BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Sebagaimana kita pahami dan sepakati bersama bahwa tujuan perusahaan adalah membangun dan memperluas keuntungan kompetitif organisasi. Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang

(opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan disebut dengan istilah resiko (risk). Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang definisi dari manajemen risiko serta tujuan dari manajemen risiko itu sendiri untuk perusahaan. Selain itu, dijelaskan pula tahap-tahap dalam proses manajemen risiko, perbedaan antara risk control dan risk financing sebagai teknik utama menangani kerugian.

Rumusan Masalah
1. Apa definisi manajemen risiko? 2. Apakah tujuan dari manajemen risiko? 3. Bagaimana tahap dalam proses manajemen risiko, serta membedakan antara risk control dan risk financing sebagai teknik utama menangani kerugian?

Tujuan Penelitian
1. Mengetahui definisi dari manajemen risiko 2. Mengetahui tujuan dari manajemen risiko 3. Mengetahui tahap dalam proses manajemen risiko, serta membedakan antara risk control dan risk financing sebagai teknik utama menangani kerugian

1

suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko. 2010:2) Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. menetapkan solusi. 2008:5) Manajemen risiko adalah suatu bidang ilmu yang membahas tentang bagaimana suatu organisasi menerapkan ukuran dalam memetakan berbagai permasalahan yang ada dengan menempatkan berbagai pendekatan manajemen secara komprehensif dan sistematis (Irham Fahmi. Manajemen risiko adalah suatu metode logis dan sistematik dalam identifikasi. kuantifikasi. menentukan sikap. serta tuntutan hukum. Idroes. 1992:172). 2005:2). mengurangi efek negatif risiko. di sisi lain. Manajemen risiko keuangan. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran. kematian. dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan (Herman Darmawi. tapi harus dihadapi dengan cara-cara memperkecil kemungkinan terjadinya suatu kerugian (Kasidi. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain.BAB II PEMBAHASAN 1. serta melakukan monitor dan pelaporan risiko yang berlangsung pada setiap aktivitas atau proses (Ferry N. Risiko tidak cukup dihindari. Manajemen risiko adalah kemampuan seorang manajer untuk menata kemungkinan variabilitas pendapatan dengan menekan sekecil mungkin tingkat kerugian yang diakibatkan oleh keputusan yang diambil dalam menggarap situasi yang tidak pasti (Iban Sofyan. Definisi manajemen risiko Manajemen risiko adalah usaha yang secara rasional ditujukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian dari resiko yang dihadapi. 2010:4). 2 . pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. menghindari risiko.

Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan juga sudah mulai mengumpulkan dan menerima berbagai datadata baik bersifat kualitatif dan kuantitatif. termasuk bentuk-bentuk risiko yang mungkin akan dialami oleh perusahaan. Bentuk-bentuk risiko yang diidentifikasi disi telah mampu dijelaskan secara detail.Manajemen Resiko didefinisikan sebagai proses identifikasi. C. Untuk meningkatkan kapabilitas kepemimpinan seorang manajer perusahaan Untuk menumbuhkan sifat dinamis dan progresif seorang manajer perusahaan Untuk mengurangi sebanyak mungkin pengambilan keputusan yang didasari atas intuisi dan perasaan seorang manajer Untuk meningkatkan ketrampilan penggunaan alat analisis manajemen risiko dalam proses pembuatan keputusan seorang manajer perusahaan 3. Menempatkan Ukuran-Ukuran Risiko 3 . pengukuran. yaitu : A.1990). 2. seperti ciri-ciri risiko dan faktor-faktor timbulnya risiko tersebut. B. dan kontrol keuangan dari sebuah resiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut (Smith. Identifikasi Risiko Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan melakukan tindakan berupa mengidentifikasi setiap bentuk risiko yang dialami perusahaan. Tujuan Manajemen risiko Tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari konsep manajemen resiiko antara lain sebagai berikut. Tahap-tahap dalam Melaksanakan Manajemen Risiko Untuk mengimplementasikan manajemen risiko secara komprehensif ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan oleh suatu perusahaan. Identifikasi ini dilakukan dengan cara melihat potensi-potensi risiko yang sudah terlihat dan yang akan terlihat. Mengidentifikasi Bentuk-bentuk Risiko Pada tahap ini diharapkan pihak manajemen perusahaan telah menemukan bentuk dan format risiko yang dimaksud.

4 . Pemilihan satu alternatif dari berbagai alternatif yang ditawarkan artinya mengambil alternatif yang terbaik dari berbagai alternatif yang ditawarkan termasuk dengan menolak berbagai alternatif lainnya. Memutuskan satu alternatif Pada tahap ini setelah berbagai alternative dipaparkan dan dijelaskan baik dalam bentuk lisan dan tulisan oleh para manajemen perusahaan maka diharapkan pihak manajer perusahaan sudah memiliki pemahaman secara khusus dan mendalam. Menempatkan Alternatif-Alternatif Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan telah melakukan pengolahan data. Menganalisis Setiap Alternatif Pada tahap ini dimana setiap alternatif yang ada selanjutnya dianalisis dan dikemukakan berbagai sudut pandang serta efek-efek yang mungkin timbul. Hasil pengolahan kemudian dijabarkan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif beserta akibat-akibat atau pengaruh-pengaruh yang akan timbul juga keputusan tersebut diambil. baik yang berbentuk kualitatif dan kuantitatif serta pemilihan data dilakukan berdasarkan pendekatan metodologi yang digunakan. E. Dengan kepemilikan rancangan metodologi penelitian yang ada diharapkan pihak manajemen perusahaan telah memiliki fondasi kuat guna melakukan pengolahan data. Data-data yang masuk juga dapat diterima. Berbagai bentuk penjabaran yang dikemukakan tersebut dipilah dan ditempatkan sebagai alternatif keputusan. termasuk rancangan model metodologi penelitian yang akan digunakan.Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan sudah menempatkan ukuran atau skala yang dipakai. D. Dampak yang mungkin timbul baik secara jangka pendek dan jangka panjang dipaparkan secara komprehensif dan sistematis. Kejelasan dan sangat penting guna membantu pengambilan keputusan secara tepat. Untuk dipahami bahwa penggunaan ukuran dengan berdasarkan format metodologi penelitian yang digunakan harus dilakukan dengan sangat hatihati dan penuh kecermatan karena jika salah atau tidak sesuai dengan kasus yang ditangani maka hasil yang akan diperoleh nantinya juga dianggap tidak akan akurat. F. dengan tujuan mampu diperoleh suatu gambaran secara jelas dan tegas.

Rincian biaya yang dialokasikan tersebut telah disetujui oleh bagian keuangan serta otoritas pengambil penting lainya. Mengevaluasi jalanya alternative yang dipilih Pada tahap ini setelah alternatif dilaksanakan dan control dilakukan maka selanjutnya pihak tim manajemen secara sistematis melaporkan kepada pihak manajer perusahaan. Melaksanankan alternatif yang dipilih Pada tahap ini setelah alternatif dipilih dan ditegaskan serta dibentuk tim untuk melaksanakan ini. Tugas utama manajer perusahaan adalah melakukan control yang maksimal guna menghindari timbulnya berbagai risiko yang tidak diinginkan. maka artinya manajer perusahaan sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) yang dilengkapi dengan rincian biaya. Membedakan risk control dan risk financing Sesudah manajer risiko mengidentifikasikan dan mengukur risiko yang dihadapi perusahaannya. Pelaporan tersebut berbentuk data yang bersifat fundamental dan teknikal serta dengan tidak mengesampingkan informasi yang bersifat lisan. maka ia harus memutuskan bagaimana menangani risiko tersebut. H. Pembiayaan risiko (risk financing) Pengendalian risiko. Pengendalian risiko (risk control) 2. I. Menghindari risiko 5 . dijalankan dengan metode berikut : 1. Ada dua pendekatan dasar untuk itu : 1. Mengontrol alternatif yang dipilih tersebut Pada tahap ini alternatif yang dipilih telah dilaksanakan dan pihak tim manajemen beserta para manajer perusahaan.Dengan pemilihan satu alternatif sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan diharapkan pihak manajer perusahaan sudah memiliki fondasi kuat dalam menugaskan pihak manajemen perusahaan untuk bekerja berdasarkan konsep dan koridor yang ada. Tujuan melakukan evaluasi dari alternatif yang dipilih tersebut adalah bertujuan agar pekerjaan tersebut dapt terus dilakasankan sesuai dengan yang direncanakan. G.

Semakin sempit risiko yang dihadapi. maka semakin besar ketidakmungkinan menghindarinya. Misalnya.2. Manfaat atau laba potensial yang akan diterima dari sebab kepemilikan suatu harta. walaupun hanya sementara. menghindari risiko 6 . Hal ini tidak mungkin dilakukan bagi sebuah badan usaha atau perusahaan. Kemungkinan untuk menghindari risiko tidak ada. akan hilang jika dilaksanakan penghindaran risiko. Menanggung risiko (retention) Masing-masing peralatan itu sebaiknya dipergunakan dalam kombinasi dengan satu atau lebih peralatan tersebut. perhatian akan dikhususkan pada karakteristik utamanya. Dalam membahas masing-masing teknik. Kombinasi atau pooling 5. Karakteristik Dasar Menghindari Risiko Pertama. maka akan semakin besar kemungkinan akan tercipta risiko yang baru. maka semua kegiatan harus dihentikan. Semakin luas risiko yang dihadapi. orang atau kegiatan dari exposure terhadap risiko. dengan jalan :   Menolak memiliki atau melaksanakan kegiatan itu. maka tidak ada alternative lain selain menggunakan teknik financing. pertimbangan yang mempengaruhi penggunaannya dan pengamatan-pengamatan atas bagaimana mengimplementasikan serta bagaimana mengevaluasi hasilnya. 1. atau segera menghentikan kegiatan setelah diketahui mengandung risiko. Menyerahkan kembali risiko yang terlanjur diterima. ingin menghindari semua risiko tanggung jawab. Pemindahan risiko melalui pembelian asuransi 2. Mengendalikan kerugian 3. Pemisahan 4. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam rangka mengendalikan suatu risiko murni adalah dengan menghindari harta. Pemindahan risiko Pembiayaan risiko. Misalnya. Ketiga. Kedua. meliputi : 1. mempekerjakan pegawai tertentu atau bertanggung jawab atau suatu kegiatan. Jika exposure tidak dihilangkan.

2. Salvage program bertujuan untuk menyelamatkan. Sesungguhnya metode itu tidak diimplementasikan sebagaimana mestinya jika ternyata anjuran-anjuran yang telah diinstrusikan itu ternyata dilanggar. Misalnya. Implementasi dan Evaluasi Hasil Untuk mengimplementasikan keputusan penghindaran risiko. manajer risiko seharusnya menganjurkan policy dan prosedur tertentu yang harus diikuti oleh semua bagian perusahaan dan pegawai. meskipun tidak sampai menimbulkan kerugian. jika tujuannya adalah menghindari risiko dengan angkutan kapal. Program pengurangan kerugian bertujuan untuk mengurangi keparahan potensial dari kerugian. Program pengurangan kerugian dapat dibedakan atas minimization program dan salvage program. mengumpulkan harta yang tersisa setelah terjadinya kebakaran. Dengan dukungan manajemen puncak. maka harus diadakan penetapan terhadap semua harta. mengangkat mobil setelah terjadinya kecelakaan. maka akan muncul risiko yang berhubungan dengan angkutan darat.pengangkutan dengan kapal dan menggantinya dengan angkutan darat. mengecek kelayakan mesin sebelum dioperasikan. personil atau kegiatan yang menghadapi risiko yang ingin dihindarkan. Program Pencegahan Kerugian dan Program Pengurangan Kerugian Program pencegahan kerugian berusaha untuk mengurangi atau menghilangkan peluang kerugian. Beberapa program pengendalian kerugian merupakan gabungan antara program pengurangan kerugian dan pencegahan kerugian. Penghindaran risiko dikatakan berhasil jika tidak terjadi kerugian terhadap risiko yang ingin dihindari tersebut. Misalnya. Misalnya usaha memadamkan api saat terjadi kebakaran. 3. Minimization program dijalankan sebelum kerugian terjadi atau selama peristiwa yang menyebabkan kerugian itu sedang berlangsung dengan tujuan mengurangi tingkat keparahan kerugian. 7 . maka semua departemen diinstruksikan untuk menggunakan angkutan lain.

pendekatan engineering dan pendekataan hubungan kemanusiaan. Pengendalian Kerugian (Loss Control) Pengendalian kerugian dijalankan dengan :   Merendahkan peluang untuk terjadinya kerugian Mengurangi keparahannya jika kerugian itu memang terjadi. Pendekatan engineering menekankan pada sebab-sebab yansg bersifat fisik dan mekanik. memperbaiki kabel yang tidak memenuhi syarat. bahwa kemungkinan dan keparahan kerugian dari suatu kecelakaan lalu lintas tergantung pada : Orang yang menggunakan jalan raya Kondisi kendaraan 8 . Haddon menegaskan. pengadaan sarana pengolahan limbah usaha dan sebagainya. Pengendalian kerugian menurut lokasi Tindakan pengendalian risiko.4. b. suka menghadang bahaya. dan sebagainya. tidak mau memakai alat pengaman sebagaimana diharuskan.    Kedua tindakan itu dapat diklasifikasikan dalam : Tindakan pencegahan kerugian atau pengurangan kerugian Menurut sebab kejadian yang akan dikontrol Menurut lokasi kondisi-kondisi yang akan dikontrolmenurut timingnya a. dari kondisi yang direncanakan untuk dikendalikan. seperti kelengahan. teknik pengendalian kerugian diklasifikasikan berdasarkan dua pendekatan. sembrono. Pendekatan human relation menekankan sebab-sebab kecelakaan yang bersumber dari faktor manusianya. dapat pula diklasifikasikan menurut lokasi. Misalnya. yaitu. Pengendalian Kerugian Menurut Sebab-Sebab Terjadinya Secara tradisional. pengawasan kualitas bahan bangunan dalam membangun suatu gedung.

Memindahan harta atau kegiatan yang bersangkutan kepada pihak lain 2. Misalnya. kondisi lalu lintas. Klasifikasi kedua. Menganggap kerugian yag bersangkutan dipikul pihak lain Risk financing transfer dapat dilakukan dengan cara: 1. dilakukan segala pertimbangan untuk mengadakan perubahan. Risk retention (resiko ditangani oleh perusahaan yang bersangkutan) Risk Financing Transfer Telah ditegaskan bahwa pemindahan resiko dapat digolongkan dua cara pengendalian resiko dan risk financing. Pemindahan resiko melalui cara pengendalian resiko. Phase pengamanan perawatan. seperti desain. selama kejadian atau sesudah kejadian. tidak memerlukan pengerahan dana dijalankan dengan: 1. yang berdasarkan timing juga mengenalkan phase. meliputi programprogram yang menjadi efektif ketika keadaan darurat. orang yang berkepentingan dan masyarakat. Dalam phase perencanaan. meliputi program untuk memeriksa pelaksanaan dan mengusulkan perubahan yang perlu. Klasifikasi ini telah dipergunakan sebagai kriteria untuk membedakan antara minimization dan salvage. Risk financing transfer (memindahkan resiko disertaidengan pembiayaan) 2. peraturan dan sebagainya Konsep Haddon ini dapat diterapkan pemakaiannya untuk bentuk kerugian lain.- Lingkungan umum jalan raya.tranfer resiko kepada perusahaan 2. Sedangkan phase darurat. Cara ini terdiri dari: 1. Memindahkan tanggung jawab kepada transferee 3.transfer kepada perusahaan lain yang bukan perusahaan asuransi (nonisurance transfer) 9 . kerugian atas kebakaran akan sangat dipengaruhi oleh lokasi. c. pengamanan perawatan dan darurat. perencanaan. peruntukkan. Yang berhubungan dengan cara – cara pengadaan dana untuk memulikan kerugian. Pengendalian kerugian menurut Timing Pendekatan ini meninjau peristiwa atau pengendalian berdasarkan waktu sebelum kejadian.

5. Tanggung gugat (lialibilities) kepada pihak . dan melalui kontrak khusus pemindahan resiko. Banyak isi kontrak berkenalan dengan pemindahan tanggung jawab keuagan atas: 1. Sumber dananya diusahakan oleh perusahaan yang bersangkutan. MENANGGUNG SENDIRI RESIKO (RISK RETENTION) Metode yang paling umum penanganan resiko ialah penanggungan sendiri oleh perusahaan. Pemindahan ini dapat dibeda – bedakan berdasarkan tanggung jawab yang dipindahkan. karena itu bisa salah mengerti. Dikatakan aktif bila manajer mempertimbangkan metode – metode lain untuk menangani resiko dan kemudian memutuskan secara sadar untuk memindahkan kerugian potensial itu. Kerugian atas net income 3. resiko yang Kedua: bahasa yang tertulis di dalamnya adalah bahasa “hokum” yang sangat sukar dipahami. Penanggungan sendiri ini bisa bersifat pasif (unplanned retention) dan bisa bersifat aktif. Kerugian personil 4. Contohnya yang paling populer dalam dunia dagang adalah “hedging” hedging ini dilakukan dengan jalan misalnya bersamaan dengan pembuatan kontrak penjualan. Harta 2.NONINSURENCE TRANSFER Kebanyakan pemindahan resiko kepada pihak nonasuransi ini dilakukan melalui kontrak – kontrak bisnis biasa. NEUTRALIZATION Neutralization merupakan proses menyeimbangan kans kerugian atas kans keuntungan. Dikatakan padif atau tidak terencana bila manajer resiko tidak memperhatikan tentang adanya exposute dank arena tidak melakukan usaha apa pun untuk menanganinya. Nonisurance transfer ini mempunyai beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan oleh manajer risiko: Pertama: kontrak itu mungkin hanya memindahan sebagai resiko daripada menurut para manajer telah dipindahkan kepada pihak luar.ketiga. Ketiga: surat kontrak bisa dibatalkan oleh pengadilan. 10 .

karena tidak tersedia alternatife lain Keharusa ( = default = ) menanggungkan sendiri resiko. BIAYA Jika perusahaan memindahkan resiko kepada perusahaan asuransi. Kerugian – harapan.maka perusahaan ini harus membayar premi yang dapat dibagi ke dalam dua bagian : 1. KUALITAS DARI PADA SERVIS Sebagian pengusaha percaya bahwa servis yang disediakan oleh penganggung (asuransi) bisa dilaksanakan lebih baik oleh perusahaan itu atau suatu Biro jasa. maka perusahaan dalam jangka panjang dapat menghemat pengeluaran sebesar selisih kedua perhitungan itu. KERUGIAN HARAPAN Jika perusahaan percaya bahwa kerugian – harapan yang dihitung lebih rendah dari perkiraan pihak asuransi. alasan perusahaan melakukan retention dapat digolongkan kedalam salah satu kategori berikut: 1. dan perkiraan pengeluaran tak terduga. 2. Pajak KEHARUSAN. Karena tidak tersedia alternative lain 2. 4. Keharusan. Loss allowance. Oppourtunity Costs menyangkut timing pembayaran premium dibandingkan dengan pengeluaran untuk kerugian. Biaya 3. Loading yang meliputi biaya profit margin. OPPOURTUNITY COSTS. andaikan premium akan sama atau kurang dari kerugian dan pengeluaran alternatif. Kualitas pertanggungan 6. jika jarak wakti antara pembayaran premi dan pembayaran kerugian dan pengeluaran alternative itu akan memberikan keuntungan lebih besar ayas hasil investasi dana cadangan untuk pembayaran kerugian itu. Oppourtunity cost 5. perusahaan itu mungkin lebih suka menanggung sendiri resiko. Contoh. 11 .ALASAN PERUSAHAAN MELAKUKAN RETENTION Jika dikaji lebih lanjut. disebabkan karena tidak mungkin untuk memindahkan resiko itu. yaitu perkiraan pihak asuransi tentang kerugian – harapan pihak tertanggung.

2. Tidak ada penyediaan sebelumnya 2. Peluang yang kuat bagi investasi. Captive insurance 12 . Retention dibuat kurang menarik oleh factor – factor sebagai berikut: 1. Asuransi – sendiri 4. Keuntungan layanan internal atau nonisurer servicing. Kerugian – harapan (expected losses) lebih besar daripada kerugian yang diperkirakan perusahaan asuransi. 6. Jika unit yang menghadapi resiko (evposure unit) banyak.IKHTIASAR FAKTOR – FAKTOR YANG MENDORONG DAN MENGHAMBAT RETENTION Di bawah ini akan diberikan ikhtisar factor yang mendorong pemakaian relontion dan factor – factor yang menghalanginya. Hal – hal yang mendorong pemakaian peralatan retention 1. Lebih menguntungkannya jasa perusahaan asuransi. Jik biayanya lebih rendah dari biaya yang dibebankan pihak perusahaan asuransi. yang mengakibatkan oppourtubnity cost yang besar. 1. sehingga resiko akan menjadi lebih rendah karena perusahaan itu akan sanggup memperkirakan probabilitas kerugian dengan akurat. Jika kerugian – harapan (expected losses) lebih rendah dari perkiraan perusahaan asuiransi 3. 4. Ketidakmampuan keuangan menopang maximum possible losses atau maximum probable losses dalam short run. Pembayaran expense dan kerugian membengkak selama jangka waktu yang panjang. Tujuan manajemen resiko yang menerima variasi yang besar dalam kerugian tahunan 5. Biaya yang lebih besar daripada biaya yang dibebankan pihak asuransi 2. 3. Membentuk dana dan cadangan 3. 7. 4. Cara penyediaan dana: Penyediaan dana untuk program retention dapat dilakukan dengan salah satu dari cara – cara berikut. yang menghasilkan oppourtunity cost yang besar.

Membentuk dana dan cadangan Dengan cara ini dana untuk metutup resiko dapat dari cadangan yang setiap tahundi kredit dengan laba yang disisihkan untuk itu. Asuransi seperti itu disebut “captive insurer”. Penafsiran expected losses itu jarang yang tepat. Sedangkan self – insurer tidak bisa memperoleh perlindungan dari reasuransi. Self – insurance Ada perusahaan yang mengorganisasikan sebuah perusahaan asuransi. Perusahaan mungkin sulit untuk mendapatkan uang tunai untuk menutup resiko 2. Oleh Karena itu perusahaan melalui captive insurer-nya dapat membeli perlindungan untuk resiko yang luar biasa atau untuk resiko yang tidak sanggup ditamggung oleh perusahaan asuransi biasa. 13 . antara lain: 1. yang seluruh (sebagian besar) nasabahnya adalah perusahaan itub sendiri. Keuntungan yang memdorong perusahaan mendirikan captive insurer adalah captive dapat membeli perlindungan dari perusahaan reasuransi. Ada beberapa kelemahan cara ini. Perlindunagan reansuransi lebih fleksible dan tidak begitu banyak pembatasan. Banyak dana yang disisihkan itu adalah sejumlah kerugian yang diperkirakan (expected losses) per tahun.

dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain. menghindari risiko. 14 . suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko.BAB III PENUTUP Kesimpulan Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. mengurangi efek negatif risiko.

Fahmi. Bogor: Ghalia Indonesia. Manajemen Resiko. 2006. 2010. 2008. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2005. Manajemen Risiko.Kasus. Jakarta: Bumi Aksara. Herman.DAFTAR PUSTAKA Idroes. Yogyakarta: Graha Ilmu. Darmawi. Bandug: Alfabeta 15 . Irham. Manajemen Risiko Perbankan: Pemahaman Pendekatan 3 Pilar Kesepakatan Basel II Terkait Aplikasi Regulasi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Manajemen Risiko:Teori. 2010. Ferry N. Kasidi. Iban. Manajemen Risiko. Sofyan. dan Solusi.

.3907897:9:7.3.02037084./.8:.9. !&%&!  0825:.3 .9:503/0.

 09/..3502-07/.3./.9...3.3-07.2.3.3.3.3.3/03.8:!03.38:.220304.9.82.2094/44/.3:8. 9072.3897...5.3.329.8 784/03..3203:3.89..9.9:7.3.3784 50302-.90:39:20304.

9/.. $97..3./../.7.3 2033/.3 /..90.9..2023/.301030.2-.38:2-07/.5.5. 4380:0387849079039:                         .50304.3203..7 784 203:7.39.91784 /.3.25:380-.378405.:802:..

8.:28.2   .!%#.8 /.3   .8/   .3.0203#84 4.2:  .79.9..3  !...2./.3/4308.13/4!078.  .9 5. / 3/4308.0203#84 447.3.3.7.  . .3.-09.%#!&$%  /7408  077      .3/:1.3 !03/0.9.8 #0:.0203#84%047 .3.0203 #84 !07-.7.79.3 !0.. 072.79.3 -..0203#084 .3.8:8 /.7.33.3   .    ..80  %07.3 .72.3$4:8 ..7 0805.2 7.3 !02..3..  $41.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful