BAB VI PengangkatAN BARANG Bagian A 1. 2. 3. 4. 5.

Ketentuan UMUM Hal

Penerapan Informasi Muatan Analisa Oksigen dan Perlengkapan Deteksi GAs Pemakaian Pestisida dalam Kapal Penyimpanan Barang dan Jaminan

Bagian B Ketentuan Khusus untuk Muatan Curah selain Padi-padian 6. 7. Penerimaan untuk Pengapalan Penyimpanan Barang dari Muatan Curah Pengangkatan Padi-padian

Bagian C 8. 9.

Pengertian Persyaratn untuk Muatan Kapal mengangkut Padipadian

Bagian A Peraturan 1,2

Bagian A Ketentuan Umum
Peraturan 1 Penerapan
1 Bab ini berlaku untuk pengangkutan muatan (selain cairan dalam bentuk curah, gas dalam bentuk curah dan segala aspek pengakutannya tersebut dicakup oleh bab lain) yang memiliki kandungan bahaya tertentu pada kapal atau orang yang ada di kapal yang memerlukan perhatian khusus pada semua kapal yang terkena oleh peraturan ini dan pada kapal barang dengan tonase kotor kurangdari 500.Namun demikian untukkapal dengan tonase kotor kurang dari 500 Badan Pemerintah apabila menganggap bahwa kondisi dan daerah pelayaran terlindung dan tenang sehingga tidak beralasan untuk menerapkan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam bagian A dan B dariperaturan ini, boleh menetapkan cara lain yang efektif untuk menjamin keselamatan kapal-kapal tersebut. 2 Untuk melengkapi ketentuan bagian A dan B dari Bab ini, tiap pemerintah penandatangan harus menjamin bahwa informasi yang tepat tentang muatan beserta persyaratan penyimpanan dan pengikatannya dengan merinci perhatian khusus yang diperlukan dalam pengangkutan muatan tersebut * 1
1* Mengacu pada: 1. Koda tentang praktek yang aman untuk penyimpanan dan pengikatan muatan yang ditetapkan organisasi sesuai reoslusi A.714(17) sebagaimana ditambah dan diubah:

Koda tentang praktek yang aman untuk kapalkapal yang mengangkut muatan kayu di atas geladak yang ditetapkan oleh Organisasi pada resolusi A.715(17), sebagaimana ditambah dan diubah ; sirkulair MSC.No.525, tentang perhatian yang harus diambil oleh nakhoda kapal yang panjangnya kurang dari 100 m yang mengangkut kayu gelondongan; dan sirkulair MSC No.548, tentang petunjuk untuk perhatian yang harus diberikan oleh nakhoda kapal yang mengangkut muatan kayu; dan 3. Koda tentang praktek yang aman dalam penanganan muatan curah padat (BC Code) yang
2.

Peraturan 2 Informasi muatan
1 Pengirim barang harus memberikan informasi secara memadai pada nakhoda atau perwakilannya tentang barangnya sebelum dimuat sehingga memungkinkan untuk memberikanperhatian yang diperlukan dalam penyimpanan dan pengangkutan yang aman dari muatan untuk ditempatkan secara efektif.Informasi 2 semacam itu harus ditetapkan secara tertulis* 3 dalam dokumen pengapalan sebelum muatan itu dimuat ke kapal. 2 Informasi muatan harus mencakup : .1 Untuk muatan umum dan muatan yang diangkut dalam unit, suatu penjelasan umum tentang muatan, massa kotor dari muatan atau unit muatan, dan kandungan sifat khusus dari muatan.Untuk maksud dalam peraturan ini informasi muatan yang disyaratkan dalam sub bab 1.9 koda tentang praktek yang aman untuk penempatan dari penglihatan muatan yang ditetapkan oleh Organisasi sesuai resolusi A 714 (17) yang mungkin ditambah dan diubah, harus dipenuhi.Setiap perubahan terhadap sub bab 1.9 harus ditetapkan dan diberlakukan secara efektif sesuai dengan persyaratan artikel VIII dan konvensi yang berlaku yang berkaitan dengan prosedur perubahan yang berlaku untuk lampiran selain dari Bab I. Dalam hal suatu muatan curah, informasi faktor penyimpanan dari muatan, prosedur trim dan dalam hal suatu konsentrat atau muatan lain yang dapat mencair informasi tambahan dalam bentuk suatu sertipikat kelembaban muatan dan batas kelembaban yang dapat dipindahkan. Dalam hal muatan curah tidak diklasifikasikan sesuai ketentuan dalam peraturan VII/2, akan tetapi memiliki kandungan unsur-unsur kimia yang dapat menimbulkan suatu bahaya sebagai tambahan informasi yang disyaratkan

.2

.3

ditetapkan oleh Organisasi sesuai resolusi A.434(XI), sebagaimana ditambah dan diubah. 2 Mengacu pada MSC/Circ.663, formulir informasi muatan
3* Sesuai dokumen dalam peraturan ini tidak menghalangi pemakaian dari pemrosesan data elektronik (EDP) dan pengubahan data elektronik (EDI) teknik-teknik pemindahan sebagai suatu alat bantu untuk dokumentasi

Bagian A Peraturan 1,2 oleh sub paragraf terdahulu, informasi sifat-sifat kimianya.

3 Sebelum pemuatan unit muatan ke kapal, pengirim barang harus menjamin bahwa massa kotor dari unit tersebut sesuai dengan massa kotor yang dinyatakan dakam dokumen pengapalan.

Peraturan 3 Perlengkapan analisis Oksigen dan deteksi gas
1 Bila melakukan transportasi suatu muatan curah yang kemungkinan besar memancarkan racun atau gas yang mudah terbakar, atau menyebabkan penipisan oksigen dalam ruang muat, suatu peralatan yang memadai untuk pengukuran konsentrasi gas atau oksigen dalam udara harus disiapkan bersama dengan instruksi penggunaan secara rinci.Peralatan semacam itu harus mendapat persetujuan Badan Pemerintah. 2 Badan Pemerintah harus mengambil langkah untuk menjamin bahwa awak kapal dilatih dalam pemakaian instrumen semacam itu.

Peraturan 4 Penggunaan pestisida di kapal
Langkah-langkah pengamanan harus diambil dalam penggunaa pestisia di kapal terutama yang digunakan untuk fumigasi

Peraturan 5 Penyimpanan dan pengikatan
1 Muatan dan unit muatan yang disimpan di bawah geladak harus diletakkan, disimpan dan diikat untuk sejauh mungkin tidak menimbulkan kerusakan atau bahaya terhadap kapal, orang-orang di atas kapal dan muatan jatuh ke laut selama dalam pelayaran. 2 Muatan yang dibawa dalam unit muatan harus dikemas dan diikat untuk tiap unit untuk mencegah kerusakan dan bahaya terhadap kapal dan orang di atas kapal selama pelayaran. 3 Langkah-langkah pengamanan harus diambil selama pemuatan dan pengangkutan muatan-muatan yang berat atau muatan yang mempunyai ukuran yang sangat besar untuk menjamin tidak ada perusakan terhadap struktur kapal dan menjaga stabilitas selama

dalampelayaran. 4 Langkah-langkah pengamanan harus diambil selama pemuatan dan pengangkutan dari unti muatan pada kapal ro-ro khusunya yang mengangkut tata susunan pengikatan di kapal tersebut dan pada unit muatan dan memperlihatkan kekuatan dari tempat dan tali pengikatan. 5 Peti kemas tidak boleh dibebani dengan muatan lebih dari berat maksimum yang tercantum pada pelat persetujuan keselamatan seusai Konvensi Internasional tentang peti kemas yang aman (CSC) 6 Unit muatan termasuk peti kemas harus dimuat, disimpan dan diikat selama pelayaran sesuai dengan Petunjuk Pengikatan Muatan yang ditetapkan oleh badan Pemerintah.Pada kapal-kapal dengan ruang muat ro-ro, seperti didefinisikan dalam peraturan II-2/3.14.Semua pengikat dari unit muatan, sesuai dengan Petunjuk Pengikatan Muatan selesei sebelum kapal meninggalkan dermaga.Petunjuk pengikatan muatan harus ditentukan paling tidak setara dengan petunjuk yang dikembangkan oleh organisasi.

Bagian B Ketentuan-ketentuan khusus untuk muatan curah selain daripada padi-padian
Peraturan 6 Hal yang dapat diterima untuk pengapalan
1 Sebelum pemuatan curah, nakhoda harus memiliki informasi menyeluruh tentang stabilitas kapal dan distribusi muatan kondisi pemuatan standar.Metode untuk memberikan informasi harus disetujui Badan Pemerintah *.4 2 Konsentrat atau muatan-muatan lain yang dapat mencair seharusnya hanya diterima untuk pemuatan jika kandungan air yang sesungguhnya dari muatan adalah kurang dari batas kandungan air untuk transportasi, akan tetapi konstrat dan muatan lain mungkin diperbolehkan untuk pengangkutan meskipun kandungan airnya melebihi bats maksimum, dengan catatan tata susunan keselamatannya
4* Mengacu pada : .1 Rekomendasi stabilitas untuh untuk kapal penumpang dan barang yang panjangnya dibawah 100 meter diambil oleh Organisasi dengan resolusi A.167 (ES.IV) dan amandemen pada rekomendasi ini diambil oleh Organisasi dengan resolusi A.206(VII); dan .2 Rekomendasi pada angin taifun dan kriteria rolling (kriteria cuaca) untuk stabilitas lengkap kapal penumpang dan barang dengan panjang 24 meter atau lebih oleh Orgnasiasi dengan reoslusi A.562(14)

Bagian A Peraturan 1,2 telah disetujui oleh Badan Pemerintah dengan menjamin stabilitas yang cukup dan selanjutnya memberikan keutuhan konstruksi kapal secara memadai. 3 Sebelum pemuatan muatan curah yang tidak termasuk salah satu jenis muatan menurut ketentuan dari peraturan VII:2 tetapi mengandung unsur kimia yang dapat menimbulkan potensi bahaya, perlindungan khusus untuk keselamatan dalam membawanya harus dilakukan

Peraturan 7 Penyimpanan muatan curah
1 Muatan curah harus dimuat pada bats trim yang dapat dipertanggungjawabkan sampai batas dari ruang muat sehingga meminimalkan terjadinya pergeseran dan menjamin bahwa stabilitas yang mencukupi terjaga selama dalam pelayaran. 2 Apabila muatan curah diletakkan pada geladak kedua, lubang palka pada geladak kedua itu harus idtutup dalam kasus tersebut apabila informasi pembebanan menunjukkan batas tegangan uang berlebihan pada struktur dasar jika lubang palka dibiarkan terbuka. Muatan harus dimiringkan pada batas yang memadai dan harus asalah satu dan membentang dari satu sisi ke sisi yang lain atau diamankan dengan tambahan sekat memanjang dengan kekuatan yang cukup.Kapasitas pengangkutan yang aman dari pembebanan.

Bagian C Pengangkutan padi-padian
Peraturan 8 Definisi
Tujuan dari bagian ini, kecuali disebut lain: 1 Koda Internasional Padi-padian berarti Koda Internasional untuk keselamatan pengangkutan padi-padian dalam bentuk curah yang ditetapkan oleh Komite Keselamatan Maritim (MSC) Organisasi dengan resolusi MSC.23 (59) seperti diamandemen oleh Organisasi, amandemen-amandemen itu diambil,dijadikan aturan dan diberlakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan pasal VIII dari Konvensi ini mengambil prosedur amandemen yang dapat dipakai terhadap lampiran selain Bab I.

2 Istilah padi-padian mencakup gandum,jagung, oat, gandum hitam, juwawut, beras,kacang, benih tumbuhan dan bentuk jadi yang mempunyai sifat sama dengan keadaan alaminya.

Peraturan 9 Persyaratan untuk kapal barang yang mengangkut padi-padian
1 Sebagai tambahan terhadap persyaratan lain yang berlaku terhadap peraturan ini, suatu kapal barang yang mengangkut padipadian harus memenuhi persyaratan Koda Internasional tentang padipadian dan memiliki dokumen otorisasi seperti disyaratkan oleh Koda tersebut.Untuk kegunaan dari peraturan ini, persyaratan dari Koda harus diperlakukan sebagai kewajiban. 2 Sebuah kapal tanpa dokumen tersebut tidak boleh memuat padipadian sampai nakhoda menyakinkan Badan Pemerintah, atau pemerintah-pemerintah penandatangan dari pelabuhan pemuatan yang mewakili Badan Pemerintah, bahwa kapal memenuhi persyaratan dari Koda Internasional tentang padi-padian sesuai kondisi pemuatan yang diusulkan.