UNSUR – UNSUR TRANSISI

UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE PERTAMA (Ti,V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni dan Cu) Unsur-unsur transisi adalah : a. Terletak antara unsur golongan alkali tanah dan golongan boron. b. Merupakan unsur logam c. Merupakan unsur-unsur blok d dalam sistem periodik a. b. c. d. a. b. c. Sifat-sifat yang khas dari unsur transisi : Mempunyai berbagai bilangan oksidasi Kebanyakan senyawaannya bersifat paramagnetik Kebanyakan senyawaannya berwarna Unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks Dalam bentuk logamnya umumnya bersifat : Keras, tahan panas Penghantar panas dan listrik yang baik Bersifat inert

- Beberapa kekecualian : a. Tembaga (Cu) bersifat lunak dan mudah ditarik b. Mangan (Mn) dan besi (Fe) : bersifat sangat reaktip, terutama dengan oksigen, halogen, sulfur, dan non logam lain (seperti dengan karbon dan boron). - Beberapa sifat logam transisi secara lengkap dapat dilihat dalam tabel berikut : Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu
Titik Leleh 0C Sifat Berat jenis g cm-3 E0 volt Kelarutan dalam asam 1668 Keras, tahan korosi 4,51 HCl panas, HF 1890 Keras, tahan korosi 6,11 -1,19 HNO3, HF, H2SO4(p) 1875 Rapuh, tahan korosi 7,19 -0,91 HCl encer, H2SO4 1244 Putih, rapuh reaktip 7,18 -1,18 HCl encer H2SO4 1537 Mengilap reaktip 7,87 -0,44 HCl encer H2SO4 1493 Keras, tahan korosi 8,90 -0,28 HCl encer 1453 Sangat tahan 8,91 -0,24 HCl encer H2SO4 1083 Lunak mudah ditempa 8,94 +0,34 HNO3 H2SO4

- Beberapa Tingkat oksidasi unsur-unsur transisi periode pertama Ti V Cr Mn Fe Co Ni 5 6 7 8 9 0 d 0 d 0 d 0 d 0 d 0 d10 1 d4 1 d5 1 d6 1 d7 1 d8 1 d9 2 3 4 5 6 7 2 d 2 d 2 d 2 d 2 d 2 d 2 d8 3 d1 3 d2 3 d3 3 d4 3 d5 3 d6 3 d7 4 d0 4 d1 4 d2 4 d3 4 d4 4 d3 4 d6 0 1 2 3 2 5 d 5 d 5 d 5 d 5 d 6 d0 6 d1 6 d2 7 d0

Cu 1 2 3 d10 d9 d8

DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR

1

UNSUR – UNSUR TRANSISI

-

Beberapa senyawa yang terbentuk sesuai dengan tingkat oksidasinya.

a. Tingkat oksidasi < 2, umumnya membentuk senyawa-senyawa dengan liganligan : (1) Ligan-ligan π seperti CO, NO, PR, CN-, 2,2’bipyridin 6 C = 1s22s22p2 8 O = 1s22s22p4 σ* π * 2p σ HOMO π π 2p LUMO π *

σ*

2s 2s C σ CO (2) Berinteraksi dengan ligan-ligan organik membentuk senyawa organologam (asetilene, etilene, benzena, siklopentadienil, siklobutadiene) Contoh : (η 6-C6H6)Cr(CO)3, (η 5-C5H5)2TiIVCl2 (3) Berinteraksi dengan hidrogen dengan ikatan M-H Contoh : H2Fe(PF3)4 b. Tingkat Oksidasi 2 Biasanya membentuk senyawaan biner dengan sifat : - Biasanya bersifat ionik - Oksidanya (MO), bersifat basa - Memiliki struktur NaCl - Mampu membentuk kompleks Aquo, dengan jalan mereaksikan, logam, oksida, karbonat dalam larutan asam dan melalui reduksi katalitik. O

DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR

2

UNSUR – UNSUR TRANSISI

- Kompleks aquo dari logam-logam transisi biasanya memberikan warna yang khas. - Garam-garam terhidrat dengan anion biasanya mengandung [M(H2O)6]2-, contoh : Cr(ClO4)2.6H2O, Mn(ClO4)2.6H2O, FeF2.8H2O - Namun beberapa halida hidrat tertentu tidak mengandung ion aquo. Contoh : VCl2.4H2O trans -VCl2(H2O)4 MnCl2.4H2O Cis – MnCl2(H2O)2 - Ligan-ligan H2O dari kompleks aqou dapat disubtitusi oleh ligan-ligan seperti : NH3, etilen diamin, EDTA4-, CN-, asetil asetonat. - Secara umum bentuk kompleksnya adalah oktahedral kecuali untuk ion Cu2+ dan Cr2+ biasanya terjadi penyimpangan akibat efek John-Teller. - Penambahan OH- dalam larutan M2+ menghasilkan hidroksida dan ada yang diperoleh dalam bentuk kristal seperti : Fe(OH)2 dan Ni(OH)2. - Dengan HCO3-, CO32- akan didapatkan endapan karbonat. c. Tingkat Oksidasi 3 - Beberapa senyawaan bersifat stabil terhadap air, kecuali kompleks dari logam Cu. - Flourida (MF3) dan oksidanya (M2O3) bersifat ionik. - Senyawaan klorida, bromida, iodida dan sulfida bersifat kovalen. - Unsur-unsur Ti – Co membentuk ion-ion oktahedral [M(H2O)]3+ 1. Ion Co3+ dan Mn3+ mudah direduksi oleh air. 2. Ion Ti3+ dan V3+ teroksidasi oleh udara. - Penambahan OH- dalam larutan menghasilkan oksida hidrat. - Dalam larutan halida cukup pekat, terbentuk komplek-komplek ion seperti : [MCl(H2O)5]2+, [MCl(H2O)4]+. - Garam-garam kristal dari V, Fe, dan Cr biasanya berasal dari jenis trans [VCl2(H2O)4]+Cl-.2H2O. - Kebanyakan kompleks M3+ yang bersifat anion, kation dan netral membentuk oktahedral. - Halida MX3 berlaku sebagai asam Lewis - Hal khusus mengenai ion M3+ ialah pembentukan karboksilat basa, dimana ion karboksilat bertindak sebagai jembatan anion. R C O LM O M L O ML

DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR

3

UNSUR – UNSUR TRANSISI

d. Tingkat oksidasi 4 - Beberapa contoh senyawaannya antara lain : TiO2, TiCl4, VCl4, VO2+ (Vanadil) dapat berperilaku seperti M2+. - Logam-logam dengan tingkat oksidasi 4 dapat membentuk senyawaan kompleks yang bersifat kation, netral dan anion tergantung ligannya. - Diluar unsur Ti dan V, umumnya dikenal sebagai komplek fluoro, dan anion okso. - Beberapa kompleks tetrahedral dapat dibentuk dengan ligan : - OR, - NR2, - CR3, seperti : Cr(OCMe3)4 e. Tingkat oksidasi ≥ 5, dikenal untuk unsur-unsur V, Cr, Mn, dan Fe dalam kompleks flouro, amin okso, misal : CrF5, KmnO4, dan K2FeO4 dan semuanya merupakan zat pengoksidasi yang kuat.

DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR

4

UNSUR – UNSUR TRANSISI

TITANIUM (Ti)
Titanium memiliki 4 (empat) elektron valensi 3d2 4s2. Tingkat oksidasi dari titanium -1, 0, 2, 3, dan 4. Tingkat oksidasi 4 yang paling stabil, untuk tingkat oksidasi rendah akan teroksidasi oleh : udara, air atau pereaksi-pereaksi yang lainnya. Beberapa contoh tingkat oksidasi dan stereokimia dari unsur titanium. Biloks Ti-1 Ti0 Ti2+ Ti3+ Bilangan Koordinasi 6 6 4 3 5 4 5 6 Struktur Geometri Oktahedral Oktahedral Tetrahedral Planar Trigonal Bipiramid (TBP) Tetrahedral Tetrahedral Oktahedral Contoh Tibipy3Tibipy3, Ti(CO)6 (η -C5H5)2Ti(CO)2 Ti(N(SiMe3)2)3 TiBr3(NMe3)2 TiCl4 K2Ti2O5 TiF62-

Ti4+

KELIMPAHAN : Unsur titanium relatip melimpah pada kulit bumi ± 0,6% Mineral utama sumber titanium : 1. Ilmenite Rumus Kimia : FeTiO3, Besi Titanium Oksida Kelas Mineral : Oksida dan Hidroksida Kelompok : Hematite Sub Kelompok : Ilmenite Kegunaan : Sebagian besar digunakan sebagai sumber bijih Titanium, sebagian kecil untuk bijih besi, sebagai bahan furnace, penghalus dan sebagai mineral spesimens : TiO2, Titanium Oksida : Oksida dan Hidroksida : Rutile : Sebagai bijih titanium, Pigment, dan sebagai batuan Ornamen seperti quarzt

Sub s

2. Rutil Rumus Kimia Kelas Mineral Kelompok Kegunaan

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.galleries.com/minerals/oxides/ BEBERAPA PROSES UNTUK MEMPEROLEH LOGAM TITANIUM :

DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR

5

sehingga banyak digunakan untuk mesin turbin.Tahan terhadap korosi.Ti oksida sedikit larut dalam asam dan basa . Senyawa Biner.tahan panas/api .tahan terhadap larutan basa panas . Proses van Arkel de Boer Prinsip : . bp 32600C) .Keras. oksigen.TiCl4 (larutan tidak berwarna) terhidrolisis oleh air (mp -230.keras . bp 1360C) TiCl4 + H2O TiO2 + 4HCl . . nitrogen. silikon dan sulfur pada temperatur tertentu.tahan terhadap asam mineral (pada T kamar) . MgCl2 berlebih diuapkan pada 10000C 2. dan peralatan laut. industri kimia. Borida (TiB dan TiB2) Sifat dari senyawaan ini : . karbon.Didestilasi untuk menghilangkan FeCl3 . Halogen.Penghantar panas dan listrik yang baik .Direaksikan sebagai TiI4 .Skala laboratorium BEBERAPA SIFAT DARI LOGAM TITANIUM .larut pada asam nitrat panas TiCl3 .Logamnya berstruktur heksagonal memiliki kemiripan sifat dengan logam besi dan nikel. Halida.Mineral Ti direaksikan dengan gas klor dan karbon pada nyala merah TiCl4. boron.Proses pemurnian melalui evaporator .Media pelarut yang baik : HF SENYAWAAN TITANIUM Senyawaan titanium terpenting hampir semuanya berada pada biloks 4.Direduksi dengan Mg pada 8000C dengan atmosfer Argon.Meskipun merupakan unsur yang tidak reaktip dapat bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti : hidrogen (H2). . .Kelarutan : . Karbida (TiC).UNSUR – UNSUR TRANSISI 1. Proses Kroll Prinsip : .Ti Br4 tidak stabil DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 6 . a.sangat stabil . pesawat terbang. tahan panas (mp 16800C. Contoh : Nitrida (TiN). contoh : .

TiF4 bubuk putih yang higroskopis b.TiI4 berbentuk kristal pada temperatur kamar . dibuat melalui oksidasi TiCl4 dalam fase uap dengan oksigen.[Ti(H2O)]3+ dan [TiCl(H2O)5]2+ diperoleh melalui reduksi larutan Ti(IV) dengan Zn.Kompleks Titanium 1.Adduct dari TiX4 Biasanya kompleks halida dapat membentuk adduct TiX4L atau TiX4L2 Contoh : [TiCl4(OPCl3)]2 [TiCl4(MeCOORt)]2 [TiCl4(OPCl3)2] .TiCl4 dibuat dari logam/oksidanya dilarutkan dalam HCl . Untuk bentuk β dengan pereduksi aktip aluminium.dibuat dari logam/oksidanya dilarutkan dalam HF . anatase dan brookite. .H2O dan (NH4)2TiO(C2O4)2.Titanium oksida (TiO2) Memiliki tiga bentuk kristal yaitu : rutil.TiCl62.Kompleks Titanium Contoh : .Kompleks Perokso [Ti(O2)OH]+ digunakan dalam analisis kolorimetri TiO2 + H2O2 Ti(O)2OH Warna jingga Senyawaan Titanium (III) Senyawa Biner .dibuat dari logam/oksidanya dilarutkan dalam HCl dengan penjenuhan dengan gas Cl2 . Digunakan sebagai pigmen putih dalam cat.TiF62. Garam okso biasanya didapatkan dalam bentuk spesies TiOSO4. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 7 .Titanium klorida memiliki bentuk α -(ungu) dan β -(coklat) dibuat dengan mereduksi uap TiCl4 dengan gas H2 pada temperatur 500 – 12000C. Kompleks Anion Contoh : .UNSUR – UNSUR TRANSISI . Titanium oksida dan kompleks oksida . .H2O 2.

com/minerals/phosphat/vanadini DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 8 .galleries. K2VCl6 PCl4+. Beberapa spesies kationik yang dikenal dengan baik antara lain : [V(II)(H2O)6]2+. V2O5 VF5 VOCl3 V4+ V5+ KELIMPAHAN : Vanadium melimpah dialam ± 0.02% Mineral sumber utama unsur vanadium : 1. VCl5VCl4 VF6-.UNSUR – UNSUR TRANSISI VANADIUM (V) Maksimum bilangan oksidasi dari unsur vanadium adalah (V) sedikit memiliki kemiripan sifat dengan unsur-unsur golongan pospor. Li(V(bipy)3). V(V)O2+ (aq). Timbal klorovanadate : Phospat : Apatite : Bijih mineral Timbal dan spesimen mineral Informasi lebih lanjut di :www. [V(CN)6]4+ [V(NH3)6]3+ VCl3(NMe3)2 [VCl4]V(N(SiMe3)2)3 VO2(rutile). Vanadinite Rumus Kimia Kelas Mineral Kelompok Kegunaan : Pb5(VO4)3Cl.4C4H8O V(CO)6. [V(III)(H2O)6]3+. V(IV)O22+(aq). Patronite (kompleks sulfida) Rumus Molekul : VS4 Sistem Kristal : Monoklinik 2. V(bipy)3 [V(bipy)3]+ [V(H2O)6]2+. Beberapa contoh tingkat oksidasi dan stereokimia dari unsur vanadium dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Biloks V-1 V0 V1 V2+ V3+ Bilangan Koordinasi 6 6 6 6 6 5 4 3 6 5 4 6 5 4 Struktur Geometri Oktahedral Oktahedral Oktahedral Oktahedral Oktahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Tetrahedral Planar Oktahedral Tetragonal Piramidal (TP) Tetrahedral Oktahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Tetrahedral Contoh V(CO)6-.

dan karbon.+ H+ VO2+. . asam non oksidator. Bijih Uranium Unsur vanadium murni sangat jarang dialam karena sangat reaktip terhadap oksigen.Vanadium Oksida (V2O5) diperoleh melalui penambahan H2SO4 encer dalam larutan amonium vanadat. (VO2(H2O)4]+ DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 9 .com/minerals/phosphat/carnotit/carnotit. nitrogen. VCl4(Merah) VCl3(ungu) VCl2(hijau pucat) . pada kondisi penyimpanan dapat kehilangan Cl.Vanadat dibuat dengan melarutkan vanadium pentoksida pada larutan NaOH V2O5 + NaOH VO43. air. 3. tahan terhadap korosi 2. dibuat dengan mereaksikan antara V2O5 dengan F2 pada temperatur tertentu.UNSUR – UNSUR TRANSISI 3. Kalium Uranil Vanadate Hidrat Kelas : Phospat Kelompok : Vanadium garam oksi Kegunaan : Sebagai sumber bijih dari uranium dan vanadium Sebagai mineral spicemen Informasi lebih lanjut : www.htm 4. 4. Cl.Halida.1-3H2O.galleries. VO2Cl. VO 2F. Pada kondisi temperatur terkontrol dapat bereaksi dengan oksigen (V 2O5) dan nitrogen nitrida (VN) SENYAWAAN VANADIUM Senyawa Biner . Keras. VCl4 diperoleh dengan mereaksikan logam vanadium dengan gas klor (Cl2).Vanadium oxo halida : Contoh : VOX3 (X = F. halida dengan tingkat oksidasi +5 VF5 (merupakan cairan tak berwarna (titik leleh 480C). Untuk memperoleh logam murni vanadium dapat disintesis melalui metoda de Boer Van Arkel lihat sintesis titanium (Ti) Beberapa sifat dari logam vanadium 1. Pada keadaan massive tahan terhadap udara. basa.Ion dioksovanadium dan vanadium kompleks. Br). VOF3.+ Na+ . Carnotite Rumus Kimia : K2(UO2)2(VO4)2. Dibuat melalui pengasaman ion vanadat VO43. Larut dalam asam nitrat dan aquaregia. 2NH4VO3 V2O5 + 2 NH3 + H2O .

UNSUR – UNSUR TRANSISI BEBERAPA PROSES SINTESIS HALIDA VANADIUM PCl3 VF5 Tidak berwarna Mp 19.50. bp 480 H2 + HF 150 VF4 VF3 VF2 0 hijau muda ∆ kuning ∆ 115 Biru 0 subl > 150 kehijauan HF 250 dalam 6000C HF(g) 6000C HF(g) CClF3 Cl2 >4500 VCl4 VCl3 VCl2 ∆ refluk Merah Violet hijau pucat Kecoklatan Bp 1540C >-230 VBr4 Megenta VI4(g) Br2 VBr3 hitam >2800 VI3 Brown VI2 Dark Violet >1800 VBr2 merah kecoklatan DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 10 .

UNSUR – UNSUR TRANSISI KROMIUM (Cr) Bilangan oksidasi kromium tertinggi sama dengan jumlah elektron pada orbital 3d dan 4s. Reduksi Cr(VI) menjadi Cr(III) dengan karbon Na2Cr2O7 + 2C Cr2O3 + Na2CO3 + CO DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 11 . [CrCO5I][Cr(bipy)3]+ CrCl2(MeCN)2. Kromium (VI) hanya didapatkan sebagai spesies okso seperti CrO3. Beberapa tingkat oksidasi dan stereokimia dari krom terlihat pada tabel dibawah : Biloks Cr2Cr1Cr0 Cr1+ Cr2+ Bilangan Koordinasi Struktur Geometri Contoh Na2[Cr(CO)5] Na2[Cr(CO)10] Cr(CO)6. CrO42-. CrCl2 Cr(NPr2)3 PCl4+CrCl4CrCl3(NMe3)2 [Cr(NH3)6]3+ Ba2CrO4 K2CrF6 CrO43CrF5 K2[CrOCl5] CrO42-.galleries.htm Untuk memperoleh kromium murni dapat dilakukan dengan : 1. Mineral Kromite direaksikan dengan basa dan oksigen untuk mengubah Cr(III) menjadi Cr(VI) H2O FeCr2O4 + NaOH NaCr2O7 + Fe2+ + OHO2 2. dan sebagai mineral spesimen. CrI2(OPPh3)3 CrF2.com/minerals/oxides/chromite/chromite. dan CrO2F2 dan merupakan reagen pengoksidasi yang kuat. yaitu enam (6). CrO3 Cr3+ 6 6 4 6 3 4 5 6 4 6 4 5 6 4 Cr4+ Oktahedral Oktahedral Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Planar Tetrahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Tetrahedral Cr5+ Cr 6+ Kelimpahan unsur kromium didapat sebagai mineral Chromite (FeCr2O4) Rumus Kimia : Fe Cr2O4. sebagai pewarna. Informasi lebih lanjut : http://www. Komponen refraktori. Besi Kromium Oksida Klas : Oksida dan Hidroksida Kelompok : Spinel Kegunaan : Utamanya sebagai bijih dari kromium.

DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 12 . Sublimasi dengan gas klor pada 6000C. Beberapa Halida dari krom dapat ditabelkan sebagai berikut : Halogen Cr(II) Cr(III) Biloks > (III) CrF4 Hijau subl 1000 F CrF2 CrF3 CrF5 Hijau. 2.Halida dari kromium (II) dapat dibuat dengan mereaksikan antara logam kromium dengan asam HF. Halida . Tahan terhadap korosi (digunakan sebagai bahan pelapis melalui proses elektroplating). nitrogen. HBr dan I2 pada temperatur 6000 – 7000C atau reduksi trihalida dengan H2 pada 500 – 6000C. mp 14040 Merah. c. H2SO4) 4. Pada temperatur yang terkontrol kromium dapat bereaksi dengan unsur halogen. Oksida Oksida terpenting dari krom : Cr2O3. Logam berwarna putih. CrO3 dibuat dengan jalan mereaksikan antara larutan asam dengan Na/K dikromat. b. boron. 3. Senyawa biner dari krom yang lain . CrO2 dan CrO3. Larut dalam asam-asam mineral (HCl. Cr2O3 dapat dibuat dengan membakar logam kromium dalam oksigen. dekomposisi b.UNSUR – UNSUR TRANSISI 3.Halida dari Cr(III) dapat dibuat dengan melalui : a. silikon. dekomposisi termal dari Cr(IV) oksida.Senyawaan sulfida Cr2S3. . belerang. Mereaksikan dengan SOCl2 pada hidrat klorida. keras (mp 19030C). Reduksi Cr(III) menjadi Cr(0) dengan aluminium Cr2O3 + 2Al Al2O3 + 2 Cr Beberapa sifat dari logam kromium : 1. Senyawaan Kromium a. mp 300 CrF6 Kuning Cl CrCl2 CrCl3 CrCl4 Violet. karbon dan oksigen. sublimasi I CrI2 CrI3 Hitam. CrO2 dibuat melalui reduksi hidrotermal dari CrO3. HCl. mp 11500 Br CrBr2 CrBr3 CrBr4 Hitam.

085%. [Mn(SCN)6]4[Mn(trenMe6)Br]Br MnX2(N5 Makrosiklis) (Ph4As)2Mn(NO3)4 [bipy H2][MnCl5] Mn(acac)3. Tingkat oksidasi menengah juga dapat dijumpai. MnCl62MnO43MnO42MnO3+ MnO4-.MnBr2(OPR3)2 [Mn(H2O)4]SO4. Mn(VII) merupakan pereaksi pengoksidasi kuat.[Mn ox3]3-. MnII teroksidasi lebih cepat dalam larutan basa. Mn(S2CNR2]3 [Mn(EDTA)H2O]Mn(1-norbornil)4 MnO2. Mn2O7. dan MnO3F dan senyawaan ini menunjukkan beberapa kesemaan dengan senyawaan halogen sejenis. tetapi hanya sedikit senyawaan dari MnV yang dapat dikarakterisasi. Mn(SO4)2.UNSUR – UNSUR TRANSISI MANGAN (Mn) Sama halnya dengan Ti. dikarenakan spesies MnV sering didapatkan sebagai suatu intermediet dalam reaksi permanganat. DAN SIFAT-SIFAT UNSURNYA Mangan relatip melimpah dialam.[Mn(CO)4PR3][Mn(phthalocyanin)]Mn2(CO)10 Mn(CO)5Cl. Tingkat oksidasi dan stereokimia dari Mn terlihat pada tabel dibawah : Biloks Mn-III Mn-II Mn-I Mn0 MnI MnII Bilangan Koordinasi 4 4 atau 6 5 4/6 6 6 4 4 6 5 7 8 5 6 7 4 6 4 4 3 4 Struktur Geometri Tetrahedral Square TBP Square Oktahedral Oktahedral Tetrahedral Square Oktahedral TBP Pentagonal bypiramid Dodekahedral SP Oktahedral ? Tetrahedral Oktahedral Tetrahedral Tetrahedral Planar Tetrahedral Contoh Mn(NO)3CO [Mn(phthalocyanin)]2[Mn(CO)5]-. K5(Mn(CN)6] MnCl42-. dan Cr tingkat oksidasi paling tinggi dari mangan merupakan total jumlah elektron pada orbital 3d dan 4s. MnO3F MnIII Mn IV MnV MnVI MnVII KELIMPAHAN. Meskipun MnII merupakan keadaan oksidasi yang paling stabil. Diantara beberapa logam hanya besi yang kelimpahannya melebihi DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 13 . biasanya akan tereduksi menjadi Mn(II). Tingkat oksidasi VII hanya terbentuk dalam senyawaan okso MnO4-.H2O [Mn(H2O)6]2+. V. sebagai contoh dalam hal ketidak stabilan dari oksida. ISOLASI. kulit bumi mengandung mangan kira-kira sekitar 0.

yH2O Mn2O3. Mangan juga dapat bereaksi langsung dengan boron. Mangan (II) hidroksida dapat diendapkan dari larutan Mn2+ dengan hidroksida dari logam alkali sebagai gel berwarna putih yang dengan cepat menjadi berwarna hitam karena teroksidasi oleh oksigen diatmosfer. Mangan oksida mempunyai struktur garam batuan dan tak larut dalam air. Penggunaan yang luas dari Mn adalah dalam ferromangan untuk baja.xH2O Mn(OH)2 SENYAWA BINER.2V MnO2. 1.18V 3+ 2+ MnO4 Mn Mn Mn 1. bersifat agak tahan terhadap oksidasi seperti diperlihatkan dari harga potensialnya. SENYAWAAN MANGAN SIFAT-SIFAT KIMIA DARI MANGAN DIVALEN Biloks II merupakan keadaan paling penting dan umumnya merupakan tingkat oksidasi yang paling stabil dari mangan. mangan terdapat dalam sejumlah deposit terutama dalam bentuk oksida. sulfur.UNSUR – UNSUR TRANSISI mangan. dan pospor.6 V -1. pembakaran dalam nitrogen diatas 12000C akan menghasilkan Mn3N2. Meskipun tersebar secara luas.1V -0. Cu. seperti ditunjukkan dari harga potensialnya : -0. dengan perbedaan utama dalam hal kekerasan dan lebih rapuh tetapi sedikit lebih tahan panas (mp 12470 C). Mangan lebih elektropositip dan lebih mudah larut dalam larutan encer asam non oksidasi. tetapi pada temperatur tinggi mangan bereaksi cepat dengan unsur-unsur non logam. Mangan(II) sulfida DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 14 . reaksi mangan dengan gas flour membentuk MnF2 dan MnF3.5V Dalam media basa Mn dapat membentuk hidroksida Mn(OH)2 dan hidroksida ini dengan mudah dioksidasi oleh udara. Sehingga bila mangan dibakar dalam gas klorine akan menghasilkan MnCl2. karbon. dan Co. Logam Mn dapat diperoleh dari oksidanya dengan mereaksikan dengan menggunakan aluminium. Dlam larutan netral atau asam mangan berada sebagai ion heksa akuo [Mn(H2O)6]2+ yang berwarna pink pucat. Mangan tidak terlalu reaktip terhadap unsur-unsur non logam pada temperatur kamar. dan reaksinya dengan oksigen membentuk Mn3O4 pada temperatur tinggi. Mangan (II) sulfida senyawa berwarna merah muda kenuning-kuningan yang diperoleh melalui pengendapan dengan larutan sulfida basa. Mangan juga terdapat dalam nodule pada dasar laut pasifik bersama-sama dengan Ni. oksida hidrat. Mangan memiliki kemiripan sifat kimia dan fisika dengan besi. atau karbonat. Mangan(II) oksida merupakan bubuk berwarna hijau gelap yang dibuat dari pemanggangan senyawa karbonat dalam hidrogen atau nitrogen atau dapat juga dibuat dari pemanasan MnCl2 pada 6000C. silikon. tetapi tidak dengan hidrogen.

Hampir semua garam kristal berbentuk hidrat. GARAM DARI MANGAN(II). walaupun phospat dan karbonat hanya sedikit larut. tetapi MnO2 dalam larutan tidak berbentuk ion Mn(IV) disamping itu MnO2 berfungsi sebagai zat pengoksidasi yang cara kerjanya tergantung pada asam.UNSUR – UNSUR TRANSISI mempunyai harga Ksp yang realtip tinggi (10-14) dan dapat dilarutkan kembali dengan mudah dalam asam encer. Senyawa triklorida yang berwarna hitam dapat dibuat dengan mereaksikan HCl dan Mn(III) asetat atau klorinasi dari MnO(OH) dalam CCl4 pada temperatur rendah. Ion Mangan(III) ion akuo dapat dibuat dengan elektrolitik atau oksidasi peroksosulfat dari larutan Mn2+ atau reduksi dari MnO4-. Pada 10000C Mn2O3 terdekomposisi sebagai Mn3O4 yang berwarna hitam. Ion mangan(III) stabil dalam larutan asam dan sangat cepat terhidrolisis.Os. Garam mangan(II) larut dalam air.6H2O diudara pada temperatur 5300C. Bentuk hidrat dari mangan (IV) dapat dihasilkan dari reduksi dari larutan KMnO4 dalam basa.Mo. Ion mangan (III) memegang peran utama dalam reaksi redoks dari larutan mangan dengan tingkat oksidasi yang lebih tinggi. Mangan dioksida umumnya dibuat dengan memanaskan Mn(NO3)2.W. Mn3+ + H2O MnOH2+ + H+ SIFAT KIMIA MANGAN (IV) SENYAWA BINER. Senyawa mangan dioksida dibuat dengan mereaksikan oksigen pada mangan pada suhu tinggi. Mangan dioksida inert terhadap kebanyakan asam kecuali bila dipanaskan. mangan (III)oksida merupakan hasil akhir dari oksidasi Mn atau MnO pada 470 – 6000C membentuk Mn2O3. Oksida hidrat berwarna coklat MnO(OH) dibuat dengan mengoksidasi Mn(OH)2 di udara.Ir dan Rh). DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 15 .Re. Dengan HCl dilepaskan gas Cl2. didapat melalui interaksi langsung merupakan padatan biru yang tidak stabil secara lambat terdekomposisi menjadi MnF3 dan F2. MnO2 + 4 HCl MnCl2 + Cl2 + H2O TETRAFLOURIDA MnF4. mempunyai struktur rutil dan didapatkan dalam oksida lain MO2 (seperti dengan Ru. Senyawa biner terpenting mangan dioksida yang merupakan padatan berwarna abu-abu sampai hitam yang dialam terdapat sebagai bijih pyrolusite. Garam mangan (II) dapat dibentuk dengan hampir semua anion. Mangan(III) flourida dibuat dengan flourinasi dari MnCl2 atau senyawa lain dan membentuk padatan merah anggur yang secara sertamerta terhidrolisis oleh air. SIFAT KIMIA DARI MANGAN (III) SENYAWA BINER. Oksida merupakan senyawa terpenting.

- DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 16 .+ 4H+ 3O2(g) + 2H2O + 4MnO2(s) Dalam larutan netral atau sedikit basa dalam tempat gelap. Dekomposisi ion permanganat dikatalis oleh cahaya. Larutan dari MnO4.UNSUR – UNSUR TRANSISI SIFAT KIMIA MANGAN (VI-VII) Mangan (VI) yang dikenal sebagai ion manganat MnO42. KMnO4 + 3H2SO4 K+ + MnO3+ + H3O+ + 3HSO4Dengan penambahan KMnO4 yang lebih besar dalam asam sulfat pekat akan dapat dipisahkan minyak Mn2O7 yang bersifat eksplosive. 4MnO4. Na dan K permanganat dapat dibuat dalam skala besar dengan oksidasi elektrolitik dari larutan basa MnO42-. netral atau sedikit basa ion manganat dengan mudah terdisproporsionasi menurut persamaan : 3MnO42. dekomposisi terjadi sangat lambat. Dalam larutan basa permanganat berfungsi sebagai zat pengoksidasi kuat. MnO4. MnO4. Ion manganat bersifat stabil dalam larutan yang sangat basa.+ e MnO42E0 = + 0. terdekomposisi lambat tetapi dapat teramati dalam larutan asam.+ 2H2O + 3e MnO2(s) + 4OHE0 = + 1.mengoksidasi Mn2+ maka produk yang terdapat ion permanganat berlebih adalah MnO2.+ 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O E0 = 1. dimana Mn2O7 bersifat stabil didalamnya sehingga aman.56V Dalam larutan asam ion permanganat teresuksi menjadi Mn2+ dengan adanya zat pereduksi berlebih. Dalam larutan asam. Hanya ada dua garam yang dapat diisolasi dalam bentuk murni yaitu K2MnO4 dan beberpa bentuk hidrat Na2MnO4 yang berwarna hijau murni. Minyak Mn2O7 dapat diekstrak kedalam CCl4 atau karbon kloro flouro. Ion ini dibentuk pada oksidasi MnO2 dalam lelehan KOH dengan KNO3.+ 3Mn2+ + 2H2O 5MnO2(s) + 4H+ E0 = 0.tidak stabil. dapat membentuk ion manganat MnO4. 2MnO4. udara atau zat pengoksidasi lain atau melalui penguapan KMnO4 dan larutan KOH.+ MnO2 + 2H2O Mangan (VII) Senyawaan yang paling dikenal adalah garam dari ion manganat MnO4 . jadi larutan standar permanganat harus disimpan dalam botol gelap.51 V Tetapi karena MnO4.46 V Mangan (VII) oksida dengan mereaksikan sedikit KMnO4 pada asam sulfat pekat menghasilkan larutan hijau jernih.23V Dalam larutan basa sangat kuat dan dengan ion permanganat berlebih.+ 4H+ 2MnO4.yang berwarna hijau.

htm DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 17 .[Fe(CN)6]4Fe[Ni(SiMe3)2]3 FeCl4Fe(N3)52-.galleries. Sebagai pigmen dan sebagai mineral spesimen Informasi lebih lanjut : http://www.Hematite Rumus Kimia : Fe2O3. Fe(PF3)5 FeCO5H+. FeCO4PPh3H+ FeCl42-. FeCl2(PPh3)2 [Fe(ClO4)(OasMe3)4]ClO4 [Fe(H2O)6]2+. Beberapa bilangan oksidasi dan stereokimia dari unsur besi dapat dilihat pada tabel : Biloks Fe2Fe0 6 4 5 6 3 4 5 6 4 6 4 Bilangan Koordinasi 4 5 Struktur Geometri Tetrahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Oktahedral Tetrahedral Square piramid (SP) Oktahedral Trigonal Tetrahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Tetrahedral Contoh Fe(CO)42-.Fe(CO)2(NO)2 FeCO5. Oksida Besi Klas : Oksida dan Hidroksida Kelompok : Hematite Kegunaan : Sangat penting sebagai bijih besi. Bahkan inti bumi diyakini mayoritas unsur penyusunnya adalah besi dan nikel. Senyawaan besi terpenting hanya pada bilangan oksidasi (II) dan (III). FeCl52Fe2O3. Mineral sumber utama besi (Fe) : . [Fe(C2O4)3]3Fe(l-norbonyl)4 [Fe(diars)2Cl2]2+ FeO42- Fe2+ Fe3+ Fe4+ Fe6+ KELIMPAHAN : Besi merupakan logam yang melimpah nomor dua (2) setelah logam aluminium dan merupakan unsur melimpah nomor 4 penyusun kulit bumi.com/minerals/oxides/hematite/hematite.UNSUR – UNSUR TRANSISI BESI (Fe) Bilangan oksidasi besi paling tinggi (VI) ini merupakan pengecualian dari unsur transisi dimana kecenderungan bilangan oksidasi sesuai dengan nomor golongan (VIII).

DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 18 . in allusion to its occurrence as "bog-ore" in meadows and marshes.com/minerals/oxides/magnetit/magnetit. but may have a fibrous or microcrystalline structure. reniform or stalactitic.Together with hematite. It is sometimes called brown hematite or brown iron ore. it has been mined as ore for the production of iron. Limonite is heavy and yellowish-brown. or from magnetite with a black streak. and it is composed by a mixture of similar hydrated iron oxide minerals. a character which distinguishes it from hematite with a red. and others. and the streak is always brownish. Oksida Besi Klas : Oksida dan Hidroksida Kelompok : Spinel Penggunaan : Utama sebagai bijih besi dan mineral spesimen Informasi lebih lanjut : http://www.UNSUR – UNSUR TRANSISI - Magnetit (Fe3O4) Rumus Kimia : Fe3O4. botryoidal. jarosite. sometimes mammillary. hematite and magnetite. The generic formula is frequently written as FeO(OH)·nH2O. It is never crystallized. and commonly occurs in concretionary forms or in compact and earthy masses.htm Limonit (FeO(OH)) Limonite is a hydrated iron(III) oxide-hydroxide of varying composition. Limonite has been known to form pseudomorphs after other minerals such as pyrite. mostly goethite with lepidocrocite. although this is not entirely accurate as limonite often contains a varying amount of oxide compared to hydroxide. meaning that the chemical weathering transforms the crystal of pyrite into limonite but keeps the external shape of the pyrite crystal.galleries. the carbonate siderite and iron rich silicates like some garnets. It is named from the Greek word for meadow. It is a very common amorphous substance though can be tricky to find when mined with hematite and bog ore. Also known as the Lemon Rock. It is not a true mineral. It has also been formed from other iron oxides. Limonite forms mostly in or near oxidized iron and other metal ore deposits and as sedimentary beds. but a mineraloid. Limonite may occur as the cementing material in iron rich sandstones. The colour presents various shades of brown and yellow.

mudah teroksidasi . SENYAWAAN BESI Besi hidroksida dan Oksida 1. Besi (III) oksida [FeO(OH)] dapat dibuat dengan cara : a.Siderit (FeCO3) Beberapa metode untuk memperoleh logam besi murni antara lain : a. Oksidasi dari besi(II) hidroksida. Besi(II)oksida diperoleh melalui proses dekomposisi termal besi(II) oksalat pada kondisi vakum. Besi hidroksida dibuat dengan menambahkan larutan hidroksida kedalam larutan besi (II). boron. pospor. karbon dan silikon. udara Fe(OH)2 Fe(OH)3 Hijau pucat [O] coklat NaOH Na4[FeII(OH)6] (kristal-kristal biru) 2. sulfur. Hidrolisis larutan besi(III) klorida pada temperatur tertentu. - DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 19 . b.Tidak terlalu keras dan agak reaktip.UNSUR – UNSUR TRANSISI . 3. karbonat dan nitrat b.Merupakan logam berwarna putih mengkilap (mp 15280C) . . Dekomposisi termal dari besi karbonil BEBERAPA SIFAT DARI LOGAM BESI .Kelarutan : larut dalam asam-asam mineral encer. Elektrodeposisi dari larutan garam besi c.Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti : halogen. Reduksi besi oksida dengan hidrogen Didapat dari dekomposisi termal dari besi (II) oksalat.

Fe3O4 dibuat dengan memanaskan Fe2O3 pada temperatur 14000C - Oksida kristal berwarna hitam dialam didapatkan dalam mineral magnetit Halida. karena Fe(III) biasanya bertindak sebagai oksidator yang kuat dan sebaliknya iodida juga bertindak sebagai reduktor yang baik dan bereaksi cepat sebagai berikut : Fe3+ + IFe2+ + 1/2I2 2. . umumnya hanya berasal dari besi(II) dan besi (III) Contoh : FeF3 FeCl3 FeBr3 FeF2 FeCl2 FeBr2 FeI2 1. Fe2O3 dibuat dengan memanaskan Besi (III) oksida pada temperatur 0 200 C. Halida dari iodium tidak ditemukan.UNSUR – UNSUR TRANSISI 4. Halida dari besi tiga dapat dibuat dengan mereaksikan antara unsur halogen dengan logam besi. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 20 . Halida besi (II) .FeI dan FeBr dibuat dengan mereaksikan langsung antar unsur-unsurnya. 5.FeF2 dan FeCl2 direaksikan dengan HF dan HCl untuk memperoleh trihalida yang selanjutnya direduksi dengan hidrogen melalui proses pemanasan.

Mineral kobal terpenting antara lain Smaltite (CoAs2) dan kobaltite (CoAsS). Tingkat oksidasi dan stereokimia dari senyawa kobal seperti terlihat pada tabel dibawah : Biloks Co-1 Co0 Co1 Bilangan Koordinasi 4 4 4 5 5 6 2 4 5 5 6 8 4 5 6 4 6 4 Struktur Geometri Tetrahedral Tetrahedral Tetrahedral TBP SP Oktahedral Linier Tetrahedral TBP SP Oktahedral Dodekahedral Tetrahedral SP Oktehedral Tetrahedral Oktahedral Tetrahedral Contoh [Co(CO)4]-. Sumber utama kobal disebut “Speisses” yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni. CoF3. dan Pb.UNSUR – UNSUR TRANSISI KOBAL (Co) Stabilitas dari ion kobal mempunyai kecenderungan menurun dari bilangan oksidasi tinggi menuju bilangan oksidasi rendah dan terjadi peningkatan stabilitas tingkat oksidasi II relatip lebih tinggi dibandingkan tingkat oksidasi III. Tingkat oksidasi tertinggi dari ion kobal adalah V dan sangat sedikit senyawaan yang dikenal. Ti. Mn. [Co(CO)3NO]K4[Co(CN)4]. [CoF6]3Co(1-norbonyl)4 [CoF6]2K3CoO4 CoII CoIII CoIV CoV KELIMPAHAN : Unsur kobal dialam selalu didapatkan bergabung dengan nikel dan biasanya juga dengan arsenik. Untuk senyawaan ion kobal (III) banyak dijumpai dengan atom-atom donor (biasanya N) dan untuk ion kobal (I) biasanya dengan ligan-ligan π -aseptor. sesuai dengan deret unsur periode pertama. Cr. terakhir Co. V. Co(PMe3)4 CoBr(PR3)3 [Co(CO)3(PR3)2]+ [Co(NCPh)5]ClO4 [Co(bipy)3]+ Co(N(SiMe3)2)2 [CoCl4]2[Co(Me6tren)Br]+ [Co(CN)5]3CoCl2. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 21 . Cu. dan Fe. [Co(NH3)6]2+ [Ph4As]2[Co(NO3)4] Dalam 12-heteropolitungstate Co(corrole)PPh3 [Coen2Cl2]+.

Halida anhidrat CoX2 dapat dibuat dengan dehidrasi dari hidrat halida dan untuk CoF2 dibuat dengan mereaksikan antara HF dengan CoCl2. mungkin berbeda dalam kesetimbangan. Kobal(II) hidroksida bersifat amphotir bila dilarutkan dalam hidroksida pekat membentuk larutan berwarna biru yang mengandung ion [Co(OH)4]2-. Bentuk garam kobal(III) sangat sedikit. Kobal (II) oksida merupakan senyawa berwarna hijau dibuat melalui pemanasan logam. Dibentuk dari larutan Co2+ yang direaksikan dengan H2S membentuk endapan CoS berwarna hitam.18H2O dapat dipisahkan pada oksidasi elektrofilik dari Co2+ dalam larutan 40% HF dan H2SO4 8M.terlebih pada larutan pink ion akuo akan menghasilkan senyawaan tetrahedral yang berwarna biru. KOMPLEKS-KOMPLEKS DARI KOBAL(II) Ion akuo (Co(H2O)6] merupakan kompleks kobal(II) paling sederhana. Hanya terdapat sedikit perbedaan kestabilan dari kedua jenis ligan yang sama. Reaksi dari flourida atau senyawaan flourinasi lain pada kobal halida pada temperatur 300 – 4000C menghasilkan kobal(III) flourida yang merupakan senyawa berwarna coklat gelap yang umumnya digunakan sebagai zat flourinasi. Hanya yang berwarna pink yang merupakan bentuk paling stabil. Penambahan ion hidroksida pada larutan Co2+ menghasilkan kobal(II) hidroksida yang berwarna pink atau biru tergantung kondisinya. atau nitrat pada suhu 11000C. Halida klor berwarna biru terang. [Co(H2O)6]2+ [Co(H2O)4]2+ + 2H2O Penambahan Cl. Meskipun demikian oksidasi elektrolitik atau oksidasi O3 dalam larutan asam dingin dengan Co(ClO4)2 menghasilkan ion akuo[Co(H2O)6]3+ yang berada DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 22 . beberapa oksida lain yang dikenal antara lain Co2O3. kobal karbonat. Pada pemanasan 400 – 5000C dalam udara dihasilkan senyawa Co3O4.5H2O dan hidrat sulfat berwarna biru Co2(SO4)3. garam flourida hidrat berwarna hijau CoF3. Semua garam hidrat kobal berwarna merah atau pink dari ion [Co(H2O)6]2+ yang merupakan ions terkoordinasi oktahedral. GARAM. oksidasi dari ion Co(H2O)62+ sangat tidak disukai dan ion Co3+ dapat direduksi oleh air. SULFIDA. CoO2 dan oksokobaltat (II) merah Na10[Co4O9]. [Co(H2O)6]2+ + 4 Cl[CoCl4]2.+ 6H2O SIFAT KIMIA KOBAL(III) Tanpa adanya ligan lain. HALIDA. Bentuk garam kobal(II) yang paling sederhana dan merupakan garam hidrat.UNSUR – UNSUR TRANSISI SENYAWAAN KOBAL OKSIDA. Kobal(III) flourida dapat direduksi oleh air. Struktur dari komplek kobal(II) yang paling umum adalah oktahedral atau tetrahedral. Kobal(II)oksida mempunyai struktur NaCl.

kobal(II) hidroksida mudah teroksidasi oleh udara menjadi hidrat oksida berwarna hitam. Kompleks kobal(III) dapat dibuat melalui oksidasi Co2+ dengan adanya ligan. NCS dan sebagainya dapat membentuk senyawa kompleks yang beragam.17 V Ion kobal(III) memperlihatkan afinitas tertentu terhadap donor N seperti NH3. EDTA. en.1 V Dengan adanya ion OH-.UNSUR – UNSUR TRANSISI dalam kesetimbangan dengan [Co(OH)(H2O)5]2+. oksigen atau hidrogen peroksida dan katalis karbon dengan reaksi sebagai berikut : 4Co2+ + 4NH4+ + 2 NH3 + O2 4[Co(NH3)6]3+ + 2H2O 4Co2+ + 8 en + 4 enH+ + O2 4[Coen3]3+ + 2H2O Kedua isomer cis dan trans dari [Coen2Cl2]+ bila dipanaskan dalam air akan mengalami reaksi akuasi [Coen2Cl2]+ + H2O [Coen2ClH2O]2+ + Cl[Coen2ClH2O]2+ + H2O [Coen2(H2O)2]3+ + ClSenyawa [Coen2Cl2]+ bila direaksikan dengan ligan lain akan terjadi pertukaran ligan.E0 = 0. [Coen2Cl2]+ + 2NCS[Coen2(NCS)2]+ + 2Cl- DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 23 . Semua kompleks kobal (III) yang dikenal berstruktur oktahedral. [Co(NH3)6]3+ + e [Co(NH3)6]2+ E0 = 0. Dengan adanya ligan lain seperti NH3 dapat memperbaiki stabilitas ion CoIII. CoO(OH)(s) + H2O + e Co(OH)2(s) + OH.

[NiX(QAS)]+ 6 Oktahedral NiO. NiCO4 5 ? NiH[P(OEt)3]4+ I Ni 4 Tetrahedral Ni(PPh3)3Br 4 Square NiBr2(PEt3)2. Fe.Ni]9S8. NiCl2(PPh3)2 II Ni 5 SP [Ni(CN)5]3-.com/minerals/sulfides/pentland DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 24 . Bilangan oksidasi lebih tinggi NiIII dan NiIV terdapat dalam beberapa senyawaan. Co. dan Ni - Nikolit [NiAs] Pentlandite [Ni. Ni(CN4)24 Tetrahedral [NiCl4]2-. Bilangan oksidasi 0 dan +1 hanya ditemukan pada kondisi tertentu. Ni]As2 Unsur-unsurnya : As. Beberapa bilangan oksidasi dan stereokimia nikel dapat dilihat dalam tabel : Biloks Bilangan Struktur Geometri Contoh Koordinasi -1 Ni 4 ? [Ni2(CO)6]23 ? Ni[P(OC6H4-o-Me)3]3 0 Ni 4 Tetrahedral Ni(PF3)4.Co. [Ni(Se2C2(CN2))3]2• - Terdapat dialam sebagai : Smaltite [Fe.[Ni(CN)4]4-.UNSUR – UNSUR TRANSISI NIKEL (Ni) Kecenderungan stabilitas menurun dari bilangan oksidasi tinggi ke rendah. [Ni(NCS)6]45 TBP NiBr3(PR3)2 NiIII 6 Oktahedral [NiF6]3-. Nikel merupakan logam yang paling populer dan penting dalam senyawaan organologam. Fe.Ni]As Rumus Kimia : [Co.Co. (Ni(diars)2Cl2] NiIV 6 Oktahedral K2NiF6. Besi Nikel Sulfida Klas : Sulfida Kelompok : Pentlandite Kegunaan : Utama sebagai bijih nikel Minor bijih besi dan sebagai Mineral spesimen Informasi lebih lanjut : http://www. hanya NiII yang kebanyakan ditemukan dalam senyawaan kimia.galleries.[Ni2Cl8]45 TBP [Ni(CN)5]3-.Fe]S Rumus Kimia : [Fe.

peridotite). DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 25 . The name was given by Jules Garnier who firstly discovered it 1864 in New Caledonia. on the other hand relatively small amounts of nickelrich garnierite ore are precipitated in hollow spaces. These minerals occur in garnierite ores as well individually as in intimate mixtures.membentuk oksida NiO SENYAWAAN NIKEL (Ni) Hidroksida [Ni(OH)2] .mp 14500C . SIFAT Ni : . bp 28000C .Mg]SiO3xH2O Garnierite is the name for a green nickel ore which is found in pockets and fissures of weathered ultramafic rocks (serpentinite.Larut dalam NH4OH >>> Klorida [NiCl2] . Today. A portion of the nickel is leached downwards and finally fixed in the underlying decomposed ultramafic rock.Diperoleh dengan penambahan ion OH. c. chlorite and smectite in which a high percentage of magnesium is substituted by nickel. talc.pada t kamar tidak bereaksi dengan udara dan air . The lateritization of ultramafic rocks gives rise to a strong dissolution and removal of magnesium and silicium which leads to a strong residual concentration of iron and nickel in a goethite-rich surface layer (nickel limonite ore).(NH4OH : NaOH) Reaksi : Ni2+ + 2OHNi(OH)2 .bereaksi dengan H2S menghasilkan endapan hitam Ni2+ + H2S NiS + 2H+ .Larut dalam air dan alkohol b.UNSUR – UNSUR TRANSISI - Garnierite [Ni. It forms by lateritic weathering of ultramafic rocks and occurs in many nickel laterite deposits in the world.logam putih mengkilap .Diperoleh dengan mereaksikan tionil klorida pada logam klorida hidrat Reaksi : NiCl2. Garnierite consists of the Mg-rich phyllosilicates serpentine.dalam larutan akuatik Ni[H2O]62+ hijau . This process gives rise on the one hand to a moderate nickel increase of the total decomposed rock (formation of nickel silicate ore).6H2O + 6SOCl2 NiCl2 + 12 HCl + 6SO2 kuning . the economic relevance of garnierite is therefore relatively small. They contain mostly 20-40 % Ni. dunite.larut dalam HNO3 encer . nickel silicate ores with high garnierite amounts are depleted.

Sulfat [NiSO4.C = NOH Dimethilglioksim Untuk memperoleh nikel (Ni) murni C + H2 NiS + NiO ∆ .7H2O (hijau) ...7H2O] ..6H2O Senyawa Kompleks ..OH merah tua CO NiCO4 ∆ 2000C Ni DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 26 .UNSUR – UNSUR TRANSISI d..Komplek Kation Heksaamin Nikel (II)..6H2O + H2SO4(encer) NiSO4. e. K2[Ni(CN)4] Diperoleh dengan melarutkan garam Ni2+ dalam larutan KCN berlebih Reaksi : Ni2+ + 2KCN>>> K2Ni(CN)4 hijau ..7H2O + 2NO2 + 1/2O2 .......Komplek Anion Kalium Tetrasiano Nikelat (II)... Ni(NH3)6 Dibuat dengan melarutkan Ni(OH)2 dalam NH4OH berlebih Komplek Netral Bisdimethilglioksim Nikel (II) Reaksi : OH.......O2 SiO2 FeO + SiO2 Mineral Methode Ni(crude) 60 C NiS + FeS Pentalandite 0 2+ H3C-C = N Ni H3C-C = N N = C – CH3 + 2H+ N = C – CH3 O...Isomorf dengan FeSO4.O CH3 ...Diperoleh : Reaksi : Ni(NO3)2..Membentuk “double sulfat” dengan tipe : (NH4)2MII (SO4)2.C = NOH + Ni CH3 ..

K2[CuEDTA]. Tingkat Oksidasi dan stereokimia dari tembaga dapat dilihat pada tabel dibawah : Biloks Bilangan Koordinasi 2 3 4 4 5 5 5 6 7 8 4 6 6 Struktur Geometri Linier Planar Tetrahedral Dist. Karena elektron d juga terlibat dalam ikatan logam.6H2O KcuO2. Kulit d yang terisi penuh jauh kurang efektip dibandingkan kulit gas mulia dalam melindungi elektron s dari muatan inti. Dodekahedron Square Planar Oktahedral ? Contoh Cu2O. K+ 1. klorida dan karbonat. Mineral yang paling umum adalah Chalcopyrite (CuFeS2). Entalphi ionisasi kedua dan ketiga dari Cu lebih rendah dibandingkan dengan unsur alkali dan diperhitungkan sebagai karakter dari unsur transisi yang ditunjukkan melalui keberadaan ions paramagnetik berwarna dan senyawaan kompleks dari bilangan oksidasi II. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 27 . menyebabkan panas sublimasi dan titik leleh dari tembaga juga lebih tinggi dibandingkan unsur Alkali. CuBr2(S2CNBr2) K3CuF6 Cs2CuF6 CuI CuII Cu III CuIV KELIMPAHAN : Tembaga tersebar luas dialam sebagai logam. arsenida. [CuCl5]2[Cu(DMGH)2]2 K2CuF4. Faktor-faktor ini bertanggungjawab terhadap sifat tembaga dan terhadap senyawaan tembaga yang lebih bersifat kovalen dan memberikan energi kisi lebih tinggi. Planar SP TBP SP Oktahedral Pentagonal Bipyramidal Dist. Na+ 0.33 Å. kecuali mempunyai stoikiometri formal bilangan oksidasi + 1 yang sama dengan unsur Alkali.[Cu(MeCN)4]+ CuL [CuLCO] [Cu(bpy)2I]+.93 Å. CuCl2K[Cu(CN)2].UNSUR – UNSUR TRANSISI TEMBAGA (Cu) Tembaga mempunyai elektron tunggal pada kulis s terluar dan kulit 3 d yang terisi penuh. sehingga entalphi ionisasi pertama dari Cu lebih tinggi dibandingkan logam Alkali. KcuO. dimana jari-jari ion unipositip tembaga lebih kecil dibanding unsur alkali : Cu+ 0. III dan IV. dan tidak dapat dikelompokkan dengan golongan IA.95 Å. [Cu(SPMe3)3]ClO4 CuI. [Cu(CN)4]3-. CuCl2 [Cu(H2O)2dps]+ Ca[Cu(CO2Me)4]. dalam bentuk sulfida.

-0. Senyawa Cu(I) halida DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 28 . Tembaga melalui pemanasan merah bereaksi dengan oksigen membentuk tembaga oksida CuO dan pada temperatur yang lebih tinggi membentuk Cu2O. Tembaga juga larut dalam larutan KCN atau ammonium karbonat. Tembaga banyak digunakan dalam aliansi seperti kuningan dan bahan campuran emas. Tembaga mudah larut dalam asam nitrat dan asam sulfat dengan adanya oksigen. Senyawaan CuF tidak dikenal. Cu2O merupakan serbuk berwarna kuning yang dibuat melalui reduksi larutan basa dari garam Cu2+ dengan hidrazin atau merupakan kristal merah yang diperoleh dari dekomposisi termal CuO. Halida Cu(I) mempunyai struktur zinc blende. pencucian dengan bantuan mikroba yang diikuti oleh elektrodeposisi dari larutan sulfat.UNSUR – UNSUR TRANSISI Tembaga dapat diisolasi dari mineralnya melalui pemanggangan dan peleburan oksidatip. dengan belerang menbentuk Cu2S. Cu+ + e Cu E0 = 0. SENYAWAAN BINER TEMBAGA (I). Tembaga(I) klorida dan bromida dibuat dengan pendidihan larutan asam dari garam tembaga (II) dengan tembaga berlebih. Bila larutan tembaga(I) halida dilarutkan dihasilkan endapan CuCl2 berwarna putih. Hidroksida merupakan endapan kuning yang dibentuk dari larutan Cu2O metastabil. Oksida dan sulfida lebih stabil daripada senyawa CuII pada temperatur tinggi.153 V Dimana Cu + Cu2+ 2Cu+ E0= -0. Tembaga sangat lambat teroksidasi diudara terbuka dan terkadang dapat membentuk lapisan hijau dari hidrokso karbonat dan hidroksosulfat. amonia dengan adanya oksigen seperti ditunjukkan oleh harga potensialnya. Penambahan Idalam larutan Cu2+ akan membentuk endapan yang cepat dan dihasilkan dekomposisi berupa CuI dan I2. Cu2S merupakan padatan kristal hitam yang diperoleh dari pemanasan tembaga dan belerang dengan tidak adanya udara.37 V K = [Cu2+/Cu+]2 ≈ 106 Stabilitas relatip dari larutan CuI dan CuII tergantung dari kekuatan anion atau ligan lain dan dari pelarut serta atom tetangga dalam kristal.01V + Cu + 2NH3 [Cu(NH3)2] [Cu(NH3)4]2+ SENYAWAAN TEMBAGA T EMBAGA(I). CuCl dan CuBr dalam keadaan uap berbentuk polimer. KCuO hampir tidak berwarna dibuat dengan pemanasan K2O dan Cu2O secara bersama-sama. Senyawa tembaga(I) bersifat diamagnetik. Stabilitas relatip dari tembaga(I) dan tembaga(II) ditunjukkan oleh harga potensialnya. CuBr2 berwarna kuning pucat.12V -0.52 V Cu2+ + e Cu+ E0 = 0.

Tembaga oksida bersifat larut dalam asam kuat dan juga hidroksida alkali pekat membentuk anion I Cu Cu L I L DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 29 . SENYAWA BINER. Penambahan hidroksida alkali pada larutan tembaga akan membentuk endapan biru melimpah dari senyawa hidroksida tembaga. KOMPLEK TEMBAGA(I). dan dua ikatan panjang pada posisi trans. R3As) terdapat atom I berjembatan tiga disetiap bidang tetrahedron Cu4 dan sebuah ligan L dikoordinasikan disetiap sisi atom Cu. CuCl32. Beberapa kompleks Cu(II) terdistorsi seperti M2ICuX4 catatan M merupakan logam berukuran besar seperti Cs. Tembaga(I) juga dapat membentuk kompleks polinuklir dimana keempat atom terletak pada sisi tetrahedron. Terdapat beberapa larutan Cu2+ yang telah dikenal baik dan beberapa garam bersifat larut dalam air.dan CuCl43. Jenis kompleks tembaga(I) yang paling umum adalah kompleks yang dibentuk dari ligan halida atau amina dan mempunyai struktur tetrahedral. tetapi oksidasi selanjutnya menjadi Cu(III) sulit terjadi. Ion Cu(II) mempunyai konfigurasi elektron d9. Perpanjangan ikatan pada posisi trans suatu saat tidak dapat dibedakan dari koordinasi segi empat planar.sebagai akibat penambahan halida berlebihan. hal ini menyebabkan ion Cu(II) mengalami distorsi bila diletakkan pada bidang kubus. Seperti tampak pada gambar berikut : L Cu I I Cu L KIMIAWI TEMBAGA (II) Kebanyakan senyawa Cu(I) mudah teroksidasi menjadi Cu(II). Kekhasan dari distorsi oktahedral adalah terdapat empat ikatan Cu-L pendek dalam bidang. (NH4)2CuCl4 juga memiliki anion planar. Pemanasan larutan slurry dehidrat akan membentuk tembaga oksida. Dalam spesies Cu4I4L4(L =R3P. Tembaga oksida CuO merupakan kristal hitam yang diperoleh melalui pirolisis dari garam nitrat atau garam-garam okso yang lain.UNSUR – UNSUR TRANSISI tidak larut dalam air tetapi kelarutannya menjadi meningkat dikarenakan terbentuknya senyawaan CuCl2-. Beberapa senyawa seperti K2CuCl3 berstruktur tetrahedral dengan memanfaatkan ion halida sebagai jembatan. CuO terdekomposisi pada suhu diatas 8000C menjadi Cu2O.

DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 30 . Penambahan ligan pada larutan akuo akan menyebabkan pertukaran ligan akuo secara berturutan. karbonat..5H2O terhidrasi menjadi senyawa anhidrat yang berwarna putih. Dengan ligan NH3.. dan senyawa-senyawa Cu(II) dalam asam akan membentuk ion akuo yang berwarna hijau kebiruan [Cu(H2O)6]2+. CuCl2 dan CuBr2 bersifat larut dalam air. CuF2 tidak berwarna dengan struktur rutil terdistorsi CuCl2 berwarna kuning. hal ini juga dapat dilihat dari harga Tetapan K5 dan K6 yang sangat kecil.5H2O biru dapat CuSO4. namun penambahan. Demikian pula pada kompleks etilen diamin dimana [Cuen3]2+ hanya dapat terbentuk pada konsentrasi en berlebih/tinggi. CuSO4. HALIDA. dan CuBr2 berwarna hitam. ligan NH3 kelima dan keenam sulit dilakukan dan hanya dapat terjadi pada kondisi larutan NH3 berlebih.. Alasan untuk keadaan ini adalah sebagai pengaruh distorsi John Teller dimana ligan pada posisi lima dan enam terikat tidak kuat pada atom Cu. misalnya membentuk spesies [Cu(NH3)(H2O)5]2+.5H2O yang paling dikenal. KIMIAWI ION AKUO DAN LARUTAN AKUO. yang mungkin mempunyai struktur [Cun(OH)2n+2]2-. Pelarutan tembaga. Dua dari molekul-molekul H2O terikat jauh pada logam dibandingkan keempat molekul-molekul H2O lainnya.[Cu(NH3)4(H2O)2]2+ dapat dibentuk secara normal. Dalam larutan amoniak akan membentuk kompleks tetraamin yang berwarna biru gelap. hidroksida.. dalam bentuk hidratnya akan terkristal bila dilarutkan dalam pelarut donor seperti aseton alkohol dan piridin.UNSUR – UNSUR TRANSISI berwarna biru gelap. Diantara berbagai kristal hidrat lainnya CuSO4.

dimana analog dengan senyawa dari unsur transisi periode pertama ketika mereka berada pada valensi tinggi merupakan zat pengoksidasi yang kuat. Kimia Larutan. Dalam kasus yang sama kompleks dan ions aquo pada keadaan valensi rendah khususnya dua dan tiga yang pada unsur transisi periode pertama memegang peran yang sangat besar. Beberapa hal penting dari unsur-unsur transisi deret kedua dan ketiga dibandingkan dengan deret pertama adalah : 1. 2. Ion akuo dari unsur transisi periode kedua dan ketiga pada keadaan valensi rendah dan sedang tidak umum didapatkan atau tidak terlalu penting. dimana MoIII dan WIII sangat sedikit yang membentuk senyawa kompleks bahkan tidak ada yang sangat stabil. hal ini relatip tidak terlalu penting untuk unsur transisi periode II dan III. hal ini karena adanya pengerutan lantanida. pada tingkat oksidasi tinggi umumnya lebih stabil daripada unsur periode pertama. Untuk unsur-unsur transisi periode I yang lazim membentuk ikatan logamlogam terdapat pada senyawaan polinuklir logam karbonil dan senyawaan runutannya DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 31 . ReF7. sedangkan MoVI dan WVI mempunyai sifat yang lebih stabil dan menunjukan peningkatan stabilitas yang berarti dalam anion okso polinuklir. 3. secara umum unsur transisi periode kedua dan ketiga dikelompokkan pembahasannya menjadi satu karena mempunyai sifat-sifat kimia yang serupa tetapi keduanya menunjukkan perbedaan yang mencolok dari unsur periode pertama. Sedangkan perbedaan jari-jari logam dan ion unsur periode ketiga dan kedua sangat kecil. Contoh lain CrVI merupakan peragen pengoksidasi yang sangat kuat. W. Beberapa senyawaan seperti WCl6. RuO4 dan PtF6 tidak memiliki analog dengan senyawaan unsur transisi deret pertama. tetapi Tc dan Re pada tingkat oksidasi II yang diketahui membentuk kompleks sangat sedikit. Ikatan Logam-logam. Umumnya unsur-unsur transisi periode kedua dan ketiga akan lebih mudah untuk membentuk ikatan M-M daripada unsur transisi periode I. kompleks RhII 7yang dapat dibentuk sangat sedikit dan kompleks dari IrII hampir-hampir tidak ditemukan. Tc. Beberapa contoh dapat digambarkan sebagai berikut : meskipun ion Co(II) dapat membentuk kompleks tetrahedral dan oktahedral yang sangat karakteristik. Jadi unsur-unsur Mo. Ion Cr(III) dapat membentuk kompleks kation dengan ligan amin. Untuk unsur transisi periode kedua dan ketiga. Tingkat Oksidasi. dan Re dalam bentuk anion okso dalam keadaan valensi tinggi tidak mudah direduksi. 4.UNSUR – UNSUR TRANSISI UNSUR TRANSISI PERIODE KEDUA DAN KETIGA Perbandingan umum dengan unsur transisi periode pertama. Jari-jari logam dan ion untuk unsur transisi periode kedua dan ketiga lebih besar dibanding periode pertama. Jari-jari. Serupa dengan hal itu untuk ion Mn2+ sangat stabil. walupun terdapat kenaikan nomor atom dan jumlah total elektron.

Unsur-unsur transisi periode kedua dan ketiga umumnya mempunyai bilangan koordinasi yang lebih tinggi yaitu VIII dan VIII dibandingkan unsur transisi periode pertama.UNSUR – UNSUR TRANSISI dan dalam beberapa senyawa kompleks binuklir. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 32 . dengan pengecualian untuk unsur platina bilangan koordinasi tertinggi 6. 5. Stereokimia. terutama karboksilat divalensi seperti misalnya Cr2(CO2Me)4(H2O)2. 6. Sifat Magnetik. Unsur-unsur periode kedua dan ketiga berkecenderungan besar membentuk kompleks spin rendah. Umumnya unsur-unsur periode kedua dan ketiga mempunyai sifat magnetik yang sedikit penggunaannya dibandingkan dengan unsur transisi periode pertama.

halida MCl4. Halida. BEBERAPA SENYAWAAN DARI ZIRKONIUM DAN HAFNIUM a.Zirkon (ZrSiO2) Untuk memisahkan ion zirkonium dan hafnium digunakan metode penukar ion atau ekstraksi-pelarut secara bertingkat. dikarenakan dua ions tersebut memiliki jari-jari yang hampir sama akibat pengerutan lantanida. Beberapa mineral sumber zirkonium : .Baddeleyite (ZrO2) .Logam zirkonium seperti halnya logam titanium bersifat keras dan tahan korosi (mp 18550C) . Hf1 Zr2+ Zr3+. HfI3 ZrCl4. Zr(CH2C6H5)4 Li2ZrF6. SIFAT-SIFAT DARI UNSUR ZIRKONIUM DAN HAFNIUM . ZrBr3. Beberapa bilangan oksidasi dan stereokimia dari zirkonium dan hafnium. ZrCl62Na3ZrF7 [Zr(C2O4)4]4- KELIMPAHAN : Zirkonium merupakan salah satu unsur penyusun kulit bumi. Hf4+ Oktehedral Membentuk kompleks dengan struktur cluster [Zr(bipy)3] 6 4 6 7 8 Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Pentagonal dodekahedral ZrCl3. Biloks Bilangan Koordinasi 6 Struktur Geometri Contoh Zr0 Zr1. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 33 .Terbakar di udara pada temperatur tinggi.UNSUR – UNSUR TRANSISI ZIRKONIUM (Zr) DAN HAFNIUM (Hf) Sifat kimia dari zirkonium dan hafnium hampir sama. Hf3+ Zr4+. MBr4 dan MI4 pada fase gas berbentuk tetrahedral tetapi pada kondisi padat merupakan polimer dengan jembatan halida. oksida dan oksida nitrida (Zr2ON2). bereaksi lebih cepat dengan nitrogen dan oksigen membentuk nitrida.

b. memiliki sifat mekanis yang baik digunakan untuk tungku furnace. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 34 . (ZrO2) merupakan kristal putih yang keras dan tidak larut (mp 27000C).UNSUR – UNSUR TRANSISI Halida ini dibuat melalui reaksi klorinasi dari zirkonium panas. Zirkonium oksida. zirkonium karbida atau zirkonium oksida yang dilanjutkan hidrolisis dengan air. Pembuatan : reaksi antara Zr(IV) dengan hidroksida. tahan terhadap asam dan basa.

Bereaksi lambat dengan leburan NaOH. Sifat-sifat dari niobium dan tantalum : . Mineral sumber niobium dan tantalum : . Ta3 Nb4.Logam mengkilat. Beberapa bilangan oksidasi dan stereokimia dari niobium dan tantalum sebagai berikut : Biloks Nb-1. Tidak larut dengan semua asam kecuali dengan HF pekat. Ta5 Bilangan Koordinasi 6 7 6 6 6 4 5 6 Struktur Geometri Oktehedral π -kompleks Oktahedral Oktahedral Oktahedral Tetrahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Oktahedral Contoh [MCO6](C5H5)M(CO)4 NbO Nb2Cl93K3NbF7 ScNbO4 TaMe5. BEBERAPA SENYAWAAN NIOBIUM DAN TANTALUM a. Ta-1 Nb1. Beberapa senyawaan terpenting dari niobium dan tantalum adalah halida dan oksida halida yang bersifat volatil dan cepat terhidrolisis. jarang sekali didapatkan sebagai kation tetapi lebih sering sebagai anion. . Ta 29960C) .Mineral pyrochlore merupakan campuran kalsium natrium niobat.Mineral seri kolumbite-tantalite yang komposisi utamanya (Fe/Mn)(Nb/Ta)2O6. Nb(NR2)5 NaMO3 KELIMPAHAN : Kelimpahan niobium 10-12 kali lebih besar daripada tantalum pada kulit bumi. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 35 . Ta2 Nb3.Tahan terhadap asam dapat larut dalam campuran HNO3-HF. . larut dalam leburan NaOH dan NaHSO4. titik leleh tinggi (Nb 24680C.UNSUR – UNSUR TRANSISI NIOBIUM (Nb) DAN TANTALUM (Ta) Niobium (Nb) dan tantalum (Ta) merupakan logam yang memiliki kimiripan sifat-sifat kimia dengan unsur non logam. Nb2O5 dan Ta2O5 meruapakan serbuk putih yang bersifat inert. Ta4 Nb5. Senyawa oksigen. Ta1 Nb2.

UNSUR – UNSUR TRANSISI b. MF5. merupakan padatan kuning. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 36 . Merupakan padatan putih volatil (mp 800C. mp 950C. MCl5. bp 2350C/Nb. bp 2290C/Ta) dalam keadaan cair tidak berwarna dan volatil. terhidrolisis menjadi hidrat oksida. pentaflourida dibuat melalui reaksi flourinasi dari logamnya. Halida. pentaklorida dibuat melalui reaksi klorinasi dari logamnya.

Molibdenit (MoS2) dan wulfenit (PbMoO4). Py3Mo(CO)3 (C6H6)2Mo+ η 5-C5H5W(CO)3Cl Trans. Contoh : Mo(CO)6 mempunyai tipe sama dengan W(CO)6 tetapi memberi reaksi yang berbeda dengan asam asetat. Mo2Cl10 MoO42-.W5+ Mo6+.W2Mo0. Beberapa mineral sumber utama molibdenum (Mo) dan wolfram (W) antara lain : .W2+ Mo . Beberapa bilangan oksidasi dan stereokimia dari Mo dan W terangkum dalam : Biloks Mo2-.WCl6 Mo4+. W2(NR2)6 [Mo(NCS)6]3-. WO42MoO6.W1+ Mo2+. [W2Cl9]3(η 5-C5H5)2WH2 Mo(NMe2)4 [Mo(NCS)6]2MoCl5 WF6-.W4+ Mo5+.W 3+ 3+ Bilangan Koordinasi 5 6 6 6 4 6 8 4 6 5 6 4 6 Struktur Geometri Contoh [Mo(CO)5]2W(CO)6. MgMoO4 - Molibdenite Scheelite (CaWO4) dan wolframite [Fe(Mn)WO4] DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 37 .W0 Mo1+.UNSUR – UNSUR TRANSISI MOLIBDENUM (Mo) DAN WOLFRAM (W) Molibdenum dan wolfram memiliki sifat kimia yang hampir sama. meskipun terdapat perbedaan jenis senyawaannya.W6+ Oktahedral π -kompleks π -kompleks Oktahedral M-M triple bond Oktahedral π -kompleks Tetrahedral Oktahedral Trigonalbipiramid (TBP) Oktahedral Tetrahedral Oktahedral KELIMPAHAN : Kelimpahan kedua unsur ini berkisar 10-4% pada batuan metalurgi. Me2W(PMe3)4 Mo2(OR)6.

Tahan terhadap oksigen . Oksida : Beberapa oksida yang umum seperti : MoO3(putih). MOF6 dan WF6 dibuat dengan reaksi flourinasi terhadap logamnya.Tahan terhadap panas (mp 26100C (Mo). WCl6 dibuat melalui klorinasi logamnya. KEGUNAAN : . MoO2 dan WO2 .Reaktip dengan flourin membentuk heksaflourida SENYAWAAN DARI MOLIBDENUM DAN WOLFRAM a.Filamen lampu SIFAT-SIFAT DARI UNSUR Mo DAN W .Paduan logam untuk alat pemotong pada suhu tinggi . Kedua halida tersebut mudah terhidrolisis.UNSUR – UNSUR TRANSISI METODE ISOLASI MOLIBDENUM (Mo) DAN WOLFRAM (W) Molibdenum (Mo) Mineral Mo dilakukan proses foam flotation untuk memperoleh MoO3 direduksi dengan karbon untuk memperoleh logamnya. WO3(kuning). . Lelehannya dilarutkan dalam air untuk memperoleh Na-tungsenat yang kemudian diasamkan untuk mendapatkan WO3 kemudian direduksi dengan hidrogen dan diperoleh logamnya. b. Halida. Wolfram (W) Mineral tungsen (wolfram) dihancurkan secara mekanik dan direaksikan dengan lelehan NaOH. 34100(W) .Dioksida dibuat dengan mereduksi trioksida dengan hidrogen atau NH3 pada suhu ± 4700C.Tahan terhadap asam . Mo2Cl10 dibuat melalui klorinasi logamnya. H2 MoCl3 4000 Cl2 HCl COCl2 [MoOCl5]2Mo Mo6Cl12 [Mo6Cl8]4+(garam) 5000 Mo2Cl10 benzen Mo 6000 refluks MoCl4 2500 Cl2 dalam CCl4 2500 CCl4 MoO2 DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 38 .Trioksida dibuat memanaskan logam dengan senyawa lain seperti sulfida dalam oksigen.

. Beberapa bilangan oksidasi dan stereokimia unsur Technetium (Te) dan Rhenium (Re) seperti tertera pada tebel berikut ini : Biloks Te1-. (4) anion okso MO4. (5) pada tingkat oksidasi II sampai IV cenderung membentuk ikatan logam-logam (M-M).Technetium karena merupakan unsur radioaktip digunakan untuk scanning pada dunia kedokteran.Re7+ Oktahedral Oktahedral Oktahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Oktahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Oktahedral Trigonal bipiramid (TBP) Oktahedral Square piramid (SP) Oktahedral Tetrahedral Trigonal Bipiramid (TBP) Oktahedral KELIMPAHAN. .Technetium diperoleh dari limbah peluruhan plutonium dan uranium. . DAN ISOLASI UNSURNYA : . ReF5 ReOCl3(PPh3)2 ReOMe4 ReF6 ReO4-.Diperoleh dari asap mineralnya dan terlarut sebagai ion perhenat. TcO4Cis ReO2Me3 ReO3Cl32- Te .Technetium diperoleh dari peluruhan uranium. KEGUNAAN. (3) stabilitas dari kedua unsur ini pada bilangan oksidasi IV dan V untuk bilangan oksidasu V sebagai senyawaan okso.UNSUR – UNSUR TRANSISI TECHNETIUM (Te) DAN RHENIUM (Re) Unsur-unsur ini berbeda dengan unsur Mn yang ada dalam satu golongan dalam beberapa hal : (1) tidak terdapat/sedikit unsur-unsur yang stabil dalam biloks dua (II). Ion ini dipekatkan dengan garam KCl untuk membentuk endapan KReO4 untuk memperoleh logam/unsurnya dilakukan proses reduksi menggunakan gas H2. Re2(CO)10 Re(CO)5Cl ReClN2(PR3)3+ Ph3Re(PhEt2)2 ReCl2acac(PPh3)2 (Me3SiCH2)4Re(N2) Re(Me3SiCH2) K2TcI6.Re2+ Te3+. K2ReCl6 ReCl5.Rhenium digunakan untuk paduan Pt-Re untuk katalis perengkahan minyak bumi.Re0 Te1+.Re 5+ 5+ Te .Re3+ Bilangan Koordinasi 5 6 6 6 5 6 5 6 5 6 5 6 4 5 6 Struktur Geometri Contoh [Re(CO)5]Te2(CO)10. SENYAWAANNYA DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 39 .Re 6+ 6+ Te7+.Re1Te0. . ReO4-.Re 4+ 4+ Te .merupakan pengoksidasi yang lebih lemah dibandingkan ion permanganat.Re1+ Te2+.Rhenium diperoleh dari mineral molibdenite (MoS) atau dari bijih Cu. . (2) terdapat sedikit senyawa kationik dalam setiap tingkatan bilangan oksidasi.

Halida : beberapa halida yang dikenal : .UNSUR – UNSUR TRANSISI a.xH2O Hitam TeO2 Hitam ReO2 Coklat ReO3 Merah Re2O3 Biru Te2O7 Kuning Re2O7 Kuning b. Oksida : beberapa oksida yang dikenal dari unsur ini : Rhenium Technetium Oksida Warna Oksida Warna Re2O3.Re2Cl10 diperoleh dari reaksi klorinasi pada T 5500C Terdekomposisi Re2Cl6 DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 40 .ReF6 dan ReF7 yang bersifat volatil .

Beberapa sifat dari logamnya. perak dan emas. OSMIUM. SENYAWAAN : Oksida.10-7%. mengkilap Aquaregia mudah dibentuk dan ditarik a. rapuh. rapuh. keras Rh 1960 putih keperakan. Rusia dan Kanada. dan kelimpahannya sangat kecil pada kulit bumi ± 10-6% . arsenida dan beberapa mineral lainnya. keras Os 3050 putih abu-abu.UNSUR – UNSUR TRANSISI RUTHENIUM. dalam sulfida. IRIDIUM DAN PLATINA Merupakan unsur dari golongan VIII. lembut/lunak. Unsur Mp (0C) Bentuk Ru 2334 putih abu-abu. rapuh Pt 1769 Pelarut leburan basa leburan basa H2SO4 pekat panas. bp tetrahedral ruthenium 400 OsO2 Seperti tembaga Rutile Pemanasan Os dalam NO OsO4 Kristal tak berwarna Molekul Pemanasan Os di udara mp 400. bp 1310 tetrahedral Rh2O3 Coklat Kurundum Pemanasan Rh(III) Nitrat RhO2 Hitam Rutile Pemanasan Rh2O3 T 700 – 8000 Tekanan (P) tinggi Ir2O3 Coklat Pemanasan K2IrCl6 + Na2CO3 IrO2 Hitam Rutile Reaksi Ir dan O2 PtO2 Coklat Dehidrasi PtO2(aq) 6500 DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 41 . Unsur-unsur tersebut sering sebagai paduan dengan unsur lain seperti : Osmiridium. RHODIUM. HCl pekat + NaClO3 pada 125 – 1500C HCl pekat + NaClO3 pada 125 – 1500C putih abu-abu. Sumber utama dari logam tersebut terdapat di Afrika Selatan. beberapa senyawaan dari unsurnya terlihat pada tabel berikut : Oksida Warna/bentuk Struktur Pembuatan RuO2 Biru-hitam Rutile Reaksi antara O2 pada Ru T = 12500 atau reaksi RuCl3 pada T 500 – 7000 non oksigen RuO4 Kristal orangeMolekul Oksidasi dari senyawaan kuning Mp 250. Unsur-unsur tersebut secara umum terakumulasi dengan tembaga. keras. mudah patah Ir 2443 putih keperakan.

bp 2270 OsF4 OsF5 Kuning-coklat Biru mp 700. mp 61. mp 33. bp 69.10 Beberapa halida lainnya : Biloks Ru I RuCl3 II RuBr3 Coklat gelap RuI3 hitam III - Os OsCl3 Abu-abu gelap OsBr3 hitam OsI3 hitam OsCl4 hitam OsBr4 hitam - Rh RhCl3 merah RhBr3 Merah gelap RhI3 hitam - Ir IrCl3 Coklat merah IrBr3 kuning IrI3 hitam IrCl4 IrBr4 IrI4 Pt PtCl2 Hitam-merah PtBr2 Coklat PtI2 Hitam PtCl3 Hijau hitam PtBr3 Hijau hitam PtI3 hitam PtCl4 Merah coklat PtBr4 Merah gelap PtI4 Coklat hitam SIFAT-SIFAT UNSUR GOLONGAN VIII Sifat kimia dari unsur ruthenium dan osmium sedikit sekali memiliki kemiripan dengan unsur besi kecuali pada senyawaan sulfida. bp 53.20 bp 470 RhF6 Hitam IrF6 Kuning mp 44.50.80. bp 225.UNSUR – UNSUR TRANSISI b.90 RhF4 RhF5 Merah anggur Merah gelap IrF4 IrF5 Merah coklat Kuning hijau mp 1040 PtF4 PtF5 Kuning coklat Merah. mp 800 II - III RuF3 Coklat RhF3 merah IrF3 hitam - VI RuF6 Coklat gelap mp 540 OsF6 Kuning pucat. Halida. phospida dan senyawa kompleks DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 42 . beberapa halida flour dari unsur-unsur golongan VIII TINGKAT OKSIDASI IV V RuF4 RuF5 Kuning Hijau gelap mp 86.60 PtF6 Merah tua.30.

K2RuCl6 RuF5 KruF6. Keistimewaan dari unsur ini adalah kemampuannya untuk mencapai tingkat oksidasi maksimum sesuai dengan nomor golongan. Os4+ Ru5+.Os2+ Ru3+. [Os(dipy)3]3+ K2OsCl6. Ir1+ Bilangan Koordinasi 4 4 3 Struktur Tetrahedral Tetrahedral Planar Contoh Rh(CO)4-. [OsO2Cl4]2RuO4OsOF5 RuO4. Biloks Ru2Ru0. [η 5-C5H3RuCO2]2 RuHCl(PPh3)3 [RuNOCl5]2-. Ir-1 Rh0. Os3+ Ru4+. Tingkat oksidasi dan stereokimia dari ruthenium dan osmium. PR3. Ir0 Rh1+. Os0. Os 7+ 7+ Ru8+. OsO4 OsO4NC7H13 [OsO3F3]-. Os 6+ 6+ Bilangan Koordinasi 4 5 5 6 6 6 5 6 4 5 6 4 6 4 5 6 Struktur Tetrahedral Trigonalbipiramid (TBP) TBP Oktahedral Oktahedral Oktahedral Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Tetrahedral TBP Oktahedral Contoh Ru(CO)42Ru(CO)5. Beberapa biloks dan stereokimia Rhodium dan Iridium tertera pada tabel berikut : Biloks Rh-1.UNSUR – UNSUR TRANSISI seperti kompleks CO. Os5+ Ru . Os8+ Rhodium dan Iridium berbeda dengan ruthenium dan osmium dalam hal kemampuannya untuk membentuk senyawaan okso sehingga bilangan koordinasi maksimal yang mampu dicapai enam (VI). Ir(CO)3PPh3IrNO(PPh3)3 RhCl(Pcy3)2 DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 43 . Ru+1 Ru2+. η -C5H5. [OsO4(OH)2]2- Ru . NaOsF6 RuO42OsOCl4 RuF6. Os(CO)5. OsHCl(diphos)2 [Ru(NH3)5Cl]2+.

untuk biloks nol (0) dicapai melalui ikatan dengan ligan triphospin. PtF6PtF6 Pt4+ Pt5+ Pt6+ DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 44 . IrClCO(PR3)2 HirCO(PPh3)3. Data selengkapnya untuk biloks dan stereokimia unsur Platina (Pt) sebagai berikut : Biloks Pt0 Pt2+ Bilangan Koordinasi 4 4 5 6 6 6 6 Struktur Tetrahedral Planar TBP Oktahedral Oktahedral Oktahedral Oktahedral Contoh Pt(CO)(PPh3)3 PtCl4[Pt(SnCl3)5]3[Pt(NO)Cl5]2[Pt(NH3)6]4+ [PtF5]4. IrF6 Bilangan oksidasi yang utama dari platina (Pt) adalah dua (II) dan empat (IV). Ir4+ Ir5+ Rh6+.UNSUR – UNSUR TRANSISI Rh2+ Rh3+. [Ir(C2O4)3]2CsIrF6 RhF6. Ir6+ 4 5 4 5 6 5 6 6 6 6 Planar TBP Square Cu-asetat Cu-asetat TBP Oktahedral Oktahedral Oktahedral Oktahedral RhCl(PMe3)3. Untuk bilangan oksidasi lima (V) dan enam (VI) hanya terjadi pada ligan flouro. untuk biloks satu (I) dicapai melalui interaksi logam-logam (M-M). IrH3(PPh3)3 K2RhF6. HRh(PF3)4 [Rh(S2C2(CN)2]2[Rh(OCOR)2]2 [Ph3PRh(OCOCH3)2]2 IrH3(PR3)2 [Rh(H2O)6]3+. Ir3+ Rh4+.

UNSUR – UNSUR TRANSISI PERAK (Ag) dan EMAS (Au) Seperti halnya tembaga. 5. Beberapa perbandingan potensial yang sangat kuat tergantung pada sifat anion. dan CuII juga menghasilkan senyawa kompleks yang mirip. 3.31 Ag(CN)2 Ag + 2 CN1. CuI dan AgI ( dan beberapa senyawa AuI) mempunyai kesamaan tipe baik dalam bentuk ion dan senyawa seperti [MCl2]-. Au dan Cu. [Et3AsMI4] dan K2MCl3. AgIII.98 0. 4. biasanya sebagai spesies anionik seperti dalam [AuCl3OH]-. Beberapa kimiripan tersebut antara lain : 1. dan AgIII. Beberapa tingkat oksidasi yang lain. AuIII.0. perak dan emas mempunyai elektron tunggal pada orbital s dan orbital d yang terisi penuh elektron.00 AuCl4 Au + 4Cl. AgII. dan AuI tidak stabil di air atau sebagai senyawa yang tidak larut atau spesies kompleks. dan kontras dengan ion Au+ yang tidak stabil dengan kaitannya untuk terdisproporsionasi seperti berikut : 3Au+(Aq) Au3+(aq) + 2 Au K≈ 1010 Emas (III) terkompleks dalam larutan. tetapi kompleks halida dari ion CuI dan AgI justru berurut kebalikannya. Cu2O dan Ag2O mempunyai struktur kubus pusat badan dimana atom logam mempunyai dua atom O tetangga dan tiap-tiap atom oksigen dikelilingi oleh empat atom logam pada bidang tetrahedral.6 Au(CN)2 Au + 2CN- DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 45 . Beberapa kompleks tertentu dari CuII dan AgII merupakan isomorf. beberapa yang berguna antara lain : 1. Semua logam mempunyai bentuk kristal yang sama yaitu kubus pusat muka. 2.799 2+ + Ag Ag Ag -0. Hanya kation aquo dari Ag+ yang stabil. Meskipun konstata stabilitas dari kompleks halida dari beberapa logam berurut seperti F>Cl>Br>I. tetapi meskipun mempunyai kesamaan dalam hal struktur elektronik dan potensial ionisasi sedikit sekali kemiripan antara Ag.

Cu. CsKAgF6 [Au(CN)2]AuCl(PPh3)2 [Audiars2]+ [Au(mnt)2]2AuBr4-.tetapi keberadaannya sebagai suatu intermediet dalam reaksi. Perak dan emas disamping ditemukan sebagai logam juga umumnya ditemukan dalam bentuk bijih sulfida. AgCl. Sumber utama emas dan perak didapatkan di Afrika Selatan dan Rusia. mengkilap. Beberapa bilangan oksidasi dan stereokimia dari Ag dan Au seperti terlihat pada tabel : Biloks Bilangan Koordinasi 2 3 4 5 6 4 6 4 6 2 3 4 4 4 5 6 AuV 6 Struktur Geometri Linier Trigonal Tetrahedral Pentagonal Piramidal Oktahedral Planar Dist Oktahedral Planar Oktahedral Linier Trigonal Tetrahedral Square Planar TBP SP Oktahedral Oktahedral Contoh [Ag(CN)2][Me2NC6H4Pet2]2AgI [Ag(SCN)4]3-[AgIPR3]4 [Ag(L)]22+ AgF. Perak juga ditemukan sebagai mineral AgCl Unsur-unsur ini diekstraksi melalui perlakukan dengan larutan sianida dan pengendapan dengan seng sesuai dengan reaksi berikut : 4Au + 8KCN + O2 + H2O 4Kau(CN)2 + 4KOH 2Kau(CN)2 + Zn K2Zn(CN)4 + 2Au Perak berwarna putih. Perak sedikit kurang reaktip dibandingkan tembaga kecuali terhadap belerang dan hidrogen sulfida yang DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 46 .H2O AgF4[Ag(IO6)27-. AgBr [Agpy4]2+ Ag(2. dan Ni. Au2Cl6 [Au(diars)2I]2+ AuCl3(2. lembut dan dapat ditempa (mp 9610C) dan mempunyai konduktivitas termal dan listrik yang paling tinggi.6-piridin dikarboksilat)2.10 phen) AuBr63(Xe2F11)+(AuF6)- Ag1 AgII AgIII AuI AuII Au III KEBERADAAN DAN SIFAT UNSUR-UNSURNYA Perak dan emas tersebar luas dialam.9-Me2-1.UNSUR – UNSUR TRANSISI Emas(II) terdapat dalam senyawa dithiolen dan didalam dikarbollyl [Au(B9C2H11)2]2. bisanya terdapat bersamaan dengan sulfida dari Fe.

Garam-garam dari anion okso umumnya bersifat ionik. Perak oksida lebih larut dalam larutan basa kuat dibandingkan dalam air. logam kuning (mp 10630C) dengan memiliki kemudahan untuk ditarik dan ditempa paling tinggi dari unsur-unsur yang lain. tetapi ligan air sangat labil dan tidak ada bentug garam hidrat dari AgI yang dikenal. Perak (I) oksida merupakan basa kuat dan suspensi alenanya bersifat basa. tetapi bereaksi cepat dengan halogen atau dengan larutan yang mengandung atau melepaskan klor seperti aquaregia. ketidak larutan dalam air ini tampaknya sebagai akibat dari karakter kovalen dari interaksi Ag----X. Oksida perak terdekomposisi pada suhu berkisar 1600 dan cepat tereduksi menjadi logamnya oleh hidrogen. dan C N DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 47 . AgNO3. Emas secara kimiawi tidak reaktip dan tidak mudah bereaksi dengan oksigen atau belerang. Perak(I) merupakan bilangan oksidasi yang umum. AgClO3. Ion AgI dalam air berada dalam bentuk [Ag(H2O)2]+. 1/2AgO(s) + 1/2H2O Ag+ + OH1/2Ag2O(s) + 1/2H2O AgOH Perak(I) oksida menyerap CO2 dari udara membentuk senyawa Ag2CO3.UNSUR – UNSUR TRANSISI dengan cepat menghitamkan permukaan perak. Penambahan dari alkali hidroksida dalam larutan AgI menghasilkan endapan coklat gelap yang sulit dipisahkan dari ion alkali. Emas bersifat lembut. dan emas larut dalam larutan sianida dengan adanya udara atau hidrogen peroksida membentuk kompleks [Au(CN)2]- SENYAWAAN PERAK PERAK (I). tetapi Ag2SO4 dan AgOOCCH3 dalam air larut sebagian. dan AgClO4 larut dalam air. tetapi meskipun halida dari AgCl dan AgBr tidak larut dalam air halida tersebut mempunyai struktur NaCl. dimana dalam senyawaan seperti AgCN dan AgSCN memiliki struktur rantau seperti pada gambar dibawah : S Ag C N Ag C N Ag C N Ag S SENYAWAAN BINER PERAK(I) OKSIDA. Perak larut dalam asam pengoksidasi dan dalam larutan sianida dengan adanya oksigen atau peroksida.

KOMPLEKS PERAK (I). mempunyai kecenderungan menghasilkan ion kompleks polinuklir. Jadi oksidasi dengan S2O82.dengan adanya piridin menghasilkan ion merah [Agpy4]2+ sedangkan dalam larutan basa periodat. SENYAWAAN PERAK (II) DAN PERAK(III) PERAK(II) FLOURIDA. Merupakan padatan coklat tua yang didapatkan melalui proses flourinasi dari AgF atau senyawaan Ag lainnya melalui pengaturan temperatur. yang mana semua senyawa dari perak sulfida memiliki sifat sedikit larut dalam air (log Ksp ≈ 50). Lapisan hitam yang sering ditemukan dalam hiasan-hiasan perak merupakan senyawa sulfida (Ag2S). AgL3+. warna dan ketidaklarutannya dalam air meningkat Cl<Br<I. Perak klorida dapat diperoleh sebagai lembaran liat yang transparan pada daerah IR dan digunakan sebagai bahan sel. AgII dan AgIII terdapat dalam kompleks dengan ligan yang sesuai. Penambahan hidrogen sulfida pada larutan perak menghasilkan endapan hitam Ag2S.kedalam larutan Ag+. SENYAWAAN EMAS OKSIDA. dan AgL4+. Metode pembuatan halida yang dikenal baik melalui pengendapan dengan menambahkan ion X. yaitu ligan yang berperan dalam mengosidasi Ag+. endapan tersebut terdekomposisi pada pemanasan menjadi Au. Perlakuan dari halida larut air dengan suspensi dari perak oksida dipergunakan untuk membuat snyawa hidroksida. karena perak halida tidak larut. Hanya Au2O3 yang dikenal. Bagaimanapun melalui metode hidrotermal. O2 dan H2O. walaupun penambahan basa pada larutan AuCl4menghasilkan Au2O3. ligan khelat tidak dapat membentuk senyawaan dengan ions yang sederhana. Komplek perak(I) mempunyai variasi yang sangat luas baik yang didapatkan sebagai larutan atau sebagai padatan.4H2O yang dibuat dengan melarutkan kristal Ag2O dalam larutan HF. Kompleks Ag+ yang paling stabil yang mempunyai struktur linier [L – Ag – L]+.UNSUR – UNSUR TRANSISI membentuk senyawaan AgOH dan Ag(OH)2-. Perak lorida dan bromida sensitip terhadap cahaya dan telah dipelajari secara khusus karena merupakan material penting dalam bidang fotografi. polikristal dan single kristal coklat menjadi merah rubi Au2O3 dapat dibuat. Ligan-ligan monodentat dapat membentuk bermacam-macam spesies senyawa kompleks seperti AgL+. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 48 . Fluorida membentuk hidrat seperti AgF. diperoleh ion [Ag(IO6)2]7-. tetapi konstata K1 dan K2 biasanya tinggi sedangkan K3 dan K4 relatip kecil. PERAK(I) HALIDA. AgL2+.nH2O sebagai endapan amorf coklat. karena itu spesies utama biasanya dari jenis AgL2 linier. PERAK (I) SULFIDA. lapisan ini dapat dihilangkan dengan cepat melalui kontak aluminium dalam larutan Na2CO3 encer.

Emas(I) klorida terdekomposisi oleh air.UNSUR – UNSUR TRANSISI Oksida emas merupakan asam lemah dan dilarutkan dalam basa kuat membentuk senyawa [Au(OH)4]-. Emas(I) klorida dibuat dari Au2Cl6 pada 1600C merupakan bubuk kuning yang terdissosiasi pada suhu tinggi. tetapi Au2Cl6 paling baik dibuat melalui reaksi : 2H3O+ + AuCl4. tereduksi menjadi Au. HALIDA. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 49 .+ 2SOCl 2SO2 + 6HCl + Au2Cl6 Keduanya merupakan dimer dalam padatan dan gas. Dalam bentuk kristalnya berbentuk rantai linier ikatan Cl – Au – Cl. dalam HX terbentuk ion AuX4-. Emas(III) flourida paling baik dibuat melalui flourinasi dari Au2Cl6 pada 3000C dan membentuk kristal orange yang terdekomposisi menjadi logamnya pada 5000C. Keduanya larut dalam air. Klorida dan bromida merupakan kristal merah dibuat dengan reaksi langsung. Besi (III) klorida (atau AuCl4-) merupakan oksidator yang kuat.

69 321 762 112 -0. kecuali beberapa kemiripan antara Zn. Meskipun unsur-unsur ini secara khas membentuk kation 2+. dan merkuri terletak setelah golongan tembaga. KADMIUM (Cd). Be.Hidroksida Cd(OH)2 lebih utama daripada Zn(OH)2 yang merupakan amphoter. Beberapa Sifat dari unsur golongan IIB Sifat Konfigurasi Elektron Terluar Entalphi Ionisasi (kJmol-1) Ionisasi Pertama Ionisasi Kedua Ionisasi Ketiga Zn 3d10 4s2 906 1726 3859 Cd 4d10 5s2 867 1625 3666 Hg 5d10 6s2 1006 1799 3309 Titik leleh (0C) Titik didih (0C) Panas penguapan (kJmol-1) E0 untuk M2+ + 2e Jari-jari ion divalen (Å) M (V) 419 907 130.92 -38. dan Au orbital d yang terisi elektron penuh memungkinkan untuk terjadinya kehilangan satu atau dua elektron untuk membentuk ion atau senyawa kompleks dengan bilangan oksidasi II dan III.8 -0. DAN MERKURI (Hg) Posisi dalam tabel periodik kecenderungan dalam satu golongan seng. Contoh : . kadmium. tetapi Hg(OH)2 merupakan basa yang sangat lemah. .Klorida dari Zn dan Cd merupakan senyawa ionik sedangkan HgCl 2 merupakan kristal molekuler. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 50 . Beberapa sifat dari unsur golongan II B terlihat pada tabel dibawah : Tabel. Zn(OH)2. hal ini tidak terjadi untuk unsur golongan II B. mereka tidak mempunyai banyak kesamaan dengan golongan Be. Mg.3 0.93 Dimana untuk unsur Cu.UNSUR – UNSUR TRANSISI SENG (Zn). Sebab utama dari perbedaan antara ion-ion IIA dan IIB timbul dari kemudahan terdistorsi kulit d yang terisi penuh dibandingkan dengan ion-ion dari unsurunsur IIA yang mirip dengan gas mulia. Ag. dan terdapat beberapa kesamaan dalam kimiawi larutan dan kompleks Zn2+ dan Mg2+. Sifat kimia dari unsur Zn dan Cd adalah sama.87 357 61.854 0. dan Mg. Ca-Ra.762 0. dan BeS mempunyai struktur yang seperti ZnO.402 0. Be(OH)2. dan ZnS. tetapi untuk Hg adalah berbeda dan tidak dapat sebagai suatu homolog. Jadi BeO. perak dan emas dan mempunyai dua elektron pada orbital s dan orbital d yang telah terisi penuh.

Stereokimia dari ion divalen Zn.[MeHgbipy]+ [Zn(CN)4]2-. Mineral kadmium jarang ditemukan namun sebagai akibat dari kemiripannya dengan Zn. CdCl2. [Hg(C5H4NO)6]2+ [Zn(H2dapp)(H2O)2]2+ (Ph4As)2Zn(NO3)4 KELIMPAHAN. Cd. namun telah lama dikenal karena mereka mudah didapatkan dari bijihnya.UNSUR – UNSUR TRANSISI Ion Zn2+ dan Cd2+ mempunyai kemiripan dengan ion Mg2+ sedangkan ion Hg2+ tidak.H2O [Zn(NH3)6]2+.ZnCl2 berstruktur tetrahedral sedangkan CdCl2 berstruktur oktahedral.HgO. Hg(CN)2 [Me3S]+HgX3-. Kadmium diperoleh sebagai hasil samping dan dipisahkan dengan destilasi atau pengendapan dari larutan sulfat dari abu Zn. kekuatan elektrostatik. Zn dan Pb diperoleh kembali secara simultan dengan metode tungku pemanas. Seng terdapat secara luas dalam beberapa mineral. tetapi sumber utamanya adalah Sphallerite [(ZnFe)S] yang biasanya terdapat bersama dengan galena (PbS). [Hgen3]2+. dan kekuatan ikatan kovalen. ZnCl2. Contoh : . ZnO [Cd(NH3)4]2+. HgCl2(OasPh3)2 [Zn(SCN) tren]+. CdO. maka stereokimianya hanya ditentukan oleh ukuran.36 V DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 51 . Zn + Cd2+ Zn2+ + Cd E = 0. ISOLASI DAN SIFAT-SIFAT UNSUR Unsur-unsurnya mempunyai kelimpahan yang sangat rendah dialam (dengan order 10-6 dari kerak bumi bagi Zn dan Cd). dan Hg seperti terlihat pada tabel dibawah : Bilangan Struktur Geometri Contoh Koordinasi 2 3 4 5 6 7 8 Linier Planar Tetrahedral Planar TBP SP Oktahedral Pentagonal Bipiramid Dodekahedral Zn(CH3)2. Metode isolasi diawali dengan flotasi dan pemanggangan.Sebagai pengaruh ukuran ion Cd2+ lebih disukai dibandingkan ion Zn2+ dalam membentuk senyawaan koordinasi 6. Tidak adanya pengaruh stabilitas medan ligan pada ion Zn2+ dan Cd2+ karena orbital d terisi penuh elektron. Cd terdapat hampir disemua bijih seng sebagai akibat pertukaran bijih isomorf. [Co(NH3)6][CdCl5] Zn(acac)2. .

Merkuri mudah hilang dari larutannya dan dalam bentuk garam mudah tereduksi oleh bahan pereduksi runutan dan oleh proses disproporsionasi menjadi ion Hg22+. keduanya sangat tidak stabil. KEADAAN UNIVALEN Keadaan univalen terpenting hanya merkuri. KADMIUM. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 52 . karena merupakan pereagen pereduksi yang sangat kuat sehingga dalam larutan air akan berubah menjadi Zn2+ dan Cd2+. Seng dan kadmium bereaksi cepat ketika dipanaskan dengan oksigen untuk membentuk senyawaan oksida. Seng juga larut dengan basa kuat karena kemampuannya untuk membentuk ion zinkate yang secara umum dituliskan sebagai ZnO22-. bereaksi sangat kuat menghasilkan amalgam. sedangkan Hg bersifat inert dengan asam-asam non oksidator. meskipun tidak stabil ion Zn1 dan Cd1 juga ada dan mempunyai rumus M22+. Merkuri bergabung dengan beberapa logam lainnya seberti dengan Na atau K. Baik Zn maupun Cd bereaksi cepat dengan asam-asam nonoksidator dengan melepaskan gas hidrogen dan membentuk ion divalen.UNSUR – UNSUR TRANSISI Bijih merkuri terpenting adalah cinnabar (HgS). Meskipun merkuri dan oksigen tidak stabil sebagai HgO pada temperatur kamar. dan timbal. mengkilat dan mudah ternoda.+ H2 Meskipun ion kadmiat juga dikenal tetapi Cd tidak larut dalam basa. HgO(s) Hg(s) + 1/2O2 ∆Diss = 160 kJmol-1 Kemampuan dari merkuri untuk menyerap oksigen dari udara dan membebaskannya kembali dalam bentuk murni merupakan hal yang penting dalam studi pendahuluan mengenai oksigen oleh Lavoisier dan Priestley. Seng dan Kadmium merupakan logam-logam putih. Ketiga unsur tersebut bereaksi langsung dengan halogen dan dengan non logam seperti sulfur. SENYAWAAN SENG. DAN MERKURI I. maka harus disimpan pada tempat yang tertutup dan ditempatkan pada daerah yang ventilasinya bagus. Ketika seng ditambahkan pada lelehan ZnCl2 pada suhu 500 sampai 7000C dihasilkan larutan kuning dan pada proses pendinginan menghasilkan gelas kuning yang berdasarkan spektra raman merupakan senyawa yang mengandung Zn22+. selenium. Seng dan kadmium dapat membentuk beberapa paduan diantaranya kuningan (aliansi tembaga dan seng). untuk mengisolasi Hg bijih dipanggang untuk membentuk oksida yang akan terdekomposisi pada 5000C yang selanjutnya Hg(0) diuapkan. tetapi dekomposisi HgO menjadi unsur-unsurnya baru dapat cepat terjadi jika dilakukan pemanasan ± 4000C. karena merkuri sangat volatil dan beracun. Merkuri merupakan cairan yang mengkilat pada suhu kamar. Zn + 2OHZnO22.

kadmium oksida mempunyai variasi warna dari hijau kekuningan sampai coklat mendekati hitam tergantung dari panas pembakarannya.2H2O menunjukkan jarak ikat Hg-Hg berkisar 2. ketika kadmium dilarutkan dalam lelehan kadmium halida. Jarak terpendek ditemukan pada anion NO3. SENYAWAAN DIVALEN SENG DAN KADMIUM 1. HALIDA. Seng oksida biasanya berwarna putih tetapi berubah menjadi kuning pada pemanasan. Hg2SO4.yang terikat secara kovalen paling lemah II. Seperti terlihat pada tabel dibawah. Beberapa sifat dari halida seng dan kadmium Halida Kelarutan dlm air mp bp Struktur DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 53 . Ion merkuri Hg22+. warna tersebut sebagai akibat keberadaan ion Cd1 dan CdII membentuk jembatan halida Cd-CdCl2.7 Å tergantung dari anion yang terikat. Dari hasil studi difraksi sinar X bahwa dalam senyawaan Hg2Cl2. Zn(OH)2(s) Zn(OH)2(aq) K= 10-6 Seng hidroksida mudah larut dalam larutan NaOH encer tetapi Cd(OH) 2 hanya larut dalam basa pekat. Kedua oksida dapat mengalami sublimasi tanpa terdekomposisi pada suhu yang sangat tinggi. tetapi Zn(OH)2 lebih larut sebagai akibat harga konstata kesetimbangan yang dimiliki. Keempat halida diketahui dapat membentuk senyawaan dengan seng dan kadmium. kondisi asam untuk CdS. SULFIDA. Baik Zn dan Cd hidroksida larut dengan cepat dalam larutan amonia pekat membentuk kompleks amin. dibentuk melalui reduksi garam merkuri dalam larutan air dan teroksidasi menjadi [Hg(H2O)2]2+. contoh [Zn(NH3)4]2+.UNSUR – UNSUR TRANSISI Serupa dengan seng. dihasilkan lelehan berwarna merah gelap. kondisi netral atau basa untuk ZnS. Asap oksida dapat diperoleh dari pembakaran alkil. asap oksida kadmium sangat beracun. Oksida dan Hidroksida Oksida ZnO dan CdO dapat dibuat melalui pembakaran logamnya diudara atau dengan pirolisis dari karbonat atau nitrat. dan Hg2(NO3)2. Hasil kali kelarutan dari Zn(OH)2 dan Cd(OH)2 adalah 10-11 dan 10-14. Perubahan warna tergantung dari jenis kerusakan kisi kristalnya. Hidroksida dapat diendapkan dari larutan garam dengan menambahkan basa.5 Å – 2. Senyawaan sulfida diperoleh dengan mereaksikan ion aquo dengan gas H2S.

aseton. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 54 . Kelarutan flourida yang paling kecil ini disebabkan oleh tingginya harga energi kisi kristal. daripada halida-halida lainnya dalam satu golongan. Ion Cd2+ dan Zn2+ memiliki sedikit kemiripan dengan ion Mg2+ dan beberapa garam Cd2+ dan Zn2+ merupakan isomorphos dengan garam magnesium. dan asetat larut dalam air.29(250) 7.57(200) 31. sulfat.7(20 ) 4. sulfit.6H2O. dan pelarut-pelarut donor sejenis. Seng klorida juga larut dalam air dengan perbandingan mol H2O terhadap ZnCl2 2:1. dan iodida digambarkan sebagai ion halida menutup atom pusat.3(200) 0 0 872 275 394 446 1110 868 568 387 1504 756 697 Sublimasi 1747 980 1136 Sublimasi Rutil Anion terkemas dengan Zn dalam bidang tetrahedral Flourite Anion terkemas dengan Cd dalam bidang oktahedral Senyawaan flourida lebih bersifat ionik. Jadi senyawaan flourida memiliki titik leleh dan titik didih lebih tinggi dan kalarutannya dalam air lebih rendah.Hg(Mg)SO4.UNSUR – UNSUR TRANSISI ZnF2 ZnCl2 ZnBr2 ZnI2 CdF2 CdCl2 CdBr2 CdI2 1. tetapi juga kenyataan halida-halida yang lain dapat membentuk kompleks halo dalam larutan dan ini tidak terjadi pada flourida.9(250) 13(250) 0. IONS AKUO DAN GARAM OKSO Garam dari asam okso seperti nitrat.8(250) 20. Kedua halida seng dan kadmium juga larut dalam alkohol.7H2O dan M2ISO4. bromida. contoh : Zn(Mg)SO4. Struktur dari klorida.2(20 ) 2. dimana untuk Zn ion halida terletak pada bidang tetrahedral dan untuk ion kadmium terletak pada bidang oktahedral. perklorat.

P. New Jersey. and R. Inorganic Chemistry : Principles of Structure and Reactivity.. University Microfilm International.L. Fourth Editions. New York.A. Huheey. 4th ed. Advanced Inorganic Chemistry. John Wiley & Sons. DIKTAT KULIAH KIMIA UNSUR 55 . 1993.L.. HarperCollins College Publishers. and Wilkinson. London. G. 1986.. Prentice-Hall International. F.A.A. 1991. G.. Introduction to Advance Inorganic Chemistry. Inorganic Chemistry. Keiter.UNSUR – UNSUR TRANSISI DAFTAR PUSTAKA Cotton. and D. E.E. New York Durrant... J.. 1980. Tarr. 1st ed. Inc. Keiter. Miessler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful