendapatkan vonis bersalah dari pengadilan atau jika terbukti adanya pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil. Menyampaikan laporan setiap semester kepada Menpan tentang namanama pejabat/pegawai yang terlibat kasus korupsi dengan status hukumnya E. 4. sanksi administratif c. a. pengenaan tuntutan ganti rugi d. adalah …. sanksi pidana b.

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

2. Dalam

hal

pejabat

yang

melakukan

kerugian

negara

adalah

menteri/pimpinan lembaga, surat keputusan pembebanan penggantian kerugian sementara diterbitkan oleh .... a. menteri keuangan selaku Bendahara Umum Negara b. presiden atas usul menteri keuangan c. badan pemeriksa keuangan atas usul presiden d. badan pemeriksa keuangan bersama-sama dengan menteri

keuangan

3. Setiap kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. Kerugian negara dapat terjadi karena .... a. pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat negara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif b. pelanggaran hukum atau kelalaian pegawai negeri bukan

bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan administratif c. pelanggaran hukum atau kelalaian oleh bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan kebendaharaan. d. Ketiga-tiganya dapat dikenakan tuntutan ganti rugi

4. Segera setelah kerugian negara tersebut diketahui, kepada bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain yang nyata-nyata melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya, segera dimintakan .... a. surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SKTM) b. surat keputusan pembebasan sementara dari jabatan c. surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan d. surat keputusan pembebanan dari Badan Pemeriksa Keuangan

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

98

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

5. Kewajiban bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain untuk membayar ganti rugi, menjadi kedaluwarsa jika .... a. dalam waktu lima tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan b. dalam waktu delapan tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. c. dalam waktu sepuluh tahun sejak terjadinya kerugian tidak dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang bersangkutan. d. jawaban a atau jawaban b, mana yang diketahui lebih dulu

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

99

Sistem Administrasi Keuangan Negara I

DAFTAR PUSTAKA
1. Ahmad Yani, S.H., M.M., Ak., Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Di Indonesia, Divisi Buku Perguruan Tinggi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, Cetakan kedua, April, 2004. 2. Amin Widjaja Tunggal, Drs., Ak., MBA., Coso-Based Auditing, Harvarindo, 2000 3. Anwar Sulaiman H., Drs., Manajemen Aset Daerah, STIA-LAN, 2000 4. Arifin P. Soeria Atmadja, Dr., Mekanisme Pertanggungjawaban Keuangan Negara, PT Gramedia, Jakarta, 1986. 5. Badan Pemeriksa Keuangan, Petunjuk Pelaksanaan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi, 1976. 6. BPKP, Manajemen Pemerintahan Baru, 2000. 7. BPKP, Pedoman Penanganan Penggantian Kerugian Negara, 1993. 8. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H., Determinasi Kebijakan Anggaran Negara Indonesia, Studi Yuridis, Papas Sinar Sinanti, Jakarta 2005. 9. Goedhart C., Dr., Garis-Garis Besar Ilmu Keuangan Negara, Terjemahan oleh Ratmoko, S.H., Penerbit Jembatan, Jakarta, 1981. 10. Hadi, M., Administrasi Keuangan RI, Jakarta, 1981. 11. Keppres Nomor 42 Tahun 2003 dan Perubahannya, tentang Pedoman Pelaksanaan APBN. 12. Keppres Nomor 80 Tahun 2003 dan Perubahannya, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Tuntutan

13. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan Pusat dan Daerah, Standar Akuntansi Pemerintahan, Desember 2005. 14. Leonard D., Goodstein, Timothy M., Nolan, and J. William Pfelffer, Applied Strategic Planning, McGrraw-Hill, Inc. 15. Mahendra Sultan Syah, Ir., Manajemen Proyek Kiat Sukses Mengelola Proyek, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004. 16. Mardiasmo, Prof., Dr., MBA., Ak., Akuntansi Sektor Publik, Penerbit ANDI Yogyakarta, 2004.

Pusdiklatwas BPKP- Tahun 2007

100

PER–66/PB/2005 Tentang Mekanisme Pelaksanan Pembayaran atas Beban APBN. 27. 23. PER–01PB/2006 Tentang Petunjuk Teknis Pengesahan Dan Pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2006. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 134/PMK. 30. 24.Tahun 2007 101 . Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). 20. 18. 29. 19. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 28. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor. 26. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. 25. Pusdiklatwas BPKP. 2005 tentang Tatacara Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tatacara Pengadan Pinjaman dan atau Penerimaan Hibah serta Penerimaan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri.2/2006 Tanggal 12 Juli 2006 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL Tahun 2007 dan Pedoman Penyusunan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) Tahun 2007 – 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pengendalian Jumlah Kumulatif APBN dan APBD Serta Jumlah Kumulatif Pinjaman Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. 22. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun Penghapusan Piutang Negara/Daerah.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 17. 21.06/2005 Tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan APBN. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2006 tentang Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 96/PMK.

Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 37. PNRI. 41. Jakarta. Balanced Scorecard. Undang-Undang RI Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor: SE/03/M. Dr.Sistem Administrasi Keuangan Negara I 31.. Kolusi. Robert S. Tahun 2002 tentang Tindak Pidana 38. Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 42. Kaplan & David P. 2000. 1995.. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 33. Jakarta. Pusdiklatwas BPKP. Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Akuntansi Pemerintahan dan Organisasi Non Laba.PAN/4/2007 tentang Perlakuan Terhadap Pejabat yang Terlibat Korupsi. Sugijanto.. Pusat Pengembagan Akuntansi FE-UI. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Drs. 34.Tahun 2007 102 . 17 Tahun 2003. Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). dkk. 39. dan Nepotisme. Ak. Undang-Undang RI Nomor 15 Pencucian Uang.. SH. 36. 43. 32.. 35. Rasul Sjahrudin. Pengintegrasian Sistem Akuntabilitas Kinerja dan Anggaran Dalam Perspektif UU No. Jakarta 2003. Undang-Undang Dasar RI 1945 (setelah amandemen ke empat). Penerbit Erlangga. Norton. 40.

Pusdiklat Pengawasan BPKP Sistem Administrasi Keuangan Negara I ISBN 979-95661-7-7 (no. jilid lengkap) ISBN 979-95661-8-5 (jilid 1) .