Resolusi MSC.

57(67)
(disyahkan 5 Desember 1996)

Penerimaan Amandemen-Amandemen Konvensi International Mengenai Keselatan Jiwa Di Laut, 1974
KOMITE KESELAMATAN MARITIM MENGINGAT artikel 28(b) dari konvensi organisasi internasional mengenai fungsi fungsi dari komite maritim

Mengingat lebih lanjut artikel VIII(b) dari konvensi international mengenai keselatan jiwa di laut 1974, selanjutnya mangacu pada konvensi, mengenai prosedur-prosedur untuk pengubahan konvensi, selain ketentuan-ketentuan dari babI SETELAH DIPERTIMBANGKAN, pada pertemuan ke 66, amandemen konvensi diajukan dan di sirkulasian berdasarkan artikel VII(b)(i) 1. MENETAPKAN, berdasarkan artikel VIII(b)(iv) dari konvensi , amandemen-amandemen konvensi dengan naskah-naskah yang dikeluarkan dalam amandemen resolusi ini 2. MENETUKAN, berdasarkan artikel VIII(b)(vi)(2)(bb) dari konvensi , bahwa amandemen dianggap diterima pada tanggal 1 Januari 1998, kecuali sebelum tanggal itu lebih dari 1/3 pemerintah penandatangan konvensi atau pemerintah penandatangan menggabubgkan armada dagangnya tidak kurang 50% GT armada dagang dunia, mengumumkan keberatan terhadap penambahan ini. 3. MENGAJAK pemerintah penandatangan, berdasarkan artikel VIII(b)(vii)(2) dari konvensi, bahwa penambahan akan diberlakukan pada 1 Juli 1998 yang diterima berdasar paragraf 2 diatas 4. MEMINTA Sekjen, berdasarkan artikel VIII(b)(v) dari konvensi , untuk meneruskan salinan resolusi ini dan naskah amandemen yang berisi tambahan-tambahan pada pemerintah penandatangan konvensi. 5. MEMINTA lebih lanjut kepada Sekjen untuk meneruskan salinan resolusi ini dan tambahannya ke anggota organisasi yang bukan pemerintah penandatangan konvensi Annex Penambahan pada Konvensi Intenasional SOLAS 1974 50

Bab II-1 Konstruksi B Stabilitas dan Sub divisi, Instalasi mesin dan pelistrikan
Bagian A-1 Struktur Kapal
1 Peraturan baru (3.3 dan 3.4) berikut ini ditambahkan pada bagian A-1- Bab II-1

Peraturan 3-3 Jalan yang aman untuk menuju ke haluan pada kapal tanker
1 Yang dimaksud pada Peraturan ini dan 3-4 adalah tanker minyak seperti yang didefinisikan pada Peraturan 2.12, tanker kimia pada Peraturan VII/8.2 dan kapal pengangkut gas pada Peraturan VII/11.2 2 Setiap tanker yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1998 harus dilengkapi dengan jalan yang dimaksud diatas guna memungkinkan awak kapal berjalan aman ke haluan pada saat cuaca buruk. Untuk tanker yang dibangun sebelum 1 Juli 1998, jalan tersebut harus dibuat pada saat penjadwalan docking yang pertama setelah 1 Juli 1998, tetapi tidak boleh melampaui 1 Juli 2001, jalan tersebut harus disetujui oleh pemerintah yang bersangkutan seperti pada panduan yang diterbitkan oleh Organisasi

Peraturan 3-4 Perencanaan penarikan tanker darurat
Perencanaan penarikan tanker darurat harus dipasang pada kedua sisi kapal untuk tanker dengan DWT kurang dari 20.000 ton yang dibangun pada atau setelah 1 Januari 1996. Untuk tanker yang dibangun sebelum 1 Januari 1996, pengaturan tersebut harus dibuat pada saat penjadwalan docking yang pertama setelah 1 Januari 1996, tetapi tidak boleh melampaui 1 januari 1999. Perencanaan dan pemasangan pengaturan penarikan tersebut harus disetujui oleh pemerintah yang bersangkutan seperti pada panduan yang ditebitkan oleh Organisasi

Bagian B Stabilitas dan bagian tambahan

51

2 Peraturan Peraturan 17

baru (17-1) berikut ini ditambahkan diakhir

Peraturan 17-1 Bukaan pada pelat kulit dibawah bulkhead deck pada kapal penumpang and freeboard deck pada kapal barang
Selain persyaratan pada Peraturan 17, kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 19998 harus sesuai dengan persyaratan pada Peraturan 17 dimana Amargin line@ dianggap sebagai bulkhead deck pada kapal penumpang dan freeboard deck pada kapal barang

Bagian C Instalasi mesin Peraturan 26 Umum
3 Paragrap baru (9,10 dan 11) berikut ini ditambahkan dibagian akhir paragrap 8 A9 Bagian sambungan sistem perpipaan non metal yang berada pada sistem dimana menembus sisi kapal dan bagian sambungan tersebut berada dibawah garis muat terendah harus diinspeksi sebagai bagian dari survey sesuai Peraturan I/10(a) dan diganti jika diperlukan atau direkomendasi oleh pabrik pembuat. A10 Instruksi-instruksi pengoperasian dan pemeliharaan serta gambar-gambar permesinan dan peralatan yang penting bagi keamanan kapal harus ditulis dalam bahasa yang dimengerti oleh awak kapal agar mengerti informasi-informasi yang diperlukan pada saat bertugas. A11 Lokasi dan peletakan dari pipa ventilasi untuk tangki bahan bakar, minyak kotor dan pelumas harus sedemikian rupa dimana jika pipa ventilasi tersebut patah tidak menyebabkan air laut atau air hujan masuk. Perencanaan dua tangki bahan bakar diperlukan pada setiap jenis bahan bakar yang penting bagi propulsi dan sistem yang vital atau sejenis harus disertakan pada setiap kapal dengan kapasitas sekurangnya 8 jam setiap tangki pada keadaan sistem propulsi hidup menerus dan beban normal dilaut pada sistem genset. Hal tersebut hanya untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1998.

Peraturan 31 Kontrol Mesin
52

4

Paragrap baru (5) berikut ini ditambahkan diakhir paragrap 4:

A5 Kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1998 harus memenuhi persyaratan paragrap 1 s/d 4 sebagai tambahan yaitu .1 Paragrap 1 diganti dengan >1 Mesin utama dan mesin bantu yang penting bagi propulsi, pengendalian dan keamanan kapal harus dipasang kontrol mesin untuk pengoperasian dan pengontrolan. Semua sistem kontrol yang penting bagi propulsi, pengendalian dan keamanan kapal harus tersendiri dan dirancang jika rusak maka tidak mempengaruhi sistem yang lain. .2 Pada baris kedua dan ketiga paragrap 2, kata-kata Acelah-celah mesin dipersiapkan untuk orang@ dihilangkan Kalimat pertama paragrap 2,2 diganti dengan >[2].2 Kontrol harus terdiri dari peralatan tersendiri untuk setiap propeller yang bekerja automatis pada semua keadaan, termasuk mencegah terjadinya kelebihan beban pada mesin propulsi jika diperlukan .4 Paragrap 2.4 diganti dengan >[2].4 Pengendalian mesin propulsi dari ruang navigasi harus terindikasikan pada ruang kontrol mesin dan pada anjungan .5 Kalimat berikut ini ditambahkan di akhir paragrap 2.6. Dimungkinkan untuk mengontrol mesin bantu yang penting bagi propulsi dan keselamatan kapal pada mesin tersebut secara langsung .6 Paragrap 2.8, 2.8.1 dan 2.8.2 diganti dengan >[2].8 Indikator harus dipasang pada ruang navigasi, ruang kontrol mesin dan anjungan untuk mengetahui : .8.1 .8.2 kecepatan propeler dan arah rotasi bagi fixed pitch propeller kecepatan propeller dan posisi pitch bagi controllable pitch propeller

.3

53

Bagian D Instalasi Listrik
Peraturan 41
Sumber listrik utama dan sistem lampu 5 Paragrap baru (5) berikut ini ditambahkan diakhir paragrap 4: A5 Kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1998

.1 Sebagai tambahan pada paragrap 1 s/d 3, disesuaikan dengan .1.1 Kecuali sumber listrik yang diperlukan untuk propulsi dan pengendalian kapal, sistem harus diatur dimana penyaluran listrik ke peralatan yang penting bagi propulsi dan pengendalian kemudi, untuk menjamin keamanan kapal, harus dipelihara atau segera dikembalikan pada tempat semula saat genset diperbaiki Pengaturan pemindahan beban atau yang sejenis harus disiapkan untuk melindungi genset jika terjadi kelebihan beban Sumber listrik utama yang penting bagi propulsi kapal, busbar utamanya harus dibagi menjadi setidaknya 2 bagian dimana dihubungkan dengan sekering dan pengaman lainnya. Koneksi genset dan peralatan lainnya harus dibagi rata pada masing-masing busbar. Tidak perlu mencocokkan dengan paragrap 4

.1.2

.1.3

.2

Peraturan 42
Sumber listrik cadangan pada kapal penumpang 6 3.3 Paragrap baru (3.4) berikut ini ditambahkan setelah paragrap

A3.4 Untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1998, dimana listrik diperlukan untuk menormalkan propulsi, kapasitasnya harus mencukupi untuk menormalkan propulsi kapal dengan mesin bantu lainnya secara layak setelah 30 menit dari kondisi mesin kapal mati total.

Peraturan 43
Sumber listrik cadangan pada kapal barang

54

7 3.3

Paragrap baru (3.4) berikut ini ditambahkan setelah paragrap

A3.4 Untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1998, dimana listrik diperlukan untuk menormalkan propulsi, kapasitasnya harus mencukupi untuk menormalkan propulsi kapal dengan mesin bantu lainnya secara layak setelah 30 menit dari kondisi mesin kapal mati total.

Bab II-2 Konstruksi - Perlindungan terhadap kebakaran, pendeteksian kebakaran dan alat pemadam kebakaran
Bagian A Umum Peraturan 1 Penerapan
8 Paragrap 1.1 diganti dengan

A1.1 Kecuali tidak secara jelas dipersyaratkan, bagian ini diterapkan pada kapal yang peletakan lunasnya atau mulai pembangunannya pada atau setelah 1 Juli 1998 9 Paragrap 1.3.2 diganti dengan [1.3].2 Maksud semua kapal adalah kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1998 10 Paragrap 2 diganti dengan

A2 Kecuali tidak secara jelas dipersyaratkan, bagian ini diterapkan pada kapal yang pembangunannya sebelum 1 Juli 1998, Pemerintah harus menjamin bahwa persyaratan pada bagian II-2 SOLAS, 1974, ditambah dengan resolusi MSC.1(XLV), MSC.6(48), MSC.13(57), MSC.22(59), MSC.24(60), MSC.27(61) dan MSC.31(63) dipenuhi 11 Pada paragrap 3.1, tanggal A1 Juli 1996@ diganti dengan A1 Juli 1998@.

Peraturan 3 Definisi
12 Paragrap 1 diganti dengan

55

@1 Bahan tidak mudah terbakar adalah bahan yang tidak terbakar atau tidak menimbulkan sumber panas yang cukup untuk terbakar dengan sendirinya pada suhu sekitar 750 C, seperti yang ditentukan Fire Test Procedure Code. Selain dari itu disebut bahan mudah terbakar. 13 Paragrap 2 diganti dengan

A2 Test kebakaran standart adalah seperti dimana bahan percobaan dari sekat dan dek dibakar pada tungku pengetesan pada temperatur yang berdasarkan kurva waktu-suhu standart. Metode penetesan berdasarkan Fire Test Procedure Code. 14 15 Pada paragrap 3.4 suhu 1390 C diganti dengan 1400 C Paragrap 3.5 diganti dengan A[3].5 Pemerintah harus mensyaratkan test pada sekat dan dek berdasarkan Fire Test Procedure Code untuk menjamin bahwa memenuhi persyaratan diatas baik kesempurnaan dan suhu yang dicapai.

16 17

Pada paragrap 3.4 suhu 1390 C diganti dengan 1400 C Paragrap 4.4 diganti dengan A[4].4 Pemerintah harus mensyaratkan test untuk bagianbagian tambahan berdasarkan Fire Test Procedure Code untuk menjamin bahwa memenuhi persyaratan diatas baik kesempurnaan dan suhu yang dicapai.

18

Paragrap 8 diganti dengan

A8 Sebaran panas rendah berarti bahwa permukaan benda test mampu menahan pancaran dari api, hal ini sesuai dengan Fire Test Procedure Code 19 Paragrap 22-1 diganti dengan

A22-1 Ruang kontrol pusat adalah ruang kontrol dimana indikator fungsi dan control berikut ini terindikasi secara pusat .1 Sistem alarm dan pendeteksi kebakaran

.2 Pemercik air otomatis, pendeteksi kebakaran dan sistem alarm .3 Panel indikasi pintu tahan api 56

.4 .5 .6 .7 .8 .9

Penutup pintu tahan api Panel indikasi pintu tahan air Penutup pintu tahan air Kipas ventilasi Alarm umum atau alarm kebakaran Sistem komunikasi, termasuk telepon

.10 Pengeras suara untuk sistem pemberitahuan kepada umum 20 Paragrap 23.3 diganti dengan A[23].3 Semua penutup, tabir dan material kain lainnya mempunyai kualitas ketahanan penyebaran api yang tidak mengurangi bahan tersebut sebesar 0,8 kg/m2, hal ini sesuai dengan Fire Test Procedure Code 21 Paragrap 23.4 diganti dengan A[23].4 Semua penutup lantai mempunyai sifat sebaran panas rendah. 22 Pada paragraph 23.6 diganti dengan "[23].6 Semua pelapisan furniture mempunyai kwalitas tahan terhadap pembakaran dan perambatan panas, ini ditentukan sesuai dengan Fire Test Procedure Code." 23 Pargraph baru 23.7 sebagai tambahan : "[23].7 Semua komponen pelindung mempunyai kwalitas tahan terhadap pembakaran dan perambatan panas, ini ditentukan dengan Fire Test Procedure Code.@ Paragraph baru 34 sebagai tambahan :

24

"34 Fire Test Procedure Code merupakan koda internasional untuk aplikasi pada pengujian kebakaran yang disyahkan oleh Maritime Safety Commitee of The Organization menggunakan resolusi organisasi MSC.61(67), sebagaimana diubah dan ditambah oleh organisai, disediakan amandemen yang disyahkan, dibawa dalam efek gaya dan akibat sesuai dengan isi dari artikel VIII perjanjian sekarang ini mengenai procedure amandemen dapat dipakai untuk annex lain dari Chapter 1.

57

Peraturan 12 Pemadaman otomatis, deteksi kebakaran dan sistem alarm kebakaran
25 Pada paragraph 1.2 diganti dengan :

"1.2 Masing- masing bagian dari pemadam termasuk dalam cara memberi sebuah gambaran dan sinyal alarm yang dapat didengar otomatis pada satu atau lebih unit indikasi kapanpun pada operasi pemadaman. Seperti sistem alarm harus mengindikasi, jika terjadi kesalahan dalam sistem. Unit- unit akan mengindikasikan bagian mana yang telah terjadi kebakaran dengan sistem kebakaran dan harus memusat pada anjungan navigasi, dan dalam tambahan, gambaran dan suara alarm dari unit harus ditempatkan pada posisi lain dalam anjungan navigasi sehingga untuk meyakinkan bahwa indikasi dari kebakaran dengan segera diterima oleh crew. 26 Paragraph 1.2.1 dan 1.2.2 dihilangkan.

Peraturan 16 Sistem ventilasi dalam kapal selain kapal penumpang yang membawa lebih dari 36 penumpang
27 Paragraph 1.1 diganti dengan "[1].1 Saluran ini harus merupakan sebuah material dimana mempunyai karakteristik penyebaran panas yang rendah

28 Paragraph baru 11 sebagai tambahan : "11 Rencana- rencana harus diuji sesuai dengan Fire Test Procedure Code. .1 .2 Peredam kebakaran, termasuk cara yang relevan pada operasi, Penembusan saluran langsung " A " Class Devision dimana baja tambahan dismbung langsung pada saluran ventilasi dengan cara keling atau sekrup atau dengan pengelasan, pengujian tidak diperlukan.

Peraturan 17 Perlengkapan pemadam kebakaran
29 Di akhir paragraph 3.1.1 ditambahkan :

"Bagaimanapun untuk tangga tertutup dimana merupakan daerah saluran vertikal dan untuk daerah saluran vertikal di depan atau di 58

belakang kapal tidak terdapat ruangan pada kategori 26.2.2 (6), (7), (8), atau (12), tanpa penambahan peralatan pemadam kebakaran yang diperlukan.

Peraturan 18 Lain- lain
30 Dalam sisipan dibawah judul dari peraturan, kata " dan 8 " pada kalimat pertama dihilangkan kemudian ditambah : " Paragraph 8 dari Peraturan ini dipakai untuk konstruksi kapal pada atau sebelum 1 juli 1998." 31 Pada paragraph 8 diganti oleh

"8 Perlengkapan untuk fasilitas helikopter harus sesuai dengan standart perkembangan organisasi

Bagian B Tindakan pengamanan kebakaran untuk kapal penumpang Peraturan 24 Daerah utama vertikal dan horisontal
32 Kalimat ketiga dari paragraph 1.1 diganti oleh :

"Dimana sebuah kategori tempat 26.2.2(5), (9) atau (10) adalah ruangan pada satu sisi atau dimana tangki bahan bakar adalah pada kedua sisi dari suatu bagian, standartnya bisa dikurangi pada A-0"

Peraturan 26 Fire integrity pada sekat dan deck di kapal dengan penumpang lebih dari 36 orang.
33 Kata pada "26.1 sampai 26.4" paragraph 1 diganti oleh 26.1 dan 26.2 dan tulisan di atas " d " adalah tambahan pada empat baris dibawah kolom 6, 7, 8 dan 9 dari tabel 26.1 dan mengikuti catatan tambahan pada tabel 26.1 "d dimana ruangan dari kategori 6, 7, 8 dan 9 adalah diletakkan di dalam garis keliling terluar dari kumpulan tempat sekat dari tempat ini diperbolehkan oleh " B-0 " Class Integrity kontrol posisi untuk audio, video, dan instalasi lampu mungkin dipertimbangkan sebagai bagian dari kumpulan tempat."

59

Peraturan 28 Cara untuk keluar darurat
34 35 Pada akhir paragraph 1.10 "." diganti oleh "; dan ". Mengikuti sub paragraph baru .11 ditambahkan : "[1.].11 Pada semua kapal penumpang yang membawa lebih dari 36 penumpang, syarat- syarat pada 1.10 dan Peraturan 41-2.4.7 juga kan dipakai untuk ruang akomodasi.

Peraturan 30 Pembukaan pada "A" Class Devision
36 Pada paragraph 4 diganti oleh :

"4 Pintu- pintu tahan api pada sekat vertikal, pembatasan galley dan tangga tertutup lainnya dari pengoperasian tenaga pintu sekat kedap air diman penutupannya normal, akan memuaskan dengan syarat : .1 Pintu pintu harus menutup sendiri dan mampu menutup kembali dengan sudut inklinasi sampai 3.5 derajat; .2 Waktu pendekatan dari penutupan untuk pintu kedap air harus tidak boleh lebih dari 40 detik dan tidak boleh kurang dari 10 detik dari gerakan awal dengan posisi tegak lurus kapal. Pendekatan rata- rata dari penutupan untuk pintu kedap api gesar seharusnya tidak boleh lebih dari 0.2 m/det dan tidak boleh kurang dari 0.1 m/det dengan posisi tegak lurus kapal. Pintu- pintu seharusnya menggunakan remote secara kontinue dari stasiun kontrol pusat, secara simultan atau dalam kelompok- kelompok dan seharusnya mampu melepaskan sendiri- sendiri dari suatu posisi pada kedua sisi pada pintu saklar pelepasan akan memakai fungsi on-of untuk mencegah reset otomatis pada sistem. Hold-back hooks bukan pokok pada stasiun kontrol pusat yang dilarang. Sebuah pintu ditutup dengan remote dari stasiun kontrol pusat harus bisa dibuka lagi pada kedua sisi pintu dengan kontrol lokal. Setelah bagian lokal dibuka, pintu akan otomatis menutup kembali. Indikasi harus diberikan pada panel indikator pintu tahan api di dalam melayani secara continue stasiun kontrol 60

.3

.4 .5

.6

pusat apakah masing- masing remote dijalankan, pintu menutup. .7 Cara kerja harus dirancang bahwa pintu akan otomatis menutup dalam kejadian ada gangguan pada kontrol sistem atau sumber utama dari tenaga listrik. Baterai tenaga lokal untuk pengoperasian pintu harus diberikan segera di sekitar pintu yang memungkinkan pintu dioperasikan setelah gangguan dari sistem kontrol atau sumber tenaga listrik utama paling sedikit sepuluh detik ( buka dan tutup penuh ) menggunakan kontrol lokal. Gangguan pada kontrol sistem atau sumber tenaga listrik utama pada satu pintu tidak akan merusak fungsi keamanan dari pintu lain. Remote-released geser atau power-operated pintu harus dilengkapi dengan sebuah alarm suara paling sedikit 5 detik tetapi tidak lebih dari 10 detik setelah pintu dilepas dari stasiun kontrol pusat dan sebelum pintu mulai bergerak dan suara terus berbunyi sampai pintu tertutup. Sebuah pintu dirancang untuk membuka kembali pada hubungan objek di dalam bagiannya akan membuka kembali tidak lebih dari 1 m dari titik hubung. Pintu Doble-Leaf dilengkapi dengan sebuah kancing penting untuk fire integritynya akan mempunyai sebuah kancing otomatais aktif dengan menjalankan pintu ketika dilepas dengan kontrol sistem. Pintu- pintu memberi akses langsung pada kategori ruang istimewa dimana power-operated dan penutupan otomatis tidak diperlukan dengan alaram dan cara kerja remote release pada .3 dan .10 ; Komponen untuk kontrol sistem lokal harus dapat diperoleh untuk perawatan dan pengaturan; dan Power-operated pintu harus disediakan dengan sebuah kontrol sistem dari sebuah tipe pengakuan dimana harus mampu untuk operasi dalam kasusu kebakaran, ini ditantukan dalam pertimbangan dengan Fire Test Procedure Code. Sistem ini akan memuaskan dengan syarat- syarat :

.8

.9 .10

.11

.12

.13

.14 .15

.15.1 Kontrol sistem harus mampu mengoperasikan pintu pada temperatur kurang dari 200 derajat Celcius untuk 61

paling sedikit 60 menit, pemakaian power. .15.2 .15.3 Power suply untuk semua pintu- pintu lain bukan pokok pada kebakaran dan tidak boleh mengganggu. Pada temperature melebihi 200 derajat celcius kontrol system harus otomatis terisolasi dari power suply dan akan mampu mnjaga penutupan pintu smpai paling sedikit 945 derajat celcius.

37

Kalimat kedua paragraph 6 diganti :

" Syarat untuk " A " Class Integrity dari batas terluar kapal tidak boleh menggunakan pintu bagian luar kecuali pada bangunan atas dan rumah geladak embarkasi dan diluar tampat stasiun tangga luar, deck terbuka yang digunakan untuk rute keluar darurat pintu tangga tertutup tidak perlu.

Peraturan 32 Sistem ventilasi
38 Paragraph 1.1 diganti dengan mengikuti

"1.1 Sistem ventilasi pada kapal penumpang yang membawa lebih dari 36 penumpang akan digunakan bagian pada Peraturan ini, dengan dibutuhkan Peraturan 16.2 sampai 16.6, 16.8, 16.9 dan 16.11." 39 Paragraph 1.4.3.1 diganti dengan mengikuti "[1.4].3.1 Pipa adalah konstruksi dari material dimana mempunyai karakteristik penjalaran nyala api rendah ;"

Peraturan 34 Pembatasan digunakan untuk material mudah terbakar
40 Paragraph 2 diganti gengan mengikuti :

"2 Rintangan- rintangan uap air dan bahan perekat digunakan pada penyambungan dengan isolasi sebaik isolasi penyambungan pipa, Cold Service System tidak diperlukan material yang tidak mudah terbakar, tetapi mereka harus didapat kwantitas minimum yang dapat dipraktekkan dan permukaan yang dilihatnya hare punya karakteristik nyala api yang rendah. 41 "7 Pada paragraph 7 diganti dengan mengikuti : Pengecatan, vernis dan finishing lainnya pada permukaan 62

interior tidak boleh kelebihan asap dan produk racun ini ditunjukkan pada Fire Test Procedure Koda. 42 Pada paragraph 8 diganti dengan :

"8 Penutup geladak utama jika digunakan di dalam ruang komodasi dan ruang servis dan stasiun kontrol harus menggunakan material dimana tidak akan siap atau memberikan rekasi untuk racun atau bahaya ledakan pada temperatur olevator ini ditetapkan pada persetujuan dengan Fire Test Procedure Code. Catatan : Pada Paragraph 5 Peraturan 34 sebuah tanda bintang ditambahkan untuk memperlihatkan harga "Calorific Value ", bersama catatan kaki.

Peraturan 37 Proteksi untuk kategori tempat khusus
43 Pada paragraph 1.2.1 ketiga kalimat ini ditambahkan

" Dimana tangki bahan bakar di bawah kategori tempat khusus integritas dari deck diantara tempat mungkin dikurangi sampai " A-0 " standart " 44 "4 Paragraph baru 4 sebagai tambahan : Bukaan permanen untuk ventilasi

Bukaan permanen ventilasi pada pelat samping di akhir atau geladak depan dari kategori tempat khusus harus dikondisikan bahwa kebakaran pada kategori tempat khusus tidak membahayakan area pergudangan dan daerah embarkasi untuk kapal penolong dan rauang akomodasi, ruang servis dan dan stasiun kontrol di dalam bangunan atas dan ruamah geladak diatas kategori tempat khusus.

Peraturan 38 Perlindungan ruang muatan lain dari kategori tempat khusus, dimaksudkan unruk membawa kapal bermotor dengan bahan bakar pada tangkinya untuk penggeraknya.
45 Mengikuti paragraph baru 5 dan 6 ditambahakan :

"5 Pembukaan permanen untuk ventilasi Pembukaan permanen pad pelat samping, pada akhir atau geladak depan dari ruang muatan harus dikondisikan bahwa ruang muatan tidak membahayakan area pergudangan dan tempat- tempat embarkasi untuk kapal- kapal penyelamat dan ruang akomodasi, ruang servis dan tempat kontrol pada bangunan atas dan rumah 63

geladak dia tas ruang muat. Perlindungan struktural Untuk ruang muat konstruksi kapal ro-ro pada atau setelah 1 juli 1998 persyaratan dari paragraph 1.1, 1.2 dan 1.3 dari Peraturan 38-1 harus dipatuhi. 46 Mengikuti paragraph baru 38-1 ditambahkan :

APeraturan 38-1 Perlindungan pada penutupan dan pembukaan ruang muat kapal ro-ro, lain dari kategori ruang khusus dan raung muat ro-ro dimaksudkan untuk membawa kendaraan dengan bahan bakar pada tangkinya.
1 Umum 37.1.1 juga digunakan untuk

1.1 Prinsip dasar Peraturan Peraturan ini.

1.2 Pada kapal penumpang yang membawa lebih dari 36 orang, batas sekat dan deck dari penutupan dan pembukaan ruang muat roro harus di isolasi pada standard klas A-60. Bagaimanapun pada kategori 26.2.2 (5), (9) atau (10) ruang adalah diatas satu sisi dari bagian, standard boleh dikurangi pada AA-0@. Dimana tangki fuel oil berada dibawah ruang ro-ro kargo. Keutuhan dari geladak diantara tiap ruang boleh dikurangi pada standar AA-0@. 1.3 Pada kapal-kapal penumpang yang mengangkut tidaklebih dari 36 penumpang dibatasi oleh sekat dan geladak yang tertutup dan ruang ro-ro cargo terbuka harus punya sebuah fire integrity yang wajib untuk ruang pada kategori (8) di tabel 27.2. 1.4 Bukaan permanen di pelat sisi, dibagian ujung-ujung atau deck head dari ruang ro-ro cargo yang terbuka dan tertutup harus pada keadaan dimana sebuah kebakaran diruang kargo tidak membahayakan area pergudangan dan stasiun embarkasi ke skoci penyelamat dan ruang akomodasi, ruang servis dan stasiun kontrol dibangunan atas dan rumah geladak diatas ruang kargo. Ruang ro-ro cargo tertutup Ruang ro-ro kargo tertutup harus mengikuti syarat dari Peraturan 38, kecuali untuk paragraf 4 pada Peraturan tersebut. Ruang ro-ro cargo terbuka Ruang ro-ro cargo terbuka harus mengikuti syarat dari Peraturan 64

37.1.3, 37.2.1, 38.1, kecuali bahwa sebuah contoh pencabutan sitem deteksi asap tidak diizinkan, dan 38.2.3.

BAGIAN C Tindakan pengamanan kebakaran pada kapal kargo Peraturan 49 Batasan yang digunakan pada material yang mudah terbakar
47 Pada paragraf 2 diganti dengan mengikuti:

A2 Cat, pernis, dan penggunaan akhir pada permukaan interior yang kelihatan, tidak mungkin mampu dari akibat jumlah asap dan produk toxic, Hal ini ditetapkan dengan koda tes prosedur kebakaran. Pada paragraf 3 diganti dengan : A3 Penutup geladak utama jika dipergunakan pada akomodasi dan ruang servise derta pusat kontrol harus dipakaui material yang tidak mudah terbakar atau memberikan reaksi untuk racun atau bahaya peledakan pada temperatur yang ditentukan. Hal ini ditetapkan dengan persetujuan dari The Fire Test Procedure Code

Peraturan 50 Detail konstruksi
Paragrap 3.1 diganti dengan A3.1 Kecuali di ruang muat1 atau kompartemen pendingin dari ruang servis, material-material isolasi harus tidak mudah terbakar. Tekanan uap dan pengikat di gunakan pada sambungan berisolasi, seperti isolasi pada fitting-fitting untuk sistem pendingin, material yang tidak mudah terbakar, tetapi mereka harus menjaga jumlah minimum yang dapat diapplikasikan dan permukaan yang terbuka keluar harus punya karakteristik sebaran panas rendah. Catatan: pada paragrap 3.2 dari Peraturan ini sebuah tanda bintang ditambahkan untuk memperlihatkan harga kalor dengan catatan sebagai beikut *. Harga ukuran kalor kotor ditetapkan dengan standart ISO 1716 AMaterial Bangunan ditetapkan dari Potensial kalor dan harus ditetapkan

Peraturan 53 Perencanaan perlindungan terhaddap kebakaran pada ruang
65

muat
50 Pada paragrap 1.2 dan 1.3 diganti dengan

A1.2 Meskipun pada paragrap 1.1, beberapa ruang muat pada kapal yang dipesan untuk membawa barang-barang berbahaya diatas geladak atau di ruang muat harus dilengkapi dengan sistem gas pemadam kebakaran. Penurut Peraturan 5, atau dengan sistem pemadam kebakaran yang ditentukan pemerintah, diberikan perlkindungan yang sama untuk kapal barang A1.3 Pemerintah boleh membebaskan dari syarat pada paragrap 1.1 dan 1.2, ruang muat dari beberapa kapal jika dibangun sematamata dimaksudkan membawa biji tambang, batu bara, biji-bijian, kayu, muatan yang tidak mudah terbakar atau muatan berdasarkan pendapat dari pemerintah merupakan beriko kebakaran rendah. Setiap pembebasan diperbolehkan hanya jika kapal dipasang penutup palkah dari baja dan cara efektif penutupan semua ventilasi dan bukan-bukan lainnya yang dikenal untuk ruang muat ketika setiap pembebasan dibolehkan, pemerintah harus memberikan sebuah sertifikat pembebasan, berdasarkan tanggal dibangunnya kapal tersebut, sesuai dengan Peraturan I/12(a)(vi) dan harus dijamin bahwa isi dari muatan kapal diijinkan untuk diangkut di tulis pada sertifikat pengecualian. 51 Paragrap baru (2.5) berikut ini ditambahkan

2.5 Bukaan permanen pada pelat sisi bagian ujung dek kapal dari dari ruang ro-ro kargo yang terbuka dan tertutup harus berkondisi dimana kebakaran pada ruang muat tidak membahayakan area pergudangan dan setasiun embarkasi ke sekoci penyelamat dan ruang akomodasi ruang servise serta stasiun kontrol dibangunan atas dan rumah geladak diatas ruang muat.

Peraturan 54 Syarat khusus untuk kapal-kapal pembawa barang berbahaya
52 mengikuti paragraf 2.4.3 ditambahkan:

2.4.3 Ventilasi natural harus disediakan pada jalan masuk ruang muat yang tidak tertutup. Untuk bawaan dari barang padat berbahaya dalam bulk, dimana disana tidak ada ventilasi mekanik. 53 Paragrap 2.10 dan 2.11 ditambahkan sebagai berikut :

A2.10 Pada kapal yang mempunyai ruang ro-ro kargo, sebuah 66

pemisah harus disediakan diantara ruang ro-ro kargo tertutup dan ruang ro-ro kargo terbuka yang berdekatan. Pemisah ini harus sedemikian rupa sehingga memperkecil jalan lintas dari uap-uap dan cairan berbahaya diantara ruang-ruang. Alternatifnya , pemisah tidak dibutuhkan jika ruang ro-ro kargo adalah betul-betul dipertimbangkan menjadi ruang muat yang lebih tertutup seluruhnya, dan akan mematuhi penuh dengan syarat khusus yang relevan dengan Peraturan ini. A2.11 Pada kapal-kapal yang punya ruang ro-ro kargo, sebuah pemisah harus disediakan diantara sebuah ruang ro-ro kargo tertutup dan geladak cuaca yang berdekatan. Pemisah ini harus sebegitu rupa sehingga memperkecil jalan lintas dari uap-uap dan cairan berbahaya diantara ruang. Alternatifnya, pemisah tidak dibutuhkan jika rencana dari ruang ro-ro kargo yang tertutup adalah disepakati dengan keharusan untuk barang-barang bawaan berbahaya diatas geladak cuaca yang berdekatan. Catatan : Catatan kaki untuk judul dari Peraturan 54 ditambahkan sebagai berikut : A* Acuan untuk Koda Barang Berbahaya Kelautan Internasional (Internasional Maritim Dangerous Goods Code), sebagai amandemen, dan Koda Keselamatan Praktis untuk Muatan Curah Padat (The Code of Safe Practice for Solid Bulk Cargo) disyahkan oleh resolusi A.434 (XI), sebagai amandemen. Tabel 54.1. Aplikasi dari syarat untuk model berbeda dari bawaan barang-barang berbahaya di kapal dan ruang muat. 54 Pada tabel 54.1 diganti oleh sebagai berikut :

Dimana tanda X dalam tabel 54.1 artinya adalah bahwa syarat ini adalah dapat diaplikasikan untuk semua klas dari barang-barang berbahaya seperti yang diberikan dalam garis tepat dri tabel 54.3, kecuali diindikasi oleh catatan.
Peraturan 54,1.2

.2

Gelad ak cuaca termas uk 1-5

Ranca ngan yang tidak spesifik

Rua ng karg o kont aine r

Ruan g roro kargo tertut up

Rua ng ro-ro karg o terb uka

Baran g padat berbah aya dalam curah

Rang ka kapal tongk ang

67

.1.1 .1.2 .1.3 .1.4 .2 .3 .4.1 .4.2 .5 .6.1 .6.2 .7 .8 .9

X X X X X X -

X X X X X X X X X X X X X -

X X X X X X X1 X1 X X X X2 -

X X X X X X X X X X X X X3

X X X X X X X X X X

X X X X4 X4 X4 X4 -

Catatan : Untuk klas 4 dan 5 tidak diaplikasi untuk muatan kontainer tertutup. Untuk klas 2,3,3.1 dan 8 ketika membawa pada muatan kontainer tertutup rata-rata ventilasi boleh dikurangi tidak kurang kurang dari perubahan dua udara. Untuk maksud dari syarat ini sebuah tangki portable adalah sebuah muatan kontainer tertutup. Hanya diaplikasi untuk geladak. Digunakan hanya untuk ruang ro-ro kargo tertutup, tidak dapat diskala. Dalam kasus khusus dimana tongkang dapat diisi dengan uap yang mudah terbakar atau alternatifnya jika tongkang-tongkang dapat mengeluarkan uap yang mudah terbakar. Untuk ruang pengaman keluar dari ruangan tongkang, oleh barang-barang dari hubungan saluran ventilasi ke tongkang. persyaratan ini boleh dikurangi untuk kepuasan pemerintah. Ruang kategori khusus harus diperlakukan sebagai ruang ro-ro kargo tertutup ketika membawa barang-barang berbahaya.

Tabel 54.2 Aplikasi dari persyarattan untuk klas berbeda dari barang-barang berbahaya untuk kapal-kapal dan ruang muat pembawa barangbarang padat berbahaya dalam bentu curah. 55 Pada tabel 54.2 diganti dengan mengikuti:
Klas 4.1 4.2 4.36 5.1 6.1 8 9

54.2.1 54.2.1.2 54.2.2 54.2.4.1 54.2.4.2 54.2.4.3 54.2.6 54.2.8

X X X X9 X X X

X X X7 X7 X7 X X X

X X X X X X

X X X8 X7.9 X X X

X X -

X X -

X X X8 X7.9 X X X10

Catatan : subtansi berbahaya dalam klas ini yang boleh dibawa dalam curah bahwa pertimbangan khusus harus diberikan oleh pemerintah untuk konstruksi dan peralatan yang dibawa serta oleh kapal ditambahkan untuk mempertemukan masing-masing persyaratan dalam tabel ini. Hanya dapat diaplikasikan untuk mendapatkan pemecahan ekstrak , untuk Amonium nitrat dan untuk amonium nitrat fertilizers.

68

Hanya diaplikasikan untuk amonium nitrat dan amonium nitrat fertilizers, bagaimanapun sebuah persetujuan dari perlindungan yang sesuai dengan isi standar pada komisi elektroteknik internasional publikasi 79, alat listrik untuk gas atmosfir peledak, adalah cukup. Hanya cocok penjagaan kawat jala adalah wajib. Persyaratan dari koda keamanan praktis untuk muatan curah padat disyahkan oleh resolusi A.434 (XI), sebagai amandemen adalah cukup.

Tabel 54.3 Aplikasi dari persyaratan untuk klas berbeda dari barang-barang berbahaya kecuali barang-barang padat berbahaya dalam curah.

56

Pada tabel 54.3 diganti dengan mengikuti :
Klas 1.11.6 8 cair >230 C < 8 pa da t 9

54.2.1.1 54.2.1.2 54.2.1.3 54.2.1.4 54.2.2 54.2.3 54.2.4.1 54.2.4.2 54.2.5 54.2.6 54.2.7 54.2.8 54.2.9

Catatan : 11. ketika ruang ventilasi mekanik adalah wajib oleh koda

BAGIAN D Tindakan keselamatan kebakaran untuk kapal tanker Peraturan 56 Lokasi dan pemisah dari ruangan
57 Kalimat dibawah judul diganti dengan sebagai berikut ;

A( peraturan ini digunakan untuk kapal yang dibangun diatas atau setelah 1 februari 1992, kecuali untuk paragraf 9, digunakan untuk kapal-kapal yang dibangun diatas atau setelah 1 juli 1998)@. 58 Pada paragraf 7 diganti dengan mengikuti : 69

Batas-batas exterior dari bangunan atas dan akomodasi rumah geladak yang tidak tertutup dan termasuk beberapa overhanging deks yang mendukung akomodasi harus dibangun dari baja dan di isolasi untuk A A-60 A. Standar untuk keseluruhan dari porsi permuakan daerah kargo dan diatas sisi bagian luar untuk jarak 3 m dari batas akhir lapisan luar daerah kargo. Dalam kasus pada sisi ini, bangunan atas dan rumah geladak harus diisolasi sebanyak keperluan pertimbangan dari pemerintah. 59 Kaliamt kedua pada paragraf 8.3 diganti dengan mengikuti :

A Jendela-jendela dan sisi-sisi pembuangan, kecuali pintu wheel house harus dibangun pada standar klas AA B 60@. 60 Mengikuti paragraf baru 9 di tambahkan :

A9 Pada setiap kapal yang memakai peraturan ini dimana disana ada akses permanen pada sebuah terowongan pipa untuk pipa utama pada ruang pipa utama, sebuah pintu kedap air harus diletakkan menurut syarat dari peraturan 11-1/25-9.2 dan ada penambahan dengan mengikuti : .1 Pada penambahan untuk operasi anjungan pintu kedap air harus mampu menutup secara manual dari sisi luar ruang pompa utama ke luar; dan Pintu kedap air haryus terjaga penutupannnya selama operasi normal dari kapal kecuali ketika jalan masuk ke terowongan pipa dibutuhkan.

.2

Peraturan 59 Pembuangan pembersihan bebas gas dan ventilasi .
61 Mengikuti paragraf baru 1.2.3 ditambahkan : [1.2].3 Arti tambahan yang diijinkan penuh untuk relief aliran uap, udara dan inert gas campuran untuk menahan tekanan berlebih atau tekanan dibawah pada keadaan kegagalan dari rencana dalam 1 . 2.2. Alternatifnya, sensor tekanan boleh diletakkan pada tiap tangki pelindung dengan rencana wajib pada 1.2.2, dengan sebuah sistem monitoring pada kontrol ruang muat kapal pada posisi pengoperasian muatan dibawa keluar secara normal, alat-alat mobnitoring haerus disediakan sebuah fasilitas alaram yang aktif dengan deyeksi dari kondisi terkanan berlebih atau tekanan dibawah di dalam sebuah tangki. 62 Pada paragraf 1.3,.2 diganti dengan mengikuti :

70

A1.3.2 Dimana rancangan telah dikombinasi dengan tanki muat yang lain stop valve atau alat-alat pengucalian yang lain haru disediakan untuk tiap isolasi tanki muat. Dimana stop valve diletakkan. Mereka harus diswediakan dengan rencana penguncian yang harus dibawah kontrol dari tanggung jawab perwira kapal. Disana harus ada sebuah indikasi kebersihan visual dari status operasional katup atau alat pengecualian yang lain. Dimana tanki telah diisolasi ini harus dipastikan bahwa hubungan isolasi katup telah terbuka sebelum beban cargo atau balas atau pembuangan dari tanki ini telah dimuluai. Beberap isolasi harus kontinu untuk diijinkan penyebab aliran oleh varisi temperatur dalam sebuah tangki muat disesuaikan dengan paragraf 1.2.1. 63 Paragraf baru 1.3.3. ditambahkan :

A1.3.3 jika beban cargo dan ballas atau penmgeluaran dari sebuah tanki muat atau group tanki muat yang dimaksud, isolasi dari sebuah sistem pelepasan bersama . Bahwa tanki muat atau group tanki muat harus cocok dengan akat-alat untuk tekanan berlebih atau tekanan dibawahnya dilindungi sebagai kewajiban dalam paragraf 1.2.3. 64 Paragraf baru 1.11 ditambahkan :

A1.11 kapal-kapal yang dibangun sebelum 1 Juli 1998 harus memetuhi syarat dari paragraf 1.2.3 dan 1.3.3. dimana jadwal pertama pengedokan kering setelah 1 Juli 1998 tetapi tidak lebih lambat dari 1 Juli 2001. 65 Paragraf baru 5 ditambahkan : A5 Indikator gas yang mudah terbakar. Semua kapal tanker harus dilengkapi dengan paling sedikit satu instrumen portable untuk memperhatikan konsentrasi ukuran uap yang mudah terbakar. Bersamaan dengan pelengkapan yang cukup sebagai cadangan alat-alat yang pantas harus disediakan untuk kalibrasi dari instrumen.

Peraturan 62. Sistem gas inert
66 Pada akhir Paragraf 11.2.1 ditambahkan:

Operasi sistem kontrol harus disediakan indikasi positif pada status oprasioanal dari katup.

BAB V KESELAMATAN NAVIGASI
67 Perturan 15.1 dihilangkan

71

BAB VII BARANG-BARANG BAWAAN BERBAHAYA
Peraturan 2 Klasifikasi 68 Klas 6.1- substansi berbahaya (beracun) diganti dengan mengikuti :@Klas 6.1- bahan-bahan beracun@. 69 Kata-kata A Macam-macam substansi berbahaya yang aga pada teks utnuk klas 9 diganti dengan mengikuti : Amacam-macam substansi berhaya dan artikel, i.e.@

Peraturan 7 Bahan peledak dalam kapal penumpang
70 Paragaraf baru 1.5. ditambahkan : A[1].5 Artikel pada kecocokan grup N. Harus hanya dibolehkan dalam kapal penumpang jika total berat bersih bahan peledak tidak melebihi 50 Kg per kapal dan bahan yang tidak meledak yang lain. Bagian dari divisi 1.4 kecocokan grup S telah dibawa

72

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful